Lompat ke isi

Litium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29343136; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Lithium_paraffin.jpg|thumb|right|280px|Lithium paraffin]]
Kata "litium" berasal dari , yang berarti "batu". '''Litium''' merupakan [[logam alkali]] lunak berwarna putih keperakan. Di bawah [[suhu dan tekanan standar|kondisi standar]], litium menjadi logam paling ringan sekaligus unsur padat yang paling ringan. Seperti semua logam alkali, litium sangat [[reaktivitas (kimia)|reaktif]] dan mudah terbakar, serta disimpan dalam [[minyak mineral]]. Ketika dipotong sehingga bagian dalamnya terbuka, ia menunjukkan [[kilau (mineralogi)|kilau]] logam, tetapi udara lembap [[korosi|menodainya]] dengan cepat menjadi kusam abu-abu keperakan, lalu membentuk noda hitam. Litium tidak pernah terdapat sebagai unsur bebas di alam, tetapi hanya sebagai [[senyawa kimia|senyawa]] (biasanya ionik), seperti mineral [[pegmatit]] yang dulunya merupakan sumber utama litium. Ia hadir dalam air laut dan biasanya diperoleh dari [[brine|air asin]], karena kelarutannya sebagai ion. Logam litium diisolasi secara [[elektrolisis]] dari campuran [[litium klorida]] dan [[kalium klorida]].
Kata "litium" berasal dari , yang berarti "batu". '''Litium''' merupakan [[logam alkali]] lunak berwarna putih keperakan. Di bawah [[suhu dan tekanan standar|kondisi standar]], litium menjadi logam paling ringan sekaligus unsur padat yang paling ringan. Seperti semua logam alkali, litium sangat [[reaktivitas (kimia)|reaktif]] dan mudah terbakar, serta disimpan dalam [[minyak mineral]]. Ketika dipotong sehingga bagian dalamnya terbuka, ia menunjukkan [[kilau (mineralogi)|kilau]] logam, tetapi udara lembap [[korosi|menodainya]] dengan cepat menjadi kusam abu-abu keperakan, lalu membentuk noda hitam. Litium tidak pernah terdapat sebagai unsur bebas di alam, tetapi hanya sebagai [[senyawa kimia|senyawa]] (biasanya ionik), seperti mineral [[pegmatit]] yang dulunya merupakan sumber utama litium. Ia hadir dalam air laut dan biasanya diperoleh dari [[brine|air asin]], karena kelarutannya sebagai ion. Logam litium diisolasi secara [[elektrolisis]] dari campuran [[litium klorida]] dan [[kalium klorida]].


[[Inti atom]] litium bergetar pada ketidakstabilan, karena dua [[isotop]] litium stabil yang ditemukan di alam memiliki [[energi ikatan nuklir|energi ikatan]] paling rendah per [[nukleon]] dari semua [[nuklida]] stabil. Litium kurang melimpah di tata surya dibandingkan dengan 25 unsur dari 32 unsur kimia pertama meskipun nukleanya sangat ringan, karena ketidakstabilan nuklir relatifnya: ini adalah pengecualian dari tren bahwa semakin berat nuklei, semakin kecil kelimpahannya. Berdasarkan alasan tersebut, litium memiliki kegunaan penting dalam [[fisika nuklir]]. [[Transmutasi nuklir|Transmutasi]] atom litium menjadi [[helium]] pada tahun 1932 adalah [[reaksi nuklir]] buatan manusia pertama, dan [[litium deuterida|litium-6 deuterida]] berfungsi sebagai bahan bakar [[fusi nuklir|fusi]] dalam [[Rancangan Teller-Ulam|senjata termonuklir yang dipamerkan]].
[[Inti atom]] litium bergetar pada ketidakstabilan, karena dua [[isotop]] litium stabil yang ditemukan di alam memiliki [[energi ikatan nuklir|energi ikatan]] paling rendah per [[nukleon]] dari semua [[nuklida]] stabil. Litium kurang melimpah di tata surya dibandingkan dengan 25 unsur dari 32 unsur kimia pertama meskipun nukleanya sangat ringan, karena ketidakstabilan nuklir relatifnya: ini adalah pengecualian dari tren bahwa semakin berat nuklei, semakin kecil kelimpahannya.<ref>Numerical data from: Katharina Lodders. [http://weft.astro.washington.edu/courses/astro557/LODDERS.pdf Solar System Abundances and Condensation Temperatures of the Elements]. ''The Astrophysical Journal''. The American Astronomical Society. July 10, 2003. Vol. 591 (2). hlm. 1220–1247. doi:10.1086/375492. Graphed at :File:SolarSystemAbundances.jpg</ref> Berdasarkan alasan tersebut, litium memiliki kegunaan penting dalam [[fisika nuklir]]. [[Transmutasi nuklir|Transmutasi]] atom litium menjadi [[helium]] pada tahun 1932 adalah [[reaksi nuklir]] buatan manusia pertama, dan [[litium deuterida|litium-6 deuterida]] berfungsi sebagai bahan bakar [[fusi nuklir|fusi]] dalam [[Rancangan Teller-Ulam|senjata termonuklir yang dipamerkan]].<ref>[https://web.archive.org/web/20160604211457/https://fas.org/nuke/intro/nuke/design.htm Nuclear Weapon Design]. Federation of American Scientists (1998-10-21). fas.org</ref>


Litium dan senyawanya memiliki beberapa aplikasi industri, termasuk kaca dan [[keramik]] tahan panas, pelumas [[gemuk litium]], aditif fluks untuk produksi besi, baja dan aluminium, [[baterai litium]], dan [[baterai litium-ion]]. Penggunaan ini mengkonsumsi lebih dari tiga perempat produksi litium.
Litium dan senyawanya memiliki beberapa aplikasi industri, termasuk kaca dan [[keramik]] tahan panas, pelumas [[gemuk litium]], aditif fluks untuk produksi besi, baja dan aluminium, [[baterai litium]], dan [[baterai litium-ion]]. Penggunaan ini mengkonsumsi lebih dari tiga perempat produksi litium.


Sumber utama litium pangan adalah biji-bijian dan sayuran; di beberapa daerah, air minum juga mengandung jumlah yang signifikan. Manusia mengasupnya dalam jumlah yang sangat bervariasi, tergantung lokasi dan diet. Litium telah terdeteksi pada organ tubuh manusia dan jaringan janin sejak akhir abad ke-19, memicu spekulasi mengenai fungsi spesifiknya. Setelah satu abad berikutnya, diperoleh bukti eksperimental. Dalam penelitian pada era 1970an–1990an, tikus dan kambing dengan diet rendah litium memiliki mortalitas yang lebih tinggi, serta kelainan reproduksi dan perilaku. Pada manusia tidak ada penyakit defisiensi litium yang didefinisikan, tetapi asupan litium rendah dari persediaan air dikaitkan dengan peningkatan angka bunuh diri, pembunuhan dan tingkat penangkapan untuk penggunaan narkoba dan kejahatan lainnya. Kandungan litium yang tinggi pada embrio awal menunjukkan peran penting selama perkembangan janin. Mekanisme biokimia dari aksi litium tampaknya terkait banyak faktor dan berkorelasi dengan fungsi beberapa enzim, hormon dan vitamin, serta faktor pertumbuhan dan transformasi. Bukti saat ini tampaknya cukup untuk menerima litium sebagai esensial; [[Angka Kecukupan Gizi|AKG]] sementara untuk 70&nbsp;kg orang dewasa disarankan 1.000&nbsp;μg/hari.
Sumber utama litium pangan adalah biji-bijian dan sayuran; di beberapa daerah, air minum juga mengandung jumlah yang signifikan. Manusia mengasupnya dalam jumlah yang sangat bervariasi, tergantung lokasi dan diet. Litium telah terdeteksi pada organ tubuh manusia dan jaringan janin sejak akhir abad ke-19, memicu spekulasi mengenai fungsi spesifiknya. Setelah satu abad berikutnya, diperoleh bukti eksperimental. Dalam penelitian pada era 1970an–1990an, tikus dan kambing dengan diet rendah litium memiliki mortalitas yang lebih tinggi, serta kelainan reproduksi dan perilaku. Pada manusia tidak ada penyakit defisiensi litium yang didefinisikan, tetapi asupan litium rendah dari persediaan air dikaitkan dengan peningkatan angka bunuh diri, pembunuhan dan tingkat penangkapan untuk penggunaan narkoba dan kejahatan lainnya. Kandungan litium yang tinggi pada embrio awal menunjukkan peran penting selama perkembangan janin. Mekanisme biokimia dari aksi litium tampaknya terkait banyak faktor dan berkorelasi dengan fungsi beberapa enzim, hormon dan vitamin, serta faktor pertumbuhan dan transformasi. Bukti saat ini tampaknya cukup untuk menerima litium sebagai esensial; [[Angka Kecukupan Gizi|AKG]] sementara untuk 70&nbsp;kg orang dewasa disarankan 1.000&nbsp;μg/hari.<ref>Gerhard N. Schrauzer. ''Lithium: occurrence, dietary intakes, nutritional essentiality''. ''Journal of the American College of Nutrition''. 2002. Vol. 21 (1). hlm. 14–21. doi:10.1080/07315724.2002.10719188.</ref><ref>Timothy M. Marshall. [http://www.jpands.org/vol20no4/marshall.pdf Lithium as a Nutrient]. ''Journal of American Physicians and Surgeons''. 2015. Vol. 20 (4). hlm. 104–9.</ref>


[[Garam (kimia)|Garam]] litium telah terbukti bermanfaat sebagai obat [[penstabil suasana hati|suasana hati (''mood'')]] dalam pengobatan [[gangguan bipolar]] pada manusia.
[[Garam (kimia)|Garam]] litium telah terbukti bermanfaat sebagai obat [[penstabil suasana hati|suasana hati (''mood'')]] dalam pengobatan [[gangguan bipolar]] pada manusia.


== Sifat-sifat ==
== Sifat-sifat ==
=== Atom dan fisika ===
=== Atom dan fisika ===
Seperti [[logam alkali]] lainnya, litium memiliki [[elektron valensi]] tunggal yang mudah dilepaskan untuk membentuk [[kation]].<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide]. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.</ref> Oleh karena itu, litium adalah unsur penghantar panas dan listrik yang baik serta sangat reaktif, meskipun ia adalah yang paling kurang reaktif di antara logam alkali. Rendahnya reaktivitas litium adalah karena dekatnya elektron valensi dengan [[inti atom|nukleusnya]] ([[Atom dua elektron|dua elektron]] yang tersisa berada di [[orbital atom|orbital 1s]], energinya jauh lebih rendah, dan tidak berpartisipasi dalam ikatan kimia).<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide]. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.</ref>


Seperti [[logam alkali]] lainnya, litium memiliki [[elektron valensi]] tunggal yang mudah dilepaskan untuk membentuk [[kation]]. Oleh karena itu, litium adalah unsur penghantar panas dan listrik yang baik serta sangat reaktif, meskipun ia adalah yang paling kurang reaktif di antara logam alkali. Rendahnya reaktivitas litium adalah karena dekatnya elektron valensi dengan [[inti atom|nukleusnya]] ([[Atom dua elektron|dua elektron]] yang tersisa berada di [[orbital atom|orbital 1s]], energinya jauh lebih rendah, dan tidak berpartisipasi dalam ikatan kimia).
Logam litium cukup lunak untuk dipotong menggunakan pisau. Saat dipotong, ia memiliki warna putih keperakan yang cepat berubah menjadi abu-abu karena teroksidasi menjadi [[litium oksida]].<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide]. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.</ref> Meskipun memiliki salah satu [[Daftar unsur berdasarkan titik lebur|titik leleh terendah]] di antara semua logam (180&nbsp;°C), ia memiliki titik leleh dan titik didih tertinggi di antara logam alkali.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Logam litium cukup lunak untuk dipotong menggunakan pisau. Saat dipotong, ia memiliki warna putih keperakan yang cepat berubah menjadi abu-abu karena teroksidasi menjadi [[litium oksida]]. Meskipun memiliki salah satu [[Daftar unsur berdasarkan titik lebur|titik leleh terendah]] di antara semua logam (180&nbsp;°C), ia memiliki titik leleh dan titik didih tertinggi di antara logam alkali.


Litium memiliki kerapatan sangat rendah (0,534 g/cm), sebanding dengan kayu pinus. Ia memiliki densitas paling kecil di antara semua unsur padat pada suhu kamar; unsur padat berikutnya (kalium, pada 0,862 g/cm) lebih dari 60% lebih padat. Selanjutnya, selain [[helium]] dan [[hidrogen]], densitasnya lebih kecil daripada unsur cair apapun, hanya dua pertiga densitas [[nitrogen cair]] (0,808 g/cm). Litium dapat mengapung pada minyak hidrokarbon paling ringan dan merupakan satu dari tiga logam yang bisa mengapung di air, dua lainnya adalah [[natrium]] dan [[kalium]].
Litium memiliki kerapatan sangat rendah (0,534 g/cm), sebanding dengan kayu pinus. Ia memiliki densitas paling kecil di antara semua unsur padat pada suhu kamar; unsur padat berikutnya (kalium, pada 0,862 g/cm) lebih dari 60% lebih padat. Selanjutnya, selain [[helium]] dan [[hidrogen]], densitasnya lebih kecil daripada unsur cair apapun, hanya dua pertiga densitas [[nitrogen cair]] (0,808 g/cm).<ref>[http://encyclopedia.airliquide.com/Encyclopedia.asp?LanguageID=11&CountryID=19&Formula=&GasID=5&UNNumber=&EquivGasID=32&VolLiquideBox=&MasseLiquideBox=&VolGasBox=&MasseGasBox=&RD20=29&RD9=8&RD6=64&RD4=2&RD3=22&RD8=27&RD2=20&RD18=41&RD7=18&RD13=71&RD16=35&RD12=31&RD19=34&RD24=62&RD25=77&RD26=78&RD28=81&RD29=82 Nitrogen, N2, Physical properties, safety, MSDS, enthalpy, material compatibility, gas liquid equilibrium, density, viscosity, inflammability, transport properties]. Encyclopedia.airliquide.com.</ref> Litium dapat mengapung pada minyak hidrokarbon paling ringan dan merupakan satu dari tiga logam yang bisa mengapung di air, dua lainnya adalah [[natrium]] dan [[kalium]].


[[Koefisien ekspansi termal]] litium dua kali lipat [[aluminium]] dan hampir empat kali lipat [[besi]]. Litium adalah [[superkonduktor]] di bawah 400 [[mikrokelvin|μK]] pada tekanan standar dan pada suhu yang lebih tinggi (lebih dari 9&nbsp;K) pada tekanan sangat tinggi (>20&nbsp;GPa). Pada suhu di bawah 70&nbsp;K, litium, seperti natrium, mengalami [[transformasi nirdifusi|transformasi perubahan fase nirdifusi]]. Pada 4,2&nbsp;K ia memiliki [[sistem kristal rombohedral]] (dengan jarak pengulangan sembilan lapisan); pada suhu yang lebih tinggi ia berubah menjadi [[kubik pusat muka]] dan kemudian [[kubik pusat badan]]. Pada suhu helium cair (4&nbsp;K) lazimnya adalah struktur rombohedral. Telah diidentifikasi beberapa bentuk alotropik litium pada tekanan tinggi.
[[Koefisien ekspansi termal]] litium dua kali lipat [[aluminium]] dan hampir empat kali lipat [[besi]].<ref>[http://www.engineeringtoolbox.com/linear-expansion-coefficients-d_95.html Coefficients of Linear Expansion]. Engineering Toolbox.</ref> Litium adalah [[superkonduktor]] di bawah 400 [[mikrokelvin|μK]] pada tekanan standar<ref>Juha Tuoriniemi. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_2007-05-10_447_7141/page/186 Superconductivity in lithium below 0.4 millikelvin at ambient pressure]. ''Nature''. 2007. Vol. 447 (7141). hlm. 187–9. doi:10.1038/nature05820.</ref> dan pada suhu yang lebih tinggi (lebih dari 9&nbsp;K) pada tekanan sangat tinggi (>20&nbsp;GPa).<ref>Struzhkin, V. V. [https://archive.org/details/sim_science_2002-11-08_298_5596/page/1212 Superconductivity in dense lithium]. ''Science''. 2002. Vol. 298 (5596). hlm. 1213–5. doi:10.1126/science.1078535.</ref> Pada suhu di bawah 70&nbsp;K, litium, seperti natrium, mengalami [[transformasi nirdifusi|transformasi perubahan fase nirdifusi]]. Pada 4,2&nbsp;K ia memiliki [[sistem kristal rombohedral]] (dengan jarak pengulangan sembilan lapisan); pada suhu yang lebih tinggi ia berubah menjadi [[kubik pusat muka]] dan kemudian [[kubik pusat badan]]. Pada suhu helium cair (4&nbsp;K) lazimnya adalah struktur rombohedral.<ref>A. W. Overhauser. ''Crystal Structure of Lithium at 4.2 K''. ''Physical Review Letters''. 1984. Vol. 53. hlm. 64–65. doi:10.1103/PhysRevLett.53.64.</ref> Telah diidentifikasi beberapa bentuk alotropik litium pada tekanan tinggi.<ref>Ulrich Schwarz. ''Metallic high-pressure modifications of main group elements''. ''Zeitschrift für Kristallographie''. 2004. Vol. 219 (6–2004). hlm. 376–390. doi:10.1524/zkri.219.6.376.34637.</ref>


Litium memiliki [[Kapasitas kalor|kapasitas kalor spesifik]] massa 3,58 kilojoule per kilogram-kelvin, tertinggi di antara semua padatan. Oleh karena itu, logam litium sering digunakan dalam [[pendingin]] untuk aplikasi [[perpindahan panas]].
Litium memiliki [[Kapasitas kalor|kapasitas kalor spesifik]] massa 3,58 kilojoule per kilogram-kelvin, tertinggi di antara semua padatan.<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref><ref>[https://web.archive.org/web/20140823211840/http://hilltop.bradley.edu/~spost/THERMO/solidcp.pdf SPECIFIC HEAT OF SOLIDS]. bradley.edu</ref> Oleh karena itu, logam litium sering digunakan dalam [[pendingin]] untuk aplikasi [[perpindahan panas]].<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref>


=== Kimia dan senyawa ===
=== Kimia dan senyawa ===
Litium mudah bereaksi dengan air, tetapi tidak sedahsyat logam alkali lainnya. Reaksinya membentuk gas [[hidrogen]] dan [[litium hidroksida]] dalam larutan akuatik. Litium biasanya disimpan dalam perapat () hidrokarbon, seringnya [[petrolatum]], karena reaktivitasnya dengan air. Meskipun logam alkali yang lebih berat dapat disimpan dalam zat yang lebih padat, seperti [[minyak mineral]], litium tidak cukup padat untuk benar-benar terendam dalam cairan ini. Di udara yang lembap, litium dengan cepat bernoda membentuk lapisan hitam [[litium hidroksida]] (LiOH dan LiOH·HO), [[litium nitrida]] (LiN) dan [[litium karbonat]] (, hasil dari reaksi sekunder antara LiOH dan [[karbon dioksida|CO]]).
Litium mudah bereaksi dengan air, tetapi tidak sedahsyat logam alkali lainnya. Reaksinya membentuk gas [[hidrogen]] dan [[litium hidroksida]] dalam larutan akuatik.<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide]. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.</ref> Litium biasanya disimpan dalam perapat () hidrokarbon, seringnya [[petrolatum]], karena reaktivitasnya dengan air. Meskipun logam alkali yang lebih berat dapat disimpan dalam zat yang lebih padat, seperti [[minyak mineral]], litium tidak cukup padat untuk benar-benar terendam dalam cairan ini.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.</ref> Di udara yang lembap, litium dengan cepat bernoda membentuk lapisan hitam [[litium hidroksida]] (LiOH dan LiOH·HO), [[litium nitrida]] (LiN) dan [[litium karbonat]] (, hasil dari reaksi sekunder antara LiOH dan [[karbon dioksida|CO]]).<ref>Conrad W. Kamienski. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. John Wiley & Sons, Inc. 2004. doi:10.1002/0471238961.1209200811011309.a01.pub2.</ref>
 


Ketika diletakkan pada nyala api, senyawa litium memberi nyala berwarna merah krimson, tetapi saat terbakar dengan kuat, nyala api menjadi perak cemerlang. Litium akan menyala dan terbakar dalam oksigen saat terkena air atau uap air. Litium [[mudah terbakar]], dan berpotensi meledak saat terkena udara dan terutama air, meski potensinya kurang daripada [[logam alkali]] lainnya. Reaksi litium-air pada suhu normal sangat cepat tetapi tidak hebat karena hidrogen yang dihasilkan tidak menyalakan dirinya sendirinya. Seperti halnya semua logam alkali, kebakaran litium sulit untuk dipadamkan, membutuhkan pemadam api bubuk kering jenis ([[Pemadam api Kelas D|Kelas D]]). Litium adalah salah satu dari sedikit logam yang bereaksi dengan [[nitrogen]] pada [[Suhu dan tekanan standar|kondisi normal]].
Ketika diletakkan pada nyala api, senyawa litium memberi nyala berwarna merah krimson, tetapi saat terbakar dengan kuat, nyala api menjadi perak cemerlang. Litium akan menyala dan terbakar dalam oksigen saat terkena air atau uap air.<ref>''XXIV.—On chemical analysis by spectrum-observations''. ''Quarterly Journal of the Chemical Society of London''. 1861. Vol. 13 (3). hlm. 270. doi:10.1039/QJ8611300270.</ref> Litium [[mudah terbakar]], dan berpotensi meledak saat terkena udara dan terutama air, meski potensinya kurang daripada [[logam alkali]] lainnya. Reaksi litium-air pada suhu normal sangat cepat tetapi tidak hebat karena hidrogen yang dihasilkan tidak menyalakan dirinya sendirinya. Seperti halnya semua logam alkali, kebakaran litium sulit untuk dipadamkan, membutuhkan pemadam api bubuk kering jenis ([[Pemadam api Kelas D|Kelas D]]). Litium adalah salah satu dari sedikit logam yang bereaksi dengan [[nitrogen]] pada [[Suhu dan tekanan standar|kondisi normal]].<ref>Krebs, Robert E. [https://books.google.com/books?id=yb9xTj72vNAC&pg=PA47 The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide]. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 47. ISBN 0-313-33438-2.</ref><ref>Institute, American Geological. [https://books.google.com/books?id=77McAQAAIAAJ Geochemistry international]. 1 January 1994. Vol. 31 (1–4). hlm. 115.</ref>


Litium memiliki [[hubungan diagonal]] dengan [[magnesium]], unsur dengan [[jari-jari atom]] dan [[jari-jari ion|ion]] yang sama. Kemiripan kimia antara kedua logam tersebut meliputi pembentukan [[nitrida]] melalui reaksi dengan , pembentukan [[litium oksida|oksida]] () dan [[litium peroksida|peroksida]] () bila dibakar di , [[garam (kimia)|garam]] dengan [[kelarutan]] yang mirip, serta ketidakstabilan termal [[karbonat]] dan [[nitrida]]nya. Logam ini bereaksi dengan gas hidrogen pada suhu tinggi menghasilkan [[litium hidrida]] (LiH).
Litium memiliki [[hubungan diagonal]] dengan [[magnesium]], unsur dengan [[jari-jari atom]] dan [[jari-jari ion|ion]] yang sama. Kemiripan kimia antara kedua logam tersebut meliputi pembentukan [[nitrida]] melalui reaksi dengan , pembentukan [[litium oksida|oksida]] () dan [[litium peroksida|peroksida]] () bila dibakar di , [[garam (kimia)|garam]] dengan [[kelarutan]] yang mirip, serta ketidakstabilan termal [[karbonat]] dan [[nitrida]]nya.<ref>Conrad W. Kamienski. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. John Wiley & Sons, Inc. 2004. doi:10.1002/0471238961.1209200811011309.a01.pub2.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Logam ini bereaksi dengan gas hidrogen pada suhu tinggi menghasilkan [[litium hidrida]] (LiH).<ref>Beckford, Floyd. [http://www.lyon.edu/webdata/users/fbeckford/CHM%20120/Lecture%20Notes/Chapter-14.ppt University of Lyon course online (powerpoint) slideshow].</ref>


[[Senyawa biner]] lainnya yang dikenal meliputi [[halida]] ([[Litium fluorida|LiF]], [[Litium klorida|LiCl]], [[Litium bromida|LiBr]], [[Litium iodida|LiI]]), [[sulfida]] ([[Litium sulfida|Litium sulfida]]), [[superoksida]] ([[Litium superoksida|Litium superoksida]]), dan [[karbida]] ([[Litium karbida|Litium karbida]]). Banyak senyawa anorganik lainnya diketahui di mana litium bergabung dengan [[anion]] membentuk garam: [[Litium borat|borat]], [[Litium amida|amida]], [[Litium karbonat|karbonat]], [[Litium nitrat|nitrat]], atau [[borohidrida]] ([[Litium borohidrida|Litium borohidrida]]). [[Litium aluminium hidrida]] () umumnya digunakan sebagai reduktor dalam sintesis organik.
[[Senyawa biner]] lainnya yang dikenal meliputi [[halida]] ([[Litium fluorida|LiF]], [[Litium klorida|LiCl]], [[Litium bromida|LiBr]], [[Litium iodida|LiI]]), [[sulfida]] ([[Litium sulfida|Litium sulfida]]), [[superoksida]] ([[Litium superoksida|Litium superoksida]]), dan [[karbida]] ([[Litium karbida|Litium karbida]]). Banyak senyawa anorganik lainnya diketahui di mana litium bergabung dengan [[anion]] membentuk garam: [[Litium borat|borat]], [[Litium amida|amida]], [[Litium karbonat|karbonat]], [[Litium nitrat|nitrat]], atau [[borohidrida]] ([[Litium borohidrida|Litium borohidrida]]). [[Litium aluminium hidrida]] () umumnya digunakan sebagai reduktor dalam sintesis organik.


