Protaktinium: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29578567; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Protactinium-233.jpg|thumb|right|280px|Protactinium-233]] | |||
'''Protaktinium''' (sebelumnya '''protoaktinium''') adalah sebuah [[unsur kimia]] [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Pa''' dan [[nomor atom]] 91. Ia adalah logam [[aktinida]] padat berwarna abu-abu keperakan yang mudah bereaksi dengan [[oksigen]], uap air, dan [[asam]] anorganik. Ia membentuk berbagai [[senyawa kimia]] di mana protaktinium biasanya hadir dalam [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +5, tetapi ia juga memiliki keadaan +4 dan bahkan +3 atau +2. Konsentrasi protaktinium di kerak bumi biasanya beberapa bagian per triliun, tetapi dapat mencapai hingga beberapa bagian per juta pada beberapa endapan bijih [[uraninit]]. Karena kelangkaannya, serta radioaktivitasnya dan toksisitasnya yang tinggi, saat ini protaktinium tidak digunakan di luar penelitian ilmiah, dan untuk tujuan ini, protaktinium sebagian besar diekstraksi dari [[bahan bakar nuklir bekas]]. | '''Protaktinium''' (sebelumnya '''protoaktinium''') adalah sebuah [[unsur kimia]] [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Pa''' dan [[nomor atom]] 91. Ia adalah logam [[aktinida]] padat berwarna abu-abu keperakan yang mudah bereaksi dengan [[oksigen]], uap air, dan [[asam]] anorganik. Ia membentuk berbagai [[senyawa kimia]] di mana protaktinium biasanya hadir dalam [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +5, tetapi ia juga memiliki keadaan +4 dan bahkan +3 atau +2. Konsentrasi protaktinium di kerak bumi biasanya beberapa bagian per triliun, tetapi dapat mencapai hingga beberapa bagian per juta pada beberapa endapan bijih [[uraninit]]. Karena kelangkaannya, serta radioaktivitasnya dan toksisitasnya yang tinggi, saat ini protaktinium tidak digunakan di luar penelitian ilmiah, dan untuk tujuan ini, protaktinium sebagian besar diekstraksi dari [[bahan bakar nuklir bekas]]. | ||
Unsur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913 oleh [[Kazimierz Fajans]] dan [[Oswald Helmuth Göhring|Oswald Göhring]] dan diberi nama "brevium" karena [[waktu paruh]] pendek dari [[isotop]] spesifik yang dipelajari, yaitu protaktinium-234. Isotop protaktinium yang lebih stabil, <sup>231</sup>Pa, ditemukan pada 1917/18 oleh [[Lise Meitner]] yang bekerja sama dengan [[Otto Hahn]], dan mereka memilih nama protaktinium. [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]] memilih nama "protaktinium" pada tahun 1949 dan mengukuhkan Hahn dan Meitner sebagai penemunya. Nama baru ini memiliki arti "[[prekursor (kimia)|prekursor]] (nuklir) [[aktinium]]" dan mencerminkan bahwa aktinium adalah [[produk peluruhan]] radioaktif protaktinium. [[John Arnold Cranston|John Cranston]] (bekerja dengan [[Frederick Soddy]] dan [[Ada Hitchins]]) juga dikreditkan dengan menemukan isotop protaktinium paling stabil pada tahun 1915, tetapi menunda pengumumannya karena dia dipanggil untuk bertugas pada [[Perang Dunia I|Perang Dunia Pertama]]. | Unsur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913 oleh [[Kazimierz Fajans]] dan [[Oswald Helmuth Göhring|Oswald Göhring]] dan diberi nama "brevium" karena [[waktu paruh]] pendek dari [[isotop]] spesifik yang dipelajari, yaitu protaktinium-234. Isotop protaktinium yang lebih stabil, <sup>231</sup>Pa, ditemukan pada 1917/18 oleh [[Lise Meitner]] yang bekerja sama dengan [[Otto Hahn]], dan mereka memilih nama protaktinium.<ref>[https://onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1002/bbpc.19180241107 Meitner, L. (1918) Die Muttersubstanz des Actiniums, ein Neues Radioaktives Element von Langer Lebensdauer]. ''Zeitschrift für Elektrochemie und angewandte physikalische Chemie'' 24: 169-173.</ref> [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]] memilih nama "protaktinium" pada tahun 1949 dan mengukuhkan Hahn dan Meitner sebagai penemunya. Nama baru ini memiliki arti "[[prekursor (kimia)|prekursor]] (nuklir)<ref>http://hpschapters.org/northcarolina/NSDS/Protactinium.pdf</ref> [[aktinium]]" dan mencerminkan bahwa aktinium adalah [[produk peluruhan]] radioaktif protaktinium. [[John Arnold Cranston|John Cranston]] (bekerja dengan [[Frederick Soddy]] dan [[Ada Hitchins]]) juga dikreditkan dengan menemukan isotop protaktinium paling stabil pada tahun 1915, tetapi menunda pengumumannya karena dia dipanggil untuk bertugas pada [[Perang Dunia I|Perang Dunia Pertama]].<ref>[http://www.universitystory.gla.ac.uk/biography/?id=WH3023&type=P John Arnold Cranston] . Universitas Glasgow</ref> | ||
[[Isotop]] protaktinium yang paling lama hidup dan paling melimpah (hampir 100%) secara alami, protaktinium-231, memiliki [[waktu paruh]] 32.760 tahun dan merupakan produk peluruhan [[uranium-235]]. Jumlah renik yang jauh lebih kecil dari protaktinium-234 dan [[isomer nuklir]]nya protaktinium-234m berumur pendek terjadi dalam rantai peluruhan [[uranium-238]]. Protaktinium-233 dihasilkan dari peluruhan [[torium]]-233 sebagai bagian dari rangkaian peristiwa yang digunakan untuk menghasilkan [[uranium-233]] melalui penyinaran neutron terhadap torium-232. Ia adalah produk intermediat yang tidak diinginkan dalam [[reaktor nuklir]] berbasis torium dan karena itu ia dikeluarkan dari zona aktif reaktor selama proses pembiakan. Ilmu kelautan memanfaatkan unsur ini untuk memahami lautan purba. Analisis konsentrasi relatif berbagai isotop uranium, torium, dan protaktinium dalam air dan mineral digunakan dalam [[penanggalan radiometrik]] [[sedimen]] yang berusia hingga 175.000 tahun dan dalam pemodelan berbagai proses geologis. | [[Isotop]] protaktinium yang paling lama hidup dan paling melimpah (hampir 100%) secara alami, protaktinium-231, memiliki [[waktu paruh]] 32.760 tahun dan merupakan produk peluruhan [[uranium-235]]. Jumlah renik yang jauh lebih kecil dari protaktinium-234 dan [[isomer nuklir]]nya protaktinium-234m berumur pendek terjadi dalam rantai peluruhan [[uranium-238]]. Protaktinium-233 dihasilkan dari peluruhan [[torium]]-233 sebagai bagian dari rangkaian peristiwa yang digunakan untuk menghasilkan [[uranium-233]] melalui penyinaran neutron terhadap torium-232. Ia adalah produk intermediat yang tidak diinginkan dalam [[reaktor nuklir]] berbasis torium dan karena itu ia dikeluarkan dari zona aktif reaktor selama proses pembiakan. Ilmu kelautan memanfaatkan unsur ini untuk memahami lautan purba. Analisis konsentrasi relatif berbagai isotop uranium, torium, dan protaktinium dalam air dan mineral digunakan dalam [[penanggalan radiometrik]] [[sedimen]] yang berusia hingga 175.000 tahun dan dalam pemodelan berbagai proses geologis.<ref>Negre, César dkk. “Reversed flow of Atlantic deep water during the Last Glacial Maximum.” ''Nature'', vol. 468,7320 (2010): 84-8. doi:10.1038/nature09508</ref> | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Pada tahun 1871, [[Dmitri Mendeleev]] [[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|meramalkan]] adanya unsur antara [[torium]] dan [[uranium]].<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 347–349]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Deret aktinida tidak diketahui pada saat itu. Oleh karena itu, uranium ditempatkan di bawah [[wolfram]] di golongan VI, dan torium di bawah [[zirkonium]] di golongan IV, meninggalkan ruang kosong di bawah [[tantalum]] di golongan V; sampai penerimaan [[konsep aktinida]] pada akhir 1940-an, [[tabel periodik]] diterbitkan dengan struktur ini.<ref>Laing, Michael. ''A Revised Periodic Table: With the Lanthanides Repositioned''. ''Foundations of Chemistry''. 2005. Vol. 7 (3). hlm. 203. doi:10.1007/s10698-004-5959-9.</ref> Untuk waktu yang lama, para kimiawan mencari eka-tantalum sebagai unsur dengan sifat kimia yang mirip dengan tantalum, membuat penemuan protaktinium hampir mustahil. Analog tantalum yang lebih berat kemudian ditemukan sebagai [[unsur transuranium]] [[dubnium]] – yang, bagaimanapun, tidak bereaksi seperti tantalum, tetapi seperti protaktinium.<ref>Sophie Fessl. [https://daily.jstor.org/how-far-does-the-periodic-table-go/ How Far Does the Periodic Table Go?]. JSTOR. 2 Januari 2019.</ref> | |||
Pada tahun | Pada tahun 1900, [[William Crookes]] mengisolasi protaktinium sebagai bahan radioaktif yang sangat kuat dari uranium; namun, dia tidak dapat mengarakterisasinya sebagai unsur kimia baru dan dengan demikian menamainya uranium-X (UX).<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 347–349]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref><ref>National Research Council (U.S.). Conference on Glossary of Terms in Nuclear Science and Technology. [https://books.google.com/books?id=-zgrAAAAYAAJ&pg=PA180 A Glossary of Terms in Nuclear Science and Technology]. American Society of Mechanical Engineers. 1957. hlm. 180.</ref><ref>W. Crookes. [https://books.google.com/books?id=hmZDAAAAYAAJ&pg=PA409-IA6 Radio-Activity of Uranium]. ''Proceedings of the Royal Society of London''. 1899. Vol. 66 (424–433). hlm. 409–423. doi:10.1098/rspl.1899.0120.</ref> Crookes melarutkan [[uranil nitrat|uranium nitrat]] dalam [[dietil eter|eter]], dan fase berair residual mengandung sebagian besar dan . Metode ini masih digunakan pada tahun 1950-an untuk mengisolasi dan dari senyawa uranium.<ref>Sven Johansson. ''Decay of UX1, UX2, and UZ''. ''Physical Review''. 1954. Vol. 96 (4). hlm. 1075–1080. doi:10.1103/PhysRev.96.1075.</ref> Protaktinium pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913, ketika [[Kazimierz Fajans|Kasimir Fajans]] dan [[Oswald Helmuth Göhring|Oswald Göhring]] menemukan isotop <sup>234</sup>Pa selama studi mereka mengenai [[Deret radioaktif|rantai peluruhan]] [[uranium-238]]: → → → . Mereka menamai unsur baru ini "[[Isotop protaktinium#Protaktinium-234m|brevium]]" (dari kata Latin, ''brevis'', yang berarti singkat atau pendek) karena waktu paruhnya yang singkat, 6,7 jam untuk .<ref>Greenwood, hlm. 1250</ref><ref>Greenwood, hlm. 1254</ref><ref>Fajans, K. [http://www.digizeitschriften.de/no_cache/home/jkdigitools/loader/?tx_jkDigiTools_pi1%5BIDDOC%5D=201162&tx_jkDigiTools_pi1%5Bpp%5D=425 Über die komplexe Natur des Ur X]. ''Naturwissenschaften''. 1913. Vol. 1 (14). hlm. 339. doi:10.1007/BF01495360.</ref><ref>Fajans, K. ''Über das Uran X 2 -das neue Element der Uranreihe''. ''Physikalische Zeitschrift''. 1913. Vol. 14. hlm. 877–84.</ref><ref>Eric Scerri, ''A tale of seven elements,'' (Oxford University Press 2013) , hlm.67–74</ref> Pada tahun 1917/18, dua kelompok ilmuwan, [[Lise Meitner]] yang bekerja sama dengan [[Otto Hahn]] dari [[Jerman]] serta [[Frederick Soddy]] dan John Cranston dari [[Pulau Britania Raya|Britania Raya]], secara terpisah menemukan isotop protaktinium lain, <sup>231</sup>Pa, yang memiliki waktu paruh lebih lama, sekitar 33.000 tahun.<ref>[https://onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1002/bbpc.19180241107 Meitner, L. (1918) Die Muttersubstanz des Actiniums, ein Neues Radioaktives Element von Langer Lebensdauer]. ''Zeitschrift für Elektrochemie und angewandte physikalische Chemie'' 24: 169-173.</ref><ref>Eric Scerri, ''A tale of seven elements,'' (Oxford University Press 2013) , hlm.67–74</ref><ref>[https://royalsocietypublishing.org/doi/pdf/10.1098/rspa.1918.0025 Soddy, F., Cranston, J.F. (1918) The parent of actinium]. Proceedings of the Royal Society A – Mathematical, Physical and Engineering Sciences 94: 384-403.</ref> Dengan demikian, nama "brevium" diubah menjadi ''protaktinium''<ref>[https://onlinelibrary.wiley.com/doi/epdf/10.1002/bbpc.19180241107 Meitner, L. (1918) Die Muttersubstanz des Actiniums, ein Neues Radioaktives Element von Langer Lebensdauer]. ''Zeitschrift für Elektrochemie und angewandte physikalische Chemie'' 24: 169-173.</ref> karena unsur baru tersebut merupakan bagian dari rantai peluruhan uranium-235 sebagai induk dari aktinium (dari ''prôtos'' "pertama, sebelum"). [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]] mengonfirmasi penamaan ini pada tahun 1949.<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref><ref>Greenwood, hlm. 1251</ref> Penemuan protaktinium menyelesaikan salah satu celah terakhir dalam versi awal tabel periodik, yang diusulkan oleh Mendeleev pada tahun 1869, dan membuat para ilmuwan yang terlibat menjadi terkenal.<ref>Shea, William R. (1983) [https://books.google.com/books?id=W7xyvXc-hgEC&pg=PA213 Otto Hahn and the rise of nuclear physics], Springer, hlm. 213, .</ref> | ||
[[Aristid von Grosse]] memroduksi 2 miligram Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub> pada tahun 1927,<ref>von Grosse, Aristid. ''Das Element 91; seine Eigenschaften und seine Gewinnung''. ''Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft''. 1928. Vol. 61 (1). hlm. 233–245. doi:10.1002/cber.19280610137.</ref> dan pada tahun 1934 pertama kali mengisolasi protaktinium elemental dari 0,1 miligram Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub>.<ref>G. Graue. ''Die technische Gewinnung des Protactiniums''. ''Angewandte Chemie''. 1934. Vol. 47 (37). hlm. 650–653. doi:10.1002/ange.19340473706.</ref> Dia menggunakan dua prosedur berbeda: yang pertama, protaktinium oksida disinari oleh elektron 35 keV dalam ruang hampa. Dalam metode lain, yang disebut [[proses van Arkel–de Boer]], oksida itu diubah secara kimiawi menjadi [[halida]] ([[klorida]], [[bromida]], atau [[iodida]]) dan kemudian direduksi dalam ruang hampa dengan filamen logam yang dipanaskan secara elektrik:<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref><ref>A. V. Grosse. ''Metallic Element 91''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1934. Vol. 56 (10). hlm. 2200–2201. doi:10.1021/ja01325a508.</ref> | |||
[[Aristid von Grosse]] memroduksi 2 miligram Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub> pada tahun 1927, dan pada tahun 1934 pertama kali mengisolasi protaktinium elemental dari 0,1 miligram Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub>. Dia menggunakan dua prosedur berbeda: yang pertama, protaktinium oksida disinari oleh elektron 35 keV dalam ruang hampa. Dalam metode lain, yang disebut [[proses van Arkel–de Boer]], oksida itu diubah secara kimiawi menjadi [[halida]] ([[klorida]], [[bromida]], atau [[iodida]]) dan kemudian direduksi dalam ruang hampa dengan filamen logam yang dipanaskan secara elektrik: | |||
: 2 PaI<sub>5</sub> → 2 Pa + 5 I<sub>2</sub> | : 2 PaI<sub>5</sub> → 2 Pa + 5 I<sub>2</sub> | ||
Pada tahun 1961, [[Otoritas Energi Atom Britania Raya]] (UKAEA) memroduksi 127 gram protaktinium-231 murni 99,9% dengan mengolah 60 ton bahan limbah dalam proses 12 tahap, dengan biaya sekitar AS$500.000. Selama bertahun-tahun, ini adalah satu-satunya pasokan protaktinium yang signifikan di dunia, yang diberikan ke berbagai laboratorium untuk studi ilmiah. [[Laboratorium Nasional Oak Ridge]] di A.S. menyediakan protaktinium dengan biaya sekitar AS$280/gram. | Pada tahun 1961, [[Otoritas Energi Atom Britania Raya]] (UKAEA) memroduksi 127 gram protaktinium-231 murni 99,9% dengan mengolah 60 ton bahan limbah dalam proses 12 tahap, dengan biaya sekitar AS$500.000.<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref><ref>B. F. Myasoedov. ''The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements''. ''The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements''. Springer. 2006. doi:10.1007/978-94-007-0211-0. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref> Selama bertahun-tahun, ini adalah satu-satunya pasokan protaktinium yang signifikan di dunia, yang diberikan ke berbagai laboratorium untuk studi ilmiah.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 347–349]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> [[Laboratorium Nasional Oak Ridge]] di A.S. menyediakan protaktinium dengan biaya sekitar AS$280/gram.<ref>[https://periodic.lanl.gov/91.shtml Periodic Table of Elements: Protactinium]. Laboratorium Nasional Los Alamos.</ref> | ||
