Lompat ke isi

Zirkonium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29591714; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Zirkonium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Zr''' dan [[nomor atom]] 40. Unsur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1789, berhasil diisolasi dalam bentuk tidak murni pada 1824, dan mulai diproduksi dalam skala besar pada 1925. Zirkonium murni merupakan [[logam transisi]] berwarna putih keabu-abuan dan berkilau, yang penampilannya sangat mirip dengan [[hafnium]] dan, dalam tingkat yang lebih rendah, [[titanium]]. Pada suhu ruang, zirkonium berbentuk padat, [[Keuletan (fisika)|ulet]], [[Keuletan (fisika)|dapat ditempa]], dan tahan terhadap [[korosi]]. Nama ''zirkonium'' berasal dari nama mineral [[Yakut (batu)|zirkon]], yang merupakan sumber zirkonium paling penting. Kata tersebut berkaitan dengan kata [[Bahasa Persia|Persia]] ''zargun'', yang berarti "seperti emas" atau "berwarna seperti emas"). Selain ditemukan dalam zirkon, zirkonium terdapat dalam lebih dari 140 mineral lainnya, termasuk [[baddeleyit]] dan [[eudialit]]. Sebagian besar zirkonium diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan mineral yang mengandung titanium dan [[timah]].
[[File:Zirconium_crystal_bar_and_1cm3_cube.jpg|thumb|right|280px|Zirconium crystal bar and 1cm3 cube]]
 
'''Zirkonium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Zr''' dan [[nomor atom]] 40. Unsur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1789, berhasil diisolasi dalam bentuk tidak murni pada 1824, dan mulai diproduksi dalam skala besar pada 1925. Zirkonium murni merupakan [[logam transisi]] berwarna putih keabu-abuan dan berkilau, yang penampilannya sangat mirip dengan [[hafnium]] dan, dalam tingkat yang lebih rendah, [[titanium]]. Pada suhu ruang, zirkonium berbentuk padat, [[Keuletan (fisika)|ulet]], [[Keuletan (fisika)|dapat ditempa]], dan tahan terhadap [[korosi]]. Nama ''zirkonium'' berasal dari nama mineral [[Yakut (batu)|zirkon]], yang merupakan sumber zirkonium paling penting. Kata tersebut berkaitan dengan kata [[Bahasa Persia|Persia]] ''zargun'', yang berarti "seperti emas" atau "berwarna seperti emas").<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zirkonium&oldid=29591714 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Selain ditemukan dalam zirkon, zirkonium terdapat dalam lebih dari 140 mineral lainnya, termasuk [[baddeleyit]] dan [[eudialit]]. Sebagian besar zirkonium diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan mineral yang mengandung titanium dan [[timah]].


Zirkonium membentuk berbagai senyawa [[kimia anorganik|anorganik]], seperti [[zirkonium dioksida]], serta [[Kimia organologam|senyawa organologam]], seperti [[zirkonosena diklorida]]. Lima [[isotop zirkonium|isotop]] zirkonium terdapat secara alami, dan empat di antaranya stabil. Logam zirkonium dan paduannya digunakan terutama sebagai [[refraktori|bahan tahan api]] dan [[opasifier]], yaitu bahan yang membuat material menjadi tidak tembus cahaya. Paduan zirkonium digunakan sebagai pelapis [[Bahan bakar nuklir#Bentuk fisik umum|batang bahan bakar nuklir]] karena memiliki penyerapan neutron yang rendah dan ketahanan korosi yang tinggi. Zirkonium juga digunakan pada kendaraan antariksa dan bilah turbin, yang membutuhkan ketahanan terhadap suhu tinggi. Selain itu, zirkonium digunakan dalam [[Blitz|lampu kilat]], aplikasi biomedis seperti [[implan gigi]] dan [[prostesis]], [[deodoran]], serta sistem [[Air bersih|pemurnian air]].
Zirkonium membentuk berbagai senyawa [[kimia anorganik|anorganik]], seperti [[zirkonium dioksida]], serta [[Kimia organologam|senyawa organologam]], seperti [[zirkonosena diklorida]]. Lima [[isotop zirkonium|isotop]] zirkonium terdapat secara alami, dan empat di antaranya stabil. Logam zirkonium dan paduannya digunakan terutama sebagai [[refraktori|bahan tahan api]] dan [[opasifier]], yaitu bahan yang membuat material menjadi tidak tembus cahaya. Paduan zirkonium digunakan sebagai pelapis [[Bahan bakar nuklir#Bentuk fisik umum|batang bahan bakar nuklir]] karena memiliki penyerapan neutron yang rendah dan ketahanan korosi yang tinggi. Zirkonium juga digunakan pada kendaraan antariksa dan bilah turbin, yang membutuhkan ketahanan terhadap suhu tinggi. Selain itu, zirkonium digunakan dalam [[Blitz|lampu kilat]], aplikasi biomedis seperti [[implan gigi]] dan [[prostesis]], [[deodoran]], serta sistem [[Air bersih|pemurnian air]].
Baris 5: Baris 7:
Senyawa zirkonium tidak memiliki fungsi biologis yang diketahui. Meskipun demikian, unsur ini tersebar luas di alam dan ditemukan dalam jumlah kecil pada sistem biologis tanpa menimbulkan efek buruk yang diketahui. Tidak ada indikasi bahwa zirkonium bersifat karsinogenik. Bahaya utama zirkonium adalah mudah terbakar dalam bentuk serbuk serta dapat menyebabkan iritasi pada mata.
Senyawa zirkonium tidak memiliki fungsi biologis yang diketahui. Meskipun demikian, unsur ini tersebar luas di alam dan ditemukan dalam jumlah kecil pada sistem biologis tanpa menimbulkan efek buruk yang diketahui. Tidak ada indikasi bahwa zirkonium bersifat karsinogenik. Bahaya utama zirkonium adalah mudah terbakar dalam bentuk serbuk serta dapat menyebabkan iritasi pada mata.
==Karakteristik==
==Karakteristik==
Zirkonium adalah logam [[Kilau (mineralogi)|berkilau]], berwarna putih keabu-abuan, lunak, ulet, dan dapat ditempa yang berbentuk padat pada suhu kamar. Namun, pada tingkat kemurnian yang lebih rendah, zirkonium dapat menjadi keras dan [[Kegetasan|getas]].<ref>John Emsley. ''Nature's Building Blocks''. Oxford University Press. 2001. hlm. 506–510. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> Dalam bentuk serbuk, zirkonium sangat [[kemudahbakaran|mudah terbakar]], sedangkan dalam bentuk padat jauh lebih sulit terbakar. Zirkonium memiliki ketahanan korosi yang sangat tinggi terhadap alkali, asam, air garam, dan berbagai zat lainnya.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Namun, zirkonium dapat larut dalam [[asam klorida]] dan [[asam sulfat]], terutama jika terdapat [[fluorin]].<ref>''Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry''. Wylie-Interscience. 2005. hlm. 1778–1779. ISBN 978-0-471-61525-5.</ref> [[Logam paduan|Paduan]] zirkonium dengan [[seng]] bersifat [[magnetisme|magnetik]] pada suhu di bawah 35&nbsp;K.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref>


Zirkonium adalah logam [[Kilau (mineralogi)|berkilau]], berwarna putih keabu-abuan, lunak, ulet, dan dapat ditempa yang berbentuk padat pada suhu kamar. Namun, pada tingkat kemurnian yang lebih rendah, zirkonium dapat menjadi keras dan [[Kegetasan|getas]]. Dalam bentuk serbuk, zirkonium sangat [[kemudahbakaran|mudah terbakar]], sedangkan dalam bentuk padat jauh lebih sulit terbakar. Zirkonium memiliki ketahanan korosi yang sangat tinggi terhadap alkali, asam, air garam, dan berbagai zat lainnya. Namun, zirkonium dapat larut dalam [[asam klorida]] dan [[asam sulfat]], terutama jika terdapat [[fluorin]]. [[Logam paduan|Paduan]] zirkonium dengan [[seng]] bersifat [[magnetisme|magnetik]] pada suhu di bawah 35&nbsp;K.
[[Titik lebur]] zirkonium adalah , sedangkan [[titik didih]]nya .<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Zirkonium memiliki [[elektronegativitas]] 1,33 pada [[Elektronegativitas#Elektronegativitas Pauling|skala Pauling]]. Di antara unsur-unsur [[Blok tabel periodik#Blok-d|blok-d]] yang elektronegativitasnya telah diketahui, zirkonium memiliki elektronegativitas terendah keempat setelah hafnium, [[itrium]], dan [[lutesium]].<ref>Mark Winter. [https://www.webelements.com/periodicity/eneg_pauling/heatscape.html Electronegativity (Pauling)]. Universitas Sheffield. 2007.</ref>


[[Titik lebur]] zirkonium adalah , sedangkan [[titik didih]]nya . Zirkonium memiliki [[elektronegativitas]] 1,33 pada [[Elektronegativitas#Elektronegativitas Pauling|skala Pauling]]. Di antara unsur-unsur [[Blok tabel periodik#Blok-d|blok-d]] yang elektronegativitasnya telah diketahui, zirkonium memiliki elektronegativitas terendah keempat setelah hafnium, [[itrium]], dan [[lutesium]].
Pada suhu kamar, zirkonium memiliki [[struktur kristal]] [[Tetal-rapat sferis sama|​susunan padat heksagon]] (hcp) yang disebut α-Zr. Pada suhu 863&nbsp;°C, struktur ini berubah menjadi β-Zr, yaitu struktur kristal [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-badan]] (bcc). Zirkonium tetap berada dalam fase β hingga mencapai titik leburnya.<ref>Schnell I. ''Zirconium under pressure: phase transitions and thermodynamics''. ''Journal of Physics: Condensed Matter''. Januari 2006. Vol. 18 (5). hlm. 16. doi:10.1088/0953-8984/18/5/001.</ref>
 
Pada suhu kamar, zirkonium memiliki [[struktur kristal]] [[Tetal-rapat sferis sama|​susunan padat heksagon]] (hcp) yang disebut α-Zr. Pada suhu 863&nbsp;°C, struktur ini berubah menjadi β-Zr, yaitu struktur kristal [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-badan]] (bcc). Zirkonium tetap berada dalam fase β hingga mencapai titik leburnya.
===Isotop===
===Isotop===
Zirkonium yang terdapat secara alami terdiri dari lima isotop: <sup>90</sup>Zr, <sup>91</sup>Zr, <sup>92</sup>Zr, <sup>94</sup>Zr, dan <sup>96</sup>Zr. Empat isotop pertama bersifat stabil, sedangkan <sup>96</sup>Zr diketahui mengalami peluruhan dengan [[waktu paruh]] 2,34 × 10<sup>19</sup>&nbsp;tahun melalui emisi [[peluruhan beta ganda|beta ganda]]. Secara teori, peluruhan serupa juga mungkin terjadi pada <sup>94</sup>Zr. Dari isotop alami tersebut, <sup>90</sup>Zr merupakan yang paling melimpah, yaitu sekitar 51,45% dari seluruh zirkonium alami. Sementara itu, <sup>96</sup>Zr merupakan yang paling sedikit, hanya sekitar 2,80%.
Zirkonium yang terdapat secara alami terdiri dari lima isotop: <sup>90</sup>Zr, <sup>91</sup>Zr, <sup>92</sup>Zr, <sup>94</sup>Zr, dan <sup>96</sup>Zr. Empat isotop pertama bersifat stabil, sedangkan <sup>96</sup>Zr diketahui mengalami peluruhan dengan [[waktu paruh]] 2,34 × 10<sup>19</sup>&nbsp;tahun melalui emisi [[peluruhan beta ganda|beta ganda]]. Secara teori, peluruhan serupa juga mungkin terjadi pada <sup>94</sup>Zr. Dari isotop alami tersebut, <sup>90</sup>Zr merupakan yang paling melimpah, yaitu sekitar 51,45% dari seluruh zirkonium alami. Sementara itu, <sup>96</sup>Zr merupakan yang paling sedikit, hanya sekitar 2,80%.


[[Radionuklida|Radioisotop]] zirkonium buatan yang telah diketahui memiliki nomor massa mulai dari <sup>77</sup>Zr hingga <sup>114</sup>Zr, dan terdapat pula 13 [[isomer nuklir]] yang telah tercatat. Radioisotop yang paling stabil di antaranya adalah [[Zirkonium-93|<sup>93</sup>Zr]], yang merupakan [[Produk pembelahan atom berumur panjang|produk fisi berumur panjang]] dengan waktu paruh sekitar 1,61&nbsp;juta tahun. Isotop radioaktif dengan nomor massa 93 atau lebih meluruh melalui [[peluruhan beta|emisi elektron]] dan menghasilkan isotop [[Isotop niobium|niobium]]. Sementara itu, isotop dengan nomor massa 89 atau kurang meluruh melalui [[emisi positron]] atau [[penangkapan elektron]] sehingga menghasilkan isotop [[Isotop itrium|itrium]].
[[Radionuklida|Radioisotop]] zirkonium buatan yang telah diketahui memiliki nomor massa mulai dari <sup>77</sup>Zr hingga <sup>114</sup>Zr, dan terdapat pula 13 [[isomer nuklir]] yang telah tercatat.<ref>T. Sumikama. [https://journals.aps.org/prc/abstract/10.1103/PhysRevC.103.014614 Observation of new neutron-rich isotopes in the vicinity of Zr110]. ''Physical Review C''. 2021. Vol. 103 (1). doi:10.1103/PhysRevC.103.014614.</ref> Radioisotop yang paling stabil di antaranya adalah [[Zirkonium-93|<sup>93</sup>Zr]], yang merupakan [[Produk pembelahan atom berumur panjang|produk fisi berumur panjang]] dengan waktu paruh sekitar 1,61&nbsp;juta tahun. Isotop radioaktif dengan nomor massa 93 atau lebih meluruh melalui [[peluruhan beta|emisi elektron]] dan menghasilkan isotop [[Isotop niobium|niobium]]. Sementara itu, isotop dengan nomor massa 89 atau kurang meluruh melalui [[emisi positron]] atau [[penangkapan elektron]] sehingga menghasilkan isotop [[Isotop itrium|itrium]].
===Keterjadian===
===Keterjadian===
Zirkonium memiliki konsentrasi sekitar 130&nbsp;mg/kg di [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|kerak Bumi]] dan sekitar 0,026&nbsp;μg/L di [[air laut]]. Zirkonium merupakan unsur paling melimpah ke-18 di kerak Bumi.<ref>John Peterson. [http://www.evs.anl.gov/pub/doc/ANL_ContaminantFactSheets_All_070418.pdf Radiological and Chemical Fact Sheets to Support Health Risk Analyses for Contaminated Areas]. Argonne National Laboratory. 2007. hlm. 64–65.</ref> Zirkonium tidak ditemukan di alam dalam bentuk [[logam asli|logam bebas]] karena secara alami tidak stabil jika berinteraksi dengan air. Sumber komersial utama zirkonium adalah zirkon (ZrSiO<sub>4</sub>), yaitu [[mineral silikat]]<ref>John Emsley. ''Nature's Building Blocks''. Oxford University Press. 2001. hlm. 506–510. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> yang ditemukan terutama di [[Afrika Selatan]], [[Amerika Serikat]], [[Australia]], [[Brasil]], [[India]], dan [[Rusia]], serta dalam deposit yang lebih kecil di berbagai wilayah dunia.<ref>[http://www.madehow.com/Volume-1/Zirconium.html Zirconium]. ''How Products Are Made''. Advameg Inc. 2007.</ref> Pada tahun 2023, Australia dan Afrika Selatan merupakan produsen utama zirkon dan secara bersama-sama menyumbang sekitar setengah produksi zirkon dunia.<ref>[https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2024/mcs2024-zirconium-hafnium.pdf Zirconium and Hafnium]. Survei Geologi Amerika Serikat. Januari 2024.</ref> Sumber daya zirkon di seluruh dunia diperkirakan melebihi 60&nbsp;juta [[Ton metrik|ton]],<ref>[https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/zirconium/mcs-2008-zirco.pdf Zirconium and Hafnium]. ''Mineral Commodity Summaries''. Januari 2008. hlm. 192–193.</ref> sedangkan produksi zirkonium dunia sekitar 900.000&nbsp;ton per tahun.<ref>John Peterson. [http://www.evs.anl.gov/pub/doc/ANL_ContaminantFactSheets_All_070418.pdf Radiological and Chemical Fact Sheets to Support Health Risk Analyses for Contaminated Areas]. Argonne National Laboratory. 2007. hlm. 64–65.</ref> Zirkonium juga ditemukan dalam lebih dari 140 mineral lainnya, termasuk baddeleyit and eudialit, yang merupakan bijih yang memiliki nilai komersial.<ref>Ralph, Jolyon. [http://www.mindat.org/chemsearch.php?inc=Zr%2C&exc=&sub=Search+for+Minerals Minerals that include Zr]. Mindat.org. 2008.</ref>