Beberapa [[pereaksi organolitium]] diketahui memiliki [[ikatan kovalen|ikatan]] langsung antara atom [[karbon]] dan atom litium, yang secara efektif membentuk [[karbanion]]. Ini adalah [[basa (kimia)|basa]] dan [[nukleofil karbon|nukleofil]] yang sangat kuat. Dalam banyak senyawa organolitium ini, ion litium cenderung digabungkan ke dalam gugus simetri yang lebih tinggi, hal yang relatif umum untuk kation alkali. [[LiHe]], [[senyawa van der Waals]] dengan interaksi yang sangat lemah, telah terdeteksi pada suhu yang sangat rendah.
Beberapa [[pereaksi organolitium]] diketahui memiliki [[ikatan kovalen|ikatan]] langsung antara atom [[karbon]] dan atom litium, yang secara efektif membentuk [[karbanion]]. Ini adalah [[basa (kimia)|basa]] dan [[nukleofil karbon|nukleofil]] yang sangat kuat. Dalam banyak senyawa organolitium ini, ion litium cenderung digabungkan ke dalam gugus simetri yang lebih tinggi, hal yang relatif umum untuk kation alkali.<ref>Sapse, Anne-Marie. [https://books.google.com/books?id=z76sVepirh4C&pg=PA16 Lithium chemistry: a theoretical and experimental overview]. Wiley-IEEE. 1995. hlm. 3–40. ISBN 0-471-54930-4.</ref> [[LiHe]], [[senyawa van der Waals]] dengan interaksi yang sangat lemah, telah terdeteksi pada suhu yang sangat rendah.<ref>Bretislav Friedrich. [http://physics.aps.org/articles/v6/42 APS Physics]. 8 April 2013. Vol. 6. hlm. 42.</ref>


=== Isotop ===
=== Isotop ===
Litium alami terdiri dari dua isotop stabil, Li dan Li. Isotop Li lebih melimpah ([[kelimpahan alami]] 92,5%).<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide]. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.</ref><ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.</ref><ref>[http://ie.lbl.gov/education/parent/Li_iso.htm Isotopes of Lithium]. Berkeley National Laboratory, The Isotopes Project.</ref> Kedua isotop alami tersebut memiliki anomali [[energi ikatan nuklir]] per nukleon yang rendah (dibandingkan dengan unsur tetangganya pada [[tabel periodik]], [[helium]] dan [[berilium]]); litium adalah satu-satunya unsur bernomor atom kecil yang bisa menghasilkan energi bersih melalui [[fisi nuklir]]. Dua inti litium memiliki energi ikatan yang lebih rendah per nukleon daripada nukleon stabil lainnya kecuali [[deuterium]] dan [[helium-3]].<ref>:File:Binding energy curve - common isotopes.svg menunjukkan grafik energi ikatan nuklida stabil; sumber data dinyatakan sebagai angka pada latar belakang.</ref> Alhasil, meski berat atomnya sangat ringan, litium kurang umum di Tata Surya dibandingkan 25 dari 32 unsur kimia pertama.<ref>Numerical data from: Katharina Lodders. [http://weft.astro.washington.edu/courses/astro557/LODDERS.pdf Solar System Abundances and Condensation Temperatures of the Elements]. ''The Astrophysical Journal''. The American Astronomical Society. July 10, 2003. Vol. 591 (2). hlm. 1220–1247. doi:10.1086/375492. Graphed at :File:SolarSystemAbundances.jpg</ref> Tujuh [[radioisotop]] telah dikarakterisasi, yang paling stabil adalah Li dengan [[waktu paruh]] 838&nbsp;[[milidetik|ms]] dan Li dengan waktu paruh 178&nbsp;ms. Semua isotop [[radioaktif]] yang tersisa memiliki waktu paruh yang lebih pendek daripada 8,6&nbsp;ms. Isotop litium dengan umur terpendek adalah Li, yang meluruh melalui [[emisi proton]] dan memiliki waktu paruh 7,6&nbsp;×&nbsp;10<sup>−23</sup>&nbsp;s.<ref>Sonzogni, Alejandro. [http://www.nndc.bnl.gov/chart/reCenter.jsp?z=104&n=158 Interactive Chart of Nuclides]. Brookhaven National Laboratory.</ref>


Litium alami terdiri dari dua isotop stabil, Li dan Li. Isotop Li lebih melimpah ([[kelimpahan alami]] 92,5%). Kedua isotop alami tersebut memiliki anomali [[energi ikatan nuklir]] per nukleon yang rendah (dibandingkan dengan unsur tetangganya pada [[tabel periodik]], [[helium]] dan [[berilium]]); litium adalah satu-satunya unsur bernomor atom kecil yang bisa menghasilkan energi bersih melalui [[fisi nuklir]]. Dua inti litium memiliki energi ikatan yang lebih rendah per nukleon daripada nukleon stabil lainnya kecuali [[deuterium]] dan [[helium-3]]. Alhasil, meski berat atomnya sangat ringan, litium kurang umum di Tata Surya dibandingkan 25 dari 32 unsur kimia pertama. Tujuh [[radioisotop]] telah dikarakterisasi, yang paling stabil adalah Li dengan [[waktu paruh]] 838&nbsp;[[milidetik|ms]] dan Li dengan waktu paruh 178&nbsp;ms. Semua isotop [[radioaktif]] yang tersisa memiliki waktu paruh yang lebih pendek daripada 8,6&nbsp;ms. Isotop litium dengan umur terpendek adalah Li, yang meluruh melalui [[emisi proton]] dan memiliki waktu paruh 7,6&nbsp;×&nbsp;10<sup>−23</sup>&nbsp;s.
Li adalah salah satu [[unsur primordial]] (atau lebih tepatnya [[nuklida]] primordial) yang dihasilkan dalam [[nukleosintesis Big Bang]]. Sejumlah kecil Li dan Li dihasilkan di bintang-bintang, tetapi diperkirakan [[Pembakaran litium|"dibakar"]] secepat dihasilkannya.<ref>Asplund, M. [https://archive.org/details/sim_astrophysical-journal_2006-06-10_644_1/page/228 Lithium Isotopic Abundances in Metal-poor Halo Stars]. ''The Astrophysical Journal''. 2006. Vol. 644. hlm. 229–259. doi:10.1086/503538.</ref> Sejumlah kecil ekstra Li dan Li dapat dihasilkan dari angin surya, sinar kosmik yang menghantam atom yang lebih berat, dan dari peluruhan radioaktif [[Berilium|Be]] dan Be pada tata surya awal.<ref>M. Chaussidon. [http://sims.ess.ucla.edu/PDF/Chaussidon_et_al_Geochim%20Cosmochim_2006a.pdf Li and B isotopic variations in an Allende CAI: Evidence for the in situ decay of short-lived 10 Be and for the possible presence of the short−lived nuclide 7 Be in the early solar system]. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 2006. Vol. 70 (1). hlm. 224–245. doi:10.1016/j.gca.2005.08.016.</ref> Sementara litium dibuat di bintang-bintang selama [[nukleosintesis stelar]], ia kemudian dibakar. Li juga bisa dihasilkan dalam [[bintang karbon]].<ref>P. A. Denissenkov. ''Episodic lithium production by extra-mixing in red giants''. ''Astronomy and Astrophysics''. 2000. Vol. 358. hlm. L49–L52.</ref>
 
Li adalah salah satu [[unsur primordial]] (atau lebih tepatnya [[nuklida]] primordial) yang dihasilkan dalam [[nukleosintesis Big Bang]]. Sejumlah kecil Li dan Li dihasilkan di bintang-bintang, tetapi diperkirakan [[Pembakaran litium|"dibakar"]] secepat dihasilkannya. Sejumlah kecil ekstra Li dan Li dapat dihasilkan dari angin surya, sinar kosmik yang menghantam atom yang lebih berat, dan dari peluruhan radioaktif [[Berilium|Be]] dan Be pada tata surya awal. Sementara litium dibuat di bintang-bintang selama [[nukleosintesis stelar]], ia kemudian dibakar. Li juga bisa dihasilkan dalam [[bintang karbon]].


Isotop litium terfraksionasi secara substansial selama berbagai proses alami, termasuk pembentukan mineral (presipitasi kimia), [[metabolisme]], dan [[pertukaran ion]]. Ion litium menggantikan magnesium dan besi pada situs oktahedral dalam mineral [[tanah liat]], di mana Li lebih disukai daripada Li, menghasilkan pengayaan isotop ringan dalam proses hiperfiltrasi dan alterasi batuan. Li nan eksotis diketahui memancarkan [[halo nuklir]]. Proses yang dikenal dengan [[Pemisahan isotop laser uap atom|pemisahan isotop laser]] dapat digunakan untuk memisahkan isotop litium, khususnya Li dari Li.
Isotop litium terfraksionasi secara substansial selama berbagai proses alami,<ref>H. M. Seitz. ''Lithium isotopic signatures of peridotite xenoliths and isotopic fractionation at high temperature between olivine and pyroxenes''. ''Chemical Geology''. 2004. Vol. 212 (1–2). hlm. 163–177. doi:10.1016/j.chemgeo.2004.08.009.</ref> termasuk pembentukan mineral (presipitasi kimia), [[metabolisme]], dan [[pertukaran ion]]. Ion litium menggantikan magnesium dan besi pada situs oktahedral dalam mineral [[tanah liat]], di mana Li lebih disukai daripada Li, menghasilkan pengayaan isotop ringan dalam proses hiperfiltrasi dan alterasi batuan. Li nan eksotis diketahui memancarkan [[halo nuklir]]. Proses yang dikenal dengan [[Pemisahan isotop laser uap atom|pemisahan isotop laser]] dapat digunakan untuk memisahkan isotop litium, khususnya Li dari Li.<ref>Duarte, F. J. [https://archive.org/details/tunablelaserappl0000unse Tunable Laser Applications]. CRC Press. 2009. hlm. [https://archive.org/details/tunablelaserappl0000unse/page/330 330]. ISBN 1-4200-6009-0.</ref>


Pembuatan senjata nuklir dan aplikasi fisika nuklir lainnya merupakan sumber utama fraksinasi litium artifisial. Dengan ditahannya stok isotop ringan Li oleh industri dan militer sedemikian rupa sehingga menyebabkan perubahan rasio Li terhadap Li pada sumber alami, misalnya sungai. Hal ini menyebabkan ketidakpastian yang tidak lazim pada [[berat atom]] litium terstandardisasi, karena jumlah ini bergantung pada rasio kelimpahan alami isotop litium stabil yang terjadi secara alami, karena tersedia dalam sumber mineral litium komersial.
Pembuatan senjata nuklir dan aplikasi fisika nuklir lainnya merupakan sumber utama fraksinasi litium artifisial. Dengan ditahannya stok isotop ringan Li oleh industri dan militer sedemikian rupa sehingga menyebabkan perubahan rasio Li terhadap Li pada sumber alami, misalnya sungai. Hal ini menyebabkan ketidakpastian yang tidak lazim pada [[berat atom]] litium terstandardisasi, karena jumlah ini bergantung pada rasio kelimpahan alami isotop litium stabil yang terjadi secara alami, karena tersedia dalam sumber mineral litium komersial.<ref>T. B. Coplen. ''Isotope-abundance variations of selected elements (IUPAC Technical Report)''. ''Pure and Applied Chemistry''. 2002. Vol. 74 (10). hlm. 1987. doi:10.1351/pac200274101987.</ref>


Kedua isotop stabil litium dapat [[Pendinginan laser|didinginkan dengan laser]] dan digunakan untuk menghasilkan campuran [[Kondensat Bose–Einstein|Bose]]-[[Kondensat fermion|Fermi]] kuantum pertama degeneratif.
Kedua isotop stabil litium dapat [[Pendinginan laser|didinginkan dengan laser]] dan digunakan untuk menghasilkan campuran [[Kondensat Bose–Einstein|Bose]]-[[Kondensat fermion|Fermi]] kuantum pertama degeneratif.<ref>Andrew G. Truscott. [http://science.sciencemag.org/content/291/5513/2570 Observation of Fermi Pressure in a Gas of Trapped Atoms]. ''Science''. 2001-03-30. Vol. 291 (5513). hlm. 2570–2572. doi:10.1126/science.1059318.</ref>


== Keterjadian ==
== Keterjadian ==
=== Astronomi ===
=== Astronomi ===
Menurut teori kosmologi modern, litium—untuk dua isotop stabil (litium-6 dan litium-7)—adalah salah satu dari 3 unsur [[nukleosintesis|yang disintesis]] dalam [[Dentuman Besar]].<ref>A. M. Boesgaard. [https://archive.org/details/sim_annual-review-of-astronomy-and-astrophysics_1985_23/page/319 Big bang nucleosynthesis – Theories and observations]. ''Annual Review of Astronomy and Astrophysics''. 1985. Vol. 23. hlm. 319–378. doi:10.1146/annurev.aa.23.090185.001535.</ref> Meskipun jumlah yang dihasilkan dari [[nukleosintesis Big Bang]] bergantung pada jumlah [[foton]] per [[barion]], untuk memenuhi nilai kelimpahan litium yang layak dikalkulasi, dan terdapat "kesenjangan litium kosmologis" di Alam Semesta: bintang yang lebih tua tampaknya memiliki litium kurang dari yang seharusnya, dan beberapa bintang yang lebih muda memiliki lebih banyak.<ref>Marcus Woo. [http://www.bbc.com/earth/story/20170220-the-cosmic-explosions-that-made-the-universe The Cosmic Explosions That Made the Universe]. ''earth''. BBC. 21 Feb 2017.</ref> Kurangnya litium pada bintang yang lebih tua rupanya disebabkan oleh "pencampuran" litium ke dalam interior bintang, di mana ia dihancurkan,<ref>Cain, Fraser. [http://www.universetoday.com/476/why-old-stars-seem-to-lack-lithium/ Why Old Stars Seem to Lack Lithium]. 16 August 2006.</ref> sementara litium diproduksi di bintang yang lebih muda. Meskipun ia bertransmutasi menjadi dua atom [[helium]] karena bertumbukan dengan [[proton]] pada suhu di atas 2,4 juta derajat Celcius (kebanyakan bintang dengan mudah mencapai suhu ini di interior mereka), litium lebih banyak daripada perhitungan saat ini yang diperkirakan akan terjadi pada bintang generasi selanjutnya.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.</ref>


Menurut teori kosmologi modern, litium—untuk dua isotop stabil (litium-6 dan litium-7)—adalah salah satu dari 3 unsur [[nukleosintesis|yang disintesis]] dalam [[Dentuman Besar]]. Meskipun jumlah yang dihasilkan dari [[nukleosintesis Big Bang]] bergantung pada jumlah [[foton]] per [[barion]], untuk memenuhi nilai kelimpahan litium yang layak dikalkulasi, dan terdapat "kesenjangan litium kosmologis" di Alam Semesta: bintang yang lebih tua tampaknya memiliki litium kurang dari yang seharusnya, dan beberapa bintang yang lebih muda memiliki lebih banyak. Kurangnya litium pada bintang yang lebih tua rupanya disebabkan oleh "pencampuran" litium ke dalam interior bintang, di mana ia dihancurkan, sementara litium diproduksi di bintang yang lebih muda. Meskipun ia bertransmutasi menjadi dua atom [[helium]] karena bertumbukan dengan [[proton]] pada suhu di atas 2,4 juta derajat Celcius (kebanyakan bintang dengan mudah mencapai suhu ini di interior mereka), litium lebih banyak daripada perhitungan saat ini yang diperkirakan akan terjadi pada bintang generasi selanjutnya.
Meskipun merupakan salah satu dari tiga unsur pertama yang disintesis dalam Big Bang, litium, bersama dengan [[berilium]] dan [[boron]] secara nyata kurang melimpah daripada unsur lainnya. Ini adalah hasil dari suhu rendah yang diperlukan untuk menghancurkan litium, dan kurangnya proses umum untuk memproduksinya.<ref>[http://www.astro.wesleyan.edu/~bill/courses/astr231/wes_only/element_abundances.pdf Element Abundances].</ref>
 
Meskipun merupakan salah satu dari tiga unsur pertama yang disintesis dalam Big Bang, litium, bersama dengan [[berilium]] dan [[boron]] secara nyata kurang melimpah daripada unsur lainnya. Ini adalah hasil dari suhu rendah yang diperlukan untuk menghancurkan litium, dan kurangnya proses umum untuk memproduksinya.


Litium juga ditemukan pada objek substelar [[katai coklat]] dan bintang jingga anomali tertentu. Karena litium hadir dalam katai coklat yang lebih dingin dan kurang masif, tetapi hancur dalam bintang [[katai merah]] yang lebih panas, kehadirannya di spektrum bintang dapat digunakan dalam "uji litium" untuk membedakan keduanya, karena keduanya lebih kecil daripada Matahari. Bintang jingga tertentu juga bisa mengandung konsentrasi litium yang tinggi. Bintang jingga yang ditemukan memiliki konsentrasi litium yang lebih tinggi dari biasanya (seperti Centaurus X-4) mengorbit objek masif—bintang neutron atau lubang hitam—yang gravitasinya jelas menarik litium yang lebih berat ke permukaan bintang hidrogen-helium, menyebabkan lebih banyak litium yang teramati.
Litium juga ditemukan pada objek substelar [[katai coklat]] dan bintang jingga anomali tertentu. Karena litium hadir dalam katai coklat yang lebih dingin dan kurang masif, tetapi hancur dalam bintang [[katai merah]] yang lebih panas, kehadirannya di spektrum bintang dapat digunakan dalam "uji litium" untuk membedakan keduanya, karena keduanya lebih kecil daripada Matahari.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.</ref><ref>Fraser Cain. [http://www.universetoday.com/24593/brown-dwarf/ Brown Dwarf]. Universe Today.</ref><ref>Neill Reid. [http://www-int.stsci.edu/~inr/ldwarf3.html L Dwarf Classification]. 10 March 2002.</ref> Bintang jingga tertentu juga bisa mengandung konsentrasi litium yang tinggi. Bintang jingga yang ditemukan memiliki konsentrasi litium yang lebih tinggi dari biasanya (seperti Centaurus X-4) mengorbit objek masif—bintang neutron atau lubang hitam—yang gravitasinya jelas menarik litium yang lebih berat ke permukaan bintang hidrogen-helium, menyebabkan lebih banyak litium yang teramati.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.</ref>


=== Terestrial ===
=== Terestrial ===
{|class="wikitable sortable" style="float:right; margin:5px; font-size: 90%;"
|+Produksi tambang (2016), cadangan dan sumber daya litium dalam ton<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/ Lithium Statistics and Information]. U.S. Geological Survey. 2017.</ref>
|-
! Negara
! Produksi
! Cadangan<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/mcs/2011/mcsapp2011.pdf Apendixes]. Menurut definisi USGS, basis cadangan "dapat mencakup bagian sumber daya yang memiliki potensi ketersediaan yang memadai secara ekonomi dalam cakrawala perencanaan di luar yang dianggap terbukti menurut teknologi dan ekonomi saat ini. Basis cadangan mencakup sumber daya yang saat ini bersifat ekonomi (cadangan), ekonomi marginal (cadangan marjinal), dan sebagian dari mereka yang saat ini bersifat subekonomis (sumber daya subekonomis)."</ref>
! Sumber daya
|-
|
| 5.700
| 2.000.000
| 9.000.000
|-
|
| 14.300
| 1.600.000
| 2.000.000+
|-
|
| -
| -
| 100.000+
|-
|
| -
| -
| 9.000.000
|-
|
| 200
| 48.000
| 200.000
|-
| (2010)
| 480
| 180.000
| 2.000.000
|-
|
| 12.000
| 7.500.000
| 7.500.000+
|-
|
| -
| -
| 1.000.000
|-
|
| -
| -
| 200.000
|-
|
| 2.000
| 3.200.000
| 7.000.000
|-
|
| 200
| 60.000
| N/A
|-
|
| -
| -
| 1.000.000
|-
|
| -
| -
| 1.000.000
|-
|
| W<ref>ditahan untuk menghindari pengungkapan data milik perusahaan</ref>
| 38.000
| 6.900.000
|-
|
| 900
| 23.000
| 100.000+
|-
| '''Total dunia'''
| '''32.500'''
| '''14.000.000'''
| N/A
|}


Meskipun litium banyak tersebar di Bumi, ia tidak secara alami terdapat dalam bentuk unsur bebasnya karena reaktivitasnya yang tinggi.<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide]. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.</ref> Total kandungan litium dalam air laut sangat besar, dengan estimasi sekitar 230 miliar ton, karena konsentrasinya dalam air laut relatif konstant dalam kisaran 0,14 sampai 0,25 bagian per juta (ppm),<ref>[http://www.ioes.saga-u.ac.jp/ioes-study/li/lithium/occurence.html Lithium Occurrence]. Institute of Ocean Energy, Saga University, Japan.</ref><ref>[http://www.enclabs.com/lithium.html Some Facts about Lithium]. ENC Labs.</ref> atau 25 [[mikromolar]];<ref>[http://www.springerlink.com/content/y621101m3567jku1/ Extraction of metals from sea water]. ''Topics in Current Chemistry''. Springer Berlin Heidelberg. 1984. hlm. 91–133. doi:10.1007/3-540-13534-0_3.</ref> konsentrasi yang lebih tinggi mendekati 7 ppm dijumpai di dekat [[ventilasi hidrotermal]].<ref>[http://www.enclabs.com/lithium.html Some Facts about Lithium]. ENC Labs.</ref>


Meskipun litium banyak tersebar di Bumi, ia tidak secara alami terdapat dalam bentuk unsur bebasnya karena reaktivitasnya yang tinggi. Total kandungan litium dalam air laut sangat besar, dengan estimasi sekitar 230 miliar ton, karena konsentrasinya dalam air laut relatif konstant dalam kisaran 0,14 sampai 0,25 bagian per juta (ppm), atau 25 [[mikromolar]]; konsentrasi yang lebih tinggi mendekati 7 ppm dijumpai di dekat [[ventilasi hidrotermal]].
Estimasi kandungan litium dalam [[kerak bumi]] berada dalam kisaran 20 sampai 70 ppm berat.<ref>Conrad W. Kamienski. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. John Wiley & Sons, Inc. 2004. doi:10.1002/0471238961.1209200811011309.a01.pub2.</ref> Sesuai dengan namanya, litium membentuk bagian kecil [[batuan beku]], dengan konsentrasi terbesar berada pada [[granit]]. [[Pegmatit]] granitik juga memberikan kelimpahan terbesar mineral litium, dengan [[spodumena]] dan [[petalit]] merupakan sumber yang paling memiliki nilai komersial.<ref>Conrad W. Kamienski. ''Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology''. John Wiley & Sons, Inc. 2004. doi:10.1002/0471238961.1209200811011309.a01.pub2.</ref> Mineral litium yang juga signifikan adalah [[lepidolit]].<ref>Atkins, Peter. [https://archive.org/details/shriveratkinsino0000unse_m2r9 Shriver & Atkins' Inorganic Chemistry]. W. H. Freeman and Company. 2010. hlm. [https://archive.org/details/shriveratkinsino0000unse_m2r9/page/296 296]. ISBN 0199236178.</ref> Sumber litium yang lebih baru adalah lempung [[hektorit]], satu-satunya pengembangan aktif yang dilakukan oleh ''Western Lithium Corporation'' di Amerika Serikat.<ref>Moores, S. ''Between a rock and a salt lake''. ''Industrial Minerals''. June 2007. Vol. 477. hlm. 58.</ref> Dengan kandungan 20&nbsp;mg litium per kg kerak bumi,<ref>Taylor, S. R.; McLennan, S. M.; The continental crust: Its composition and evolution, Blackwell Sci. Publ., Oxford, 330 pp. (1985). Cited in Abundances of the elements (data page)</ref> litium menjadi unsur paling melimpah di urutan 25.
 
Estimasi kandungan litium dalam [[kerak bumi]] berada dalam kisaran 20 sampai 70 ppm berat. Sesuai dengan namanya, litium membentuk bagian kecil [[batuan beku]], dengan konsentrasi terbesar berada pada [[granit]]. [[Pegmatit]] granitik juga memberikan kelimpahan terbesar mineral litium, dengan [[spodumena]] dan [[petalit]] merupakan sumber yang paling memiliki nilai komersial. Mineral litium yang juga signifikan adalah [[lepidolit]]. Sumber litium yang lebih baru adalah lempung [[hektorit]], satu-satunya pengembangan aktif yang dilakukan oleh ''Western Lithium Corporation'' di Amerika Serikat. Dengan kandungan 20&nbsp;mg litium per kg kerak bumi, litium menjadi unsur paling melimpah di urutan 25.


