Lompat ke isi

Skopolamina

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
L-Scopolamin

Skopolamina, dikenal pula sebagai hiosin,[1] atau Devil's Breath,[2] adalah obat yang digunakan untuk mabuk gerak[3] serta mual dan muntah pascaoperasi.[4][5] Obat ini juga kadang digunakan sebelum operasi untuk mengurangi produksi air liur.[6] Bila digunakan melalui injeksi, efeknya mulai dirasakan sekitar 20 menit dan bertahan hingga 8 jam.[7] Obat ini juga dapat digunakan secara oral maupun sebagai plester transdermal karena telah lama diketahui memiliki bioavailabilitas transdermal.[8][9]

Skopolamina termasuk dalam keluarga obat antimuntah dan bekerja dengan memblokir beberapa efek asetilkolina di dalam sistem saraf.[10]

Rute pemberian

Skopolamina dapat diberikan melalui mulut, secara subkutan, melalui mata, dan secara intravena, serta melalui plester transdermal.[11]

Kimia

Biosintesis pada tumbuhan

Skopolamina termasuk di antara metabolit sekunder pada tumbuhan dari famili Solanaceae (nightshade), termasuk Hyoscyamus niger, kecubung pendek (Datura), terompet malaikat (Brugmansia), Belladonna, mandrake (Mandragora officinarum), dan kayu gabus (Duboisia).[12][13]

Biosintesis skopolamina dimulai dengan dekarboksilasi L-ornitin menjadi putresin oleh ornitin dekarboksilase. Putresin kemudian mengalami metilasi menjadi N-metilputresin oleh putresin N-metiltransferase.[14]

Sebuah putresin oksidase yang secara spesifik mengenali putresin termetilasi mengatalisis deaminasi senyawa ini menjadi 4-metilaminobutanal, yang kemudian mengalami pembentukan cincin secara spontan menjadi kation N-metil-pirolium. Pada langkah berikutnya, kation pirolium berkondensasi dengan asam asetoasetat menghasilkan higrina. Tidak ada aktivitas enzimatik yang dapat dibuktikan mengatalisis reaksi ini. Higrina selanjutnya mengalami penataan ulang menjadi tropinon.[15]

Selanjutnya, tropinon reduktase I mengonversi tropinon menjadi tropin, yang kemudian berkondensasi dengan fenillaktat yang berasal dari fenilalanina membentuk litorin. Sebuah sitokrom P450 yang diklasifikasikan sebagai Cyp80F1[16] teroksidasi dan menataulang litorin menjadi hiosiamin aldehida. Pada tahap akhir, hiosiamin mengalami epoksidasi yang dikatalisis oleh 6β-hidroksihiosiamin epoksidase yielding scopolamine.[17]

Manfaat

Skopolamina memiliki sejumlah kegunaan resmi dalam dunia kedokteran modern, di mana obat ini digunakan dalam bentuk terisolasi dan pada dosis rendah untuk mengobati:[18][19]

Obat ini kadang digunakan sebagai pramedikasi, terutama untuk mengurangi sekresi saluran pernapasan pada operasi, paling umum diberikan melalui injeksi.[24][25]

Efek samping umum termasuk rasa mengantuk, penglihatan kabur, pupil melebar, dan mulut kering.[26] Obat ini tidak direkomendasikan untuk orang dengan glaukoma sudut tertutup atau sumbatan usus.[27]

Keamanan penggunaannya selama kehamilan masih belum jelas, dan penggunaan saat menyusui masih mendapat peringatan dari tenaga kesehatan serta produsen obat.[28]

Efek samping

Kejadian efek samping yang umum ditemukan antara lain:[29][30][31][32]

Efek samping tidak umum (insidensi 0,1–1%) meliputi:

Efek samping jarang (insidensi <0,1%) meliputi:

Efek samping dengan frekuensi tidak diketahui meliputi:

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Concise Dictionary of Biomedicine and Molecular Biology. CRC Press. 2001. hlm. 570. ISBN 978-1-4200-4130-9.
  2. Colombian Devil's Breath. Vice. 23 July 2007.
  3. About hyoscine hydrobromide. nhs.uk. 24 Oktober 2022.
  4. Plant-derived Natural Products: Synthesis, Function, and Application. Springer Science & Business Media. 2009. hlm. 5. ISBN 978-0-387-85498-4.
  5. Scopolamine. The American Society of Health-System Pharmacists.
  6. Scopolamine. The American Society of Health-System Pharmacists.
  7. Scopolamine. The American Society of Health-System Pharmacists.
  8. Scopolamine. The American Society of Health-System Pharmacists.
  9. A Manual of Pharmacology and Its Applications to Therapeutics and Toxicology. W.B. Saunders. 1957.
  10. Scopolamine. The American Society of Health-System Pharmacists.
  11. Transdermal scopolamine: an alternative to ondansetron and droperidol for the prevention of postoperative and postdischarge emetic symptoms. Anesthesia and Analgesia. January 2007. Vol. 104 (1). hlm. 92–96. doi:10.1213/01.ane.0000250364.91567.72.
  12. Continuous Production of Scopolamine by a Culture of Duboisia leichhardtii Hairy Root Clone in a Bioreactor System. Applied Microbiology and Biotechnology. 1993. Vol. 40 (2–3). hlm. 219–223. doi:10.1007/BF00170370.
  13. The Chambers Dictionary. Allied Publishers. 1998. hlm. 788, 1480. ISBN 978-81-86062-25-8.
  14. Alkaloid biosynthesis: metabolism and trafficking. Annual Review of Plant Biology. 2008. Vol. 59 (1). hlm. 735–769. doi:10.1146/annurev.arplant.59.032607.092730.
  15. Alkaloid biosynthesis: metabolism and trafficking. Annual Review of Plant Biology. 2008. Vol. 59 (1). hlm. 735–769. doi:10.1146/annurev.arplant.59.032607.092730.
  16. Functional genomic analysis of alkaloid biosynthesis in Hyoscyamus niger reveals a cytochrome P450 involved in littorine rearrangement. Chemistry & Biology. May 2006. Vol. 13 (5). hlm. 513–520. doi:10.1016/j.chembiol.2006.03.005.
  17. Alkaloid biosynthesis: metabolism and trafficking. Annual Review of Plant Biology. 2008. Vol. 59 (1). hlm. 735–769. doi:10.1146/annurev.arplant.59.032607.092730.
  18. Joint Formulary Committee. British National Formulary (BNF). Pharmaceutical Press. 2013. hlm. 49, 266, 822, 823. ISBN 978-0-85711-084-8.
  19. Australian Medicines Handbook. The Australian Medicines Handbook Unit Trust. 2013. ISBN 978-0-9805790-9-3.
  20. Hyperbaric oxygen and scopolamine. Undersea Biomedical Research. Mei 1991. Vol. 18 (3). hlm. 167–174.
  21. Effects of transcutaneous scopolamine and depth on diver performance. Undersea Biomedical Research. Maret 1988. Vol. 15 (2). hlm. 89–98.
  22. Motion Sickness. Divers Alert Network.
  23. scopolamine solution - ophthalmic, Isopto. MedicineNet.com.
  24. Joint Formulary Committee. British National Formulary (BNF). Pharmaceutical Press. 2013. hlm. 49, 266, 822, 823. ISBN 978-0-85711-084-8.
  25. Australian Medicines Handbook. The Australian Medicines Handbook Unit Trust. 2013. ISBN 978-0-9805790-9-3.
  26. Scopolamine. The American Society of Health-System Pharmacists.
  27. Scopolamine. The American Society of Health-System Pharmacists.
  28. Drugs in Pregnancy and Lactation. Williams and Wilkins. 1994. hlm. 777–778. ISBN 978-0-683-01060-2.
  29. Transderm Scop - scopolamine patch, extended-release. DailyMed. 14 Maret 2024.
  30. DBL HYOSCINE INJECTION BP. TGA eBusiness Services. Hospira Australia Pty Ltd. 30 January 2012.
  31. Buscopan Tablets - Summary of Product Characteristics (SPC). electronic Medicines Compendium. Boehringer Ingelheim Limited. 11 September 2013.
  32. Kwells 300 microgram tablets - Summary of Product Characteristics. electronic Medicines Compendium. Bayer plc. 7 January 2008.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345925 (2026-06-14T14:26:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.