Zirkonium relatif melimpah pada [[Klasifikasi bintang#Kelas S|bintang tipe-S]] dan telah terdeteksi di Matahari serta meteorit. Sampel batuan Bulan yang dibawa kembali ke Bumi melalui beberapa misi [[Program Apollo|Apollo]] memiliki kandungan zirkonium oksida yang tinggi dibandingkan dengan batuan yang terdapat di Bumi.<ref>A. Peckett. [https://www.nature.com/articles/236215a0 New Zirconium-rich Minerals from Apollo 14 and 15 Lunar Rocks]. ''Nature''. Maret 1972. Vol. 236 (5344). hlm. 215–217. doi:10.1038/236215a0.</ref>


Zirkonium memiliki konsentrasi sekitar 130&nbsp;mg/kg di [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|kerak Bumi]] dan sekitar 0,026&nbsp;μg/L di [[air laut]]. Zirkonium merupakan unsur paling melimpah ke-18 di kerak Bumi. Zirkonium tidak ditemukan di alam dalam bentuk [[logam asli|logam bebas]] karena secara alami tidak stabil jika berinteraksi dengan air. Sumber komersial utama zirkonium adalah zirkon (ZrSiO<sub>4</sub>), yaitu [[mineral silikat]] yang ditemukan terutama di [[Afrika Selatan]], [[Amerika Serikat]], [[Australia]], [[Brasil]], [[India]], dan [[Rusia]], serta dalam deposit yang lebih kecil di berbagai wilayah dunia. Pada tahun 2023, Australia dan Afrika Selatan merupakan produsen utama zirkon dan secara bersama-sama menyumbang sekitar setengah produksi zirkon dunia. Sumber daya zirkon di seluruh dunia diperkirakan melebihi 60&nbsp;juta [[Ton metrik|ton]], sedangkan produksi zirkonium dunia sekitar 900.000&nbsp;ton per tahun. Zirkonium juga ditemukan dalam lebih dari 140 mineral lainnya, termasuk baddeleyit and eudialit, yang merupakan bijih yang memiliki nilai komersial.
[[Resonansi paramagnetik elektron|Spektroskopi EPR]] telah digunakan untuk meneliti keadaan valensi 3+ (Zr<sup>3+</sup>) yang tidak umum pada zirkonium. Spektrum EPR Zr<sup>3+</sup> awalnya diamati sebagai sinyal pengganggu pada kristal tunggal ScPO<sub>4</sub> yang didoping dengan besi. Keberadaan Zr<sup>3+</sup> kemudian dapat diidentifikasi secara pasti melalui pembuatan kristal tunggal ScPO<sub>4</sub> yang didoping dengan <sup>91</sup>Zr yang diperkaya secara isotop hingga 94,6%. Kristal tunggal LuPO<sub>4</sub> dan YPO<sub>4</sub> yang didoping dengan zirkonium alami maupun zirkonium yang diperkaya secara isotop juga telah dibuat dan diteliti.<ref>M. M. Abraham. [https://aip.scitation.org/doi/abs/10.1063/1.447678 The occurrence and stability of trivalent zirconium in orthophosphate single crystals]. ''The Journal of Chemical Physics''. 20 Desember 1984. Vol. 81 (12). hlm. 5362–5366. doi:10.1063/1.447678.</ref>
 
Zirkonium relatif melimpah pada [[Klasifikasi bintang#Kelas S|bintang tipe-S]] dan telah terdeteksi di Matahari serta meteorit. Sampel batuan Bulan yang dibawa kembali ke Bumi melalui beberapa misi [[Program Apollo|Apollo]] memiliki kandungan zirkonium oksida yang tinggi dibandingkan dengan batuan yang terdapat di Bumi.
 
[[Resonansi paramagnetik elektron|Spektroskopi EPR]] telah digunakan untuk meneliti keadaan valensi 3+ (Zr<sup>3+</sup>) yang tidak umum pada zirkonium. Spektrum EPR Zr<sup>3+</sup> awalnya diamati sebagai sinyal pengganggu pada kristal tunggal ScPO<sub>4</sub> yang didoping dengan besi. Keberadaan Zr<sup>3+</sup> kemudian dapat diidentifikasi secara pasti melalui pembuatan kristal tunggal ScPO<sub>4</sub> yang didoping dengan <sup>91</sup>Zr yang diperkaya secara isotop hingga 94,6%. Kristal tunggal LuPO<sub>4</sub> dan YPO<sub>4</sub> yang didoping dengan zirkonium alami maupun zirkonium yang diperkaya secara isotop juga telah dibuat dan diteliti.
==Produksi==
==Produksi==
Zirkonium merupakan produk sampingan yang diperoleh setelah penambangan dan pengolahan mineral titanium, yaitu [[ilmenit]] dan [[rutil]], serta dari penambangan timah.<ref>R. Callaghan. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/zirconium/ Zirconium and Hafnium Statistics and Information]. Survei Geologi Amerika Serikat. 21 Februari 2008.</ref> Pada periode 2003–2007, ketika harga mineral zirkon terus meningkat dari US$360 menjadi US$840 per ton, harga logam zirkonium yang belum ditempa justru turun dari US$39.900 menjadi US$22.700 per ton. Logam zirkonium jauh lebih mahal daripada mineral zirkon karena proses reduksinya membutuhkan biaya yang tinggi.<ref>[https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/zirconium/mcs-2008-zirco.pdf Zirconium and Hafnium]. ''Mineral Commodity Summaries''. Januari 2008. hlm. 192–193.</ref>


Zirkonium merupakan produk sampingan yang diperoleh setelah penambangan dan pengolahan mineral titanium, yaitu [[ilmenit]] dan [[rutil]], serta dari penambangan timah. Pada periode 2003–2007, ketika harga mineral zirkon terus meningkat dari US$360 menjadi US$840 per ton, harga logam zirkonium yang belum ditempa justru turun dari US$39.900 menjadi US$22.700 per ton. Logam zirkonium jauh lebih mahal daripada mineral zirkon karena proses reduksinya membutuhkan biaya yang tinggi.
Pasir yang mengandung zirkon dikumpulkan dari perairan pesisir, kemudian dimurnikan menggunakan [[Separator spiral#Separator spiral basah|konsentrator spiral]] untuk memisahkan material yang lebih ringan. Material ringan tersebut dikembalikan ke air karena merupakan komponen alami pasir pantai. Dengan menggunakan [[pemisahan magnetik]], bijih titanium seperti ilmenit dan rutil kemudian dipisahkan.<ref>A. S. Siddiqui. [https://core.ac.uk/download/pdf/297712279.pdf Separation of beach sand minerals]. ''Processing of Fines''. 2000. Vol. 2. hlm. 114–126. ISBN 81-87053-53-4.</ref>


Pasir yang mengandung zirkon dikumpulkan dari perairan pesisir, kemudian dimurnikan menggunakan [[Separator spiral#Separator spiral basah|konsentrator spiral]] untuk memisahkan material yang lebih ringan. Material ringan tersebut dikembalikan ke air karena merupakan komponen alami pasir pantai. Dengan menggunakan [[pemisahan magnetik]], bijih titanium seperti ilmenit dan rutil kemudian dipisahkan.
Sebagian besar zirkon digunakan secara langsung untuk berbagai aplikasi komersial, sedangkan sebagian kecil diolah menjadi logam zirkonium. Sebagian besar logam zirkonium diproduksi melalui reduksi [[zirkonium(IV) klorida]] menggunakan logam [[magnesium]] dalam [[proses Kroll]].<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Logam yang dihasilkan kemudian mengalami [[penyinteran]] hingga memiliki keuletan yang cukup untuk dapat diproses atau dibentuk lebih lanjut.<ref>[http://www.madehow.com/Volume-1/Zirconium.html Zirconium]. ''How Products Are Made''. Advameg Inc. 2007.</ref>
 
Sebagian besar zirkon digunakan secara langsung untuk berbagai aplikasi komersial, sedangkan sebagian kecil diolah menjadi logam zirkonium. Sebagian besar logam zirkonium diproduksi melalui reduksi [[zirkonium(IV) klorida]] menggunakan logam [[magnesium]] dalam [[proses Kroll]]. Logam yang dihasilkan kemudian mengalami [[penyinteran]] hingga memiliki keuletan yang cukup untuk dapat diproses atau dibentuk lebih lanjut.
===Pemisahan zirkonium dan hafnium===
===Pemisahan zirkonium dan hafnium===
Logam zirkonium komersial biasanya mengandung sekitar 1–3% hafnium. Kandungan tersebut umumnya tidak menjadi masalah karena sifat kimia hafnium dan zirkonium sangat mirip. Namun, sifatnya dalam menyerap neutron sangat berbeda, sehingga hafnium harus dipisahkan dari zirkonium untuk penggunaan dalam [[reaktor nuklir]]. Beberapa metode pemisahan telah digunakan. Salah satunya adalah [[ekstraksi cair–cair]] terhadap turunan [[tiosianat]]-oksida. Metode ini memanfaatkan fakta bahwa turunan hafnium sedikit lebih mudah larut dalam [[metil isobutil keton]] dibandingkan dalam air. Metode ini menyumbang sekitar dua pertiga produksi zirkonium murni, meskipun metode lainnya juga terus diteliti. Di India, misalnya, digunakan proses ekstraksi pelarut TBP-nitrat untuk memisahkan zirkonium dari logam-logam lainnya. Zirkonium dan hafnium juga dapat dipisahkan melalui [[Kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]] [[kalium heksafluorozirkonat]] (K<sub>2</sub>ZrF<sub>6</sub>), karena senyawa tersebut lebih sulit larut dalam air dibandingkan senyawa hafnium yang sejenis. Metode lainnya adalah [[Penyulingan fraksional|distilasi fraksional]] tetraklorida, yang juga disebut [[Penyulingan ekstraktif|distilasi ekstraktif]].
Logam zirkonium komersial biasanya mengandung sekitar 1–3% hafnium.<ref>Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> Kandungan tersebut umumnya tidak menjadi masalah karena sifat kimia hafnium dan zirkonium sangat mirip. Namun, sifatnya dalam menyerap neutron sangat berbeda, sehingga hafnium harus dipisahkan dari zirkonium untuk penggunaan dalam [[reaktor nuklir]].<ref>Albert Stwertka. ''A Guide to the Elements''. Oxford University Press. 1996. hlm. 117–119. ISBN 978-0-19-508083-4.</ref> Beberapa metode pemisahan telah digunakan.<ref>Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> Salah satunya adalah [[ekstraksi cair–cair]] terhadap turunan [[tiosianat]]-oksida. Metode ini memanfaatkan fakta bahwa turunan hafnium sedikit lebih mudah larut dalam [[metil isobutil keton]] dibandingkan dalam air. Metode ini menyumbang sekitar dua pertiga produksi zirkonium murni,<ref>Ming Wu. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0255270121003615 Process for synergistic extraction of Hf(IV) over Zr(IV) from thiocyanic acid solution with TOPO and N1923]. ''Chemical Engineering and Processing - Process Intensification''. Januari 2022. Vol. 170. doi:10.1016/j.cep.2021.108673.</ref> meskipun metode lainnya juga terus diteliti.<ref>Jing Xiong. ''The Extraction Mechanism of Zirconium and Hafnium in the MIBK-HSCN System''. ''Separations''. 25 Maret 2024. Vol. 11 (4). hlm. 93. doi:10.3390/separations11040093.</ref> Di India, misalnya, digunakan proses ekstraksi pelarut TBP-nitrat untuk memisahkan zirkonium dari logam-logam lainnya.<ref>Garima Pandey. [https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/01496395.2023.2232102 Selective extraction of zirconium from zirconium nitrate solution in a pulsed stirred column]. ''Separation Science and Technology''. 2 November 2023. Vol. 58 (15–16). hlm. 2710–2717. doi:10.1080/01496395.2023.2232102.</ref> Zirkonium dan hafnium juga dapat dipisahkan melalui [[Kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]] [[kalium heksafluorozirkonat]] (K<sub>2</sub>ZrF<sub>6</sub>), karena senyawa tersebut lebih sulit larut dalam air dibandingkan senyawa hafnium yang sejenis. Metode lainnya adalah [[Penyulingan fraksional|distilasi fraksional]] tetraklorida, yang juga disebut [[Penyulingan ekstraktif|distilasi ekstraktif]].<ref>Jing Xiong. ''The Extraction Mechanism of Zirconium and Hafnium in the MIBK-HSCN System''. ''Separations''. 25 Maret 2024. Vol. 11 (4). hlm. 93. doi:10.3390/separations11040093.</ref><ref>L. Xu. [https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-48765-6_53 Energy Materials 2014]. Springer International Publishing. 2016. hlm. 451–457. doi:10.1007/978-3-319-48765-6_53. ISBN 978-3-319-48765-6.</ref>


[[Tanur busur listrik|Peleburan busur]] vakum yang dikombinasikan dengan teknik ekstrusi panas dan penggunaan wadah tembaga yang [[Pendinginan super|didinginkan berlebih]] mampu menghasilkan zirkonium yang telah dimurnikan dari [[oksigen]], [[nitrogen]], dan [[karbon]].
[[Tanur busur listrik|Peleburan busur]] vakum yang dikombinasikan dengan teknik ekstrusi panas dan penggunaan wadah tembaga yang [[Pendinginan super|didinginkan berlebih]] mampu menghasilkan zirkonium yang telah dimurnikan dari [[oksigen]], [[nitrogen]], dan [[karbon]].<ref>Mohammad Shamsuddin. [https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-030-58069-8 Physical Chemistry of Metallurgical Processes]. Springer Cham. 22 Juni 2021. hlm. 1–5, 390–391. doi:10.1007/978-3-030-58069-8. ISBN 978-3-030-58069-8.</ref>


