Lompat ke isi

Metaloid: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29427497; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 5: Baris 5:
Metaloid khas memiliki penampilan logam, tetapi rapuh dan hanya [[penghantar listrik|konduktor listrik]] yang wajar. Secara kimia, mereka sebagian besar berperilaku sebagai nonlogam. Mereka dapat membentuk [[Logam paduan|paduan]] dengan logam. Sebagian besar [[sifat fisik]] dan [[sifat kimia|kimia]]nya yang lain bersifat antara. Metaloid biasanya terlalu rapuh untuk memiliki kegunaan struktural. Mereka dan senyawanya digunakan dalam paduan, agen biologis, [[katalis]], [[penghambat nyala]], [[kaca]], [[penyimpanan optik]] dan [[optoelektronika]], [[piroteknika]], [[semikonduktor]], serta elektronika.
Metaloid khas memiliki penampilan logam, tetapi rapuh dan hanya [[penghantar listrik|konduktor listrik]] yang wajar. Secara kimia, mereka sebagian besar berperilaku sebagai nonlogam. Mereka dapat membentuk [[Logam paduan|paduan]] dengan logam. Sebagian besar [[sifat fisik]] dan [[sifat kimia|kimia]]nya yang lain bersifat antara. Metaloid biasanya terlalu rapuh untuk memiliki kegunaan struktural. Mereka dan senyawanya digunakan dalam paduan, agen biologis, [[katalis]], [[penghambat nyala]], [[kaca]], [[penyimpanan optik]] dan [[optoelektronika]], [[piroteknika]], [[semikonduktor]], serta elektronika.


Sifat listrik silikon dan germanium memungkinkan pembentukan [[industri semikonduktor]] pada 1950-an dan pengembangan [[elektronika padat]] dari awal 1960-an.
Sifat listrik silikon dan germanium memungkinkan pembentukan [[industri semikonduktor]] pada 1950-an dan pengembangan [[elektronika padat]] dari awal 1960-an.<ref>Chedd 1969, hlm. 58, 78; National Research Council 1984, hlm. 43</ref>


Istilah ''metaloid'' awalnya mengacu pada nonlogam. Maknanya yang lebih baru, sebagai kategori unsur dengan sifat menengah atau hibrida, menyebar luas pada tahun 1940–1960. Metaloid kadang-kadang disebut semilogam, sebuah praktik yang tidak dianjurkan, karena istilah ''[[semilogam]]'' memiliki arti yang berbeda dalam [[fisika]] daripada kimia. Dalam fisika, istilah ini mengacu pada jenis tertentu dari [[struktur pita elektronik]] suatu zat. Dalam konteks ini, hanya arsen dan antimon yang merupakan semilogam, dan umumnya dikenal sebagai metaloid.
Istilah ''metaloid'' awalnya mengacu pada nonlogam. Maknanya yang lebih baru, sebagai kategori unsur dengan sifat menengah atau hibrida, menyebar luas pada tahun 1940–1960. Metaloid kadang-kadang disebut semilogam, sebuah praktik yang tidak dianjurkan,<ref>Atkins dkk. 2010, hlm. 20</ref> karena istilah ''[[semilogam]]'' memiliki arti yang berbeda dalam [[fisika]] daripada kimia. Dalam fisika, istilah ini mengacu pada jenis tertentu dari [[struktur pita elektronik]] suatu zat. Dalam konteks ini, hanya arsen dan antimon yang merupakan semilogam, dan umumnya dikenal sebagai metaloid.
==Definisi==
==Definisi==
===Berdasarkan penilaian===
===Berdasarkan penilaian===
Metaloid adalah unsur yang memiliki lebih banyak sifat di antara, atau yang merupakan campuran, dari logam dan nonlogam, dan oleh karena itu sulit untuk diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam. Ini adalah definisi umum yang mengacu pada atribut metaloid yang secara konsisten dikutip dalam literatur. Kesulitan kategorisasi adalah atribut kunci. Sebagian besar unsur memiliki campuran sifat logam dan nonlogam, dan dapat diklasifikasikan menurut himpunan sifat mana yang lebih menonjol. Hanya unsur pada atau di dekat margin, tidak memiliki kelebihan yang cukup jelas dari baik sifat logam atau nonlogam, diklasifikasikan sebagai metaloid.
Metaloid adalah unsur yang memiliki lebih banyak sifat di antara, atau yang merupakan campuran, dari logam dan nonlogam, dan oleh karena itu sulit untuk diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam. Ini adalah definisi umum yang mengacu pada atribut metaloid yang secara konsisten dikutip dalam literatur. Kesulitan kategorisasi adalah atribut kunci. Sebagian besar unsur memiliki campuran sifat logam dan nonlogam,<ref>Hopkins & Bailar 1956, hlm. 458</ref> dan dapat diklasifikasikan menurut himpunan sifat mana yang lebih menonjol.<ref>Glinka 1965, hlm. 77</ref> Hanya unsur pada atau di dekat margin, tidak memiliki kelebihan yang cukup jelas dari baik sifat logam atau nonlogam, diklasifikasikan sebagai metaloid.<ref>Tyler Miller 1987, hlm. 59</ref>


[[Boron]], [[silikon]], [[germanium]], [[arsen]], [[antimon]], dan [[telurium]] umumnya dikenal sebagai metaloid. Tergantung pada penulisnya, [[selenium]], [[polonium]], atau [[astatin]] terkadang ditambahkan ke dalam daftar. Boron terkadang dikecualikan, dengan sendirinya, atau dengan silikon. Terkadang telurium tidak dianggap sebagai metaloid. Dimasukkannya antimon, polonium, dan astatin sebagai metaloid telah dipertanyakan.
[[Boron]], [[silikon]], [[germanium]], [[arsen]], [[antimon]], dan [[telurium]] umumnya dikenal sebagai metaloid.<ref>Goldsmith 1982, hlm. 526; Kotz, Treichel & Weaver 2009, hlm. 62; Bettelheim dkk. 2010, hlm. 46</ref> Tergantung pada penulisnya, [[selenium]], [[polonium]], atau [[astatin]] terkadang ditambahkan ke dalam daftar.<ref>Hawkes 2001, hlm. 1686; Segal 1989, hlm. 965; McMurray & Fay 2009, hlm. 767</ref> Boron terkadang dikecualikan, dengan sendirinya, atau dengan silikon.<ref>Bucat 1983, hlm. 26; Brown c. 2007</ref> Terkadang telurium tidak dianggap sebagai metaloid.<ref>Swift & Schaefer 1962, hlm. 100</ref> Dimasukkannya antimon, polonium, dan astatin sebagai metaloid telah dipertanyakan.<ref>Hawkes 2001, hlm. 1686; Hawkes 2010; Holt, Rinehart & Wilson c. 2007</ref>


Unsur-unsur lain kadang-kadang diklasifikasikan sebagai metaloid. Unsur-unsur ini termasuk [[hidrogen]], [[berilium]], [[nitrogen]], [[fosforus]], [[belerang]], [[seng]], [[galium]], [[timah]], [[iodin]], [[timbal]], [[bismut]], dan [[radon]]. Istilah metaloid juga telah digunakan untuk unsur-unsur yang menunjukkan kilau logam dan [[konduktivitas listrik]], dan yang bersifat [[amfoterisme|amfoter]], seperti aluminium, [[vanadium]], [[kromium]], arsen, [[molibdenum]], timah, antimon, [[wolfram]], dan timbal. [[Logam miskin#Logam blok-p|Logam blok-p]], dan nonlogam (seperti karbon atau nitrogen) yang dapat membentuk [[Logam paduan|paduan]] dengan logam atau memodifikasi sifatnya juga kadang-kadang dianggap sebagai metaloid.
Unsur-unsur lain kadang-kadang diklasifikasikan sebagai metaloid. Unsur-unsur ini termasuk<ref>Dunstan 1968, hlm. 310, 409. Dunstan mendaftarkan Be, Al, Ge (mungkin), As, Se (mungkin), Sn, Sb, Te, Pb, Bi, dan Po sebagai metaloid (hlm. 310, 323, 409, 419).</ref> [[hidrogen]],<ref>Tilden 1876, hlm. 172, 198–201; Smith 1994, hlm. 252; Bodner & Pardue 1993, hlm. 354</ref> [[berilium]],<ref>Bassett dkk. 1966, hlm. 127</ref> [[nitrogen]],<ref>Rausch 1960</ref> [[fosforus]],<ref>Thayer 1977, hlm. 604; Warren & Geballe 1981; Masters & Ela 2008, hlm. 190</ref> [[belerang]],<ref>Warren & Geballe 1981; Chalmers 1959, hlm. 72; US Bureau of Naval Personnel 1965, hlm. 26</ref> [[seng]],<ref>Siebring 1967, hlm. 513</ref> [[galium]],<ref>Wiberg 2001, hlm. 282</ref> [[timah]], [[iodin]],<ref>Rausch 1960; Friend 1953, hlm. 68</ref> [[timbal]],<ref>Murray 1928, hlm. 1295</ref> [[bismut]],<ref>Swift & Schaefer 1962, hlm. 100</ref> dan [[radon]].<ref>Hampel & Hawley 1966, hlm. 950; Stein 1985; Stein 1987, hlm. 240, 247–48</ref> Istilah metaloid juga telah digunakan untuk unsur-unsur yang menunjukkan kilau logam dan [[konduktivitas listrik]], dan yang bersifat [[amfoterisme|amfoter]], seperti aluminium, [[vanadium]], [[kromium]], arsen, [[molibdenum]], timah, antimon, [[wolfram]], dan timbal.<ref>Hatcher 1949, hlm. 223; Secrist & Powers 1966, hlm. 459</ref> [[Logam miskin#Logam blok-p|Logam blok-p]],<ref>Taylor 1960, hlm. 614</ref> dan nonlogam (seperti karbon atau nitrogen) yang dapat membentuk [[Logam paduan|paduan]] dengan logam<ref>Considine & Considine 1984, hlm. 568; Cegielski 1998, hlm. 147; ''The American heritage science dictionary 2005'', hlm. 397</ref> atau memodifikasi sifatnya<ref>Woodward 1948, hlm. 1</ref> juga kadang-kadang dianggap sebagai metaloid.
===Berdasarkan kriteria===
===Berdasarkan kriteria===
{| class="wikitable floatright" style="width: 75px;"
|-
! Unsur
! [[Energi ionisasi|IE]]<br/>(kkal/mol)
! IE<br/>(kJ/mol)
! [[Elektronegativitas|EN]]
! nowrap|[[Struktur pita elektronik|Struktur pita]]
|-
| Boron
| style="text-align:center;"| 191
| style="text-align:center;"| 801
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| 2,04
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| [[semikonduktor]]
|-
| Silikon
| style="text-align:center;"| 188
| style="text-align:center;"| 787
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| 1,90
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| semikonduktor
|-
| Germanium
| style="text-align:center;"| 182
| style="text-align:center;"| 762
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| 2,01
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| semikonduktor
|-
| Arsen
| style="text-align:center;"| 226
| style="text-align:center;"| 944
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| 2,18
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| [[semilogam]]
|-
| Antimon
| style="text-align:center;"| 199
| style="text-align:center;"| 831
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| 2,05
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| semilogam
|-
| Telurium
| style="text-align:center;"| 208
| style="text-align:center;"| 869
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| 2,10
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| semikonduktor
|-
| style="text-align: right"| ''rata-rata''
| style="text-align:center;"| 199
| style="text-align:center;"| 832
|style="padding-left:1em; padding-right:1em;"| 2,05
|
|-
| colspan="5" style="text-align: left; font-size: 90%" |Unsur-unsur ini umumnya dikenal sebagai metaloid, dan [[energi ionisasi]] (IE);<ref>NIST 2010. Nilai yang ditunjukkan pada tabel di atas telah dikonversi dari nilai NIST, yang diberikan dalam satuan eV.</ref> elektronegativitas (EN, revisi skala Pauling); dan struktur pita elektronik<ref>Berger 1997; Lovett 1977, hlm. 3</ref> (bentuk yang paling stabil secara termodinamika dalam kondisi sekitar) mereka.
|}
Tidak ada definisi metaloid yang diterima secara luas, juga tidak ada pembagian tabel periodik menjadi logam, metaloid, dan nonlogam;<ref>Goldsmith 1982, hlm. 526; Hawkes 2001, hlm. 1686</ref> Hawkes<ref>Hawkes 2001, hlm. 1687</ref> mempertanyakan kelayakan penetapan definisi spesifik, mencatat bahwa anomali dapat ditemukan dalam beberapa konstruksi percobaan. Mengklasifikasikan suatu unsur sebagai metaloid telah dijelaskan oleh Sharp<ref>Sharp 1981, hlm. 299</ref> sebagai "sewenang-wenang".


Tidak ada definisi metaloid yang diterima secara luas, juga tidak ada pembagian tabel periodik menjadi logam, metaloid, dan nonlogam; Hawkes mempertanyakan kelayakan penetapan definisi spesifik, mencatat bahwa anomali dapat ditemukan dalam beberapa konstruksi percobaan. Mengklasifikasikan suatu unsur sebagai metaloid telah dijelaskan oleh Sharp sebagai "sewenang-wenang".
Jumlah dan identitas metaloid tergantung pada kriteria klasifikasi yang digunakan. Emsley<ref>Emsley 1971, hlm. 1</ref> mengenali empat metaloid (germanium, arsen, antimon, dan telurium); James dkk.<ref>James dkk. 2000, hlm. 480</ref> mendaftarkan dua belas (daftar Emsley ditambah boron, karbon, silikon, selenium, bismut, polonium, [[moskovium]], dan [[livermorium]]). Rata-rata, tujuh unsur termasuk dalam [[Daftar metaloid|daftar tersebut]]; pengaturan klasifikasi individual cenderung memiliki kesamaan dan bervariasi dalam batas yang tidak jelas.<ref>Chatt 1951, hlm. 417 "Batas antara logam dan metaloid tidaklah terdefinisi ..."; Burrows dkk. 2009, hlm. 1192: "Meskipun unsur-unsur mudah digambarkan sebagai logam, metaloid, dan nonlogam, transisinya tidak eksak ..."</ref>


Jumlah dan identitas metaloid tergantung pada kriteria klasifikasi yang digunakan. Emsley mengenali empat metaloid (germanium, arsen, antimon, dan telurium); James dkk. mendaftarkan dua belas (daftar Emsley ditambah boron, karbon, silikon, selenium, bismut, polonium, [[moskovium]], dan [[livermorium]]). Rata-rata, tujuh unsur termasuk dalam [[Daftar metaloid|daftar tersebut]]; pengaturan klasifikasi individual cenderung memiliki kesamaan dan bervariasi dalam batas yang tidak jelas.
Kriteria kuantitatif tunggal seperti [[elektronegativitas]] umumnya digunakan,<ref>Rochow 1966, hlm. 1, 4–7</ref> metaloid yang memiliki nilai elektronegativitas dari 1,8 atau 1,9 hingga 2,2.<ref>Rochow 1977, hlm. 76; Mann dkk. 2000, hlm. 2783</ref> Contoh lebih lanjut termasuk [[Faktor pengepakan atom|efisiensi pengepakan]] (fraksi volume dalam [[struktur kristal]] yang ditempati oleh atom) dan rasio kriteria Goldhammer-Herzfeld.<ref>Askeland, Phulé & Wright 2011, hlm. 69</ref> Metaloid yang umum dikenal memiliki efisiensi pengepakan antara 34% dan 41%. Rasio Goldhammer-Herzfeld, kira-kira sama dengan pangkat tiga [[jari-jari atom]] dibagi dengan [[volume molar]],<ref>Edwards & Sienko 1983, hlm. 693</ref> adalah sebuah ukuran sederhana seberapa logam suatu unsur, metaloid yang dikenal memiliki rasio dari sekitar 0,85 hingga 1,1 dan rata-rata 1,0.<ref>Edwards & Sienko 1983, hlm. 695; Edwards dkk. 2010</ref>
Penulis lain mengandalkan, misalnya, konduktansi atom<ref>Hill & Holman 2000, hlm. 160. Mereka mencirikan metaloid (sebagian) atas dasar bahwa mereka adalah "konduktor listrik yang buruk dengan konduktansi atom biasanya kurang dari 10 −3 tetapi lebih besar dari 10 −5 ohm −1 cm −4 ".</ref> atau [[Bilangan koordinasi#Penggunaan dalam quasikristal, cairan dan sistem tidak teratur lainnya|bilangan koordinasi massal]].<ref>Bond 2005, hlm. 3: "Salah satu kriteria untuk membedakan semi-logam dari logam sejati dalam kondisi normal adalah bahwa bilangan koordinasi massal dari yang pertama tidak pernah lebih besar dari delapan, sedangkan untuk logam biasanya dua belas (atau lebih, jika untuk struktur kubik berpusat badan dihitung tetangga terdekatnya juga)."</ref>


Kriteria kuantitatif tunggal seperti [[elektronegativitas]] umumnya digunakan, metaloid yang memiliki nilai elektronegativitas dari 1,8 atau 1,9 hingga 2,2. Contoh lebih lanjut termasuk [[Faktor pengepakan atom|efisiensi pengepakan]] (fraksi volume dalam [[struktur kristal]] yang ditempati oleh atom) dan rasio kriteria Goldhammer-Herzfeld. Metaloid yang umum dikenal memiliki efisiensi pengepakan antara 34% dan 41%. Rasio Goldhammer-Herzfeld, kira-kira sama dengan pangkat tiga [[jari-jari atom]] dibagi dengan [[volume molar]], adalah sebuah ukuran sederhana seberapa logam suatu unsur, metaloid yang dikenal memiliki rasio dari sekitar 0,85 hingga 1,1 dan rata-rata 1,0.
Jones, yang menulis mengenai peran klasifikasi dalam sains, mengamati bahwa "[kelas] biasanya ditentukan oleh lebih dari dua atribut".<ref>Jones 2010, hlm. 169</ref> Masterton dan Slowinski<ref>Masterton & Slowinski 1977, hlm. 160 mencantumkan B, Si, Ge, As, Sb, dan Te sebagai metaloid, dan berkomentar bahwa Po dan At biasanya diklasifikasikan sebagai metaloid tetapi menambahkan bahwa ini sewenang-wenang karena sangat sedikit yang diketahui mengenai Po dan At.</ref> menggunakan tiga kriteria untuk menggambarkan enam unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid: metaloid memiliki [[energi ionisasi]] sekitar 200 kkal/mol (837 kJ/mol) dan nilai keelektronegatifan mendekati 2,0. Mereka juga mengatakan bahwa metaloid biasanya semikonduktor, meskipun antimon dan arsen (semilogam dari perspektif fisika) memiliki konduktivitas listrik yang mendekati logam. Selenium dan polonium diduga tidak termasuk dalam skema ini, sementara status astatin tidaklah pasti.
Penulis lain mengandalkan, misalnya, konduktansi atom atau [[Bilangan koordinasi#Penggunaan dalam quasikristal, cairan dan sistem tidak teratur lainnya|bilangan koordinasi massal]].


Jones, yang menulis mengenai peran klasifikasi dalam sains, mengamati bahwa "[kelas] biasanya ditentukan oleh lebih dari dua atribut". Masterton dan Slowinski menggunakan tiga kriteria untuk menggambarkan enam unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid: metaloid memiliki [[energi ionisasi]] sekitar 200 kkal/mol (837 kJ/mol) dan nilai keelektronegatifan mendekati 2,0. Mereka juga mengatakan bahwa metaloid biasanya semikonduktor, meskipun antimon dan arsen (semilogam dari perspektif fisika) memiliki konduktivitas listrik yang mendekati logam. Selenium dan polonium diduga tidak termasuk dalam skema ini, sementara status astatin tidaklah pasti.
Dalam konteks ini, Vernon mengusulkan bahwa metaloid adalah unsur kimia yang, dalam keadaan standarnya, memiliki (a) struktur pita elektronik semikonduktor atau semilogam; dan (b) potensial ionisasi pertama antara "(katakanlah 750−1.000 kJ/mol)"; dan (c) elektronegativitas menengah (1,9–2,2).<ref>Vernon 2013, hlm. 1703</ref>
 
Dalam konteks ini, Vernon mengusulkan bahwa metaloid adalah unsur kimia yang, dalam keadaan standarnya, memiliki (a) struktur pita elektronik semikonduktor atau semilogam; dan (b) potensial ionisasi pertama antara "(katakanlah 750−1.000 kJ/mol)"; dan (c) elektronegativitas menengah (1,9–2,2).


==Wilayah tabel periodik==
==Wilayah tabel periodik==
===Lokasi===
===Lokasi===
Metaloid terletak di kedua sisi [[garis pemisah antara logam dan nonlogam]]. Ini dapat ditemukan, dalam berbagai konfigurasi, pada beberapa [[tabel periodik]]. Unsur di kiri bawah garis umumnya menunjukkan peningkatan perilaku logam; unsur ke kanan atas menampilkan peningkatan perilaku nonlogam. Ketika disajikan sebagai anak tangga biasa, unsur dengan [[Titik kritis (termodinamika)|suhu kritis]] tertinggi untuk golongan mereka (Li, Be, Al, Ge, Sb, Po) terletak tepat di bawah garis.
Metaloid terletak di kedua sisi [[garis pemisah antara logam dan nonlogam]]. Ini dapat ditemukan, dalam berbagai konfigurasi, pada beberapa [[tabel periodik]]. Unsur di kiri bawah garis umumnya menunjukkan peningkatan perilaku logam; unsur ke kanan atas menampilkan peningkatan perilaku nonlogam.<ref>Hamm 1969, hlm. 653</ref> Ketika disajikan sebagai anak tangga biasa, unsur dengan [[Titik kritis (termodinamika)|suhu kritis]] tertinggi untuk golongan mereka (Li, Be, Al, Ge, Sb, Po) terletak tepat di bawah garis.<ref>Horvath 1973, hlm. 336</ref>


Posisi diagonal metaloid merupakan pengecualian untuk pengamatan bahwa unsur-unsur dengan sifat yang sama cenderung terjadi dalam [[Golongan tabel periodik|golongan]] vertikal. Efek terkait dapat dilihat pada [[Hubungan diagonal|kesamaan diagonal]] lainnya antara beberapa unsur dan tetangga kanan bawah mereka, khususnya litium-magnesium, berilium-aluminium, dan boron-silikon. Rayner-Canham berpendapat bahwa kesamaan ini meluas ke karbon-fosforus, nitrogen-belerang, dan ke tiga deret [[Blok tabel periodik#Blok-d|blok-d]].
Posisi diagonal metaloid merupakan pengecualian untuk pengamatan bahwa unsur-unsur dengan sifat yang sama cenderung terjadi dalam [[Golongan tabel periodik|golongan]] vertikal.<ref>Gray 2009, hlm. 9</ref> Efek terkait dapat dilihat pada [[Hubungan diagonal|kesamaan diagonal]] lainnya antara beberapa unsur dan tetangga kanan bawah mereka, khususnya litium-magnesium, berilium-aluminium, dan boron-silikon. Rayner-Canham<ref>Rayner-Canham 2011</ref> berpendapat bahwa kesamaan ini meluas ke karbon-fosforus, nitrogen-belerang, dan ke tiga deret [[Blok tabel periodik#Blok-d|blok-d]].