==Isotop== | ==Isotop== | ||
Dua puluh sembilan [[radionuklida|radioisotop]] protaktinium telah ditemukan, yang paling stabil adalah <sup>231</sup>Pa dengan [[waktu paruh]] 32.760 tahun, <sup>233</sup>Pa dengan waktu paruh 27 hari, dan <sup>230</sup>Pa dengan waktu paruh 17,4 hari. Semua isotop yang tersisa memiliki waktu paruh lebih pendek dari 1,6 hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 1,8 detik. Protaktinium juga memiliki dua [[isomer nuklir]], <sup>217m</sup>Pa (waktu paruh 1,2 milidetik) dan <sup>234m</sup>Pa (waktu paruh 1,17 menit).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protaktinium&oldid=29578567 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama untuk isotop yang paling stabil, <sup>231</sup>Pa, dan yang lebih ringan (<sup>211</sup>Pa hingga <sup>231</sup>Pa) adalah [[peluruhan alfa]], menghasilkan [[isotop aktinium]]. Mode utama untuk isotop yang lebih berat (<sup>232</sup>Pa hingga <sup>239</sup>Pa) adalah [[peluruhan beta]], menghasilkan [[isotop uranium]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protaktinium&oldid=29578567 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama untuk isotop yang paling stabil, <sup>231</sup>Pa, dan yang lebih ringan (<sup>211</sup>Pa hingga <sup>231</sup>Pa) adalah [[peluruhan alfa]], menghasilkan [[isotop aktinium]]. Mode utama untuk isotop yang lebih berat (<sup>232</sup>Pa hingga <sup>239</sup>Pa) adalah [[peluruhan beta]], menghasilkan [[isotop uranium]]. | |||
===Fisi nuklir=== | ===Fisi nuklir=== | ||
Isotop berumur paling panjang dan paling melimpah, <sup>231</sup>Pa, dapat difisi dari [[Suhu neutron#Cepat|neutron cepat]] melebihi ~1 M[[Elektronvolt|eV]]. <sup>233</sup>Pa, isotop lain dari protaktinium yang diproduksi dalam reaktor nuklir, juga memiliki ambang fisi 1 MeV. | Isotop berumur paling panjang dan paling melimpah, <sup>231</sup>Pa, dapat difisi dari [[Suhu neutron#Cepat|neutron cepat]] melebihi ~1 M[[Elektronvolt|eV]].<ref>A. v. Grosse. [https://journals.aps.org/pr/pdf/10.1103/PhysRev.56.382 The Fission of Protactinium (Element 91)]. ''Physical Review''. 15 August 1939. Vol. 56 (4). hlm. 382. doi:10.1103/PhysRev.56.382.</ref> <sup>233</sup>Pa, isotop lain dari protaktinium yang diproduksi dalam reaktor nuklir, juga memiliki ambang fisi 1 MeV.<ref>F. Tovesson. [https://www.tandfonline.com/doi/pdf/10.1080/00223131.2002.10875076 The Pa-233 Fission Cross Section]. ''Journal of Nuclear Science and Technology''. Agustus 2002. Vol. 39 (sup2). hlm. 210–213. doi:10.1080/00223131.2002.10875076.</ref> | ||
==Keterjadian== | ==Keterjadian== | ||
Protaktinium adalah salah satu unsur alami yang paling langka dan paling mahal. Ia ditemukan dalam bentuk dua isotop – <sup>231</sup>Pa dan <sup>234</sup>Pa, dengan isotop <sup>234</sup>Pa terjadi dalam dua keadaan energi yang berbeda. Hampir semua protaktinium alami adalah protaktinium-231. Ia adalah [[Partikel alfa|pemancar alfa]] dan dibentuk oleh peluruhan uranium-235, sedangkan protaktinium-234 yang [[partikel beta|memancarkan beta]] dihasilkan sebagai hasil [[:Berkas:Decay chain(4n+2, Uranium series).PNG|peluruhan uranium-238]]. Hampir semua uranium-238 (99,8%) meluruh terlebih dahulu menjadi isomer <sup>234m</sup>Pa yang berumur lebih pendek. | Protaktinium adalah salah satu unsur alami yang paling langka dan paling mahal. Ia ditemukan dalam bentuk dua isotop – <sup>231</sup>Pa dan <sup>234</sup>Pa, dengan isotop <sup>234</sup>Pa terjadi dalam dua keadaan energi yang berbeda. Hampir semua protaktinium alami adalah protaktinium-231. Ia adalah [[Partikel alfa|pemancar alfa]] dan dibentuk oleh peluruhan uranium-235, sedangkan protaktinium-234 yang [[partikel beta|memancarkan beta]] dihasilkan sebagai hasil [[:Berkas:Decay chain(4n+2, Uranium series).PNG|peluruhan uranium-238]]. Hampir semua uranium-238 (99,8%) meluruh terlebih dahulu menjadi isomer <sup>234m</sup>Pa yang berumur lebih pendek.<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/protactinium.pdf Protaktinium] , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005</ref> | ||
Protaktinium terjadi dalam [[uraninit]] (''pitchblende'') pada konsentrasi sekitar 0,3–3 [[Notasi bagian per|bagian]] <sup>231</sup>Pa per juta bagian (ppm) bijih. Meskipun konten biasa mendekati 0,3 ppm (misalnya di [[Jáchymov]], [[Ceko|Republik Ceko]]), beberapa bijih dari [[Republik Demokratik Kongo]] memiliki sekitar 3 ppm. Protaktinium tersebar secara homogen di sebagian besar bahan alami dan di air, tetapi pada konsentrasi yang jauh lebih rendah sekitar satu bagian per triliun, yang sesuai dengan radioaktivitasnya sebesar 0,1 pCi/g. Ada sekitar 500 kali lebih banyak protaktinium dalam partikel tanah berpasir daripada dalam air, bahkan air yang ada dalam sampel tanah yang sama. Rasio yang jauh lebih tinggi dari 2.000 ke atas diukur dalam tanah [[geluh]] dan lempung, seperti [[bentonit]]. | Protaktinium terjadi dalam [[uraninit]] (''pitchblende'') pada konsentrasi sekitar 0,3–3 [[Notasi bagian per|bagian]] <sup>231</sup>Pa per juta bagian (ppm) bijih.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 347–349]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Meskipun konten biasa mendekati 0,3 ppm<ref>Articles "Protactinium" and "Protactinium-231 – thorium-230 dating" in Encyclopædia Britannica, edisi ke-15, 1995, hlm. 737</ref> (misalnya di [[Jáchymov]], [[Ceko|Republik Ceko]]<ref>A. V. Grosse. ''The Isolation of 0.1 Gram of the Oxide of Element 91 (Protactinium)''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1934. Vol. 56 (10). hlm. 2200. doi:10.1021/ja01325a507.</ref>), beberapa bijih dari [[Republik Demokratik Kongo]] memiliki sekitar 3 ppm.<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref> Protaktinium tersebar secara homogen di sebagian besar bahan alami dan di air, tetapi pada konsentrasi yang jauh lebih rendah sekitar satu bagian per triliun, yang sesuai dengan radioaktivitasnya sebesar 0,1 pCi/g. Ada sekitar 500 kali lebih banyak protaktinium dalam partikel tanah berpasir daripada dalam air, bahkan air yang ada dalam sampel tanah yang sama. Rasio yang jauh lebih tinggi dari 2.000 ke atas diukur dalam tanah [[geluh]] dan lempung, seperti [[bentonit]].<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/protactinium.pdf Protaktinium] , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005</ref><ref>Cornelis, Rita (2005) [https://books.google.com/books?id=1PmjurlE6KkC&pg=PA520 Handbook of elemental speciation II: species in the environment, food, medicine & occupational health, Vol. 2], John Wiley and Sons, hlm. 520–521, .</ref> | ||
===Dalam reaktor nuklir=== | ===Dalam reaktor nuklir=== | ||
Dua isotop protaktinium utama, <sup>231</sup>Pa dan <sup>233</sup>Pa, dihasilkan dari torium dalam [[reaktor nuklir]]; keduanya tidak diinginkan dan biasanya dihilangkan, sehingga menambah kerumitan desain dan operasi reaktor. Secara khusus, <sup>232</sup>Th melalui reaksi (''n'',2''n'') menghasilkan <sup>231</sup>Th yang dengan cepat (waktu paruh 25,5 jam) meluruh menjadi <sup>231</sup>Pa. Isotop terakhir, meski bukan limbah transuranik, memiliki waktu paruh yang panjang selama 32.760 tahun dan merupakan kontributor utama [[Radiasi pengion#Efek kesehatan|radiotoksisitas]] jangka panjang dari bahan bakar nuklir bekas. | Dua isotop protaktinium utama, <sup>231</sup>Pa dan <sup>233</sup>Pa, dihasilkan dari torium dalam [[reaktor nuklir]]; keduanya tidak diinginkan dan biasanya dihilangkan, sehingga menambah kerumitan desain dan operasi reaktor. Secara khusus, <sup>232</sup>Th melalui reaksi (''n'',2''n'') menghasilkan <sup>231</sup>Th yang dengan cepat (waktu paruh 25,5 jam) meluruh menjadi <sup>231</sup>Pa. Isotop terakhir, meski bukan limbah transuranik, memiliki waktu paruh yang panjang selama 32.760 tahun dan merupakan kontributor utama [[Radiasi pengion#Efek kesehatan|radiotoksisitas]] jangka panjang dari bahan bakar nuklir bekas.<ref>Groult, Henri (2005) [https://books.google.com/books?id=dR2DA50PUV4C&pg=PA562 Fluorinated materials for energy conversion], Elsevier, hlm. 562–565, .</ref> | ||
Protaktinium-233 terbentuk setelah [[Tangkapan neutron|penangkapan neutron]] oleh <sup>232</sup>Th. Ia selanjutnya meluruh menjadi uranium-233 atau menangkap neutron lain dan mengubahnya menjadi uranium-234 nonfisil. <sup>233</sup>Pa memiliki waktu paruh yang relatif panjang yaitu 27 hari dan [[penampang lintang (fisika)|penampang lintang]] yang tinggi untuk penangkapan neutron (disebut "[[racun neutron]]"). Jadi, alih-alih meluruh dengan cepat menjadi <sup>233</sup>U yang berguna, sebagian kecil <sup>233</sup>Pa yang signifikan diubah menjadi isotop nonfisil dan mengonsumsi neutron, menurunkan [[ekonomi neutron|efisiensi reaktor]]. Untuk menghindari hal ini, <sup>233</sup>Pa diekstraksi dari zona aktif [[reaktor garam cair]] torium selama pengoperasiannya, sehingga hanya meluruh menjadi <sup>233</sup>U. Hal ini dicapai dengan menggunakan kolom [[bismut]] cair setinggi beberapa meter dengan [[litium]] terlarut di dalamnya. Dalam skenario yang disederhanakan, litium secara selektif mereduksi garam protaktinium menjadi logam protaktinium yang kemudian diekstraksi dari siklus garam cair, dan bismut hanyalah pembawa. Ia dipilih karena [[titik lebur]]nya yang rendah (271 °C), tekanan uapnya yang rendah, kelarutannya yang baik untuk litium dan aktinida, dan ia tidak bercampur dengan [[halida]] cair. | Protaktinium-233 terbentuk setelah [[Tangkapan neutron|penangkapan neutron]] oleh <sup>232</sup>Th. Ia selanjutnya meluruh menjadi uranium-233 atau menangkap neutron lain dan mengubahnya menjadi uranium-234 nonfisil.<ref>Hébert, Alain. [https://books.google.com/books?id=sibA5ECQ8LoC&pg=PA265 Applied Reactor Physics]. Presses inter Polytechnique. July 2009. hlm. 265. ISBN 978-2-553-01436-9.</ref> <sup>233</sup>Pa memiliki waktu paruh yang relatif panjang yaitu 27 hari dan [[penampang lintang (fisika)|penampang lintang]] yang tinggi untuk penangkapan neutron (disebut "[[racun neutron]]"). Jadi, alih-alih meluruh dengan cepat menjadi <sup>233</sup>U yang berguna, sebagian kecil <sup>233</sup>Pa yang signifikan diubah menjadi isotop nonfisil dan mengonsumsi neutron, menurunkan [[ekonomi neutron|efisiensi reaktor]]. Untuk menghindari hal ini, <sup>233</sup>Pa diekstraksi dari zona aktif [[reaktor garam cair]] torium selama pengoperasiannya, sehingga hanya meluruh menjadi <sup>233</sup>U. Hal ini dicapai dengan menggunakan kolom [[bismut]] cair setinggi beberapa meter dengan [[litium]] terlarut di dalamnya. Dalam skenario yang disederhanakan, litium secara selektif mereduksi garam protaktinium menjadi logam protaktinium yang kemudian diekstraksi dari siklus garam cair, dan bismut hanyalah pembawa. Ia dipilih karena [[titik lebur]]nya yang rendah (271 °C), tekanan uapnya yang rendah, kelarutannya yang baik untuk litium dan aktinida, dan ia tidak bercampur dengan [[halida]] cair.<ref>Groult, Henri (2005) [https://books.google.com/books?id=dR2DA50PUV4C&pg=PA562 Fluorinated materials for energy conversion], Elsevier, hlm. 562–565, .</ref> | ||
==Persiapan== | ==Persiapan== | ||
Sebelum munculnya [[reaktor nuklir]], protaktinium dipisahkan untuk percobaan ilmiah dari bijih uranium. Saat ini, ia sebagian besar diproduksi sebagai produk intermediat [[fisi nuklir]] dalam reaktor suhu tinggi torium (waktu yang diberikan adalah waktu paruh): | Sebelum munculnya [[reaktor nuklir]], protaktinium dipisahkan untuk percobaan ilmiah dari bijih uranium. Saat ini, ia sebagian besar diproduksi sebagai produk intermediat [[fisi nuklir]] dalam reaktor suhu tinggi torium (waktu yang diberikan adalah waktu paruh): | ||
| Baris 38: | Baris 37: | ||
Isotop protaktinium-231 dapat dibuat dengan meradiasi torium-230 dengan [[Suhu neutron#Lambat|neutron lambat]], mengubahnya menjadi torium-231 yang mengalami peluruhan beta, atau dengan menyinari torium-232 dengan [[Suhu neutron#Cepat|neutron cepat]], menghasilkan torium-231 dan 2 neutron. | Isotop protaktinium-231 dapat dibuat dengan meradiasi torium-230 dengan [[Suhu neutron#Lambat|neutron lambat]], mengubahnya menjadi torium-231 yang mengalami peluruhan beta, atau dengan menyinari torium-232 dengan [[Suhu neutron#Cepat|neutron cepat]], menghasilkan torium-231 dan 2 neutron. | ||
Logam protaktinium dapat dibuat dengan mereduksi [[fluorida]]nya dengan [[kalsium]], [[litium]] atau [[barium]] pada suhu 1300–1400 °C. | Logam protaktinium dapat dibuat dengan mereduksi [[fluorida]]nya dengan [[kalsium]],<ref>J. A. C. Marples. ''On the thermal expansion of protactinium metal''. ''Acta Crystallographica''. 1965. Vol. 18 (4). hlm. 815–817. doi:10.1107/S0365110X65001871.</ref> [[litium]] atau [[barium]] pada suhu 1300–1400 °C.<ref>Fowler, R. D. [https://archive.org/details/sim_physical-review-letters_1965-11-29_15_22/page/n21 Superconductivity of Protactinium]. ''Physical Review Letters''. 1965. Vol. 15 (22). hlm. 860. doi:10.1103/PhysRevLett.15.860.</ref><ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | ||
==Sifat fisik dan kimia== | ==Sifat fisik dan kimia== | ||
Protaktinium adalah sebuah [[aktinida]] yang terletak pada [[tabel periodik]] di sebelah kiri [[uranium]] dan di sebelah kanan [[torium]], dan banyak sifat fisiknya berada di antara kedua aktinida tersebut. Jadi, protaktinium lebih padat dan kaku dari torium tetapi lebih ringan dari uranium, dan [[titik lebur]]nya lebih rendah dari torium dan lebih tinggi dari uranium. [[Pemuaian|Ekspansi termal]], [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|konduktivitas listrik]] dan [[konduktivitas termal|termal]] dari ketiga unsur ini sebanding dan tipikal [[logam miskin|logam pascatransisi]]. Perkiraan [[modulus geser]] protaktinium mirip dengan [[titanium]]. Protaktinium adalah logam dengan kilau abu-abu keperakan yang diawetkan untuk beberapa waktu di udara. Protaktinium mudah bereaksi dengan [[oksigen]], uap air, dan asam, tetapi tidak dengan alkali. | Protaktinium adalah sebuah [[aktinida]] yang terletak pada [[tabel periodik]] di sebelah kiri [[uranium]] dan di sebelah kanan [[torium]], dan banyak sifat fisiknya berada di antara kedua aktinida tersebut. Jadi, protaktinium lebih padat dan kaku dari torium tetapi lebih ringan dari uranium, dan [[titik lebur]]nya lebih rendah dari torium dan lebih tinggi dari uranium. [[Pemuaian|Ekspansi termal]], [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|konduktivitas listrik]] dan [[konduktivitas termal|termal]] dari ketiga unsur ini sebanding dan tipikal [[logam miskin|logam pascatransisi]]. Perkiraan [[modulus geser]] protaktinium mirip dengan [[titanium]].<ref>Seitz, Frederick dan Turnbull, David (1964) [https://books.google.com/books?id=F9V3a-0V3r8C&pg=PA289 Solid state physics: advances in research and applications], Academic Press, hlm. 289–291, .</ref> Protaktinium adalah logam dengan kilau abu-abu keperakan yang diawetkan untuk beberapa waktu di udara.<ref>Hammond, C. R. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref><ref>B. F. Myasoedov. ''The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements''. ''The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements''. Springer. 2006. doi:10.1007/978-94-007-0211-0. ISBN 978-1-4020-3555-5.</ref> Protaktinium mudah bereaksi dengan [[oksigen]], uap air, dan asam, tetapi tidak dengan alkali.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 347–349]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> | ||