Hafnium harus dihilangkan dari zirkonium untuk aplikasi nuklir karena penampang lintang penyerapan neutron hafnium sekitar 600 kali lebih besar daripada zirkonium. Hafnium yang telah dipisahkan kemudian dapat digunakan sebagai bahan [[Batang kendali (reaktor nuklir)|batang kendali]] reaktor.
Hafnium harus dihilangkan dari zirkonium untuk aplikasi nuklir karena penampang lintang penyerapan neutron hafnium sekitar 600 kali lebih besar daripada zirkonium.<ref>Brady, George Stuart. [https://books.google.com/books?id=vIhvSQLhhMEC&pg=PA1063 Materials handbook: an encyclopedia for managers, technical professionals, purchasing and production managers, technicians, and supervisors]. McGraw-Hill Professional. 2002. hlm. 1063–. ISBN 978-0-07-136076-0.</ref> Hafnium yang telah dipisahkan kemudian dapat digunakan sebagai bahan [[Batang kendali (reaktor nuklir)|batang kendali]] reaktor.<ref>Zardiackas, Lyle D. [https://books.google.com/books?id=iAlt_F5K9KkC&pg=PA21 Titanium, niobium, zirconium and tantalum for medical and surgical applications]. ASTM International. 2006. hlm. 21–. ISBN 978-0-8031-3497-3.</ref>
==Senyawa==
==Senyawa==
 
Seperti logam transisi lainnya, zirkonium membentuk berbagai macam senyawa anorganik dan [[kompleks koordinasi]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zirkonium&oldid=29591714 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Secara umum, senyawa-senyawa tersebut merupakan padatan [[Diamagnetisme|diamagnetik]] nirwarna, dengan zirkonium memiliki [[bilangan oksidasi]] +4. Beberapa senyawa organologam dianggap memiliki zirkonium dengan bilangan oksidasi +2.<ref>Fausto Calderazzo. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0022328X92831263 Organometallics of groups 4 and 5: Oxidation states II and lower]. ''Journal of Organometallic Chemistry''. Januari 1992. Vol. 423 (3). hlm. 307–328. doi:10.1016/0022-328X(92)83126-3.</ref> Bilangan oksidasi non-kesetimbangan antara 0 hingga +4 juga telah terdeteksi selama proses oksidasi zirkonium.<ref>Wen Ma. [https://pubs.aip.org/apl/article/106/10/101603/236409/Non-equilibrium-oxidation-states-of-zirconium Non-equilibrium oxidation states of zirconium during early stages of metal oxidation]. ''Applied Physics Letters''. 9 Maret 2015. Vol. 106 (10). doi:10.1063/1.4914180.</ref> +3<sup>
Seperti logam transisi lainnya, zirkonium membentuk berbagai macam senyawa anorganik dan [[kompleks koordinasi]]. Secara umum, senyawa-senyawa tersebut merupakan padatan [[Diamagnetisme|diamagnetik]] nirwarna, dengan zirkonium memiliki [[bilangan oksidasi]] +4. Beberapa senyawa organologam dianggap memiliki zirkonium dengan bilangan oksidasi +2. Bilangan oksidasi non-kesetimbangan antara 0 hingga +4 juga telah terdeteksi selama proses oksidasi zirkonium. +3<sup>
===Oksida, nitrida, dan karbida===
===Oksida, nitrida, dan karbida===
Oksida yang paling umum adalah zirkonium dioksida (ZrO<sub>2</sub>), yang juga dikenal sebagai ''zirkonia''. Padatan bening hingga berwarna putih ini memiliki ketangguhan terhadap retak yang sangat tinggi untuk ukuran material keramik serta ketahanan kimia yang sangat baik, terutama dalam bentuk [[zirkonia kubik|kubik]]nya. Sifat-sifat tersebut membuat zirkonia berguna sebagai lapisan [[Insulasi termal|penghalang termal]]. Zirkonia juga umum digunakan sebagai pengganti [[intan]]. Zirkonium monoksida (ZrO) juga telah diketahui. Bintang tipe-S dapat dikenali melalui deteksi garis emisi zirkonium monoksida di dalam spektrumnya.
Oksida yang paling umum adalah zirkonium dioksida (ZrO<sub>2</sub>), yang juga dikenal sebagai ''zirkonia''. Padatan bening hingga berwarna putih ini memiliki ketangguhan terhadap retak yang sangat tinggi untuk ukuran material keramik serta ketahanan kimia yang sangat baik, terutama dalam bentuk [[zirkonia kubik|kubik]]nya.<ref>[http://www.azom.com/details.asp?ArticleID=133#_Key_Properties Zirconia]. AZoM.com. 2008.</ref> Sifat-sifat tersebut membuat zirkonia berguna sebagai lapisan [[Insulasi termal|penghalang termal]].<ref>V. Gauthier. ''Oxidation behavior of γ-TiAl coated with zirconia thermal barriers''. ''Intermetallics''. 10 April 2002. Vol. 10 (7). hlm. 667–674. doi:10.1016/S0966-9795(02)00036-5.</ref> Zirkonia juga umum digunakan sebagai pengganti [[intan]].<ref>[http://www.azom.com/details.asp?ArticleID=133#_Key_Properties Zirconia]. AZoM.com. 2008.</ref> Zirkonium monoksida (ZrO) juga telah diketahui. Bintang tipe-S dapat dikenali melalui deteksi garis emisi zirkonium monoksida di dalam spektrumnya.<ref>P. C. Keenan. ''Classification of the S-Type Stars''. ''Astrophysical Journal''. 1954. Vol. 120. hlm. 484–505. doi:10.1086/145937.</ref>


[[Zirkonium wolframat]] (Zr(WO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>) memiliki sifat yang tidak biasa, yaitu menyusut dalam semua dimensinya ketika dipanaskan, sedangkan sebagian besar zat justru mengembang ketika dipanaskan. [[Zirkonil klorida]] merupakan salah satu dari sedikit kompleks zirkonium yang dapat larut dalam air, dengan rumus [Zr<sub>4</sub>(OH)<sub>12</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>16</sub>]Cl<sub>8</sub>.
[[Zirkonium wolframat]] (Zr(WO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>) memiliki sifat yang tidak biasa, yaitu menyusut dalam semua dimensinya ketika dipanaskan, sedangkan sebagian besar zat justru mengembang ketika dipanaskan.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> [[Zirkonil klorida]] merupakan salah satu dari sedikit kompleks zirkonium yang dapat larut dalam air, dengan rumus [Zr<sub>4</sub>(OH)<sub>12</sub>(H<sub>2</sub>O)<sub>16</sub>]Cl<sub>8</sub>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zirkonium&oldid=29591714 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


[[Zirkonium karbida]] (ZrC) dan [[zirkonium nitrida]] (ZrN) merupakan padatan tahan api. Keduanya sangat tahan terhadap korosi dan digunakan dalam lapisan tahan suhu tinggi serta alat pemotong. Fase [[zirkonium hidrida]] dapat terbentuk ketika paduan zirkonium terpapar [[hidrogen]] dalam jumlah besar dalam waktu yang lama. Karena zirkonium hidrida lebih getas dibandingkan paduan zirkonium, pencegahan pembentukan zirkonium hidrida menjadi salah satu bidang penelitian penting dalam pengembangan reaktor nuklir komersial generasi awal, di mana zirkonium karbida sering digunakan sebagai material.
[[Zirkonium karbida]] (ZrC) dan [[zirkonium nitrida]] (ZrN) merupakan padatan tahan api. Keduanya sangat tahan terhadap korosi dan digunakan dalam lapisan tahan suhu tinggi serta alat pemotong.<ref>Mark M. Opeka. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0955221999001296 Mechanical, Thermal, and Oxidation Properties of Refractory Hafnium and zirconium Compounds]. ''Journal of the European Ceramic Society''. Oktober 1999. Vol. 19 (13–14). hlm. 2405–2414. doi:10.1016/S0955-2219(99)00129-6.</ref> Fase [[zirkonium hidrida]] dapat terbentuk ketika paduan zirkonium terpapar [[hidrogen]] dalam jumlah besar dalam waktu yang lama. Karena zirkonium hidrida lebih getas dibandingkan paduan zirkonium, pencegahan pembentukan zirkonium hidrida menjadi salah satu bidang penelitian penting dalam pengembangan reaktor nuklir komersial generasi awal, di mana zirkonium karbida sering digunakan sebagai material.<ref>Manfred P. Puls. [https://link.springer.com/book/10.1007/978-1-4471-4195-2 The Effect of Hydrogen and Hydrides on the Integrity of Zirconium Alloy Components]. Springer London. 2012. doi:10.1007/978-1-4471-4195-2. ISBN 978-1-4471-4194-5.</ref>


[[Timbal zirkonat titanat]] (PZT) merupakan salah satu material [[Piezoelektrisitas|piezoelektrik]] yang paling banyak digunakan. Material ini digunakan sebagai [[transduser]] dan [[penggarit|aktuator]], termasuk dalam aplikasi medis dan [[MEMS|sistem mikroelektromekanis]].
[[Timbal zirkonat titanat]] (PZT) merupakan salah satu material [[Piezoelektrisitas|piezoelektrik]] yang paling banyak digunakan. Material ini digunakan sebagai [[transduser]] dan [[penggarit|aktuator]], termasuk dalam aplikasi medis dan [[MEMS|sistem mikroelektromekanis]].<ref>J. Rouquette. [https://link.aps.org/doi/10.1103/PhysRevB.70.014108 Pressure tuning of the morphotropic phase boundary in piezoelectric lead zirconate titanate]. ''Physical Review B''. 2004-07-23. Vol. 70 (1). doi:10.1103/PhysRevB.70.014108.</ref>
===Halida dan pseudohalida===
===Halida dan pseudohalida===
Keempat halida zirkonium yang umum telah diketahui, yaitu [[Zirkonium tetrafluorida|ZrF<sub>4</sub>]], [[Zirkonium(IV) klorida|ZrCl<sub>4</sub>]], [[Zirkonium(IV) bromida|ZrBr<sub>4</sub>]], dan [[Zirkonium(IV) iodida|ZrI<sub>4</sub>]]. Semuanya memiliki struktur polimerik dan jauh lebih tidak volatil dibandingkan tetrahalida titanium yang sesuai. Senyawa-senyawa ini digunakan dalam pembentukan senyawa organik kompleks, seperti zirkonosena diklorida. Halida-halide tersebut cenderung mengalami [[hidrolisis]] dan menghasilkan senyawa yang disebut oksihalida serta dioksida.
Keempat halida zirkonium yang umum telah diketahui, yaitu [[Zirkonium tetrafluorida|ZrF<sub>4</sub>]], [[Zirkonium(IV) klorida|ZrCl<sub>4</sub>]], [[Zirkonium(IV) bromida|ZrBr<sub>4</sub>]], dan [[Zirkonium(IV) iodida|ZrI<sub>4</sub>]]. Semuanya memiliki struktur polimerik dan jauh lebih tidak volatil dibandingkan tetrahalida titanium yang sesuai. Senyawa-senyawa ini digunakan dalam pembentukan senyawa organik kompleks, seperti zirkonosena diklorida.<ref>South Ural State University, Chelyabinsk, Russian Federation. [https://vestnik.susu.ru/chemistry/article/view/12998 Zirconium halide complexes. Synthesis, structure, practical application potential]. ''Bulletin of the South Ural State University Series "Chemistry"''. 2023. Vol. 15 (1). hlm. 17–30. doi:10.14529/chem230102.</ref> Halida-halide tersebut cenderung mengalami [[hidrolisis]] dan menghasilkan senyawa yang disebut oksihalida serta dioksida.<ref>Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.</ref>


Peleburan tetrahalida dengan logam tambahan menghasilkan halida zirkonium dengan bilangan oksidasi lebih rendah, misalnya [[Zirkonium(III) klorida|ZrCl<sub>3</sub>]]. Senyawa ini memiliki struktur berlapis, yang dapat menghantarkan listrik di dalam lapisannya, tetapi tidak secara tegak lurus terhadap lapisan tersebut.
Peleburan tetrahalida dengan logam tambahan menghasilkan halida zirkonium dengan bilangan oksidasi lebih rendah, misalnya [[Zirkonium(III) klorida|ZrCl<sub>3</sub>]]. Senyawa ini memiliki struktur berlapis, yang dapat menghantarkan listrik di dalam lapisannya, tetapi tidak secara tegak lurus terhadap lapisan tersebut.<ref>C. E. Housecroft. ''Inorganic Chemistry''. Prentice Hall. 2018. hlm. 812. ISBN 978-0-273-74275-3.</ref>


Tetra[[alkoksida]] yang sesuai juga telah diketahui. Berbeda dengan halida, alkoksida dapat larut dalam pelarut nonpolar. [[Asam heksafluorozirkonat|Dihidrogen heksafluorozirkonat]] digunakan dalam industri ''finishing'' logam sebagai bahan etsa untuk membantu meningkatkan daya lekat cat pada permukaan logam.
Tetra[[alkoksida]] yang sesuai juga telah diketahui. Berbeda dengan halida, alkoksida dapat larut dalam pelarut nonpolar. [[Asam heksafluorozirkonat|Dihidrogen heksafluorozirkonat]] digunakan dalam industri ''finishing'' logam sebagai bahan etsa untuk membantu meningkatkan daya lekat cat pada permukaan logam.<ref>MSDS sheet for Duratec 400, DuBois Chemicals, Inc.</ref>
===Turunan organik===
===Turunan organik===
[[Kimia organozirkonium]] sangatlah penting dalam [[katalis Ziegler–Natta]], yang digunakan untuk memproduksi [[polipropilena]]. Aplikasi ini memanfaatkan kemampuan zirkonium untuk membentuk dan memutus ikatan dengan karbon secara reversibel. Zirkonosena dibromida ((C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>ZrBr<sub>2</sub>), yang dilaporkan pada tahun 1952 oleh Birmingham dan [[Geoffrey Wilkinson|Wilkinson]], merupakan senyawa organozirkonium pertama yang diketahui.<ref>Wilkinson, G. ''Bis-cyclopentadienyl Compounds of Ti, Zr, V, Nb and Ta''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (17). hlm. 4281–4284. doi:10.1021/ja01646a008.; A. Maureen Rouhi. [http://pubs.acs.org/cen/nlw/8216sci1.html Organozirconium Chemistry Arrives]. ''Chemical & Engineering News''. 19 April 2004. Vol. 82 (16). hlm. 36–39. doi:10.1021/cen-v082n016.p036.</ref> [[Reagen Schwartz]], yang dibuat pada tahun 1970 oleh P. C. Wailes dan H. Weigold,<ref>Wailes, P. C. ''Hydrido complexes of zirconium I. Preparation''. ''Journal of Organometallic Chemistry''. 1970. Vol. 24 (2). hlm. 405–411. doi:10.1016/S0022-328X(00)80281-8.</ref> merupakan suatu [[metalosena]] yang digunakan dalam [[sintesis organik]] untuk melakukan transformasi pada [[alkena]] dan [[alkuna]].<ref>Hart, D. W. ''Hydrozirconation. Organic Synthesis via Organozirconium Intermediates. Synthesis and Rearrangement of Alkylzirconium(IV) Complexes and Their Reaction with Electrophiles''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1974. Vol. 96 (26). hlm. 8115–8116. doi:10.1021/ja00833a048.</ref>




