Lompat ke isi

Barisan dan deret geometri: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22959446; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Barisan dan deret geometri''' atau dikenal sebagai '''barisan dan deret ukur''' dalam bidang [[matematika]] adalah jenis [[barisan]] dan [[Deret (matematika)|deret]] di mana [[bilangan]] berikutnya merupakan perkalian dari bilangan sebelumnya dengan suatu bilangan [[rasio]] tertentu. Dengan kata lain, suatu barisan geometri hasil bagi atau rasio setiap suku dengan suku sebelumnya selalu sama.
'''Barisan dan deret geometri''' atau dikenal sebagai '''barisan dan deret ukur''' dalam bidang [[matematika]] adalah jenis [[barisan]] dan [[Deret (matematika)|deret]] di mana [[bilangan]] berikutnya merupakan perkalian dari bilangan sebelumnya dengan suatu bilangan [[rasio]] tertentu. Dengan kata lain, suatu barisan geometri hasil bagi atau rasio setiap suku dengan suku sebelumnya selalu sama.<ref>Sahid, MSc, [http://staffnew.uny.ac.id/upload/131930136/pendidikan/BarisaNderetTakHingga.pdf ''Kalkulus Lanjutan''], hlm. 10.</ref>


Barisan geometri dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
Barisan geometri dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
Baris 10: Baris 10:
Misal <math>a_n</math> adalah suku barisan geometri. Pada barisan di atas, dapat kita rumuskan sebagai
Misal <math>a_n</math> adalah suku barisan geometri. Pada barisan di atas, dapat kita rumuskan sebagai
:<math>a_n = ar^{n-1}</math>
:<math>a_n = ar^{n-1}</math>


Kita misalkan <math>a_1 = a</math>, dan <math>a_2 = ar</math>. Kita teruskan untuk <math>a_3,a_4,\dots</math>.
Kita misalkan <math>a_1 = a</math>, dan <math>a_2 = ar</math>. Kita teruskan untuk <math>a_3,a_4,\dots</math>.
Baris 20: Baris 19:
\end{align}</math>
\end{align}</math>
Dari kumpulan persamaan di atas, kita mendapati pola, yaitu
Dari kumpulan persamaan di atas, kita mendapati pola, yaitu
:<math>a_n = ar^{n-1}</math>.
:<math>a_n = ar^{n-1}</math>.<ref>Sahid, MSc, [http://staffnew.uny.ac.id/upload/131930136/pendidikan/BarisaNderetTakHingga.pdf ''Kalkulus Lanjutan''], hlm. 10.</ref>
 


Lebih umumnya, diberikan <math>n > m</math> dan misal suku awal adalah <math>a_m</math>. Dari hasil di atas, diperoleh
Lebih umumnya, diberikan <math>n > m</math> dan misal suku awal adalah <math>a_m</math>. Dari hasil di atas, diperoleh
Baris 29: Baris 27:
dan
dan


:<math>a_n =  ar^{n-1} = ar^{m-1}r^{n-m} = a_m r^{n-m}</math>.
:<math>a_n =  ar^{n-1} = ar^{m-1}r^{n-m} = a_m r^{n-m}</math>.<ref>Sahid, MSc, [http://staffnew.uny.ac.id/upload/131930136/pendidikan/BarisaNderetTakHingga.pdf ''Kalkulus Lanjutan''], hlm. 10.</ref>


=== Rasio ===
=== Rasio ===
Baris 45: Baris 43:


dengan <math>S_n</math> adalah deret geometri, dan <math>a</math> adalah suku pertama.
dengan <math>S_n</math> adalah deret geometri, dan <math>a</math> adalah suku pertama.


