Lompat ke isi

Klorin: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29454824; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[File:Chlorine_in_bottle.jpg|thumb|right|280px|Chlorine in bottle]]
Senyawa ini adalah [[halogen]] kedua paling ringan, berada di antara [[fluor]] dan [[bromin]] dalam tabel periodik dan sifat-sifatnya sebagian besar di antara mereka. Klorin berwujud gas berwarna kuning-hijau pada suhu kamar. Unsur ini merupakan elemen sangat reaktif dan [[Oksidator|oksidator kuat]]: klorin mempunyai [[afinitas elektron]] tertinggi dan [[elektronegativitas]] ketiga tertinggi di belakang [[oksigen]] dan fluor.
Senyawa ini adalah [[halogen]] kedua paling ringan, berada di antara [[fluor]] dan [[bromin]] dalam tabel periodik dan sifat-sifatnya sebagian besar di antara mereka. Klorin berwujud gas berwarna kuning-hijau pada suhu kamar. Unsur ini merupakan elemen sangat reaktif dan [[Oksidator|oksidator kuat]]: klorin mempunyai [[afinitas elektron]] tertinggi dan [[elektronegativitas]] ketiga tertinggi di belakang [[oksigen]] dan fluor.


Baris 10: Baris 12:


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Senyawa klorin paling umum, natrium klorida, telah dikenal sejak zaman kuno, para arkeolog telah menemukan bukti bahwa batu garam telah digunakan sejak awal 3000 SM dan air garam sejak awal 6000 SM.<ref>[http://antiquity.ac.uk/ProjGall/weller/ The earliest salt production in the world: an early Neolithic exploitation in Poiana Slatinei-Lunca, Romania].</ref> Pentingnya zat ini dalam makanan sangat terkenal di [[Era Klasik|zaman klasik]] dan kadang-kadang digunakan sebagai pembayaran layanan jenderal Romawi dan tribun militer. Unsur klorin adalah mungkin pertama kali diisolasi sekitar 1200 dengan penemuan ''[[Air raja|aqua regia]]'' dan kemampuannya untuk melarutkan emas, karena gas klorin adalah salah satu produk dari reaksi ini: tetapi saat itu tidak diakui sebagai zat baru. Sekitar tahun 1630, klorin dikenal sebagai gas oleh ahli kimia Flemish dan dokter [[J.B. van Helmont|Jan Baptist van Helmont]].<ref>Joannis Baptistae van Helmont. [https://books.google.com/books?id=Qy5AAAAAcAAJ&pg=PP5#v=onepage&q=flatibus&f=false Opera omnia [All Works]]. Johann Just Erythropel. 1682. From ''"Complexionum atque mistionum elementalium figmentum."'' (Formation of combinations and of mixtures of elements), §37, [https://books.google.com/books?id=Qy5AAAAAcAAJ&pg=PA105#v=onepage&q&f=false p. 105:] ''"Accipe salis petrae, vitrioli, & alumnis partes aequas: exsiccato singula, & connexis simul, distilla aquam. Quae nil aliud est, quam merum sal volatile. Hujus accipe uncias quatuor, salis armeniaci unciam junge, in forti vitro, alembico, per caementum (ex cera, colophonia, & vitri pulverre) calidissime affusum, firmato; mox, etiam in frigore, Gas excitatur, & vas, utut forte, dissilit cum fragore."'' (Take equal parts of saltpeter [i.e., sodium nitrate], vitriol [i.e., concentrated sulfuric acid], and alum: dry each and combine simultaneously; distill off the water [i.e., liquid]. That [distillate] is nothing else than pure volatile salt [i.e., spirit of nitre, nitric acid]. Take four ounces of this [viz, nitric acid], add one ounce of Armenian salt [i.e., ammonium chloride], [place it] in a strong glass alembic sealed by cement ([made] from wax, rosin, and powdered glass) [that has been] poured very hot; soon, even in the cold, gas is stimulated, and the vessel, however strong, bursts into fragments.) From ''"De Flatibus"'' (On gases), [https://books.google.com/books?id=Qy5AAAAAcAAJ&pg=PA408#v=onepage&q&f=false p. 408]: ''"Sal armeniacus enim, & aqua chrysulca, quae singula per se distillari, possunt, & pati calorem: sin autem jungantur, & intepescant, non possunt non, quin statim in Gas sylvestre, sive incoercibilem flatum transmutentur."'' (Truly Armenian salt [i.e., ammonium chloride] and nitric acid, each of which can be distilled by itself, and submitted to heat; but if, on the other hand, they be combined and become warm, they cannot but be changed immediately into carbon dioxide [note: van Helmont’s identification of the gas is mistaken] or an incondensable gas.) See also: * [https://www.encyclopedia.com/people/science-and-technology/chemistry-biographies/johannes-joan-baptista-van-helmont Helmont, Johannes (Joan) Baptista Van, Encyclopedia.Com]: "Others were chlorine gas from the reaction of nitric acid and sal ammoniac; … " * Wisniak, Jaime (2009) "Carl Wilhelm Scheele," ''Revista CENIC Ciencias Químicas'', '''40''' (3): 165–173 ; see p. 168: "Early in the seventeenth century Johannes Baptiste van Helmont (1579-1644) mentioned that when sal marin (sodium chloride) or sal ammoniacus and aqua chrysulca (nitric acid) were mixed together, a flatus incoercible (non-condensable gas) was evolved."</ref><ref>Greenwood and Earnshaw, p. 789–92</ref>


Senyawa klorin paling umum, natrium klorida, telah dikenal sejak zaman kuno, para arkeolog telah menemukan bukti bahwa batu garam telah digunakan sejak awal 3000 SM dan air garam sejak awal 6000 SM. Pentingnya zat ini dalam makanan sangat terkenal di [[Era Klasik|zaman klasik]] dan kadang-kadang digunakan sebagai pembayaran layanan jenderal Romawi dan tribun militer. Unsur klorin adalah mungkin pertama kali diisolasi sekitar 1200 dengan penemuan ''[[Air raja|aqua regia]]'' dan kemampuannya untuk melarutkan emas, karena gas klorin adalah salah satu produk dari reaksi ini: tetapi saat itu tidak diakui sebagai zat baru. Sekitar tahun 1630, klorin dikenal sebagai gas oleh ahli kimia Flemish dan dokter [[J.B. van Helmont|Jan Baptist van Helmont]].
Elemen ini pertama kali dipelajari secara rinci pada tahun 1774 oleh kimiawan Swedia [[Carl Wilhelm Scheele]], dan ia dianggap sebagai penemunya.<ref>Carl Wilhelm Scheele. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=mdp.39015039452910;view=1up;seq=99 Om Brunsten, eller Magnesia, och dess Egenskaper]. ''Kongliga Vetenskaps Academiens Handlingar [Proceedings of the Royal Scientific Academy]''. 1774. Vol. 35. hlm. 89–116, 177–194. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=mdp.39015039452910;view=1up;seq=103 In section 6 on pp. 93–94 of his paper], Scheele described how chlorine was produced when a mixture of hydrochloric acid and manganese dioxide (''Brunsten'') was heated: ''"6) (a) På 1/2 uns fint rifven Brunsten slogs 1 uns ren Spiritus salis. … samt lukten fo̊rsvunnen."'' ( 6) (a) On one half ounce of finely ground Braunstein [pyrolusite] was poured one ounce of pure ''spiritus salis'' [spirit of salt, hydrogen chloride]. After this mixture had been standing in the cold for one hour, the acid had assumed a dark brown colour. One part of this solution was poured into a glass, which was placed over the fire. The solution gave off an odour like warm ''aqua regia'' and after one quarter’s hour duration, it was as clear and colourless as water, and the smell had disappeared.) For an English translation of the relevant passages of this article, see: ''The Early History of Chlorine: Papers by Carl Wilhelm Scheele (1774), C. L. Berthollet (1785), Guyton de Morveau (1787), J. L. Gay-Lussac and L. J. Thenard (1809)'' (Edinburgh, Scotland: Alembic Club, 1912), [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=coo.31924012394379;view=1up;seq=9 pp. 5–10.]</ref><ref>[http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Cl 17 Chlorine]. Elements.vanderkrogt.net.</ref> Scheele memproduksi klorin dengan mereaksikan [[Mangan dioksida|MnO<sub>2</sub>]] (sebagai mineral [[Pyrolusite|pirolusit]]) dengan HCl:<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 789–92</ref>
 
Elemen ini pertama kali dipelajari secara rinci pada tahun 1774 oleh kimiawan Swedia [[Carl Wilhelm Scheele]], dan ia dianggap sebagai penemunya. Scheele memproduksi klorin dengan mereaksikan [[Mangan dioksida|MnO<sub>2</sub>]] (sebagai mineral [[Pyrolusite|pirolusit]]) dengan HCl:
: 4 HCl + MnO<sub>2</sub> → MnCl<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O + Cl<sub>2</sub>
: 4 HCl + MnO<sub>2</sub> → MnCl<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O + Cl<sub>2</sub>
Scheele mengamati beberapa sifat klorin: efek pemutihan pada [[lakmus]], mematikan pada serangga, berwarna kuning-hijau, dan bau mirip dengan [[Air raja|aqua regia]]. Saat itu ia belum berhasil membuat klorin sebagai elemen tersendiri.
Scheele mengamati beberapa sifat klorin: efek pemutihan pada [[lakmus]], mematikan pada serangga, berwarna kuning-hijau, dan bau mirip dengan [[Air raja|aqua regia]].<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 792–93</ref> Saat itu ia belum berhasil membuat klorin sebagai elemen tersendiri.<ref>[http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Cl 17 Chlorine]. Elements.vanderkrogt.net.</ref>


Teori kimia umum pada waktu itu menyatakan bahwa asam adalah senyawa yang mengandung oksigen (sisa-sisa ini bertahan di Jerman dan Belanda untuk nama-nama [[oksigen]]: ''sauerstoff'' atau ''zuurstof'', apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah ''zat asam''), sehingga sejumlah ahli kimia, termasuk [[Claude Berthollet]], menyarankan bahwa senyawa yang ditemukan Scheele ini merupakan kombinasi dari oksigen dan unsur yang belum ditemukan, ''muriaticum''. Pada tahun 1809, [[Joseph Louis Gay-Lussac]] dan [[Louis-Jacques Thénard]] mencoba untuk menguraikan senyawa yang ditemukan Scheele dengan mereaksikannnya dengan arang untuk melepaskan elemen ''muriaticum'' bebas (dan karbon dioksida). Mereka tidak berhasil dan menerbitkan laporan di mana mereka menganggap adanya kemungkinan bahwa zat ini merupakan unsur, tapi belum yakin.
Teori kimia umum pada waktu itu menyatakan bahwa asam adalah senyawa yang mengandung oksigen (sisa-sisa ini bertahan di Jerman dan Belanda untuk nama-nama [[oksigen]]: ''sauerstoff'' atau ''zuurstof'', apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah ''zat asam''), sehingga sejumlah ahli kimia, termasuk [[Claude Berthollet]], menyarankan bahwa senyawa yang ditemukan Scheele ini merupakan kombinasi dari oksigen dan unsur yang belum ditemukan, ''muriaticum''.<ref>Ihde, Aaron John. [https://books.google.com/?id=34KwmkU4LG0C&pg=PA158 The development of modern chemistry]. Courier Dover Publications. 1984. hlm. 158. ISBN 0-486-64235-6.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XVII. The halogen family''. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (11). hlm. 1915. doi:10.1021/ed009p1915.</ref> Pada tahun 1809, [[Joseph Louis Gay-Lussac]] dan [[Louis-Jacques Thénard]] mencoba untuk menguraikan senyawa yang ditemukan Scheele dengan mereaksikannnya dengan arang untuk melepaskan elemen ''muriaticum'' bebas (dan karbon dioksida). Mereka tidak berhasil dan menerbitkan laporan di mana mereka menganggap adanya kemungkinan bahwa zat ini merupakan unsur, tapi belum yakin.<ref>Gay-Lussac. [https://books.google.com/books?id=hnJKAAAAYAAJ&pg=PA295#v=onepage&q&f=false Extrait des mémoires lus à l'Institut national, depuis le 7 mars 1808 jusqu'au 27 février 1809]. ''Mémoires de Physique et de Chimie de la Société d'Arcueil''. 1809. Vol. 2. hlm. 295–358. See: § ''De la nature et des propriétés de l'acide muriatique et de l'acide muriatique oxigéné'' (On the nature and properties of muriatic acid and of oxidized muriatic acid), pp. 339–358. From pp. 357–358: ''"Le gaz muriatique oxigéné n'est pas, en effect, décomposé … comme un corps composé."'' ("In fact, oxygenated muriatic acid is not decomposed by charcoal, and it might be supposed, from this fact and those that are communicated in this Memoir, that this gas is a simple body. The phenomena that it presents can be explained well enough on this hypothesis; we shall not seek to defend it, however, as it appears to us that they are still better explained by regarding oxygenated muriatic acid as a compound body.") For a full English translation of this section, see: [http://web.lemoyne.edu/~giunta/thenard.html Joseph Louis Gay-Lussac and Louis Jacques Thénard, "On the nature and the properties of muriatic acid and of oxygenated muriatic acid" (Lemoyne College, Syracuse, New York, USA)]</ref>