[[Kimia organozirkonium]] sangatlah penting dalam [[katalis Ziegler–Natta]], yang digunakan untuk memproduksi [[polipropilena]]. Aplikasi ini memanfaatkan kemampuan zirkonium untuk membentuk dan memutus ikatan dengan karbon secara reversibel. Zirkonosena dibromida ((C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>ZrBr<sub>2</sub>), yang dilaporkan pada tahun 1952 oleh Birmingham dan [[Geoffrey Wilkinson|Wilkinson]], merupakan senyawa organozirkonium pertama yang diketahui. [[Reagen Schwartz]], yang dibuat pada tahun 1970 oleh P. C. Wailes dan H. Weigold, merupakan suatu [[metalosena]] yang digunakan dalam [[sintesis organik]] untuk melakukan transformasi pada [[alkena]] dan [[alkuna]].
''[[Proses van Arkel–de Boer|Proses batang kristal]]'', yang juga dikenal sebagai ''proses iodida'', ditemukan oleh [[Anton Eduard van Arkel|Anton E. van Arkel]] dan [[Jan Hendrik de Boer|Jan H. de Boer]] pada tahun 1925. Proses ini merupakan metode industri pertama untuk memproduksi logam zirkonium secara komersial. Proses tersebut melibatkan pembentukan dan kemudian [[dekomposisi termal]] zirkonium tetraiodida (). Pada tahun 1945, proses ini digantikan oleh proses Kroll yang jauh lebih murah, yang dikembangkan oleh [[William Justin Kroll|William J. Kroll]]. Dalam proses Kroll, zirkonium tetraklorida () direduksi menggunakan magnesium:<ref>[http://www.madehow.com/Volume-1/Zirconium.html Zirconium]. ''How Products Are Made''. Advameg Inc. 2007.</ref><ref>James B. Hedrick. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/metal_prices/metal_prices1998.pdf Metal Prices in the United States through 1998]. Survei Geologi Amerika Serikat. 1998. hlm. 175–178.</ref>
 
Banyak kompleks Zr(II) merupakan turunan zirkonosena. Salah satu contohnya adalah (C<sub>5</sub>Me<sub>5</sub>)<sub>2</sub>Zr(CO)<sub>2</sub>.
==Sejarah==
Mineral yang mengandung zirkonium, yaitu zirkon, beserta mineral terkait seperti ''jargoon'', ''jacinth'' (atau ''hyacinth''), dan ''[[Tutup dada Imam Israel#Baris ketiga|ligure]]'', telah disebutkan dalam tulisan-tulisan Alkitab. Pada saat itu, belum diketahui bahwa mineral tersebut mengandung unsur baru. Pada tahun 1789, [[Martin Heinrich Klaproth|Martin H. Klaproth]] menganalisis ''jargoon'' dari Pulau Ceylon (sekarang [[Sri Lanka]]). Dia menemukan unsur baru dan menamakannya ''Zirkonerde'' (zirkonia), yang berkaitan dengan kata Persia ''zargun'' (zirkon), yang berarti "seperti emas" atau "berwarna seperti emas". Pada tahun 1808, [[Humphry Davy]] mencoba mengisolasi unsur baru tersebut melalui [[elektrolisis]], tetapi gagal. Logam zirkonium pertama kali diperoleh dalam bentuk tidak murni pada tahun 1824 oleh [[Jöns Jakob Berzelius|Jöns J. Berzelius]] dengan memanaskan campuran kalium dan kalium zirkonium fluorida di dalam tabung besi.
 
''[[Proses van Arkel–de Boer|Proses batang kristal]]'', yang juga dikenal sebagai ''proses iodida'', ditemukan oleh [[Anton Eduard van Arkel|Anton E. van Arkel]] dan [[Jan Hendrik de Boer|Jan H. de Boer]] pada tahun 1925. Proses ini merupakan metode industri pertama untuk memproduksi logam zirkonium secara komersial. Proses tersebut melibatkan pembentukan dan kemudian [[dekomposisi termal]] zirkonium tetraiodida (). Pada tahun 1945, proses ini digantikan oleh proses Kroll yang jauh lebih murah, yang dikembangkan oleh [[William Justin Kroll|William J. Kroll]]. Dalam proses Kroll, zirkonium tetraklorida () direduksi menggunakan magnesium:


:
:
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Sekitar 900.000 ton bijih zirkonium ditambang pada tahun 1995, sebagian besar dalam bentuk zirkon.<ref>Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.</ref>


Sekitar 900.000 ton bijih zirkonium ditambang pada tahun 1995, sebagian besar dalam bentuk zirkon.
Sebagian besar zirkon digunakan secara langsung dalam aplikasi bersuhu tinggi. Karena bersifat tahan api, keras, dan tahan terhadap serangan kimia, zirkon memiliki banyak kegunaan. Penggunaan utamanya adalah sebagai opasifier, yaitu bahan yang memberikan tampilan putih dan tidak tembus cahaya pada material keramik. Karena memiliki ketahanan kimia yang tinggi, zirkon juga digunakan di lingkungan yang sangat agresif, misalnya sebagai bahan cetakan untuk logam cair.<ref>Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.</ref>


Sebagian besar zirkon digunakan secara langsung dalam aplikasi bersuhu tinggi. Karena bersifat tahan api, keras, dan tahan terhadap serangan kimia, zirkon memiliki banyak kegunaan. Penggunaan utamanya adalah sebagai opasifier, yaitu bahan yang memberikan tampilan putih dan tidak tembus cahaya pada material keramik. Karena memiliki ketahanan kimia yang tinggi, zirkon juga digunakan di lingkungan yang sangat agresif, misalnya sebagai bahan cetakan untuk logam cair.
Zirkonium dioksida (ZrO<sub>2</sub>) digunakan pada krus laboratorium, tanur metalurgi, dan sebagai bahan refraktori.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Karena memiliki kekuatan mekanis dan fleksibilitas yang baik, zirkonium dioksida dapat disinter menjadi [[pisau keramik]] dan berbagai bilah lainnya.<ref>[http://global.kyocera.com/prdct/fc/list/material/zirconia/zirconia.html Fine ceramics – zirconia]. Kyocera Inc.</ref> Zirkon (ZrSiO<sub>4</sub>) dan zirkonia kubik (ZrO<sub>2</sub>) dapat dipotong dan dibentuk menjadi batu permata untuk perhiasan. Zirkonium dioksida juga merupakan komponen dalam beberapa bahan [[abrasif]], seperti roda gerinda dan [[ampelas]].<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure00kreb/page/98 The History and Use of our Earth's Chemical Elements]. Greenwood Press. 1998. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure00kreb/page/98 98–100]. ISBN 978-0-313-30123-0.</ref> Zirkon juga digunakan untuk penentuan usia batuan, termasuk batuan yang berasal dari sekitar masa pembentukan Bumi, melalui pengukuran isotop radioaktif alami yang terdapat di dalamnya, terutama [[uranium]] dan [[timbal]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zirkonium&oldid=29591714 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Zirkonium dioksida (ZrO<sub>2</sub>) digunakan pada krus laboratorium, tanur metalurgi, dan sebagai bahan refraktori. Karena memiliki kekuatan mekanis dan fleksibilitas yang baik, zirkonium dioksida dapat disinter menjadi [[pisau keramik]] dan berbagai bilah lainnya. Zirkon (ZrSiO<sub>4</sub>) dan zirkonia kubik (ZrO<sub>2</sub>) dapat dipotong dan dibentuk menjadi batu permata untuk perhiasan. Zirkonium dioksida juga merupakan komponen dalam beberapa bahan [[abrasif]], seperti roda gerinda dan [[ampelas]]. Zirkon juga digunakan untuk penentuan usia batuan, termasuk batuan yang berasal dari sekitar masa pembentukan Bumi, melalui pengukuran isotop radioaktif alami yang terdapat di dalamnya, terutama [[uranium]] dan [[timbal]].
Sebagian kecil zirkon diolah menjadi logam zirkonium, yang memiliki berbagai aplikasi khusus. Karena zirkonium memiliki ketahanan korosi yang sangat baik, logam ini sering digunakan sebagai unsur paduan dalam material yang terpapar lingkungan agresif, seperti peralatan bedah, filamen lampu, dan ''casing'' jam tangan. Reaktivitas zirkonium yang tinggi terhadap oksigen pada suhu tinggi dimanfaatkan dalam beberapa aplikasi khusus, seperti primer bahan peledak dan sebagai [[penangkap]] dalam [[tabung elektron|tabung vakum]].<ref>Alfred Rogers. ''Use of Zirconium in the Vacuum Tube''. ''Transactions of the Electrochemical Society''. 1946. Vol. 88. hlm. 207. doi:10.1149/1.3071684.</ref> Serbuk zirkonium digunakan sebagai agen penghilang gas pada tabung elektron, sedangkan kawat dan lembaran zirkonium digunakan sebagai penyangga grid dan [[anoda]].<ref>[https://www.refractorymetal.org/the-magic-industrial-vitamin-zirconium-metal/ Zirconium Metal: The Magic Industrial Vitamin]. ''Advanced Refractory Metals''.</ref><ref>W.A. Ferrando. ''Processing and use of zirconium based materials''. ''Advanced Materials and Manufacturing Processes''. 1988. Vol. 3 (2). hlm. 195–231. doi:10.1080/10426918808953203.</ref> Zirkonium yang dibakar pernah digunakan sebagai sumber cahaya dalam beberapa lampu kilat fotografi. Serbuk zirkonium dengan ukuran [[Mesh (skala)|mesh]] 10–80 terkadang digunakan dalam komposisi piroteknik untuk menghasilkan [[percikan api]]. Reaktivitas zirkonium yang tinggi menghasilkan percikan berwarna putih terang.<ref>Kosanke, Kenneth L. [https://books.google.com/books?id=e4GOAIA8HaEC&pg=PA49 Journal of Pyrotechnics]. 1999. hlm. 49–62. ISBN 978-1-889526-12-6.</ref>
 
Sebagian kecil zirkon diolah menjadi logam zirkonium, yang memiliki berbagai aplikasi khusus. Karena zirkonium memiliki ketahanan korosi yang sangat baik, logam ini sering digunakan sebagai unsur paduan dalam material yang terpapar lingkungan agresif, seperti peralatan bedah, filamen lampu, dan ''casing'' jam tangan. Reaktivitas zirkonium yang tinggi terhadap oksigen pada suhu tinggi dimanfaatkan dalam beberapa aplikasi khusus, seperti primer bahan peledak dan sebagai [[penangkap]] dalam [[tabung elektron|tabung vakum]]. Serbuk zirkonium digunakan sebagai agen penghilang gas pada tabung elektron, sedangkan kawat dan lembaran zirkonium digunakan sebagai penyangga grid dan [[anoda]]. Zirkonium yang dibakar pernah digunakan sebagai sumber cahaya dalam beberapa lampu kilat fotografi. Serbuk zirkonium dengan ukuran [[Mesh (skala)|mesh]] 10–80 terkadang digunakan dalam komposisi piroteknik untuk menghasilkan [[percikan api]]. Reaktivitas zirkonium yang tinggi menghasilkan percikan berwarna putih terang.
===Aplikasi nuklir===
===Aplikasi nuklir===
Pelapisan untuk bahan bakar reaktor nuklir menggunakan sekitar 1% dari pasokan zirkonium, terutama dalam bentuk [[Paduan zirkonium|Zircaloy]]. Sifat yang diinginkan dari paduan ini adalah [[Penampang lintang neutron|penampang lintang]] penangkapan neutron yang rendah serta ketahanan terhadap korosi dalam kondisi operasi normal. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dikembangkan metode yang efektif untuk menghilangkan pengotor hafnium dari zirkonium.
Pelapisan untuk bahan bakar reaktor nuklir menggunakan sekitar 1% dari pasokan zirkonium,<ref>Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.</ref> terutama dalam bentuk [[Paduan zirkonium|Zircaloy]]. Sifat yang diinginkan dari paduan ini adalah [[Penampang lintang neutron|penampang lintang]] penangkapan neutron yang rendah serta ketahanan terhadap korosi dalam kondisi operasi normal.<ref>[http://www.madehow.com/Volume-1/Zirconium.html Zirconium]. ''How Products Are Made''. Advameg Inc. 2007.</ref><ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dikembangkan metode yang efektif untuk menghilangkan pengotor hafnium dari zirkonium.<ref>Albert Stwertka. ''A Guide to the Elements''. Oxford University Press. 1996. hlm. 117–119. ISBN 978-0-19-508083-4.</ref>


Salah satu kelemahan paduan zirkonium adalah reaksinya dengan air, yang menghasilkan hidrogen dan dapat menyebabkan degradasi pada lapisan [[Bahan bakar nuklir#Bentuk fisik umum|pelindung batang bahan bakar]]:
Salah satu kelemahan paduan zirkonium adalah reaksinya dengan air, yang menghasilkan hidrogen dan dapat menyebabkan degradasi pada lapisan [[Bahan bakar nuklir#Bentuk fisik umum|pelindung batang bahan bakar]]:<ref>Arthur T. Motta. [https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0022311518316763 Hydrogen in zirconium alloys: A review]. ''Journal of Nuclear Materials''. Mei 2019. Vol. 518. hlm. 440–460. doi:10.1016/j.jnucmat.2019.02.042.</ref>


:
:


Proses hidrolisis berlangsung sangat lambat pada suhu di bawah 100&nbsp;°C, tetapi menjadi cepat pada suhu di atas 900&nbsp;°C. Sebagian besar logam mengalami reaksi serupa. Reaksi redoks ini berhubungan dengan ketidakstabilan [[Bahan bakar nuklir|rakitan bahan bakar]] pada suhu tinggi. Reaksi tersebut terjadi pada reaktor 1, 2, dan 3 [[Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I]] di Jepang setelah sistem pendinginan reaktor terganggu akibat [[Gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011|gempa bumi dan tsunami]] pada 11 Maret 2011. Peristiwa tersebut kemudian menyebabkan [[Bencana nuklir Fukushima Daiichi|kecelakaan nuklir Fukushima I]]. Setelah hidrogen dikeluarkan melalui ventilasi di gedung pemeliharaan ketiga reaktor tersebut, hidrogen bercampur dengan oksigen di atmosfer dan kemudian meledak. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas dan setidaknya satu bangunan penahan.
Proses hidrolisis berlangsung sangat lambat pada suhu di bawah 100&nbsp;°C, tetapi menjadi cepat pada suhu di atas 900&nbsp;°C. Sebagian besar logam mengalami reaksi serupa. Reaksi redoks ini berhubungan dengan ketidakstabilan [[Bahan bakar nuklir|rakitan bahan bakar]] pada suhu tinggi.<ref>Gillon, Luc (1979). ''Le nucléaire en question'', Gembloux Duculot, French edition.</ref> Reaksi tersebut terjadi pada reaktor 1, 2, dan 3 [[Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I]] di Jepang setelah sistem pendinginan reaktor terganggu akibat [[Gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011|gempa bumi dan tsunami]] pada 11 Maret 2011. Peristiwa tersebut kemudian menyebabkan [[Bencana nuklir Fukushima Daiichi|kecelakaan nuklir Fukushima I]]. Setelah hidrogen dikeluarkan melalui ventilasi di gedung pemeliharaan ketiga reaktor tersebut, hidrogen bercampur dengan oksigen di atmosfer dan kemudian meledak. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas dan setidaknya satu bangunan penahan.<ref>[https://www.iaea.org/publications/10962/the-fukushima-daiichi-accident The Fukushima Daiichi accident]. International Atomic Energy Agency. 2015. hlm. 37–42. ISBN 978-92-0-107015-9.</ref>


