Nikel: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29455382; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Nickel_chunk.jpg|thumb|right|280px|Nickel chunk]] | |||
Nikel di dalam meteorit ditemukan bersama dengan besi, yang berasal dari [[supernova]]. Campuran besi–nikel diperkirakan menyusun [[inti luar]] dan [[inti dalam]] bumi. | '''Nikel''' adalah [[unsur kimia]] metalik dalam [[tabel periodik]] yang memiliki simbol '''Ni''' dan [[nomor atom]] 28. Nikel adalah [[logam]] berwarna putih keperak–perakan sedikit semburat keemasan. Nikel termasuk [[logam transisi]], dan memiliki sifat keras serta [[Keuletan (fisika)|ulet]].<ref>Hammond, C.R. ''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2018. hlm. 4.22. ISBN 9781138561632.</ref> Nikel juga tergolong dalam grup logam besi-kobalt, yang dapat menghasilkan paduan yang sangat berharga.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Nikel murni berbentuk bubuk untuk memaksimalkan [[luas permukaan]] reaktif, memiliki aktivitas kimia yang signifikan, tetapi potongan yang besar lambat bereaksi dengan udara dalam [[Temperatur dan tekanan standar|kondisi normal]] karena lapisan teroksidasi terbentuk di permukaan dan mencegah korosi lebih lanjut ([[Pasivasi (kimia)|pasivasi]]). Meski begitu, nikel murni hanya ditemukan di [[kerak bumi]] dalam jumlah kecil, biasanya di batuan ultrabasa,<ref>[http://www.handbookofmineralogy.org/pdfs/nickel.pdf Handbook of Mineralogy]. Mineralogical Society of America. 1990. Vol. Vol. I. ISBN 978-0962209703.</ref><ref>[http://www.mindat.org/min-2895.html Nickel: Nickel mineral information and data]. ''Mindat.org''.</ref> dan di dalam meteorit besi atau siderit yang tidak terpapar oksigen saat berada di luar atmosfer Bumi. | ||
Nikel di dalam meteorit ditemukan bersama dengan besi, yang berasal dari [[supernova]]. Campuran besi–nikel diperkirakan menyusun [[inti luar]] dan [[inti dalam]] bumi.<ref>Lars Stixrude. ''Composition and temperature of Earth's inner core''. ''Journal of Geophysical Research''. November 1997. Vol. 102 (B11). hlm. 24729–24740. doi:10.1029/97JB02125.</ref> | |||
Nikel secara perlahan [[Oksidasi|teroksidasi]] oleh udara pada suhu normal dan dianggap tahan korosi. Dalam sejarah, nikel digunakan untuk pelapisan besi dan [[Kuningan (logam)|kuningan]], melapisi peralatan kimia, dan membuat paduan tertentu yang mempertahankan polesan perak tinggi, seperti [[perak Jerman]]. Sekitar 9% digunakan untuk lapisan nikel tahan korosi. Benda yang dilapisi nikel terkadang memicu [[alergi nikel]]. Nikel banyak digunakan dalam [[uang logam]], walaupun kenaikan harga telah menyebabkan penggantian nikel dengan logam yang lebih murah dalam beberapa tahun terakhir. | Nikel secara perlahan [[Oksidasi|teroksidasi]] oleh udara pada suhu normal dan dianggap tahan korosi. Dalam sejarah, nikel digunakan untuk pelapisan besi dan [[Kuningan (logam)|kuningan]], melapisi peralatan kimia, dan membuat paduan tertentu yang mempertahankan polesan perak tinggi, seperti [[perak Jerman]]. Sekitar 9% digunakan untuk lapisan nikel tahan korosi. Benda yang dilapisi nikel terkadang memicu [[alergi nikel]]. Nikel banyak digunakan dalam [[uang logam]], walaupun kenaikan harga telah menyebabkan penggantian nikel dengan logam yang lebih murah dalam beberapa tahun terakhir. | ||
Nikel adalah salah satu dari empat elemen (yang lainnya adalah [[besi]], [[kobalt]], dan [[gadolinium]]) yang bersifat [[Feromagnetisme|feromagnetik]] pada suhu normal. [[Magnet]] permanen Alnico yang mengandung nikel memiliki kekuatan sedang antara magnet permanen besi dan [[magnet tanah jarang]]. Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat ([[Baja nirkarat|stainless steel]]) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen [[rumah]] dan [[gedung]], serta komponen [[industri]]. Nikel penting pada zaman modern, terutama untuk [[Logam paduan|paduan]]; sekitar 68% digunakan untuk baja tahan karat. 10% digunakan untuk paduan nikel–tembaga, 7% untuk baja paduan, 3% untuk pengecoran, 9% untuk pelapisan dan 4% dalam penggunaan lain, yang termasuk sektor [[Baterai listrik|baterai]] yang cepat berkembang. Sebagai suatu senyawa, nikel memiliki kegunaan pembuatan bahan kimia khusus, seperti [[katalis]] untuk [[hidrogenasi]] (untuk ini digunakan [[nikel Raney]]), [[Katode|katoda]] untuk baterai, [[pigmen]], dan perawatan permukaan logam. Nikel merupakan nutrisi yang penting untuk sebagian [[mikroorganisme]] dan tumbuhan yang memiliki [[enzim]] dengan nikel sebagai [[situs aktif]]nya. | Nikel adalah salah satu dari empat elemen (yang lainnya adalah [[besi]], [[kobalt]], dan [[gadolinium]])<ref>J. M. D. Coey. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1999-09-02_401_6748/page/34 Rare-earth metals: Is gadolinium really ferromagnetic?]. ''Nature''. 1999. Vol. 401 (6748). hlm. 35–36. doi:10.1038/43363.</ref> yang bersifat [[Feromagnetisme|feromagnetik]] pada suhu normal. [[Magnet]] permanen Alnico yang mengandung nikel memiliki kekuatan sedang antara magnet permanen besi dan [[magnet tanah jarang]]. Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat ([[Baja nirkarat|stainless steel]]) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen [[rumah]] dan [[gedung]], serta komponen [[industri]]. Nikel penting pada zaman modern, terutama untuk [[Logam paduan|paduan]]; sekitar 68% digunakan untuk baja tahan karat. 10% digunakan untuk paduan nikel–tembaga, 7% untuk baja paduan, 3% untuk pengecoran, 9% untuk pelapisan dan 4% dalam penggunaan lain, yang termasuk sektor [[Baterai listrik|baterai]] yang cepat berkembang.<ref>[https://www.nickelinstitute.org/NickelUseInSociety/AboutNickel/FirstAndEndUsesofNickel.aspx Nickel Use In Society]. ''Nickel Institute''.</ref> Sebagai suatu senyawa, nikel memiliki kegunaan pembuatan bahan kimia khusus, seperti [[katalis]] untuk [[hidrogenasi]] (untuk ini digunakan [[nikel Raney]]), [[Katode|katoda]] untuk baterai, [[pigmen]], dan perawatan permukaan logam.<ref>[https://nickelinstitute.org/~/media/Files/MediaCenter/NiCompounds/NI%20Compounds%202015%20v12%20FINAL.ashx?la=en Nickel Compounds – The Inside Story]. ''Nickel Institute''.</ref> Nikel merupakan nutrisi yang penting untuk sebagian [[mikroorganisme]] dan tumbuhan yang memiliki [[enzim]] dengan nikel sebagai [[situs aktif]]nya. | ||
== Karakteristik == | == Karakteristik == | ||
=== Sifat atom dan fisik === | === Sifat atom dan fisik === | ||
Nikel adalah logam putih keperakan dengan sedikit semburat keemasan dengan polesan tinggi. Ini adalah salah satu dari empat elemen yang bisa menjadi magnet pada atau mendekati suhu kamar, bersama dengan besi, [[kobalt]], dan [[gadolinium]], jika didekatkan dengan sebuah magnet. [[Suhu Curie]] nikel adalah 355 °C (671 °F), artinya nikel menjadi non-magnetis diatas suhu Curie.<ref>Kittel, Charles. ''Introduction to Solid State Physics''. Wiley. 1996. hlm. 449. ISBN 978-0-471-14286-7.</ref> Sel satuan nikel adalah [[Sistem kristal kubik|kubus-berpusat muka]] dengan parameter kisi 0,352 [[Nanometer|nm]], yang membentuk [[jari-jari atom]] 0,124 nm. Struktur kristal ini stabil pada tekanan lebih dari 70 [[GPa]]. Nikel termasuk dalam kelompok [[logam transisi]]. Nikel memiliki sifat keras, mudah dibentuk dan [[Keuletan (fisika)|ulet]], dan memiliki [[konduktivitas listrik]] dan [[Konduktivitas termal|panas]] yang relatif tinggi untuk logam-logam transisi.<ref>Hammond, C.R. ''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2018. hlm. 4.22. ISBN 9781138561632.</ref> [[Kekuatan tekan]] nikel yang tinggi sebesar 34 GPa, diperkirakan bisa membuat kristal ideal, tidak pernah diperoleh dalam material sebenarnya karena pembentukan dan pergerakan [[dislokasi]]; tetapi, tekanan itu telah dicapai dalam [[nanopartikel]] Ni.<ref>A. Sharma. ''Nickel nanoparticles set a new record of strength''. ''Nature Communications''. 2018. Vol. 9 (1). hlm. 4102. doi:10.1038/s41467-018-06575-6.</ref> | |||
Nikel adalah logam putih keperakan dengan sedikit semburat keemasan dengan polesan tinggi. Ini adalah salah satu dari empat elemen yang bisa menjadi magnet pada atau mendekati suhu kamar, bersama dengan besi, [[kobalt]], dan [[gadolinium]], jika didekatkan dengan sebuah magnet. [[Suhu Curie]] nikel adalah 355 °C (671 °F), artinya nikel menjadi non-magnetis diatas suhu Curie. Sel satuan nikel adalah [[Sistem kristal kubik|kubus-berpusat muka]] dengan parameter kisi 0,352 [[Nanometer|nm]], yang membentuk [[jari-jari atom]] 0,124 nm. Struktur kristal ini stabil pada tekanan lebih dari 70 [[GPa]]. Nikel termasuk dalam kelompok [[logam transisi]]. Nikel memiliki sifat keras, mudah dibentuk dan [[Keuletan (fisika)|ulet]], dan memiliki [[konduktivitas listrik]] dan [[Konduktivitas termal|panas]] yang relatif tinggi untuk logam-logam transisi. [[Kekuatan tekan]] nikel yang tinggi sebesar 34 GPa, diperkirakan bisa membuat kristal ideal, tidak pernah diperoleh dalam material sebenarnya karena pembentukan dan pergerakan [[dislokasi]]; tetapi, tekanan itu telah dicapai dalam [[nanopartikel]] Ni. | |||
==== Konfigurasi elektron ==== | ==== Konfigurasi elektron ==== | ||
Atom nikel memiliki dua [[konfigurasi elektron]], [Ar] 3d<sup>8</sup> 4s<sup>2</sup> dan [Ar] 3d<sup>9</sup> 4s<sup>1</sup>. Jumlah energinya sangat dekat - simbol [Ar] mengacu pada struktur inti yang berbentuk seperti [[argon]]. Ada beberapa ketidaksepakatan tentang konfigurasi yang memiliki energi paling rendah. Buku pelajaran kimia mengutip konfigurasi elektron nikel sebagai [Ar] 4s<sup>2</sup> 3d<sup>8</sup>, bisa ditulis sebagai [Ar] 3d<sup>8</sup> 4s<sup>2</sup>. Konfigurasi ini sesuai dengan [[aturan urutan energi Madelung]], yang memprediksi 4s terisi sebelum 3d. Hal ini didukung oleh fakta eksperimental bahwa tingkat energi terendah dari atom nikel adalah tingkat energi 3d<sup>8</sup> 4s<sup>2</sup>, khususnya tingkat energi 3d<sup>8</sup> (<sup>3</sup>F) 4s<sup>2</sup> <sup>3</sup>F, J = 4. | Atom nikel memiliki dua [[konfigurasi elektron]], [Ar] 3d<sup>8</sup> 4s<sup>2</sup> dan [Ar] 3d<sup>9</sup> 4s<sup>1</sup>. Jumlah energinya sangat dekat - simbol [Ar] mengacu pada struktur inti yang berbentuk seperti [[argon]]. Ada beberapa ketidaksepakatan tentang konfigurasi yang memiliki energi paling rendah.<ref>Scerri, Eric R. [https://archive.org/details/periodictableits0000scer The periodic table: its story and its significance]. Oxford University Press. 2007. hlm. [https://archive.org/details/periodictableits0000scer/page/239 239]–240. ISBN 978-0-19-530573-9.</ref> Buku pelajaran kimia mengutip konfigurasi elektron nikel sebagai [Ar] 4s<sup>2</sup> 3d<sup>8</sup>,<ref>Miessler, G.L. and Tarr, D.A. (1999) ''Inorganic Chemistry'' 2nd ed., Prentice–Hall. p. 38. .</ref> bisa ditulis sebagai [Ar] 3d<sup>8</sup> 4s<sup>2</sup>.<ref>Petrucci, R.H. et al. (2002) ''General Chemistry'' 8th ed., Prentice–Hall. p. 950. .</ref> Konfigurasi ini sesuai dengan [[aturan urutan energi Madelung]], yang memprediksi 4s terisi sebelum 3d. Hal ini didukung oleh fakta eksperimental bahwa tingkat energi terendah dari atom nikel adalah tingkat energi 3d<sup>8</sup> 4s<sup>2</sup>, khususnya tingkat energi 3d<sup>8</sup> (<sup>3</sup>F) 4s<sup>2</sup> <sup>3</sup>F, J = 4.<ref>[http://physics.nist.gov/PhysRefData/ASD/levels_form.html NIST Atomic Spectrum Database] To read the nickel atom levels, type "Ni I" in the Spectrum box and click on Retrieve data.</ref> | ||
Namun, masing-masing dua konfigurasi terbagi menjadi beberapa tingkat energi karena [[Struktur halus|struktur yang halus]], dan kedua kelompok tingkat energi tersebut tumpang tindih. Energi rata-rata tingkat dengan konfigurasi [Ar] 3d<sup>9</sup> 4s<sup>1</sup> lebih rendah daripada energi rata-rata tingkat dengan konfigurasi [Ar] 3d<sup>8</sup> 4s<sup>2</sup>. Karena ini, penelitian tentang perhitungan atom mengutip konfigurasi tingkat dasar nikel sebagai [Ar] 3d<sup>9</sup> 4s<sup>1</sup>. | Namun, masing-masing dua konfigurasi terbagi menjadi beberapa tingkat energi karena [[Struktur halus|struktur yang halus]],<ref>[http://physics.nist.gov/PhysRefData/ASD/levels_form.html NIST Atomic Spectrum Database] To read the nickel atom levels, type "Ni I" in the Spectrum box and click on Retrieve data.</ref> dan kedua kelompok tingkat energi tersebut tumpang tindih. Energi rata-rata tingkat dengan konfigurasi [Ar] 3d<sup>9</sup> 4s<sup>1</sup> lebih rendah daripada energi rata-rata tingkat dengan konfigurasi [Ar] 3d<sup>8</sup> 4s<sup>2</sup>. Karena ini, penelitian tentang perhitungan atom mengutip konfigurasi tingkat dasar nikel sebagai [Ar] 3d<sup>9</sup> 4s<sup>1</sup>.<ref>Scerri, Eric R. [https://archive.org/details/periodictableits0000scer The periodic table: its story and its significance]. Oxford University Press. 2007. hlm. [https://archive.org/details/periodictableits0000scer/page/239 239]–240. ISBN 978-0-19-530573-9.</ref> | ||
=== Isotop === | === Isotop === | ||
| Baris 25: | Baris 24: | ||
Nikel yang dapat ditemukan secara alami terdiri dari lima [[isotop]] stabil; <sup>58</sup>Ni, <sup>60</sup>Ni, <sup>61</sup>Ni, <sup>62</sup>Ni dan 64Ni. Isotop <sup>58</sup>Ni paling banyak ditemukan (68.077% [[Kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]]). Isotop yang lebih berat dari <sup>62</sup>Ni tidak dapat dibentuk dengan [[fusi nuklir]] tanpa kehilangan energi untuk fusi. | Nikel yang dapat ditemukan secara alami terdiri dari lima [[isotop]] stabil; <sup>58</sup>Ni, <sup>60</sup>Ni, <sup>61</sup>Ni, <sup>62</sup>Ni dan 64Ni. Isotop <sup>58</sup>Ni paling banyak ditemukan (68.077% [[Kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]]). Isotop yang lebih berat dari <sup>62</sup>Ni tidak dapat dibentuk dengan [[fusi nuklir]] tanpa kehilangan energi untuk fusi. | ||
[[Nikel-62]] memiliki [[energi pengikatan inti]] rata-rata tertinggi per nukleon dari setiap nuklida, pada 8,7946 MeV/nukleon. Energi ikatnya lebih besar dari [[Besi-56|<sup>56</sup>Fe]] dan [[Besi-58|<sup>58</sup>Fe]], unsur-unsur yang lebih banyak ditemukan daripada <sup>62</sup>Ni yang sering salah dikutip sebagai memiliki nuklida yang memiliki ikatan paling erat. Walaupun ini memprediksi nikel-62 sebagai unsur berat paling banyak di [[alam semesta]], tingkat [[fotodisintegrasi]] nikel yang relatif tinggi di dalam bintang menyebabkan besi menjadi elemen yang paling melimpah. | [[Nikel-62]] memiliki [[energi pengikatan inti]] rata-rata tertinggi per nukleon dari setiap nuklida, pada 8,7946 MeV/nukleon.<ref>Richard Shurtleff. [http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/nucene/nucbin2.html#c1 The Most Tightly Bound Nuclei]. ''American Journal of Physics''. 1989. Vol. 57 (6). hlm. 552. doi:10.1119/1.15970.</ref> Energi ikatnya lebih besar dari [[Besi-56|<sup>56</sup>Fe]] dan [[Besi-58|<sup>58</sup>Fe]], unsur-unsur yang lebih banyak ditemukan daripada <sup>62</sup>Ni yang sering salah dikutip sebagai memiliki nuklida yang memiliki ikatan paling erat.<ref>M. P. Fewell. ''The atomic nuclide with the highest mean binding energy''. ''American Journal of Physics''. 1995. Vol. 63 (7). hlm. 653. doi:10.1119/1.17828.</ref> Walaupun ini memprediksi nikel-62 sebagai unsur berat paling banyak di [[alam semesta]], tingkat [[fotodisintegrasi]] nikel yang relatif tinggi di dalam bintang menyebabkan besi menjadi elemen yang paling melimpah.<ref>M. P. Fewell. ''The atomic nuclide with the highest mean binding energy''. ''American Journal of Physics''. 1995. Vol. 63 (7). hlm. 653. doi:10.1119/1.17828.</ref> | ||
Isotop stabil nikel-60 adalah produk dari [[radionuklida]] besi [[Radionuklida punah|punah]] [[Besi-60|<sup>60</sup>Fe]], yang [[Peluruhan radioaktif|meluruh]] dengan [[waktu paruh]] 2,6 juta tahun. Karena <sup>60</sup>Fe memiliki waktu paruh yang sangat lama, persistensi Fe pada material di [[Tata Surya|tata surya]] dapat menghasilkan variasi komposisi isotop <sup>60</sup>Ni yang dapat dideteksi. Oleh karena itu, kelimpahan <sup>60</sup>Ni di benda [[luar angkasa]] dapat memberikan wawasan tentang asal-usul tata surya dan sejarahnya. | Isotop stabil nikel-60 adalah produk dari [[radionuklida]] besi [[Radionuklida punah|punah]] [[Besi-60|<sup>60</sup>Fe]], yang [[Peluruhan radioaktif|meluruh]] dengan [[waktu paruh]] 2,6 juta tahun. Karena <sup>60</sup>Fe memiliki waktu paruh yang sangat lama, persistensi Fe pada material di [[Tata Surya|tata surya]] dapat menghasilkan variasi komposisi isotop <sup>60</sup>Ni yang dapat dideteksi. Oleh karena itu, kelimpahan <sup>60</sup>Ni di benda [[luar angkasa]] dapat memberikan wawasan tentang asal-usul tata surya dan sejarahnya. | ||
Setidaknya 26 [[radioisotop]] nikel telah ditemukan, yang paling stabil adalah <sup>59</sup>Ni dengan [[waktu paruh]] 76.000 tahun, <sup>63</sup>Ni dengan waktu paruh 100 tahun, dan <sup>56</sup>Ni dengan waktu paruh 6 hari. Semua sisa isotop [[radioaktif]] memiliki waktu paruh kurang dari 60 jam dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 30 detik. Elemen ini juga memiliki satu [[Isomer nuklir|status meta]]. | Setidaknya 26 [[radioisotop]] nikel telah ditemukan, yang paling stabil adalah <sup>59</sup>Ni dengan [[waktu paruh]] 76.000 tahun, <sup>63</sup>Ni dengan waktu paruh 100 tahun, dan <sup>56</sup>Ni dengan waktu paruh 6 hari. Semua sisa isotop [[radioaktif]] memiliki waktu paruh kurang dari 60 jam dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 30 detik. Elemen ini juga memiliki satu [[Isomer nuklir|status meta]].<ref>Georges Audi. [https://hal.archives-ouvertes.fr/in2p3-00020241/document The NUBASE evaluation of nuclear and decay properties]. ''Nuclear Physics A''. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.}</ref> | ||
Nikel-56 yang radioaktif diproduksi melalui [[Pembakaran silikon|proses pembakaran silikon]] dan kemudian dibebaskan dalam jumlah besar dalam [[supernova]] [[Supernova tipe Ia|tipe Ia]]. Bentuk [[kurva cahaya]] supernova ini pada masa-tengah hingga akhir berhubungan dengan peluruhan melalui [[penangkapan elektron]] nikel-56 menjadi kobalt-56 dan akhirnya menjadi besi-56. Nickel-59 adalah [[radionuklida]] [[Nuklida kosmogenik|kosmogenik]] dengan umur panjang dengan waktu paruh 76.000 tahun. <sup>59</sup>Ni memiliki banyak kegunaan dalam [[geologi isotop]]. <sup>59</sup>Ni telah digunakan untuk menentukan umur [[meteorit]] di bumi dan untuk menentukan kelimpahan debu luar angkasa dalam es dan sedimen. Waktu paruh nikel-78 adalah 110 milidetik, dan diyakini sebagai isotop penting dalam [[nukleosintesis]] (pembuatan) dalam supernova unsur yang lebih berat daripada besi. Nuklida <sup>48</sup>Ni, ditemukan pada tahun 1999, adalah isotop unsur berat yang memiliki proton yang paling banyak diketahui. Dengan 28 [[proton]] dan 20 [[neutron]], <sup>48</sup>Ni memiliki "[[Bilangan ajaib (fisika nuklir)|bilangan ajaib]] ganda", seperti halnya <sup>78</sup>Ni dengan 28 [[proton]] dan 50 [[neutron]]. Oleh karena itu, keduanya stabil untuk sebuah nuklida dengan ketidakseimbangan proton-neutron yang besar. | Nikel-56 yang radioaktif diproduksi melalui [[Pembakaran silikon|proses pembakaran silikon]] dan kemudian dibebaskan dalam jumlah besar dalam [[supernova]] [[Supernova tipe Ia|tipe Ia]]. Bentuk [[kurva cahaya]] supernova ini pada masa-tengah hingga akhir berhubungan dengan peluruhan melalui [[penangkapan elektron]] nikel-56 menjadi kobalt-56 dan akhirnya menjadi besi-56.<ref>Bernard Ephraim Julius Pagel. [https://archive.org/details/nucleosynthesisc0000page Nucleosynthesis and chemical evolution of galaxies]. 1997. hlm. [https://archive.org/details/nucleosynthesisc0000page/page/154 154–160]. ISBN 978-0-521-55958-4.</ref> Nickel-59 adalah [[radionuklida]] [[Nuklida kosmogenik|kosmogenik]] dengan umur panjang dengan waktu paruh 76.000 tahun. <sup>59</sup>Ni memiliki banyak kegunaan dalam [[geologi isotop]]. <sup>59</sup>Ni telah digunakan untuk menentukan umur [[meteorit]] di bumi dan untuk menentukan kelimpahan debu luar angkasa dalam es dan sedimen. Waktu paruh nikel-78 adalah 110 milidetik, dan diyakini sebagai isotop penting dalam [[nukleosintesis]] (pembuatan) dalam supernova unsur yang lebih berat daripada besi.<ref>Davide Castelvecchi. [http://www.skyandtelescope.com/news/3310246.html?page=1&c=y Atom Smashers Shed Light on Supernovae, Big Bang]. April 22, 2005.</ref> Nuklida <sup>48</sup>Ni, ditemukan pada tahun 1999, adalah isotop unsur berat yang memiliki proton yang paling banyak diketahui. Dengan 28 [[proton]] dan 20 [[neutron]], <sup>48</sup>Ni memiliki "[[Bilangan ajaib (fisika nuklir)|bilangan ajaib]] ganda", seperti halnya <sup>78</sup>Ni dengan 28 [[proton]] dan 50 [[neutron]]. Oleh karena itu, keduanya stabil untuk sebuah nuklida dengan ketidakseimbangan proton-neutron yang besar.<ref>Georges Audi. [https://hal.archives-ouvertes.fr/in2p3-00020241/document The NUBASE evaluation of nuclear and decay properties]. ''Nuclear Physics A''. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.}</ref><ref>P. W. [http://www.findarticles.com/p/articles/mi_m1200/is_17_156/ai_57799535 Twice-magic metal makes its debut – isotope of nickel]. October 23, 1999.</ref> | ||
=== Keberadaan === | === Keberadaan === | ||
