Lompat ke isi

Gabungan (teori himpunan)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 14.00 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Gabungan dari dua himpunan ~A \cup B

Dalam teori himpunan, gabungan () dari koleksi himpunan adalah himpunan semua anggota dalam koleksi.[1] Gabungan merupakan salah satu operasi dasar, yang dapat menggabungkan atau mengaitkan anggota himpunan ke anggota himpunan lain. Gabungan dilambangkan dengan ∪.

Untuk penjelasan tentang penggunaan simbol lebih lanjut, lihat tabel dari simbol matematika

Gabungan dari dua himpunan

Gabungan dari himpunan A dan B adalah himpunan anggota yang berada di A, atau B, atau bahkan kedua-duanya.[2] Gabungan dari dua himpunan tersebut dituliskan dalam notasi ungkapan himpunan.[3]AB={x:xA atau xB}.Sebagai contoh, jika A={1,3,5,7} dan B={1,2,4,6,7}, maka AB={1,2,3,4,5,6,7}. Contoh yang lebih rumit (meliputi dua himpunan tak terhingga) adalahːA={x adalah bilangan bulat genap yang lebih besar daripada 1}B={x adalah bilangan bulat ganjil yang lebih besar daripada 1}AB={2,3,4,5,6,}.

Contoh lainnya, 9 tidak termasuk dalam gabungan dari himpunan bilangan prima {2,3,5,7,11,} dan juga himpunan dari bilangan genap {2,4,6,8,10.}, sebab 9 bukanlah bilangan prima ataupun bilangan genap.

Himpunan tidak mempunyai anggota identik yang muncul lebih dari satu kali,[4] karena itu gabungan dari {1,2,3} dan {2,3,4} adalah {1,2,3,4}. Banyaknya kemunculan anggota yang identik tersebut tidak memengaruhi kardinalitas himpunan ataupun isi himpunannya.

Sifat aljabar

Gabungan biner adalah operasi asosiatif. Hal ini berarti bahwa untuk setiap himpunan A, B, dan C, berlakuA(BC)=(AB)C.

Pada rumus di atas, tanda kurung dapat dihilangkan dalam rangka untuk menghindari keambiguan, sehingga dapat ditulis juga sebagai ABC. Gabungan merupakan operasi komutatif, sehingga himpunan bisa ditulis dalam setiap urutan.[5] Himpunan kosong adalah anggota identitas untuk operasi gabungan, dalam artian bahwa A=A, untuk setiap himpunan A. Secara analogi, semua sifat-sifat tersebut diikuti dari logika disjungsi.

Adapun sifat aljabar lainnya, yakni irisan distribusi atas gabunganA(BC)=(AB)(AC),dan gabungan distribusi atas irisan[6]A(BC)=(AB)(AC).Himpunan kuasa dari himpunan U, beserta operasi-operasinya, seperti gabungan, irisan, dan komplemen, merupakan aljabar Boole. Dalam aljabar Boole, gabungan dapat dinyatakan dengan rumus yang mengandung operasi irisan dan komplemen.AB=(AcBc)c,dengan superskrip C melambangkan komplemen dalam himpunan semesta U.

Gabungan terhingga

Beberapa himpunan dapat diambil secara serentak. Sebagai contoh, gabungan dari tiga himpunan A, B, dan C mengandung semua anggota dari A, semua anggota dari B, dan semua anggota dari C, dan tidak ada lagi. Dengan demikian, x adalah anggota dari ABC jika dan hanya jika x setidaknya ada di dalam salah satu himpunan A, B, dan C.

Gabungan terhingga adalah gabungan dari jumlah terbatas pada himpunan-himpunan; ungkapan tidak menyiratkan bahwa gabungan himpunan adalah himpunan terbatas.[7][8]

Gabungan sebarang

Gagasan yang paling umum adalah gabungan dari koleksi himpunan sebarang, yang kadangkala disebut gabungan tak terhingga. Jika 𝐌 adalah himpunan atau kelas yang anggotanya ada di himpunan, maka x adalah gabungan dari 𝐌 jika dan hanya jika setidaknya ada satu anggota A dari 𝐌 sehingga x anggota dari A.[9] Ini dapat ditulis dengan menggunakan simbolx𝐌A𝐌, xA.Gagasan ini menggolongkan bagian sebelumnya, sebagai contoh, ABC adalah gabungan dari koleksi {A,B,C}. Juga, jika 𝐌 adalah koleksi kosong, maka gabungan dari 𝐌 adalah himpunan kosong

Notasi

Notasi untuk konsep yang umum sangat bervariasi. Untuk gabungan terhingga dari himpunan S1,S2,S3,,Sn, acapkali ditulis sebagai S1S2S3Sn ataui=1nSi.Terdapat bermacam-macam notasi untuk gabungan sembarang, seperti 𝐌, A𝐌A, atau iIAi, yang mengacu pada gabungan dari koleksi {Ai:iI}, dengan I adalah himpunan indeks, dan Ai adalah himpunan untuk iI. Terdapat sebuah kasus bahwa untuk himpunan indeks I yang merupakan himpunan bilangan asli, dapat menggunakan notasii=1Ai,yang mirip seperti jumlah tak terhingga dalam deret.[10]

Lihat pula

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. Weisstein, Eric W. Union. Wolfram's Mathworld.
  2. Julan Hernadi. Fondasi Matematika dan Metode Pembuktian. Penerbit UMPO Press. 2017.
  3. Nikolai Konstantinovich Vereshchagin. Basic Set Theory. American Mathematical Soc. 2002-01-01. ISBN 9780821827314.
  4. Nikolai Konstantinovich Vereshchagin. Basic Set Theory. American Mathematical Soc. 2002-01-01. ISBN 9780821827314.
  5. P. R. Halmos. Naive Set Theory. Springer Science & Business Media. 2013-11-27. ISBN 9781475716450.
  6. Set Operations Union Intersection Complement Difference Mutually Exclusive Partitions De Morgan's Law Distributive Law Cartesian Product. www.probabilitycourse.com.
  7. Abhijit Dasgupta. Set Theory: With an Introduction to Real Point Sets. Springer Science & Business Media. 2013-12-11. ISBN 9781461488545.
  8. Finite Union of Finite Sets is Finite - ProofWiki. proofwiki.org.
  9. Douglas Smith. A Transition to Advanced Mathematics. Cengage Learning. 2014-08-01. ISBN 9781285463261.
  10. Douglas Smith. A Transition to Advanced Mathematics. Cengage Learning. 2014-08-01. ISBN 9781285463261.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28117886 (2025-10-20T02:03:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.