Zirkonium juga merupakan salah satu komponen [[uranium zirkonium hidrida]], yaitu bahan bakar nuklir yang digunakan pada [[reaktor penelitian]].
Zirkonium juga merupakan salah satu komponen [[uranium zirkonium hidrida]], yaitu bahan bakar nuklir yang digunakan pada [[reaktor penelitian]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zirkonium&oldid=29591714 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
===Industri dirgantara dan antariksa===
===Industri dirgantara dan antariksa===
Material yang dibuat dari logam zirkonium dan ZrO<sub>2</sub> digunakan pada kendaraan antariksa yang membutuhkan [[refraktori|ketahanan terhadap suhu tinggi]].
Material yang dibuat dari logam zirkonium dan ZrO<sub>2</sub> digunakan pada kendaraan antariksa yang membutuhkan [[refraktori|ketahanan terhadap suhu tinggi]].<ref>Albert Stwertka. ''A Guide to the Elements''. Oxford University Press. 1996. hlm. 117–119. ISBN 978-0-19-508083-4.</ref>


Komponen bersuhu tinggi seperti ruang bakar, bilah, dan sudu pada [[mesin jet]] dan [[turbin gas]] stasioner semakin banyak dilindungi dengan lapisan [[keramik]] tipis dan/atau lapisan yang dapat diaplikasikan sebagai cat (''coating''). Lapisan tersebut biasanya terdiri dari campuran zirkonia dan [[Itrium(III) oksida|itria]].
Komponen bersuhu tinggi seperti ruang bakar, bilah, dan sudu pada [[mesin jet]] dan [[turbin gas]] stasioner semakin banyak dilindungi dengan lapisan [[keramik]] tipis dan/atau lapisan yang dapat diaplikasikan sebagai cat (''coating''). Lapisan tersebut biasanya terdiri dari campuran zirkonia dan [[Itrium(III) oksida|itria]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zirkonium&oldid=29591714 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Zirkonium juga menjadi salah satu material pilihan utama untuk tangki [[hidrogen peroksida]], saluran propelan, katup, dan pendorong, dalam [[Propulsi wahana antariksa|sistem propulsi antariksa]]. Salah satu contohnya adalah sistem propulsi pada [[Spaceplane|pesawat luar angkasa]] [[Dream Chaser]] milik [[Sierra Space]], yang menghasilkan [[gaya dorong]] melalui [[Pembakaran (kimia)|pembakaran]] hidrogen peroksida dan [[minyak tanah]]. Hidrogen peroksida merupakan [[oksidator]] yang kuat tetapi tidak stabil. Zirkonium digunakan karena memiliki [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|ketahanan korosi]] yang sangat baik terhadap hidrogen peroksida dan, yang paling penting, tidak meng[[katalisis]] penguraian spontan hidrogen peroksida sebagaimana yang dapat dilakukan oleh [[ion]] dari banyak logam transisi.
Zirkonium juga menjadi salah satu material pilihan utama untuk tangki [[hidrogen peroksida]], saluran propelan, katup, dan pendorong, dalam [[Propulsi wahana antariksa|sistem propulsi antariksa]]. Salah satu contohnya adalah sistem propulsi pada [[Spaceplane|pesawat luar angkasa]] [[Dream Chaser]] milik [[Sierra Space]],<ref>Stephen Clark. [https://arstechnica.com/space/2023/11/after-decades-of-dreams-a-commercial-spaceplane-is-almost-ready-to-fly/ After decades of dreams, a commercial spaceplane is almost ready to fly]. ''Ars Technica''. 1 November 2023.</ref> yang menghasilkan [[gaya dorong]] melalui [[Pembakaran (kimia)|pembakaran]] hidrogen peroksida dan [[minyak tanah]]. Hidrogen peroksida merupakan [[oksidator]] yang kuat tetapi tidak stabil. Zirkonium digunakan karena memiliki [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|ketahanan korosi]] yang sangat baik terhadap hidrogen peroksida dan, yang paling penting, tidak meng[[katalisis]] penguraian spontan hidrogen peroksida sebagaimana yang dapat dilakukan oleh [[ion]] dari banyak logam transisi.<ref>Stephen Clark. [https://arstechnica.com/space/2023/11/after-decades-of-dreams-a-commercial-spaceplane-is-almost-ready-to-fly/ After decades of dreams, a commercial spaceplane is almost ready to fly]. ''Ars Technica''. 1 November 2023.</ref><ref>ATI Materials. [https://www.atimaterials.com/Products/Documents/datasheets/zirconium/alloy/zircadyne_702_705_in_hydrogen_peroxide_v1.pdf Zircadyne® 702/705 in Hydrogen Peroxide]. ''atimaterials''.</ref>
===Aplikasi medis===
===Aplikasi medis===
Senyawa yang mengandung zirkonium digunakan dalam berbagai aplikasi biomedis, termasuk implan dan [[mahkota (restorasi gigi)|mahkota]] gigi, penggantian sendi lutut dan pinggul, rekonstruksi rantai [[osikel|tulang pendengaran]] telinga tengah, serta berbagai alat restoratif dan prostetik lainnya.
Senyawa yang mengandung zirkonium digunakan dalam berbagai aplikasi biomedis, termasuk implan dan [[mahkota (restorasi gigi)|mahkota]] gigi, penggantian sendi lutut dan pinggul, rekonstruksi rantai [[osikel|tulang pendengaran]] telinga tengah, serta berbagai alat restoratif dan prostetik lainnya.<ref>Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.</ref>


Zirkonium dapat berikatan dengan [[urea]], suatu sifat yang telah dimanfaatkan secara luas untuk membantu pasien dengan [[gagal ginjal kronis|penyakit ginjal kronis]]. Sebagai contoh, zirkonium merupakan komponen utama dalam sistem regenerasi dan resirkulasi dialisat yang bergantung pada kolom [[sorben]], yang dikenal sebagai sistem REDY dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1973. Lebih dari 2.000.000 perawatan [[dialisis]] telah dilakukan menggunakan kolom sorben dalam sistem REDY. Meskipun sistem REDY kemudian digantikan pada tahun 1990-an oleh alternatif yang lebih murah, sistem dialisis berbasis sorben baru masih terus dievaluasi dan disetujui oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|Badan Pengawas Obat dan Makanan AS]] (FDA). Renal Solutions developed the DIALISORB mengembangkan teknologi DIALISORB, yaitu sistem dialisis portabel yang menggunakan sedikit air. Selain itu, beberapa versi pengembangan ''Wearable Artificial Kidney'' (ginjal buatan yang dapat dikenakan) juga telah menggunakan teknologi berbasis sorben.
Zirkonium dapat berikatan dengan [[urea]], suatu sifat yang telah dimanfaatkan secara luas untuk membantu pasien dengan [[gagal ginjal kronis|penyakit ginjal kronis]].<ref>Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.</ref> Sebagai contoh, zirkonium merupakan komponen utama dalam sistem regenerasi dan resirkulasi dialisat yang bergantung pada kolom [[sorben]], yang dikenal sebagai sistem REDY dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1973. Lebih dari 2.000.000 perawatan [[dialisis]] telah dilakukan menggunakan kolom sorben dalam sistem REDY.<ref>Ash SR. Sorbents in treatment of uremia: A short history and a great future. 2009 Semin Dial 22: 615–622</ref> Meskipun sistem REDY kemudian digantikan pada tahun 1990-an oleh alternatif yang lebih murah, sistem dialisis berbasis sorben baru masih terus dievaluasi dan disetujui oleh [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|Badan Pengawas Obat dan Makanan AS]] (FDA). Renal Solutions developed the DIALISORB mengembangkan teknologi DIALISORB, yaitu sistem dialisis portabel yang menggunakan sedikit air. Selain itu, beberapa versi pengembangan ''Wearable Artificial Kidney'' (ginjal buatan yang dapat dikenakan) juga telah menggunakan teknologi berbasis sorben.<ref>Jeroen Peter Kooman. ''The Revival of Sorbents in Chronic Dialysis Treatment''. ''Seminars in Dialysis''. 20 Maret 2024. Vol. 38 (1). hlm. 54–61. doi:10.1111/sdi.13203.</ref>


[[Natrium zirkonium siklosilikat]] digunakan secara oral untuk mengobati [[hiperkalemia]] (kadar kalium yang terlalu tinggi dalam darah). Senyawa ini merupakan sorben selektif yang dirancang untuk menangkap ion [[kalium]] dengan lebih efektif dibandingkan ion-ion lainnya di sepanjang saluran pencernaan.
[[Natrium zirkonium siklosilikat]] digunakan secara oral untuk mengobati [[hiperkalemia]] (kadar kalium yang terlalu tinggi dalam darah). Senyawa ini merupakan sorben selektif yang dirancang untuk menangkap ion [[kalium]] dengan lebih efektif dibandingkan ion-ion lainnya di sepanjang saluran pencernaan.<ref>Julie R. Ingelfinger. ''A New Era for the Treatment of Hyperkalemia?''. ''New England Journal of Medicine''. 2015. Vol. 372 (3). hlm. 275–7. doi:10.1056/NEJMe1414112.</ref>


Campuran kompleks Zr<sup>4+</sup> dan Al<sup>3+</sup> monomerik dan polimerik dengan [[hidroksida]], [[klorida]], dan [[glisina]], yang disebut garam [[Aluminium zirkonium tetraklorohidreks glisina|aluminium zirkonium glisina]], digunakan dalam sediaan [[Deodoran|antiperspiran]] pada berbagai produk deodoran. Senyawa ini telah digunakan sejak awal tahun 1960-an karena dianggap lebih efektif sebagai antiperspiran dibandingkan bahan aktif yang digunakan pada masa itu, seperti [[aluminium klorohidrat]].
Campuran kompleks Zr<sup>4+</sup> dan Al<sup>3+</sup> monomerik dan polimerik dengan [[hidroksida]], [[klorida]], dan [[glisina]], yang disebut garam [[Aluminium zirkonium tetraklorohidreks glisina|aluminium zirkonium glisina]], digunakan dalam sediaan [[Deodoran|antiperspiran]] pada berbagai produk deodoran. Senyawa ini telah digunakan sejak awal tahun 1960-an karena dianggap lebih efektif sebagai antiperspiran dibandingkan bahan aktif yang digunakan pada masa itu, seperti [[aluminium klorohidrat]].<ref>Karl Laden. [https://books.google.com/books?id=n0FZDwAAQBAJ Antiperspirants and Deodorants]. CRC Press. 4 Januari 1999. hlm. 137–144. ISBN 978-1-4822-2405-4.</ref>
===Aplikasi yang sudah dihentikan===
===Aplikasi yang sudah dihentikan===
Zirkonium karbonat (3ZrO<sub>2</sub>·CO<sub>2</sub>·H<sub>2</sub>O) pernah digunakan dalam losion untuk mengobati ruam akibat kontak dengan [[ivi racun]] (tumbuhan yang dapat menyebabkan dermatitis), tetapi penggunaannya dihentikan karena terkadang menyebabkan reaksi pada kulit.
Zirkonium karbonat (3ZrO<sub>2</sub>·CO<sub>2</sub>·H<sub>2</sub>O) pernah digunakan dalam losion untuk mengobati ruam akibat kontak dengan [[ivi racun]] (tumbuhan yang dapat menyebabkan dermatitis), tetapi penggunaannya dihentikan karena terkadang menyebabkan reaksi pada kulit.<ref>John Emsley. ''Nature's Building Blocks''. Oxford University Press. 2001. hlm. 506–510. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref>


Foil zirkonium pernah digunakan dalam fotografi pada tahun 1960-an sebagai bahan pengisi pada beberapa lampu kilat pijar, seperti Sylvania M25, General Electric M5, dan Philips PF5, sebagai pengganti [[Kertas aluminium|foil aluminium]] yang biasanya digunakan. Foil zirkonium menghasilkan keluaran lumen yang lebih tinggi dan waktu mencapai intensitas puncak yang lebih cepat.
Foil zirkonium pernah digunakan dalam fotografi pada tahun 1960-an sebagai bahan pengisi pada beberapa lampu kilat pijar, seperti Sylvania M25, General Electric M5, dan Philips PF5, sebagai pengganti [[Kertas aluminium|foil aluminium]] yang biasanya digunakan. Foil zirkonium menghasilkan keluaran lumen yang lebih tinggi dan waktu mencapai intensitas puncak yang lebih cepat.<ref>[https://doi.org/10.1021/cen-v035n045.p068 Zirconium Fills New Flashbulb]. ''Chemical & Engineering News Archive''. 11 November 1957. Vol. 35 (45). hlm. 68–70. doi:10.1021/cen-v035n045.p068.</ref>
==Keselamatan==
==Keselamatan==
Meskipun zirkonium tidak diketahui memiliki peran biologis, tubuh manusia rata-rata mengandung sekitar 250&nbsp;mg zirkonium, dan asupan hariannya sekitar 4,15&nbsp;mg (3,5&nbsp;mg dari makanan dan 0,65&nbsp;mg dari air), tergantung pada kebiasaan pola makan.<ref>''Abnormal trace metals in man: zirconium''. ''Journal of Chronic Diseases''. May 1966. Vol. 19 (5). hlm. 573–586. doi:10.1016/0021-9681(66)90095-6.</ref> Zirkonium tersebar luas di alam dan ditemukan dalam semua sistem biologis, misalnya sebesar 2,86&nbsp;μg/g pada gandum utuh, 3,09&nbsp;μg/g pada beras merah, 0,55&nbsp;μg/g pada [[Bayam jepang|bayam]], 1,23&nbsp;μg/g pada telur, dan 0,86&nbsp;μg/g pada daging sapi giling. Selain itu, zirkonium umum digunakan dalam produk komersial (misalnya stik deodoran dan antiperspiran aerosol) serta dalam pemurnian air (misalnya untuk mengendalikan pencemaran [[fosforus]] dan mengolah air yang terkontaminasi [[bakteri]] serta [[Demam#Pirogen|pirogen]]).<ref>Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.</ref>