Pada suhu kamar, protaktinium mengkristal dalam struktur [[Sistem kristal tetragon|tetragon]] berpusat-badan yang dapat dianggap sebagai kisi kubus berpusat-badan (''bcc'') yang terdistorsi; struktur ini tidak berubah pada kompresi hingga 53 GPa. Strukturnya berubah menjadi kubus berpusat-muka (''fcc'') setelah didinginkan dari suhu tinggi, sekitar 1200 °C. Koefisien ekspansi termal fase tetragon antara suhu kamar dan 700 °C adalah 9,9/°C. | Pada suhu kamar, protaktinium mengkristal dalam struktur [[Sistem kristal tetragon|tetragon]] berpusat-badan yang dapat dianggap sebagai kisi kubus berpusat-badan (''bcc'') yang terdistorsi; struktur ini tidak berubah pada kompresi hingga 53 GPa. Strukturnya berubah menjadi kubus berpusat-muka (''fcc'') setelah didinginkan dari suhu tinggi, sekitar 1200 °C.<ref>J. A. C. Marples. ''On the thermal expansion of protactinium metal''. ''Acta Crystallographica''. 1965. Vol. 18 (4). hlm. 815–817. doi:10.1107/S0365110X65001871.</ref><ref>Young, David A. (1991) [https://books.google.com/books?id=F2HVYh6wLBcC&pg=PA222 Diagram fase unsur kimia], University of California Press, hlm. 222, .</ref> Koefisien ekspansi termal fase tetragon antara suhu kamar dan 700 °C adalah 9,9/°C.<ref>J. A. C. Marples. ''On the thermal expansion of protactinium metal''. ''Acta Crystallographica''. 1965. Vol. 18 (4). hlm. 815–817. doi:10.1107/S0365110X65001871.</ref> | ||
Protaktinium bersifat [[paramagnetisme|paramagnetik]] dan tidak ada transisi magnetik yang diketahui pada suhu berapa pun. Ia menjadi [[Superkonduktivitas|superkonduktif]] pada suhu di bawah 1,4 K. Protaktinium tetraklorida bersifat paramagnetik pada suhu kamar tetapi berubah menjadi [[feromagnetisme|feromagnetik]] saat didinginkan hingga 182 K. | Protaktinium bersifat [[paramagnetisme|paramagnetik]] dan tidak ada transisi magnetik yang diketahui pada suhu berapa pun.<ref>Buschow, K. H. J. (2005) [https://books.google.com/books?id=N9mvytGEBtwC&pg=PA129 Ensiklopedia ringkas bahan magnetik dan superkonduktor], Elsevier, hlm. 129–130, .</ref> Ia menjadi [[Superkonduktivitas|superkonduktif]] pada suhu di bawah 1,4 K.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/347 347–349]. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref><ref>Fowler, R. D. [https://archive.org/details/sim_physical-review-letters_1965-11-29_15_22/page/n21 Superconductivity of Protactinium]. ''Physical Review Letters''. 1965. Vol. 15 (22). hlm. 860. doi:10.1103/PhysRevLett.15.860.</ref> Protaktinium tetraklorida bersifat paramagnetik pada suhu kamar tetapi berubah menjadi [[feromagnetisme|feromagnetik]] saat didinginkan hingga 182 K.<ref>M. E. Hendricks. ''Magnetic Properties of Protactinium Tetrachloride''. ''Journal of Chemical Physics''. 1971. Vol. 55 (6). hlm. 2993–2997. doi:10.1063/1.1676528.</ref> | ||
Protaktinium eksis dalam dua [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] utama, +4 dan +5, baik dalam padatan maupun larutan, dan keadaan +3 dan +2 diamati dalam beberapa fase padat. Karena konfigurasi elektron atom netral protaktinium adalah [Rn]5f<sup>2</sup>6d<sup>1</sup>7s<sup>2</sup>, keadaan oksidasi +5 sesuai dengan konfigurasi 5f<sup>0</sup> berenergi rendah (dan dengan demikian disukai). Keadaan +4 dan +5 dengan mudah membentuk [[hidroksida]] dalam air dengan ion utamanya adalah Pa(OH)<sup>3+</sup>, , , dan Pa(OH)<sub>4</sub>, semuanya nirwarna. Ion protaktinium lain yang dikenal meliputi , , PaF<sup>3+</sup>, , , , dan . | Protaktinium eksis dalam dua [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] utama, +4 dan +5, baik dalam padatan maupun larutan, dan keadaan +3 dan +2 diamati dalam beberapa fase padat. Karena konfigurasi elektron atom netral protaktinium adalah [Rn]5f<sup>2</sup>6d<sup>1</sup>7s<sup>2</sup>, keadaan oksidasi +5 sesuai dengan konfigurasi 5f<sup>0</sup> berenergi rendah (dan dengan demikian disukai). Keadaan +4 dan +5 dengan mudah membentuk [[hidroksida]] dalam air dengan ion utamanya adalah Pa(OH)<sup>3+</sup>, , , dan Pa(OH)<sub>4</sub>, semuanya nirwarna.<ref>Greenwood, hlm. 1265</ref> Ion protaktinium lain yang dikenal meliputi , , PaF<sup>3+</sup>, , , , dan .<ref>Greenwood, hlm. 1275</ref><ref>L. B. Asprey. ''Synthesis and X-Ray Properties of Alkali Fluoride-Protactinium Pentafluoride Complexes''. ''Inorganic Chemistry''. 1966. Vol. 5 (4). hlm. 659. doi:10.1021/ic50038a034.</ref> | ||
==Senyawa kimia== | ==Senyawa kimia== | ||
{| Class = "wikitable" style = "text-align: center" | |||
! Rumus | |||
! warma | |||
! simetri | |||
! [[grup ruang]] | |||
! No | |||
! [[Simbol Pearson|lambang Pearson]] | |||
! ''a'' (pm) | |||
! ''b'' (pm) | |||
! ''c'' (pm) | |||
! ''Z'' | |||
! densitas (g/cm<sup>3</sup>) | |||
|- | |||
| Pa | |||
| abu-abu keperakan | |||
| [[Sistem kristal tetragon|tetragon]]<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protaktinium&oldid=29578567 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
| I4/mmm | |||
| 139 | |||
| tI2 | |||
| 392,5 | |||
| 392,5 | |||
| 323,8 | |||
| 2 | |||
| 15,37 | |||
|- | |||
| PaO | |||
| | |||
| garam-batu<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | |||
| Fmm | |||
| 225 | |||
| cF8 | |||
| 496,1 | |||
| | |||
| | |||
| 4 | |||
| 13,44 | |||
|- | |||
| [[Protaktinium(IV) oksida|PaO<sub>2</sub>]] | |||
| hitam | |||
| ''fcc''<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | |||
| Fmm | |||
| 225 | |||
| cF12 | |||
| 550,5 | |||
| | |||
| | |||
| 4 | |||
| 10,47 | |||
|- | |||
| [[Protaktinium(V) oksida|Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub>]] | |||
| putih | |||
| | |||
| Fmm<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | |||
| 225 | |||
| cF16 | |||
| 547,6 | |||
| 547,6 | |||
| 547,6 | |||
| 4 | |||
| 10,96 | |||
|- | |||
| Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub> | |||
| putih | |||
| ortorombus<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| 692 | |||
| 402 | |||
| 418 | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
| PaH<sub>3</sub> | |||
| hitam | |||
| kubus<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | |||
| Pmn | |||
| 223 | |||
| cP32 | |||
| 664,8 | |||
| 664,8 | |||
| 664,8 | |||
| 8 | |||
| 10,58 | |||
|- | |||
| PaF<sub>4</sub> | |||
| coklat kemerahan | |||
| [[Sistem kristal monoklinik|monoklinik]]<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | |||
| C2/c | |||
| 15 | |||
| mS60 | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| 2 | |||
| | |||
|- | |||
| PaCl<sub>4</sub> | |||
| hijau kekuningan | |||
| tetragon<ref>Brown D. ''Structural parameters and unit cell dimensions for the tetragonal actinide tetrachlorides(Th, Pa, U, and Np) and tetrabromides (Th and Pa)''. ''Journal of the Chemical Society, Dalton Transactions''. 1973. hlm. 686–691. doi:10.1039/DT9730000686.</ref> | |||
| I4<sub>1</sub>/amd | |||
| 141 | |||
| tI20 | |||
| 837,7 | |||
| 837,7 | |||
| 748,1 | |||
| 4 | |||
| 4,72 | |||
|- | |||
| PaBr<sub>4</sub> | |||
| coklat | |||
| tetragon<ref>Y. Tahri. ''Electronic structures of thorium and protactinium halide clusters of [ThX8]4− type''. ''Journal of the Less Common Metals''. 1990. Vol. 158. hlm. 105–116. doi:10.1016/0022-5088(90)90436-N.</ref><ref>D. Brown. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1968-02-24_217_5130/page/737 Crystal Structures of some Protactinium Bromides]. ''Nature''. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.</ref> | |||
| I4<sub>1</sub>/amd | |||
| 141 | |||
| tI20 | |||
| 882,4 | |||
| 882,4 | |||
| 795,7 | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
| [[Protaktinium(V) klorida|PaCl<sub>5</sub>]] | |||
| kuning | |||
| monoklinik<ref>R. P. Dodge. ''The crystal structure of protactinium pentachloride''. ''Acta Crystallographica''. 1967. Vol. 22. hlm. 85–89. doi:10.1107/S0365110X67000155.</ref> | |||
| C2/c | |||
| 15 | |||
| mS24 | |||
| 797 | |||
| 1135 | |||
| 836 | |||
| 4 | |||
| 3,74 | |||
|- | |||
| PaBr<sub>5</sub> | |||
| merah | |||
| monoklinik<ref>D. Brown. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1968-02-24_217_5130/page/737 Crystal Structures of some Protactinium Bromides]. ''Nature''. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.</ref><ref>D. Brown. ''The crystal structure of β-protactinium pentabromide''. ''Acta Crystallographica B''. 1969. Vol. 25 (2). hlm. 178. doi:10.1107/S0567740869007357.</ref> | |||
| P2<sub>1</sub>/c | |||
| 14 | |||
| mP24 | |||
| 838,5 | |||
| 1120,5 | |||
| 1214,6 | |||
| 4 | |||
| 4,98 | |||
|- | |||
| PaOBr<sub>3</sub> | |||
| | |||
| monoklinik<ref>D. Brown. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1968-02-24_217_5130/page/737 Crystal Structures of some Protactinium Bromides]. ''Nature''. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.</ref> | |||
| C2 | |||
| | |||
| | |||
| 1691,1 | |||
| 387,1 | |||
| 933,4 | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
| Pa(PO<sub>3</sub>)<sub>4</sub> | |||
| | |||
| ortorombus<ref>V. Brandel. ''Chemistry of tetravalent actinide phosphates—Part I''. ''Journal of Solid State Chemistry''. 2004. Vol. 177 (12). hlm. 4743. doi:10.1016/j.jssc.2004.08.009.</ref> | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| 696,9 | |||
| 895,9 | |||
| 1500,9 | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
| Pa<sub>2</sub>P<sub>2</sub>O<sub>7</sub> | |||
| | |||
| kubus<ref>V. Brandel. ''Chemistry of tetravalent actinide phosphates—Part I''. ''Journal of Solid State Chemistry''. 2004. Vol. 177 (12). hlm. 4743. doi:10.1016/j.jssc.2004.08.009.</ref> | |||
| Pa3 | |||
| | |||
| | |||
| 865 | |||
| 865 | |||
| 865 | |||
| | |||
| | |||
|- | |||
| Pa(C<sub>8</sub>H<sub>8</sub>)<sub>2</sub> | |||
| kuning keemasan | |||
| monoklinik<ref>David F. Starks. ''Bis(π-cyclooctatetraene) protactinium''. ''Inorganic Chemistry''. 1974. Vol. 13 (6). hlm. 1307. doi:10.1021/ic50136a011.</ref> | |||
| | |||
| | |||
| | |||
| 709 | |||
| 875 | |||
| 1062 | |||
| | |||
| | |||
|} | |||
Di sini ''a'', ''b'' dan ''c'' adalah konstanta kisi dalam pikometer, No adalah nomor grup ruang dan ''Z'' adalah jumlah [[unit formula]] per [[sel unit]]; ''fcc'' adalah singkatan dari simetri [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-muka]] (''face-centered cubic''). Densitas tidak diukur secara langsung tetapi dihitung dari parameter kisi. | Di sini ''a'', ''b'' dan ''c'' adalah konstanta kisi dalam pikometer, No adalah nomor grup ruang dan ''Z'' adalah jumlah [[unit formula]] per [[sel unit]]; ''fcc'' adalah singkatan dari simetri [[Sistem kristal kubik|kubus berpusat-muka]] (''face-centered cubic''). Densitas tidak diukur secara langsung tetapi dihitung dari parameter kisi. | ||
===Oksida dan garam yang mengandung oksigen=== | ===Oksida dan garam yang mengandung oksigen=== | ||
Oksida protaktinium dikenal dengan keadaan oksidasi logam +2, +4 dan +5. Yang paling stabil adalah pentoksida putih [[Protaktinium(V) oksida|Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub>]], yang dapat diproduksi dengan menyalakan protaktinium(V) hidroksida di udara pada suhu 500 °C. Struktur kristalnya berbentuk kubus, dan komposisi kimianya sering kali nonstoikiometrik, digambarkan sebagai PaO<sub>2.25</sub>. Fase lain dari oksida ini dengan simetri ortorombus juga telah dilaporkan. Dioksida hitam [[Protaktinium(IV) oksida|PaO<sub>2</sub>]] diperoleh dari pentoksida dengan mereduksinya pada suhu 1550 °C dengan hidrogen. Ia tidak mudah larut dalam [[asam klorida]], [[asam sulfat|sulfat]], atau [[asam nitrat|nitrat]] encer atau pekat, tetapi mudah larut dalam [[asam fluorida]]. Dioksida ini dapat diubah kembali menjadi pentoksida dengan memanaskan dalam atmosfer yang mengandung oksigen hingga suhu 1100 °C. Monoksida PaO hanya teramati sebagai lapisan tipis pada logam protaktinium, tetapi tidak dalam bentuk curah yang terisolasi. | Oksida protaktinium dikenal dengan keadaan oksidasi logam +2, +4 dan +5. Yang paling stabil adalah pentoksida putih [[Protaktinium(V) oksida|Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub>]], yang dapat diproduksi dengan menyalakan protaktinium(V) hidroksida di udara pada suhu 500 °C.<ref>Greenwood, hlm. 1268</ref> Struktur kristalnya berbentuk kubus, dan komposisi kimianya sering kali nonstoikiometrik, digambarkan sebagai PaO<sub>2.25</sub>. Fase lain dari oksida ini dengan simetri ortorombus juga telah dilaporkan.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref><ref>R. Elson. ''The tetravalent and pentavalent states of protactinium''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1950. Vol. 72 (12). hlm. 5791. doi:10.1021/ja01168a547.</ref> Dioksida hitam [[Protaktinium(IV) oksida|PaO<sub>2</sub>]] diperoleh dari pentoksida dengan mereduksinya pada suhu 1550 °C dengan hidrogen. Ia tidak mudah larut dalam [[asam klorida]], [[asam sulfat|sulfat]], atau [[asam nitrat|nitrat]] encer atau pekat, tetapi mudah larut dalam [[asam fluorida]].<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> Dioksida ini dapat diubah kembali menjadi pentoksida dengan memanaskan dalam atmosfer yang mengandung oksigen hingga suhu 1100 °C.<ref>R. Elson. ''The tetravalent and pentavalent states of protactinium''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1950. Vol. 72 (12). hlm. 5791. doi:10.1021/ja01168a547.</ref> Monoksida PaO hanya teramati sebagai lapisan tipis pada logam protaktinium, tetapi tidak dalam bentuk curah yang terisolasi.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | ||
Protaktinium membentuk oksida biner campuran dengan berbagai logam. Dengan logam alkali ''A'', kristalnya memiliki rumus kimia APaO<sub>3</sub> dan [[Perovskit (struktur)|struktur perovskit]], atau A<sub>3</sub>PaO<sub>4</sub> dan struktur garam-batu terdistorsi, atau A<sub>7</sub>PaO<sub>6</sub> di mana atom oksigen membentuk kisi heksagon padat. Dalam semua bahan ini, ion protaktinium terkoordinasi secara oktahedron. Pentoksida Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub> bergabung dengan oksida logam tanah jarang R<sub>2</sub>O<sub>3</sub> untuk membentuk berbagai oksida campuran nonstoikiometrik, juga berstruktur perovskit. | Protaktinium membentuk oksida biner campuran dengan berbagai logam. Dengan logam alkali ''A'', kristalnya memiliki rumus kimia APaO<sub>3</sub> dan [[Perovskit (struktur)|struktur perovskit]], atau A<sub>3</sub>PaO<sub>4</sub> dan struktur garam-batu terdistorsi, atau A<sub>7</sub>PaO<sub>6</sub> di mana atom oksigen membentuk kisi heksagon padat. Dalam semua bahan ini, ion protaktinium terkoordinasi secara oktahedron.<ref>Greenwood, hlm. 1269</ref><ref>P. N. Iyer. ''Double oxides containing niobium, tantalum or protactinium. IV. Further systems involving alkali metals''. ''Acta Crystallographica B''. 1971. Vol. 27 (4). hlm. 731. doi:10.1107/S056774087100284X.</ref> Pentoksida Pa<sub>2</sub>O<sub>5</sub> bergabung dengan oksida logam tanah jarang R<sub>2</sub>O<sub>3</sub> untuk membentuk berbagai oksida campuran nonstoikiometrik, juga berstruktur perovskit.<ref>P. N. Iyer. ''Double oxides containing niobium, tantalum, or protactinium. III. Systems involving the rare earths''. ''Acta Crystallographica''. 1967. Vol. 23 (5). hlm. 740. doi:10.1107/S0365110X67003639.</ref> | ||