Pengecualian ini muncul karena persaingan tren horizontal dan vertikal dalam [[Muatan inti efektif#Perbedaan dengan muatan inti|muatan inti]]. Sepanjang sebuah [[Periode tabel periodik|periode]], [[Muatan inti efektif|muatan inti]] meningkat dengan [[nomor atom]] seperti halnya jumlah elektron. Tarikan tambahan pada elektron terluar saat muatan inti meningkat umumnya melebihi efek penyaringan karena memiliki lebih banyak elektron. Dengan beberapa ketidakteraturan, atom karenanya menjadi lebih kecil, energi ionisasi meningkat, dan ada perubahan karakter bertahap, sepanjang periode, dari unsur logam kuat, ke logam lemah, ke nonlogam lemah, ke nonlogam kuat. Turun ke [[Unsur golongan utama|golongan utama]], efek peningkatan muatan inti umumnya lebih besar daripada efek elektron tambahan yang lebih jauh dari nukleus. Atom umumnya menjadi lebih besar, energi ionisasi turun, dan karakter logam meningkat. Efek bersihnya adalah bahwa lokasi zona transisi logam–nonlogam bergeser ke kanan dan turun satu golongan, dan kesamaan diagonal analog terlihat di tempat lain dalam tabel periodik, seperti yang dicatat.
Pengecualian ini muncul karena persaingan tren horizontal dan vertikal dalam [[Muatan inti efektif#Perbedaan dengan muatan inti|muatan inti]]. Sepanjang sebuah [[Periode tabel periodik|periode]], [[Muatan inti efektif|muatan inti]] meningkat dengan [[nomor atom]] seperti halnya jumlah elektron. Tarikan tambahan pada elektron terluar saat muatan inti meningkat umumnya melebihi efek penyaringan karena memiliki lebih banyak elektron. Dengan beberapa ketidakteraturan, atom karenanya menjadi lebih kecil, energi ionisasi meningkat, dan ada perubahan karakter bertahap, sepanjang periode, dari unsur logam kuat, ke logam lemah, ke nonlogam lemah, ke nonlogam kuat.<ref>Booth & Bloom 1972, hlm. 426; Cox 2004, hlm. 17, 18, 27–28; Silberberg 2006, hlm. 305–13</ref> Turun ke [[Unsur golongan utama|golongan utama]], efek peningkatan muatan inti umumnya lebih besar daripada efek elektron tambahan yang lebih jauh dari nukleus. Atom umumnya menjadi lebih besar, energi ionisasi turun, dan karakter logam meningkat.<ref>Cox 2004, hlm. 17–18, 27–28; Silberberg 2006, hlm. 305–13</ref> Efek bersihnya adalah bahwa lokasi zona transisi logam–nonlogam bergeser ke kanan dan turun satu golongan,<ref>Gray 2009, hlm. 9</ref> dan kesamaan diagonal analog terlihat di tempat lain dalam tabel periodik, seperti yang dicatat.<ref>Rodgers 2011, hlm. 232–33; 240–41</ref>
===Perlakuan alternatif===
===Perlakuan alternatif===
Unsur yang berbatasan dengan garis pemisah logam–nonlogam tidak selalu diklasifikasikan sebagai metaloid, mengingat klasifikasi biner dapat memfasilitasi penetapan aturan untuk menentukan jenis ikatan antara logam dan nonlogam. Dalam kasus seperti ini, penulis yang bersangkutan fokus pada satu atau lebih atribut yang menarik untuk membuat keputusan klasifikasi mereka, daripada khawatir tentang sifat marjinal dari elemen yang bersangkutan. Pertimbangan mereka mungkin atau tidak dibuat eksplisit dan mungkin, kadang-kadang, tampak sewenang-wenang. Metaloid dapat dikelompokkan dengan logam; atau dianggap sebagai nonlogam; atau diperlakukan sebagai subkategori dari nonlogam. Penulis lain telah menyarankan untuk mengklasifikasikan beberapa elemen sebagai metaloid "menekankan bahwa sifat unsur berubah secara bertahap dan tidak tiba-tiba sepanjang tabel periodik". menuruni tabel periodik". Beberapa tabel periodik membedakan unsur-unsur yang merupakan metaloid dan tidak menunjukkan garis pemisah formal antara logam dan nonlogam. Metaloid malah ditampilkan sebagai terjadi di pita diagonal atau daerah penyebaran. Pertimbangan utama adalah untuk menjelaskan konteks taksonomi yang digunakan.
Unsur yang berbatasan dengan garis pemisah logam–nonlogam tidak selalu diklasifikasikan sebagai metaloid, mengingat klasifikasi biner dapat memfasilitasi penetapan aturan untuk menentukan jenis ikatan antara logam dan nonlogam.<ref>Roher 2001, hlm. 4–6</ref> Dalam kasus seperti ini, penulis yang bersangkutan fokus pada satu atau lebih atribut yang menarik untuk membuat keputusan klasifikasi mereka, daripada khawatir tentang sifat marjinal dari elemen yang bersangkutan. Pertimbangan mereka mungkin atau tidak dibuat eksplisit dan mungkin, kadang-kadang, tampak sewenang-wenang.<ref>Sharp 1981, hlm. 299</ref> Metaloid dapat dikelompokkan dengan logam;<ref>Tyler 1948, hlm. 105; Reilly 2002, hlm. 5–6</ref> atau dianggap sebagai nonlogam;<ref>Hampel & Hawley 1976, hlm. 174;</ref> atau diperlakukan sebagai subkategori dari nonlogam.<ref>Goodrich 1844, hlm. 264; ''The Chemical News'' 1897, hlm. 189; Hampel & Hawley 1976, hlm. 191; Lewis 1993, hlm. 835; Hérold 2006, hlm. 149–50</ref> Penulis lain telah menyarankan untuk mengklasifikasikan beberapa elemen sebagai metaloid "menekankan bahwa sifat unsur berubah secara bertahap dan tidak tiba-tiba sepanjang tabel periodik".<ref>Brown & Holme 2006, hlm. 57</ref> menuruni tabel periodik". Beberapa tabel periodik membedakan unsur-unsur yang merupakan metaloid dan tidak menunjukkan garis pemisah formal antara logam dan nonlogam. Metaloid malah ditampilkan sebagai terjadi di pita diagonal<ref>Wiberg 2001, hlm. 282; Simple Memory Art c. 2005</ref> atau daerah penyebaran.<ref>Chedd 1969, hlm. 12–13</ref> Pertimbangan utama adalah untuk menjelaskan konteks taksonomi yang digunakan.
==Sifat==
==Sifat==
Metaloid biasanya terlihat seperti logam tetapi berperilaku sebagian besar seperti nonlogam. Secara fisik, mereka merupakan padatan yang mengkilap dan rapuh dengan konduktivitas listrik menengah hingga relatif baik dan struktur pita elektronik semilogam atau semikonduktor. Secara kimia, mereka sebagian besar berperilaku sebagai nonlogam (lemah), memiliki nilai energi ionisasi dan elektronegativitas menengah, serta [[oksida]] amfoter atau asam lemah. Mereka dapat membentuk paduan dengan logam. Sebagian besar sifat fisik dan kimia lain mereka [[Sifat-sifat logam, metaloid dan nonlogam|bersifat antara]].
Metaloid biasanya terlihat seperti logam tetapi berperilaku sebagian besar seperti nonlogam. Secara fisik, mereka merupakan padatan yang mengkilap dan rapuh dengan konduktivitas listrik menengah hingga relatif baik dan struktur pita elektronik semilogam atau semikonduktor. Secara kimia, mereka sebagian besar berperilaku sebagai nonlogam (lemah), memiliki nilai energi ionisasi dan elektronegativitas menengah, serta [[oksida]] amfoter atau asam lemah. Mereka dapat membentuk paduan dengan logam. Sebagian besar sifat fisik dan kimia lain mereka [[Sifat-sifat logam, metaloid dan nonlogam|bersifat antara]].
===Dibandingkan dengan logam dan nonlogam===
===Dibandingkan dengan logam dan nonlogam===
Sifat karakteristik logam, metaloid, dan nonlogam dirangkum dalam tabel.<ref>Kneen, Rogers & Simpson, 1972, hlm. 263. Kolom 2 dan 4 bersumber dari referensi ini kecuali dinyatakan lain.</ref> Sifat fisik terdaftar dalam urutan kemudahan penentuan; sifat kimia berjalan dari umum ke khusus, dan kemudian ke deskriptif.


Sifat karakteristik logam, metaloid, dan nonlogam dirangkum dalam tabel. Sifat fisik terdaftar dalam urutan kemudahan penentuan; sifat kimia berjalan dari umum ke khusus, dan kemudian ke deskriptif.
{|class="wikitable"
 
|+Sifat-sifat logam, metaloid dan nonlogam
 
|- valign=top
! scope="col" style="width:10em;" | Sifat fisik
! scope="col" style="width:20em;" | Logam
! scope="col" style="width:20em;" | Metaloid
! scope="col" style="width:20em;" | Nonlogam
|- valign=top
| scope="row"| Bentuk
| padat; beberapa berbentuk cair pada atau di dekat suhu kamar ([[galium|Ga]], [[Raksa|Hg]], [[rubidium|Rb]], [[sesium|Cs]], [[fransium|Fr]])<ref>Stoker 2010, hlm 62; Chang 2002, hlm. 304. Chang berspekulasi bahwa titik lebur fransium adalah sekitar 23 °C.</ref>
| padat<ref>Rochow 1966, hlm. 4</ref>
| sebagian besar berbentuk gas<ref>Hunt 2000, hlm. 256</ref>
|- valign=top
| scope="row"| Penampilan
| berkilau (setidaknya ketika baru saja retak)
| berkilau<ref>Rochow 1966, hlm. 4</ref>
| beberapa tidak berwarna; yang lain berwarna, atau abu-abu metalik hingga hitam
|- valign=top
| scope="row"| [[Elastisitas (fisika)|Elastisitas]]
| biasanya elastis, ulet, lunak (bila padat)
| rapuh<ref>McQuarrie & Rock 1987, hlm 85</ref>
| rapuh, jika padat
|- valign=top
| scope="row"| [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|Konduktivitas listrik]]
| baik hingga tinggi
| sedang<ref>Choppin & Johnsen 1972, hlm. 351</ref> hingga baik
| buruk hingga baik
|- valign=top
| scope="row"| [[Struktur pita elektronik|Struktur pita]]
| metalik ([[bismut|Bi]] = semimetalik)
| semikonduktor atau, jika tidak ([[arsen|As]], [[antimon|Sb]] = semimetalik), eksis dalam bentuk semikonduktor<ref>Hampel & Hawley 1976, hlm. 191; Wulfsberg 2000, hlm. 620</ref>
| semikonduktor atau [[Insulator listrik|insulator]]<ref>Swalin 1962, hlm. 216</ref>
|- valign=top
! scope="col" style="width:10em;" | Sifat kimia
! scope="col" style="width:20em;" | Logam
! scope="col" style="width:20em;" | Metaloid
! scope="col" style="width:20em;" | Nonlogam
|- valign=top
| Perilaku kimia umum
| metalik
| nonmetalik<ref>Bailar dkk. 1989, hlm. 742</ref>
| nonmetalik
|- valign=top
| scope="row" |[[Energi ionisasi]]
| relatif rendah
| energi ionisasi menengah,<ref>Metcalfe, Williams & Castka 1974, hlm. 86</ref> biasanya berada di antara logam dan nonlogam<ref>Chang 2002, hlm. 306</ref>
| relatif tinggi
|- valign=top
| scope="row" |[[Elektronegativitas]]
| biasanya rendah
| memiliki nilai keelektronegatifan mendekati 2<ref>Pauling 1988, hlm. 183</ref> (skala Pauling yang direvisi) atau dalam kisaran 1,9–2,2 (skala Allen)<ref>Mann dkk. 2000, hlm. 2783</ref>
| tinggi
|- valign=top
| scope="row" |Ketika dicampur dengan logam
| memberikan [[Logam paduan|paduan]]
| dapat membentuk paduan<ref>Hultgren 1966, hlm. 648; Young & Sessine 2000, hlm. 849; Bassett dkk. 1966, hlm. 602</ref>
| senyawa ionik atau [[Cacat interstisi|interstisi]] yang terbentuk
|- valign=top
| scope="row" |[[Oksida]]
| oksida rendah bersifat [[basa]]; oksida yang lebih tinggi semakin [[asam]]
| amfoter atau asam lemah<ref>Rochow 1966, hlm. 4; Atkins dkk. 2006, hlm. 8, 122–23</ref>
| asam
|}
Tabel di atas mencerminkan sifat hibrida dari metaloid. Sifat-sifat ''bentuk, kenampakan'', dan ''perilaku bila dicampur dengan logam'' lebih mirip logam. ''Elastisitas'' dan ''perilaku kimia umum'' lebih seperti nonlogam. ''Konduktivitas listrik, struktur pita, energi ionisasi, elektronegativitas,'' dan ''oksida'' adalah perantara di antara keduanya.
Tabel di atas mencerminkan sifat hibrida dari metaloid. Sifat-sifat ''bentuk, kenampakan'', dan ''perilaku bila dicampur dengan logam'' lebih mirip logam. ''Elastisitas'' dan ''perilaku kimia umum'' lebih seperti nonlogam. ''Konduktivitas listrik, struktur pita, energi ionisasi, elektronegativitas,'' dan ''oksida'' adalah perantara di antara keduanya.
==Aplikasi umum==
==Aplikasi umum==
:''Fokus bagian ini adalah pada metaloid yang dikenali. Unsur yang jarang dikenal sebagai metaloid biasanya diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam; beberapa di antaranya disertakan di sini untuk tujuan perbandingan.''
:''Fokus bagian ini adalah pada metaloid yang dikenali. Unsur yang jarang dikenal sebagai metaloid biasanya diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam; beberapa di antaranya disertakan di sini untuk tujuan perbandingan.''
Metaloid terlalu rapuh untuk memiliki kegunaan struktural dalam bentuknya yang murni. Mereka dan senyawanya digunakan sebagai (atau dalam) komponen paduan, agen biologis (toksikologi, nutrisi, dan obat), katalis, penghambat nyala, kaca (oksida dan metalik), media penyimpanan optika dan optoelektronika, piroteknika, semikonduktor, dan elektronika.
Metaloid terlalu rapuh untuk memiliki kegunaan struktural dalam bentuknya yang murni.<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 421, 423; Gray 2009, hlm. 23</ref> Mereka dan senyawanya digunakan sebagai (atau dalam) komponen paduan, agen biologis (toksikologi, nutrisi, dan obat), katalis, penghambat nyala, kaca (oksida dan metalik), media penyimpanan optika dan optoelektronika, piroteknika, semikonduktor, dan elektronika.
===Logam paduan===
===Logam paduan===
Menulis di awal sejarah [[senyawa antarlogam]], ahli metalurgi Inggris Cecil Desch mengamati bahwa "unsur nonmetalik tertentu mampu membentuk senyawa dengan karakter metalik yang jelas dengan logam, dan oleh karena itu unsur-unsur ini dapat masuk ke dalam komposisi paduan". Dia mengaitkan silikon, arsen, dan telurium, khususnya, dengan unsur pembentuk paduan.<ref>Desch 1914, hlm. 86</ref> Phillips dan Williams<ref>Phillips & Williams 1965, hlm. 620</ref> menyarankan bahwa senyawa silikon, germanium, arsen, dan antimon dengan [[Logam miskin|logam B]], "mungkin paling baik diklasifikasikan sebagai paduan".


Menulis di awal sejarah [[senyawa antarlogam]], ahli metalurgi Inggris Cecil Desch mengamati bahwa "unsur nonmetalik tertentu mampu membentuk senyawa dengan karakter metalik yang jelas dengan logam, dan oleh karena itu unsur-unsur ini dapat masuk ke dalam komposisi paduan". Dia mengaitkan silikon, arsen, dan telurium, khususnya, dengan unsur pembentuk paduan. Phillips dan Williams menyarankan bahwa senyawa silikon, germanium, arsen, dan antimon dengan [[Logam miskin|logam B]], "mungkin paling baik diklasifikasikan sebagai paduan".
Di antara metaloid yang lebih ringan, paduan dengan [[logam transisi]] Boron dapat membentuk paduan dan senyawa antarlogam dengan logam dengan komposisi M<sub>''n''</sub>B, jika ''n'' > 2.<ref>Van der Put 1998, hlm. 123</ref> Feroboron (15% boron) digunakan untuk memasukkan boron ke dalam [[baja]]; paduan nikel-boron adalah bahan dalam paduan las dan komposisi [[pengerasan permukaan]] untuk industri teknik. Paduan silikon dengan [[besi]] dan aluminium masing-masing banyak digunakan oleh industri baja dan otomotif. Germanium membentuk banyak paduan, yang paling penting adalah dengan [[Unsur golongan 11|logam koin]].<ref>Klug & Brasted 1958, hlm. 199</ref>
 
Di antara metaloid yang lebih ringan, paduan dengan [[logam transisi]] Boron dapat membentuk paduan dan senyawa antarlogam dengan logam dengan komposisi M<sub>''n''</sub>B, jika ''n'' > 2. Feroboron (15% boron) digunakan untuk memasukkan boron ke dalam [[baja]]; paduan nikel-boron adalah bahan dalam paduan las dan komposisi [[pengerasan permukaan]] untuk industri teknik. Paduan silikon dengan [[besi]] dan aluminium masing-masing banyak digunakan oleh industri baja dan otomotif. Germanium membentuk banyak paduan, yang paling penting adalah dengan [[Unsur golongan 11|logam koin]].


Metaloid yang lebih berat melanjutkan tema. Arsen dapat membentuk paduan dengan logam, termasuk [[platina]] dan [[tembaga]]; ia juga ditambahkan ke tembaga dan paduannya untuk meningkatkan ketahanan korosi dan tampaknya memberikan manfaat yang sama bila ditambahkan ke magnesium. Antimon dikenal sebagai pembentuk paduan, termasuk dengan logam koin. Paduannya termasuk [[piuter]] (sebuah paduan timah dengan antimon hingga 20%) dan [[logam huruf]] (sebuah paduan timbal dengan antimon hingga 25%). Telurium mudah membentuk paduan dengan besi, seperti ferotelurium (50–58% telurium), dan dengan tembaga, dalam bentuk [[telurium tembaga]] (40–50% telurium). Ferotelurium digunakan sebagai penstabil karbon dalam pengecoran baja. Dari unsur nonmetalik yang jarang dikenali sebagai metaloid, selenium – dalam bentuk feroselenium (50–58% selenium) – digunakan untuk meningkatkan [[mesinabilitas]] baja nirkarat.
Metaloid yang lebih berat melanjutkan tema. Arsen dapat membentuk paduan dengan logam, termasuk [[platina]] dan [[tembaga]];<ref>Good dkk. 1813</ref> ia juga ditambahkan ke tembaga dan paduannya untuk meningkatkan ketahanan korosi<ref>Sequeira 2011, hlm. 776</ref> dan tampaknya memberikan manfaat yang sama bila ditambahkan ke magnesium.<ref>Gary 2013</ref> Antimon dikenal sebagai pembentuk paduan, termasuk dengan logam koin. Paduannya termasuk [[piuter]] (sebuah paduan timah dengan antimon hingga 20%) dan [[logam huruf]] (sebuah paduan timbal dengan antimon hingga 25%).<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 405–06; 423–34</ref> Telurium mudah membentuk paduan dengan besi, seperti ferotelurium (50–58% telurium), dan dengan tembaga, dalam bentuk [[telurium tembaga]] (40–50% telurium).<ref>Davidson & Lakin 1973, hlm. 627</ref> Ferotelurium digunakan sebagai penstabil karbon dalam pengecoran baja.<ref>Wiberg 2001, hlm. 589</ref> Dari unsur nonmetalik yang jarang dikenali sebagai metaloid, selenium – dalam bentuk feroselenium (50–58% selenium) – digunakan untuk meningkatkan [[mesinabilitas]] baja nirkarat.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 749; Schwartz 2002, hlm. 679</ref>


===Agen biologis===
===Agen biologis===
  Keenam unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid memiliki sifat toksik, diet, atau obat. Senyawa arsen dan antimon sangatlah beracun; boron, silikon, dan mungkin arsen, adalah unsur jejak yang penting. Boron, silikon, arsen, dan antimon memiliki aplikasi medis, dan germanium serta telurium dianggap memiliki potensi juga.
  Keenam unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid memiliki sifat toksik, diet, atau obat.<ref>Řezanka & Sigler 2008; Sekhon 2012</ref> Senyawa arsen dan antimon sangatlah beracun; boron, silikon, dan mungkin arsen, adalah unsur jejak yang penting. Boron, silikon, arsen, dan antimon memiliki aplikasi medis, dan germanium serta telurium dianggap memiliki potensi juga.


Boron digunakan dalam insektisida dan herbisida. Ia adalah unsur jejak yang penting. Sebagai [[asam borat]], ia memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan antivirus.
Boron digunakan dalam insektisida<ref>Emsley 2001, hlm. 67</ref> dan herbisida.<ref>Zhang dkk. 2008, hlm. 360</ref> Ia adalah unsur jejak yang penting.<ref>Science Learning Hub 2009</ref> Sebagai [[asam borat]], ia memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan antivirus.<ref>Skinner dkk. 1979; Tom, Elden & Marsh 2004, hlm. 135</ref>


Silikon hadir dalam [[Atran (molekul)|silatran]], sebuah rodentisida yang sangat beracun. Menghirup debu silika dalam jangka panjang dapat menyebabkan [[silikosis]], sebuah penyakit paru-paru yang fatal. Silikon adalah sebuah unsur jejak yang penting. Gel [[silikone]] dapat dioleskan pada pasien dengan luka bakar parah untuk mengurangi jaringan parut.
Silikon hadir dalam [[Atran (molekul)|silatran]], sebuah rodentisida yang sangat beracun.<ref>Büchel 1983, hlm. 226</ref> Menghirup debu silika dalam jangka panjang dapat menyebabkan [[silikosis]], sebuah penyakit paru-paru yang fatal. Silikon adalah sebuah unsur jejak yang penting.<ref>Science Learning Hub 2009</ref> Gel [[silikone]] dapat dioleskan pada pasien dengan luka bakar parah untuk mengurangi jaringan parut.<ref>Emsley 2001, hlm. 391</ref>


[[Garam (kimia)|Garam]] germanium berbahaya bagi manusia dan hewan jika tertelan dalam waktu yang lama. Ada minat dalam tindakan farmakologis senyawa germanium tetapi belum ada obat yang berlisensi.
[[Garam (kimia)|Garam]] germanium berbahaya bagi manusia dan hewan jika tertelan dalam waktu yang lama.<ref>Schauss 1991; Tao & Bolger 1997</ref> Ada minat dalam tindakan farmakologis senyawa germanium tetapi belum ada obat yang berlisensi.<ref>Eagleson 1994, hlm. 450; EVM 2003, hlm. 197‒202</ref>


Arsen terkenal beracun dan mungkin juga merupakan sebuah [[Mineral (nutrisi)|unsur penting]] dalam jumlah ultrajejak. Selama [[Perang Dunia I]], kedua belah pihak menggunakan "[[Difenilklorarsin|agen]] bersin dan muntah berbasis arsen…untuk memaksa tentara musuh melepaskan [[Masker gas#Perang Dunia Pertama|masker gas]] mereka sebelum menembakkan [[Gas mustard|mustard]] atau [[fosgen]] ke arah mereka dalam [[salvo|serangan]] kedua." Ia telah digunakan sebagai agen farmasi sejak zaman dahulu, termasuk untuk pengobatan [[sifilis]] sebelum perkembangan [[antibiotik]]. Arsen juga merupakan komponen [[melarsoprol]], sebuah obat yang digunakan dalam pengobatan ''[[Penyakit tidur|African trypanosomiasis]]'' atau penyakit tidur. Pada tahun 2003, arsen trioksida (dengan nama dagang [[Arsen trioksida|Trisenox]]) diperkenalkan kembali untuk pengobatan [[leukemia promielositik akut]], sebuah kanker darah dan sumsum tulang. Arsen dalam air minum, yang menyebabkan [[kanker paru-paru]] dan kandung kemih, telah dikaitkan dengan penurunan angka kematian akibat [[kanker payudara]].
Arsen terkenal beracun dan mungkin juga merupakan sebuah [[Mineral (nutrisi)|unsur penting]] dalam jumlah ultrajejak.<ref>Nielsen 1998</ref> Selama [[Perang Dunia I]], kedua belah pihak menggunakan "[[Difenilklorarsin|agen]] bersin dan muntah berbasis arsen…untuk memaksa tentara musuh melepaskan [[Masker gas#Perang Dunia Pertama|masker gas]] mereka sebelum menembakkan [[Gas mustard|mustard]] atau [[fosgen]] ke arah mereka dalam [[salvo|serangan]] kedua."<ref>MacKenzie 2015, hlm. 36</ref> Ia telah digunakan sebagai agen farmasi sejak zaman dahulu, termasuk untuk pengobatan [[sifilis]] sebelum perkembangan [[antibiotik]].<ref>Jaouen & Gibaud 2010</ref> Arsen juga merupakan komponen [[melarsoprol]], sebuah obat yang digunakan dalam pengobatan ''[[Penyakit tidur|African trypanosomiasis]]'' atau penyakit tidur. Pada tahun 2003, arsen trioksida (dengan nama dagang [[Arsen trioksida|Trisenox]]) diperkenalkan kembali untuk pengobatan [[leukemia promielositik akut]], sebuah kanker darah dan sumsum tulang.<ref>Jaouen & Gibaud 2010</ref> Arsen dalam air minum, yang menyebabkan [[kanker paru-paru]] dan kandung kemih, telah dikaitkan dengan penurunan angka kematian akibat [[kanker payudara]].<ref>Smith dkk. 2014</ref>


Antimon metalik relatif tidak beracun, tetapi sebagian besar senyawa antimon bersifat beracun.
Antimon metalik relatif tidak beracun, tetapi sebagian besar senyawa antimon bersifat beracun.<ref>Stevens & Klarner, hlm. 205</ref>
Dua senyawa antimon, [[natrium stiboglukonat]] dan [[stibofen]], digunakan sebagai [[antiparasitik|obat antiparasit]].
Dua senyawa antimon, [[natrium stiboglukonat]] dan [[stibofen]], digunakan sebagai [[antiparasitik|obat antiparasit]].<ref>Sneader 2005, hlm. 57–59</ref>


Telurium elemental tidak dianggap sangat beracun; dua gram natrium telurat, jika diberikan, dapat menjadi mematikan. Orang-orang yang terpapar sedikit telurium di udara mengeluarkan bau seperti bawang putih yang busuk dan menetap. Telurium dioksida telah digunakan untuk mengobati [[dermatitis seboroik]]; senyawa telurium lainnya digunakan sebagai agen [[antimikroba]] sebelum pengembangan antibiotik. Di masa depan, senyawa tersebut mungkin perlu diganti dengan antibiotik yang sudah tidak efektif karena resistensi bakteri.
Telurium elemental tidak dianggap sangat beracun; dua gram natrium telurat, jika diberikan, dapat menjadi mematikan.<ref>Keall, Martin dan Tunbridge 1946</ref> Orang-orang yang terpapar sedikit telurium di udara mengeluarkan bau seperti bawang putih yang busuk dan menetap.<ref>Emsley 2001, hlm. 426</ref> Telurium dioksida telah digunakan untuk mengobati [[dermatitis seboroik]]; senyawa telurium lainnya digunakan sebagai agen [[antimikroba]] sebelum pengembangan antibiotik.<ref>Oldfield dkk. 1974, hlm. 65; Turner 2011</ref> Di masa depan, senyawa tersebut mungkin perlu diganti dengan antibiotik yang sudah tidak efektif karena resistensi bakteri.<ref>Ba dkk. 2010; Daniel-Hoffmann, Sredni & Nitzan 2012; Molina-Quiroz dkk. 2012</ref>


