Lompat ke isi

Skopolamina

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 17.34 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29345925; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Skopolamina, dikenal pula sebagai hiosin, atau Devil's Breath, adalah obat yang digunakan untuk mabuk gerak serta mual dan muntah pascaoperasi. Obat ini juga kadang digunakan sebelum operasi untuk mengurangi produksi air liur. Bila digunakan melalui injeksi, efeknya mulai dirasakan sekitar 20 menit dan bertahan hingga 8 jam. Obat ini juga dapat digunakan secara oral maupun sebagai plester transdermal karena telah lama diketahui memiliki bioavailabilitas transdermal.

Skopolamina termasuk dalam keluarga obat antimuntah dan bekerja dengan memblokir beberapa efek asetilkolina di dalam sistem saraf.

Rute pemberian

Skopolamina dapat diberikan melalui mulut, secara subkutan, melalui mata, dan secara intravena, serta melalui plester transdermal.

Kimia

Biosintesis pada tumbuhan

Skopolamina termasuk di antara metabolit sekunder pada tumbuhan dari famili Solanaceae (nightshade), termasuk Hyoscyamus niger, kecubung pendek (Datura), terompet malaikat (Brugmansia), Belladonna, mandrake (Mandragora officinarum), dan kayu gabus (Duboisia).

Biosintesis skopolamina dimulai dengan dekarboksilasi L-ornitin menjadi putresin oleh ornitin dekarboksilase. Putresin kemudian mengalami metilasi menjadi N-metilputresin oleh putresin N-metiltransferase.

Sebuah putresin oksidase yang secara spesifik mengenali putresin termetilasi mengatalisis deaminasi senyawa ini menjadi 4-metilaminobutanal, yang kemudian mengalami pembentukan cincin secara spontan menjadi kation N-metil-pirolium. Pada langkah berikutnya, kation pirolium berkondensasi dengan asam asetoasetat menghasilkan higrina. Tidak ada aktivitas enzimatik yang dapat dibuktikan mengatalisis reaksi ini. Higrina selanjutnya mengalami penataan ulang menjadi tropinon.

Selanjutnya, tropinon reduktase I mengonversi tropinon menjadi tropin, yang kemudian berkondensasi dengan fenillaktat yang berasal dari fenilalanina membentuk litorin. Sebuah sitokrom P450 yang diklasifikasikan sebagai Cyp80F1 teroksidasi dan menataulang litorin menjadi hiosiamin aldehida. Pada tahap akhir, hiosiamin mengalami epoksidasi yang dikatalisis oleh 6β-hidroksihiosiamin epoksidase yielding scopolamine.


Manfaat

Skopolamina memiliki sejumlah kegunaan resmi dalam dunia kedokteran modern, di mana obat ini digunakan dalam bentuk terisolasi dan pada dosis rendah untuk mengobati:

Obat ini kadang digunakan sebagai pramedikasi, terutama untuk mengurangi sekresi saluran pernapasan pada operasi, paling umum diberikan melalui injeksi.

Efek samping umum termasuk rasa mengantuk, penglihatan kabur, pupil melebar, dan mulut kering. Obat ini tidak direkomendasikan untuk orang dengan glaukoma sudut tertutup atau sumbatan usus.

Keamanan penggunaannya selama kehamilan masih belum jelas, dan penggunaan saat menyusui masih mendapat peringatan dari tenaga kesehatan serta produsen obat.

Efek samping

Kejadian efek samping yang umum ditemukan antara lain:

Efek samping tidak umum (insidensi 0,1–1%) meliputi:

Efek samping jarang (insidensi <0,1%) meliputi:

Efek samping dengan frekuensi tidak diketahui meliputi:

Lihat pula

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29345925 (2026-06-14T14:26:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.