Lompat ke isi

Lutesium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29345352; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Lutesium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Lu''' dan [[nomor atom]] 71. Ia adalah sebuah [[logam]] berwarna putih keperakan, yang tahan korosi di udara kering, tetapi tidak di udara lembap. Lutesium adalah unsur terakhir dalam [[lantanida|deret lantanida]], dan secara tradisional dihitung sebagai [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]]; ia juga dapat diklasifikasikan sebagai unsur pertama dari [[logam transisi]] periode ke-6.
[[File:Lutetium_sublimed_dendritic_and_1cm3_cube.jpg|thumb|right|280px|Lutetium sublimed dendritic and 1cm3 cube]]


Lutesium ditemukan secara independen pada tahun 1907 oleh ilmuwan Prancis [[Georges Urbain]], ahli mineralogi Austria [[Freiherr|Baron]] [[Carl Auer von Welsbach|Carl A. von Welsbach]], dan kimiawan Amerika [[Charles James (kimiawan)|Charles James]]. Semua peneliti ini menemukan lutesium sebagai pengotor dalam mineral [[Iterbium(III) oksida|iterbia]], yang sebelumnya dianggap seluruhnya terdiri dari iterbium. Perselisihan tentang prioritas penemuan terjadi tak lama setelah itu, dengan Urbain dan Welsbach saling menuduh bahwa hasil penerbitan dipengaruhi oleh penelitian yang dipublikasikan dari pihak lain; pemilihan nama diberikan kepada Urbain, karena dia telah menerbitkan hasilnya sebelumnya. Dia memilih nama ''lutecium'' untuk unsur baru tersebut, tetapi pada tahun 1949 ejaannya diubah menjadi ''lutesium''. Pada tahun 1909, prioritas akhirnya diberikan kepada Urbain dan nama yang dia pilih diadopsi sebagai nama resmi; tetapi, nama ''cassiopeium'' (atau kemudian ''cassiopium'') untuk unsur 71 yang diusulkan oleh Welsbach digunakan oleh banyak ilmuwan Jerman hingga tahun 1950-an.
'''Lutesium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Lu''' dan [[nomor atom]] 71. Ia adalah sebuah [[logam]] berwarna putih keperakan, yang tahan korosi di udara kering, tetapi tidak di udara lembap. Lutesium adalah unsur terakhir dalam [[lantanida|deret lantanida]], dan secara tradisional dihitung sebagai [[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]]; ia juga dapat diklasifikasikan sebagai unsur pertama dari [[logam transisi]] periode ke-6.<ref>E. Scerri. [http://www.iupac.org/publications/ci/2012/3404/ud.html Mendeleev's Periodic Table Is Finally Completed and What To Do about Group 3?]. ''Chemistry International''. 2012. Vol. 34 (4). doi:10.1515/ci.2012.34.4.28.</ref>


Lutesium bukanlah unsur yang sangat melimpah, meskipun secara signifikan ia lebih umum daripada [[perak]] di kerak Bumi. Ia memiliki beberapa kegunaan khusus. Lutesium-176 adalah isotop radioaktif yang relatif melimpah (2,5%) dengan waktu paruh sekitar 38 miliar tahun, digunakan untuk [[Penanggalan lutesium–hafnium|menentukan usia]] mineral dan [[meteorit]]. Lutesium biasanya terjadi dalam bersama dengan unsur [[itrium]] dan kadang-kadang digunakan dalam [[logam paduan|paduan]] logam dan sebagai [[Katalisis|katalis]] dalam berbagai reaksi kimia. [[DOTA-TATE]]-<sup>177</sup>Lu digunakan untuk [[radiofarmasi|terapi radionuklida]] (lihat [[Kedokteran nuklir]]) pada tumor neuroendokrin. Lutesium memiliki [[Uji kekerasan Brinell|kekerasan Brinell]] tertinggi dari semua lantanida, pada 890–1300&nbsp;M[[Pascal (satuan)|Pa]].
Lutesium ditemukan secara independen pada tahun 1907 oleh ilmuwan Prancis [[Georges Urbain]], ahli mineralogi Austria [[Freiherr|Baron]] [[Carl Auer von Welsbach|Carl A. von Welsbach]], dan kimiawan Amerika [[Charles James (kimiawan)|Charles James]].<ref>[https://www.chemicool.com/elements/lutetium.html Lutetium Element Facts / Chemistry].</ref> Semua peneliti ini menemukan lutesium sebagai pengotor dalam mineral [[Iterbium(III) oksida|iterbia]], yang sebelumnya dianggap seluruhnya terdiri dari iterbium. Perselisihan tentang prioritas penemuan terjadi tak lama setelah itu, dengan Urbain dan Welsbach saling menuduh bahwa hasil penerbitan dipengaruhi oleh penelitian yang dipublikasikan dari pihak lain; pemilihan nama diberikan kepada Urbain, karena dia telah menerbitkan hasilnya sebelumnya. Dia memilih nama ''lutecium'' untuk unsur baru tersebut, tetapi pada tahun 1949 ejaannya diubah menjadi ''lutesium''. Pada tahun 1909, prioritas akhirnya diberikan kepada Urbain dan nama yang dia pilih diadopsi sebagai nama resmi; tetapi, nama ''cassiopeium'' (atau kemudian ''cassiopium'') untuk unsur&nbsp;71 yang diusulkan oleh Welsbach digunakan oleh banyak ilmuwan Jerman hingga tahun 1950-an.
 
Lutesium bukanlah unsur yang sangat melimpah, meskipun secara signifikan ia lebih umum daripada [[perak]] di kerak Bumi. Ia memiliki beberapa kegunaan khusus. Lutesium-176 adalah isotop radioaktif yang relatif melimpah (2,5%) dengan waktu paruh sekitar 38 miliar tahun, digunakan untuk [[Penanggalan lutesium–hafnium|menentukan usia]] mineral dan [[meteorit]]. Lutesium biasanya terjadi dalam bersama dengan unsur [[itrium]]<ref>[https://www.vocabulary.com/dictionary/lutetium lutetium - Dictionary Definition]. ''Vocabulary.com''.</ref> dan kadang-kadang digunakan dalam [[logam paduan|paduan]] logam dan sebagai [[Katalisis|katalis]] dalam berbagai reaksi kimia. [[DOTA-TATE]]-<sup>177</sup>Lu digunakan untuk [[radiofarmasi|terapi radionuklida]] (lihat [[Kedokteran nuklir]]) pada tumor neuroendokrin. Lutesium memiliki [[Uji kekerasan Brinell|kekerasan Brinell]] tertinggi dari semua lantanida, pada 890–1300&nbsp;M[[Pascal (satuan)|Pa]].<ref>[http://ihtik.lib.ru/2011.08_ihtik_nauka-tehnika/2011.08_ihtik_nauka-tehnika_3560.rar Handbook of the physicochemical properties of the elements]. IFI-Plenum. 1968. hlm. 387–446. doi:10.1007/978-1-4684-6066-7_7. ISBN 978-1-4684-6066-7.</ref>


==Karakteristik==
==Karakteristik==
===Sifat fisik===
===Sifat fisik===
Sebuah atom lutesium memiliki 71 elektron, tersusun dalam [[konfigurasi elektron|konfigurasi]] &#91;[[xenon|Xe]]&#93;&nbsp;4f<sup>14</sup>5d<sup>1</sup>6s<sup>2</sup>. Lutesium umumnya ditemukan dalam keadaan oksidasi 3+, setelah kehilangan dua elektron 6s dan satu 5d terluarnya. Atom lutesium adalah yang terkecil di antara atom lantanida, karena adanya [[kontraksi lantanida]], dan akibatnya lutesium memiliki kepadatan, titik lebur, dan kekerasan tertinggi di antara semua lantanida. Karena orbital 4f lutesium sangat stabil, hanya orbital 5d dan 6s yang terlibat dalam reaksi dan ikatan kimia; dengan demikian ia dicirikan sebagai unsur blok-d dan bukan blok-f, dan atas dasar ini beberapa menganggapnya sama sekali bukan lantanida, tetapi [[logam transisi]] seperti kongenernya yang lebih ringan, [[skandium]] dan [[itrium]].
Sebuah atom lutesium memiliki 71 elektron, tersusun dalam [[konfigurasi elektron|konfigurasi]] &#91;[[xenon|Xe]]&#93;&nbsp;4f<sup>14</sup>5d<sup>1</sup>6s<sup>2</sup>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lutesium&oldid=29345352 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Lutesium umumnya ditemukan dalam keadaan oksidasi 3+, setelah kehilangan dua elektron 6s dan satu 5d terluarnya. Atom lutesium adalah yang terkecil di antara atom lantanida, karena adanya [[kontraksi lantanida]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lutesium&oldid=29345352 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan akibatnya lutesium memiliki kepadatan, titik lebur, dan kekerasan tertinggi di antara semua lantanida.<ref>Sybil P. Parker. ''Dictionary of Scientific and Technical Terms''. McGraw-Hill. 1984.</ref> Karena orbital 4f lutesium sangat stabil, hanya orbital 5d dan 6s yang terlibat dalam reaksi dan ikatan kimia;<ref>William B. Jensen. [http://www.che.uc.edu/jensen/W.%20B.%20Jensen/Reprints/081.%20Periodic%20Table.pdf The Periodic Law and Table]. 2000.</ref> dengan demikian ia dicirikan sebagai unsur blok-d dan bukan blok-f,<ref>William B. Jensen. [https://link.springer.com/article/10.1007/s10698-015-9216-1 The positions of lanthanum (actinium) and lutetium (lawrencium) in the periodic table: an update]. ''Foundations of Chemistry''. 2015. Vol. 17. hlm. 23–31. doi:10.1007/s10698-015-9216-1.</ref> dan atas dasar ini beberapa menganggapnya sama sekali bukan lantanida, tetapi [[logam transisi]] seperti kongenernya yang lebih ringan, [[skandium]] dan [[itrium]].<ref>Mark Winter. [https://www.webelements.com/ WebElements]. The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK. 1993–2022.</ref><ref>Robert D. Cowan. [https://archive.org/details/theoryofatomicst0000cowa The Theory of Atomic Structure and Spectra]. University of California Press. 1981. hlm. [https://archive.org/details/theoryofatomicst0000cowa/page/n623 598]. ISBN 9780520906150.</ref>
===Sifat kimia dan senyawa===
===Sifat kimia dan senyawa===
Senyawa lutesium selalu mengandung unsur dalam [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] 3+.<ref>[https://www.britannica.com/science/lutetium Lutetium].</ref> Larutan berair dari sebagian besar garam lutesium tidak berwarna dan membentuk padatan kristal putih saat dikeringkan, dengan pengecualian lutesium iodida, yang berwarna cokelat. Garam lutesium yang larut, seperti lutesium nitrat, sulfat, dan asetat membentuk hidrat pada saat kristalisasi. Lutesium [[lutesium(III) oksida|oksida]], hidroksida, fluorida, karbonat, fosfat, dan [[oksalat]] tidak larut dalam air.<ref>Pradyot Patnaik. [https://books.google.com/books?id=Xqj-TTzkvTEC&pg=PA243 Handbook of Inorganic Chemical Compounds]. McGraw-Hill. 2003. hlm. 510. ISBN 978-0-07-049439-8.</ref>