Di Bumi, nikel paling sering muncul dengan [[belerang]] dan [[besi]] di dalam mineral [[pentlandit]], dengan [[belerang]] di dalam mineral [[millerit]], dengan [[arsen]] di dalam mineral [[nikelin]], dan dengan arsen dan [[belerang]] di dalam [[galena]] nikel.<ref>[http://www.npi.gov.au/substances/nickel/index.html National Pollutant Inventory – Nickel and compounds Fact Sheet] . Npi.gov.au. Retrieved on January 9, 2012.</ref> Nikel banyak ditemukan pada meteorit besi atau siderit sebagai mineral [[kamasit]] dan [[taenit]]. Nikel menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Meteorit besi atau siderit dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar 5-25%.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Keberadaan nikel dalam meteorit pertama kali ditemukan pada tahun 1799 oleh [[Joseph Louis Proust|Joseph-Louis Proust]], seorang ahli kimia dari [[Prancis]] yang kemudian bekerja di [[Spanyol]]. Proust menganalisis sampel meteorit dari [[Campo del Cielo]] ([[Argentina]]), yang diperoleh pada tahun 1783 oleh Miguel Rubín de Celis. Dia menemukan nikel (sekitar 10%) bersama dengan besi di meteoritnya.<ref>Miguel Calvo. ''Construyendo la Tabla Periódica''. Prames. 2019. hlm. 118. ISBN 978-84-8321-908-9.</ref> | |||
Di Bumi, nikel paling sering muncul dengan [[belerang]] dan [[besi]] di dalam mineral [[pentlandit]], dengan [[belerang]] di dalam mineral [[millerit]], dengan [[arsen]] di dalam mineral [[nikelin]], dan dengan arsen dan [[belerang]] di dalam [[galena]] nikel. Nikel banyak ditemukan pada meteorit besi atau siderit sebagai mineral [[kamasit]] dan [[taenit]]. Nikel menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Meteorit besi atau siderit dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar 5-25%. Keberadaan nikel dalam meteorit pertama kali ditemukan pada tahun 1799 oleh [[Joseph Louis Proust|Joseph-Louis Proust]], seorang ahli kimia dari [[Prancis]] yang kemudian bekerja di [[Spanyol]]. Proust menganalisis sampel meteorit dari [[Campo del Cielo]] ([[Argentina]]), yang diperoleh pada tahun 1783 oleh Miguel Rubín de Celis. Dia menemukan nikel (sekitar 10%) bersama dengan besi di meteoritnya. | |||
Sebagian besar nikel ditambang dari dua jenis deposit bijih, yaitu [[laterit]], dengan [[limonit]] nikel sebagai campuran mineral bijih utama, (Fe,Ni)O(OH), dan [[garnierit]] (campuran berbagai nikel hidro dan silikat kaya nikel), dan endapan [[sulfida]] magmatik, di mana mineral bijih utamanya adalah [[pentlandit]]: (Ni,Fe)<sub>9</sub>S<sub>8</sub>. | Sebagian besar nikel ditambang dari dua jenis deposit bijih, yaitu [[laterit]], dengan [[limonit]] nikel sebagai campuran mineral bijih utama, (Fe,Ni)O(OH), dan [[garnierit]] (campuran berbagai nikel hidro dan silikat kaya nikel), dan endapan [[sulfida]] magmatik, di mana mineral bijih utamanya adalah [[pentlandit]]: (Ni,Fe)<sub>9</sub>S<sub>8</sub>. | ||
[[Indonesia]] dan [[Australia]] diperkirakan memiliki cadangan terbesar, yaitu 43,6% dari total cadangan dunia. | [[Indonesia]] dan [[Australia]] diperkirakan memiliki cadangan terbesar, yaitu 43,6% dari total cadangan dunia.<ref>[https://www.statista.com/statistics/273634/nickel-reserves-worldwide-by-country/ Nickel reserves worldwide by country 2020]. ''Statista''.</ref> | ||
[[Sumber daya alam]] yang sudah diidentifikasi dengan rata-rata 1% nikel atau lebih mengandung 130 juta ton nikel (sekitar dua kali lipat dari cadangan yang diketahui). Sekitar 60% berada di dalam mineral [[laterit]] dan 40% di dalam endapan sulfida. | [[Sumber daya alam]] yang sudah diidentifikasi dengan rata-rata 1% nikel atau lebih mengandung 130 juta ton nikel (sekitar dua kali lipat dari cadangan yang diketahui). Sekitar 60% berada di dalam mineral [[laterit]] dan 40% di dalam endapan sulfida.<ref>Peter H. Kuck. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/nickel/mcs-2019-nicke.pdf Mineral Commodity Summaries 2019: Nickel]. United States Geological Survey.</ref> | ||
Berdasarkan bukti [[geofisika]], sebagian besar nikel di Bumi berada di [[inti luar]] dan [[Inti dalam|dalam]] Bumi. [[Kamasit]] dan [[taenit]] adalah paduan besi dan nikel yang terbentuk secara alami. Untuk mineral kamasit, paduan besi dan nikel biasanya dalam proporsi 90:10 hingga 95:5, walaupun material lain (seperti [[kobalt]] atau [[karbon]]) mungkin ada, sedangkan untuk mineral taenit, kandungan nikelnya berkisar antara 20% dan 65%. Mineral kamasit dan taenit juga ditemukan di [[meteorit besi-nikel]]. | Berdasarkan bukti [[geofisika]], sebagian besar nikel di Bumi berada di [[inti luar]] dan [[Inti dalam|dalam]] Bumi. [[Kamasit]] dan [[taenit]] adalah paduan besi dan nikel yang terbentuk secara alami. Untuk mineral kamasit, paduan besi dan nikel biasanya dalam proporsi 90:10 hingga 95:5, walaupun material lain (seperti [[kobalt]] atau [[karbon]]) mungkin ada, sedangkan untuk mineral taenit, kandungan nikelnya berkisar antara 20% dan 65%. Mineral kamasit dan taenit juga ditemukan di [[meteorit besi-nikel]].<ref>K. L. Rasmussen. ''Trace element partitioning between taenite and kamacite – Relationship to the cooling rates of iron meteorites''. ''Meteoritics''. 1988. Vol. 23 (2). hlm. a107–112. doi:10.1111/j.1945-5100.1988.tb00905.x.</ref> | ||
=== Sifat lain === | === Sifat lain === | ||
Nikel adalah logam yang ringan, mudah ditempa, sedikit [[Feromagnetisme|ferromagnetis]], dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik. Nikel juga tahan terhadap oksidasi, mudah ditarik oleh magnet, larut dalam [[asam nitrit]], tidak larut dalam [[air]] dan [[amonia]], dan sedikit larut dalam hidroklorik dan asam belerang. [[Berat jenis|Rapat jenisnya]] 8,902, dan [[berat jenis]] 8,8 untuk logam padat dan 9,04 untuk kristal tunggal. | Nikel adalah logam yang ringan, mudah ditempa, sedikit [[Feromagnetisme|ferromagnetis]], dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Nikel juga tahan terhadap oksidasi, mudah ditarik oleh magnet, larut dalam [[asam nitrit]], tidak larut dalam [[air]] dan [[amonia]], dan sedikit larut dalam hidroklorik dan asam belerang.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> [[Berat jenis|Rapat jenisnya]] 8,902, dan [[berat jenis]] 8,8 untuk logam padat dan 9,04 untuk kristal tunggal.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
== Senyawa == | == Senyawa == | ||
[[Bilangan oksidasi]] nikel yang paling banyak ditemui adalah +2. Senyawa Ni<sup>0</sup>, Ni<sup>+</sup>, dan Ni<sup>3+</sup> telah diketahui dengan baik, dan bilangan oksidasi exotis Ni<sup>2−</sup>, Ni<sup>1−</sup>, dan Ni<sup>4+</sup> telah diproduksi dan dipelajari. | [[Bilangan oksidasi]] nikel yang paling banyak ditemui adalah +2. Senyawa Ni<sup>0</sup>, Ni<sup>+</sup>, dan Ni<sup>3+</sup> telah diketahui dengan baik, dan bilangan oksidasi exotis Ni<sup>2−</sup>, Ni<sup>1−</sup>, dan Ni<sup>4+</sup> telah diproduksi dan dipelajari.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel&oldid=29455382 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
=== Nikel(0) === | === Nikel(0) === | ||
[[Nikel tetrakarbonil]] (Ni(CO)<sub>4</sub>) adalah cairan yang mudah menguap dan sangat beracun pada suhu ruangan. Nikel tetrakarbonil ditemukan oleh [[Ludwig Mond]].<ref>[https://archive.org/details/sim_nature-uk_1898-11-17_59_1516/page/n13 The Extraction of Nickel from its Ores by the Mond Process]. ''Nature''. 1898. Vol. 59 (1516). hlm. 63–64. doi:10.1038/059063a0.</ref> Saat dipanaskan, kompleksnya terurai kembali menjadi nikel dan [[karbon monoksida]]: | |||
[[Nikel tetrakarbonil]] (Ni(CO)<sub>4</sub>) adalah cairan yang mudah menguap dan sangat beracun pada suhu ruangan. Nikel tetrakarbonil ditemukan oleh [[Ludwig Mond]]. Saat dipanaskan, kompleksnya terurai kembali menjadi nikel dan [[karbon monoksida]]: | |||
Ni(CO)<sub>4</sub> ⇌ Ni + 4 CO | Ni(CO)<sub>4</sub> ⇌ Ni + 4 CO | ||
| Baris 60: | Baris 57: | ||
=== Nikel(I) === | === Nikel(I) === | ||
Kompleks nikel(I) jarang ditemukan, salah satu contohnya adalah kompleks tetrahedral NiBr(PPh<sub>3</sub>)<sub>3</sub>. Banyak kompleks nikel(I) memiliki ikatan Ni-Ni, seperti K<sub>4</sub> [Ni<sub>2</sub>(CN)<sub>6</sub>], yang [[diamagnetik]] dan berwarna merah tua, disiapkan dengan mereduksi K<sub>2</sub>[Ni<sub>2</sub>(CN)<sub>6</sub>] dengan [[amalgam natrium]] (paduan [[raksa]] dan [[natrium]]). Senyawa ini teroksidasi dalam air, yang membebaskan H<sub>2</sub>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel&oldid=29455382 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Telah diperkirakan bahwa bilangan oksidasi nikel(I) penting untuk [[enzim]] yang mengandung nikel, seperti [[NiFe hidrogenase|[NiFe]-hidrogenase]], yang mengkatalisis [[Redoks|reduksi]] reversibel proton menjadi H<sub>2</sub>.<ref>C. E. Housecroft. ''Inorganic Chemistry''. Prentice Hall. 2012. ISBN 978-0273742753.}</ref> | |||
Telah diperkirakan bahwa bilangan oksidasi nikel(I) penting untuk [[enzim]] yang mengandung nikel, seperti [[NiFe hidrogenase|[NiFe]-hidrogenase]], yang mengkatalisis [[Redoks|reduksi]] reversibel proton menjadi H<sub>2</sub>. | |||
=== Nikel(II) === | === Nikel(II) === | ||
Nikel(II) membentuk senyawa dengan semua [[anion]] umum, termasuk [[sulfida]], [[sulfat]], [[karbonat]], [[hidroksida]], [[karboksilat]], dan [[halida]]. [[Nikel(II) sulfat]] diproduksi dalam jumlah besar dengan melarutkan logam nikel atau oksida dalam [[asam sulfat]], membentuk hexa- dan heptahidrat<ref>Lascelles, Keith; Morgan, Lindsay G.; Nicholls, David and Beyersmann, Detmar (2005) "Nickel Compounds" in ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH, Weinheim.</ref> yang berguna untuk pelapisan nikel elektrik. Garam umum nikel, seperti [[klorida]], [[nitrat]], dan sulfat, larut dalam air menghasilkan larutan hijau dari l[[ogam kompleks aquo]] [Ni(H<sub>2</sub>O)<sub>6</sub>]<sup>2+</sup>. | |||
Keempat halida tersebut membentuk senyawa nikel, yaitu padatan dengan molekul yang memiliki pusat Ni oktahedral. [[Nikel(II) klorida]] paling banyak ditemui, dan perilakunya seperti halida lainnya. Nikel(II) klorida diproduksi dengan melarutkan nikel atau oksidanya dalam [[asam klorida]]. Biasanya dijumpai sebagai heksahidrat hijau, rumusnya biasanya ditulis NiCl<sub>2</sub>•6H<sub>2</sub>O. Ketika dilarutkan dalam air, garam ini membentuk [[logam kompleks aquo]] [Ni(H<sub>2</sub>O)<sub>6</sub>]<sup>2+</sup>. Dehidrasi NiCl<sub>2</sub>•6H<sub>2</sub>O menghasilkan NiCl<sub>2</sub> [[anhidrat]] berwarna kuning.<ref>[https://www.coursehero.com/file/50214125/97174482-COBALT-IIdocx/ sumber]. ''www.coursehero.com''.</ref> | |||
Keempat halida tersebut membentuk senyawa nikel, yaitu padatan dengan molekul yang memiliki pusat Ni oktahedral. [[Nikel(II) klorida]] paling banyak ditemui, dan perilakunya seperti halida lainnya. Nikel(II) klorida diproduksi dengan melarutkan nikel atau oksidanya dalam [[asam klorida]]. Biasanya dijumpai sebagai heksahidrat hijau, rumusnya biasanya ditulis NiCl<sub>2</sub>•6H<sub>2</sub>O. Ketika dilarutkan dalam air, garam ini membentuk [[logam kompleks aquo]] [Ni(H<sub>2</sub>O)<sub>6</sub>]<sup>2+</sup>. Dehidrasi NiCl<sub>2</sub>•6H<sub>2</sub>O menghasilkan NiCl<sub>2</sub> [[anhidrat]] berwarna kuning. | |||
Beberapa kompleks nikel(II) tetrakoordinat, misalnya [[bis(triphenylphosphine)nikel klorida]], ada dalam geometri [[Struktur molekul tetrahedron|tetrahedral]] dan [[bujur sangkar]]. Kompleks tetrahedral bersifat [[Paramagnetisme|paramagnetik]], sedangkan kompleks bidang persegi [[diamagnetik]]. Dalam memiliki sifat kesetimbangan magnet dan pembentukan kompleks oktahedral, keduanya berbeda dengan kompleks divalen dari logam golongan 10 yang lebih berat, yaitu paladium(II) dan platinum(II), yang hanya membentuk geometri bidang persegi. | Beberapa kompleks nikel(II) tetrakoordinat, misalnya [[bis(triphenylphosphine)nikel klorida]], ada dalam geometri [[Struktur molekul tetrahedron|tetrahedral]] dan [[bujur sangkar]]. Kompleks tetrahedral bersifat [[Paramagnetisme|paramagnetik]], sedangkan kompleks bidang persegi [[diamagnetik]]. Dalam memiliki sifat kesetimbangan magnet dan pembentukan kompleks oktahedral, keduanya berbeda dengan kompleks divalen dari logam golongan 10 yang lebih berat, yaitu paladium(II) dan platinum(II), yang hanya membentuk geometri bidang persegi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel&oldid=29455382 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
[[Nickelocene]] dikenal memiliki 20 [[elektron]]. Ini menjadikan nickelocene relatif tidak stabil. | [[Nickelocene]] dikenal memiliki 20 [[elektron]]. Ini menjadikan nickelocene relatif tidak stabil. | ||
=== Nikel(III) dan (IV) === | === Nikel(III) dan (IV) === | ||
Ada beberapa senyawa Ni(III) yang telah diketahui, contohnya adalah Nikel(III) trihalofosfin (Ni<sub>III</sub>(PPh<sub>3</sub>)X<sub>3</sub>).<ref>K. A. Jensen. ''Zur Stereochemie des koordinativ vierwertigen Nickels''. ''Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie''. 1936. Vol. 229 (3). hlm. 265–281. doi:10.1002/zaac.19362290304.</ref> Ni(III) membentuk garam sederhana dengan [[fluorida]]<ref>T. L. Court. ''Fluorine compounds of nickel(III)''. ''Journal of the Chemical Society, Dalton Transactions''. 1973. hlm. 1995. doi:10.1039/DT9730001995.</ref> atau ion oksida. Ni(III) dapat distabilkan oleh [[Ligan (biokimia)|ligan]] σ-donor seperti [[tiol]] dan [[fosfina]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel&oldid=29455382 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Ni(IV) terdapat dalam campuran BaNiO<sub>3</sub> oksida, sedangkan Ni(III) terdapat dalam nikel oksida hidroksida, yang digunakan sebagai sebuah [[katode]] dalam banyak [[baterai isi ulang]], termasuk jenis baterai [[Baterai nikel-kadmium|nikel-kadmium]], [[Baterai nikel-besi|nikel-besi]], [[Baterai nikel hidrogen|nikel hidrogen]], dan [[Baterai nikel metal hidrida|nikel metal hidrida]], dan digunakan oleh produsen [[Baterai ion litium|baterai Li-ion]] tertentu.<ref>[http://www.greencarcongress.com/2008/12/imara-corporati.html Imara Corporation Launches; New Li-ion Battery Technology for High-Power Applications]. Green Car Congress. December 18, 2008.</ref> Ni(IV) merupakan [[bilangan oksidasi]] dari nikel yang langka dan sangat sedikit senyawa telah diketahui hingga saat ini.<ref>Alexander M. Spokoyny. ''Electronic Tuning of Nickel-Based Bis(dicarbollide) Redox Shuttles in Dye-Sensitized Solar Cells''. ''Angew. Chem. Int. Ed''. 28 June 2010. Vol. 49 (31). hlm. 5339–5343. doi:10.1002/anie.201002181.</ref><ref>M. Frederick Hawthorne. ''(3)-1,2-Dicarbollyl Complexes of Nickel(III) and Nickel(IV)''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1967. Vol. 89 (2). hlm. 470–471. doi:10.1021/ja00978a065.</ref><ref>N. M. Camasso. [https://archive.org/details/sim_science_science_2015-03-13_347_6227/page/1218 Design, synthesis, and carbon-heteroatom coupling reactions of organometallic nickel(IV) complexes]. ''Science''. 2015. Vol. 347 (6227). hlm. 1218–20. doi:10.1126/science.aaa4526.</ref><ref>E. I. Baucom. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1971-12-01_93_24/page/6469 Nickel(II) and nickel(IV) complexes of 2,6-diacetylpyridine dioxime]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1971. Vol. 93 (24). hlm. 6469–6475. doi:10.1021/ja00753a022.</ref> | |||
Ni(IV) terdapat dalam campuran BaNiO<sub>3</sub> oksida, sedangkan Ni(III) terdapat dalam nikel oksida hidroksida, yang digunakan sebagai sebuah [[katode]] dalam banyak [[baterai isi ulang]], termasuk jenis baterai [[Baterai nikel-kadmium|nikel-kadmium]], [[Baterai nikel-besi|nikel-besi]], [[Baterai nikel hidrogen|nikel hidrogen]], dan [[Baterai nikel metal hidrida|nikel metal hidrida]], dan digunakan oleh produsen [[Baterai ion litium|baterai Li-ion]] tertentu. Ni(IV) merupakan [[bilangan oksidasi]] dari nikel yang langka dan sangat sedikit senyawa telah diketahui hingga saat ini. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Karena bijih nikel mudah disalahartikan sebagai bijih perak, pemahaman tentang logam ini dan penggunaannya hanya ada sejak [[Abad Pertengahan|abad pertengahan]]. Namun, penggunaan nikel yang tidak disengaja telah ditemukan sejak 3500 SM. [[Perunggu]] dari [[Suriah]] mengandung 2% nikel. Beberapa [[manuskrip]] Tiongkok kuno menunjukkan bahwa "tembaga putih" ([[kupronikel]]/nikolit), dikenal sebagai baitong) digunakan di Tiongkok antara 1700–1400 [[Sebelum Masehi|SM]]. Tembaga putih Paktong ini diekspor ke [[Britania Raya|Inggris]] pada awal abad ke-17, tetapi kandungan nikel dari paduan ini baru ditemukan pada tahun 1822. Koin paduan nikel-tembaga dicetak oleh raja Baktria [[Agathoklea|Agathocles]], [[Euthydemus II]] dan [[Pantaleon (raja)|Pantaleon]] pada abad ke-2 SM, mungkin dari kupronikel dari Tiongkok. | Karena bijih nikel mudah disalahartikan sebagai bijih perak, pemahaman tentang logam ini dan penggunaannya hanya ada sejak [[Abad Pertengahan|abad pertengahan]]. Namun, penggunaan nikel yang tidak disengaja telah ditemukan sejak 3500 SM. [[Perunggu]] dari [[Suriah]] mengandung 2% nikel.<ref>Samuel J. Rosenberg. [http://handle.dtic.mil/100.2/ADA381960 Nickel and Its Alloys]. National Bureau of Standards. 1968.</ref> Beberapa [[manuskrip]] Tiongkok kuno menunjukkan bahwa "tembaga putih" ([[kupronikel]]/nikolit), dikenal sebagai baitong) digunakan di Tiongkok antara 1700–1400 [[Sebelum Masehi|SM]]. Tembaga putih Paktong ini diekspor ke [[Britania Raya|Inggris]] pada awal abad ke-17, tetapi kandungan nikel dari paduan ini baru ditemukan pada tahun 1822.<ref>Ian McNeil. [https://archive.org/details/encyclopaediaofh00mcne/page/96 An Encyclopaedia of the History of Technology]. Taylor & Francis. 1990. hlm. [https://archive.org/details/encyclopaediaofh00mcne/page/96 96–100]. ISBN 978-0-415-01306-2.</ref> Koin paduan nikel-tembaga dicetak oleh raja Baktria [[Agathoklea|Agathocles]], [[Euthydemus II]] dan [[Pantaleon (raja)|Pantaleon]] pada abad ke-2 SM, mungkin dari kupronikel dari Tiongkok.<ref>Needham, Joseph; Wang, Ling; Lu, Gwei-Djen; Tsien, Tsuen-hsuin; Kuhn, Dieter and Golas, Peter J. (1974) [https://books.google.com/books?id=BYixSmXUCuMC&pg=PA237 ''Science and civilisation in China''] . Cambridge University Press. , pp. 237–250.</ref> | ||
Awalnya, nikel hanya berasal dari Kupfernickel yang langka. Mulai tahun 1824, nikel diperoleh sebagai produk sampingan dari produksi pewarna [[biru kobalt]]. Peleburan nikel skala besar dimulai di [[Norwegia]] pada tahun 1848 dari [[pirhotit]] yang kaya nikel. Penambahan nikel dalam produksi baja pada tahun 1889 meningkatkan permintaan nikel, dan endapan nikel di Kaledonia Baru, ditemukan pada tahun 1865, menyediakan sebagian besar pasokan nikel dunia antara tahun 1875 dan 1915. Penemuan endapan besar di Basin Sudbury, [[Kanada]] pada tahun 1883, di [[Norilsk|Norilsk-Talnakh]], [[Rusia]] pada tahun 1920, dan di [[Terumbu Merensky]], [[Afrika Selatan]] pada tahun 1924, memungkinkan produksi nikel dalam skala besar. | Awalnya, nikel hanya berasal dari Kupfernickel yang langka. Mulai tahun 1824, nikel diperoleh sebagai produk sampingan dari produksi pewarna [[biru kobalt]]. Peleburan nikel skala besar dimulai di [[Norwegia]] pada tahun 1848 dari [[pirhotit]] yang kaya nikel. Penambahan nikel dalam produksi baja pada tahun 1889 meningkatkan permintaan nikel, dan endapan nikel di Kaledonia Baru, ditemukan pada tahun 1865, menyediakan sebagian besar pasokan nikel dunia antara tahun 1875 dan 1915. Penemuan endapan besar di Basin Sudbury, [[Kanada]] pada tahun 1883, di [[Norilsk|Norilsk-Talnakh]], [[Rusia]] pada tahun 1920, dan di [[Terumbu Merensky]], [[Afrika Selatan]] pada tahun 1924, memungkinkan produksi nikel dalam skala besar.<ref>Ian McNeil. [https://archive.org/details/encyclopaediaofh00mcne/page/96 An Encyclopaedia of the History of Technology]. Taylor & Francis. 1990. hlm. [https://archive.org/details/encyclopaediaofh00mcne/page/96 96–100]. ISBN 978-0-415-01306-2.</ref> | ||
== Penggunaan dalam koin == | == Penggunaan dalam koin == | ||
Selain koin Baktria yang sudah disebutkan di atas, nikel belum digunakan sebagai komponen [[koin]] sampai pertengahan abad ke-19. | Selain koin Baktria yang sudah disebutkan di atas, nikel belum digunakan sebagai komponen [[koin]] sampai pertengahan abad ke-19. | ||
=== Kanada === | === Kanada === | ||
99,9% koin nikel lima sen digunakan di [[Kanada]] (produsen nikel terbesar di dunia pada saat itu) selama tahun-tahun non-perang dari 1922 hingga 1981; kandungan logam membuat koin-koin ini bermagnetik. Selama periode perang 1942-1945, sebagian besar atau semua nikel dikeluarkan dari koin Kanada dan AS untuk disimpan untuk pembuatan baju zirah dari besi. Kanada menggunakan 99,9% nikel dari tahun 1968 dengan koin bernilai lebih tinggi hingga tahun 2000. | 99,9% koin nikel lima sen digunakan di [[Kanada]] (produsen nikel terbesar di dunia pada saat itu) selama tahun-tahun non-perang dari 1922 hingga 1981; kandungan logam membuat koin-koin ini bermagnetik.<ref>[http://www.mint.ca/store/mint/learn/circulation-currency-1100028 Industrious, enduring–the 5-cent coin]. Royal Canadian Mint. 2008.</ref> Selama periode perang 1942-1945, sebagian besar atau semua nikel dikeluarkan dari koin Kanada dan AS untuk disimpan untuk pembuatan baju zirah dari besi.<ref>Bill Molloy. [http://www.nidi.org/index.cfm/ci_id/160.htm Trends of Nickel in Coins – Past, Present and Future]. The Nickel Institute. November 8, 2001.</ref> Kanada menggunakan 99,9% nikel dari tahun 1968 dengan koin bernilai lebih tinggi hingga tahun 2000.<ref>kgi-admin. [https://www.mining-technology.com/data-insights/nickel-in-canada/ Nickel production in Canada and major projects]. ''Mining Technology''. 2023-03-24.</ref> | ||
