Lompat ke isi

Fransium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29456528; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Francium-87.jpg|thumb|right|280px|Francium-87]]
'''Fransium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Fr''' dan [[nomor atom]] 87. Ia sangatlah [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]; isotopnya yang paling stabil, fransium-223 (awalnya disebut sebagai ''[[aktinium]]&nbsp;K'' dari [[deret radioaktif|rantai peluruhan]] alami di mana ia muncul), memiliki waktu paruh hanya 22&nbsp;menit. Ia merupakan unsur paling [[Elektronegatifitas#Elektropositivitas|elektropositif]] kedua, setelah [[sesium]], dan unsur alami [[Kelimpahan unsur|paling langka kedua]] (setelah [[astatin]]). Isotop fransium meluruh dengan cepat menjadi astatin, [[radium]], dan [[radon]]. [[Struktur elektron]]ik atom fransium adalah [Rn] 7s<sup>1</sup>, sehingga ia digolongkan sebagai [[logam alkali]].
'''Fransium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Fr''' dan [[nomor atom]] 87. Ia sangatlah [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]]; isotopnya yang paling stabil, fransium-223 (awalnya disebut sebagai ''[[aktinium]]&nbsp;K'' dari [[deret radioaktif|rantai peluruhan]] alami di mana ia muncul), memiliki waktu paruh hanya 22&nbsp;menit. Ia merupakan unsur paling [[Elektronegatifitas#Elektropositivitas|elektropositif]] kedua, setelah [[sesium]], dan unsur alami [[Kelimpahan unsur|paling langka kedua]] (setelah [[astatin]]). Isotop fransium meluruh dengan cepat menjadi astatin, [[radium]], dan [[radon]]. [[Struktur elektron]]ik atom fransium adalah [Rn] 7s<sup>1</sup>, sehingga ia digolongkan sebagai [[logam alkali]].


Fransium tak pernah terlihat dapat jumlah yang besar. Karena penampilan umum unsur-unsur lain dalam kolom tabel periodiknya, fransium dianggap sebagai logam yang sangat reaktif, jika cukup dikumpulkan bersama untuk dapat dilihat sebagai padatan atau cairan curah. Mendapatkan sampel seperti itu sangatlah tidak mungkin, karena panas peluruhan yang ekstrem akibat waktu paruhnya yang singkat akan segera menguapkan kuantitas fransium yang dapat dilihat.
Fransium tak pernah terlihat dapat jumlah yang besar. Karena penampilan umum unsur-unsur lain dalam kolom tabel periodiknya, fransium dianggap sebagai logam yang sangat reaktif, jika cukup dikumpulkan bersama untuk dapat dilihat sebagai padatan atau cairan curah. Mendapatkan sampel seperti itu sangatlah tidak mungkin, karena panas peluruhan yang ekstrem akibat waktu paruhnya yang singkat akan segera menguapkan kuantitas fransium yang dapat dilihat.


Fransium ditemukan oleh [[Marguerite Perey]] di Prancis (yang menjadi asal nama unsur ini) pada tahun 1939. Sebelum penemuannya, ia disebut sebagai ''[[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|eka]]-[[sesium]]'' atau ''ekasesium'' karena dugaan keberadaannya berada di bawah sesium dalam tabel periodik. Ia adalah unsur terakhir yang pertama kali ditemukan di alam, bukan melalui sintesis. Di luar laboratorium, fransium sangatlah langka, dengan jumlah jejak yang ditemukan dalam bijih [[uranium]], di mana [[isotop]] fransium-223 (dalam keluarga uranium-235) terus terbentuk dan meluruh. Sesedikit 200–500&nbsp;g ada pada setiap waktu di seluruh [[kerak Bumi]]; selain fransium-223 dan fransium-221, isotop lainnya seluruhnya sintetis. Jumlah fransium terbesar yang diproduksi di laboratorium adalah sekelompok fransium dengan lebih dari 300.000 atom.
Fransium ditemukan oleh [[Marguerite Perey]]<ref>Amila Ruwan Guruge. [https://www.arhse.com/francium/ Francium]. ''Chemical and Process Engineering''. 25 Januari 2023.</ref> di Prancis (yang menjadi asal nama unsur ini) pada tahun 1939.<ref>M. Perey. [https://hal.archives-ouvertes.fr/jpa-00233698/document L'élément 87 : AcK, dérivé de l'actinium]. ''Journal de Physique et le Radium''. 1 Oltober 1939. Vol. 10 (10). hlm. 435–438. doi:10.1051/jphysrad:019390010010043500.</ref> Sebelum penemuannya, ia disebut sebagai ''[[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|eka]]-[[sesium]]'' atau ''ekasesium'' karena dugaan keberadaannya berada di bawah sesium dalam tabel periodik. Ia adalah unsur terakhir yang pertama kali ditemukan di alam, bukan melalui sintesis. Di luar laboratorium, fransium sangatlah langka, dengan jumlah jejak yang ditemukan dalam bijih [[uranium]], di mana [[isotop]] fransium-223 (dalam keluarga uranium-235) terus terbentuk dan meluruh. Sesedikit 200–500&nbsp;g ada pada setiap waktu di seluruh [[kerak Bumi]]; selain fransium-223 dan fransium-221, isotop lainnya seluruhnya sintetis. Jumlah fransium terbesar yang diproduksi di laboratorium adalah sekelompok fransium dengan lebih dari 300.000 atom.<ref>Luis A. Orozco. [http://pubs.acs.org/cen/80th/francium.html Francium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 159. doi:10.1021/cen-v081n036.p159.</ref>
==Karakteristik==
==Karakteristik==
Fransium adalah salah satu unsur alami yang paling tak stabil: isotopnya yang berumur paling panjang, fransium-223, memiliki [[waktu paruh]] hanya 22&nbsp;menit. Satu-satunya unsur yang sebanding degannya adalah astatin, di mana isotop alaminya yang paling stabil, astatin-219 (turunan alfa fransium-223), memiliki waktu paruh 56&nbsp;detik, meskipun astatin-210 yang sintetis jauh lebih panjang umurnya dengan waktu paruh dari 8,1&nbsp;jam. Semua isotop fransium meluruh menjadi astatin, [[radium]], atau [[radon]]. Fransium-223 juga memiliki waktu paruh yang lebih pendek daripada isotop dengan umur terpanjang dari setiap unsur sintetis hingga dan termasuk unsur 105, [[dubnium]].
Fransium adalah salah satu unsur alami yang paling tak stabil: isotopnya yang berumur paling panjang, fransium-223, memiliki [[waktu paruh]] hanya 22&nbsp;menit. Satu-satunya unsur yang sebanding degannya adalah astatin, di mana isotop alaminya yang paling stabil, astatin-219 (turunan alfa fransium-223), memiliki waktu paruh 56&nbsp;detik, meskipun astatin-210 yang sintetis jauh lebih panjang umurnya dengan waktu paruh dari 8,1&nbsp;jam.<ref>Andy Price. [http://www.andyscouse.com/pages/francium.htm Francium]. 20 Desember 2000.</ref> Semua isotop fransium meluruh menjadi astatin, [[radium]], atau [[radon]].<ref>Andy Price. [http://www.andyscouse.com/pages/francium.htm Francium]. 20 Desember 2000.</ref> Fransium-223 juga memiliki waktu paruh yang lebih pendek daripada isotop dengan umur terpanjang dari setiap unsur sintetis hingga dan termasuk unsur 105, [[dubnium]].<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref>


Fransium adalah logam alkali yang sifat kimianya sebagian besar mirip dengan sesium. Sebuah unsur berat dengan satu [[elektron valensi]], ia memiliki [[berat ekuivalen]] tertinggi dari semua unsur. Fransium cair—jika dibuat—seharusnya memiliki [[tegangan permukaan]] 0,05092&nbsp;[[newton|N]]/m pada titik leburnya. Titik lebur fransium diperkirakan sekitar ; nilai  juga sering ditemui. Titik leburnya tidaklah pasti karena kelangkaan dan [[Peluruhan radioaktif|radioaktivitasnya]] yang ekstrem; ekstrapolasi yang berbeda berdasarkan metode [[Dmitri Mendeleev]] menghasilkan nilai . Perkiraan titik didih  juga tidaklah pasti; perkiraan  dan , serta ekstrapolasi dari metode Mendeleev sebesar , juga telah disarankan. Massa jenis fransium diperkirakan sekitar 2,48&nbsp;g/cm<sup>3</sup> (metode Mendeleev mengekstrapolasi 2,4&nbsp;g/cm<sup>3</sup>).
Fransium adalah logam alkali yang sifat kimianya sebagian besar mirip dengan sesium.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> Sebuah unsur berat dengan satu [[elektron valensi]],<ref>Mark Winter. [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Fr/eneg.html Electron Configuration]. ''Francium''. The University of Sheffield.</ref> ia memiliki [[berat ekuivalen]] tertinggi dari semua unsur.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> Fransium cair—jika dibuat—seharusnya memiliki [[tegangan permukaan]] 0,05092&nbsp;[[newton|N]]/m pada titik leburnya.<ref>L. V. Kozhitov. ''Evaluation of the Surface Tension of Liquid Francium''. ''Inorganic Materials''. 2003. Vol. 39 (11). hlm. 1138–1141. doi:10.1023/A:1027389223381.</ref> Titik lebur fransium diperkirakan sekitar ;<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> nilai  juga sering ditemui.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> Titik leburnya tidaklah pasti karena kelangkaan dan [[Peluruhan radioaktif|radioaktivitasnya]] yang ekstrem; ekstrapolasi yang berbeda berdasarkan metode [[Dmitri Mendeleev]] menghasilkan nilai . Perkiraan titik didih  juga tidaklah pasti; perkiraan  dan , serta ekstrapolasi dari metode Mendeleev sebesar , juga telah disarankan.<ref>L. V. Kozhitov. ''Evaluation of the Surface Tension of Liquid Francium''. ''Inorganic Materials''. 2003. Vol. 39 (11). hlm. 1138–1141. doi:10.1023/A:1027389223381.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Massa jenis fransium diperkirakan sekitar 2,48&nbsp;g/cm<sup>3</sup> (metode Mendeleev mengekstrapolasi 2,4&nbsp;g/cm<sup>3</sup>).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