Menurut ''Handbook of Lithium and Natural Calcium'', "Litium adalah unsur yang relatif jarang, meskipun ditemukan dalam banyak batuan dan beberapa sumber air asin, tetapi selalu dalam konsentrasi yang sangat rendah. Ada sejumlah besar deposit mineral dan air garam litium tetapi hanya memiliki sedikit nilai komersial baik aktual maupun potensial. Kebanyakan nilainya sangat kecil, yang lain terlalu rendah."
Menurut ''Handbook of Lithium and Natural Calcium'', "Litium adalah unsur yang relatif jarang, meskipun ditemukan dalam banyak batuan dan beberapa sumber air asin, tetapi selalu dalam konsentrasi yang sangat rendah. Ada sejumlah besar deposit mineral dan air garam litium tetapi hanya memiliki sedikit nilai komersial baik aktual maupun potensial. Kebanyakan nilainya sangat kecil, yang lain terlalu rendah."<ref>Garrett, Donald (2004) ''Handbook of Lithium and Natural Calcium'', Academic Press, cited in ''[http://www.meridian-int-res.com/Projects/Lithium_Microscope.pdf The Trouble with Lithium 2]'', Meridian International Research (2008)</ref>


''[[US Geological Survey]]'' memperkirakan bahwa pada tahun 2010, Chili sejauh ini memiliki cadangan terbesar (7,5 juta ton) dan produksi tahunan tertinggi (8.800 ton). Salah satu ''basis cadangan'' terbesar litium berada di area [[Salar de Uyuni]], [[Bolivia]], yaitu 5,4 juta ton. Pemasok utama lainnya termasuk Australia, Argentina, dan Tiongkok. Pada tahun 2015 ''[[Czech Geological Survey]]'' menganggap [[Pegunungan Ore]] di [[Ceko]] sebagai propinsi litium. Terdaftar lima lokasi deposit, salah satunya di dekat  dianggap sebagai deposit yang memiliki potensial ekonomi dengan cadangan litium sebesar 160.000 ton.
''[[US Geological Survey]]'' memperkirakan bahwa pada tahun 2010, Chili sejauh ini memiliki cadangan terbesar (7,5 juta ton)<ref>Clarke, G.M. and Harben, P.W., "Lithium Availability Wall Map". Published June 2009. Referenced at [http://www.lithiumalliance.org/about-lithium/lithium-sources/85-broad-based-lithium-reserves International Lithium Alliance]</ref> dan produksi tahunan tertinggi (8.800 ton). Salah satu ''basis cadangan''<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/mcs/2011/mcsapp2011.pdf Apendixes]. Menurut definisi USGS, basis cadangan "dapat mencakup bagian sumber daya yang memiliki potensi ketersediaan yang memadai secara ekonomi dalam cakrawala perencanaan di luar yang dianggap terbukti menurut teknologi dan ekonomi saat ini. Basis cadangan mencakup sumber daya yang saat ini bersifat ekonomi (cadangan), ekonomi marginal (cadangan marjinal), dan sebagian dari mereka yang saat ini bersifat subekonomis (sumber daya subekonomis)."</ref> terbesar litium berada di area [[Salar de Uyuni]], [[Bolivia]], yaitu 5,4 juta ton. Pemasok utama lainnya termasuk Australia, Argentina, dan Tiongkok.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/ Lithium Statistics and Information]. U.S. Geological Survey. 2017.</ref><ref>[http://www.meridian-int-res.com/Projects/Lithium_Microscope.pdf The Trouble with Lithium 2]. ''Meridian International Research''. 2008.</ref> Pada tahun 2015 ''[[Czech Geological Survey]]'' menganggap [[Pegunungan Ore]] di [[Ceko]] sebagai propinsi litium. Terdaftar lima lokasi deposit, salah satunya di dekat  dianggap sebagai deposit yang memiliki potensial ekonomi dengan cadangan litium sebesar 160.000 ton.<ref>Czech Geological Survey. [http://www.geology.cz/extranet-eng/publications/online/mineral-commodity-summaries/mineral_comodity_summaries_2015.pdf Mineral Commodity Summaries of the Czech Republic 2015]. Czech Geological Survey. October 2015. hlm. 373. ISBN 978-80-7075-904-2.</ref>


Pada bulan Juni 2010, ''[[The New York Times]]'' melaporkan bahwa ahli geologi Amerika sedang melakukan survei darat di [[danau garam]] [[danau kering|kering]] di barat [[Afghanistan]] yang diyakini terdapat deposit litium yang besar di sana. "Pejabat Pentagon mengatakan bahwa analisis awal mereka di satu lokasi di [[Propinsi Ghazni]] menunjukkan potensi deposit litium sebesar Bolivia, yang sekarang memiliki cadangan litium terbesar di dunia." Perkiraan ini "pada prinsipnya didasarkan pada data lama, yang utamanya dikumpulkan oleh Uni Soviet selama pendudukan mereka di Afghanistan antara tahun 1979–1989". Stephen Peters, kepala Proyek Mineral Afghanistan USGS, mengatakan bahwa dia tidak mengetahui keterlibatan [[USGS]] dalam survei baru untuk mineral di Afghanistan dalam dua tahun terakhir. "Kami tidak mengetahui adanya penemuan litium," tandasnya.
Pada bulan Juni 2010, ''[[The New York Times]]'' melaporkan bahwa ahli geologi Amerika sedang melakukan survei darat di [[danau garam]] [[danau kering|kering]] di barat [[Afghanistan]] yang diyakini terdapat deposit litium yang besar di sana. "Pejabat Pentagon mengatakan bahwa analisis awal mereka di satu lokasi di [[Propinsi Ghazni]] menunjukkan potensi deposit litium sebesar Bolivia, yang sekarang memiliki cadangan litium terbesar di dunia."<ref>James Risen. [https://www.nytimes.com/2010/06/14/world/asia/14minerals.html?pagewanted=1&hp U.S. Identifies Vast Riches of Minerals in Afghanistan]. ''The New York Times''. 13 June 2010.</ref> Perkiraan ini "pada prinsipnya didasarkan pada data lama, yang utamanya dikumpulkan oleh Uni Soviet selama pendudukan mereka di Afghanistan antara tahun 1979–1989". Stephen Peters, kepala Proyek Mineral Afghanistan USGS, mengatakan bahwa dia tidak mengetahui keterlibatan [[USGS]] dalam survei baru untuk mineral di Afghanistan dalam dua tahun terakhir. "Kami tidak mengetahui adanya penemuan litium," tandasnya.<ref>Jeremy Page. [http://business.timesonline.co.uk/tol/business/industry_sectors/natural_resources/article7149696.ece Taleban zones mineral riches may rival Saudi Arabia says Pentagon]. ''The Times''. 15 June 2010.</ref>


[[Air litia|Litia]] ("air garam litium") dikaitkan dengan area penambangan [[timah]] di [[Cornwall]], Inggris dan sedang dipertimbangkan sebuah proyek evaluasi dari lubang bor uji sejauh 400 meter. Jika berhasil, air asin panas juga akan menyediakan [[energi panas bumi]] untuk memberi daya pada proses ekstraksi dan pemurnian litium.
[[Air litia|Litia]] ("air garam litium") dikaitkan dengan area penambangan [[timah]] di [[Cornwall]], Inggris dan sedang dipertimbangkan sebuah proyek evaluasi dari lubang bor uji sejauh 400 meter. Jika berhasil, air asin panas juga akan menyediakan [[energi panas bumi]] untuk memberi daya pada proses ekstraksi dan pemurnian litium.<ref>Steven Morris. ''Mining firm hopes to extract lithium from Cornwall's hot springs''. ''The Guardian''. 20 January 2017. hlm. 31.</ref>


=== Biologi ===
=== Biologi ===
Litium dijumpai dalam jumlah renik dalam sejumlah tumbuhan, plankton, dan invertibrata, pada kisaran konsentrasi antara 69 hingga 5.760 bagian per miliar (ppb). Pada vertebrata, konsentrasinya sedikit lebih rendah, dan hampir seluruh jaringan dan cairan tubuh vertebrata mengandung litium pada kisaran mulai 21 hingga 763 ppb. Organisme laut cenderung membioakumulasi litium lebih banyak daripada organisme terestrial. Meskipun peran fisiologis litium dalam semua organisme ini tidak diketahui.
Litium dijumpai dalam jumlah renik dalam sejumlah tumbuhan, plankton, dan invertibrata, pada kisaran konsentrasi antara 69 hingga 5.760 bagian per miliar (ppb). Pada vertebrata, konsentrasinya sedikit lebih rendah, dan hampir seluruh jaringan dan cairan tubuh vertebrata mengandung litium pada kisaran mulai 21 hingga 763 ppb.<ref>[http://www.enclabs.com/lithium.html Some Facts about Lithium]. ENC Labs.</ref> Organisme laut cenderung membioakumulasi litium lebih banyak daripada organisme terestrial.<ref>C. Chassard-Bouchaud. ''Bioaccumulation of lithium by marine organisms in European, American, and Asian coastal zones: microanalytic study using secondary ion emission''. ''Comptes rendus de l'Academie des sciences. Serie III, Sciences de la vie''. 1984. Vol. 299 (18). hlm. 719–24.</ref> Meskipun peran fisiologis litium dalam semua organisme ini tidak diketahui.<ref>[http://www.enclabs.com/lithium.html Some Facts about Lithium]. ENC Labs.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
() ditemukan pada tahun 1800 oleh kimiawan sekaligus negarawan [[Brasil]] [[José Bonifácio de Andrada e Silva]] dalam sebuah tambang di pulau [[Utö, Swedia]].<ref>D'Andraba. [http://www.biodiversitylibrary.org/item/29658#page/256/mode/1up Des caractères et des propriétés de plusieurs nouveaux minérauxde Suède et de Norwège, avec quelques observations chimiques faites sur ces substances]. ''Journal de chimie et de physique''. 1800. Vol. 51. hlm. 239.</ref><ref>[http://www.mindat.org/min-3171.html Petalite Mineral Information]. Mindat.org.</ref><ref>[http://www.webelements.com/lithium/history.html Lithium:Historical information].</ref><ref>Mary Weeks. [https://books.google.com/?id=SJIk9BPdNWcC Discovery of the Elements]. Kessinger Publishing. 2003. hlm. 124. ISBN 0-7661-3872-0.</ref> Namun, baru pada tahun 1817 [[Johan August Arfwedson]], yang bekerja di laboratorium kimiawan [[Jöns Jakob Berzelius]], [[Penemuan unsur kimia|mendeteksi]] keberadaan unsur baru ketika menganalisis bijih petalit.<ref>Berzelius. [https://books.google.com/books?id=kAsAAAAAMAAJ&pg=PA44 Ein neues mineralisches Alkali und ein neues Metall]. ''Journal für Chemie und Physik''. 1817. Vol. 21. hlm. 44–48. From p. 45: ''"Herr ''August Arfwedson'', ein junger sehr verdienstvoller Chemiker, der seit einem Jahre in meinem Laboratorie arbeitet, fand bei einer Analyse des Petalits von Uto's Eisengrube, einen alkalischen Bestandtheil, … Wir haben es ''Lithion'' genannt, um dadurch auf seine erste Entdeckung im Mineralreich anzuspielen, da die beiden anderen erst in der organischen Natur entdeckt wurden. Sein Radical wird dann Lithium genannt werden."'' (Mr. ''August Arfwedson'', a young, very meritorious chemist, who has worked in my laboratory for a year, found during an analysis of petalite from Uto's iron mine, an alkaline component … We've named it ''lithion'', in order to allude thereby to its first discovery in the mineral realm, since the two others were first discovered in organic nature. Its radical will then be named "lithium".)</ref><ref>[http://www.chemeddl.org/collections/ptl/ptl/chemists/bios/arfwedson.html Johan August Arfwedson]. ''Periodic Table Live!''.</ref><ref>[http://genchem.chem.wisc.edu/lab/PTL/PTL/BIOS/arfwdson.htm Johan Arfwedson].</ref><ref>Peter van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Li Lithium]. Elementymology & Elements Multidict.</ref> Unsur ini membentuk senyawa yang mirip dengan [[natrium]] dan [[kalium]], meskipun [[litium karbonat|karbonat]] dan [[litium hidroksida|hidroksidanya]] kurang [[kelarutan|larut dalam air]] dan lebih [[Basa (kimia)|alkalis]].<ref>Jim Clark. [http://www.chemguide.co.uk/inorganic/group1/compounds.html Compounds of the Group 1 Elements]. 2005.</ref> Berzelius memberi nama bahan alkalis tersebut dengan "''lithion''/''lithina''", dari  (ditransliterasikan sebagai ''lithos'', yang berarti "batu"), untuk mencerminkan penemuannya dalam mineral padat, tidak seperti kalium yang ditemukan dalam abu tumbuhan, dan natrium yang diketahui memiliki kelimpahan tinggi dalam darah hewan. Ia menamakan logam di dalam bahan tersebut sebagai "''litium''".<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide]. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.</ref><ref>[http://www.webelements.com/lithium/history.html Lithium:Historical information].</ref><ref>Peter van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Li Lithium]. Elementymology & Elements Multidict.</ref>


() ditemukan pada tahun 1800 oleh kimiawan sekaligus negarawan [[Brasil]] [[José Bonifácio de Andrada e Silva]] dalam sebuah tambang di pulau [[Utö, Swedia]]. Namun, baru pada tahun 1817 [[Johan August Arfwedson]], yang bekerja di laboratorium kimiawan [[Jöns Jakob Berzelius]], [[Penemuan unsur kimia|mendeteksi]] keberadaan unsur baru ketika menganalisis bijih petalit. Unsur ini membentuk senyawa yang mirip dengan [[natrium]] dan [[kalium]], meskipun [[litium karbonat|karbonat]] dan [[litium hidroksida|hidroksidanya]] kurang [[kelarutan|larut dalam air]] dan lebih [[Basa (kimia)|alkalis]]. Berzelius memberi nama bahan alkalis tersebut dengan "''lithion''/''lithina''", dari  (ditransliterasikan sebagai ''lithos'', yang berarti "batu"), untuk mencerminkan penemuannya dalam mineral padat, tidak seperti kalium yang ditemukan dalam abu tumbuhan, dan natrium yang diketahui memiliki kelimpahan tinggi dalam darah hewan. Ia menamakan logam di dalam bahan tersebut sebagai "''litium''".
Arfwedson kemudian menunjukkan bahwa unsur yang sama terdapat pula dalam mineral  dan .<ref>[http://www.webelements.com/lithium/history.html Lithium:Historical information].</ref><ref>Lihat: * Arwedson, Aug. (1818) [https://books.google.com/books?id=71QrAAAAcAAJ&pg=PA145#v=onepage&q&f=false "Undersökning af några vid Utö Jernmalmsbrott förekommende Fossilier, och af ett deri funnet eget Eldfast Alkali"], ''Afhandlingar i Fysik, Kemi och Mineralogi'', '''6''': 145–172. (Bahasa Swedia) * Arwedson, Aug. (1818) [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=njp.32101076802493;view=1up;seq=105 "Untersuchung einiger bei der Eisen-Grube von Utö vorkommenden Fossilien und von einem darin gefundenen neuen feuerfesten Alkali"] (Investigation of some minerals occurring at the iron mines of Utö and of a new refractory alkali found therein), ''Journal für Chemie und Physik'', '''22''' (1): 93–117. (Bahasa Jerman)</ref> Pada tahun 1818, [[Christian Gmelin]] adalah yang pertama kali mengamati bahwa garam litium memberikan warna merah terang kepada nyala api.<ref>[http://www.webelements.com/lithium/history.html Lithium:Historical information].</ref><ref>Gmelin, C. G. [https://books.google.com/books?id=E2OTAAAAIAAJ&pg=PA238#v=onepage&q&f=false Von dem Lithon]. ''Annalen der Physik''. 1818. Vol. 59. hlm. 238–241.</ref> Namun, baik Arfwedson dan Gmelin gagal dalam percobaan isolasi unsur murni dari garamnya.<ref>[http://www.webelements.com/lithium/history.html Lithium:Historical information].</ref><ref>Peter van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Li Lithium]. Elementymology & Elements Multidict.</ref><ref>Enghag, Per. [https://archive.org/details/encyclopediaofel0000engh Encyclopedia of the Elements: Technical Data – History –Processing – Applications]. Wiley. 2004. hlm. [https://archive.org/details/encyclopediaofel0000engh/page/287 287]–300. ISBN 978-3-527-30666-4.</ref> Litium baru diisolasi pada tahun 1821, ketika [[William Thomas Brande]] memperolehnya dengan [[elektrolisis|mengelektrolisis]] [[litium oksida]], suatu proses yang sebelumnya telah digunakan oleh kimiawan [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] untuk mengisolasi logam alkali [[kalium]] dan [[natrium]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.</ref><ref>Enghag, Per. [https://archive.org/details/encyclopediaofel0000engh Encyclopedia of the Elements: Technical Data – History –Processing – Applications]. Wiley. 2004. hlm. [https://archive.org/details/encyclopediaofel0000engh/page/287 287]–300. ISBN 978-3-527-30666-4.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Various authors. [https://books.google.com/?id=D_4WAAAAYAAJ The Quarterly journal of science and the arts]. ''The Quarterly Journal of Science and the Arts''. Royal Institution of Great Britain. 1818. Vol. 5. hlm. 338.</ref><ref>[http://www.diracdelta.co.uk/science/source/t/i/timeline/source.html Timeline science and engineering]. DiracDelta Science & Engineering Encyclopedia.</ref> Brande juga menjelaskan beberapa garam murni litium, seperti klorida, dan, memperkirakan bahwa lithia ([[litium oksida]]) mengandung logam sekitar 55%, memperkirakan berat atom litium pada kisaran 9,8 g/mol (nilai modern ~6,94 g/mol).<ref>William Thomas Brande. [https://books.google.com/?id=zkIAAAAAYAAJ A manual of chemistry]. Long. 1821. hlm. 191.</ref> Pada tahun 1855, jumlah litium yang lebih bamyak dihasilkan melalui elektrolisis [[litium klorida]] oleh [[Robert Bunsen]] dan [[Augustus Matthiessen]].<ref>[http://www.webelements.com/lithium/history.html Lithium:Historical information].</ref><ref>Bunsen, R. [http://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=uva.x002457943;view=1up;seq=517 Darstellung des Lithiums]. ''Annalen der Chemie und Pharmacie''. 1855. Vol. 94. hlm. 107–111. doi:10.1002/jlac.18550940112.</ref> Penemuan prosedur ini menyebabkan produksi litium komersial pada tahun 1923 oleh perusahaan Jerman [[Metallgesellschaft AG]], yang melakukan elektrolisis campuran cair litium klorida dan [[kalium klorida]].<ref>[http://www.webelements.com/lithium/history.html Lithium:Historical information].</ref><ref>Thomas Green. [http://www.echeat.com/free-essay/Analysis-of-the-Element-Lithium-29195.aspx Analysis of the Element Lithium]. echeat. 11 June 2006.</ref><ref>Garrett. [https://books.google.com/books?id=Ua2SVcUBHZgC&pg=PA99 Handbook of Lithium and Natural Calcium Chloride]. 5 April 2004. hlm. 99. ISBN 9780080472904.</ref>
 
Arfwedson kemudian menunjukkan bahwa unsur yang sama terdapat pula dalam mineral  dan . Pada tahun 1818, [[Christian Gmelin]] adalah yang pertama kali mengamati bahwa garam litium memberikan warna merah terang kepada nyala api. Namun, baik Arfwedson dan Gmelin gagal dalam percobaan isolasi unsur murni dari garamnya. Litium baru diisolasi pada tahun 1821, ketika [[William Thomas Brande]] memperolehnya dengan [[elektrolisis|mengelektrolisis]] [[litium oksida]], suatu proses yang sebelumnya telah digunakan oleh kimiawan [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] untuk mengisolasi logam alkali [[kalium]] dan [[natrium]]. Brande juga menjelaskan beberapa garam murni litium, seperti klorida, dan, memperkirakan bahwa lithia ([[litium oksida]]) mengandung logam sekitar 55%, memperkirakan berat atom litium pada kisaran 9,8 g/mol (nilai modern ~6,94 g/mol). Pada tahun 1855, jumlah litium yang lebih bamyak dihasilkan melalui elektrolisis [[litium klorida]] oleh [[Robert Bunsen]] dan [[Augustus Matthiessen]]. Penemuan prosedur ini menyebabkan produksi litium komersial pada tahun 1923 oleh perusahaan Jerman [[Metallgesellschaft AG]], yang melakukan elektrolisis campuran cair litium klorida dan [[kalium klorida]].


Produksi dan penggunaan litium mengalami beberapa perubahan drastis dalam sejarah. Aplikasi utama litium yang pertama adalah pada [[gemuk litium]] suhu tinggi untuk mesin pesawat terbang dan aplikasi serupa pada [[Perang Dunia II]] tak lama kemudian. Penggunaan ini didukung oleh fakta bahwa [[sabun]] berbasis litium memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada sabun alkali lainnya, dan kurang korosif daripada sabun berbasis kalsium. Pasar kecil untuk sabun litium dan gemuk pelumas didukung oleh beberapa operasi penambangan kecil yang sebagian besar berada di Amerika Serikat.
Produksi dan penggunaan litium mengalami beberapa perubahan drastis dalam sejarah. Aplikasi utama litium yang pertama adalah pada [[gemuk litium]] suhu tinggi untuk mesin pesawat terbang dan aplikasi serupa pada [[Perang Dunia II]] tak lama kemudian. Penggunaan ini didukung oleh fakta bahwa [[sabun]] berbasis litium memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada sabun alkali lainnya, dan kurang korosif daripada sabun berbasis kalsium. Pasar kecil untuk sabun litium dan gemuk pelumas didukung oleh beberapa operasi penambangan kecil yang sebagian besar berada di Amerika Serikat.


Permintaan litium meningkat secara dramatis selama [[Perang Dingin]] dengan diproduksinya [[Rancangan senjata nuklir|senjata fusi nuklir]]. Baik litium-6 dan litium-7 menghasilkan [[tritium]] ketika diiradiasi menggunakan neutron, dan dengan demikian berguna untuk produksi tritium dengan sendirinya, serta bentuk bahan bakar fusi padat yang digunakan dalam bom hidrogen dalam bentuk [[litium deuterida]]. Amerika Serikat menjadi produsen utama litium pada periode antara akhir 1950-an dan pertengahan 1980-an. Pada akhirnya, stok litium kira-kira 42.000 ton dalam bentuk litium hidroksida. Litium yang ditumpuk habis dalam litium-6 sebesar 75%, yang cukup untuk memengaruhi [[berat atom]] terukur litium dalam banyak bahan kimia standar, dan bahkan berat atom litium dalam beberapa "sumber alami" ion litium yang telah "terkontaminasi" oleh garam litium yang dibuang dari fasilitas pemisahan isotop, yang telah merembes ke air tanah.
Permintaan litium meningkat secara dramatis selama [[Perang Dingin]] dengan diproduksinya [[Rancangan senjata nuklir|senjata fusi nuklir]]. Baik litium-6 dan litium-7 menghasilkan [[tritium]] ketika diiradiasi menggunakan neutron, dan dengan demikian berguna untuk produksi tritium dengan sendirinya, serta bentuk bahan bakar fusi padat yang digunakan dalam bom hidrogen dalam bentuk [[litium deuterida]]. Amerika Serikat menjadi produsen utama litium pada periode antara akhir 1950-an dan pertengahan 1980-an. Pada akhirnya, stok litium kira-kira 42.000 ton dalam bentuk litium hidroksida. Litium yang ditumpuk habis dalam litium-6 sebesar 75%, yang cukup untuk memengaruhi [[berat atom]] terukur litium dalam banyak bahan kimia standar, dan bahkan berat atom litium dalam beberapa "sumber alami" ion litium yang telah "terkontaminasi" oleh garam litium yang dibuang dari fasilitas pemisahan isotop, yang telah merembes ke air tanah.<ref>T. B. Coplen. ''Isotope-abundance variations of selected elements (IUPAC Technical Report)''. ''Pure and Applied Chemistry''. 2002. Vol. 74 (10). hlm. 1987. doi:10.1351/pac200274101987.</ref><ref>Joyce A. Ober. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/450494.pdf Commodity Report 1994: Lithium]. United States Geological Survey. 1994.</ref>


Litium digunakan untuk menurunkan titik leleh kaca dan untuk memperbaiki perilaku pelelehan [[aluminium oksida]] saat menggunakan [[proses Hall-Héroult]]. Kedua penggunaan ini mendominasi pasar hingga pertengahan tahun 1990an. Setelah berakhirnya [[perlombaan senjata nuklir]], permintaan litium menurun dan penjualan stok Departemen Energi di pasar terbuka semakin menggerus harga. Namun pada pertengahan 1990-an, beberapa perusahaan mulai mengekstraksi litium dari [[air asin]] yang terbukti menjadi metode yang lebih murah daripada pertambangan bawah tanah atau bahkan pertambangan terbuka. Sebagian besar tambang ditutup atau mengalihkan fokus mereka ke bahan lain karena hanya bijih dari zona pegmatit yang dapat ditambang dengan harga yang kompetitif. Misalnya, tambang AS di dekat [[Kings Mountain, North Carolina]] ditutup sebelum memasuki abad ke-21.
Litium digunakan untuk menurunkan titik leleh kaca dan untuk memperbaiki perilaku pelelehan [[aluminium oksida]] saat menggunakan [[proses Hall-Héroult]].<ref>Jürgen Deberitz. ''Lithium und seine Verbindungen - Industrielle, medizinische und wissenschaftliche Bedeutung''. ''Chemie in unserer Zeit''. 2003. Vol. 37 (4). hlm. 258–266. doi:10.1002/ciuz.200300264.</ref><ref>Richard Bauer. ''Lithium - wie es nicht im Lehrbuch steht''. ''Chemie in unserer Zeit''. 1985. Vol. 19 (5). hlm. 167–173. doi:10.1002/ciuz.19850190505.</ref> Kedua penggunaan ini mendominasi pasar hingga pertengahan tahun 1990an. Setelah berakhirnya [[perlombaan senjata nuklir]], permintaan litium menurun dan penjualan stok Departemen Energi di pasar terbuka semakin menggerus harga.<ref>Joyce A. Ober. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/450494.pdf Commodity Report 1994: Lithium]. United States Geological Survey. 1994.</ref> Namun pada pertengahan 1990-an, beberapa perusahaan mulai mengekstraksi litium dari [[air asin]] yang terbukti menjadi metode yang lebih murah daripada pertambangan bawah tanah atau bahkan pertambangan terbuka.<ref>Laurence Kavanagh. [https://www.mdpi.com/2079-9276/7/3/57 Global Lithium Sources—Industrial Use and Future in the Electric Vehicle Industry: A Review]. ''Resources''. 2018-09-17. Vol. 7 (3). hlm. 57. doi:10.3390/resources7030057.</ref> Sebagian besar tambang ditutup atau mengalihkan fokus mereka ke bahan lain karena hanya bijih dari zona pegmatit yang dapat ditambang dengan harga yang kompetitif. Misalnya, tambang AS di dekat [[Kings Mountain, North Carolina]] ditutup sebelum memasuki abad ke-21.