Senyawa lutesium selalu mengandung unsur dalam [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] 3+. Larutan berair dari sebagian besar garam lutesium tidak berwarna dan membentuk padatan kristal putih saat dikeringkan, dengan pengecualian lutesium iodida, yang berwarna cokelat. Garam lutesium yang larut, seperti lutesium nitrat, sulfat, dan asetat membentuk hidrat pada saat kristalisasi. Lutesium [[lutesium(III) oksida|oksida]], hidroksida, fluorida, karbonat, fosfat, dan [[oksalat]] tidak larut dalam air.
Logam lutesium sedikit tidak stabil di udara pada kondisi standar, tetapi mudah terbakar pada suhu 150&nbsp;°C untuk membentuk lutesium oksida. Senyawa yang dihasilkan diketahui dapat menyerap air dan [[karbon dioksida]], dan dapat digunakan untuk menghilangkan uap senyawa-senyawa ini dari atmosfer tertutup.<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide]. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb/page/303 303]–304. ISBN 978-0-313-33438-2.</ref> Pengamatan serupa dilakukan selama reaksi antara lutesium dan air (lambat saat dingin dan cepat saat panas); lutesium hidroksida akan terbentuk dalam reaksi ini.<ref>[https://www.webelements.com/lutetium/chemistry.html Chemical reactions of Lutetium]. Webelements.</ref> Logam lutesium diketahui bereaksi dengan empat halogen paling ringan untuk membentuk tri[[halida]]; kecuali fluorida karena mereka larut dalam air.
 
Logam lutesium sedikit tidak stabil di udara pada kondisi standar, tetapi mudah terbakar pada suhu 150&nbsp;°C untuk membentuk lutesium oksida. Senyawa yang dihasilkan diketahui dapat menyerap air dan [[karbon dioksida]], dan dapat digunakan untuk menghilangkan uap senyawa-senyawa ini dari atmosfer tertutup. Pengamatan serupa dilakukan selama reaksi antara lutesium dan air (lambat saat dingin dan cepat saat panas); lutesium hidroksida akan terbentuk dalam reaksi ini. Logam lutesium diketahui bereaksi dengan empat halogen paling ringan untuk membentuk tri[[halida]]; kecuali fluorida karena mereka larut dalam air.


Lutesium mudah larut dalam asam lemah dan [[asam sulfat]] encer untuk membentuk larutan yang mengandung ion lutesium tak berwarna, yang dikoordinasikan oleh antara tujuh dan sembilan molekul air, dengan yang menjadi rata-rata adalah .
Lutesium mudah larut dalam asam lemah<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide]. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb/page/303 303]–304. ISBN 978-0-313-33438-2.</ref> dan [[asam sulfat]] encer untuk membentuk larutan yang mengandung ion lutesium tak berwarna, yang dikoordinasikan oleh antara tujuh dan sembilan molekul air, dengan yang menjadi rata-rata adalah .<ref>Ingmar Persson. ''Hydrated metal ions in aqueous solution: How regular are their structures?''. ''Pure and Applied Chemistry''. 2010. Vol. 82 (10). hlm. 1901–1917. doi:10.1351/PAC-CON-09-10-22.</ref>


:
:
Baris 20: Baris 21:
Lutesium biasanya ditemukan dalam keadaan oksidasi +3, seperti kebanyakan lantanida lainnya. Namun, ia juga bisa ditemukan dalam keadaan 0, +1 dan +2.
Lutesium biasanya ditemukan dalam keadaan oksidasi +3, seperti kebanyakan lantanida lainnya. Namun, ia juga bisa ditemukan dalam keadaan 0, +1 dan +2.
===Isotop===
===Isotop===
 
Lutesium terjadi di Bumi dalam bentuk dua isotop: lutesium-175 dan lutesium-176. Dari keduanya, hanya yang pertama yang stabil, menjadikannya sebagai unsur [[unsur monoisotop|monoisotop]]. Yang terakhir, lutesium-176, meluruh melalui [[peluruhan beta]] dengan [[waktu paruh]]  tahun; ia membuat sekitar 2,6% dari lutesium alami.  
Lutesium terjadi di Bumi dalam bentuk dua isotop: lutesium-175 dan lutesium-176. Dari keduanya, hanya yang pertama yang stabil, menjadikannya sebagai unsur [[unsur monoisotop|monoisotop]]. Yang terakhir, lutesium-176, meluruh melalui [[peluruhan beta]] dengan [[waktu paruh]]  tahun; ia membuat sekitar 2,6% dari lutesium alami.
Hingga saat ini, 34 [[radioisotop sintetis]] dari unsur tersebut telah dikarakterisasi, mulai dari [[nomor massa]] 149 hingga&nbsp;184; isotop yang paling stabil adalah lutesium-174 dengan waktu paruh 3,31&nbsp;tahun, dan lutesium-173 dengan waktu paruh 1,37&nbsp;tahun. Semua isotop [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] yang tersisa memiliki waktu paruh kurang dari 9&nbsp;hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari setengah jam. Isotop yang lebih ringan daripada lutesium-175 yang stabil meluruh melalui [[tangkapan elektron|penangkapan elektron]] (untuk menghasilkan isotop [[iterbium]]), dengan beberapa [[peluruhan alfa|emisi alfa]] dan [[emisi positron|positron]]; isotop yang lebih berat meluruh terutama melalui peluruhan beta, menghasilkan isotop [[hafnium]].
Hingga saat ini, 34 [[radioisotop sintetis]] dari unsur tersebut telah dikarakterisasi, mulai dari [[nomor massa]] 149 hingga&nbsp;184; isotop yang paling stabil adalah lutesium-174 dengan waktu paruh 3,31&nbsp;tahun, dan lutesium-173 dengan waktu paruh 1,37&nbsp;tahun. Semua isotop [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] yang tersisa memiliki waktu paruh kurang dari 9&nbsp;hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari setengah jam. Isotop yang lebih ringan daripada lutesium-175 yang stabil meluruh melalui [[tangkapan elektron|penangkapan elektron]] (untuk menghasilkan isotop [[iterbium]]), dengan beberapa [[peluruhan alfa|emisi alfa]] dan [[emisi positron|positron]]; isotop yang lebih berat meluruh terutama melalui peluruhan beta, menghasilkan isotop [[hafnium]].