[[Linus Carl Pauling|Linus Pauling]] memperkirakan [[Elektronegativitas|keelektronegatifan]] fransium sebesar 0,7 pada [[Elektronegativitas#Elektronegativitas Pauling|skala Pauling]], sama dengan sesium; nilai sesium sejak itu disempurnakan menjadi 0,79, tetapi tidak ada data eksperimen yang memungkinkan penyempurnaan nilai fransium. Fransium memiliki [[energi ionisasi]] yang sedikit lebih tinggi daripada sesium, 392,811(4)&nbsp;kJ/mol dibandingkan dengan 375,7041(2)&nbsp;kJ/mol untuk sesium, seperti yang diperkirakan dari [[Kimia kuantum relativistik|efek relativistik]], dan ini menyiratkan bahwa sesium lebih sedikit elektronegatif dari keduanya. Fransium juga seharusnya memiliki [[afinitas elektron]] yang lebih tinggi daripada sesium dan ion Fr<sup>−</sup> seharusnya lebih [[Polarisabilitas|terpolarisasi]] daripada ion Cs<sup>−</sup>.
[[Linus Carl Pauling|Linus Pauling]] memperkirakan [[Elektronegativitas|keelektronegatifan]] fransium sebesar 0,7 pada [[Elektronegativitas#Elektronegativitas Pauling|skala Pauling]], sama dengan sesium;<ref>Linus Pauling. [https://archive.org/details/natureofchemical0000linu The Nature of the Chemical Bond]. Cornell University Press. 1960. hlm. [https://archive.org/details/natureofchemical0000linu/page/93 93]. ISBN 978-0-8014-0333-0.</ref> nilai sesium sejak itu disempurnakan menjadi 0,79, tetapi tidak ada data eksperimen yang memungkinkan penyempurnaan nilai fransium.<ref>Allred, A. L. ''Electronegativity values from thermochemical data''. ''J. Inorg. Nucl. Chem''. 1961. Vol. 17 (3–4). hlm. 215–221. doi:10.1016/0022-1902(61)80142-5.</ref> Fransium memiliki [[energi ionisasi]] yang sedikit lebih tinggi daripada sesium,<ref>Andreev, S.V. ''Laser resonance photoionization spectroscopy of Rydberg levels in Fr''. ''Physical Review Letters''. 1987. Vol. 59 (12). hlm. 1274–76. doi:10.1103/PhysRevLett.59.1274.</ref> 392,811(4)&nbsp;kJ/mol dibandingkan dengan 375,7041(2)&nbsp;kJ/mol untuk sesium, seperti yang diperkirakan dari [[Kimia kuantum relativistik|efek relativistik]], dan ini menyiratkan bahwa sesium lebih sedikit elektronegatif dari keduanya. Fransium juga seharusnya memiliki [[afinitas elektron]] yang lebih tinggi daripada sesium dan ion Fr<sup>−</sup> seharusnya lebih [[Polarisabilitas|terpolarisasi]] daripada ion Cs<sup>−</sup>.<ref>John S. Thayer. ''Relativistic Methods for Chemists''. Springer. 2010. hlm. 81. doi:10.1007/978-1-4020-9975-5_2. ISBN 978-1-4020-9975-5.</ref>
==Senyawa==
==Senyawa==
Karena fransium sangat tidak stabil, hanya sedikit dari garamnya yang telah diketahui. Fransium [[Kopresipitasi|berkopresipitasi]] dengan beberapa [[garam (kimia)|garam]] sesium, seperti [[sesium perklorat]], yang menghasilkan fransium perklorat dalam jumlah kecil. Kopresipitasi ini dapat digunakan untuk mengisolasi fransium, dengan mengadaptasi metode kopresipitasi radiosesium dari [[Lawrence E. Glendenin]] dan C. M. Nelson. Ia juga akan berkopresipitasi dengan banyak garam sesium lainnya, termasuk [[iodat]], [[pikrat]], [[tartrat]] (juga [[rubidium]] tartrat), [[kloroplatinat]], dan [[Asam silikowolframat|silikowolframat]]. Ia juga berkopresipitasi dengan [[asam silikowolframat]], serta dengan [[asam perklorat]], tanpa logam alkali lain sebagai [[Kopresipitasi|pembawa]], yang mengarah pada metode pemisahan lainnya.
Karena fransium sangat tidak stabil, hanya sedikit dari garamnya yang telah diketahui. Fransium [[Kopresipitasi|berkopresipitasi]] dengan beberapa [[garam (kimia)|garam]] sesium, seperti [[sesium perklorat]], yang menghasilkan fransium perklorat dalam jumlah kecil. Kopresipitasi ini dapat digunakan untuk mengisolasi fransium, dengan mengadaptasi metode kopresipitasi radiosesium dari [[Lawrence E. Glendenin]] dan C. M. Nelson. Ia juga akan berkopresipitasi dengan banyak garam sesium lainnya, termasuk [[iodat]], [[pikrat]], [[tartrat]] (juga [[rubidium]] tartrat), [[kloroplatinat]], dan [[Asam silikowolframat|silikowolframat]]. Ia juga berkopresipitasi dengan [[asam silikowolframat]], serta dengan [[asam perklorat]], tanpa logam alkali lain sebagai [[Kopresipitasi|pembawa]], yang mengarah pada metode pemisahan lainnya.<ref>E. K. Hyde. ''Radiochemical Methods for the Isolation of Element 87 (Francium)''. ''J. Am. Chem. Soc''. 1952. Vol. 74 (16). hlm. 4181–4184. doi:10.1021/ja01136a066.</ref><ref>E. N K. Hyde ''Radiochemistry of Francium'', Subcommittee on Radiochemistry, National Academy of Sciences-National Research Council; available from the Office of Technical Services, Dept. of Commerce, 1960.</ref>


===Fransium perklorat===
===Fransium perklorat===
Fransium perklorat dihasilkan oleh reaksi antara [[fransium klorida]] dan [[natrium perklorat]]. Fransium perklorat [[Kopresipitasi|berkopresipitasi]] dengan [[sesium perklorat]]. Kopresipitasi ini dapat digunakan untuk mengisolasi fransium, dengan mengadaptasi metode kopresipitasi radiosesium dari Lawrence E. Glendenin dan C. M. Nelson. Namun, metode ini tidak dapat diandalkan dalam memisahkan [[talium]], yang juga berkopresipitasi dengan sesium. [[Entropi]] fransium perklorat diperkirakan sebesar 42,7&nbsp;[[Satuan entropi|e.u]] (178,7 J mol<sup>−1</sup> K<sup>−1</sup>).
Fransium perklorat dihasilkan oleh reaksi antara [[fransium klorida]] dan [[natrium perklorat]]. Fransium perklorat [[Kopresipitasi|berkopresipitasi]] dengan [[sesium perklorat]].<ref>E. N K. Hyde ''Radiochemistry of Francium'', Subcommittee on Radiochemistry, National Academy of Sciences-National Research Council; available from the Office of Technical Services, Dept. of Commerce, 1960.</ref> Kopresipitasi ini dapat digunakan untuk mengisolasi fransium, dengan mengadaptasi metode kopresipitasi radiosesium dari Lawrence E. Glendenin dan C. M. Nelson. Namun, metode ini tidak dapat diandalkan dalam memisahkan [[talium]], yang juga berkopresipitasi dengan sesium.<ref>E. N K. Hyde ''Radiochemistry of Francium'', Subcommittee on Radiochemistry, National Academy of Sciences-National Research Council; available from the Office of Technical Services, Dept. of Commerce, 1960.</ref> [[Entropi]] fransium perklorat diperkirakan sebesar 42,7&nbsp;[[Satuan entropi|e.u]] (178,7 J mol<sup>−1</sup> K<sup>−1</sup>).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


===Fransium halida===
===Fransium halida===
Semua fransium halida dapat larut dalam air dan diperkirakan menjadi padatan berwarna putih. Mereka diperkirakan akan terproduksi oleh reaksi [[halogen]] yang sesuai. Misalnya, fransium klorida akan dihasilkan dari reaksi antara fransium dan [[klorin]]. Fransium klorida telah dipelajari sebagai jalur untuk memisahkan fransium dari unsur lain, dengan menggunakan [[tekanan uap]] yang tinggi dari senyawa tersebut, meskipun fransium fluorida akan memiliki tekanan uap yang lebih tinggi.
Semua fransium halida dapat larut dalam air dan diperkirakan menjadi padatan berwarna putih. Mereka diperkirakan akan terproduksi oleh reaksi [[halogen]] yang sesuai. Misalnya, fransium klorida akan dihasilkan dari reaksi antara fransium dan [[klorin]]. Fransium klorida telah dipelajari sebagai jalur untuk memisahkan fransium dari unsur lain, dengan menggunakan [[tekanan uap]] yang tinggi dari senyawa tersebut, meskipun fransium fluorida akan memiliki tekanan uap yang lebih tinggi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


===Senyawa lainnya===
===Senyawa lainnya===
Fransium nitrat, sulfat, hidroksida, karbonat, asetat, dan oksalat, semuanya larut dalam air, sedangkan [[iodat]], [[pikrat]], [[tartrat]], [[Asam kloroplatinat|kloroplatinat]], dan [[Asam silikowolframat|silikowolframat]] tidak larut. Ketidaklarutan senyawa ini digunakan untuk mengekstraksi fransium dari produk radioaktif lainnya, seperti [[zirkonium]], [[niobium]], [[molibdenum]], [[timah]], dan [[antimon]], dengan metode yang disebutkan pada bagian di atas. Molekul CsFr diperkirakan memiliki fransium di ujung negatif dipol, tidak seperti semua molekul logam alkali heterodiatomik yang diketahui. Fransium [[superoksida]] (FrO<sub>2</sub>) diperkirakan memiliki karakter yang lebih [[Ikatan kovalen|kovalen]] daripada [[Kongener (kimia)|kongener]]nya yang lebih ringan; ini dikaitkan dengan elektron 6p dalam fransium yang lebih terlibat dalam ikatan fransium–oksigen. Destabilisasi relativistik spinor 6p<sub>3/2</sub> dapat membuat senyawa fransium dalam keadaan oksidasi lebih tinggi dari +1, seperti [Fr<sup>V</sup>F<sub>6</sub>]<sup>−</sup>; tetapi ini belum dikonfirmasi secara eksperimental.
Fransium nitrat, sulfat, hidroksida, karbonat, asetat, dan oksalat, semuanya larut dalam air, sedangkan [[iodat]], [[pikrat]], [[tartrat]], [[Asam kloroplatinat|kloroplatinat]], dan [[Asam silikowolframat|silikowolframat]] tidak larut. Ketidaklarutan senyawa ini digunakan untuk mengekstraksi fransium dari produk radioaktif lainnya, seperti [[zirkonium]], [[niobium]], [[molibdenum]], [[timah]], dan [[antimon]], dengan metode yang disebutkan pada bagian di atas.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Molekul CsFr diperkirakan memiliki fransium di ujung negatif dipol, tidak seperti semua molekul logam alkali heterodiatomik yang diketahui. Fransium [[superoksida]] (FrO<sub>2</sub>) diperkirakan memiliki karakter yang lebih [[Ikatan kovalen|kovalen]] daripada [[Kongener (kimia)|kongener]]nya yang lebih ringan; ini dikaitkan dengan elektron 6p dalam fransium yang lebih terlibat dalam ikatan fransium–oksigen.<ref>John S. Thayer. ''Relativistic Methods for Chemists''. Springer. 2010. hlm. 81. doi:10.1007/978-1-4020-9975-5_2. ISBN 978-1-4020-9975-5.</ref> Destabilisasi relativistik spinor 6p<sub>3/2</sub> dapat membuat senyawa fransium dalam keadaan oksidasi lebih tinggi dari +1, seperti [Fr<sup>V</sup>F<sub>6</sub>]<sup>−</sup>; tetapi ini belum dikonfirmasi secara eksperimental.<ref>Chang-Su Cao. [https://chemrxiv.org/engage/chemrxiv/article-details/63730be974b7b6d84cfdda35 Periodic Law of Chemistry Overturns for Superheavy Elements]. ''ChemRxiv''. 2022. doi:10.26434/chemrxiv-2022-l798p.</ref>


Satu-satunya garam rangkap fransium yang diketahui memiliki rumus Fr<sub>9</sub>Bi<sub>2</sub>I<sub>9</sub>.
Satu-satunya garam rangkap fransium yang diketahui memiliki rumus Fr<sub>9</sub>Bi<sub>2</sub>I<sub>9</sub>.
==Isotop==
==Isotop==
Ada 34 isotop fransium yang diketahui dengan rentang [[massa atom]] mulai dari 199 hingga 232.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 11. hlm. 180–181. ISBN 978-0-8493-0487-3.</ref> Fransium memiliki tujuh [[isomer nuklir]] [[metastabilitas|metastabil]].<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> Fransium-223 dan fransium-221 adalah dua isotop fransium yang terdapat di alam, dengan yang pertama memiliki kelimpahan yang lebih besar.<ref>[https://archive.org/details/vannostrandsency0036unse Francium, in Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry]. Wiley-Interscience. 2005. hlm. [https://archive.org/details/vannostrandsency0036unse/page/678 679]. ISBN 978-0-471-61525-5.</ref>