=== Swiss === | === Swiss === | ||
Koin nikel yang hampir murni pertama kali digunakan pada tahun 1881 di [[Swiss]]. | Koin nikel yang hampir murni pertama kali digunakan pada tahun 1881 di [[Swiss]].<ref>Lacey, Anna. [https://www.bbc.co.uk/news/health-22956874 A bad penny? New coins and nickel allergy]. ''BBC Health Check''. June 22, 2013.</ref> | ||
=== Britania Raya === | === Britania Raya === | ||
[[Birmingham]] telah membuat koin nikel sekitar tahun 1833 untuk diperdagangkan di [[Federasi Malaya|Malaysia]]. | [[Birmingham]] telah membuat koin nikel sekitar tahun 1833 untuk diperdagangkan di [[Federasi Malaya|Malaysia]].<ref>[http://www.nederlandsemunten.nl/Virtuele_munten_verzameling/Provinciaal/Provincie_Utrecht_1581-1795/Verzameling_nikkelen_dubbele_wapenstuiver_Utrecht-Birmingham_1786.htm nikkelen dubbele wapenstuiver Utrecht]. ''nederlandsemunten.nl''.</ref> | ||
=== Amerika Serikat === | === Amerika Serikat === | ||
| Baris 108: | Baris 97: | ||
=== Penggunaan saat ini === | === Penggunaan saat ini === | ||
Pada abad ke-21, harga nikel yang tinggi telah menyebabkan beberapa penggantian logam pada koin di seluruh dunia. Koin yang masih dibuat dengan paduan nikel adalah koin satu dan dua [[euro]], koin 5¢, 10¢, 25¢, dan 50¢ [[Koin dolar Amerika Serikat|Amerika Serikat]], dan koin 20p, 50p, £1, dan £2 [[Koin pound sterling|Britania Raya]]. Paduan nikel dalam koin 5p dan 10p Inggris diganti dengan baja berlapis nikel mulai tahun 2012, yang menyebabkan masalah [[alergi nikel]] bagi sebagian orang dan kontroversi publik. | Pada abad ke-21, harga nikel yang tinggi telah menyebabkan beberapa penggantian logam pada koin di seluruh dunia. Koin yang masih dibuat dengan paduan nikel adalah koin satu dan dua [[euro]], koin 5¢, 10¢, 25¢, dan 50¢ [[Koin dolar Amerika Serikat|Amerika Serikat]], dan koin 20p, 50p, £1, dan £2 [[Koin pound sterling|Britania Raya]]. Paduan nikel dalam koin 5p dan 10p Inggris diganti dengan baja berlapis nikel mulai tahun 2012, yang menyebabkan masalah [[alergi nikel]] bagi sebagian orang dan kontroversi publik.<ref>Lacey, Anna. [https://www.bbc.co.uk/news/health-22956874 A bad penny? New coins and nickel allergy]. ''BBC Health Check''. June 22, 2013.</ref> | ||
== Produksi nikel == | == Produksi nikel == | ||
3,7 juta ton (t) nikel per tahun diperkirakan diproduksi di seluruh dunia. Negara produsen nikel terbesar pada tahun 2022 meliputi [[Indonesia]] (2.200.000 t), [[Filipina]] (330.000 t), [[Rusia]] (210.000 t), [[Kanada]] (190.000 t), [[Tiongkok]] (120.000 t), dan [[Australia]] (110.000 t).<ref>[https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2024/mcs2024-nickel.pdf Mineral Commodity Summaries 2025 - Nickel]. ''US Geological Survey''.</ref> Deposit nikel terbesar di Eropa (selain Rusia) terletak di [[Finlandia]] dan [[Yunani]]. Sumber daya yang telah diidentifikasi dengan rata-rata 1% nikel atau lebih mengandung setidaknya 130 juta ton nikel. Kira-kira 60% ada di dalam mineral laterit dan 40% berada di dalam endapan sulfida. Selain itu, sumber daya nikel di dalam laut terdapat di kerak mangan yang mencakupi sebagian besar dasar laut, terutama di sebuah daerah di [[Samudra Pasifik]] bernama [[Zona Clarion Clipperton]] dalam bentuk [[nodul polimetalik]] yang tercecer di dasar laut pada kedalaman 3,5–6 km di bawah [[permukaan laut]].<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/nickel/mcs-2013-nicke.pdf Nickel]. ''U.S. Geological Survey, Mineral Commodity Summaries''. Januari 2013.</ref><ref>Michael F. Gazley. [https://www.researchgate.net/publication/345988809 Polymetallic Nodules]. ''Research Gate''. New Zealand Minerals Forum.</ref> Nodul ini terdiri dari berbagai [[logam tanah jarang]] dan perkiraan kandungan nikel dari nodul ini adalah 1,7%.<ref>J. L. Mero. ''Chapter 11 Economic Aspects of Nodule Mining''. ''Elsevier Oceanography Series''. 1 Januari 1977. Vol. 15. hlm. 327–355. doi:10.1016/S0422-9894(08)71025-0. ISBN 9780444415240.</ref> Dengan kemajuan dalam [[Sejarah sains#Sains modern|sains modern]] dan [[teknik]], saat ini regulasi sedang ditetapkan oleh [[Otoritas Dasar Laut Internasional]] untuk memastikan bahwa pengumpulan nodul ini tidak merusak lingkungan dan mematuhi [[Tujuan Pembangunan Berkelanjutan]] oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]].<ref>International Seabed Authority. [https://www.isa.org.jm/files/files/documents/Strategic_Plan_Booklet.pdf Strategic Plan 2019-2023]. ''isa.org''. International Seabed Authority.</ref> | |||
3,7 juta ton (t) nikel per tahun diperkirakan diproduksi di seluruh dunia. Negara produsen nikel terbesar pada tahun 2022 meliputi [[Indonesia]] (2.200.000 t), [[Filipina]] (330.000 t), [[Rusia]] (210.000 t), [[Kanada]] (190.000 t), [[Tiongkok]] (120.000 t), dan [[Australia]] (110.000 t). Deposit nikel terbesar di Eropa (selain Rusia) terletak di [[Finlandia]] dan [[Yunani]]. Sumber daya yang telah diidentifikasi dengan rata-rata 1% nikel atau lebih mengandung setidaknya 130 juta ton nikel. Kira-kira 60% ada di dalam mineral laterit dan 40% berada di dalam endapan sulfida. Selain itu, sumber daya nikel di dalam laut terdapat di kerak mangan yang mencakupi sebagian besar dasar laut, terutama di sebuah daerah di [[Samudra Pasifik]] bernama [[Zona Clarion Clipperton]] dalam bentuk [[nodul polimetalik]] yang tercecer di dasar laut pada kedalaman 3,5–6 km di bawah [[permukaan laut]]. Nodul ini terdiri dari berbagai [[logam tanah jarang]] dan perkiraan kandungan nikel dari nodul ini adalah 1,7%. Dengan kemajuan dalam [[Sejarah sains#Sains modern|sains modern]] dan [[teknik]], saat ini regulasi sedang ditetapkan oleh [[Otoritas Dasar Laut Internasional]] untuk memastikan bahwa pengumpulan nodul ini tidak merusak lingkungan dan mematuhi [[Tujuan Pembangunan Berkelanjutan]] oleh [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]]. | Satu-satunya tempat di [[Amerika Serikat]] di mana nikel telah ditambang secara menguntungkan adalah [[Riddle, Oregon|Riddle]], [[Oregon]], di mana ada beberapa mil persegi endapan permukaan garnierit yang mengandung nikel. Tambang ditutup pada tahun 1987.<ref>[http://www.oregongeology.com/sub/publications/OG/OBv15n10.pdf The Nickel Mountain Project]. ''Ore Bin''. 1953. Vol. 15 (10). hlm. 59–66.</ref><ref>[http://www.environmentwriter.org/resources/backissues/chemicals/nickel.htm Environment Writer: Nickel]. National Safety Council. 2006.</ref> Proyek pertambangan Eagle adalah sebuah pertambangan nikel baru di semenanjung Michigan. Pembangunan selesai pada tahun 2013, dan telah dioperasikan sejak kuartal ketiga 2014.<ref>[http://www.lundinmining.com/s/QOU.asp?ReportID=718088 Operations & Development]. Lundin Mining Corporation.</ref> Pada tahun operasi penuh pertama, pertambangan Eagle telah memproduksi 18.000 t.<ref>[http://www.lundinmining.com/s/QOU.asp?ReportID=718088 Operations & Development]. Lundin Mining Corporation.</ref> | ||
Satu-satunya tempat di [[Amerika Serikat]] di mana nikel telah ditambang secara menguntungkan adalah [[Riddle, Oregon|Riddle]], [[Oregon]], di mana ada beberapa mil persegi endapan permukaan garnierit yang mengandung nikel. Tambang ditutup pada tahun 1987. Proyek pertambangan Eagle adalah sebuah pertambangan nikel baru di semenanjung Michigan. Pembangunan selesai pada tahun 2013, dan telah dioperasikan sejak kuartal ketiga 2014. Pada tahun operasi penuh pertama, pertambangan Eagle telah memproduksi 18.000 t. | |||
== Pengolahan nikel == | == Pengolahan nikel == | ||
Nikel diperoleh melalui [[metalurgi ekstraktif]]: nikel diekstraksi dari bijih dengan proses pemanggangan dan reduksi konvensional yang menghasilkan logam dengan kemurnian 75%. Untuk banyak penggunaan baja tahan karat, kemurnian 75% dapat digunakan tanpa pemurnian lebih lanjut, tergantung pada pengotornya. | Nikel diperoleh melalui [[metalurgi ekstraktif]]: nikel diekstraksi dari bijih dengan proses pemanggangan dan reduksi konvensional yang menghasilkan logam dengan kemurnian 75%. Untuk banyak penggunaan baja tahan karat, kemurnian 75% dapat digunakan tanpa pemurnian lebih lanjut, tergantung pada pengotornya. | ||
| Baris 125: | Baris 112: | ||
=== Proses Mond === | === Proses Mond === | ||
Logam termurni diperoleh dari nikel oksida melalui [[proses Mond]], dengan kemurnian lebih dari 99,99%.<ref>L. Mond. [https://zenodo.org/record/2160347 Action of carbon monoxide on nickel]. ''Journal of the Chemical Society''. 1890. Vol. 57. hlm. 749–753. doi:10.1039/CT8905700749.</ref> Prosesnya dipatenkan oleh Ludwig Mond dan telah digunakan dalam industri sejak awal abad ke-20. Dalam proses ini, nikel direaksikan dengan [[karbon monoksida]] dengan katalis belerang pada suhu sekitar 40–80 °C untuk membentuk [[nikel karbonil]]. Besi menghasilkan besi pentakarbonil, tetapi reaksi ini memerlukan waktu yang lama. Jika perlu, nikel dapat dipisahkan dengan [[distilasi]]. [[Dikobalt oktakarbonil]] juga dibentuk dalam distilasi nikel sebagai [[produk sampingan]], tetapi terurai menjadi [[tetrakobalt dodekakarbonil]] pada suhu reaksi untuk menghasilkan padatan yang tidak mudah menguap.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel&oldid=29455382 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Nikel diperoleh dari nikel karbonil melalui salah satu dari dua proses. Pada proses pertama, nikel karbonil dilewatkan melalui ruang besar pada suhu tinggi di mana puluhan ribu bola nikel, yang disebut pelet, diaduk secara terus-menerus. Karbonil terurai dan mendepositkan nikel murni ke dalam bola nikel. Pada proses kedua, nikel karbonil diuraikan dalam ruang kecil pada suhu 230 °C untuk menghasilkan bubuk nikel yang halus. Hasil samping karbon monoksida disirkulasi ulang dan digunakan kembali. Produk nikel yang sangat murni dikenal sebagai "karbonil nikel".<ref>Neikov, Oleg D. [https://books.google.com/books?id=6aP3te2hGuQC&pg=PA371 Handbook of Non-Ferrous Metal Powders: Technologies and Applications]. Elsevier. January 15, 2009. hlm. 371–. ISBN 978-1-85617-422-0.</ref> | |||
Nikel diperoleh dari nikel karbonil melalui salah satu dari dua proses. Pada proses pertama, nikel karbonil dilewatkan melalui ruang besar pada suhu tinggi di mana puluhan ribu bola nikel, yang disebut pelet, diaduk secara terus-menerus. Karbonil terurai dan mendepositkan nikel murni ke dalam bola nikel. Pada proses kedua, nikel karbonil diuraikan dalam ruang kecil pada suhu 230 °C untuk menghasilkan bubuk nikel yang halus. Hasil samping karbon monoksida disirkulasi ulang dan digunakan kembali. Produk nikel yang sangat murni dikenal sebagai "karbonil nikel". | |||
=== Nilai logam === | === Nilai logam === | ||
Harga pasar nikel melonjak sepanjang tahun 2006 dan awal bulan 2007; pada 5 April 2007, logam tersebut diperdagangkan dengan harga US$52.300/[[ton]] atau $52,3/kg (Rp 475.530/kg). Harga kemudian turun secara dramatis, dan pada September 2017, logam tersebut diperdagangkan pada $11.000/ton, atau $11/kg (Rp 145.750/kg). | Harga pasar nikel melonjak sepanjang tahun 2006 dan awal bulan 2007; pada 5 April 2007, logam tersebut diperdagangkan dengan harga US$52.300/[[ton]] atau $52,3/kg (Rp 475.530/kg).<ref>[http://www.lme.com/nickel_graphs.asp LME nickel price graphs]. London Metal Exchange.</ref> Harga kemudian turun secara dramatis, dan pada September 2017, logam tersebut diperdagangkan pada $11.000/ton, atau $11/kg (Rp 145.750/kg).<ref>[https://www.lme.com/metals/non-ferrous/nickel#tabIndex=0 London Metal Exchange]. LME.com.</ref> | ||
[[Nickel (uang koin Amerika Serikat)|Koin nikel AS]] mengandung 1,1 g nikel, bernilai 6,5 sen (Rp 590) pada April 2007, bersama dengan 3,75 gram tembaga senilai sekitar 3 sen (Rp 270), dengan total nilai logam lebih dari 9 sen (diatas Rp 800). Karena nilai nominal nikel adalah 5 sen (Rp 455), koin nikel menjadi target yang menarik untuk dilebur oleh orang-orang yang ingin menjual logam dengan keuntungan. Namun, [[United States Mint]], untuk mengantisipasi target ini, menerapkan aturan sementara baru pada 14 Desember 2006, untuk komentar publik selama 30 hari, yang mengkriminalisasi pencairan dan ekspor koin sen dan nikel. Pelanggar dikenakan denda hingga $10.000 dan atau penjara maksimal lima tahun. | [[Nickel (uang koin Amerika Serikat)|Koin nikel AS]] mengandung 1,1 g nikel, bernilai 6,5 sen (Rp 590) pada April 2007, bersama dengan 3,75 gram tembaga senilai sekitar 3 sen (Rp 270), dengan total nilai logam lebih dari 9 sen (diatas Rp 800). Karena nilai nominal nikel adalah 5 sen (Rp 455), koin nikel menjadi target yang menarik untuk dilebur oleh orang-orang yang ingin menjual logam dengan keuntungan. Namun, [[United States Mint]], untuk mengantisipasi target ini, menerapkan aturan sementara baru pada 14 Desember 2006, untuk komentar publik selama 30 hari, yang mengkriminalisasi pencairan dan ekspor koin sen dan nikel.<ref>[http://www.usmint.gov/pressroom/index.cfm?action=press_release&ID=724 United States Mint Moves to Limit Exportation & Melting of Coins] , The United States Mint, press release, December 14, 2006</ref> Pelanggar dikenakan denda hingga $10.000 dan atau penjara maksimal lima tahun. | ||
Pada tanggal 19 September 2013, nilai logam dalam koin nikel AS (termasuk tembaga dan nikel) adalah $0,045 (Rp 513), 90% dari nilai nominal (Rp 570). | Pada tanggal 19 September 2013, nilai logam dalam koin nikel AS (termasuk tembaga dan nikel) adalah $0,045 (Rp 513), 90% dari nilai nominal (Rp 570).<ref>[http://www.coinflation.com/ United States Circulating Coinage Intrinsic Value Table]. Coininflation.com.</ref> | ||
=== Pengolahan melalui pirometalurgi === | === Pengolahan melalui pirometalurgi === | ||
Berdasarkan tahapan proses, pengolahan nikel dapat dilakukan dalam tiga tahapan proses, yaitu preparasi, pemisahan, dan pewatering. Kegiatan pengolahan ini bertujuan untuk membebaskan dan memisahkan mineral berharga dari mineral yang tidak berharga atau mineral pengotor sehingga setelah dilakukan proses pengolahan dihasilkan konsentrat yang bernilai tinggi dan tailing yang tidak berharga. Metode yang dipakai bermacam-macam tergantung dari sifat [[kimia]], sifat [[fisika]], sifat mekanik dari [[mineral]] itu sendiri. | Berdasarkan tahapan proses, pengolahan nikel dapat dilakukan dalam tiga tahapan proses, yaitu preparasi, pemisahan, dan pewatering. Kegiatan pengolahan ini bertujuan untuk membebaskan dan memisahkan mineral berharga dari mineral yang tidak berharga atau mineral pengotor sehingga setelah dilakukan proses pengolahan dihasilkan konsentrat yang bernilai tinggi dan tailing yang tidak berharga. Metode yang dipakai bermacam-macam tergantung dari sifat [[kimia]], sifat [[fisika]], sifat mekanik dari [[mineral]] itu sendiri.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
Secara umum, mineral bijih di alam ini dibagi dalam 2 (dua) jenis yaitu mineral sulfida dan mineral oksida. Begitu pula dengan bijih nikel, ada sulfida dan ada oksida. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri dan cara pengolahannya pun juga tidak sama. Dalam bahasan kali ini akan dibatasi pengolahan bijih nikel dari mineral oksida ([[laterit]]). | Secara umum, mineral bijih di alam ini dibagi dalam 2 (dua) jenis yaitu mineral sulfida dan mineral oksida. Begitu pula dengan bijih nikel, ada sulfida dan ada oksida. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri dan cara pengolahannya pun juga tidak sama. Dalam bahasan kali ini akan dibatasi pengolahan bijih nikel dari mineral oksida ([[laterit]]).<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
Bijih nikel dari mineral oksida ([[laterit]]) ada dua jenis yang umumnya ditemui yaitu saprolit dan [[limonit]] dengan berbagai variasi kadar. Perbedaan menonjol dari 2 jenis bijih ini adalah kandungan [[besi]] dan [[magnesium]]. Bijih saprolit mempunyai kandungan besi rendah dan magnesium tinggi sedangkan [[limonit]] sebaliknya. Bijih saprolit dibagi menjadi 2 berdasarkan kadarnya, yaitu HGSO (High Grade Saprolit Ore) dan LGSO (Low Grade Saprolit Ore), biasanya HGSO mempunyai kadar nikel ≥ 2% sedangkan LGSO mempunyai kadar nikel < 2%. Adapun tahap-tahap yang dilakukan untuk melakukan proses pengolahan nikel melalui beberapa tahap utama yaitu, crushing, pengering, pereduksi, peleburan, pemurni, dan granulasi dan pengemasan. | Bijih nikel dari mineral oksida ([[laterit]]) ada dua jenis yang umumnya ditemui yaitu saprolit dan [[limonit]] dengan berbagai variasi kadar. Perbedaan menonjol dari 2 jenis bijih ini adalah kandungan [[besi]] dan [[magnesium]]. Bijih saprolit mempunyai kandungan besi rendah dan magnesium tinggi sedangkan [[limonit]] sebaliknya. Bijih saprolit dibagi menjadi 2 berdasarkan kadarnya, yaitu HGSO (High Grade Saprolit Ore) dan LGSO (Low Grade Saprolit Ore), biasanya HGSO mempunyai kadar nikel ≥ 2% sedangkan LGSO mempunyai kadar nikel < 2%. Adapun tahap-tahap yang dilakukan untuk melakukan proses pengolahan nikel melalui beberapa tahap utama yaitu, crushing, pengering, pereduksi, peleburan, pemurni, dan granulasi dan pengemasan.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
==== Kominusi ==== | ==== Kominusi ==== | ||
Kominusi adalah suatu proses untuk mengubah ukuran suatu bahan galian menjadi lebih kecil, hal ini bertujuan untuk memisahkan atau melepaskan bahan galian tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya. Kominusi bahan galian meliputi kegiatan berikut: | Kominusi adalah suatu proses untuk mengubah ukuran suatu bahan galian menjadi lebih kecil, hal ini bertujuan untuk memisahkan atau melepaskan bahan galian tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref><ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Kominusi bahan galian meliputi kegiatan berikut: | ||
# '''Crushing''' yaitu suatu proses yang bertujuan untuk meliberalisasi mineral yang diinginkan agar terpisah dengan mineral pengotor yang lain. Dimana proses ini bertujuan juga untuk reduksi ukuran dari bahan galian/bijih yang langsung dari tambang (ROM = run of mine) dan berukuran besar-besar (diameter sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20–25 cm bahkan bisa sampai ukuran 2,5 cm. [[Mesin pemecah batu|Alat yang digunakan]] pada primary crusher dan secondary crusher yaitu antara lain: | # '''Crushing''' yaitu suatu proses yang bertujuan untuk meliberalisasi mineral yang diinginkan agar terpisah dengan mineral pengotor yang lain. Dimana proses ini bertujuan juga untuk reduksi ukuran dari bahan galian/bijih yang langsung dari tambang (ROM = run of mine) dan berukuran besar-besar (diameter sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20–25 cm bahkan bisa sampai ukuran 2,5 cm.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> [[Mesin pemecah batu|Alat yang digunakan]] pada primary crusher dan secondary crusher yaitu antara lain: | ||
#* Jaw crusher | #* Jaw crusher | ||
#* Gyratory crusher | #* Gyratory crusher | ||
| Baris 155: | Baris 140: | ||
#* Rotary breaker | #* Rotary breaker | ||
#* Hammer mill | #* Hammer mill | ||
# '''Grinding''' adalah tahap pengurangan ukuran dalam batas ukuran halus yang diinginkan. Tujuan grinding yaitu mengadakan liberalisasi mineral berharga, mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan industri, dan mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan proses. | # '''Grinding''' adalah tahap pengurangan ukuran dalam batas ukuran halus yang diinginkan. Tujuan grinding yaitu mengadakan liberalisasi mineral berharga, mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan industri, dan mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan proses.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
==== Sizing ==== | ==== Sizing ==== | ||
Merupakan proses pemilahan bijih yang telah melalui proses kominusi sesuai ukuran yang dibutuhkan. Kegiatan sizing meliputi screening yaitu pemisahan berdasarkan ukuran. Sizing dibagi menjadi dua, antara lain: | Merupakan proses pemilahan bijih yang telah melalui proses kominusi sesuai ukuran yang dibutuhkan. Kegiatan sizing meliputi screening yaitu pemisahan berdasarkan ukuran.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Sizing dibagi menjadi dua, antara lain: | ||
===== Pengayakan/penyaringan ===== | ===== Pengayakan/penyaringan ===== | ||
Pengayakan atau penyaringan (screening/sieving) adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu antara lain: | |||
Pengayakan atau penyaringan (screening/sieving) adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium. Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu antara lain: | |||
* Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize). | * Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize). | ||
* Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize). | * Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize). | ||
| Baris 180: | Baris 164: | ||
===== Klasifikasi ===== | ===== Klasifikasi ===== | ||