Meskipun zirkonium tidak diketahui memiliki peran biologis, tubuh manusia rata-rata mengandung sekitar 250&nbsp;mg zirkonium, dan asupan hariannya sekitar 4,15&nbsp;mg (3,5&nbsp;mg dari makanan dan 0,65&nbsp;mg dari air), tergantung pada kebiasaan pola makan. Zirkonium tersebar luas di alam dan ditemukan dalam semua sistem biologis, misalnya sebesar 2,86&nbsp;μg/g pada gandum utuh, 3,09&nbsp;μg/g pada beras merah, 0,55&nbsp;μg/g pada [[Bayam jepang|bayam]], 1,23&nbsp;μg/g pada telur, dan 0,86&nbsp;μg/g pada daging sapi giling. Selain itu, zirkonium umum digunakan dalam produk komersial (misalnya stik deodoran dan antiperspiran aerosol) serta dalam pemurnian air (misalnya untuk mengendalikan pencemaran [[fosforus]] dan mengolah air yang terkontaminasi [[bakteri]] serta [[Demam#Pirogen|pirogen]]).
Paparan jangka pendek terhadap serbuk zirkonium dapat menyebabkan iritasi, tetapi hanya kontak dengan mata yang memerlukan penanganan medis.<ref>[http://www.oit.org/public/english/protection/safework/cis/products/icsc/dtasht/_icsc14/icsc1405.htm International Chemical Safety Cards]. International Labour Organization. Oktober 2004.</ref> Paparan terus-menerus terhadap zirkonium tetraklorida menyebabkan peningkatan angka kematian pada tikus dan marmut serta penurunan kadar [[hemoglobin]] dan jumlah [[sel darah merah]] pada anjing. Namun, dalam sebuah penelitian terhadap 20 ekor tikus yang diberi makanan standar yang mengandung sekitar 4% zirkonium oksida, tidak ditemukan efek buruk terhadap laju pertumbuhan, parameter darah dan urine, maupun angka kematian.<ref>Zirconium and its compounds 1999. The MAK Collection for Occupational Health and Safety. 224–236</ref> [[Batas paparan yang diperbolehkan]] (''permissible exposure limit'', PEL) secara hukum yang ditetapkan oleh [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] AS (OSHA) untuk zirkonium adalah 5&nbsp;mg/m<sup>3</sup> selama 8 jam kerja. [[Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] AS (NIOSH) juga [[Batas paparan yang direkomendasikan|merekomendasikan batas paparan]] (''recommended exposure limit'', REL) 5&nbsp;mg/m<sup>3</sup> selama 8 jam kerja, dengan batas paparan jangka pendek sebesar 10&nbsp;mg/m<sup>3</sup>. Pada kadar 25&nbsp;mg/m<sup>3</sup>, zirkonium dianggap [[IDLH|segera berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan]].<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0677.html NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards – Zirconium compounds (as Zr)]. ''CDC''.</ref> Namun, zirkonium tidak dianggap sebagai bahaya kesehatan industri yang signifikan.<ref>Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.</ref> Selain itu, laporan mengenai reaksi merugikan yang berkaitan dengan zirkonium jarang ditemukan, dan secara umum hubungan sebab-akibat yang kuat belum dapat dibuktikan.<ref>Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.</ref> Belum ada bukti yang tervalidasi bahwa zirkonium bersifat karsinogenik<ref>PubChem. [https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/source/hsdb/2528 Zirconium, Elemental]. ''Hazardous Substances Data Bank''.</ref> atau genotoksik.<ref>[https://onlinelibrary.wiley.com/doi/book/10.1002/3527600418 The MAK-Collection for Occupational Health and Safety: Annual Thresholds and Classifications for the Workplace]. Wiley. November 2002. hlm. 224–236. doi:10.1002/3527600418.mb744067vere0012. ISBN 978-3-527-60041-0.</ref>
 
Paparan jangka pendek terhadap serbuk zirkonium dapat menyebabkan iritasi, tetapi hanya kontak dengan mata yang memerlukan penanganan medis. Paparan terus-menerus terhadap zirkonium tetraklorida menyebabkan peningkatan angka kematian pada tikus dan marmut serta penurunan kadar [[hemoglobin]] dan jumlah [[sel darah merah]] pada anjing. Namun, dalam sebuah penelitian terhadap 20 ekor tikus yang diberi makanan standar yang mengandung sekitar 4% zirkonium oksida, tidak ditemukan efek buruk terhadap laju pertumbuhan, parameter darah dan urine, maupun angka kematian. [[Batas paparan yang diperbolehkan]] (''permissible exposure limit'', PEL) secara hukum yang ditetapkan oleh [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] AS (OSHA) untuk zirkonium adalah 5&nbsp;mg/m<sup>3</sup> selama 8 jam kerja. [[Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] AS (NIOSH) juga [[Batas paparan yang direkomendasikan|merekomendasikan batas paparan]] (''recommended exposure limit'', REL) 5&nbsp;mg/m<sup>3</sup> selama 8 jam kerja, dengan batas paparan jangka pendek sebesar 10&nbsp;mg/m<sup>3</sup>. Pada kadar 25&nbsp;mg/m<sup>3</sup>, zirkonium dianggap [[IDLH|segera berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan]]. Namun, zirkonium tidak dianggap sebagai bahaya kesehatan industri yang signifikan. Selain itu, laporan mengenai reaksi merugikan yang berkaitan dengan zirkonium jarang ditemukan, dan secara umum hubungan sebab-akibat yang kuat belum dapat dibuktikan. Belum ada bukti yang tervalidasi bahwa zirkonium bersifat karsinogenik atau genotoksik.


Di antara berbagai isotop radioaktif zirkonium, <sup>93</sup>Zr merupakan salah satu yang paling umum. Isotop ini dilepaskan sebagai [[Produk pembelahan atom (menurut unsur)#Zirkonium-90 hingga 96|produk fisi nuklir]] dari [[Uranium-235|<sup>235</sup>U]] dan [[Plutonium-239|<sup>239</sup>Pu]], terutama di pembangkit listrik tenaga nuklir dan selama pengujian senjata nuklir pada tahun 1950-an dan 1960-an. Isotop ini memiliki waktu paruh yang sangat panjang, yaitu 1,53&nbsp;juta tahun. Peluruhannya hanya menghasilkan radiasi berenergi rendah dan isotop ini tidak dianggap sangat berbahaya.
Di antara berbagai isotop radioaktif zirkonium, <sup>93</sup>Zr merupakan salah satu yang paling umum. Isotop ini dilepaskan sebagai [[Produk pembelahan atom (menurut unsur)#Zirkonium-90 hingga 96|produk fisi nuklir]] dari [[Uranium-235|<sup>235</sup>U]] dan [[Plutonium-239|<sup>239</sup>Pu]], terutama di pembangkit listrik tenaga nuklir dan selama pengujian senjata nuklir pada tahun 1950-an dan 1960-an. Isotop ini memiliki waktu paruh yang sangat panjang, yaitu 1,53&nbsp;juta tahun. Peluruhannya hanya menghasilkan radiasi berenergi rendah dan isotop ini tidak dianggap sangat berbahaya.<ref>[http://hpschapters.org/northcarolina/NSDS/zirconium.pdf ANL Human Health Fact Sheet: Zirconium (October 2001)]. Argonne National Laboratory.</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
* [[Paduan zirkonium]]
* [[Paduan zirkonium]]
* [[Pencahayaan zirkonia]]
* [[Pencahayaan zirkonia]]
==Catatan==
==Catatan==
==Referensi==
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://www.rsc.org/chemistryworld/podcast/element.asp Siniar Chemistry in its element] (MP3) dari ''[[Chemistry World]]'' milik [[Royal Society of Chemistry]]: [http://www.rsc.org/images/CIIE_zirconium_remix2_48k_tcm18-117340.mp3 Zirconium]
*  [http://www.rsc.org/chemistryworld/podcast/element.asp Siniar Chemistry in its element] (MP3) dari ''[[Chemistry World]]'' milik [[Royal Society of Chemistry]]: [http://www.rsc.org/images/CIIE_zirconium_remix2_48k_tcm18-117340.mp3 Zirconium]
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/040.htm Zirconium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/040.htm Zirconium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zirkonium&oldid=29591714 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29591714 (2026-08-17T09:47:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Zirkonium&oldid=29591714 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29591714 (2026-08-17T09:47:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.34

Berkas:Zirconium crystal bar and 1cm3 cube.jpg
Zirconium crystal bar and 1cm3 cube

Zirkonium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Zr dan nomor atom 40. Unsur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1789, berhasil diisolasi dalam bentuk tidak murni pada 1824, dan mulai diproduksi dalam skala besar pada 1925. Zirkonium murni merupakan logam transisi berwarna putih keabu-abuan dan berkilau, yang penampilannya sangat mirip dengan hafnium dan, dalam tingkat yang lebih rendah, titanium. Pada suhu ruang, zirkonium berbentuk padat, ulet, dapat ditempa, dan tahan terhadap korosi. Nama zirkonium berasal dari nama mineral zirkon, yang merupakan sumber zirkonium paling penting. Kata tersebut berkaitan dengan kata Persia zargun, yang berarti "seperti emas" atau "berwarna seperti emas").[1] Selain ditemukan dalam zirkon, zirkonium terdapat dalam lebih dari 140 mineral lainnya, termasuk baddeleyit dan eudialit. Sebagian besar zirkonium diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan mineral yang mengandung titanium dan timah.

Zirkonium membentuk berbagai senyawa anorganik, seperti zirkonium dioksida, serta senyawa organologam, seperti zirkonosena diklorida. Lima isotop zirkonium terdapat secara alami, dan empat di antaranya stabil. Logam zirkonium dan paduannya digunakan terutama sebagai bahan tahan api dan opasifier, yaitu bahan yang membuat material menjadi tidak tembus cahaya. Paduan zirkonium digunakan sebagai pelapis batang bahan bakar nuklir karena memiliki penyerapan neutron yang rendah dan ketahanan korosi yang tinggi. Zirkonium juga digunakan pada kendaraan antariksa dan bilah turbin, yang membutuhkan ketahanan terhadap suhu tinggi. Selain itu, zirkonium digunakan dalam lampu kilat, aplikasi biomedis seperti implan gigi dan prostesis, deodoran, serta sistem pemurnian air.

Senyawa zirkonium tidak memiliki fungsi biologis yang diketahui. Meskipun demikian, unsur ini tersebar luas di alam dan ditemukan dalam jumlah kecil pada sistem biologis tanpa menimbulkan efek buruk yang diketahui. Tidak ada indikasi bahwa zirkonium bersifat karsinogenik. Bahaya utama zirkonium adalah mudah terbakar dalam bentuk serbuk serta dapat menyebabkan iritasi pada mata.

Karakteristik

Zirkonium adalah logam berkilau, berwarna putih keabu-abuan, lunak, ulet, dan dapat ditempa yang berbentuk padat pada suhu kamar. Namun, pada tingkat kemurnian yang lebih rendah, zirkonium dapat menjadi keras dan getas.[2] Dalam bentuk serbuk, zirkonium sangat mudah terbakar, sedangkan dalam bentuk padat jauh lebih sulit terbakar. Zirkonium memiliki ketahanan korosi yang sangat tinggi terhadap alkali, asam, air garam, dan berbagai zat lainnya.[3] Namun, zirkonium dapat larut dalam asam klorida dan asam sulfat, terutama jika terdapat fluorin.[4] Paduan zirkonium dengan seng bersifat magnetik pada suhu di bawah 35 K.[5]

Titik lebur zirkonium adalah , sedangkan titik didihnya .[6] Zirkonium memiliki elektronegativitas 1,33 pada skala Pauling. Di antara unsur-unsur blok-d yang elektronegativitasnya telah diketahui, zirkonium memiliki elektronegativitas terendah keempat setelah hafnium, itrium, dan lutesium.[7]

Pada suhu kamar, zirkonium memiliki struktur kristal ​susunan padat heksagon (hcp) yang disebut α-Zr. Pada suhu 863 °C, struktur ini berubah menjadi β-Zr, yaitu struktur kristal kubus berpusat-badan (bcc). Zirkonium tetap berada dalam fase β hingga mencapai titik leburnya.[8]

Isotop

Zirkonium yang terdapat secara alami terdiri dari lima isotop: 90Zr, 91Zr, 92Zr, 94Zr, dan 96Zr. Empat isotop pertama bersifat stabil, sedangkan 96Zr diketahui mengalami peluruhan dengan waktu paruh 2,34 × 1019 tahun melalui emisi beta ganda. Secara teori, peluruhan serupa juga mungkin terjadi pada 94Zr. Dari isotop alami tersebut, 90Zr merupakan yang paling melimpah, yaitu sekitar 51,45% dari seluruh zirkonium alami. Sementara itu, 96Zr merupakan yang paling sedikit, hanya sekitar 2,80%.

Radioisotop zirkonium buatan yang telah diketahui memiliki nomor massa mulai dari 77Zr hingga 114Zr, dan terdapat pula 13 isomer nuklir yang telah tercatat.[9] Radioisotop yang paling stabil di antaranya adalah 93Zr, yang merupakan produk fisi berumur panjang dengan waktu paruh sekitar 1,61 juta tahun. Isotop radioaktif dengan nomor massa 93 atau lebih meluruh melalui emisi elektron dan menghasilkan isotop niobium. Sementara itu, isotop dengan nomor massa 89 atau kurang meluruh melalui emisi positron atau penangkapan elektron sehingga menghasilkan isotop itrium.

Keterjadian

Zirkonium memiliki konsentrasi sekitar 130 mg/kg di kerak Bumi dan sekitar 0,026 μg/L di air laut. Zirkonium merupakan unsur paling melimpah ke-18 di kerak Bumi.[10] Zirkonium tidak ditemukan di alam dalam bentuk logam bebas karena secara alami tidak stabil jika berinteraksi dengan air. Sumber komersial utama zirkonium adalah zirkon (ZrSiO4), yaitu mineral silikat[11] yang ditemukan terutama di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Brasil, India, dan Rusia, serta dalam deposit yang lebih kecil di berbagai wilayah dunia.[12] Pada tahun 2023, Australia dan Afrika Selatan merupakan produsen utama zirkon dan secara bersama-sama menyumbang sekitar setengah produksi zirkon dunia.[13] Sumber daya zirkon di seluruh dunia diperkirakan melebihi 60 juta ton,[14] sedangkan produksi zirkonium dunia sekitar 900.000 ton per tahun.[15] Zirkonium juga ditemukan dalam lebih dari 140 mineral lainnya, termasuk baddeleyit and eudialit, yang merupakan bijih yang memiliki nilai komersial.[16]

Zirkonium relatif melimpah pada bintang tipe-S dan telah terdeteksi di Matahari serta meteorit. Sampel batuan Bulan yang dibawa kembali ke Bumi melalui beberapa misi Apollo memiliki kandungan zirkonium oksida yang tinggi dibandingkan dengan batuan yang terdapat di Bumi.[17]

Spektroskopi EPR telah digunakan untuk meneliti keadaan valensi 3+ (Zr3+) yang tidak umum pada zirkonium. Spektrum EPR Zr3+ awalnya diamati sebagai sinyal pengganggu pada kristal tunggal ScPO4 yang didoping dengan besi. Keberadaan Zr3+ kemudian dapat diidentifikasi secara pasti melalui pembuatan kristal tunggal ScPO4 yang didoping dengan 91Zr yang diperkaya secara isotop hingga 94,6%. Kristal tunggal LuPO4 dan YPO4 yang didoping dengan zirkonium alami maupun zirkonium yang diperkaya secara isotop juga telah dibuat dan diteliti.[18]

Produksi

Zirkonium merupakan produk sampingan yang diperoleh setelah penambangan dan pengolahan mineral titanium, yaitu ilmenit dan rutil, serta dari penambangan timah.[19] Pada periode 2003–2007, ketika harga mineral zirkon terus meningkat dari US$360 menjadi US$840 per ton, harga logam zirkonium yang belum ditempa justru turun dari US$39.900 menjadi US$22.700 per ton. Logam zirkonium jauh lebih mahal daripada mineral zirkon karena proses reduksinya membutuhkan biaya yang tinggi.[20]

Pasir yang mengandung zirkon dikumpulkan dari perairan pesisir, kemudian dimurnikan menggunakan konsentrator spiral untuk memisahkan material yang lebih ringan. Material ringan tersebut dikembalikan ke air karena merupakan komponen alami pasir pantai. Dengan menggunakan pemisahan magnetik, bijih titanium seperti ilmenit dan rutil kemudian dipisahkan.[21]

Sebagian besar zirkon digunakan secara langsung untuk berbagai aplikasi komersial, sedangkan sebagian kecil diolah menjadi logam zirkonium. Sebagian besar logam zirkonium diproduksi melalui reduksi zirkonium(IV) klorida menggunakan logam magnesium dalam proses Kroll.[22] Logam yang dihasilkan kemudian mengalami penyinteran hingga memiliki keuletan yang cukup untuk dapat diproses atau dibentuk lebih lanjut.[23]