Ada 34 isotop fransium yang diketahui dengan rentang [[massa atom]] mulai dari 199 hingga 232. Fransium memiliki tujuh [[isomer nuklir]] [[metastabilitas|metastabil]]. Fransium-223 dan fransium-221 adalah dua isotop fransium yang terdapat di alam, dengan yang pertama memiliki kelimpahan yang lebih besar.
Fransium-223 adalah isotop yang paling stabil, dengan waktu paruh 21,8&nbsp;menit,<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> dan sangat tidak mungkin bahwa isotop fransium dengan waktu paruh lebih lama akan ditemukan atau disintesis.<ref>''McGraw-Hill Encyclopedia of Science & Technology''. McGraw-Hill Professional. 2002. Vol. 7. hlm. [https://archive.org/details/mcgrawhillencycl165newy/page/493 493–494]. ISBN 978-0-07-913665-7.</ref> Fransium-223 adalah produk kelima dari deret peluruhan [[uranium-235]] sebagai produk isotop [[Isotop aktinium|aktinium-227]]; [[Isotop torium|torium-227]] adalah produk yang lebih umum.<ref>[https://archive.org/details/vannostrandsency0036unse Chemical Elements, in Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry]. Wiley-Interscience. 2005. hlm. [https://archive.org/details/vannostrandsency0036unse/page/332 332]. ISBN 978-0-471-61525-5.</ref> Fransium-223 kemudian meluruh menjadi radium-223 melalui [[peluruhan beta]] ([[energi peluruhan]] 1,149&nbsp;MeV), dengan jalur [[peluruhan alfa]] minor (0,006%) menjadi astatin-219 (energi peluruhan 5,4&nbsp;MeV).<ref>National Nuclear Data Center. [http://ie.lbl.gov/toi/nuclide.asp?iZA=870223 Table of Isotopes decay data]. Laboratorium Nasional Brookhaven. 1990.</ref>
 
Fransium-223 adalah isotop yang paling stabil, dengan waktu paruh 21,8&nbsp;menit, dan sangat tidak mungkin bahwa isotop fransium dengan waktu paruh lebih lama akan ditemukan atau disintesis. Fransium-223 adalah produk kelima dari deret peluruhan [[uranium-235]] sebagai produk isotop [[Isotop aktinium|aktinium-227]]; [[Isotop torium|torium-227]] adalah produk yang lebih umum. Fransium-223 kemudian meluruh menjadi radium-223 melalui [[peluruhan beta]] ([[energi peluruhan]] 1,149&nbsp;MeV), dengan jalur [[peluruhan alfa]] minor (0,006%) menjadi astatin-219 (energi peluruhan 5,4&nbsp;MeV).


Fransium-221 memiliki waktu paruh 4,8&nbsp;menit. Ia merupakan produk kesembilan dari deret peluruhan [[neptunium]] sebagai isotop turunan dari [[aktinium-225]]. Fransium-221 kemudian meluruh menjadi astatin-217 melalui peluruhan alfa (energi peluruhan 6,457&nbsp;MeV). Meskipun semua <sup>237</sup>Np primordial telah [[radionuklida punah|punah]], deret peluruhan neptunium terus ada secara alami dalam jejak-jejak kecil karena reaksi ''knockout'' (n,2n) dalam <sup>238</sup>U alami.
Fransium-221 memiliki waktu paruh 4,8&nbsp;menit.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> Ia merupakan produk kesembilan dari deret peluruhan [[neptunium]] sebagai isotop turunan dari [[aktinium-225]].<ref>[https://archive.org/details/vannostrandsency0036unse Chemical Elements, in Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry]. Wiley-Interscience. 2005. hlm. [https://archive.org/details/vannostrandsency0036unse/page/332 332]. ISBN 978-0-471-61525-5.</ref> Fransium-221 kemudian meluruh menjadi astatin-217 melalui peluruhan alfa (energi peluruhan 6,457&nbsp;MeV).<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> Meskipun semua <sup>237</sup>Np primordial telah [[radionuklida punah|punah]], deret peluruhan neptunium terus ada secara alami dalam jejak-jejak kecil karena reaksi ''knockout'' (n,2n) dalam <sup>238</sup>U alami.<ref>D. F. Peppard. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc172698/m2/1/high_res_d/metadc172698.pdf Occurrence of the (4n + 1) series in nature]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1952. Vol. 74 (23). hlm. 6081–6084. doi:10.1021/ja01143a074.</ref>


Isotop [[keadaan dasar]] yang paling tak stabil adalah fransium-215, dengan waktu paruh 0,12&nbsp;[[Mikro-|μdtk]]: ia mengalami peluruhan alfa 9,54&nbsp;MeV menjadi astatin-211. [[Isomer nuklir|Isomer metastabil]]nya, fransium-215m, masih kurang stabil, dengan waktu paruh hanya 3,5&nbsp;[[Nano-|ndtk]].
Isotop [[keadaan dasar]] yang paling tak stabil adalah fransium-215, dengan waktu paruh 0,12&nbsp;[[Mikro-|μdtk]]: ia mengalami peluruhan alfa 9,54&nbsp;MeV menjadi astatin-211.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> [[Isomer nuklir|Isomer metastabil]]nya, fransium-215m, masih kurang stabil, dengan waktu paruh hanya 3,5&nbsp;[[Nano-|ndtk]].<ref>National Nuclear Data Center. [http://ie.lbl.gov/education/parent/Fr_iso.htm Fr Isotopes]. Laboratorium Nasional Brookhaven. 2003.</ref>
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Karena ketidakstabilan dan kelangkaannya, tak ada aplikasi komersial untuk fransium. Ia telah digunakan untuk tujuan penelitian di bidang [[kimia]]
Karena ketidakstabilan dan kelangkaannya, tak ada aplikasi komersial untuk fransium.<ref>Mark Winter. [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Fr/uses.html Uses]. ''Francium''. The University of Sheffield.</ref><ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA151 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 151–153. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>Steve Gagnon. [http://education.jlab.org/itselemental/ele087.html Francium]. Jefferson Science Associates, LLC.</ref><ref>[https://archive.org/details/vannostrandsency0036unse Chemical Elements, in Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry]. Wiley-Interscience. 2005. hlm. [https://archive.org/details/vannostrandsency0036unse/page/332 332]. ISBN 978-0-471-61525-5.</ref> Ia telah digunakan untuk tujuan penelitian di bidang [[kimia]]<ref>T. J. Haverlock. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_2003-02-05_125_5/page/1126 Selectivity of calix[4]arene-bis(benzocrown-6) in the complexation and transport of francium ion]. ''J Am Chem Soc''. 2003. Vol. 125 (5). hlm. 1126–7. doi:10.1021/ja0255251.</ref>
dan [[atom|struktur atom]]. Penggunaannya sebagai bantuan diagnostik potensial untuk berbagai jenis kanker juga telah dieksplorasi, tetapi aplikasi ini dianggap tidak praktis.
dan [[atom|struktur atom]]. Penggunaannya sebagai bantuan diagnostik potensial untuk berbagai jenis kanker juga telah dieksplorasi,<ref>Andy Price. [http://www.andyscouse.com/pages/francium.htm Francium]. 20 Desember 2000.</ref> tetapi aplikasi ini dianggap tidak praktis.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA151 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 151–153. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref>


Kemampuan fransium untuk disintesis, dijebak, dan didinginkan, bersama dengan [[atom|struktur atom]]nya yang relatif sederhana, menjadikannya sebagai subjek eksperimen [[spektroskopi]] khusus. Eksperimen ini telah menghasilkan informasi yang lebih spesifik mengenai [[tingkat energi]] dan [[konstanta kopling]] antara [[partikel subatom]]ik. Studi tentang cahaya yang dipancarkan oleh ion fransium-210 yang terperangkap laser telah memberikan data akurat tentang transisi antara tingkat energi atom yang cukup mirip dengan yang diprediksi oleh [[Mekanika kuantum|teori kuantum]].
Kemampuan fransium untuk disintesis, dijebak, dan didinginkan, bersama dengan [[atom|struktur atom]]nya yang relatif sederhana, menjadikannya sebagai subjek eksperimen [[spektroskopi]] khusus. Eksperimen ini telah menghasilkan informasi yang lebih spesifik mengenai [[tingkat energi]] dan [[konstanta kopling]] antara [[partikel subatom]]ik.<ref>E. Gomez. ''Spectroscopy with trapped francium: advances and perspectives for weak interaction studies''. ''Rep. Prog. Phys''. 7 November 2005. Vol. 69 (1). hlm. 79–118. doi:10.1088/0034-4885/69/1/R02.</ref> Studi tentang cahaya yang dipancarkan oleh ion fransium-210 yang terperangkap laser telah memberikan data akurat tentang transisi antara tingkat energi atom yang cukup mirip dengan yang diprediksi oleh [[Mekanika kuantum|teori kuantum]].<ref>I. Peterson. [http://www.sciencenews.org/pages/pdfs/data/1996/149-19/14919-06.pdf Creating, cooling, trapping francium atoms]. ''Science News''. 11 Mei 1996. Vol. 149 (19). hlm. 294. doi:10.2307/3979560.</ref>
==Sejarah==
==Sejarah==
Pada awal tahun 1870, para kimiawan berpikir bahwa seharusnya ada logam alkali setelah sesium, dengan nomor atom 87. Ia kemudian disebut dengan nama sementara ''[[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|eka-sesium]]''. Tim peneliti berusaha untuk menemukan dan mengisolasi unsur yang hilang ini, dan setidaknya empat klaim palsu dibuat bahwa unsur tersebut telah ditemukan sebelum penemuan otentik dibuat.
Pada awal tahun 1870, para kimiawan berpikir bahwa seharusnya ada logam alkali setelah sesium, dengan nomor atom 87.<ref>Andy Price. [http://www.andyscouse.com/pages/francium.htm Francium]. 20 Desember 2000.</ref> Ia kemudian disebut dengan nama sementara ''[[Unsur-unsur prediksi Mendeleev|eka-sesium]]''.<ref>Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). [http://chemeducator.org/sbibs/s0010005/spapers/1050387gk.htm Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element] . ''The Chemical Educator'' '''10''' (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.</ref> Tim peneliti berusaha untuk menemukan dan mengisolasi unsur yang hilang ini, dan setidaknya empat klaim palsu dibuat bahwa unsur tersebut telah ditemukan sebelum penemuan otentik dibuat.
===Penemuan yang salah dan tak lengkap===
===Penemuan yang salah dan tak lengkap===
Pada tahun 1914, [[Stefan Meyer (fisikawan)|Stefan Meyer]], Viktor F. Hess, dan [[Friedrich Paneth]] (bekerja di Wina) melakukan pengukuran radiasi alfa dari berbagai zat, termasuk <sup>227</sup>Ac. Mereka mengamati kemungkinan cabang alfa kecil dari nuklida ini, meskipun pekerjaan lanjutan tidak dapat dilakukan karena pecahnya [[Perang Dunia I]]. Pengamatan mereka tidaklah tepat dan masih belum cukup pasti bagi mereka untuk mengumumkan penemuan unsur 87, meskipun kemungkinan besar mereka benar-benar mengamati peluruhan <sup>227</sup>Ac menjadi <sup>223</sup>Fr.
Pada tahun 1914, [[Stefan Meyer (fisikawan)|Stefan Meyer]], Viktor F. Hess, dan [[Friedrich Paneth]] (bekerja di Wina) melakukan pengukuran radiasi alfa dari berbagai zat, termasuk <sup>227</sup>Ac. Mereka mengamati kemungkinan cabang alfa kecil dari nuklida ini, meskipun pekerjaan lanjutan tidak dapat dilakukan karena pecahnya [[Perang Dunia I]]. Pengamatan mereka tidaklah tepat dan masih belum cukup pasti bagi mereka untuk mengumumkan penemuan unsur 87, meskipun kemungkinan besar mereka benar-benar mengamati peluruhan <sup>227</sup>Ac menjadi <sup>223</sup>Fr.<ref>Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). [http://chemeducator.org/sbibs/s0010005/spapers/1050387gk.htm Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element] . ''The Chemical Educator'' '''10''' (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.</ref>