Dari unsur-unsur yang jarang dikenal sebagai metaloid, berilium dan timbal terkenal karena toksisitasnya; [[Timbal hidrogen arsenat|timbal arsenat]] telah banyak digunakan sebagai [[insektisida]]. Belerang adalah salah satu [[fungisida]] dan [[pestisida]] tertua. Fosforus, belerang, seng, selenium, dan iodin adalah nutrisi penting, dan mungkin juga aluminium, timah, dan timbal. Belerang, galium, selenium, iodin, dan bismut memiliki aplikasi obat. Belerang adalah konstituen [[Sulfonamida (obat)|obat sulfonamida]], yang masih banyak digunakan untuk kondisi seperti jerawat dan infeksi saluran kemih. [[Galium nitrat]] digunakan untuk mengobati efek samping kanker; gallium sitrat, sebuah [[radiofarmasi]], memfasilitasi pencitraan area tubuh yang meradang. [[Selenium sulfida]] digunakan dalam sampo obat dan untuk mengobati infeksi kulit seperti ''[[Panau|tinea versicolor]]''. Iodin digunakan sebagai desinfektan dalam berbagai bentuk. Bismut adalah bahan dalam beberapa [[Antibiotik|antibakteri]].
Dari unsur-unsur yang jarang dikenal sebagai metaloid, berilium dan timbal terkenal karena toksisitasnya; [[Timbal hidrogen arsenat|timbal arsenat]] telah banyak digunakan sebagai [[insektisida]].<ref>Peryea 1998</ref> Belerang adalah salah satu [[fungisida]] dan [[pestisida]] tertua. Fosforus, belerang, seng, selenium, dan iodin adalah nutrisi penting, dan mungkin juga aluminium, timah, dan timbal.<ref>Nielsen 1998</ref> Belerang, galium, selenium, iodin, dan bismut memiliki aplikasi obat. Belerang adalah konstituen [[Sulfonamida (obat)|obat sulfonamida]], yang masih banyak digunakan untuk kondisi seperti jerawat dan infeksi saluran kemih.<ref>Hager 2006, hlm. 299</ref> [[Galium nitrat]] digunakan untuk mengobati efek samping kanker;<ref>Apseloff 1999</ref> gallium sitrat, sebuah [[radiofarmasi]], memfasilitasi pencitraan area tubuh yang meradang.<ref>Trivedi, Yung & Katz 2013, hlm. 209</ref> [[Selenium sulfida]] digunakan dalam sampo obat dan untuk mengobati infeksi kulit seperti ''[[Panau|tinea versicolor]]''.<ref>Emsley 2001, hlm. 382; Burkhart, Burkhart & Morrell 2011</ref> Iodin digunakan sebagai desinfektan dalam berbagai bentuk. Bismut adalah bahan dalam beberapa [[Antibiotik|antibakteri]].<ref>Thomas, Bialek & Hensel 2013, hlm. 1</ref>
===Katalis===
===Katalis===
[[Boron trifluorida]] dan [[boron triklorida|triklorida]] digunakan sebagai [[katalis]] dalam sintesis organik dan elektronika; [[boron tribromida]] digunakan dalam pembuatan [[diborana]]. [[Ligan]] boron yang tidak beracun dapat menggantikan ligan fosforus yang beracun dalam beberapa katalis logam transisi. [[Asam sulfat silika]] (SiO<sub>2</sub>OSO<sub>3</sub>H) digunakan dalam reaksi organik. Germanium dioksida kadang-kadang digunakan sebagai katalis dalam produksi plastik [[Polietilena tereftalat|PET]] untuk wadah; senyawa antimon yang lebih murah, seperti antimon trioksida atau [[Antimon(III) asetat|triasetat]], lebih umum digunakan untuk tujuan yang sama meskipun ada kekhawatiran mengenai kontaminasi antimon pada makanan dan minuman. Arsen trioksida telah digunakan dalam produksi [[gas alam]], untuk meningkatkan penghilangan [[karbon dioksida]], seperti halnya [[asam selenit]] dan [[asam telurit|telurit]]. Selenium bertindak sebagai katalis pada beberapa [[mikroorganisme]]. Telurium, dioksidanya, dan [[Telurium tetraklorida|tetraklorida]]nya adalah katalis kuat untuk oksidasi udara karbon di atas suhu 500&nbsp;°C. [[Grafit oksida]] dapat digunakan sebagai katalis dalam sintesis [[imina]] dan turunannya. [[Karbon aktif]] dan [[Aluminium oksida|alumina]] telah digunakan sebagai katalis untuk menghilangkan kontaminan belerang dari gas alam. Aluminium yang didoping [[titanium]] telah diidentifikasi sebagai pengganti katalis [[logam mulia]] mahal yang digunakan dalam produksi bahan kimia industri.
[[Boron trifluorida]] dan [[boron triklorida|triklorida]] digunakan sebagai [[katalis]] dalam sintesis organik dan elektronika; [[boron tribromida]] digunakan dalam pembuatan [[diborana]].<ref>Perry 2011, hlm. 74</ref> [[Ligan]] boron yang tidak beracun dapat menggantikan ligan fosforus yang beracun dalam beberapa katalis logam transisi.<ref>UCR Today 2011; Wang & Robinson 2011; Kinjo dkk. 2011</ref> [[Asam sulfat silika]] (SiO<sub>2</sub>OSO<sub>3</sub>H) digunakan dalam reaksi organik.<ref>Kauthale dkk. 2015</ref> Germanium dioksida kadang-kadang digunakan sebagai katalis dalam produksi plastik [[Polietilena tereftalat|PET]] untuk wadah;<ref>Gunn 2014, hlm. 188, 191</ref> senyawa antimon yang lebih murah, seperti antimon trioksida atau [[Antimon(III) asetat|triasetat]], lebih umum digunakan untuk tujuan yang sama<ref>Gupta, Mukherjee & Cameotra 1997, hlm. 280; Thomas & Visakh 2012, hlm. 99</ref> meskipun ada kekhawatiran mengenai kontaminasi antimon pada makanan dan minuman.<ref>Muncke 2013</ref> Arsen trioksida telah digunakan dalam produksi [[gas alam]], untuk meningkatkan penghilangan [[karbon dioksida]], seperti halnya [[asam selenit]] dan [[asam telurit|telurit]].<ref>Mokhatab & Poe 2012, hlm. 271</ref> Selenium bertindak sebagai katalis pada beberapa [[mikroorganisme]].<ref>Craig, Eng & Jenkins 2003, hlm. 25</ref> Telurium, dioksidanya, dan [[Telurium tetraklorida|tetraklorida]]nya adalah katalis kuat untuk oksidasi udara karbon di atas suhu 500&nbsp;°C.<ref>McKee 1984</ref> [[Grafit oksida]] dapat digunakan sebagai katalis dalam sintesis [[imina]] dan turunannya.<ref>Hai dkk. 2012</ref> [[Karbon aktif]] dan [[Aluminium oksida|alumina]] telah digunakan sebagai katalis untuk menghilangkan kontaminan belerang dari gas alam.<ref>Kohl & Nielsen 1997, hlm. 699–700</ref> Aluminium yang didoping [[titanium]] telah diidentifikasi sebagai pengganti katalis [[logam mulia]] mahal yang digunakan dalam produksi bahan kimia industri.<ref>Chopra dkk. 2011</ref>
===Penghambat nyala===
===Penghambat nyala===
Senyawa boron, silikon, arsenik, dan antimon telah digunakan sebagai [[penghambat nyala]]. Boron, dalam bentuk [[boraks]], telah digunakan sebagai bahan tahan api tekstil setidaknya sejak abad ke-18. Silikon mempunyai beberapa senyawa, seperti silikone, [[silana]], [[silsesquioksana]], [[silika]], dan [[silikat]], beberapa di antaranya dikembangkan sebagai alternatif untuk produk [[halogenasi|terhalogenasi]] yang lebih beracun, dapat sangat meningkatkan ketahanan api bahan plastik.
Senyawa boron, silikon, arsenik, dan antimon telah digunakan sebagai [[penghambat nyala]]. Boron, dalam bentuk [[boraks]], telah digunakan sebagai bahan tahan api tekstil setidaknya sejak abad ke-18.<ref>Le Bras, Wilkie & Bourbigot 2005, hlm. v</ref> Silikon mempunyai beberapa senyawa, seperti silikone, [[silana]], [[silsesquioksana]], [[silika]], dan [[silikat]], beberapa di antaranya dikembangkan sebagai alternatif untuk produk [[halogenasi|terhalogenasi]] yang lebih beracun, dapat sangat meningkatkan ketahanan api bahan plastik.<ref>Wilkie & Morgan 2009, hlm. 187</ref>
Senyawa arsen seperti [[natrium arsenit]] atau [[natrium arsenat]] adalah penghambat nyala yang efektif untuk kayu tetapi lebih jarang digunakan karena toksisitasnya. Antimon trioksida adalah sebuah penghambat nyala. [[Aluminium hidroksida]] telah digunakan sebagai penghambat nyala serat kayu, karet, plastik, dan tekstil sejak tahun 1890-an. Selain aluminium hidroksida, penggunaan penghambat nyala berbasis fosforus – dalam bentuk, misalnya, [[organofosfat]] – sekarang melebihi jenis penghambat utama lainnya. Penghambat ini menggunakan boron, antimon, atau senyawa [[Haloalkana|hidrokarbon yang terhalogenasi]].
Senyawa arsen seperti [[natrium arsenit]] atau [[natrium arsenat]] adalah penghambat nyala yang efektif untuk kayu tetapi lebih jarang digunakan karena toksisitasnya.<ref>Locke dkk. 1956, hlm. 88</ref> Antimon trioksida adalah sebuah penghambat nyala.<ref>Carlin 2011, hlm. 6.2</ref> [[Aluminium hidroksida]] telah digunakan sebagai penghambat nyala serat kayu, karet, plastik, dan tekstil sejak tahun 1890-an.<ref>Evans 1993, hlm. 257–28</ref> Selain aluminium hidroksida, penggunaan penghambat nyala berbasis fosforus – dalam bentuk, misalnya, [[organofosfat]] – sekarang melebihi jenis penghambat utama lainnya. Penghambat ini menggunakan boron, antimon, atau senyawa [[Haloalkana|hidrokarbon yang terhalogenasi]].<ref>Corbridge 2013, hlm. 1149</ref>
===Pembentukan kaca===
===Pembentukan kaca===
Oksida [[boron trioksida|B<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]], [[silikon dioksida|SiO<sub>2</sub>]], [[germanium dioksida|GeO<sub>2</sub>]], [[arsen trioksida|As<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]], dan [[antimon trioksida|Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]] mudah membentuk [[kaca]]. [[Telurium dioksida|TeO<sub>2</sub>]] membentuk kaca tetapi ini membutuhkan "laju pendinginan heroik"<ref>Kaminow & Li 2002, hlm. 118</ref> atau penambahan pengotor; jika tidak, bentuk kristal yang akan menjadi hasil.<ref>Kaminow & Li 2002, hlm. 118</ref> Senyawa ini digunakan dalam peralatan gelas kimia, domestik, dan industri<ref>Deming 1925, hlm. 330 (As 2 O 3 ), 418 (B 2 O 3 ; SiO 2 ; Sb 2 O 3 ); Witt & Gatos 1968, hlm. 242 (GeO 2 )</ref> serta optika.<ref>Eagleson 1994, hlm. 421 (GeO 2 ); Rothenberg 1976, 56, 118–19 (TeO 2 )</ref> Boron trioksida digunakan sebagai aditif [[serat kaca]],<ref>Geckeler 1987, hlm. 20</ref> dan juga merupakan komponen [[kaca borosilikat]], banyak digunakan untuk peralatan gelas laboratorium dan peralatan oven domestik karena ekspansi termalnya yang rendah.<ref>Kreith & Goswami 2005, hlm. 12–109</ref> Kebanyakan barang pecah belah biasa terbuat dari silikon dioksida.<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 397</ref> Germanium dioksida digunakan sebagai aditif serat kaca, serta dalam sistem optik inframerah.<ref>Butterman & Jorgenson 2005, hlm. 9–10</ref> Arsen trioksida digunakan dalam industri kaca sebagai zat [[Pewarnaan kaca dan penandaan warna|penghilang warna]] dan penghalus (untuk menghilangkan gelembung),<ref>Shelby 2005, hlm. 43</ref> seperti halnya antimon trioksida.<ref>Butterman & Carlin 2004, hlm. 22; Russell & Lee 2005, hlm. 422</ref> Telurium dioksida memiliki aplikasi dalam laser dan [[optika nonlinier]].<ref>Träger 2007, hlm. 438, 958; Eranna 2011, hlm. 98</ref>


Oksida [[boron trioksida|B<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]], [[silikon dioksida|SiO<sub>2</sub>]], [[germanium dioksida|GeO<sub>2</sub>]], [[arsen trioksida|As<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]], dan [[antimon trioksida|Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]] mudah membentuk [[kaca]]. [[Telurium dioksida|TeO<sub>2</sub>]] membentuk kaca tetapi ini membutuhkan "laju pendinginan heroik" atau penambahan pengotor; jika tidak, bentuk kristal yang akan menjadi hasil. Senyawa ini digunakan dalam peralatan gelas kimia, domestik, dan industri serta optika. Boron trioksida digunakan sebagai aditif [[serat kaca]], dan juga merupakan komponen [[kaca borosilikat]], banyak digunakan untuk peralatan gelas laboratorium dan peralatan oven domestik karena ekspansi termalnya yang rendah. Kebanyakan barang pecah belah biasa terbuat dari silikon dioksida. Germanium dioksida digunakan sebagai aditif serat kaca, serta dalam sistem optik inframerah. Arsen trioksida digunakan dalam industri kaca sebagai zat [[Pewarnaan kaca dan penandaan warna|penghilang warna]] dan penghalus (untuk menghilangkan gelembung), seperti halnya antimon trioksida. Telurium dioksida memiliki aplikasi dalam laser dan [[optika nonlinier]].
[[Logam amorf|Kaca metalik]] [[amorf]] umumnya paling mudah dibuat jika salah satu komponennya adalah metaloid atau "dekat metaloid" seperti boron, karbon, silikon, fosforus, atau germanium.<ref>Rao 2002, hlm. 552; Löffler, Kündig & Dalla Torre 2007, hlm. 17–11</ref> Selain lapisan tipis yang disimpan pada suhu yang sangat rendah, kaca metalik pertama yang diketahui adalah paduan komposisi Au<sub>75</sub>Si<sub>25</sub> yang dilaporkan pada tahun 1960.<ref>Klement, Willens & Duwez 1960; Wanga, Dongb & Shek 2004, hlm. 45</ref> Kaca metalik yang memiliki kekuatan dan ketangguhan yang belum pernah terlihat sebelumnya, dengan komposisi Pd<sub>82,5</sub>P<sub>6</sub>Si<sub>9,5</sub>Ge<sub>2</sub>, dilaporkan pada tahun 2011.<ref>Demetriou dkk. 2011; Oliwenstein 2011</ref>


[[Logam amorf|Kaca metalik]] [[amorf]] umumnya paling mudah dibuat jika salah satu komponennya adalah metaloid atau "dekat metaloid" seperti boron, karbon, silikon, fosforus, atau germanium. Selain lapisan tipis yang disimpan pada suhu yang sangat rendah, kaca metalik pertama yang diketahui adalah paduan komposisi Au<sub>75</sub>Si<sub>25</sub> yang dilaporkan pada tahun 1960. Kaca metalik yang memiliki kekuatan dan ketangguhan yang belum pernah terlihat sebelumnya, dengan komposisi Pd<sub>82,5</sub>P<sub>6</sub>Si<sub>9,5</sub>Ge<sub>2</sub>, dilaporkan pada tahun 2011.
Fosforus, selenium, dan timbal, yang jarang dikenal sebagai metaloid, juga digunakan dalam kaca. [[Kaca fosfat]] memiliki substrat fosforus pentoksida (P<sub>2</sub>O<sub>5</sub>), dan bukan silika (SiO<sub>2</sub>) dari kaca silikat konvensional. Ia digunakan, misalnya, untuk membuat [[Lampu uap natrium|lampu natrium]].<ref>Karabulut dkk. 2001, hlm. 15; Haynes 2012, hlm. 4–26</ref> Senyawa selenium dapat digunakan baik sebagai zat penghilang warna dan untuk menambahkan warna merah pada kaca.<ref>Schwartz 2002, hlm. 679–80</ref> Barang pecah belah dekoratif yang terbuat dari [[kaca timbal]] tradisional mengandung setidaknya 30% [[timbal(II) oksida]] (PbO); kaca timbal yang digunakan untuk pelindung radiasi mungkin memiliki hingga 65% PbO.<ref>Carter & Norton 2013, hlm. 403</ref> Kaca berbasis timbal juga telah banyak digunakan dalam komponen elektronik, bahan enamel, dan sel surya. Kaca oksida berbasis bismut telah muncul sebagai pengganti timbal yang kurang beracun di banyak aplikasi ini.<ref>Maeder 2013, hlm. 3, 9–11</ref>
 
Fosforus, selenium, dan timbal, yang jarang dikenal sebagai metaloid, juga digunakan dalam kaca. [[Kaca fosfat]] memiliki substrat fosforus pentoksida (P<sub>2</sub>O<sub>5</sub>), dan bukan silika (SiO<sub>2</sub>) dari kaca silikat konvensional. Ia digunakan, misalnya, untuk membuat [[Lampu uap natrium|lampu natrium]]. Senyawa selenium dapat digunakan baik sebagai zat penghilang warna dan untuk menambahkan warna merah pada kaca. Barang pecah belah dekoratif yang terbuat dari [[kaca timbal]] tradisional mengandung setidaknya 30% [[timbal(II) oksida]] (PbO); kaca timbal yang digunakan untuk pelindung radiasi mungkin memiliki hingga 65% PbO. Kaca berbasis timbal juga telah banyak digunakan dalam komponen elektronik, bahan enamel, dan sel surya. Kaca oksida berbasis bismut telah muncul sebagai pengganti timbal yang kurang beracun di banyak aplikasi ini.
===Penyimpanan optis dan optoelektronika===
===Penyimpanan optis dan optoelektronika===
Variasi komposisi [[GeSbTe]] ("paduan GST") dan [[AgInSbTe|Sb<sub>2</sub>Te yang didoping Ag dan In]] ("paduan AIST"), sebagai contoh [[bahan perubahan fase]], banyak digunakan dalam [[cakram optis]] yang dapat ditulis ulang dan perangkat [[memori perubahan fase]]. Dengan menerapkan panas, mereka dapat beralih ke keadaan amorf (seperti kaca) atau [[kristal]]. Perubahan sifat optis dan listrik dapat digunakan untuk tujuan penyimpanan informasi. Aplikasi masa depan untuk GeSbTe dapat mencakup, "tampilan ultracepat, sepenuhnya berbentuk padat dengan piksel skala nanometer, kacamata 'pintar' semitransparan, lensa kontak 'pintar', dan perangkat retina buatan."
Variasi komposisi [[GeSbTe]] ("paduan GST") dan [[AgInSbTe|Sb<sub>2</sub>Te yang didoping Ag dan In]] ("paduan AIST"), sebagai contoh [[bahan perubahan fase]], banyak digunakan dalam [[cakram optis]] yang dapat ditulis ulang dan perangkat [[memori perubahan fase]]. Dengan menerapkan panas, mereka dapat beralih ke keadaan amorf (seperti kaca) atau [[kristal]]. Perubahan sifat optis dan listrik dapat digunakan untuk tujuan penyimpanan informasi.<ref>Tominaga 2006, hlm. 327–28; Chung 2010, hlm. 285–86; Kolobov & Tominaga 2012, hlm. 149</ref> Aplikasi masa depan untuk GeSbTe dapat mencakup, "tampilan ultracepat, sepenuhnya berbentuk padat dengan piksel skala nanometer, kacamata 'pintar' semitransparan, lensa kontak 'pintar', dan perangkat retina buatan."<ref>New Scientist 2014; Hosseini, Wright & Bhaskaran 2014; Farandos dkk. 2014</ref>
===Piroteknika===
===Piroteknika===
Metaloid yang dikenal memiliki aplikasi piroteknika atau sifat terkait. Boron dan silikon biasanya ditemui;<ref>Kosanke 2002, hlm. 110</ref> mereka bertindak seperti bahan bakar logam.<ref>Ellern 1968, hlm. 246, 326–27</ref> Boron digunakan dalam komposisi [[inisiator piroteknika]] (untuk menyalakan komposisi lain yang sulit dinyalakan), dan dalam [[komposisi penundaan]] yang terbakar pada laju konstan.<ref>Conkling & Mocella 2010, hlm. 82</ref> [[Boron karbida]] telah diidentifikasi sebagai pengganti yang mungkin untuk campuran [[barium]] atau [[heksakloroetana]] yang lebih beracun dalam amunisi asap, suar sinyal, dan kembang api.<ref>Crow 2011; Mainiero 2014</ref> Silikon, seperti boron, adalah komponen campuran inisiator dan penundaan.<ref>Conkling & Mocella 2010, hlm. 82</ref> Germanium yang didoping dapat bertindak sebagai bahan bakar [[termit]] berkecepatan variabel. [[Arsen trisulfida]] (As<sub>2</sub>S<sub>3</sub>) digunakan pada [[Cahaya biru (sinyal piroteknika)|lampu sinyal angkatan laut]] tua; dalam kembang api untuk membuat bintang putih;<ref>Ellern 1968, hlm. 135; Weingart 1947, hlm. 9</ref> dalam campuran [[layar asap]] kuning; dan dalam komposisi inisiator.<ref>Conkling & Mocella 2010, hlm. 83</ref> [[stibnit|Antimon trisulfida]] (Sb<sub>2</sub>S<sub>3</sub>) ditemukan dalam kembang api cahaya putih dan dalam campuran [[Bubuk kilat|kilat dan suara]].<ref>Conkling & Mocella 2010, hlm. 181, 213</ref> Telurium telah digunakan dalam campuran tunda dan dalam komposisi inisiator [[Detonator|tutup peledakan]].<ref>Ellern 1968, hlm. 209–10, 322</ref>


Metaloid yang dikenal memiliki aplikasi piroteknika atau sifat terkait. Boron dan silikon biasanya ditemui; mereka bertindak seperti bahan bakar logam. Boron digunakan dalam komposisi [[inisiator piroteknika]] (untuk menyalakan komposisi lain yang sulit dinyalakan), dan dalam [[komposisi penundaan]] yang terbakar pada laju konstan. [[Boron karbida]] telah diidentifikasi sebagai pengganti yang mungkin untuk campuran [[barium]] atau [[heksakloroetana]] yang lebih beracun dalam amunisi asap, suar sinyal, dan kembang api. Silikon, seperti boron, adalah komponen campuran inisiator dan penundaan. Germanium yang didoping dapat bertindak sebagai bahan bakar [[termit]] berkecepatan variabel. [[Arsen trisulfida]] (As<sub>2</sub>S<sub>3</sub>) digunakan pada [[Cahaya biru (sinyal piroteknika)|lampu sinyal angkatan laut]] tua; dalam kembang api untuk membuat bintang putih; dalam campuran [[layar asap]] kuning; dan dalam komposisi inisiator. [[stibnit|Antimon trisulfida]] (Sb<sub>2</sub>S<sub>3</sub>) ditemukan dalam kembang api cahaya putih dan dalam campuran [[Bubuk kilat|kilat dan suara]]. Telurium telah digunakan dalam campuran tunda dan dalam komposisi inisiator [[Detonator|tutup peledakan]].
Karbon, aluminium, fosforus, dan selenium melanjutkan tema. Karbon, dalam [[Bubuk mesiu|bubuk hitam]], adalah konstituen dari propelan roket kembang api, bahan peledak, dan campuran efek, serta sekring dan penyala militer.<ref>Russell 2009, hlm. 15, 17, 41, 79–80</ref> Aluminium adalah bahan piroteknika umum,<ref>Kosanke 2002, hlm. 110</ref> dan digunakan secara luas karena kapasitasnya untuk menghasilkan cahaya dan panas,<ref>Ellern 1968, hlm. 328</ref> termasuk dalam campuran termit.<ref>Conkling & Mocella 2010, hlm. 171</ref> Fosforus dapat ditemukan dalam pembakar asap dan amunisi, [[Campuran Armstrong|tutup kertas]] yang digunakan dalam [[tutup senjata|senjata mainan]], dan [[peletup pesta]].<ref>Conkling & Mocella 2011, hlm. 83–84</ref> Selenium telah digunakan dengan cara yang sama seperti telurium.<ref>Ellern 1968, hlm. 209–10, 322</ref>
 
Karbon, aluminium, fosforus, dan selenium melanjutkan tema. Karbon, dalam [[Bubuk mesiu|bubuk hitam]], adalah konstituen dari propelan roket kembang api, bahan peledak, dan campuran efek, serta sekring dan penyala militer. Aluminium adalah bahan piroteknika umum, dan digunakan secara luas karena kapasitasnya untuk menghasilkan cahaya dan panas, termasuk dalam campuran termit. Fosforus dapat ditemukan dalam pembakar asap dan amunisi, [[Campuran Armstrong|tutup kertas]] yang digunakan dalam [[tutup senjata|senjata mainan]], dan [[peletup pesta]]. Selenium telah digunakan dengan cara yang sama seperti telurium.
===Semikonduktor dan elektronika===
===Semikonduktor dan elektronika===
Semua elemen yang umumnya dikenal sebagai metaloid (atau senyawanya) telah digunakan dalam industri semikonduktor atau elektroniknya berbentuk padat.<ref>Berger 1997, hlm. 91; Hampel 1968, passim</ref>


Beberapa sifat boron telah membatasi penggunaannya sebagai semikonduktor. Ia memiliki titik lebur yang tinggi, [[kristal]] tunggalnya relatif sulit diperoleh, dan sulit untuk memasukkan dan mempertahankan pengotor terkontrol.<ref>Rochow 1966, hlm. 41; Berger 1997, hlm. 42–43</ref>


Semua elemen yang umumnya dikenal sebagai metaloid (atau senyawanya) telah digunakan dalam industri semikonduktor atau elektroniknya berbentuk padat.
Silikon adalah semikonduktor komersial terkemuka; ia membentuk dasar elektronika (termasuk sel surya standar)<ref>Bomgardner 2013, hlm. 20</ref> dan teknologi informasi serta komunikasi modern.<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 395; Brown dkk. 2009, hlm. 489</ref> Hal ini terlepas dari studi mengenai semikonduktor, pada awal abad ke-20, yang dianggap sebagai "fisika kotoran" dan tidak layak mendapat perhatian.<ref>Haller 2006, hlm. 4: "Studi dan pemahaman fisika semikonduktor berkembang lambat pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 ... Kotoran dan cacat ... tidak dapat dikontrol sampai tingkat yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang dapat direproduksi. Hal ini menyebabkan fisikawan berpengaruh, termasuk W. Pauli dan I. Rabi, berkomentar menghina tentang 'Fisika Kotoran'."; Hoddeson 2007, hlm. 25–34 (29)</ref>


Beberapa sifat boron telah membatasi penggunaannya sebagai semikonduktor. Ia memiliki titik lebur yang tinggi, [[kristal]] tunggalnya relatif sulit diperoleh, dan sulit untuk memasukkan dan mempertahankan pengotor terkontrol.
Germanium sebagian besar telah digantikan oleh silikon dalam perangkat semikonduktor, karena lebih murah, lebih tahan pada suhu operasi yang lebih tinggi, dan lebih mudah untuk bekerja selama proses fabrikasi mikroelektronika.<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 401; Büchel, Moretto & Woditsch 2003, hlm. 278</ref> Germanium masih merupakan konstituen "paduan" semikonduktor [[silikon–germanium]] dan paduan ini telah berkembang dalam penggunaan, terutama untuk perangkat komunikasi nirkabel; paduan tersebut mengeksploitasi mobilitas pembawa yang lebih tinggi dari germanium.<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 401; Büchel, Moretto & Woditsch 2003, hlm. 278</ref> Sintesis [[germanana]] semikonduktor dalam jumlah skala gram dilaporkan pada tahun 2013. Ini terdiri dari lembaran setebal satu atom dari atom germanium yang diakhiri dengan hidrogen, analog dengan [[grafana]]. Ia menghantarkan elektron lebih dari sepuluh kali lebih cepat daripada silikon dan lima kali lebih cepat dari germanium, dan diperkirakan memiliki potensi untuk aplikasi optoelektronika dan penginderaan.<ref>Bianco dkk. 2013</ref> Pengembangan anoda berbasis kawat germanium yang lebih dari dua kali lipat kapasitas [[baterai ion litium]] dilaporkan pada tahun 2014.<ref>University of Limerick 2014; Kennedy dkk. 2014</ref> Pada tahun yang sama, Lee dkk. melaporkan bahwa kristal [[grafena]] yang cukup besar untuk digunakan secara elektronika dapat ditanam dan dikeluarkan dari substrat germanium.<ref>Lee dkk. 2014</ref>


