Lompat ke isi

Tidur non-REM

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 03.18 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28723374; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Tidur non-REM () terdiri dari tiga tahap, yaitu N1, N2, dan N3, dan tahap yang terakhir juga disebut tidur gelombang lambat. Tahapnya biasanya tersusun sebagai berikut: N1 → N2 → N3 → N2 → tidur REM. Tidur REM terjadi setelah seseorang kembali dari tidur gelombang lambat ke tahap 2 atau 1. Tidak seperti tidur REM, pada tahap tidur non-REM, tidak banyak pergerakan mata. Mimpi jarang terjadi pada tahap non-REM, dan otot juga tidak lumpuh seperti pada tahap tidur REM. Orang yang tidak melalui tahap-tahap tidur dengan baik dapat tersangkut pada tahap tidur non-REM, dan jika ototnya tidak lumpuh, orang itu bisa berjalan sambil tidur. Menurut beberapa hasil penelitian, kegiatan mental yang berlangsung pada tahap tidur non-REM diyakini seperti sedang berpikir, sementara pada tahap tidur REM sering kali muncul halusinasi. Tidur non-REM ditandai oleh munculnya konten mimpi berupa sikap ramah yang diprakarsai oleh subjek, berbeda dengan fase tidur REM yang cenderung lebih agresif. Hal ini menunjukkan bahwa fase non-REM berperan dalam mensimulasikan interaksi yang bersifat ramah.

Catatan kaki

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28723374 (2025-12-21T08:06:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.