Kimiawan Soviet [[Dmitry Dobroserdov]] adalah ilmuwan pertama yang mengklaim telah menemukan eka-sesium, atau fransium. Pada tahun 1925, ia mengamati radioaktivitas lemah dalam sampel [[kalium]], logam alkali lain, dan secara keliru menyimpulkan bahwa eka-sesium telah mengontaminasi sampelnya (radioaktivitas dari sampel berasal dari radioisotop kalium alami, [[kalium-40]]). Dia kemudian menerbitkan sebuah tesis tentang ramalannya mengenai sifat-sifat eka-sesium, di mana dia menamai unsur ini ''russium,'' dari nama negara asalnya. Tak lama kemudian, Dobroserdov mulai fokus pada karier mengajarnya di Institut Politeknik [[Odesa|Odessa]], dan dia tidak mendalami unsur ini lebih jauh.
Kimiawan Soviet [[Dmitry Dobroserdov]] adalah ilmuwan pertama yang mengklaim telah menemukan eka-sesium, atau fransium. Pada tahun 1925, ia mengamati radioaktivitas lemah dalam sampel [[kalium]], logam alkali lain, dan secara keliru menyimpulkan bahwa eka-sesium telah mengontaminasi sampelnya (radioaktivitas dari sampel berasal dari radioisotop kalium alami, [[kalium-40]]).<ref>Marco Fontani. [http://5ichc-portugal.ulusofona.pt/uploads/PaperLong-MarcoFontani.doc The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do)]. 10 September 2005. hlm. 1–8.</ref> Dia kemudian menerbitkan sebuah tesis tentang ramalannya mengenai sifat-sifat eka-sesium, di mana dia menamai unsur ini ''russium,'' dari nama negara asalnya.<ref>Peter Van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Fr Francium]. ''Elementymology & Elements Multidict''. 10 Januari 2006.</ref> Tak lama kemudian, Dobroserdov mulai fokus pada karier mengajarnya di Institut Politeknik [[Odesa|Odessa]], dan dia tidak mendalami unsur ini lebih jauh.<ref>Marco Fontani. [http://5ichc-portugal.ulusofona.pt/uploads/PaperLong-MarcoFontani.doc The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do)]. 10 September 2005. hlm. 1–8.</ref>


Tahun berikutnya, kimiawan Inggris [[Gerald J. F. Druce]] dan [[Frederick H. Loring]] menganalisis foto [[sinar-X]] dari [[mangan(II) sulfat]]. Mereka mengamati garis spektrum yang mereka duga berasal dari eka-sesium. Mereka mengumumkan penemuan unsur 87 dan mengusulkan nama ''alkalinium'', karena ia merupakan logam alkali terberat.
Tahun berikutnya, kimiawan Inggris [[Gerald J. F. Druce]] dan [[Frederick H. Loring]] menganalisis foto [[sinar-X]] dari [[mangan(II) sulfat]].<ref>Peter Van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Fr Francium]. ''Elementymology & Elements Multidict''. 10 Januari 2006.</ref> Mereka mengamati garis spektrum yang mereka duga berasal dari eka-sesium. Mereka mengumumkan penemuan unsur 87 dan mengusulkan nama ''alkalinium'', karena ia merupakan logam alkali terberat.<ref>Marco Fontani. [http://5ichc-portugal.ulusofona.pt/uploads/PaperLong-MarcoFontani.doc The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do)]. 10 September 2005. hlm. 1–8.</ref>


Pada tahun 1930, [[Fred Allison]] dari [[Universitas Auburn|Institut Politeknik Alabama]] mengklaim telah menemukan unsur 87 (dan juga 85) ketika menganalisis [[polusit]] dan [[lepidolit]] menggunakan mesin [[Efek giromagnetik|magneto-optis]] miliknya. Allison meminta agar unsur ini dinamai ''virginium'' dari negara bagian asalnya [[Virginia]], bersama dengan simbol Vi dan Vm. Pada tahun 1934, H.G. MacPherson dari [[Universitas California, Berkeley|UC Berkeley]] membantah keefektifan perangkat Allison dan validitas penemuannya.
Pada tahun 1930, [[Fred Allison]] dari [[Universitas Auburn|Institut Politeknik Alabama]] mengklaim telah menemukan unsur 87 (dan juga 85) ketika menganalisis [[polusit]] dan [[lepidolit]] menggunakan mesin [[Efek giromagnetik|magneto-optis]] miliknya. Allison meminta agar unsur ini dinamai ''virginium'' dari negara bagian asalnya [[Virginia]], bersama dengan simbol Vi dan Vm.<ref>Peter Van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Fr Francium]. ''Elementymology & Elements Multidict''. 10 Januari 2006.</ref><ref>[http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,743159,00.html Alabamine & Virginium]. 15 Februari 1932.</ref> Pada tahun 1934, H.G. MacPherson dari [[Universitas California, Berkeley|UC Berkeley]] membantah keefektifan perangkat Allison dan validitas penemuannya.<ref>H. G. MacPherson. ''An Investigation of the Magneto-Optic Method of Chemical Analysis''. ''Physical Review''. 1934. Vol. 47 (4). hlm. 310–315. doi:10.1103/PhysRev.47.310.</ref>


Pada tahun 1936, fisikawan Romania [[Horia Hulubei]] dan koleganya dari Prancis [[Yvette Cauchois]] juga menganalisis polusit, kali ini menggunakan peralatan sinar-X beresolusi tinggi. Mereka mengamati beberapa garis emisi lemah, yang mereka duga berasal dari unsur 87. Hulubei dan Cauchois melaporkan penemuan mereka dan mengusulkan nama ''moldavium'', bersama dengan lambang Ml, dari [[Moldavia]], provinsi Rumania tempat lahirnya Hulubei. Pada tahun 1937, karya Hulubei dikritik oleh fisikawan Amerika [[F. H. Hirsh Jr.]], yang menolak metode penelitian Hulubei. Hirsh yakin bahwa eka-sesium tak akan ditemukan di alam, dan bahwa Hulubei malah mengamati garis sinar-X [[raksa]] atau [[bismut]]. Hulubei bersikeras bahwa alat dan metode sinar-X miliknya terlalu akurat untuk membuat kesalahan seperti itu. Karena itu, [[Jean Baptiste Perrin]], pemenang [[Penghargaan Nobel]] dan mentor Hulubei, mendukung moldavium sebagai eka-sesium yang sebenarnya daripada fransium yang baru ditemukan oleh [[Marguerite Perey]]. Perey bersusah payah untuk menjadi akurat dan terperinci dalam kritiknya terhadap karya Hulubei, dan akhirnya dia dianggap sebagai satu-satunya penemu unsur 87. Semua penemuan unsur 87 yang diakui sebelumnya dikesampingkan karena waktu paruh fransium yang sangat terbatas.
Pada tahun 1936, fisikawan Romania [[Horia Hulubei]] dan koleganya dari Prancis [[Yvette Cauchois]] juga menganalisis polusit, kali ini menggunakan peralatan sinar-X beresolusi tinggi.<ref>Marco Fontani. [http://5ichc-portugal.ulusofona.pt/uploads/PaperLong-MarcoFontani.doc The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do)]. 10 September 2005. hlm. 1–8.</ref> Mereka mengamati beberapa garis emisi lemah, yang mereka duga berasal dari unsur 87. Hulubei dan Cauchois melaporkan penemuan mereka dan mengusulkan nama ''moldavium'', bersama dengan lambang Ml, dari [[Moldavia]], provinsi Rumania tempat lahirnya Hulubei.<ref>Peter Van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Fr Francium]. ''Elementymology & Elements Multidict''. 10 Januari 2006.</ref> Pada tahun 1937, karya Hulubei dikritik oleh fisikawan Amerika [[F. H. Hirsh Jr.]], yang menolak metode penelitian Hulubei. Hirsh yakin bahwa eka-sesium tak akan ditemukan di alam, dan bahwa Hulubei malah mengamati garis sinar-X [[raksa]] atau [[bismut]]. Hulubei bersikeras bahwa alat dan metode sinar-X miliknya terlalu akurat untuk membuat kesalahan seperti itu. Karena itu, [[Jean Baptiste Perrin]], pemenang [[Penghargaan Nobel]] dan mentor Hulubei, mendukung moldavium sebagai eka-sesium yang sebenarnya daripada fransium yang baru ditemukan oleh [[Marguerite Perey]]. Perey bersusah payah untuk menjadi akurat dan terperinci dalam kritiknya terhadap karya Hulubei, dan akhirnya dia dianggap sebagai satu-satunya penemu unsur 87.<ref>Marco Fontani. [http://5ichc-portugal.ulusofona.pt/uploads/PaperLong-MarcoFontani.doc The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do)]. 10 September 2005. hlm. 1–8.</ref> Semua penemuan unsur 87 yang diakui sebelumnya dikesampingkan karena waktu paruh fransium yang sangat terbatas.<ref>Peter Van der Krogt. [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Fr Francium]. ''Elementymology & Elements Multidict''. 10 Januari 2006.</ref>
===Analisis Perey===
===Analisis Perey===
Eka-sesium ditemukan pada 7 Januari 1939, oleh [[Marguerite Perey]] dari [[Institut Curie (Paris)|Institut Curie]] di Paris, ketika dia memurnikan sampel [[aktinium]]-227 yang dilaporkan memiliki energi peluruhan 220&nbsp;keV. Perey memperhatikan partikel peluruhan dengan tingkat energi di bawah 80&nbsp;keV. Perey mengira aktivitas peluruhan ini mungkin disebabkan oleh produk peluruhan yang sebelumnya tak dikenal, yang dipisahkan selama pemurnian, tetapi muncul kembali dari aktinium-227 murni. Berbagai tes menghilangkan kemungkinan unsur yang tak diketahui itu adalah [[torium]], radium, [[timbal]], bismut, atau [[talium]]. Produk baru ini menunjukkan sifat kimia dari logam alkali (seperti berkopresipitasi dengan garam sesium), yang membuat Perey percaya bahwa itu adalah unsur 87, yang dihasilkan oleh [[peluruhan alfa]] aktinium-227. Perey kemudian berusaha menentukan proporsi [[peluruhan beta]] terhadap peluruhan alfa pada aktinium-227. Tes pertamanya menempatkan percabangan alfa pada 0,6%, angka yang kemudian ia revisi menjadi 1%.
Eka-sesium ditemukan pada 7 Januari 1939, oleh [[Marguerite Perey]] dari [[Institut Curie (Paris)|Institut Curie]] di Paris,<ref>Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). [http://chemeducator.org/sbibs/s0010005/spapers/1050387gk.htm Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element] . ''The Chemical Educator'' '''10''' (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.</ref> ketika dia memurnikan sampel [[aktinium]]-227 yang dilaporkan memiliki energi peluruhan 220&nbsp;keV. Perey memperhatikan partikel peluruhan dengan tingkat energi di bawah 80&nbsp;keV. Perey mengira aktivitas peluruhan ini mungkin disebabkan oleh produk peluruhan yang sebelumnya tak dikenal, yang dipisahkan selama pemurnian, tetapi muncul kembali dari aktinium-227 murni. Berbagai tes menghilangkan kemungkinan unsur yang tak diketahui itu adalah [[torium]], radium, [[timbal]], bismut, atau [[talium]]. Produk baru ini menunjukkan sifat kimia dari logam alkali (seperti berkopresipitasi dengan garam sesium), yang membuat Perey percaya bahwa itu adalah unsur 87, yang dihasilkan oleh [[peluruhan alfa]] aktinium-227.<ref>Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). [http://chemeducator.org/sbibs/s0010005/spapers/1050387gk.htm Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element] . ''The Chemical Educator'' '''10''' (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.</ref> Perey kemudian berusaha menentukan proporsi [[peluruhan beta]] terhadap peluruhan alfa pada aktinium-227. Tes pertamanya menempatkan percabangan alfa pada 0,6%, angka yang kemudian ia revisi menjadi 1%.<ref>''McGraw-Hill Encyclopedia of Science & Technology''. McGraw-Hill Professional. 2002. Vol. 7. hlm. [https://archive.org/details/mcgrawhillencycl165newy/page/493 493–494]. ISBN 978-0-07-913665-7.</ref>