Pada tahun 1810, [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] mencoba percobaan ini kembali, dan disimpulkan bahwa substansi ini adalah suatu unsur, dan bukan senyawa. Ia mengumumkan hasilnya ke Royal Society tanggal 15 November tahun itu. Pada waktu itu, ia menamai elemen baru ini sebagai "klorin", dari kata yunani χλωρος (''chlōros''), yang berarti hijau-kuning. Nama "[[halogen]]", yang berarti "penghasil garam", awalnya digunakan untuk klorin pada tahun 1811 oleh [[Johann Salomo Christoph Schweigger]]. Istilah Ini kemudian digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan semua unsur-unsur keluarga klorin (fluor, bromin, yodium), setelah saran dari [[Jöns Jakob Berzelius]] pada tahun 1826. Pada tahun 1823, [[Michael Faraday]] membuat klorin cair untuk pertama kalinya, dan menunjukkan apa yang kemudian dikenal sebagai "klorin padat" yang memiliki struktur klorin hidrat (Cl<sub>2</sub>·H<sub>2</sub>O).
Pada tahun 1810, [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] mencoba percobaan ini kembali, dan disimpulkan bahwa substansi ini adalah suatu unsur, dan bukan senyawa.<ref>[http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Cl 17 Chlorine]. Elements.vanderkrogt.net.</ref> Ia mengumumkan hasilnya ke Royal Society tanggal 15 November tahun itu.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 789–92</ref> Pada waktu itu, ia menamai elemen baru ini sebagai "klorin", dari kata yunani χλωρος (''chlōros''), yang berarti hijau-kuning.<ref>Humphry Davy. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=mdp.39015034564297;view=1up;seq=15 The Bakerian Lecture. On some of the combinations of oxymuriatic gas and oxygene, and on the chemical relations of these principles, to inflammable bodies]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1811. Vol. 101. hlm. 1–35. Davy named chlorine on [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=mdp.39015034564297;view=1up;seq=46 p. 32:] "After consulting some of the most eminent chemical philosophers in this country, it has been judged most proper to suggest a name founded upon one of its obvious and characteristic properties — its colour, and to call it ''Chlorine'', or ''Chloric'' gas.* *From χλωρος."</ref> Nama "[[halogen]]", yang berarti "penghasil garam", awalnya digunakan untuk klorin pada tahun 1811 oleh [[Johann Salomo Christoph Schweigger]].<ref>J.S.C. Schweigger. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=njp.32101076802287;view=1up;seq=295 Nachschreiben des Herausgebers, die neue Nomenclatur betreffend]. ''Journal für Chemie und Physik''. 1811. Vol. 3 (2). hlm. 249–255. On p. 251, Schweigger proposed the word "halogen": ''"Man sage dafür lieber mit richter Wortbildung ''Halogen'' (da schon in der Mineralogie durch ''Werner's'' Halit-Geschlecht dieses Wort nicht fremd ist) von αλς ''Salz'' und dem alten γενειν (dorisch γενεν) ''zeugen''."'' (One should say instead, with proper morphology, "halogen" (this word is not strange since [it's] already in mineralogy via Werner's "halite" species) from αλς [als] "salt" and the old γενειν [genein] (Doric γενεν) "to beget".)</ref> Istilah Ini kemudian digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan semua unsur-unsur keluarga klorin (fluor, bromin, yodium), setelah saran dari [[Jöns Jakob Berzelius]] pada tahun 1826.<ref>In 1826, Berzelius coined the terms ''Saltbildare'' (salt-formers) and ''Corpora Halogenia'' (salt-making substances) for the elements chlorine, iodine, and fluorine. See: Jacob Berzelius. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=hvd.32044092556919;view=1up;seq=195 Årsberättelser om Framstegen i Physik och Chemie]. P.A. Norstedt & Söner. 1826. Vol. vol. 6. hlm. 187. From p. 187: ''"De förre af dessa, d. ä. ''de electronegativa'', dela sig i tre klasser: 1) den första innehåller kroppar, som förenade med de electropositiva, omedelbart frambringa salter, hvilka jag derför kallar ''Saltbildare'' (Corpora Halogenia). Desse utgöras af chlor, iod och fluor *)."'' (The first of them [i.e., elements], i.e., the electronegative [ones], are divided into three classes: 1) The first includes substances which, [when] united with electropositive [elements], immediately produce salts, and which I therefore name "salt-formers" (salt-producing substances). These are chlorine, iodine, and fluorine *).)</ref><ref>Snelders, H. A. M. ''J. S. C. Schweigger: His Romanticism and His Crystal Electrical Theory of Matter''. ''Isis''. 1971. Vol. 62 (3). hlm. 328. doi:10.1086/350763.</ref> Pada tahun 1823, [[Michael Faraday]] membuat klorin cair untuk pertama kalinya,<ref>M. Faraday. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=mdp.39015034564487;view=1up;seq=244 On fluid chlorine]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1823. Vol. 113. hlm. 160–164.</ref><ref>[http://www.aps.org/publications/apsnews/200108/history.cfm This Month in Physics History September 4, 1821 and August 29, 1831: Faraday and Electromagnetism]. American Physical Society.</ref><ref>O'Connor J. J. [http://www-history.mcs.st-andrews.ac.uk/Biographies/Faraday.html Michael Faraday]. ''School of Mathematics and Statistics, University of St Andrews, Scotland''.</ref> dan menunjukkan apa yang kemudian dikenal sebagai "klorin padat" yang memiliki struktur klorin hidrat (Cl<sub>2</sub>·H<sub>2</sub>O).<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 789–92</ref>


Gas klorin pertama kali digunakan oleh kimiawan Prancis [[Claude Berthollet]] untuk pemutih tekstil pada tahun 1785. Pemutih modern dihasilkan dari pekerjaan lebih lanjut oleh Berthollet, yang pertama kali memproduksi [[natrium hipoklorit]] pada tahun 1789 di laboratorium di [[Javel - André Citroën (Paris Métro)|Javel]] (sekarang bagian dari [[Paris]], Prancis), dengan melewatkan gas klorin pada larutan natrium karbonat. Cairan yang dihasilkan, yang dikenal sebagai "''Eau de Javel''" ("[[Natrium hipoklorit|air Javel]]"), adalah larutan lemah dari [[natrium hipoklorit]]. Proses ini sangat tidak efisien, dan alternatif metode produksi dicari. Kimiawan Skotlandia dan industrialis [[Charles Tennant]] pertama kali menghasilkan larutan [[Kaporit|kalsium hipoklorit]] ("kapur klorinasi"), kemudian kalsium hipoklorit padat (bubuk pemutih). Senyawa-senyawa ini menghasilkan kadar unsur klorin yang rendah dan lebih efisien diangkut daripada natrium hipoklorit, yang tetap sebagai larutan encer karena ketika dimurnikan dengan menghilangkan kandungan air, senyawa ini menjadi oksidator sangat kuat dan tidak stabil. Menjelang akhir abad kesembilan belas, S. E. Smith mematenkan metode produksi natrium hipoklorit yang melibatkan elektrolisis [[air garam]] untuk menghasilkan [[natrium hidroksida]] dan gas klorin, yang kemudian dicampur untuk membentuk natrium hipoklorit. Hal Ini dikenal sebagai [[Chloralkali process|proses kloroalkali]], pertama kali diperkenalkan pada skala industri pada tahun 1892, dan sekarang menjadi sumber untuk produksi sebagian besar unsur klorin dan natrium hidroksida. Pada tahun 1884 Chemischen Fabrik Griesheim, Jerman mengembangkan lagi [[Chloralkali process|proses kloroalkali]] yang mulai diproduksi komersial pada tahun 1888.
Gas klorin pertama kali digunakan oleh kimiawan Prancis [[Claude Berthollet]] untuk pemutih tekstil pada tahun 1785.<ref>[http://www.1902encyclopedia.com/B/BLE/bleaching.html Bleaching].</ref><ref>Chris Aspin. [https://archive.org/details/cottonindustry0000aspi The Cotton Industry]. Shire Publications Ltd. 1981. hlm. [https://archive.org/details/cottonindustry0000aspi/page/24 24]. ISBN 0-85263-545-1.</ref> Pemutih modern dihasilkan dari pekerjaan lebih lanjut oleh Berthollet, yang pertama kali memproduksi [[natrium hipoklorit]] pada tahun 1789 di laboratorium di [[Javel - André Citroën (Paris Métro)|Javel]] (sekarang bagian dari [[Paris]], Prancis), dengan melewatkan gas klorin pada larutan natrium karbonat. Cairan yang dihasilkan, yang dikenal sebagai "''Eau de Javel''" ("[[Natrium hipoklorit|air Javel]]"), adalah larutan lemah dari [[natrium hipoklorit]]. Proses ini sangat tidak efisien, dan alternatif metode produksi dicari. Kimiawan Skotlandia dan industrialis [[Charles Tennant]] pertama kali menghasilkan larutan [[Kaporit|kalsium hipoklorit]] ("kapur klorinasi"), kemudian kalsium hipoklorit padat (bubuk pemutih).<ref>[http://www.1902encyclopedia.com/B/BLE/bleaching.html Bleaching].</ref> Senyawa-senyawa ini menghasilkan kadar unsur klorin yang rendah dan lebih efisien diangkut daripada natrium hipoklorit, yang tetap sebagai larutan encer karena ketika dimurnikan dengan menghilangkan kandungan air, senyawa ini menjadi oksidator sangat kuat dan tidak stabil. Menjelang akhir abad kesembilan belas, S. E. Smith mematenkan metode produksi natrium hipoklorit yang melibatkan elektrolisis [[air garam]] untuk menghasilkan [[natrium hidroksida]] dan gas klorin, yang kemudian dicampur untuk membentuk natrium hipoklorit.<ref>Paul May. [http://www.chm.bris.ac.uk/motm/bleach/bleachh.htm Bleach (Sodium Hypochlorite)]. University of Bristol.</ref> Hal Ini dikenal sebagai [[Chloralkali process|proses kloroalkali]], pertama kali diperkenalkan pada skala industri pada tahun 1892, dan sekarang menjadi sumber untuk produksi sebagian besar unsur klorin dan natrium hidroksida.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 798</ref> Pada tahun 1884 Chemischen Fabrik Griesheim, Jerman mengembangkan lagi [[Chloralkali process|proses kloroalkali]] yang mulai diproduksi komersial pada tahun 1888.<ref>Ebbe Almqvist. [https://books.google.com/?id=OI0fTJhydh4C&pg=PA220&lpg=PA220&dq=Chlorine-Alkali+Griesheim+1884#v=onepage&q=Chlorine-Alkali%20Griesheim%201884&f=false History of Industrial Gases]. Springer Science & Business Media. 2003. hlm. 220. ISBN 978-0-306-47277-0.</ref>


Larutan klorin yang dilarutkan dalam [[Basa|kimia dasar]] (natrium dan [[Kaporit|kalsium hipoklorit]]) pertama kali digunakan sebagai agen anti-pembusukan dan [[Disinfektan|desinfektan]] pada tahun 1820-an, di Prancis, jauh sebelum pembentukan [[Germ theory of disease|teori kuman penyakit]]. Praktik ini dirintis oleh [[Antoine-Germain Labarraque]], yang menyesuaikan pemutih "air Javel" Berthollet. Unsur klorin kemudian berperan sebagai [[Antiseptik|antisepsis]] (luka irigasi solusi dan sejenisnya) dan sanitasi masyarakat, khususnya dalam kolam dan air minum.
Larutan klorin yang dilarutkan dalam [[Basa|kimia dasar]] (natrium dan [[Kaporit|kalsium hipoklorit]]) pertama kali digunakan sebagai agen anti-pembusukan dan [[Disinfektan|desinfektan]] pada tahun 1820-an, di Prancis, jauh sebelum pembentukan [[Germ theory of disease|teori kuman penyakit]]. Praktik ini dirintis oleh [[Antoine-Germain Labarraque]], yang menyesuaikan pemutih "air Javel" Berthollet.<ref>Bouvet, Maurice. [http://www.persee.fr/web/revues/home/prescript/article/pharm_0035-2349_1950_num_38_128_8662 Les grands pharmaciens: Labarraque (1777–1850)]. ''Revue d'histoire de la pharmacie''. 1950. Vol. 38 (128). hlm. 97–107. doi:10.3406/pharm.1950.8662.</ref> Unsur klorin kemudian berperan sebagai [[Antiseptik|antisepsis]] (luka irigasi solusi dan sejenisnya) dan sanitasi masyarakat, khususnya dalam kolam dan air minum.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 792–93</ref>


Gas klorin pertama kali digunakan sebagai senjata pada tanggal 22 April 1915, di [[Ieper|Ypres]] oleh [[Angkatan Darat Kekaisaran Jerman|Tentara Jerman]]. Efeknya pada sekutu sangat menghancurkan karena [[masker gas]] yang ada saat itu sulit untuk disebarkan dan belum secara luas didistribusikan.
Gas klorin pertama kali digunakan sebagai senjata pada tanggal 22 April 1915, di [[Ieper|Ypres]] oleh [[Angkatan Darat Kekaisaran Jerman|Tentara Jerman]].<ref>[http://www.drcordas.com/education/weaponsmassd/Chlorine.pdf Chlorine – History].</ref><ref>[http://www.historynet.com/weaponry-use-of-chlorine-gas-cylinders-in-world-war-i.htm Weaponry: Use of Chlorine Gas Cylinders in World War I]. historynet.com.</ref> Efeknya pada sekutu sangat menghancurkan karena [[masker gas]] yang ada saat itu sulit untuk disebarkan dan belum secara luas didistribusikan.<ref>Staff. [http://www.vac-acc.gc.ca/remembers/sub.cfm?source=history/firstwar/canada/Canada4 On the Western Front, Ypres 1915]. Veteran Affairs Canada. 29 July 2004.</ref><ref>Victor Lefebure. ''The Riddle of the Rhine: Chemical Strategy in Peace and War''. Kessinger Publishing. 2004. ISBN 1-4179-3546-4.</ref>


=== Isotop ===
=== Isotop ===
Klorin memiliki 2 isotop stabil, <sup>35</sup>Cl dan <sup>37</sup>Cl. 2 isotop ini merupakan 2 isotop alam yang ada, dengan perbandingan di alam <sup>35</sup>Cl 76% dan <sup>37</sup>Cl 24% sisanya. Keduanya disintesa di bintang pada [[proses pembakaran oksigen]] dan [[Proses pembakaran silikon|pembakaran silikon]]. Keduanya memiliki spin nuklir 3/2+ dan oleh karena itu dapat digunakan untuk [[Resonansi magnet inti|resonansi magnetik nuklir]], meski besaran spin lebih besar dari 1/2 akan menghasilkan distribusi muatan nuklir non-lingkar dam akhirnya resonansi meluas sebagai akibat dari [[momen kuadrupol nuklir]] dan resultan relaksasi kuadrupolar tidak nol. Isotop klorin yang lain semuanya radioaktif dengan [[Waktu paruh|waktu-paruh]] yang terlalu cepat. Dari semuanya, yang paling umum digunakan di laboratorium adalah <sup>36</sup>Cl (''t''<sub>1/2</sub> = 3.0×10<sup>5</sup>&nbsp;thn) dan <sup>38</sup>Cl (''t''<sub>1/2</sub> = 37.2&nbsp;menit), yang bisa dibuat dari [[aktivasi neutron]] klorin alam.
Klorin memiliki 2 isotop stabil, <sup>35</sup>Cl dan <sup>37</sup>Cl. 2 isotop ini merupakan 2 isotop alam yang ada, dengan perbandingan di alam <sup>35</sup>Cl 76% dan <sup>37</sup>Cl 24% sisanya. Keduanya disintesa di bintang pada [[proses pembakaran oksigen]] dan [[Proses pembakaran silikon|pembakaran silikon]].<ref>A. G. W. Cameron. [http://pubs.giss.nasa.gov/docs/1973/1973_Cameron_1.pdf Abundance of the Elements in the Solar System]. ''Space Science Reviews''. 1973. Vol. 15. hlm. 121–46. doi:10.1007/BF00172440.</ref> Keduanya memiliki spin nuklir 3/2+ dan oleh karena itu dapat digunakan untuk [[Resonansi magnet inti|resonansi magnetik nuklir]], meski besaran spin lebih besar dari 1/2 akan menghasilkan distribusi muatan nuklir non-lingkar dam akhirnya resonansi meluas sebagai akibat dari [[momen kuadrupol nuklir]] dan resultan relaksasi kuadrupolar tidak nol. Isotop klorin yang lain semuanya radioaktif dengan [[Waktu paruh|waktu-paruh]] yang terlalu cepat. Dari semuanya, yang paling umum digunakan di laboratorium adalah <sup>36</sup>Cl (''t''<sub>1/2</sub> = 3.0×10<sup>5</sup>&nbsp;thn) dan <sup>38</sup>Cl (''t''<sub>1/2</sub> = 37.2&nbsp;menit), yang bisa dibuat dari [[aktivasi neutron]] klorin alam.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 800–4</ref>