Pemisahan zirkonium dan hafnium

Logam zirkonium komersial biasanya mengandung sekitar 1–3% hafnium.[24] Kandungan tersebut umumnya tidak menjadi masalah karena sifat kimia hafnium dan zirkonium sangat mirip. Namun, sifatnya dalam menyerap neutron sangat berbeda, sehingga hafnium harus dipisahkan dari zirkonium untuk penggunaan dalam reaktor nuklir.[25] Beberapa metode pemisahan telah digunakan.[26] Salah satunya adalah ekstraksi cair–cair terhadap turunan tiosianat-oksida. Metode ini memanfaatkan fakta bahwa turunan hafnium sedikit lebih mudah larut dalam metil isobutil keton dibandingkan dalam air. Metode ini menyumbang sekitar dua pertiga produksi zirkonium murni,[27] meskipun metode lainnya juga terus diteliti.[28] Di India, misalnya, digunakan proses ekstraksi pelarut TBP-nitrat untuk memisahkan zirkonium dari logam-logam lainnya.[29] Zirkonium dan hafnium juga dapat dipisahkan melalui kristalisasi fraksional kalium heksafluorozirkonat (K2ZrF6), karena senyawa tersebut lebih sulit larut dalam air dibandingkan senyawa hafnium yang sejenis. Metode lainnya adalah distilasi fraksional tetraklorida, yang juga disebut distilasi ekstraktif.[30][31]

Peleburan busur vakum yang dikombinasikan dengan teknik ekstrusi panas dan penggunaan wadah tembaga yang didinginkan berlebih mampu menghasilkan zirkonium yang telah dimurnikan dari oksigen, nitrogen, dan karbon.[32]

Hafnium harus dihilangkan dari zirkonium untuk aplikasi nuklir karena penampang lintang penyerapan neutron hafnium sekitar 600 kali lebih besar daripada zirkonium.[33] Hafnium yang telah dipisahkan kemudian dapat digunakan sebagai bahan batang kendali reaktor.[34]

Senyawa

Seperti logam transisi lainnya, zirkonium membentuk berbagai macam senyawa anorganik dan kompleks koordinasi.[35] Secara umum, senyawa-senyawa tersebut merupakan padatan diamagnetik nirwarna, dengan zirkonium memiliki bilangan oksidasi +4. Beberapa senyawa organologam dianggap memiliki zirkonium dengan bilangan oksidasi +2.[36] Bilangan oksidasi non-kesetimbangan antara 0 hingga +4 juga telah terdeteksi selama proses oksidasi zirkonium.[37] +3

Oksida, nitrida, dan karbida

Oksida yang paling umum adalah zirkonium dioksida (ZrO2), yang juga dikenal sebagai zirkonia. Padatan bening hingga berwarna putih ini memiliki ketangguhan terhadap retak yang sangat tinggi untuk ukuran material keramik serta ketahanan kimia yang sangat baik, terutama dalam bentuk kubiknya.[38] Sifat-sifat tersebut membuat zirkonia berguna sebagai lapisan penghalang termal.[39] Zirkonia juga umum digunakan sebagai pengganti intan.[40] Zirkonium monoksida (ZrO) juga telah diketahui. Bintang tipe-S dapat dikenali melalui deteksi garis emisi zirkonium monoksida di dalam spektrumnya.[41]

Zirkonium wolframat (Zr(WO4)2) memiliki sifat yang tidak biasa, yaitu menyusut dalam semua dimensinya ketika dipanaskan, sedangkan sebagian besar zat justru mengembang ketika dipanaskan.[42] Zirkonil klorida merupakan salah satu dari sedikit kompleks zirkonium yang dapat larut dalam air, dengan rumus [Zr4(OH)12(H2O)16]Cl8.[43]

Zirkonium karbida (ZrC) dan zirkonium nitrida (ZrN) merupakan padatan tahan api. Keduanya sangat tahan terhadap korosi dan digunakan dalam lapisan tahan suhu tinggi serta alat pemotong.[44] Fase zirkonium hidrida dapat terbentuk ketika paduan zirkonium terpapar hidrogen dalam jumlah besar dalam waktu yang lama. Karena zirkonium hidrida lebih getas dibandingkan paduan zirkonium, pencegahan pembentukan zirkonium hidrida menjadi salah satu bidang penelitian penting dalam pengembangan reaktor nuklir komersial generasi awal, di mana zirkonium karbida sering digunakan sebagai material.[45]

Timbal zirkonat titanat (PZT) merupakan salah satu material piezoelektrik yang paling banyak digunakan. Material ini digunakan sebagai transduser dan aktuator, termasuk dalam aplikasi medis dan sistem mikroelektromekanis.[46]

Halida dan pseudohalida

Keempat halida zirkonium yang umum telah diketahui, yaitu ZrF4, ZrCl4, ZrBr4, dan ZrI4. Semuanya memiliki struktur polimerik dan jauh lebih tidak volatil dibandingkan tetrahalida titanium yang sesuai. Senyawa-senyawa ini digunakan dalam pembentukan senyawa organik kompleks, seperti zirkonosena diklorida.[47] Halida-halide tersebut cenderung mengalami hidrolisis dan menghasilkan senyawa yang disebut oksihalida serta dioksida.[48]

Peleburan tetrahalida dengan logam tambahan menghasilkan halida zirkonium dengan bilangan oksidasi lebih rendah, misalnya ZrCl3. Senyawa ini memiliki struktur berlapis, yang dapat menghantarkan listrik di dalam lapisannya, tetapi tidak secara tegak lurus terhadap lapisan tersebut.[49]

Tetraalkoksida yang sesuai juga telah diketahui. Berbeda dengan halida, alkoksida dapat larut dalam pelarut nonpolar. Dihidrogen heksafluorozirkonat digunakan dalam industri finishing logam sebagai bahan etsa untuk membantu meningkatkan daya lekat cat pada permukaan logam.[50]

Turunan organik

Kimia organozirkonium sangatlah penting dalam katalis Ziegler–Natta, yang digunakan untuk memproduksi polipropilena. Aplikasi ini memanfaatkan kemampuan zirkonium untuk membentuk dan memutus ikatan dengan karbon secara reversibel. Zirkonosena dibromida ((C5H5)2ZrBr2), yang dilaporkan pada tahun 1952 oleh Birmingham dan Wilkinson, merupakan senyawa organozirkonium pertama yang diketahui.[51] Reagen Schwartz, yang dibuat pada tahun 1970 oleh P. C. Wailes dan H. Weigold,[52] merupakan suatu metalosena yang digunakan dalam sintesis organik untuk melakukan transformasi pada alkena dan alkuna.[53]


Proses batang kristal, yang juga dikenal sebagai proses iodida, ditemukan oleh Anton E. van Arkel dan Jan H. de Boer pada tahun 1925. Proses ini merupakan metode industri pertama untuk memproduksi logam zirkonium secara komersial. Proses tersebut melibatkan pembentukan dan kemudian dekomposisi termal zirkonium tetraiodida (). Pada tahun 1945, proses ini digantikan oleh proses Kroll yang jauh lebih murah, yang dikembangkan oleh William J. Kroll. Dalam proses Kroll, zirkonium tetraklorida () direduksi menggunakan magnesium:[54][55]

Aplikasi

Sekitar 900.000 ton bijih zirkonium ditambang pada tahun 1995, sebagian besar dalam bentuk zirkon.[56]

Sebagian besar zirkon digunakan secara langsung dalam aplikasi bersuhu tinggi. Karena bersifat tahan api, keras, dan tahan terhadap serangan kimia, zirkon memiliki banyak kegunaan. Penggunaan utamanya adalah sebagai opasifier, yaitu bahan yang memberikan tampilan putih dan tidak tembus cahaya pada material keramik. Karena memiliki ketahanan kimia yang tinggi, zirkon juga digunakan di lingkungan yang sangat agresif, misalnya sebagai bahan cetakan untuk logam cair.[57]

Zirkonium dioksida (ZrO2) digunakan pada krus laboratorium, tanur metalurgi, dan sebagai bahan refraktori.[58] Karena memiliki kekuatan mekanis dan fleksibilitas yang baik, zirkonium dioksida dapat disinter menjadi pisau keramik dan berbagai bilah lainnya.[59] Zirkon (ZrSiO4) dan zirkonia kubik (ZrO2) dapat dipotong dan dibentuk menjadi batu permata untuk perhiasan. Zirkonium dioksida juga merupakan komponen dalam beberapa bahan abrasif, seperti roda gerinda dan ampelas.[60] Zirkon juga digunakan untuk penentuan usia batuan, termasuk batuan yang berasal dari sekitar masa pembentukan Bumi, melalui pengukuran isotop radioaktif alami yang terdapat di dalamnya, terutama uranium dan timbal.[61]

Sebagian kecil zirkon diolah menjadi logam zirkonium, yang memiliki berbagai aplikasi khusus. Karena zirkonium memiliki ketahanan korosi yang sangat baik, logam ini sering digunakan sebagai unsur paduan dalam material yang terpapar lingkungan agresif, seperti peralatan bedah, filamen lampu, dan casing jam tangan. Reaktivitas zirkonium yang tinggi terhadap oksigen pada suhu tinggi dimanfaatkan dalam beberapa aplikasi khusus, seperti primer bahan peledak dan sebagai penangkap dalam tabung vakum.[62] Serbuk zirkonium digunakan sebagai agen penghilang gas pada tabung elektron, sedangkan kawat dan lembaran zirkonium digunakan sebagai penyangga grid dan anoda.[63][64] Zirkonium yang dibakar pernah digunakan sebagai sumber cahaya dalam beberapa lampu kilat fotografi. Serbuk zirkonium dengan ukuran mesh 10–80 terkadang digunakan dalam komposisi piroteknik untuk menghasilkan percikan api. Reaktivitas zirkonium yang tinggi menghasilkan percikan berwarna putih terang.[65]

Aplikasi nuklir

Pelapisan untuk bahan bakar reaktor nuklir menggunakan sekitar 1% dari pasokan zirkonium,[66] terutama dalam bentuk Zircaloy. Sifat yang diinginkan dari paduan ini adalah penampang lintang penangkapan neutron yang rendah serta ketahanan terhadap korosi dalam kondisi operasi normal.[67][68] Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dikembangkan metode yang efektif untuk menghilangkan pengotor hafnium dari zirkonium.[69]

Salah satu kelemahan paduan zirkonium adalah reaksinya dengan air, yang menghasilkan hidrogen dan dapat menyebabkan degradasi pada lapisan pelindung batang bahan bakar:[70]

Proses hidrolisis berlangsung sangat lambat pada suhu di bawah 100 °C, tetapi menjadi cepat pada suhu di atas 900 °C. Sebagian besar logam mengalami reaksi serupa. Reaksi redoks ini berhubungan dengan ketidakstabilan rakitan bahan bakar pada suhu tinggi.[71] Reaksi tersebut terjadi pada reaktor 1, 2, dan 3 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I di Jepang setelah sistem pendinginan reaktor terganggu akibat gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret 2011. Peristiwa tersebut kemudian menyebabkan kecelakaan nuklir Fukushima I. Setelah hidrogen dikeluarkan melalui ventilasi di gedung pemeliharaan ketiga reaktor tersebut, hidrogen bercampur dengan oksigen di atmosfer dan kemudian meledak. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas dan setidaknya satu bangunan penahan.[72]

Zirkonium juga merupakan salah satu komponen uranium zirkonium hidrida, yaitu bahan bakar nuklir yang digunakan pada reaktor penelitian.[73]

Industri dirgantara dan antariksa

Material yang dibuat dari logam zirkonium dan ZrO2 digunakan pada kendaraan antariksa yang membutuhkan ketahanan terhadap suhu tinggi.[74]

Komponen bersuhu tinggi seperti ruang bakar, bilah, dan sudu pada mesin jet dan turbin gas stasioner semakin banyak dilindungi dengan lapisan keramik tipis dan/atau lapisan yang dapat diaplikasikan sebagai cat (coating). Lapisan tersebut biasanya terdiri dari campuran zirkonia dan itria.[75]

Zirkonium juga menjadi salah satu material pilihan utama untuk tangki hidrogen peroksida, saluran propelan, katup, dan pendorong, dalam sistem propulsi antariksa. Salah satu contohnya adalah sistem propulsi pada pesawat luar angkasa Dream Chaser milik Sierra Space,[76] yang menghasilkan gaya dorong melalui pembakaran hidrogen peroksida dan minyak tanah. Hidrogen peroksida merupakan oksidator yang kuat tetapi tidak stabil. Zirkonium digunakan karena memiliki ketahanan korosi yang sangat baik terhadap hidrogen peroksida dan, yang paling penting, tidak mengkatalisis penguraian spontan hidrogen peroksida sebagaimana yang dapat dilakukan oleh ion dari banyak logam transisi.[77][78]

Aplikasi medis

Senyawa yang mengandung zirkonium digunakan dalam berbagai aplikasi biomedis, termasuk implan dan mahkota gigi, penggantian sendi lutut dan pinggul, rekonstruksi rantai tulang pendengaran telinga tengah, serta berbagai alat restoratif dan prostetik lainnya.[79]

Zirkonium dapat berikatan dengan urea, suatu sifat yang telah dimanfaatkan secara luas untuk membantu pasien dengan penyakit ginjal kronis.[80] Sebagai contoh, zirkonium merupakan komponen utama dalam sistem regenerasi dan resirkulasi dialisat yang bergantung pada kolom sorben, yang dikenal sebagai sistem REDY dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1973. Lebih dari 2.000.000 perawatan dialisis telah dilakukan menggunakan kolom sorben dalam sistem REDY.[81] Meskipun sistem REDY kemudian digantikan pada tahun 1990-an oleh alternatif yang lebih murah, sistem dialisis berbasis sorben baru masih terus dievaluasi dan disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Renal Solutions developed the DIALISORB mengembangkan teknologi DIALISORB, yaitu sistem dialisis portabel yang menggunakan sedikit air. Selain itu, beberapa versi pengembangan Wearable Artificial Kidney (ginjal buatan yang dapat dikenakan) juga telah menggunakan teknologi berbasis sorben.[82]

Natrium zirkonium siklosilikat digunakan secara oral untuk mengobati hiperkalemia (kadar kalium yang terlalu tinggi dalam darah). Senyawa ini merupakan sorben selektif yang dirancang untuk menangkap ion kalium dengan lebih efektif dibandingkan ion-ion lainnya di sepanjang saluran pencernaan.[83]

Campuran kompleks Zr4+ dan Al3+ monomerik dan polimerik dengan hidroksida, klorida, dan glisina, yang disebut garam aluminium zirkonium glisina, digunakan dalam sediaan antiperspiran pada berbagai produk deodoran. Senyawa ini telah digunakan sejak awal tahun 1960-an karena dianggap lebih efektif sebagai antiperspiran dibandingkan bahan aktif yang digunakan pada masa itu, seperti aluminium klorohidrat.[84]

Aplikasi yang sudah dihentikan

Zirkonium karbonat (3ZrO2·CO2·H2O) pernah digunakan dalam losion untuk mengobati ruam akibat kontak dengan ivi racun (tumbuhan yang dapat menyebabkan dermatitis), tetapi penggunaannya dihentikan karena terkadang menyebabkan reaksi pada kulit.[85]

Foil zirkonium pernah digunakan dalam fotografi pada tahun 1960-an sebagai bahan pengisi pada beberapa lampu kilat pijar, seperti Sylvania M25, General Electric M5, dan Philips PF5, sebagai pengganti foil aluminium yang biasanya digunakan. Foil zirkonium menghasilkan keluaran lumen yang lebih tinggi dan waktu mencapai intensitas puncak yang lebih cepat.[86]