Perey menamai isotop baru tersebut sebagai ''actinium-K'' (sekarang disebut sebagai fransium-223) dan pada tahun 1946, dia mengusulkan nama ''catium'' (Cm) untuk unsur yang baru ditemukannya, karena dia yakin itu adalah [[Ion#Anion dan kation|kation]] yang paling [[Elektronegativitas|elektropositif]] dari unsur tersebut. [[Irène Joliot-Curie]], salah satu pengawas Perey, menentang nama tersebut karena konotasinya ''cat'' dan bukan ''cation''; nantinya, lambang tersebut digunakan untuk unsur [[kurium]]. Perey kemudian menyarankan nama ''francium'', dari Prancis. Nama ini secara resmi diadopsi oleh [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC) pada tahun 1949, menjadi unsur kedua setelah [[galium]] yang dinamai dari Prancis. Ia diberi lambang Fa, tetapi lambang tersebut direvisi menjadi Fr tak lama kemudian. Fransium adalah unsur terakhir yang ditemukan di alam, bukan melalui penyintesisan, setelah [[hafnium]] dan [[renium]]. Penelitian lebih lanjut mengenai struktur fransium dilakukan, di antaranya, oleh [[Sylvain Lieberman]] dan timnya di [[CERN]] pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Perey menamai isotop baru tersebut sebagai ''actinium-K'' (sekarang disebut sebagai fransium-223)<ref>Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). [http://chemeducator.org/sbibs/s0010005/spapers/1050387gk.htm Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element] . ''The Chemical Educator'' '''10''' (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.</ref> dan pada tahun 1946, dia mengusulkan nama ''catium'' (Cm) untuk unsur yang baru ditemukannya, karena dia yakin itu adalah [[Ion#Anion dan kation|kation]] yang paling [[Elektronegativitas|elektropositif]] dari unsur tersebut. [[Irène Joliot-Curie]], salah satu pengawas Perey, menentang nama tersebut karena konotasinya ''cat'' dan bukan ''cation''; nantinya, lambang tersebut digunakan untuk unsur [[kurium]].<ref>Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). [http://chemeducator.org/sbibs/s0010005/spapers/1050387gk.htm Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element] . ''The Chemical Educator'' '''10''' (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.</ref> Perey kemudian menyarankan nama ''francium'', dari Prancis. Nama ini secara resmi diadopsi oleh [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC) pada tahun 1949,<ref>Andy Price. [http://www.andyscouse.com/pages/francium.htm Francium]. 20 Desember 2000.</ref> menjadi unsur kedua setelah [[galium]] yang dinamai dari Prancis. Ia diberi lambang Fa, tetapi lambang tersebut direvisi menjadi Fr tak lama kemudian.<ref>Julius Grant. [https://archive.org/details/hackhschemicaldi00hack Hackh's Chemical Dictionary]. McGraw-Hill. 1969. hlm. [https://archive.org/details/hackhschemicaldi00hack/page/279 279]–280. ISBN 978-0-07-024067-4.</ref> Fransium adalah unsur terakhir yang ditemukan di alam, bukan melalui penyintesisan, setelah [[hafnium]] dan [[renium]].<ref>Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). [http://chemeducator.org/sbibs/s0010005/spapers/1050387gk.htm Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element] . ''The Chemical Educator'' '''10''' (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.</ref> Penelitian lebih lanjut mengenai struktur fransium dilakukan, di antaranya, oleh [[Sylvain Lieberman]] dan timnya di [[CERN]] pada tahun 1970-an dan 1980-an.<ref>[http://fr.physics.sunysb.edu/francium_news/history.HTM History]. ''Francium''. Universitas Negeri New York di Stony Brook. 20 Februari 2007.</ref>
==Keterjadian==
==Keterjadian==
 
<sup>223</sup>Fr adalah hasil peluruhan alfa dari [[Isotop aktinium|<sup>227</sup>Ac]] dan dapat ditemukan dalam jumlah kecil dalam [[mineral]] [[uranium]].<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.</ref> Dalam sampel uranium tertentu, diperkirakan hanya ada satu atom fransium untuk setiap 1 × 10<sup>18</sup> atom uranium.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA151 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 151–153. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> Dari sini juga diperhitungkan bahwa ada massa total paling banyak 30&nbsp;g<ref>Mark Winter. [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Fr/geol.html Geological information]. ''Francium''. The University of Sheffield.</ref> atau, seperti yang diperkirakan sumber lain, 340 hingga 550&nbsp;g dalam [[Kerak (geologi)|kerak Bumi]] pada setiap waktu.<ref>[https://www.lenntech.com/periodic/elements/fr.htm Francium.] Lenntech.</ref>
<sup>223</sup>Fr adalah hasil peluruhan alfa dari [[Isotop aktinium|<sup>227</sup>Ac]] dan dapat ditemukan dalam jumlah kecil dalam [[mineral]] [[uranium]]. Dalam sampel uranium tertentu, diperkirakan hanya ada satu atom fransium untuk setiap 1 × 10<sup>18</sup> atom uranium. Dari sini juga diperhitungkan bahwa ada massa total paling banyak 30&nbsp;g atau, seperti yang diperkirakan sumber lain, 340 hingga 550&nbsp;g dalam [[Kerak (geologi)|kerak Bumi]] pada setiap waktu.
==Produksi==
==Produksi==
Fransium dapat disintesis melalui reaksi [[fusi nuklir|fusi]] ketika target emas-197 dibombardir dengan seberkas atom oksigen-18 dari [[Akselerator partikel linear|akselerator linear]] dalam proses yang awalnya dikembangkan di departemen fisika [[Universitas Stony Brook|Universitas Negeri New York di Stony Brook]] pada tahun 1995. Bergantung pada energi sinar oksigen, reaksi tersebut dapat menghasilkan isotop fransium dengan massa 209, 210, dan 211.
Fransium dapat disintesis melalui reaksi [[fusi nuklir|fusi]] ketika target emas-197 dibombardir dengan seberkas atom oksigen-18 dari [[Akselerator partikel linear|akselerator linear]] dalam proses yang awalnya dikembangkan di departemen fisika [[Universitas Stony Brook|Universitas Negeri New York di Stony Brook]] pada tahun 1995.<ref>[http://fr.physics.sunysb.edu/francium_news/production.HTM Production of Francium]. ''Francium''. Universitas Negeri New York di Stony Brook. 20 Februari 2007.</ref> Bergantung pada energi sinar oksigen, reaksi tersebut dapat menghasilkan isotop fransium dengan massa 209, 210, dan 211.


:<sup>197</sup>Au + <sup>18</sup>O → <sup>209</sup>Fr + 6 n
:<sup>197</sup>Au + <sup>18</sup>O → <sup>209</sup>Fr + 6 n
Baris 63: Baris 63:
:<sup>197</sup>Au + <sup>18</sup>O → <sup>211</sup>Fr + 4 n
:<sup>197</sup>Au + <sup>18</sup>O → <sup>211</sup>Fr + 4 n


Atom fransium meninggalkan target emas sebagai ion, yang dinetralkan melalui tumbukan dengan [[itrium]] dan kemudian diisolasi dalam [[Efek giromagnetik|perangkap giromagnetik]] (''magneto-optical trap,'' MOT) dalam keadaan gas yang tak terkonsolidasi. Meskipun atom itu hanya berada dalam perangkap selama sekitar 30 detik sebelum keluar atau mengalami peluruhan nuklir, proses ini memasok aliran atom baru yang terus-menerus. Hasilnya adalah [[keadaan tunak]] yang mengandung jumlah atom yang cukup konstan untuk waktu yang lebih lama. Peralatan asli dapat menjebak hingga beberapa ribu atom, sementara desain yang lebih baik dapat menjebak lebih dari 300.000 sekaligus. Pengukuran sensitif dari cahaya yang dipancarkan dan diserap oleh atom yang terperangkap memberikan hasil percobaan pertama pada berbagai transisi antara tingkat energi atom pada fransium. Pengukuran awal menunjukkan kesesuaian yang sangat baik antara nilai eksperimen dan perhitungan berdasarkan teori kuantum. Proyek penelitian yang menggunakan metode produksi ini dipindahkan ke [[TRIUMF]] pada tahun 2012, di mana lebih dari 10<sup>6</sup> atom fransium telah ditahan sekaligus, termasuk sejumlah besar <sup>209</sup>Fr selain <sup>207</sup>Fr dan <sup>221</sup>Fr.
Atom fransium meninggalkan target emas sebagai ion, yang dinetralkan melalui tumbukan dengan [[itrium]] dan kemudian diisolasi dalam [[Efek giromagnetik|perangkap giromagnetik]] (''magneto-optical trap,'' MOT) dalam keadaan gas yang tak terkonsolidasi.<ref>[http://fr.physics.sunysb.edu/francium_news/trapping.HTM Cooling and Trapping]. ''Francium''. Universitas Negeri New York di Stony Brook. 20 Februari 2007.</ref> Meskipun atom itu hanya berada dalam perangkap selama sekitar 30 detik sebelum keluar atau mengalami peluruhan nuklir, proses ini memasok aliran atom baru yang terus-menerus. Hasilnya adalah [[keadaan tunak]] yang mengandung jumlah atom yang cukup konstan untuk waktu yang lebih lama.<ref>[http://fr.physics.sunysb.edu/francium_news/trapping.HTM Cooling and Trapping]. ''Francium''. Universitas Negeri New York di Stony Brook. 20 Februari 2007.</ref> Peralatan asli dapat menjebak hingga beberapa ribu atom, sementara desain yang lebih baik dapat menjebak lebih dari 300.000 sekaligus.<ref>Luis A. Orozco. [http://pubs.acs.org/cen/80th/francium.html Francium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 159. doi:10.1021/cen-v081n036.p159.</ref> Pengukuran sensitif dari cahaya yang dipancarkan dan diserap oleh atom yang terperangkap memberikan hasil percobaan pertama pada berbagai transisi antara tingkat energi atom pada fransium. Pengukuran awal menunjukkan kesesuaian yang sangat baik antara nilai eksperimen dan perhitungan berdasarkan teori kuantum. Proyek penelitian yang menggunakan metode produksi ini dipindahkan ke [[TRIUMF]] pada tahun 2012, di mana lebih dari 10<sup>6</sup> atom fransium telah ditahan sekaligus, termasuk sejumlah besar <sup>209</sup>Fr selain <sup>207</sup>Fr dan <sup>221</sup>Fr.<ref>Luis A. Orozco. [https://www.osti.gov/servlets/purl/1214938 Project Closeout Report: Francium Trapping Facility at TRIUMF]. Departemen Energi A.S. 30 September 2014. doi:10.2172/1214938.</ref><ref>M Tandecki. ''Commissioning of the Francium Trapping Facility at TRIUMF''. ''Journal of Instrumentation''. 2013. Vol. 8 (12). hlm. P12006. doi:10.1088/1748-0221/8/12/P12006.</ref>