Radioisotop klorin yang paling stabil adalah <sup>36</sup>Cl. Mode peluruhan utama isotop yang lebih ringan dari <sup>35</sup>Cl adalah [[penangkapan elektron]] terhadap isotop-isotop [[Belerang|sulfur]]; isotop yang lebih berat dari <sup>37</sup>Cl adalah [[peluruhan beta]] terhadap isotop-isotop [[argon]]; dan <sup>36</sup>Cl dapat meluruh menjadi <sup>36</sup>S atau <sup>36</sup>Ar stabil. Dalam lingkungan subpermukaan, [[penangkapan muon]] oleh <sup>40</sup>[[Kalsium|Ca]] digunakan untuk menghasilkan <sup>36</sup>Cl.
Radioisotop klorin yang paling stabil adalah <sup>36</sup>Cl. Mode peluruhan utama isotop yang lebih ringan dari <sup>35</sup>Cl adalah [[penangkapan elektron]] terhadap isotop-isotop [[Belerang|sulfur]]; isotop yang lebih berat dari <sup>37</sup>Cl adalah [[peluruhan beta]] terhadap isotop-isotop [[argon]]; dan <sup>36</sup>Cl dapat meluruh menjadi <sup>36</sup>S atau <sup>36</sup>Ar stabil.<ref>G. Audi. [http://www.nndc.bnl.gov/amdc/nubase/Nubase2003.pdf The NUBASE evaluation of nuclear and decay properties]. ''Nuclear Physics A''. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.</ref> Dalam lingkungan subpermukaan, [[penangkapan muon]] oleh <sup>40</sup>[[Kalsium|Ca]] digunakan untuk menghasilkan <sup>36</sup>Cl.<ref>M. Zreda. ''Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks''. ''Earth and Planetary Science Letters''. 1991. Vol. 105. hlm. 94. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.</ref><ref>M. Sheppard and M. Herod. ''Variation in background concentrations and specific activities of 36Cl, 129I and U/Th-series radionuclides in surface waters''. ''Journal of Environmental Radioactivity''. 2012. Vol. 106. hlm. 27–34. doi:10.1016/j.jenvrad.2011.10.015.</ref>


== Kimia dan senyawa ==
== Kimia dan senyawa ==
{| class="wikitable" style="float:right; margin-top:0; margin-left:1em; text-align:center; font-size:10pt; line-height:11pt; width:25%;"
|+ style="margin-bottom: 5px;" |Energi ikat halogen (kJ/mol)<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 804–09</ref>
!X
!XX
!HX
!BX<sub>3</sub>
!AlX<sub>3</sub>
!CX<sub>4</sub>
|-
!F
|159
|574
|645
|582
|456
|-
!Cl
|243
|428
|444
|427
|327
|-
!Br
|193
|363
|368
|360
|272
|-
!I
|151
|294
|272
|285
|239
|}
Klorin bersifat intermediet dalam hal reaktivitas di antara fluor dan bromin, dan merupakan salah satu elemen paling reaktif. Klorin merupakan oksidator yang lebih lemah dari fluor tetapi lebih kuat dari bromin atau yodium. Hal ini dapat dilihat dari [[potensial elektrode standar]] pasangan X<sub>2</sub>/X<sup>−</sup> (F, +2.866&nbsp;V; Cl, +1.395&nbsp;V; Br, +1.087&nbsp;V; I, +0.615&nbsp;V; At, +0.3&nbsp;V). Namun, tren ini tidak ditunjukkan dalam energi ikatan karena fluor bersifat singular karena ukurannya yang kecil, polarisabilitas yang rendah, dan kurangnya orbital d rendah yang tersedia untuk ikatan (yang dimiliki klorin). Perbedaan lainnya, klorin memiliki sifat kimia yang signifikan dalam keadaan oksidasi positif, sementara fluor tidak. Klorinasi seringkali menghasilkan keadaan oksidasi yang lebih tinggi daripada brominasi atau iodinasi, tetapi fluorinasi menghasilkan keadaan oksidasi yang lebih rendah. Klorin cenderung untuk bereaksi dengan senyawa yang memiliki ikatan M–M, M–H, atau M–C untuk membentuk ikatan M–Cl.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 804–09</ref>


Klorin bersifat intermediet dalam hal reaktivitas di antara fluor dan bromin, dan merupakan salah satu elemen paling reaktif. Klorin merupakan oksidator yang lebih lemah dari fluor tetapi lebih kuat dari bromin atau yodium. Hal ini dapat dilihat dari [[potensial elektrode standar]] pasangan X<sub>2</sub>/X<sup>−</sup> (F, +2.866&nbsp;V; Cl, +1.395&nbsp;V; Br, +1.087&nbsp;V; I, +0.615&nbsp;V; At, +0.3&nbsp;V). Namun, tren ini tidak ditunjukkan dalam energi ikatan karena fluor bersifat singular karena ukurannya yang kecil, polarisabilitas yang rendah, dan kurangnya orbital d rendah yang tersedia untuk ikatan (yang dimiliki klorin). Perbedaan lainnya, klorin memiliki sifat kimia yang signifikan dalam keadaan oksidasi positif, sementara fluor tidak. Klorinasi seringkali menghasilkan keadaan oksidasi yang lebih tinggi daripada brominasi atau iodinasi, tetapi fluorinasi menghasilkan keadaan oksidasi yang lebih rendah. Klorin cenderung untuk bereaksi dengan senyawa yang memiliki ikatan M–M, M–H, atau M–C untuk membentuk ikatan M–Cl.
Diketahui bahwa E°(O<sub>2</sub>/H<sub>2</sub>O) = +1.229&nbsp;V (kurang dari +1.395&nbsp;V) maka dapat diperkirakan bahwa klorin semestinya dapat mengoksidasi air menjadi oksigen dan asam hidroklorat. Namun, kinetika reaksi ini tidak menguntungkan, dan ada pula efek gelembung [[:en:Overpotential|kelebihan potensi]] yang perlu dipertimbangkan, sehingga elektrolisis larutan klorida berair menghasilkan gas klorin dan bukan gas oksigen, suatu fakta yang sangat berguna untuk produksi klorin industri.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 853–56</ref>
 
Diketahui bahwa E°(O<sub>2</sub>/H<sub>2</sub>O) = +1.229&nbsp;V (kurang dari +1.395&nbsp;V) maka dapat diperkirakan bahwa klorin semestinya dapat mengoksidasi air menjadi oksigen dan asam hidroklorat. Namun, kinetika reaksi ini tidak menguntungkan, dan ada pula efek gelembung [[:en:Overpotential|kelebihan potensi]] yang perlu dipertimbangkan, sehingga elektrolisis larutan klorida berair menghasilkan gas klorin dan bukan gas oksigen, suatu fakta yang sangat berguna untuk produksi klorin industri.


=== Asam klorida ===
=== Asam klorida ===
 
Senyawa klorin yang paling sederhana adalah [[asam klorida]], HCl, merupakan bahan kimia utama dalam industri dan laboratorium, baik dalam bentuk gas maupun larut dalam air dalam bentuk [[asam hidroklorat]]. Sering juga diproduksi dengan membakar gas hidrogen dalam gas klorin, atau sebagai produk samping dalam klorinasi [[hidrokarbon]]. Pendekatan lainnya adalah mencampur [[natrium klorida]] dengan [[asam sulfat]] pekat untuk menghasilkan asam hidroklorat, disebut juga dengan proses "''salt-cake''":<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 809–12</ref>
Senyawa klorin yang paling sederhana adalah [[asam klorida]], HCl, merupakan bahan kimia utama dalam industri dan laboratorium, baik dalam bentuk gas maupun larut dalam air dalam bentuk [[asam hidroklorat]]. Sering juga diproduksi dengan membakar gas hidrogen dalam gas klorin, atau sebagai produk samping dalam klorinasi [[hidrokarbon]]. Pendekatan lainnya adalah mencampur [[natrium klorida]] dengan [[asam sulfat]] pekat untuk menghasilkan asam hidroklorat, disebut juga dengan proses "''salt-cake''":
: NaCl + H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>  NaHSO<sub>4</sub> + HCl
: NaCl + H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>  NaHSO<sub>4</sub> + HCl
: NaCl + NaHSO<sub>4</sub>  Na<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> + HCl
: NaCl + NaHSO<sub>4</sub>  Na<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> + HCl
Dalam laboratorium, gas asam klorida dapat dibuat dengan mengeringkan asam ini dengan asam sulfat pekat. [[Deuterium klorida]], DCl, dapat dibuat dengan mereaksikan [[benzoil klorida]] dengan [[air berat]] (D<sub>2</sub>O).
Dalam laboratorium, gas asam klorida dapat dibuat dengan mengeringkan asam ini dengan asam sulfat pekat. [[Deuterium klorida]], DCl, dapat dibuat dengan mereaksikan [[benzoil klorida]] dengan [[air berat]] (D<sub>2</sub>O).<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 809–12</ref>


Pada suhu ruang, asam klorida berwujud gas tak berwarna, sama seperti semua hidrogen halida kecuali [[hidrogen fluorida]], karena hidrogen tak dapat membentuk ikatan hidrogen yang kuat dengan atom klorin yang keelektronegatifannya lebih besar. Asam klorida merupakan asam kuat (p''K''<sub>a</sub> = −7) karena ikatan hidrogen dengan klorin terlalu lemah untuk terdisosiasi. Sistem HCl/H<sub>2</sub>O memiliki banyak bentuk hidrat HCl·''n''H<sub>2</sub>O untuk ''n'' = 1, 2, 3, 4, dan 6. Campuran HCl dan H<sub>2</sub>O melebihi 1:1 akan membuat sistem terpisah menjadi 2 fase liquid yang berbeda. Asam klorida membentuk [[azeotrop]] dengan titik didih 108.58&nbsp;°C pada 20.22&nbsp;g HCl per 100&nbsp;g larutan, maka asam klorida tidak dapat dipekatkan lebih jauh lagi melewati ini melalui distilasi.
Pada suhu ruang, asam klorida berwujud gas tak berwarna, sama seperti semua hidrogen halida kecuali [[hidrogen fluorida]], karena hidrogen tak dapat membentuk ikatan hidrogen yang kuat dengan atom klorin yang keelektronegatifannya lebih besar.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 809–12</ref> Asam klorida merupakan asam kuat (p''K''<sub>a</sub> = −7) karena ikatan hidrogen dengan klorin terlalu lemah untuk terdisosiasi. Sistem HCl/H<sub>2</sub>O memiliki banyak bentuk hidrat HCl·''n''H<sub>2</sub>O untuk ''n'' = 1, 2, 3, 4, dan 6. Campuran HCl dan H<sub>2</sub>O melebihi 1:1 akan membuat sistem terpisah menjadi 2 fase liquid yang berbeda. Asam klorida membentuk [[azeotrop]] dengan titik didih 108.58&nbsp;°C pada 20.22&nbsp;g HCl per 100&nbsp;g larutan, maka asam klorida tidak dapat dipekatkan lebih jauh lagi melewati ini melalui distilasi.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 812–16</ref>


Tidak seperti asam fluorida, asam klorida anhidrat sulit untuk digunakan sebagai pelarut, karena titik didihnya rendah, rentang cairnya kecil, [[konstanta dielektrik]]<nowiki/>nya kecil dan tidak terdisosiasi merata menjadi ion-ion H<sub>2</sub>Cl<sup>+</sup> dan  dan jauh lebih tak stabil daripada ion [[bifluorida]] () karena lemahnya ikatan hidrogen antara klorin dan hidrogen. Asam klorida anhidrat adalah pelarut yang buruk, hanya dapat melarutkan senyawa yang kecil seperti [[nitrosil klorida]] dan [[fenol]], atau garam dengan [[energi kisi]] sangat rendah seperti tetraalkilamonium halida. Senyawa ini siap memprotonasi elektrofil yang berisi ikatan π. [[Solvolisis]], reaksi penggantian ligan, dan oksidasi telah dikarakterisasi dengan baik pada larutan asam klorida:
Tidak seperti asam fluorida, asam klorida anhidrat sulit untuk digunakan sebagai pelarut, karena titik didihnya rendah, rentang cairnya kecil, [[konstanta dielektrik]]<nowiki/>nya kecil dan tidak terdisosiasi merata menjadi ion-ion H<sub>2</sub>Cl<sup>+</sup> dan  dan jauh lebih tak stabil daripada ion [[bifluorida]] () karena lemahnya ikatan hidrogen antara klorin dan hidrogen. Asam klorida anhidrat adalah pelarut yang buruk, hanya dapat melarutkan senyawa yang kecil seperti [[nitrosil klorida]] dan [[fenol]], atau garam dengan [[energi kisi]] sangat rendah seperti tetraalkilamonium halida. Senyawa ini siap memprotonasi elektrofil yang berisi ikatan π. [[Solvolisis]], reaksi penggantian ligan, dan oksidasi telah dikarakterisasi dengan baik pada larutan asam klorida:<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 818–19</ref>
: Ph<sub>3</sub>SnCl + HCl → Ph<sub>2</sub>SnCl<sub>2</sub> + PhH (solvolisis)
: Ph<sub>3</sub>SnCl + HCl → Ph<sub>2</sub>SnCl<sub>2</sub> + PhH (solvolisis)
: Ph<sub>3</sub>COH + 3 HCl →  + H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>Cl<sup>−</sup> (solvolisis)
: Ph<sub>3</sub>COH + 3 HCl →  + H<sub>3</sub>O<sup>+</sup>Cl<sup>−</sup> (solvolisis)
Baris 54: Baris 90:


=== Senyawa poliklorin ===
=== Senyawa poliklorin ===
Meskipun klorin adalah oksidator kuat dengan energi ionisasi pertama tinggi, senyawa ini dapat teroksidasi pada kondisi ekstrem membentuk kation  . Senyawa ini sangat tak stabil dan hanya dikarakterisasi oleh spektrum pita elektronik ketika diproduksi dalam tabung discharge bertekanan rendah. Kation  yang berwarna kuning lebih stabil dan dapat diproduksi sebagai berikut:
Meskipun klorin adalah oksidator kuat dengan energi ionisasi pertama tinggi, senyawa ini dapat teroksidasi pada kondisi ekstrem membentuk kation  . Senyawa ini sangat tak stabil dan hanya dikarakterisasi oleh spektrum pita elektronik ketika diproduksi dalam tabung discharge bertekanan rendah. Kation  yang berwarna kuning lebih stabil dan dapat diproduksi sebagai berikut:<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 842–44</ref>
: Cl<sub>2</sub> + ClF + AsF<sub>5</sub>
: Cl<sub>2</sub> + ClF + AsF<sub>5</sub>
Reaksi ini dilakukan dalam pelarut [[arsenik pentafluorida]]. Anion triklorida, , juga telah dikarakterisasi, analog dengan [[triiodida]].
Reaksi ini dilakukan dalam pelarut [[arsenik pentafluorida]]. Anion triklorida, , juga telah dikarakterisasi, analog dengan [[triiodida]].<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 824–8</ref>


=== Fluorida klorin ===
=== Fluorida klorin ===
Tiga fluorida klorin membentuk sekelompok senyawa [[interhalogen]] yang semuanya [[diamagnetik]]. Beberapa turunan kation dan anion diketahui, seperti , , , dan Cl<sub>2</sub>F<sup>+</sup>. Beberapa [[:en:Pseudohalogen|pseudohalida]] klorin juga diketahui, seperti [[sianogen klorida]] (ClCN, linear), klorin [[sianat]] (ClNCO), klorin [[tiosianat]] (ClSCN, unlike its oxygen counterpart), dan klorin [[azida]] (ClN<sub>3</sub>).
Tiga fluorida klorin membentuk sekelompok senyawa [[interhalogen]] yang semuanya [[diamagnetik]].<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 824–8</ref> Beberapa turunan kation dan anion diketahui, seperti , , , dan Cl<sub>2</sub>F<sup>+</sup>.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 835–42</ref> Beberapa [[:en:Pseudohalogen|pseudohalida]] klorin juga diketahui, seperti [[sianogen klorida]] (ClCN, linear), klorin [[sianat]] (ClNCO), klorin [[tiosianat]] (ClSCN, unlike its oxygen counterpart), dan klorin [[azida]] (ClN<sub>3</sub>).<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 824–8</ref>


