Fungsi kontinu: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28752864; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 6: | Baris 6: | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Suatu bentuk [[Limit#Kekontinuan|definisi epsilon-delta untuk kekontinuan]] pertama kali diberikan oleh [[Bernard Bolzano]] pada tahun 1817. [[Augustin-Louis Cauchy]] mendefinisikan kekontinuan <math>y=f(x)</math> sebagai berikut: perubahan yang tak hingga kecilnya pada nilai <math>\alpha</math> dari variabel bebas <math>x</math>, akan selalu menghasilkan perubahan yang tak hingga kecilnya pada nilai <math>f(x+\alpha)-f(x)</math> dari variabel terikat <math>y</math> (lihat ''[[Cours d'Analyse]]'', hal. 34). Cauchy mendefinisikan besaran yang sangat kecil dalam bentuk besaran variabel, dan definisinya tentang kontinuitas sangat mirip dengan definisi [[infinitesimal]] yang digunakan saat ini (lihat [[mikrokontinuitas]]). | Suatu bentuk [[Limit#Kekontinuan|definisi epsilon-delta untuk kekontinuan]] pertama kali diberikan oleh [[Bernard Bolzano]] pada tahun 1817. [[Augustin-Louis Cauchy]] mendefinisikan kekontinuan <math>y=f(x)</math> sebagai berikut: perubahan yang tak hingga kecilnya pada nilai <math>\alpha</math> dari variabel bebas <math>x</math>, akan selalu menghasilkan perubahan yang tak hingga kecilnya pada nilai <math>f(x+\alpha)-f(x)</math> dari variabel terikat <math>y</math> (lihat ''[[Cours d'Analyse]]'', hal. 34). Cauchy mendefinisikan besaran yang sangat kecil dalam bentuk besaran variabel, dan definisinya tentang kontinuitas sangat mirip dengan definisi [[infinitesimal]] yang digunakan saat ini (lihat [[mikrokontinuitas]]). | ||
Definisi formal dan perbedaan antara kekontinuan bagian-demi-bagian (''pointwise'') dengan [[kekontinuan seragam]] pertama kali dinyatakan oleh Bolzano pada tahun 1830-an, tetapi karya tersebut tidak dipublikasikan sampai tahun 1930-an. Sama seperti Bolzano, [[Karl Weierstrass]] menolak mengganggap fungsi bersifat kontinu di suatu titik <math>c</math> jika nilai fungsi tersebut tidak terdefinisi di <math>c</math> dan di kedua sisi titik itu. Tetapi [[Édouard Goursat]] memperbolehkan fungsi untuk hanya didefinisikan di <math>c</math> dan di salah satu sisinya. Sedangkan [[Camille Jordan]] bertindak jauh dengan mengizinkan fungsi bersifat kontinu bahkan jika fungsi hanya terdefinisi di titik <math>c</math>. Ketiga definisi yang berbeda tentang kekontinuan bagian-demi-bagian itu masih digunakan saat ini. Terbitan oleh [[Eduard Heine]] pada tahun 1872 memberikan definisi pertama mengenai kekontinuan seragam, tetapi gagasan itu didasarkan pada kuliah yang diberikan oleh [[Peter Gustav Lejeune Dirichlet]] pada tahun 1854. | Definisi formal dan perbedaan antara kekontinuan bagian-demi-bagian (''pointwise'') dengan [[kekontinuan seragam]] pertama kali dinyatakan oleh Bolzano pada tahun 1830-an, tetapi karya tersebut tidak dipublikasikan sampai tahun 1930-an. Sama seperti Bolzano,<ref>Bernard Bolzano. ''Rein analytischer Beweis des Lehrsatzes dass zwischen je zwey Werthen, die ein entgegengesetztes Resultat gewaehren, wenigstens eine reele Wurzel der Gleichung liege''. Haase. 1817.</ref> [[Karl Weierstrass]]<ref>Pierre Dugac. ''Eléments d'Analyse de Karl Weierstrass''. ''Arsip untuk Sejarah Ilmu Tepat''. 1973. Vol. 10. hlm. 41–176. doi:10.1007/bf00343406.</ref> menolak mengganggap fungsi bersifat kontinu di suatu titik <math>c</math> jika nilai fungsi tersebut tidak terdefinisi di <math>c</math> dan di kedua sisi titik itu. Tetapi [[Édouard Goursat]]<ref>E. Goursat. ''Sebuah kursus dalam analisis matematika''. Ginn. 1904. hlm. 2.</ref> memperbolehkan fungsi untuk hanya didefinisikan di <math>c</math> dan di salah satu sisinya. Sedangkan [[Camille Jordan]]<ref>M.C. Jordan. ''Cours d'analyse de l'École polytechnique''. Gauthier-Villars. 1893. Vol. 1. hlm. 46.</ref> bertindak jauh dengan mengizinkan fungsi bersifat kontinu bahkan jika fungsi hanya terdefinisi di titik <math>c</math>. Ketiga definisi yang berbeda tentang kekontinuan bagian-demi-bagian itu masih digunakan saat ini.<ref>J.F. Harper. ''Mendefinisikan kesinambungan fungsi nyata dari variabel nyata''. ''BSHM Bulletin: Journal of the British Society for the History of Mathematics''. 2016. hlm. 1–16. doi:10.1080/17498430.2015.1116053.</ref> Terbitan oleh [[Eduard Heine]] pada tahun 1872 memberikan definisi pertama mengenai kekontinuan seragam, tetapi gagasan itu didasarkan pada kuliah yang diberikan oleh [[Peter Gustav Lejeune Dirichlet]] pada tahun 1854.<ref>P. Rusnock. ''Bolzano dan keseragaman kontinuitas''. ''Historia Mathematica''. 2005. Vol. 32 (3). hlm. 303–311. doi:10.1016/j.hm.2004.11.003.</ref> | ||
== Fungsi real == | == Fungsi real == | ||
=== Definisi === | === Definisi === | ||
Sebuah fungsi real, yakni [[Fungsi (matematika)|fungsi]] yang memetakan [[bilangan real]] ke bilangan real, dapat dinyatakan sebagai sebuah [[Grafik fungsi|grafik]] pada [[Sistem koordinat Kartesius|bidang Kartesius]]. Secara informal, fungsi tersebut dikatakan kontinu jika grafik dari fungsi tersebut berupa satu [[kurva]] utuh dengan [[Ranah fungsi|domainnya]] adalah seluruh [[Garis bilangan real|garis bilangan]]. Definisi matematis yang lebih tegas (''rigor'') diberikan pada bagian artikel di bawah.<ref>Jared Speck. [http://math.mit.edu/~jspeck/18.01_Fall%202014/Supplementary%20notes/01c.pdf Continuity and Discontinuity]. ''MIT Math''. 2014. hlm. 3.</ref> Secara sederhana, kekontinuan fungsi real umumnya didefinisikan dalam bentuk [[limit]]. Sebuah fungsi <math>f</math> dengan variabel <math>x</math> dikatakan ''kontinu di'' bilangan real <math>c</math>, jika limit dari <math>f(x)</math> ketika <math>x</math> menuju <math>c</math>, akan sama dengan <math>f(c).</math> | |||
Sebuah fungsi real, yakni [[Fungsi (matematika)|fungsi]] yang memetakan [[bilangan real]] ke bilangan real, dapat dinyatakan sebagai sebuah [[Grafik fungsi|grafik]] pada [[Sistem koordinat Kartesius|bidang Kartesius]]. Secara informal, fungsi tersebut dikatakan kontinu jika grafik dari fungsi tersebut berupa satu [[kurva]] utuh dengan [[Ranah fungsi|domainnya]] adalah seluruh [[Garis bilangan real|garis bilangan]]. Definisi matematis yang lebih tegas (''rigor'') diberikan pada bagian artikel di bawah. Secara sederhana, kekontinuan fungsi real umumnya didefinisikan dalam bentuk [[limit]]. Sebuah fungsi <math>f</math> dengan variabel <math>x</math> dikatakan ''kontinu di'' bilangan real <math>c</math>, jika limit dari <math>f(x)</math> ketika <math>x</math> menuju <math>c</math>, akan sama dengan <math>f(c).</math> | |||
Terdapat beberapa definisi berbeda mengenai kekontinuan (secara global) dari fungsi, yang bergantung dari bentuk [[Domain fungsi|domain]] fungsi tersebut. Sebuah fungsi dikatakan kontinu pada [[Selang (matematika)|selang buka]] jika selang tersebut berada dalam domain fungsi, dan jika fungsi kontinu di setiap titik di selang tersebut. Fungsi yang kontinu pada selang <math>(-\infty, +\infty)</math> (yakni seluruh [[Garis bilangan real|garis bilangan]]) umumnya cukup disebut sebagai ''fungsi kontinu''; sebagian menyebut fungsi tersebut ''kontinu dimanapun''. Sebagai contoh, semua [[fungsi polinomial]] kontinu di manapun. Sebuah fungsi dikatakan kontinu pada [[Selang (matematika)|selang semi-buka]] atau pada [[Selang (matematika)|selang tutup]], jika selang tersebut berada dalam domain fungsi, fungsi kontinu di setiap titik dalam (interior) di selang tersebut, dan nilai fungsi pada ujung selang sama dengan nilai limit fungsi ketika variabel fungsi tersebut mendekati ujung selang dari sisi dalam selang. Sebagai contoh, fungsi <math>f(x) = \sqrt{x}</math> kontinu pada selang tutup-buka <math>[0,+\infty)</math>; karena selang tersebut berada dalam domain fungsi (lebih tepatnya, selang tersebut ''adalah'' domain dari fungsi), fungsi kontinu di setiap titik di <math>(0,+\infty)</math>, dan nilai <math>f(0)</math> sama dengan nilai <math>\lim f(x)</math> ketika <math>x\to0</math> dari arah kanan. | Terdapat beberapa definisi berbeda mengenai kekontinuan (secara global) dari fungsi, yang bergantung dari bentuk [[Domain fungsi|domain]] fungsi tersebut. Sebuah fungsi dikatakan kontinu