Metode sintesis lainnya ialah membombardir radium dengan neutron, dan membombardir torium dengan proton, [[deuterium|deuteron]], atau [[ion]] [[helium]].
Metode sintesis lainnya ialah membombardir radium dengan neutron, dan membombardir torium dengan proton, [[deuterium|deuteron]], atau [[ion]] [[helium]].<ref>''McGraw-Hill Encyclopedia of Science & Technology''. McGraw-Hill Professional. 2002. Vol. 7. hlm. [https://archive.org/details/mcgrawhillencycl165newy/page/493 493–494]. ISBN 978-0-07-913665-7.</ref>


<sup>223</sup>Fr juga dapat diisolasi dari sampel induknya <sup>227</sup>Ac, fransium diperah melalui elusi dengan NH<sub>4</sub>Cl–CrO<sub>3</sub> dari penukar kation yang mengandung aktinium dan dimurnikan dengan melewatkan larutan melalui senyawa [[silikon dioksida]] yang diisi dengan [[barium sulfat]].
<sup>223</sup>Fr juga dapat diisolasi dari sampel induknya <sup>227</sup>Ac, fransium diperah melalui elusi dengan NH<sub>4</sub>Cl–CrO<sub>3</sub> dari penukar kation yang mengandung aktinium dan dimurnikan dengan melewatkan larutan melalui senyawa [[silikon dioksida]] yang diisi dengan [[barium sulfat]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Pada tahun 1996, kelompok Stony Brook menjebak 3000 atom dalam MOT mereka, yang cukup bagi kamera video untuk menangkap cahaya yang dipancarkan oleh atom saat berpendar. Fransium belum disintesis dalam jumlah yang cukup besar untuk ditimbang.
Pada tahun 1996, kelompok Stony Brook menjebak 3000 atom dalam MOT mereka, yang cukup bagi kamera video untuk menangkap cahaya yang dipancarkan oleh atom saat berpendar.<ref>Luis A. Orozco. [http://pubs.acs.org/cen/80th/francium.html Francium]. ''Chemical and Engineering News''. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 159. doi:10.1021/cen-v081n036.p159.</ref> Fransium belum disintesis dalam jumlah yang cukup besar untuk ditimbang.<ref>Andy Price. [http://www.andyscouse.com/pages/francium.htm Francium]. 20 Desember 2000.</ref><ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA151 Nature's Building Blocks]. Oxford University Press. 2001. hlm. 151–153. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref><ref>[http://periodic.lanl.gov/87.shtml Francium]. Laboratorium Nasional Los Alamos. 2011.</ref>


==Catatan==
==Catatan==
==Referensi==
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/087.htm Francium]  di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/087.htm Francium]  di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Fr/index.html WebElements.com – Fransium]
*  [http://www.webelements.com/webelements/elements/text/Fr/index.html WebElements.com – Fransium]  
*  [https://web.archive.org/web/19981203125538/http://fr.physics.sunysb.edu/francium_news/frconten.htm Stony Brook University Physics Dept.]
*  [https://web.archive.org/web/19981203125538/http://fr.physics.sunysb.edu/francium_news/frconten.htm Stony Brook University Physics Dept.]
*  [[Eric Scerri|Scerri, Eric]] (2013). ''A Tale of Seven Elements'', Oxford University Press, Oxford,
*  [[Eric Scerri|Scerri, Eric]] (2013). ''A Tale of Seven Elements'', Oxford University Press, Oxford,


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29456528 (2026-07-14T06:54:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fransium&oldid=29456528 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29456528 (2026-07-14T06:54:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.00

Francium-87

Fransium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Fr dan nomor atom 87. Ia sangatlah radioaktif; isotopnya yang paling stabil, fransium-223 (awalnya disebut sebagai aktinium K dari rantai peluruhan alami di mana ia muncul), memiliki waktu paruh hanya 22 menit. Ia merupakan unsur paling elektropositif kedua, setelah sesium, dan unsur alami paling langka kedua (setelah astatin). Isotop fransium meluruh dengan cepat menjadi astatin, radium, dan radon. Struktur elektronik atom fransium adalah [Rn] 7s1, sehingga ia digolongkan sebagai logam alkali.

Fransium tak pernah terlihat dapat jumlah yang besar. Karena penampilan umum unsur-unsur lain dalam kolom tabel periodiknya, fransium dianggap sebagai logam yang sangat reaktif, jika cukup dikumpulkan bersama untuk dapat dilihat sebagai padatan atau cairan curah. Mendapatkan sampel seperti itu sangatlah tidak mungkin, karena panas peluruhan yang ekstrem akibat waktu paruhnya yang singkat akan segera menguapkan kuantitas fransium yang dapat dilihat.

Fransium ditemukan oleh Marguerite Perey[1] di Prancis (yang menjadi asal nama unsur ini) pada tahun 1939.[2] Sebelum penemuannya, ia disebut sebagai eka-sesium atau ekasesium karena dugaan keberadaannya berada di bawah sesium dalam tabel periodik. Ia adalah unsur terakhir yang pertama kali ditemukan di alam, bukan melalui sintesis. Di luar laboratorium, fransium sangatlah langka, dengan jumlah jejak yang ditemukan dalam bijih uranium, di mana isotop fransium-223 (dalam keluarga uranium-235) terus terbentuk dan meluruh. Sesedikit 200–500 g ada pada setiap waktu di seluruh kerak Bumi; selain fransium-223 dan fransium-221, isotop lainnya seluruhnya sintetis. Jumlah fransium terbesar yang diproduksi di laboratorium adalah sekelompok fransium dengan lebih dari 300.000 atom.[3]

Karakteristik

Fransium adalah salah satu unsur alami yang paling tak stabil: isotopnya yang berumur paling panjang, fransium-223, memiliki waktu paruh hanya 22 menit. Satu-satunya unsur yang sebanding degannya adalah astatin, di mana isotop alaminya yang paling stabil, astatin-219 (turunan alfa fransium-223), memiliki waktu paruh 56 detik, meskipun astatin-210 yang sintetis jauh lebih panjang umurnya dengan waktu paruh dari 8,1 jam.[4] Semua isotop fransium meluruh menjadi astatin, radium, atau radon.[5] Fransium-223 juga memiliki waktu paruh yang lebih pendek daripada isotop dengan umur terpanjang dari setiap unsur sintetis hingga dan termasuk unsur 105, dubnium.[6]

Fransium adalah logam alkali yang sifat kimianya sebagian besar mirip dengan sesium.[7] Sebuah unsur berat dengan satu elektron valensi,[8] ia memiliki berat ekuivalen tertinggi dari semua unsur.[9] Fransium cair—jika dibuat—seharusnya memiliki tegangan permukaan 0,05092 N/m pada titik leburnya.[10] Titik lebur fransium diperkirakan sekitar ;[11] nilai juga sering ditemui.[12] Titik leburnya tidaklah pasti karena kelangkaan dan radioaktivitasnya yang ekstrem; ekstrapolasi yang berbeda berdasarkan metode Dmitri Mendeleev menghasilkan nilai . Perkiraan titik didih juga tidaklah pasti; perkiraan dan , serta ekstrapolasi dari metode Mendeleev sebesar , juga telah disarankan.[13][14] Massa jenis fransium diperkirakan sekitar 2,48 g/cm3 (metode Mendeleev mengekstrapolasi 2,4 g/cm3).[15]

Linus Pauling memperkirakan keelektronegatifan fransium sebesar 0,7 pada skala Pauling, sama dengan sesium;[16] nilai sesium sejak itu disempurnakan menjadi 0,79, tetapi tidak ada data eksperimen yang memungkinkan penyempurnaan nilai fransium.[17] Fransium memiliki energi ionisasi yang sedikit lebih tinggi daripada sesium,[18] 392,811(4) kJ/mol dibandingkan dengan 375,7041(2) kJ/mol untuk sesium, seperti yang diperkirakan dari efek relativistik, dan ini menyiratkan bahwa sesium lebih sedikit elektronegatif dari keduanya. Fransium juga seharusnya memiliki afinitas elektron yang lebih tinggi daripada sesium dan ion Fr seharusnya lebih terpolarisasi daripada ion Cs.[19]

Senyawa

Karena fransium sangat tidak stabil, hanya sedikit dari garamnya yang telah diketahui. Fransium berkopresipitasi dengan beberapa garam sesium, seperti sesium perklorat, yang menghasilkan fransium perklorat dalam jumlah kecil. Kopresipitasi ini dapat digunakan untuk mengisolasi fransium, dengan mengadaptasi metode kopresipitasi radiosesium dari Lawrence E. Glendenin dan C. M. Nelson. Ia juga akan berkopresipitasi dengan banyak garam sesium lainnya, termasuk iodat, pikrat, tartrat (juga rubidium tartrat), kloroplatinat, dan silikowolframat. Ia juga berkopresipitasi dengan asam silikowolframat, serta dengan asam perklorat, tanpa logam alkali lain sebagai pembawa, yang mengarah pada metode pemisahan lainnya.[20][21]

Fransium perklorat

Fransium perklorat dihasilkan oleh reaksi antara fransium klorida dan natrium perklorat. Fransium perklorat berkopresipitasi dengan sesium perklorat.[22] Kopresipitasi ini dapat digunakan untuk mengisolasi fransium, dengan mengadaptasi metode kopresipitasi radiosesium dari Lawrence E. Glendenin dan C. M. Nelson. Namun, metode ini tidak dapat diandalkan dalam memisahkan talium, yang juga berkopresipitasi dengan sesium.[23] Entropi fransium perklorat diperkirakan sebesar 42,7 e.u (178,7 J mol−1 K−1).[24]

Fransium halida

Semua fransium halida dapat larut dalam air dan diperkirakan menjadi padatan berwarna putih. Mereka diperkirakan akan terproduksi oleh reaksi halogen yang sesuai. Misalnya, fransium klorida akan dihasilkan dari reaksi antara fransium dan klorin. Fransium klorida telah dipelajari sebagai jalur untuk memisahkan fransium dari unsur lain, dengan menggunakan tekanan uap yang tinggi dari senyawa tersebut, meskipun fransium fluorida akan memiliki tekanan uap yang lebih tinggi.[25]

Senyawa lainnya

Fransium nitrat, sulfat, hidroksida, karbonat, asetat, dan oksalat, semuanya larut dalam air, sedangkan iodat, pikrat, tartrat, kloroplatinat, dan silikowolframat tidak larut. Ketidaklarutan senyawa ini digunakan untuk mengekstraksi fransium dari produk radioaktif lainnya, seperti zirkonium, niobium, molibdenum, timah, dan antimon, dengan metode yang disebutkan pada bagian di atas.[26] Molekul CsFr diperkirakan memiliki fransium di ujung negatif dipol, tidak seperti semua molekul logam alkali heterodiatomik yang diketahui. Fransium superoksida (FrO2) diperkirakan memiliki karakter yang lebih kovalen daripada kongenernya yang lebih ringan; ini dikaitkan dengan elektron 6p dalam fransium yang lebih terlibat dalam ikatan fransium–oksigen.[27] Destabilisasi relativistik spinor 6p3/2 dapat membuat senyawa fransium dalam keadaan oksidasi lebih tinggi dari +1, seperti [FrVF6]; tetapi ini belum dikonfirmasi secara eksperimental.[28]

Satu-satunya garam rangkap fransium yang diketahui memiliki rumus Fr9Bi2I9.