[[Klorin monofluorida]] (ClF) stabil secara termal, dan dijual komersial dalam botol 500-gram. Merupakan gas tak berwarna yang melebur pada −155.6&nbsp;°C dan mendidih pada −100.1&nbsp;°C. It may be produced by the direction of its elements at 225&nbsp;°C, though it must then be separated and purified from [[klorin trifluorida]] dan reaktannya. Karakteristiknya sendiri berada di tengah-tengah antara klorin dan fluor. Senyawa ini akan bereaksi dengan banyak logam dan nonlogam pada suhu kamar ke atas, memfluorinasinya dan melepaskan klorin. Senyawa ini juga akan bertindak sebagai agen klorofluorinasi, menambahkan klorin dan fluor melalui ikatan rangkap atau melalui oksidasi: misalnya, senyawa ini akan menyerang [[karbon monoksida]] untuk membentuk [[karbonil klorofluorida]], COFCl. Senyawa ini akan bereaksi secara analog dengan [[heksafluoroaseton]], (CF<sub>3</sub>)<sub>2</sub>CO, dengan katalis [[kalium fluorida]] untuk menghasilkan [[heptafluoroisopropil hipoklorit]], (CF<sub>3</sub>)<sub>2</sub>CFOCl; dengan [[nitril]] RCN untuk menghasilkan RCF<sub>2</sub>NCl<sub>2</sub>; dan dengan belerang oksida SO<sub>2</sub> dan SO<sub>3</sub> untuk menghasilkan ClOSO<sub>2</sub>F dan ClSO<sub>2</sub>F. Senyawa ini juga bereaksi eksotermis dengan senyawa yang memiliki gugus –OH dan –NH, seperti air:
[[Klorin monofluorida]] (ClF) stabil secara termal, dan dijual komersial dalam botol 500-gram. Merupakan gas tak berwarna yang melebur pada −155.6&nbsp;°C dan mendidih pada −100.1&nbsp;°C. It may be produced by the direction of its elements at 225&nbsp;°C, though it must then be separated and purified from [[klorin trifluorida]] dan reaktannya. Karakteristiknya sendiri berada di tengah-tengah antara klorin dan fluor. Senyawa ini akan bereaksi dengan banyak logam dan nonlogam pada suhu kamar ke atas, memfluorinasinya dan melepaskan klorin. Senyawa ini juga akan bertindak sebagai agen klorofluorinasi, menambahkan klorin dan fluor melalui ikatan rangkap atau melalui oksidasi: misalnya, senyawa ini akan menyerang [[karbon monoksida]] untuk membentuk [[karbonil klorofluorida]], COFCl. Senyawa ini akan bereaksi secara analog dengan [[heksafluoroaseton]], (CF<sub>3</sub>)<sub>2</sub>CO, dengan katalis [[kalium fluorida]] untuk menghasilkan [[heptafluoroisopropil hipoklorit]], (CF<sub>3</sub>)<sub>2</sub>CFOCl; dengan [[nitril]] RCN untuk menghasilkan RCF<sub>2</sub>NCl<sub>2</sub>; dan dengan belerang oksida SO<sub>2</sub> dan SO<sub>3</sub> untuk menghasilkan ClOSO<sub>2</sub>F dan ClSO<sub>2</sub>F. Senyawa ini juga bereaksi eksotermis dengan senyawa yang memiliki gugus –OH dan –NH, seperti air:<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 824–8</ref>
: H<sub>2</sub>O + 2 ClF → 2 HF + Cl<sub>2</sub>O
: H<sub>2</sub>O + 2 ClF → 2 HF + Cl<sub>2</sub>O
[[Klorin trifluorida]] (ClF<sub>3</sub>) berbentuk cairan tak berwarna volatil yang melebur pada −76.3&nbsp;°C dan mendidih pada 11.8&nbsp;°C. Senyawa ini dapat dibuat dengan memfluorinasi langsung gas klorin atau klorin monofluorida pada 200–300&nbsp;°C. Senyawa ini merupakan salah satu senyawa kimia paling reaktif, bereaksi dengan banyak substansi termasuk yang beberapa di antaranya dianggap inert, seperti [[asbestos]], beton, dan pasir. Senyawa ini meledak apabila berkontak dengan air dan sebagian besar senyawa organik lain. Daftar elemen yang dibakarnya beragam, termasuk [[hidrogen]], [[kalium]], [[fosfor]], [[arsen]]ik, [[antimon]], [[Belerang|sulfur]], [[selenium]], [[telurium]], [[bromin]], [[iodin]]e, dan [[molibdenum]], [[Wolfram|tungsten]], [[rodium]], [[iridium]], serta besi bubuk. Lapisan fluorida kedap air dibentuk oleh [[natrium]], [[magnesium]], [[aluminium]], [[seng]], [[timah]], dan [[perak]], yang dapat dihilangkan dengan pemanasan. Ketika dipanaskan, golongan [[logam mulia]] seperti [[paladium]], [[platina]], dan [[emas]] juga bereaksi ditambah juga golongan [[gas mulia]] seperti [[xenon]] dan [[radon]] juga tak dapat mengelak dari fluorinasi. Wadah [[Nikel]] biasanya digunakan karena ketahanan logam tersebut yang tinggi terhadap serangan klorin trifluorida, yang berasal dari pembentukan lapisan nikel fluorida yang tidak reaktif. Reaksinya dengan [[hidrazina]] untuk membentuk gas hidrogen fluorida, nitrogen, dan klorin digunakan dalam motor roket eksperimental, tetapi memiliki masalah yang sebagian besar berasal dari hipergolisitas ekstremnya yang mengakibatkan penyalaan tanpa penundaan yang terukur. Karena alasan ini, nikel digunakan dalam serangan bom selama [[Perang Dunia Kedua]] oleh Nazi. Sekarang, senyawa ini banyak digunakan dalam pemrosesan bahan bakar nuklir, untuk mengoksidasi [[uranium]] menjadi [[uranium heksafluorida]] untuk pengayaannya dan pemisahan dari [[plutonium]]. Senyawa ini dapat berperan sebagai donor atau akseptor ion fluor (asam atau basa Lewis), meskipun tak terdisosiasi merata menjadi ion  dan  .
[[Klorin trifluorida]] (ClF<sub>3</sub>) berbentuk cairan tak berwarna volatil yang melebur pada −76.3&nbsp;°C dan mendidih pada 11.8&nbsp;°C. Senyawa ini dapat dibuat dengan memfluorinasi langsung gas klorin atau klorin monofluorida pada 200–300&nbsp;°C. Senyawa ini merupakan salah satu senyawa kimia paling reaktif, bereaksi dengan banyak substansi termasuk yang beberapa di antaranya dianggap inert, seperti [[asbestos]], beton, dan pasir. Senyawa ini meledak apabila berkontak dengan air dan sebagian besar senyawa organik lain. Daftar elemen yang dibakarnya beragam, termasuk [[hidrogen]], [[kalium]], [[fosfor]], [[arsen]]ik, [[antimon]], [[Belerang|sulfur]], [[selenium]], [[telurium]], [[bromin]], [[iodin]]e, dan [[molibdenum]], [[Wolfram|tungsten]], [[rodium]], [[iridium]], serta besi bubuk. Lapisan fluorida kedap air dibentuk oleh [[natrium]], [[magnesium]], [[aluminium]], [[seng]], [[timah]], dan [[perak]], yang dapat dihilangkan dengan pemanasan. Ketika dipanaskan, golongan [[logam mulia]] seperti [[paladium]], [[platina]], dan [[emas]] juga bereaksi ditambah juga golongan [[gas mulia]] seperti [[xenon]] dan [[radon]] juga tak dapat mengelak dari fluorinasi. Wadah [[Nikel]] biasanya digunakan karena ketahanan logam tersebut yang tinggi terhadap serangan klorin trifluorida, yang berasal dari pembentukan lapisan nikel fluorida yang tidak reaktif. Reaksinya dengan [[hidrazina]] untuk membentuk gas hidrogen fluorida, nitrogen, dan klorin digunakan dalam motor roket eksperimental, tetapi memiliki masalah yang sebagian besar berasal dari hipergolisitas ekstremnya yang mengakibatkan penyalaan tanpa penundaan yang terukur. Karena alasan ini, nikel digunakan dalam serangan bom selama [[Perang Dunia Kedua]] oleh Nazi. Sekarang, senyawa ini banyak digunakan dalam pemrosesan bahan bakar nuklir, untuk mengoksidasi [[uranium]] menjadi [[uranium heksafluorida]] untuk pengayaannya dan pemisahan dari [[plutonium]]. Senyawa ini dapat berperan sebagai donor atau akseptor ion fluor (asam atau basa Lewis), meskipun tak terdisosiasi merata menjadi ion  dan  .<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 828–31</ref>


[[Klorin pentafluorida]] (ClF<sub>5</sub>) dibuat dalam skala besar dengan fluorinasi klorin dengan gas [[fluor]]in pada suhu 350&nbsp;°C dan 250&nbsp;atm. Untuk skala kecil dapat diperoleh dengan mereaksikan logam klorida dengan gas klorin pada suhu 100–300&nbsp;°C. Senyawa ini melebur pada −103&nbsp;°C dan mendidih pada −13.1&nbsp;°C. Merupakan fluonator yang sangat kuat, meski tidak seefektif klorin trifluorida. Hanya beberapa reaksi stoikiometrik yang telah dikarakterisasi. [[Arsenik pentafluorida]] dan [[antimoni pentafluorida]] membentuk hasil tambahan ionik dalam bentuk [ClF<sub>4</sub>]<sup>+</sup>[MF<sub>6</sub>]<sup>−</sup> (M = As, Sb) dan air bereaksi keras sebagai berikut:
[[Klorin pentafluorida]] (ClF<sub>5</sub>) dibuat dalam skala besar dengan fluorinasi klorin dengan gas [[fluor]]in pada suhu 350&nbsp;°C dan 250&nbsp;atm. Untuk skala kecil dapat diperoleh dengan mereaksikan logam klorida dengan gas klorin pada suhu 100–300&nbsp;°C. Senyawa ini melebur pada −103&nbsp;°C dan mendidih pada −13.1&nbsp;°C. Merupakan fluonator yang sangat kuat, meski tidak seefektif klorin trifluorida. Hanya beberapa reaksi stoikiometrik yang telah dikarakterisasi. [[Arsenik pentafluorida]] dan [[antimoni pentafluorida]] membentuk hasil tambahan ionik dalam bentuk [ClF<sub>4</sub>]<sup>+</sup>[MF<sub>6</sub>]<sup>−</sup> (M = As, Sb) dan air bereaksi keras sebagai berikut:<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 832–35</ref>
: 2 H<sub>2</sub>O + ClF<sub>5</sub> → 4 HF + FClO<sub>2</sub>
: 2 H<sub>2</sub>O + ClF<sub>5</sub> → 4 HF + FClO<sub>2</sub>
Produknya, [[kloril fluorida]], adalah salah satu dari lima klorin oksida fluorida yang diketahui. Produk ini berkisar dari FClO yang tidak stabil secara termal hingga [[perkloril fluorida]] (FClO<sub>3</sub>) yang tidak reaktif secara kimia, tiga lainnya adalah FClO<sub>2</sub>, F<sub>3</sub>ClO, dan F<sub>3</sub>ClO<sub>2</sub>. Kelimanya berperilaku serupa dengan klorin fluorida, baik secara struktural maupun kimia, dan dapat bertindak sebagai asam atau basa Lewis dengan memperoleh atau kehilangan ion fluorida, atau sebagai oksidator dan agen fluorinasi yang sangat kuat.
Produknya, [[kloril fluorida]], adalah salah satu dari lima klorin oksida fluorida yang diketahui. Produk ini berkisar dari FClO yang tidak stabil secara termal hingga [[perkloril fluorida]] (FClO<sub>3</sub>) yang tidak reaktif secara kimia, tiga lainnya adalah FClO<sub>2</sub>, F<sub>3</sub>ClO, dan F<sub>3</sub>ClO<sub>2</sub>. Kelimanya berperilaku serupa dengan klorin fluorida, baik secara struktural maupun kimia, dan dapat bertindak sebagai asam atau basa Lewis dengan memperoleh atau kehilangan ion fluorida, atau sebagai oksidator dan agen fluorinasi yang sangat kuat.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 875–80</ref>
 
== Produksi dan keberadaan ==
 


Klorin sangat reaktif dalam bentuk elemen bebas di alam namun jumlahnya sangat melimpah dalam bentuk garam klorida. Unsur ini merupakan elemen paling melimpah ke-20 di kerak bumi dan jumlahnya mencapai 126 [[bagian per juta]]. Jumlahnya paling besar dalam bentuk [[natrium klorida]] di laut. Di beberapa tempat, ada sejumlah natrium klorida dengan konsentrasi lebih tinggi, seperti [[Danau Garam Besar]] di Utah dan [[Laut Mati]] di Israel.