pada [[Selang (matematika)|selang buka]] jika selang tersebut berada dalam domain fungsi, dan jika fungsi kontinu di setiap titik di selang tersebut. Fungsi yang kontinu pada selang <math>(-\infty, +\infty)</math> (yakni seluruh [[Garis bilangan real|garis bilangan]]) umumnya cukup disebut sebagai ''fungsi kontinu''; sebagian menyebut fungsi tersebut ''kontinu dimanapun''. Sebagai contoh, semua [[fungsi polinomial]] kontinu di manapun. Sebuah fungsi dikatakan kontinu pada [[Selang (matematika)|selang semi-buka]] atau pada [[Selang (matematika)|selang tutup]], jika selang tersebut berada dalam domain fungsi, fungsi kontinu di setiap titik dalam (interior) di selang tersebut, dan nilai fungsi pada ujung selang sama dengan nilai limit fungsi ketika variabel fungsi tersebut mendekati ujung selang dari sisi dalam selang. Sebagai contoh, fungsi <math>f(x) = \sqrt{x}</math> kontinu pada selang tutup-buka <math>[0,+\infty)</math>; karena selang tersebut berada dalam domain fungsi (lebih tepatnya, selang tersebut ''adalah'' domain dari fungsi), fungsi kontinu di setiap titik di <math>(0,+\infty)</math>, dan nilai <math>f(0)</math> sama dengan nilai <math>\lim f(x)</math> ketika <math>x\to0</math> dari arah kanan. | ||
Sebuah fungsi dikatakan ''takkontinu'' pada suatu titik, jika titik tersebut berada di [[Ketertutupan (topologi)|ketertutupan (''closure)'']] dari domainnya, dan jika titik tersebut bukan bagian domain fungsi atau fungsi tidak kontinu pada titik tersebut. Sebagai contoh, fungsi <math display="inline">x\mapsto \frac {1}{x}</math> dan <math display="inline">x\mapsto \sin(\frac {1}{x})</math> takkontinu di <math>x=0</math>, dan tetap takkontinu bahkan ketika nilai fungsi di titik tersebut didefinisikan. Titik di mana fungsi takkontinu disebut titik ''ketakkontinuan'' atau ''diskontinuitas''. | Sebuah fungsi dikatakan ''takkontinu'' pada suatu titik, jika titik tersebut berada di [[Ketertutupan (topologi)|ketertutupan (''closure)'']] dari domainnya, dan jika titik tersebut bukan bagian domain fungsi atau fungsi tidak kontinu pada titik tersebut. Sebagai contoh, fungsi <math display="inline">x\mapsto \frac {1}{x}</math> dan <math display="inline">x\mapsto \sin(\frac {1}{x})</math> takkontinu di <math>x=0</math>, dan tetap takkontinu bahkan ketika nilai fungsi di titik tersebut didefinisikan. Titik di mana fungsi takkontinu disebut titik ''ketakkontinuan'' atau ''diskontinuitas''.<ref>[http://bahasasastra.kemdikbud.go.id/glosarium/index.php?gloss_asing=discontinuity&gloss_indonesia=&jenis=exact&Bidang=3&infocmd=Cari Discontinuity]. ''Glosarium - Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia''.</ref> | ||
Banyak fungsi yang ditemui umumnya memiliki domain berupa seluruh [[bilangan real]], kecuali untuk beberapa [[titik pencil]]. Contoh fungsi jenis ini adalah fungsi <math display="inline">x \mapsto \frac {1}{x}</math> dan <math>x\mapsto \tan x.</math> Ketika dibahas dalam konteks domain mereka, fungsi jenis ini dapat dikatakan kontinu, walaupun tidak kontinu di manapun. Dalam konteks lain, khususnya perilaku fungsi di sekitar titik-titik istimewa seperti <math>x=0</math> untuk <math display="inline">x \mapsto \frac {1}{x}</math>, fungsi jenis ini termasuk fungsi takkontinu. | Banyak fungsi yang ditemui umumnya memiliki domain berupa seluruh [[bilangan real]], kecuali untuk beberapa [[titik pencil]]. Contoh fungsi jenis ini adalah fungsi <math display="inline">x \mapsto \frac {1}{x}</math> dan <math>x\mapsto \tan x.</math> Ketika dibahas dalam konteks domain mereka, fungsi jenis ini dapat dikatakan kontinu, walaupun tidak kontinu di manapun. Dalam konteks lain, khususnya perilaku fungsi di sekitar titik-titik istimewa seperti <math>x=0</math> untuk <math display="inline">x \mapsto \frac {1}{x}</math>, fungsi jenis ini termasuk fungsi takkontinu. | ||
| Baris 32: | Baris 29: | ||
==== Definisi menggunakan bentuk limit fungsi ==== | ==== Definisi menggunakan bentuk limit fungsi ==== | ||
Fungsi <math> f </math> dikatakan ''kontinu di titik'' <math>c</math> di domainnya, jika [[limit]] dari <math>f(x)</math> ketika <math>x</math> menuju <math>c</math> melalui domain <math>f</math>, ada nilainya dan sama dengan <math>f(c).</math> Dalam notasi matematika, hal ini ditulis sebagai<math display="block">\lim_{x \to c}{f(x)} = f(c).</math>Definisi ini berlaku bagi ketiga sudut pandang. Secara teknis, terdapat tiga hal yang perlu dipenuhi agar fungsi bersifat kontinu. Pertama, <math>f</math> perlu terdefinisi di <math>c</math> (sudah dijamin karena <math>c</math> berada di domain <math>f</math>). Kedua, nilai limit pada sisi kiri persamaan di atas harus ada. Ketiga, nilai dari limit ini harus sama dengan <math>f(c).</math> Dalam definisi ini, diasumsikan bahwa domain dari <math> f </math> tidak memiliki [[Titik pencil|titik-titik pencil]]. | Fungsi <math> f </math> dikatakan ''kontinu di titik'' <math>c</math> di domainnya, jika [[limit]] dari <math>f(x)</math> ketika <math>x</math> menuju <math>c</math> melalui domain <math>f</math>, ada nilainya dan sama dengan <math>f(c).</math><ref>Serge Lang. ''Undergraduate analysis''. Springer-Verlag. 1997. ISBN 978-0-387-94841-6., section II.4</ref> Dalam notasi matematika, hal ini ditulis sebagai<math display="block">\lim_{x \to c}{f(x)} = f(c).</math>Definisi ini berlaku bagi ketiga sudut pandang. Secara teknis, terdapat tiga hal yang perlu dipenuhi agar fungsi bersifat kontinu. Pertama, <math>f</math> perlu terdefinisi di <math>c</math> (sudah dijamin karena <math>c</math> berada di domain <math>f</math>). Kedua, nilai limit pada sisi kiri persamaan di atas harus ada. Ketiga, nilai dari limit ini harus sama dengan <math>f(c).</math> Dalam definisi ini, diasumsikan bahwa domain dari <math> f </math> tidak memiliki [[Titik pencil|titik-titik pencil]].<ref>Asumsi ini dapat dihilangkan dengan melihat jenis titik pencil. Definisi kekontinuan dapat diterapkan pada titik pencil berupa titik limit. Sedangkan pada titik pencil ''c'' yang bukan titik limit, nilai limit ''f''(''x'') ketika ''x'' menuju ''c'' secara otomatis akan sama dengan ''f''(''c'').</ref> | ||
==== Definisi menggunakan lingkungan ==== | ==== Definisi menggunakan lingkungan ==== | ||
| Baris 40: | Baris 37: | ||
==== Definisi menggunakan limit barisan ==== | ==== Definisi menggunakan limit barisan ==== | ||
Fungsi kontinu juga dapat didefinisikan dengan mengharuskan semua [[barisan]] <math>(x_n)_{n \in \N}</math> dari titik-titik di domain fungsi, yang [[Limit barisan|konvergen]] ke titik <math>c</math>, akan menyebabkan barisan <math>\left(f(x_n)\right)_{n\in \N}</math> konvergen ke <math>f(c).</math> Dalam notasi matematika, definisi ini dapat dituliskan sebagai,<math display="block">\forall (x_n)_{n \in \N} \subset D:\lim_{n\to\infty} x_n = c \Rightarrow \lim_{n\to\infty} f(x_n) = f(c)\,.</math> | Fungsi kontinu juga dapat didefinisikan dengan mengharuskan semua [[barisan]] <math>(x_n)_{n \in \N}</math> dari titik-titik di domain fungsi, yang [[Limit barisan|konvergen]] ke titik <math>c</math>, akan menyebabkan barisan <math>\left(f(x_n)\right)_{n\in \N}</math> konvergen ke <math>f(c).</math> Dalam notasi matematika, definisi ini dapat dituliskan sebagai,<math display="block">\forall (x_n)_{n \in \N} \subset D:\lim_{n\to\infty} x_n = c \Rightarrow \lim_{n\to\infty} f(x_n) = f(c)\,.</math> | ||
==== Definisi menggunakan epsilon-delta ==== | ==== Definisi menggunakan epsilon-delta ==== | ||