Klasifikasi (classification) adalah proses pemisahan partikel berdasarkan kecepatan pengendapannya dalam suatu media (udara atau air). Klasifikasi dilakukan dalam suatu alat yang disebut classifier. Produk dari proses klasifikasi ada 2 (dua), yaitu antara lain: | Klasifikasi (classification) adalah proses pemisahan partikel berdasarkan kecepatan pengendapannya dalam suatu media (udara atau air). Klasifikasi dilakukan dalam suatu alat yang disebut classifier.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Produk dari proses klasifikasi ada 2 (dua), yaitu antara lain: | ||
* Produk yang berukuran kecil/halus (slimes) mengalir di bagian atas disebut overflow. | * Produk yang berukuran kecil/halus (slimes) mengalir di bagian atas disebut overflow. | ||
* Produk yang berukuran lebih besar/kasar (sand) mengendap di bagian bawah (dasar) disebut underflow. | * Produk yang berukuran lebih besar/kasar (sand) mengendap di bagian bawah (dasar) disebut underflow. | ||
| Baris 189: | Baris 173: | ||
==== Pengeringan ==== | ==== Pengeringan ==== | ||
Pengeringan (drying) adalah proses untuk membuang seluruh kandung air dari padatan yang berasal dari konsentrat dengan cara [[penguapan]] (evaporization/evaporation). Peralatan atau cara yang dipakai ada bermacam-macam, yaitu antara lain: | Pengeringan (drying) adalah proses untuk membuang seluruh kandung air dari padatan yang berasal dari konsentrat dengan cara [[penguapan]] (evaporization/evaporation).<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> Peralatan atau cara yang dipakai ada bermacam-macam, yaitu antara lain: | ||
# Hearth type drying/air dried/air baked, yaitu pengeringan yang dilakukan di atas lantai oleh sinar matahari dan harus sering diaduk (dibolak-balik). | # Hearth type drying/air dried/air baked, yaitu pengeringan yang dilakukan di atas lantai oleh sinar matahari dan harus sering diaduk (dibolak-balik). | ||
# Shaft drier, ada dua macam, yaitu: | # Shaft drier, ada dua macam, yaitu: | ||
| Baris 196: | Baris 180: | ||
==== Kalsinasi dan reduksi di tanur pereduksi ==== | ==== Kalsinasi dan reduksi di tanur pereduksi ==== | ||
Tujuannya untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi. Setelah proses drying selesai, bijih nikel yang tersimpan di gudang bijih kering pada dasarnya belumlah kering secara sempurna, karena itulah tahapan ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan air bebas dan air kristal serta mereduksi nikel oksida menjadi nikel logam. Proses ini berlangsung dalam tanur reduksi. Bijih dari gudang dimasukkan dalam tanur reduksi dengan komposisi pencampuran menggunakan ratio tertentu untuk menghasilkan komposisi silika magnesia dan besi yang sesuai dengan operasional tanur listrik. Selain itu dimasukkan pula batubara yang berfungsi sebagai bahan pereduksi pada tanur reduksi maupun pada tanur pelebur. Untuk mengikat nikel dan besi reduksi yang telah tereduksi agar tidak teroksidasi kembali oleh udara maka ditambahkanlah belerang. Hasil akhir dari proses ini disebut kalsin yang bertemperatur sekitar 7000 °C. | Tujuannya untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi. Setelah proses drying selesai, bijih nikel yang tersimpan di gudang bijih kering pada dasarnya belumlah kering secara sempurna, karena itulah tahapan ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan air bebas dan air kristal serta mereduksi nikel oksida menjadi nikel logam. Proses ini berlangsung dalam tanur reduksi. Bijih dari gudang dimasukkan dalam tanur reduksi dengan komposisi pencampuran menggunakan ratio tertentu untuk menghasilkan komposisi silika magnesia dan besi yang sesuai dengan operasional tanur listrik. Selain itu dimasukkan pula batubara yang berfungsi sebagai bahan pereduksi pada tanur reduksi maupun pada tanur pelebur. Untuk mengikat nikel dan besi reduksi yang telah tereduksi agar tidak teroksidasi kembali oleh udara maka ditambahkanlah belerang. Hasil akhir dari proses ini disebut kalsin yang bertemperatur sekitar 7000 °C.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
==== Peleburan di tanur listrik ==== | ==== Peleburan di tanur listrik ==== | ||
Untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan slag. Kalsin panas yang keluar dari tanur reduksi sebagai umpan tanur pelebur dimasukkan kedalam surge bin lalu kemudian dibawa dengan transfer car ke tempat penampungan. Furnace bertujuan untuk melebur kalsin hingga terbentuk fase lelehan matte dan slag. Dinding furnace dilapisi dengan batu tahan api yang didinginkan dengan media air melalui balok tembaga. Matte dan slag akan terpisah berdasarkan berat jenisnya. Slag kemudian diangkut ke lokasi pembuangan dengan kendaraan khusus. | Untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan slag. Kalsin panas yang keluar dari tanur reduksi sebagai umpan tanur pelebur dimasukkan kedalam surge bin lalu kemudian dibawa dengan transfer car ke tempat penampungan. Furnace bertujuan untuk melebur kalsin hingga terbentuk fase lelehan matte dan slag. Dinding furnace dilapisi dengan batu tahan api yang didinginkan dengan media air melalui balok tembaga. Matte dan slag akan terpisah berdasarkan berat jenisnya. Slag kemudian diangkut ke lokasi pembuangan dengan kendaraan khusus.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
==== Pengkayaan di tanur pemurni ==== | ==== Pengkayaan di tanur pemurni ==== | ||
Bertujuan untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27% menjadi di atas 75%. Matte yang memiliki berat jenis lebih besar dari slag diangkut ke tanur pemurni / converter untuk menjalani tahap pemurnian dan pengayaan. Proses yang terjadi dalam tanur pemurni adalah peniupan udara dan penambahan silika. Silika ini akan mengikat besi oksida dan membentuk ikatan yang memiliki berat jenis lebih rendah dari matte sehingga menjadi mudah untuk dipisahkan. | Bertujuan untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27% menjadi di atas 75%. Matte yang memiliki berat jenis lebih besar dari slag diangkut ke tanur pemurni / converter untuk menjalani tahap pemurnian dan pengayaan. Proses yang terjadi dalam tanur pemurni adalah peniupan udara dan penambahan silika. Silika ini akan mengikat besi oksida dan membentuk ikatan yang memiliki berat jenis lebih rendah dari matte sehingga menjadi mudah untuk dipisahkan.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
==== Granulasi dan pengemasan ==== | ==== Granulasi dan pengemasan ==== | ||
Untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas. Matte dituang kedalam tandis sembari secara terus menerus disemprot dengan air bertekanan tinggi. Proses ini menghasilkan nikel matte yang dingin yang berbentuk butiran-butiran halus. Butiran-butiran ini kemudian disaring, dikeringkan dan siap dikemas. | Untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas. Matte dituang kedalam tandis sembari secara terus menerus disemprot dengan air bertekanan tinggi. Proses ini menghasilkan nikel matte yang dingin yang berbentuk butiran-butiran halus. Butiran-butiran ini kemudian disaring, dikeringkan dan siap dikemas.<ref>[https://www.researchgate.net/publication/337801396_INVENTARISASI_SUMBERDAYA_ALAM_KABUPATEN_KONAWE_UTARA_PROVINSI_SULAWESI_TENGGARA INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA]. ''ResearchGate''.</ref> | ||
== Penggunaan == | == Penggunaan == | ||
Saat ini, nikel digunakan sebagai berikut: 68% digunakan untuk baja tahan karat; 10% dalam paduan nonferrous; 9% dalam [[pelapisan listrik]]; 7% dalam baja paduan; 3% di pengecoran; dan 4% digunakan dalam penggunaan lainnya (termasuk baterai).<ref>[https://www.nickelinstitute.org/NickelUseInSociety/AboutNickel/FirstAndEndUsesofNickel.aspx Nickel Use In Society]. ''Nickel Institute''.</ref> | |||
Banyak produk menggunakan nikel, termasuk [[Baja nirkarat|baja tahan karat]], magnet alnico, [[koin]], [[baterai isi ulang]], senar gitar listrik, kapsul mikrofon, pelapisan pipa,<ref>[https://archive.org/details/americanplumbing00newyrich American Plumbing Practice: From the Engineering Record (Prior to 1887 the Sanitary Engineer.) A Selected Reprint of Articles Describing Notable Plumbing Installations in the United States, and Questions and Answers on Problems Arising in Plumbing and House Draining. With Five Hundred and Thirty-six Illustrations]. Engineering record. 1896. hlm. [https://archive.org/details/americanplumbing00newyrich/page/119 119].</ref> dan paduan khusus seperti permaloi, elinvar, dan invar. Nikel digunakan untuk pelapisan dan sebagai pewarna hijau di kaca. Nikel sebagian besar merupakan logam paduan, dan penggunaan utamanya adalah pada baja nikel dan besi cor nikel, yang biasanya meningkatkan kekuatan tarik, ketangguhan, dan batas elastis. Nikel banyak digunakan di paduan lainnya, termasuk kuningan nikel dan perunggu dan paduan dengan [[tembaga]], [[kromium]], [[aluminium]], [[timbal]], [[kobalt]], [[perak]], dan [[emas]] (Inconel, Incoloy, Monel, Nimonic).<ref>Joseph R. Davis. [https://books.google.com/?id=IePhmnbmRWkC ASM Specialty Handbook: Nickel, Cobalt, and Their Alloys]. ASM International. 2000. hlm. 7–13. ISBN 978-0-87170-685-0.</ref> | |||
Karena ketahanannya terhadap korosi, nikel kadang digunakan sebagai pengganti perak dalam penggunaan dekoratif. Nikel juga kadang digunakan di beberapa negara setelah tahun 1859 sebagai logam koin murah (lihat di bagian [[Nikel#Penggunaan dalam koin|Penggunaan dalam koin]]), tetapi pada abad ke-20, nikel digantikan dengan paduan baja tahan karat (yaitu besi) yang lebih murah, kecuali di Amerika Serikat dan Kanada.<ref>J. Theo Kloprogge. [https://books.google.co.id/books?id=hGa8DwAAQBAJ&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false The Periodic Table: Nature's Building Blocks: An Introduction to the Naturally Occurring Elements, Their Origins and Their Uses]. Elsevier. 2020. hlm. 383. ISBN 9780128215388.</ref> | |||
Karena ketahanannya terhadap korosi, nikel kadang digunakan sebagai pengganti perak dalam penggunaan dekoratif. Nikel juga kadang digunakan di beberapa negara setelah tahun 1859 sebagai logam koin murah (lihat di bagian [[Nikel#Penggunaan dalam koin|Penggunaan dalam koin]]), tetapi pada abad ke-20, nikel digantikan dengan paduan baja tahan karat (yaitu besi) yang lebih murah, kecuali di Amerika Serikat dan Kanada. | |||
Nikel adalah agen paduan yang sangat baik untuk logam mulia tertentu dan digunakan dalam [[uji api]] sebagai pengumpul elemen dalam [[golongan platina]]. Dengan demikian, nikel mampu mengumpulkan sepenuhnya keenam elemen dalam golongan platina dari bijih, dan mengumpulkan sebagian [[emas]]. Tambang nikel besar dapat terlibat dalam pemulihan elemen dalam golongan platina (terutama [[platina]] dan [[paladium]]); contohnya di [[Norilsk]] di [[Rusia]] dan Basin Sudbury di [[Kanada]]. | Nikel adalah agen paduan yang sangat baik untuk logam mulia tertentu dan digunakan dalam [[uji api]] sebagai pengumpul elemen dalam [[golongan platina]]. Dengan demikian, nikel mampu mengumpulkan sepenuhnya keenam elemen dalam golongan platina dari bijih, dan mengumpulkan sebagian [[emas]]. Tambang nikel besar dapat terlibat dalam pemulihan elemen dalam golongan platina (terutama [[platina]] dan [[paladium]]); contohnya di [[Norilsk]] di [[Rusia]] dan Basin Sudbury di [[Kanada]]. | ||
Busa nikel atau jaring nikel digunakan dalam elektrode untuk difusi gas untuk [[Sel Tunam|sel tunam]] alkali. | Busa nikel atau jaring nikel digunakan dalam elektrode untuk difusi gas untuk [[Sel Tunam|sel tunam]] alkali.<ref>Kharton, Vladislav V. [https://books.google.com/books?id=5n5Fwf5D2EMC&pg=PT166 Solid State Electrochemistry II: Electrodes, Interfaces and Ceramic Membranes]. Wiley-VCH. 2011. hlm. 166–. ISBN 978-3-527-32638-9.</ref><ref>Bidault, F. [http://perso.ensem.inpl-nancy.fr/Olivier.Lottin/FDFC08/Bidault.pdf A New Cathode Design for Alkaline Fuel Cells (AFCs)]. Imperial College London.</ref> | ||
Nikel dan paduannya sering digunakan sebagai katalis untuk [[Hidrogenasi|reaksi hidrogenasi]]. [[Nikel Raney]], paduan nikel-aluminium yang terbagi dengan halus, merupakan salah satu bentuk umum, meskipun katalis terkait juga digunakan, termasuk katalis tipe Raney. | Nikel dan paduannya sering digunakan sebagai katalis untuk [[Hidrogenasi|reaksi hidrogenasi]]. [[Nikel Raney]], paduan nikel-aluminium yang terbagi dengan halus, merupakan salah satu bentuk umum, meskipun katalis terkait juga digunakan, termasuk katalis tipe Raney. | ||
Nikel adalah bahan magnetostriktif alami, artinya, jika ada [[medan magnet]], bahan tersebut mengalami sedikit perubahan panjang. [[Magnetostriksi]] nikel sekitar -50 ppm, yang menunjukkan bahwa nikel berkontraksi. | Nikel adalah bahan magnetostriktif alami, artinya, jika ada [[medan magnet]], bahan tersebut mengalami sedikit perubahan panjang.<ref>[https://web.archive.org/web/20130905155229/http://aml.seas.ucla.edu/research/areas/magnetostrictive/overview.htm Magnetostrictive Materials Overview]. University of California, Los Angeles.</ref><ref>Raghavendra Angara. ''High Frequency High Amplitude Magnetic Field Driving System for Magnetostrictive Actuators''. Umi Dissertation Publishing. 2009. hlm. 5. ISBN 9781109187533.</ref> [[Magnetostriksi]] nikel sekitar -50 ppm, yang menunjukkan bahwa nikel berkontraksi. | ||
Nikel digunakan sebagai pengikat dalam industri semen [[wolfram]] karbida atau logam keras dan digunakan dalam proporsi 6% sampai 12% berat. Nikel membuat [[wolfram karbida]] bermagnet dan menambah ketahanan korosi pada bagian yang disemen, meskipun kekerasannya lebih kecil dibandingkan dengan pengikat kobalt. | Nikel digunakan sebagai pengikat dalam industri semen [[wolfram]] karbida atau logam keras dan digunakan dalam proporsi 6% sampai 12% berat. Nikel membuat [[wolfram karbida]] bermagnet dan menambah ketahanan korosi pada bagian yang disemen, meskipun kekerasannya lebih kecil dibandingkan dengan pengikat kobalt.<ref>R. F. Cheburaeva. ''Structure and properties of tungsten carbide hard alloys with an alloyed nickel binder''. ''Soviet Powder Metallurgy and Metal Ceramics''. 1992. Vol. 31 (5). hlm. 423–425. doi:10.1007/BF00796252.</ref> | ||
<sup>63</sup>Ni, dengan [[waktu paruh]] 100,1 tahun, berguna dalam perangkat [[krytron]] sebagai pemancar [[Partikel Beta|partikel beta]] (elektron berkecepatan tinggi) untuk membuat [[ionisasi]] dengan elektrode tetap-hidup lebih andal. | <sup>63</sup>Ni, dengan [[waktu paruh]] 100,1 tahun, berguna dalam perangkat [[krytron]] sebagai pemancar [[Partikel Beta|partikel beta]] (elektron berkecepatan tinggi) untuk membuat [[ionisasi]] dengan elektrode tetap-hidup lebih andal.<ref>[http://www.siliconinvestigations.com/KRYT/Krytron.HTM Krytron Pulse Power Switching Tubes]. Silicon Investigations. 2011.</ref><ref>V. S. Bormashov. ''High power density nuclear battery prototype based on diamond Schottky diodes''. ''Diamond and Related Materials''. April 2018. Vol. 84. hlm. 41–47. doi:10.1016/j.diamond.2018.03.006.</ref><ref>Y. R. Uhm. ''Study of a Betavoltaic Battery Using Electroplated Nickel-63 on Nickel Foil as a Power Source''. ''Nuclear Engineering and Technology''. June 2016. Vol. 48 (3). hlm. 773–777. doi:10.1016/j.net.2016.01.010.</ref> | ||
Sekitar 27% dari semua produksi nikel ditujukan untuk [[teknik]], 10% untuk bangunan dan konstruksi, 14% untuk produk tubular, 20% untuk barang logam, 14% untuk transportasi, 11% untuk barang elektronik, dan 5% untuk penggunaan lain. | Sekitar 27% dari semua produksi nikel ditujukan untuk [[teknik]], 10% untuk bangunan dan konstruksi, 14% untuk produk tubular, 20% untuk barang logam, 14% untuk transportasi, 11% untuk barang elektronik, dan 5% untuk penggunaan lain.<ref>[https://www.nickelinstitute.org/NickelUseInSociety/AboutNickel/FirstAndEndUsesofNickel.aspx Nickel Use In Society]. ''Nickel Institute''.</ref> | ||
Paduan [[nikel Raney]] banyak digunakan untuk [[hidrogenasi]] minyak [[Komponen jenuh dan tak jenuh|tak jenuh]] untuk membuat [[margarin]]. Margarin buruk dan minyak sisa mungkin mengandung nikel sebagai kontaminan. Forte dkk. menemukan bahwa pasien diabetes tipe 2 memiliki 0,89 ng/ml Ni dalam darah dibandingkan dengan 0,77 ng/ml pada subjek kontrol. | Paduan [[nikel Raney]] banyak digunakan untuk [[hidrogenasi]] minyak [[Komponen jenuh dan tak jenuh|tak jenuh]] untuk membuat [[margarin]]. Margarin buruk dan minyak sisa mungkin mengandung nikel sebagai kontaminan. Forte dkk. menemukan bahwa pasien diabetes tipe 2 memiliki 0,89<ref>Y. R. Uhm. ''Study of a Betavoltaic Battery Using Electroplated Nickel-63 on Nickel Foil as a Power Source''. ''Nuclear Engineering and Technology''. June 2016. Vol. 48 (3). hlm. 773–777. doi:10.1016/j.net.2016.01.010.</ref> ng/ml Ni dalam darah dibandingkan dengan 0,77<ref>Y. R. Uhm. ''Study of a Betavoltaic Battery Using Electroplated Nickel-63 on Nickel Foil as a Power Source''. ''Nuclear Engineering and Technology''. June 2016. Vol. 48 (3). hlm. 773–777. doi:10.1016/j.net.2016.01.010.</ref> ng/ml pada subjek kontrol.<ref>Abdul Rehman Khan. ''Metals in the pathogenesis of type 2 diabetes''. ''Journal of Diabetes and Metabolic Disorders''. January 8, 2014. Vol. 13 (1). hlm. 16. doi:10.1186/2251-6581-13-16.</ref> | ||
== Paduan nikel == | == Paduan nikel == | ||
| Baris 260: | Baris 242: | ||
== Peranan biologis == | == Peranan biologis == | ||
Walaupun tidak diketahui sampai tahun 1970-an, nikel memiliki peran penting dalam kehidupan beberapa tumbuhan, eubacteria, archaebacteria, dan [[jamur]]. Enzim nikel seperti [[urease]] dianggap sebagai faktor virulensi pada beberapa organisme. Urease mengkatalisis hidrolisis [[urea]] untuk membentuk [[amonia]] dan [[karbamat]]. [[Hidrogenase NiFe]] dapat mengkatalisis oksidasi H<sub>2</sub> untuk membentuk [[proton]] dan [[elektron]], dan juga dapat mengkatalisis reaksi balik, yaitu reduksi proton untuk membentuk gas hidrogen. Sebuah koenzim nikel-tetrapirrol, [[kofaktor F430]], ada dalam metil [[koenzim M]] reduktase, yang dapat mengkatalisis pembentukan [[metana]], atau reaksi sebaliknya, dalam [[arkea]] [[metanogen]]ik (dalam keadaan oksidasi '''+1'''). Salah satu enzim dehidrogenase [[karbon monoksida]] terdiri dari gugus Fe-Ni-S. Enzim pembawa nikel lainnya termasuk kelas bakteri langka enzim [[superoksida dismutase]] dan [[glioksalase I]] pada bakteri dan beberapa parasit [[trypanosomal]] [[Eukariota|eukariotik]] (pada organisme tingkat tinggi, termasuk [[ragi]] dan [[Binatang menyusui|mamalia]], enzim ini mengandung Zn<sup>2+</sup> divalen). | Walaupun tidak diketahui sampai tahun 1970-an, nikel memiliki peran penting dalam kehidupan beberapa tumbuhan, eubacteria, archaebacteria, dan [[jamur]].<ref>Andrew Sydor. ''Nickel Metallomics: General Themes Guiding Nickel Homeostasis''. Springer. 2013. hlm. 375–416. ISBN 978-94-007-5561-1.</ref><ref>''Nickel and Its Surprising Impact in Nature''. Wiley. 2008. Vol. 2. ISBN 978-0-470-01671-8.</ref><ref>Zamble, Deborah. [https://books.google.com/books?id=LQifDgAAQBAJ The Biological Chemistry of Nickel]. Royal Society of Chemistry. 2017. ISBN 978-1-78262-498-1.</ref> Enzim nikel seperti [[urease]] dianggap sebagai faktor virulensi pada beberapa organisme.<ref>Antonello Covacci. [https://semanticscholar.org/paper/dacc1f9477e0a97d6923d0dd9057234031fa9449 ''Helicobacter pylori'' Virulence and Genetic Geography]. ''Science''. 1999-05-21. Vol. 284 (5418). hlm. 1328–1333. doi:10.1126/science.284.5418.1328.</ref><ref>Gary M. Cox. ''Urease as a Virulence Factor in Experimental Cryptococcosis''. ''Infection and Immunity''. 2000-02-01. Vol. 68 (2). hlm. 443–448. doi:10.1128/IAI.68.2.443-448.2000.</ref> Urease mengkatalisis hidrolisis [[urea]] untuk membentuk [[amonia]] dan [[karbamat]].<ref>Andrew Sydor. ''Nickel Metallomics: General Themes Guiding Nickel Homeostasis''. Springer. 2013. hlm. 375–416. ISBN 978-94-007-5561-1.</ref><ref>''Nickel and Its Surprising Impact in Nature''. Wiley. 2008. Vol. 2. ISBN 978-0-470-01671-8.</ref> [[Hidrogenase NiFe]] dapat mengkatalisis oksidasi H<sub>2</sub> untuk membentuk [[proton]] dan [[elektron]], dan juga dapat mengkatalisis reaksi balik, yaitu reduksi proton untuk membentuk gas hidrogen.<ref>Andrew Sydor. ''Nickel Metallomics: General Themes Guiding Nickel Homeostasis''. Springer. 2013. hlm. 375–416. ISBN 978-94-007-5561-1.</ref><ref>''Nickel and Its Surprising Impact in Nature''. Wiley. 2008. Vol. 2. ISBN 978-0-470-01671-8.</ref> Sebuah koenzim nikel-tetrapirrol, [[kofaktor F430]], ada dalam metil [[koenzim M]] reduktase, yang dapat mengkatalisis pembentukan [[metana]], atau reaksi sebaliknya, dalam [[arkea]] [[metanogen]]ik (dalam keadaan oksidasi '''+1''').<ref>Ragdale Stephen W. ''The Metal-Driven Biogeochemistry of Gaseous Compounds in the Environment''. Springer. 2014. Vol. 14. hlm. 125–145. doi:10.1007/978-94-017-9269-1_6. ISBN 978-94-017-9268-4.</ref> Salah satu enzim dehidrogenase [[karbon monoksida]] terdiri dari gugus Fe-Ni-S.<ref>Vincent C.-C. Wang. ''The Metal-Driven Biogeochemistry of Gaseous Compounds in the Environment''. Springer. 2014. Vol. 14. hlm. 71–97. doi:10.1007/978-94-017-9269-1_4. ISBN 978-94-017-9268-4.</ref> Enzim pembawa nikel lainnya termasuk kelas bakteri langka enzim [[superoksida dismutase]]<ref>R. K. Szilagyi. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_2004-03-17_126_10/page/3018 S K-Edge X-ray Absorption Spectroscopic Investigation of the Ni-Containing Superoxide Dismutase Active Site: New Structural Insight into the Mechanism]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2004. Vol. 126 (10). hlm. 3018–3019. doi:10.1021/ja039106v.</ref> dan [[glioksalase I]] pada bakteri dan beberapa parasit [[trypanosomal]] [[Eukariota|eukariotik]]<ref>Greig N. ''Trypanothione-dependent glyoxalase I in Trypanosoma cruzi''. ''Biochemical Journal''. 2006. Vol. 400 (2). hlm. 217–23. doi:10.1042/BJ20060882.</ref> (pada organisme tingkat tinggi, termasuk [[ragi]] dan [[Binatang menyusui|mamalia]], enzim ini mengandung Zn<sup>2+</sup> divalen).<ref>Aronsson A-C. [https://archive.org/details/biochemical-and-biophysical-research-comms_1978-04-28_81_4/page/1235 Glyoxalase I, a zinc metalloenzyme of mammals and yeast]. ''Biochemical and Biophysical Research Communications''. 1978. Vol. 81 (4). hlm. 1235–1240. doi:10.1016/0006-291X(78)91268-8.</ref><ref>Ridderström M. ''Optimized heterologous expression of the human zinc enzyme glyoxalase I''. ''Biochemical Journal''. 1996. Vol. 314 (Pt 2). hlm. 463–467. doi:10.1042/bj3140463.</ref><ref>Saint-Jean AP. ''Active monomeric and dimeric forms of Pseudomonas putida glyoxalase I: evidence for 3D domain swapping''. ''Biochemistry''. 1998. Vol. 37 (29). hlm. 10345–10353. doi:10.1021/bi980868q.</ref><ref>P. J. Thornalley. ''Glyoxalase I—structure, function and a critical role in the enzymatic defence against glycation''. ''Biochemical Society Transactions''. 2003. Vol. 31 (Pt 6). hlm. 1343–1348. doi:10.1042/BST0311343.</ref><ref>Vander Jagt DL. ''Coenzymes and Cofactors VIII: Glutathione Part A''. John Wiley and Sons. 1989.</ref> | ||