Sejumlah kecil gas klorin didapatkan di laboratorium dengan mencapur asam hidroklorat dan [[mangan dioksida]], namun hal ini jarang dilakukan karena ketersediaannya melimpah. Di industri, klorin diproduksi dengan elektrolisis natrium klorida yang terlarut dalam air. Proses ini, dikenal dengan [[proses kloroalkali]], muncul tahun 1892 dan saat ini menjadi metode proses produksi gas klorin terbesar. Bersama dengan klorin, metode ini menghasilkan gas [[hidrogen]] dan [[Natrium hidroksida]]. Prosesnya berjalan melalui [[persamaan reaksi]] berikut ini:
Sejumlah kecil gas klorin didapatkan di laboratorium dengan mencapur asam hidroklorat dan [[mangan dioksida]], namun hal ini jarang dilakukan karena ketersediaannya melimpah. Di industri, klorin diproduksi dengan elektrolisis natrium klorida yang terlarut dalam air. Proses ini, dikenal dengan [[proses kloroalkali]], muncul tahun 1892 dan saat ini menjadi metode proses produksi gas klorin terbesar.<ref>Greenwood and Earnshaw, p. 798</ref> Bersama dengan klorin, metode ini menghasilkan gas [[hidrogen]] dan [[Natrium hidroksida]]. Prosesnya berjalan melalui [[persamaan reaksi]] berikut ini:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorin&oldid=29454824 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
: 2 NaCl + 2 H<sub>2</sub>O → Cl<sub>2</sub> + H<sub>2</sub> + 2 NaOH
: 2 NaCl + 2 H<sub>2</sub>O → Cl<sub>2</sub> + H<sub>2</sub> + 2 NaOH
Elektrolisis larutan klorida berjalan menurut persamaan berikut:
Elektrolisis larutan klorida berjalan menurut persamaan berikut:
Baris 82: Baris 114:
Pada [[proses Deacon]], asam klorida yang didapat dari produksi [[senyawa organoklorin]] diproses lagi menjadi klorin. Proses ini mengandalkan oksidasi menggunakan oksigen:
Pada [[proses Deacon]], asam klorida yang didapat dari produksi [[senyawa organoklorin]] diproses lagi menjadi klorin. Proses ini mengandalkan oksidasi menggunakan oksigen:
: 4 HCl + O<sub>2</sub> → 2 Cl<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O
: 4 HCl + O<sub>2</sub> → 2 Cl<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O
Reaksi ini membutuhkan katalis. Seperti digunakan oleh Deacon, katalis-katalis awal berbasis dari tembaga. Proses komersial, seperti proses Mitsui MT-Klorin, berganti menggunakan katalis berbasis krom dan rutenium. Klorin yang dihasilkan tersedia dalam bentuk silinder dengan ukuran bervariasi mulai dari 450 gram hingga 70&nbsp;kg, drum (865&nbsp;kg), mobil tangki (15&nbsp;ton dengan truk; 27–90&nbsp;ton dengan kereta), dan tongkang (600–1200&nbsp;ton).
Reaksi ini membutuhkan katalis. Seperti digunakan oleh Deacon, katalis-katalis awal berbasis dari tembaga. Proses komersial, seperti proses Mitsui MT-Klorin, berganti menggunakan katalis berbasis krom dan rutenium.<ref>Schmittinger, Peter ''et al.'' (2006) "Chlorine" in ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry'', Wiley-VCH Verlag GmbH & Co.,</ref> Klorin yang dihasilkan tersedia dalam bentuk silinder dengan ukuran bervariasi mulai dari 450 gram hingga 70&nbsp;kg, drum (865&nbsp;kg), mobil tangki (15&nbsp;ton dengan truk; 27–90&nbsp;ton dengan kereta), dan tongkang (600–1200&nbsp;ton).<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 796–800</ref>


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Natrium klorida adalah senyawa klorin yang paling umum, dan merupakan sumber utama untuk bahan baku klorin dan asam hidroklorat yang diproduksi di industri kimia saat ini. Ada sekitar 15.000 senyawa mengandung klorin yang diperdagangkan secara komersial, di antaranya [[metana]] dan [[etana]] terklorinasi, [[vinil klorida]] dan polimernya [[polivinil klorida]] (PVC), [[aluminium triklorida]] untuk [[katalisis]], klorida [[magnesium]], [[titanium]], [[zirkonium]], dan [[hafnium]] yang digunakan sebagai prekursor untuk produksi elemen murni.
Natrium klorida adalah senyawa klorin yang paling umum, dan merupakan sumber utama untuk bahan baku klorin dan asam hidroklorat yang diproduksi di industri kimia saat ini. Ada sekitar 15.000 senyawa mengandung klorin yang diperdagangkan secara komersial, di antaranya [[metana]] dan [[etana]] terklorinasi, [[vinil klorida]] dan polimernya [[polivinil klorida]] (PVC), [[aluminium triklorida]] untuk [[katalisis]], klorida [[magnesium]], [[titanium]], [[zirkonium]], dan [[hafnium]] yang digunakan sebagai prekursor untuk produksi elemen murni.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 792–93</ref>


Secara kuantitatif, dari semua klorin yang diproduksi, sekitar 63% digunakan untuk produksi senyawa organik, dan 18% untuk produksi senyawa klorin anorganik. Sisanya 19% digunakan sebagai produk pemutih dan desinfektan. Produk senyawa organik yang paling umum dalam hal volume produksi adalah [[1,2-dikloroetana]] dan [[vinil klorida]], intermediet dalam produksi [[Polivinil klorida|PVC]]. Senyawa organoklorida penting lainnya adalah [[Klorometana|metil klorida]], [[metilena klorida]], [[kloroform]], [[vinilidena klorida]], [[trikloroetilena]], [[Tetrakloroetilena|perkloroetilena]], [[alil klorida]], [[epiklorohidrin]], [[klorobenzena]], [[diklorobenzena]], dan [[triklorobenzena]]. Senyawa anorganik yang utama di antaranya HCl, Cl<sub>2</sub>O, HOCl, NaClO<sub>3</sub>, isosianurat terklorinasi, [[Aluminium klorida|AlCl<sub>3</sub>]], [[Silikon tetraklorida|SiCl<sub>4</sub>]], [[Timah(IV) klorida|SnCl<sub>4</sub>]], [[Fosfor triklorida|PCl<sub>3</sub>]], [[Fosfor pentaklorida|PCl<sub>5</sub>]], [[Fosforil klorida|POCl<sub>3</sub>]], [[Arsenik triklorida|AsCl<sub>3</sub>]], [[Antimoni triklorida|SbCl<sub>3</sub>]], [[Antimoni pentaklorida|SbCl<sub>5</sub>]], [[Bismut klorida|BiCl<sub>3</sub>]], [[Disulfur diklorida|S<sub>2</sub>Cl<sub>2</sub>]], [[Belerang diklorida|SCl<sub>2</sub>]], [[Tionil klorida|SOCI<sub>2</sub>]], [[Klorin trifluorida|ClF<sub>3</sub>]], [[Iodin monoklorida|ICl]], [[Iodin triklorida|ICl<sub>3</sub>]], [[Titanium(III) klorida|TiCl<sub>3</sub>]], [[Titanium(IV) klorida|TiCl<sub>4</sub>]], [[Molybdenum(V) klorida|MoCl<sub>5</sub>]], [[Besi(III) klorida|FeCl<sub>3</sub>]], dan [[Seng klorida|ZnCl<sub>2</sub>]].
Secara kuantitatif, dari semua klorin yang diproduksi, sekitar 63% digunakan untuk produksi senyawa organik, dan 18% untuk produksi senyawa klorin anorganik. Sisanya 19% digunakan sebagai produk pemutih dan desinfektan.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 796–800</ref> Produk senyawa organik yang paling umum dalam hal volume produksi adalah [[1,2-dikloroetana]] dan [[vinil klorida]], intermediet dalam produksi [[Polivinil klorida|PVC]]. Senyawa organoklorida penting lainnya adalah [[Klorometana|metil klorida]], [[metilena klorida]], [[kloroform]], [[vinilidena klorida]], [[trikloroetilena]], [[Tetrakloroetilena|perkloroetilena]], [[alil klorida]], [[epiklorohidrin]], [[klorobenzena]], [[diklorobenzena]], dan [[triklorobenzena]]. Senyawa anorganik yang utama di antaranya HCl, Cl<sub>2</sub>O, HOCl, NaClO<sub>3</sub>, isosianurat terklorinasi, [[Aluminium klorida|AlCl<sub>3</sub>]], [[Silikon tetraklorida|SiCl<sub>4</sub>]], [[Timah(IV) klorida|SnCl<sub>4</sub>]], [[Fosfor triklorida|PCl<sub>3</sub>]], [[Fosfor pentaklorida|PCl<sub>5</sub>]], [[Fosforil klorida|POCl<sub>3</sub>]], [[Arsenik triklorida|AsCl<sub>3</sub>]], [[Antimoni triklorida|SbCl<sub>3</sub>]], [[Antimoni pentaklorida|SbCl<sub>5</sub>]], [[Bismut klorida|BiCl<sub>3</sub>]], [[Disulfur diklorida|S<sub>2</sub>Cl<sub>2</sub>]], [[Belerang diklorida|SCl<sub>2</sub>]], [[Tionil klorida|SOCI<sub>2</sub>]], [[Klorin trifluorida|ClF<sub>3</sub>]], [[Iodin monoklorida|ICl]], [[Iodin triklorida|ICl<sub>3</sub>]], [[Titanium(III) klorida|TiCl<sub>3</sub>]], [[Titanium(IV) klorida|TiCl<sub>4</sub>]], [[Molybdenum(V) klorida|MoCl<sub>5</sub>]], [[Besi(III) klorida|FeCl<sub>3</sub>]], dan [[Seng klorida|ZnCl<sub>2</sub>]].<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 796–800</ref>


=== Sanitasi, desinfektan, dan antiseptik ===
=== Sanitasi, desinfektan, dan antiseptik ===
==== Melawan pembusukan ====
==== Melawan pembusukan ====
Di Prancis, [[usus binatang]] diproses untuk membuat senar instrumen musik, [[kulit Goldbeater]], dan produk lainnya. Proses ini dilakukan di "pabrik usus" (''boyauderies''), dan prosesnya berbau dan tidak sehat. Sekitar tahun 1820, ''[[Société d'encouragement pour l'industrie nationale]]'' mengadakan sayembara untuk penemuan sebuah metode, entah kimia atau mekanis, untuk memisahkan membran [[peritoneum]] dari usus binatang tanpa [[pembusukan]].<ref>''Nouvelle biographie universelle''. Vol. 28. hlm. 323–24.</ref><ref>Knight, Charles. ''Arts and sciences''. Bradbury, Evans & Co. 1867. Vol. 1. hlm. 427.</ref> Hadiah ini dimenangkan oleh kimiawan dan apoteker Prancis Antoine-Germain Labarraque, yang menemukan cairan pencuci klorin Berthollet ("''Eau de Javel''"). Cairan ini tidak hanya menghilangkan bau pembusukan dekomposisi jaringan hewan, tetapi juga melambatkan dekomposisinya sendiri.<ref>Knight, Charles. ''Arts and sciences''. Bradbury, Evans & Co. 1867. Vol. 1. hlm. 427.</ref><ref>Bouvet, Maurice. [http://www.persee.fr/web/revues/home/prescript/article/pharm_0035-2349_1950_num_38_128_8662 Les grands pharmaciens: Labarraque (1777–1850)]. ''Revue d'histoire de la pharmacie''. 1950. Vol. 38 (128). hlm. 97–107. doi:10.3406/pharm.1950.8662.</ref>


Di Prancis, [[usus binatang]] diproses untuk membuat senar instrumen musik, [[kulit Goldbeater]], dan produk lainnya. Proses ini dilakukan di "pabrik usus" (''boyauderies''), dan prosesnya berbau dan tidak sehat. Sekitar tahun 1820, ''[[Société d'encouragement pour l'industrie nationale]]'' mengadakan sayembara untuk penemuan sebuah metode, entah kimia atau mekanis, untuk memisahkan membran [[peritoneum]] dari usus binatang tanpa [[pembusukan]]. Hadiah ini dimenangkan oleh kimiawan dan apoteker Prancis Antoine-Germain Labarraque, yang menemukan cairan pencuci klorin Berthollet ("''Eau de Javel''"). Cairan ini tidak hanya menghilangkan bau pembusukan dekomposisi jaringan hewan, tetapi juga melambatkan dekomposisinya sendiri.
Penelitian Labarraque menghasilkan penggunaan klorida dan hipoklorit dari kapur ([[Kaporit|kalsium hipoklorit]]) dan natrium ([[natrium hipoklorit]]) di ''boyauderies.'' Senyawa kimia yang sama ternyata juga berguna untuk [[Disinfektan|desinfektan]] dan deodorisasi [[jamban]], [[selokan]], [[pasar]], [[rumah jagal]], laboratorium anatomi, dan kamar mayat.<ref>Gédéon, Andras. [https://books.google.com/books?id=vw9qq7Ghjp4C&printsec=frontcover Science and technology in medicine]. Springer. 2006. hlm. 181–82. ISBN 978-0-387-27874-2.</ref> Maka dengan cepat senyawa ini digunakan di [[rumah sakit]], [[penjara]], [[kandang kuda]], dan lazaretto. Senyawa ini sangat penting dalam proses penguburan,<ref>Labarraque, Antoine Germain. [https://books.google.com/books?id=pD0XAQAAMAAJ&printsec=frontcover On the disinfecting properties of Labarraque's preparations of chlorine]. 1828. hlm. 8.</ref> [[pembalseman]], mewabahnya suatu penyakit, demam, dan infeksi pada ternak.<ref>''Nouvelle biographie universelle''. Vol. 28. hlm. 323–24.</ref>
 
Penelitian Labarraque menghasilkan penggunaan klorida dan hipoklorit dari kapur ([[Kaporit|kalsium hipoklorit]]) dan natrium ([[natrium hipoklorit]]) di ''boyauderies.'' Senyawa kimia yang sama ternyata juga berguna untuk [[Disinfektan|desinfektan]] dan deodorisasi [[jamban]], [[selokan]], [[pasar]], [[rumah jagal]], laboratorium anatomi, dan kamar mayat. Maka dengan cepat senyawa ini digunakan di [[rumah sakit]], [[penjara]], [[kandang kuda]], dan lazaretto. Senyawa ini sangat penting dalam proses penguburan, [[pembalseman]], mewabahnya suatu penyakit, demam, dan infeksi pada ternak.


== Bahaya ==
== Bahaya ==
Klorin adalah gas beracun yang menyerang sistem pernapasan, mata, dan kulit.<ref>[http://www.bt.cdc.gov/agent/chlorine/basics/facts.asp Facts About Chlorine]. ''www.bt.cdc.gov''.</ref> Karena kerapatannya lebih tinggi dari udara, gas ini cenderung akan terakumulasi pada dasar ruangan dengan ventilasi yang buruk. Gas klorin adalah oksidator kuat yang dapat bereaksi dengan zat yang mudah terbakar.<ref>[http://www.westlake.com/datasheets/MSDS_Chlorine.pdf Chlorine MSDS]. 1997-10-23.</ref><ref>NOAA Office of Response and Restoration, US GOV. [http://cameochemicals.noaa.gov/chemical/2862 Chlorine]. ''noaa.gov''.</ref>


Klorin adalah gas beracun yang menyerang sistem pernapasan, mata, dan kulit. Karena kerapatannya lebih tinggi dari udara, gas ini cenderung akan terakumulasi pada dasar ruangan dengan ventilasi yang buruk. Gas klorin adalah oksidator kuat yang dapat bereaksi dengan zat yang mudah terbakar.
Klorin dapat terdeteksi dengan alat ukur dengan konsentrasi mulai 0.2 bagian per juta (ppm), dan akan tercium mulai. Batuk dan muntah dapat muncul pada kadar 30 ppm dan kerusakan paru-paru pada kadar 60&nbsp;ppm. Pada kadar 1000&nbsp;ppm akan sangat fatal setelah terhirup beberapa kali.<ref>Greenwood and Earnshaw, pp. 792–93</ref> Kadar konsentasi [[:en:IDLH|IDLH]] (''immediately dangerous to life and health'') adalah 10 ppm.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorin&oldid=29454824 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Menghirup gas ini pada konsentrasi rendah dapat mengganggu sistem pernapasan dan paparan gas ini dapat menyebabkan iritasi mata.<ref>Winder, Chris. ''The Toxicology of Chlorine''. ''Environmental Research''. 2001. Vol. 85 (2). hlm. 105–14. doi:10.1006/enrs.2000.4110.</ref> Sifat beracun klorin ini muncul dari kemampuan oksidasinya. Ketika klorin terhirup pada konsentrasi diatas 30&nbsp;ppm, maka senyawa ini akan bereaksi dengan air dan cairan sel menghasilkan [[asam klorida]] (HCl) dan [[asam hipoklorat]] (HClO).