Dengan menyertakan secara eksplisit definisi limit fungsi ke dalam definisi kekontinuan, fungsi kontinu dapat dijelaskan tanpa perlu merujuk ke konsep limit. Dalam definisi ini, misalkan sebuah fungsi <math>f : D \to \R</math> yang didefinisikan pada bagian di atas, dan sebuah titik <math>x_0</math> di domain <math>D</math>. Fungsi <math>f</math> dikatakan kontinu di titik <math>x_0</math> jika kondisi berikut dipenuhi: Untuk setiap bilangan <math>\varepsilon > 0,</math> sekecil apapun itu, akan ada suatu bilangan <math>\delta > 0</math> sehingga untuk semua <math>x</math> di <math>D</math> dengan <math>x_0 - \delta < x < x_0 + \delta,</math> berlaku<math display="block">f\left(x_0\right) - \varepsilon < f(x) < f(x_0) + \varepsilon.</math>Definisi tersebut dapat ditulis ulang: fungsi <math>f : D \to \mathbb{R}</math> kontinu di <math>x_0 \in D</math> mengartikan untuk setiap <math>\varepsilon > 0,</math> ada sebuah <math>\delta > 0</math> sehingga untuk semua <math>x \in D</math>:<math display="block">\left|x - x_0\right| < \delta ~~\text{ mengakibatkan }~~ |f(x) - f(x_0)| < \varepsilon.</math>Secara intuitif, jika seseorang ingin membuat semua nilai <math>f(x)</math> berada di dalam suatu [[Lingkungan (matematika)|lingkungan]] kecil di sekitar <math>f\left(x_0\right),</math> ia cukup memilih sebuah lingkungan yang cukup kecil bagi nilai <math>x</math> di sekitar titik <math>x_0.</math> Bila proses ini dapat dilakukan seberapapun kecilnya lingkungan untuk <math>f(x)</math>, maka <math>f</math> kontinu di <math>x_0.</math> | Dengan menyertakan secara eksplisit definisi limit fungsi ke dalam definisi kekontinuan, fungsi kontinu dapat dijelaskan tanpa perlu merujuk ke konsep limit. Dalam definisi ini, misalkan sebuah fungsi <math>f : D \to \R</math> yang didefinisikan pada bagian di atas, dan sebuah titik <math>x_0</math> di domain <math>D</math>. Fungsi <math>f</math> dikatakan kontinu di titik <math>x_0</math> jika kondisi berikut dipenuhi: Untuk setiap bilangan <math>\varepsilon > 0,</math> sekecil apapun itu, akan ada suatu bilangan <math>\delta > 0</math> sehingga untuk semua <math>x</math> di <math>D</math> dengan <math>x_0 - \delta < x < x_0 + \delta,</math> berlaku<math display="block">f\left(x_0\right) - \varepsilon < f(x) < f(x_0) + \varepsilon.</math>Definisi tersebut dapat ditulis ulang: fungsi <math>f : D \to \mathbb{R}</math> kontinu di <math>x_0 \in D</math> mengartikan untuk setiap <math>\varepsilon > 0,</math> ada sebuah <math>\delta > 0</math> sehingga untuk semua <math>x \in D</math>:<math display="block">\left|x - x_0\right| < \delta ~~\text{ mengakibatkan }~~ |f(x) - f(x_0)| < \varepsilon.</math>Secara intuitif, jika seseorang ingin membuat semua nilai <math>f(x)</math> berada di dalam suatu [[Lingkungan (matematika)|lingkungan]] kecil di sekitar <math>f\left(x_0\right),</math> ia cukup memilih sebuah lingkungan yang cukup kecil bagi nilai <math>x</math> di sekitar titik <math>x_0.</math> Bila proses ini dapat dilakukan seberapapun kecilnya lingkungan untuk <math>f(x)</math>, maka <math>f</math> kontinu di <math>x_0.</math> | ||
| Baris 58: | Baris 53: | ||
=== Membangun fungsi kontinu === | === Membangun fungsi kontinu === | ||
Proses mengecek kekontinuan suatu fungsi dapat disederhanakan dengan memeriksa syarat-syarat kekontinuan pada bagian-bagian fungsi. Dapat dibuktikan bahwa penjumlahan dua fungsi yang kontinu pada suatu domain, akan menghasilkan fungsi yang juga kontinu pada domain tersebut. Misalkan<math>f, g \colon D \to \R,</math> hasil ''penjumlahan fungsi-fungsi kontinu''<math display="block">s = f + g</math>yang didefinisikan oleh <math>s(x) = f(x) + g(x)</math> untuk setiap <math>x\in D</math>, adalah sebuah fungsi kontinu di <math>D.</math> Sifat yang serupa juga berlaku untuk hasil ''perkalian fungsi-fungsi kontinu'',<math display="block">p = f \cdot g</math>yang didefinisikan oleh <math>p(x) = f(x) \cdot g(x)</math> untuk setiap <math>x \in D</math>, adalah sebuah fungsi kontinu di <math>D.</math> Dengan mengombinasikan kedua sifat tersebut, dapat dibuktikan bahwa semua [[fungsi polinomial]] di <math>\R</math> bersifat kontinu, sebagai contoh fungsi <math>f(x) = x^3 + x^2 - 5 x + 3</math>, dengan menggunakan fakta [[fungsi konstan]] dan [[fungsi identitas]] <math>I(x) = x</math> bersifat kontinu di <math>\R</math>. | Proses mengecek kekontinuan suatu fungsi dapat disederhanakan dengan memeriksa syarat-syarat kekontinuan pada bagian-bagian fungsi. Dapat dibuktikan bahwa penjumlahan dua fungsi yang kontinu pada suatu domain, akan menghasilkan fungsi yang juga kontinu pada domain tersebut. Misalkan<math>f, g \colon D \to \R,</math> hasil ''penjumlahan fungsi-fungsi kontinu''<math display="block">s = f + g</math>yang didefinisikan oleh <math>s(x) = f(x) + g(x)</math> untuk setiap <math>x\in D</math>, adalah sebuah fungsi kontinu di <math>D.</math> Sifat yang serupa juga berlaku untuk hasil ''perkalian fungsi-fungsi kontinu'',<math display="block">p = f \cdot g</math>yang didefinisikan oleh <math>p(x) = f(x) \cdot g(x)</math> untuk setiap <math>x \in D</math>, adalah sebuah fungsi kontinu di <math>D.</math> Dengan mengombinasikan kedua sifat tersebut, dapat dibuktikan bahwa semua [[fungsi polinomial]] di <math>\R</math> bersifat kontinu, sebagai contoh fungsi <math>f(x) = x^3 + x^2 - 5 x + 3</math>, dengan menggunakan fakta [[fungsi konstan]] dan [[fungsi identitas]] <math>I(x) = x</math> bersifat kontinu di <math>\R</math>. | ||
Dengan menggunakan cara yang sama, dapat ditunjukkan bahwa hasil ''kebalikan dari sebuah fungsi kontinu''<math display="block">r = 1/f</math>yang didefinisikan oleh <math>r(x) = 1/f(x)</math> untuk setiap <math>x \in D</math> yang memenuhi <math>f(x) \neq 0</math>, adalah fungsi yang kontinu di <math>D\setminus \{x : f(x) = 0\}.</math> Hal ini mengakibatkan ''fungsi pecahan dari fungsi-fungsi kontinu''<math display="block">q = f / g</math>yang didefinisikan oleh <math>q(x) = f(x)/g(x)</math> untuk setiap <math>x \in D</math> yang memenuhi <math>g(x) \neq 0</math>, bersifat kontinu kecuali di akar-akar dari <math>g(x)</math>. Domain dari <math>q(x)</math> adalah <math>D\setminus \{x:g(x) = 0\}</math>. Sebagai contoh, fungsi (lihat gambar)<math display="block">y(x) = \frac{2x-1}{x+2}</math>terdefinisi dan kontinu untuk semua bilangan real <math>x \neq -2</math>, menyebabkan fungsi tersebut kontinu. Diskusi mengenai kekontinuan fungsi di titik <math>x = -2</math> tidak muncul, karena <math>x = -2</math> bukan anggota domain dari <math>y.</math> Tidak ada fungsi <math>F : \R \to \R</math> yang kontinu dan nilainya sama dengan <math>y(x)</math> untuk semua <math>x \neq -2</math>. | Dengan menggunakan cara yang sama, dapat ditunjukkan bahwa hasil ''kebalikan dari sebuah fungsi kontinu''<math display="block">r = 1/f</math>yang didefinisikan oleh <math>r(x) = 1/f(x)</math> untuk setiap <math>x \in D</math> yang memenuhi <math>f(x) \neq 0</math>, adalah fungsi yang kontinu di <math>D\setminus \{x : f(x) = 0\}.</math> Hal ini mengakibatkan ''fungsi pecahan dari fungsi-fungsi kontinu''<math display="block">q = f / g</math>yang didefinisikan oleh <math>q(x) = f(x)/g(x)</math> untuk setiap <math>x \in D</math> yang memenuhi <math>g(x) \neq 0</math>, bersifat kontinu kecuali di akar-akar dari <math>g(x)</math>. Domain dari <math>q(x)</math> adalah <math>D\setminus \{x:g(x) = 0\}</math>. Sebagai contoh, fungsi (lihat gambar)<math display="block">y(x) = \frac{2x-1}{x+2}</math>terdefinisi dan kontinu untuk semua bilangan real <math>x \neq -2</math>, menyebabkan fungsi tersebut kontinu. Diskusi mengenai kekontinuan fungsi di titik <math>x = -2</math> tidak muncul, karena <math>x = -2</math> bukan anggota domain dari <math>y.</math> Tidak ada fungsi <math>F : \R \to \R</math> yang kontinu dan nilainya sama dengan <math>y(x)</math> untuk semua <math>x \neq -2</math>. | ||
Contoh lain adalah fungsi <math>G(x) = \sin(x)/x,</math> yang terdefinisi dan kontinu untuk bilangan real <math>x \neq 0.</math> Tetapi, berbeda dengan contoh sebelumnya, fungsi <math>G(x)</math> ''dapat'' diperluas menjadi sebuah fungsi kontinu pada ''semua'' bilangan real. Hal ini dilakukan dengan ''mendefinisikan'' nilai <math>G(0)</math> sebagai 1, yakni nilai limit dari <math>G(x)</math> ketika <math>x</math> menuju 0. Dengan kata lain,<math display="block">G(0) = \lim_{x\to 0} \frac{\sin x}{x} = 1.</math>Sehingga, dengan membuat | Contoh lain adalah fungsi <math>G(x) = \sin(x)/x,</math> yang terdefinisi dan kontinu untuk bilangan real <math>x \neq 0.</math> Tetapi, berbeda dengan contoh sebelumnya, fungsi <math>G(x)</math> ''dapat'' diperluas menjadi sebuah fungsi kontinu pada ''semua'' bilangan real. Hal ini dilakukan dengan ''mendefinisikan'' nilai <math>G(0)</math> sebagai 1, yakni nilai limit dari <math>G(x)</math> ketika <math>x</math> menuju 0. Dengan kata lain,<math display="block">G(0) = \lim_{x\to 0} \frac{\sin x}{x} = 1.</math>Sehingga, dengan membuat | ||