Perkembangan baterai ion litium meningkatkan permintaan litium dan menjadi penggunaan dominan pada tahun 2007. Seiring dengan lonjakan permintaan litium untuk baterai pada tahun 2000an, perusahaan baru telah memperluas usaha ekstraksi air asin untuk memenuhi peningkatan permintaan.
Perkembangan baterai ion litium meningkatkan permintaan litium dan menjadi penggunaan dominan pada tahun 2007.<ref>Joyce A. Ober. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/myb1-2007-lithi.pdf Minerals Yearbook 2007 : Lithium]. United States Geological Survey. 1994.</ref> Seiring dengan lonjakan permintaan litium untuk baterai pada tahun 2000an, perusahaan baru telah memperluas usaha ekstraksi air asin untuk memenuhi peningkatan permintaan.<ref>Jessica Elzea Kogel. [https://books.google.com/?id=zNicdkuulE4C&pg=PA600&lpg=PAPA599 Industrial minerals & rocks: commodities, markets, and uses]. Society for Mining, Metallurgy, and Exploration. 2006. hlm. 599. ISBN 978-0-87335-233-8.</ref><ref>McKetta, John J. [https://books.google.com/books?id=8erDL_DnsgAC&pg=PA339 Encyclopedia of Chemical Processing and Design: Volume 28 – Lactic Acid to Magnesium Supply-Demand Relationships]. M. Dekker. 18 July 2007. ISBN 978-0-8247-2478-8.</ref>


== Produksi ==
== Produksi ==
Produksi litium telah meningkat pesat sejak akhir [[Perang Dunia II]]. Logamnya dipisahkan dari unsur lain di [[batuan beku|mineral beku]]. Logam litium dihasilkan melalui [[elektrolisis]] dari campuran leburan 55% [[litium klorida]] dan 45% [[kalium klorida]] pada suhu sekitar 450&nbsp;°C.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Per 2015, sebagian besar produksi litium dunia berada di Amerika Selatan, di mana air garam yang mengandung litium diekstraksi dari kolam bawah tanah dan dipekatkan dengan penjemuran di bawah panas matahari. Teknik ekstraksi standar adalah menguapkan air dari air garam. Setiap tumpak (''batch'') membutuhkan waktu 18 sampai 24 bulan.<ref>Richard Martin. [https://www.technologyreview.com/s/538036/quest-to-mine-seawater-for-lithium-advances/ Quest to Mine Seawater for Lithium Advances]. ''MIT Technology Review''. 2015-06-08.</ref>


Produksi litium telah meningkat pesat sejak akhir [[Perang Dunia II]]. Logamnya dipisahkan dari unsur lain di [[batuan beku|mineral beku]]. Logam litium dihasilkan melalui [[elektrolisis]] dari campuran leburan 55% [[litium klorida]] dan 45% [[kalium klorida]] pada suhu sekitar 450&nbsp;°C.
Pada tahun 1998, harga litium sekitar  (atau 43 USD/[[Pound (massa)|lb]]).<ref>Joyce A. Ober. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/450798.pdf Lithium]. United States Geological Survey. hlm. 77–78.</ref>
 
Per 2015, sebagian besar produksi litium dunia berada di Amerika Selatan, di mana air garam yang mengandung litium diekstraksi dari kolam bawah tanah dan dipekatkan dengan penjemuran di bawah panas matahari. Teknik ekstraksi standar adalah menguapkan air dari air garam. Setiap tumpak (''batch'') membutuhkan waktu 18 sampai 24 bulan.
 
Pada tahun 1998, harga litium sekitar  (atau 43 USD/[[Pound (massa)|lb]]).


=== Cadangan ===
=== Cadangan ===
Cadangan yang teridentifikasi di seluruh dunia pada tahun 2008 menurut perkiraan ''[[US Geological Survey]]'' (USGS) adalah 13 juta [[ton]], meskipun perkiraan akurat cadangan litium dunia sulit dilakukan.
Cadangan yang teridentifikasi di seluruh dunia pada tahun 2008 menurut perkiraan ''[[US Geological Survey]]'' (USGS) adalah 13 juta [[ton]],<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/ Lithium Statistics and Information]. U.S. Geological Survey. 2017.</ref> meskipun perkiraan akurat cadangan litium dunia sulit dilakukan.<ref>J. M. Tarascon. ''Is lithium the new gold?''. ''Nature Chemistry''. 2010. Vol. 2 (6). hlm. 510. doi:10.1038/nchem.680.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Deposit ditemukan di Amerika Selatan sepanjang rantai pegunungan [[Andes]]. [[Chili]] adalah produsen terbesar, diikuti oleh [[Argentina]]. Kedua negara memperoleh litium dari kolam air asin. Menurut USGS, Gurun [[Uyuni]] di Bolivia memiliki cadangan litium sebesar 5,4 juta ton.
Deposit ditemukan di Amerika Selatan sepanjang rantai pegunungan [[Andes]]. [[Chili]] adalah produsen terbesar, diikuti oleh [[Argentina]]. Kedua negara memperoleh litium dari kolam air asin. Menurut USGS, Gurun [[Uyuni]] di Bolivia memiliki cadangan litium sebesar 5,4 juta ton.<ref>Romero, Simon. [https://www.nytimes.com/2009/02/03/world/americas/03lithium.html?ref=world In Bolivia, a Tight Grip on the Next Big Resource]. ''The New York Times''. 2 February 2009.</ref><ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/mcs/2009/mcs2009.pdf USGS Mineral Commodities Summaries 2009]. USGS.</ref>


Di Amerika Serikat, litium diperoleh dari kolam air asin di [[Nevada]]. Namun, setengah dari cadangan dunia yang diketahui berada di [[Bolivia]] sepanjang lereng tangah-timur pegunungan Andes. Pada tahun 2009, Bolivia melakukan negosiasi dengan perusahaan Jepang, Prancis, dan Korea untuk memulai ekstraksi. Suatu deposit yang ditemukan pada tahun 2013 di [[Rock Springs Uplift]], [[Wyoming]] diperkirakan mengandung 228.000 ton litium. Deposit tambahan dalam formasi yang sama diperkirakan mencapai 18 juta ton.
Di Amerika Serikat, litium diperoleh dari kolam air asin di [[Nevada]].<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref> Namun, setengah dari cadangan dunia yang diketahui berada di [[Bolivia]] sepanjang lereng tangah-timur pegunungan Andes. Pada tahun 2009, Bolivia melakukan negosiasi dengan perusahaan Jepang, Prancis, dan Korea untuk memulai ekstraksi.<ref>Romero, Simon. [https://www.nytimes.com/2009/02/03/world/americas/03lithium.html?ref=world In Bolivia, a Tight Grip on the Next Big Resource]. ''The New York Times''. 2 February 2009.</ref> Suatu deposit yang ditemukan pada tahun 2013 di [[Rock Springs Uplift]], [[Wyoming]] diperkirakan mengandung 228.000 ton litium. Deposit tambahan dalam formasi yang sama diperkirakan mencapai 18 juta ton.<ref>Money Game Contributors. [http://www.businessinsider.com/new-wyoming-lithium-deposit-could-meet-all-us-demand-2013-4 New Wyoming Lithium Deposit]. Business Insider. 26 April 2013.</ref>


Beredar opini terkait pertumbuhan potensial. Suatu studi tahun 2008 menyimpulkan bahwa "produksi litium karbonat yang dapat dicapai secara realistis hanya mencukupi untuk sebagian kecil kebutuhan pasar global  dan [[kendaraan listrik]]. Kebutuhan tersebut berasal dari sektor elektronik portabel yang akan menyerap banyak dari peningkatan rencana produksi pada dasawarsa mendatang. Produksi massal litium karbonat sangat tidak ramah lingkungan, dan akan mengakibatkan kerusakan ekologi permanen yang membahayakan ekosistem sehingga harus dilindungi. Juga, propulsi [[Baterai ion litium|LiIon]] tidak kompatibel dengan gagasan 'Green Car'".
Beredar opini terkait pertumbuhan potensial. Suatu studi tahun 2008 menyimpulkan bahwa "produksi litium karbonat yang dapat dicapai secara realistis hanya mencukupi untuk sebagian kecil kebutuhan pasar global  dan [[kendaraan listrik]]. Kebutuhan tersebut berasal dari sektor elektronik portabel yang akan menyerap banyak dari peningkatan rencana produksi pada dasawarsa mendatang. Produksi massal litium karbonat sangat tidak ramah lingkungan, dan akan mengakibatkan kerusakan ekologi permanen yang membahayakan ekosistem sehingga harus dilindungi. Juga, propulsi [[Baterai ion litium|LiIon]] tidak kompatibel dengan gagasan 'Green Car'".<ref>[http://www.meridian-int-res.com/Projects/Lithium_Microscope.pdf The Trouble with Lithium 2]. ''Meridian International Research''. 2008.</ref>


Namun, menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan di [[Lawrence Berkeley National Laboratory]] dan [[University of California, Berkeley]], estimasi basis cadangan litium saat ini tidak menjadi faktor pembatas untuk produksi baterai kendaraan listrik berskala besar karena sekitar 1 miliar baterai berbasis Li berdaya 40 [[kWh]] dapat dibuat dengan cadangan saat ini - sekitar 10&nbsp;kg litium per mobil. Studi lain tahun 2011 oleh para periset dari [[Universitas Michigan]] dan [[Ford Motor Company]] menemukan sumber daya yang cukup untuk mendukung permintaan global hingga tahun 2100, termasuk litium yang diperlukan untuk potensi penggunaan transportasi yang tersebar luas. Studi tersebut memperkirakan cadangan global mencapai 39 juta ton, dan total permintaan litium selama periode analisis 90 tahun berada pada level 12-20 juta ton, tergantung pada skenario mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat daur ulang.
Namun, menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan di [[Lawrence Berkeley National Laboratory]] dan [[University of California, Berkeley]], estimasi basis cadangan litium saat ini tidak menjadi faktor pembatas untuk produksi baterai kendaraan listrik berskala besar karena sekitar 1 miliar baterai berbasis Li berdaya 40 [[kWh]] dapat dibuat dengan cadangan saat ini<ref>Cyrus Wadia. ''Resource constraints on the battery energy storage potential for grid and transportation applications''. ''Journal of Power Sources''. 2011. Vol. 196 (3). hlm. 1593–8. doi:10.1016/j.jpowsour.2010.08.056.</ref> - sekitar 10&nbsp;kg litium per mobil.<ref>Gaines, LL. Nelson, P. [http://www.anl.gov/energy-systems/publication/lithium-ion-batteries-examining-material-demand-and-recycling-issues Lithium-Ion Batteries: Examining Material Demand and Recycling Issues]. Argonne National Laboratory. 2010.</ref> Studi lain tahun 2011 oleh para periset dari [[Universitas Michigan]] dan [[Ford Motor Company]] menemukan sumber daya yang cukup untuk mendukung permintaan global hingga tahun 2100, termasuk litium yang diperlukan untuk potensi penggunaan transportasi yang tersebar luas. Studi tersebut memperkirakan cadangan global mencapai 39 juta ton, dan total permintaan litium selama periode analisis 90 tahun berada pada level 12-20 juta ton, tergantung pada skenario mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat daur ulang.<ref>[http://www.greencarcongress.com/2011/08/lithium-20110803.html University of Michigan and Ford researchers see plentiful lithium resources for electric vehicles]. Green Car Congress. 3 August 2011.</ref>


Pada tanggal 9 Juni 2014, ''Financialist'' menyatakan bahwa permintaan litium tumbuh lebih dari 12 persen per tahun; menurut Credit Suisse, angka ini melebihi ketersediaan yang diproyeksikan sebesar 25 persen. Publikasi ini membandingkan situasi litium 2014 dengan minyak, di mana "harga minyak yang lebih tinggi mendorong investasi teknik produksi minyak laut dalam dan minyak daratan yang mahal"; artinya, harga litium akan terus naik hingga metode produksi yang lebih mahal, yang bisa mendongkrak total output, mendapat perhatian investor.
Pada tanggal 9 Juni 2014, ''Financialist'' menyatakan bahwa permintaan litium tumbuh lebih dari 12 persen per tahun; menurut Credit Suisse, angka ini melebihi ketersediaan yang diproyeksikan sebesar 25 persen. Publikasi ini membandingkan situasi litium 2014 dengan minyak, di mana "harga minyak yang lebih tinggi mendorong investasi teknik produksi minyak laut dalam dan minyak daratan yang mahal"; artinya, harga litium akan terus naik hingga metode produksi yang lebih mahal, yang bisa mendongkrak total output, mendapat perhatian investor.<ref>[http://www.thefinancialist.com/spark/the-precious-mobile-metal/ The Precious Mobile Metal]. ''The Financialist''. Credit Suisse. 9 June 2014.</ref>


=== Harga ===
=== Harga ===
Setelah [[Krisis finansial 2007–2012|krisis finansial 2007]], pemasok besar seperti [[Sociedad Química y Minera]] (SQM) menurunkan harga [[litium karbonat]] sebesar 20%. Harga kembali naik pada tahun 2012. Artikel [[BusinessWeek|''Business Week'']] tahun 2012 menggambarkan [[oligopoli]] dalam perdagangan litium: "SQM, yang dikendalikan oleh milyarder Julio Ponce, adalah terbesar kedua, diikuti oleh Rockwood, yang didukung oleh KKR & Co. milik Henry Kravis, dan FMC yang berbasis di Philadelphia". Konsumsi global mungkin akan meningkat drastis menjadi 300.000 metrik ton per tahun pada tahun 2020 dari sekitar 150.000 ton pada tahun 2012, untuk menyesuaikan permintaan baterai litium yang telah berkembang sekitar 25 persen per tahun, melampaui kenaikan keseluruhan produksi litium 4 sampai 5 persen.
Setelah [[Krisis finansial 2007–2012|krisis finansial 2007]], pemasok besar seperti [[Sociedad Química y Minera]] (SQM) menurunkan harga [[litium karbonat]] sebesar 20%.<ref>[http://www.prnewswire.com/news-releases/sqm-announces-new-lithium-prices-62933122.html SQM Announces New Lithium Prices – SANTIAGO, Chile, September 30 /PRNewswire-FirstCall/]. 30 September 2009.</ref> Harga kembali naik pada tahun 2012. Artikel [[BusinessWeek|''Business Week'']] tahun 2012 menggambarkan [[oligopoli]] dalam perdagangan litium: "SQM, yang dikendalikan oleh milyarder Julio Ponce, adalah terbesar kedua, diikuti oleh Rockwood, yang didukung oleh KKR & Co. milik Henry Kravis, dan FMC yang berbasis di Philadelphia". Konsumsi global mungkin akan meningkat drastis menjadi 300.000 metrik ton per tahun pada tahun 2020 dari sekitar 150.000 ton pada tahun 2012, untuk menyesuaikan permintaan baterai litium yang telah berkembang sekitar 25 persen per tahun, melampaui kenaikan keseluruhan produksi litium 4 sampai 5 persen.<ref>Jesse Riseborough. [http://www.businessweek.com/news/2012-06-19/ipad-boom-strains-lithium-supplies-after-prices-triple IPad Boom Strains Lithium Supplies After Prices Triple]. ''Bloomberg BusinessWeek''.</ref>


=== Ekstraksi ===
=== Ekstraksi ===
Garam litium diekstraksi dari air di [[mata air mineral]], kolam [[air asin]], dan deposit air garam.
Garam litium diekstraksi dari air di [[mata air mineral]], kolam [[air asin]], dan deposit air garam.


Litium hadir dalam air laut, tetapi metode ekstraksi yang layak secara komersial belum dikembangkan.
Litium hadir dalam air laut, tetapi metode ekstraksi yang layak secara komersial belum dikembangkan.<ref>Richard Martin. [https://www.technologyreview.com/s/538036/quest-to-mine-seawater-for-lithium-advances/ Quest to Mine Seawater for Lithium Advances]. ''MIT Technology Review''. 2015-06-08.</ref>


Sumber litium potensial lainnya adalah lindi dari [[Pembangkit listrik tenaga panas bumi|sumur geotermal]], yang dibawa ke permukaan. Perolehan litium telah ditunjukkan di lapangan; litium dipisahkan dengan filtrasi sederhana. Biaya proses dan lingkungan terutama berasal dari sumur yang sudah beroperasi; dampak lingkungannya bisa jadi positif.
Sumber litium potensial lainnya adalah lindi dari [[Pembangkit listrik tenaga panas bumi|sumur geotermal]], yang dibawa ke permukaan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Perolehan litium telah ditunjukkan di lapangan; litium dipisahkan dengan filtrasi sederhana.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Biaya proses dan lingkungan terutama berasal dari sumur yang sudah beroperasi; dampak lingkungannya bisa jadi positif.<ref>Wald, M. (2011-09-28) [https://www.nytimes.com/2011/09/28/business/energy-environment/simbol-materials-plans-to-extract-lithium-from-geothermal-plants.html Start-Up in California Plans to Capture Lithium, and Market Share]. The New York Times</ref>


== Kegunaan ==
== Kegunaan ==
=== Keramik dan kaca ===
=== Keramik dan kaca ===
Litium oksida banyak digunakan sebagai [[Fluks (metalurgi)|fluks]] untuk pengolahan [[silika]], menurunkan [[titik lebur]] dan [[viskositas]] material dan menyebabkan [[glasir keramik|glasir]] dengan peningkatan sifat fisika termasuk koefisien ekspansi termal yang rendah. Ini adalah salah satu penggunaan terbesar senyawa litium di seluruh dunia. Glasir yang mengandung litium oksida digunakan untuk peralatan oven. [[Litium karbonat]] () umumnya digunakan dalam aplikasi ini karena akan berubah menjadi oksida pada pemanasan.
Litium oksida banyak digunakan sebagai [[Fluks (metalurgi)|fluks]] untuk pengolahan [[silika]], menurunkan [[titik lebur]] dan [[viskositas]] material dan menyebabkan [[glasir keramik|glasir]] dengan peningkatan sifat fisika termasuk koefisien ekspansi termal yang rendah. Ini adalah salah satu penggunaan terbesar senyawa litium di seluruh dunia.<ref>[https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/mcs-2017-lithi.pdf Lithium]. 2017.</ref><ref>[http://www.fmclithium.com/Portals/FMCLithiumFineChemicals/Content/Docs/Worldwide%20Demand%20by%20Sector.pdf Worldwide demand by sector].</ref> Glasir yang mengandung litium oksida digunakan untuk peralatan oven. [[Litium karbonat]] () umumnya digunakan dalam aplikasi ini karena akan berubah menjadi oksida pada pemanasan.<ref>Jim Clark. [http://www.chemguide.co.uk/inorganic/group1/compounds.html Some Compounds of the Group 1 Elements]. ''chemguide.co.uk''. 2005.</ref>


=== Listrik dan elektronik ===
=== Listrik dan elektronik ===
Pada akhir abad ke-20, litium menjadi komponen penting pada elektrolit dan elektrode litium, karena [[potensial elektrode]]nya yang tinggi. Ia memiliki rasio muatan terhadap berat dan daya terhadap berat yang tinggi, karena [[massa atom]]nya yang rendah. [[Baterai ion litium]] dapat menghasilkan daya sekitar 3 [[volt]] per sel, dibandingkan dengan 2,1 volt yang dihasilkan oleh  atau 1,5 volt dari . Baterai ion litium, yang dapat diisi ulang dan memiliki [[densitas energi]] yang tinggi, jangan dikacaukan dengan [[baterai litium]], yang merupakan [[baterai]] [[produk sekali pakai|sekali pakai]] ([[sel primer]]) dengan litium atau senyawanya sebagai [[anode]]. Baterai isi ulang lainnya yang menggunakan litium antara lain [[baterai polimer ion litium]], [[baterai litium besi fosfat]], dan [[baterai kawat nano]].
Pada akhir abad ke-20, litium menjadi komponen penting pada elektrolit dan elektrode litium, karena [[potensial elektrode]]nya yang tinggi. Ia memiliki rasio muatan terhadap berat dan daya terhadap berat yang tinggi, karena [[massa atom]]nya yang rendah. [[Baterai ion litium]] dapat menghasilkan daya sekitar 3 [[volt]] per sel, dibandingkan dengan 2,1 volt yang dihasilkan oleh  atau 1,5 volt dari . Baterai ion litium, yang dapat diisi ulang dan memiliki [[densitas energi]] yang tinggi, jangan dikacaukan dengan [[baterai litium]], yang merupakan [[baterai]] [[produk sekali pakai|sekali pakai]] ([[sel primer]]) dengan litium atau senyawanya sebagai [[anode]].<ref>[http://www.batteryreview.org/disposable-batteries.html Disposable Batteries - Choosing between Alkaline and Lithium Disposable Batteries]. Batteryreview.org.</ref><ref>[http://www.emc2.cornell.edu/content/view/battery-anodes.html Battery Anodes > Batteries & Fuel Cells > Research > The Energy Materials Center at Cornell]. Emc2.cornell.edu.</ref> Baterai isi ulang lainnya yang menggunakan litium antara lain [[baterai polimer ion litium]], [[baterai litium besi fosfat]], dan [[baterai kawat nano]].


=== Sabun litium atau gemuk litium ===
=== Sabun litium atau gemuk litium ===
 
Penggunaan umum ketiga adalah gemuk (''grease''). Litium hidroksida adalah [[basa (kimia)|basa]] kuat dan, ketika dipanaskan dengan lemak, menghasilkan sabun yang terbuat dari litium [[stearat]]. Sabun litium memiliki kemampuan [[bahan pengental|mengentalkan]] minyak, dan digunakan untuk membuat [[gemuk (pelumas)|gemuk pelumas]] multiguna suhu tinggi.<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref><ref>Totten, George E. [https://books.google.com/books?id=J_AkNu-Y1wQC&pg=PA559 Fuels and lubricants handbook: technology, properties, performance, and testing]. ASTM International. 2003. Vol. 1. hlm. 559. ISBN 0-8031-2096-6.</ref><ref>Rand, Salvatore J. [https://books.google.com/books?id=3FkMrP4Hlw0C&pg=PA152 Significance of tests for petroleum products]. ASTM International. 2003. hlm. 150–152. ISBN 0-8031-2097-4.</ref>
Penggunaan umum ketiga adalah gemuk (''grease''). Litium hidroksida adalah [[basa (kimia)|basa]] kuat dan, ketika dipanaskan dengan lemak, menghasilkan sabun yang terbuat dari litium [[stearat]]. Sabun litium memiliki kemampuan [[bahan pengental|mengentalkan]] minyak, dan digunakan untuk membuat [[gemuk (pelumas)|gemuk pelumas]] multiguna suhu tinggi.