Unsur ini juga memiliki 43 [[isomer nuklir]] yang diketahui, dengan massa 150, 151, 153–162, dan 166–180 (tidak setiap nomor massa hanya memiliki satu isomer). Yang paling stabil adalah lutesium-177m, dengan waktu paruh 160,4&nbsp;hari, dan lutesium-174m, dengan waktu paruh 142&nbsp;hari; waktu paruh mereka lebih panjang daripada waktu paruh keadaan dasar dari semua isotop lutesium radioaktif kecuali lutesium-173, -174, dan -176.
Unsur ini juga memiliki 43 [[isomer nuklir]] yang diketahui, dengan massa 150, 151, 153–162, dan 166–180 (tidak setiap nomor massa hanya memiliki satu isomer). Yang paling stabil adalah lutesium-177m, dengan waktu paruh 160,4&nbsp;hari, dan lutesium-174m, dengan waktu paruh 142&nbsp;hari; waktu paruh mereka lebih panjang daripada waktu paruh keadaan dasar dari semua isotop lutesium radioaktif kecuali lutesium-173, -174, dan -176.
==Sejarah==
==Sejarah==
Lutesium, berasal dari bahasa Latin ''[[Lutetia]]'' ([[Paris]]), [[penemuan unsur kimia|ditemukan]] secara independen pada tahun 1907 oleh ilmuwan Prancis [[Georges Urbain]], ahli mineralogi Austria Baron [[Carl Auer von Welsbach|Carl A. von Welsbach]], dan kimiawan Amerika [[Charles James (kimiawan)|Charles James]]. Mereka menemukannya sebagai ketidakmurnian pada [[Iterbium(III) oksida|iterbia]], yang dianggap seluruhnya terdiri dari [[iterbium]] oleh kimiawan Swiss [[Jean Charles Galissard de Marignac|Jean de Marignac]]. Para ilmuwan mengusulkan nama yang berbeda untuk unsur-unsur tersebut: Urbain memilih ''neoiterbium'' dan ''lutecium'', sedangkan Welsbach memilih ''aldebaranium'' dan ''cassiopeium'' (dari [[Aldebaran]] dan [[Cassiopeia]]). Kedua artikel ini saling menuduh satu sama lain dengan alasan telah menerbitkan hasil berdasarkan artikelnya.
Lutesium, berasal dari bahasa Latin ''[[Lutetia]]'' ([[Paris]]), [[penemuan unsur kimia|ditemukan]] secara independen pada tahun 1907 oleh ilmuwan Prancis [[Georges Urbain]], ahli mineralogi Austria Baron [[Carl Auer von Welsbach|Carl A. von Welsbach]], dan kimiawan Amerika [[Charles James (kimiawan)|Charles James]].<ref>James, C. [https://books.google.com/books?id=TrhMAAAAYAAJ&pg=PA495 A new method for the separation of the yttrium earths]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1907. Vol. 29 (4). hlm. 495–499. doi:10.1021/ja01958a010. Dalam catatan kaki di halaman 498, James menyebutkan bahwa Carl Auer von Welsbach telah mengumumkan " ... adanya unsur baru Er, γ, yang tidak diragukan lagi sama seperti yang disebutkan di sini, ... ." Artikel yang dirujuk James adalah: C. Auer von Welsbach (1907) [https://books.google.com/books?id=myLzAAAAMAAJ&pg=PA935 "Über die Elemente der Yttergruppe, (I. Teil)"] (Pada unsur-unsur golongan iterbium (bagian 1)), ''Monatshefte für Chemie und verwandte Teile anderer Wissenschaften'' (Jurnal Bulanan untuk Kimia dan Bidang Terkait Ilmu Lainnya), '''27''' : 935-946.</ref><ref>[http://www.acs.org/content/acs/en/education/whatischemistry/landmarks/earthelements.html Separation of Rare Earth Elements by Charles James]. ''National Historic Chemical Landmarks''. American Chemical Society.</ref> Mereka menemukannya sebagai ketidakmurnian pada [[Iterbium(III) oksida|iterbia]], yang dianggap seluruhnya terdiri dari [[iterbium]] oleh kimiawan Swiss [[Jean Charles Galissard de Marignac|Jean de Marignac]].<ref>G. Urbain. [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k3099v/f759.image.langEN Un nouvel élément: le lutécium, résultant du dédoublement de l'ytterbium de Marignac]. ''Comptes Rendus''. 1907. Vol. 145. hlm. 759–762.</ref> Para ilmuwan mengusulkan nama yang berbeda untuk unsur-unsur tersebut: Urbain memilih ''neoiterbium'' dan ''lutecium'',<ref>G. Urbain. [https://zenodo.org/record/1859372 Lutetium und Neoytterbium oder Cassiopeium und Aldebaranium -- Erwiderung auf den Artikel des Herrn Auer v. Welsbach]. ''Monatshefte für Chemie''. 1909. Vol. 31 (10). hlm. 1. doi:10.1007/BF01530262.</ref> sedangkan Welsbach memilih ''aldebaranium'' dan ''cassiopeium'' (dari [[Aldebaran]] dan [[Cassiopeia]]).<ref>Carl A. von Welsbach. [http://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=mdp.39015036977471;view=1up;seq=193 Die Zerlegung des Ytterbiums in seine Elemente]. ''Monatshefte für Chemie''. 1908. Vol. 29 (2). hlm. 181–225, 191. doi:10.1007/BF01558944. Pada halaman 191, Welsbach menyarankan nama untuk dua unsur baru tersebut: ''"Ich beantrage für das an das Thulium, beziehungsweise Erbium sich anschließende, in dem vorstehenden Teile dieser Abhandlung mit Yb II bezeichnete Element die Benennung: Aldebaranium mit dem Zeichen Ad — und für das zweite, in dieser Arbeit mit Yb I bezeichnete Element, das letzte in der Reihe der seltenen Erden, die Benennung: Cassiopeïum mit dem Zeichen Cp."'' (Saya meminta unsur yang melekat pada tulium atau erbium dan yang dilambangkan dengan Yb II pada bagian atas makalah ini, dinamakan "Aldebaranium" dengan lambang Ad — dan untuk unsur yang dilambangkan dalam karya ini dengan Yb I, yang terakhir dalam rangkaian tanah jarang, dinamakan "Cassiopeïum" dengan lambang Cp.)</ref> Kedua artikel ini saling menuduh satu sama lain dengan alasan telah menerbitkan hasil berdasarkan artikelnya.<ref>Mary Elvira Weeks. [https://archive.org/details/discoveryoftheel002045mbp The discovery of the elements]. Journal of Chemical Education. 1956.</ref><ref>Weeks, Mary Elvira. ''The discovery of the elements: XVI. The rare earth elements''. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (10). hlm. 1751–1773. doi:10.1021/ed009p1751.</ref><ref>James L. Marshall Marshall. [http://www.chem.unt.edu/~jimm/REDISCOVERY%207-09-2018/Hexagon%20Articles/rare%20earths%20I.pdf Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Beginnings]. ''The Hexagon''. 2015. hlm. 41–45.</ref><ref>James L. Marshall Marshall. [http://www.chem.unt.edu/~jimm/REDISCOVERY%207-09-2018/Hexagon%20Articles/rare%20earths%20II.pdf Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Confusing Years]. ''The Hexagon''. 2015. hlm. 72–77.</ref><ref>James L. Marshall Marshall. [https://chemistry.unt.edu/sites/default/files/users/owj0001/rare%20earths%20III_0.pdf Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Last Member]. ''The Hexagon''. 2016. hlm. 4–9.</ref>