Isotop

Ada 34 isotop fransium yang diketahui dengan rentang massa atom mulai dari 199 hingga 232.[29] Fransium memiliki tujuh isomer nuklir metastabil.[30] Fransium-223 dan fransium-221 adalah dua isotop fransium yang terdapat di alam, dengan yang pertama memiliki kelimpahan yang lebih besar.[31]

Fransium-223 adalah isotop yang paling stabil, dengan waktu paruh 21,8 menit,[32] dan sangat tidak mungkin bahwa isotop fransium dengan waktu paruh lebih lama akan ditemukan atau disintesis.[33] Fransium-223 adalah produk kelima dari deret peluruhan uranium-235 sebagai produk isotop aktinium-227; torium-227 adalah produk yang lebih umum.[34] Fransium-223 kemudian meluruh menjadi radium-223 melalui peluruhan beta (energi peluruhan 1,149 MeV), dengan jalur peluruhan alfa minor (0,006%) menjadi astatin-219 (energi peluruhan 5,4 MeV).[35]

Fransium-221 memiliki waktu paruh 4,8 menit.[36] Ia merupakan produk kesembilan dari deret peluruhan neptunium sebagai isotop turunan dari aktinium-225.[37] Fransium-221 kemudian meluruh menjadi astatin-217 melalui peluruhan alfa (energi peluruhan 6,457 MeV).[38] Meskipun semua 237Np primordial telah punah, deret peluruhan neptunium terus ada secara alami dalam jejak-jejak kecil karena reaksi knockout (n,2n) dalam 238U alami.[39]

Isotop keadaan dasar yang paling tak stabil adalah fransium-215, dengan waktu paruh 0,12 μdtk: ia mengalami peluruhan alfa 9,54 MeV menjadi astatin-211.[40] Isomer metastabilnya, fransium-215m, masih kurang stabil, dengan waktu paruh hanya 3,5 ndtk.[41]

Aplikasi

Karena ketidakstabilan dan kelangkaannya, tak ada aplikasi komersial untuk fransium.[42][43][44][45] Ia telah digunakan untuk tujuan penelitian di bidang kimia[46] dan struktur atom. Penggunaannya sebagai bantuan diagnostik potensial untuk berbagai jenis kanker juga telah dieksplorasi,[47] tetapi aplikasi ini dianggap tidak praktis.[48]

Kemampuan fransium untuk disintesis, dijebak, dan didinginkan, bersama dengan struktur atomnya yang relatif sederhana, menjadikannya sebagai subjek eksperimen spektroskopi khusus. Eksperimen ini telah menghasilkan informasi yang lebih spesifik mengenai tingkat energi dan konstanta kopling antara partikel subatomik.[49] Studi tentang cahaya yang dipancarkan oleh ion fransium-210 yang terperangkap laser telah memberikan data akurat tentang transisi antara tingkat energi atom yang cukup mirip dengan yang diprediksi oleh teori kuantum.[50]

Sejarah

Pada awal tahun 1870, para kimiawan berpikir bahwa seharusnya ada logam alkali setelah sesium, dengan nomor atom 87.[51] Ia kemudian disebut dengan nama sementara eka-sesium.[52] Tim peneliti berusaha untuk menemukan dan mengisolasi unsur yang hilang ini, dan setidaknya empat klaim palsu dibuat bahwa unsur tersebut telah ditemukan sebelum penemuan otentik dibuat.

Penemuan yang salah dan tak lengkap

Pada tahun 1914, Stefan Meyer, Viktor F. Hess, dan Friedrich Paneth (bekerja di Wina) melakukan pengukuran radiasi alfa dari berbagai zat, termasuk 227Ac. Mereka mengamati kemungkinan cabang alfa kecil dari nuklida ini, meskipun pekerjaan lanjutan tidak dapat dilakukan karena pecahnya Perang Dunia I. Pengamatan mereka tidaklah tepat dan masih belum cukup pasti bagi mereka untuk mengumumkan penemuan unsur 87, meskipun kemungkinan besar mereka benar-benar mengamati peluruhan 227Ac menjadi 223Fr.[53]

Kimiawan Soviet Dmitry Dobroserdov adalah ilmuwan pertama yang mengklaim telah menemukan eka-sesium, atau fransium. Pada tahun 1925, ia mengamati radioaktivitas lemah dalam sampel kalium, logam alkali lain, dan secara keliru menyimpulkan bahwa eka-sesium telah mengontaminasi sampelnya (radioaktivitas dari sampel berasal dari radioisotop kalium alami, kalium-40).[54] Dia kemudian menerbitkan sebuah tesis tentang ramalannya mengenai sifat-sifat eka-sesium, di mana dia menamai unsur ini russium, dari nama negara asalnya.[55] Tak lama kemudian, Dobroserdov mulai fokus pada karier mengajarnya di Institut Politeknik Odessa, dan dia tidak mendalami unsur ini lebih jauh.[56]

Tahun berikutnya, kimiawan Inggris Gerald J. F. Druce dan Frederick H. Loring menganalisis foto sinar-X dari mangan(II) sulfat.[57] Mereka mengamati garis spektrum yang mereka duga berasal dari eka-sesium. Mereka mengumumkan penemuan unsur 87 dan mengusulkan nama alkalinium, karena ia merupakan logam alkali terberat.[58]

Pada tahun 1930, Fred Allison dari Institut Politeknik Alabama mengklaim telah menemukan unsur 87 (dan juga 85) ketika menganalisis polusit dan lepidolit menggunakan mesin magneto-optis miliknya. Allison meminta agar unsur ini dinamai virginium dari negara bagian asalnya Virginia, bersama dengan simbol Vi dan Vm.[59][60] Pada tahun 1934, H.G. MacPherson dari UC Berkeley membantah keefektifan perangkat Allison dan validitas penemuannya.[61]

Pada tahun 1936, fisikawan Romania Horia Hulubei dan koleganya dari Prancis Yvette Cauchois juga menganalisis polusit, kali ini menggunakan peralatan sinar-X beresolusi tinggi.[62] Mereka mengamati beberapa garis emisi lemah, yang mereka duga berasal dari unsur 87. Hulubei dan Cauchois melaporkan penemuan mereka dan mengusulkan nama moldavium, bersama dengan lambang Ml, dari Moldavia, provinsi Rumania tempat lahirnya Hulubei.[63] Pada tahun 1937, karya Hulubei dikritik oleh fisikawan Amerika F. H. Hirsh Jr., yang menolak metode penelitian Hulubei. Hirsh yakin bahwa eka-sesium tak akan ditemukan di alam, dan bahwa Hulubei malah mengamati garis sinar-X raksa atau bismut. Hulubei bersikeras bahwa alat dan metode sinar-X miliknya terlalu akurat untuk membuat kesalahan seperti itu. Karena itu, Jean Baptiste Perrin, pemenang Penghargaan Nobel dan mentor Hulubei, mendukung moldavium sebagai eka-sesium yang sebenarnya daripada fransium yang baru ditemukan oleh Marguerite Perey. Perey bersusah payah untuk menjadi akurat dan terperinci dalam kritiknya terhadap karya Hulubei, dan akhirnya dia dianggap sebagai satu-satunya penemu unsur 87.[64] Semua penemuan unsur 87 yang diakui sebelumnya dikesampingkan karena waktu paruh fransium yang sangat terbatas.[65]

Analisis Perey

Eka-sesium ditemukan pada 7 Januari 1939, oleh Marguerite Perey dari Institut Curie di Paris,[66] ketika dia memurnikan sampel aktinium-227 yang dilaporkan memiliki energi peluruhan 220 keV. Perey memperhatikan partikel peluruhan dengan tingkat energi di bawah 80 keV. Perey mengira aktivitas peluruhan ini mungkin disebabkan oleh produk peluruhan yang sebelumnya tak dikenal, yang dipisahkan selama pemurnian, tetapi muncul kembali dari aktinium-227 murni. Berbagai tes menghilangkan kemungkinan unsur yang tak diketahui itu adalah torium, radium, timbal, bismut, atau talium. Produk baru ini menunjukkan sifat kimia dari logam alkali (seperti berkopresipitasi dengan garam sesium), yang membuat Perey percaya bahwa itu adalah unsur 87, yang dihasilkan oleh peluruhan alfa aktinium-227.[67] Perey kemudian berusaha menentukan proporsi peluruhan beta terhadap peluruhan alfa pada aktinium-227. Tes pertamanya menempatkan percabangan alfa pada 0,6%, angka yang kemudian ia revisi menjadi 1%.[68]

Perey menamai isotop baru tersebut sebagai actinium-K (sekarang disebut sebagai fransium-223)[69] dan pada tahun 1946, dia mengusulkan nama catium (Cm) untuk unsur yang baru ditemukannya, karena dia yakin itu adalah kation yang paling elektropositif dari unsur tersebut. Irène Joliot-Curie, salah satu pengawas Perey, menentang nama tersebut karena konotasinya cat dan bukan cation; nantinya, lambang tersebut digunakan untuk unsur kurium.[70] Perey kemudian menyarankan nama francium, dari Prancis. Nama ini secara resmi diadopsi oleh Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional (IUPAC) pada tahun 1949,[71] menjadi unsur kedua setelah galium yang dinamai dari Prancis. Ia diberi lambang Fa, tetapi lambang tersebut direvisi menjadi Fr tak lama kemudian.[72] Fransium adalah unsur terakhir yang ditemukan di alam, bukan melalui penyintesisan, setelah hafnium dan renium.[73] Penelitian lebih lanjut mengenai struktur fransium dilakukan, di antaranya, oleh Sylvain Lieberman dan timnya di CERN pada tahun 1970-an dan 1980-an.[74]

Keterjadian

223Fr adalah hasil peluruhan alfa dari 227Ac dan dapat ditemukan dalam jumlah kecil dalam mineral uranium.[75] Dalam sampel uranium tertentu, diperkirakan hanya ada satu atom fransium untuk setiap 1 × 1018 atom uranium.[76] Dari sini juga diperhitungkan bahwa ada massa total paling banyak 30 g[77] atau, seperti yang diperkirakan sumber lain, 340 hingga 550 g dalam kerak Bumi pada setiap waktu.[78]

Produksi

Fransium dapat disintesis melalui reaksi fusi ketika target emas-197 dibombardir dengan seberkas atom oksigen-18 dari akselerator linear dalam proses yang awalnya dikembangkan di departemen fisika Universitas Negeri New York di Stony Brook pada tahun 1995.[79] Bergantung pada energi sinar oksigen, reaksi tersebut dapat menghasilkan isotop fransium dengan massa 209, 210, dan 211.