=== Metalurgi ===
=== Metalurgi ===
Litium (misalnya sebagai litium karbonat) digunakan sebagai aditif [[pengecoran kontinu]] untuk meningkatkan fluiditas, penggunaan yang menyumbang 5% penggunaan litium global (2016). Senyawa litium juga digunakan sebagai aditif (fluks) untuk  untuk pengecoran besi demi mengurangi penguraian.
Litium (misalnya sebagai litium karbonat) digunakan sebagai aditif [[pengecoran kontinu]] untuk meningkatkan fluiditas,<ref>''The Theory and Practice of Mold Fluxes Used in Continuous Casting: A Compilation of Papers on Continuous Casting Fluxes Given at the 61st and 62nd Steelmaking Conference''. Iron and Steel Society.</ref><ref>Y. Q. Lu. ''Effects of Li 2 CO 3 on Properties of Mould Flux for High Speed Continuous Casting''. ''Materials Science Forum''. 2011. Vol. 675–677. hlm. 877–880. doi:10.4028/www.scientific.net/MSF.675-677.877.</ref> penggunaan yang menyumbang 5% penggunaan litium global (2016).<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/ Lithium Statistics and Information]. U.S. Geological Survey. 2017.</ref> Senyawa litium juga digunakan sebagai aditif (fluks) untuk  untuk pengecoran besi demi mengurangi penguraian.<ref>[http://www.afsinc.org/multimedia/contentMC.cfm?ItemNumber=16784 Testing 1-2-3: Eliminating Veining Defects]. ''Modern Casting''. July 2014.</ref>


Litium (sebagai [[litium fluorida]]) digunakan sebagai aditif untuk peleburan aluminium ([[proses Hall–Héroult]]), mengurangi titik lebur dan meningkatkan tahanan listrik, penggunaan yang menyumbang 1% dari produksi dunia (2014).
Litium (sebagai [[litium fluorida]]) digunakan sebagai aditif untuk peleburan aluminium ([[proses Hall–Héroult]]), mengurangi titik lebur dan meningkatkan tahanan listrik,<ref>W. Haupin. ''Chemical and Physical Properties of the Hall-Héroult Electrolyte''. ''Molten Salt Chemistry: An Introduction and Selected Applications''. Springer. 1987. hlm. 449.</ref> penggunaan yang menyumbang 1% dari produksi dunia (2014).<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lithium/ Lithium Statistics and Information]. U.S. Geological Survey. 2017.</ref>


Bila digunakan sebagai [[fluks (metalurgi)|fluks]] untuk penge[[las]]an atau [[solder]], litium logam mempromosikan peleburan logam selama proses berlangsung dan menghilangkan pembentukan [[oksida]] dengan menyerap ketakmurnian. [[Lakur]] logam dengan aluminium, [[kadmium]], tembaga dan [[mangan]] digunakan untuk membuat bagian pesawat berkinerja tinggi (lihat juga [[Al-Li|Paduan litium-aluminum]]).
Bila digunakan sebagai [[fluks (metalurgi)|fluks]] untuk penge[[las]]an atau [[solder]], litium logam mempromosikan peleburan logam selama proses berlangsung<ref>Donald E. Garrett. [https://books.google.com/books?id=Ua2SVcUBHZgC Handbook of Lithium and Natural Calcium Chloride]. Academic Press. 2004-04-05. hlm. 200. ISBN 9780080472904.</ref> dan menghilangkan pembentukan [[oksida]] dengan menyerap ketakmurnian. [[Lakur]] logam dengan aluminium, [[kadmium]], tembaga dan [[mangan]] digunakan untuk membuat bagian pesawat berkinerja tinggi (lihat juga [[Al-Li|Paduan litium-aluminum]]).<ref>Davis, Joseph R. ASM International. Handbook Committee. [https://books.google.com/books?id=Lskj5k3PSIcC&pg=PA121 Aluminum and aluminum alloys]. ASM International. 1993. hlm. 121–. ISBN 978-0-87170-496-2.</ref>


=== Pengelasan nano silikon ===
=== Pengelasan nano silikon ===
Litium telah ditemukan efektif dalam membantu kesempurnaan lasan silikon nano dalam komponen elektronik untuk baterai listrik dan perangkat lainnya.
Litium telah ditemukan efektif dalam membantu kesempurnaan lasan silikon nano dalam komponen elektronik untuk baterai listrik dan perangkat lainnya.<ref>Khim Karki. ''Lithium-Assisted Electrochemical Welding in Silicon Nanowire Battery Electrodes''. ''Nano Letters''. 2012. Vol. 12 (3). hlm. 1392–7. doi:10.1021/nl204063u.</ref>


=== Penggunaan kimia dan industri lainnya ===
=== Penggunaan kimia dan industri lainnya ===
==== Piroteknik ====
==== Piroteknik ====
Senyawa litium digunakan sebagai [[pewarna piroteknik]] dan oksidator dalam [[kembang api]] dan [[suar]] berwarna merah.
Senyawa litium digunakan sebagai [[pewarna piroteknik]] dan oksidator dalam [[kembang api]] dan [[suar]] berwarna merah.<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


==== Pemurnian udara ====
==== Pemurnian udara ====
[[Litium klorida]] dan [[litium bromida]] bersifat [[higroskopis]] dan digunakan sebagai  untuk aliran gas. Litium hidroksida dan [[litium peroksida]] adalah garam yang paling banyak digunakan di daerah terbatas, seperti di dalam [[pesawat antariksa]] dan [[kapal selam]], untuk menghilangkan karbon dioksida dan memurnikan udara. Litium hidroksida menyerap [[karbon dioksida]] dari udara dengan membentuk litium karbonat, dan lebih disukai daripada hidroksida alkali lainnya karena bobotnya yang ringan.
[[Litium klorida]] dan [[litium bromida]] bersifat [[higroskopis]] dan digunakan sebagai  untuk aliran gas.<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref> Litium hidroksida dan [[litium peroksida]] adalah garam yang paling banyak digunakan di daerah terbatas, seperti di dalam [[pesawat antariksa]] dan [[kapal selam]], untuk menghilangkan karbon dioksida dan memurnikan udara. Litium hidroksida menyerap [[karbon dioksida]] dari udara dengan membentuk litium karbonat, dan lebih disukai daripada hidroksida alkali lainnya karena bobotnya yang ringan.


Litium peroksida () dengan adanya kelembapan tidak hanya bereaksi dengan karbon dioksida untuk membentuk litium karbonat, tetapi juga melepaskan oksigen. Reaksinya adalah sebagai berikut:
Litium peroksida () dengan adanya kelembapan tidak hanya bereaksi dengan karbon dioksida untuk membentuk litium karbonat, tetapi juga melepaskan oksigen.<ref>Mulloth, L.M. ''The Handbook of Environmental Chemistry''. 2005. Vol. 4H. hlm. 383–404. doi:10.1007/b107253.</ref><ref>[http://www.dtic.mil/cgi-bin/GetTRDoc?Location=U2&doc=GetTRDoc.pdf&AD=AD0619497 Application of lithium chemicals for air regeneration of manned spacecraft]. Lithium Corporation of America & Aerospace Medical Research Laboratories. 1965.</ref> Reaksinya adalah sebagai berikut:
:<chem>2Li2O2 + 2CO2 -> 2Li2CO3 + O2</chem>
:<chem>2Li2O2 + 2CO2 -> 2Li2CO3 + O2</chem>
Beberapa senyawa yang disebutkan di atas, begitu juga [[litium perklorat]], digunakan dalam [[Generator oksigen kimia#Lilin oksigen|lilin oksigen]] yang memasok [[kapal selam]] dengan [[oksigen]]. Ini bisa juga termasuk sejumlah kecil [[boron]], [[magnesium]], [[aluminium]], [[silikon]], [[titanium]], [[mangan]], dan [[besi]].
Beberapa senyawa yang disebutkan di atas, begitu juga [[litium perklorat]], digunakan dalam [[Generator oksigen kimia#Lilin oksigen|lilin oksigen]] yang memasok [[kapal selam]] dengan [[oksigen]]. Ini bisa juga termasuk sejumlah kecil [[boron]], [[magnesium]], [[aluminium]], [[silikon]], [[titanium]], [[mangan]], dan [[besi]].<ref>M. M. Markowitz. ''Lithium Perchlorate Oxygen Candle. Pyrochemical Source of Pure Oxygen''. ''Industrial & Engineering Chemistry Product Research and Development''. 1964. Vol. 3 (4). hlm. 321–30. doi:10.1021/i360012a016.</ref>


==== Optik ====
==== Optik ====
[[Litium fluorida]], yang di[[kristal]]kan secara artifisial, bersifat jernih dan transparan sehingga sering digunakan untuk optik khusus pada aplikasi [[inframerah|IR]], [[ultraviolet|UV]] dan VUV ([[UV vakum]]). Ia merupakan salah satu bahan yang memiliki [[indeks bias]] terendah dan jangkauan transmisi UV terjauh. Bubuk halus litium fluorida telah digunakan untuk [[Dosimeter termoluminesen|dosimetri termoluminesen]] (''Thermoluminescent Dosimeter'', TLD): ketika sampel terpapar radiasi, ia mengakumulasi [[defek kristal]] yang, ketika dipanaskan, memancarkan cahaya kebiru-biruan yang intensitasnya sebanding dengan [[dosis terabsorbsi]], sehingga memungkinkan untuk diukur. Litium fluorida kadang-kadang digunakan pada lensa fokal [[teleskop]].
[[Litium fluorida]], yang di[[kristal]]kan secara artifisial, bersifat jernih dan transparan sehingga sering digunakan untuk optik khusus pada aplikasi [[inframerah|IR]], [[ultraviolet|UV]] dan VUV ([[UV vakum]]). Ia merupakan salah satu bahan yang memiliki [[indeks bias]] terendah dan jangkauan transmisi UV terjauh.<ref>Hobbs, Philip C. D. [https://books.google.com/books?id=CQ5uKN_MN2gC&pg=PA149 Building Electro-Optical Systems: Making It All Work]. John Wiley and Sons. 2009. hlm. 149. ISBN 0-470-40229-6.</ref> Bubuk halus litium fluorida telah digunakan untuk [[Dosimeter termoluminesen|dosimetri termoluminesen]] (''Thermoluminescent Dosimeter'', TLD): ketika sampel terpapar radiasi, ia mengakumulasi [[defek kristal]] yang, ketika dipanaskan, memancarkan cahaya kebiru-biruan yang intensitasnya sebanding dengan [[dosis terabsorbsi]], sehingga memungkinkan untuk diukur.<ref>[https://books.google.com/books?id=FY7s7pPSPtgC&pg=PA819 Point Defects in Lithium Fluoride Films Induced by Gamma Irradiation]. ''Proceedings of the 7th International Conference on Advanced Technology & Particle Physics: (ICATPP-7): Villa Olmo, Como, Italy''. World Scientific. 2002. Vol. 2001. hlm. 819. ISBN 981-238-180-5.</ref> Litium fluorida kadang-kadang digunakan pada lensa fokal [[teleskop]].<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche0000unse_u9i8 The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.</ref><ref>William M. Sinton. [https://archive.org/details/sim_applied-optics_1962-03_1_2/page/105 Infrared Spectroscopy of Planets and Stars]. ''Applied Optics''. 1962. Vol. 1 (2). hlm. 105. doi:10.1364/AO.1.000105.</ref>


[[Litium niobat]] dengan ketaklinieran tinggi juga membuatnya berguna dalam [[optik taklinier|aplikasi optik taklinier]]. Ini digunakan secara luas dalam produk telekomunikasi seperti telepon genggam dan [[modulator optik]], untuk komponen seperti [[osilator kristal|resonansi kristal]]. Aplikasi litium digunakan di lebih dari 60% produk ponsel.
[[Litium niobat]] dengan ketaklinieran tinggi juga membuatnya berguna dalam [[optik taklinier|aplikasi optik taklinier]]. Ini digunakan secara luas dalam produk telekomunikasi seperti telepon genggam dan [[modulator optik]], untuk komponen seperti [[osilator kristal|resonansi kristal]]. Aplikasi litium digunakan di lebih dari 60% produk ponsel.<ref>[http://nl.computers.toshiba-europe.com/Contents/Toshiba_nl/NL/WHITEPAPER/files/TISBWhitepapertech.pdf You’ve got the power: the evolution of batteries and the future of fuel cells]. Toshiba.</ref>


==== Kimia organik dan polimer ====
==== Kimia organik dan polimer ====
[[Senyawa organolitium]] banyak digunakan dalam produksi polimer dan bahan kimia berderajat kemurnian tinggi. Dalam industri polimer, yang merupakan konsumen dominan pereaksi ini, senyawa alkil litium adalah [[katalis]]/[[inisiator radikal|inisiator]] dalam [[Polimerisasi adisi anionik|polimerisasi anionik]] [[olefin]] [[gugus fungsi|nonfungsional]]. Untuk produksi bahan kimia murni, senyawa organolitium berfungsi sebagai basa kuat dan sebagai pereaksi untuk pembentukan [[ikatan karbon-karbon]]. Senyawa organolitium dibuat dari logam litium dan alkil halida.
[[Senyawa organolitium]] banyak digunakan dalam produksi polimer dan bahan kimia berderajat kemurnian tinggi. Dalam industri polimer, yang merupakan konsumen dominan pereaksi ini, senyawa alkil litium adalah [[katalis]]/[[inisiator radikal|inisiator]]<ref>[http://chemical.ihs.com/CEH/Public/Reports/681.7000/ Organometallics]. ''IHS Chemicals''. February 2012.</ref> dalam [[Polimerisasi adisi anionik|polimerisasi anionik]] [[olefin]] [[gugus fungsi|nonfungsional]].<ref>Yurkovetskii, A. V. ''Polymerization of 1,2-dimethylenecyclobutane by organolithium initiators''. ''Russian Chemical Bulletin''. 2005. Vol. 37 (9). hlm. 1782–1784. doi:10.1007/BF00962487.</ref><ref>Quirk, Roderic P. ''Functionalization of polymeric organolithium compounds. Amination of poly(styryl)lithium''. ''Macromolecules''. 1986. Vol. 19 (5). hlm. 1291–1294. doi:10.1021/ma00159a001.</ref><ref>Stone, F. G. A. [https://books.google.com/?id=_gai4kRfcMUC&printsec=frontcover Advances in organometallic chemistry]. Academic Press. 1980. hlm. 55. ISBN 0-12-031118-6.</ref> Untuk produksi bahan kimia murni, senyawa organolitium berfungsi sebagai basa kuat dan sebagai pereaksi untuk pembentukan [[ikatan karbon-karbon]]. Senyawa organolitium dibuat dari logam litium dan alkil halida.<ref>Bansal, Raj K. [https://books.google.com/books?id=_SJ2upYN6DwC&pg=PA192 Synthetic approaches in organic chemistry]. 1996. hlm. 192. ISBN 0-7637-0665-5.</ref>


Banyak senyawa litium lainnya digunakan sebagai pereaksi untuk membuat senyawa organik. Beberapa senyawa populer termasuk [[litium aluminium hidrida]] (LiAlH), [[litium trietilborohidrida]], [[n-Butillitium|''n''-butillitium]] dan [[tert-butillitium|''tert''-butillitium]] biasa digunakan sebagai basa yang sangat kuat yang disebut [[superbasa]].
Banyak senyawa litium lainnya digunakan sebagai pereaksi untuk membuat senyawa organik. Beberapa senyawa populer termasuk [[litium aluminium hidrida]] (LiAlH), [[litium trietilborohidrida]], [[n-Butillitium|''n''-butillitium]] dan [[tert-butillitium|''tert''-butillitium]] biasa digunakan sebagai basa yang sangat kuat yang disebut [[superbasa]].


==== Aplikasi militer ====
==== Aplikasi militer ====
Litium metalik dan kompleks [[hidrida]]nya, seperti [[litium aluminium hidrida|Li[AlH]]], digunakan sebagai aditif berenergi tinggi pada [[propelan roket]]. Litium aluminium hidrida juga bisa digunakan secara mandiri sebagai [[bahan bakar padat]].
Litium metalik dan kompleks [[hidrida]]nya, seperti [[litium aluminium hidrida|Li[AlH]]], digunakan sebagai aditif berenergi tinggi pada [[propelan roket]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b5w6 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.</ref> Litium aluminium hidrida juga bisa digunakan secara mandiri sebagai [[bahan bakar padat]].<ref>[https://web.archive.org/web/20030628230627/http://media.armadilloaerospace.com/misc/LiAl-Hydride.pdf LiAl-hydride]</ref>
 


Sistem propulsi energi kimia tersimpan (''stored chemical energy propulsion system'', SCEPS) pada [[torpedo Mark 50]] menggunakan tangki kecil gas [[belerang heksafluorida]], yang disemprotkan di atas satu blok litium padat. Reaksinya menghasilkan panas, menciptakan  untuk mendorong torpedo dalam [[siklus Rankine]] yang tertutup.
Sistem propulsi energi kimia tersimpan (''stored chemical energy propulsion system'', SCEPS) pada [[torpedo Mark 50]] menggunakan tangki kecil gas [[belerang heksafluorida]], yang disemprotkan di atas satu blok litium padat. Reaksinya menghasilkan panas, menciptakan  untuk mendorong torpedo dalam [[siklus Rankine]] yang tertutup.<ref>Hughes, T.G. [https://archive.org/details/sim_journal-of-energy_march-april-1983_7_2/page/128 Stored Chemical Energy Propulsion System for Underwater Applications]. ''Journal of Energy''. 1983. Vol. 7 (2). hlm. 128–133. doi:10.2514/3.62644.</ref>


[[Litium hidrida]] yang mengandung litium-6 digunakan pada [[senjata termonuklir]], sebagai pembungkus [[bom nuklir|bom]].
[[Litium hidrida]] yang mengandung litium-6 digunakan pada [[senjata termonuklir]], sebagai pembungkus [[bom nuklir|bom]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl_b1k4 Nature's Building Blocks]. 2011.</ref>


=== Nuklir ===
=== Nuklir ===
Litium-6 dinilai sebagai sumber untuk produksi [[tritium]] dan sebagai  pada [[fusi nuklir]]. Litium alami mengandung sekitar 7,5% litium-6, yang darinya telah diproduksi sejumlah besar litium-6 melalui [[pemisahan isotop]] untuk digunakan dalam [[senjata nuklir]]. Litium-7 menarik perhatian untuk digunakan dalam [[pendingin]] [[reaktor nuklir]].
Litium-6 dinilai sebagai sumber untuk produksi [[tritium]] dan sebagai  pada [[fusi nuklir]]. Litium alami mengandung sekitar 7,5% litium-6, yang darinya telah diproduksi sejumlah besar litium-6 melalui [[pemisahan isotop]] untuk digunakan dalam [[senjata nuklir]].<ref>Makhijani, Arjun. [https://books.google.com/books?id=0oa1vikB3KwC&pg=PA60 Nuclear Wastelands: A Global Guide to Nuclear Weapons Production and Its Health and Environmental Effects]. MIT Press. 2000. hlm. 59–60. ISBN 0-262-63204-7.</ref> Litium-7 menarik perhatian untuk digunakan dalam [[pendingin]] [[reaktor nuklir]].<ref>National Research Council (U.S.). Committee on Separations Technology and Transmutation Systems. [https://books.google.com/books?id=iRI7Cx2D4e4C&pg=PA278 Nuclear wastes: technologies for separations and transmutation]. National Academies Press. 1996. hlm. 278. ISBN 0-309-05226-2.</ref>
 


[[Litium deuterida]] merupakan pilihan [[fusi nuklir|bahan bakar nuklir]] untuk versi awal [[Senjata nuklir|bom hidrogen]]. Ketika dibombardir oleh [[neutron]], baik Li dan Li menghasilkan [[tritium]] — reaksi ini, yang belum sepenuhnya dipahami ketika [[rancangan Teller-Ulam|bom hidrogen]] pertama kali diuji, bertanggung jawab terhadap rendemen berjalan [[uji nuklir]] [[Castle Bravo]]. Tritium berfusi dengan [[deuterium]] dalam reaksi [[fusi nuklir|fusi]] yang relatif mudah dicapai. Meskipun detailnya tetap menjadi rahasia, litium-6 deuterida tampaknya masih memainkan peran penting dalam [[senjata nuklir]] modern sebagai material fusi.
[[Litium deuterida]] merupakan pilihan [[fusi nuklir|bahan bakar nuklir]] untuk versi awal [[Senjata nuklir|bom hidrogen]]. Ketika dibombardir oleh [[neutron]], baik Li dan Li menghasilkan [[tritium]] — reaksi ini, yang belum sepenuhnya dipahami ketika [[rancangan Teller-Ulam|bom hidrogen]] pertama kali diuji, bertanggung jawab terhadap rendemen berjalan [[uji nuklir]] [[Castle Bravo]]. Tritium berfusi dengan [[deuterium]] dalam reaksi [[fusi nuklir|fusi]] yang relatif mudah dicapai. Meskipun detailnya tetap menjadi rahasia, litium-6 deuterida tampaknya masih memainkan peran penting dalam [[senjata nuklir]] modern sebagai material fusi.<ref>Barnaby, Frank. [https://books.google.com/books?id=yTIOAAAAQAAJ&pg=PA39 How nuclear weapons spread: nuclear-weapon proliferation in the 1990s]. Routledge. 1993. hlm. 39. ISBN 0-415-07674-9.</ref>


[[Litium fluorida]], ketika diperkaya ke dalam isotop litium-7, membentuk konstituen dasar campuran garam fluorida LiF-[[Berilium fluorida|BeF]] yang digunakan dalam [[reaktor lelehan garam|reaktor nuklir fluorida cair]]. Litium fluorida secara kimia relatif stabil dan campuran LiF-BeF memiliki titik leleh rendah. Selain itu, Li, Be, dan F adalah bagian dari sedikit [[nuklida]] dengan [[irisan melintang neutron|irisan melintang tangkapan neutron termal]] yang tidak mencemari reaksi fisi di dalam reaktor fisi nuklir.
[[Litium fluorida]], ketika diperkaya ke dalam isotop litium-7, membentuk konstituen dasar campuran garam fluorida LiF-[[Berilium fluorida|BeF]] yang digunakan dalam [[reaktor lelehan garam|reaktor nuklir fluorida cair]]. Litium fluorida secara kimia relatif stabil dan campuran LiF-BeF memiliki titik leleh rendah. Selain itu, Li, Be, dan F adalah bagian dari sedikit [[nuklida]] dengan [[irisan melintang neutron|irisan melintang tangkapan neutron termal]] yang tidak mencemari reaksi fisi di dalam reaktor fisi nuklir.<ref>Berilium dan fluorin hanya terdapat sebagai satu isotop, masing-masing 9 Be dan 19 F. Keduanya, serta Li, juga H, B, N, Bi, dan isotop stabil C dan O, adalah nuklida-nuklida dengan irisan melintang tangkapan neutron termal rendah dari aktinida yang berfungsi sebagai konstituen utama bahan bakar reaktor pembiak lelehan garam.</ref><ref>C. Baesjr. ''The chemistry and thermodynamics of molten salt reactor fuels''. ''Journal of Nuclear Materials''. 1974. Vol. 51. hlm. 149–162. doi:10.1016/0022-3115(74)90124-X.</ref>


Dalam konsep (hipotesis) pembangkit listrik [[tenaga fusi]] nuklir, litium akan digunakan untuk menghasilkan tritium dalam [[Fusi pengungkungan magnetik|reaktor pengungkungan magnetik]] menggunakan [[deuterium]] dan [[tritium]] sebagai bahan bakar. Tritium alami sangat langka, dan harus disintesis dengan mengelilingi [[Plasma (fisika)|plasma]] yang bereaksi dengan suatu 'selimut' yang mengandung litium di mana neutron dari reaksi deuterium-tritium dalam plasma akan memfisi litium untuk menghasilkan tritium lebih banyak:
Dalam konsep (hipotesis) pembangkit listrik [[tenaga fusi]] nuklir, litium akan digunakan untuk menghasilkan tritium dalam [[Fusi pengungkungan magnetik|reaktor pengungkungan magnetik]] menggunakan [[deuterium]] dan [[tritium]] sebagai bahan bakar. Tritium alami sangat langka, dan harus disintesis dengan mengelilingi [[Plasma (fisika)|plasma]] yang bereaksi dengan suatu 'selimut' yang mengandung litium di mana neutron dari reaksi deuterium-tritium dalam plasma akan memfisi litium untuk menghasilkan tritium lebih banyak:
Baris 189: Baris 260:
:<chem>^6Li + n -> ^4He + ^3T</chem>
:<chem>^6Li + n -> ^4He + ^3T</chem>


Litium juga digunakan sebagai sumber [[partikel alfa]], atau inti [[helium]]. Ketika Li dibombardir oleh [[proton]] yang dipercepat, terbentuklah [[Berilium|Be]], yang mengalami fisi membentuk dua partikel alfa. Prestasi ini, disebut "pemecahan atom" pada saat itu, adalah [[reaksi nuklir]] pertama buatan manusia. Ia ditemukan oleh [[John Douglas Cockcroft|Cockroft]] dan [[Ernest Walton|Walton]] pada tahun 1932.
Litium juga digunakan sebagai sumber [[partikel alfa]], atau inti [[helium]]. Ketika Li dibombardir oleh [[proton]] yang dipercepat, terbentuklah [[Berilium|Be]], yang mengalami fisi membentuk dua partikel alfa. Prestasi ini, disebut "pemecahan atom" pada saat itu, adalah [[reaksi nuklir]] pertama buatan manusia. Ia ditemukan oleh [[John Douglas Cockcroft|Cockroft]] dan [[Ernest Walton|Walton]] pada tahun 1932.<ref>Agarwal, Arun. [https://books.google.com/books?id=XyOBx2R2CxEC&pg=PA139 Nobel Prize Winners in Physics]. APH Publishing. 2008. hlm. 139. ISBN 81-7648-743-0.</ref><ref>[http://www-outreach.phy.cam.ac.uk/camphy/cockcroftwalton/cockcroftwalton9_1.htm "'Splitting the Atom': Cockcroft and Walton, 1932: 9. Rays or Particles?"] Department of Physics, University of Cambridge</ref>


Pada tahun 2013,  Amerika Serikat menyatakan kelangkaan litium-7 sudah kritis untuk pengoperasian 65 dari 100 reaktor nuklir Amerika yang “berdampak pada kemampuan mereka melanjutkan menyediakan listrik menjadi berisiko”. Masalahnya berawal dari penurunan infrastruktur nuklir AS. Peralatan yang dibutuhkan untuk memisahkan litium-6 dari litium-7 kebanyakan merupakan sisa masa perang dingin. AS menutup sebagian besar mesin ini pada tahun 1963, ketika mengalami surplus litium yang sangat besar, kebanyakan dikonsumsi selama abad ke-20. Laporan tersebut mengatakan akan memakan waktu lima tahun dan $10 juta sampai $12 juta untuk membangun kembali kemampuan pemisahan litium-6 dari litium-7.
Pada tahun 2013,  Amerika Serikat menyatakan kelangkaan litium-7 sudah kritis untuk pengoperasian 65 dari 100 reaktor nuklir Amerika yang “berdampak pada kemampuan mereka melanjutkan menyediakan listrik menjadi berisiko”. Masalahnya berawal dari penurunan infrastruktur nuklir AS. Peralatan yang dibutuhkan untuk memisahkan litium-6 dari litium-7 kebanyakan merupakan sisa masa perang dingin. AS menutup sebagian besar mesin ini pada tahun 1963, ketika mengalami surplus litium yang sangat besar, kebanyakan dikonsumsi selama abad ke-20. Laporan tersebut mengatakan akan memakan waktu lima tahun dan $10 juta sampai $12 juta untuk membangun kembali kemampuan pemisahan litium-6 dari litium-7.<ref>Wald, Matthew L. [https://www.nytimes.com/2013/10/09/business/energy-environment/report-says-a-shortage-of-nuclear-fuel-looms.html Report Says a Shortage of Nuclear Ingredient Looms]. ''The New York Times''. 8 October 2013.</ref>


Reaktor yang menggunakan air panas litium-7 di bawah tekanan tinggi dan transfer panas melalui penukar panas adalah yang rentan terhadap korosi. Reaktor menggunakan litium untuk melawan efek korosif [[asam borat]], yang ditambahkan ke dalam air untuk menyerap kelebihan neutron.
Reaktor yang menggunakan air panas litium-7 di bawah tekanan tinggi dan transfer panas melalui penukar panas adalah yang rentan terhadap korosi. Reaktor menggunakan litium untuk melawan efek korosif [[asam borat]], yang ditambahkan ke dalam air untuk menyerap kelebihan neutron.<ref>Wald, Matthew L. [https://www.nytimes.com/2013/10/09/business/energy-environment/report-says-a-shortage-of-nuclear-fuel-looms.html Report Says a Shortage of Nuclear Ingredient Looms]. ''The New York Times''. 8 October 2013.</ref>


=== Kedokteran ===
=== Kedokteran ===
Litium berguna dalam pengobatan [[gangguan bipolar]].<ref>Sam Kean. [https://archive.org/details/disappearingspoo0000kean_p8o5 The Disappearing Spoon]. 2011.</ref> Garam litium juga dapat membantu diagnosis terkait, seperti [[gangguan schizoafektif]] dan [[depresi berat]] siklik. Bagian aktif dari garam ini adalah ion litium Li<sup>+</sup>.<ref>Sam Kean. [https://archive.org/details/disappearingspoo0000kean_p8o5 The Disappearing Spoon]. 2011.</ref> Mereka mungkin meningkatkan risiko pengembangan [[anomali Ebstein|anomali kardiak Ebstein]] pada bayi yang lahir dari wanita yang mengonsumsi litium selama trimester pertama kehamilan.<ref>Yacobi S. ''Is lithium a real teratogen? What can we conclude from the prospective versus retrospective studies? A review''. ''Isr J Psychiatry Relat Sci''. 2008. Vol. 45 (2). hlm. 95–106.</ref>


Litium berguna dalam pengobatan [[gangguan bipolar]]. Garam litium juga dapat membantu diagnosis terkait, seperti [[gangguan schizoafektif]] dan [[depresi berat]] siklik. Bagian aktif dari garam ini adalah ion litium Li<sup>+</sup>. Mereka mungkin meningkatkan risiko pengembangan [[anomali Ebstein|anomali kardiak Ebstein]] pada bayi yang lahir dari wanita yang mengonsumsi litium selama trimester pertama kehamilan.
Litium juga telah diteliti sebagai kemungkinan pengobatan untuk .<ref>J. Lieb. ''Lithium treatment of chronic cluster headaches''. ''The British Journal of Psychiatry''. 1978. Vol. 133 (6). hlm. 556–558. doi:10.1192/bjp.133.6.556.</ref>
 
Litium juga telah diteliti sebagai kemungkinan pengobatan untuk .