Nikel dari makanan dapat memengaruhi kesehatan manusia melalui infeksi dari bakteri yang bergantung pada nikel, tetapi nikel mungkin merupakan nutrisi penting untuk bakteri yang berada di [[usus besar]], yang berfungsi sebagai [[prebiotik]]. US Institute of Medicine belum mengkonfirmasi bahwa nikel adalah nutrisi penting bagi manusia, oleh karena itu, [[Asupan Referensi Diet|Asupan Kebutuhan Gizi]] (AKG) maupun Asupan yang Memadai belum ditetapkan. [[Asupan Referensi Diet|Batas Atas Asupan]] dari nikel dari makanan adalah 1000 [[Mikrogram|µg]]/hari sebagai garam nikel terlarut. Asupan nikel dari makanan diperkirakan adalah 70 sampai 100 µg/hari, dari itu, kurang dari 10% diserap. Apa yang diserap diekskresikan dalam [[urine]]. Jumlah nikel yang relatif besar - sebanding dengan perkiraan konsumsi rata-rata di atas - [[Pelindian (kimia)|melindi]] ke dalam makanan yang dimasak dalam panci stainless steel. Contohnya, jumlah nikel yang terlindi setelah satu porsi saus tomat dimasak 10 kali rata-rata 88 µg. | Nikel dari makanan dapat memengaruhi kesehatan manusia melalui infeksi dari bakteri yang bergantung pada nikel, tetapi nikel mungkin merupakan nutrisi penting untuk bakteri yang berada di [[usus besar]], yang berfungsi sebagai [[prebiotik]].<ref>Barbara Zambelli. ''Interrelations between Essential Metal Ions and Human Diseases''. Springer. 2013. Vol. 13. hlm. 321–357. doi:10.1007/978-94-007-7500-8_10. ISBN 978-94-007-7499-5.</ref> US Institute of Medicine belum mengkonfirmasi bahwa nikel adalah nutrisi penting bagi manusia, oleh karena itu, [[Asupan Referensi Diet|Asupan Kebutuhan Gizi]] (AKG) maupun Asupan yang Memadai belum ditetapkan. [[Asupan Referensi Diet|Batas Atas Asupan]] dari nikel dari makanan adalah 1000 [[Mikrogram|µg]]/hari sebagai garam nikel terlarut. Asupan nikel dari makanan diperkirakan adalah 70 sampai 100 µg/hari, dari itu, kurang dari 10% diserap. Apa yang diserap diekskresikan dalam [[urine]].<ref>Nickel. IN: [https://www.nap.edu/read/10026/chapter/15 Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Copper] . National Academy Press. 2001, PP. 521–529.</ref> Jumlah nikel yang relatif besar - sebanding dengan perkiraan konsumsi rata-rata di atas - [[Pelindian (kimia)|melindi]] ke dalam makanan yang dimasak dalam panci stainless steel. Contohnya, jumlah nikel yang terlindi setelah satu porsi saus tomat dimasak 10 kali rata-rata 88 µg.<ref>Kamerud KL. ''Stainless Steel Leaches Nickel and Chromium into Foods During Cooking''. ''Journal of Agricultural and Food Chemistry''. August 28, 2013. Vol. 61 (39). hlm. 9495–501. doi:10.1021/jf402400v.</ref><ref>Flint GN. ''Purity of food cooked in stainless steel utensils''. ''Food Additives & Contaminants''. 1997. Vol. 14 (2). hlm. 115–26. doi:10.1080/02652039709374506.</ref> | ||
Nikel yang dilepaskan dari letusan gunung berapi di [[Siberian Traps]] diduga membantu pertumbuhan ''[[Methanosarcinales]]'', yaitu genus arkaea euryarchaeote yang menghasilkan metana selama [[Peristiwa kepunahan Perm–Trias|peristiwa kepunahan Perm-Trias]], peristiwa kepunahan terbesar yang pernah tercatat. | Nikel yang dilepaskan dari letusan gunung berapi di [[Siberian Traps]] diduga membantu pertumbuhan ''[[Methanosarcinales]]'', yaitu genus arkaea euryarchaeote yang menghasilkan metana selama [[Peristiwa kepunahan Perm–Trias|peristiwa kepunahan Perm-Trias]], peristiwa kepunahan terbesar yang pernah tercatat.<ref>Michael Schirber. [http://www.space.com/26654-microbe-innovation-started-largest-earth-extinction.html Microbe's Innovation May Have Started Largest Extinction Event on Earth]. ''Space.com''. Astrobiology Magazine. July 27, 2014.</ref> | ||
== Toksisitas == | == Toksisitas == | ||
Sumber utama paparan nikel adalah konsumsi oral, karena nikel sangat penting bagi tanaman.<ref>Lynne T Haber. ''Derivation of an oral toxicity reference value for nickel''. ''Regulatory Toxicology and Pharmacology''. 2017. Vol. 87. hlm. S1–S18. doi:10.1016/j.yrtph.2017.03.011.</ref> Nikel ditemukan secara alami dalam makanan dan air, dan dapat meningkat jumlahnya karena [[polusi]] manusia. Misalnya, keran berlapis nikel dapat mencemari air dan tanah; [[air limbah]] industri [[pertambangan]] dan peleburan dapat mengandung nikel; makanan dimasak dengan peralatan masak paduan baja nikel atau disajikan di piring berpigmen nikel dapat mengandung nikel. Atmosfer mungkin tercemar oleh industri pemurnian bijih nikel dan pembakaran [[bahan bakar fosil]]. Manusia dapat menyerap nikel langsung dari asap rokok dan kontak kulit dengan perhiasan, [[sampo]], deterjen, dan [[koin]]. Bentuk paparan kronis yang kurang umum adalah melalui [[hemodialisis]] karena jejak ion nikel dapat diserap ke dalam plasma dari aksi [[pengelatan]] [[albumin]]. | |||
Paparan harian rata-rata tidak menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia. Sebagian besar nikel yang diserap setiap hari oleh manusia dikeluarkan oleh ginjal dan dikeluarkan dari tubuh melalui [[Urine|urin]]<nowiki/>e atau dibuang melalui [[saluran pencernaan]] tanpa diserap. Nikel bukanlah racun kumulatif, tetapi dosis yang lebih besar atau paparan inhalasi kronis mungkin berbahaya, bahkan [[karsinogen]]ik, dan menimbulkan [[bahaya pekerjaan]].<ref>Claudio Butticè. [https://archive.org/details/sageencyclopedia0000unse_2ed The SAGE Encyclopedia of Cancer and Society]. SAGE Publications, Inc. 2015. hlm. 828–831. ISBN 9781483345734.</ref> | |||
Senyawa nikel diklasifikasikan sebagai karsinogen manusia<ref>IARC (2012). [https://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol100C/mono100C-10.pdf "Nickel and nickel compounds"] in ''IARC Monogr Eval Carcinog Risks Hum''. Volume 100C. pp. 169–218..</ref><ref>[https://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/ghs/ghs_rev05/English/ST-SG-AC10-30-REv5e.pdf Globally Harmonised System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS)] , 5th ed., United Nations, New York and Geneva, 2013..</ref><ref name="Reg 1272/2008">Regulation (EC) No 1272/2008 of the European Parliament and of the Council of 16 December 2008 on Classification, Labelling and Packaging of Substances and Mixtures, Amending and Repealing Directives 67/548/EEC and 1999/45/EC and amending Regulation (EC) No 1907/2006 [OJ L 353, 31.12.2008, p. 1]. [http://www.eur-lex.europa.eu/legal-content/en/TXT/?uri=CELEX%3A32008R1272 Annex VI] . Accessed July 13, 2017.</ref><ref>National Toxicology Program. (2016). [https://ntp.niehs.nih.gov/pubhealth/roc/index-1.html "Report on Carcinogens"] , 14th ed. Research Triangle Park, NC: U.S. Department of Health and Human Services, Public Health Service..</ref> berdasarkan peningkatan risiko kanker pernapasan yang diamati dalam studi epidemiologi pekerja penyulingan bijih sulfida.<ref>''Report of the International Committee on Nickel Carcinogenesis in Man''. ''Scandinavian Journal of Work, Environment & Health''. 1990. Vol. 16 (1 Spec No). hlm. 1–82. doi:10.5271/sjweh.1813.</ref> Hal ini didukung oleh hasil positif dari bioassay NTP dengan sub-sulfida Ni dan Ni oksida pada [[tikus]].<ref>National Toxicology Program. ''NTP Toxicology and Carcinogenesis Studies of Nickel Subsulfide (CAS No. 12035-72-2) in F344 Rats and B6C3F1 Mice (Inhalation Studies)''. ''National Toxicology Program Technical Report Series''. 1996. Vol. 453. hlm. 1–365.</ref><ref>National Toxicology Program. ''NTP Toxicology and Carcinogenesis Studies of Nickel Oxide (CAS No. 1313-99-1) in F344 Rats and B6C3F1 Mice (Inhalation Studies)''. ''National Toxicology Program Technical Report Series''. 1996. Vol. 451. hlm. 1–381.</ref> Data manusia dan hewan menunjukkan tidak adanya karsinogenisitas melalui konsumsi oral dan karsinogenisitas terbatas senyawa nikel yang menyebabkan tumor pernapasan setelah terhirup.<ref>V. J Cogliano. ''Preventable exposures associated with human cancers''. ''JNCI Journal of the National Cancer Institute''. 2011. Vol. 103 (24). hlm. 1827–39. doi:10.1093/jnci/djr483.</ref><ref>K. E Heim. ''Oral carcinogenicity study with nickel sulfate hexahydrate in Fischer 344 rats''. ''Toxicology and Applied Pharmacology''. 2007. Vol. 224 (2). hlm. 126–37. doi:10.1016/j.taap.2007.06.024.</ref> Logam nikel diduga sebagai karsinogen;<ref>IARC (2012). [https://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol100C/mono100C-10.pdf "Nickel and nickel compounds"] in ''IARC Monogr Eval Carcinog Risks Hum''. Volume 100C. pp. 169–218..</ref><ref>[https://www.unece.org/fileadmin/DAM/trans/danger/publi/ghs/ghs_rev05/English/ST-SG-AC10-30-REv5e.pdf Globally Harmonised System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS)] , 5th ed., United Nations, New York and Geneva, 2013..</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel&oldid=29455382 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> ada konsistensi antara risiko kanker pernapasan normal pada pekerja yang sebagian besar terpapar nikel logam<ref>''Report of the International Committee on Nickel Carcinogenesis in Man''. ''Scandinavian Journal of Work, Environment & Health''. 1990. Vol. 16 (1 Spec No). hlm. 1–82. doi:10.5271/sjweh.1813.</ref> dan tidak adanya tumor pernapasan pada studi karsinogenisitas dengan inhalasi nikel pada tikus dengan bubuk logam nikel.<ref>A. R Oller. ''Inhalation carcinogenicity study with nickel metal powder in Wistar rats''. ''Toxicology and Applied Pharmacology''. 2008. Vol. 233 (2). hlm. 262–75. doi:10.1016/j.taap.2008.08.017.</ref> Dalam studi inhalasi hewan pengerat dengan berbagai senyawa nikel dan logam nikel, peningkatan peradangan paru dengan dan tanpa hiperplasia atau [[fibrosis]] [[kelenjar getah bening]] bronkial diamati.<ref>National Toxicology Program. (2016). [https://ntp.niehs.nih.gov/pubhealth/roc/index-1.html "Report on Carcinogens"] , 14th ed. Research Triangle Park, NC: U.S. Department of Health and Human Services, Public Health Service..</ref><ref>National Toxicology Program. ''NTP Toxicology and Carcinogenesis Studies of Nickel Subsulfide (CAS No. 12035-72-2) in F344 Rats and B6C3F1 Mice (Inhalation Studies)''. ''National Toxicology Program Technical Report Series''. 1996. Vol. 453. hlm. 1–365.</ref><ref>A. R Oller. ''Inhalation carcinogenicity study with nickel metal powder in Wistar rats''. ''Toxicology and Applied Pharmacology''. 2008. Vol. 233 (2). hlm. 262–75. doi:10.1016/j.taap.2008.08.017.</ref><ref>National Toxicology Program. ''NTP Toxicology and Carcinogenesis Studies of Nickel Sulfate Hexahydrate (CAS No. 10101-97-0) in F344 Rats and B6C3F1 Mice (Inhalation Studies)''. ''National Toxicology Program Technical Report Series''. 1996. Vol. 454. hlm. 1–380.</ref> Dalam penelitian dengan tikus, konsumsi oral garam nikel terlarut dalam air dapat menyebabkan kematian [[perinatal]] pada hewan hamil.<ref>Springborn Laboratories Inc. (2000). "An Oral (Gavage) Two-generation Reproduction Toxicity Study in Sprague-Dawley Rats with Nickel Sulfate Hexahydrate." Final Report. Springborn Laboratories Inc., Spencerville. SLI Study No. 3472.4.</ref> Apakah efek ini relevan dengan manusia masih belum jelas karena studi epidemiologi pada pekerja wanita yang terpapar nikel belum menunjukkan efek toksisitas perkembangan yang merugikan.<ref>A Vaktskjold. ''Genital malformations in newborns of female nickel-refinery workers''. ''Scandinavian Journal of Work, Environment & Health''. 2006. Vol. 32 (1). hlm. 41–50. doi:10.5271/sjweh.975.</ref><ref>A Vaktskjold. ''Spontaneous abortions among nickel-exposed female refinery workers''. ''International Journal of Environmental Health Research''. 2008. Vol. 18 (2). hlm. 99–115. doi:10.1080/09603120701498295.</ref><ref>A Vaktskjold. [https://semanticscholar.org/paper/3e30d0b39ab053eb3be677541ebb2d12ec737060 Small-for-gestational-age newborns of female refinery workers exposed to nickel]. ''International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health''. 2007. Vol. 20 (4). hlm. 327–38. doi:10.2478/v10001-007-0034-0.</ref><ref>A Vaktskjold. ''Maternal nickel exposure and congenital musculoskeletal defects''. ''American Journal of Industrial Medicine''. 2008. Vol. 51 (11). hlm. 825–33. doi:10.1002/ajim.20609.</ref> | |||
Orang dapat terpapar nikel di tempat kerja melalui penghirupan, konsumsi, dan kontak dengan kulit atau mata. [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (OSHA) telah menetapkan batas legal ([[batas paparan yang diizinkan]]) dalam tempat kerja sebesar 1 mg/m<sup>3</sup> per 8 jam kerja, kecuali nikel karbonil. [[National Institute for Occupational Safety and Health]] (NIOSH) menetapkan batas paparan yang direkomendasikan (REL) sebesar 0,015 mg/m3 per 8 jam hari kerja. Pada 10 mg/m3, nikel [[Langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan|berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan]].<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0445.html CDC – NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards – Nickel metal and other compounds (as Ni)]. ''www.cdc.gov''.</ref> [[Nikel karbonil]] [Ni(CO)<sub>4</sub>] adalah gas yang sangat beracun. Toksisitas karbonil logam berasal dari toksisitas logam dan pembuangan gas [[karbon monoksida]] dari gugus fungsi karbonil; nikel karbonil juga mudah meledak di udara.<ref>Stellman, Jeanne Mager. [https://books.google.com/books?id=nDhpLa1rl44C&pg=PT133 Encyclopaedia of Occupational Health and Safety: Chemical, industries and occupations]. International Labour Organization. 1998. hlm. 133–. ISBN 978-92-2-109816-4.</ref><ref>Donald G. Barceloux. [https://archive.org/details/clinical-toxicology_1999_37_2/page/239 Nickel]. ''Clinical Toxicology''. 1999. Vol. 37 (2). hlm. 239–258. doi:10.1081/CLT-100102423.</ref> | |||
Orang | Orang yang [[Sensitivitasi (imunologi)|sensitif]] mungkin menunjukkan [[Alergi nikel|alergi kontak kulit terhadap nikel]] yang dikenal sebagai [[dermatitis]] kontak. Orang yang sangat sensitif juga dapat bereaksi terhadap makanan dengan kandungan nikel yang tinggi.<ref>[https://www.aad.org/Forms/Policies/Uploads/PS/PS-Nickel%20Sensitivity.pdf Position Statement on Nickel Sensitivity] . American Academy of Dermatology(August 22, 2015)</ref> Sensitivitas terhadap nikel juga dapat ditemukan pada pasien dengan [[pompholyx]]. Nikel adalah alergen kontak yang paling banyak dialami orang di seluruh dunia, sebagian alerginya karena penggunaannya dalam perhiasan untuk [[tindik telinga]].<ref>Thyssen J. P. ''The epidemiology of contact allergy in the general population—prevalence and main findings''. ''Contact Dermatitis''. 2007. Vol. 57 (5). hlm. 287–99. doi:10.1111/j.1600-0536.2007.01220.x.</ref> Alergi nikel yang mempengaruhi telinga yang ditindik sering kali ditandai dengan kulit yang merah dan gatal. Sekarang, banyak anting dibuat tanpa nikel atau nikel rendah lindi<ref>[http://www.nipera.org/WorkplaceGuide/ToxicityOfNickelCompounds/NickelAlloys/DermalExposureNickel%20Alloys.aspx Dermal Exposure: Nickel Alloys] Nickel Producers Environmental Research Association (NiPERA), accessed 2016 Feb.11</ref> untuk mengatasi masalah ini. Jumlah yang diperbolehkan dalam produk yang bersentuhan dengan kulit manusia sekarang diatur dalam [[Uni Eropa]]. Pada tahun 2002, para peneliti menemukan bahwa nikel yang terlindi oleh koin 1 dan 2 Euro jauh melebihi standar tersebut. Ini diyakini sebagai hasil dari reaksi [[Galvanisasi|galvanik]].<ref>O. Nestle. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_2002-09-12_419_6903/page/132 High nickel release from 1- and 2-euro coins]. ''Nature''. 2002. Vol. 419 (6903). hlm. 132. doi:10.1038/419132a.</ref> Nickel terpilih sebagai Allergen of the Year pada tahun 2008 oleh American Contact Dermatitis Society.<ref>Dow, Lea. [http://www.nickelallergyinformation.com/2008/06/nickel-named-2008-contact-alle.htm Nickel Named 2008 Contact Allergen of the Year]. ''Nickel Allergy Information''. June 3, 2008.</ref> Pada Agustus 2015, American Academy of Dermatology menyatakan tentang keamanan nikel: "Diperkirakan bahwa dermatitis kontak, yang mencakup sensitisasi nikel, menyumbang sekitar $1,918 miliar (sekitar Rp 25,8 triliun) dan mempengaruhi hampir 72,29 juta orang."<ref>[https://www.aad.org/Forms/Policies/Uploads/PS/PS-Nickel%20Sensitivity.pdf Position Statement on Nickel Sensitivity] . American Academy of Dermatology(August 22, 2015)</ref> | ||
Laporan menunjukkan bahwa aktivasi faktor induksi hipoksia (HIF-1) yang diinduksi nikel dan peningkatan regulasi gen yang diinduksi hipoksia disebabkan oleh penipisan [[Vitamin C|askorbat]] intraseluler. Penambahan askorbat ke media kultur meningkatkan level askorbat intraseluler dan membalikkan stabilisasi yang diinduksi logam dari ekspresi gen yang bergantung pada HIF-1 dan HIF-1α.<ref>k. Salnikow. ''Depletion of intracellular ascorbate by the carcinogenic metal nickel and cobalt results in the induction of hypoxic stress''. ''Journal of Biological Chemistry''. September 2004. Vol. 279 (39). hlm. 40337–44. doi:10.1074/jbc.M403057200.</ref><ref>K. K. Das. [http://www.icmr.nic.in/ijmr/2008/october/1005.pdf Nickel, its adverse health effects and oxidative stress]. ''Indian Journal of Medical Research''. 2008. Vol. 128 (4). hlm. 117–131.</ref> | |||
Laporan menunjukkan bahwa aktivasi faktor induksi hipoksia (HIF-1) yang diinduksi nikel dan peningkatan regulasi gen yang diinduksi hipoksia disebabkan oleh penipisan [[Vitamin C|askorbat]] intraseluler. Penambahan askorbat ke media kultur meningkatkan level askorbat intraseluler dan membalikkan stabilisasi yang diinduksi logam dari ekspresi gen yang bergantung pada HIF-1 dan HIF-1α. | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Nikel sulfida]] | * [[Nikel sulfida]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Ni/index.html WebElements.com – Ni] | * [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Ni/index.html WebElements.com – Ni] | ||
* [http://www.nature.com/cgi-taf/DynaPage.taf?file=/nature/journal/v419/n6903/abs/419132a_fs.html&filetype=&_UserReference=C0A804ED4653F39333F43C407C6F3D7FE5CE Article in Nature on nickel emitted by euro coins] | * [http://www.nature.com/cgi-taf/DynaPage.taf?file=/nature/journal/v419/n6903/abs/419132a_fs.html&filetype=&_UserReference=C0A804ED4653F39333F43C407C6F3D7FE5CE Article in Nature on nickel emitted by euro coins] | ||
| Baris 298: | Baris 273: | ||
* [http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/pengolahan-mineral/tahap-proses-pengolahan-bijih-nikel-laterite/ http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/pengolahan-mineral/tahap-proses-pengolahan-bijih-nikel-laterite/] | * [http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/pengolahan-mineral/tahap-proses-pengolahan-bijih-nikel-laterite/ http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/pengolahan-mineral/tahap-proses-pengolahan-bijih-nikel-laterite/] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nikel&oldid=29455382 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29455382 (2026-07-14T02:03:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.33

Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel adalah logam berwarna putih keperak–perakan sedikit semburat keemasan. Nikel termasuk logam transisi, dan memiliki sifat keras serta ulet.[1] Nikel juga tergolong dalam grup logam besi-kobalt, yang dapat menghasilkan paduan yang sangat berharga.[2] Nikel murni berbentuk bubuk untuk memaksimalkan luas permukaan reaktif, memiliki aktivitas kimia yang signifikan, tetapi potongan yang besar lambat bereaksi dengan udara dalam kondisi normal karena lapisan teroksidasi terbentuk di permukaan dan mencegah korosi lebih lanjut (pasivasi). Meski begitu, nikel murni hanya ditemukan di kerak bumi dalam jumlah kecil, biasanya di batuan ultrabasa,[3][4] dan di dalam meteorit besi atau siderit yang tidak terpapar oksigen saat berada di luar atmosfer Bumi.