Oksida protaktinium bersifat [[oksida basa|basa]]; mereka dengan mudah diubah menjadi hidroksida dan dapat membentuk berbagai garam, seperti [[sulfat]], [[fosfat]], [[nitrat]], dll. Garam nitrat biasanya berwarna putih tetapi dapat menjadi coklat karena dekomposisi [[radiolisis|radiolitis]]. Pemanasan nitrat di udara pada suhu 400 °C mengubahnya menjadi protaktinium pentoksida putih. Politrioksofosfat Pa(PO<sub>3</sub>)<sub>4</sub> dapat diproduksi dengan mereaksikan difluorida sulfat PaF<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> dengan [[asam fosfat]] (H<sub>3</sub>PO<sub>4</sub>) di bawah atmosfer gas lengai. Memanaskan produk hingga sekitar 900 °C menghilangkan produk sampingan reaksi seperti [[asam fluorida]], [[belerang trioksida]], dan fosfat anhidrida. Memanaskannya ke suhu yang lebih tinggi dalam atmosfer lengai akan mengurai Pa(PO<sub>3</sub>)<sub>4</sub> menjadi difosfat PaP<sub>2</sub>O<sub>7</sub>, yang analog dengan difosfat aktinida lainnya. Dalam difosfat, gugus PO<sub>3</sub> membentuk piramida simetri C<sub>2v</sub>. Memanaskan PaP<sub>2</sub>O<sub>7</sub> di udara hingga suhu 1400 °C akan menguraikannya menjadi pentoksida fosforus dan protaktinium. | Oksida protaktinium bersifat [[oksida basa|basa]]; mereka dengan mudah diubah menjadi hidroksida dan dapat membentuk berbagai garam, seperti [[sulfat]], [[fosfat]], [[nitrat]], dll. Garam nitrat biasanya berwarna putih tetapi dapat menjadi coklat karena dekomposisi [[radiolisis|radiolitis]]. Pemanasan nitrat di udara pada suhu 400 °C mengubahnya menjadi protaktinium pentoksida putih.<ref>R. Grossmann. ''Preparation of 231Pa targets''. ''Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A''. 2008. Vol. 590 (1–3). hlm. 122. doi:10.1016/j.nima.2008.02.084.</ref> Politrioksofosfat Pa(PO<sub>3</sub>)<sub>4</sub> dapat diproduksi dengan mereaksikan difluorida sulfat PaF<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> dengan [[asam fosfat]] (H<sub>3</sub>PO<sub>4</sub>) di bawah atmosfer gas lengai. Memanaskan produk hingga sekitar 900 °C menghilangkan produk sampingan reaksi seperti [[asam fluorida]], [[belerang trioksida]], dan fosfat anhidrida. Memanaskannya ke suhu yang lebih tinggi dalam atmosfer lengai akan mengurai Pa(PO<sub>3</sub>)<sub>4</sub> menjadi difosfat PaP<sub>2</sub>O<sub>7</sub>, yang analog dengan difosfat aktinida lainnya. Dalam difosfat, gugus PO<sub>3</sub> membentuk piramida simetri C<sub>2v</sub>. Memanaskan PaP<sub>2</sub>O<sub>7</sub> di udara hingga suhu 1400 °C akan menguraikannya menjadi pentoksida fosforus dan protaktinium.<ref>V. Brandel. ''Chemistry of tetravalent actinide phosphates—Part I''. ''Journal of Solid State Chemistry''. 2004. Vol. 177 (12). hlm. 4743. doi:10.1016/j.jssc.2004.08.009.</ref> | ||
===Halida=== | ===Halida=== | ||
Protaktinium (V) fluorida membentuk kristal putih di mana ion protaktinium tersusun dalam bipiramida pentagon dan [[Bilangan koordinasi|dikoordinasikan]] oleh 7 ion lainnya. Koordinasinya sama pada protaktinium(V) klorida, tetapi warnanya kuning. Koordinasinya berubah menjadi oktahedron pada protaktinium(V) bromida berwarna coklat dan tidak diketahui pada protaktinium(V) iodida. Koordinasi protaktinium pada semua tetrahalidanya adalah 8, tetapi susunannya antiprismatik persegi pada protaktinium(IV) fluorida dan dodekahedron pada protaktinium(IV) klorida dan bromida. Protaktinium(III) iodida berwarna coklat telah dilaporkan di mana ion protaktinium berkoordinasi 8 dalam susunan prismatik trigonal tertutup ganda. | Protaktinium (V) fluorida membentuk kristal putih di mana ion protaktinium tersusun dalam bipiramida pentagon dan [[Bilangan koordinasi|dikoordinasikan]] oleh 7 ion lainnya. Koordinasinya sama pada protaktinium(V) klorida, tetapi warnanya kuning. Koordinasinya berubah menjadi oktahedron pada protaktinium(V) bromida berwarna coklat dan tidak diketahui pada protaktinium(V) iodida. Koordinasi protaktinium pada semua tetrahalidanya adalah 8, tetapi susunannya antiprismatik persegi pada protaktinium(IV) fluorida dan dodekahedron pada protaktinium(IV) klorida dan bromida. Protaktinium(III) iodida berwarna coklat telah dilaporkan di mana ion protaktinium berkoordinasi 8 dalam susunan prismatik trigonal tertutup ganda.<ref>Greenwood, hlm. 1270</ref> | ||
Protaktinium(V) fluorida dan protaktinium(V) klorida memiliki struktur polimer dengan simetri monoklinik. Di sana, dalam satu rantai polimer, semua atom halida terletak pada satu bidang seperti grafit dan membentuk pentagon planar di sekitar ion protaktinium. Koordinasi 7 protaktinium berasal dari 5 atom halida dan dua ikatan atom protaktinium milik rantai terdekat. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam air. Protaktinium pentaklorida melebur pada suhu 300 °C dan menyublim pada suhu yang lebih rendah lagi. | Protaktinium(V) fluorida dan protaktinium(V) klorida memiliki struktur polimer dengan simetri monoklinik. Di sana, dalam satu rantai polimer, semua atom halida terletak pada satu bidang seperti grafit dan membentuk pentagon planar di sekitar ion protaktinium. Koordinasi 7 protaktinium berasal dari 5 atom halida dan dua ikatan atom protaktinium milik rantai terdekat. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam air.<ref>Greenwood, hlm. 1271</ref> Protaktinium pentaklorida melebur pada suhu 300 °C dan menyublim pada suhu yang lebih rendah lagi. | ||
Protaktinium(V) fluorida dapat dibuat dengan mereaksikan protaktinium oksida dengan [[bromin pentafluorida]] atau [[bromin trifluorida]] pada suhu sekitar 600 °C, dan protaktinium(IV) fluorida diperoleh dari protaktinium oksida dan campuran hidrogen dan [[hidrogen fluorida]] pada suhu 600 °C; surplus besar hidrogen diperlukan untuk menghilangkan kebocoran oksigen atmosfer ke dalam reaksi. | Protaktinium(V) fluorida dapat dibuat dengan mereaksikan protaktinium oksida dengan [[bromin pentafluorida]] atau [[bromin trifluorida]] pada suhu sekitar 600 °C, dan protaktinium(IV) fluorida diperoleh dari protaktinium oksida dan campuran hidrogen dan [[hidrogen fluorida]] pada suhu 600 °C; surplus besar hidrogen diperlukan untuk menghilangkan kebocoran oksigen atmosfer ke dalam reaksi.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | ||
Protaktinium(V) klorida dibuat dengan mereaksikan protaktinium oksida dengan [[karbon tetraklorida]] pada suhu 200–300 °C. Produk sampingan (seperti PaOCl<sub>3</sub>) dihilangkan dengan sublimasi fraksional. Reduksi protaktinium(V) klorida dengan hidrogen pada suhu sekitar 800 °C akan menghasilkan protaktinium(IV) klorida – sebuah padatan kuning kehijauan yang menyublim dalam ruang hampa pada suhu 400 °C; ia juga dapat diperoleh langsung dari protaktinium dioksida dengan mengolahnya dengan karbon tetraklorida pada suhu 400 °C. | Protaktinium(V) klorida dibuat dengan mereaksikan protaktinium oksida dengan [[karbon tetraklorida]] pada suhu 200–300 °C.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> Produk sampingan (seperti PaOCl<sub>3</sub>) dihilangkan dengan sublimasi fraksional.<ref>R. P. Dodge. ''The crystal structure of protactinium pentachloride''. ''Acta Crystallographica''. 1967. Vol. 22. hlm. 85–89. doi:10.1107/S0365110X67000155.</ref> Reduksi protaktinium(V) klorida dengan hidrogen pada suhu sekitar 800 °C akan menghasilkan protaktinium(IV) klorida – sebuah padatan kuning kehijauan yang menyublim dalam ruang hampa pada suhu 400 °C; ia juga dapat diperoleh langsung dari protaktinium dioksida dengan mengolahnya dengan karbon tetraklorida pada suhu 400 °C.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | ||
Protaktinium bromida diproduksi oleh aksi [[aluminium bromida]], [[hidrogen bromida]], [[karbon tetrabromida]], atau campuran hidrogen bromida dan [[tionil bromida]] pada protaktinium oksida. Reaksi alternatif adalah antara protaktinium pentaklorida dan hidrogen bromida atau tionil bromida. Protaktinium(V) bromida memiliki dua bentuk monoklinik yang serupa, satu diperoleh dengan sublimasi pada suhu 400–410 °C dan yang lainnya dengan sublimasi pada suhu yang sedikit lebih rendah pada suhu 390–400 °C. | Protaktinium bromida diproduksi oleh aksi [[aluminium bromida]], [[hidrogen bromida]], [[karbon tetrabromida]], atau campuran hidrogen bromida dan [[tionil bromida]] pada protaktinium oksida. Reaksi alternatif adalah antara protaktinium pentaklorida dan hidrogen bromida atau tionil bromida.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> Protaktinium(V) bromida memiliki dua bentuk monoklinik yang serupa, satu diperoleh dengan sublimasi pada suhu 400–410 °C dan yang lainnya dengan sublimasi pada suhu yang sedikit lebih rendah pada suhu 390–400 °C.<ref>D. Brown. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1968-02-24_217_5130/page/737 Crystal Structures of some Protactinium Bromides]. ''Nature''. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.</ref><ref>D. Brown. ''The crystal structure of β-protactinium pentabromide''. ''Acta Crystallographica B''. 1969. Vol. 25 (2). hlm. 178. doi:10.1107/S0567740869007357.</ref> | ||
Protaktinium iodida dihasilkan dari protaktinium oksida dan [[aluminium iodida]] atau [[amonium iodida]] yang dipanaskan hingga suhu 600 °C. Protaktinium(III) iodida diperoleh dengan memanaskan protaktinium(V) iodida dalam ruang hampa. Seperti oksida, protaktinium membentuk halida campuran dengan logam alkali. Di antaranya, yang paling tidak biasa adalah Na<sub>3</sub>PaF<sub>8</sub> di mana ion protaktinium secara simetris dikelilingi oleh 8 ion F<sup>−</sup> yang membentuk kubus hampir sempurna. | Protaktinium iodida dihasilkan dari protaktinium oksida dan [[aluminium iodida]] atau [[amonium iodida]] yang dipanaskan hingga suhu 600 °C.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> Protaktinium(III) iodida diperoleh dengan memanaskan protaktinium(V) iodida dalam ruang hampa.<ref>Greenwood, hlm. 1271</ref> Seperti oksida, protaktinium membentuk halida campuran dengan logam alkali. Di antaranya, yang paling tidak biasa adalah Na<sub>3</sub>PaF<sub>8</sub> di mana ion protaktinium secara simetris dikelilingi oleh 8 ion F<sup>−</sup> yang membentuk kubus hampir sempurna.<ref>Greenwood, hlm. 1275</ref> | ||
Protaktinium fluorida yang lebih kompleks juga telah dikenal seperti Pa<sub>2</sub>F<sub>9</sub> dan fluorida terner dari jenis MPaF<sub>6</sub> (M = Li, Na, K, Rb, Cs, atau NH<sub>4</sub>), M<sub>2</sub>PaF<sub>7</sub> (M = K, Rb, Cs, atau NH<sub>4</sub>) dan M<sub>3</sub>PaF<sub>8</sub> (M = Li, Na, Rb, Cs), semuanya berupa padatan kristal putih. Rumus MPaF<sub>6</sub> dapat direpresentasikan sebagai kombinasi dari MF dan PaF<sub>5</sub>. Senyawa ini dapat diperoleh dengan menguapkan larutan asam fluorida yang mengandung kedua kompleks ini. Untuk kation alkali yang kecil seperti Na, struktur kristalnya adalah tetragon, sedangkan kation yang lebih besar, K<sup>+</sup>, Rb<sup>+</sup>, Cs<sup>+</sup>, atau NH<sub>4</sub><sup>+</sup>, menjadi ortorfombik. Variasi serupa diamati untuk fluorida M<sub>2</sub>PaF<sub>7</sub>, yaitu simetri kristalnya bergantung pada kation dan dibedakan untuk Cs<sub>2</sub>PaF<sub>7</sub> dan M<sub>2</sub>PaF<sub>7</sub> (M = K, Rb, atau NH<sub>4</sub>). | Protaktinium fluorida yang lebih kompleks juga telah dikenal seperti Pa<sub>2</sub>F<sub>9</sub><ref>Greenwood, hlm. 1271</ref> dan fluorida terner dari jenis MPaF<sub>6</sub> (M = Li, Na, K, Rb, Cs, atau NH<sub>4</sub>), M<sub>2</sub>PaF<sub>7</sub> (M = K, Rb, Cs, atau NH<sub>4</sub>) dan M<sub>3</sub>PaF<sub>8</sub> (M = Li, Na, Rb, Cs), semuanya berupa padatan kristal putih. Rumus MPaF<sub>6</sub> dapat direpresentasikan sebagai kombinasi dari MF dan PaF<sub>5</sub>. Senyawa ini dapat diperoleh dengan menguapkan larutan asam fluorida yang mengandung kedua kompleks ini. Untuk kation alkali yang kecil seperti Na, struktur kristalnya adalah tetragon, sedangkan kation yang lebih besar, K<sup>+</sup>, Rb<sup>+</sup>, Cs<sup>+</sup>, atau NH<sub>4</sub><sup>+</sup>, menjadi ortorfombik. Variasi serupa diamati untuk fluorida M<sub>2</sub>PaF<sub>7</sub>, yaitu simetri kristalnya bergantung pada kation dan dibedakan untuk Cs<sub>2</sub>PaF<sub>7</sub> dan M<sub>2</sub>PaF<sub>7</sub> (M = K, Rb, atau NH<sub>4</sub>).<ref>L. B. Asprey. ''Synthesis and X-Ray Properties of Alkali Fluoride-Protactinium Pentafluoride Complexes''. ''Inorganic Chemistry''. 1966. Vol. 5 (4). hlm. 659. doi:10.1021/ic50038a034.</ref> | ||
===Senyawa anorganik lainnya=== | ===Senyawa anorganik lainnya=== | ||
Oksihalida dan oksisulfida dari protaktinium telah diketahui. PaOBr<sub>3</sub> memiliki struktur monoklinik yang terdiri dari unit rantai ganda di mana protaktinium memiliki koordinasi 7 dan tersusun menjadi bipiramida pentagon. Rantai ini saling berhubungan melalui atom oksigen dan bromin, dan setiap atom oksigen ditautkan dengan tiga atom protaktinium. PaOS adalah padatan nonvolatil berwarna kuning muda dengan kisi kristal kubik isostruktural dengan oksisulfida aktinida lainnya. Ia diperoleh dengan mereaksikan protaktinium(V) klorida dengan campuran [[hidrogen sulfida]] dan [[karbon disulfida]] pada suhu 900 °C. | Oksihalida dan oksisulfida dari protaktinium telah diketahui. PaOBr<sub>3</sub> memiliki struktur monoklinik yang terdiri dari unit rantai ganda di mana protaktinium memiliki koordinasi 7 dan tersusun menjadi bipiramida pentagon. Rantai ini saling berhubungan melalui atom oksigen dan bromin, dan setiap atom oksigen ditautkan dengan tiga atom protaktinium.<ref>D. Brown. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1968-02-24_217_5130/page/737 Crystal Structures of some Protactinium Bromides]. ''Nature''. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.</ref> PaOS adalah padatan nonvolatil berwarna kuning muda dengan kisi kristal kubik isostruktural dengan oksisulfida aktinida lainnya. Ia diperoleh dengan mereaksikan protaktinium(V) klorida dengan campuran [[hidrogen sulfida]] dan [[karbon disulfida]] pada suhu 900 °C.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> | ||