== Pencegahan ==
== Pencegahan ==
 
Litium bersifat [[korosif]] dan memerlukan penanganan khusus agar tidak terkena kulit. Menghirup debu litium atau senyawa litium (yang sering kali alkalis) pada awalnya [[iritasi|mengiritasi]] [[hidung]] dan tenggorokan, sementara paparan yang lebih tinggi dapat menyebabkan penumpukan cairan di [[paru-paru]], menyebabkan [[edema paru]]. Logamnya sendiri memiliki bahaya penanganan karena kontak dengan uap air menghasilkan litium hidroksida yang [[zat korosif|kaustik]]. Litium disimpan dengan aman dalam senyawa tak reaktif seperti [[nafta]].<ref>Furr, A. K. [https://books.google.com/?id=Oo3xAmmMlEwC&pg=PA244 CRC handbook of laboratory safety]. CRC Press. 2000. hlm. 244–246. ISBN 978-0-8493-2523-6.</ref>
Litium bersifat [[korosif]] dan memerlukan penanganan khusus agar tidak terkena kulit. Menghirup debu litium atau senyawa litium (yang sering kali alkalis) pada awalnya [[iritasi|mengiritasi]] [[hidung]] dan tenggorokan, sementara paparan yang lebih tinggi dapat menyebabkan penumpukan cairan di [[paru-paru]], menyebabkan [[edema paru]]. Logamnya sendiri memiliki bahaya penanganan karena kontak dengan uap air menghasilkan litium hidroksida yang [[zat korosif|kaustik]]. Litium disimpan dengan aman dalam senyawa tak reaktif seperti [[nafta]].


=== Regulasi ===
=== Regulasi ===
Beberapa yurisdiksi membatasi penjualan [[baterai litium]], yang merupakan sumber litium yang paling mudah tersedia untuk konsumen umum. Litium dapat digunakan untuk mereduksi [[pseudoefedrin]] dan [[efedrina|efedrin]] menjadi [[metamfetamin]] dalam metode [[reduksi Birch]], yang menggunakan larutan logam alkali yang dilarutkan dalam [[amonia]] anhidrat.
Beberapa yurisdiksi membatasi penjualan [[baterai litium]], yang merupakan sumber litium yang paling mudah tersedia untuk konsumen umum. Litium dapat digunakan untuk mereduksi [[pseudoefedrin]] dan [[efedrina|efedrin]] menjadi [[metamfetamin]] dalam metode [[reduksi Birch]], yang menggunakan larutan logam alkali yang dilarutkan dalam [[amonia]] anhidrat.<ref>[http://www.illinoisattorneygeneral.gov/methnet/understandingmeth/basics.html Illinois Attorney General – Basic Understanding Of Meth]. Illinoisattorneygeneral.gov.</ref><ref>Aaron R. Harmon. [http://www.ncjolt.org/sites/default/files/7_nc_jl_tech_421.pdf Methamphetamine remediation research act of 2005: Just what the doctor ordered for cleaning up methfields—or sugar pill placebo?]. ''North Carolina Journal of Law & Technology''. 2006. Vol. 7.</ref>


Pengangkutan dan pengiriman beberapa jenis baterai litium mungkin dilarang menggunakan beberapa moda transportasi (terutama pesawat terbang) karena kemampuan sebagian besar jenis baterai litium untuk melepaskan dayanya dengan sangat cepat saat mengalami [[hubungan pendek]], yang dapat menyebabkan panas berlebihan dan kemungkinan [[ledakan]] dalam proses yang disebut . Sebagian besar baterai litium memiliki proteksi kelebihan beban termal untuk mencegah kejadian jenis ini, atau sebaliknya dirancang untuk membatasi arus hubung pendek. Arus pendek internal dari cacat pabrik atau kerusakan fisik dapat menyebabkan pelarian termal secara spontan.
Pengangkutan dan pengiriman beberapa jenis baterai litium mungkin dilarang menggunakan beberapa moda transportasi (terutama pesawat terbang) karena kemampuan sebagian besar jenis baterai litium untuk melepaskan dayanya dengan sangat cepat saat mengalami [[hubungan pendek]], yang dapat menyebabkan panas berlebihan dan kemungkinan [[ledakan]] dalam proses yang disebut . Sebagian besar baterai litium memiliki proteksi kelebihan beban termal untuk mencegah kejadian jenis ini, atau sebaliknya dirancang untuk membatasi arus hubung pendek. Arus pendek internal dari cacat pabrik atau kerusakan fisik dapat menyebabkan pelarian termal secara spontan.<ref>Bro, Per. [https://books.google.com/?id=i7U-0IB8tjMC&pg=PA15 Battery hazards and accident prevention]. Plenum Press. 1994. hlm. 15–16. ISBN 978-0-306-44758-7.</ref><ref>[http://www.tsa.gov/travelers/airtravel/assistant/batteries.shtm TSA: Safe Travel with Batteries and Devices]. Tsa.gov. 1 January 2008.</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
Baris 219: Baris 288:
* [[Baterai ion litium]]
* [[Baterai ion litium]]
* [[Baterai litium–udara]]
* [[Baterai litium–udara]]


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.periodicvideos.com/videos/003.htm Lithium] at ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (University of Nottingham)
* [http://www.periodicvideos.com/videos/003.htm Lithium] at ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (University of Nottingham)
* [https://web.archive.org/web/20090817001127/http://www.lithiumalliance.org/ International Lithium Alliance]
* [https://web.archive.org/web/20090817001127/http://www.lithiumalliance.org/ International Lithium Alliance]
Baris 235: Baris 297:
* [https://web.archive.org/web/20080226213021/https://www.mcis.soton.ac.uk/Site_Files/pdf/nuclear_history/Working_Paper_No_5.pdf University of Southampton, Mountbatten Centre for International Studies, Nuclear History Working Paper No5.]
* [https://web.archive.org/web/20080226213021/https://www.mcis.soton.ac.uk/Site_Files/pdf/nuclear_history/Working_Paper_No_5.pdf University of Southampton, Mountbatten Centre for International Studies, Nuclear History Working Paper No5.]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29343136 (2026-06-14T00:03:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Litium&oldid=29343136 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29343136 (2026-06-14T00:03:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.33

Lithium paraffin

Kata "litium" berasal dari , yang berarti "batu". Litium merupakan logam alkali lunak berwarna putih keperakan. Di bawah kondisi standar, litium menjadi logam paling ringan sekaligus unsur padat yang paling ringan. Seperti semua logam alkali, litium sangat reaktif dan mudah terbakar, serta disimpan dalam minyak mineral. Ketika dipotong sehingga bagian dalamnya terbuka, ia menunjukkan kilau logam, tetapi udara lembap menodainya dengan cepat menjadi kusam abu-abu keperakan, lalu membentuk noda hitam. Litium tidak pernah terdapat sebagai unsur bebas di alam, tetapi hanya sebagai senyawa (biasanya ionik), seperti mineral pegmatit yang dulunya merupakan sumber utama litium. Ia hadir dalam air laut dan biasanya diperoleh dari air asin, karena kelarutannya sebagai ion. Logam litium diisolasi secara elektrolisis dari campuran litium klorida dan kalium klorida.

Inti atom litium bergetar pada ketidakstabilan, karena dua isotop litium stabil yang ditemukan di alam memiliki energi ikatan paling rendah per nukleon dari semua nuklida stabil. Litium kurang melimpah di tata surya dibandingkan dengan 25 unsur dari 32 unsur kimia pertama meskipun nukleanya sangat ringan, karena ketidakstabilan nuklir relatifnya: ini adalah pengecualian dari tren bahwa semakin berat nuklei, semakin kecil kelimpahannya.[1] Berdasarkan alasan tersebut, litium memiliki kegunaan penting dalam fisika nuklir. Transmutasi atom litium menjadi helium pada tahun 1932 adalah reaksi nuklir buatan manusia pertama, dan litium-6 deuterida berfungsi sebagai bahan bakar fusi dalam senjata termonuklir yang dipamerkan.[2]

Litium dan senyawanya memiliki beberapa aplikasi industri, termasuk kaca dan keramik tahan panas, pelumas gemuk litium, aditif fluks untuk produksi besi, baja dan aluminium, baterai litium, dan baterai litium-ion. Penggunaan ini mengkonsumsi lebih dari tiga perempat produksi litium.

Sumber utama litium pangan adalah biji-bijian dan sayuran; di beberapa daerah, air minum juga mengandung jumlah yang signifikan. Manusia mengasupnya dalam jumlah yang sangat bervariasi, tergantung lokasi dan diet. Litium telah terdeteksi pada organ tubuh manusia dan jaringan janin sejak akhir abad ke-19, memicu spekulasi mengenai fungsi spesifiknya. Setelah satu abad berikutnya, diperoleh bukti eksperimental. Dalam penelitian pada era 1970an–1990an, tikus dan kambing dengan diet rendah litium memiliki mortalitas yang lebih tinggi, serta kelainan reproduksi dan perilaku. Pada manusia tidak ada penyakit defisiensi litium yang didefinisikan, tetapi asupan litium rendah dari persediaan air dikaitkan dengan peningkatan angka bunuh diri, pembunuhan dan tingkat penangkapan untuk penggunaan narkoba dan kejahatan lainnya. Kandungan litium yang tinggi pada embrio awal menunjukkan peran penting selama perkembangan janin. Mekanisme biokimia dari aksi litium tampaknya terkait banyak faktor dan berkorelasi dengan fungsi beberapa enzim, hormon dan vitamin, serta faktor pertumbuhan dan transformasi. Bukti saat ini tampaknya cukup untuk menerima litium sebagai esensial; AKG sementara untuk 70 kg orang dewasa disarankan 1.000 μg/hari.[3][4]

Garam litium telah terbukti bermanfaat sebagai obat suasana hati (mood) dalam pengobatan gangguan bipolar pada manusia.

Sifat-sifat

Atom dan fisika

Seperti logam alkali lainnya, litium memiliki elektron valensi tunggal yang mudah dilepaskan untuk membentuk kation.[5] Oleh karena itu, litium adalah unsur penghantar panas dan listrik yang baik serta sangat reaktif, meskipun ia adalah yang paling kurang reaktif di antara logam alkali. Rendahnya reaktivitas litium adalah karena dekatnya elektron valensi dengan nukleusnya (dua elektron yang tersisa berada di orbital 1s, energinya jauh lebih rendah, dan tidak berpartisipasi dalam ikatan kimia).[6]

Logam litium cukup lunak untuk dipotong menggunakan pisau. Saat dipotong, ia memiliki warna putih keperakan yang cepat berubah menjadi abu-abu karena teroksidasi menjadi litium oksida.[7] Meskipun memiliki salah satu titik leleh terendah di antara semua logam (180 °C), ia memiliki titik leleh dan titik didih tertinggi di antara logam alkali.[8]

Litium memiliki kerapatan sangat rendah (0,534 g/cm), sebanding dengan kayu pinus. Ia memiliki densitas paling kecil di antara semua unsur padat pada suhu kamar; unsur padat berikutnya (kalium, pada 0,862 g/cm) lebih dari 60% lebih padat. Selanjutnya, selain helium dan hidrogen, densitasnya lebih kecil daripada unsur cair apapun, hanya dua pertiga densitas nitrogen cair (0,808 g/cm).[9] Litium dapat mengapung pada minyak hidrokarbon paling ringan dan merupakan satu dari tiga logam yang bisa mengapung di air, dua lainnya adalah natrium dan kalium.

Koefisien ekspansi termal litium dua kali lipat aluminium dan hampir empat kali lipat besi.[10] Litium adalah superkonduktor di bawah 400 μK pada tekanan standar[11] dan pada suhu yang lebih tinggi (lebih dari 9 K) pada tekanan sangat tinggi (>20 GPa).[12] Pada suhu di bawah 70 K, litium, seperti natrium, mengalami transformasi perubahan fase nirdifusi. Pada 4,2 K ia memiliki sistem kristal rombohedral (dengan jarak pengulangan sembilan lapisan); pada suhu yang lebih tinggi ia berubah menjadi kubik pusat muka dan kemudian kubik pusat badan. Pada suhu helium cair (4 K) lazimnya adalah struktur rombohedral.[13] Telah diidentifikasi beberapa bentuk alotropik litium pada tekanan tinggi.[14]

Litium memiliki kapasitas kalor spesifik massa 3,58 kilojoule per kilogram-kelvin, tertinggi di antara semua padatan.[15][16] Oleh karena itu, logam litium sering digunakan dalam pendingin untuk aplikasi perpindahan panas.[17]

Kimia dan senyawa

Litium mudah bereaksi dengan air, tetapi tidak sedahsyat logam alkali lainnya. Reaksinya membentuk gas hidrogen dan litium hidroksida dalam larutan akuatik.[18] Litium biasanya disimpan dalam perapat () hidrokarbon, seringnya petrolatum, karena reaktivitasnya dengan air. Meskipun logam alkali yang lebih berat dapat disimpan dalam zat yang lebih padat, seperti minyak mineral, litium tidak cukup padat untuk benar-benar terendam dalam cairan ini.[19] Di udara yang lembap, litium dengan cepat bernoda membentuk lapisan hitam litium hidroksida (LiOH dan LiOH·HO), litium nitrida (LiN) dan litium karbonat (, hasil dari reaksi sekunder antara LiOH dan CO).[20]

Ketika diletakkan pada nyala api, senyawa litium memberi nyala berwarna merah krimson, tetapi saat terbakar dengan kuat, nyala api menjadi perak cemerlang. Litium akan menyala dan terbakar dalam oksigen saat terkena air atau uap air.[21] Litium mudah terbakar, dan berpotensi meledak saat terkena udara dan terutama air, meski potensinya kurang daripada logam alkali lainnya. Reaksi litium-air pada suhu normal sangat cepat tetapi tidak hebat karena hidrogen yang dihasilkan tidak menyalakan dirinya sendirinya. Seperti halnya semua logam alkali, kebakaran litium sulit untuk dipadamkan, membutuhkan pemadam api bubuk kering jenis (Kelas D). Litium adalah salah satu dari sedikit logam yang bereaksi dengan nitrogen pada kondisi normal.[22][23]

Litium memiliki hubungan diagonal dengan magnesium, unsur dengan jari-jari atom dan ion yang sama. Kemiripan kimia antara kedua logam tersebut meliputi pembentukan nitrida melalui reaksi dengan , pembentukan oksida () dan peroksida () bila dibakar di , garam dengan kelarutan yang mirip, serta ketidakstabilan termal karbonat dan nitridanya.[24][25] Logam ini bereaksi dengan gas hidrogen pada suhu tinggi menghasilkan litium hidrida (LiH).[26]

Senyawa biner lainnya yang dikenal meliputi halida (LiF, LiCl, LiBr, LiI), sulfida (Litium sulfida), superoksida (Litium superoksida), dan karbida (Litium karbida). Banyak senyawa anorganik lainnya diketahui di mana litium bergabung dengan anion membentuk garam: borat, amida, karbonat, nitrat, atau borohidrida (Litium borohidrida). Litium aluminium hidrida () umumnya digunakan sebagai reduktor dalam sintesis organik.

Beberapa pereaksi organolitium diketahui memiliki ikatan langsung antara atom karbon dan atom litium, yang secara efektif membentuk karbanion. Ini adalah basa dan nukleofil yang sangat kuat. Dalam banyak senyawa organolitium ini, ion litium cenderung digabungkan ke dalam gugus simetri yang lebih tinggi, hal yang relatif umum untuk kation alkali.[27] LiHe, senyawa van der Waals dengan interaksi yang sangat lemah, telah terdeteksi pada suhu yang sangat rendah.[28]

Isotop

Litium alami terdiri dari dua isotop stabil, Li dan Li. Isotop Li lebih melimpah (kelimpahan alami 92,5%).[29][30][31] Kedua isotop alami tersebut memiliki anomali energi ikatan nuklir per nukleon yang rendah (dibandingkan dengan unsur tetangganya pada tabel periodik, helium dan berilium); litium adalah satu-satunya unsur bernomor atom kecil yang bisa menghasilkan energi bersih melalui fisi nuklir. Dua inti litium memiliki energi ikatan yang lebih rendah per nukleon daripada nukleon stabil lainnya kecuali deuterium dan helium-3.[32] Alhasil, meski berat atomnya sangat ringan, litium kurang umum di Tata Surya dibandingkan 25 dari 32 unsur kimia pertama.[33] Tujuh radioisotop telah dikarakterisasi, yang paling stabil adalah Li dengan waktu paruh 838 ms dan Li dengan waktu paruh 178 ms. Semua isotop radioaktif yang tersisa memiliki waktu paruh yang lebih pendek daripada 8,6 ms. Isotop litium dengan umur terpendek adalah Li, yang meluruh melalui emisi proton dan memiliki waktu paruh 7,6 × 10−23 s.[34]

Li adalah salah satu unsur primordial (atau lebih tepatnya nuklida primordial) yang dihasilkan dalam nukleosintesis Big Bang. Sejumlah kecil Li dan Li dihasilkan di bintang-bintang, tetapi diperkirakan "dibakar" secepat dihasilkannya.[35] Sejumlah kecil ekstra Li dan Li dapat dihasilkan dari angin surya, sinar kosmik yang menghantam atom yang lebih berat, dan dari peluruhan radioaktif Be dan Be pada tata surya awal.[36] Sementara litium dibuat di bintang-bintang selama nukleosintesis stelar, ia kemudian dibakar. Li juga bisa dihasilkan dalam bintang karbon.[37]

Isotop litium terfraksionasi secara substansial selama berbagai proses alami,[38] termasuk pembentukan mineral (presipitasi kimia), metabolisme, dan pertukaran ion. Ion litium menggantikan magnesium dan besi pada situs oktahedral dalam mineral tanah liat, di mana Li lebih disukai daripada Li, menghasilkan pengayaan isotop ringan dalam proses hiperfiltrasi dan alterasi batuan. Li nan eksotis diketahui memancarkan halo nuklir. Proses yang dikenal dengan pemisahan isotop laser dapat digunakan untuk memisahkan isotop litium, khususnya Li dari Li.[39]

Pembuatan senjata nuklir dan aplikasi fisika nuklir lainnya merupakan sumber utama fraksinasi litium artifisial. Dengan ditahannya stok isotop ringan Li oleh industri dan militer sedemikian rupa sehingga menyebabkan perubahan rasio Li terhadap Li pada sumber alami, misalnya sungai. Hal ini menyebabkan ketidakpastian yang tidak lazim pada berat atom litium terstandardisasi, karena jumlah ini bergantung pada rasio kelimpahan alami isotop litium stabil yang terjadi secara alami, karena tersedia dalam sumber mineral litium komersial.[40]

Kedua isotop stabil litium dapat didinginkan dengan laser dan digunakan untuk menghasilkan campuran Bose-Fermi kuantum pertama degeneratif.[41]

Keterjadian

Astronomi

Menurut teori kosmologi modern, litium—untuk dua isotop stabil (litium-6 dan litium-7)—adalah salah satu dari 3 unsur yang disintesis dalam Dentuman Besar.[42] Meskipun jumlah yang dihasilkan dari nukleosintesis Big Bang bergantung pada jumlah foton per barion, untuk memenuhi nilai kelimpahan litium yang layak dikalkulasi, dan terdapat "kesenjangan litium kosmologis" di Alam Semesta: bintang yang lebih tua tampaknya memiliki litium kurang dari yang seharusnya, dan beberapa bintang yang lebih muda memiliki lebih banyak.[43] Kurangnya litium pada bintang yang lebih tua rupanya disebabkan oleh "pencampuran" litium ke dalam interior bintang, di mana ia dihancurkan,[44] sementara litium diproduksi di bintang yang lebih muda. Meskipun ia bertransmutasi menjadi dua atom helium karena bertumbukan dengan proton pada suhu di atas 2,4 juta derajat Celcius (kebanyakan bintang dengan mudah mencapai suhu ini di interior mereka), litium lebih banyak daripada perhitungan saat ini yang diperkirakan akan terjadi pada bintang generasi selanjutnya.[45]

Meskipun merupakan salah satu dari tiga unsur pertama yang disintesis dalam Big Bang, litium, bersama dengan berilium dan boron secara nyata kurang melimpah daripada unsur lainnya. Ini adalah hasil dari suhu rendah yang diperlukan untuk menghancurkan litium, dan kurangnya proses umum untuk memproduksinya.[46]

Litium juga ditemukan pada objek substelar katai coklat dan bintang jingga anomali tertentu. Karena litium hadir dalam katai coklat yang lebih dingin dan kurang masif, tetapi hancur dalam bintang katai merah yang lebih panas, kehadirannya di spektrum bintang dapat digunakan dalam "uji litium" untuk membedakan keduanya, karena keduanya lebih kecil daripada Matahari.[47][48][49] Bintang jingga tertentu juga bisa mengandung konsentrasi litium yang tinggi. Bintang jingga yang ditemukan memiliki konsentrasi litium yang lebih tinggi dari biasanya (seperti Centaurus X-4) mengorbit objek masif—bintang neutron atau lubang hitam—yang gravitasinya jelas menarik litium yang lebih berat ke permukaan bintang hidrogen-helium, menyebabkan lebih banyak litium yang teramati.[50]

Terestrial

Produksi tambang (2016), cadangan dan sumber daya litium dalam ton[51]
Negara Produksi Cadangan[52] Sumber daya
5.700 2.000.000 9.000.000
14.300 1.600.000 2.000.000+
- - 100.000+
- - 9.000.000
200 48.000 200.000
(2010) 480 180.000 2.000.000
12.000 7.500.000 7.500.000+
- - 1.000.000
- - 200.000
2.000 3.200.000 7.000.000
200 60.000 N/A
- - 1.000.000
- - 1.000.000
W[53] 38.000 6.900.000
900 23.000 100.000+
Total dunia 32.500 14.000.000 N/A

Meskipun litium banyak tersebar di Bumi, ia tidak secara alami terdapat dalam bentuk unsur bebasnya karena reaktivitasnya yang tinggi.[54] Total kandungan litium dalam air laut sangat besar, dengan estimasi sekitar 230 miliar ton, karena konsentrasinya dalam air laut relatif konstant dalam kisaran 0,14 sampai 0,25 bagian per juta (ppm),[55][56] atau 25 mikromolar;[57] konsentrasi yang lebih tinggi mendekati 7 ppm dijumpai di dekat ventilasi hidrotermal.[58]

Estimasi kandungan litium dalam kerak bumi berada dalam kisaran 20 sampai 70 ppm berat.[59] Sesuai dengan namanya, litium membentuk bagian kecil batuan beku, dengan konsentrasi terbesar berada pada granit. Pegmatit granitik juga memberikan kelimpahan terbesar mineral litium, dengan spodumena dan petalit merupakan sumber yang paling memiliki nilai komersial.[60] Mineral litium yang juga signifikan adalah lepidolit.[61] Sumber litium yang lebih baru adalah lempung hektorit, satu-satunya pengembangan aktif yang dilakukan oleh Western Lithium Corporation di Amerika Serikat.[62] Dengan kandungan 20 mg litium per kg kerak bumi,[63] litium menjadi unsur paling melimpah di urutan 25.