Klorin dapat terdeteksi dengan alat ukur dengan konsentrasi mulai 0.2 bagian per juta (ppm), dan akan tercium mulai. Batuk dan muntah dapat muncul pada kadar 30 ppm dan kerusakan paru-paru pada kadar 60&nbsp;ppm. Pada kadar 1000&nbsp;ppm akan sangat fatal setelah terhirup beberapa kali. Kadar konsentasi [[:en:IDLH|IDLH]] (''immediately dangerous to life and health'') adalah 10 ppm. Menghirup gas ini pada konsentrasi rendah dapat mengganggu sistem pernapasan dan paparan gas ini dapat menyebabkan iritasi mata. Sifat beracun klorin ini muncul dari kemampuan oksidasinya. Ketika klorin terhirup pada konsentrasi diatas 30&nbsp;ppm, maka senyawa ini akan bereaksi dengan air dan cairan sel menghasilkan [[asam klorida]] (HCl) dan [[asam hipoklorat]] (HClO).
Ketika digunakan sebagai desinfektan pada level tertentu, reaksi klorin dengan air tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Material lain yang ada dalam air dapat saja menghasilkan produk samping desinfektan yang dapat berakibat negatif pada kesehatan manusia.<ref>[http://news.aces.illinois.edu/news/whats-your-water-disinfectants-create-toxic-products What's in your Water?: Disinfectants Create Toxic By-products]. ''ACES News''. College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences – University of Illinois at Urbana-Champaign. 2009-03-31.</ref><ref>Susan D. Richardson. ''Occurrence, genotoxicity, and carcinogenicity of regulated and emerging disinfection by-products in drinking water: A review and roadmap for research''. ''Mutation Research/Reviews in Mutation Research''. 2007. Vol. 636 (1–3). hlm. 178–242. doi:10.1016/j.mrrev.2007.09.001.</ref>


Ketika digunakan sebagai desinfektan pada level tertentu, reaksi klorin dengan air tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Material lain yang ada dalam air dapat saja menghasilkan produk samping desinfektan yang dapat berakibat negatif pada kesehatan manusia.
Di Amerika Serikat, [[Occupational Safety and Health Administration]] (OSHA) telah mengatur [[batas paparan yang diperbolehkan]] untuk klorin sekitar 1 ppm, atau 3&nbsp;mg/m<sup>3</sup>. [[National Institute for Occupational Safety and Health]] menetapkan [[batas paparan yang direkomendasikan]] sekitar 0.5 ppm maksimum 15 menit.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorin&oldid=29454824 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Di Amerika Serikat, [[Occupational Safety and Health Administration]] (OSHA) telah mengatur [[batas paparan yang diperbolehkan]] untuk klorin sekitar 1 ppm, atau 3&nbsp;mg/m<sup>3</sup>. [[National Institute for Occupational Safety and Health]] menetapkan [[batas paparan yang direkomendasikan]] sekitar 0.5 ppm maksimum 15 menit.
Di rumah, beberapa kali terjadi kasus dimana cairan hipoklorit terkontak dengan pembersih saluran pembuangan yang bersifat asam, dan menghasilkan gas klorin.<ref>Alex Berezow. [https://www.forbes.com/sites/alexberezow/2013/11/04/why-you-should-never-mix-different-drain-cleaners/#1d08c8fc32c8 Why You Should Never Mix Different Drain Cleaners]. ''Forbes''.</ref> Cairan hipoklorit (merupakan aditif [[binatu]] yang populer) dicampur dengan [[amonia]]k akan menghasilkan [[Kloramina|kloroamina]], grup senyawa kimia lain yang beracun.<ref>[http://www.doh.wa.gov/YouandYourFamily/HealthyHome/Contaminants/BleachMixingDangers Bleach Mixing Dangers : Washington State Dept. of Health]. ''www.doh.wa.gov''.</ref>


Di rumah, beberapa kali terjadi kasus dimana cairan hipoklorit terkontak dengan pembersih saluran pembuangan yang bersifat asam, dan menghasilkan gas klorin. Cairan hipoklorit (merupakan aditif [[binatu]] yang populer) dicampur dengan [[amonia]]k akan menghasilkan [[Kloramina|kloroamina]], grup senyawa kimia lain yang beracun.
== Catatan ==


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Catatan ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorin&oldid=29454824 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29454824 (2026-07-13T23:30:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
 
 
 
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorin&oldid=29454824 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29454824 (2026-07-13T23:30:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.34

Chlorine in bottle

Senyawa ini adalah halogen kedua paling ringan, berada di antara fluor dan bromin dalam tabel periodik dan sifat-sifatnya sebagian besar di antara mereka. Klorin berwujud gas berwarna kuning-hijau pada suhu kamar. Unsur ini merupakan elemen sangat reaktif dan oksidator kuat: klorin mempunyai afinitas elektron tertinggi dan elektronegativitas ketiga tertinggi di belakang oksigen dan fluor.

Senyawa klorin yang paling umum seperti natrium klorida (garam dapur), telah dikenal sejak zaman kuno. Sekitar tahun 1630, gas klorin pertama kali disintesis melalui reaksi kimia, tetapi belum dikenal sebagai substansi yang penting. Carl Wilhelm Scheele menulis deskripsi gas klorin pada tahun 1774, menganggapnya itu sebagai oksida sebuah unsur baru. Pada tahun 1809, ahli kimia menyatakan bahwa gas ini mungkin adalah elemen murni, dan hal ini dikonfirmasi oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1810, yang dinamai dari berdasarkan warnanya.

Karena reaktivitasnya, semua klorin di kerak Bumi dalam bentuk senyawa ion klorida (termasuk juga garam dapur). Unsur ini adalah halogen paling melimpah kedua di bumi (setelah fluor) dan unsur kimia ke-21 paling melimpah di kerak Bumi. Deposit yang besar ini terlihat kecil karena sebagian besar klorida terdapat dalam air laut.

Unsur klorin secara komersial diproduksi dari air garam dengan elektrolisis. Tingginya potensial oksidasi dari unsur klorin memicu pengembangan pemutih dan desinfektan komersial, serta reagen untuk banyak proses di industri kimia. Klorin digunakan dalam pembuatan berbagai macam produk konsumen, sekitar dua-pertiganya merupakan bahan kimia organik seperti polivinil klorida. Klorin juga digunakan sebagai intermediet dalam produksi plastik dan produk akhir lain yang tidak mengandung unsur ini. Sebagai disinfektan, unsur maupun senyawa klorin digunakan langsung di kolam renang untuk kebersihan dan sanitasi. Unsur klorin dalam konsentrasi yang tinggi sangat berbahaya dan beracun bagi semua makhluk hidup. Senyawa ini digunakan dalam Perang Dunia I sebagai yang gas senjata kimia pertama.

Dalam bentuk ion klorida, klorin diperlukan untuk semua spesies hidup. Jenis senyawa klorin lain jarang ada dalam organisme hidup, dan senyawa organik lain yang mengandung klor dibuat dari yang inert sampai beracun. Di atas atmosfer, molekul organik yang mengandung klorin seperti klorofluorokarbon telah mengakibatkan penipisan ozon.

Sejarah

Senyawa klorin paling umum, natrium klorida, telah dikenal sejak zaman kuno, para arkeolog telah menemukan bukti bahwa batu garam telah digunakan sejak awal 3000 SM dan air garam sejak awal 6000 SM.[1] Pentingnya zat ini dalam makanan sangat terkenal di zaman klasik dan kadang-kadang digunakan sebagai pembayaran layanan jenderal Romawi dan tribun militer. Unsur klorin adalah mungkin pertama kali diisolasi sekitar 1200 dengan penemuan aqua regia dan kemampuannya untuk melarutkan emas, karena gas klorin adalah salah satu produk dari reaksi ini: tetapi saat itu tidak diakui sebagai zat baru. Sekitar tahun 1630, klorin dikenal sebagai gas oleh ahli kimia Flemish dan dokter Jan Baptist van Helmont.[2][3]

Elemen ini pertama kali dipelajari secara rinci pada tahun 1774 oleh kimiawan Swedia Carl Wilhelm Scheele, dan ia dianggap sebagai penemunya.[4][5] Scheele memproduksi klorin dengan mereaksikan MnO2 (sebagai mineral pirolusit) dengan HCl:[6]

4 HCl + MnO2 → MnCl2 + 2 H2O + Cl2

Scheele mengamati beberapa sifat klorin: efek pemutihan pada lakmus, mematikan pada serangga, berwarna kuning-hijau, dan bau mirip dengan aqua regia.[7] Saat itu ia belum berhasil membuat klorin sebagai elemen tersendiri.[8]

Teori kimia umum pada waktu itu menyatakan bahwa asam adalah senyawa yang mengandung oksigen (sisa-sisa ini bertahan di Jerman dan Belanda untuk nama-nama oksigen: sauerstoff atau zuurstof, apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah zat asam), sehingga sejumlah ahli kimia, termasuk Claude Berthollet, menyarankan bahwa senyawa yang ditemukan Scheele ini merupakan kombinasi dari oksigen dan unsur yang belum ditemukan, muriaticum.[9][10] Pada tahun 1809, Joseph Louis Gay-Lussac dan Louis-Jacques Thénard mencoba untuk menguraikan senyawa yang ditemukan Scheele dengan mereaksikannnya dengan arang untuk melepaskan elemen muriaticum bebas (dan karbon dioksida). Mereka tidak berhasil dan menerbitkan laporan di mana mereka menganggap adanya kemungkinan bahwa zat ini merupakan unsur, tapi belum yakin.[11]

Pada tahun 1810, Sir Humphry Davy mencoba percobaan ini kembali, dan disimpulkan bahwa substansi ini adalah suatu unsur, dan bukan senyawa.[12] Ia mengumumkan hasilnya ke Royal Society tanggal 15 November tahun itu.[13] Pada waktu itu, ia menamai elemen baru ini sebagai "klorin", dari kata yunani χλωρος (chlōros), yang berarti hijau-kuning.[14] Nama "halogen", yang berarti "penghasil garam", awalnya digunakan untuk klorin pada tahun 1811 oleh Johann Salomo Christoph Schweigger.[15] Istilah Ini kemudian digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan semua unsur-unsur keluarga klorin (fluor, bromin, yodium), setelah saran dari Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1826.[16][17] Pada tahun 1823, Michael Faraday membuat klorin cair untuk pertama kalinya,[18][19][20] dan menunjukkan apa yang kemudian dikenal sebagai "klorin padat" yang memiliki struktur klorin hidrat (Cl2·H2O).[21]

Gas klorin pertama kali digunakan oleh kimiawan Prancis Claude Berthollet untuk pemutih tekstil pada tahun 1785.[22][23] Pemutih modern dihasilkan dari pekerjaan lebih lanjut oleh Berthollet, yang pertama kali memproduksi natrium hipoklorit pada tahun 1789 di laboratorium di Javel (sekarang bagian dari Paris, Prancis), dengan melewatkan gas klorin pada larutan natrium karbonat. Cairan yang dihasilkan, yang dikenal sebagai "Eau de Javel" ("air Javel"), adalah larutan lemah dari natrium hipoklorit. Proses ini sangat tidak efisien, dan alternatif metode produksi dicari. Kimiawan Skotlandia dan industrialis Charles Tennant pertama kali menghasilkan larutan kalsium hipoklorit ("kapur klorinasi"), kemudian kalsium hipoklorit padat (bubuk pemutih).[24] Senyawa-senyawa ini menghasilkan kadar unsur klorin yang rendah dan lebih efisien diangkut daripada natrium hipoklorit, yang tetap sebagai larutan encer karena ketika dimurnikan dengan menghilangkan kandungan air, senyawa ini menjadi oksidator sangat kuat dan tidak stabil. Menjelang akhir abad kesembilan belas, S. E. Smith mematenkan metode produksi natrium hipoklorit yang melibatkan elektrolisis air garam untuk menghasilkan natrium hidroksida dan gas klorin, yang kemudian dicampur untuk membentuk natrium hipoklorit.[25] Hal Ini dikenal sebagai proses kloroalkali, pertama kali diperkenalkan pada skala industri pada tahun 1892, dan sekarang menjadi sumber untuk produksi sebagian besar unsur klorin dan natrium hidroksida.[26] Pada tahun 1884 Chemischen Fabrik Griesheim, Jerman mengembangkan lagi proses kloroalkali yang mulai diproduksi komersial pada tahun 1888.[27]

Larutan klorin yang dilarutkan dalam kimia dasar (natrium dan kalsium hipoklorit) pertama kali digunakan sebagai agen anti-pembusukan dan desinfektan pada tahun 1820-an, di Prancis, jauh sebelum pembentukan teori kuman penyakit. Praktik ini dirintis oleh Antoine-Germain Labarraque, yang menyesuaikan pemutih "air Javel" Berthollet.[28] Unsur klorin kemudian berperan sebagai antisepsis (luka irigasi solusi dan sejenisnya) dan sanitasi masyarakat, khususnya dalam kolam dan air minum.[29]

Gas klorin pertama kali digunakan sebagai senjata pada tanggal 22 April 1915, di Ypres oleh Tentara Jerman.[30][31] Efeknya pada sekutu sangat menghancurkan karena masker gas yang ada saat itu sulit untuk disebarkan dan belum secara luas didistribusikan.[32][33]

Isotop

Klorin memiliki 2 isotop stabil, 35Cl dan 37Cl. 2 isotop ini merupakan 2 isotop alam yang ada, dengan perbandingan di alam 35Cl 76% dan 37Cl 24% sisanya. Keduanya disintesa di bintang pada proses pembakaran oksigen dan pembakaran silikon.[34] Keduanya memiliki spin nuklir 3/2+ dan oleh karena itu dapat digunakan untuk resonansi magnetik nuklir, meski besaran spin lebih besar dari 1/2 akan menghasilkan distribusi muatan nuklir non-lingkar dam akhirnya resonansi meluas sebagai akibat dari momen kuadrupol nuklir dan resultan relaksasi kuadrupolar tidak nol. Isotop klorin yang lain semuanya radioaktif dengan waktu-paruh yang terlalu cepat. Dari semuanya, yang paling umum digunakan di laboratorium adalah 36Cl (t1/2 = 3.0×105 thn) dan 38Cl (t1/2 = 37.2 menit), yang bisa dibuat dari aktivasi neutron klorin alam.[35]

Radioisotop klorin yang paling stabil adalah 36Cl. Mode peluruhan utama isotop yang lebih ringan dari 35Cl adalah penangkapan elektron terhadap isotop-isotop sulfur; isotop yang lebih berat dari 37Cl adalah peluruhan beta terhadap isotop-isotop argon; dan 36Cl dapat meluruh menjadi 36S atau 36Ar stabil.[36] Dalam lingkungan subpermukaan, penangkapan muon oleh 40Ca digunakan untuk menghasilkan 36Cl.[37][38]

Kimia dan senyawa

Energi ikat halogen (kJ/mol)[39]
X XX HX BX3 AlX3 CX4
F 159 574 645 582 456
Cl 243 428 444 427 327
Br 193 363 368 360 272
I 151 294 272 285 239

Klorin bersifat intermediet dalam hal reaktivitas di antara fluor dan bromin, dan merupakan salah satu elemen paling reaktif. Klorin merupakan oksidator yang lebih lemah dari fluor tetapi lebih kuat dari bromin atau yodium. Hal ini dapat dilihat dari potensial elektrode standar pasangan X2/X (F, +2.866 V; Cl, +1.395 V; Br, +1.087 V; I, +0.615 V; At, +0.3 V). Namun, tren ini tidak ditunjukkan dalam energi ikatan karena fluor bersifat singular karena ukurannya yang kecil, polarisabilitas yang rendah, dan kurangnya orbital d rendah yang tersedia untuk ikatan (yang dimiliki klorin). Perbedaan lainnya, klorin memiliki sifat kimia yang signifikan dalam keadaan oksidasi positif, sementara fluor tidak. Klorinasi seringkali menghasilkan keadaan oksidasi yang lebih tinggi daripada brominasi atau iodinasi, tetapi fluorinasi menghasilkan keadaan oksidasi yang lebih rendah. Klorin cenderung untuk bereaksi dengan senyawa yang memiliki ikatan M–M, M–H, atau M–C untuk membentuk ikatan M–Cl.[40]