Silikon adalah semikonduktor komersial terkemuka; ia membentuk dasar elektronika (termasuk sel surya standar) dan teknologi informasi serta komunikasi modern. Hal ini terlepas dari studi mengenai semikonduktor, pada awal abad ke-20, yang dianggap sebagai "fisika kotoran" dan tidak layak mendapat perhatian.
Arsen dan antimon bukanlah semikonduktor dalam [[Keadaan standar#Cairan dan padatan|keadaan standarnya]]. Keduanya membentuk [[Daftar bahan semikonduktor|semikonduktor tipe III-V]] (seperti GaAs, [[Aluminium antimonida|AlSb]], atau GaInAsSb) di mana jumlah rata-rata elektron valensi per atom sama dengan jumlah elektron valensi [[Golongan karbon|unsur golongan 14]]. Senyawa ini lebih disukai untuk beberapa aplikasi khusus.<ref>Russell & Lee 2005, dkk. 421–22, 424</ref> Kristal nano antimon dapat memungkinkan [[baterai ion litium]] diganti dengan [[baterai ion natrium]] yang lebih kuat.<ref>He dkk. 2014</ref>


Germanium sebagian besar telah digantikan oleh silikon dalam perangkat semikonduktor, karena lebih murah, lebih tahan pada suhu operasi yang lebih tinggi, dan lebih mudah untuk bekerja selama proses fabrikasi mikroelektronika. Germanium masih merupakan konstituen "paduan" semikonduktor [[silikon–germanium]] dan paduan ini telah berkembang dalam penggunaan, terutama untuk perangkat komunikasi nirkabel; paduan tersebut mengeksploitasi mobilitas pembawa yang lebih tinggi dari germanium. Sintesis [[germanana]] semikonduktor dalam jumlah skala gram dilaporkan pada tahun 2013. Ini terdiri dari lembaran setebal satu atom dari atom germanium yang diakhiri dengan hidrogen, analog dengan [[grafana]]. Ia menghantarkan elektron lebih dari sepuluh kali lebih cepat daripada silikon dan lima kali lebih cepat dari germanium, dan diperkirakan memiliki potensi untuk aplikasi optoelektronika dan penginderaan. Pengembangan anoda berbasis kawat germanium yang lebih dari dua kali lipat kapasitas [[baterai ion litium]] dilaporkan pada tahun 2014. Pada tahun yang sama, Lee dkk. melaporkan bahwa kristal [[grafena]] yang cukup besar untuk digunakan secara elektronika dapat ditanam dan dikeluarkan dari substrat germanium.
Telurium, yang merupakan semikonduktor dalam keadaan standarnya, digunakan terutama sebagai komponen dalam [[kalkogenida]] [[Daftar bahan semikonduktor|semikonduktor tipe II/VI]]; mereka memiliki aplikasi dalam elektro-optika dan elektronika.<ref>Berger 1997, hlm. 91</ref> [[Kadmium telurida]] (CdTe) digunakan dalam modul surya untuk efisiensi konversi yang tinggi, biaya produksi yang rendah, dan [[sela pita]] yang besar sebesar 1,44 eV, membiarkannya menyerap berbagai panjang gelombang.<ref>Bomgardner 2013, hlm. 20</ref> [[Bismut telurida]] (Bi<sub>2</sub>Te<sub>3</sub>), berpadu dengan selenium dan antimon, adalah komponen [[Bahan termoelektrik|perangkat termoelektrik]] yang digunakan untuk refrigerasi atau pembangkit listrik portabel.<ref>ScienceDaily 2012</ref>


Arsen dan antimon bukanlah semikonduktor dalam [[Keadaan standar#Cairan dan padatan|keadaan standarnya]]. Keduanya membentuk [[Daftar bahan semikonduktor|semikonduktor tipe III-V]] (seperti GaAs, [[Aluminium antimonida|AlSb]], atau GaInAsSb) di mana jumlah rata-rata elektron valensi per atom sama dengan jumlah elektron valensi [[Golongan karbon|unsur golongan 14]]. Senyawa ini lebih disukai untuk beberapa aplikasi khusus. Kristal nano antimon dapat memungkinkan [[baterai ion litium]] diganti dengan [[baterai ion natrium]] yang lebih kuat.
Lima metaloid – boron, silikon, germanium, arsen, dan antimon – dapat ditemukan di telepon seluler (bersama dengan setidaknya 39 logam dan nonlogam lainnya).<ref>Reardon 2005; Meskers, Hagelüken & Van Damme 2009, hlm. 1131</ref> Telurium diperkirakan memiliki kegunaan seperti itu.<ref>The Economist 2012</ref> Dari metaloid yang kurang dikenal, fosforus, galium (khususnya), dan selenium memiliki aplikasi semikonduktor. Fosforus digunakan dalam jumlah kecil sebagai [[dopan]] untuk [[Semikonduktor ekstrinsik|semikonduktor tipe n]].<ref>Whitten 2007, hlm. 488</ref> Penggunaan komersial senyawa galium didominasi oleh aplikasi semikonduktor –  dalam sirkuit terpadu, telepon seluler, [[dioda laser]], [[dioda pemancar cahaya]], [[sensor cahaya]], dan [[panel surya]].<ref>Jaskula 2013</ref> Selenium digunakan dalam produksi sel surya<ref>German Energy Society 2008, hlm. 43–44</ref> dan [[pelindung lonjakan arus]] berenergi tinggi.<ref>Patel 2012, hlm. 248</ref>


Telurium, yang merupakan semikonduktor dalam keadaan standarnya, digunakan terutama sebagai komponen dalam [[kalkogenida]] [[Daftar bahan semikonduktor|semikonduktor tipe II/VI]]; mereka memiliki aplikasi dalam elektro-optika dan elektronika. [[Kadmium telurida]] (CdTe) digunakan dalam modul surya untuk efisiensi konversi yang tinggi, biaya produksi yang rendah, dan [[sela pita]] yang besar sebesar 1,44 eV, membiarkannya menyerap berbagai panjang gelombang. [[Bismut telurida]] (Bi<sub>2</sub>Te<sub>3</sub>), berpadu dengan selenium dan antimon, adalah komponen [[Bahan termoelektrik|perangkat termoelektrik]] yang digunakan untuk refrigerasi atau pembangkit listrik portabel.
Boron, silikon, germanium, antimon, dan telurium,<ref>Moore 2104; Universitas Utah 2014; Xu dkk. 2014</ref> serta logam yang lebih berat dan metaloid seperti Sm, Hg, Tl, Pb, Bi, dan Se,<ref>Yang dkk. 2012, hlm. 614</ref> dapat ditemukan dalam [[insulator topologis]]. Mereka adalah paduan<ref>Moore 2010, hlm. 195</ref> atau senyawa yang, pada suhu ultradingin atau suhu kamar (tergantung pada komposisinya), merupakan konduktor logam pada permukaannya tetapi insulator melalui interiornya.<ref>Moore 2011</ref> [[Kadmium arsenida]] Cd<sub>3</sub>As<sub>2</sub>, pada suhu sekitar 1 K, adalah semilogam Dirac – analog elektronik massal dari grafena – di mana elektron bergerak secara efektif sebagai partikel tak bermassa.<ref>Liu 2014</ref> Kedua kelas material ini dianggap memiliki aplikasi [[Komputer kuantum topologis|komputasi kuantum]] yang potensial.<ref>Bradley 2014; Universitas Utah 2014</ref>
 
Lima metaloid – boron, silikon, germanium, arsen, dan antimon – dapat ditemukan di telepon seluler (bersama dengan setidaknya 39 logam dan nonlogam lainnya). Telurium diperkirakan memiliki kegunaan seperti itu. Dari metaloid yang kurang dikenal, fosforus, galium (khususnya), dan selenium memiliki aplikasi semikonduktor. Fosforus digunakan dalam jumlah kecil sebagai [[dopan]] untuk [[Semikonduktor ekstrinsik|semikonduktor tipe n]]. Penggunaan komersial senyawa galium didominasi oleh aplikasi semikonduktor –  dalam sirkuit terpadu, telepon seluler, [[dioda laser]], [[dioda pemancar cahaya]], [[sensor cahaya]], dan [[panel surya]]. Selenium digunakan dalam produksi sel surya dan [[pelindung lonjakan arus]] berenergi tinggi.
 
Boron, silikon, germanium, antimon, dan telurium, serta logam yang lebih berat dan metaloid seperti Sm, Hg, Tl, Pb, Bi, dan Se, dapat ditemukan dalam [[insulator topologis]]. Mereka adalah paduan atau senyawa yang, pada suhu ultradingin atau suhu kamar (tergantung pada komposisinya), merupakan konduktor logam pada permukaannya tetapi insulator melalui interiornya. [[Kadmium arsenida]] Cd<sub>3</sub>As<sub>2</sub>, pada suhu sekitar 1 K, adalah semilogam Dirac – analog elektronik massal dari grafena – di mana elektron bergerak secara efektif sebagai partikel tak bermassa. Kedua kelas material ini dianggap memiliki aplikasi [[Komputer kuantum topologis|komputasi kuantum]] yang potensial.


==Nomenklatur dan sejarah==
==Nomenklatur dan sejarah==
===Derivasi dan nama lainnya===
===Derivasi dan nama lainnya===
Kata metaloid berasal dari [[bahasa Latin]] ''metallum'' ("logam") dan [[Bahasa Yunani|Yunani]] ''oeides'' ("menyerupai bentuk atau penampilan"). Beberapa nama kadang-kadang digunakan secara sinonim meskipun beberapa di antaranya memiliki arti lain yang tidak selalu dapat dipertukarkan: ''unsur amfoter,'' ''unsur batas,'' ''setengah logam,'' ''unsur setengah jalan,'' ''dekat logam,'' ''meta-logam,'' ''semikonduktor,'' ''semilogam,'' dan ''sublogam''. "Unsur amfoter" kadang-kadang digunakan secara lebih luas untuk memasukkan logam transisi yang mampu membentuk [[oksianion]], seperti kromium dan [[mangan]]. "[[Setengah logam]]" digunakan dalam fisika untuk merujuk pada senyawa (seperti [[Kromium(IV) oksida|kromium dioksida]]) atau paduan yang dapat bertindak sebagai konduktor dan [[insulator listrik|insulator]]. "Meta-logam" kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada logam tertentu ([[Berilium|Be]], [[Seng|Zn]], [[kadmium|Cd]], [[Raksa|Hg]], [[indium|In]], [[talium|Tl]], [[Timah#Sifat fisik|Sn-β]], [[timbal|Pb]]) yang terletak tepat di sebelah kiri metaloid pada tabel periodik standar. Logam-logam ini sebagian besar bersifat [[diamagnetik]] dan cenderung memiliki struktur kristal yang terdistorsi, nilai konduktivitas listrik di ujung bawah logam, dan oksida amfoter (basa lemah). "Semilogam" kadang-kadang mengacu, secara longgar atau eksplisit, pada logam dengan karakter logam yang tidak lengkap dalam struktur kristal, konduktivitas listrik, atau struktur elektronik. Contohnya termasuk galium, [[iterbium]], bismut, dan [[neptunium]]. Nama ''unsur amfoter'' dan ''semikonduktor'' bermasalah karena beberapa elemen yang disebut sebagai metaloid tidak menunjukkan perilaku amfoter (bismut, misalnya) atau semikonduktivitas (polonium) yang nyata dalam bentuknya yang paling stabil.
Kata metaloid berasal dari [[bahasa Latin]] ''metallum'' ("logam") dan [[Bahasa Yunani|Yunani]] ''oeides'' ("menyerupai bentuk atau penampilan").<ref>''Oxford English Dictionary'' 1989, 'metalloid'; Gordh, Gordh & Headrick 2003, hlm. 753</ref> Beberapa nama kadang-kadang digunakan secara sinonim meskipun beberapa di antaranya memiliki arti lain yang tidak selalu dapat dipertukarkan: ''unsur amfoter,''<ref>Foster 1936, hlm. 212–13; Brownlee dkk. 1943, hlm. 293</ref> ''unsur batas,''<ref>Calderazzo, Ercoli & Natta 1968, hlm. 257</ref> ''setengah logam,''<ref>Klemm 1950, hlm. 133–42; Reilly 2004, hlm. 4</ref> ''unsur setengah jalan,''<ref>Walters 1982, hlm. 32–33</ref> ''dekat logam,''<ref>Tyler 1948, hlm. 105</ref> ''meta-logam,''<ref>Foster & Wrigley 1958, hlm. 218: "Unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi dua kelas: mereka yang ''logam'' dan mereka yang bukan ''nonlogam''. Ada juga kelompok perantara yang dikenal sebagai ''metaloid,'' ''meta-logam,'' ''semikonduktor,'' atau ''semilogam''."</ref> ''semikonduktor,''<ref>Slade 2006, hlm. 16</ref> ''semilogam,''<ref>Corwin 2005, hlm. 80</ref> dan ''sublogam''.<ref>Barsanov & Ginzburg 1974, hlm. 330</ref> "Unsur amfoter" kadang-kadang digunakan secara lebih luas untuk memasukkan logam transisi yang mampu membentuk [[oksianion]], seperti kromium dan [[mangan]].<ref>Bradbury dkk. 1957, hlm. 157, 659</ref> "[[Setengah logam]]" digunakan dalam fisika untuk merujuk pada senyawa (seperti [[Kromium(IV) oksida|kromium dioksida]]) atau paduan yang dapat bertindak sebagai konduktor dan [[insulator listrik|insulator]]. "Meta-logam" kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada logam tertentu ([[Berilium|Be]], [[Seng|Zn]], [[kadmium|Cd]], [[Raksa|Hg]], [[indium|In]], [[talium|Tl]], [[Timah#Sifat fisik|Sn-β]], [[timbal|Pb]]) yang terletak tepat di sebelah kiri metaloid pada tabel periodik standar.<ref>Klemm 1950, hlm. 133–42; Reilly 2004, hlm. 4</ref> Logam-logam ini sebagian besar bersifat [[diamagnetik]]<ref>Miller, Lee & Choe 2002, hlm. 21</ref> dan cenderung memiliki struktur kristal yang terdistorsi, nilai konduktivitas listrik di ujung bawah logam, dan oksida amfoter (basa lemah).<ref>King 2004, hlm. 196–98; Ferro & Saccone 2008, hlm. 233</ref> "Semilogam" kadang-kadang mengacu, secara longgar atau eksplisit, pada logam dengan karakter logam yang tidak lengkap dalam struktur kristal, konduktivitas listrik, atau struktur elektronik. Contohnya termasuk galium,<ref>Pashaey & Seleznev 1973, hlm. 565; Gladyshev & Kovaleva 1998, hlm. 1445; Eason 2007, hlm. 294</ref> [[iterbium]],<ref>Johansen & Mackintosh 1970, hlm. 121–24; Divakar, Mohan & Singh 1984, hlm. 2337; Dávila dkk. 2002, hlm. 035411-3</ref> bismut,<ref>Jezequel & Thomas 1997, hlm. 6620–26</ref> dan [[neptunium]].<ref>Hindman 1968, hlm. 434: "Nilai tinggi yang diperoleh untuk resistivitas [listrik] menunjukkan bahwa sifat logam neptunium lebih dekat ke semilogam daripada logam sebenarnya. Hal ini juga berlaku untuk logam lain dalam deret aktinida."; Dunlap dkk. 1970, hlm. 44, 46: "... Np-α adalah semilogam, di mana efek kovalensi diyakini juga penting ... Untuk semilogam yang memiliki ikatan kovalen kuat, seperti Np-α ..."</ref> Nama ''unsur amfoter'' dan ''semikonduktor'' bermasalah karena beberapa elemen yang disebut sebagai metaloid tidak menunjukkan perilaku amfoter (bismut, misalnya)<ref>Lister 1965, hlm. 54</ref> atau semikonduktivitas (polonium) yang nyata<ref>Cotton dkk. 1999, hlm. 502</ref> dalam bentuknya yang paling stabil.
===Asal dan penggunaan===
===Asal dan penggunaan===
Asal-usul dan penggunaan istilah ''metaloid'' berbelit-belit. Asal-usulnya terletak pada upaya, yang berasal dari zaman kuno, untuk menggambarkan logam dan untuk membedakan antara bentuk yang khas dan yang kurang khas. Istilah ini pertama kali diterapkan pada awal abad ke-19 untuk logam yang mengapung di atas air (natrium dan kalium), dan kemudian lebih populer untuk nonlogam. Penggunaan sebelumnya dalam [[mineralogi]], untuk menggambarkan mineral yang memiliki penampilan logam, dapat bersumber pada awal 1800. Sejak pertengahan abad ke-20 istilah ini telah digunakan untuk merujuk pada unsur kimia antara atau batas. [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC) sebelumnya merekomendasikan untuk mengabaikan istilah metaloid, dan menyarankan penggunaan istilah ''semilogam'' sebagai gantinya. Penggunaan istilah semilogam baru-baru ini tidak disarankan oleh Atkins dkk. karena memiliki arti yang berbeda dalam fisika – yang lebih khusus mengacu pada [[struktur pita elektronik]] suatu zat daripada klasifikasi keseluruhan suatu unsur. Publikasi IUPAC terbaru mengenai nomenklatur dan terminologi tidak menyertakan rekomendasi apa pun tentang penggunaan istilah metaloid atau semilogam.
Asal-usul dan penggunaan istilah ''metaloid'' berbelit-belit. Asal-usulnya terletak pada upaya, yang berasal dari zaman kuno, untuk menggambarkan logam dan untuk membedakan antara bentuk yang khas dan yang kurang khas. Istilah ini pertama kali diterapkan pada awal abad ke-19 untuk logam yang mengapung di atas air (natrium dan kalium), dan kemudian lebih populer untuk nonlogam. Penggunaan sebelumnya dalam [[mineralogi]], untuk menggambarkan mineral yang memiliki penampilan logam, dapat bersumber pada awal 1800.<ref>Pinkerton 1800, hlm. 81</ref> Sejak pertengahan abad ke-20 istilah ini telah digunakan untuk merujuk pada unsur kimia antara atau batas.<ref>Goldsmith 1982, hlm. 526</ref> [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional]] (IUPAC) sebelumnya merekomendasikan untuk mengabaikan istilah metaloid, dan menyarankan penggunaan istilah ''semilogam'' sebagai gantinya.<ref>Friend 1953, hlm. 68; IUPAC 1959, hlm. 10; IUPAC 1971, hlm. 11</ref> Penggunaan istilah semilogam baru-baru ini tidak disarankan oleh Atkins dkk.<ref>Atkins dkk. 2010, hlm. 20</ref> karena memiliki arti yang berbeda dalam fisika – yang lebih khusus mengacu pada [[struktur pita elektronik]] suatu zat daripada klasifikasi keseluruhan suatu unsur. Publikasi IUPAC terbaru mengenai nomenklatur dan terminologi tidak menyertakan rekomendasi apa pun tentang penggunaan istilah metaloid atau semilogam.<ref>IUPAC 2005; IUPAC 2006–</ref>
==Unsur yang umum dikenal sebagai metaloid==
==Unsur yang umum dikenal sebagai metaloid==
:''Sifat-sifat yang dicatat dalam bagian ini mengacu pada unsur-unsur dalam bentuknya yang paling stabil secara termodinamika di bawah kondisi sekitar.''
:''Sifat-sifat yang dicatat dalam bagian ini mengacu pada unsur-unsur dalam bentuknya yang paling stabil secara termodinamika di bawah kondisi sekitar.''
===Boron===
===Boron===
Boron murni adalah padatan kristal mengkilap berwarna abu-abu perak.<ref>Housecroft & Sharpe 2008, hlm. 331; Oganov 2010, hlm. 212</ref> Ia kurang padat dari aluminium (2,34 vs. 2,70 g/cm<sup>3</sup>), dan keras serta rapuh. Ia hampir tidak reaktif dalam kondisi normal, kecuali untuk serangan [[fluorin]],<ref>Housecroft & Sharpe 2008, hlm. 333</ref> dan memiliki titik lebur 2076&nbsp;°C (sebagai perbandingan, baja memiliki titik lebur ~1370&nbsp;°C).<ref>Kross 2011</ref> Boron adalah sebuah semikonduktor;<ref>Berger 1997, hlm. 37</ref> konduktivitas listriknya pada suhu kamar adalah 1,5 × 10<sup>−6</sup> [[Siemens (satuan)|S]]•cm<sup>−1</sup><ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 144</ref> (sekitar 200 kali lebih kecil dari air keran)<ref>Kopp, Lipták & Eren 2003, hlm. 221</ref> dan memiliki sela pita sekitar 1,56&nbsp;eV.<ref>Prudenziati 1977, hlm. 242</ref> Mendeleev berkomentar bahwa, "Boron muncul dalam keadaan bebas dalam beberapa bentuk yang merupakan perantara antara logam dan nonlogam."<ref>Mendeléeff 1897, hlm. 57</ref>
Struktur kimia boron didominasi oleh ukuran atomnya yang kecil, dan energi ionisasinya yang relatif tinggi. Dengan hanya tiga elektron valensi per atom boron, ikatan kovalen sederhana tidak dapat memenuhi kaidah oktet.<ref>Rayner-Canham & Overton 2006, hlm. 291</ref> Ikatan logam adalah hasil yang biasa terjadi di antara kongener boron yang lebih berat tetapi ini umumnya membutuhkan energi ionisasi yang rendah.<ref>Siekierski & Burgess 2002, hlm. 63</ref> Sebaliknya, karena ukurannya yang kecil dan energi ionisasinya yang tinggi, unit struktural dasar boron (dan hampir semua alotropnya) adalah gugus B<sub>12</sub> ikosahedral. Dari 36 elektron yang berasosiasi dengan 12 atom boron, 26 berada di 13 orbital molekul yang terdelokalisasi; 10 elektron lainnya digunakan untuk membentuk ikatan kovalen dua dan tiga pusat antara ikosahedra.<ref>Siekierski & Burgess 2002, hlm. 86</ref> Motif yang sama dapat dilihat, seperti varian atau fragmen [[deltahedron|deltahedral]], pada borida logam dan turunan hidrida, serta pada beberapa halida.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 141; Henderson 2000, hlm. 58; Housecroft & Sharpe 2008, hlm. 360–72</ref>


Boron murni adalah padatan kristal mengkilap berwarna abu-abu perak. Ia kurang padat dari aluminium (2,34 vs. 2,70 g/cm<sup>3</sup>), dan keras serta rapuh. Ia hampir tidak reaktif dalam kondisi normal, kecuali untuk serangan [[fluorin]], dan memiliki titik lebur 2076&nbsp;°C (sebagai perbandingan, baja memiliki titik lebur ~1370&nbsp;°C). Boron adalah sebuah semikonduktor; konduktivitas listriknya pada suhu kamar adalah 1,5 × 10<sup>−6</sup> [[Siemens (satuan)|S]]•cm<sup>−1</sup> (sekitar 200 kali lebih kecil dari air keran) dan memiliki sela pita sekitar 1,56&nbsp;eV. Mendeleev berkomentar bahwa, "Boron muncul dalam keadaan bebas dalam beberapa bentuk yang merupakan perantara antara logam dan nonlogam."
Ikatan dalam boron telah digambarkan sebagai karakteristik perilaku antara logam dan padatan [[Ikatan kovalen jaringan|jaringan kovalen]] nonlogam (seperti [[intan]]).<ref>Parry dkk. 1970, hlm. 438, 448–51</ref> Energi yang dibutuhkan untuk mengubah B, C, N, Si, dan P dari keadaan nonlogam menjadi logam telah diperkirakan masing-masing sebesar 30, 100, 240, 33, dan 50 kJ/mol. Hal ini menunjukkan kedekatan boron dengan batas logam-nonlogam.<ref>Fehlner 1990, hlm. 202</ref>
Struktur kimia boron didominasi oleh ukuran atomnya yang kecil, dan energi ionisasinya yang relatif tinggi. Dengan hanya tiga elektron valensi per atom boron, ikatan kovalen sederhana tidak dapat memenuhi kaidah oktet. Ikatan logam adalah hasil yang biasa terjadi di antara kongener boron yang lebih berat tetapi ini umumnya membutuhkan energi ionisasi yang rendah. Sebaliknya, karena ukurannya yang kecil dan energi ionisasinya yang tinggi, unit struktural dasar boron (dan hampir semua alotropnya) adalah gugus B<sub>12</sub> ikosahedral. Dari 36 elektron yang berasosiasi dengan 12 atom boron, 26 berada di 13 orbital molekul yang terdelokalisasi; 10 elektron lainnya digunakan untuk membentuk ikatan kovalen dua dan tiga pusat antara ikosahedra. Motif yang sama dapat dilihat, seperti varian atau fragmen [[deltahedron|deltahedral]], pada borida logam dan turunan hidrida, serta pada beberapa halida.