Menurut Handbook of Lithium and Natural Calcium, "Litium adalah unsur yang relatif jarang, meskipun ditemukan dalam banyak batuan dan beberapa sumber air asin, tetapi selalu dalam konsentrasi yang sangat rendah. Ada sejumlah besar deposit mineral dan air garam litium tetapi hanya memiliki sedikit nilai komersial baik aktual maupun potensial. Kebanyakan nilainya sangat kecil, yang lain terlalu rendah."[64]

US Geological Survey memperkirakan bahwa pada tahun 2010, Chili sejauh ini memiliki cadangan terbesar (7,5 juta ton)[65] dan produksi tahunan tertinggi (8.800 ton). Salah satu basis cadangan[66] terbesar litium berada di area Salar de Uyuni, Bolivia, yaitu 5,4 juta ton. Pemasok utama lainnya termasuk Australia, Argentina, dan Tiongkok.[67][68] Pada tahun 2015 Czech Geological Survey menganggap Pegunungan Ore di Ceko sebagai propinsi litium. Terdaftar lima lokasi deposit, salah satunya di dekat dianggap sebagai deposit yang memiliki potensial ekonomi dengan cadangan litium sebesar 160.000 ton.[69]

Pada bulan Juni 2010, The New York Times melaporkan bahwa ahli geologi Amerika sedang melakukan survei darat di danau garam kering di barat Afghanistan yang diyakini terdapat deposit litium yang besar di sana. "Pejabat Pentagon mengatakan bahwa analisis awal mereka di satu lokasi di Propinsi Ghazni menunjukkan potensi deposit litium sebesar Bolivia, yang sekarang memiliki cadangan litium terbesar di dunia."[70] Perkiraan ini "pada prinsipnya didasarkan pada data lama, yang utamanya dikumpulkan oleh Uni Soviet selama pendudukan mereka di Afghanistan antara tahun 1979–1989". Stephen Peters, kepala Proyek Mineral Afghanistan USGS, mengatakan bahwa dia tidak mengetahui keterlibatan USGS dalam survei baru untuk mineral di Afghanistan dalam dua tahun terakhir. "Kami tidak mengetahui adanya penemuan litium," tandasnya.[71]

Litia ("air garam litium") dikaitkan dengan area penambangan timah di Cornwall, Inggris dan sedang dipertimbangkan sebuah proyek evaluasi dari lubang bor uji sejauh 400 meter. Jika berhasil, air asin panas juga akan menyediakan energi panas bumi untuk memberi daya pada proses ekstraksi dan pemurnian litium.[72]

Biologi

Litium dijumpai dalam jumlah renik dalam sejumlah tumbuhan, plankton, dan invertibrata, pada kisaran konsentrasi antara 69 hingga 5.760 bagian per miliar (ppb). Pada vertebrata, konsentrasinya sedikit lebih rendah, dan hampir seluruh jaringan dan cairan tubuh vertebrata mengandung litium pada kisaran mulai 21 hingga 763 ppb.[73] Organisme laut cenderung membioakumulasi litium lebih banyak daripada organisme terestrial.[74] Meskipun peran fisiologis litium dalam semua organisme ini tidak diketahui.[75]

Sejarah

() ditemukan pada tahun 1800 oleh kimiawan sekaligus negarawan Brasil José Bonifácio de Andrada e Silva dalam sebuah tambang di pulau Utö, Swedia.[76][77][78][79] Namun, baru pada tahun 1817 Johan August Arfwedson, yang bekerja di laboratorium kimiawan Jöns Jakob Berzelius, mendeteksi keberadaan unsur baru ketika menganalisis bijih petalit.[80][81][82][83] Unsur ini membentuk senyawa yang mirip dengan natrium dan kalium, meskipun karbonat dan hidroksidanya kurang larut dalam air dan lebih alkalis.[84] Berzelius memberi nama bahan alkalis tersebut dengan "lithion/lithina", dari  (ditransliterasikan sebagai lithos, yang berarti "batu"), untuk mencerminkan penemuannya dalam mineral padat, tidak seperti kalium yang ditemukan dalam abu tumbuhan, dan natrium yang diketahui memiliki kelimpahan tinggi dalam darah hewan. Ia menamakan logam di dalam bahan tersebut sebagai "litium".[85][86][87]

Arfwedson kemudian menunjukkan bahwa unsur yang sama terdapat pula dalam mineral dan .[88][89] Pada tahun 1818, Christian Gmelin adalah yang pertama kali mengamati bahwa garam litium memberikan warna merah terang kepada nyala api.[90][91] Namun, baik Arfwedson dan Gmelin gagal dalam percobaan isolasi unsur murni dari garamnya.[92][93][94] Litium baru diisolasi pada tahun 1821, ketika William Thomas Brande memperolehnya dengan mengelektrolisis litium oksida, suatu proses yang sebelumnya telah digunakan oleh kimiawan Sir Humphry Davy untuk mengisolasi logam alkali kalium dan natrium.[95][96][97][98][99] Brande juga menjelaskan beberapa garam murni litium, seperti klorida, dan, memperkirakan bahwa lithia (litium oksida) mengandung logam sekitar 55%, memperkirakan berat atom litium pada kisaran 9,8 g/mol (nilai modern ~6,94 g/mol).[100] Pada tahun 1855, jumlah litium yang lebih bamyak dihasilkan melalui elektrolisis litium klorida oleh Robert Bunsen dan Augustus Matthiessen.[101][102] Penemuan prosedur ini menyebabkan produksi litium komersial pada tahun 1923 oleh perusahaan Jerman Metallgesellschaft AG, yang melakukan elektrolisis campuran cair litium klorida dan kalium klorida.[103][104][105]

Produksi dan penggunaan litium mengalami beberapa perubahan drastis dalam sejarah. Aplikasi utama litium yang pertama adalah pada gemuk litium suhu tinggi untuk mesin pesawat terbang dan aplikasi serupa pada Perang Dunia II tak lama kemudian. Penggunaan ini didukung oleh fakta bahwa sabun berbasis litium memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada sabun alkali lainnya, dan kurang korosif daripada sabun berbasis kalsium. Pasar kecil untuk sabun litium dan gemuk pelumas didukung oleh beberapa operasi penambangan kecil yang sebagian besar berada di Amerika Serikat.

Permintaan litium meningkat secara dramatis selama Perang Dingin dengan diproduksinya senjata fusi nuklir. Baik litium-6 dan litium-7 menghasilkan tritium ketika diiradiasi menggunakan neutron, dan dengan demikian berguna untuk produksi tritium dengan sendirinya, serta bentuk bahan bakar fusi padat yang digunakan dalam bom hidrogen dalam bentuk litium deuterida. Amerika Serikat menjadi produsen utama litium pada periode antara akhir 1950-an dan pertengahan 1980-an. Pada akhirnya, stok litium kira-kira 42.000 ton dalam bentuk litium hidroksida. Litium yang ditumpuk habis dalam litium-6 sebesar 75%, yang cukup untuk memengaruhi berat atom terukur litium dalam banyak bahan kimia standar, dan bahkan berat atom litium dalam beberapa "sumber alami" ion litium yang telah "terkontaminasi" oleh garam litium yang dibuang dari fasilitas pemisahan isotop, yang telah merembes ke air tanah.[106][107]

Litium digunakan untuk menurunkan titik leleh kaca dan untuk memperbaiki perilaku pelelehan aluminium oksida saat menggunakan proses Hall-Héroult.[108][109] Kedua penggunaan ini mendominasi pasar hingga pertengahan tahun 1990an. Setelah berakhirnya perlombaan senjata nuklir, permintaan litium menurun dan penjualan stok Departemen Energi di pasar terbuka semakin menggerus harga.[110] Namun pada pertengahan 1990-an, beberapa perusahaan mulai mengekstraksi litium dari air asin yang terbukti menjadi metode yang lebih murah daripada pertambangan bawah tanah atau bahkan pertambangan terbuka.[111] Sebagian besar tambang ditutup atau mengalihkan fokus mereka ke bahan lain karena hanya bijih dari zona pegmatit yang dapat ditambang dengan harga yang kompetitif. Misalnya, tambang AS di dekat Kings Mountain, North Carolina ditutup sebelum memasuki abad ke-21.

Perkembangan baterai ion litium meningkatkan permintaan litium dan menjadi penggunaan dominan pada tahun 2007.[112] Seiring dengan lonjakan permintaan litium untuk baterai pada tahun 2000an, perusahaan baru telah memperluas usaha ekstraksi air asin untuk memenuhi peningkatan permintaan.[113][114]

Produksi

Produksi litium telah meningkat pesat sejak akhir Perang Dunia II. Logamnya dipisahkan dari unsur lain di mineral beku. Logam litium dihasilkan melalui elektrolisis dari campuran leburan 55% litium klorida dan 45% kalium klorida pada suhu sekitar 450 °C.[115]

Per 2015, sebagian besar produksi litium dunia berada di Amerika Selatan, di mana air garam yang mengandung litium diekstraksi dari kolam bawah tanah dan dipekatkan dengan penjemuran di bawah panas matahari. Teknik ekstraksi standar adalah menguapkan air dari air garam. Setiap tumpak (batch) membutuhkan waktu 18 sampai 24 bulan.[116]

Pada tahun 1998, harga litium sekitar (atau 43 USD/lb).[117]

Cadangan

Cadangan yang teridentifikasi di seluruh dunia pada tahun 2008 menurut perkiraan US Geological Survey (USGS) adalah 13 juta ton,[118] meskipun perkiraan akurat cadangan litium dunia sulit dilakukan.[119][120]

Deposit ditemukan di Amerika Selatan sepanjang rantai pegunungan Andes. Chili adalah produsen terbesar, diikuti oleh Argentina. Kedua negara memperoleh litium dari kolam air asin. Menurut USGS, Gurun Uyuni di Bolivia memiliki cadangan litium sebesar 5,4 juta ton.[121][122]

Di Amerika Serikat, litium diperoleh dari kolam air asin di Nevada.[123] Namun, setengah dari cadangan dunia yang diketahui berada di Bolivia sepanjang lereng tangah-timur pegunungan Andes. Pada tahun 2009, Bolivia melakukan negosiasi dengan perusahaan Jepang, Prancis, dan Korea untuk memulai ekstraksi.[124] Suatu deposit yang ditemukan pada tahun 2013 di Rock Springs Uplift, Wyoming diperkirakan mengandung 228.000 ton litium. Deposit tambahan dalam formasi yang sama diperkirakan mencapai 18 juta ton.[125]

Beredar opini terkait pertumbuhan potensial. Suatu studi tahun 2008 menyimpulkan bahwa "produksi litium karbonat yang dapat dicapai secara realistis hanya mencukupi untuk sebagian kecil kebutuhan pasar global dan kendaraan listrik. Kebutuhan tersebut berasal dari sektor elektronik portabel yang akan menyerap banyak dari peningkatan rencana produksi pada dasawarsa mendatang. Produksi massal litium karbonat sangat tidak ramah lingkungan, dan akan mengakibatkan kerusakan ekologi permanen yang membahayakan ekosistem sehingga harus dilindungi. Juga, propulsi LiIon tidak kompatibel dengan gagasan 'Green Car'".[126]

Namun, menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan di Lawrence Berkeley National Laboratory dan University of California, Berkeley, estimasi basis cadangan litium saat ini tidak menjadi faktor pembatas untuk produksi baterai kendaraan listrik berskala besar karena sekitar 1 miliar baterai berbasis Li berdaya 40 kWh dapat dibuat dengan cadangan saat ini[127] - sekitar 10 kg litium per mobil.[128] Studi lain tahun 2011 oleh para periset dari Universitas Michigan dan Ford Motor Company menemukan sumber daya yang cukup untuk mendukung permintaan global hingga tahun 2100, termasuk litium yang diperlukan untuk potensi penggunaan transportasi yang tersebar luas. Studi tersebut memperkirakan cadangan global mencapai 39 juta ton, dan total permintaan litium selama periode analisis 90 tahun berada pada level 12-20 juta ton, tergantung pada skenario mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat daur ulang.[129]

Pada tanggal 9 Juni 2014, Financialist menyatakan bahwa permintaan litium tumbuh lebih dari 12 persen per tahun; menurut Credit Suisse, angka ini melebihi ketersediaan yang diproyeksikan sebesar 25 persen. Publikasi ini membandingkan situasi litium 2014 dengan minyak, di mana "harga minyak yang lebih tinggi mendorong investasi teknik produksi minyak laut dalam dan minyak daratan yang mahal"; artinya, harga litium akan terus naik hingga metode produksi yang lebih mahal, yang bisa mendongkrak total output, mendapat perhatian investor.[130]

Harga

Setelah krisis finansial 2007, pemasok besar seperti Sociedad Química y Minera (SQM) menurunkan harga litium karbonat sebesar 20%.[131] Harga kembali naik pada tahun 2012. Artikel Business Week tahun 2012 menggambarkan oligopoli dalam perdagangan litium: "SQM, yang dikendalikan oleh milyarder Julio Ponce, adalah terbesar kedua, diikuti oleh Rockwood, yang didukung oleh KKR & Co. milik Henry Kravis, dan FMC yang berbasis di Philadelphia". Konsumsi global mungkin akan meningkat drastis menjadi 300.000 metrik ton per tahun pada tahun 2020 dari sekitar 150.000 ton pada tahun 2012, untuk menyesuaikan permintaan baterai litium yang telah berkembang sekitar 25 persen per tahun, melampaui kenaikan keseluruhan produksi litium 4 sampai 5 persen.[132]

Ekstraksi

Garam litium diekstraksi dari air di mata air mineral, kolam air asin, dan deposit air garam.

Litium hadir dalam air laut, tetapi metode ekstraksi yang layak secara komersial belum dikembangkan.[133]

Sumber litium potensial lainnya adalah lindi dari sumur geotermal, yang dibawa ke permukaan.[134] Perolehan litium telah ditunjukkan di lapangan; litium dipisahkan dengan filtrasi sederhana.[135] Biaya proses dan lingkungan terutama berasal dari sumur yang sudah beroperasi; dampak lingkungannya bisa jadi positif.[136]

Kegunaan

Keramik dan kaca

Litium oksida banyak digunakan sebagai fluks untuk pengolahan silika, menurunkan titik lebur dan viskositas material dan menyebabkan glasir dengan peningkatan sifat fisika termasuk koefisien ekspansi termal yang rendah. Ini adalah salah satu penggunaan terbesar senyawa litium di seluruh dunia.[137][138] Glasir yang mengandung litium oksida digunakan untuk peralatan oven. Litium karbonat () umumnya digunakan dalam aplikasi ini karena akan berubah menjadi oksida pada pemanasan.[139]

Listrik dan elektronik

Pada akhir abad ke-20, litium menjadi komponen penting pada elektrolit dan elektrode litium, karena potensial elektrodenya yang tinggi. Ia memiliki rasio muatan terhadap berat dan daya terhadap berat yang tinggi, karena massa atomnya yang rendah. Baterai ion litium dapat menghasilkan daya sekitar 3 volt per sel, dibandingkan dengan 2,1 volt yang dihasilkan oleh atau 1,5 volt dari . Baterai ion litium, yang dapat diisi ulang dan memiliki densitas energi yang tinggi, jangan dikacaukan dengan baterai litium, yang merupakan baterai sekali pakai (sel primer) dengan litium atau senyawanya sebagai anode.[140][141] Baterai isi ulang lainnya yang menggunakan litium antara lain baterai polimer ion litium, baterai litium besi fosfat, dan baterai kawat nano.

Sabun litium atau gemuk litium

Penggunaan umum ketiga adalah gemuk (grease). Litium hidroksida adalah basa kuat dan, ketika dipanaskan dengan lemak, menghasilkan sabun yang terbuat dari litium stearat. Sabun litium memiliki kemampuan mengentalkan minyak, dan digunakan untuk membuat gemuk pelumas multiguna suhu tinggi.[142][143][144]

Metalurgi

Litium (misalnya sebagai litium karbonat) digunakan sebagai aditif pengecoran kontinu untuk meningkatkan fluiditas,[145][146] penggunaan yang menyumbang 5% penggunaan litium global (2016).[147] Senyawa litium juga digunakan sebagai aditif (fluks) untuk untuk pengecoran besi demi mengurangi penguraian.[148]

Litium (sebagai litium fluorida) digunakan sebagai aditif untuk peleburan aluminium (proses Hall–Héroult), mengurangi titik lebur dan meningkatkan tahanan listrik,[149] penggunaan yang menyumbang 1% dari produksi dunia (2014).[150]

Bila digunakan sebagai fluks untuk pengelasan atau solder, litium logam mempromosikan peleburan logam selama proses berlangsung[151] dan menghilangkan pembentukan oksida dengan menyerap ketakmurnian. Lakur logam dengan aluminium, kadmium, tembaga dan mangan digunakan untuk membuat bagian pesawat berkinerja tinggi (lihat juga Paduan litium-aluminum).[152]

Pengelasan nano silikon

Litium telah ditemukan efektif dalam membantu kesempurnaan lasan silikon nano dalam komponen elektronik untuk baterai listrik dan perangkat lainnya.[153]

Penggunaan kimia dan industri lainnya

Piroteknik

Senyawa litium digunakan sebagai pewarna piroteknik dan oksidator dalam kembang api dan suar berwarna merah.[154][155]

Pemurnian udara

Litium klorida dan litium bromida bersifat higroskopis dan digunakan sebagai untuk aliran gas.[156] Litium hidroksida dan litium peroksida adalah garam yang paling banyak digunakan di daerah terbatas, seperti di dalam pesawat antariksa dan kapal selam, untuk menghilangkan karbon dioksida dan memurnikan udara. Litium hidroksida menyerap karbon dioksida dari udara dengan membentuk litium karbonat, dan lebih disukai daripada hidroksida alkali lainnya karena bobotnya yang ringan.

Litium peroksida () dengan adanya kelembapan tidak hanya bereaksi dengan karbon dioksida untuk membentuk litium karbonat, tetapi juga melepaskan oksigen.[157][158] Reaksinya adalah sebagai berikut:

2LiA2OA2+2COA22LiA2COA3+OA2

Beberapa senyawa yang disebutkan di atas, begitu juga litium perklorat, digunakan dalam lilin oksigen yang memasok kapal selam dengan oksigen. Ini bisa juga termasuk sejumlah kecil boron, magnesium, aluminium, silikon, titanium, mangan, dan besi.[159]

Optik

Litium fluorida, yang dikristalkan secara artifisial, bersifat jernih dan transparan sehingga sering digunakan untuk optik khusus pada aplikasi IR, UV dan VUV (UV vakum). Ia merupakan salah satu bahan yang memiliki indeks bias terendah dan jangkauan transmisi UV terjauh.[160] Bubuk halus litium fluorida telah digunakan untuk dosimetri termoluminesen (Thermoluminescent Dosimeter, TLD): ketika sampel terpapar radiasi, ia mengakumulasi defek kristal yang, ketika dipanaskan, memancarkan cahaya kebiru-biruan yang intensitasnya sebanding dengan dosis terabsorbsi, sehingga memungkinkan untuk diukur.[161] Litium fluorida kadang-kadang digunakan pada lensa fokal teleskop.[162][163]

Litium niobat dengan ketaklinieran tinggi juga membuatnya berguna dalam aplikasi optik taklinier. Ini digunakan secara luas dalam produk telekomunikasi seperti telepon genggam dan modulator optik, untuk komponen seperti resonansi kristal. Aplikasi litium digunakan di lebih dari 60% produk ponsel.[164]

Kimia organik dan polimer

Senyawa organolitium banyak digunakan dalam produksi polimer dan bahan kimia berderajat kemurnian tinggi. Dalam industri polimer, yang merupakan konsumen dominan pereaksi ini, senyawa alkil litium adalah katalis/inisiator[165] dalam polimerisasi anionik olefin nonfungsional.[166][167][168] Untuk produksi bahan kimia murni, senyawa organolitium berfungsi sebagai basa kuat dan sebagai pereaksi untuk pembentukan ikatan karbon-karbon. Senyawa organolitium dibuat dari logam litium dan alkil halida.[169]

Banyak senyawa litium lainnya digunakan sebagai pereaksi untuk membuat senyawa organik. Beberapa senyawa populer termasuk litium aluminium hidrida (LiAlH), litium trietilborohidrida, n-butillitium dan tert-butillitium biasa digunakan sebagai basa yang sangat kuat yang disebut superbasa.

Aplikasi militer

Litium metalik dan kompleks hidridanya, seperti Li[AlH], digunakan sebagai aditif berenergi tinggi pada propelan roket.[170] Litium aluminium hidrida juga bisa digunakan secara mandiri sebagai bahan bakar padat.[171]

Sistem propulsi energi kimia tersimpan (stored chemical energy propulsion system, SCEPS) pada torpedo Mark 50 menggunakan tangki kecil gas belerang heksafluorida, yang disemprotkan di atas satu blok litium padat. Reaksinya menghasilkan panas, menciptakan untuk mendorong torpedo dalam siklus Rankine yang tertutup.[172]

Litium hidrida yang mengandung litium-6 digunakan pada senjata termonuklir, sebagai pembungkus bom.[173]

Nuklir

Litium-6 dinilai sebagai sumber untuk produksi tritium dan sebagai pada fusi nuklir. Litium alami mengandung sekitar 7,5% litium-6, yang darinya telah diproduksi sejumlah besar litium-6 melalui pemisahan isotop untuk digunakan dalam senjata nuklir.[174] Litium-7 menarik perhatian untuk digunakan dalam pendingin reaktor nuklir.[175]

Litium deuterida merupakan pilihan bahan bakar nuklir untuk versi awal bom hidrogen. Ketika dibombardir oleh neutron, baik Li dan Li menghasilkan tritium — reaksi ini, yang belum sepenuhnya dipahami ketika bom hidrogen pertama kali diuji, bertanggung jawab terhadap rendemen berjalan uji nuklir Castle Bravo. Tritium berfusi dengan deuterium dalam reaksi fusi yang relatif mudah dicapai. Meskipun detailnya tetap menjadi rahasia, litium-6 deuterida tampaknya masih memainkan peran penting dalam senjata nuklir modern sebagai material fusi.[176]

Litium fluorida, ketika diperkaya ke dalam isotop litium-7, membentuk konstituen dasar campuran garam fluorida LiF-BeF yang digunakan dalam reaktor nuklir fluorida cair. Litium fluorida secara kimia relatif stabil dan campuran LiF-BeF memiliki titik leleh rendah. Selain itu, Li, Be, dan F adalah bagian dari sedikit nuklida dengan irisan melintang tangkapan neutron termal yang tidak mencemari reaksi fisi di dalam reaktor fisi nuklir.[177][178]

Dalam konsep (hipotesis) pembangkit listrik tenaga fusi nuklir, litium akan digunakan untuk menghasilkan tritium dalam reaktor pengungkungan magnetik menggunakan deuterium dan tritium sebagai bahan bakar. Tritium alami sangat langka, dan harus disintesis dengan mengelilingi plasma yang bereaksi dengan suatu 'selimut' yang mengandung litium di mana neutron dari reaksi deuterium-tritium dalam plasma akan memfisi litium untuk menghasilkan tritium lebih banyak:

A6A226Li+nA4A224He+A3A223T

Litium juga digunakan sebagai sumber partikel alfa, atau inti helium. Ketika Li dibombardir oleh proton yang dipercepat, terbentuklah Be, yang mengalami fisi membentuk dua partikel alfa. Prestasi ini, disebut "pemecahan atom" pada saat itu, adalah reaksi nuklir pertama buatan manusia. Ia ditemukan oleh Cockroft dan Walton pada tahun 1932.[179][180]

Pada tahun 2013, Amerika Serikat menyatakan kelangkaan litium-7 sudah kritis untuk pengoperasian 65 dari 100 reaktor nuklir Amerika yang “berdampak pada kemampuan mereka melanjutkan menyediakan listrik menjadi berisiko”. Masalahnya berawal dari penurunan infrastruktur nuklir AS. Peralatan yang dibutuhkan untuk memisahkan litium-6 dari litium-7 kebanyakan merupakan sisa masa perang dingin. AS menutup sebagian besar mesin ini pada tahun 1963, ketika mengalami surplus litium yang sangat besar, kebanyakan dikonsumsi selama abad ke-20. Laporan tersebut mengatakan akan memakan waktu lima tahun dan $10 juta sampai $12 juta untuk membangun kembali kemampuan pemisahan litium-6 dari litium-7.[181]

Reaktor yang menggunakan air panas litium-7 di bawah tekanan tinggi dan transfer panas melalui penukar panas adalah yang rentan terhadap korosi. Reaktor menggunakan litium untuk melawan efek korosif asam borat, yang ditambahkan ke dalam air untuk menyerap kelebihan neutron.[182]

Kedokteran

Litium berguna dalam pengobatan gangguan bipolar.[183] Garam litium juga dapat membantu diagnosis terkait, seperti gangguan schizoafektif dan depresi berat siklik. Bagian aktif dari garam ini adalah ion litium Li+.[184] Mereka mungkin meningkatkan risiko pengembangan anomali kardiak Ebstein pada bayi yang lahir dari wanita yang mengonsumsi litium selama trimester pertama kehamilan.[185]

Litium juga telah diteliti sebagai kemungkinan pengobatan untuk .[186]

Pencegahan

Litium bersifat korosif dan memerlukan penanganan khusus agar tidak terkena kulit. Menghirup debu litium atau senyawa litium (yang sering kali alkalis) pada awalnya mengiritasi hidung dan tenggorokan, sementara paparan yang lebih tinggi dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, menyebabkan edema paru. Logamnya sendiri memiliki bahaya penanganan karena kontak dengan uap air menghasilkan litium hidroksida yang kaustik. Litium disimpan dengan aman dalam senyawa tak reaktif seperti nafta.[187]

Regulasi

Beberapa yurisdiksi membatasi penjualan baterai litium, yang merupakan sumber litium yang paling mudah tersedia untuk konsumen umum. Litium dapat digunakan untuk mereduksi pseudoefedrin dan efedrin menjadi metamfetamin dalam metode reduksi Birch, yang menggunakan larutan logam alkali yang dilarutkan dalam amonia anhidrat.[188][189]

Pengangkutan dan pengiriman beberapa jenis baterai litium mungkin dilarang menggunakan beberapa moda transportasi (terutama pesawat terbang) karena kemampuan sebagian besar jenis baterai litium untuk melepaskan dayanya dengan sangat cepat saat mengalami hubungan pendek, yang dapat menyebabkan panas berlebihan dan kemungkinan ledakan dalam proses yang disebut . Sebagian besar baterai litium memiliki proteksi kelebihan beban termal untuk mencegah kejadian jenis ini, atau sebaliknya dirancang untuk membatasi arus hubung pendek. Arus pendek internal dari cacat pabrik atau kerusakan fisik dapat menyebabkan pelarian termal secara spontan.[190][191]