| Baris 75: | Baris 67: | ||
</math> | </math> | ||
fungsi <math>G(x)</math> bersifat kontinu pada semua bilangan real. Istilah ''ketakkontinuan terhapuskan'' digunakan untuk menyebut titik takkontinu yang dapat didefinisikan (ulang) agar fungsi bersifat kontinu di titik tersebut. | fungsi <math>G(x)</math> bersifat kontinu pada semua bilangan real. Istilah ''ketakkontinuan terhapuskan''<ref>[http://bahasasastra.kemdikbud.go.id/glosarium/index.php?gloss_asing=removable+discontinuity&gloss_indonesia=&jenis=contain&Bidang=3&infocmd=Cari Removeable discontinuity]. ''Glosarium - Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia''.</ref> digunakan untuk menyebut titik takkontinu yang dapat didefinisikan (ulang) agar fungsi bersifat kontinu di titik tersebut. | ||
Konstruksi fungsi kontinu yang lebih rumit melibatkan [[komposisi fungsi]]. Misalkan dua fungsi kontinu<math display="block">g : D_g \subseteq \R \to R_g \subseteq \R \quad \text{ dan } \quad f : D_f \subseteq \R \to R_f \subseteq D_g,</math>fungsi komposisi keduanya, yang dituliskan sebagai <math>c = g \circ f : D_f \to R_g</math> dan didefinisikan oleh <math>c(x) = g(f(x)),</math> adalah fungsi kontinu. Konstruksi ini dapat digunakan untuk membuktikan, sebagai contoh fungsi <math>e^{\sin(\ln x)}</math>, bersifat kontinu untuk semua <math>x > 0.</math> | Konstruksi fungsi kontinu yang lebih rumit melibatkan [[komposisi fungsi]]. Misalkan dua fungsi kontinu<math display="block">g : D_g \subseteq \R \to R_g \subseteq \R \quad \text{ dan } \quad f : D_f \subseteq \R \to R_f \subseteq D_g,</math>fungsi komposisi keduanya, yang dituliskan sebagai <math>c = g \circ f : D_f \to R_g</math> dan didefinisikan oleh <math>c(x) = g(f(x)),</math> adalah fungsi kontinu. Konstruksi ini dapat digunakan untuk membuktikan, sebagai contoh fungsi <math>e^{\sin(\ln x)}</math>, bersifat kontinu untuk semua <math>x > 0.</math> | ||
=== Contoh fungsi takkontinu === | === Contoh fungsi takkontinu === | ||
Sebuah contoh dari fungsi takkontinu adalah [[fungsi tangga Heaviside]] <math>H</math>, yang didefinisikan sebagai | Sebuah contoh dari fungsi takkontinu adalah [[fungsi tangga Heaviside]] <math>H</math>, yang didefinisikan sebagai | ||
| Baris 119: | Baris 110: | ||
=== Sifat-sifat === | === Sifat-sifat === | ||
==== Sebuah lemma yang berguna ==== | ==== Sebuah lemma yang berguna ==== | ||
Misalkan <math>f(x)</math> adalah fungsi yang kontinu di suatu titik <math>x_0,</math> dan <math>y_0</math> adalah nilai yang memenuhi <math>y_0 \neq f\left(x_0\right).</math> Maka akan berlaku <math>f(x)\neq y_0</math> pada semua titik pada suatu lingkungan dari <math>x_0.</math> Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan definisi dari kekontinuan: dengan memilih <math>\varepsilon =\tfrac{2}>0</math> , akan ada <math>\delta>0</math> sehingga<math display="block">\left|f(x)-f(x_0)\right| < \frac{\left|y_0 - f(x_0)\right|}{2} \quad \text{ kapanpun } \quad |x-x_0| < \delta.</math>Anggap ada sebuah titik di lingkungan <math>|x-x_0|<\delta</math> yang memenuhi <math>f(x)=y_0;</math> akan didapati sebuah kontradiksi, karena mengakibatkan<math display="block">\left|f(x_0)-y_0\right| < \frac{\left|f(x_0) - y_0\right|}{2}.</math> | Misalkan <math>f(x)</math> adalah fungsi yang kontinu di suatu titik <math>x_0,</math> dan <math>y_0</math> adalah nilai yang memenuhi <math>y_0 \neq f\left(x_0\right).</math> Maka akan berlaku <math>f(x)\neq y_0</math> pada semua titik pada suatu lingkungan dari <math>x_0.</math><ref>James Ward Brown. ''Complex Variables and Applications''. McGraw Hill. 2009. hlm. 54. ISBN 978-0-07-305194-9.</ref> Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan definisi dari kekontinuan: dengan memilih <math>\varepsilon =\tfrac{|y_0-f(x_0)|}{2}>0</math> , akan ada <math>\delta>0</math> sehingga<math display="block">\left|f(x)-f(x_0)\right| < \frac{\left|y_0 - f(x_0)\right|}{2} \quad \text{ kapanpun } \quad |x-x_0| < \delta.</math>Anggap ada sebuah titik di lingkungan <math>|x-x_0|<\delta</math> yang memenuhi <math>f(x)=y_0;</math> akan didapati sebuah kontradiksi, karena mengakibatkan<math display="block">\left|f(x_0)-y_0\right| < \frac{\left|f(x_0) - y_0\right|}{2}.</math> | ||
==== Teorema nilai antara ==== | ==== Teorema nilai antara ==== | ||
| Baris 132: | Baris 122: | ||
==== Hubungan dengan kediferensialan dan keterintegralan ==== | ==== Hubungan dengan kediferensialan dan keterintegralan ==== | ||
Dapat ditunjukkan bahwa semua [[fungsi terdiferensialkan]] <math>f : (a, b) \to \R</math> bersifat kontinu. Namun, kebalikannya tidak berlaku: sebagai contoh, fungsi [[nilai mutlak]]<math display="block">f(x)=|x| = \begin{cases} | Dapat ditunjukkan bahwa semua [[fungsi terdiferensialkan]] <math>f : (a, b) \to \R</math> bersifat kontinu. Namun, kebalikannya tidak berlaku: sebagai contoh, fungsi [[nilai mutlak]]<math display="block">f(x)=|x| = \begin{cases} | ||
\;\;\ x & \text{ jika }x \geq 0\\ | \;\;\ x & \text{ jika }x \geq 0\\ | ||
| Baris 154: | Baris 142: | ||
=== Kekontinuan seragam, Hölder, dan Lipschitz === | === Kekontinuan seragam, Hölder, dan Lipschitz === | ||
Konsep kekontinuan fungsi antar ruang metrik pada bagian sebelumnya, dapat diperkuat dengan membatasi bagaimana nilai <math>\delta</math> terikat pada <math>\varepsilon</math> dan titik <math>c</math>; yang dapat dilakukan dalam berbagai cara. Secara informal, fungsi <math>f</math> disebut [[Kekontinuan seragam|kontinu seragam]] jika pemilihan nilai <math>\delta</math> tidak tergantung pada titik <math>c</math>. Lebih tepatnya, fungsi kontinu seragam perlu memenuhi kondisi berikut: untuk setiap [[bilangan real]] <math>\varepsilon>0</math> akan ada <math>\delta>0</math> sehingga untuk setiap <math>c,b\in X</math> yang memenuhi <math>d_X(b,c)<\delta</math>, juga akan memenuhi <math>d_Y(f(b),f(c))<\varepsilon</math>. Jadi, setiap fungsi yang kontinu seragam adalah fungsi kontinu. Kebalikannya tidak berlaku secara umum, tetapi berlaku bila domain <math>X</math> berupa [[ruang kompak]]. Peta kontinu seragam dapat didefinisikan dalam situasi [[ruang seragam]] yang lebih umum.<ref>Steven A. Gaal. ''Topologi himpunan titik''. Dover Publications. 2009. ISBN 978-0-486-47222-5., section IV.10</ref> | |||
Konsep kekontinuan fungsi antar ruang metrik pada bagian sebelumnya, dapat diperkuat dengan membatasi bagaimana nilai <math>\delta</math> terikat pada <math>\varepsilon</math> dan titik <math>c</math>; yang dapat dilakukan dalam berbagai cara. Secara informal, fungsi <math>f</math> disebut [[Kekontinuan seragam|kontinu seragam]] jika pemilihan nilai <math>\delta</math> tidak tergantung pada titik <math>c</math>. Lebih tepatnya, fungsi kontinu seragam perlu memenuhi kondisi berikut: untuk setiap [[bilangan real]] <math>\varepsilon>0</math> akan ada <math>\delta>0</math> sehingga untuk setiap <math>c,b\in X</math> yang memenuhi <math>d_X(b,c)<\delta</math>, juga akan memenuhi <math>d_Y(f(b),f(c))<\varepsilon</math>. Jadi, setiap fungsi yang kontinu seragam adalah fungsi kontinu. Kebalikannya tidak berlaku secara umum, tetapi berlaku bila domain <math>X</math> berupa [[ruang kompak]]. Peta kontinu seragam dapat didefinisikan dalam situasi [[ruang seragam]] yang lebih umum. | |||
Sebuah fungsi disebut [[Kondisi Hölder|kontinu Hölder]] pangkat <math>\alpha</math> (berupa [[bilangan real]]) jika ada konstanta <math>K</math> sehingga untuk semua <math>b,c\in X</math> akan berlaku pertidaksamaan | Sebuah fungsi disebut [[Kondisi Hölder|kontinu Hölder]] pangkat <math>\alpha</math> (berupa [[bilangan real]]) jika ada konstanta <math>K</math> sehingga untuk semua <math>b,c\in X</math> akan berlaku pertidaksamaan | ||
| Baris 161: | Baris 148: | ||
Semua fungsi kontinu Hölder bersifat kontinu seragam. Kasus khusus <math>\alpha=1</math> disebut sebagai [[Fungsi Lipschitz|kekontinuan Lipschitz]]. Artinya, suatu fungsi kontinu Lipschitz jika ada konstanta ''<math>K</math>'' sedemikian rupa sehingga pertidaksamaan | Semua fungsi kontinu Hölder bersifat kontinu seragam. Kasus khusus <math>\alpha=1</math> disebut sebagai [[Fungsi Lipschitz|kekontinuan Lipschitz]]. Artinya, suatu fungsi kontinu Lipschitz jika ada konstanta ''<math>K</math>'' sedemikian rupa sehingga pertidaksamaan | ||
