Lompat ke isi

Fungsi phi Euler

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 03.20 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29299396; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam teori bilangan, untuk suatu bilangan asli n, fungsi phi Euler (), dilambangkan dengan menggunakan huruf Yunani phi sebagai φ(n) atau ϕ(n), menyatakan banyak bilangan bulat positif yang kurang dari n dan saling prima dengan n.

Sebagai contoh, perhatikan bahwa terdapat enam bilangan bulat positif yang kurang dari 9 dan saling prima dengan 9 adalah 1, 2, 4, 5, 7, 8. Oleh sebab itu didapat bahwaφ(9) = 6.

Fungsi ini dikemukakan oleh Leonhard Euler (L. 15 April 1707, Swiss. w. 18 September 1783, Rusia).

Definisi dan contoh

Fungsi phi Euler didefinisikan sebagai φ:++,

φ(n):=|{a1anFPB(a,n)=1}|

dengan |·| menyatakan kardinalitas himpunan dan FPB adalah faktor persekutuan terbesar antara a dan n.

Sebagai contoh:

  • , karena diantara bilangan 1 sampai 1, terdapat satu bilangan, yaitu 1, yang saling prima dengan 1;
  • , karena diantara bilangan 1 sampai 8, terdapat empat bilangan, yaitu 1, 3, 5, dan 7, yang saling prima dengan 8;
  • , karena diantara bilangan 1 sampai 12, terdapat empat bilangan 1, 5, 7, 11, 13, dan 17, yang saling prima dengan 18;
  • , karena 67 adalah bilangan prima, maka 67 akan saling prima dengan keenam puluh enam bilangan antara 1 sampai 67 selain 67 itu sendiri.

Berikut nilai fungsi phi Euler untuk 99 bilangan asli pertama (untuk bilangan berikutnya lihat barisan  A000010 di OEIS):

Dalam grafik di kanan atas baris y=n1 adalah batas atas valid untuk semua n selain satu, dan dicapai jika dan hanya jika n adalah bilangan prima. Batas bawah sederhana adalah φ(n)n2, yang agak longgar: sebenarnya, lower limit dari grafik sebanding dengan nloglogn.

Sifat fungsi

Sifat perkalian fungsi phi Euler

Fungsi phi Euler adalah fungsi perkalian sehingga sehingga untuk dua bilangan asli m,n yang saling prima berlaku

φ(mn)=φ(m)φ(n)

Perhitungan

  • φ(1)=0, φ(2)=1
  • φ(p)=p1, untuk p adalah bilangan prima
  • jika gcd(m,n)=1
  • φ(pn)=pn1(p1)
  • φ(i=1npi)=i=1n(pi1)

Rumus lainnya

Apabila rumus lain mengenai fungsi Euler phi, di antaranya

  • abφ(a)φ(b)
  • nφ(an1), untuk setiap a,n>1
  • φ(m,n)=φ(m)φ(n)
Perhatikan kasus khusus
  • φ(2m)={2φ(m) jika m adalah genapφ(m) jika m adalah ganjil
  • φ(nm)=nm1φ(n)
  • φ(lcm(m,n))φ(gcd(m,n))=φ(m)φ(n) Bandingkan dengan rumus
  • lcm(m,n)gcd(m,n)=mn
(Lihat kelipatan persekutuan terkecil.)
  • genap untuk . Selain itu, jika memiliki faktor prima ganjil yang berbeda,
  • Untuk dan sehingga terdapat sedemikian sehingga .
  • φ(n)n=φ(rad(n))rad(n)
di mana rad(n) adalah radikal dari n.
  • dnμ2(d)φ(d)=nφ(n) 
  • 1kn(k,n)=1k=12nφ(n), untuk n>1
  • k=1nφ(k)=12(1+k=1nμ(k)nk2)=3π2n2+O(n(logn)23(loglogn)43) ( dikutip dalam)
  • k=1nφ(k)k=k=1nμ(k)knk=6π2n+O((logn)23(loglogn)43) 
  • k=1nkφ(k)=315ζ(3)2π4nlogn2+O((logn)23) 
  • k=1n1φ(k)=315ζ(3)2π4(logn+γp primelogpp2p+1)+O((logn)23n) 
(dengan γ adalah konstanta Euler–Mascheroni).
  • gcd(k,m)=11kn1=nφ(m)m+O(2ω(m))
dimana m>1 adalah bilangan bulat positif dan ω(m) adalah jumlah faktor prima yang berbeda dari m.


Fungsi pembangkit

Deret Dirichlet untuk φ(n) dapat ditulis dalam istilah fungsi zeta Riemann sebagai:

n=1φ(n)ns=ζ(s1)ζ(s).

Fungsi pembangkit deret Lambert adalah

n=1φ(n)qn1qn=q(1q)2

konvergen untuk |q|<1.

Keduanya dibuktikan dengan manipulasi deret dasar dan rumus untuk φ(n).

Rasio bilangan berurutan

Pada tahun 1950 Somayajulu membuktikan

liminfφ(n+1)φ(n)=0 dan limsupφ(n+1)φ(n)=

Pada tahun 1954 Schinzel dan Sierpiński memperkuat ini, membuktikan bahwa himpunan

{φ(n+1)φ(n),n=1,2,}

adalah padat dalam bilangan riil positif. Mereka pun membuktikannya bahwa himpunan

{φ(n)n,n=1,2,}

padat dalam interval (0,1).

Lihat pula

Catatan

Referensi

Disquisitiones Arithmeticae telah diterjemahkan dari bahasa Latin ke dalam bahasa Inggris dan Jerman. Edisi Jerman mencakup semua makalah Gauss tentang teori bilangan: semua bukti timbal balik kuadrat, penentuan tanda jumlah Gauss, penyelidikan timbal balik biquadratic, dan catatan yang tidak diterbitkan.

Referensi ke Disquisitiones adalah dari bentuk Gauss, DA, art. nnn.

  • . See paragraph 24.3.2.
  • Dickson, Leonard Eugene, "History Of The Theory Of Numbers", vol 1, chapter 5 "Euler's Function, Generalizations; Farey Series", Chelsea Publishing 1952
  • .
  • .


Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299396 (2026-05-31T21:49:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.