Lihat juga

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. Numerical data from: Katharina Lodders. Solar System Abundances and Condensation Temperatures of the Elements. The Astrophysical Journal. The American Astronomical Society. July 10, 2003. Vol. 591 (2). hlm. 1220–1247. doi:10.1086/375492. Graphed at :File:SolarSystemAbundances.jpg
  2. Nuclear Weapon Design. Federation of American Scientists (1998-10-21). fas.org
  3. Gerhard N. Schrauzer. Lithium: occurrence, dietary intakes, nutritional essentiality. Journal of the American College of Nutrition. 2002. Vol. 21 (1). hlm. 14–21. doi:10.1080/07315724.2002.10719188.
  4. Timothy M. Marshall. Lithium as a Nutrient. Journal of American Physicians and Surgeons. 2015. Vol. 20 (4). hlm. 104–9.
  5. Robert E. Krebs. The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.
  6. Robert E. Krebs. The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.
  7. Robert E. Krebs. The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.
  8. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  9. Nitrogen, N2, Physical properties, safety, MSDS, enthalpy, material compatibility, gas liquid equilibrium, density, viscosity, inflammability, transport properties. Encyclopedia.airliquide.com.
  10. Coefficients of Linear Expansion. Engineering Toolbox.
  11. Juha Tuoriniemi. Superconductivity in lithium below 0.4 millikelvin at ambient pressure. Nature. 2007. Vol. 447 (7141). hlm. 187–9. doi:10.1038/nature05820.
  12. Struzhkin, V. V. Superconductivity in dense lithium. Science. 2002. Vol. 298 (5596). hlm. 1213–5. doi:10.1126/science.1078535.
  13. A. W. Overhauser. Crystal Structure of Lithium at 4.2 K. Physical Review Letters. 1984. Vol. 53. hlm. 64–65. doi:10.1103/PhysRevLett.53.64.
  14. Ulrich Schwarz. Metallic high-pressure modifications of main group elements. Zeitschrift für Kristallographie. 2004. Vol. 219 (6–2004). hlm. 376–390. doi:10.1524/zkri.219.6.376.34637.
  15. Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  16. SPECIFIC HEAT OF SOLIDS. bradley.edu
  17. Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  18. Robert E. Krebs. The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.
  19. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.
  20. Conrad W. Kamienski. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons, Inc. 2004. doi:10.1002/0471238961.1209200811011309.a01.pub2.
  21. XXIV.—On chemical analysis by spectrum-observations. Quarterly Journal of the Chemical Society of London. 1861. Vol. 13 (3). hlm. 270. doi:10.1039/QJ8611300270.
  22. Krebs, Robert E. The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 47. ISBN 0-313-33438-2.
  23. Institute, American Geological. Geochemistry international. 1 January 1994. Vol. 31 (1–4). hlm. 115.
  24. Conrad W. Kamienski. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons, Inc. 2004. doi:10.1002/0471238961.1209200811011309.a01.pub2.
  25. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  26. Beckford, Floyd. University of Lyon course online (powerpoint) slideshow.
  27. Sapse, Anne-Marie. Lithium chemistry: a theoretical and experimental overview. Wiley-IEEE. 1995. hlm. 3–40. ISBN 0-471-54930-4.
  28. Bretislav Friedrich. APS Physics. 8 April 2013. Vol. 6. hlm. 42.
  29. Robert E. Krebs. The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.
  30. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.
  31. Isotopes of Lithium. Berkeley National Laboratory, The Isotopes Project.
  32. :File:Binding energy curve - common isotopes.svg menunjukkan grafik energi ikatan nuklida stabil; sumber data dinyatakan sebagai angka pada latar belakang.
  33. Numerical data from: Katharina Lodders. Solar System Abundances and Condensation Temperatures of the Elements. The Astrophysical Journal. The American Astronomical Society. July 10, 2003. Vol. 591 (2). hlm. 1220–1247. doi:10.1086/375492. Graphed at :File:SolarSystemAbundances.jpg
  34. Sonzogni, Alejandro. Interactive Chart of Nuclides. Brookhaven National Laboratory.
  35. Asplund, M. Lithium Isotopic Abundances in Metal-poor Halo Stars. The Astrophysical Journal. 2006. Vol. 644. hlm. 229–259. doi:10.1086/503538.
  36. M. Chaussidon. Li and B isotopic variations in an Allende CAI: Evidence for the in situ decay of short-lived 10 Be and for the possible presence of the short−lived nuclide 7 Be in the early solar system. Geochimica et Cosmochimica Acta. 2006. Vol. 70 (1). hlm. 224–245. doi:10.1016/j.gca.2005.08.016.
  37. P. A. Denissenkov. Episodic lithium production by extra-mixing in red giants. Astronomy and Astrophysics. 2000. Vol. 358. hlm. L49–L52.
  38. H. M. Seitz. Lithium isotopic signatures of peridotite xenoliths and isotopic fractionation at high temperature between olivine and pyroxenes. Chemical Geology. 2004. Vol. 212 (1–2). hlm. 163–177. doi:10.1016/j.chemgeo.2004.08.009.
  39. Duarte, F. J. Tunable Laser Applications. CRC Press. 2009. hlm. 330. ISBN 1-4200-6009-0.
  40. T. B. Coplen. Isotope-abundance variations of selected elements (IUPAC Technical Report). Pure and Applied Chemistry. 2002. Vol. 74 (10). hlm. 1987. doi:10.1351/pac200274101987.
  41. Andrew G. Truscott. Observation of Fermi Pressure in a Gas of Trapped Atoms. Science. 2001-03-30. Vol. 291 (5513). hlm. 2570–2572. doi:10.1126/science.1059318.
  42. A. M. Boesgaard. Big bang nucleosynthesis – Theories and observations. Annual Review of Astronomy and Astrophysics. 1985. Vol. 23. hlm. 319–378. doi:10.1146/annurev.aa.23.090185.001535.
  43. Marcus Woo. The Cosmic Explosions That Made the Universe. earth. BBC. 21 Feb 2017.
  44. Cain, Fraser. Why Old Stars Seem to Lack Lithium. 16 August 2006.
  45. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.
  46. Element Abundances.
  47. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.
  48. Fraser Cain. Brown Dwarf. Universe Today.
  49. Neill Reid. L Dwarf Classification. 10 March 2002.
  50. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.
  51. Lithium Statistics and Information. U.S. Geological Survey. 2017.
  52. Apendixes. Menurut definisi USGS, basis cadangan "dapat mencakup bagian sumber daya yang memiliki potensi ketersediaan yang memadai secara ekonomi dalam cakrawala perencanaan di luar yang dianggap terbukti menurut teknologi dan ekonomi saat ini. Basis cadangan mencakup sumber daya yang saat ini bersifat ekonomi (cadangan), ekonomi marginal (cadangan marjinal), dan sebagian dari mereka yang saat ini bersifat subekonomis (sumber daya subekonomis)."
  53. ditahan untuk menghindari pengungkapan data milik perusahaan
  54. Robert E. Krebs. The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.
  55. Lithium Occurrence. Institute of Ocean Energy, Saga University, Japan.
  56. Some Facts about Lithium. ENC Labs.
  57. Extraction of metals from sea water. Topics in Current Chemistry. Springer Berlin Heidelberg. 1984. hlm. 91–133. doi:10.1007/3-540-13534-0_3.
  58. Some Facts about Lithium. ENC Labs.
  59. Conrad W. Kamienski. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons, Inc. 2004. doi:10.1002/0471238961.1209200811011309.a01.pub2.
  60. Conrad W. Kamienski. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons, Inc. 2004. doi:10.1002/0471238961.1209200811011309.a01.pub2.
  61. Atkins, Peter. Shriver & Atkins' Inorganic Chemistry. W. H. Freeman and Company. 2010. hlm. 296. ISBN 0199236178.
  62. Moores, S. Between a rock and a salt lake. Industrial Minerals. June 2007. Vol. 477. hlm. 58.
  63. Taylor, S. R.; McLennan, S. M.; The continental crust: Its composition and evolution, Blackwell Sci. Publ., Oxford, 330 pp. (1985). Cited in Abundances of the elements (data page)
  64. Garrett, Donald (2004) Handbook of Lithium and Natural Calcium, Academic Press, cited in The Trouble with Lithium 2, Meridian International Research (2008)
  65. Clarke, G.M. and Harben, P.W., "Lithium Availability Wall Map". Published June 2009. Referenced at International Lithium Alliance
  66. Apendixes. Menurut definisi USGS, basis cadangan "dapat mencakup bagian sumber daya yang memiliki potensi ketersediaan yang memadai secara ekonomi dalam cakrawala perencanaan di luar yang dianggap terbukti menurut teknologi dan ekonomi saat ini. Basis cadangan mencakup sumber daya yang saat ini bersifat ekonomi (cadangan), ekonomi marginal (cadangan marjinal), dan sebagian dari mereka yang saat ini bersifat subekonomis (sumber daya subekonomis)."
  67. Lithium Statistics and Information. U.S. Geological Survey. 2017.
  68. The Trouble with Lithium 2. Meridian International Research. 2008.
  69. Czech Geological Survey. Mineral Commodity Summaries of the Czech Republic 2015. Czech Geological Survey. October 2015. hlm. 373. ISBN 978-80-7075-904-2.
  70. James Risen. U.S. Identifies Vast Riches of Minerals in Afghanistan. The New York Times. 13 June 2010.
  71. Jeremy Page. Taleban zones mineral riches may rival Saudi Arabia says Pentagon. The Times. 15 June 2010.
  72. Steven Morris. Mining firm hopes to extract lithium from Cornwall's hot springs. The Guardian. 20 January 2017. hlm. 31.
  73. Some Facts about Lithium. ENC Labs.
  74. C. Chassard-Bouchaud. Bioaccumulation of lithium by marine organisms in European, American, and Asian coastal zones: microanalytic study using secondary ion emission. Comptes rendus de l'Academie des sciences. Serie III, Sciences de la vie. 1984. Vol. 299 (18). hlm. 719–24.
  75. Some Facts about Lithium. ENC Labs.
  76. D'Andraba. Des caractères et des propriétés de plusieurs nouveaux minérauxde Suède et de Norwège, avec quelques observations chimiques faites sur ces substances. Journal de chimie et de physique. 1800. Vol. 51. hlm. 239.
  77. Petalite Mineral Information. Mindat.org.
  78. Lithium:Historical information.
  79. Mary Weeks. Discovery of the Elements. Kessinger Publishing. 2003. hlm. 124. ISBN 0-7661-3872-0.
  80. Berzelius. Ein neues mineralisches Alkali und ein neues Metall. Journal für Chemie und Physik. 1817. Vol. 21. hlm. 44–48. From p. 45: "Herr August Arfwedson, ein junger sehr verdienstvoller Chemiker, der seit einem Jahre in meinem Laboratorie arbeitet, fand bei einer Analyse des Petalits von Uto's Eisengrube, einen alkalischen Bestandtheil, … Wir haben es Lithion genannt, um dadurch auf seine erste Entdeckung im Mineralreich anzuspielen, da die beiden anderen erst in der organischen Natur entdeckt wurden. Sein Radical wird dann Lithium genannt werden." (Mr. August Arfwedson, a young, very meritorious chemist, who has worked in my laboratory for a year, found during an analysis of petalite from Uto's iron mine, an alkaline component … We've named it lithion, in order to allude thereby to its first discovery in the mineral realm, since the two others were first discovered in organic nature. Its radical will then be named "lithium".)
  81. Johan August Arfwedson. Periodic Table Live!.
  82. Johan Arfwedson.
  83. Peter van der Krogt. Lithium. Elementymology & Elements Multidict.
  84. Jim Clark. Compounds of the Group 1 Elements. 2005.
  85. Robert E. Krebs. The History and Use of Our Earth's Chemical Elements: A Reference Guide. Greenwood Press. 2006. ISBN 0-313-33438-2.
  86. Lithium:Historical information.
  87. Peter van der Krogt. Lithium. Elementymology & Elements Multidict.
  88. Lithium:Historical information.
  89. Lihat: * Arwedson, Aug. (1818) "Undersökning af några vid Utö Jernmalmsbrott förekommende Fossilier, och af ett deri funnet eget Eldfast Alkali", Afhandlingar i Fysik, Kemi och Mineralogi, 6: 145–172. (Bahasa Swedia) * Arwedson, Aug. (1818) "Untersuchung einiger bei der Eisen-Grube von Utö vorkommenden Fossilien und von einem darin gefundenen neuen feuerfesten Alkali" (Investigation of some minerals occurring at the iron mines of Utö and of a new refractory alkali found therein), Journal für Chemie und Physik, 22 (1): 93–117. (Bahasa Jerman)
  90. Lithium:Historical information.
  91. Gmelin, C. G. Von dem Lithon. Annalen der Physik. 1818. Vol. 59. hlm. 238–241.
  92. Lithium:Historical information.
  93. Peter van der Krogt. Lithium. Elementymology & Elements Multidict.
  94. Enghag, Per. Encyclopedia of the Elements: Technical Data – History –Processing – Applications. Wiley. 2004. hlm. 287–300. ISBN 978-3-527-30666-4.
  95. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.
  96. Enghag, Per. Encyclopedia of the Elements: Technical Data – History –Processing – Applications. Wiley. 2004. hlm. 287–300. ISBN 978-3-527-30666-4.
  97. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  98. Various authors. The Quarterly journal of science and the arts. The Quarterly Journal of Science and the Arts. Royal Institution of Great Britain. 1818. Vol. 5. hlm. 338.
  99. Timeline science and engineering. DiracDelta Science & Engineering Encyclopedia.
  100. William Thomas Brande. A manual of chemistry. Long. 1821. hlm. 191.
  101. Lithium:Historical information.
  102. Bunsen, R. Darstellung des Lithiums. Annalen der Chemie und Pharmacie. 1855. Vol. 94. hlm. 107–111. doi:10.1002/jlac.18550940112.
  103. Lithium:Historical information.
  104. Thomas Green. Analysis of the Element Lithium. echeat. 11 June 2006.
  105. Garrett. Handbook of Lithium and Natural Calcium Chloride. 5 April 2004. hlm. 99. ISBN 9780080472904.
  106. T. B. Coplen. Isotope-abundance variations of selected elements (IUPAC Technical Report). Pure and Applied Chemistry. 2002. Vol. 74 (10). hlm. 1987. doi:10.1351/pac200274101987.
  107. Joyce A. Ober. Commodity Report 1994: Lithium. United States Geological Survey. 1994.
  108. Jürgen Deberitz. Lithium und seine Verbindungen - Industrielle, medizinische und wissenschaftliche Bedeutung. Chemie in unserer Zeit. 2003. Vol. 37 (4). hlm. 258–266. doi:10.1002/ciuz.200300264.
  109. Richard Bauer. Lithium - wie es nicht im Lehrbuch steht. Chemie in unserer Zeit. 1985. Vol. 19 (5). hlm. 167–173. doi:10.1002/ciuz.19850190505.
  110. Joyce A. Ober. Commodity Report 1994: Lithium. United States Geological Survey. 1994.
  111. Laurence Kavanagh. Global Lithium Sources—Industrial Use and Future in the Electric Vehicle Industry: A Review. Resources. 2018-09-17. Vol. 7 (3). hlm. 57. doi:10.3390/resources7030057.
  112. Joyce A. Ober. Minerals Yearbook 2007 : Lithium. United States Geological Survey. 1994.
  113. Jessica Elzea Kogel. Industrial minerals & rocks: commodities, markets, and uses. Society for Mining, Metallurgy, and Exploration. 2006. hlm. 599. ISBN 978-0-87335-233-8.
  114. McKetta, John J. Encyclopedia of Chemical Processing and Design: Volume 28 – Lactic Acid to Magnesium Supply-Demand Relationships. M. Dekker. 18 July 2007. ISBN 978-0-8247-2478-8.
  115. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  116. Richard Martin. Quest to Mine Seawater for Lithium Advances. MIT Technology Review. 2015-06-08.
  117. Joyce A. Ober. Lithium. United States Geological Survey. hlm. 77–78.
  118. Lithium Statistics and Information. U.S. Geological Survey. 2017.
  119. J. M. Tarascon. Is lithium the new gold?. Nature Chemistry. 2010. Vol. 2 (6). hlm. 510. doi:10.1038/nchem.680.
  120. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  121. Romero, Simon. In Bolivia, a Tight Grip on the Next Big Resource. The New York Times. 2 February 2009.
  122. USGS Mineral Commodities Summaries 2009. USGS.
  123. Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  124. Romero, Simon. In Bolivia, a Tight Grip on the Next Big Resource. The New York Times. 2 February 2009.
  125. Money Game Contributors. New Wyoming Lithium Deposit. Business Insider. 26 April 2013.
  126. The Trouble with Lithium 2. Meridian International Research. 2008.
  127. Cyrus Wadia. Resource constraints on the battery energy storage potential for grid and transportation applications. Journal of Power Sources. 2011. Vol. 196 (3). hlm. 1593–8. doi:10.1016/j.jpowsour.2010.08.056.
  128. Gaines, LL. Nelson, P. Lithium-Ion Batteries: Examining Material Demand and Recycling Issues. Argonne National Laboratory. 2010.
  129. University of Michigan and Ford researchers see plentiful lithium resources for electric vehicles. Green Car Congress. 3 August 2011.
  130. The Precious Mobile Metal. The Financialist. Credit Suisse. 9 June 2014.
  131. SQM Announces New Lithium Prices – SANTIAGO, Chile, September 30 /PRNewswire-FirstCall/. 30 September 2009.
  132. Jesse Riseborough. IPad Boom Strains Lithium Supplies After Prices Triple. Bloomberg BusinessWeek.
  133. Richard Martin. Quest to Mine Seawater for Lithium Advances. MIT Technology Review. 2015-06-08.
  134. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  135. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  136. Wald, M. (2011-09-28) Start-Up in California Plans to Capture Lithium, and Market Share. The New York Times
  137. Lithium. 2017.
  138. Worldwide demand by sector.
  139. Jim Clark. Some Compounds of the Group 1 Elements. chemguide.co.uk. 2005.
  140. Disposable Batteries - Choosing between Alkaline and Lithium Disposable Batteries. Batteryreview.org.
  141. Battery Anodes > Batteries & Fuel Cells > Research > The Energy Materials Center at Cornell. Emc2.cornell.edu.
  142. Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  143. Totten, George E. Fuels and lubricants handbook: technology, properties, performance, and testing. ASTM International. 2003. Vol. 1. hlm. 559. ISBN 0-8031-2096-6.
  144. Rand, Salvatore J. Significance of tests for petroleum products. ASTM International. 2003. hlm. 150–152. ISBN 0-8031-2097-4.
  145. The Theory and Practice of Mold Fluxes Used in Continuous Casting: A Compilation of Papers on Continuous Casting Fluxes Given at the 61st and 62nd Steelmaking Conference. Iron and Steel Society.
  146. Y. Q. Lu. Effects of Li 2 CO 3 on Properties of Mould Flux for High Speed Continuous Casting. Materials Science Forum. 2011. Vol. 675–677. hlm. 877–880. doi:10.4028/www.scientific.net/MSF.675-677.877.
  147. Lithium Statistics and Information. U.S. Geological Survey. 2017.
  148. Testing 1-2-3: Eliminating Veining Defects. Modern Casting. July 2014.
  149. W. Haupin. Chemical and Physical Properties of the Hall-Héroult Electrolyte. Molten Salt Chemistry: An Introduction and Selected Applications. Springer. 1987. hlm. 449.
  150. Lithium Statistics and Information. U.S. Geological Survey. 2017.
  151. Donald E. Garrett. Handbook of Lithium and Natural Calcium Chloride. Academic Press. 2004-04-05. hlm. 200. ISBN 9780080472904.
  152. Davis, Joseph R. ASM International. Handbook Committee. Aluminum and aluminum alloys. ASM International. 1993. hlm. 121–. ISBN 978-0-87170-496-2.
  153. Khim Karki. Lithium-Assisted Electrochemical Welding in Silicon Nanowire Battery Electrodes. Nano Letters. 2012. Vol. 12 (3). hlm. 1392–7. doi:10.1021/nl204063u.
  154. Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  155. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  156. Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  157. Mulloth, L.M. The Handbook of Environmental Chemistry. 2005. Vol. 4H. hlm. 383–404. doi:10.1007/b107253.
  158. Application of lithium chemicals for air regeneration of manned spacecraft. Lithium Corporation of America & Aerospace Medical Research Laboratories. 1965.
  159. M. M. Markowitz. Lithium Perchlorate Oxygen Candle. Pyrochemical Source of Pure Oxygen. Industrial & Engineering Chemistry Product Research and Development. 1964. Vol. 3 (4). hlm. 321–30. doi:10.1021/i360012a016.
  160. Hobbs, Philip C. D. Building Electro-Optical Systems: Making It All Work. John Wiley and Sons. 2009. hlm. 149. ISBN 0-470-40229-6.
  161. Point Defects in Lithium Fluoride Films Induced by Gamma Irradiation. Proceedings of the 7th International Conference on Advanced Technology & Particle Physics: (ICATPP-7): Villa Olmo, Como, Italy. World Scientific. 2002. Vol. 2001. hlm. 819. ISBN 981-238-180-5.
  162. Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 2000. ISBN 0-8493-0481-4.
  163. William M. Sinton. Infrared Spectroscopy of Planets and Stars. Applied Optics. 1962. Vol. 1 (2). hlm. 105. doi:10.1364/AO.1.000105.
  164. You’ve got the power: the evolution of batteries and the future of fuel cells. Toshiba.
  165. Organometallics. IHS Chemicals. February 2012.
  166. Yurkovetskii, A. V. Polymerization of 1,2-dimethylenecyclobutane by organolithium initiators. Russian Chemical Bulletin. 2005. Vol. 37 (9). hlm. 1782–1784. doi:10.1007/BF00962487.
  167. Quirk, Roderic P. Functionalization of polymeric organolithium compounds. Amination of poly(styryl)lithium. Macromolecules. 1986. Vol. 19 (5). hlm. 1291–1294. doi:10.1021/ma00159a001.
  168. Stone, F. G. A. Advances in organometallic chemistry. Academic Press. 1980. hlm. 55. ISBN 0-12-031118-6.
  169. Bansal, Raj K. Synthetic approaches in organic chemistry. 1996. hlm. 192. ISBN 0-7637-0665-5.
  170. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850341-5.
  171. LiAl-hydride
  172. Hughes, T.G. Stored Chemical Energy Propulsion System for Underwater Applications. Journal of Energy. 1983. Vol. 7 (2). hlm. 128–133. doi:10.2514/3.62644.
  173. John Emsley. Nature's Building Blocks. 2011.
  174. Makhijani, Arjun. Nuclear Wastelands: A Global Guide to Nuclear Weapons Production and Its Health and Environmental Effects. MIT Press. 2000. hlm. 59–60. ISBN 0-262-63204-7.
  175. National Research Council (U.S.). Committee on Separations Technology and Transmutation Systems. Nuclear wastes: technologies for separations and transmutation. National Academies Press. 1996. hlm. 278. ISBN 0-309-05226-2.
  176. Barnaby, Frank. How nuclear weapons spread: nuclear-weapon proliferation in the 1990s. Routledge. 1993. hlm. 39. ISBN 0-415-07674-9.
  177. Berilium dan fluorin hanya terdapat sebagai satu isotop, masing-masing 9 Be dan 19 F. Keduanya, serta Li, juga H, B, N, Bi, dan isotop stabil C dan O, adalah nuklida-nuklida dengan irisan melintang tangkapan neutron termal rendah dari aktinida yang berfungsi sebagai konstituen utama bahan bakar reaktor pembiak lelehan garam.
  178. C. Baesjr. The chemistry and thermodynamics of molten salt reactor fuels. Journal of Nuclear Materials. 1974. Vol. 51. hlm. 149–162. doi:10.1016/0022-3115(74)90124-X.
  179. Agarwal, Arun. Nobel Prize Winners in Physics. APH Publishing. 2008. hlm. 139. ISBN 81-7648-743-0.
  180. "'Splitting the Atom': Cockcroft and Walton, 1932: 9. Rays or Particles?" Department of Physics, University of Cambridge
  181. Wald, Matthew L. Report Says a Shortage of Nuclear Ingredient Looms. The New York Times. 8 October 2013.
  182. Wald, Matthew L. Report Says a Shortage of Nuclear Ingredient Looms. The New York Times. 8 October 2013.
  183. Sam Kean. The Disappearing Spoon. 2011.
  184. Sam Kean. The Disappearing Spoon. 2011.
  185. Yacobi S. Is lithium a real teratogen? What can we conclude from the prospective versus retrospective studies? A review. Isr J Psychiatry Relat Sci. 2008. Vol. 45 (2). hlm. 95–106.
  186. J. Lieb. Lithium treatment of chronic cluster headaches. The British Journal of Psychiatry. 1978. Vol. 133 (6). hlm. 556–558. doi:10.1192/bjp.133.6.556.
  187. Furr, A. K. CRC handbook of laboratory safety. CRC Press. 2000. hlm. 244–246. ISBN 978-0-8493-2523-6.
  188. Illinois Attorney General – Basic Understanding Of Meth. Illinoisattorneygeneral.gov.
  189. Aaron R. Harmon. Methamphetamine remediation research act of 2005: Just what the doctor ordered for cleaning up methfields—or sugar pill placebo?. North Carolina Journal of Law & Technology. 2006. Vol. 7.
  190. Bro, Per. Battery hazards and accident prevention. Plenum Press. 1994. hlm. 15–16. ISBN 978-0-306-44758-7.
  191. TSA: Safe Travel with Batteries and Devices. Tsa.gov. 1 January 2008.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29343136 (2026-06-14T00:03:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.