Fungsi phi Euler
Dalam teori bilangan, untuk suatu bilangan asli , fungsi phi Euler (), dilambangkan dengan menggunakan huruf Yunani phi sebagai atau , menyatakan banyak bilangan bulat positif yang kurang dari dan saling prima dengan .
Sebagai contoh, perhatikan bahwa terdapat enam bilangan bulat positif yang kurang dari 9 dan saling prima dengan 9 adalah 1, 2, 4, 5, 7, 8. Oleh sebab itu didapat bahwaφ(9) = 6.
Fungsi ini dikemukakan oleh Leonhard Euler (L. 15 April 1707, Swiss. w. 18 September 1783, Rusia).
Definisi dan contoh
Fungsi phi Euler didefinisikan sebagai ,
dengan |·| menyatakan kardinalitas himpunan dan FPB adalah faktor persekutuan terbesar antara a dan n.
Sebagai contoh:
- , karena diantara bilangan 1 sampai 1, terdapat satu bilangan, yaitu 1, yang saling prima dengan 1;
- , karena diantara bilangan 1 sampai 8, terdapat empat bilangan, yaitu 1, 3, 5, dan 7, yang saling prima dengan 8;
- , karena diantara bilangan 1 sampai 12, terdapat empat bilangan 1, 5, 7, 11, 13, dan 17, yang saling prima dengan 18;
- , karena 67 adalah bilangan prima, maka 67 akan saling prima dengan keenam puluh enam bilangan antara 1 sampai 67 selain 67 itu sendiri.
Berikut nilai fungsi phi Euler untuk 99 bilangan asli pertama (untuk bilangan berikutnya lihat barisan A000010 di OEIS):
| +0 | +1 | +2 | +3 | +4 | +5 | +6 | +7 | +8 | +9 | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 0+ | 1 | 1 | 2 | 2 | 4 | 2 | 6 | 4 | 6 | |
| 10+ | 4 | 10 | 4 | 12 | 6 | 8 | 8 | 16 | 6 | 18 |
| 20+ | 8 | 12 | 10 | 22 | 8 | 20 | 12 | 18 | 12 | 28 |
| 30+ | 8 | 30 | 16 | 20 | 16 | 24 | 12 | 36 | 18 | 24 |
| 40+ | 16 | 40 | 12 | 42 | 20 | 24 | 22 | 46 | 16 | 42 |
| 50+ | 20 | 32 | 24 | 52 | 18 | 40 | 24 | 36 | 28 | 58 |
| 60+ | 16 | 60 | 30 | 36 | 32 | 48 | 20 | 66 | 32 | 44 |
| 70+ | 24 | 70 | 24 | 72 | 36 | 40 | 36 | 60 | 24 | 78 |
| 80+ | 32 | 54 | 40 | 82 | 24 | 64 | 42 | 56 | 40 | 88 |
| 90+ | 24 | 72 | 44 | 60 | 46 | 72 | 32 | 96 | 42 | 60 |
Dalam grafik di kanan atas baris adalah batas atas valid untuk semua selain satu, dan dicapai jika dan hanya jika adalah bilangan prima. Batas bawah sederhana adalah , yang agak longgar: sebenarnya, lower limit dari grafik sebanding dengan .[2]
Sifat fungsi
Sifat perkalian fungsi phi Euler
Fungsi phi Euler adalah fungsi perkalian sehingga sehingga untuk dua bilangan asli yang saling prima berlaku
Perhitungan
- ,
- , untuk adalah bilangan prima
- jika
Rumus lainnya
Apabila rumus lain mengenai fungsi Euler phi, di antaranya
- , untuk setiap
- Perhatikan kasus khusus
- Bandingkan dengan rumus
- (Lihat kelipatan persekutuan terkecil.)
- genap untuk . Selain itu, jika memiliki faktor prima ganjil yang berbeda,
- Untuk dan sehingga terdapat sedemikian sehingga .
- di mana adalah radikal dari .
- (dengan adalah konstanta Euler–Mascheroni).
- dimana adalah bilangan bulat positif dan adalah jumlah faktor prima yang berbeda dari .[9]
Fungsi pembangkit
Deret Dirichlet untuk dapat ditulis dalam istilah fungsi zeta Riemann sebagai:[10]
Fungsi pembangkit deret Lambert adalah[11]
konvergen untuk .
Keduanya dibuktikan dengan manipulasi deret dasar dan rumus untuk .
Rasio bilangan berurutan
Pada tahun 1950 Somayajulu membuktikan[12][13]
- dan
Pada tahun 1954 Schinzel dan Sierpiński memperkuat ini, membuktikan[14][15] bahwa himpunan
adalah padat dalam bilangan riil positif. Mereka pun membuktikannya[16] bahwa himpunan
padat dalam interval .
Lihat pula
- Fungsi Carmichael
- Konjektur Duffin–Schaeffer
- Generalisasi teorema kecil Fermat
- Bilangan komposit tinggi
- Grup perkalian bilangan bulat modulo
- Jumlah Ramanujan
- Fungsi penjumlahan total
Catatan
Pranala luar
- Euler's Phi Function and the Chinese Remainder Theorem — proof that is multiplicative
- Euler's totient function calculator in JavaScript — up to 20 digits
- Dineva, Rosica, The Euler Totient, the Möbius, and the Divisor Functions
- Plytage, Loomis, Polhill Summing Up The Euler Phi Function
Referensi
- ↑ Euler's totient function. Khan Academy.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Dineva (dalam referensi eksternal), prop. 1
- ↑ Arnold Walfisz. Weylsche Exponentialsummen in der neueren Zahlentheorie. VEB Deutscher Verlag der Wissenschaften. 1963. Vol. 16.
- ↑ G. Lomadse. The scientific work of Arnold Walfisz. Acta Arithmetica. Vol. 10 (3). hlm. 227–237.
- ↑ Arnold Walfisz. Weylsche Exponentialsummen in der neueren Zahlentheorie. VEB Deutscher Verlag der Wissenschaften. 1963. Vol. 16.
- ↑ R. Sitaramachandrarao. On an error term of Landau II. Rocky Mountain J. Math. 1985. Vol. 15. hlm. 579–588.
- ↑ R. Sitaramachandrarao. On an error term of Landau II. Rocky Mountain J. Math. 1985. Vol. 15. hlm. 579–588.
- ↑ Bordellès di pranala luar
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Ribenboim, p.38
- ↑ Sándor, Mitrinović & Crstici (2006) p.16
- ↑ Ribenboim, p.38
- ↑ Sándor, Mitrinović & Crstici (2006) p.16
- ↑ Ribenboim, p.38
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299396 (2026-05-31T21:49:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.