Dalam hidrida dan nitrida, protaktinium memiliki keadaan oksidasi rendah, sekitar +3. Hidridanya diperoleh dengan aksi langsung hidrogen pada logam protaktinium pada suhu 250 °C, dan nitridanya adalah produk amonia dan protaktinium tetraklorida atau pentaklorida. Padatan kuning cerah ini stabil terhadap pemanasan hingga suhu 800 °C dalam ruang hampa. Protaktinium karbida, PaC, dibentuk dengan mereduksi protaktinium tetraklorida dengan barium dalam wadah karbon pada suhu sekitar 1400 °C. Protaktinium membentuk [[borohidrida]] yang meliputi Pa(BH<sub>4</sub>)<sub>4</sub>. Ia memiliki struktur polimer yang tidak biasa dengan rantai heliks di mana atom protaktinium memiliki bilangan koordinasi 12 dan dikelilingi oleh enam ion BH<sub>4</sub><sup>−</sup>. | Dalam hidrida dan nitrida, protaktinium memiliki keadaan oksidasi rendah, sekitar +3. Hidridanya diperoleh dengan aksi langsung hidrogen pada logam protaktinium pada suhu 250 °C, dan nitridanya adalah produk amonia dan protaktinium tetraklorida atau pentaklorida. Padatan kuning cerah ini stabil terhadap pemanasan hingga suhu 800 °C dalam ruang hampa. Protaktinium karbida, PaC, dibentuk dengan mereduksi protaktinium tetraklorida dengan barium dalam wadah karbon pada suhu sekitar 1400 °C.<ref>Philip A. Sellers. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172625/ The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.</ref> Protaktinium membentuk [[borohidrida]] yang meliputi Pa(BH<sub>4</sub>)<sub>4</sub>. Ia memiliki struktur polimer yang tidak biasa dengan rantai heliks di mana atom protaktinium memiliki bilangan koordinasi 12 dan dikelilingi oleh enam ion BH<sub>4</sub><sup>−</sup>.<ref>Greenwood, hlm. 1277</ref> | ||
===Senyawa organologam=== | ===Senyawa organologam=== | ||
Protaktinium(IV) dapat membentuk kompleks tetrahedral tetrakis(siklopentadienil)protaktinium(IV) (atau Pa(C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>4</sub>) dengan empat cincin [[Kompleks siklopentadienil|siklopentadienil]], yang dapat disintesis dengan mereaksikan protaktinium(IV) klorida dengan leburan Be(C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>. Satu cincin dapat diganti dengan sebuah atom halida.<ref>Greenwood, hlm. 1278–1279</ref> Kompleks organologam lainnya adalah protaktinium bis(π-siklooktatetraena), atau protaktinosena, Pa(C<sub>8</sub>H<sub>8</sub>)<sub>2</sub>, yang strukturnya analog dengan [[uranosena]]. Di sana, atom logam protaktinium terjepit di antara dua ligan [[siklooktatetraena]]. Mirip dengan uranosena, ia dapat dibuat dengan mereaksikan protaktinium tetraklorida dengan dikalium [[siklooktatetraena|siklooktatetraenida]], K<sub>2</sub>C<sub>8</sub>H<sub>8</sub>, dalam [[tetrahidrofuran]].<ref>David F. Starks. ''Bis(π-cyclooctatetraene) protactinium''. ''Inorganic Chemistry''. 1974. Vol. 13 (6). hlm. 1307. doi:10.1021/ic50136a011.</ref> | |||
Protaktinium(IV) dapat membentuk kompleks tetrahedral tetrakis(siklopentadienil)protaktinium(IV) (atau Pa(C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>4</sub>) dengan empat cincin [[Kompleks siklopentadienil|siklopentadienil]], yang dapat disintesis dengan mereaksikan protaktinium(IV) klorida dengan leburan Be(C<sub>5</sub>H<sub>5</sub>)<sub>2</sub>. Satu cincin dapat diganti dengan sebuah atom halida. Kompleks organologam lainnya adalah protaktinium bis(π-siklooktatetraena), atau protaktinosena, Pa(C<sub>8</sub>H<sub>8</sub>)<sub>2</sub>, yang strukturnya analog dengan [[uranosena]]. Di sana, atom logam protaktinium terjepit di antara dua ligan [[siklooktatetraena]]. Mirip dengan uranosena, ia dapat dibuat dengan mereaksikan protaktinium tetraklorida dengan dikalium [[siklooktatetraena|siklooktatetraenida]], K<sub>2</sub>C<sub>8</sub>H<sub>8</sub>, dalam [[tetrahidrofuran]]. | |||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Meskipun protaktinium terletak pada tabel periodik di antara uranium dan torium, yang keduanya memiliki banyak aplikasi, saat ini protaktinium tidak digunakan di luar penelitian ilmiah karena kelangkaannya, radioaktivitasnya yang tinggi, dan toksisitasnya yang tinggi. | Meskipun protaktinium terletak pada tabel periodik di antara uranium dan torium, yang keduanya memiliki banyak aplikasi, saat ini protaktinium tidak digunakan di luar penelitian ilmiah karena kelangkaannya, radioaktivitasnya yang tinggi, dan toksisitasnya yang tinggi.<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/protactinium.pdf Protaktinium] , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005</ref> | ||
Protaktinium-231 muncul dari peluruhan uranium-235 alami, dan dalam reaktor nuklir melalui reaksi <sup>232</sup>Th + n → <sup>231</sup>Th + 2n dan [[peluruhan beta]] selanjutnya. Ia pernah dianggap dapat mendukung reaksi berantai nuklir, yang pada prinsipnya dapat digunakan untuk membuat [[senjata nuklir]]: [[fisikawan]] pernah memperkirakan [[massa kritis]] terkait sebesar . Namun, kemungkinan kekritisan <sup>231</sup>Pa telah dikesampingkan sejak saat itu. | Protaktinium-231 muncul dari peluruhan uranium-235 alami, dan dalam reaktor nuklir melalui reaksi <sup>232</sup>Th + n → <sup>231</sup>Th + 2n dan [[peluruhan beta]] selanjutnya. Ia pernah dianggap dapat mendukung reaksi berantai nuklir, yang pada prinsipnya dapat digunakan untuk membuat [[senjata nuklir]]: [[fisikawan]] pernah memperkirakan [[massa kritis]] terkait sebesar .<ref>Seifritz, Walter (1984) ''Nukleare Sprengkörper – Bedrohung oder Energieversorgung für die Menschheit'', Thiemig-Verlag, .</ref> Namun, kemungkinan kekritisan <sup>231</sup>Pa telah dikesampingkan sejak saat itu.<ref>Ganesan, S. [http://www.iisc.ernet.in/currsci/sept10/researcharticle.pdf A Re-calculation of Criticality Property of 231 Pa Using New Nuclear Data]. ''Current Science''. 1999. Vol. 77 (5). hlm. 667–677.</ref> | ||
Dengan munculnya [[spektrometri massa|spektrometer massa]] yang sangat sensitif, aplikasi <sup>231</sup>Pa sebagai pelacak dalam [[geologi]] dan [[paleoseanografi]] menjadi mungkin. Jadi, rasio protaktinium-231 terhadap torium-230 digunakan untuk [[penanggalan radiometrik]] sedimen yang berusia hingga 175.000 tahun dan dalam pemodelan pembentukan mineral. Secara khusus, evaluasinya dalam sedimen samudra memungkinkan untuk merekonstruksi pergerakan badan air [[Samudra Atlantik#Atlantik Utara|Atlantik Utara]] selama pencairan terakhir dari [[gletser]] [[Zaman es|Zaman Es]]. Beberapa variasi penanggalan terkait protaktinium bergantung pada analisis konsentrasi relatif untuk beberapa anggota rantai peluruhan uranium yang berumur panjang – uranium, protaktinium, dan torium, misalnya. Unsur-unsur ini memiliki 6, 5, dan 4 elektron valensi dan dengan demikian mendukung keadaan oksidasi +6, +5 dan +4, masing-masing, dan menunjukkan sifat fisik dan kimia yang berbeda. Jadi, torium dan protaktinium, tetapi bukan senyawa uranium, tidak larut dengan baik dalam larutan berair, dan mempresipitasi menjadi sedimen; laju presipitasi torium lebih cepat daripada protaktinium. Selain itu, analisis konsentrasi untuk protaktinium-231 (waktu paruh 32.760 tahun) dan torium-230 (waktu paruh 75.380 tahun) memungkinkan untuk meningkatkan akurasi dibandingkan ketika hanya satu isotop yang diukur; metode isotop ganda ini juga kurang peka terhadap ketidakhomogenan dalam distribusi spasial isotop dan variasi laju presipitasinya. | Dengan munculnya [[spektrometri massa|spektrometer massa]] yang sangat sensitif, aplikasi <sup>231</sup>Pa sebagai pelacak dalam [[geologi]] dan [[paleoseanografi]] menjadi mungkin. Jadi, rasio protaktinium-231 terhadap torium-230 digunakan untuk [[penanggalan radiometrik]] sedimen yang berusia hingga 175.000 tahun dan dalam pemodelan pembentukan mineral.<ref>Articles "Protactinium" and "Protactinium-231 – thorium-230 dating" in Encyclopædia Britannica, edisi ke-15, 1995, hlm. 737</ref> Secara khusus, evaluasinya dalam sedimen samudra memungkinkan untuk merekonstruksi pergerakan badan air [[Samudra Atlantik#Atlantik Utara|Atlantik Utara]] selama pencairan terakhir dari [[gletser]] [[Zaman es|Zaman Es]].<ref>McManus, J. F. [http://www.seas.harvard.edu/climate/pdf/mcmanus-2004.pdf Collapse and rapid resumption of Atlantic meridional circulation linked to deglacial climate changes]. ''Nature''. 2004. Vol. 428 (6985). hlm. 834–837. doi:10.1038/nature02494.</ref> Beberapa variasi penanggalan terkait protaktinium bergantung pada analisis konsentrasi relatif untuk beberapa anggota rantai peluruhan uranium yang berumur panjang – uranium, protaktinium, dan torium, misalnya. Unsur-unsur ini memiliki 6, 5, dan 4 elektron valensi dan dengan demikian mendukung keadaan oksidasi +6, +5 dan +4, masing-masing, dan menunjukkan sifat fisik dan kimia yang berbeda. Jadi, torium dan protaktinium, tetapi bukan senyawa uranium, tidak larut dengan baik dalam larutan berair, dan mempresipitasi menjadi sedimen; laju presipitasi torium lebih cepat daripada protaktinium. Selain itu, analisis konsentrasi untuk protaktinium-231 (waktu paruh 32.760 tahun) dan torium-230 (waktu paruh 75.380 tahun) memungkinkan untuk meningkatkan akurasi dibandingkan ketika hanya satu isotop yang diukur; metode isotop ganda ini juga kurang peka terhadap ketidakhomogenan dalam distribusi spasial isotop dan variasi laju presipitasinya.<ref>Articles "Protactinium" and "Protactinium-231 – thorium-230 dating" in Encyclopædia Britannica, edisi ke-15, 1995, hlm. 737</ref><ref>H. Cheng. [https://archive.org/details/sim_geochimica-et-cosmochimica-acta_1998-11_62_21-22/page/3437 Uranium-thorium-protactinium dating systematics]. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1998. Vol. 62 (21–22). hlm. 3437. doi:10.1016/S0016-7037(98)00255-5.</ref> | ||
==Pencegahan== | ==Pencegahan== | ||
Protaktinium bersifat racun dan sangat radioaktif dan dengan demikian semua manipulasi dilakukan dalam [[kotak sarung tangan]] yang tertutup rapat. Isotop utamanya, <sup>231</sup>Pa, memiliki [[aktivitas spesifik]] sebesar per gram dan utamanya memancarkan partikel alfa dengan energi 5 MeV, yang dapat dihentikan oleh lapisan tipis bahan apa pun. Namun, ia perlahan meluruh, dengan waktu paruh 32.760 tahun, menjadi <sup>227</sup>Ac, yang memiliki aktivitas spesifik sebesar per gram, memancarkan radiasi alfa dan beta, dan memiliki waktu paruh yang jauh lebih pendek, yaitu 22 tahun. <sup>227</sup>Ac, pada gilirannya, meluruh menjadi isotop yang lebih ringan dengan waktu paruh yang lebih pendek dan aktivitas spesifik (SA) yang jauh lebih besar, seperti yang dirangkum dalam tabel di bawah yang menunjukkan rantai peluruhan protaktinium-231. | Protaktinium bersifat racun dan sangat radioaktif dan dengan demikian semua manipulasi dilakukan dalam [[kotak sarung tangan]] yang tertutup rapat. Isotop utamanya, <sup>231</sup>Pa, memiliki [[aktivitas spesifik]] sebesar per gram dan utamanya memancarkan partikel alfa dengan energi 5 MeV, yang dapat dihentikan oleh lapisan tipis bahan apa pun. Namun, ia perlahan meluruh, dengan waktu paruh 32.760 tahun, menjadi <sup>227</sup>Ac, yang memiliki aktivitas spesifik sebesar per gram, memancarkan radiasi alfa dan beta, dan memiliki waktu paruh yang jauh lebih pendek, yaitu 22 tahun. <sup>227</sup>Ac, pada gilirannya, meluruh menjadi isotop yang lebih ringan dengan waktu paruh yang lebih pendek dan aktivitas spesifik (SA) yang jauh lebih besar, seperti yang dirangkum dalam tabel di bawah yang menunjukkan rantai peluruhan protaktinium-231.<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/protactinium.pdf Protaktinium] , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005</ref> | ||
{|class="wikitable" style="text-align:center" | |||
!Isotop | |||
|<sup>231</sup>Pa|| <sup>227</sup>Ac|| <sup>227</sup>Th|| <sup>223</sup>Ra|| <sup>219</sup>Rn|| <sup>215</sup>Po||<sup>211</sup>Pb|| <sup>211</sup>Bi || <sup>207</sup>Tl | |||
|- | |||
!SA ([[Curie (satuan)|Ci]]/g) | |||
| 0,048|| 73|| 3,1|| 5,2|| 1,3||3|| 2,5|| 4,2||1,9 | |||
|- | |||
!Peluruhan | |||
|α || α, β||α || α ||α ||α ||β||α, β||β | |||
|- | |||
![[Waktu paruh]] | |||
| 33 [[Kilo-|k]][[Tahun|a]]|| 22 a|| 19 hari|| 11 hari|| 4 dtk|| 1,8 [[Mili-|m]]dtk|| 36 mnt|| 2,1 mnt|| 4,8 mnt | |||
|} | |||
Karena protaktinium hadir dalam jumlah kecil di sebagian besar produk dan bahan alami, ia dapat tertelan dengan makanan atau air dan terhirup dengan udara. Hanya sekitar 0,05% protaktinium yang tertelan diserap ke dalam darah dan sisanya diekskresikan. Dari darah, sekitar 40% protaktinium tersimpan di tulang, sekitar 15% masuk ke hati, 2% ke ginjal, dan sisanya keluar dari tubuh. [[Waktu paruh biologis]] protaktinium adalah sekitar 50 tahun di tulang, sedangkan di organ lain kinetika memiliki komponen cepat dan lambat. Misalnya, 70% protaktinium di hati memiliki waktu paruh biologis 10 hari, dan 30% sisanya selama 60 hari. Nilai yang sesuai untuk ginjal adalah 20% (10 hari) dan 80% (60 hari). Di semua organ ini, protaktinium dapat mengakibatkan kanker melalui radioaktivitasnya. Dosis maksimum Pa yang aman dalam tubuh manusia adalah , yang setara dengan 0,5 mikrogram <sup>231</sup>Pa. Konsentrasi maksimum <sup>231</sup>Pa yang diperbolehkan di udara di Jerman adalah . | Karena protaktinium hadir dalam jumlah kecil di sebagian besar produk dan bahan alami, ia dapat tertelan dengan makanan atau air dan terhirup dengan udara. Hanya sekitar 0,05% protaktinium yang tertelan diserap ke dalam darah dan sisanya diekskresikan. Dari darah, sekitar 40% protaktinium tersimpan di tulang, sekitar 15% masuk ke hati, 2% ke ginjal, dan sisanya keluar dari tubuh. [[Waktu paruh biologis]] protaktinium adalah sekitar 50 tahun di tulang, sedangkan di organ lain kinetika memiliki komponen cepat dan lambat. Misalnya, 70% protaktinium di hati memiliki waktu paruh biologis 10 hari, dan 30% sisanya selama 60 hari. Nilai yang sesuai untuk ginjal adalah 20% (10 hari) dan 80% (60 hari). Di semua organ ini, protaktinium dapat mengakibatkan kanker melalui radioaktivitasnya.<ref>[http://www.ead.anl.gov/pub/doc/protactinium.pdf Protaktinium] , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005</ref><ref>R. Grossmann. ''Preparation of 231Pa targets''. ''Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A''. 2008. Vol. 590 (1–3). hlm. 122. doi:10.1016/j.nima.2008.02.084.</ref> Dosis maksimum Pa yang aman dalam tubuh manusia adalah , yang setara dengan 0,5 mikrogram <sup>231</sup>Pa.<ref>Palshin, E.S. ''Analytical chemistry of protactinium''. Nauka. 1968.</ref> Konsentrasi maksimum <sup>231</sup>Pa yang diperbolehkan di udara di Jerman adalah .<ref>R. Grossmann. ''Preparation of 231Pa targets''. ''Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A''. 2008. Vol. 590 (1–3). hlm. 122. doi:10.1016/j.nima.2008.02.084.</ref> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Ada Hitchins]], yang membantu Soddy menemukan protaktinium | * [[Ada Hitchins]], yang membantu Soddy menemukan protaktinium | ||
==Bibliografi== | ==Bibliografi== | ||
* | * | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/091.htm Protaktinium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/091.htm Protaktinium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Protaktinium&oldid=29578567 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29578567 (2026-08-14T19:22:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.59

Protaktinium (sebelumnya protoaktinium) adalah sebuah unsur kimia radioaktif dengan lambang Pa dan nomor atom 91. Ia adalah logam aktinida padat berwarna abu-abu keperakan yang mudah bereaksi dengan oksigen, uap air, dan asam anorganik. Ia membentuk berbagai senyawa kimia di mana protaktinium biasanya hadir dalam keadaan oksidasi +5, tetapi ia juga memiliki keadaan +4 dan bahkan +3 atau +2. Konsentrasi protaktinium di kerak bumi biasanya beberapa bagian per triliun, tetapi dapat mencapai hingga beberapa bagian per juta pada beberapa endapan bijih uraninit. Karena kelangkaannya, serta radioaktivitasnya dan toksisitasnya yang tinggi, saat ini protaktinium tidak digunakan di luar penelitian ilmiah, dan untuk tujuan ini, protaktinium sebagian besar diekstraksi dari bahan bakar nuklir bekas.