Ikatan dalam boron telah digambarkan sebagai karakteristik perilaku antara logam dan padatan [[Ikatan kovalen jaringan|jaringan kovalen]] nonlogam (seperti [[intan]]). Energi yang dibutuhkan untuk mengubah B, C, N, Si, dan P dari keadaan nonlogam menjadi logam telah diperkirakan masing-masing sebesar 30, 100, 240, 33, dan 50 kJ/mol. Hal ini menunjukkan kedekatan boron dengan batas logam-nonlogam.
Sebagian besar kimia boron bersifat nonlogam.<ref>Fehlner 1990, hlm. 202</ref> Tidak seperti kongenernya yang lebih berat, ia tidak diketahui membentuk kation B<sup>3+</sup> sederhana atau kation [B(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub>]<sup>3+</sup> terhidrasi.<ref>Owen & Brooker 1991, hlm. 59; Wiberg 2001, hlm. 936</ref> Ukuran kecil atom boron memungkinkan pembuatan banyak borida tipe paduan [[Cacat interstisi|interstisial]].<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 145</ref> Analogi antara boron dan logam transisi telah dicatat dalam pembentukan [[Kompleks koordinasi|kompleks]],<ref>Houghton 1979, hlm. 59</ref> dan [[Aduk (kimia)|aduk]] (misalnya, BH<sub>3</sub> + [[Karbon monoksida|CO]] →BH<sub>3</sub>CO dan, sama halnya, Fe(CO)<sub>4</sub> + CO →Fe(CO)<sub>5</sub>), serta dalam struktur geometris dan elektronik [[Gugus atom|spesies gugus]] seperti [B<sub>6</sub>H<sub>6</sub>]<sup>2−</sup> dan [Ru<sub>6</sub>(CO)<sub>18</sub>]<sup>2−</sup>.<ref>Fehlner 1990, hlm. 204–05, 207</ref> Kimia berair boron dicirikan oleh pembentukan banyak [[Borat#Ion polimer|anion poliborat]] yang berbeda.<ref>Salentine 1987, hlm. 128–32; MacKay, MacKay & Henderson 2002, hlm. 439–40; Kneen, Rogers & Simpson 1972, hlm. 394; Hiller & Herber 1960, inside front cover; hlm. 225</ref> Mengingat rasio muatan terhadap ukurannya yang tinggi, boron berikatan secara kovalen di hampir semua senyawanya;<ref>Sharp 1983, hlm. 56</ref> pengecualiannya adalah [[borida]] karena ini termasuk, tergantung pada komposisinya, komponen ikatan kovalen, ionik, dan logamnya.<ref>Fokwa 2014, hlm. 10</ref> Senyawa biner sederhana, seperti [[boron triklorida]] adalah [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] karena pembentukan tiga ikatan kovalen meninggalkan lubang di [[kaidah oktet|oktet]] yang dapat diisi oleh pasangan elektron yang disumbangkan oleh [[Asam dan basa Lewis#Basa Lewis|basa Lewis]].<ref>Rayner-Canham & Overton 2006, hlm. 291</ref> Boron memiliki afinitas yang kuat untuk [[oksigen]] dan kimia [[borat]] yang ekstensif.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 145</ref> Oksida B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> adalah [[polimer]]ik dalam struktur,<ref>Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59</ref> asam lemah,<ref>Mahan 1965, hlm. 485</ref> dan pembentuk kaca.<ref>Rao 2002, hlm. 22</ref> [[Kimia organologam|Senyawa organologam]] boron telah dikenal sejak abad ke-19 (lihat [[kimia organoboron]]).<ref>Haiduc & Zuckerman 1985, hlm. 82</ref>
 
Sebagian besar kimia boron bersifat nonlogam. Tidak seperti kongenernya yang lebih berat, ia tidak diketahui membentuk kation B<sup>3+</sup> sederhana atau kation [B(H<sub>2</sub>O)<sub>4</sub>]<sup>3+</sup> terhidrasi. Ukuran kecil atom boron memungkinkan pembuatan banyak borida tipe paduan [[Cacat interstisi|interstisial]]. Analogi antara boron dan logam transisi telah dicatat dalam pembentukan [[Kompleks koordinasi|kompleks]], dan [[Aduk (kimia)|aduk]] (misalnya, BH<sub>3</sub> + [[Karbon monoksida|CO]] →BH<sub>3</sub>CO dan, sama halnya, Fe(CO)<sub>4</sub> + CO →Fe(CO)<sub>5</sub>), serta dalam struktur geometris dan elektronik [[Gugus atom|spesies gugus]] seperti [B<sub>6</sub>H<sub>6</sub>]<sup>2−</sup> dan [Ru<sub>6</sub>(CO)<sub>18</sub>]<sup>2−</sup>. Kimia berair boron dicirikan oleh pembentukan banyak [[Borat#Ion polimer|anion poliborat]] yang berbeda. Mengingat rasio muatan terhadap ukurannya yang tinggi, boron berikatan secara kovalen di hampir semua senyawanya; pengecualiannya adalah [[borida]] karena ini termasuk, tergantung pada komposisinya, komponen ikatan kovalen, ionik, dan logamnya. Senyawa biner sederhana, seperti [[boron triklorida]] adalah [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] karena pembentukan tiga ikatan kovalen meninggalkan lubang di [[kaidah oktet|oktet]] yang dapat diisi oleh pasangan elektron yang disumbangkan oleh [[Asam dan basa Lewis#Basa Lewis|basa Lewis]]. Boron memiliki afinitas yang kuat untuk [[oksigen]] dan kimia [[borat]] yang ekstensif. Oksida B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> adalah [[polimer]]ik dalam struktur, asam lemah, dan pembentuk kaca. [[Kimia organologam|Senyawa organologam]] boron telah dikenal sejak abad ke-19 (lihat [[kimia organoboron]]).
===Silikon===
===Silikon===
Silikon adalah padatan kristal dengan kilau logam biru-abu-abu.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 331</ref> Seperti boron, ia kurang padat (pada 2,33 g/cm<sup>3</sup>) dibandingkan aluminium, dan keras serta rapuh.<ref>Wiberg 2001, hlm. 824</ref> Ia adalah unsur yang relatif tidak reaktif.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 331</ref> Menurut Rochow,<ref>Rochow 1973, hlm. 1337‒38</ref> bentuk kristal masif (terutama jika murni) adalah "sangat lengai terhadap semua asam, termasuk [[Asam fluorida|hidrofluorida]]". Silikon yang kurang murni, dan bentuk bubuknya, sangat rentan terhadap serangan asam kuat atau asam yang dipanaskan, serta oleh uap dan fluorin.<ref>Rochow 1973, hlm. 1337, 1340</ref> Silikon larut dalam [[alkali]] berair panas dengan evolusi [[hidrogen]], seperti halnya logam<ref>Allen & Ordway 1968, hlm. 152</ref> seperti berilium, aluminium, seng, galium, atau indium.<ref>Eagleson 1994, hlm. 48, 127, 438, 1194; Massey 2000, hlm. 191</ref> Ia melebur pada suhu 1414&nbsp;°C. Silikon adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik 10<sup>−4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup><ref>Orton 2004, hlm. 7 Ini adalah nilai khas untuk silikon dengan kemurnian tinggi.</ref> dan celah pita sekitar 1,11&nbsp;eV.<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 393</ref> Ketika meleleh, silikon menjadi logam yang masuk akal<ref>Coles & Caplin 1976, hlm. 106</ref> dengan konduktivitas listrik 1,0–1,3 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>, mirip dengan raksa cair.<ref>Glazov, Chizhevskaya & Glagoleva 1969, hlm. 59–63; Allen & Broughton 1987, hlm. 4967</ref>


 
Sifat kimia silikon umumnya nonmetalik (kovalen).<ref>Cotton, Wilkinson & Gaus 1995, hlm. 393</ref> Ia tidak diketahui membentuk kation.<ref>Wiberg 2001, hlm. 834</ref> Silikon dapat membentuk paduan dengan logam seperti besi dan tembaga.<ref>Partington 1944, hlm. 723</ref> Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa.<ref>Cox 2004, hlm. 27</ref> Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.<ref>Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225</ref> Kekuatan tinggi dari [[ikatan silikon–oksigen]] mendominasi perilaku kimia silikon.<ref>Kneen, Rogers dan Simpson 1972, hlm. 384</ref> Silikat polimer, dibangun oleh unit SiO<sub>4</sub> tetrahedral yang berbagi atom oksigennya, adalah senyawa silikon yang paling melimpah dan penting.<ref>Bailar, Moeller & Kleinberg 1965, hlm. 513</ref> Borat polimer, yang terdiri dari unit BO<sub>3</sub> atau BO<sub>4</sub> trigonal dan tetrahedral yang terhubung, dibuat berdasarkan prinsip struktur yang serupa.<ref>Cotton, Wilkinson & Gaus 1995, hlm. 319, 321</ref> Oksida SiO<sub>2</sub> adalah polimer dalam struktur,<ref>Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59</ref> asam lemah,<ref>Smith 1990, hlm. 175</ref> dan pembentuk kaca.<ref>Rao 2002, hlm. 22</ref> Kimia organologam tradisional mencakup senyawa karbon silikon (lihat [[Senyawa organosilikon|organosilikon]]).<ref>Powell 1988, hlm. 1</ref>
Silikon adalah padatan kristal dengan kilau logam biru-abu-abu. Seperti boron, ia kurang padat (pada 2,33 g/cm<sup>3</sup>) dibandingkan aluminium, dan keras serta rapuh. Ia adalah unsur yang relatif tidak reaktif. Menurut Rochow, bentuk kristal masif (terutama jika murni) adalah "sangat lengai terhadap semua asam, termasuk [[Asam fluorida|hidrofluorida]]". Silikon yang kurang murni, dan bentuk bubuknya, sangat rentan terhadap serangan asam kuat atau asam yang dipanaskan, serta oleh uap dan fluorin. Silikon larut dalam [[alkali]] berair panas dengan evolusi [[hidrogen]], seperti halnya logam seperti berilium, aluminium, seng, galium, atau indium. Ia melebur pada suhu 1414&nbsp;°C. Silikon adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik 10<sup>−4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup> dan celah pita sekitar 1,11&nbsp;eV. Ketika meleleh, silikon menjadi logam yang masuk akal dengan konduktivitas listrik 1,0–1,3 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>, mirip dengan raksa cair.
 
Sifat kimia silikon umumnya nonmetalik (kovalen). Ia tidak diketahui membentuk kation. Silikon dapat membentuk paduan dengan logam seperti besi dan tembaga. Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa. Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion. Kekuatan tinggi dari [[ikatan silikon–oksigen]] mendominasi perilaku kimia silikon. Silikat polimer, dibangun oleh unit SiO<sub>4</sub> tetrahedral yang berbagi atom oksigennya, adalah senyawa silikon yang paling melimpah dan penting. Borat polimer, yang terdiri dari unit BO<sub>3</sub> atau BO<sub>4</sub> trigonal dan tetrahedral yang terhubung, dibuat berdasarkan prinsip struktur yang serupa. Oksida SiO<sub>2</sub> adalah polimer dalam struktur, asam lemah, dan pembentuk kaca. Kimia organologam tradisional mencakup senyawa karbon silikon (lihat [[Senyawa organosilikon|organosilikon]]).
===Germanium===
===Germanium===
Germanium adalah padatan putih abu-abu mengkilap.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 371</ref> Ia memiliki massa jenis 5,323 g/cm<sup>3</sup> dan keras serta rapuh.<ref>Cusack 1967, hlm. 193</ref> Ia sebagian besar tidak reaktif pada suhu kamar tetapi secara perlahan diserang oleh [[asam sulfat]] atau [[asam nitrat|nitrat]] pekat panas.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 373</ref> Germanium juga bereaksi dengan [[natrium hidroksida|soda kaustik]] cair untuk menghasilkan natrium germanat (Na<sub>2</sub>GeO<sub>3</sub>) dan gas hidrogen.<ref>Moody 1991, hlm. 273</ref> Ia melebur pada suhu 938&nbsp;°C. Germanium adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik sekitar 2 × 10<sup>−2</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup><ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 373</ref> dan sela pita 0,67&nbsp;eV.<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 399</ref> Germanium cair adalah konduktor logam, dengan konduktivitas listrik yang mirip dengan raksa cair.<ref>Berger 1997, hlm. 71–72</ref>


 
Sebagian besar sifat kimia germanium adalah karakteristik nonlogam.<ref>Jolly 1966, hlm. 125–6</ref> Tidak jelas apakah germanium membentuk kation atau tidak, selain dari laporan keberadaan ion Ge<sup>2+</sup> dalam beberapa senyawa esoterik. Ia dapat membentuk paduan dengan logam seperti aluminium dan [[emas]].<ref>Schwartz 2002, hlm. 269</ref> Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa.<ref>Cox 2004, hlm. 27</ref> Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.<ref>Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225</ref> Germanium umumnya membentuk senyawa tetravalen (IV), dan juga dapat membentuk senyawa divalen (II) yang kurang stabil, di mana ia berperilaku lebih seperti logam.<ref>Eggins 1972, hlm. 66; Wiberg 2001, hlm. 895</ref> Analog germanium dari semua jenis utama silikat telah disiapkan.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 383</ref> Karakter logam germanium juga ditunjukkan oleh pembentukan berbagai garam [[asam okso]]. Sebuah fosfat [(HPO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>Ge·H<sub>2</sub>O] dan trifluoroasetat Ge(OCOCF<sub>3</sub>)<sub>4</sub> yang sangat stabil telah dijelaskan, seperti halnya Ge<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>, Ge(ClO<sub>4</sub>)<sub>4</sub> dan GeH<sub>2</sub>(C<sub>2</sub>O<sub>4</sub>)<sub>3</sub>.<ref>Glockling 1969, hlm. 38; Wells 1984, hlm. 1175</ref> Oksida GeO<sub>2</sub> adalah polimer,<ref>Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59</ref> amfoter,<ref>Cooper 1968, hlm. 28–29</ref> dan pembentuk kaca.<ref>Rao 2002, hlm. 22</ref> Germanium dioksida larut dalam larutan asam (germanium monoksida (GeO), bahkan lebih), dan ini kadang-kadang digunakan untuk mengklasifikasikan germanium sebagai logam.<ref>Steele 1966, hlm. 178, 188–89</ref> Sampai tahun 1930-an germanium dianggap sebagai logam konduktor yang buruk;<ref>Haller 2006, hlm. 3</ref> ia kadang-kadang diklasifikasikan sebagai logam oleh beberapa selanjutnya.<ref>Lihat, untuk contoh, Walker & Tarn 1990, hlm. 590</ref> Seperti semua unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid, germanium memiliki kimia organologam yang mapan (lihat [[Senyawa organogermanium|Kimia organogermanium]]).<ref>Wiberg 2001, hlm. 742</ref>
Germanium adalah padatan putih abu-abu mengkilap. Ia memiliki massa jenis 5,323 g/cm<sup>3</sup> dan keras serta rapuh. Ia sebagian besar tidak reaktif pada suhu kamar tetapi secara perlahan diserang oleh [[asam sulfat]] atau [[asam nitrat|nitrat]] pekat panas. Germanium juga bereaksi dengan [[natrium hidroksida|soda kaustik]] cair untuk menghasilkan natrium germanat (Na<sub>2</sub>GeO<sub>3</sub>) dan gas hidrogen. Ia melebur pada suhu 938&nbsp;°C. Germanium adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik sekitar 2 × 10<sup>−2</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup> dan sela pita 0,67&nbsp;eV. Germanium cair adalah konduktor logam, dengan konduktivitas listrik yang mirip dengan raksa cair.
 
Sebagian besar sifat kimia germanium adalah karakteristik nonlogam. Tidak jelas apakah germanium membentuk kation atau tidak, selain dari laporan keberadaan ion Ge<sup>2+</sup> dalam beberapa senyawa esoterik. Ia dapat membentuk paduan dengan logam seperti aluminium dan [[emas]]. Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa. Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion. Germanium umumnya membentuk senyawa tetravalen (IV), dan juga dapat membentuk senyawa divalen (II) yang kurang stabil, di mana ia berperilaku lebih seperti logam. Analog germanium dari semua jenis utama silikat telah disiapkan. Karakter logam germanium juga ditunjukkan oleh pembentukan berbagai garam [[asam okso]]. Sebuah fosfat [(HPO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>Ge·H<sub>2</sub>O] dan trifluoroasetat Ge(OCOCF<sub>3</sub>)<sub>4</sub> yang sangat stabil telah dijelaskan, seperti halnya Ge<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>, Ge(ClO<sub>4</sub>)<sub>4</sub> dan GeH<sub>2</sub>(C<sub>2</sub>O<sub>4</sub>)<sub>3</sub>. Oksida GeO<sub>2</sub> adalah polimer, amfoter, dan pembentuk kaca. Germanium dioksida larut dalam larutan asam (germanium monoksida (GeO), bahkan lebih), dan ini kadang-kadang digunakan untuk mengklasifikasikan germanium sebagai logam. Sampai tahun 1930-an germanium dianggap sebagai logam konduktor yang buruk; ia kadang-kadang diklasifikasikan sebagai logam oleh beberapa selanjutnya. Seperti semua unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid, germanium memiliki kimia organologam yang mapan (lihat [[Senyawa organogermanium|Kimia organogermanium]]).
===Arsen===
===Arsen===
Arsen adalah padatan berwarna abu-abu yang tampak seperti logam. Ia memiliki massa jenis 5,727 g/cm<sup>3</sup> dan rapuh, serta cukup keras (lebih dari aluminium; kurang dari [[besi]]).<ref>Gray, Whitby & Mann 2011</ref> Ia stabil di udara kering tetapi mengembangkan patina perunggu emas di udara lembap, yang menghitam pada paparan lebih lanjut. Arsen dapat diserang oleh asam nitrat dan asam sulfat pekat. Ia bereaksi dengan soda kaustik yang menyatu menghasilkan arsenat Na<sub>3</sub>AsO<sub>3</sub> dan gas hidrogen.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 552</ref> Arsen [[Sublimasi (perubahan wujud zat)|menyublim]] pada suhu 615&nbsp;°C. Uapnya berwarna kuning lemon dan berbau seperti bawang putih.<ref>Parkes & Mellor 1943, hlm. 740</ref> Arsen hanya melebur di bawah tekanan 38,6 [[Atmosfer (satuan)|atm]], pada suhu 817&nbsp;°C.<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 420</ref> Ia adalah sebuah semilogam dengan konduktivitas listrik sekitar 3,9 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup><ref>Carapella 1968, hlm. 30</ref> dan tumpang-tindih pita 0,5&nbsp;eV.<ref>Barfuß dkk. 1981, hlm. 967</ref> Arsen cair adalah sebuah semikonduktor dengan sela pita 0,15&nbsp;eV.<ref>Bailar & Trotman-Dickenson 1973, hlm. 558; Li 1990</ref>


 
Kimia arsen sebagian besar nonmetalik.<ref>Bailar, Moeller & Kleinberg 1965, hlm. 477</ref> Apakah arsen dapat membentuk kation atau tidak masihlah belum jelas. Banyak dari logam paduannya rapuh.<ref>Eagleson 1994, hlm. 91</ref> Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa.<ref>Cox 2004, hlm. 27</ref> Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.<ref>Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225</ref> Arsen umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi +3 atau +5.<ref>Massey 2000, hlm. 267</ref> Halida, dan oksida dan turunannya adalah contoh ilustrasif.<ref>Bailar, Moeller & Kleinberg 1965, hlm. 513</ref> Dalam keadaan trivalen, arsen menunjukkan beberapa sifat logam yang baru jadi.<ref>Timm 1944, hlm. 454</ref> Halidanya [[Hidrolisis|terhidrolisis]] oleh air tetapi reaksi ini, terutama reaksi klorida, dapat dibalik dengan penambahan [[Hidrogen halida|asam halida]].<ref>Partington 1944, hlm. 641; Kleinberg, Argersinger & Griswold 1960, hlm. 419</ref> Oksidanya bersifat asam tetapi, seperti disebutkan di bawah, bersifat amfoter (lemah). Keadaan pentavalen yang lebih tinggi, kurang stabil, memiliki sifat (nonmetalik) asam kuat.<ref>Morgan 1906, hlm. 163; Moeller 1954, hlm. 559</ref> Dibandingkan dengan fosforus, sifat logam arsen yang lebih kuat ditunjukkan dengan terbentuknya garam asam okso seperti AsPO<sub>4</sub>, As<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub> dan arsen asetat As(CH<sub>3</sub>COO)<sub>3</sub>.<ref>Zingaro 1994, hlm. 197; Emeléus & Sharpe 1959, hlm. 418; Addison & Sowerby 1972, hlm. 209; Mellor 1964, hlm. 337</ref> Oksida As<sub>2</sub>O<sub>3</sub> adalah polimer,<ref>Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59</ref> amfoter,<ref>Pourbaix 1974, hlm. 521; Eagleson 1994, hlm. 92; Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 572</ref> dan pembentuk kaca.<ref>Rao 2002, hlm. 22</ref> Arsen memiliki kimia organologam yang luas (lihat [[Kimia organoarsen]]).<ref>Krannich & Watkins 2006</ref>
Arsen adalah padatan berwarna abu-abu yang tampak seperti logam. Ia memiliki massa jenis 5,727 g/cm<sup>3</sup> dan rapuh, serta cukup keras (lebih dari aluminium; kurang dari [[besi]]). Ia stabil di udara kering tetapi mengembangkan patina perunggu emas di udara lembap, yang menghitam pada paparan lebih lanjut. Arsen dapat diserang oleh asam nitrat dan asam sulfat pekat. Ia bereaksi dengan soda kaustik yang menyatu menghasilkan arsenat Na<sub>3</sub>AsO<sub>3</sub> dan gas hidrogen. Arsen [[Sublimasi (perubahan wujud zat)|menyublim]] pada suhu 615&nbsp;°C. Uapnya berwarna kuning lemon dan berbau seperti bawang putih. Arsen hanya melebur di bawah tekanan 38,6 [[Atmosfer (satuan)|atm]], pada suhu 817&nbsp;°C. Ia adalah sebuah semilogam dengan konduktivitas listrik sekitar 3,9 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup> dan tumpang-tindih pita 0,5&nbsp;eV. Arsen cair adalah sebuah semikonduktor dengan sela pita 0,15&nbsp;eV.
 
Kimia arsen sebagian besar nonmetalik. Apakah arsen dapat membentuk kation atau tidak masihlah belum jelas. Banyak dari logam paduannya rapuh. Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa. Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion. Arsen umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi +3 atau +5. Halida, dan oksida dan turunannya adalah contoh ilustrasif. Dalam keadaan trivalen, arsen menunjukkan beberapa sifat logam yang baru jadi. Halidanya [[Hidrolisis|terhidrolisis]] oleh air tetapi reaksi ini, terutama reaksi klorida, dapat dibalik dengan penambahan [[Hidrogen halida|asam halida]]. Oksidanya bersifat asam tetapi, seperti disebutkan di bawah, bersifat amfoter (lemah). Keadaan pentavalen yang lebih tinggi, kurang stabil, memiliki sifat (nonmetalik) asam kuat. Dibandingkan dengan fosforus, sifat logam arsen yang lebih kuat ditunjukkan dengan terbentuknya garam asam okso seperti AsPO<sub>4</sub>, As<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub> dan arsen asetat As(CH<sub>3</sub>COO)<sub>3</sub>. Oksida As<sub>2</sub>O<sub>3</sub> adalah polimer, amfoter, dan pembentuk kaca. Arsen memiliki kimia organologam yang luas (lihat [[Kimia organoarsen]]).
===Antimon===
===Antimon===
Antimon adalah padatan perak-putih dengan warna biru dan kilau yang cemerlang.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 552</ref> Ia memiliki massa jenis 6,697 g/cm<sup>3</sup> dan rapuh, serta agak keras (lebih dari arsen; kurang dari besi; hampir sama dengan tembaga).<ref>Gray, Whitby & Mann 2011</ref> Ia stabil di udara dan kelembapan pada suhu kamar. Ia dapat diserang oleh asam nitrat pekat, menghasilkan pentoksida terhidrasi Sb<sub>2</sub>O<sub>5</sub>. [[Air raja]] menghasilkan pentaklorida SbCl<sub>5</sub> dan asam sulfat pekat panas menghasilkan [[Antimon(III) sulfat|sulfat]] Sb<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub>.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 553</ref> Ia tidak terpengaruh oleh alkali cair.<ref>Dunstan 1968, hlm. 433</ref> Antimon mampu menggantikan hidrogen dari air, ketika dipanaskan:  2 Sb + 3 H<sub>2</sub>O → Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3 H<sub>2</sub>.<ref>Parise 1996, hlm. 112</ref> Ia melebur pada suhu 631&nbsp;°C. Antimon adalah semilogam dengan konduktivitas listrik sekitar 3,1 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup><ref>Carapella 1968a, hlm. 23</ref> dan tumpang-tindih pita 0,16&nbsp;eV.<ref>Barfuß dkk. 1981, hlm. 967</ref> Antimon cair adalah konduktor logam dengan konduktivitas listrik sekitar 5,3 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>.<ref>Dupree, Kirby & Freyland 1982, hlm. 604; Mhiaoui, Sar, & Gasser 2003</ref>


 
Sebagian besar kimia antimon adalah karakteristik nonlogam.<ref>Kotz, Treichel & Weaver 2009, hlm. 62</ref> Antimon memiliki beberapa kimia kationik yang pasti,<ref>Cotton dkk. 1999, hlm. 396</ref> SbO<sup>+</sup> dan Sb(OH)<sub>2</sub><sup>+</sup> terdapat dalam larutan berair asam;<ref>King 1994, hlm. 174</ref> senyawa Sb<sub>8</sub>(GaCl<sub>4</sub>)<sub>2</sub>, yang mengandung homopolikation, Sb<sub>8</sub><sup>2+</sup>, dibuat pada tahun 2004.<ref>Lindsjö, Fischer & Kloo 2004</ref> Ia dapat membentuk paduan dengan satu atau lebih logam seperti aluminium,<ref>Friend 1953, hlm. 87</ref> besi, [[nikel]], tembaga, seng, timah, timbal, dan bismut.<ref>Fesquet 1872, hlm. 109–14</ref> Antimon memiliki kecenderungan perilaku anionik yang lebih sedikit daripada nonlogam biasa.<ref>Cox 2004, hlm. 27</ref> Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.<ref>Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225</ref> Seperti arsen, antimon umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi +3 atau +5.<ref>Massey 2000, hlm. 267</ref> Halida, dan oksida dan turunannya adalah contoh ilustrasif.<ref>Bailar, Moeller & Kleinberg 1965, hlm. 513</ref> Keadaan +5 kurang stabil dibandingkan dengan +3, tetapi relatif lebih mudah dicapai dibandingkan dengan arsen. Ini dijelaskan oleh perisai yang buruk yang diberikan inti arsen oleh [[Jumlah elektron d|elektron 3d<sup>10</sup>]]-nya. Sebagai perbandingan, kecenderungan antimon (menjadi atom yang lebih berat) untuk [[Redoks|teroksidasi]] lebih mudah sebagian mengimbangi efek kulit 4d<sup>10</sup>-nya.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 553; Massey 2000, hlm. 269</ref> Antimon tripositif bersifat amfoter; antimon [[Awalan bilangan#Penta-|pentapositif]] (sebagian besar) bersifat asam.<ref>King 1994, hlm. 171</ref> Konsisten dengan peningkatan sifat logam [[Pniktogen|golongan 15]] ke arah bawah, antimon membentuk garam atau senyawa mirip garam termasuk [[nitrat]] Sb(NO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>, [[fosfat]] SbPO<sub>4</sub>, sulfat Sb<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub> dan [[perklorat]] Sb(ClO<sub>4</sub>)<sub>3</sub>.<ref>Turova 2011, hlm. 46</ref> Pentoksida asam Sb<sub>2</sub>O<sub>5</sub> menunjukkan beberapa sifat (metalik) basa yang dapat dilarutkan dalam larutan yang sangat asam, dengan pembentukan [[oksikation]] SbO.<ref>Pourbaix 1974, hlm. 530</ref> Oksida Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub> adalah polimer,<ref>Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59</ref> amfoter,<ref>Wiberg 2001, hlm. 764</ref> dan pembentuk kaca.<ref>Rao 2002, hlm. 22</ref> Antimon memiliki kimia organologam yang luas (lihat [[Kimia organoantimon]]).<ref>House 2008, hlm. 497</ref>
Antimon adalah padatan perak-putih dengan warna biru dan kilau yang cemerlang. Ia memiliki massa jenis 6,697 g/cm<sup>3</sup> dan rapuh, serta agak keras (lebih dari arsen; kurang dari besi; hampir sama dengan tembaga). Ia stabil di udara dan kelembapan pada suhu kamar. Ia dapat diserang oleh asam nitrat pekat, menghasilkan pentoksida terhidrasi Sb<sub>2</sub>O<sub>5</sub>. [[Air raja]] menghasilkan pentaklorida SbCl<sub>5</sub> dan asam sulfat pekat panas menghasilkan [[Antimon(III) sulfat|sulfat]] Sb<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub>. Ia tidak terpengaruh oleh alkali cair. Antimon mampu menggantikan hidrogen dari air, ketika dipanaskan:  2 Sb + 3 H<sub>2</sub>O → Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3 H<sub>2</sub>. Ia melebur pada suhu 631&nbsp;°C. Antimon adalah semilogam dengan konduktivitas listrik sekitar 3,1 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup> dan tumpang-tindih pita 0,16&nbsp;eV. Antimon cair adalah konduktor logam dengan konduktivitas listrik sekitar 5,3 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>.
 