[[Komisi Kelimpahan Isotop dan Berat Atom|Komisi Internasional untuk Berat Atom]], yang kemudian bertanggung jawab atas atribusi nama unsur baru, menyelesaikan perselisihan ini pada tahun 1909 dengan memberikan prioritas kepada Urbain dan mengadopsi namanya sebagai nama resmi, berdasarkan fakta bahwa pemisahan lutesium dari iterbium Marignac pertama kali dijelaskan oleh Urbain; setelah nama Urbain dikenali, neoiterbium dikembalikan menjadi iterbium. Hingga tahun 1950-an, beberapa kimiawan berbahasa Jerman menyebut lutesium dengan nama Welsbach, ''cassiopeium''; pada tahun 1949, ejaan unsur 71 diubah menjadi lutesium. Alasannya adalah karena sampel lutesium milik Welsbach tahun 1907 murni, sedangkan sampel milik Urbain tahun 1907 hanya mengandung lutesium dalam jumlah kecil. Hal ini kemudian menyesatkan Urbain untuk berpikir bahwa dia telah menemukan unsur 72, yang dia beri nama seltium, yang sebenarnya adalah lutesium yang sangat murni. Karya Urbain yang kemudian mendiskreditkan unsur 72 menyebabkan penilaian kembali terhadap karya Welsbach pada unsur 71, sehingga unsur tersebut diganti namanya menjadi ''cassiopeium'' di negara-negara berbahasa Jerman untuk beberapa waktu. Charles James, yang menghindari argumen prioritas tersebut, bekerja dalam skala yang jauh lebih besar dan memiliki persediaan lutesium terbesar pada saat itu. Logam lutesium murni pertama kali diproduksi pada tahun 1953.
[[Komisi Kelimpahan Isotop dan Berat Atom|Komisi Internasional untuk Berat Atom]], yang kemudian bertanggung jawab atas atribusi nama unsur baru, menyelesaikan perselisihan ini pada tahun 1909 dengan memberikan prioritas kepada Urbain dan mengadopsi namanya sebagai nama resmi, berdasarkan fakta bahwa pemisahan lutesium dari iterbium Marignac pertama kali dijelaskan oleh Urbain;<ref>G. Urbain. [http://gallica.bnf.fr/ark:/12148/bpt6k3099v/f759.image.langEN Un nouvel élément: le lutécium, résultant du dédoublement de l'ytterbium de Marignac]. ''Comptes Rendus''. 1907. Vol. 145. hlm. 759–762.</ref> setelah nama Urbain dikenali, neoiterbium dikembalikan menjadi iterbium. Hingga tahun 1950-an, beberapa kimiawan berbahasa Jerman menyebut lutesium dengan nama Welsbach, ''cassiopeium''; pada tahun 1949, ejaan unsur 71 diubah menjadi lutesium. Alasannya adalah karena sampel lutesium milik Welsbach tahun 1907 murni, sedangkan sampel milik Urbain tahun 1907 hanya mengandung lutesium dalam jumlah kecil.<ref>Pieter Thyssen. [https://books.google.com/books?id=8SstnPFSzb0C&pg=PA66 Handbook on the Physics and Chemistry of Rare Earths]. Elsevier. 2011. hlm. 63. ISBN 978-0-444-53590-0.</ref> Hal ini kemudian menyesatkan Urbain untuk berpikir bahwa dia telah menemukan unsur 72, yang dia beri nama seltium, yang sebenarnya adalah lutesium yang sangat murni. Karya Urbain yang kemudian mendiskreditkan unsur 72 menyebabkan penilaian kembali terhadap karya Welsbach pada unsur 71, sehingga unsur tersebut diganti namanya menjadi ''cassiopeium'' di negara-negara berbahasa Jerman untuk beberapa waktu.<ref>Pieter Thyssen. [https://books.google.com/books?id=8SstnPFSzb0C&pg=PA66 Handbook on the Physics and Chemistry of Rare Earths]. Elsevier. 2011. hlm. 63. ISBN 978-0-444-53590-0.</ref> Charles James, yang menghindari argumen prioritas tersebut, bekerja dalam skala yang jauh lebih besar dan memiliki persediaan lutesium terbesar pada saat itu.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA241 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> Logam lutesium murni pertama kali diproduksi pada tahun 1953.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA241 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref>
==Keterjadian dan produksi==
==Keterjadian dan produksi==
Ditemukan dengan hampir semua logam tanah jarang lainnya tetapi tidak pernah dengan sendirinya, lutesium sangat sulit dipisahkan dari unsur lain. Sumber komersial utamanya adalah sebagai produk sampingan dari pemrosesan mineral [[fosfat]] tanah jarang [[monasit]] (, yang memiliki konsentrasi hanya 0,0001% dari unsur tersebut,<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide]. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb/page/303 303]–304. ISBN 978-0-313-33438-2.</ref> tidak jauh lebih tinggi dari kelimpahan lutesium di kerak Bumi, sekitar 0,5&nbsp;mg/kg. Tidak ada mineral dominan lutesium yang diketahui saat ini.<ref>Hudson Institute of Mineralogy. [https://www.mindat.org/ Mindat.org]. ''www.mindat.org''. 1993–2018.</ref> Area pertambangan lutesium utama berada di Tiongkok, Amerika Serikat, Brasil, India, Sri Lanka, dan Australia. Produksi lutesium dunia (dalam bentuk oksida) adalah sekitar 10&nbsp;ton per tahun.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA241 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> Logam lutesium murni sangat sulit untuk dibuat. Ia adalah salah satu logam tanah jarang terlangka dan termahal dengan harga sekitar AS$10.000 per kilogram, atau sekitar seperempat harga [[emas]].<ref>Hedrick, James B. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rare_earths/740798.pdf Rare-Earth Metals]. USGS.</ref><ref>Castor, Stephen B. [http://www.rareelementresources.com/i/pdf/RareEarths-CastorHedrickIMAR7.pdf Industrial Minerals and Rocks]. Society for Mining, Metallurgy and Exploration. 2006. hlm. 769–792.</ref>


Ditemukan dengan hampir semua logam tanah jarang lainnya tetapi tidak pernah dengan sendirinya, lutesium sangat sulit dipisahkan dari unsur lain. Sumber komersial utamanya adalah sebagai produk sampingan dari pemrosesan mineral [[fosfat]] tanah jarang [[monasit]] (, yang memiliki konsentrasi hanya 0,0001% dari unsur tersebut, tidak jauh lebih tinggi dari kelimpahan lutesium di kerak Bumi, sekitar 0,5&nbsp;mg/kg. Tidak ada mineral dominan lutesium yang diketahui saat ini. Area pertambangan lutesium utama berada di Tiongkok, Amerika Serikat, Brasil, India, Sri Lanka, dan Australia. Produksi lutesium dunia (dalam bentuk oksida) adalah sekitar 10&nbsp;ton per tahun. Logam lutesium murni sangat sulit untuk dibuat. Ia adalah salah satu logam tanah jarang terlangka dan termahal dengan harga sekitar AS$10.000 per kilogram, atau sekitar seperempat harga [[emas]].
Mineral yang dihancurkan akan diperlakukan dengan [[asam sulfat]] pekat panas untuk menghasilkan sulfat tanah jarang yang larut dalam air. [[Torium]] mengendap dari larutan sebagai hidroksida dan dihilangkan. Setelah itu, larutan tersebut diperlakukan dengan [[amonium oksalat]] untuk mengubah tanah jarang menjadi oksalat yang tidak larut. Oksalat tersebut diubah menjadi oksida melalui penganilan. Oksida tersebut dilarutkan dalam [[asam nitrat]] yang mengecualikan salah satu komponen utama, [[serium]], yang oksidanya tidak larut dalam HNO<sub>3</sub>. Beberapa logam tanah jarang, termasuk lutesium, dipisahkan sebagai [[garam ganda]] dengan [[amonium nitrat]] melalui kristalisasi. Lutesium kemudian dipisahkan melalui [[pertukaran ion]]. Dalam proses ini, ion tanah jarang diserap ke dalam resin penukar ion yang sesuai melalui pertukaran dengan ion hidrogen, amonium, atau kupri (Cu<sup>2+</sup>) yang ada dalam resin. Garam lutesium kemudian dicuci secara selektif oleh zat pengompleks yang sesuai. Logam lutesium kemudian diperoleh dengan [[redoks|mereduksi]] Lu[[klorin|Cl]]<sub>3</sub> atau Lu[[fluorin|F]]<sub>3</sub> anhidrat dengan sebuah [[logam alkali]] atau [[logam alkali tanah|alkali tanah]].<ref>Pradyot Patnaik. [https://books.google.com/books?id=Xqj-TTzkvTEC&pg=PA243 Handbook of Inorganic Chemical Compounds]. McGraw-Hill. 2003. hlm. 510. ISBN 978-0-07-049439-8.</ref>
 
Mineral yang dihancurkan akan diperlakukan dengan [[asam sulfat]] pekat panas untuk menghasilkan sulfat tanah jarang yang larut dalam air. [[Torium]] mengendap dari larutan sebagai hidroksida dan dihilangkan. Setelah itu, larutan tersebut diperlakukan dengan [[amonium oksalat]] untuk mengubah tanah jarang menjadi oksalat yang tidak larut. Oksalat tersebut diubah menjadi oksida melalui penganilan. Oksida tersebut dilarutkan dalam [[asam nitrat]] yang mengecualikan salah satu komponen utama, [[serium]], yang oksidanya tidak larut dalam HNO<sub>3</sub>. Beberapa logam tanah jarang, termasuk lutesium, dipisahkan sebagai [[garam ganda]] dengan [[amonium nitrat]] melalui kristalisasi. Lutesium kemudian dipisahkan melalui [[pertukaran ion]]. Dalam proses ini, ion tanah jarang diserap ke dalam resin penukar ion yang sesuai melalui pertukaran dengan ion hidrogen, amonium, atau kupri (Cu<sup>2+</sup>) yang ada dalam resin. Garam lutesium kemudian dicuci secara selektif oleh zat pengompleks yang sesuai. Logam lutesium kemudian diperoleh dengan [[redoks|mereduksi]] Lu[[klorin|Cl]]<sub>3</sub> atau Lu[[fluorin|F]]<sub>3</sub> anhidrat dengan sebuah [[logam alkali]] atau [[logam alkali tanah|alkali tanah]].


:
:  
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Karena kesulitan produksi dan harganya yang tinggi, penggunaan komersial lutesium sangat sedikit, terutama karena ia lebih jarang daripada kebanyakan lantanida lainnya tetapi secara kimiawi tidak jauh berbeda. Namun, lutesium yang stabil dapat digunakan sebagai [[katalisis|katalis]] dalam [[perengkahan]] [[minyak bumi]] di [[kilang minyak|kilang]] dan juga dapat digunakan dalam aplikasi [[alkilasi]], [[hidrogenasi]], dan [[polimerisasi]]. Sebuah lutesium hidrida yang didoping nitrogen mungkin memiliki peran dalam menciptakan [[Superkonduktivitas|superkonduktor]] suhu kamar pada tekanan 10 kbar.
Karena kesulitan produksi dan harganya yang tinggi, penggunaan komersial lutesium sangat sedikit, terutama karena ia lebih jarang daripada kebanyakan lantanida lainnya tetapi secara kimiawi tidak jauh berbeda. Namun, lutesium yang stabil dapat digunakan sebagai [[katalisis|katalis]] dalam [[perengkahan]] [[minyak bumi]] di [[kilang minyak|kilang]] dan juga dapat digunakan dalam aplikasi [[alkilasi]], [[hidrogenasi]], dan [[polimerisasi]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lutesium&oldid=29345352 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebuah lutesium hidrida yang didoping nitrogen mungkin memiliki peran dalam menciptakan [[Superkonduktivitas|superkonduktor]] suhu kamar pada tekanan 10 kbar.<ref>Kenneth Chang. [https://www.nytimes.com/2023/03/08/science/room-temperature-superconductor-ranga-dias.html New Room-Temperature Superconductor Offers Tantalizing Possibilities]. ''The New York Times''. 8 Maret 2023.</ref><ref>Dasenbrock-Gammon, N., Snider, E., McBride, R. [https://www.nature.com/articles/s41586-023-05742-0 Evidence of near-ambient superconductivity in a N-doped lutetium hydride]. ''Nature''. 2023. Vol. 615 (7951). hlm. 244–250. doi:10.1038/s41586-023-05742-0.</ref>