197Au + 18O → 209Fr + 6 n
197Au + 18O → 210Fr + 5 n
197Au + 18O → 211Fr + 4 n

Atom fransium meninggalkan target emas sebagai ion, yang dinetralkan melalui tumbukan dengan itrium dan kemudian diisolasi dalam perangkap giromagnetik (magneto-optical trap, MOT) dalam keadaan gas yang tak terkonsolidasi.[80] Meskipun atom itu hanya berada dalam perangkap selama sekitar 30 detik sebelum keluar atau mengalami peluruhan nuklir, proses ini memasok aliran atom baru yang terus-menerus. Hasilnya adalah keadaan tunak yang mengandung jumlah atom yang cukup konstan untuk waktu yang lebih lama.[81] Peralatan asli dapat menjebak hingga beberapa ribu atom, sementara desain yang lebih baik dapat menjebak lebih dari 300.000 sekaligus.[82] Pengukuran sensitif dari cahaya yang dipancarkan dan diserap oleh atom yang terperangkap memberikan hasil percobaan pertama pada berbagai transisi antara tingkat energi atom pada fransium. Pengukuran awal menunjukkan kesesuaian yang sangat baik antara nilai eksperimen dan perhitungan berdasarkan teori kuantum. Proyek penelitian yang menggunakan metode produksi ini dipindahkan ke TRIUMF pada tahun 2012, di mana lebih dari 106 atom fransium telah ditahan sekaligus, termasuk sejumlah besar 209Fr selain 207Fr dan 221Fr.[83][84]

Metode sintesis lainnya ialah membombardir radium dengan neutron, dan membombardir torium dengan proton, deuteron, atau ion helium.[85]

223Fr juga dapat diisolasi dari sampel induknya 227Ac, fransium diperah melalui elusi dengan NH4Cl–CrO3 dari penukar kation yang mengandung aktinium dan dimurnikan dengan melewatkan larutan melalui senyawa silikon dioksida yang diisi dengan barium sulfat.[86]

Pada tahun 1996, kelompok Stony Brook menjebak 3000 atom dalam MOT mereka, yang cukup bagi kamera video untuk menangkap cahaya yang dipancarkan oleh atom saat berpendar.[87] Fransium belum disintesis dalam jumlah yang cukup besar untuk ditimbang.[88][89][90]

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. Amila Ruwan Guruge. Francium. Chemical and Process Engineering. 25 Januari 2023.
  2. M. Perey. L'élément 87 : AcK, dérivé de l'actinium. Journal de Physique et le Radium. 1 Oltober 1939. Vol. 10 (10). hlm. 435–438. doi:10.1051/jphysrad:019390010010043500.
  3. Luis A. Orozco. Francium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 159. doi:10.1021/cen-v081n036.p159.
  4. Andy Price. Francium. 20 Desember 2000.
  5. Andy Price. Francium. 20 Desember 2000.
  6. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  7. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  8. Mark Winter. Electron Configuration. Francium. The University of Sheffield.
  9. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  10. L. V. Kozhitov. Evaluation of the Surface Tension of Liquid Francium. Inorganic Materials. 2003. Vol. 39 (11). hlm. 1138–1141. doi:10.1023/A:1027389223381.
  11. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  12. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  13. L. V. Kozhitov. Evaluation of the Surface Tension of Liquid Francium. Inorganic Materials. 2003. Vol. 39 (11). hlm. 1138–1141. doi:10.1023/A:1027389223381.
  14. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  15. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  16. Linus Pauling. The Nature of the Chemical Bond. Cornell University Press. 1960. hlm. 93. ISBN 978-0-8014-0333-0.
  17. Allred, A. L. Electronegativity values from thermochemical data. J. Inorg. Nucl. Chem. 1961. Vol. 17 (3–4). hlm. 215–221. doi:10.1016/0022-1902(61)80142-5.
  18. Andreev, S.V. Laser resonance photoionization spectroscopy of Rydberg levels in Fr. Physical Review Letters. 1987. Vol. 59 (12). hlm. 1274–76. doi:10.1103/PhysRevLett.59.1274.
  19. John S. Thayer. Relativistic Methods for Chemists. Springer. 2010. hlm. 81. doi:10.1007/978-1-4020-9975-5_2. ISBN 978-1-4020-9975-5.
  20. E. K. Hyde. Radiochemical Methods for the Isolation of Element 87 (Francium). J. Am. Chem. Soc. 1952. Vol. 74 (16). hlm. 4181–4184. doi:10.1021/ja01136a066.
  21. E. N K. Hyde Radiochemistry of Francium, Subcommittee on Radiochemistry, National Academy of Sciences-National Research Council; available from the Office of Technical Services, Dept. of Commerce, 1960.
  22. E. N K. Hyde Radiochemistry of Francium, Subcommittee on Radiochemistry, National Academy of Sciences-National Research Council; available from the Office of Technical Services, Dept. of Commerce, 1960.
  23. E. N K. Hyde Radiochemistry of Francium, Subcommittee on Radiochemistry, National Academy of Sciences-National Research Council; available from the Office of Technical Services, Dept. of Commerce, 1960.
  24. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  25. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  26. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  27. John S. Thayer. Relativistic Methods for Chemists. Springer. 2010. hlm. 81. doi:10.1007/978-1-4020-9975-5_2. ISBN 978-1-4020-9975-5.
  28. Chang-Su Cao. Periodic Law of Chemistry Overturns for Superheavy Elements. ChemRxiv. 2022. doi:10.26434/chemrxiv-2022-l798p.
  29. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 11. hlm. 180–181. ISBN 978-0-8493-0487-3.
  30. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  31. Francium, in Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry. Wiley-Interscience. 2005. hlm. 679. ISBN 978-0-471-61525-5.
  32. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  33. McGraw-Hill Encyclopedia of Science & Technology. McGraw-Hill Professional. 2002. Vol. 7. hlm. 493–494. ISBN 978-0-07-913665-7.
  34. Chemical Elements, in Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry. Wiley-Interscience. 2005. hlm. 332. ISBN 978-0-471-61525-5.
  35. National Nuclear Data Center. Table of Isotopes decay data. Laboratorium Nasional Brookhaven. 1990.
  36. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  37. Chemical Elements, in Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry. Wiley-Interscience. 2005. hlm. 332. ISBN 978-0-471-61525-5.
  38. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  39. D. F. Peppard. Occurrence of the (4n + 1) series in nature. Journal of the American Chemical Society. 1952. Vol. 74 (23). hlm. 6081–6084. doi:10.1021/ja01143a074.
  40. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  41. National Nuclear Data Center. Fr Isotopes. Laboratorium Nasional Brookhaven. 2003.
  42. Mark Winter. Uses. Francium. The University of Sheffield.
  43. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 151–153. ISBN 978-0-19-850341-5.
  44. Steve Gagnon. Francium. Jefferson Science Associates, LLC.
  45. Chemical Elements, in Van Nostrand's Encyclopedia of Chemistry. Wiley-Interscience. 2005. hlm. 332. ISBN 978-0-471-61525-5.
  46. T. J. Haverlock. Selectivity of calix[4arene-bis(benzocrown-6) in the complexation and transport of francium ion]. J Am Chem Soc. 2003. Vol. 125 (5). hlm. 1126–7. doi:10.1021/ja0255251.
  47. Andy Price. Francium. 20 Desember 2000.
  48. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 151–153. ISBN 978-0-19-850341-5.
  49. E. Gomez. Spectroscopy with trapped francium: advances and perspectives for weak interaction studies. Rep. Prog. Phys. 7 November 2005. Vol. 69 (1). hlm. 79–118. doi:10.1088/0034-4885/69/1/R02.
  50. I. Peterson. Creating, cooling, trapping francium atoms. Science News. 11 Mei 1996. Vol. 149 (19). hlm. 294. doi:10.2307/3979560.
  51. Andy Price. Francium. 20 Desember 2000.
  52. Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element . The Chemical Educator 10 (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.
  53. Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element . The Chemical Educator 10 (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.
  54. Marco Fontani. The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do). 10 September 2005. hlm. 1–8.
  55. Peter Van der Krogt. Francium. Elementymology & Elements Multidict. 10 Januari 2006.
  56. Marco Fontani. The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do). 10 September 2005. hlm. 1–8.
  57. Peter Van der Krogt. Francium. Elementymology & Elements Multidict. 10 Januari 2006.
  58. Marco Fontani. The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do). 10 September 2005. hlm. 1–8.
  59. Peter Van der Krogt. Francium. Elementymology & Elements Multidict. 10 Januari 2006.
  60. Alabamine & Virginium. 15 Februari 1932.
  61. H. G. MacPherson. An Investigation of the Magneto-Optic Method of Chemical Analysis. Physical Review. 1934. Vol. 47 (4). hlm. 310–315. doi:10.1103/PhysRev.47.310.
  62. Marco Fontani. The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do). 10 September 2005. hlm. 1–8.
  63. Peter Van der Krogt. Francium. Elementymology & Elements Multidict. 10 Januari 2006.
  64. Marco Fontani. The Twilight of the Naturally-Occurring Elements: Moldavium (Ml), Sequanium (Sq) and Dor (Do). 10 September 2005. hlm. 1–8.
  65. Peter Van der Krogt. Francium. Elementymology & Elements Multidict. 10 Januari 2006.
  66. Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element . The Chemical Educator 10 (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.
  67. Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element . The Chemical Educator 10 (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.
  68. McGraw-Hill Encyclopedia of Science & Technology. McGraw-Hill Professional. 2002. Vol. 7. hlm. 493–494. ISBN 978-0-07-913665-7.
  69. Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element . The Chemical Educator 10 (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.
  70. Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element . The Chemical Educator 10 (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.
  71. Andy Price. Francium. 20 Desember 2000.
  72. Julius Grant. Hackh's Chemical Dictionary. McGraw-Hill. 1969. hlm. 279–280. ISBN 978-0-07-024067-4.
  73. Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (25 September 2005). Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element . The Chemical Educator 10 (5). Diakses tanggal 18 Maret 2023.
  74. History. Francium. Universitas Negeri New York di Stony Brook. 20 Februari 2007.
  75. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC. 2006. Vol. 4. hlm. 12. ISBN 978-0-8493-0474-3.
  76. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 151–153. ISBN 978-0-19-850341-5.
  77. Mark Winter. Geological information. Francium. The University of Sheffield.
  78. Francium. Lenntech.
  79. Production of Francium. Francium. Universitas Negeri New York di Stony Brook. 20 Februari 2007.
  80. Cooling and Trapping. Francium. Universitas Negeri New York di Stony Brook. 20 Februari 2007.
  81. Cooling and Trapping. Francium. Universitas Negeri New York di Stony Brook. 20 Februari 2007.
  82. Luis A. Orozco. Francium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 159. doi:10.1021/cen-v081n036.p159.
  83. Luis A. Orozco. Project Closeout Report: Francium Trapping Facility at TRIUMF. Departemen Energi A.S. 30 September 2014. doi:10.2172/1214938.
  84. M Tandecki. Commissioning of the Francium Trapping Facility at TRIUMF. Journal of Instrumentation. 2013. Vol. 8 (12). hlm. P12006. doi:10.1088/1748-0221/8/12/P12006.
  85. McGraw-Hill Encyclopedia of Science & Technology. McGraw-Hill Professional. 2002. Vol. 7. hlm. 493–494. ISBN 978-0-07-913665-7.
  86. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  87. Luis A. Orozco. Francium. Chemical and Engineering News. 2003. Vol. 81 (36). hlm. 159. doi:10.1021/cen-v081n036.p159.
  88. Andy Price. Francium. 20 Desember 2000.
  89. John Emsley. Nature's Building Blocks. Oxford University Press. 2001. hlm. 151–153. ISBN 978-0-19-850341-5.
  90. Francium. Laboratorium Nasional Los Alamos. 2011.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29456528 (2026-07-14T06:54:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.