:<math>d_Y (f(b), f(c)) \leq K \cdot d_X (b, c)</math> | :<math>d_Y (f(b), f(c)) \leq K \cdot d_X (b, c)</math> | ||
berlaku untuk sembarang <math>b,c\in X</math>. Kondisi Lipschitz digunakan contohnya dalam [[teorema Picard – Lindelöf]] yang membahas tentang solusi [[persamaan diferensial biasa]]. | berlaku untuk sembarang <math>b,c\in X</math>.<ref>Mícheál Ó Searcóid. [https://books.google.com/books?id=aP37I4QWFRcC Ruang metrik]. Springer-Verlag. 2006. ISBN 978-1-84628-369-7., bagian 9.4</ref> Kondisi Lipschitz digunakan contohnya dalam [[teorema Picard – Lindelöf]] yang membahas tentang solusi [[persamaan diferensial biasa]]. | ||
==Konsep yang berkaitan== | ==Konsep yang berkaitan== | ||
Jika fungsi <math>f : S \to Y</math> adalah suatu fungsi kontinu dari suatu [[Himpunan bagian|subset]] <math>S</math> dari [[ruang topologis]] <math>X</math> maka ''perluasan kontinu'' dari <math>f</math> ke <math>X</math> adalah sembarang fungsi kontinu <math>F : X \to Y</math> dengan <math>F(s) = f(s)</math> untuk setiap <math>s \in S;</math> kondisi ini sering ditulis sebagai <math>f = F\big\vert_S.</math> Secara informal, itu adalah sembarang fungsi <math>F : X \to Y</math> yang [[Pembatasan (matematika)|membatasi]] <math>f</math> pada <math>S.</math> Konsep ini digunakan, sebagai contoh, dalam [[teorema perluasan Tietze]] dan [[teorema Hahn–Banach]]. Jika <math>f : S \to Y</math> tidak kontinu maka tidak mungkin fungsi tersebut memiliki perluasan kontinu. Jika <math>Y</math> adalah suatu [[ruang Hausdorff]] dan <math>S</math> adalah [[himpunan rapat]] dari <math>X</math> maka fungsi perluasan kontinu dari <math>f : S \to Y</math> ke <math>X,</math> jika itu ada, bersifat unik. | Jika fungsi <math>f : S \to Y</math> adalah suatu fungsi kontinu dari suatu [[Himpunan bagian|subset]] <math>S</math> dari [[ruang topologis]] <math>X</math> maka ''perluasan kontinu'' dari <math>f</math> ke <math>X</math> adalah sembarang fungsi kontinu <math>F : X \to Y</math> dengan <math>F(s) = f(s)</math> untuk setiap <math>s \in S;</math> kondisi ini sering ditulis sebagai <math>f = F\big\vert_S.</math> Secara informal, itu adalah sembarang fungsi <math>F : X \to Y</math> yang [[Pembatasan (matematika)|membatasi]] <math>f</math> pada <math>S.</math> Konsep ini digunakan, sebagai contoh, dalam [[teorema perluasan Tietze]] dan [[teorema Hahn–Banach]]. Jika <math>f : S \to Y</math> tidak kontinu maka tidak mungkin fungsi tersebut memiliki perluasan kontinu. Jika <math>Y</math> adalah suatu [[ruang Hausdorff]] dan <math>S</math> adalah [[himpunan rapat]] dari <math>X</math> maka fungsi perluasan kontinu dari <math>f : S \to Y</math> ke <math>X,</math> jika itu ada, bersifat unik. | ||
Banyak cabang matematika lainnya menggunakan konsep kekontinuan dalam konteks berbeda, namun memiliki makna yang mirip. Sebagai contoh, dalam [[Teori order|teori urutan]], ''fungsi kekal-urutan''(''order-preserving function'') <math>f : X \to Y</math> antar jenis [[himpunan terurut parsial]] tertentu ''<math>X</math>'' dan <math>Y</math>, dikatakan [[Kekontinuan Scott|kontinu]] jika untuk setiap [[himpunan berarah]] <math>A</math> dari ''<math>X</math>'', berlaku hubungan <math>\sup f(A) = f(\sup A).</math> Notasi <math>\,\sup\,</math> tersebut masing-masing menyatakan [[supremum]] terhadap urutan dalam ''<math>X</math>'' dan <math>Y</math>. Konsep kekontinuan ini sama kekontinuan topologis ketika himpunan urutan parsial merupakan subset dari [[topologi Scott]]. | Banyak cabang matematika lainnya menggunakan konsep kekontinuan dalam konteks berbeda, namun memiliki makna yang mirip. Sebagai contoh, dalam [[Teori order|teori urutan]], ''fungsi kekal-urutan''(''order-preserving function'') <math>f : X \to Y</math> antar jenis [[himpunan terurut parsial]] tertentu ''<math>X</math>'' dan <math>Y</math>, dikatakan [[Kekontinuan Scott|kontinu]] jika untuk setiap [[himpunan berarah]] <math>A</math> dari ''<math>X</math>'', berlaku hubungan <math>\sup f(A) = f(\sup A).</math> Notasi <math>\,\sup\,</math> tersebut masing-masing menyatakan [[supremum]] terhadap urutan dalam ''<math>X</math>'' dan <math>Y</math>. Konsep kekontinuan ini sama kekontinuan topologis ketika himpunan urutan parsial merupakan subset dari [[topologi Scott]].<ref>Jean Goubault-Larrecq. [https://archive.org/details/nonhausdorfftopo0000goub Non-Hausdorff Topology and Domain Theory: Selected Topics in Point-Set Topology]. Cambridge University Press. 2013. ISBN 978-1107034136.</ref><ref>G. Gierz. [https://archive.org/details/continuouslattic0000unse Continuous Lattices and Domains]. Cambridge University Press. 2003. Vol. 93. ISBN 0521803381.</ref> | ||
Dalam [[teori kategori]], sebuah [[fungtor]]<math display="block">F : \mathcal C \to \mathcal D</math>antar dua [[Kategori (matematika)|kategori]] dikatakan [[Fungtor kontinu|kontinu]], jika fungsi tersebut komutatif dengan [[Limit (teori kategori)|limit]] yang kecil. Secara matematis,<math display="block">\varprojlim_{i \in I} F(C_i) \cong F \left(\varprojlim_{i \in I} C_i \right)</math>untuk sembarang [[Diagram (teori kategori)|diagram]] yang kecil (yaitu, yang diindeks dengan sebuah himpunan <math>I</math>, bukan sebuah [[Kelas (teori himpunan)|kelas]]) dari [[Objek (teori kategori)|objek]] di <math>\mathcal C</math>. | Dalam [[teori kategori]], sebuah [[fungtor]]<math display="block">F : \mathcal C \to \mathcal D</math>antar dua [[Kategori (matematika)|kategori]] dikatakan [[Fungtor kontinu|kontinu]], jika fungsi tersebut komutatif dengan [[Limit (teori kategori)|limit]] yang kecil. Secara matematis,<math display="block">\varprojlim_{i \in I} F(C_i) \cong F \left(\varprojlim_{i \in I} C_i \right)</math>untuk sembarang [[Diagram (teori kategori)|diagram]] yang kecil (yaitu, yang diindeks dengan sebuah himpunan <math>I</math>, bukan sebuah [[Kelas (teori himpunan)|kelas]]) dari [[Objek (teori kategori)|objek]] di <math>\mathcal C</math>. | ||
Sebuah [[Fungsi kontinu#Ruang kekontinuan|ruang kekontinuan]] adalah perumuman dari [[ruang metrik]] dan [[Himpunan terurut parsial|poset]], dan dapat digunakan untuk menyatukan konsep dari ruang metrik dan [[Teori domain|domain]]. | Sebuah [[Fungsi kontinu#Ruang kekontinuan|ruang kekontinuan]] adalah perumuman dari [[ruang metrik]] dan [[Himpunan terurut parsial|poset]],<ref>R. C. Flagg. ''Quantales and continuity spaces''. ''Algebra Universalis''. 1997. Vol. 37 (3). hlm. 257–276. doi:10.1007/s000120050018.</ref><ref>R. Kopperman. ''All topologies come from generalized metrics''. ''American Mathematical Monthly''. 1988. Vol. 95 (2). hlm. 89–97. doi:10.2307/2323060.</ref> dan dapat digunakan untuk menyatukan konsep dari ruang metrik dan [[Teori domain|domain]].<ref>B. Flagg. ''Continuity spaces: Reconciling domains and metric spaces''. ''Theoretical Computer Science''. 1997. Vol. 177 (1). hlm. 111–138. doi:10.1016/S0304-3975(97)00236-3.</ref> | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fungsi+kontinu&oldid=28752864 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28752864 (2025-12-29T04:24:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fungsi+kontinu&oldid=28752864 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28752864 (2025-12-29T04:24:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.04
Dalam matematika, fungsi kontinu adalah jenis fungsi yang perubahan secara kontinu (sinambung, tanpa terpotong) pada variabel fungsi mengakibatkan perubahan kontinu pada nilai keluaran fungsi. Hal ini mengartikan nilai fungsi tidak pernah mengalami perubahan yang mendadak/tiba-tiba. Gagasan intuitif kekontinuan mengilustrasikan fungsi kontinu sebagai fungsi yang grafiknya dapat digambar tanpa mengangkat kapur dari papan tulis. Secara lebih teknis, fungsi dikatakan kontinu jika perubahan kecil pada nilai fungsi dapat dipastikan cukup dengan membuat perubahan kecil pada variabelnya. Fungsi yang tidak kontinu dikatakan fungsi takkontinu atau fungsi diskontinu. Sampai pada abad ke-19, matematikawan sangat mengandalkan konsep kekontinuan yang intuitif. Hal ini berubah sejak definisi epsilon-delta dari limit diperkenalkan untuk memformalkan definisi kekontinuan.