[[Garnet lutesium aluminium]] () telah diusulkan untuk digunakan sebagai bahan lensa dalam [[litografi perendaman]] [[indeks bias]] tinggi. Selain itu, sejumlah kecil lutesium ditambahkan sebagai [[dopan]] pada [[garnet gadolinium galium]], yang digunakan dalam perangkat [[Memori gelembung|memori gelembung magnetik]]. Saat ini, lutesium oksiortosilikat yang didoping serium merupakan senyawa pilihan untuk pendeteksi dalam [[tomografi emisi positron]] (PET). Garnet lutesium aluminium (LuAG) digunakan sebagai fosfor dalam bola lampu dioda pemancar cahaya (LED).
[[Garnet lutesium aluminium]] () telah diusulkan untuk digunakan sebagai bahan lensa dalam [[litografi perendaman]] [[indeks bias]] tinggi.<ref>Wei, Yayi. [https://books.google.com/books?id=Sx39H8XR1FcC&pg=PA12 Advanced Processes for 193-NM Immersion Lithography]. SPIE Press. 2009. hlm. 12. ISBN 978-0-8194-7557-2.</ref> Selain itu, sejumlah kecil lutesium ditambahkan sebagai [[dopan]] pada [[garnet gadolinium galium]], yang digunakan dalam perangkat [[Memori gelembung|memori gelembung magnetik]].<ref>J. W. Nielsen. [https://archive.org/details/sim_journal-of-electronic-materials_1974-08_3_3/page/n74 Three garnet compositions for bubble domain memories]. ''Journal of Electronic Materials''. 1974. Vol. 3 (3). hlm. 693–707. doi:10.1007/BF02655293.</ref> Saat ini, lutesium oksiortosilikat yang didoping serium merupakan senyawa pilihan untuk pendeteksi dalam [[tomografi emisi positron]] (PET).<ref>Wahl, R. L. ''Principles and Practice of Positron Emission Tomography''. Williams and Wilkins. 2002. hlm. 51.</ref><ref>F. Daghighian. [https://semanticscholar.org/paper/6eb9620c800eadbc6d164cb40dfa2289bbaa69d8 Evaluation of cerium doped lutetium oxyorthosilicate (LSO) scintillation crystals for PET]. ''IEEE Transactions on Nuclear Science''. 1993. Vol. 40 (4). hlm. 1045–1047. doi:10.1109/23.256710.</ref> Garnet lutesium aluminium (LuAG) digunakan sebagai fosfor dalam bola lampu dioda pemancar cahaya (LED).<ref>Steve Bush. [http://www.electronicsweekly.com/news/products/led/discussing-led-lighting-phosphors-2014-03/ Discussing LED lighting phosphors]. Electronic Weekly. 14 Maret 2014.</ref><ref>Simard-Normandin, Martine. ''A19 LED bulbs: What's under the frosting?''. ''EE Times''. 2011. hlm. 44–45.</ref>


Selain lutesium yang stabil, isotop radioaktifnya memiliki beberapa kegunaan khusus. Waktu paruh dan mode peluruhan yang sesuai membuat lutesium-176 digunakan sebagai pemancar beta murni, menggunakan lutesium yang telah terpapar [[pengaktifan neutron|aktivasi neutron]], dan dalam [[penanggalan lutesium–hafnium]] untuk menentukan usia [[meteorit]]. Isotop sintetis [[Lutesium (177Lu) oksodotreotida|lutesium-177 yang terikat pada oktreotat]] (sebuah analog [[somatostatin]]), digunakan secara eksperimental dalam terapi [[radionuklida]] bertarget untuk [[tumor neuroendokrin]]. Memang, penggunaan lutesium-177 telah mengalami peningkatan sebagai radionuklida dalam terapi tumor neuroendokrin dan pereda nyeri tulang. Penelitian menunjukkan bahwa jam atom ion lutesium dapat memberikan akurasi yang lebih besar daripada jam atom yang telah ada.
Selain lutesium yang stabil, isotop radioaktifnya memiliki beberapa kegunaan khusus. Waktu paruh dan mode peluruhan yang sesuai membuat lutesium-176 digunakan sebagai pemancar beta murni, menggunakan lutesium yang telah terpapar [[pengaktifan neutron|aktivasi neutron]], dan dalam [[penanggalan lutesium–hafnium]] untuk menentukan usia [[meteorit]].<ref>Muriel Gargaud. [https://books.google.com/books?id=3uYmP0K5PXEC&pg=PA52 Lectures in Astrobiology]. Springer. 2007. hlm. 51. ISBN 978-3-540-33692-1.</ref> Isotop sintetis [[Lutesium (177Lu) oksodotreotida|lutesium-177 yang terikat pada oktreotat]] (sebuah analog [[somatostatin]]), digunakan secara eksperimental dalam terapi [[radionuklida]] bertarget untuk [[tumor neuroendokrin]].<ref>Sigel, Helmut. [https://books.google.com/books?id=ZtRdbUNbPn8C&pg=PA98 Metal complexes in tumor diagnosis and as anticancer agents]. CRC Press. 2004. hlm. 98. ISBN 978-0-8247-5494-5.</ref> Memang, penggunaan lutesium-177 telah mengalami peningkatan sebagai radionuklida dalam terapi tumor neuroendokrin dan pereda nyeri tulang.<ref>H. Balter. ''177Lu-Labeled Agents for Neuroendocrine Tumor Therapy and Bone Pain Palliation in Uruguay''. ''Current Radiopharmaceuticals''. 2015. Vol. 9 (1). hlm. 85–93. doi:10.2174/1874471008666150313112620.</ref><ref>A. Carollo. ''Lutetium-177 Labeled Peptides: The European Institute of Oncology Experience''. ''Current Radiopharmaceuticals''. 2015. Vol. 9 (1). hlm. 19–32. doi:10.2174/1874471008666150313111633.</ref> Penelitian menunjukkan bahwa jam atom ion lutesium dapat memberikan akurasi yang lebih besar daripada jam atom yang telah ada.<ref>K.J. Arnold. ''Blackbody radiation shift assessment for a lutetium ion clock''. ''Nature Communications''. 2018. Vol. 9 (1). hlm. 1650. doi:10.1038/s41467-018-04079-x.</ref>


[[Lutesium tantalat]] (LuTaO<sub>4</sub>) adalah bahan putih stabil terpadat yang diketahui (kepadatannya sebesar 9,81&nbsp;g/cm<sup>3</sup>) dan karenanya merupakan inang yang ideal untuk fosfor sinar-X. Satu-satunya bahan putih yang lebih padat adalah [[torium dioksida]], dengan kepadatan 10&nbsp;g/cm<sup>3</sup>, tetapi torium yang dikandungnya bersifat radioaktif.
[[Lutesium tantalat]] (LuTaO<sub>4</sub>) adalah bahan putih stabil terpadat yang diketahui (kepadatannya sebesar 9,81&nbsp;g/cm<sup>3</sup>)<ref>G. Blasse. [https://archive.org/details/sim_journal-of-alloys-and-compounds_1994-07_209_1-2/page/1 Luminescence of materials based on LuTaO4]. ''Journal of Alloys and Compounds''. 1994. Vol. 209 (1–2). hlm. 1–2. doi:10.1016/0925-8388(94)91069-3.</ref> dan karenanya merupakan inang yang ideal untuk fosfor sinar-X.<ref>Shionoya, Shigeo. [https://books.google.com/books?id=lWlcJEDukRIC&pg=PA846 Phosphor handbook]. CRC Press. 1998. hlm. 846. ISBN 978-0-8493-7560-6.</ref><ref>Gupta, C. K. [https://books.google.com/books?id=F0Bte_XhzoAC&pg=PA32 Extractive metallurgy of rare earths]. CRC Press. 2004. hlm. 32. ISBN 978-0-415-33340-5.</ref> Satu-satunya bahan putih yang lebih padat adalah [[torium dioksida]], dengan kepadatan 10&nbsp;g/cm<sup>3</sup>, tetapi torium yang dikandungnya bersifat radioaktif.


