Lompat ke isi

Tembaga(I) klorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 03.58 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Nantokite-unit-cell-3D-balls

Tembaga(I) klorida, sering disebut sebagai kupro klorida, adalah klorida tembaga paling rendah, dengan rumus CuCl. Senyawa ini berupa padatan putih yang larut sebagian dalam air, tetapi sangat mudah larut dalam asam klorida pekat. Sampel yang mengandung ketakmurnian (impurities) berwarna kehijauan karena adanya tembaga(II) klorida.[1]

Sejarah

Tembaga(I) klorida pertama kali dibuat oleh Robert Boyle pada pertengahan abad ketujuhbelas[2] dari raksa(II) klorida ("sublimat Venesia") dan logam tembaga:

HgCl2+2 Cu2 CuCl+Hg

Pada tahun 1799, J.L. Proust mengidentifikasi dua klorida tembaga yang berbeda. Ia menyiapkan CuCl dengan memanaskan pada temperatur tinggi tanpa keberadaan udara, menyebabkan kehilangan setengah dari klorin terikat diikuti dengan pencucian residu menggunakan air.[3]

Larutan CuCl dalam suasana asam pernah digunakan untuk analisis kandungan karbon monoksida dalam gas, misalnya dalam peralatan gas Hempel.[4] Aplikasi ini sangat signifikan[5] saat itu ketika gas batubara ( banyak digunakan untuk pemanas dan penerangan, selama abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sintesis

Tembaga(I) klorida disintesis dengan cara mereduksi tembaga(II) klorida, misalnya dengan belerang dioksida:

2 CuCl2+SO2+2 H2O2 CuCl+H2SO4+2 HCl

Banyak pereduksi lain yang dapat digunakan.[6]

Sifat kimia

Tembaga(I) klorida adalah asam Lewis, yang diklasifikasikan sebagai lemah menurut Konsep Asam-Basa Kuat-Lemah. Oleh karena itu, cenderung membentuk senyawa kompleks yang stabil dengan basa Lewis lemah seperti trifenilfosfin, P(C6H5)3:

CuCl+P(C6H5)3[CuCl(P(C6H5)3)]4

Meskipun CuCl tidak larut dalam air, ia larut dalam larutan akuatik yang mengandung molekul donor yang sesuai. Ia membentuk senyawa kompleks dengan ion halida, misalnya membentuk hidronium dengan asam klorida pekat. Ia diserang oleh Sianida, Tiosulfat, dan Amonia menghasilkan kompleks yang sesuai.

Larutan CuCl dalam HCl atau Amonia menyerap karbon monoksida membentuk kompleks tak berwarna seperti dimer jembatan klorida [CuCl(CO)]2. Larutan asam klorida yang sama juga bereaksi dengan gas asetilena membentuk [CuCl(C2H2)]. Larutan amoniakal CuCl bereaksi dengan asetilena membentuk tembaga(I) asetilida yang mudah meledak. Kompleks CuCl dengan alkena dapat dibuat dengan mereduksi [[Tembaga(II) klorida| dengan belerang dioksida dengan kehadiran alkena dalam larutan alkohol. Kompleks dengan diena seperti 1,5-siklooktadiena khususnya stabil:[7]

Structure of COD complex of CuCl

Bacaan lain

  1. .

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Robert Boyle. Considerations and experiments about the origin of forms and qualities. 1666.
  3. J. L. Proust. Ann. Chim. Phys. (1). 1799. Vol. 32. hlm. 26.
  4. Geoffrey Martin. Industrial and Manufacturing Chemistry. Crosby Lockwood. 1917. hlm. 330–31.
  5. Vivian H. Lewes. Journal of the Society of Chemical Industry. Journal of the Society of Chemical Industry. 1891. Vol. 10. hlm. 407–413.
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299480 (2026-05-31T22:18:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.