Nikel di dalam meteorit ditemukan bersama dengan besi, yang berasal dari supernova. Campuran besi–nikel diperkirakan menyusun inti luar dan inti dalam bumi.[5]
Nikel secara perlahan teroksidasi oleh udara pada suhu normal dan dianggap tahan korosi. Dalam sejarah, nikel digunakan untuk pelapisan besi dan kuningan, melapisi peralatan kimia, dan membuat paduan tertentu yang mempertahankan polesan perak tinggi, seperti perak Jerman. Sekitar 9% digunakan untuk lapisan nikel tahan korosi. Benda yang dilapisi nikel terkadang memicu alergi nikel. Nikel banyak digunakan dalam uang logam, walaupun kenaikan harga telah menyebabkan penggantian nikel dengan logam yang lebih murah dalam beberapa tahun terakhir.
Nikel adalah salah satu dari empat elemen (yang lainnya adalah besi, kobalt, dan gadolinium)[6] yang bersifat feromagnetik pada suhu normal. Magnet permanen Alnico yang mengandung nikel memiliki kekuatan sedang antara magnet permanen besi dan magnet tanah jarang. Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industri. Nikel penting pada zaman modern, terutama untuk paduan; sekitar 68% digunakan untuk baja tahan karat. 10% digunakan untuk paduan nikel–tembaga, 7% untuk baja paduan, 3% untuk pengecoran, 9% untuk pelapisan dan 4% dalam penggunaan lain, yang termasuk sektor baterai yang cepat berkembang.[7] Sebagai suatu senyawa, nikel memiliki kegunaan pembuatan bahan kimia khusus, seperti katalis untuk hidrogenasi (untuk ini digunakan nikel Raney), katoda untuk baterai, pigmen, dan perawatan permukaan logam.[8] Nikel merupakan nutrisi yang penting untuk sebagian mikroorganisme dan tumbuhan yang memiliki enzim dengan nikel sebagai situs aktifnya.
Karakteristik
Sifat atom dan fisik
Nikel adalah logam putih keperakan dengan sedikit semburat keemasan dengan polesan tinggi. Ini adalah salah satu dari empat elemen yang bisa menjadi magnet pada atau mendekati suhu kamar, bersama dengan besi, kobalt, dan gadolinium, jika didekatkan dengan sebuah magnet. Suhu Curie nikel adalah 355 °C (671 °F), artinya nikel menjadi non-magnetis diatas suhu Curie.[9] Sel satuan nikel adalah kubus-berpusat muka dengan parameter kisi 0,352 nm, yang membentuk jari-jari atom 0,124 nm. Struktur kristal ini stabil pada tekanan lebih dari 70 GPa. Nikel termasuk dalam kelompok logam transisi. Nikel memiliki sifat keras, mudah dibentuk dan ulet, dan memiliki konduktivitas listrik dan panas yang relatif tinggi untuk logam-logam transisi.[10] Kekuatan tekan nikel yang tinggi sebesar 34 GPa, diperkirakan bisa membuat kristal ideal, tidak pernah diperoleh dalam material sebenarnya karena pembentukan dan pergerakan dislokasi; tetapi, tekanan itu telah dicapai dalam nanopartikel Ni.[11]
Konfigurasi elektron
Atom nikel memiliki dua konfigurasi elektron, [Ar] 3d8 4s2 dan [Ar] 3d9 4s1. Jumlah energinya sangat dekat - simbol [Ar] mengacu pada struktur inti yang berbentuk seperti argon. Ada beberapa ketidaksepakatan tentang konfigurasi yang memiliki energi paling rendah.[12] Buku pelajaran kimia mengutip konfigurasi elektron nikel sebagai [Ar] 4s2 3d8,[13] bisa ditulis sebagai [Ar] 3d8 4s2.[14] Konfigurasi ini sesuai dengan aturan urutan energi Madelung, yang memprediksi 4s terisi sebelum 3d. Hal ini didukung oleh fakta eksperimental bahwa tingkat energi terendah dari atom nikel adalah tingkat energi 3d8 4s2, khususnya tingkat energi 3d8 (3F) 4s2 3F, J = 4.[15]
Namun, masing-masing dua konfigurasi terbagi menjadi beberapa tingkat energi karena struktur yang halus,[16] dan kedua kelompok tingkat energi tersebut tumpang tindih. Energi rata-rata tingkat dengan konfigurasi [Ar] 3d9 4s1 lebih rendah daripada energi rata-rata tingkat dengan konfigurasi [Ar] 3d8 4s2. Karena ini, penelitian tentang perhitungan atom mengutip konfigurasi tingkat dasar nikel sebagai [Ar] 3d9 4s1.[17]
Isotop
Bobot atom setiap isotop nikel berkisar dari 48 u (48Ni) sampai 78 u (78Ni).
Nikel yang dapat ditemukan secara alami terdiri dari lima isotop stabil; 58Ni, 60Ni, 61Ni, 62Ni dan 64Ni. Isotop 58Ni paling banyak ditemukan (68.077% kelimpahan alami). Isotop yang lebih berat dari 62Ni tidak dapat dibentuk dengan fusi nuklir tanpa kehilangan energi untuk fusi.
Nikel-62 memiliki energi pengikatan inti rata-rata tertinggi per nukleon dari setiap nuklida, pada 8,7946 MeV/nukleon.[18] Energi ikatnya lebih besar dari 56Fe dan 58Fe, unsur-unsur yang lebih banyak ditemukan daripada 62Ni yang sering salah dikutip sebagai memiliki nuklida yang memiliki ikatan paling erat.[19] Walaupun ini memprediksi nikel-62 sebagai unsur berat paling banyak di alam semesta, tingkat fotodisintegrasi nikel yang relatif tinggi di dalam bintang menyebabkan besi menjadi elemen yang paling melimpah.[20]
Isotop stabil nikel-60 adalah produk dari radionuklida besi punah 60Fe, yang meluruh dengan waktu paruh 2,6 juta tahun. Karena 60Fe memiliki waktu paruh yang sangat lama, persistensi Fe pada material di tata surya dapat menghasilkan variasi komposisi isotop 60Ni yang dapat dideteksi. Oleh karena itu, kelimpahan 60Ni di benda luar angkasa dapat memberikan wawasan tentang asal-usul tata surya dan sejarahnya.
Setidaknya 26 radioisotop nikel telah ditemukan, yang paling stabil adalah 59Ni dengan waktu paruh 76.000 tahun, 63Ni dengan waktu paruh 100 tahun, dan 56Ni dengan waktu paruh 6 hari. Semua sisa isotop radioaktif memiliki waktu paruh kurang dari 60 jam dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 30 detik. Elemen ini juga memiliki satu status meta.[21]
Nikel-56 yang radioaktif diproduksi melalui proses pembakaran silikon dan kemudian dibebaskan dalam jumlah besar dalam supernova tipe Ia. Bentuk kurva cahaya supernova ini pada masa-tengah hingga akhir berhubungan dengan peluruhan melalui penangkapan elektron nikel-56 menjadi kobalt-56 dan akhirnya menjadi besi-56.[22] Nickel-59 adalah radionuklida kosmogenik dengan umur panjang dengan waktu paruh 76.000 tahun. 59Ni memiliki banyak kegunaan dalam geologi isotop. 59Ni telah digunakan untuk menentukan umur meteorit di bumi dan untuk menentukan kelimpahan debu luar angkasa dalam es dan sedimen. Waktu paruh nikel-78 adalah 110 milidetik, dan diyakini sebagai isotop penting dalam nukleosintesis (pembuatan) dalam supernova unsur yang lebih berat daripada besi.[23] Nuklida 48Ni, ditemukan pada tahun 1999, adalah isotop unsur berat yang memiliki proton yang paling banyak diketahui. Dengan 28 proton dan 20 neutron, 48Ni memiliki "bilangan ajaib ganda", seperti halnya 78Ni dengan 28 proton dan 50 neutron. Oleh karena itu, keduanya stabil untuk sebuah nuklida dengan ketidakseimbangan proton-neutron yang besar.[24][25]
Keberadaan
Di Bumi, nikel paling sering muncul dengan belerang dan besi di dalam mineral pentlandit, dengan belerang di dalam mineral millerit, dengan arsen di dalam mineral nikelin, dan dengan arsen dan belerang di dalam galena nikel.[26] Nikel banyak ditemukan pada meteorit besi atau siderit sebagai mineral kamasit dan taenit. Nikel menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya.[27] Meteorit besi atau siderit dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar 5-25%.[28] Keberadaan nikel dalam meteorit pertama kali ditemukan pada tahun 1799 oleh Joseph-Louis Proust, seorang ahli kimia dari Prancis yang kemudian bekerja di Spanyol. Proust menganalisis sampel meteorit dari Campo del Cielo (Argentina), yang diperoleh pada tahun 1783 oleh Miguel Rubín de Celis. Dia menemukan nikel (sekitar 10%) bersama dengan besi di meteoritnya.[29]
Sebagian besar nikel ditambang dari dua jenis deposit bijih, yaitu laterit, dengan limonit nikel sebagai campuran mineral bijih utama, (Fe,Ni)O(OH), dan garnierit (campuran berbagai nikel hidro dan silikat kaya nikel), dan endapan sulfida magmatik, di mana mineral bijih utamanya adalah pentlandit: (Ni,Fe)9S8.
Indonesia dan Australia diperkirakan memiliki cadangan terbesar, yaitu 43,6% dari total cadangan dunia.[30]
Sumber daya alam yang sudah diidentifikasi dengan rata-rata 1% nikel atau lebih mengandung 130 juta ton nikel (sekitar dua kali lipat dari cadangan yang diketahui). Sekitar 60% berada di dalam mineral laterit dan 40% di dalam endapan sulfida.[31]
Berdasarkan bukti geofisika, sebagian besar nikel di Bumi berada di inti luar dan dalam Bumi. Kamasit dan taenit adalah paduan besi dan nikel yang terbentuk secara alami. Untuk mineral kamasit, paduan besi dan nikel biasanya dalam proporsi 90:10 hingga 95:5, walaupun material lain (seperti kobalt atau karbon) mungkin ada, sedangkan untuk mineral taenit, kandungan nikelnya berkisar antara 20% dan 65%. Mineral kamasit dan taenit juga ditemukan di meteorit besi-nikel.[32]
Sifat lain
Nikel adalah logam yang ringan, mudah ditempa, sedikit ferromagnetis, dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik.[33] Nikel juga tahan terhadap oksidasi, mudah ditarik oleh magnet, larut dalam asam nitrit, tidak larut dalam air dan amonia, dan sedikit larut dalam hidroklorik dan asam belerang.[34] Rapat jenisnya 8,902, dan berat jenis 8,8 untuk logam padat dan 9,04 untuk kristal tunggal.[35]
Senyawa
Bilangan oksidasi nikel yang paling banyak ditemui adalah +2. Senyawa Ni0, Ni+, dan Ni3+ telah diketahui dengan baik, dan bilangan oksidasi exotis Ni2−, Ni1−, dan Ni4+ telah diproduksi dan dipelajari.[36]
Nikel(0)
Nikel tetrakarbonil (Ni(CO)4) adalah cairan yang mudah menguap dan sangat beracun pada suhu ruangan. Nikel tetrakarbonil ditemukan oleh Ludwig Mond.[37] Saat dipanaskan, kompleksnya terurai kembali menjadi nikel dan karbon monoksida:
Ni(CO)4 ⇌ Ni + 4 CO
Perilaku ini digunakan dalam proses Mond untuk memurnikan nikel, seperti dijelaskan di atas. Nikel(0) kompleks bis(siklooktadiena)nikel(0) yang terkait adalah katalis yang berguna dalam kimia organonikel karena ligan siklooktadiena (atau kod) mudah tergeser.
Nikel(I)
Kompleks nikel(I) jarang ditemukan, salah satu contohnya adalah kompleks tetrahedral NiBr(PPh3)3. Banyak kompleks nikel(I) memiliki ikatan Ni-Ni, seperti K4 [Ni2(CN)6], yang diamagnetik dan berwarna merah tua, disiapkan dengan mereduksi K2[Ni2(CN)6] dengan amalgam natrium (paduan raksa dan natrium). Senyawa ini teroksidasi dalam air, yang membebaskan H2.[38]
Telah diperkirakan bahwa bilangan oksidasi nikel(I) penting untuk enzim yang mengandung nikel, seperti [NiFe]-hidrogenase, yang mengkatalisis reduksi reversibel proton menjadi H2.[39]
Nikel(II)
Nikel(II) membentuk senyawa dengan semua anion umum, termasuk sulfida, sulfat, karbonat, hidroksida, karboksilat, dan halida. Nikel(II) sulfat diproduksi dalam jumlah besar dengan melarutkan logam nikel atau oksida dalam asam sulfat, membentuk hexa- dan heptahidrat[40] yang berguna untuk pelapisan nikel elektrik. Garam umum nikel, seperti klorida, nitrat, dan sulfat, larut dalam air menghasilkan larutan hijau dari logam kompleks aquo [Ni(H2O)6]2+.
Keempat halida tersebut membentuk senyawa nikel, yaitu padatan dengan molekul yang memiliki pusat Ni oktahedral. Nikel(II) klorida paling banyak ditemui, dan perilakunya seperti halida lainnya. Nikel(II) klorida diproduksi dengan melarutkan nikel atau oksidanya dalam asam klorida. Biasanya dijumpai sebagai heksahidrat hijau, rumusnya biasanya ditulis NiCl2•6H2O. Ketika dilarutkan dalam air, garam ini membentuk logam kompleks aquo [Ni(H2O)6]2+. Dehidrasi NiCl2•6H2O menghasilkan NiCl2 anhidrat berwarna kuning.[41]
Beberapa kompleks nikel(II) tetrakoordinat, misalnya bis(triphenylphosphine)nikel klorida, ada dalam geometri tetrahedral dan bujur sangkar. Kompleks tetrahedral bersifat paramagnetik, sedangkan kompleks bidang persegi diamagnetik. Dalam memiliki sifat kesetimbangan magnet dan pembentukan kompleks oktahedral, keduanya berbeda dengan kompleks divalen dari logam golongan 10 yang lebih berat, yaitu paladium(II) dan platinum(II), yang hanya membentuk geometri bidang persegi.[42]
Nickelocene dikenal memiliki 20 elektron. Ini menjadikan nickelocene relatif tidak stabil.
Nikel(III) dan (IV)
Ada beberapa senyawa Ni(III) yang telah diketahui, contohnya adalah Nikel(III) trihalofosfin (NiIII(PPh3)X3).[43] Ni(III) membentuk garam sederhana dengan fluorida[44] atau ion oksida. Ni(III) dapat distabilkan oleh ligan σ-donor seperti tiol dan fosfina.[45]
Ni(IV) terdapat dalam campuran BaNiO3 oksida, sedangkan Ni(III) terdapat dalam nikel oksida hidroksida, yang digunakan sebagai sebuah katode dalam banyak baterai isi ulang, termasuk jenis baterai nikel-kadmium, nikel-besi, nikel hidrogen, dan nikel metal hidrida, dan digunakan oleh produsen baterai Li-ion tertentu.[46] Ni(IV) merupakan bilangan oksidasi dari nikel yang langka dan sangat sedikit senyawa telah diketahui hingga saat ini.[47][48][49][50]
Sejarah
Karena bijih nikel mudah disalahartikan sebagai bijih perak, pemahaman tentang logam ini dan penggunaannya hanya ada sejak abad pertengahan. Namun, penggunaan nikel yang tidak disengaja telah ditemukan sejak 3500 SM. Perunggu dari Suriah mengandung 2% nikel.[51] Beberapa manuskrip Tiongkok kuno menunjukkan bahwa "tembaga putih" (kupronikel/nikolit), dikenal sebagai baitong) digunakan di Tiongkok antara 1700–1400 SM. Tembaga putih Paktong ini diekspor ke Inggris pada awal abad ke-17, tetapi kandungan nikel dari paduan ini baru ditemukan pada tahun 1822.[52] Koin paduan nikel-tembaga dicetak oleh raja Baktria Agathocles, Euthydemus II dan Pantaleon pada abad ke-2 SM, mungkin dari kupronikel dari Tiongkok.[53]
Awalnya, nikel hanya berasal dari Kupfernickel yang langka. Mulai tahun 1824, nikel diperoleh sebagai produk sampingan dari produksi pewarna biru kobalt. Peleburan nikel skala besar dimulai di Norwegia pada tahun 1848 dari pirhotit yang kaya nikel. Penambahan nikel dalam produksi baja pada tahun 1889 meningkatkan permintaan nikel, dan endapan nikel di Kaledonia Baru, ditemukan pada tahun 1865, menyediakan sebagian besar pasokan nikel dunia antara tahun 1875 dan 1915. Penemuan endapan besar di Basin Sudbury, Kanada pada tahun 1883, di Norilsk-Talnakh, Rusia pada tahun 1920, dan di Terumbu Merensky, Afrika Selatan pada tahun 1924, memungkinkan produksi nikel dalam skala besar.[54]
Penggunaan dalam koin
Selain koin Baktria yang sudah disebutkan di atas, nikel belum digunakan sebagai komponen koin sampai pertengahan abad ke-19.
Kanada
99,9% koin nikel lima sen digunakan di Kanada (produsen nikel terbesar di dunia pada saat itu) selama tahun-tahun non-perang dari 1922 hingga 1981; kandungan logam membuat koin-koin ini bermagnetik.[55] Selama periode perang 1942-1945, sebagian besar atau semua nikel dikeluarkan dari koin Kanada dan AS untuk disimpan untuk pembuatan baju zirah dari besi.[56] Kanada menggunakan 99,9% nikel dari tahun 1968 dengan koin bernilai lebih tinggi hingga tahun 2000.[57]
Swiss
Koin nikel yang hampir murni pertama kali digunakan pada tahun 1881 di Swiss.[58]
Britania Raya
Birmingham telah membuat koin nikel sekitar tahun 1833 untuk diperdagangkan di Malaysia.[59]
Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, istilah "nikel" atau "nikel" awalnya diterapkan pada sen tembaga-nikel Flying Eagle, yang menggantikan tembaga dengan 12% nikel pada tahun 1857–1858, kemudian sen Kepala India menggunakan paduan yang sama dari tahun 1859 hingga 1864. Pada tahun 1865, nikel tiga sen mulai dibuat, dengan kandungan nikel meningkat menjadi 25%. Pada tahun 1866, nikel perisai lima sen (25% nikel, 75% tembaga) sudah menyesuaikan dengan penunjukannya. Seiring dengan proporsi paduan, istilah ini telah digunakan hingga saat ini di Amerika Serikat.
Penggunaan saat ini
Pada abad ke-21, harga nikel yang tinggi telah menyebabkan beberapa penggantian logam pada koin di seluruh dunia. Koin yang masih dibuat dengan paduan nikel adalah koin satu dan dua euro, koin 5¢, 10¢, 25¢, dan 50¢ Amerika Serikat, dan koin 20p, 50p, £1, dan £2 Britania Raya. Paduan nikel dalam koin 5p dan 10p Inggris diganti dengan baja berlapis nikel mulai tahun 2012, yang menyebabkan masalah alergi nikel bagi sebagian orang dan kontroversi publik.[60]
Produksi nikel
3,7 juta ton (t) nikel per tahun diperkirakan diproduksi di seluruh dunia. Negara produsen nikel terbesar pada tahun 2022 meliputi Indonesia (2.200.000 t), Filipina (330.000 t), Rusia (210.000 t), Kanada (190.000 t), Tiongkok (120.000 t), dan Australia (110.000 t).[61] Deposit nikel terbesar di Eropa (selain Rusia) terletak di Finlandia dan Yunani. Sumber daya yang telah diidentifikasi dengan rata-rata 1% nikel atau lebih mengandung setidaknya 130 juta ton nikel. Kira-kira 60% ada di dalam mineral laterit dan 40% berada di dalam endapan sulfida. Selain itu, sumber daya nikel di dalam laut terdapat di kerak mangan yang mencakupi sebagian besar dasar laut, terutama di sebuah daerah di Samudra Pasifik bernama Zona Clarion Clipperton dalam bentuk nodul polimetalik yang tercecer di dasar laut pada kedalaman 3,5–6 km di bawah permukaan laut.[62][63] Nodul ini terdiri dari berbagai logam tanah jarang dan perkiraan kandungan nikel dari nodul ini adalah 1,7%.[64] Dengan kemajuan dalam sains modern dan teknik, saat ini regulasi sedang ditetapkan oleh Otoritas Dasar Laut Internasional untuk memastikan bahwa pengumpulan nodul ini tidak merusak lingkungan dan mematuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.[65] Satu-satunya tempat di Amerika Serikat di mana nikel telah ditambang secara menguntungkan adalah Riddle, Oregon, di mana ada beberapa mil persegi endapan permukaan garnierit yang mengandung nikel. Tambang ditutup pada tahun 1987.[66][67] Proyek pertambangan Eagle adalah sebuah pertambangan nikel baru di semenanjung Michigan. Pembangunan selesai pada tahun 2013, dan telah dioperasikan sejak kuartal ketiga 2014.[68] Pada tahun operasi penuh pertama, pertambangan Eagle telah memproduksi 18.000 t.[69]
Pengolahan nikel
Nikel diperoleh melalui metalurgi ekstraktif: nikel diekstraksi dari bijih dengan proses pemanggangan dan reduksi konvensional yang menghasilkan logam dengan kemurnian 75%. Untuk banyak penggunaan baja tahan karat, kemurnian 75% dapat digunakan tanpa pemurnian lebih lanjut, tergantung pada pengotornya.
Pada proses tradisional, sebagian besar bijih sulfida diproses menggunakan proses pirometalurgi untuk menghasilkan matte untuk pemurnian lebih lanjut. Kemajuan terbaru dalam teknik hidrometalurgi menghasilkan logam nikel yang jauh lebih murni. Pada proses tradisional, sebagian besar endapan sulfida diproses dengan konsentrasi melalui proses flotasi buih yang diikuti dengan ekstraksi pirometalurgi. Dalam proses hidrometalurgi, bijih nikel sulfida dikonsentrasikan dengan flotasi (flotasi diferensial jika rasio Ni/Fe terlalu rendah) dan kemudian dilebur. Nikel mattenya diproses lebih lanjut dengan proses Sherritt-Gordon. Pertama, tembaga dihilangkan dengan menambahkan hidrogen sulfida, yang meninggalkan konsentrat kobalt dan nikel. Kemudian, ekstraksi pelarut digunakan untuk memisahkan kobalt dan nikel, dengan kemurnian nikel lebih dari 99%.
Electrorefining
Proses pemurnian umum yang kedua adalah pencucian matte logam ke dalam larutan garam nikel, diikuti dengan perolehan nikel elektrolitik dari larutan dengan melapiskannya ke katode sebagai nikel elektrolitik.