Diketahui bahwa E°(O2/H2O) = +1.229 V (kurang dari +1.395 V) maka dapat diperkirakan bahwa klorin semestinya dapat mengoksidasi air menjadi oksigen dan asam hidroklorat. Namun, kinetika reaksi ini tidak menguntungkan, dan ada pula efek gelembung kelebihan potensi yang perlu dipertimbangkan, sehingga elektrolisis larutan klorida berair menghasilkan gas klorin dan bukan gas oksigen, suatu fakta yang sangat berguna untuk produksi klorin industri.[41]

Asam klorida

Senyawa klorin yang paling sederhana adalah asam klorida, HCl, merupakan bahan kimia utama dalam industri dan laboratorium, baik dalam bentuk gas maupun larut dalam air dalam bentuk asam hidroklorat. Sering juga diproduksi dengan membakar gas hidrogen dalam gas klorin, atau sebagai produk samping dalam klorinasi hidrokarbon. Pendekatan lainnya adalah mencampur natrium klorida dengan asam sulfat pekat untuk menghasilkan asam hidroklorat, disebut juga dengan proses "salt-cake":[42]

NaCl + H2SO4 NaHSO4 + HCl
NaCl + NaHSO4 Na2SO4 + HCl

Dalam laboratorium, gas asam klorida dapat dibuat dengan mengeringkan asam ini dengan asam sulfat pekat. Deuterium klorida, DCl, dapat dibuat dengan mereaksikan benzoil klorida dengan air berat (D2O).[43]

Pada suhu ruang, asam klorida berwujud gas tak berwarna, sama seperti semua hidrogen halida kecuali hidrogen fluorida, karena hidrogen tak dapat membentuk ikatan hidrogen yang kuat dengan atom klorin yang keelektronegatifannya lebih besar.[44] Asam klorida merupakan asam kuat (pKa = −7) karena ikatan hidrogen dengan klorin terlalu lemah untuk terdisosiasi. Sistem HCl/H2O memiliki banyak bentuk hidrat HCl·nH2O untuk n = 1, 2, 3, 4, dan 6. Campuran HCl dan H2O melebihi 1:1 akan membuat sistem terpisah menjadi 2 fase liquid yang berbeda. Asam klorida membentuk azeotrop dengan titik didih 108.58 °C pada 20.22 g HCl per 100 g larutan, maka asam klorida tidak dapat dipekatkan lebih jauh lagi melewati ini melalui distilasi.[45]

Tidak seperti asam fluorida, asam klorida anhidrat sulit untuk digunakan sebagai pelarut, karena titik didihnya rendah, rentang cairnya kecil, konstanta dielektriknya kecil dan tidak terdisosiasi merata menjadi ion-ion H2Cl+ dan dan jauh lebih tak stabil daripada ion bifluorida () karena lemahnya ikatan hidrogen antara klorin dan hidrogen. Asam klorida anhidrat adalah pelarut yang buruk, hanya dapat melarutkan senyawa yang kecil seperti nitrosil klorida dan fenol, atau garam dengan energi kisi sangat rendah seperti tetraalkilamonium halida. Senyawa ini siap memprotonasi elektrofil yang berisi ikatan π. Solvolisis, reaksi penggantian ligan, dan oksidasi telah dikarakterisasi dengan baik pada larutan asam klorida:[46]

Ph3SnCl + HCl → Ph2SnCl2 + PhH (solvolisis)
Ph3COH + 3 HCl → + H3O+Cl (solvolisis)
+ BCl3 → + HCl (penggantian ligan)
PCl3 + Cl2 + HCl → (oksidasi)

Senyawa poliklorin

Meskipun klorin adalah oksidator kuat dengan energi ionisasi pertama tinggi, senyawa ini dapat teroksidasi pada kondisi ekstrem membentuk kation . Senyawa ini sangat tak stabil dan hanya dikarakterisasi oleh spektrum pita elektronik ketika diproduksi dalam tabung discharge bertekanan rendah. Kation yang berwarna kuning lebih stabil dan dapat diproduksi sebagai berikut:[47]

Cl2 + ClF + AsF5

Reaksi ini dilakukan dalam pelarut arsenik pentafluorida. Anion triklorida, , juga telah dikarakterisasi, analog dengan triiodida.[48]

Fluorida klorin

Tiga fluorida klorin membentuk sekelompok senyawa interhalogen yang semuanya diamagnetik.[49] Beberapa turunan kation dan anion diketahui, seperti , , , dan Cl2F+.[50] Beberapa pseudohalida klorin juga diketahui, seperti sianogen klorida (ClCN, linear), klorin sianat (ClNCO), klorin tiosianat (ClSCN, unlike its oxygen counterpart), dan klorin azida (ClN3).[51]

Klorin monofluorida (ClF) stabil secara termal, dan dijual komersial dalam botol 500-gram. Merupakan gas tak berwarna yang melebur pada −155.6 °C dan mendidih pada −100.1 °C. It may be produced by the direction of its elements at 225 °C, though it must then be separated and purified from klorin trifluorida dan reaktannya. Karakteristiknya sendiri berada di tengah-tengah antara klorin dan fluor. Senyawa ini akan bereaksi dengan banyak logam dan nonlogam pada suhu kamar ke atas, memfluorinasinya dan melepaskan klorin. Senyawa ini juga akan bertindak sebagai agen klorofluorinasi, menambahkan klorin dan fluor melalui ikatan rangkap atau melalui oksidasi: misalnya, senyawa ini akan menyerang karbon monoksida untuk membentuk karbonil klorofluorida, COFCl. Senyawa ini akan bereaksi secara analog dengan heksafluoroaseton, (CF3)2CO, dengan katalis kalium fluorida untuk menghasilkan heptafluoroisopropil hipoklorit, (CF3)2CFOCl; dengan nitril RCN untuk menghasilkan RCF2NCl2; dan dengan belerang oksida SO2 dan SO3 untuk menghasilkan ClOSO2F dan ClSO2F. Senyawa ini juga bereaksi eksotermis dengan senyawa yang memiliki gugus –OH dan –NH, seperti air:[52]

H2O + 2 ClF → 2 HF + Cl2O

Klorin trifluorida (ClF3) berbentuk cairan tak berwarna volatil yang melebur pada −76.3 °C dan mendidih pada 11.8 °C. Senyawa ini dapat dibuat dengan memfluorinasi langsung gas klorin atau klorin monofluorida pada 200–300 °C. Senyawa ini merupakan salah satu senyawa kimia paling reaktif, bereaksi dengan banyak substansi termasuk yang beberapa di antaranya dianggap inert, seperti asbestos, beton, dan pasir. Senyawa ini meledak apabila berkontak dengan air dan sebagian besar senyawa organik lain. Daftar elemen yang dibakarnya beragam, termasuk hidrogen, kalium, fosfor, arsenik, antimon, sulfur, selenium, telurium, bromin, iodine, dan molibdenum, tungsten, rodium, iridium, serta besi bubuk. Lapisan fluorida kedap air dibentuk oleh natrium, magnesium, aluminium, seng, timah, dan perak, yang dapat dihilangkan dengan pemanasan. Ketika dipanaskan, golongan logam mulia seperti paladium, platina, dan emas juga bereaksi ditambah juga golongan gas mulia seperti xenon dan radon juga tak dapat mengelak dari fluorinasi. Wadah Nikel biasanya digunakan karena ketahanan logam tersebut yang tinggi terhadap serangan klorin trifluorida, yang berasal dari pembentukan lapisan nikel fluorida yang tidak reaktif. Reaksinya dengan hidrazina untuk membentuk gas hidrogen fluorida, nitrogen, dan klorin digunakan dalam motor roket eksperimental, tetapi memiliki masalah yang sebagian besar berasal dari hipergolisitas ekstremnya yang mengakibatkan penyalaan tanpa penundaan yang terukur. Karena alasan ini, nikel digunakan dalam serangan bom selama Perang Dunia Kedua oleh Nazi. Sekarang, senyawa ini banyak digunakan dalam pemrosesan bahan bakar nuklir, untuk mengoksidasi uranium menjadi uranium heksafluorida untuk pengayaannya dan pemisahan dari plutonium. Senyawa ini dapat berperan sebagai donor atau akseptor ion fluor (asam atau basa Lewis), meskipun tak terdisosiasi merata menjadi ion dan .[53]

Klorin pentafluorida (ClF5) dibuat dalam skala besar dengan fluorinasi klorin dengan gas fluorin pada suhu 350 °C dan 250 atm. Untuk skala kecil dapat diperoleh dengan mereaksikan logam klorida dengan gas klorin pada suhu 100–300 °C. Senyawa ini melebur pada −103 °C dan mendidih pada −13.1 °C. Merupakan fluonator yang sangat kuat, meski tidak seefektif klorin trifluorida. Hanya beberapa reaksi stoikiometrik yang telah dikarakterisasi. Arsenik pentafluorida dan antimoni pentafluorida membentuk hasil tambahan ionik dalam bentuk [ClF4]+[MF6] (M = As, Sb) dan air bereaksi keras sebagai berikut:[54]

2 H2O + ClF5 → 4 HF + FClO2

Produknya, kloril fluorida, adalah salah satu dari lima klorin oksida fluorida yang diketahui. Produk ini berkisar dari FClO yang tidak stabil secara termal hingga perkloril fluorida (FClO3) yang tidak reaktif secara kimia, tiga lainnya adalah FClO2, F3ClO, dan F3ClO2. Kelimanya berperilaku serupa dengan klorin fluorida, baik secara struktural maupun kimia, dan dapat bertindak sebagai asam atau basa Lewis dengan memperoleh atau kehilangan ion fluorida, atau sebagai oksidator dan agen fluorinasi yang sangat kuat.[55]


Sejumlah kecil gas klorin didapatkan di laboratorium dengan mencapur asam hidroklorat dan mangan dioksida, namun hal ini jarang dilakukan karena ketersediaannya melimpah. Di industri, klorin diproduksi dengan elektrolisis natrium klorida yang terlarut dalam air. Proses ini, dikenal dengan proses kloroalkali, muncul tahun 1892 dan saat ini menjadi metode proses produksi gas klorin terbesar.[56] Bersama dengan klorin, metode ini menghasilkan gas hidrogen dan Natrium hidroksida. Prosesnya berjalan melalui persamaan reaksi berikut ini:[57]

2 NaCl + 2 H2O → Cl2 + H2 + 2 NaOH

Elektrolisis larutan klorida berjalan menurut persamaan berikut:

Katode: 2 H2O + 2 e → H2 + 2 OH
Anoda: 2 Cl → Cl2 + 2 e

Pada proses Deacon, asam klorida yang didapat dari produksi senyawa organoklorin diproses lagi menjadi klorin. Proses ini mengandalkan oksidasi menggunakan oksigen:

4 HCl + O2 → 2 Cl2 + 2 H2O

Reaksi ini membutuhkan katalis. Seperti digunakan oleh Deacon, katalis-katalis awal berbasis dari tembaga. Proses komersial, seperti proses Mitsui MT-Klorin, berganti menggunakan katalis berbasis krom dan rutenium.[58] Klorin yang dihasilkan tersedia dalam bentuk silinder dengan ukuran bervariasi mulai dari 450 gram hingga 70 kg, drum (865 kg), mobil tangki (15 ton dengan truk; 27–90 ton dengan kereta), dan tongkang (600–1200 ton).[59]

Aplikasi

Natrium klorida adalah senyawa klorin yang paling umum, dan merupakan sumber utama untuk bahan baku klorin dan asam hidroklorat yang diproduksi di industri kimia saat ini. Ada sekitar 15.000 senyawa mengandung klorin yang diperdagangkan secara komersial, di antaranya metana dan etana terklorinasi, vinil klorida dan polimernya polivinil klorida (PVC), aluminium triklorida untuk katalisis, klorida magnesium, titanium, zirkonium, dan hafnium yang digunakan sebagai prekursor untuk produksi elemen murni.[60]

Secara kuantitatif, dari semua klorin yang diproduksi, sekitar 63% digunakan untuk produksi senyawa organik, dan 18% untuk produksi senyawa klorin anorganik. Sisanya 19% digunakan sebagai produk pemutih dan desinfektan.[61] Produk senyawa organik yang paling umum dalam hal volume produksi adalah 1,2-dikloroetana dan vinil klorida, intermediet dalam produksi PVC. Senyawa organoklorida penting lainnya adalah metil klorida, metilena klorida, kloroform, vinilidena klorida, trikloroetilena, perkloroetilena, alil klorida, epiklorohidrin, klorobenzena, diklorobenzena, dan triklorobenzena. Senyawa anorganik yang utama di antaranya HCl, Cl2O, HOCl, NaClO3, isosianurat terklorinasi, AlCl3, SiCl4, SnCl4, PCl3, PCl5, POCl3, AsCl3, SbCl3, SbCl5, BiCl3, S2Cl2, SCl2, SOCI2, ClF3, ICl, ICl3, TiCl3, TiCl4, MoCl5, FeCl3, dan ZnCl2.[62]

Sanitasi, desinfektan, dan antiseptik

Melawan pembusukan

Di Prancis, usus binatang diproses untuk membuat senar instrumen musik, kulit Goldbeater, dan produk lainnya. Proses ini dilakukan di "pabrik usus" (boyauderies), dan prosesnya berbau dan tidak sehat. Sekitar tahun 1820, Société d'encouragement pour l'industrie nationale mengadakan sayembara untuk penemuan sebuah metode, entah kimia atau mekanis, untuk memisahkan membran peritoneum dari usus binatang tanpa pembusukan.[63][64] Hadiah ini dimenangkan oleh kimiawan dan apoteker Prancis Antoine-Germain Labarraque, yang menemukan cairan pencuci klorin Berthollet ("Eau de Javel"). Cairan ini tidak hanya menghilangkan bau pembusukan dekomposisi jaringan hewan, tetapi juga melambatkan dekomposisinya sendiri.[65][66]

Penelitian Labarraque menghasilkan penggunaan klorida dan hipoklorit dari kapur (kalsium hipoklorit) dan natrium (natrium hipoklorit) di boyauderies. Senyawa kimia yang sama ternyata juga berguna untuk desinfektan dan deodorisasi jamban, selokan, pasar, rumah jagal, laboratorium anatomi, dan kamar mayat.[67] Maka dengan cepat senyawa ini digunakan di rumah sakit, penjara, kandang kuda, dan lazaretto. Senyawa ini sangat penting dalam proses penguburan,[68] pembalseman, mewabahnya suatu penyakit, demam, dan infeksi pada ternak.[69]

Bahaya

Klorin adalah gas beracun yang menyerang sistem pernapasan, mata, dan kulit.[70] Karena kerapatannya lebih tinggi dari udara, gas ini cenderung akan terakumulasi pada dasar ruangan dengan ventilasi yang buruk. Gas klorin adalah oksidator kuat yang dapat bereaksi dengan zat yang mudah terbakar.[71][72]

Klorin dapat terdeteksi dengan alat ukur dengan konsentrasi mulai 0.2 bagian per juta (ppm), dan akan tercium mulai. Batuk dan muntah dapat muncul pada kadar 30 ppm dan kerusakan paru-paru pada kadar 60 ppm. Pada kadar 1000 ppm akan sangat fatal setelah terhirup beberapa kali.[73] Kadar konsentasi IDLH (immediately dangerous to life and health) adalah 10 ppm.[74] Menghirup gas ini pada konsentrasi rendah dapat mengganggu sistem pernapasan dan paparan gas ini dapat menyebabkan iritasi mata.[75] Sifat beracun klorin ini muncul dari kemampuan oksidasinya. Ketika klorin terhirup pada konsentrasi diatas 30 ppm, maka senyawa ini akan bereaksi dengan air dan cairan sel menghasilkan asam klorida (HCl) dan asam hipoklorat (HClO).