Keselamatan

Meskipun zirkonium tidak diketahui memiliki peran biologis, tubuh manusia rata-rata mengandung sekitar 250 mg zirkonium, dan asupan hariannya sekitar 4,15 mg (3,5 mg dari makanan dan 0,65 mg dari air), tergantung pada kebiasaan pola makan.[87] Zirkonium tersebar luas di alam dan ditemukan dalam semua sistem biologis, misalnya sebesar 2,86 μg/g pada gandum utuh, 3,09 μg/g pada beras merah, 0,55 μg/g pada bayam, 1,23 μg/g pada telur, dan 0,86 μg/g pada daging sapi giling. Selain itu, zirkonium umum digunakan dalam produk komersial (misalnya stik deodoran dan antiperspiran aerosol) serta dalam pemurnian air (misalnya untuk mengendalikan pencemaran fosforus dan mengolah air yang terkontaminasi bakteri serta pirogen).[88]

Paparan jangka pendek terhadap serbuk zirkonium dapat menyebabkan iritasi, tetapi hanya kontak dengan mata yang memerlukan penanganan medis.[89] Paparan terus-menerus terhadap zirkonium tetraklorida menyebabkan peningkatan angka kematian pada tikus dan marmut serta penurunan kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah pada anjing. Namun, dalam sebuah penelitian terhadap 20 ekor tikus yang diberi makanan standar yang mengandung sekitar 4% zirkonium oksida, tidak ditemukan efek buruk terhadap laju pertumbuhan, parameter darah dan urine, maupun angka kematian.[90] Batas paparan yang diperbolehkan (permissible exposure limit, PEL) secara hukum yang ditetapkan oleh Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS (OSHA) untuk zirkonium adalah 5 mg/m3 selama 8 jam kerja. Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS (NIOSH) juga merekomendasikan batas paparan (recommended exposure limit, REL) 5 mg/m3 selama 8 jam kerja, dengan batas paparan jangka pendek sebesar 10 mg/m3. Pada kadar 25 mg/m3, zirkonium dianggap segera berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan.[91] Namun, zirkonium tidak dianggap sebagai bahaya kesehatan industri yang signifikan.[92] Selain itu, laporan mengenai reaksi merugikan yang berkaitan dengan zirkonium jarang ditemukan, dan secara umum hubungan sebab-akibat yang kuat belum dapat dibuktikan.[93] Belum ada bukti yang tervalidasi bahwa zirkonium bersifat karsinogenik[94] atau genotoksik.[95]

Di antara berbagai isotop radioaktif zirkonium, 93Zr merupakan salah satu yang paling umum. Isotop ini dilepaskan sebagai produk fisi nuklir dari 235U dan 239Pu, terutama di pembangkit listrik tenaga nuklir dan selama pengujian senjata nuklir pada tahun 1950-an dan 1960-an. Isotop ini memiliki waktu paruh yang sangat panjang, yaitu 1,53 juta tahun. Peluruhannya hanya menghasilkan radiasi berenergi rendah dan isotop ini tidak dianggap sangat berbahaya.[96]

Lihat pula

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 506–510. ISBN 978-0-19-850341-5.
  3. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  4. Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry. Wylie-Interscience. 2005. hlm. 1778–1779. ISBN 978-0-471-61525-5.
  5. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  6. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  7. Mark Winter. Electronegativity (Pauling). Universitas Sheffield. 2007.
  8. Schnell I. Zirconium under pressure: phase transitions and thermodynamics. Journal of Physics: Condensed Matter. Januari 2006. Vol. 18 (5). hlm. 16. doi:10.1088/0953-8984/18/5/001.
  9. T. Sumikama. Observation of new neutron-rich isotopes in the vicinity of Zr110. Physical Review C. 2021. Vol. 103 (1). doi:10.1103/PhysRevC.103.014614.
  10. John Peterson. Radiological and Chemical Fact Sheets to Support Health Risk Analyses for Contaminated Areas. Argonne National Laboratory. 2007. hlm. 64–65.
  11. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 506–510. ISBN 978-0-19-850341-5.
  12. Zirconium. How Products Are Made. Advameg Inc. 2007.
  13. Zirconium and Hafnium. Survei Geologi Amerika Serikat. Januari 2024.
  14. Zirconium and Hafnium. Mineral Commodity Summaries. Januari 2008. hlm. 192–193.
  15. John Peterson. Radiological and Chemical Fact Sheets to Support Health Risk Analyses for Contaminated Areas. Argonne National Laboratory. 2007. hlm. 64–65.
  16. Ralph, Jolyon. Minerals that include Zr. Mindat.org. 2008.
  17. A. Peckett. New Zirconium-rich Minerals from Apollo 14 and 15 Lunar Rocks. Nature. Maret 1972. Vol. 236 (5344). hlm. 215–217. doi:10.1038/236215a0.
  18. M. M. Abraham. The occurrence and stability of trivalent zirconium in orthophosphate single crystals. The Journal of Chemical Physics. 20 Desember 1984. Vol. 81 (12). hlm. 5362–5366. doi:10.1063/1.447678.
  19. R. Callaghan. Zirconium and Hafnium Statistics and Information. Survei Geologi Amerika Serikat. 21 Februari 2008.
  20. Zirconium and Hafnium. Mineral Commodity Summaries. Januari 2008. hlm. 192–193.
  21. A. S. Siddiqui. Separation of beach sand minerals. Processing of Fines. 2000. Vol. 2. hlm. 114–126. ISBN 81-87053-53-4.
  22. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  23. Zirconium. How Products Are Made. Advameg Inc. 2007.
  24. Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.
  25. Albert Stwertka. A Guide to the Elements. Oxford University Press. 1996. hlm. 117–119. ISBN 978-0-19-508083-4.
  26. Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.
  27. Ming Wu. Process for synergistic extraction of Hf(IV) over Zr(IV) from thiocyanic acid solution with TOPO and N1923. Chemical Engineering and Processing - Process Intensification. Januari 2022. Vol. 170. doi:10.1016/j.cep.2021.108673.
  28. Jing Xiong. The Extraction Mechanism of Zirconium and Hafnium in the MIBK-HSCN System. Separations. 25 Maret 2024. Vol. 11 (4). hlm. 93. doi:10.3390/separations11040093.
  29. Garima Pandey. Selective extraction of zirconium from zirconium nitrate solution in a pulsed stirred column. Separation Science and Technology. 2 November 2023. Vol. 58 (15–16). hlm. 2710–2717. doi:10.1080/01496395.2023.2232102.
  30. Jing Xiong. The Extraction Mechanism of Zirconium and Hafnium in the MIBK-HSCN System. Separations. 25 Maret 2024. Vol. 11 (4). hlm. 93. doi:10.3390/separations11040093.
  31. L. Xu. Energy Materials 2014. Springer International Publishing. 2016. hlm. 451–457. doi:10.1007/978-3-319-48765-6_53. ISBN 978-3-319-48765-6.
  32. Mohammad Shamsuddin. Physical Chemistry of Metallurgical Processes. Springer Cham. 22 Juni 2021. hlm. 1–5, 390–391. doi:10.1007/978-3-030-58069-8. ISBN 978-3-030-58069-8.
  33. Brady, George Stuart. Materials handbook: an encyclopedia for managers, technical professionals, purchasing and production managers, technicians, and supervisors. McGraw-Hill Professional. 2002. hlm. 1063–. ISBN 978-0-07-136076-0.
  34. Zardiackas, Lyle D. Titanium, niobium, zirconium and tantalum for medical and surgical applications. ASTM International. 2006. hlm. 21–. ISBN 978-0-8031-3497-3.
  35. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  36. Fausto Calderazzo. Organometallics of groups 4 and 5: Oxidation states II and lower. Journal of Organometallic Chemistry. Januari 1992. Vol. 423 (3). hlm. 307–328. doi:10.1016/0022-328X(92)83126-3.
  37. Wen Ma. Non-equilibrium oxidation states of zirconium during early stages of metal oxidation. Applied Physics Letters. 9 Maret 2015. Vol. 106 (10). doi:10.1063/1.4914180.
  38. Zirconia. AZoM.com. 2008.
  39. V. Gauthier. Oxidation behavior of γ-TiAl coated with zirconia thermal barriers. Intermetallics. 10 April 2002. Vol. 10 (7). hlm. 667–674. doi:10.1016/S0966-9795(02)00036-5.
  40. Zirconia. AZoM.com. 2008.
  41. P. C. Keenan. Classification of the S-Type Stars. Astrophysical Journal. 1954. Vol. 120. hlm. 484–505. doi:10.1086/145937.
  42. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  43. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  44. Mark M. Opeka. Mechanical, Thermal, and Oxidation Properties of Refractory Hafnium and zirconium Compounds. Journal of the European Ceramic Society. Oktober 1999. Vol. 19 (13–14). hlm. 2405–2414. doi:10.1016/S0955-2219(99)00129-6.
  45. Manfred P. Puls. The Effect of Hydrogen and Hydrides on the Integrity of Zirconium Alloy Components. Springer London. 2012. doi:10.1007/978-1-4471-4195-2. ISBN 978-1-4471-4194-5.
  46. J. Rouquette. Pressure tuning of the morphotropic phase boundary in piezoelectric lead zirconate titanate. Physical Review B. 2004-07-23. Vol. 70 (1). doi:10.1103/PhysRevB.70.014108.
  47. South Ural State University, Chelyabinsk, Russian Federation. Zirconium halide complexes. Synthesis, structure, practical application potential. Bulletin of the South Ural State University Series "Chemistry". 2023. Vol. 15 (1). hlm. 17–30. doi:10.14529/chem230102.
  48. Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.
  49. C. E. Housecroft. Inorganic Chemistry. Prentice Hall. 2018. hlm. 812. ISBN 978-0-273-74275-3.
  50. MSDS sheet for Duratec 400, DuBois Chemicals, Inc.
  51. Wilkinson, G. Bis-cyclopentadienyl Compounds of Ti, Zr, V, Nb and Ta. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (17). hlm. 4281–4284. doi:10.1021/ja01646a008.; A. Maureen Rouhi. Organozirconium Chemistry Arrives. Chemical & Engineering News. 19 April 2004. Vol. 82 (16). hlm. 36–39. doi:10.1021/cen-v082n016.p036.
  52. Wailes, P. C. Hydrido complexes of zirconium I. Preparation. Journal of Organometallic Chemistry. 1970. Vol. 24 (2). hlm. 405–411. doi:10.1016/S0022-328X(00)80281-8.
  53. Hart, D. W. Hydrozirconation. Organic Synthesis via Organozirconium Intermediates. Synthesis and Rearrangement of Alkylzirconium(IV) Complexes and Their Reaction with Electrophiles. Journal of the American Chemical Society. 1974. Vol. 96 (26). hlm. 8115–8116. doi:10.1021/ja00833a048.
  54. Zirconium. How Products Are Made. Advameg Inc. 2007.
  55. James B. Hedrick. Metal Prices in the United States through 1998. Survei Geologi Amerika Serikat. 1998. hlm. 175–178.
  56. Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.
  57. Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.
  58. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  59. Fine ceramics – zirconia. Kyocera Inc.
  60. Robert E. Krebs. The History and Use of our Earth's Chemical Elements. Greenwood Press. 1998. hlm. 98–100. ISBN 978-0-313-30123-0.
  61. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  62. Alfred Rogers. Use of Zirconium in the Vacuum Tube. Transactions of the Electrochemical Society. 1946. Vol. 88. hlm. 207. doi:10.1149/1.3071684.
  63. Zirconium Metal: The Magic Industrial Vitamin. Advanced Refractory Metals.
  64. W.A. Ferrando. Processing and use of zirconium based materials. Advanced Materials and Manufacturing Processes. 1988. Vol. 3 (2). hlm. 195–231. doi:10.1080/10426918808953203.
  65. Kosanke, Kenneth L. Journal of Pyrotechnics. 1999. hlm. 49–62. ISBN 978-1-889526-12-6.
  66. Nielsen, Ralph (2005) "Zirconium and Zirconium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Wiley-VCH, Weinheim.
  67. Zirconium. How Products Are Made. Advameg Inc. 2007.
  68. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  69. Albert Stwertka. A Guide to the Elements. Oxford University Press. 1996. hlm. 117–119. ISBN 978-0-19-508083-4.
  70. Arthur T. Motta. Hydrogen in zirconium alloys: A review. Journal of Nuclear Materials. Mei 2019. Vol. 518. hlm. 440–460. doi:10.1016/j.jnucmat.2019.02.042.
  71. Gillon, Luc (1979). Le nucléaire en question, Gembloux Duculot, French edition.
  72. The Fukushima Daiichi accident. International Atomic Energy Agency. 2015. hlm. 37–42. ISBN 978-92-0-107015-9.
  73. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  74. Albert Stwertka. A Guide to the Elements. Oxford University Press. 1996. hlm. 117–119. ISBN 978-0-19-508083-4.
  75. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  76. Stephen Clark. After decades of dreams, a commercial spaceplane is almost ready to fly. Ars Technica. 1 November 2023.
  77. Stephen Clark. After decades of dreams, a commercial spaceplane is almost ready to fly. Ars Technica. 1 November 2023.
  78. ATI Materials. Zircadyne® 702/705 in Hydrogen Peroxide. atimaterials.
  79. Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.
  80. Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.
  81. Ash SR. Sorbents in treatment of uremia: A short history and a great future. 2009 Semin Dial 22: 615–622
  82. Jeroen Peter Kooman. The Revival of Sorbents in Chronic Dialysis Treatment. Seminars in Dialysis. 20 Maret 2024. Vol. 38 (1). hlm. 54–61. doi:10.1111/sdi.13203.
  83. Julie R. Ingelfinger. A New Era for the Treatment of Hyperkalemia?. New England Journal of Medicine. 2015. Vol. 372 (3). hlm. 275–7. doi:10.1056/NEJMe1414112.
  84. Karl Laden. Antiperspirants and Deodorants. CRC Press. 4 Januari 1999. hlm. 137–144. ISBN 978-1-4822-2405-4.
  85. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 506–510. ISBN 978-0-19-850341-5.
  86. Zirconium Fills New Flashbulb. Chemical & Engineering News Archive. 11 November 1957. Vol. 35 (45). hlm. 68–70. doi:10.1021/cen-v035n045.p068.
  87. Abnormal trace metals in man: zirconium. Journal of Chronic Diseases. May 1966. Vol. 19 (5). hlm. 573–586. doi:10.1016/0021-9681(66)90095-6.
  88. Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.
  89. International Chemical Safety Cards. International Labour Organization. Oktober 2004.
  90. Zirconium and its compounds 1999. The MAK Collection for Occupational Health and Safety. 224–236
  91. NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards – Zirconium compounds (as Zr). CDC.
  92. Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.
  93. Lee DBN, Roberts M, Bluchel CG, Odell RA. (2010) Zirconium: Biomedical and nephrological applications. ASAIO J 56(6):550–556.
  94. PubChem. Zirconium, Elemental. Hazardous Substances Data Bank.
  95. The MAK-Collection for Occupational Health and Safety: Annual Thresholds and Classifications for the Workplace. Wiley. November 2002. hlm. 224–236. doi:10.1002/3527600418.mb744067vere0012. ISBN 978-3-527-60041-0.
  96. ANL Human Health Fact Sheet: Zirconium (October 2001). Argonne National Laboratory.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29591714 (2026-08-17T09:47:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.