Sebagian besar kimia antimon adalah karakteristik nonlogam. Antimon memiliki beberapa kimia kationik yang pasti, SbO<sup>+</sup> dan Sb(OH)<sub>2</sub><sup>+</sup> terdapat dalam larutan berair asam; senyawa Sb<sub>8</sub>(GaCl<sub>4</sub>)<sub>2</sub>, yang mengandung homopolikation, Sb<sub>8</sub><sup>2+</sup>, dibuat pada tahun 2004. Ia dapat membentuk paduan dengan satu atau lebih logam seperti aluminium, besi, [[nikel]], tembaga, seng, timah, timbal, dan bismut. Antimon memiliki kecenderungan perilaku anionik yang lebih sedikit daripada nonlogam biasa. Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion. Seperti arsen, antimon umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi +3 atau +5. Halida, dan oksida dan turunannya adalah contoh ilustrasif. Keadaan +5 kurang stabil dibandingkan dengan +3, tetapi relatif lebih mudah dicapai dibandingkan dengan arsen. Ini dijelaskan oleh perisai yang buruk yang diberikan inti arsen oleh [[Jumlah elektron d|elektron 3d<sup>10</sup>]]-nya. Sebagai perbandingan, kecenderungan antimon (menjadi atom yang lebih berat) untuk [[Redoks|teroksidasi]] lebih mudah sebagian mengimbangi efek kulit 4d<sup>10</sup>-nya. Antimon tripositif bersifat amfoter; antimon [[Awalan bilangan#Penta-|pentapositif]] (sebagian besar) bersifat asam. Konsisten dengan peningkatan sifat logam [[Pniktogen|golongan 15]] ke arah bawah, antimon membentuk garam atau senyawa mirip garam termasuk [[nitrat]] Sb(NO<sub>3</sub>)<sub>3</sub>, [[fosfat]] SbPO<sub>4</sub>, sulfat Sb<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub> dan [[perklorat]] Sb(ClO<sub>4</sub>)<sub>3</sub>. Pentoksida asam Sb<sub>2</sub>O<sub>5</sub> menunjukkan beberapa sifat (metalik) basa yang dapat dilarutkan dalam larutan yang sangat asam, dengan pembentukan [[oksikation]] SbO. Oksida Sb<sub>2</sub>O<sub>3</sub> adalah polimer, amfoter, dan pembentuk kaca. Antimon memiliki kimia organologam yang luas (lihat [[Kimia organoantimon]]).
===Telurium===
===Telurium===
Telurium adalah padatan mengkilap berwarna putih keperakan.<ref>Emsley 2001, hlm. 428</ref> Ia memiliki massa jenis 6,24 g/cm<sup>3</sup>, rapuh, dan merupakan metaloid paling lunak yang dikenal secara umum, sedikit lebih keras daripada belerang.<ref>Gray, Whitby & Mann 2011</ref> Potongan besar telurium stabil di udara. Bentuk bubuk halus dioksidasi oleh udara dengan adanya uap air. Telurium bereaksi dengan air mendidih, atau ketika baru diendapkan bahkan pada suhu 50&nbsp;°C, menghasilkan telurium dioksida dan hidrogen: Te + 2 H<sub>2</sub>O → TeO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>.<ref>Kudryavtsev 1974, hlm. 78</ref> Ia bereaksi (dalam derajat yang bervariasi) dengan asam nitrat, sulfat, dan klorida untuk menghasilkan senyawa seperti telurium [[sulfoksida]] TeSO<sub>3</sub> atau [[asam telurit]] H<sub>2</sub>TeO<sub>3</sub>,<ref>Bagnall 1966, hlm. 32–33, 59, 137</ref> telurium nitrat basa (Te<sub>2</sub>O<sub>4</sub>H)<sup>+</sup>(NO<sub>3</sub>)<sup>−</sup>,<ref>Swink dkk. 1966; Anderson dkk. 1980</ref> atau telurium oksida sulfat Te<sub>2</sub>O<sub>3</sub>(SO<sub>4</sub>).<ref>Ahmed, Fjellvåg & Kjekshus 2000</ref> Ia larut dalam alkali mendidih, untuk memberikan [[telurit]] dan [[telurida]]: 3 Te + 6 KOH = K<sub>2</sub>TeO<sub>3</sub> + 2 K<sub>2</sub>Te + 3 H<sub>2</sub>O, sebuah reaksi yang berlangsung atau reversibel dengan kenaikan atau penurunan suhu.<ref>Chizhikov & Shchastlivyi 1970, hlm. 28</ref>


Pada suhu yang lebih tinggi, telurium cukup plastis untuk diekstrusi.<ref>Kudryavtsev 1974, hlm. 77</ref> Ia melebur pada suhu 449,51&nbsp;°C. Telurium kristal memiliki struktur yang terdiri dari rantai spiral tak terbatas paralel. Ikatan antara atom-atom yang berdekatan dalam sebuah rantai adalah kovalen, tetapi ada bukti interaksi logam yang lemah antara atom-atom tetangga dari rantai yang berbeda.<ref>Stuke 1974, hlm. 178; Donohue 1982, hlm. 386–87; Cotton dkk. 1999, hlm. 501</ref> Telurium adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik sekitar 1,0&nbsp;S•cm<sup>−1</sup><ref>Becker, Johnson & Nussbaum 1971, hlm. 56</ref> dan sela pita 0,32 hingga 0,38&nbsp;eV.<ref>Berger 1997, hlm. 90</ref> Telurium cair adalah semikonduktor, dengan konduktivitas listrik, saat melebur, sekitar 1,9 × 10<sup>3</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>.<ref>Berger 1997, hlm. 90</ref> Telurium cair [[Pemanas super|super panas]] adalah konduktor logam.<ref>Chizhikov & Shchastlivyi 1970, hlm. 16</ref>


Telurium adalah padatan mengkilap berwarna putih keperakan. Ia memiliki massa jenis 6,24 g/cm<sup>3</sup>, rapuh, dan merupakan metaloid paling lunak yang dikenal secara umum, sedikit lebih keras daripada belerang. Potongan besar telurium stabil di udara. Bentuk bubuk halus dioksidasi oleh udara dengan adanya uap air. Telurium bereaksi dengan air mendidih, atau ketika baru diendapkan bahkan pada suhu 50&nbsp;°C, menghasilkan telurium dioksida dan hidrogen: Te + 2 H<sub>2</sub>O → TeO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>. Ia bereaksi (dalam derajat yang bervariasi) dengan asam nitrat, sulfat, dan klorida untuk menghasilkan senyawa seperti telurium [[sulfoksida]] TeSO<sub>3</sub> atau [[asam telurit]] H<sub>2</sub>TeO<sub>3</sub>, telurium nitrat basa (Te<sub>2</sub>O<sub>4</sub>H)<sup>+</sup>(NO<sub>3</sub>)<sup>−</sup>, atau telurium oksida sulfat Te<sub>2</sub>O<sub>3</sub>(SO<sub>4</sub>). Ia larut dalam alkali mendidih, untuk memberikan [[telurit]] dan [[telurida]]: 3 Te + 6 KOH = K<sub>2</sub>TeO<sub>3</sub> + 2 K<sub>2</sub>Te + 3 H<sub>2</sub>O, sebuah reaksi yang berlangsung atau reversibel dengan kenaikan atau penurunan suhu.
Sebagian besar sifat kimia telurium adalah karakteristik nonlogam.<ref>Jolly 1966, hlm. 66–67</ref>
 
Ia menunjukkan beberapa perilaku kationik. Telurium dioksida larut dalam asam untuk menghasilkan ion trihidroksotelurium(IV) Te(OH)<sub>3</sub><sup>+</sup>;<ref>Schwietzer & Pesterfield 2010, hlm. 239</ref> ion merah Te<sub>4</sub><sup>2+</sup> dan kuning-oranye Te<sub>6</sub><sup>2+</sup> terbentuk ketika telurium dioksidasi dalam [[asam fluorosulfat]] (HSO<sub>3</sub>F), atau [[belerang dioksida]] (SO<sub>2</sub>) cair, masing-masing.<ref>Wiberg 2001, hlm. 588</ref> Ia dapat membentuk paduan dengan [[aluminium]], perak, dan timah.<ref>Mellor 1964a, hlm. 30; Wiberg 2001, hlm. 589</ref> Telurium menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit terhadap perilaku anionik daripada nonlogam biasa.<ref>Cox 2004, hlm. 27</ref> Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.<ref>Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225</ref> Telurium umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi −2, +4 atau +6. Keadaan +4 adalah yang paling stabil.<ref>Kudryavtsev 1974, hlm. 78</ref> Telurida dari komposisi X<sub>''x''</sub>Te<sub>''y''</sub> mudah dibentuk dengan sebagian besar unsur lain dan mewakili mineral telurium yang paling umum. [[Senyawa non-stoikiometri|Nonstoikiometri]] tersebar luas, terutama dengan logam transisi. Banyak telurida dapat dianggap sebagai paduan logam.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 765–66</ref> Peningkatan karakter logam yang terlihat pada telurium, dibandingkan dengan [[kalkogen]] yang lebih ringan, lebih jauh tecermin dalam laporan pembentukan berbagai garam asam okso lainnya, seperti selenat [[Garam alkali|basa]] 2TeO<sub>2</sub>·SeO<sub>3</sub>  serta perklorat dan [[periodat]] analog 2TeO<sub>2</sub>·HXO<sub>4</sub>.<ref>Bagnall 1966, hlm. 134–51; Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 786</ref> Telurium membentuk polimer,<ref>Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59</ref> amfoter,<ref>Wiberg 2001, hlm. 764</ref> oksida pembentuk kaca<ref>Rao 2002, hlm. 22</ref> TeO<sub>2</sub>. Ia adalah oksida pembentuk kaca "bersyarat" – ia membentuk kaca dengan sedikit aditif.<ref>Rao 2002, hlm. 22</ref> Telurium memiliki kimia organologam yang luas (lihat [[Kimia organotelurium]]).<ref>Detty & O'Regan 1994, hlm. 1–2</ref>
Pada suhu yang lebih tinggi, telurium cukup plastis untuk diekstrusi. Ia melebur pada suhu 449,51&nbsp;°C. Telurium kristal memiliki struktur yang terdiri dari rantai spiral tak terbatas paralel. Ikatan antara atom-atom yang berdekatan dalam sebuah rantai adalah kovalen, tetapi ada bukti interaksi logam yang lemah antara atom-atom tetangga dari rantai yang berbeda. Telurium adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik sekitar 1,0&nbsp;S•cm<sup>−1</sup> dan sela pita 0,32 hingga 0,38&nbsp;eV. Telurium cair adalah semikonduktor, dengan konduktivitas listrik, saat melebur, sekitar 1,9 × 10<sup>3</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>. Telurium cair [[Pemanas super|super panas]] adalah konduktor logam.
 
Sebagian besar sifat kimia telurium adalah karakteristik nonlogam.
Ia menunjukkan beberapa perilaku kationik. Telurium dioksida larut dalam asam untuk menghasilkan ion trihidroksotelurium(IV) Te(OH)<sub>3</sub><sup>+</sup>; ion merah Te<sub>4</sub><sup>2+</sup> dan kuning-oranye Te<sub>6</sub><sup>2+</sup> terbentuk ketika telurium dioksidasi dalam [[asam fluorosulfat]] (HSO<sub>3</sub>F), atau [[belerang dioksida]] (SO<sub>2</sub>) cair, masing-masing. Ia dapat membentuk paduan dengan [[aluminium]], perak, dan timah. Telurium menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit terhadap perilaku anionik daripada nonlogam biasa. Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion. Telurium umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi −2, +4 atau +6. Keadaan +4 adalah yang paling stabil. Telurida dari komposisi X<sub>''x''</sub>Te<sub>''y''</sub> mudah dibentuk dengan sebagian besar unsur lain dan mewakili mineral telurium yang paling umum. [[Senyawa non-stoikiometri|Nonstoikiometri]] tersebar luas, terutama dengan logam transisi. Banyak telurida dapat dianggap sebagai paduan logam. Peningkatan karakter logam yang terlihat pada telurium, dibandingkan dengan [[kalkogen]] yang lebih ringan, lebih jauh tecermin dalam laporan pembentukan berbagai garam asam okso lainnya, seperti selenat [[Garam alkali|basa]] 2TeO<sub>2</sub>·SeO<sub>3</sub>  serta perklorat dan [[periodat]] analog 2TeO<sub>2</sub>·HXO<sub>4</sub>. Telurium membentuk polimer, amfoter, oksida pembentuk kaca TeO<sub>2</sub>. Ia adalah oksida pembentuk kaca "bersyarat" – ia membentuk kaca dengan sedikit aditif. Telurium memiliki kimia organologam yang luas (lihat [[Kimia organotelurium]]).
==Unsur yang kurang dikenal sebagai metaloid==
==Unsur yang kurang dikenal sebagai metaloid==
===Karbon===
===Karbon===
Karbon biasanya diklasifikasikan sebagai nonlogam<ref>Chang 2002, hlm. 314</ref> tetapi memiliki beberapa sifat logam dan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai metaloid.<ref>Kent 1950, hlm. 1–2; Clark 1960, hlm. 588; Warren & Geballe 1981</ref> [[Grafit|Karbon grafit heksagonal]] (grafit) adalah [[Alotropi|alotrop]] karbon yang paling stabil secara termodinamika dalam kondisi sekitar.<ref>Housecroft & Sharpe 2008, hlm. 384; IUPAC 2006–, entri grafit rombohedral</ref> Ia memiliki penampilan berkilau<ref>Mingos 1998, hlm. 171</ref> dan merupakan konduktor listrik yang cukup baik.<ref>Wiberg 2001, hlm. 781</ref> Grafit memiliki struktur berlapis. Setiap lapisan terdiri dari atom karbon yang terikat pada tiga atom karbon lainnya dalam susunan [[kisi heksagonal]]. Lapisan-lapisan tersebut ditumpuk bersama dan ditahan secara longgar oleh [[gaya van der Waals]] dan [[Elektron terdelokalisasi|elektron valensi terdelokalisasi]].<ref>Charlier, Gonze & Michenaud 1994</ref>


Seperti logam, konduktivitas grafit dalam arah bidangnya menurun saat suhu dinaikkan;<ref>Atkins dkk. 2006, hlm. 320–21</ref> ia memiliki struktur pita elektronik semilogam.<ref>Atkins dkk. 2006, hlm. 320–21</ref> [[Alotrop karbon]], termasuk grafit, dapat menerima atom atau senyawa asing ke dalam strukturnya melalui substitusi, [[interkalasi (kimia)|interkalasi]], atau [[dopan|doping]]. Bahan yang dihasilkan disebut sebagai "paduan karbon".<ref>Inagaki 2000, hlm. 216; Yasuda dkk. 2003, hlm. 3–11</ref> Karbon dapat membentuk garam ionik, termasuk hidrogen sulfat, perklorat, dan nitrat (CX<sup>−</sup>.2HX, di mana X = HSO<sub>4</sub>, ClO<sub>4</sub>; dan CNO.3HNO<sub>3</sub>).<ref>O'Hare 1997, hlm. 230</ref> Dalam [[kimia organik]], karbon dapat membentuk kation kompleksdisebut ''[[karbokation]]''di mana muatan positif ada pada atom karbon; contohnya adalah [[ion karbenium|ion karbenium]] dan [[ion karbonium|ion karbonium]], serta turunannya.<ref>Traynham 1989, hlm. 930–31; Prakash & Schleyer 1997</ref>


Karbon biasanya diklasifikasikan sebagai nonlogam tetapi memiliki beberapa sifat logam dan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai metaloid. [[Grafit|Karbon grafit heksagonal]] (grafit) adalah [[Alotropi|alotrop]] karbon yang paling stabil secara termodinamika dalam kondisi sekitar. Ia memiliki penampilan berkilau dan merupakan konduktor listrik yang cukup baik. Grafit memiliki struktur berlapis. Setiap lapisan terdiri dari atom karbon yang terikat pada tiga atom karbon lainnya dalam susunan [[kisi heksagonal]]. Lapisan-lapisan tersebut ditumpuk bersama dan ditahan secara longgar oleh [[gaya van der Waals]] dan [[Elektron terdelokalisasi|elektron valensi terdelokalisasi]].
Karbon rapuh,<ref>Olmsted & Williams 1997, hlm. 436</ref> dan berperilaku sebagai semikonduktor dalam arah tegak lurus terhadap bidangnya.<ref>Atkins dkk. 2006, hlm. 320–21</ref> Sebagian besar kimianya adalah nonmetalik;<ref>Bailar dkk. 1989, hlm. 743</ref> ia memiliki energi ionisasi yang relatif tinggi<ref>Moore dkk. 1985</ref> dan, dibandingkan dengan kebanyakan logam, elektronegativitasnya relatif tinggi.<ref>House & House 2010, hlm. 526</ref> Karbon dapat membentuk anion seperti C<sup>4−</sup> ([[Karbida#Metanida|metanida]]), C ([[asetilida]]), dan C ([[Karbida#Sesquikarbida|sesquikarbida atau alilenida]]), dalam senyawa dengan logam dari golongan utama 1–3, serta dengan [[lantanida]] dan [[aktinida]].<ref>Wiberg 2001, hlm. 798</ref> Oksida [[karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]] membentuk [[asam karbonat]] H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub>.<ref>Eagleson 1994, hlm. 175</ref>
 
Seperti logam, konduktivitas grafit dalam arah bidangnya menurun saat suhu dinaikkan; ia memiliki struktur pita elektronik semilogam. [[Alotrop karbon]], termasuk grafit, dapat menerima atom atau senyawa asing ke dalam strukturnya melalui substitusi, [[interkalasi (kimia)|interkalasi]], atau [[dopan|doping]]. Bahan yang dihasilkan disebut sebagai "paduan karbon". Karbon dapat membentuk garam ionik, termasuk hidrogen sulfat, perklorat, dan nitrat (CX<sup>−</sup>.2HX, di mana X = HSO<sub>4</sub>, ClO<sub>4</sub>; dan CNO.3HNO<sub>3</sub>). Dalam [[kimia organik]], karbon dapat membentuk kation kompleksdisebut ''[[karbokation]]''di mana muatan positif ada pada atom karbon; contohnya adalah [[ion karbenium|ion karbenium]] dan [[ion karbonium|ion karbonium]], serta turunannya.
 
Karbon rapuh, dan berperilaku sebagai semikonduktor dalam arah tegak lurus terhadap bidangnya. Sebagian besar kimianya adalah nonmetalik; ia memiliki energi ionisasi yang relatif tinggi dan, dibandingkan dengan kebanyakan logam, elektronegativitasnya relatif tinggi. Karbon dapat membentuk anion seperti C<sup>4−</sup> ([[Karbida#Metanida|metanida]]), C ([[asetilida]]), dan C ([[Karbida#Sesquikarbida|sesquikarbida atau alilenida]]), dalam senyawa dengan logam dari golongan utama 1–3, serta dengan [[lantanida]] dan [[aktinida]]. Oksida [[karbon dioksida|CO<sub>2</sub>]] membentuk [[asam karbonat]] H<sub>2</sub>CO<sub>3</sub>.
===Aluminium===
===Aluminium===
Aluminium biasanya diklasifikasikan sebagai logam.<ref>Keevil 1989, hlm. 103</ref> Ia berkilau, mudah dibentuk dan ulet, serta memiliki konduktivitas listrik dan termal yang tinggi. Seperti kebanyakan logam, ia memiliki struktur kristal [[Tetal-rapat sferis sama|tetal-rapat]],<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 358–60 et seq</ref>  dan membentuk kation dalam larutan berair.<ref>Harding, Janes & Johnson 2002, hlm. 118</ref>


Ia memiliki beberapa sifat yang tidak biasa untuk logam; diambil bersama-sama,<ref>Metcalfe, Williams & Castka 1974, hlm. 539</ref> sifat-sifat tersebut kadang-kadang digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasikan aluminium sebagai metaloid.<ref>Cobb & Fetterolf 2005, hlm. 64; Metcalfe, Williams & Castka 1974, hlm. 539</ref> Struktur kristalnya menunjukkan beberapa bukti [[Ikatan dalam padatan#Sifat|ikatan terarah]].<ref>Ogata, Li & Yip 2002; Boyer dkk. 2004, hlm. 1023; Russell & Lee 2005, hlm. 359</ref> Aluminium mengikat secara kovalen di sebagian besar senyawa.<ref>Cooper 1968, hlm. 25; Henderson 2000, hlm. 5; Silberberg 2006, hlm. 314</ref> Oksida [[Aluminium oksida|Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]] bersifat amfoter<ref>Wiberg 2001, hlm. 1014</ref> dan pembentuk kaca bersyarat.<ref>Rao 2002, hlm. 22</ref> Aluminium dapat membentuk [[aluminat]] anionik,<ref>Metcalfe, Williams & Castka 1974, hlm. 539</ref> perilaku seperti ini dianggap bersifat nonlogam.<ref>Hamm 1969, hlm. 653</ref>


Aluminium biasanya diklasifikasikan sebagai logam. Ia berkilau, mudah dibentuk dan ulet, serta memiliki konduktivitas listrik dan termal yang tinggi. Seperti kebanyakan logam, ia memiliki struktur kristal [[Tetal-rapat sferis sama|tetal-rapat]],  dan membentuk kation dalam larutan berair.
Mengklasifikasikan aluminium sebagai metaloid telah diperdebatkan<ref>Daub & Seese 1996, hlm. 70, 109: "Aluminium bukanlah metaloid tetapi logam karena memiliki sebagian besar sifat logam."; Denniston, Topping & Caret 2004, hlm. 57: "Mencatat bahwa aluminium (Al) diklasifikasikan sebagai logam, bukan metaloid."; Hasan 2009, hlm. 16: "Aluminium tidak memiliki karakteristik metaloid, melainkan karakteristik logam."</ref> karena banyak sifat logamnya. Oleh karena itu, bisa dibilang, pengecualian untuk mnemonik bahwa unsur-unsur yang berdekatan dengan garis pemisah logam–nonlogam adalah metaloid.<ref>Holt, Rinehart & Wilson c. 2007</ref>
 
Ia memiliki beberapa sifat yang tidak biasa untuk logam; diambil bersama-sama, sifat-sifat tersebut kadang-kadang digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasikan aluminium sebagai metaloid. Struktur kristalnya menunjukkan beberapa bukti [[Ikatan dalam padatan#Sifat|ikatan terarah]]. Aluminium mengikat secara kovalen di sebagian besar senyawa. Oksida [[Aluminium oksida|Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub>]] bersifat amfoter dan pembentuk kaca bersyarat. Aluminium dapat membentuk [[aluminat]] anionik, perilaku seperti ini dianggap bersifat nonlogam.
 
Mengklasifikasikan aluminium sebagai metaloid telah diperdebatkan karena banyak sifat logamnya. Oleh karena itu, bisa dibilang, pengecualian untuk mnemonik bahwa unsur-unsur yang berdekatan dengan garis pemisah logam–nonlogam adalah metaloid.