Proses Mond
Logam termurni diperoleh dari nikel oksida melalui proses Mond, dengan kemurnian lebih dari 99,99%.[70] Prosesnya dipatenkan oleh Ludwig Mond dan telah digunakan dalam industri sejak awal abad ke-20. Dalam proses ini, nikel direaksikan dengan karbon monoksida dengan katalis belerang pada suhu sekitar 40–80 °C untuk membentuk nikel karbonil. Besi menghasilkan besi pentakarbonil, tetapi reaksi ini memerlukan waktu yang lama. Jika perlu, nikel dapat dipisahkan dengan distilasi. Dikobalt oktakarbonil juga dibentuk dalam distilasi nikel sebagai produk sampingan, tetapi terurai menjadi tetrakobalt dodekakarbonil pada suhu reaksi untuk menghasilkan padatan yang tidak mudah menguap.[71]
Nikel diperoleh dari nikel karbonil melalui salah satu dari dua proses. Pada proses pertama, nikel karbonil dilewatkan melalui ruang besar pada suhu tinggi di mana puluhan ribu bola nikel, yang disebut pelet, diaduk secara terus-menerus. Karbonil terurai dan mendepositkan nikel murni ke dalam bola nikel. Pada proses kedua, nikel karbonil diuraikan dalam ruang kecil pada suhu 230 °C untuk menghasilkan bubuk nikel yang halus. Hasil samping karbon monoksida disirkulasi ulang dan digunakan kembali. Produk nikel yang sangat murni dikenal sebagai "karbonil nikel".[72]
Nilai logam
Harga pasar nikel melonjak sepanjang tahun 2006 dan awal bulan 2007; pada 5 April 2007, logam tersebut diperdagangkan dengan harga US$52.300/ton atau $52,3/kg (Rp 475.530/kg).[73] Harga kemudian turun secara dramatis, dan pada September 2017, logam tersebut diperdagangkan pada $11.000/ton, atau $11/kg (Rp 145.750/kg).[74]
Koin nikel AS mengandung 1,1 g nikel, bernilai 6,5 sen (Rp 590) pada April 2007, bersama dengan 3,75 gram tembaga senilai sekitar 3 sen (Rp 270), dengan total nilai logam lebih dari 9 sen (diatas Rp 800). Karena nilai nominal nikel adalah 5 sen (Rp 455), koin nikel menjadi target yang menarik untuk dilebur oleh orang-orang yang ingin menjual logam dengan keuntungan. Namun, United States Mint, untuk mengantisipasi target ini, menerapkan aturan sementara baru pada 14 Desember 2006, untuk komentar publik selama 30 hari, yang mengkriminalisasi pencairan dan ekspor koin sen dan nikel.[75] Pelanggar dikenakan denda hingga $10.000 dan atau penjara maksimal lima tahun.
Pada tanggal 19 September 2013, nilai logam dalam koin nikel AS (termasuk tembaga dan nikel) adalah $0,045 (Rp 513), 90% dari nilai nominal (Rp 570).[76]
Pengolahan melalui pirometalurgi
Berdasarkan tahapan proses, pengolahan nikel dapat dilakukan dalam tiga tahapan proses, yaitu preparasi, pemisahan, dan pewatering. Kegiatan pengolahan ini bertujuan untuk membebaskan dan memisahkan mineral berharga dari mineral yang tidak berharga atau mineral pengotor sehingga setelah dilakukan proses pengolahan dihasilkan konsentrat yang bernilai tinggi dan tailing yang tidak berharga. Metode yang dipakai bermacam-macam tergantung dari sifat kimia, sifat fisika, sifat mekanik dari mineral itu sendiri.[77]
Secara umum, mineral bijih di alam ini dibagi dalam 2 (dua) jenis yaitu mineral sulfida dan mineral oksida. Begitu pula dengan bijih nikel, ada sulfida dan ada oksida. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri dan cara pengolahannya pun juga tidak sama. Dalam bahasan kali ini akan dibatasi pengolahan bijih nikel dari mineral oksida (laterit).[78]
Bijih nikel dari mineral oksida (laterit) ada dua jenis yang umumnya ditemui yaitu saprolit dan limonit dengan berbagai variasi kadar. Perbedaan menonjol dari 2 jenis bijih ini adalah kandungan besi dan magnesium. Bijih saprolit mempunyai kandungan besi rendah dan magnesium tinggi sedangkan limonit sebaliknya. Bijih saprolit dibagi menjadi 2 berdasarkan kadarnya, yaitu HGSO (High Grade Saprolit Ore) dan LGSO (Low Grade Saprolit Ore), biasanya HGSO mempunyai kadar nikel ≥ 2% sedangkan LGSO mempunyai kadar nikel < 2%. Adapun tahap-tahap yang dilakukan untuk melakukan proses pengolahan nikel melalui beberapa tahap utama yaitu, crushing, pengering, pereduksi, peleburan, pemurni, dan granulasi dan pengemasan.[79]
Kominusi
Kominusi adalah suatu proses untuk mengubah ukuran suatu bahan galian menjadi lebih kecil, hal ini bertujuan untuk memisahkan atau melepaskan bahan galian tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya.[80][81] Kominusi bahan galian meliputi kegiatan berikut:
- Crushing yaitu suatu proses yang bertujuan untuk meliberalisasi mineral yang diinginkan agar terpisah dengan mineral pengotor yang lain. Dimana proses ini bertujuan juga untuk reduksi ukuran dari bahan galian/bijih yang langsung dari tambang (ROM = run of mine) dan berukuran besar-besar (diameter sekitar 100 cm) menjadi ukuran 20–25 cm bahkan bisa sampai ukuran 2,5 cm.[82] Alat yang digunakan pada primary crusher dan secondary crusher yaitu antara lain:
- Jaw crusher
- Gyratory crusher
- Cone crusher
- Roll crusher
- Impact crusher
- Rotary breaker
- Hammer mill
- Grinding adalah tahap pengurangan ukuran dalam batas ukuran halus yang diinginkan. Tujuan grinding yaitu mengadakan liberalisasi mineral berharga, mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan industri, dan mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan proses.[83]
Sizing
Merupakan proses pemilahan bijih yang telah melalui proses kominusi sesuai ukuran yang dibutuhkan. Kegiatan sizing meliputi screening yaitu pemisahan berdasarkan ukuran.[84] Sizing dibagi menjadi dua, antara lain:
Pengayakan/penyaringan
Pengayakan atau penyaringan (screening/sieving) adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.[85] Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu antara lain:
- Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
- Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize).
Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium yaitu antara lain:
- Hand sieve
- Vibrating sieve series/Tyler vibrating sieve
- Sieve shaker/rotap
- Wet and dry sieving
Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri yaitu antara lain:
- Stationary grizzly
- Roll grizzly
- Sieve bend
- Revolving screen
- Vibrating screen (single deck, double deck, triple deck, etc.)
- Shaking screen
- Rotary shifter
Klasifikasi
Klasifikasi (classification) adalah proses pemisahan partikel berdasarkan kecepatan pengendapannya dalam suatu media (udara atau air). Klasifikasi dilakukan dalam suatu alat yang disebut classifier.[86] Produk dari proses klasifikasi ada 2 (dua), yaitu antara lain:
- Produk yang berukuran kecil/halus (slimes) mengalir di bagian atas disebut overflow.
- Produk yang berukuran lebih besar/kasar (sand) mengendap di bagian bawah (dasar) disebut underflow.
Proses pemisahan dalam classifier dapat terjadi dalam tiga cara (concept), yaitu:
- Partition concept
- Tapping concept
- Rein concept
Pengeringan
Pengeringan (drying) adalah proses untuk membuang seluruh kandung air dari padatan yang berasal dari konsentrat dengan cara penguapan (evaporization/evaporation).[87] Peralatan atau cara yang dipakai ada bermacam-macam, yaitu antara lain:
- Hearth type drying/air dried/air baked, yaitu pengeringan yang dilakukan di atas lantai oleh sinar matahari dan harus sering diaduk (dibolak-balik).
- Shaft drier, ada dua macam, yaitu:
- Tower drier, material (mineral) yang basah dijatuhkan di dalam saluran silindris vertikal yang dialiri udara panas (800 °C–1000 °C).
- Rotary drier, material yang basah dialirkan ke dalam silinder panjang yang diputar pada posisi agak miring dan dialiri udara panas yang berlawanan arah.
Kalsinasi dan reduksi di tanur pereduksi
Tujuannya untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi. Setelah proses drying selesai, bijih nikel yang tersimpan di gudang bijih kering pada dasarnya belumlah kering secara sempurna, karena itulah tahapan ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan air bebas dan air kristal serta mereduksi nikel oksida menjadi nikel logam. Proses ini berlangsung dalam tanur reduksi. Bijih dari gudang dimasukkan dalam tanur reduksi dengan komposisi pencampuran menggunakan ratio tertentu untuk menghasilkan komposisi silika magnesia dan besi yang sesuai dengan operasional tanur listrik. Selain itu dimasukkan pula batubara yang berfungsi sebagai bahan pereduksi pada tanur reduksi maupun pada tanur pelebur. Untuk mengikat nikel dan besi reduksi yang telah tereduksi agar tidak teroksidasi kembali oleh udara maka ditambahkanlah belerang. Hasil akhir dari proses ini disebut kalsin yang bertemperatur sekitar 7000 °C.[88]
Peleburan di tanur listrik
Untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan slag. Kalsin panas yang keluar dari tanur reduksi sebagai umpan tanur pelebur dimasukkan kedalam surge bin lalu kemudian dibawa dengan transfer car ke tempat penampungan. Furnace bertujuan untuk melebur kalsin hingga terbentuk fase lelehan matte dan slag. Dinding furnace dilapisi dengan batu tahan api yang didinginkan dengan media air melalui balok tembaga. Matte dan slag akan terpisah berdasarkan berat jenisnya. Slag kemudian diangkut ke lokasi pembuangan dengan kendaraan khusus.[89]
Pengkayaan di tanur pemurni
Bertujuan untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27% menjadi di atas 75%. Matte yang memiliki berat jenis lebih besar dari slag diangkut ke tanur pemurni / converter untuk menjalani tahap pemurnian dan pengayaan. Proses yang terjadi dalam tanur pemurni adalah peniupan udara dan penambahan silika. Silika ini akan mengikat besi oksida dan membentuk ikatan yang memiliki berat jenis lebih rendah dari matte sehingga menjadi mudah untuk dipisahkan.[90]
Granulasi dan pengemasan
Untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas. Matte dituang kedalam tandis sembari secara terus menerus disemprot dengan air bertekanan tinggi. Proses ini menghasilkan nikel matte yang dingin yang berbentuk butiran-butiran halus. Butiran-butiran ini kemudian disaring, dikeringkan dan siap dikemas.[91]
Penggunaan
Saat ini, nikel digunakan sebagai berikut: 68% digunakan untuk baja tahan karat; 10% dalam paduan nonferrous; 9% dalam pelapisan listrik; 7% dalam baja paduan; 3% di pengecoran; dan 4% digunakan dalam penggunaan lainnya (termasuk baterai).[92]
Banyak produk menggunakan nikel, termasuk baja tahan karat, magnet alnico, koin, baterai isi ulang, senar gitar listrik, kapsul mikrofon, pelapisan pipa,[93] dan paduan khusus seperti permaloi, elinvar, dan invar. Nikel digunakan untuk pelapisan dan sebagai pewarna hijau di kaca. Nikel sebagian besar merupakan logam paduan, dan penggunaan utamanya adalah pada baja nikel dan besi cor nikel, yang biasanya meningkatkan kekuatan tarik, ketangguhan, dan batas elastis. Nikel banyak digunakan di paduan lainnya, termasuk kuningan nikel dan perunggu dan paduan dengan tembaga, kromium, aluminium, timbal, kobalt, perak, dan emas (Inconel, Incoloy, Monel, Nimonic).[94]
Karena ketahanannya terhadap korosi, nikel kadang digunakan sebagai pengganti perak dalam penggunaan dekoratif. Nikel juga kadang digunakan di beberapa negara setelah tahun 1859 sebagai logam koin murah (lihat di bagian Penggunaan dalam koin), tetapi pada abad ke-20, nikel digantikan dengan paduan baja tahan karat (yaitu besi) yang lebih murah, kecuali di Amerika Serikat dan Kanada.[95]
Nikel adalah agen paduan yang sangat baik untuk logam mulia tertentu dan digunakan dalam uji api sebagai pengumpul elemen dalam golongan platina. Dengan demikian, nikel mampu mengumpulkan sepenuhnya keenam elemen dalam golongan platina dari bijih, dan mengumpulkan sebagian emas. Tambang nikel besar dapat terlibat dalam pemulihan elemen dalam golongan platina (terutama platina dan paladium); contohnya di Norilsk di Rusia dan Basin Sudbury di Kanada.
Busa nikel atau jaring nikel digunakan dalam elektrode untuk difusi gas untuk sel tunam alkali.[96][97]
Nikel dan paduannya sering digunakan sebagai katalis untuk reaksi hidrogenasi. Nikel Raney, paduan nikel-aluminium yang terbagi dengan halus, merupakan salah satu bentuk umum, meskipun katalis terkait juga digunakan, termasuk katalis tipe Raney.
Nikel adalah bahan magnetostriktif alami, artinya, jika ada medan magnet, bahan tersebut mengalami sedikit perubahan panjang.[98][99] Magnetostriksi nikel sekitar -50 ppm, yang menunjukkan bahwa nikel berkontraksi.
Nikel digunakan sebagai pengikat dalam industri semen wolfram karbida atau logam keras dan digunakan dalam proporsi 6% sampai 12% berat. Nikel membuat wolfram karbida bermagnet dan menambah ketahanan korosi pada bagian yang disemen, meskipun kekerasannya lebih kecil dibandingkan dengan pengikat kobalt.[100]
63Ni, dengan waktu paruh 100,1 tahun, berguna dalam perangkat krytron sebagai pemancar partikel beta (elektron berkecepatan tinggi) untuk membuat ionisasi dengan elektrode tetap-hidup lebih andal.[101][102][103]
Sekitar 27% dari semua produksi nikel ditujukan untuk teknik, 10% untuk bangunan dan konstruksi, 14% untuk produk tubular, 20% untuk barang logam, 14% untuk transportasi, 11% untuk barang elektronik, dan 5% untuk penggunaan lain.[104]
Paduan nikel Raney banyak digunakan untuk hidrogenasi minyak tak jenuh untuk membuat margarin. Margarin buruk dan minyak sisa mungkin mengandung nikel sebagai kontaminan. Forte dkk. menemukan bahwa pasien diabetes tipe 2 memiliki 0,89[105] ng/ml Ni dalam darah dibandingkan dengan 0,77[106] ng/ml pada subjek kontrol.[107]
Paduan nikel
- Alnico (aluminium, kobalt); digunakan dalam magnet
- Alumel (mangan, aluminium, silikon)
- Brightray (20% kromium, besi, tanah jarang); awalnya untuk dudukan katup keras
- Chromel (kromium)
- Cupronickel (perunggu, tembaga)
- Feronikel (besi)
- Perak Jerman (tembaga, seng)
- Hastelloy (molibdenum, kromium, terkadang tungsten)
- Inconel (chromium, besi)
- Inconel 686 (kromium, molibdenum, tungsten)
- Logam monel (tembaga, besi, mangan)
- Nichrome (kromium)
- Nikel-karbon (karbon)
- Nikrosil (kromium, silikon, magnesium)
- Nimonic (chromium, cobalt, titanium), digunakan pada bilah turbin mesin jet
- Nisil (silikon)
- Nitinol (titanium, paduan memori bentuk)
- Paduan "lunak" secara magnetis
- Mu-logam (besi)
- Permalloy (besi, molibdenum)
- Supermalloy (molibdenum)
- Kuningan (tembaga, seng, mangan)
- Nikel hidrida (hidrogen)
- Baja tahan karat (kromium, molibdenum, karbon, mangan, belerang, fosfor, silikon)
- Koin perak (nikel)
Peranan biologis
Walaupun tidak diketahui sampai tahun 1970-an, nikel memiliki peran penting dalam kehidupan beberapa tumbuhan, eubacteria, archaebacteria, dan jamur.[108][109][110] Enzim nikel seperti urease dianggap sebagai faktor virulensi pada beberapa organisme.[111][112] Urease mengkatalisis hidrolisis urea untuk membentuk amonia dan karbamat.[113][114] Hidrogenase NiFe dapat mengkatalisis oksidasi H2 untuk membentuk proton dan elektron, dan juga dapat mengkatalisis reaksi balik, yaitu reduksi proton untuk membentuk gas hidrogen.[115][116] Sebuah koenzim nikel-tetrapirrol, kofaktor F430, ada dalam metil koenzim M reduktase, yang dapat mengkatalisis pembentukan metana, atau reaksi sebaliknya, dalam arkea metanogenik (dalam keadaan oksidasi +1).[117] Salah satu enzim dehidrogenase karbon monoksida terdiri dari gugus Fe-Ni-S.[118] Enzim pembawa nikel lainnya termasuk kelas bakteri langka enzim superoksida dismutase[119] dan glioksalase I pada bakteri dan beberapa parasit trypanosomal eukariotik[120] (pada organisme tingkat tinggi, termasuk ragi dan mamalia, enzim ini mengandung Zn2+ divalen).[121][122][123][124][125]
Nikel dari makanan dapat memengaruhi kesehatan manusia melalui infeksi dari bakteri yang bergantung pada nikel, tetapi nikel mungkin merupakan nutrisi penting untuk bakteri yang berada di usus besar, yang berfungsi sebagai prebiotik.[126] US Institute of Medicine belum mengkonfirmasi bahwa nikel adalah nutrisi penting bagi manusia, oleh karena itu, Asupan Kebutuhan Gizi (AKG) maupun Asupan yang Memadai belum ditetapkan. Batas Atas Asupan dari nikel dari makanan adalah 1000 µg/hari sebagai garam nikel terlarut. Asupan nikel dari makanan diperkirakan adalah 70 sampai 100 µg/hari, dari itu, kurang dari 10% diserap. Apa yang diserap diekskresikan dalam urine.[127] Jumlah nikel yang relatif besar - sebanding dengan perkiraan konsumsi rata-rata di atas - melindi ke dalam makanan yang dimasak dalam panci stainless steel. Contohnya, jumlah nikel yang terlindi setelah satu porsi saus tomat dimasak 10 kali rata-rata 88 µg.[128][129]
Nikel yang dilepaskan dari letusan gunung berapi di Siberian Traps diduga membantu pertumbuhan Methanosarcinales, yaitu genus arkaea euryarchaeote yang menghasilkan metana selama peristiwa kepunahan Perm-Trias, peristiwa kepunahan terbesar yang pernah tercatat.[130]
Toksisitas
Sumber utama paparan nikel adalah konsumsi oral, karena nikel sangat penting bagi tanaman.[131] Nikel ditemukan secara alami dalam makanan dan air, dan dapat meningkat jumlahnya karena polusi manusia. Misalnya, keran berlapis nikel dapat mencemari air dan tanah; air limbah industri pertambangan dan peleburan dapat mengandung nikel; makanan dimasak dengan peralatan masak paduan baja nikel atau disajikan di piring berpigmen nikel dapat mengandung nikel. Atmosfer mungkin tercemar oleh industri pemurnian bijih nikel dan pembakaran bahan bakar fosil. Manusia dapat menyerap nikel langsung dari asap rokok dan kontak kulit dengan perhiasan, sampo, deterjen, dan koin. Bentuk paparan kronis yang kurang umum adalah melalui hemodialisis karena jejak ion nikel dapat diserap ke dalam plasma dari aksi pengelatan albumin.
Paparan harian rata-rata tidak menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia. Sebagian besar nikel yang diserap setiap hari oleh manusia dikeluarkan oleh ginjal dan dikeluarkan dari tubuh melalui urine atau dibuang melalui saluran pencernaan tanpa diserap. Nikel bukanlah racun kumulatif, tetapi dosis yang lebih besar atau paparan inhalasi kronis mungkin berbahaya, bahkan karsinogenik, dan menimbulkan bahaya pekerjaan.[132]
Senyawa nikel diklasifikasikan sebagai karsinogen manusia[133][134][135][136] berdasarkan peningkatan risiko kanker pernapasan yang diamati dalam studi epidemiologi pekerja penyulingan bijih sulfida.[137] Hal ini didukung oleh hasil positif dari bioassay NTP dengan sub-sulfida Ni dan Ni oksida pada tikus.[138][139] Data manusia dan hewan menunjukkan tidak adanya karsinogenisitas melalui konsumsi oral dan karsinogenisitas terbatas senyawa nikel yang menyebabkan tumor pernapasan setelah terhirup.[140][141] Logam nikel diduga sebagai karsinogen;[142][143][144] ada konsistensi antara risiko kanker pernapasan normal pada pekerja yang sebagian besar terpapar nikel logam[145] dan tidak adanya tumor pernapasan pada studi karsinogenisitas dengan inhalasi nikel pada tikus dengan bubuk logam nikel.[146] Dalam studi inhalasi hewan pengerat dengan berbagai senyawa nikel dan logam nikel, peningkatan peradangan paru dengan dan tanpa hiperplasia atau fibrosis kelenjar getah bening bronkial diamati.[147][148][149][150] Dalam penelitian dengan tikus, konsumsi oral garam nikel terlarut dalam air dapat menyebabkan kematian perinatal pada hewan hamil.[151] Apakah efek ini relevan dengan manusia masih belum jelas karena studi epidemiologi pada pekerja wanita yang terpapar nikel belum menunjukkan efek toksisitas perkembangan yang merugikan.[152][153][154][155]
Orang dapat terpapar nikel di tempat kerja melalui penghirupan, konsumsi, dan kontak dengan kulit atau mata. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) telah menetapkan batas legal (batas paparan yang diizinkan) dalam tempat kerja sebesar 1 mg/m3 per 8 jam kerja, kecuali nikel karbonil. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menetapkan batas paparan yang direkomendasikan (REL) sebesar 0,015 mg/m3 per 8 jam hari kerja. Pada 10 mg/m3, nikel berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan.[156] Nikel karbonil [Ni(CO)4] adalah gas yang sangat beracun. Toksisitas karbonil logam berasal dari toksisitas logam dan pembuangan gas karbon monoksida dari gugus fungsi karbonil; nikel karbonil juga mudah meledak di udara.[157][158]
Orang yang sensitif mungkin menunjukkan alergi kontak kulit terhadap nikel yang dikenal sebagai dermatitis kontak. Orang yang sangat sensitif juga dapat bereaksi terhadap makanan dengan kandungan nikel yang tinggi.[159] Sensitivitas terhadap nikel juga dapat ditemukan pada pasien dengan pompholyx. Nikel adalah alergen kontak yang paling banyak dialami orang di seluruh dunia, sebagian alerginya karena penggunaannya dalam perhiasan untuk tindik telinga.[160] Alergi nikel yang mempengaruhi telinga yang ditindik sering kali ditandai dengan kulit yang merah dan gatal. Sekarang, banyak anting dibuat tanpa nikel atau nikel rendah lindi[161] untuk mengatasi masalah ini. Jumlah yang diperbolehkan dalam produk yang bersentuhan dengan kulit manusia sekarang diatur dalam Uni Eropa. Pada tahun 2002, para peneliti menemukan bahwa nikel yang terlindi oleh koin 1 dan 2 Euro jauh melebihi standar tersebut. Ini diyakini sebagai hasil dari reaksi galvanik.[162] Nickel terpilih sebagai Allergen of the Year pada tahun 2008 oleh American Contact Dermatitis Society.[163] Pada Agustus 2015, American Academy of Dermatology menyatakan tentang keamanan nikel: "Diperkirakan bahwa dermatitis kontak, yang mencakup sensitisasi nikel, menyumbang sekitar $1,918 miliar (sekitar Rp 25,8 triliun) dan mempengaruhi hampir 72,29 juta orang."[164]
Laporan menunjukkan bahwa aktivasi faktor induksi hipoksia (HIF-1) yang diinduksi nikel dan peningkatan regulasi gen yang diinduksi hipoksia disebabkan oleh penipisan askorbat intraseluler. Penambahan askorbat ke media kultur meningkatkan level askorbat intraseluler dan membalikkan stabilisasi yang diinduksi logam dari ekspresi gen yang bergantung pada HIF-1 dan HIF-1α.[165][166]
Lihat pula
Pranala luar
- WebElements.com – Ni
- Article in Nature on nickel emitted by euro coins
- [1]
- European Nickel plc
- [2]
- Tutorial - joining nickel alloys (pdf format)
- http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/pengolahan-mineral/tahap-proses-pengolahan-bijih-nikel-laterite/
Referensi
- ↑ Hammond, C.R. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2018. hlm. 4.22. ISBN 9781138561632.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ Handbook of Mineralogy. Mineralogical Society of America. 1990. Vol. Vol. I. ISBN 978-0962209703.