Unsur ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913 oleh Kazimierz Fajans dan Oswald Göhring dan diberi nama "brevium" karena waktu paruh pendek dari isotop spesifik yang dipelajari, yaitu protaktinium-234. Isotop protaktinium yang lebih stabil, 231Pa, ditemukan pada 1917/18 oleh Lise Meitner yang bekerja sama dengan Otto Hahn, dan mereka memilih nama protaktinium.[1] IUPAC memilih nama "protaktinium" pada tahun 1949 dan mengukuhkan Hahn dan Meitner sebagai penemunya. Nama baru ini memiliki arti "prekursor (nuklir)[2] aktinium" dan mencerminkan bahwa aktinium adalah produk peluruhan radioaktif protaktinium. John Cranston (bekerja dengan Frederick Soddy dan Ada Hitchins) juga dikreditkan dengan menemukan isotop protaktinium paling stabil pada tahun 1915, tetapi menunda pengumumannya karena dia dipanggil untuk bertugas pada Perang Dunia Pertama.[3]
Isotop protaktinium yang paling lama hidup dan paling melimpah (hampir 100%) secara alami, protaktinium-231, memiliki waktu paruh 32.760 tahun dan merupakan produk peluruhan uranium-235. Jumlah renik yang jauh lebih kecil dari protaktinium-234 dan isomer nuklirnya protaktinium-234m berumur pendek terjadi dalam rantai peluruhan uranium-238. Protaktinium-233 dihasilkan dari peluruhan torium-233 sebagai bagian dari rangkaian peristiwa yang digunakan untuk menghasilkan uranium-233 melalui penyinaran neutron terhadap torium-232. Ia adalah produk intermediat yang tidak diinginkan dalam reaktor nuklir berbasis torium dan karena itu ia dikeluarkan dari zona aktif reaktor selama proses pembiakan. Ilmu kelautan memanfaatkan unsur ini untuk memahami lautan purba. Analisis konsentrasi relatif berbagai isotop uranium, torium, dan protaktinium dalam air dan mineral digunakan dalam penanggalan radiometrik sedimen yang berusia hingga 175.000 tahun dan dalam pemodelan berbagai proses geologis.[4]
Sejarah
Pada tahun 1871, Dmitri Mendeleev meramalkan adanya unsur antara torium dan uranium.[5] Deret aktinida tidak diketahui pada saat itu. Oleh karena itu, uranium ditempatkan di bawah wolfram di golongan VI, dan torium di bawah zirkonium di golongan IV, meninggalkan ruang kosong di bawah tantalum di golongan V; sampai penerimaan konsep aktinida pada akhir 1940-an, tabel periodik diterbitkan dengan struktur ini.[6] Untuk waktu yang lama, para kimiawan mencari eka-tantalum sebagai unsur dengan sifat kimia yang mirip dengan tantalum, membuat penemuan protaktinium hampir mustahil. Analog tantalum yang lebih berat kemudian ditemukan sebagai unsur transuranium dubnium – yang, bagaimanapun, tidak bereaksi seperti tantalum, tetapi seperti protaktinium.[7]
Pada tahun 1900, William Crookes mengisolasi protaktinium sebagai bahan radioaktif yang sangat kuat dari uranium; namun, dia tidak dapat mengarakterisasinya sebagai unsur kimia baru dan dengan demikian menamainya uranium-X (UX).[8][9][10] Crookes melarutkan uranium nitrat dalam eter, dan fase berair residual mengandung sebagian besar dan . Metode ini masih digunakan pada tahun 1950-an untuk mengisolasi dan dari senyawa uranium.[11] Protaktinium pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913, ketika Kasimir Fajans dan Oswald Göhring menemukan isotop 234Pa selama studi mereka mengenai rantai peluruhan uranium-238: → → → . Mereka menamai unsur baru ini "brevium" (dari kata Latin, brevis, yang berarti singkat atau pendek) karena waktu paruhnya yang singkat, 6,7 jam untuk .[12][13][14][15][16] Pada tahun 1917/18, dua kelompok ilmuwan, Lise Meitner yang bekerja sama dengan Otto Hahn dari Jerman serta Frederick Soddy dan John Cranston dari Britania Raya, secara terpisah menemukan isotop protaktinium lain, 231Pa, yang memiliki waktu paruh lebih lama, sekitar 33.000 tahun.[17][18][19] Dengan demikian, nama "brevium" diubah menjadi protaktinium[20] karena unsur baru tersebut merupakan bagian dari rantai peluruhan uranium-235 sebagai induk dari aktinium (dari prôtos "pertama, sebelum"). IUPAC mengonfirmasi penamaan ini pada tahun 1949.[21][22] Penemuan protaktinium menyelesaikan salah satu celah terakhir dalam versi awal tabel periodik, yang diusulkan oleh Mendeleev pada tahun 1869, dan membuat para ilmuwan yang terlibat menjadi terkenal.[23]
Aristid von Grosse memroduksi 2 miligram Pa2O5 pada tahun 1927,[24] dan pada tahun 1934 pertama kali mengisolasi protaktinium elemental dari 0,1 miligram Pa2O5.[25] Dia menggunakan dua prosedur berbeda: yang pertama, protaktinium oksida disinari oleh elektron 35 keV dalam ruang hampa. Dalam metode lain, yang disebut proses van Arkel–de Boer, oksida itu diubah secara kimiawi menjadi halida (klorida, bromida, atau iodida) dan kemudian direduksi dalam ruang hampa dengan filamen logam yang dipanaskan secara elektrik:[26][27]
- 2 PaI5 → 2 Pa + 5 I2
Pada tahun 1961, Otoritas Energi Atom Britania Raya (UKAEA) memroduksi 127 gram protaktinium-231 murni 99,9% dengan mengolah 60 ton bahan limbah dalam proses 12 tahap, dengan biaya sekitar AS$500.000.[28][29] Selama bertahun-tahun, ini adalah satu-satunya pasokan protaktinium yang signifikan di dunia, yang diberikan ke berbagai laboratorium untuk studi ilmiah.[30] Laboratorium Nasional Oak Ridge di A.S. menyediakan protaktinium dengan biaya sekitar AS$280/gram.[31]
Isotop
Dua puluh sembilan radioisotop protaktinium telah ditemukan, yang paling stabil adalah 231Pa dengan waktu paruh 32.760 tahun, 233Pa dengan waktu paruh 27 hari, dan 230Pa dengan waktu paruh 17,4 hari. Semua isotop yang tersisa memiliki waktu paruh lebih pendek dari 1,6 hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 1,8 detik. Protaktinium juga memiliki dua isomer nuklir, 217mPa (waktu paruh 1,2 milidetik) dan 234mPa (waktu paruh 1,17 menit).[32]
Mode peluruhan utama untuk isotop yang paling stabil, 231Pa, dan yang lebih ringan (211Pa hingga 231Pa) adalah peluruhan alfa, menghasilkan isotop aktinium. Mode utama untuk isotop yang lebih berat (232Pa hingga 239Pa) adalah peluruhan beta, menghasilkan isotop uranium.[33]
Fisi nuklir
Isotop berumur paling panjang dan paling melimpah, 231Pa, dapat difisi dari neutron cepat melebihi ~1 MeV.[34] 233Pa, isotop lain dari protaktinium yang diproduksi dalam reaktor nuklir, juga memiliki ambang fisi 1 MeV.[35]
Keterjadian
Protaktinium adalah salah satu unsur alami yang paling langka dan paling mahal. Ia ditemukan dalam bentuk dua isotop – 231Pa dan 234Pa, dengan isotop 234Pa terjadi dalam dua keadaan energi yang berbeda. Hampir semua protaktinium alami adalah protaktinium-231. Ia adalah pemancar alfa dan dibentuk oleh peluruhan uranium-235, sedangkan protaktinium-234 yang memancarkan beta dihasilkan sebagai hasil peluruhan uranium-238. Hampir semua uranium-238 (99,8%) meluruh terlebih dahulu menjadi isomer 234mPa yang berumur lebih pendek.[36]
Protaktinium terjadi dalam uraninit (pitchblende) pada konsentrasi sekitar 0,3–3 bagian 231Pa per juta bagian (ppm) bijih.[37] Meskipun konten biasa mendekati 0,3 ppm[38] (misalnya di Jáchymov, Republik Ceko[39]), beberapa bijih dari Republik Demokratik Kongo memiliki sekitar 3 ppm.[40] Protaktinium tersebar secara homogen di sebagian besar bahan alami dan di air, tetapi pada konsentrasi yang jauh lebih rendah sekitar satu bagian per triliun, yang sesuai dengan radioaktivitasnya sebesar 0,1 pCi/g. Ada sekitar 500 kali lebih banyak protaktinium dalam partikel tanah berpasir daripada dalam air, bahkan air yang ada dalam sampel tanah yang sama. Rasio yang jauh lebih tinggi dari 2.000 ke atas diukur dalam tanah geluh dan lempung, seperti bentonit.[41][42]
Dalam reaktor nuklir
Dua isotop protaktinium utama, 231Pa dan 233Pa, dihasilkan dari torium dalam reaktor nuklir; keduanya tidak diinginkan dan biasanya dihilangkan, sehingga menambah kerumitan desain dan operasi reaktor. Secara khusus, 232Th melalui reaksi (n,2n) menghasilkan 231Th yang dengan cepat (waktu paruh 25,5 jam) meluruh menjadi 231Pa. Isotop terakhir, meski bukan limbah transuranik, memiliki waktu paruh yang panjang selama 32.760 tahun dan merupakan kontributor utama radiotoksisitas jangka panjang dari bahan bakar nuklir bekas.[43]
Protaktinium-233 terbentuk setelah penangkapan neutron oleh 232Th. Ia selanjutnya meluruh menjadi uranium-233 atau menangkap neutron lain dan mengubahnya menjadi uranium-234 nonfisil.[44] 233Pa memiliki waktu paruh yang relatif panjang yaitu 27 hari dan penampang lintang yang tinggi untuk penangkapan neutron (disebut "racun neutron"). Jadi, alih-alih meluruh dengan cepat menjadi 233U yang berguna, sebagian kecil 233Pa yang signifikan diubah menjadi isotop nonfisil dan mengonsumsi neutron, menurunkan efisiensi reaktor. Untuk menghindari hal ini, 233Pa diekstraksi dari zona aktif reaktor garam cair torium selama pengoperasiannya, sehingga hanya meluruh menjadi 233U. Hal ini dicapai dengan menggunakan kolom bismut cair setinggi beberapa meter dengan litium terlarut di dalamnya. Dalam skenario yang disederhanakan, litium secara selektif mereduksi garam protaktinium menjadi logam protaktinium yang kemudian diekstraksi dari siklus garam cair, dan bismut hanyalah pembawa. Ia dipilih karena titik leburnya yang rendah (271 °C), tekanan uapnya yang rendah, kelarutannya yang baik untuk litium dan aktinida, dan ia tidak bercampur dengan halida cair.[45]
Persiapan
Sebelum munculnya reaktor nuklir, protaktinium dipisahkan untuk percobaan ilmiah dari bijih uranium. Saat ini, ia sebagian besar diproduksi sebagai produk intermediat fisi nuklir dalam reaktor suhu tinggi torium (waktu yang diberikan adalah waktu paruh):
Isotop protaktinium-231 dapat dibuat dengan meradiasi torium-230 dengan neutron lambat, mengubahnya menjadi torium-231 yang mengalami peluruhan beta, atau dengan menyinari torium-232 dengan neutron cepat, menghasilkan torium-231 dan 2 neutron.