Kekontinuan adalah salah satu konsep inti dalam kalkulus dan analisis matematika, yang membahas fungsi dengan keluaran maupun variabelnya dapat berupa bilangan real atau kompleks. Konsep kekontinuan juga diperumum untuk fungsi antar ruang metrik dan antar ruang topologis. Fungsi jenis terakhir adalah fungsi kontinu yang paling umum, dan definisinya menjadi dasar ilmu topologi.
Sebagai contoh, fungsi h(t) yang memerikan tinggi bunga yang sedang tumbuh pada waktu t dapat dianggap fungsi kontinu, sebagaimana telah menjadi pandangan dalam filsafat alam, bahwa alam tidak meloncat, segala perubahan di alam dianggap terjadi secara lambatlaun dalam ruang-waktu. Sebaliknya, jika fungsi M(t) melambangkan jumlah uang di sebuah rekening bank pada waktu t, nilai fungsi ini akan "melompat" ketika uang disimpan atau ditarik. Hal ini menyebabkan M(t) adalah fungsi diskontinu.
Sejarah
Suatu bentuk definisi epsilon-delta untuk kekontinuan pertama kali diberikan oleh Bernard Bolzano pada tahun 1817. Augustin-Louis Cauchy mendefinisikan kekontinuan sebagai berikut: perubahan yang tak hingga kecilnya pada nilai dari variabel bebas , akan selalu menghasilkan perubahan yang tak hingga kecilnya pada nilai dari variabel terikat (lihat Cours d'Analyse, hal. 34). Cauchy mendefinisikan besaran yang sangat kecil dalam bentuk besaran variabel, dan definisinya tentang kontinuitas sangat mirip dengan definisi infinitesimal yang digunakan saat ini (lihat mikrokontinuitas).
Definisi formal dan perbedaan antara kekontinuan bagian-demi-bagian (pointwise) dengan kekontinuan seragam pertama kali dinyatakan oleh Bolzano pada tahun 1830-an, tetapi karya tersebut tidak dipublikasikan sampai tahun 1930-an. Sama seperti Bolzano,[1] Karl Weierstrass[2] menolak mengganggap fungsi bersifat kontinu di suatu titik jika nilai fungsi tersebut tidak terdefinisi di dan di kedua sisi titik itu. Tetapi Édouard Goursat[3] memperbolehkan fungsi untuk hanya didefinisikan di dan di salah satu sisinya. Sedangkan Camille Jordan[4] bertindak jauh dengan mengizinkan fungsi bersifat kontinu bahkan jika fungsi hanya terdefinisi di titik . Ketiga definisi yang berbeda tentang kekontinuan bagian-demi-bagian itu masih digunakan saat ini.[5] Terbitan oleh Eduard Heine pada tahun 1872 memberikan definisi pertama mengenai kekontinuan seragam, tetapi gagasan itu didasarkan pada kuliah yang diberikan oleh Peter Gustav Lejeune Dirichlet pada tahun 1854.[6]
Fungsi real
Definisi
Sebuah fungsi real, yakni fungsi yang memetakan bilangan real ke bilangan real, dapat dinyatakan sebagai sebuah grafik pada bidang Kartesius. Secara informal, fungsi tersebut dikatakan kontinu jika grafik dari fungsi tersebut berupa satu kurva utuh dengan domainnya adalah seluruh garis bilangan. Definisi matematis yang lebih tegas (rigor) diberikan pada bagian artikel di bawah.[7] Secara sederhana, kekontinuan fungsi real umumnya didefinisikan dalam bentuk limit. Sebuah fungsi dengan variabel dikatakan kontinu di bilangan real , jika limit dari ketika menuju , akan sama dengan
Terdapat beberapa definisi berbeda mengenai kekontinuan (secara global) dari fungsi, yang bergantung dari bentuk domain fungsi tersebut. Sebuah fungsi dikatakan kontinu pada selang buka jika selang tersebut berada dalam domain fungsi, dan jika fungsi kontinu di setiap titik di selang tersebut. Fungsi yang kontinu pada selang (yakni seluruh garis bilangan) umumnya cukup disebut sebagai fungsi kontinu; sebagian menyebut fungsi tersebut kontinu dimanapun. Sebagai contoh, semua fungsi polinomial kontinu di manapun. Sebuah fungsi dikatakan kontinu pada selang semi-buka atau pada selang tutup, jika selang tersebut berada dalam domain fungsi, fungsi kontinu di setiap titik dalam (interior) di selang tersebut, dan nilai fungsi pada ujung selang sama dengan nilai limit fungsi ketika variabel fungsi tersebut mendekati ujung selang dari sisi dalam selang. Sebagai contoh, fungsi kontinu pada selang tutup-buka ; karena selang tersebut berada dalam domain fungsi (lebih tepatnya, selang tersebut adalah domain dari fungsi), fungsi kontinu di setiap titik di , dan nilai sama dengan nilai ketika dari arah kanan.
Sebuah fungsi dikatakan takkontinu pada suatu titik, jika titik tersebut berada di ketertutupan (closure) dari domainnya, dan jika titik tersebut bukan bagian domain fungsi atau fungsi tidak kontinu pada titik tersebut. Sebagai contoh, fungsi dan takkontinu di , dan tetap takkontinu bahkan ketika nilai fungsi di titik tersebut didefinisikan. Titik di mana fungsi takkontinu disebut titik ketakkontinuan atau diskontinuitas.[8]
Banyak fungsi yang ditemui umumnya memiliki domain berupa seluruh bilangan real, kecuali untuk beberapa titik pencil. Contoh fungsi jenis ini adalah fungsi dan Ketika dibahas dalam konteks domain mereka, fungsi jenis ini dapat dikatakan kontinu, walaupun tidak kontinu di manapun. Dalam konteks lain, khususnya perilaku fungsi di sekitar titik-titik istimewa seperti untuk , fungsi jenis ini termasuk fungsi takkontinu.
Menggunakan notasi matematika, ada beberapa cara untuk mendefinisikan fungsi kontinu berdasarkan tiga sudut pandang yang disebutkan di atas. Untuk itu, misalkanadalah fungsi yang terdefinisi pada suatu subset dari himpunan bilangan real . Subset ini adalah domain dari . Ketiga sudut pandang kekontinuan ada pada bentuk domain:
- , yakni adalah keseluruhan himpunan bilangan real; atau untuk suatu bilangan real dan ,
- : berupa selang tutup, atau
- : berupa selang buka.
Pada kasus domain didefinisikan sebagai suatu selang buka, titik dan tidak berada di , dan nilai dari dan tidak memengaruhi kekontinuan fungsi pada .