Lutesium juga merupakan senyawa dari beberapa [[Sintilator|bahan sintilasi]], yang mengubah sinar-X menjadi cahaya tampak. Ia adalah bagian dari sintilator [[Lutesium–itrium oksiortosilikat|LYSO]], [[garnet lutesium aluminium|LuAg]] dan [[Lutesium(III) iodida|lutesium iodida]].
Lutesium juga merupakan senyawa dari beberapa [[Sintilator|bahan sintilasi]], yang mengubah sinar-X menjadi cahaya tampak. Ia adalah bagian dari sintilator [[Lutesium–itrium oksiortosilikat|LYSO]], [[garnet lutesium aluminium|LuAg]] dan [[Lutesium(III) iodida|lutesium iodida]].
==Pencegahan==
==Pencegahan==
Seperti logam tanah jarang lainnya, lutesium dianggap memiliki tingkat toksisitas yang rendah, tetapi senyawanya tetap harus ditangani dengan hati-hati: misalnya, inhalasi lutesium fluorida dinilai berbahaya dan senyawa tersebut dapat mengiritasi kulit. Lutesium nitrat mungkin berbahaya karena dapat meledak dan terbakar setelah dipanaskan. Bubuk lutesium oksida juga beracun jika terhirup atau tertelan.
Seperti logam tanah jarang lainnya, lutesium dianggap memiliki tingkat toksisitas yang rendah, tetapi senyawanya tetap harus ditangani dengan hati-hati: misalnya, inhalasi lutesium fluorida dinilai berbahaya dan senyawa tersebut dapat mengiritasi kulit.<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide]. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb/page/303 303]–304. ISBN 978-0-313-33438-2.</ref> Lutesium nitrat mungkin berbahaya karena dapat meledak dan terbakar setelah dipanaskan. Bubuk lutesium oksida juga beracun jika terhirup atau tertelan.<ref>Robert E. Krebs. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide]. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. [https://archive.org/details/historyuseofoure0000kreb/page/303 303]–304. ISBN 978-0-313-33438-2.</ref>


Mirip dengan logam tanah jarang lainnya, lutesium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, tetapi ditemukan bahkan pada manusia, terkonsentrasi di tulang, dan pada tingkat yang lebih rendah di hati dan ginjal. Garam lutesium diketahui terjadi bersama dengan garam lantanida lainnya di alam; unsur ini adalah yang paling tidak melimpah di tubuh manusia dari semua lantanida. Makanan manusia belum dipantau untuk kandungan lutesium, jadi tidak diketahui berapa banyak rata-rata yang dikonsumsi manusia, tetapi perkiraan menunjukkan jumlahnya hanya sekitar beberapa mikrogram per tahun, semuanya berasal dari jumlah kecil yang diserap oleh tumbuhan. Garam lutesium yang larut agak beracun, tetapi tidak untuk yang tak larut.
Mirip dengan logam tanah jarang lainnya, lutesium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, tetapi ditemukan bahkan pada manusia, terkonsentrasi di tulang, dan pada tingkat yang lebih rendah di hati dan ginjal.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA241 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> Garam lutesium diketahui terjadi bersama dengan garam lantanida lainnya di alam; unsur ini adalah yang paling tidak melimpah di tubuh manusia dari semua lantanida.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA241 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref> Makanan manusia belum dipantau untuk kandungan lutesium, jadi tidak diketahui berapa banyak rata-rata yang dikonsumsi manusia, tetapi perkiraan menunjukkan jumlahnya hanya sekitar beberapa mikrogram per tahun, semuanya berasal dari jumlah kecil yang diserap oleh tumbuhan. Garam lutesium yang larut agak beracun, tetapi tidak untuk yang tak larut.<ref>John Emsley. [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&pg=PA241 Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements]. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==


==Referensi==
== Referensi ==
 
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lutesium&oldid=29345352 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29345352 (2026-06-14T10:36:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lutesium&oldid=29345352 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29345352 (2026-06-14T10:36:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 23.01

Lutetium sublimed dendritic and 1cm3 cube

Lutesium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Lu dan nomor atom 71. Ia adalah sebuah logam berwarna putih keperakan, yang tahan korosi di udara kering, tetapi tidak di udara lembap. Lutesium adalah unsur terakhir dalam deret lantanida, dan secara tradisional dihitung sebagai unsur tanah jarang; ia juga dapat diklasifikasikan sebagai unsur pertama dari logam transisi periode ke-6.[1]

Lutesium ditemukan secara independen pada tahun 1907 oleh ilmuwan Prancis Georges Urbain, ahli mineralogi Austria Baron Carl A. von Welsbach, dan kimiawan Amerika Charles James.[2] Semua peneliti ini menemukan lutesium sebagai pengotor dalam mineral iterbia, yang sebelumnya dianggap seluruhnya terdiri dari iterbium. Perselisihan tentang prioritas penemuan terjadi tak lama setelah itu, dengan Urbain dan Welsbach saling menuduh bahwa hasil penerbitan dipengaruhi oleh penelitian yang dipublikasikan dari pihak lain; pemilihan nama diberikan kepada Urbain, karena dia telah menerbitkan hasilnya sebelumnya. Dia memilih nama lutecium untuk unsur baru tersebut, tetapi pada tahun 1949 ejaannya diubah menjadi lutesium. Pada tahun 1909, prioritas akhirnya diberikan kepada Urbain dan nama yang dia pilih diadopsi sebagai nama resmi; tetapi, nama cassiopeium (atau kemudian cassiopium) untuk unsur 71 yang diusulkan oleh Welsbach digunakan oleh banyak ilmuwan Jerman hingga tahun 1950-an.

Lutesium bukanlah unsur yang sangat melimpah, meskipun secara signifikan ia lebih umum daripada perak di kerak Bumi. Ia memiliki beberapa kegunaan khusus. Lutesium-176 adalah isotop radioaktif yang relatif melimpah (2,5%) dengan waktu paruh sekitar 38 miliar tahun, digunakan untuk menentukan usia mineral dan meteorit. Lutesium biasanya terjadi dalam bersama dengan unsur itrium[3] dan kadang-kadang digunakan dalam paduan logam dan sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia. DOTA-TATE-177Lu digunakan untuk terapi radionuklida (lihat Kedokteran nuklir) pada tumor neuroendokrin. Lutesium memiliki kekerasan Brinell tertinggi dari semua lantanida, pada 890–1300 MPa.[4]

Karakteristik

Sifat fisik

Sebuah atom lutesium memiliki 71 elektron, tersusun dalam konfigurasi [Xe] 4f145d16s2.[5] Lutesium umumnya ditemukan dalam keadaan oksidasi 3+, setelah kehilangan dua elektron 6s dan satu 5d terluarnya. Atom lutesium adalah yang terkecil di antara atom lantanida, karena adanya kontraksi lantanida,[6] dan akibatnya lutesium memiliki kepadatan, titik lebur, dan kekerasan tertinggi di antara semua lantanida.[7] Karena orbital 4f lutesium sangat stabil, hanya orbital 5d dan 6s yang terlibat dalam reaksi dan ikatan kimia;[8] dengan demikian ia dicirikan sebagai unsur blok-d dan bukan blok-f,[9] dan atas dasar ini beberapa menganggapnya sama sekali bukan lantanida, tetapi logam transisi seperti kongenernya yang lebih ringan, skandium dan itrium.[10][11]

Sifat kimia dan senyawa

Senyawa lutesium selalu mengandung unsur dalam keadaan oksidasi 3+.[12] Larutan berair dari sebagian besar garam lutesium tidak berwarna dan membentuk padatan kristal putih saat dikeringkan, dengan pengecualian lutesium iodida, yang berwarna cokelat. Garam lutesium yang larut, seperti lutesium nitrat, sulfat, dan asetat membentuk hidrat pada saat kristalisasi. Lutesium oksida, hidroksida, fluorida, karbonat, fosfat, dan oksalat tidak larut dalam air.[13]

Logam lutesium sedikit tidak stabil di udara pada kondisi standar, tetapi mudah terbakar pada suhu 150 °C untuk membentuk lutesium oksida. Senyawa yang dihasilkan diketahui dapat menyerap air dan karbon dioksida, dan dapat digunakan untuk menghilangkan uap senyawa-senyawa ini dari atmosfer tertutup.[14] Pengamatan serupa dilakukan selama reaksi antara lutesium dan air (lambat saat dingin dan cepat saat panas); lutesium hidroksida akan terbentuk dalam reaksi ini.[15] Logam lutesium diketahui bereaksi dengan empat halogen paling ringan untuk membentuk trihalida; kecuali fluorida karena mereka larut dalam air.

Lutesium mudah larut dalam asam lemah[16] dan asam sulfat encer untuk membentuk larutan yang mengandung ion lutesium tak berwarna, yang dikoordinasikan oleh antara tujuh dan sembilan molekul air, dengan yang menjadi rata-rata adalah .[17]

Keadaan oksidasi

Lutesium biasanya ditemukan dalam keadaan oksidasi +3, seperti kebanyakan lantanida lainnya. Namun, ia juga bisa ditemukan dalam keadaan 0, +1 dan +2.

Isotop

Lutesium terjadi di Bumi dalam bentuk dua isotop: lutesium-175 dan lutesium-176. Dari keduanya, hanya yang pertama yang stabil, menjadikannya sebagai unsur monoisotop. Yang terakhir, lutesium-176, meluruh melalui peluruhan beta dengan waktu paruh tahun; ia membuat sekitar 2,6% dari lutesium alami. Hingga saat ini, 34 radioisotop sintetis dari unsur tersebut telah dikarakterisasi, mulai dari nomor massa 149 hingga 184; isotop yang paling stabil adalah lutesium-174 dengan waktu paruh 3,31 tahun, dan lutesium-173 dengan waktu paruh 1,37 tahun. Semua isotop radioaktif yang tersisa memiliki waktu paruh kurang dari 9 hari, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari setengah jam. Isotop yang lebih ringan daripada lutesium-175 yang stabil meluruh melalui penangkapan elektron (untuk menghasilkan isotop iterbium), dengan beberapa emisi alfa dan positron; isotop yang lebih berat meluruh terutama melalui peluruhan beta, menghasilkan isotop hafnium.