Logam protaktinium dapat dibuat dengan mereduksi fluoridanya dengan kalsium,[46] litium atau barium pada suhu 1300–1400 °C.[47][48]
Sifat fisik dan kimia
Protaktinium adalah sebuah aktinida yang terletak pada tabel periodik di sebelah kiri uranium dan di sebelah kanan torium, dan banyak sifat fisiknya berada di antara kedua aktinida tersebut. Jadi, protaktinium lebih padat dan kaku dari torium tetapi lebih ringan dari uranium, dan titik leburnya lebih rendah dari torium dan lebih tinggi dari uranium. Ekspansi termal, konduktivitas listrik dan termal dari ketiga unsur ini sebanding dan tipikal logam pascatransisi. Perkiraan modulus geser protaktinium mirip dengan titanium.[49] Protaktinium adalah logam dengan kilau abu-abu keperakan yang diawetkan untuk beberapa waktu di udara.[50][51] Protaktinium mudah bereaksi dengan oksigen, uap air, dan asam, tetapi tidak dengan alkali.[52]
Pada suhu kamar, protaktinium mengkristal dalam struktur tetragon berpusat-badan yang dapat dianggap sebagai kisi kubus berpusat-badan (bcc) yang terdistorsi; struktur ini tidak berubah pada kompresi hingga 53 GPa. Strukturnya berubah menjadi kubus berpusat-muka (fcc) setelah didinginkan dari suhu tinggi, sekitar 1200 °C.[53][54] Koefisien ekspansi termal fase tetragon antara suhu kamar dan 700 °C adalah 9,9/°C.[55]
Protaktinium bersifat paramagnetik dan tidak ada transisi magnetik yang diketahui pada suhu berapa pun.[56] Ia menjadi superkonduktif pada suhu di bawah 1,4 K.[57][58] Protaktinium tetraklorida bersifat paramagnetik pada suhu kamar tetapi berubah menjadi feromagnetik saat didinginkan hingga 182 K.[59]
Protaktinium eksis dalam dua keadaan oksidasi utama, +4 dan +5, baik dalam padatan maupun larutan, dan keadaan +3 dan +2 diamati dalam beberapa fase padat. Karena konfigurasi elektron atom netral protaktinium adalah [Rn]5f26d17s2, keadaan oksidasi +5 sesuai dengan konfigurasi 5f0 berenergi rendah (dan dengan demikian disukai). Keadaan +4 dan +5 dengan mudah membentuk hidroksida dalam air dengan ion utamanya adalah Pa(OH)3+, , , dan Pa(OH)4, semuanya nirwarna.[60] Ion protaktinium lain yang dikenal meliputi , , PaF3+, , , , dan .[61][62]
Senyawa kimia
| Rumus | warma | simetri | grup ruang | No | lambang Pearson | a (pm) | b (pm) | c (pm) | Z | densitas (g/cm3) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pa | abu-abu keperakan | tetragon[63] | I4/mmm | 139 | tI2 | 392,5 | 392,5 | 323,8 | 2 | 15,37 |
| PaO | garam-batu[64] | Fmm | 225 | cF8 | 496,1 | 4 | 13,44 | |||
| PaO2 | hitam | fcc[65] | Fmm | 225 | cF12 | 550,5 | 4 | 10,47 | ||
| Pa2O5 | putih | Fmm[66] | 225 | cF16 | 547,6 | 547,6 | 547,6 | 4 | 10,96 | |
| Pa2O5 | putih | ortorombus[67] | 692 | 402 | 418 | |||||
| PaH3 | hitam | kubus[68] | Pmn | 223 | cP32 | 664,8 | 664,8 | 664,8 | 8 | 10,58 |
| PaF4 | coklat kemerahan | monoklinik[69] | C2/c | 15 | mS60 | 2 | ||||
| PaCl4 | hijau kekuningan | tetragon[70] | I41/amd | 141 | tI20 | 837,7 | 837,7 | 748,1 | 4 | 4,72 |
| PaBr4 | coklat | tetragon[71][72] | I41/amd | 141 | tI20 | 882,4 | 882,4 | 795,7 | ||
| PaCl5 | kuning | monoklinik[73] | C2/c | 15 | mS24 | 797 | 1135 | 836 | 4 | 3,74 |
| PaBr5 | merah | monoklinik[74][75] | P21/c | 14 | mP24 | 838,5 | 1120,5 | 1214,6 | 4 | 4,98 |
| PaOBr3 | monoklinik[76] | C2 | 1691,1 | 387,1 | 933,4 | |||||
| Pa(PO3)4 | ortorombus[77] | 696,9 | 895,9 | 1500,9 | ||||||
| Pa2P2O7 | kubus[78] | Pa3 | 865 | 865 | 865 | |||||
| Pa(C8H8)2 | kuning keemasan | monoklinik[79] | 709 | 875 | 1062 |
Di sini a, b dan c adalah konstanta kisi dalam pikometer, No adalah nomor grup ruang dan Z adalah jumlah unit formula per sel unit; fcc adalah singkatan dari simetri kubus berpusat-muka (face-centered cubic). Densitas tidak diukur secara langsung tetapi dihitung dari parameter kisi.
Oksida dan garam yang mengandung oksigen
Oksida protaktinium dikenal dengan keadaan oksidasi logam +2, +4 dan +5. Yang paling stabil adalah pentoksida putih Pa2O5, yang dapat diproduksi dengan menyalakan protaktinium(V) hidroksida di udara pada suhu 500 °C.[80] Struktur kristalnya berbentuk kubus, dan komposisi kimianya sering kali nonstoikiometrik, digambarkan sebagai PaO2.25. Fase lain dari oksida ini dengan simetri ortorombus juga telah dilaporkan.[81][82] Dioksida hitam PaO2 diperoleh dari pentoksida dengan mereduksinya pada suhu 1550 °C dengan hidrogen. Ia tidak mudah larut dalam asam klorida, sulfat, atau nitrat encer atau pekat, tetapi mudah larut dalam asam fluorida.[83] Dioksida ini dapat diubah kembali menjadi pentoksida dengan memanaskan dalam atmosfer yang mengandung oksigen hingga suhu 1100 °C.[84] Monoksida PaO hanya teramati sebagai lapisan tipis pada logam protaktinium, tetapi tidak dalam bentuk curah yang terisolasi.[85]
Protaktinium membentuk oksida biner campuran dengan berbagai logam. Dengan logam alkali A, kristalnya memiliki rumus kimia APaO3 dan struktur perovskit, atau A3PaO4 dan struktur garam-batu terdistorsi, atau A7PaO6 di mana atom oksigen membentuk kisi heksagon padat. Dalam semua bahan ini, ion protaktinium terkoordinasi secara oktahedron.[86][87] Pentoksida Pa2O5 bergabung dengan oksida logam tanah jarang R2O3 untuk membentuk berbagai oksida campuran nonstoikiometrik, juga berstruktur perovskit.[88]
Oksida protaktinium bersifat basa; mereka dengan mudah diubah menjadi hidroksida dan dapat membentuk berbagai garam, seperti sulfat, fosfat, nitrat, dll. Garam nitrat biasanya berwarna putih tetapi dapat menjadi coklat karena dekomposisi radiolitis. Pemanasan nitrat di udara pada suhu 400 °C mengubahnya menjadi protaktinium pentoksida putih.[89] Politrioksofosfat Pa(PO3)4 dapat diproduksi dengan mereaksikan difluorida sulfat PaF2SO4 dengan asam fosfat (H3PO4) di bawah atmosfer gas lengai. Memanaskan produk hingga sekitar 900 °C menghilangkan produk sampingan reaksi seperti asam fluorida, belerang trioksida, dan fosfat anhidrida. Memanaskannya ke suhu yang lebih tinggi dalam atmosfer lengai akan mengurai Pa(PO3)4 menjadi difosfat PaP2O7, yang analog dengan difosfat aktinida lainnya. Dalam difosfat, gugus PO3 membentuk piramida simetri C2v. Memanaskan PaP2O7 di udara hingga suhu 1400 °C akan menguraikannya menjadi pentoksida fosforus dan protaktinium.[90]
Halida
Protaktinium (V) fluorida membentuk kristal putih di mana ion protaktinium tersusun dalam bipiramida pentagon dan dikoordinasikan oleh 7 ion lainnya. Koordinasinya sama pada protaktinium(V) klorida, tetapi warnanya kuning. Koordinasinya berubah menjadi oktahedron pada protaktinium(V) bromida berwarna coklat dan tidak diketahui pada protaktinium(V) iodida. Koordinasi protaktinium pada semua tetrahalidanya adalah 8, tetapi susunannya antiprismatik persegi pada protaktinium(IV) fluorida dan dodekahedron pada protaktinium(IV) klorida dan bromida. Protaktinium(III) iodida berwarna coklat telah dilaporkan di mana ion protaktinium berkoordinasi 8 dalam susunan prismatik trigonal tertutup ganda.[91]
Protaktinium(V) fluorida dan protaktinium(V) klorida memiliki struktur polimer dengan simetri monoklinik. Di sana, dalam satu rantai polimer, semua atom halida terletak pada satu bidang seperti grafit dan membentuk pentagon planar di sekitar ion protaktinium. Koordinasi 7 protaktinium berasal dari 5 atom halida dan dua ikatan atom protaktinium milik rantai terdekat. Senyawa ini mudah terhidrolisis dalam air.[92] Protaktinium pentaklorida melebur pada suhu 300 °C dan menyublim pada suhu yang lebih rendah lagi.
Protaktinium(V) fluorida dapat dibuat dengan mereaksikan protaktinium oksida dengan bromin pentafluorida atau bromin trifluorida pada suhu sekitar 600 °C, dan protaktinium(IV) fluorida diperoleh dari protaktinium oksida dan campuran hidrogen dan hidrogen fluorida pada suhu 600 °C; surplus besar hidrogen diperlukan untuk menghilangkan kebocoran oksigen atmosfer ke dalam reaksi.[93]
Protaktinium(V) klorida dibuat dengan mereaksikan protaktinium oksida dengan karbon tetraklorida pada suhu 200–300 °C.[94] Produk sampingan (seperti PaOCl3) dihilangkan dengan sublimasi fraksional.[95] Reduksi protaktinium(V) klorida dengan hidrogen pada suhu sekitar 800 °C akan menghasilkan protaktinium(IV) klorida – sebuah padatan kuning kehijauan yang menyublim dalam ruang hampa pada suhu 400 °C; ia juga dapat diperoleh langsung dari protaktinium dioksida dengan mengolahnya dengan karbon tetraklorida pada suhu 400 °C.[96]
Protaktinium bromida diproduksi oleh aksi aluminium bromida, hidrogen bromida, karbon tetrabromida, atau campuran hidrogen bromida dan tionil bromida pada protaktinium oksida. Reaksi alternatif adalah antara protaktinium pentaklorida dan hidrogen bromida atau tionil bromida.[97] Protaktinium(V) bromida memiliki dua bentuk monoklinik yang serupa, satu diperoleh dengan sublimasi pada suhu 400–410 °C dan yang lainnya dengan sublimasi pada suhu yang sedikit lebih rendah pada suhu 390–400 °C.[98][99]
Protaktinium iodida dihasilkan dari protaktinium oksida dan aluminium iodida atau amonium iodida yang dipanaskan hingga suhu 600 °C.[100] Protaktinium(III) iodida diperoleh dengan memanaskan protaktinium(V) iodida dalam ruang hampa.[101] Seperti oksida, protaktinium membentuk halida campuran dengan logam alkali. Di antaranya, yang paling tidak biasa adalah Na3PaF8 di mana ion protaktinium secara simetris dikelilingi oleh 8 ion F− yang membentuk kubus hampir sempurna.[102]
Protaktinium fluorida yang lebih kompleks juga telah dikenal seperti Pa2F9[103] dan fluorida terner dari jenis MPaF6 (M = Li, Na, K, Rb, Cs, atau NH4), M2PaF7 (M = K, Rb, Cs, atau NH4) dan M3PaF8 (M = Li, Na, Rb, Cs), semuanya berupa padatan kristal putih. Rumus MPaF6 dapat direpresentasikan sebagai kombinasi dari MF dan PaF5. Senyawa ini dapat diperoleh dengan menguapkan larutan asam fluorida yang mengandung kedua kompleks ini. Untuk kation alkali yang kecil seperti Na, struktur kristalnya adalah tetragon, sedangkan kation yang lebih besar, K+, Rb+, Cs+, atau NH4+, menjadi ortorfombik. Variasi serupa diamati untuk fluorida M2PaF7, yaitu simetri kristalnya bergantung pada kation dan dibedakan untuk Cs2PaF7 dan M2PaF7 (M = K, Rb, atau NH4).[104]
Senyawa anorganik lainnya
Oksihalida dan oksisulfida dari protaktinium telah diketahui. PaOBr3 memiliki struktur monoklinik yang terdiri dari unit rantai ganda di mana protaktinium memiliki koordinasi 7 dan tersusun menjadi bipiramida pentagon. Rantai ini saling berhubungan melalui atom oksigen dan bromin, dan setiap atom oksigen ditautkan dengan tiga atom protaktinium.[105] PaOS adalah padatan nonvolatil berwarna kuning muda dengan kisi kristal kubik isostruktural dengan oksisulfida aktinida lainnya. Ia diperoleh dengan mereaksikan protaktinium(V) klorida dengan campuran hidrogen sulfida dan karbon disulfida pada suhu 900 °C.[106]
Dalam hidrida dan nitrida, protaktinium memiliki keadaan oksidasi rendah, sekitar +3. Hidridanya diperoleh dengan aksi langsung hidrogen pada logam protaktinium pada suhu 250 °C, dan nitridanya adalah produk amonia dan protaktinium tetraklorida atau pentaklorida. Padatan kuning cerah ini stabil terhadap pemanasan hingga suhu 800 °C dalam ruang hampa. Protaktinium karbida, PaC, dibentuk dengan mereduksi protaktinium tetraklorida dengan barium dalam wadah karbon pada suhu sekitar 1400 °C.[107] Protaktinium membentuk borohidrida yang meliputi Pa(BH4)4. Ia memiliki struktur polimer yang tidak biasa dengan rantai heliks di mana atom protaktinium memiliki bilangan koordinasi 12 dan dikelilingi oleh enam ion BH4−.[108]
Senyawa organologam
Protaktinium(IV) dapat membentuk kompleks tetrahedral tetrakis(siklopentadienil)protaktinium(IV) (atau Pa(C5H5)4) dengan empat cincin siklopentadienil, yang dapat disintesis dengan mereaksikan protaktinium(IV) klorida dengan leburan Be(C5H5)2. Satu cincin dapat diganti dengan sebuah atom halida.[109] Kompleks organologam lainnya adalah protaktinium bis(π-siklooktatetraena), atau protaktinosena, Pa(C8H8)2, yang strukturnya analog dengan uranosena. Di sana, atom logam protaktinium terjepit di antara dua ligan siklooktatetraena. Mirip dengan uranosena, ia dapat dibuat dengan mereaksikan protaktinium tetraklorida dengan dikalium siklooktatetraenida, K2C8H8, dalam tetrahidrofuran.[110]
Aplikasi
Meskipun protaktinium terletak pada tabel periodik di antara uranium dan torium, yang keduanya memiliki banyak aplikasi, saat ini protaktinium tidak digunakan di luar penelitian ilmiah karena kelangkaannya, radioaktivitasnya yang tinggi, dan toksisitasnya yang tinggi.[111]
Protaktinium-231 muncul dari peluruhan uranium-235 alami, dan dalam reaktor nuklir melalui reaksi 232Th + n → 231Th + 2n dan peluruhan beta selanjutnya. Ia pernah dianggap dapat mendukung reaksi berantai nuklir, yang pada prinsipnya dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir: fisikawan pernah memperkirakan massa kritis terkait sebesar .[112] Namun, kemungkinan kekritisan 231Pa telah dikesampingkan sejak saat itu.[113]
Dengan munculnya spektrometer massa yang sangat sensitif, aplikasi 231Pa sebagai pelacak dalam geologi dan paleoseanografi menjadi mungkin. Jadi, rasio protaktinium-231 terhadap torium-230 digunakan untuk penanggalan radiometrik sedimen yang berusia hingga 175.000 tahun dan dalam pemodelan pembentukan mineral.[114] Secara khusus, evaluasinya dalam sedimen samudra memungkinkan untuk merekonstruksi pergerakan badan air Atlantik Utara selama pencairan terakhir dari gletser Zaman Es.[115] Beberapa variasi penanggalan terkait protaktinium bergantung pada analisis konsentrasi relatif untuk beberapa anggota rantai peluruhan uranium yang berumur panjang – uranium, protaktinium, dan torium, misalnya. Unsur-unsur ini memiliki 6, 5, dan 4 elektron valensi dan dengan demikian mendukung keadaan oksidasi +6, +5 dan +4, masing-masing, dan menunjukkan sifat fisik dan kimia yang berbeda. Jadi, torium dan protaktinium, tetapi bukan senyawa uranium, tidak larut dengan baik dalam larutan berair, dan mempresipitasi menjadi sedimen; laju presipitasi torium lebih cepat daripada protaktinium. Selain itu, analisis konsentrasi untuk protaktinium-231 (waktu paruh 32.760 tahun) dan torium-230 (waktu paruh 75.380 tahun) memungkinkan untuk meningkatkan akurasi dibandingkan ketika hanya satu isotop yang diukur; metode isotop ganda ini juga kurang peka terhadap ketidakhomogenan dalam distribusi spasial isotop dan variasi laju presipitasinya.[116][117]
Pencegahan
Protaktinium bersifat racun dan sangat radioaktif dan dengan demikian semua manipulasi dilakukan dalam kotak sarung tangan yang tertutup rapat. Isotop utamanya, 231Pa, memiliki aktivitas spesifik sebesar per gram dan utamanya memancarkan partikel alfa dengan energi 5 MeV, yang dapat dihentikan oleh lapisan tipis bahan apa pun. Namun, ia perlahan meluruh, dengan waktu paruh 32.760 tahun, menjadi 227Ac, yang memiliki aktivitas spesifik sebesar per gram, memancarkan radiasi alfa dan beta, dan memiliki waktu paruh yang jauh lebih pendek, yaitu 22 tahun. 227Ac, pada gilirannya, meluruh menjadi isotop yang lebih ringan dengan waktu paruh yang lebih pendek dan aktivitas spesifik (SA) yang jauh lebih besar, seperti yang dirangkum dalam tabel di bawah yang menunjukkan rantai peluruhan protaktinium-231.[118]
| Isotop | 231Pa | 227Ac | 227Th | 223Ra | 219Rn | 215Po | 211Pb | 211Bi | 207Tl |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| SA (Ci/g) | 0,048 | 73 | 3,1 | 5,2 | 1,3 | 3 | 2,5 | 4,2 | 1,9 |
| Peluruhan | α | α, β | α | α | α | α | β | α, β | β |
| Waktu paruh | 33 ka | 22 a | 19 hari | 11 hari | 4 dtk | 1,8 mdtk | 36 mnt | 2,1 mnt | 4,8 mnt |
Karena protaktinium hadir dalam jumlah kecil di sebagian besar produk dan bahan alami, ia dapat tertelan dengan makanan atau air dan terhirup dengan udara. Hanya sekitar 0,05% protaktinium yang tertelan diserap ke dalam darah dan sisanya diekskresikan. Dari darah, sekitar 40% protaktinium tersimpan di tulang, sekitar 15% masuk ke hati, 2% ke ginjal, dan sisanya keluar dari tubuh. Waktu paruh biologis protaktinium adalah sekitar 50 tahun di tulang, sedangkan di organ lain kinetika memiliki komponen cepat dan lambat. Misalnya, 70% protaktinium di hati memiliki waktu paruh biologis 10 hari, dan 30% sisanya selama 60 hari. Nilai yang sesuai untuk ginjal adalah 20% (10 hari) dan 80% (60 hari). Di semua organ ini, protaktinium dapat mengakibatkan kanker melalui radioaktivitasnya.[119][120] Dosis maksimum Pa yang aman dalam tubuh manusia adalah , yang setara dengan 0,5 mikrogram 231Pa.[121] Konsentrasi maksimum 231Pa yang diperbolehkan di udara di Jerman adalah .[122]
Lihat pula
- Ada Hitchins, yang membantu Soddy menemukan protaktinium
Bibliografi
Pranala luar
- Protaktinium di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
Referensi
- ↑ Meitner, L. (1918) Die Muttersubstanz des Actiniums, ein Neues Radioaktives Element von Langer Lebensdauer. Zeitschrift für Elektrochemie und angewandte physikalische Chemie 24: 169-173.