Ketika digunakan sebagai desinfektan pada level tertentu, reaksi klorin dengan air tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Material lain yang ada dalam air dapat saja menghasilkan produk samping desinfektan yang dapat berakibat negatif pada kesehatan manusia.[76][77]

Di Amerika Serikat, Occupational Safety and Health Administration (OSHA) telah mengatur batas paparan yang diperbolehkan untuk klorin sekitar 1 ppm, atau 3 mg/m3. National Institute for Occupational Safety and Health menetapkan batas paparan yang direkomendasikan sekitar 0.5 ppm maksimum 15 menit.[78]

Di rumah, beberapa kali terjadi kasus dimana cairan hipoklorit terkontak dengan pembersih saluran pembuangan yang bersifat asam, dan menghasilkan gas klorin.[79] Cairan hipoklorit (merupakan aditif binatu yang populer) dicampur dengan amoniak akan menghasilkan kloroamina, grup senyawa kimia lain yang beracun.[80]

Catatan

Referensi

  1. The earliest salt production in the world: an early Neolithic exploitation in Poiana Slatinei-Lunca, Romania.
  2. Joannis Baptistae van Helmont. Opera omnia [All Works]. Johann Just Erythropel. 1682. From "Complexionum atque mistionum elementalium figmentum." (Formation of combinations and of mixtures of elements), §37, p. 105: "Accipe salis petrae, vitrioli, & alumnis partes aequas: exsiccato singula, & connexis simul, distilla aquam. Quae nil aliud est, quam merum sal volatile. Hujus accipe uncias quatuor, salis armeniaci unciam junge, in forti vitro, alembico, per caementum (ex cera, colophonia, & vitri pulverre) calidissime affusum, firmato; mox, etiam in frigore, Gas excitatur, & vas, utut forte, dissilit cum fragore." (Take equal parts of saltpeter [i.e., sodium nitrate], vitriol [i.e., concentrated sulfuric acid], and alum: dry each and combine simultaneously; distill off the water [i.e., liquid]. That [distillate] is nothing else than pure volatile salt [i.e., spirit of nitre, nitric acid]. Take four ounces of this [viz, nitric acid], add one ounce of Armenian salt [i.e., ammonium chloride], [place it] in a strong glass alembic sealed by cement ([made] from wax, rosin, and powdered glass) [that has been] poured very hot; soon, even in the cold, gas is stimulated, and the vessel, however strong, bursts into fragments.) From "De Flatibus" (On gases), p. 408: "Sal armeniacus enim, & aqua chrysulca, quae singula per se distillari, possunt, & pati calorem: sin autem jungantur, & intepescant, non possunt non, quin statim in Gas sylvestre, sive incoercibilem flatum transmutentur." (Truly Armenian salt [i.e., ammonium chloride] and nitric acid, each of which can be distilled by itself, and submitted to heat; but if, on the other hand, they be combined and become warm, they cannot but be changed immediately into carbon dioxide [note: van Helmont’s identification of the gas is mistaken] or an incondensable gas.) See also: * Helmont, Johannes (Joan) Baptista Van, Encyclopedia.Com: "Others were chlorine gas from the reaction of nitric acid and sal ammoniac; … " * Wisniak, Jaime (2009) "Carl Wilhelm Scheele," Revista CENIC Ciencias Químicas, 40 (3): 165–173 ; see p. 168: "Early in the seventeenth century Johannes Baptiste van Helmont (1579-1644) mentioned that when sal marin (sodium chloride) or sal ammoniacus and aqua chrysulca (nitric acid) were mixed together, a flatus incoercible (non-condensable gas) was evolved."
  3. Greenwood and Earnshaw, p. 789–92
  4. Carl Wilhelm Scheele. Om Brunsten, eller Magnesia, och dess Egenskaper. Kongliga Vetenskaps Academiens Handlingar [Proceedings of the Royal Scientific Academy]. 1774. Vol. 35. hlm. 89–116, 177–194. In section 6 on pp. 93–94 of his paper, Scheele described how chlorine was produced when a mixture of hydrochloric acid and manganese dioxide (Brunsten) was heated: "6) (a) På 1/2 uns fint rifven Brunsten slogs 1 uns ren Spiritus salis. … samt lukten fo̊rsvunnen." ( 6) (a) On one half ounce of finely ground Braunstein [pyrolusite] was poured one ounce of pure spiritus salis [spirit of salt, hydrogen chloride]. After this mixture had been standing in the cold for one hour, the acid had assumed a dark brown colour. One part of this solution was poured into a glass, which was placed over the fire. The solution gave off an odour like warm aqua regia and after one quarter’s hour duration, it was as clear and colourless as water, and the smell had disappeared.) For an English translation of the relevant passages of this article, see: The Early History of Chlorine: Papers by Carl Wilhelm Scheele (1774), C. L. Berthollet (1785), Guyton de Morveau (1787), J. L. Gay-Lussac and L. J. Thenard (1809) (Edinburgh, Scotland: Alembic Club, 1912), pp. 5–10.
  5. 17 Chlorine. Elements.vanderkrogt.net.
  6. Greenwood and Earnshaw, p. 789–92
  7. Greenwood and Earnshaw, pp. 792–93
  8. 17 Chlorine. Elements.vanderkrogt.net.
  9. Ihde, Aaron John. The development of modern chemistry. Courier Dover Publications. 1984. hlm. 158. ISBN 0-486-64235-6.
  10. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XVII. The halogen family. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (11). hlm. 1915. doi:10.1021/ed009p1915.
  11. Gay-Lussac. Extrait des mémoires lus à l'Institut national, depuis le 7 mars 1808 jusqu'au 27 février 1809. Mémoires de Physique et de Chimie de la Société d'Arcueil. 1809. Vol. 2. hlm. 295–358. See: § De la nature et des propriétés de l'acide muriatique et de l'acide muriatique oxigéné (On the nature and properties of muriatic acid and of oxidized muriatic acid), pp. 339–358. From pp. 357–358: "Le gaz muriatique oxigéné n'est pas, en effect, décomposé … comme un corps composé." ("In fact, oxygenated muriatic acid is not decomposed by charcoal, and it might be supposed, from this fact and those that are communicated in this Memoir, that this gas is a simple body. The phenomena that it presents can be explained well enough on this hypothesis; we shall not seek to defend it, however, as it appears to us that they are still better explained by regarding oxygenated muriatic acid as a compound body.") For a full English translation of this section, see: Joseph Louis Gay-Lussac and Louis Jacques Thénard, "On the nature and the properties of muriatic acid and of oxygenated muriatic acid" (Lemoyne College, Syracuse, New York, USA)
  12. 17 Chlorine. Elements.vanderkrogt.net.
  13. Greenwood and Earnshaw, p. 789–92
  14. Humphry Davy. The Bakerian Lecture. On some of the combinations of oxymuriatic gas and oxygene, and on the chemical relations of these principles, to inflammable bodies. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1811. Vol. 101. hlm. 1–35. Davy named chlorine on p. 32: "After consulting some of the most eminent chemical philosophers in this country, it has been judged most proper to suggest a name founded upon one of its obvious and characteristic properties — its colour, and to call it Chlorine, or Chloric gas.* *From χλωρος."
  15. J.S.C. Schweigger. Nachschreiben des Herausgebers, die neue Nomenclatur betreffend. Journal für Chemie und Physik. 1811. Vol. 3 (2). hlm. 249–255. On p. 251, Schweigger proposed the word "halogen": "Man sage dafür lieber mit richter Wortbildung Halogen (da schon in der Mineralogie durch Werner's Halit-Geschlecht dieses Wort nicht fremd ist) von αλς Salz und dem alten γενειν (dorisch γενεν) zeugen." (One should say instead, with proper morphology, "halogen" (this word is not strange since [it's] already in mineralogy via Werner's "halite" species) from αλς [als] "salt" and the old γενειν [genein] (Doric γενεν) "to beget".)
  16. In 1826, Berzelius coined the terms Saltbildare (salt-formers) and Corpora Halogenia (salt-making substances) for the elements chlorine, iodine, and fluorine. See: Jacob Berzelius. Årsberättelser om Framstegen i Physik och Chemie. P.A. Norstedt & Söner. 1826. Vol. vol. 6. hlm. 187. From p. 187: "De förre af dessa, d. ä. de electronegativa, dela sig i tre klasser: 1) den första innehåller kroppar, som förenade med de electropositiva, omedelbart frambringa salter, hvilka jag derför kallar Saltbildare (Corpora Halogenia). Desse utgöras af chlor, iod och fluor *)." (The first of them [i.e., elements], i.e., the electronegative [ones], are divided into three classes: 1) The first includes substances which, [when] united with electropositive [elements], immediately produce salts, and which I therefore name "salt-formers" (salt-producing substances). These are chlorine, iodine, and fluorine *).)
  17. Snelders, H. A. M. J. S. C. Schweigger: His Romanticism and His Crystal Electrical Theory of Matter. Isis. 1971. Vol. 62 (3). hlm. 328. doi:10.1086/350763.
  18. M. Faraday. On fluid chlorine. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1823. Vol. 113. hlm. 160–164.
  19. This Month in Physics History September 4, 1821 and August 29, 1831: Faraday and Electromagnetism. American Physical Society.
  20. O'Connor J. J. Michael Faraday. School of Mathematics and Statistics, University of St Andrews, Scotland.
  21. Greenwood and Earnshaw, p. 789–92
  22. Bleaching.
  23. Chris Aspin. The Cotton Industry. Shire Publications Ltd. 1981. hlm. 24. ISBN 0-85263-545-1.
  24. Bleaching.
  25. Paul May. Bleach (Sodium Hypochlorite). University of Bristol.
  26. Greenwood and Earnshaw, p. 798
  27. Ebbe Almqvist. History of Industrial Gases. Springer Science & Business Media. 2003. hlm. 220. ISBN 978-0-306-47277-0.
  28. Bouvet, Maurice. Les grands pharmaciens: Labarraque (1777–1850). Revue d'histoire de la pharmacie. 1950. Vol. 38 (128). hlm. 97–107. doi:10.3406/pharm.1950.8662.
  29. Greenwood and Earnshaw, pp. 792–93
  30. Chlorine – History.
  31. Weaponry: Use of Chlorine Gas Cylinders in World War I. historynet.com.
  32. Staff. On the Western Front, Ypres 1915. Veteran Affairs Canada. 29 July 2004.
  33. Victor Lefebure. The Riddle of the Rhine: Chemical Strategy in Peace and War. Kessinger Publishing. 2004. ISBN 1-4179-3546-4.
  34. A. G. W. Cameron. Abundance of the Elements in the Solar System. Space Science Reviews. 1973. Vol. 15. hlm. 121–46. doi:10.1007/BF00172440.
  35. Greenwood and Earnshaw, pp. 800–4
  36. G. Audi. The NUBASE evaluation of nuclear and decay properties. Nuclear Physics A. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.
  37. M. Zreda. Cosmogenic chlorine-36 production rates in terrestrial rocks. Earth and Planetary Science Letters. 1991. Vol. 105. hlm. 94. doi:10.1016/0012-821X(91)90123-Y.
  38. M. Sheppard and M. Herod. Variation in background concentrations and specific activities of 36Cl, 129I and U/Th-series radionuclides in surface waters. Journal of Environmental Radioactivity. 2012. Vol. 106. hlm. 27–34. doi:10.1016/j.jenvrad.2011.10.015.
  39. Greenwood and Earnshaw, pp. 804–09
  40. Greenwood and Earnshaw, pp. 804–09
  41. Greenwood and Earnshaw, pp. 853–56
  42. Greenwood and Earnshaw, pp. 809–12
  43. Greenwood and Earnshaw, pp. 809–12
  44. Greenwood and Earnshaw, pp. 809–12
  45. Greenwood and Earnshaw, pp. 812–16
  46. Greenwood and Earnshaw, pp. 818–19
  47. Greenwood and Earnshaw, pp. 842–44
  48. Greenwood and Earnshaw, pp. 824–8
  49. Greenwood and Earnshaw, pp. 824–8
  50. Greenwood and Earnshaw, pp. 835–42
  51. Greenwood and Earnshaw, pp. 824–8
  52. Greenwood and Earnshaw, pp. 824–8
  53. Greenwood and Earnshaw, pp. 828–31
  54. Greenwood and Earnshaw, pp. 832–35
  55. Greenwood and Earnshaw, pp. 875–80
  56. Greenwood and Earnshaw, p. 798
  57. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  58. Schmittinger, Peter et al. (2006) "Chlorine" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH Verlag GmbH & Co.,
  59. Greenwood and Earnshaw, pp. 796–800
  60. Greenwood and Earnshaw, pp. 792–93
  61. Greenwood and Earnshaw, pp. 796–800
  62. Greenwood and Earnshaw, pp. 796–800
  63. Nouvelle biographie universelle. Vol. 28. hlm. 323–24.
  64. Knight, Charles. Arts and sciences. Bradbury, Evans & Co. 1867. Vol. 1. hlm. 427.
  65. Knight, Charles. Arts and sciences. Bradbury, Evans & Co. 1867. Vol. 1. hlm. 427.
  66. Bouvet, Maurice. Les grands pharmaciens: Labarraque (1777–1850). Revue d'histoire de la pharmacie. 1950. Vol. 38 (128). hlm. 97–107. doi:10.3406/pharm.1950.8662.
  67. Gédéon, Andras. Science and technology in medicine. Springer. 2006. hlm. 181–82. ISBN 978-0-387-27874-2.
  68. Labarraque, Antoine Germain. On the disinfecting properties of Labarraque's preparations of chlorine. 1828. hlm. 8.
  69. Nouvelle biographie universelle. Vol. 28. hlm. 323–24.
  70. Facts About Chlorine. www.bt.cdc.gov.
  71. Chlorine MSDS. 1997-10-23.
  72. NOAA Office of Response and Restoration, US GOV. Chlorine. noaa.gov.
  73. Greenwood and Earnshaw, pp. 792–93
  74. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  75. Winder, Chris. The Toxicology of Chlorine. Environmental Research. 2001. Vol. 85 (2). hlm. 105–14. doi:10.1006/enrs.2000.4110.
  76. What's in your Water?: Disinfectants Create Toxic By-products. ACES News. College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences – University of Illinois at Urbana-Champaign. 2009-03-31.
  77. Susan D. Richardson. Occurrence, genotoxicity, and carcinogenicity of regulated and emerging disinfection by-products in drinking water: A review and roadmap for research. Mutation Research/Reviews in Mutation Research. 2007. Vol. 636 (1–3). hlm. 178–242. doi:10.1016/j.mrrev.2007.09.001.
  78. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  79. Alex Berezow. Why You Should Never Mix Different Drain Cleaners. Forbes.
  80. Bleach Mixing Dangers : Washington State Dept. of Health. www.doh.wa.gov.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29454824 (2026-07-13T23:30:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.