Unsur ini juga memiliki 43 isomer nuklir yang diketahui, dengan massa 150, 151, 153–162, dan 166–180 (tidak setiap nomor massa hanya memiliki satu isomer). Yang paling stabil adalah lutesium-177m, dengan waktu paruh 160,4 hari, dan lutesium-174m, dengan waktu paruh 142 hari; waktu paruh mereka lebih panjang daripada waktu paruh keadaan dasar dari semua isotop lutesium radioaktif kecuali lutesium-173, -174, dan -176.

Sejarah

Lutesium, berasal dari bahasa Latin Lutetia (Paris), ditemukan secara independen pada tahun 1907 oleh ilmuwan Prancis Georges Urbain, ahli mineralogi Austria Baron Carl A. von Welsbach, dan kimiawan Amerika Charles James.[18][19] Mereka menemukannya sebagai ketidakmurnian pada iterbia, yang dianggap seluruhnya terdiri dari iterbium oleh kimiawan Swiss Jean de Marignac.[20] Para ilmuwan mengusulkan nama yang berbeda untuk unsur-unsur tersebut: Urbain memilih neoiterbium dan lutecium,[21] sedangkan Welsbach memilih aldebaranium dan cassiopeium (dari Aldebaran dan Cassiopeia).[22] Kedua artikel ini saling menuduh satu sama lain dengan alasan telah menerbitkan hasil berdasarkan artikelnya.[23][24][25][26][27]

Komisi Internasional untuk Berat Atom, yang kemudian bertanggung jawab atas atribusi nama unsur baru, menyelesaikan perselisihan ini pada tahun 1909 dengan memberikan prioritas kepada Urbain dan mengadopsi namanya sebagai nama resmi, berdasarkan fakta bahwa pemisahan lutesium dari iterbium Marignac pertama kali dijelaskan oleh Urbain;[28] setelah nama Urbain dikenali, neoiterbium dikembalikan menjadi iterbium. Hingga tahun 1950-an, beberapa kimiawan berbahasa Jerman menyebut lutesium dengan nama Welsbach, cassiopeium; pada tahun 1949, ejaan unsur 71 diubah menjadi lutesium. Alasannya adalah karena sampel lutesium milik Welsbach tahun 1907 murni, sedangkan sampel milik Urbain tahun 1907 hanya mengandung lutesium dalam jumlah kecil.[29] Hal ini kemudian menyesatkan Urbain untuk berpikir bahwa dia telah menemukan unsur 72, yang dia beri nama seltium, yang sebenarnya adalah lutesium yang sangat murni. Karya Urbain yang kemudian mendiskreditkan unsur 72 menyebabkan penilaian kembali terhadap karya Welsbach pada unsur 71, sehingga unsur tersebut diganti namanya menjadi cassiopeium di negara-negara berbahasa Jerman untuk beberapa waktu.[30] Charles James, yang menghindari argumen prioritas tersebut, bekerja dalam skala yang jauh lebih besar dan memiliki persediaan lutesium terbesar pada saat itu.[31] Logam lutesium murni pertama kali diproduksi pada tahun 1953.[32]

Keterjadian dan produksi

Ditemukan dengan hampir semua logam tanah jarang lainnya tetapi tidak pernah dengan sendirinya, lutesium sangat sulit dipisahkan dari unsur lain. Sumber komersial utamanya adalah sebagai produk sampingan dari pemrosesan mineral fosfat tanah jarang monasit (, yang memiliki konsentrasi hanya 0,0001% dari unsur tersebut,[33] tidak jauh lebih tinggi dari kelimpahan lutesium di kerak Bumi, sekitar 0,5 mg/kg. Tidak ada mineral dominan lutesium yang diketahui saat ini.[34] Area pertambangan lutesium utama berada di Tiongkok, Amerika Serikat, Brasil, India, Sri Lanka, dan Australia. Produksi lutesium dunia (dalam bentuk oksida) adalah sekitar 10 ton per tahun.[35] Logam lutesium murni sangat sulit untuk dibuat. Ia adalah salah satu logam tanah jarang terlangka dan termahal dengan harga sekitar AS$10.000 per kilogram, atau sekitar seperempat harga emas.[36][37]

Mineral yang dihancurkan akan diperlakukan dengan asam sulfat pekat panas untuk menghasilkan sulfat tanah jarang yang larut dalam air. Torium mengendap dari larutan sebagai hidroksida dan dihilangkan. Setelah itu, larutan tersebut diperlakukan dengan amonium oksalat untuk mengubah tanah jarang menjadi oksalat yang tidak larut. Oksalat tersebut diubah menjadi oksida melalui penganilan. Oksida tersebut dilarutkan dalam asam nitrat yang mengecualikan salah satu komponen utama, serium, yang oksidanya tidak larut dalam HNO3. Beberapa logam tanah jarang, termasuk lutesium, dipisahkan sebagai garam ganda dengan amonium nitrat melalui kristalisasi. Lutesium kemudian dipisahkan melalui pertukaran ion. Dalam proses ini, ion tanah jarang diserap ke dalam resin penukar ion yang sesuai melalui pertukaran dengan ion hidrogen, amonium, atau kupri (Cu2+) yang ada dalam resin. Garam lutesium kemudian dicuci secara selektif oleh zat pengompleks yang sesuai. Logam lutesium kemudian diperoleh dengan mereduksi LuCl3 atau LuF3 anhidrat dengan sebuah logam alkali atau alkali tanah.[38]

Aplikasi

Karena kesulitan produksi dan harganya yang tinggi, penggunaan komersial lutesium sangat sedikit, terutama karena ia lebih jarang daripada kebanyakan lantanida lainnya tetapi secara kimiawi tidak jauh berbeda. Namun, lutesium yang stabil dapat digunakan sebagai katalis dalam perengkahan minyak bumi di kilang dan juga dapat digunakan dalam aplikasi alkilasi, hidrogenasi, dan polimerisasi.[39] Sebuah lutesium hidrida yang didoping nitrogen mungkin memiliki peran dalam menciptakan superkonduktor suhu kamar pada tekanan 10 kbar.[40][41]

Garnet lutesium aluminium () telah diusulkan untuk digunakan sebagai bahan lensa dalam litografi perendaman indeks bias tinggi.[42] Selain itu, sejumlah kecil lutesium ditambahkan sebagai dopan pada garnet gadolinium galium, yang digunakan dalam perangkat memori gelembung magnetik.[43] Saat ini, lutesium oksiortosilikat yang didoping serium merupakan senyawa pilihan untuk pendeteksi dalam tomografi emisi positron (PET).[44][45] Garnet lutesium aluminium (LuAG) digunakan sebagai fosfor dalam bola lampu dioda pemancar cahaya (LED).[46][47]

Selain lutesium yang stabil, isotop radioaktifnya memiliki beberapa kegunaan khusus. Waktu paruh dan mode peluruhan yang sesuai membuat lutesium-176 digunakan sebagai pemancar beta murni, menggunakan lutesium yang telah terpapar aktivasi neutron, dan dalam penanggalan lutesium–hafnium untuk menentukan usia meteorit.[48] Isotop sintetis lutesium-177 yang terikat pada oktreotat (sebuah analog somatostatin), digunakan secara eksperimental dalam terapi radionuklida bertarget untuk tumor neuroendokrin.[49] Memang, penggunaan lutesium-177 telah mengalami peningkatan sebagai radionuklida dalam terapi tumor neuroendokrin dan pereda nyeri tulang.[50][51] Penelitian menunjukkan bahwa jam atom ion lutesium dapat memberikan akurasi yang lebih besar daripada jam atom yang telah ada.[52]

Lutesium tantalat (LuTaO4) adalah bahan putih stabil terpadat yang diketahui (kepadatannya sebesar 9,81 g/cm3)[53] dan karenanya merupakan inang yang ideal untuk fosfor sinar-X.[54][55] Satu-satunya bahan putih yang lebih padat adalah torium dioksida, dengan kepadatan 10 g/cm3, tetapi torium yang dikandungnya bersifat radioaktif.

Lutesium juga merupakan senyawa dari beberapa bahan sintilasi, yang mengubah sinar-X menjadi cahaya tampak. Ia adalah bagian dari sintilator LYSO, LuAg dan lutesium iodida.