- ↑ http://hpschapters.org/northcarolina/NSDS/Protactinium.pdf
- ↑ John Arnold Cranston . Universitas Glasgow
- ↑ Negre, César dkk. “Reversed flow of Atlantic deep water during the Last Glacial Maximum.” Nature, vol. 468,7320 (2010): 84-8. doi:10.1038/nature09508
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 347–349. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Laing, Michael. A Revised Periodic Table: With the Lanthanides Repositioned. Foundations of Chemistry. 2005. Vol. 7 (3). hlm. 203. doi:10.1007/s10698-004-5959-9.
- ↑ Sophie Fessl. How Far Does the Periodic Table Go?. JSTOR. 2 Januari 2019.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 347–349. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ National Research Council (U.S.). Conference on Glossary of Terms in Nuclear Science and Technology. A Glossary of Terms in Nuclear Science and Technology. American Society of Mechanical Engineers. 1957. hlm. 180.
- ↑ W. Crookes. Radio-Activity of Uranium. Proceedings of the Royal Society of London. 1899. Vol. 66 (424–433). hlm. 409–423. doi:10.1098/rspl.1899.0120.
- ↑ Sven Johansson. Decay of UX1, UX2, and UZ. Physical Review. 1954. Vol. 96 (4). hlm. 1075–1080. doi:10.1103/PhysRev.96.1075.
- ↑ Greenwood, hlm. 1250
- ↑ Greenwood, hlm. 1254
- ↑ Fajans, K. Über die komplexe Natur des Ur X. Naturwissenschaften. 1913. Vol. 1 (14). hlm. 339. doi:10.1007/BF01495360.
- ↑ Fajans, K. Über das Uran X 2 -das neue Element der Uranreihe. Physikalische Zeitschrift. 1913. Vol. 14. hlm. 877–84.
- ↑ Eric Scerri, A tale of seven elements, (Oxford University Press 2013) , hlm.67–74
- ↑ Meitner, L. (1918) Die Muttersubstanz des Actiniums, ein Neues Radioaktives Element von Langer Lebensdauer. Zeitschrift für Elektrochemie und angewandte physikalische Chemie 24: 169-173.
- ↑ Eric Scerri, A tale of seven elements, (Oxford University Press 2013) , hlm.67–74
- ↑ Soddy, F., Cranston, J.F. (1918) The parent of actinium. Proceedings of the Royal Society A – Mathematical, Physical and Engineering Sciences 94: 384-403.
- ↑ Meitner, L. (1918) Die Muttersubstanz des Actiniums, ein Neues Radioaktives Element von Langer Lebensdauer. Zeitschrift für Elektrochemie und angewandte physikalische Chemie 24: 169-173.
- ↑ Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ Greenwood, hlm. 1251
- ↑ Shea, William R. (1983) Otto Hahn and the rise of nuclear physics, Springer, hlm. 213, .
- ↑ von Grosse, Aristid. Das Element 91; seine Eigenschaften und seine Gewinnung. Berichte der deutschen chemischen Gesellschaft. 1928. Vol. 61 (1). hlm. 233–245. doi:10.1002/cber.19280610137.
- ↑ G. Graue. Die technische Gewinnung des Protactiniums. Angewandte Chemie. 1934. Vol. 47 (37). hlm. 650–653. doi:10.1002/ange.19340473706.
- ↑ Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ A. V. Grosse. Metallic Element 91. Journal of the American Chemical Society. 1934. Vol. 56 (10). hlm. 2200–2201. doi:10.1021/ja01325a508.
- ↑ Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ B. F. Myasoedov. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. doi:10.1007/978-94-007-0211-0. ISBN 978-1-4020-3555-5.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 347–349. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Periodic Table of Elements: Protactinium. Laboratorium Nasional Los Alamos.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ A. v. Grosse. The Fission of Protactinium (Element 91). Physical Review. 15 August 1939. Vol. 56 (4). hlm. 382. doi:10.1103/PhysRev.56.382.
- ↑ F. Tovesson. The Pa-233 Fission Cross Section. Journal of Nuclear Science and Technology. Agustus 2002. Vol. 39 (sup2). hlm. 210–213. doi:10.1080/00223131.2002.10875076.
- ↑ Protaktinium , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 347–349. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Articles "Protactinium" and "Protactinium-231 – thorium-230 dating" in Encyclopædia Britannica, edisi ke-15, 1995, hlm. 737
- ↑ A. V. Grosse. The Isolation of 0.1 Gram of the Oxide of Element 91 (Protactinium). Journal of the American Chemical Society. 1934. Vol. 56 (10). hlm. 2200. doi:10.1021/ja01325a507.
- ↑ Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ Protaktinium , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005
- ↑ Cornelis, Rita (2005) Handbook of elemental speciation II: species in the environment, food, medicine & occupational health, Vol. 2, John Wiley and Sons, hlm. 520–521, .
- ↑ Groult, Henri (2005) Fluorinated materials for energy conversion, Elsevier, hlm. 562–565, .
- ↑ Hébert, Alain. Applied Reactor Physics. Presses inter Polytechnique. July 2009. hlm. 265. ISBN 978-2-553-01436-9.
- ↑ Groult, Henri (2005) Fluorinated materials for energy conversion, Elsevier, hlm. 562–565, .
- ↑ J. A. C. Marples. On the thermal expansion of protactinium metal. Acta Crystallographica. 1965. Vol. 18 (4). hlm. 815–817. doi:10.1107/S0365110X65001871.
- ↑ Fowler, R. D. Superconductivity of Protactinium. Physical Review Letters. 1965. Vol. 15 (22). hlm. 860. doi:10.1103/PhysRevLett.15.860.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Seitz, Frederick dan Turnbull, David (1964) Solid state physics: advances in research and applications, Academic Press, hlm. 289–291, .
- ↑ Hammond, C. R. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC press. 29 Juni 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- ↑ B. F. Myasoedov. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements. Springer. 2006. doi:10.1007/978-94-007-0211-0. ISBN 978-1-4020-3555-5.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 347–349. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ J. A. C. Marples. On the thermal expansion of protactinium metal. Acta Crystallographica. 1965. Vol. 18 (4). hlm. 815–817. doi:10.1107/S0365110X65001871.
- ↑ Young, David A. (1991) Diagram fase unsur kimia, University of California Press, hlm. 222, .
- ↑ J. A. C. Marples. On the thermal expansion of protactinium metal. Acta Crystallographica. 1965. Vol. 18 (4). hlm. 815–817. doi:10.1107/S0365110X65001871.
- ↑ Buschow, K. H. J. (2005) Ensiklopedia ringkas bahan magnetik dan superkonduktor, Elsevier, hlm. 129–130, .
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 347–349. ISBN 978-0-19-850340-8.
- ↑ Fowler, R. D. Superconductivity of Protactinium. Physical Review Letters. 1965. Vol. 15 (22). hlm. 860. doi:10.1103/PhysRevLett.15.860.
- ↑ M. E. Hendricks. Magnetic Properties of Protactinium Tetrachloride. Journal of Chemical Physics. 1971. Vol. 55 (6). hlm. 2993–2997. doi:10.1063/1.1676528.
- ↑ Greenwood, hlm. 1265
- ↑ Greenwood, hlm. 1275
- ↑ L. B. Asprey. Synthesis and X-Ray Properties of Alkali Fluoride-Protactinium Pentafluoride Complexes. Inorganic Chemistry. 1966. Vol. 5 (4). hlm. 659. doi:10.1021/ic50038a034.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Brown D. Structural parameters and unit cell dimensions for the tetragonal actinide tetrachlorides(Th, Pa, U, and Np) and tetrabromides (Th and Pa). Journal of the Chemical Society, Dalton Transactions. 1973. hlm. 686–691. doi:10.1039/DT9730000686.
- ↑ Y. Tahri. Electronic structures of thorium and protactinium halide clusters of [ThX8]4− type. Journal of the Less Common Metals. 1990. Vol. 158. hlm. 105–116. doi:10.1016/0022-5088(90)90436-N.
- ↑ D. Brown. Crystal Structures of some Protactinium Bromides. Nature. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.
- ↑ R. P. Dodge. The crystal structure of protactinium pentachloride. Acta Crystallographica. 1967. Vol. 22. hlm. 85–89. doi:10.1107/S0365110X67000155.
- ↑ D. Brown. Crystal Structures of some Protactinium Bromides. Nature. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.
- ↑ D. Brown. The crystal structure of β-protactinium pentabromide. Acta Crystallographica B. 1969. Vol. 25 (2). hlm. 178. doi:10.1107/S0567740869007357.
- ↑ D. Brown. Crystal Structures of some Protactinium Bromides. Nature. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.
- ↑ V. Brandel. Chemistry of tetravalent actinide phosphates—Part I. Journal of Solid State Chemistry. 2004. Vol. 177 (12). hlm. 4743. doi:10.1016/j.jssc.2004.08.009.
- ↑ V. Brandel. Chemistry of tetravalent actinide phosphates—Part I. Journal of Solid State Chemistry. 2004. Vol. 177 (12). hlm. 4743. doi:10.1016/j.jssc.2004.08.009.
- ↑ David F. Starks. Bis(π-cyclooctatetraene) protactinium. Inorganic Chemistry. 1974. Vol. 13 (6). hlm. 1307. doi:10.1021/ic50136a011.
- ↑ Greenwood, hlm. 1268
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ R. Elson. The tetravalent and pentavalent states of protactinium. Journal of the American Chemical Society. 1950. Vol. 72 (12). hlm. 5791. doi:10.1021/ja01168a547.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ R. Elson. The tetravalent and pentavalent states of protactinium. Journal of the American Chemical Society. 1950. Vol. 72 (12). hlm. 5791. doi:10.1021/ja01168a547.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Greenwood, hlm. 1269
- ↑ P. N. Iyer. Double oxides containing niobium, tantalum or protactinium. IV. Further systems involving alkali metals. Acta Crystallographica B. 1971. Vol. 27 (4). hlm. 731. doi:10.1107/S056774087100284X.
- ↑ P. N. Iyer. Double oxides containing niobium, tantalum, or protactinium. III. Systems involving the rare earths. Acta Crystallographica. 1967. Vol. 23 (5). hlm. 740. doi:10.1107/S0365110X67003639.
- ↑ R. Grossmann. Preparation of 231Pa targets. Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A. 2008. Vol. 590 (1–3). hlm. 122. doi:10.1016/j.nima.2008.02.084.
- ↑ V. Brandel. Chemistry of tetravalent actinide phosphates—Part I. Journal of Solid State Chemistry. 2004. Vol. 177 (12). hlm. 4743. doi:10.1016/j.jssc.2004.08.009.
- ↑ Greenwood, hlm. 1270
- ↑ Greenwood, hlm. 1271
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ R. P. Dodge. The crystal structure of protactinium pentachloride. Acta Crystallographica. 1967. Vol. 22. hlm. 85–89. doi:10.1107/S0365110X67000155.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ D. Brown. Crystal Structures of some Protactinium Bromides. Nature. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.
- ↑ D. Brown. The crystal structure of β-protactinium pentabromide. Acta Crystallographica B. 1969. Vol. 25 (2). hlm. 178. doi:10.1107/S0567740869007357.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Greenwood, hlm. 1271
- ↑ Greenwood, hlm. 1275
- ↑ Greenwood, hlm. 1271
- ↑ L. B. Asprey. Synthesis and X-Ray Properties of Alkali Fluoride-Protactinium Pentafluoride Complexes. Inorganic Chemistry. 1966. Vol. 5 (4). hlm. 659. doi:10.1021/ic50038a034.
- ↑ D. Brown. Crystal Structures of some Protactinium Bromides. Nature. 1968. Vol. 217 (5130). hlm. 737. doi:10.1038/217737a0.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Philip A. Sellers. The Preparation of Some Protactinium Compounds and the Metal. Journal of the American Chemical Society. 1954. Vol. 76 (23). hlm. 5935. doi:10.1021/ja01652a011.
- ↑ Greenwood, hlm. 1277
- ↑ Greenwood, hlm. 1278–1279
- ↑ David F. Starks. Bis(π-cyclooctatetraene) protactinium. Inorganic Chemistry. 1974. Vol. 13 (6). hlm. 1307. doi:10.1021/ic50136a011.
- ↑ Protaktinium , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005
- ↑ Seifritz, Walter (1984) Nukleare Sprengkörper – Bedrohung oder Energieversorgung für die Menschheit, Thiemig-Verlag, .
- ↑ Ganesan, S. A Re-calculation of Criticality Property of 231 Pa Using New Nuclear Data. Current Science. 1999. Vol. 77 (5). hlm. 667–677.
- ↑ Articles "Protactinium" and "Protactinium-231 – thorium-230 dating" in Encyclopædia Britannica, edisi ke-15, 1995, hlm. 737
- ↑ McManus, J. F. Collapse and rapid resumption of Atlantic meridional circulation linked to deglacial climate changes. Nature. 2004. Vol. 428 (6985). hlm. 834–837. doi:10.1038/nature02494.
- ↑ Articles "Protactinium" and "Protactinium-231 – thorium-230 dating" in Encyclopædia Britannica, edisi ke-15, 1995, hlm. 737
- ↑ H. Cheng. Uranium-thorium-protactinium dating systematics. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1998. Vol. 62 (21–22). hlm. 3437. doi:10.1016/S0016-7037(98)00255-5.
- ↑ Protaktinium , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005
- ↑ Protaktinium , Laboratorium Nasional Argonne, Human Health Fact Sheet, Agustus 2005
- ↑ R. Grossmann. Preparation of 231Pa targets. Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A. 2008. Vol. 590 (1–3). hlm. 122. doi:10.1016/j.nima.2008.02.084.
- ↑ Palshin, E.S. Analytical chemistry of protactinium. Nauka. 1968.
- ↑ R. Grossmann. Preparation of 231Pa targets. Nuclear Instruments and Methods in Physics Research A. 2008. Vol. 590 (1–3). hlm. 122. doi:10.1016/j.nima.2008.02.084.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29578567 (2026-08-14T19:22:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.