Lompat ke isi

Keracunan aluminium fosfida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 03.21 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28726915; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Keracunan aluminium fosfida adalah keracunan yang terjadi akibat paparan berlebihan terhadap senyawa kimia aluminium fosfida. (AlP). Senyawa ini digunakan secara luas sebagai fumigan untuk melindungi biji-bijian dan produk pertanian yang disimpan dari serangan hama. Senyawa ini memiliki tingkat toksisitas tinggi, terutama jika dikonsumsi dari wadah yang baru dibuka. Keracunan aluminium fosfida akut (AAlPP) merupakan masalah kesehatan signifikan di beberapa wilayah, terutama di wilayah anak benua India, meskipun jumlah kasus yang dilaporkan secara resmi cenderung lebih rendah dibandingkan kejadian sebenarnya.

Gejala dan Tanda Klinis

Gejala keracunan aluminium fosfida dapat muncul dalam beberapa menit setelah paparan. Manifestasi klinis yang utama adalah renjatan aakibat efek toksin aluminium fosfida pada sel otot jantung, kehilangan cairan, dan kerusakan kelenjar adrenal. Gejala awal bersifat non-spesifik dan dapat berkembang seiring waktu, bergantung pada dosis yang tertelan. Beberapa gejala yang dilaporkan meliputi hipotensi berat yang tidak responsif terhadap terapi dopamin, pusing, kelelahan, sesak dada, sakit kepala, mual, muntah, diare, ataksia, mati rasa, parestesia, tremor, kelemahan otot, penglihatan ganda, dan jaundis.Paparan inhalasi yang berat dapat menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), gagal jantung, aritmia, kejang, dan koma. Manifestasi lanjutan dapat melibatkan kerusakan hati dan ginjal, dengan kematian yang dapat terjadi akibat syok mendalam, miokarditis, dan gagal multi-organ.

Diagnosis keracunan aluminium fosfida umumnya berdasarkan kecurigaan klinis dan riwayat paparan, baik yang dilaporkan sendiri maupun oleh pengawas pasien. Di beberapa wilayah, tablet aluminium fosfida dikenal sebagai “rice tablet” dan harus dibedakan dari tablet berbasis herbal. Tes laboratorium dapat dilakukan, seperti uji perak nitrat pada aspirat lambung, yang dapat menunjukkan hasil positif jika konten lambung diencerkan.

Mekanisme Toksisitas

Toksisitas aluminium fosfida terutama disebabkan oleh pelepasan gas fosfina (PH3), senyawa sitotoksik yang menghambat enzim seluler vital, menyebabkan kerusakan jaringan melalui radikal bebas, dan bersifat korosif terhadap jaringan biologis. Reaksi yang menghasilkan fosfin antara lain :

AlP + 3 H2O → Al(OH)3 + PH3, dan
AlP + 3 HCl → AlCl3 + PH3 (di lambung)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengklasifikasikan fosfin sebagai zat yang berbahaya bagi kehidupan pada konsentrasi 50 bagian per juta.

Penanganan

Penanganan keracunan aluminium fosfida bersifat suportif karena belum tersedia antidot spesifik. Perawatan mencakup koreksi asidosis metabolik, stabilisasi hemodinamik, dan pemantauan organ vital. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian magnesium sulfat dapat menurunkan risiko kematian.

Prognosis

Fosfida aluminium memiliki dosis fatal antara 0,15 dan 0,5 gram (0,0053 dan 0,0176 oz). Tingkat kematian dari AAlPP bervariasi dari 35 hingga 85 persen. Jumlah kasus sebenarnya mungkin jauh lebih besar, karena kurang dari lima persen dari mereka dengan AAlPP akhirnya mencapai pusat perawatan tersier. Sejak 1992, ketika fosfat aluminium menjadi tersedia secara bebas di pasar, dilaporkan telah melampaui semua bentuk keracunan disengaja lainnya, seperti organofosfat dan keracunan barbiturat, di India Utara. Dalam sebuah studi 25 tahun panjang pada 5.933 kematian tidak alami di barat laut India, keracunan fosfat aluminium ditemukan sebagai penyebab utama kematian di antara semua kasus keracunan.

Epidemologi dan Insiden

Keracunan aluminium fosfida dilaporkan sebagai metode bunuh diri yang paling umum di beberapa wilayah di India Utara. Kasus kematian juga tercatat di Iran, Amerika Serikat, Rumania, Turki, dan beberapa negara di Asia Tenggara. Insiden terkait sering kali muncul akibat penggunaan fumigan di rumah tangga atau penggunaan tablet secara ilegal untuk membasmi hama seperti kutu busuk. Studi di Arab Saudi menunjukkan bahwa keracunan aluminium fosfida paling sering terjadi selama proses fumigasi rumah tangga.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28726915 (2025-12-22T10:08:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.