- ↑ Nickel: Nickel mineral information and data. Mindat.org.
- ↑ Lars Stixrude. Composition and temperature of Earth's inner core. Journal of Geophysical Research. November 1997. Vol. 102 (B11). hlm. 24729–24740. doi:10.1029/97JB02125.
- ↑ J. M. D. Coey. Rare-earth metals: Is gadolinium really ferromagnetic?. Nature. 1999. Vol. 401 (6748). hlm. 35–36. doi:10.1038/43363.
- ↑ Nickel Use In Society. Nickel Institute.
- ↑ Nickel Compounds – The Inside Story. Nickel Institute.
- ↑ Kittel, Charles. Introduction to Solid State Physics. Wiley. 1996. hlm. 449. ISBN 978-0-471-14286-7.
- ↑ Hammond, C.R. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2018. hlm. 4.22. ISBN 9781138561632.
- ↑ A. Sharma. Nickel nanoparticles set a new record of strength. Nature Communications. 2018. Vol. 9 (1). hlm. 4102. doi:10.1038/s41467-018-06575-6.
- ↑ Scerri, Eric R. The periodic table: its story and its significance. Oxford University Press. 2007. hlm. 239–240. ISBN 978-0-19-530573-9.
- ↑ Miessler, G.L. and Tarr, D.A. (1999) Inorganic Chemistry 2nd ed., Prentice–Hall. p. 38. .
- ↑ Petrucci, R.H. et al. (2002) General Chemistry 8th ed., Prentice–Hall. p. 950. .
- ↑ NIST Atomic Spectrum Database To read the nickel atom levels, type "Ni I" in the Spectrum box and click on Retrieve data.
- ↑ NIST Atomic Spectrum Database To read the nickel atom levels, type "Ni I" in the Spectrum box and click on Retrieve data.
- ↑ Scerri, Eric R. The periodic table: its story and its significance. Oxford University Press. 2007. hlm. 239–240. ISBN 978-0-19-530573-9.
- ↑ Richard Shurtleff. The Most Tightly Bound Nuclei. American Journal of Physics. 1989. Vol. 57 (6). hlm. 552. doi:10.1119/1.15970.
- ↑ M. P. Fewell. The atomic nuclide with the highest mean binding energy. American Journal of Physics. 1995. Vol. 63 (7). hlm. 653. doi:10.1119/1.17828.
- ↑ M. P. Fewell. The atomic nuclide with the highest mean binding energy. American Journal of Physics. 1995. Vol. 63 (7). hlm. 653. doi:10.1119/1.17828.
- ↑ Georges Audi. The NUBASE evaluation of nuclear and decay properties. Nuclear Physics A. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.}
- ↑ Bernard Ephraim Julius Pagel. Nucleosynthesis and chemical evolution of galaxies. 1997. hlm. 154–160. ISBN 978-0-521-55958-4.
- ↑ Davide Castelvecchi. Atom Smashers Shed Light on Supernovae, Big Bang. April 22, 2005.
- ↑ Georges Audi. The NUBASE evaluation of nuclear and decay properties. Nuclear Physics A. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.}
- ↑ P. W. Twice-magic metal makes its debut – isotope of nickel. October 23, 1999.
- ↑ National Pollutant Inventory – Nickel and compounds Fact Sheet . Npi.gov.au. Retrieved on January 9, 2012.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ Miguel Calvo. Construyendo la Tabla Periódica. Prames. 2019. hlm. 118. ISBN 978-84-8321-908-9.
- ↑ Nickel reserves worldwide by country 2020. Statista.
- ↑ Peter H. Kuck. Mineral Commodity Summaries 2019: Nickel. United States Geological Survey.
- ↑ K. L. Rasmussen. Trace element partitioning between taenite and kamacite – Relationship to the cooling rates of iron meteorites. Meteoritics. 1988. Vol. 23 (2). hlm. a107–112. doi:10.1111/j.1945-5100.1988.tb00905.x.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ The Extraction of Nickel from its Ores by the Mond Process. Nature. 1898. Vol. 59 (1516). hlm. 63–64. doi:10.1038/059063a0.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ C. E. Housecroft. Inorganic Chemistry. Prentice Hall. 2012. ISBN 978-0273742753.}
- ↑ Lascelles, Keith; Morgan, Lindsay G.; Nicholls, David and Beyersmann, Detmar (2005) "Nickel Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH, Weinheim.
- ↑ sumber. www.coursehero.com.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ K. A. Jensen. Zur Stereochemie des koordinativ vierwertigen Nickels. Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie. 1936. Vol. 229 (3). hlm. 265–281. doi:10.1002/zaac.19362290304.
- ↑ T. L. Court. Fluorine compounds of nickel(III). Journal of the Chemical Society, Dalton Transactions. 1973. hlm. 1995. doi:10.1039/DT9730001995.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Imara Corporation Launches; New Li-ion Battery Technology for High-Power Applications. Green Car Congress. December 18, 2008.
- ↑ Alexander M. Spokoyny. Electronic Tuning of Nickel-Based Bis(dicarbollide) Redox Shuttles in Dye-Sensitized Solar Cells. Angew. Chem. Int. Ed. 28 June 2010. Vol. 49 (31). hlm. 5339–5343. doi:10.1002/anie.201002181.
- ↑ M. Frederick Hawthorne. (3)-1,2-Dicarbollyl Complexes of Nickel(III) and Nickel(IV). Journal of the American Chemical Society. 1967. Vol. 89 (2). hlm. 470–471. doi:10.1021/ja00978a065.
- ↑ N. M. Camasso. Design, synthesis, and carbon-heteroatom coupling reactions of organometallic nickel(IV) complexes. Science. 2015. Vol. 347 (6227). hlm. 1218–20. doi:10.1126/science.aaa4526.
- ↑ E. I. Baucom. Nickel(II) and nickel(IV) complexes of 2,6-diacetylpyridine dioxime. Journal of the American Chemical Society. 1971. Vol. 93 (24). hlm. 6469–6475. doi:10.1021/ja00753a022.
- ↑ Samuel J. Rosenberg. Nickel and Its Alloys. National Bureau of Standards. 1968.
- ↑ Ian McNeil. An Encyclopaedia of the History of Technology. Taylor & Francis. 1990. hlm. 96–100. ISBN 978-0-415-01306-2.
- ↑ Needham, Joseph; Wang, Ling; Lu, Gwei-Djen; Tsien, Tsuen-hsuin; Kuhn, Dieter and Golas, Peter J. (1974) Science and civilisation in China . Cambridge University Press. , pp. 237–250.
- ↑ Ian McNeil. An Encyclopaedia of the History of Technology. Taylor & Francis. 1990. hlm. 96–100. ISBN 978-0-415-01306-2.
- ↑ Industrious, enduring–the 5-cent coin. Royal Canadian Mint. 2008.
- ↑ Bill Molloy. Trends of Nickel in Coins – Past, Present and Future. The Nickel Institute. November 8, 2001.
- ↑ kgi-admin. Nickel production in Canada and major projects. Mining Technology. 2023-03-24.
- ↑ Lacey, Anna. A bad penny? New coins and nickel allergy. BBC Health Check. June 22, 2013.
- ↑ nikkelen dubbele wapenstuiver Utrecht. nederlandsemunten.nl.
- ↑ Lacey, Anna. A bad penny? New coins and nickel allergy. BBC Health Check. June 22, 2013.
- ↑ Mineral Commodity Summaries 2025 - Nickel. US Geological Survey.
- ↑ Nickel. U.S. Geological Survey, Mineral Commodity Summaries. Januari 2013.
- ↑ Michael F. Gazley. Polymetallic Nodules. Research Gate. New Zealand Minerals Forum.
- ↑ J. L. Mero. Chapter 11 Economic Aspects of Nodule Mining. Elsevier Oceanography Series. 1 Januari 1977. Vol. 15. hlm. 327–355. doi:10.1016/S0422-9894(08)71025-0. ISBN 9780444415240.
- ↑ International Seabed Authority. Strategic Plan 2019-2023. isa.org. International Seabed Authority.
- ↑ The Nickel Mountain Project. Ore Bin. 1953. Vol. 15 (10). hlm. 59–66.
- ↑ Environment Writer: Nickel. National Safety Council. 2006.
- ↑ Operations & Development. Lundin Mining Corporation.
- ↑ Operations & Development. Lundin Mining Corporation.
- ↑ L. Mond. Action of carbon monoxide on nickel. Journal of the Chemical Society. 1890. Vol. 57. hlm. 749–753. doi:10.1039/CT8905700749.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Neikov, Oleg D. Handbook of Non-Ferrous Metal Powders: Technologies and Applications. Elsevier. January 15, 2009. hlm. 371–. ISBN 978-1-85617-422-0.
- ↑ LME nickel price graphs. London Metal Exchange.
- ↑ London Metal Exchange. LME.com.
- ↑ United States Mint Moves to Limit Exportation & Melting of Coins , The United States Mint, press release, December 14, 2006
- ↑ United States Circulating Coinage Intrinsic Value Table. Coininflation.com.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ INVENTARISASI SUMBERDAYA ALAM KABUPATEN KONAWE UTARA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. ResearchGate.
- ↑ Nickel Use In Society. Nickel Institute.
- ↑ American Plumbing Practice: From the Engineering Record (Prior to 1887 the Sanitary Engineer.) A Selected Reprint of Articles Describing Notable Plumbing Installations in the United States, and Questions and Answers on Problems Arising in Plumbing and House Draining. With Five Hundred and Thirty-six Illustrations. Engineering record. 1896. hlm. 119.
- ↑ Joseph R. Davis. ASM Specialty Handbook: Nickel, Cobalt, and Their Alloys. ASM International. 2000. hlm. 7–13. ISBN 978-0-87170-685-0.
- ↑ J. Theo Kloprogge. The Periodic Table: Nature's Building Blocks: An Introduction to the Naturally Occurring Elements, Their Origins and Their Uses. Elsevier. 2020. hlm. 383. ISBN 9780128215388.
- ↑ Kharton, Vladislav V. Solid State Electrochemistry II: Electrodes, Interfaces and Ceramic Membranes. Wiley-VCH. 2011. hlm. 166–. ISBN 978-3-527-32638-9.
- ↑ Bidault, F. A New Cathode Design for Alkaline Fuel Cells (AFCs). Imperial College London.
- ↑ Magnetostrictive Materials Overview. University of California, Los Angeles.
- ↑ Raghavendra Angara. High Frequency High Amplitude Magnetic Field Driving System for Magnetostrictive Actuators. Umi Dissertation Publishing. 2009. hlm. 5. ISBN 9781109187533.
- ↑ R. F. Cheburaeva. Structure and properties of tungsten carbide hard alloys with an alloyed nickel binder. Soviet Powder Metallurgy and Metal Ceramics. 1992. Vol. 31 (5). hlm. 423–425. doi:10.1007/BF00796252.
- ↑ Krytron Pulse Power Switching Tubes. Silicon Investigations. 2011.
- ↑ V. S. Bormashov. High power density nuclear battery prototype based on diamond Schottky diodes. Diamond and Related Materials. April 2018. Vol. 84. hlm. 41–47. doi:10.1016/j.diamond.2018.03.006.
- ↑ Y. R. Uhm. Study of a Betavoltaic Battery Using Electroplated Nickel-63 on Nickel Foil as a Power Source. Nuclear Engineering and Technology. June 2016. Vol. 48 (3). hlm. 773–777. doi:10.1016/j.net.2016.01.010.
- ↑ Nickel Use In Society. Nickel Institute.
- ↑ Y. R. Uhm. Study of a Betavoltaic Battery Using Electroplated Nickel-63 on Nickel Foil as a Power Source. Nuclear Engineering and Technology. June 2016. Vol. 48 (3). hlm. 773–777. doi:10.1016/j.net.2016.01.010.
- ↑ Y. R. Uhm. Study of a Betavoltaic Battery Using Electroplated Nickel-63 on Nickel Foil as a Power Source. Nuclear Engineering and Technology. June 2016. Vol. 48 (3). hlm. 773–777. doi:10.1016/j.net.2016.01.010.
- ↑ Abdul Rehman Khan. Metals in the pathogenesis of type 2 diabetes. Journal of Diabetes and Metabolic Disorders. January 8, 2014. Vol. 13 (1). hlm. 16. doi:10.1186/2251-6581-13-16.
- ↑ Andrew Sydor. Nickel Metallomics: General Themes Guiding Nickel Homeostasis. Springer. 2013. hlm. 375–416. ISBN 978-94-007-5561-1.
- ↑ Nickel and Its Surprising Impact in Nature. Wiley. 2008. Vol. 2. ISBN 978-0-470-01671-8.
- ↑ Zamble, Deborah. The Biological Chemistry of Nickel. Royal Society of Chemistry. 2017. ISBN 978-1-78262-498-1.
- ↑ Antonello Covacci. Helicobacter pylori Virulence and Genetic Geography. Science. 1999-05-21. Vol. 284 (5418). hlm. 1328–1333. doi:10.1126/science.284.5418.1328.
- ↑ Gary M. Cox. Urease as a Virulence Factor in Experimental Cryptococcosis. Infection and Immunity. 2000-02-01. Vol. 68 (2). hlm. 443–448. doi:10.1128/IAI.68.2.443-448.2000.
- ↑ Andrew Sydor. Nickel Metallomics: General Themes Guiding Nickel Homeostasis. Springer. 2013. hlm. 375–416. ISBN 978-94-007-5561-1.
- ↑ Nickel and Its Surprising Impact in Nature. Wiley. 2008. Vol. 2. ISBN 978-0-470-01671-8.
- ↑ Andrew Sydor. Nickel Metallomics: General Themes Guiding Nickel Homeostasis. Springer. 2013. hlm. 375–416. ISBN 978-94-007-5561-1.
- ↑ Nickel and Its Surprising Impact in Nature. Wiley. 2008. Vol. 2. ISBN 978-0-470-01671-8.
- ↑ Ragdale Stephen W. The Metal-Driven Biogeochemistry of Gaseous Compounds in the Environment. Springer. 2014. Vol. 14. hlm. 125–145. doi:10.1007/978-94-017-9269-1_6. ISBN 978-94-017-9268-4.
- ↑ Vincent C.-C. Wang. The Metal-Driven Biogeochemistry of Gaseous Compounds in the Environment. Springer. 2014. Vol. 14. hlm. 71–97. doi:10.1007/978-94-017-9269-1_4. ISBN 978-94-017-9268-4.
- ↑ R. K. Szilagyi. S K-Edge X-ray Absorption Spectroscopic Investigation of the Ni-Containing Superoxide Dismutase Active Site: New Structural Insight into the Mechanism. Journal of the American Chemical Society. 2004. Vol. 126 (10). hlm. 3018–3019. doi:10.1021/ja039106v.
- ↑ Greig N. Trypanothione-dependent glyoxalase I in Trypanosoma cruzi. Biochemical Journal. 2006. Vol. 400 (2). hlm. 217–23. doi:10.1042/BJ20060882.
- ↑ Aronsson A-C. Glyoxalase I, a zinc metalloenzyme of mammals and yeast. Biochemical and Biophysical Research Communications. 1978. Vol. 81 (4). hlm. 1235–1240. doi:10.1016/0006-291X(78)91268-8.
- ↑ Ridderström M. Optimized heterologous expression of the human zinc enzyme glyoxalase I. Biochemical Journal. 1996. Vol. 314 (Pt 2). hlm. 463–467. doi:10.1042/bj3140463.
- ↑ Saint-Jean AP. Active monomeric and dimeric forms of Pseudomonas putida glyoxalase I: evidence for 3D domain swapping. Biochemistry. 1998. Vol. 37 (29). hlm. 10345–10353. doi:10.1021/bi980868q.
- ↑ P. J. Thornalley. Glyoxalase I—structure, function and a critical role in the enzymatic defence against glycation. Biochemical Society Transactions. 2003. Vol. 31 (Pt 6). hlm. 1343–1348. doi:10.1042/BST0311343.
- ↑ Vander Jagt DL. Coenzymes and Cofactors VIII: Glutathione Part A. John Wiley and Sons. 1989.
- ↑ Barbara Zambelli. Interrelations between Essential Metal Ions and Human Diseases. Springer. 2013. Vol. 13. hlm. 321–357. doi:10.1007/978-94-007-7500-8_10. ISBN 978-94-007-7499-5.
- ↑ Nickel. IN: Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Copper . National Academy Press. 2001, PP. 521–529.
- ↑ Kamerud KL. Stainless Steel Leaches Nickel and Chromium into Foods During Cooking. Journal of Agricultural and Food Chemistry. August 28, 2013. Vol. 61 (39). hlm. 9495–501. doi:10.1021/jf402400v.
- ↑ Flint GN. Purity of food cooked in stainless steel utensils. Food Additives & Contaminants. 1997. Vol. 14 (2). hlm. 115–26. doi:10.1080/02652039709374506.
- ↑ Michael Schirber. Microbe's Innovation May Have Started Largest Extinction Event on Earth. Space.com. Astrobiology Magazine. July 27, 2014.
- ↑ Lynne T Haber. Derivation of an oral toxicity reference value for nickel. Regulatory Toxicology and Pharmacology. 2017. Vol. 87. hlm. S1–S18. doi:10.1016/j.yrtph.2017.03.011.
- ↑ Claudio Butticè. The SAGE Encyclopedia of Cancer and Society. SAGE Publications, Inc. 2015. hlm. 828–831. ISBN 9781483345734.
- ↑ IARC (2012). "Nickel and nickel compounds" in IARC Monogr Eval Carcinog Risks Hum. Volume 100C. pp. 169–218..
- ↑ Globally Harmonised System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) , 5th ed., United Nations, New York and Geneva, 2013..
- ↑ Regulation (EC) No 1272/2008 of the European Parliament and of the Council of 16 December 2008 on Classification, Labelling and Packaging of Substances and Mixtures, Amending and Repealing Directives 67/548/EEC and 1999/45/EC and amending Regulation (EC) No 1907/2006 [OJ L 353, 31.12.2008, p. 1]. Annex VI . Accessed July 13, 2017.
- ↑ National Toxicology Program. (2016). "Report on Carcinogens" , 14th ed. Research Triangle Park, NC: U.S. Department of Health and Human Services, Public Health Service..
- ↑ Report of the International Committee on Nickel Carcinogenesis in Man. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health. 1990. Vol. 16 (1 Spec No). hlm. 1–82. doi:10.5271/sjweh.1813.
- ↑ National Toxicology Program. NTP Toxicology and Carcinogenesis Studies of Nickel Subsulfide (CAS No. 12035-72-2) in F344 Rats and B6C3F1 Mice (Inhalation Studies). National Toxicology Program Technical Report Series. 1996. Vol. 453. hlm. 1–365.
- ↑ National Toxicology Program. NTP Toxicology and Carcinogenesis Studies of Nickel Oxide (CAS No. 1313-99-1) in F344 Rats and B6C3F1 Mice (Inhalation Studies). National Toxicology Program Technical Report Series. 1996. Vol. 451. hlm. 1–381.
- ↑ V. J Cogliano. Preventable exposures associated with human cancers. JNCI Journal of the National Cancer Institute. 2011. Vol. 103 (24). hlm. 1827–39. doi:10.1093/jnci/djr483.
- ↑ K. E Heim. Oral carcinogenicity study with nickel sulfate hexahydrate in Fischer 344 rats. Toxicology and Applied Pharmacology. 2007. Vol. 224 (2). hlm. 126–37. doi:10.1016/j.taap.2007.06.024.
- ↑ IARC (2012). "Nickel and nickel compounds" in IARC Monogr Eval Carcinog Risks Hum. Volume 100C. pp. 169–218..
- ↑ Globally Harmonised System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) , 5th ed., United Nations, New York and Geneva, 2013..
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Report of the International Committee on Nickel Carcinogenesis in Man. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health. 1990. Vol. 16 (1 Spec No). hlm. 1–82. doi:10.5271/sjweh.1813.
- ↑ A. R Oller. Inhalation carcinogenicity study with nickel metal powder in Wistar rats. Toxicology and Applied Pharmacology. 2008. Vol. 233 (2). hlm. 262–75. doi:10.1016/j.taap.2008.08.017.
- ↑ National Toxicology Program. (2016). "Report on Carcinogens" , 14th ed. Research Triangle Park, NC: U.S. Department of Health and Human Services, Public Health Service..
- ↑ National Toxicology Program. NTP Toxicology and Carcinogenesis Studies of Nickel Subsulfide (CAS No. 12035-72-2) in F344 Rats and B6C3F1 Mice (Inhalation Studies). National Toxicology Program Technical Report Series. 1996. Vol. 453. hlm. 1–365.
- ↑ A. R Oller. Inhalation carcinogenicity study with nickel metal powder in Wistar rats. Toxicology and Applied Pharmacology. 2008. Vol. 233 (2). hlm. 262–75. doi:10.1016/j.taap.2008.08.017.
- ↑ National Toxicology Program. NTP Toxicology and Carcinogenesis Studies of Nickel Sulfate Hexahydrate (CAS No. 10101-97-0) in F344 Rats and B6C3F1 Mice (Inhalation Studies). National Toxicology Program Technical Report Series. 1996. Vol. 454. hlm. 1–380.
- ↑ Springborn Laboratories Inc. (2000). "An Oral (Gavage) Two-generation Reproduction Toxicity Study in Sprague-Dawley Rats with Nickel Sulfate Hexahydrate." Final Report. Springborn Laboratories Inc., Spencerville. SLI Study No. 3472.4.
- ↑ A Vaktskjold. Genital malformations in newborns of female nickel-refinery workers. Scandinavian Journal of Work, Environment & Health. 2006. Vol. 32 (1). hlm. 41–50. doi:10.5271/sjweh.975.
- ↑ A Vaktskjold. Spontaneous abortions among nickel-exposed female refinery workers. International Journal of Environmental Health Research. 2008. Vol. 18 (2). hlm. 99–115. doi:10.1080/09603120701498295.
- ↑ A Vaktskjold. Small-for-gestational-age newborns of female refinery workers exposed to nickel. International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health. 2007. Vol. 20 (4). hlm. 327–38. doi:10.2478/v10001-007-0034-0.
- ↑ A Vaktskjold. Maternal nickel exposure and congenital musculoskeletal defects. American Journal of Industrial Medicine. 2008. Vol. 51 (11). hlm. 825–33. doi:10.1002/ajim.20609.
- ↑ CDC – NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards – Nickel metal and other compounds (as Ni). www.cdc.gov.
- ↑ Stellman, Jeanne Mager. Encyclopaedia of Occupational Health and Safety: Chemical, industries and occupations. International Labour Organization. 1998. hlm. 133–. ISBN 978-92-2-109816-4.
- ↑ Donald G. Barceloux. Nickel. Clinical Toxicology. 1999. Vol. 37 (2). hlm. 239–258. doi:10.1081/CLT-100102423.
- ↑ Position Statement on Nickel Sensitivity . American Academy of Dermatology(August 22, 2015)
- ↑ Thyssen J. P. The epidemiology of contact allergy in the general population—prevalence and main findings. Contact Dermatitis. 2007. Vol. 57 (5). hlm. 287–99. doi:10.1111/j.1600-0536.2007.01220.x.
- ↑ Dermal Exposure: Nickel Alloys Nickel Producers Environmental Research Association (NiPERA), accessed 2016 Feb.11
- ↑ O. Nestle. High nickel release from 1- and 2-euro coins. Nature. 2002. Vol. 419 (6903). hlm. 132. doi:10.1038/419132a.
- ↑ Dow, Lea. Nickel Named 2008 Contact Allergen of the Year. Nickel Allergy Information. June 3, 2008.
- ↑ Position Statement on Nickel Sensitivity . American Academy of Dermatology(August 22, 2015)
- ↑ k. Salnikow. Depletion of intracellular ascorbate by the carcinogenic metal nickel and cobalt results in the induction of hypoxic stress. Journal of Biological Chemistry. September 2004. Vol. 279 (39). hlm. 40337–44. doi:10.1074/jbc.M403057200.
- ↑ K. K. Das. Nickel, its adverse health effects and oxidative stress. Indian Journal of Medical Research. 2008. Vol. 128 (4). hlm. 117–131.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29455382 (2026-07-14T02:03:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.