Kita mulai dari kasus di mana <math>r < 1</math>Dengan mengalikan kedua ruas dengan <math>r</math> memperoleh persamaan baru. Persamaan (1) mengurangi (2) menghasilkan
Kita mulai dari kasus di mana <math>r < 1</math>Dengan mengalikan kedua ruas dengan <math>r</math> memperoleh persamaan baru. Persamaan (1) mengurangi (2) menghasilkan
:<math>S_n - rS_n = a - ar^n </math>
:<math>S_n - rS_n = a - ar^n </math>
Dengan menggunakan sifat distributif dan membagi kedua ruas dengan <math>(1 - r)</math> membuktikan bahwa
Dengan menggunakan sifat distributif dan membagi kedua ruas dengan <math>(1 - r)</math> membuktikan bahwa
:<math>S_n = \frac{a(1-r^n)}{1 - r}</math>.
:<math>S_n = \frac{a(1-r^n)}{1 - r}</math>.<ref>Drs. Win Konadi, M.Si, ''[https://winalmuslim.files.wordpress.com/2017/12/materi-2-barisan-deret-geometri.pdf Barisan dan Deret Geometri serta Contoh Soal]''</ref>
Cara yang serupa untuk kasus <math>r > 1</math>. <math>\blacksquare</math>
Cara yang serupa untuk kasus <math>r > 1</math>. <math>\blacksquare</math>


Jika <math>r=1</math>, maka deret geometri didapati
Jika <math>r=1</math>, maka deret geometri didapati


:<math>S_n = na</math>.
:<math>S_n = na</math>.<ref>Drs. Win Konadi, M.Si, ''[https://winalmuslim.files.wordpress.com/2017/12/materi-2-barisan-deret-geometri.pdf Barisan dan Deret Geometri serta Contoh Soal]''</ref>


=== Deret geometri takhingga ===
=== Deret geometri takhingga ===
Baris 64: Baris 60:


:<math>S_\infty = \frac{1}{1 - \frac{1}{2}} = \frac{1}{\frac{2-1}{2}} = \frac{1}{\frac{1}{2}} = 2</math>.
:<math>S_\infty = \frac{1}{1 - \frac{1}{2}} = \frac{1}{\frac{2-1}{2}} = \frac{1}{\frac{1}{2}} = 2</math>.


Karena <math>S_n = \sum_{i=1}^n ar^{i-1}</math>, maka diperoleh
Karena <math>S_n = \sum_{i=1}^n ar^{i-1}</math>, maka diperoleh
Baris 79: Baris 74:
Karena diketahui <math>|r| < 1</math>, maka <math> \lim_{n \to \infty} 1 - r^n = 1 </math>. Karena itu,
Karena diketahui <math>|r| < 1</math>, maka <math> \lim_{n \to \infty} 1 - r^n = 1 </math>. Karena itu,


:<math>S_\infty = \frac{a}{1-r}</math>. <math>\blacksquare</math>
:<math>S_\infty = \frac{a}{1-r}</math>. <math>\blacksquare</math><ref>Sahid, MSc, [http://staffnew.uny.ac.id/upload/131930136/pendidikan/BarisaNderetTakHingga.pdf ''Kalkulus Lanjutan''], hlm. 12–13.</ref>


 
Untuk kasus <math>r > 1</math>, <math>S_\infty</math> tidak mempunyai hasil (karena bernilai <math>\pm \infty</math>) sehingga deretnya dapat dikatakan [[Deret divergen|divergen]].<ref>Sahid, MSc, [http://staffnew.uny.ac.id/upload/131930136/pendidikan/BarisaNderetTakHingga.pdf ''Kalkulus Lanjutan''], hlm. 12.</ref><ref>H. Karso, ''[http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/195509091980021-KARSO/ALJABAR_SMA_2.pdf Barisan dan Deret]'', hlm. 14.</ref>
Untuk kasus <math>r > 1</math>, <math>S_\infty</math> tidak mempunyai hasil (karena bernilai <math>\pm \infty</math>) sehingga deretnya dapat dikatakan [[Deret divergen|divergen]].