Stott melabeli aluminium sebagai logam lemah. Ia memiliki sifat fisik logam tetapi beberapa sifat kimia nonlogam. Steele mencatat perilaku kimia paradoks aluminium: "Ia menyerupai logam lemah dalam oksida amfoternya dan dalam karakter kovalen dari banyak senyawanya&nbsp;... Namun ia merupakan logam yang sangat [[Elektronegativitas#Elektropositivitas|elektropositif]]&nbsp;... [dengan] [[Potensial elektroda standar (halaman data)|potensi elektroda]] negatif yang tinggi". Moody mengatakan bahwa, "aluminium berada di 'batas diagonal' antara logam dan nonlogam dalam pengertian kimia."
Stott<ref>Stott 1956, hlm. 100</ref> melabeli aluminium sebagai logam lemah. Ia memiliki sifat fisik logam tetapi beberapa sifat kimia nonlogam. Steele<ref>Steele 1966, hlm. 60</ref> mencatat perilaku kimia paradoks aluminium: "Ia menyerupai logam lemah dalam oksida amfoternya dan dalam karakter kovalen dari banyak senyawanya&nbsp;... Namun ia merupakan logam yang sangat [[Elektronegativitas#Elektropositivitas|elektropositif]]&nbsp;... [dengan] [[Potensial elektroda standar (halaman data)|potensi elektroda]] negatif yang tinggi". Moody<ref>Moody 1991, hlm. 303</ref> mengatakan bahwa, "aluminium berada di 'batas diagonal' antara logam dan nonlogam dalam pengertian kimia."
===Selenium===
===Selenium===
Selenium menunjukkan perilaku metaloid atau nonlogam.<ref>Young dkk. 2010, hlm. 9; Craig & Maher 2003, hlm. 391. Selenium adalah "dekat metaloidal".</ref>


Bentuknya yang paling stabil, alotrop [[Keluarga kristal heksagon|trigonal]] abu-abu, kadang-kadang disebut selenium "logam" karena konduktivitas listriknya beberapa kali lipat lebih besar daripada bentuk [[Sistem kristal monoklinik|monoklinik]] merah.<ref>Moss 1952, hlm. 192</ref> Karakter logam selenium lebih lanjut ditunjukkan oleh kilaunya,<ref>Glinka 1965, hlm. 356</ref> dan struktur kristalnya, yang diperkirakan mencakup ikatan antarrantai "logam" yang lemah.<ref>Evans 1966, hlm. 124–25</ref> Selenium dapat ditarik menjadi benang tipis saat cair dan kental.<ref>Regnault 1853, hlm. 208</ref> Ia menunjukkan keengganan untuk memperoleh "karakteristik bilangan oksidasi positif tinggi dari nonlogam".<ref>Scott & Kanda 1962, hlm. 311</ref> Ia dapat membentuk polikation siklik (seperti Se) ketika dilarutkan dalam [[oleum]]<ref>Cotton dkk. 1999, hlm. 496, 503–04</ref> (suatu sifat yang dimiliki bersama dengan belerang dan telurium), dan garam kationik terhidrolisis dalam bentuk trihidroksoselenium(IV) perklorat [Se(OH)<sub>3</sub>]<sup>+</sup>·ClO.<ref>Arlman 1939; Bagnall 1966, hlm. 135, 142–43</ref>


Selenium menunjukkan perilaku metaloid atau nonlogam.
Sifat nonlogam selenium ditunjukkan oleh kerapuhannya<ref>Glinka 1965, hlm. 356</ref> dan konduktivitas listriknya yang rendah (~10<sup>−9</sup> hingga 10<sup>−12</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>) dari bentuknya yang sangat murni.<ref>Kozyrev 1959, hlm. 104; Chizhikov & Shchastlivyi 1968, hlm. 25; Glazov, Chizhevskaya & Glagoleva 1969, hlm. 86</ref> Ini sebanding dengan atau kurang dari [[bromin]] (7,95&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>),<ref>Chao & Stenger 1964</ref> sebuah nonlogam. Selenium memiliki struktur pita elektronik [[semikonduktor]]<ref>Berger 1997, hlm. 86–87</ref> dan mempertahankan sifat semikonduktornya dalam bentuk cair.<ref>Berger 1997, hlm. 86–87</ref> Ia memiliki elektronegativitas yang relatif tinggi<ref>Snyder 1966, hlm. 242</ref> (skala Pauling revisi 2,55). Kimia reaksinya terutama dari bentuk anionik nonlogamnya Se<sup>2−</sup>, SeO, dan SeO.<ref>Fritz & Gjerde 2008, hlm. 235</ref>


Bentuknya yang paling stabil, alotrop [[Keluarga kristal heksagon|trigonal]] abu-abu, kadang-kadang disebut selenium "logam" karena konduktivitas listriknya beberapa kali lipat lebih besar daripada bentuk [[Sistem kristal monoklinik|monoklinik]] merah. Karakter logam selenium lebih lanjut ditunjukkan oleh kilaunya, dan struktur kristalnya, yang diperkirakan mencakup ikatan antarrantai "logam" yang lemah. Selenium dapat ditarik menjadi benang tipis saat cair dan kental. Ia menunjukkan keengganan untuk memperoleh "karakteristik bilangan oksidasi positif tinggi dari nonlogam". Ia dapat membentuk polikation siklik (seperti Se) ketika dilarutkan dalam [[oleum]] (suatu sifat yang dimiliki bersama dengan belerang dan telurium), dan garam kationik terhidrolisis dalam bentuk trihidroksoselenium(IV) perklorat [Se(OH)<sub>3</sub>]<sup>+</sup>·ClO.
Selenium umumnya digambarkan sebagai metaloid dalam literatur [[kimia lingkungan]].<ref>Meyer dkk. 2005, hlm. 284; Manahan 2001, hlm. 911; Szpunar dkk. 2004, hlm. 17</ref> Ia bergerak melalui lingkungan akuatik mirip dengan arsen dan antimon;<ref>US Environmental Protection Agency 1988, hlm. 1; Uden 2005, hlm. 347‒48</ref> garamnya yang larut dalam air, dalam konsentrasi yang lebih tinggi, memiliki [[toksikologi|profil toksikologi]] yang mirip dengan arsenik.<ref>De Zuane 1997, hlm. 93; Dev 2008, hlm. 2‒3</ref>
 
Sifat nonlogam selenium ditunjukkan oleh kerapuhannya dan konduktivitas listriknya yang rendah (~10<sup>−9</sup> hingga 10<sup>−12</sup>&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>) dari bentuknya yang sangat murni. Ini sebanding dengan atau kurang dari [[bromin]] (7,95&nbsp;S•cm<sup>−1</sup>), sebuah nonlogam. Selenium memiliki struktur pita elektronik [[semikonduktor]] dan mempertahankan sifat semikonduktornya dalam bentuk cair. Ia memiliki elektronegativitas yang relatif tinggi (skala Pauling revisi 2,55). Kimia reaksinya terutama dari bentuk anionik nonlogamnya Se<sup>2−</sup>, SeO, dan SeO.
 
Selenium umumnya digambarkan sebagai metaloid dalam literatur [[kimia lingkungan]]. Ia bergerak melalui lingkungan akuatik mirip dengan arsen dan antimon; garamnya yang larut dalam air, dalam konsentrasi yang lebih tinggi, memiliki [[toksikologi|profil toksikologi]] yang mirip dengan arsenik.
===Polonium===
===Polonium===
Polonium jelas "bersifat metalik" dalam beberapa hal.<ref>Cotton dkk. 1999, hlm. 502</ref> Kedua bentuk alotropisnya adalah konduktor logam.<ref>Cotton dkk. 1999, hlm. 502</ref> Ia larut dalam asam, membentuk kation Po<sup>2+</sup> berwarna mawar dan menggantikan hidrogen: Po + 2 H<sup>+</sup> → Po<sup>2+</sup> + H<sub>2</sub>.<ref>Wiberg 2001, hlm. 594</ref> Banyak garam polonium telah diketahui.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 786; Schwietzer & Pesterfield 2010, hlm. 242–43</ref> Oksida [[Polonium dioksida|PoO<sub>2</sub>]] sebagian besar bersifat basa.<ref>Bagnall 1966, hlm. 41; Nickless 1968, hlm. 79</ref> Polonium adalah agen pengoksidasi yang enggan, tidak seperti kongenernya yang paling ringan, oksigen: [[Reduktor|kondisi pereduksi]] yang tinggi diperlukan untuk pembentukan anion Po<sup>2−</sup> dalam larutan berair.<ref>Bagnall 1990, hlm. 313–14; Lehto & Hou 2011, hlm. 220; Siekierski & Burgess 2002, hlm. 117: "Semakin ke bawah, kecenderungan unsur golongan 16 untuk membentuk anion X 2− akan semakin menurun ..."</ref>


Polonium jelas "bersifat metalik" dalam beberapa hal. Kedua bentuk alotropisnya adalah konduktor logam. Ia larut dalam asam, membentuk kation Po<sup>2+</sup> berwarna mawar dan menggantikan hidrogen: Po + 2 H<sup>+</sup> → Po<sup>2+</sup> + H<sub>2</sub>. Banyak garam polonium telah diketahui. Oksida [[Polonium dioksida|PoO<sub>2</sub>]] sebagian besar bersifat basa. Polonium adalah agen pengoksidasi yang enggan, tidak seperti kongenernya yang paling ringan, oksigen: [[Reduktor|kondisi pereduksi]] yang tinggi diperlukan untuk pembentukan anion Po<sup>2−</sup> dalam larutan berair.
Apakah polonium itu ulet atau rapuh tidaklah jelas. Ia diprediksi menjadi ulet berdasarkan [[Modulus Young#Hubungan antara konstanta elastis|konstanta elastis]]nya yang telah dihitung.<ref>Legit, Friák & Šob 2010, hlm. 214118–18</ref> Ia memiliki [[Sistem kristal kubik|struktur kristal kubik]] sederhana. Struktur seperti ini memiliki sedikit [[Slip (ilmu material)#Sistem slip|sistem slip]] dan "mengarah pada keuletan yang sangat rendah dan ketahanan patahnya yang rendah".<ref>Manson & Halford 2006, hlm. 378, 410</ref>


Apakah polonium itu ulet atau rapuh tidaklah jelas. Ia diprediksi menjadi ulet berdasarkan [[Modulus Young#Hubungan antara konstanta elastis|konstanta elastis]]nya yang telah dihitung. Ia memiliki [[Sistem kristal kubik|struktur kristal kubik]] sederhana. Struktur seperti ini memiliki sedikit [[Slip (ilmu material)#Sistem slip|sistem slip]] dan "mengarah pada keuletan yang sangat rendah dan ketahanan patahnya yang rendah".
Polonium menunjukkan karakter nonlogam dalam halidanya, dan dengan adanya [[polonida]]. Halidanya memiliki sifat yang umumnya merupakan karakteristik dari halida nonlogam (mudah menguap, mudah terhidrolisis, dan larut dalam [[pelarut|pelarut organik]]).<ref>Bagnall 1957, hlm. 62; Fernelius 1982, hlm. 741</ref> Banyak polonida logam, yang diperoleh dengan memanaskan polonium bersama-sama pada suhu 500–1,000&nbsp;°C, dan yang mengandung anion Po<sup>2−</sup>, juga telah diketahui.<ref>Bagnall 1966, hlm. 41; Barrett 2003, hlm. 119</ref>
 
Polonium menunjukkan karakter nonlogam dalam halidanya, dan dengan adanya [[polonida]]. Halidanya memiliki sifat yang umumnya merupakan karakteristik dari halida nonlogam (mudah menguap, mudah terhidrolisis, dan larut dalam [[pelarut|pelarut organik]]). Banyak polonida logam, yang diperoleh dengan memanaskan polonium bersama-sama pada suhu 500–1,000&nbsp;°C, dan yang mengandung anion Po<sup>2−</sup>, juga telah diketahui.
===Astatin===
===Astatin===
Sebagai sebuah [[halogen]], astatin cenderung diklasifikasikan sebagai nonlogam.<ref>Hawkes 2010; Holt, Rinehart & Wilson c. 2007; Hawkes 1999, hlm. 14; Roza 2009, hlm. 12</ref> Ia memiliki beberapa sifat logam yang ditandai<ref>Keller 1985</ref> dan kadang-kadang malah diklasifikasikan sebagai metaloid<ref>Harding, Johnson & Janes 2002, hlm. 61</ref> atau (lebih jarang) sebagai logam. Segera setelah produksinya pada tahun 1940, peneliti awal menganggapnya sebagai logam.<ref>Vasáros & Berei 1985, hlm. 109</ref> Pada tahun 1949, logam ini disebut sebagai nonlogam yang paling mulia (sulit untuk [[Redoks|direduksi]]) dan juga sebagai logam yang relatif mulia (sulit untuk dioksidasi).<ref>Haissinsky & Coche 1949, hlm. 400</ref> Pada tahun 1950, astatin dideskripsikan sebagai halogen dan (oleh karena itu) nonlogam [[Reaktivitas (kimia)|reaktif]].<ref>Brownlee dkk. 1950, hlm. 173</ref> Pada tahun 2013, berdasarkan pemodelan [[Kimia kuantum relativistik|relativistik]], astatin diprediksi menjadi logam monoatomik, dengan [[Sistem kristal kubik|struktur kristal kubik berpusat pada muka]].<ref>Hermann, Hoffmann & Ashcroft 2013</ref>


Sebagai sebuah [[halogen]], astatin cenderung diklasifikasikan sebagai nonlogam. Ia memiliki beberapa sifat logam yang ditandai dan kadang-kadang malah diklasifikasikan sebagai metaloid atau (lebih jarang) sebagai logam. Segera setelah produksinya pada tahun 1940, peneliti awal menganggapnya sebagai logam. Pada tahun 1949, logam ini disebut sebagai nonlogam yang paling mulia (sulit untuk [[Redoks|direduksi]]) dan juga sebagai logam yang relatif mulia (sulit untuk dioksidasi). Pada tahun 1950, astatin dideskripsikan sebagai halogen dan (oleh karena itu) nonlogam [[Reaktivitas (kimia)|reaktif]]. Pada tahun 2013, berdasarkan pemodelan [[Kimia kuantum relativistik|relativistik]], astatin diprediksi menjadi logam monoatomik, dengan [[Sistem kristal kubik|struktur kristal kubik berpusat pada muka]].
Beberapa penulis telah mengomentari sifat logam dari beberapa sifat astatin. Karena iodin adalah semikonduktor dalam arah bidangnya, dan karena halogen menjadi lebih logam dengan meningkatnya nomor atom, telah dianggap bahwa astatin akan menjadi logam jika dapat membentuk fase padat.<ref>Siekierski & Burgess 2002, hlm. 65, 122</ref> Astatin mungkin bersifat metalik dalam keadaan cair atas dasar bahwa unsur-unsur dengan [[entalpi penguapan]] (∆H<sub>vap</sub>) lebih besar dari ~42 kJ/mol adalah logam ketika cair.<ref>Rao & Ganguly 1986</ref> Unsur-unsur tersebut termasuk boron, silikon, germanium, antimon, selenium, dan telurium. Nilai perkiraan untuk ∆H<sub>vap</sub> astatin [[molekul diatomik|diatomik]] adalah 50 kJ/mol atau lebih tinggi;<ref>Vasáros & Berei 1985, hlm. 117</ref> iodin diatomik, dengan ∆H<sub>vap</sub> 41,71,<ref>Kaye & Laby 1973, hlm. 228</ref> kurang dari angka ambang batas.


Beberapa penulis telah mengomentari sifat logam dari beberapa sifat astatin. Karena iodin adalah semikonduktor dalam arah bidangnya, dan karena halogen menjadi lebih logam dengan meningkatnya nomor atom, telah dianggap bahwa astatin akan menjadi logam jika dapat membentuk fase padat. Astatin mungkin bersifat metalik dalam keadaan cair atas dasar bahwa unsur-unsur dengan [[entalpi penguapan]] (∆H<sub>vap</sub>) lebih besar dari ~42 kJ/mol adalah logam ketika cair. Unsur-unsur tersebut termasuk boron, silikon, germanium, antimon, selenium, dan telurium. Nilai perkiraan untuk ∆H<sub>vap</sub> astatin [[molekul diatomik|diatomik]] adalah 50 kJ/mol atau lebih tinggi; iodin diatomik, dengan ∆H<sub>vap</sub> 41,71, kurang dari angka ambang batas.
"Seperti logam biasa, ia [astatin] diendapkan oleh [[hidrogen sulfida]] bahkan dari larutan asam kuat dan dipindahkan dalam bentuk bebas dari larutan sulfat; ia disimpan di [[katode]] pada [[elektrolisis]]."<ref>Samsonov 1968, hlm. 590</ref> Indikasi lebih lanjut dari kecenderungan astatin untuk berperilaku seperti [[logam berat|logam (berat)]] adalah: "...&nbsp;pembentukan senyawa [[pseudohalogen|pseudohalida]]&nbsp;... kompleks kation astatin&nbsp;... anion kompleks astatin trivalen&nbsp;... serta kompleks dengan berbagai senyawa pelarut organik".<ref>Rossler 1985, hlm. 143–44</ref> Juga telah dikemukakan bahwa astatin menunjukkan perilaku kationik, melalui bentuk At<sup>+</sup> dan AtO<sup>+</sup> yang stabil, dalam larutan berair yang sangat asam.<ref>Champion dkk. 2010</ref>


"Seperti logam biasa, ia [astatin] diendapkan oleh [[hidrogen sulfida]] bahkan dari larutan asam kuat dan dipindahkan dalam bentuk bebas dari larutan sulfat; ia disimpan di [[katode]] pada [[elektrolisis]]." Indikasi lebih lanjut dari kecenderungan astatin untuk berperilaku seperti [[logam berat|logam (berat)]] adalah: "...&nbsp;pembentukan senyawa [[pseudohalogen|pseudohalida]]&nbsp;... kompleks kation astatin&nbsp;... anion kompleks astatin trivalen&nbsp;... serta kompleks dengan berbagai senyawa pelarut organik". Juga telah dikemukakan bahwa astatin menunjukkan perilaku kationik, melalui bentuk At<sup>+</sup> dan AtO<sup>+</sup> yang stabil, dalam larutan berair yang sangat asam.
Beberapa sifat astatin yang dilaporkan adalah nonlogam. Ia telah diekstrapolasi untuk memiliki kisaran cairan sempit yang biasanya terkait dengan nonlogam ([[titik lebur|tl]] 302&nbsp;°C; [[titik didih|td]] 337&nbsp;°C),<ref>Borst 1982, hlm. 465, 473</ref> meskipun indikasi eksperimental menunjukkan titik didih yang lebih rendah, sekitar 230±3&nbsp;°C. Batsanov memberikan nilai energi sela pita yang dihitung untuk astatin sebesar 0,7&nbsp;eV;<ref>Batsanov 1971, hlm. 811</ref> nilai ini konsisten dengan nonlogam (dalam fisika) yang memiliki [[Pita valensi dan konduksi|pita valensi]] dan [[Pita valensi dan konduksi|konduksi]] yang terpisah dan dengan demikian menjadi semikonduktor atau insulator.<ref>Swalin 1962, hlm. 216; Feng & Lin 2005, hlm. 157</ref> Kimia astatin dalam larutan berair terutama ditandai dengan pembentukan berbagai spesies anionik.<ref>Schwietzer & Pesterfield 2010, hlm. 258–60</ref> Sebagian besar senyawanya yang diketahui mirip dengan iodin,<ref>Hawkes 1999, hlm. 14</ref> yang merupakan halogen dan nonlogam.<ref>Olmsted & Williams 1997, hlm. 328; Daintith 2004, hlm. 277</ref> Senyawa tersebut termasuk astatida (XAt), astatat (XAtO<sub>3</sub>), dan [[Antarhalogen|senyawa antarhalogen]] [[Valensi#Monovalen|monovalen]].<ref>Eberle1985, hlm. 213–16, 222–27</ref>


Beberapa sifat astatin yang dilaporkan adalah nonlogam. Ia telah diekstrapolasi untuk memiliki kisaran cairan sempit yang biasanya terkait dengan nonlogam ([[titik lebur|tl]] 302&nbsp;°C; [[titik didih|td]] 337&nbsp;°C), meskipun indikasi eksperimental menunjukkan titik didih yang lebih rendah, sekitar 230±3&nbsp;°C. Batsanov memberikan nilai energi sela pita yang dihitung untuk astatin sebesar 0,7&nbsp;eV; nilai ini konsisten dengan nonlogam (dalam fisika) yang memiliki [[Pita valensi dan konduksi|pita valensi]] dan [[Pita valensi dan konduksi|konduksi]] yang terpisah dan dengan demikian menjadi semikonduktor atau insulator. Kimia astatin dalam larutan berair terutama ditandai dengan pembentukan berbagai spesies anionik. Sebagian besar senyawanya yang diketahui mirip dengan iodin, yang merupakan halogen dan nonlogam. Senyawa tersebut termasuk astatida (XAt), astatat (XAtO<sub>3</sub>), dan [[Antarhalogen|senyawa antarhalogen]] [[Valensi#Monovalen|monovalen]].
Restrepo dkk.<ref>Restrepo dkk. 2004, hlm. 69; Restrepo dkk. 2006, hlm. 411</ref> melaporkan bahwa astatin tampak lebih mirip polonium daripada seperti halogen. Mereka melakukannya berdasarkan studi komparatif terperinci tentang sifat-sifat 72 unsur yang diketahui dan telah diinterpolasi.
 
Restrepo dkk. melaporkan bahwa astatin tampak lebih mirip polonium daripada seperti halogen. Mereka melakukannya berdasarkan studi komparatif terperinci tentang sifat-sifat 72 unsur yang diketahui dan telah diinterpolasi.


==Konsep terkait==
==Konsep terkait==
===Dekat metaloid===
===Dekat metaloid===
 
Dalam tabel periodik, beberapa unsur yang berdekatan dengan metaloid yang umum dikenal, meskipun biasanya diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam, kadang-kadang disebut sebagai ''dekat metaloid''<ref>Craig & Maher 2003, hlm. 391; Schroers 2013, hlm. 32; Vernon 2013, hlm. 1704–05</ref> atau dikenal karena karakter metaloid mereka. Di sebelah kiri garis pemisah logam–nonlogam, unsur-unsur tersebut termasuk galium,<ref>Cotton dkk. 1999, hk. 42</ref> timah,<ref>Marezio & Licci 2000, hlm. 11</ref> dan bismut.<ref>Vernon 2013, hlm. 1705</ref> Mereka menunjukkan struktur pengepakan yang tidak biasa,<ref>Russell & Lee 2005, hlm. 5</ref> kimia kovalen yang ditandai (molekul atau polimer),<ref>Parish 1977, hlm. 178, 192–93</ref> dan amfoterisme.<ref>Eggins 1972, hlm. 66; Rayner-Canham & Overton 2006, hlm. 29–30</ref> Di sebelah kanan garis pemisah adalah karbon,<ref>Atkins dkk. 2006, hlm. 320–21; Bailar hlm. 1989, hlm. 742–43</ref> fosforus,<ref>Rochow 1966, hlm. 7; Taniguchi dkk. 1984, hlm. 867: "... fosforus hitam ... dicirikan oleh pita valensi lebar dengan sifat yang agak terdelokalisasi."; Morita 1986, hlm. 230; Carmalt & Norman 1998, hlm. 7: "Fosforus ... diperkirakan memiliki beberapa sifat metaloid."; Du dkk. 2010. Interaksi antarlapisan dalam fosforus hitam, yang dikaitkan dengan gaya van der Waals-Keesom, dianggap berkontribusi pada sela pita yang lebih kecil dari bahan curah (terhitung 0,19 eV; teramati 0,3 eV) sebagai lawan dari sela pita yang lebih besar dari sebuah lapisan tunggal (terhitung ~0,75 eV).</ref> selenium,<ref>Stuke 1974, hlm. 178; Cotton dkk. 1999, hlm. 501; Craig & Maher 2003, hlm. 391</ref> dan iodin.<ref>Steudel 1977, hlm. 240: "... tumpang-tindih orbital yang cukup besar harus ada, untuk membentuk ikatan antarmolekul, banyak pusat ... ikatan [sigma], menyebar melalui lapisan dan diisi dengan elektron terdelokalisasi, tercermin dalam sifat iodin (kilau, warna, konduktivitas listrik moderat)."; Segal 1989, hlm. 481: "Iodin menunjukkan beberapa sifat logam ..."</ref> Mereka menunjukkan kilau logam, sifat semikonduktor dan pita ikatan atau valensi dengan karakter terdelokalisasi. Ini berlaku untuk bentuk mereka yang paling stabil secara termodinamika di bawah kondisi sekitar: karbon sebagai grafit; fosforus sebagai fosforus hitam; dan selenium sebagai selenium abu-abu.
Dalam tabel periodik, beberapa unsur yang berdekatan dengan metaloid yang umum dikenal, meskipun biasanya diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam, kadang-kadang disebut sebagai ''dekat metaloid'' atau dikenal karena karakter metaloid mereka. Di sebelah kiri garis pemisah logam–nonlogam, unsur-unsur tersebut termasuk galium, timah, dan bismut. Mereka menunjukkan struktur pengepakan yang tidak biasa, kimia kovalen yang ditandai (molekul atau polimer), dan amfoterisme. Di sebelah kanan garis pemisah adalah karbon, fosforus, selenium, dan iodin. Mereka menunjukkan kilau logam, sifat semikonduktor dan pita ikatan atau valensi dengan karakter terdelokalisasi. Ini berlaku untuk bentuk mereka yang paling stabil secara termodinamika di bawah kondisi sekitar: karbon sebagai grafit; fosforus sebagai fosforus hitam; dan selenium sebagai selenium abu-abu.
===Alotrop===
===Alotrop===
Bentuk kristal yang berbeda dari suatu unsur disebut [[alotropi|alotrop]]. Beberapa alotrop, terutama unsur-unsur yang terletak (dalam tabel periodik) di samping atau di dekat garis pemisah antara logam dan nonlogam, menunjukkan perilaku logam, metaloid atau nonlogam yang lebih menonjol daripada yang lain.<ref>Brescia dkk. 1980, hlm. 166–71</ref> Keberadaan alotrop semacam ini dapat memperumit klasifikasi unsur-unsur yang terlibat.<ref>Fine & Beall 1990, hlm. 578</ref>


Bentuk kristal yang berbeda dari suatu unsur disebut [[alotropi|alotrop]]. Beberapa alotrop, terutama unsur-unsur yang terletak (dalam tabel periodik) di samping atau di dekat garis pemisah antara logam dan nonlogam, menunjukkan perilaku logam, metaloid atau nonlogam yang lebih menonjol daripada yang lain. Keberadaan alotrop semacam ini dapat memperumit klasifikasi unsur-unsur yang terlibat.
Timah, misalnya, memiliki dua alotrop: timah-β "putih" [[Sistem kristal tetragon|tetragonal]] dan timah-α "abu-abu" kubik. Timah putih adalah logam yang sangat mengkilap, ulet dan mudah dibentuk. Ia adalah bentuk stabil pada atau di atas suhu kamar dan memiliki konduktivitas listrik 9,17 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S·cm<sup>−1</sup> (~1/6 dari tembaga).<ref>Wiberg 2001, hlm. 901</ref> Timah abu-abu biasanya memiliki penampilan bubuk mikro-kristal abu-abu, dan juga dapat dibuat dalam bentuk kristal atau [[Kristalit|polikristalin]] semi-berkilau rapuh. Ini adalah bentuk stabil di bawah suhu 13,2&nbsp;°C dan memiliki konduktivitas listrik antara (2–5) × 10<sup>2</sup>&nbsp;S·cm<sup>−1</sup> (~1/250 dari timah putih).<ref>Berger 1997, hlm. 80</ref> Timah abu-abu memiliki struktur kristal yang sama dengan intan. Ia berperilaku sebagai semikonduktor (karena memiliki sela pita 0,08&nbsp;eV), tetapi memiliki struktur pita elektronik semilogam.<ref>Lovett 1977, hlm. 101</ref> Ia telah disebut sebagai logam yang sangat miskin,<ref>Cohen & Chelikowsky 1988, hlm. 99</ref> metaloid,<ref>Taguena-Martinez, Barrio & Chambouleyron 1991, hlm. 141</ref> nonlogam,<ref>Ebbing & Gammon 2010, hlm. 891</ref> atau dekat metaloid.<ref>Vernon 2013, hlm. 1705</ref>