Definisi menggunakan bentuk limit fungsi
Fungsi dikatakan kontinu di titik di domainnya, jika limit dari ketika menuju melalui domain , ada nilainya dan sama dengan [9] Dalam notasi matematika, hal ini ditulis sebagaiDefinisi ini berlaku bagi ketiga sudut pandang. Secara teknis, terdapat tiga hal yang perlu dipenuhi agar fungsi bersifat kontinu. Pertama, perlu terdefinisi di (sudah dijamin karena berada di domain ). Kedua, nilai limit pada sisi kiri persamaan di atas harus ada. Ketiga, nilai dari limit ini harus sama dengan Dalam definisi ini, diasumsikan bahwa domain dari tidak memiliki titik-titik pencil.[10]
Definisi menggunakan lingkungan
Sebuah lingkungan dari suatu titik adalah himpunan yang berisi, setidaknya, semua titik yang jaraknya dengan sama besar. Secara intuitif, sebuah fungsi bersifat kontinu di titik jika semua lingkungan (yang merupakan subset dari citra ) dari akan mengecil menjadi sebuah titik , ketika lebar lingkungan dari mengecil ke nol. Menyatakan dengan lebih rinci, sebuah fungsi kontinu di titik di domainnya, jika untuk sembarang lingkungan ada suatu lingkungan di domain fungsi tersebut, sehingga kapanpun
Definisi ini hanya memerlukan domain dan kodomainnya merupakan ruang topologis, menjadikannya definisi yang paling umum. Dari definisi ini disimpulkan fungsi secara otomatis bersifat kontinu di setiap titik pencil fungsi tersebut. Sebagai contoh spesifik, semua fungsi bernilai real dengan domain himpunan bilangan bulat adalah fungsi kontinu.
Definisi menggunakan limit barisan
Fungsi kontinu juga dapat didefinisikan dengan mengharuskan semua barisan dari titik-titik di domain fungsi, yang konvergen ke titik , akan menyebabkan barisan konvergen ke Dalam notasi matematika, definisi ini dapat dituliskan sebagai,
Definisi menggunakan epsilon-delta
Dengan menyertakan secara eksplisit definisi limit fungsi ke dalam definisi kekontinuan, fungsi kontinu dapat dijelaskan tanpa perlu merujuk ke konsep limit. Dalam definisi ini, misalkan sebuah fungsi yang didefinisikan pada bagian di atas, dan sebuah titik di domain . Fungsi dikatakan kontinu di titik jika kondisi berikut dipenuhi: Untuk setiap bilangan sekecil apapun itu, akan ada suatu bilangan sehingga untuk semua di dengan berlakuDefinisi tersebut dapat ditulis ulang: fungsi kontinu di mengartikan untuk setiap ada sebuah sehingga untuk semua :Secara intuitif, jika seseorang ingin membuat semua nilai berada di dalam suatu lingkungan kecil di sekitar ia cukup memilih sebuah lingkungan yang cukup kecil bagi nilai di sekitar titik Bila proses ini dapat dilakukan seberapapun kecilnya lingkungan untuk , maka kontinu di
Weierstrass mengharuskan selang seluruhnya berada di dalam domain , namun Jordan menunjukkan syarat ini dapat dihilangkan.
Definisi menggunakan fungsi kontrol
Dalam penulisan bukti dan analisis matematika, terkadang dibutuhkan pemahaman mengenai seberapa cepat limit suatu fungsi akan konvergen. Salah satu cara mengetahuinya adalah dengan mengontrol nilai selisih. Konsep ini dapat diformalkan menjadi sebuah definisi untuk kekontinuan. Sebuah fungsi disebut sebagai fungsi kontrol, jika
- adalah fungsi tak-turun
Sebuah dikatakan kontinu- di , jika untuk setiap di berlakuSebuah fungsi dikatakan kontinu di jika fungsi tersebut kontinu- untuk suatu fungsi kontrol . Pendekatan ini memungkinkan untuk memperlengkap konsep kekontinuan dengan menyertakan himpunan fungsi kontrol yang dipenuhi . Untuk sebuah himpunan fungsi kontrol , sebuah fungsi disebut kontinu- jika fungsi tersebut kontinu- untuk suatu . Sebagai contoh, fungsi Lipschitz dan fungsi kontinu Hölder dengan pangkat dapat didefinisikan dengan menggunakan himpunan fungsi kontrolMirip dengan itu,
Membangun fungsi kontinu
Proses mengecek kekontinuan suatu fungsi dapat disederhanakan dengan memeriksa syarat-syarat kekontinuan pada bagian-bagian fungsi. Dapat dibuktikan bahwa penjumlahan dua fungsi yang kontinu pada suatu domain, akan menghasilkan fungsi yang juga kontinu pada domain tersebut. Misalkan hasil penjumlahan fungsi-fungsi kontinuyang didefinisikan oleh untuk setiap , adalah sebuah fungsi kontinu di Sifat yang serupa juga berlaku untuk hasil perkalian fungsi-fungsi kontinu,yang didefinisikan oleh untuk setiap , adalah sebuah fungsi kontinu di Dengan mengombinasikan kedua sifat tersebut, dapat dibuktikan bahwa semua fungsi polinomial di bersifat kontinu, sebagai contoh fungsi , dengan menggunakan fakta fungsi konstan dan fungsi identitas bersifat kontinu di .
Dengan menggunakan cara yang sama, dapat ditunjukkan bahwa hasil kebalikan dari sebuah fungsi kontinuyang didefinisikan oleh untuk setiap yang memenuhi , adalah fungsi yang kontinu di Hal ini mengakibatkan fungsi pecahan dari fungsi-fungsi kontinuyang didefinisikan oleh untuk setiap yang memenuhi , bersifat kontinu kecuali di akar-akar dari . Domain dari adalah . Sebagai contoh, fungsi (lihat gambar)terdefinisi dan kontinu untuk semua bilangan real , menyebabkan fungsi tersebut kontinu. Diskusi mengenai kekontinuan fungsi di titik tidak muncul, karena bukan anggota domain dari Tidak ada fungsi yang kontinu dan nilainya sama dengan untuk semua .
Contoh lain adalah fungsi yang terdefinisi dan kontinu untuk bilangan real Tetapi, berbeda dengan contoh sebelumnya, fungsi dapat diperluas menjadi sebuah fungsi kontinu pada semua bilangan real. Hal ini dilakukan dengan mendefinisikan nilai sebagai 1, yakni nilai limit dari ketika menuju 0. Dengan kata lain,Sehingga, dengan membuat
fungsi bersifat kontinu pada semua bilangan real. Istilah ketakkontinuan terhapuskan[11] digunakan untuk menyebut titik takkontinu yang dapat didefinisikan (ulang) agar fungsi bersifat kontinu di titik tersebut.
Konstruksi fungsi kontinu yang lebih rumit melibatkan komposisi fungsi. Misalkan dua fungsi kontinufungsi komposisi keduanya, yang dituliskan sebagai dan didefinisikan oleh adalah fungsi kontinu. Konstruksi ini dapat digunakan untuk membuktikan, sebagai contoh fungsi , bersifat kontinu untuk semua
Contoh fungsi takkontinu
Sebuah contoh dari fungsi takkontinu adalah fungsi tangga Heaviside , yang didefinisikan sebagai
Untuk mengetahui penyebab ketakkontinuan dari fungsi, pilih, sebagai contoh, nilai . Tidak ada sekitar , dalam kata lain tidak ada selang buka dengan yang membuat semua nilai berada di dalam sekitar , yaitu selang . Secara intuitif, titik ini adalah tipe ketakkontinuan berupa "loncatan" pada nilai fungsi.
Mirip dengan contoh sebelumnya, fungsi tanda atau fungsi signum,
takkontinu di namun kontinu di manapun selain titik itu. Contoh lain lagi adalah fungsi
yang juga kontinu di manapun selain titik .
Selain sejumlah bentuk kekontinuan dan ketakkontinuan di atas, terdapat fungsi dengan perilaku yang "diluar nalar", sebagai contoh adalah fungsi Thomaebersifat kontinu di semua bilangan irasional namun takkontinu di semua bilangan rasional. Contoh lain adalah fungsi Dirichlet, yakni fungsi indikator untuk himpunan bilangan rasional,adalah fungsi takkontinu di manapun.
Sifat-sifat
Sebuah lemma yang berguna
Misalkan adalah fungsi yang kontinu di suatu titik dan adalah nilai yang memenuhi Maka akan berlaku pada semua titik pada suatu lingkungan dari [12] Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan definisi dari kekontinuan: dengan memilih , akan ada sehinggaAnggap ada sebuah titik di lingkungan yang memenuhi akan didapati sebuah kontradiksi, karena mengakibatkan
Teorema nilai antara
Teorema nilai antara adalah sebuah teorema keberadaan, yang didasarkan pada sifat kelengkapan (completeness) dari bilangan real. Teorema ini menyatakan:
Jika fungsi bernilai real kontinu pada selang tutup dan adalah suatu bilangan di antara dan maka ada bilangan yang memenuhi
Sebagai ilustrasi teorema ini, misalkan seorang anak yang bertambah tinggi dari 1 m pada usia dua tahun menjadi 1,5 m pada usia enam tahun. Akan ada waktu di antara tahun kedua dan tahun keenam, ketika tinggi anak tersebut sama dengan 1,25 m.
Salah satu akibat teorema ini, jika kontinu pada dan dan berbeda tanda, maka ada titik sehingga bernilai nol. Dengan kata lain, fungsi memiliki akar pada selang
Teorema nilai ekstrem
Teorema nilai ekstrem menyatakan jika sebuah fungsi terdefinisi pada suatu selang tutup (atau sembarang himpunan tertutup dan terbatas) dan kontinu di domain itu, maka fungsi memilliki nilai maksimum. Dengan kata lain, ada nilai dengan untuk setiap Teorema yang sama juga berlaku untuk nilai minimum dari Teorema ini secara umum tidak berlaku untuk fungsi dengan domain (atau sembarang himpunan yang tidak tertutup sekaligus terbatas). Sebagai contoh, fungsi kontinu yang terdefinisi pada interval buka tidak memiliki nilai maksimum, karena nilai fungsi tidak terbatas dari atas.