== Barisan dan deret geometri bertingkat ==
== Barisan dan deret geometri bertingkat ==
: Jika bertingkat 2: <math>a_n = a^{n^2} + b^n + c</math>
: Jika bertingkat 2: <math>a_n = a^{n^2} + b^n + c</math>
: Jika bertingkat 3: <math>a_n = a^{n^3} + b^{n^2} + c^n + d</math>
: Jika bertingkat 3: <math>a_n = a^{n^3} + b^{n^2} + c^n + d</math>
Baris 95: Baris 88:
* [[Barisan dan deret aritmetika]]
* [[Barisan dan deret aritmetika]]
* [[1/2 + 1/4 + 1/8 + 1/16 + ⋯]], salah satu bentuk deret
* [[1/2 + 1/4 + 1/8 + 1/16 + ⋯]], salah satu bentuk deret
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Barisan+dan+deret+geometri&oldid=22959446 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22959446 (2023-02-16T07:38:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Barisan+dan+deret+geometri&oldid=22959446 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22959446 (2023-02-16T07:38:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.00

Barisan dan deret geometri atau dikenal sebagai barisan dan deret ukur dalam bidang matematika adalah jenis barisan dan deret di mana bilangan berikutnya merupakan perkalian dari bilangan sebelumnya dengan suatu bilangan rasio tertentu. Dengan kata lain, suatu barisan geometri hasil bagi atau rasio setiap suku dengan suku sebelumnya selalu sama.[1]

Barisan geometri dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:

a, ar, ar2, ar3,

dengan r adalah bilangan rasio pengali (r0) dan a adalah faktor skala.

Suku barisan geometri

Misal an adalah suku barisan geometri. Pada barisan di atas, dapat kita rumuskan sebagai

an=arn1

Kita misalkan a1=a, dan a2=ar. Kita teruskan untuk a3,a4,.

a3=ar2a4=ar3a5=ar4

Dari kumpulan persamaan di atas, kita mendapati pola, yaitu

an=arn1.[2]

Lebih umumnya, diberikan n>m dan misal suku awal adalah am. Dari hasil di atas, diperoleh

am=arm1

dan

an=arn1=arm1rnm=amrnm.[3]

Rasio

Rasio adalah hasil bagi antara dua suku. Secara matematis dirumuskan

r=an+1an.

Suku tengah

am+n2=aman

Deret geometri

Deret geometri atau deret ukur ialah deret di mana suku pada barisan geometri dijumlahkan, maka didapati

Sn={a(rn1)r1,jika r>1a(1rn)1r,jika r<1

dengan Sn adalah deret geometri, dan a adalah suku pertama.

Kita mulai dari kasus di mana r<1Dengan mengalikan kedua ruas dengan r memperoleh persamaan baru. Persamaan (1) mengurangi (2) menghasilkan

SnrSn=aarn

Dengan menggunakan sifat distributif dan membagi kedua ruas dengan (1r) membuktikan bahwa

Sn=a(1rn)1r.[4]

Cara yang serupa untuk kasus r>1.

Jika r=1, maka deret geometri didapati

Sn=na.[5]

Deret geometri takhingga

Untuk deret geometri dengan tak terhingganya banyak suku, kita rumuskan

S=a1r

untuk |r|<1. Sebagai contoh, pada diagram di samping kanan, diketahui bahwa suku awal (yakni persegi terbesar) adalah a=1 serta r=12. Dengan menggunakan rumus di atas, maka jumlah keseluruhan pada diagram di samping adalah

S=1112=1212=112=2.

Karena Sn=i=1nari1, maka diperoleh

Sn=a(1rn)1r.

Ambil n pada kedua ruas, diperoleh

S=limna(1rn)1r=a1rlimn(1rn)

Karena diketahui |r|<1, maka limn1rn=1. Karena itu,

S=a1r. [6]

Untuk kasus r>1, S tidak mempunyai hasil (karena bernilai ±) sehingga deretnya dapat dikatakan divergen.[7][8]

Barisan dan deret geometri bertingkat

Jika bertingkat 2: an=an2+bn+c
Jika bertingkat 3: an=an3+bn2+cn+d

dst

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 10.
  2. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 10.
  3. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 10.
  4. Drs. Win Konadi, M.Si, Barisan dan Deret Geometri serta Contoh Soal
  5. Drs. Win Konadi, M.Si, Barisan dan Deret Geometri serta Contoh Soal
  6. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 12–13.
  7. Sahid, MSc, Kalkulus Lanjutan, hlm. 12.
  8. H. Karso, Barisan dan Deret, hlm. 14.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22959446 (2023-02-16T07:38:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.