Pencegahan

Seperti logam tanah jarang lainnya, lutesium dianggap memiliki tingkat toksisitas yang rendah, tetapi senyawanya tetap harus ditangani dengan hati-hati: misalnya, inhalasi lutesium fluorida dinilai berbahaya dan senyawa tersebut dapat mengiritasi kulit.[56] Lutesium nitrat mungkin berbahaya karena dapat meledak dan terbakar setelah dipanaskan. Bubuk lutesium oksida juga beracun jika terhirup atau tertelan.[57]

Mirip dengan logam tanah jarang lainnya, lutesium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, tetapi ditemukan bahkan pada manusia, terkonsentrasi di tulang, dan pada tingkat yang lebih rendah di hati dan ginjal.[58] Garam lutesium diketahui terjadi bersama dengan garam lantanida lainnya di alam; unsur ini adalah yang paling tidak melimpah di tubuh manusia dari semua lantanida.[59] Makanan manusia belum dipantau untuk kandungan lutesium, jadi tidak diketahui berapa banyak rata-rata yang dikonsumsi manusia, tetapi perkiraan menunjukkan jumlahnya hanya sekitar beberapa mikrogram per tahun, semuanya berasal dari jumlah kecil yang diserap oleh tumbuhan. Garam lutesium yang larut agak beracun, tetapi tidak untuk yang tak larut.[60]

Lihat pula

Referensi

  1. E. Scerri. Mendeleev's Periodic Table Is Finally Completed and What To Do about Group 3?. Chemistry International. 2012. Vol. 34 (4). doi:10.1515/ci.2012.34.4.28.
  2. Lutetium Element Facts / Chemistry.
  3. lutetium - Dictionary Definition. Vocabulary.com.
  4. Handbook of the physicochemical properties of the elements. IFI-Plenum. 1968. hlm. 387–446. doi:10.1007/978-1-4684-6066-7_7. ISBN 978-1-4684-6066-7.
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. Sybil P. Parker. Dictionary of Scientific and Technical Terms. McGraw-Hill. 1984.
  8. William B. Jensen. The Periodic Law and Table. 2000.
  9. William B. Jensen. The positions of lanthanum (actinium) and lutetium (lawrencium) in the periodic table: an update. Foundations of Chemistry. 2015. Vol. 17. hlm. 23–31. doi:10.1007/s10698-015-9216-1.
  10. Mark Winter. WebElements. The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK. 1993–2022.
  11. Robert D. Cowan. The Theory of Atomic Structure and Spectra. University of California Press. 1981. hlm. 598. ISBN 9780520906150.
  12. Lutetium.
  13. Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemical Compounds. McGraw-Hill. 2003. hlm. 510. ISBN 978-0-07-049439-8.
  14. Robert E. Krebs. The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 303–304. ISBN 978-0-313-33438-2.
  15. Chemical reactions of Lutetium. Webelements.
  16. Robert E. Krebs. The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 303–304. ISBN 978-0-313-33438-2.
  17. Ingmar Persson. Hydrated metal ions in aqueous solution: How regular are their structures?. Pure and Applied Chemistry. 2010. Vol. 82 (10). hlm. 1901–1917. doi:10.1351/PAC-CON-09-10-22.
  18. James, C. A new method for the separation of the yttrium earths. Journal of the American Chemical Society. 1907. Vol. 29 (4). hlm. 495–499. doi:10.1021/ja01958a010. Dalam catatan kaki di halaman 498, James menyebutkan bahwa Carl Auer von Welsbach telah mengumumkan " ... adanya unsur baru Er, γ, yang tidak diragukan lagi sama seperti yang disebutkan di sini, ... ." Artikel yang dirujuk James adalah: C. Auer von Welsbach (1907) "Über die Elemente der Yttergruppe, (I. Teil)" (Pada unsur-unsur golongan iterbium (bagian 1)), Monatshefte für Chemie und verwandte Teile anderer Wissenschaften (Jurnal Bulanan untuk Kimia dan Bidang Terkait Ilmu Lainnya), 27 : 935-946.
  19. Separation of Rare Earth Elements by Charles James. National Historic Chemical Landmarks. American Chemical Society.
  20. G. Urbain. Un nouvel élément: le lutécium, résultant du dédoublement de l'ytterbium de Marignac. Comptes Rendus. 1907. Vol. 145. hlm. 759–762.
  21. G. Urbain. Lutetium und Neoytterbium oder Cassiopeium und Aldebaranium -- Erwiderung auf den Artikel des Herrn Auer v. Welsbach. Monatshefte für Chemie. 1909. Vol. 31 (10). hlm. 1. doi:10.1007/BF01530262.
  22. Carl A. von Welsbach. Die Zerlegung des Ytterbiums in seine Elemente. Monatshefte für Chemie. 1908. Vol. 29 (2). hlm. 181–225, 191. doi:10.1007/BF01558944. Pada halaman 191, Welsbach menyarankan nama untuk dua unsur baru tersebut: "Ich beantrage für das an das Thulium, beziehungsweise Erbium sich anschließende, in dem vorstehenden Teile dieser Abhandlung mit Yb II bezeichnete Element die Benennung: Aldebaranium mit dem Zeichen Ad — und für das zweite, in dieser Arbeit mit Yb I bezeichnete Element, das letzte in der Reihe der seltenen Erden, die Benennung: Cassiopeïum mit dem Zeichen Cp." (Saya meminta unsur yang melekat pada tulium atau erbium dan yang dilambangkan dengan Yb II pada bagian atas makalah ini, dinamakan "Aldebaranium" dengan lambang Ad — dan untuk unsur yang dilambangkan dalam karya ini dengan Yb I, yang terakhir dalam rangkaian tanah jarang, dinamakan "Cassiopeïum" dengan lambang Cp.)
  23. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. Journal of Chemical Education. 1956.
  24. Weeks, Mary Elvira. The discovery of the elements: XVI. The rare earth elements. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (10). hlm. 1751–1773. doi:10.1021/ed009p1751.
  25. James L. Marshall Marshall. Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Beginnings. The Hexagon. 2015. hlm. 41–45.
  26. James L. Marshall Marshall. Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Confusing Years. The Hexagon. 2015. hlm. 72–77.
  27. James L. Marshall Marshall. Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Last Member. The Hexagon. 2016. hlm. 4–9.
  28. G. Urbain. Un nouvel élément: le lutécium, résultant du dédoublement de l'ytterbium de Marignac. Comptes Rendus. 1907. Vol. 145. hlm. 759–762.
  29. Pieter Thyssen. Handbook on the Physics and Chemistry of Rare Earths. Elsevier. 2011. hlm. 63. ISBN 978-0-444-53590-0.
  30. Pieter Thyssen. Handbook on the Physics and Chemistry of Rare Earths. Elsevier. 2011. hlm. 63. ISBN 978-0-444-53590-0.
  31. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.
  32. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.
  33. Robert E. Krebs. The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 303–304. ISBN 978-0-313-33438-2.
  34. Hudson Institute of Mineralogy. Mindat.org. www.mindat.org. 1993–2018.
  35. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.
  36. Hedrick, James B. Rare-Earth Metals. USGS.
  37. Castor, Stephen B. Industrial Minerals and Rocks. Society for Mining, Metallurgy and Exploration. 2006. hlm. 769–792.
  38. Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemical Compounds. McGraw-Hill. 2003. hlm. 510. ISBN 978-0-07-049439-8.
  39. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  40. Kenneth Chang. New Room-Temperature Superconductor Offers Tantalizing Possibilities. The New York Times. 8 Maret 2023.
  41. Dasenbrock-Gammon, N., Snider, E., McBride, R. Evidence of near-ambient superconductivity in a N-doped lutetium hydride. Nature. 2023. Vol. 615 (7951). hlm. 244–250. doi:10.1038/s41586-023-05742-0.
  42. Wei, Yayi. Advanced Processes for 193-NM Immersion Lithography. SPIE Press. 2009. hlm. 12. ISBN 978-0-8194-7557-2.
  43. J. W. Nielsen. Three garnet compositions for bubble domain memories. Journal of Electronic Materials. 1974. Vol. 3 (3). hlm. 693–707. doi:10.1007/BF02655293.
  44. Wahl, R. L. Principles and Practice of Positron Emission Tomography. Williams and Wilkins. 2002. hlm. 51.
  45. F. Daghighian. Evaluation of cerium doped lutetium oxyorthosilicate (LSO) scintillation crystals for PET. IEEE Transactions on Nuclear Science. 1993. Vol. 40 (4). hlm. 1045–1047. doi:10.1109/23.256710.
  46. Steve Bush. Discussing LED lighting phosphors. Electronic Weekly. 14 Maret 2014.
  47. Simard-Normandin, Martine. A19 LED bulbs: What's under the frosting?. EE Times. 2011. hlm. 44–45.
  48. Muriel Gargaud. Lectures in Astrobiology. Springer. 2007. hlm. 51. ISBN 978-3-540-33692-1.
  49. Sigel, Helmut. Metal complexes in tumor diagnosis and as anticancer agents. CRC Press. 2004. hlm. 98. ISBN 978-0-8247-5494-5.
  50. H. Balter. 177Lu-Labeled Agents for Neuroendocrine Tumor Therapy and Bone Pain Palliation in Uruguay. Current Radiopharmaceuticals. 2015. Vol. 9 (1). hlm. 85–93. doi:10.2174/1874471008666150313112620.
  51. A. Carollo. Lutetium-177 Labeled Peptides: The European Institute of Oncology Experience. Current Radiopharmaceuticals. 2015. Vol. 9 (1). hlm. 19–32. doi:10.2174/1874471008666150313111633.
  52. K.J. Arnold. Blackbody radiation shift assessment for a lutetium ion clock. Nature Communications. 2018. Vol. 9 (1). hlm. 1650. doi:10.1038/s41467-018-04079-x.
  53. G. Blasse. Luminescence of materials based on LuTaO4. Journal of Alloys and Compounds. 1994. Vol. 209 (1–2). hlm. 1–2. doi:10.1016/0925-8388(94)91069-3.
  54. Shionoya, Shigeo. Phosphor handbook. CRC Press. 1998. hlm. 846. ISBN 978-0-8493-7560-6.
  55. Gupta, C. K. Extractive metallurgy of rare earths. CRC Press. 2004. hlm. 32. ISBN 978-0-415-33340-5.
  56. Robert E. Krebs. The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 303–304. ISBN 978-0-313-33438-2.
  57. Robert E. Krebs. The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 303–304. ISBN 978-0-313-33438-2.
  58. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.
  59. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.
  60. John Emsley. Nature's building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. 2001. hlm. 240–242. ISBN 978-0-19-850341-5.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345352 (2026-06-14T10:36:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.