Hubungan dengan kediferensialan dan keterintegralan
Dapat ditunjukkan bahwa semua fungsi terdiferensialkan bersifat kontinu. Namun, kebalikannya tidak berlaku: sebagai contoh, fungsi nilai mutlakyang kontinu di manapun. Fungsi ini tidak terdiferensialkan di (namun terdiferensialkan di semua titik selain ini). Fungsi Weierstrass adalah contoh dari fungsi yang kontinu di manapun tetapi takkontinu di manapun.
Turunan dari fungsi tidak harus bersifat kontinu. Jika kontinu, fungsi dikatakan terdiferensialkan [secara] kontinu. Himpunan dari fungsi-fungsi jenis ini dinyatakan dengan Secara umum, himpunan fungsi (dengan berupa selang buka) yang dapat diturunkan sebanyak kali dan turunan ke- dari bersifat kontinu, dinotasikan dengan Dalam bidang grafika komputer, sifat-sifat yang berkaitan (namun tidak sama) dengan terkadang disebut (kekontinuan posisi), (kekontinuan garis singgung), dan (kekontinuan kelengkungan/kurvatur).
Setiap fungsi kontinu dapat diintegralkan, sebagai contoh dalam konteks integral Riemann. Kebalikannya tidak berlaku, seperti yang ditunjukkan oleh fungsi tanda; contoh fungsi terintegralkan tetapi takkontinu.
Fungsi kontinu antar ruang metrik
Konsep fungsi bernilai real kontinu dapat perumum untuk fungsi antar ruang metrik. Ruang metrik adalah sebuah himpunan yang dilengkapi dengan sebuah fungsi (disebut metrik); fungsi ini dapat dianggap sebagai ukuran jarak antara dua elemen di . Secara formal, metrik adalah fungsi
yang memenuhi sejumlah persyaratan, terutama pertidaksamaan segitiga. Untuk sembarang dua ruang metrik dan , sebuah fungsi
dikatakan kontinu (terhadap metrik yang digunakan) di titik , jika untuk sembarang bilangan real positif akan terdapat bilangan real positif , sehingga semua nilai yang memenuhi juga akan memenuhi . Seperti pada kasus fungsi real di bagian sebelumnya, definisi ini setara dengan syarat bahwa untuk setiap barisan dengan nilai limit , haruslah . Syarat ini dapat diperlemah menjadi: fungsi kontinu jika dan hanya jika untuk setiap barisan yang konvergen ke (dan berada di domain), barisan adalah barisan Cauchy.
Himpunan titik di mana sebuah fungsi antar ruang metrik bersifat kontinu disebut dengan himpunan , yang berasal dari definisi kekontinuan menggunakan epsilon-delta.
Salah satu contoh penggunaan konsep kekontinuan ini ada di analisis fungsional. Sebuah definisi yang penting dalam cabang matematika ini menyatakan bahwa: sebuah operator linearantar ruang vektor bernorma dan (yakni ruang vektor yang dilengkapi suatu norma ) bersifat kontinu jika dan hanya jika operator tersebut terbatas, yakni terdapat konstanta yang menyebabkanuntuk semua
Kekontinuan seragam, Hölder, dan Lipschitz
Konsep kekontinuan fungsi antar ruang metrik pada bagian sebelumnya, dapat diperkuat dengan membatasi bagaimana nilai terikat pada dan titik ; yang dapat dilakukan dalam berbagai cara. Secara informal, fungsi disebut kontinu seragam jika pemilihan nilai tidak tergantung pada titik . Lebih tepatnya, fungsi kontinu seragam perlu memenuhi kondisi berikut: untuk setiap bilangan real akan ada sehingga untuk setiap yang memenuhi , juga akan memenuhi . Jadi, setiap fungsi yang kontinu seragam adalah fungsi kontinu. Kebalikannya tidak berlaku secara umum, tetapi berlaku bila domain berupa ruang kompak. Peta kontinu seragam dapat didefinisikan dalam situasi ruang seragam yang lebih umum.[13]
Sebuah fungsi disebut kontinu Hölder pangkat (berupa bilangan real) jika ada konstanta sehingga untuk semua akan berlaku pertidaksamaan
Semua fungsi kontinu Hölder bersifat kontinu seragam. Kasus khusus disebut sebagai kekontinuan Lipschitz. Artinya, suatu fungsi kontinu Lipschitz jika ada konstanta sedemikian rupa sehingga pertidaksamaan
berlaku untuk sembarang .[14] Kondisi Lipschitz digunakan contohnya dalam teorema Picard – Lindelöf yang membahas tentang solusi persamaan diferensial biasa.
Konsep yang berkaitan
Jika fungsi adalah suatu fungsi kontinu dari suatu subset dari ruang topologis maka perluasan kontinu dari ke adalah sembarang fungsi kontinu dengan untuk setiap kondisi ini sering ditulis sebagai Secara informal, itu adalah sembarang fungsi yang membatasi pada Konsep ini digunakan, sebagai contoh, dalam teorema perluasan Tietze dan teorema Hahn–Banach. Jika tidak kontinu maka tidak mungkin fungsi tersebut memiliki perluasan kontinu. Jika adalah suatu ruang Hausdorff dan adalah himpunan rapat dari maka fungsi perluasan kontinu dari ke jika itu ada, bersifat unik.
Banyak cabang matematika lainnya menggunakan konsep kekontinuan dalam konteks berbeda, namun memiliki makna yang mirip. Sebagai contoh, dalam teori urutan, fungsi kekal-urutan(order-preserving function) antar jenis himpunan terurut parsial tertentu dan , dikatakan kontinu jika untuk setiap himpunan berarah dari , berlaku hubungan Notasi tersebut masing-masing menyatakan supremum terhadap urutan dalam dan . Konsep kekontinuan ini sama kekontinuan topologis ketika himpunan urutan parsial merupakan subset dari topologi Scott.[15][16]
Dalam teori kategori, sebuah fungtorantar dua kategori dikatakan kontinu, jika fungsi tersebut komutatif dengan limit yang kecil. Secara matematis,untuk sembarang diagram yang kecil (yaitu, yang diindeks dengan sebuah himpunan , bukan sebuah kelas) dari objek di .
Sebuah ruang kekontinuan adalah perumuman dari ruang metrik dan poset,[17][18] dan dapat digunakan untuk menyatukan konsep dari ruang metrik dan domain.[19]
Catatan
Referensi
- ↑ Bernard Bolzano. Rein analytischer Beweis des Lehrsatzes dass zwischen je zwey Werthen, die ein entgegengesetztes Resultat gewaehren, wenigstens eine reele Wurzel der Gleichung liege. Haase. 1817.
- ↑ Pierre Dugac. Eléments d'Analyse de Karl Weierstrass. Arsip untuk Sejarah Ilmu Tepat. 1973. Vol. 10. hlm. 41–176. doi:10.1007/bf00343406.
- ↑ E. Goursat. Sebuah kursus dalam analisis matematika. Ginn. 1904. hlm. 2.
- ↑ M.C. Jordan. Cours d'analyse de l'École polytechnique. Gauthier-Villars. 1893. Vol. 1. hlm. 46.
- ↑ J.F. Harper. Mendefinisikan kesinambungan fungsi nyata dari variabel nyata. BSHM Bulletin: Journal of the British Society for the History of Mathematics. 2016. hlm. 1–16. doi:10.1080/17498430.2015.1116053.
- ↑ P. Rusnock. Bolzano dan keseragaman kontinuitas. Historia Mathematica. 2005. Vol. 32 (3). hlm. 303–311. doi:10.1016/j.hm.2004.11.003.
- ↑ Jared Speck. Continuity and Discontinuity. MIT Math. 2014. hlm. 3.
- ↑ Discontinuity. Glosarium - Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
- ↑ Serge Lang. Undergraduate analysis. Springer-Verlag. 1997. ISBN 978-0-387-94841-6., section II.4
- ↑ Asumsi ini dapat dihilangkan dengan melihat jenis titik pencil. Definisi kekontinuan dapat diterapkan pada titik pencil berupa titik limit. Sedangkan pada titik pencil c yang bukan titik limit, nilai limit f(x) ketika x menuju c secara otomatis akan sama dengan f(c).
- ↑ Removeable discontinuity. Glosarium - Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia.
- ↑ James Ward Brown. Complex Variables and Applications. McGraw Hill. 2009. hlm. 54. ISBN 978-0-07-305194-9.
- ↑ Steven A. Gaal. Topologi himpunan titik. Dover Publications. 2009. ISBN 978-0-486-47222-5., section IV.10
- ↑ Mícheál Ó Searcóid. Ruang metrik. Springer-Verlag. 2006. ISBN 978-1-84628-369-7., bagian 9.4
- ↑ Jean Goubault-Larrecq. Non-Hausdorff Topology and Domain Theory: Selected Topics in Point-Set Topology. Cambridge University Press. 2013. ISBN 978-1107034136.
- ↑ G. Gierz. Continuous Lattices and Domains. Cambridge University Press. 2003. Vol. 93. ISBN 0521803381.
- ↑ R. C. Flagg. Quantales and continuity spaces. Algebra Universalis. 1997. Vol. 37 (3). hlm. 257–276. doi:10.1007/s000120050018.
- ↑ R. Kopperman. All topologies come from generalized metrics. American Mathematical Monthly. 1988. Vol. 95 (2). hlm. 89–97. doi:10.2307/2323060.
- ↑ B. Flagg. Continuity spaces: Reconciling domains and metric spaces. Theoretical Computer Science. 1997. Vol. 177 (1). hlm. 111–138. doi:10.1016/S0304-3975(97)00236-3.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28752864 (2025-12-29T04:24:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.