Timah, misalnya, memiliki dua alotrop: timah-β "putih" [[Sistem kristal tetragon|tetragonal]] dan timah-α "abu-abu" kubik. Timah putih adalah logam yang sangat mengkilap, ulet dan mudah dibentuk. Ia adalah bentuk stabil pada atau di atas suhu kamar dan memiliki konduktivitas listrik 9,17 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S·cm<sup>−1</sup> (~1/6 dari tembaga). Timah abu-abu biasanya memiliki penampilan bubuk mikro-kristal abu-abu, dan juga dapat dibuat dalam bentuk kristal atau [[Kristalit|polikristalin]] semi-berkilau rapuh. Ini adalah bentuk stabil di bawah suhu 13,2&nbsp;°C dan memiliki konduktivitas listrik antara (2–5) × 10<sup>2</sup>&nbsp;S·cm<sup>−1</sup> (~1/250 dari timah putih). Timah abu-abu memiliki struktur kristal yang sama dengan intan. Ia berperilaku sebagai semikonduktor (karena memiliki sela pita 0,08&nbsp;eV), tetapi memiliki struktur pita elektronik semilogam. Ia telah disebut sebagai logam yang sangat miskin, metaloid, nonlogam, atau dekat metaloid.
Intan, sebuah alotrop karbon, jelas nonlogam, tembus cahaya, dan memiliki konduktivitas listrik yang rendah, sebesar 10<sup>−14</sup> hingga 10<sup>−16</sup>&nbsp;S·cm<sup>−1</sup>.<ref>Asmussen & Reinhard 2002, hlm. 7</ref> Grafit memiliki konduktivitas listrik 3 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S·cm<sup>−1</sup>,<ref>Deprez & McLachan 1988</ref> suatu angka yang lebih khas dari logam. Fosforus, belerang, arsen, selenium, antimon, dan bismut juga memiliki alotrop yang kurang stabil yang menunjukkan perilaku yang berbeda.<ref>Addison 1964 (P, Se, Sn); Marković, Christiansen & Goldman 1998 (Bi); Nagao dkk. 2004</ref>
 
Intan, sebuah alotrop karbon, jelas nonlogam, tembus cahaya, dan memiliki konduktivitas listrik yang rendah, sebesar 10<sup>−14</sup> hingga 10<sup>−16</sup>&nbsp;S·cm<sup>−1</sup>. Grafit memiliki konduktivitas listrik 3 × 10<sup>4</sup>&nbsp;S·cm<sup>−1</sup>, suatu angka yang lebih khas dari logam. Fosforus, belerang, arsen, selenium, antimon, dan bismut juga memiliki alotrop yang kurang stabil yang menunjukkan perilaku yang berbeda.
==Kelimpahan, ekstraksi, dan biaya==
==Kelimpahan, ekstraksi, dan biaya==
 
{| class="wikitable sortable" style="float:right"
|-
! ''[[Nomor atom|Z]]'' !! Unsur !! Gram/ton
|-
| align="right" |8|| Oksigen|| align="right" | 461.000
|-
| align="right" |14|| '''Silikon'''|| align="right" | 282.000
|-
| align="right" |13|| ''Aluminium''|| align="right" | 82.300
|-
| align="right" |26|| Besi|| align="right" | 56.300
|-
| align="right" |6|| ''Karbon''|| align="right" | 200
|-
| align="right" |29|| Tembaga|| align="right" | 60
|-
| align="right" |5|| '''Boron''' || align="right" | 10
|-
| align="right" |33|| '''Arsen'''|| align="right" | 1,8
|-
| align="right" |32|| '''Germanium'''|| align="right" | 1,5
|-
| align="right" |47|| Perak|| align="right" | 0,075
|-
| align="right" |34|| ''Selenium''|| align="right" | 0,05
|-
| align="right" |51|| '''Antimon'''|| align="right" | 0,02
|-
| align="right" |79|| Emas|| align="right" | 0,004
|-
| align="right" |52|| '''Telurium'''|| align="right" | 0,001
|-
| align="right" |75|| Renium|| align="right" | 0,00000000077×10<sup>−10</sup>
|-
| align="right" |54|| Xenon|| align="right" | 0,000000000033×10<sup>−11</sup>
|-
| align="right" |84|| ''Polonium''|| align="right" | 0,00000000000000022×10<sup>−16</sup>
|-
| align="right" |85|| ''Astatin''|| align="right" | 0,0000000000000000033×10<sup>−20</sup>
|}
===Kelimpahan===
===Kelimpahan===
Tabel tersebut memberikan [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|kelimpahan kerak]] dari unsur-unsur yang umumnya jarang dikenali sebagai metaloid. Beberapa unsur lain disertakan untuk perbandingan: oksigen dan xenon (unsur yang memiliki isotop stabil paling melimpah dan paling tidak melimpah); besi dan logam koin (tembaga, perak, dan emas); serta renium, logam stabil yang paling tidak melimpah (aluminium biasanya merupakan logam yang paling melimpah). Berbagai perkiraan kelimpahan telah diterbitkan; beberapa diantaranya sering tidak setuju sampai batas tertentu.
Tabel tersebut memberikan [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|kelimpahan kerak]] dari unsur-unsur yang umumnya jarang dikenali sebagai metaloid.<ref>Lide 2005; Wiberg 2001, hlm. 423: At</ref> Beberapa unsur lain disertakan untuk perbandingan: oksigen dan xenon (unsur yang memiliki isotop stabil paling melimpah dan paling tidak melimpah); besi dan logam koin (tembaga, perak, dan emas); serta renium, logam stabil yang paling tidak melimpah (aluminium biasanya merupakan logam yang paling melimpah). Berbagai perkiraan kelimpahan telah diterbitkan; beberapa diantaranya sering tidak setuju sampai batas tertentu.<ref>Cox 1997, hlm. 182‒86</ref>
===Ekstraksi===
===Ekstraksi===
Metaloid yang dikenal dapat diperoleh dengan [[Redoks|reduksi kimia]] baik oksida atau sulfidanya. Metode ekstraksi yang lebih sederhana atau lebih kompleks dapat digunakan tergantung pada bentuk awal dan faktor ekonomi. Boron secara rutin diperoleh dengan mereduksi trioksidanya dengan magnesium: B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3 Mg → 2 B + 3MgO; setelah pemrosesan sekunder, bubuk coklat yang dihasilkan memiliki kemurnian hingga 97%. Boron dengan kemurnian lebih tinggi (> 99%) dibuat dengan memanaskan senyawa boron yang mudah menguap, seperti BCl<sub>3</sub> atau BBr<sub>3</sub>, baik dalam atmosfer hidrogen (2 BX<sub>3</sub> + 3 H<sub>2</sub> → 2 B + 6 HX) ataupun hingga titik [[dekomposisi termal]]. Silikon dan germanium diperoleh dari oksida mereka dengan memanaskan oksidanya dengan karbon atau hidrogen: SiO<sub>2</sub> + C → Si + CO<sub>2</sub>; GeO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub> → Ge + 2 H<sub>2</sub>O. Arsen diisolasi dari piritnya (FeAsS) atau pirit arsen (FeAs<sub>2</sub>) dengan pemanasan; sebagai alternatif, ia dapat diperoleh dari oksidanya melalui reduksi dengan karbon: 2 As<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3 C → 2 As + 3 CO<sub>2</sub>. Antimon diturunkan dari sulfidanya melalui reduksi dengan besi: Sb<sub>2</sub>S<sub>3</sub> → 2 Sb + 3 FeS. Telurium dibuat dari oksidanya dengan melarutkannya dalam NaOH berair, menghasilkan telurit, kemudian dengan [[Sel elektrolitik|reduksi elektrolitik]]: TeO<sub>2</sub> + 2 NaOH → Na<sub>2</sub>TeO<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O; Na<sub>2</sub>TeO<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O → Te + 2 NaOH + O<sub>2</sub>. Pilihan lain adalah reduksi oksidanya dengan memanggangnya dengan karbon: TeO<sub>2</sub> + C → Te + CO<sub>2</sub>.
Metaloid yang dikenal dapat diperoleh dengan [[Redoks|reduksi kimia]] baik oksida atau sulfidanya. Metode ekstraksi yang lebih sederhana atau lebih kompleks dapat digunakan tergantung pada bentuk awal dan faktor ekonomi.<ref>MacKay, MacKay & Henderson 2002, hlm. 204</ref> Boron secara rutin diperoleh dengan mereduksi trioksidanya dengan magnesium: B<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3 Mg → 2 B + 3MgO; setelah pemrosesan sekunder, bubuk coklat yang dihasilkan memiliki kemurnian hingga 97%.<ref>Baudis 2012, hlm. 207–08</ref> Boron dengan kemurnian lebih tinggi (> 99%) dibuat dengan memanaskan senyawa boron yang mudah menguap, seperti BCl<sub>3</sub> atau BBr<sub>3</sub>, baik dalam atmosfer hidrogen (2 BX<sub>3</sub> + 3 H<sub>2</sub> → 2 B + 6 HX) ataupun hingga titik [[dekomposisi termal]]. Silikon dan germanium diperoleh dari oksida mereka dengan memanaskan oksidanya dengan karbon atau hidrogen: SiO<sub>2</sub> + C → Si + CO<sub>2</sub>; GeO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub> → Ge + 2 H<sub>2</sub>O. Arsen diisolasi dari piritnya (FeAsS) atau pirit arsen (FeAs<sub>2</sub>) dengan pemanasan; sebagai alternatif, ia dapat diperoleh dari oksidanya melalui reduksi dengan karbon: 2 As<sub>2</sub>O<sub>3</sub> + 3 C → 2 As + 3 CO<sub>2</sub>.<ref>Wiberg 2001, hlm. 741</ref> Antimon diturunkan dari sulfidanya melalui reduksi dengan besi: Sb<sub>2</sub>S<sub>3</sub> → 2 Sb + 3 FeS. Telurium dibuat dari oksidanya dengan melarutkannya dalam NaOH berair, menghasilkan telurit, kemudian dengan [[Sel elektrolitik|reduksi elektrolitik]]: TeO<sub>2</sub> + 2 NaOH → Na<sub>2</sub>TeO<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O;<ref>Chizhikov & Shchastlivyi 1968, hlm. 96</ref> Na<sub>2</sub>TeO<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O → Te + 2 NaOH + O<sub>2</sub>.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 140–41, 330, 369, 548–59, 749: B, Si, Ge, As, Sb, Te</ref> Pilihan lain adalah reduksi oksidanya dengan memanggangnya dengan karbon: TeO<sub>2</sub> + C → Te + CO<sub>2</sub>.<ref>Kudryavtsev 1974, hlm. 158</ref>


Metode produksi untuk unsur-unsur yang lebih jarang dikenal sebagai metaloid melibatkan pemrosesan alami, reduksi elektrolitik atau kimia, atau penyinaran. Karbon (sebagai grafit) terjadi secara alami dan diekstraksi dengan menghancurkan batuan induk dan mengapungkan grafit yang lebih ringan ke permukaan. Aluminium diekstraksi dengan melarutkan oksidanya Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> dalam [[kriolit]] cair Na<sub>3</sub>AlF<sub>6</sub> dan kemudian dengan reduksi elektrolitik suhu tinggi. Selenium diproduksi dengan memanggang selenida logam koin X<sub>2</sub>Se (X = Cu, Ag, Au) dengan [[natrium karbonat|abu soda]] untuk menghasilkan selenit: X<sub>2</sub>Se + O<sub>2</sub> + Na<sub>2</sub>CO<sub>3</sub> → Na<sub>2</sub>SeO<sub>3</sub> + 2 X + CO<sub>2</sub>; selenida tersebut dinetralkan oleh asam sulfat H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> untuk menghasilkan [[asam selenit]] H<sub>2</sub>SeO<sub>3</sub>; ini direduksi melalui penggelembungan dengan [[belerang dioksida|SO<sub>2</sub>]] untuk menghasilkan selenium elemental. Polonium dan astatin diproduksi dalam jumlah kecil dengan menyinari bismut.
Metode produksi untuk unsur-unsur yang lebih jarang dikenal sebagai metaloid melibatkan pemrosesan alami, reduksi elektrolitik atau kimia, atau penyinaran. Karbon (sebagai grafit) terjadi secara alami dan diekstraksi dengan menghancurkan batuan induk dan mengapungkan grafit yang lebih ringan ke permukaan. Aluminium diekstraksi dengan melarutkan oksidanya Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> dalam [[kriolit]] cair Na<sub>3</sub>AlF<sub>6</sub> dan kemudian dengan reduksi elektrolitik suhu tinggi. Selenium diproduksi dengan memanggang selenida logam koin X<sub>2</sub>Se (X = Cu, Ag, Au) dengan [[natrium karbonat|abu soda]] untuk menghasilkan selenit: X<sub>2</sub>Se + O<sub>2</sub> + Na<sub>2</sub>CO<sub>3</sub> → Na<sub>2</sub>SeO<sub>3</sub> + 2 X + CO<sub>2</sub>; selenida tersebut dinetralkan oleh asam sulfat H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> untuk menghasilkan [[asam selenit]] H<sub>2</sub>SeO<sub>3</sub>; ini direduksi melalui penggelembungan dengan [[belerang dioksida|SO<sub>2</sub>]] untuk menghasilkan selenium elemental. Polonium dan astatin diproduksi dalam jumlah kecil dengan menyinari bismut.<ref>Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 271, 219, 748–49, 886: C, Al, Se, Po, At; Wiberg 2001, hlm. 573: Se</ref>
===Biaya===
===Biaya===
Metaloid yang dikenal dan tetangga mereka yang lebih dekat sebagian besar memiliki harga yang lebih murah daripada perak; hanya polonium dan astatin yang lebih mahal daripada emas, karena radioaktivitasnya yang signifikan. Mulai 5 April 2014, harga untuk sampel kecil (hingga 100 g) silikon, antimon dan telurium, serta grafit, aluminium, dan selenium, rata-rata sekitar sepertiga dari harga perak (AS$1,5 per gram atau sekitar AS$45 per ons). Sampel boron, germanium, dan arsen dihargai rata-rata sekitar tiga setengah kali harga perak. Polonium tersedia dengan harga sekitar AS$100 per [[mikrogram]]. Zalutsky dan Pruszynski memperkirakan biaya yang sama untuk memproduksi astatin. Harga untuk unsur-unsur yang berlaku yang diperdagangkan sebagai komoditas cenderung berkisar dari dua hingga tiga kali lebih murah daripada harga sampel (Ge), hingga hampir tiga ribu kali lebih murah (As).
Metaloid yang dikenal dan tetangga mereka yang lebih dekat sebagian besar memiliki harga yang lebih murah daripada perak; hanya polonium dan astatin yang lebih mahal daripada emas, karena radioaktivitasnya yang signifikan. Mulai 5 April 2014, harga untuk sampel kecil (hingga 100 g) silikon, antimon dan telurium, serta grafit, aluminium, dan selenium, rata-rata sekitar sepertiga dari harga perak (AS$1,5 per gram atau sekitar AS$45 per ons). Sampel boron, germanium, dan arsen dihargai rata-rata sekitar tiga setengah kali harga perak. Polonium tersedia dengan harga sekitar AS$100 per [[mikrogram]].<ref>United Nuclear 2013</ref> Zalutsky dan Pruszynski<ref>Zalutsky & Pruszynski 2011, hlm. 181</ref> memperkirakan biaya yang sama untuk memproduksi astatin. Harga untuk unsur-unsur yang berlaku yang diperdagangkan sebagai komoditas cenderung berkisar dari dua hingga tiga kali lebih murah daripada harga sampel (Ge), hingga hampir tiga ribu kali lebih murah (As).
==Catatan==
==Catatan==
==Referensi==
===Sumber===
*Addison WE 1964, ''The Allotropy of the Elements,'' Oldbourne Press, London
*Addison CC & Sowerby DB 1972, ''Main Group Elements: Groups V and VI,'' Butterworths, London,
*Adler D 1969, 'Half-way Elements: The Technology of Metalloids', book review, ''Technology Review,'' vol. 72, no. 1, Oct/Nov, pp.&nbsp;18–19,
*Ahmed MAK, Fjellvåg H & Kjekshus A 2000, 'Synthesis, Structure and Thermal Stability of Tellurium Oxides and Oxide Sulfate Formed from Reactions in Refluxing Sulfuric Acid', ''Journal of the Chemical Society, Dalton Transactions,'' no. 24, pp.&nbsp;4542–49,
*Ahmeda E & Rucka M 2011, 'Homo- and heteroatomic polycations of groups 15 and 16. Recent advances in synthesis and isolation using room temperature ionic liquids', ''Coordination Chemistry Reviews,'' vol. 255, nos 23–24, pp.&nbsp;2892–903,
*Allen DS & Ordway RJ 1968, ''Physical Science,'' 2nd ed., Van Nostrand, Princeton, New Jersey,
*Allen PB & Broughton JQ 1987, 'Electrical Conductivity and Electronic Properties of Liquid Silicon', ''Journal of Physical Chemistry,'' vol. 91, no. 19, pp.&nbsp;4964–70,
*Alloul H 2010, [https://books.google.com/books?id=qwOD621_92oC&printsec=frontcover ''Introduction to the Physics of Electrons in Solids,''] Springer-Verlag, Berlin,
*Anderson JB, Rapposch MH, Anderson CP & Kostiner E 1980, 'Crystal Structure Refinement of Basic Tellurium Nitrate: A Reformulation as (Te<sub>2</sub>O<sub>4</sub>H)<sup>+</sup>(NO<sub>3</sub>)<sup>−</sup>', ''Monatshefte für Chemie/ Chemical Monthly,'' vol. 111, no. 4, pp.&nbsp;789–96,
*Antman KH 2001, 'Introduction: The History of Arsenic Trioxide in Cancer Therapy', ''The Oncologist,'' vol. 6, suppl. 2, pp.&nbsp;1–2,
*Apseloff G 1999, 'Therapeutic Uses of Gallium Nitrate: Past, Present, and Future', ''[[American Journal of Therapeutics]],'' vol. 6, no. 6, pp.&nbsp;327–39,
*Arlman EJ 1939, 'The Complex Compounds P(OH)<sub>4</sub>.ClO<sub>4</sub> and Se(OH)<sub>3</sub>.ClO<sub>4</sub>', ''Recueil des Travaux Chimiques des Pays-Bas,'' vol. 58, no. 10, pp.&nbsp;871–74,
*Askeland DR, Phulé PP & Wright JW 2011, ''The Science and Engineering of Materials,'' 6th ed., Cengage Learning, Stamford, CT,
*Asmussen J & Reinhard DK 2002, ''Diamond Films Handbook,'' Marcel Dekker, New York,
*Atkins P, Overton T, Rourke J, Weller M & Armstrong F 2006, ''Shriver & Atkins' Inorganic Chemistry,'' 4th ed., Oxford University Press, Oxford,
*Atkins P, Overton T, Rourke J, Weller M & Armstrong F 2010, ''Shriver & Atkins' Inorganic Chemistry,'' 5th ed., Oxford University Press, Oxford,
*Austen K 2012, 'A Factory for Elements that Barely Exist', ''New Scientist,'' 21 Apr, p.&nbsp;12
*Ba LA, Döring M, Jamier V & Jacob C 2010, 'Tellurium: an Element with Great Biological Potency and Potential', ''Organic & Biomolecular Chemistry,'' vol. 8, pp.&nbsp;4203–16,
*Bagnall KW 1957, ''Chemistry of the Rare Radioelements: Polonium-actinium'', Butterworths Scientific Publications, London
*Bagnall KW 1966, ''The Chemistry of Selenium, Tellurium and Polonium,'' Elsevier, Amsterdam
*Bagnall KW 1990, 'Compounds of Polonium', in KC Buschbeck & C Keller (eds), ''Gmelin Handbook of Inorganic and Organometallic Chemistry,'' 8th ed., Po Polonium, Supplement vol. 1, Springer-Verlag, Berlin, pp.&nbsp;285–340,
*Bailar JC, Moeller T & Kleinberg J 1965, ''University Chemistry,'' DC Heath, Boston
*Bailar JC & [[Aubrey Trotman-Dickenson|Trotman-Dickenson AF]] 1973, ''Comprehensive Inorganic Chemistry,'' vol. 4, Pergamon, Oxford
*Bailar JC, Moeller T, Kleinberg J, Guss CO, Castellion ME & Metz C 1989, ''Chemistry,'' 3rd ed., Harcourt Brace Jovanovich, San Diego,
*Barfuß H, Böhnlein G, Freunek P, Hofmann R, Hohenstein H, Kreische W, Niedrig H and Reimer A 1981, 'The Electric Quadrupole Interaction of <sup>111</sup>Cd in Arsenic Metal and in the System Sb<sub>1–x</sub>In<sub>x</sub> and Sb<sub>1–x</sub>Cd<sub>x</sub>', ''Hyperfine Interactions,'' vol. 10, nos 1–4, pp.&nbsp;967–72,
*Barnett EdB & Wilson CL 1959, ''Inorganic Chemistry: A Text-book for Advanced Students,'' 2nd ed., Longmans, London
*Barrett J 2003, [https://books.google.com/books?id=3pdgmlb08d4C&pg=PA119 ''Inorganic Chemistry in Aqueous Solution''], The Royal Society of Chemistry, Cambridge,
*Barsanov GP & Ginzburg AI 1974, 'Mineral', in AM Prokhorov (ed.), ''Great Soviet Encyclopedia,'' 3rd ed., vol. 16, Macmillan, New York, pp.&nbsp;329–32
*Bassett LG, Bunce SC, Carter AE, Clark HM & Hollinger HB 1966, ''Principles of Chemistry,'' Prentice-Hall, Englewood Cliffs, New Jersey
*Batsanov SS 1971, 'Quantitative Characteristics of Bond Metallicity in Crystals', ''Journal of Structural Chemistry,'' vol. 12, no. 5, pp.&nbsp;809–13,
*Baudis U & Fichte R 2012, 'Boron and Boron Alloys', in F Ullmann (ed.), ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry,'' vol. 6, Wiley-VCH, Weinheim, pp.&nbsp;205–17,
*Becker WM, Johnson VA & Nussbaum 1971, 'The Physical Properties of Tellurium', in WC Cooper (ed.), ''Tellurium,'' Van Nostrand Reinhold, New York
*Belpassi L, Tarantelli F, Sgamellotti A & Quiney HM 2006, [https://web.archive.org/web/20160304053639/http://www.thch.unipg.it/~franc/Reprints/2006_jpca_110_4543-4554.pdf 'The Electronic Structure of Alkali Aurides. A Four-Component Dirac−Kohn−Sham study'], ''The Journal of Physical Chemistry A,'' vol. 110, no. 13, April 6, pp.&nbsp;4543–54,
*Berger LI 1997, ''Semiconductor Materials,'' CRC Press, Boca Raton, Florida,
*Bettelheim F, Brown WH, Campbell MK & Farrell SO 2010, ''Introduction to General, Organic, and Biochemistry,'' 9th ed., Brooks/Cole, Belmont CA,
*Bianco E, Butler S, Jiang S, Restrepo OD, Windl W & Goldberger JE 2013, 'Stability and Exfoliation of Germanane: A Germanium Graphane Analogue,' ''ACS Nano,'' March 19 (web),
*Bodner GM & Pardue HL 1993, ''Chemistry, An Experimental Science,'' John Wiley & Sons, New York,
*Bogoroditskii NP & Pasynkov VV 1967, ''Radio and Electronic Materials,'' Iliffe Books, London
*Bomgardner MM 2013, 'Thin-Film Solar Firms Revamp To Stay In The Game', ''Chemical & Engineering News,'' vol. 91, no. 20, pp.&nbsp;20–21,
*Bond GC 2005, [https://books.google.com/books?id=5llTCEYBoJUC&printsec=frontcover ''Metal-Catalysed Reactions of Hydrocarbons''], Springer, New York,
*Booth VH & Bloom ML 1972, ''Physical Science: A Study of Matter and Energy,'' Macmillan, New York
*Borst KE 1982, 'Characteristic Properties of Metallic Crystals', ''Journal of Educational Modules for Materials Science and Engineering,'' vol. 4, no. 3, pp.&nbsp;457–92,
*Boyer RD, Li J, Ogata S & Yip S 2004, [http://li.mit.edu/Archive/Papers/04/Boyer04.pdf 'Analysis of Shear Deformations in Al and Cu: Empirical Potentials Versus Density Functional Theory'], ''Modelling and Simulation in Materials Science and Engineering,'' vol. 12, no. 5, pp.&nbsp;1017–29,
*Bradbury GM, McGill MV, Smith HR & Baker PS 1957, ''Chemistry and You,'' Lyons and Carnahan, Chicago
*Bradley D 2014, ''[http://www.spectroscopynow.com/details/ezine/14641eb1833/Resistance-is-low-New-quantum-effect.html Resistance is Low: New Quantum Effect] ,'' spectroscopyNOW, viewed 15 December 2014-12-15
*Brescia F, Arents J, Meislich H & Turk A 1980, ''Fundamentals of Chemistry,'' 4th ed., Academic Press, New York,
*Brown L & Holme T 2006, [https://books.google.com/books?id=ScwseMQKBQEC&pg=PA57 ''Chemistry for Engineering Students''], Thomson Brooks/Cole, Belmont California,
*Brown WP c. 2007 'The Properties of Semi-Metals or Metalloids,' ''[http://www.docbrown.info/page03/3_34ptable.htm Doc Brown's Chemistry: Introduction to the Periodic Table],'' viewed 8 February 2013
*Brown TL, LeMay HE, Bursten BE, Murphy CJ, Woodward P 2009, ''Chemistry: The Central Science,'' 11th ed., Pearson Education, Upper Saddle River, New Jersey,
*Brownlee RB, Fuller RW, Hancock WJ, Sohon MD & Whitsit JE 1943, ''Elements of Chemistry,'' Allyn and Bacon, Boston
*Brownlee RB, Fuller RT, Whitsit JE Hancock WJ & Sohon MD 1950, ''Elements of Chemistry,'' Allyn and Bacon, Boston
*Bucat RB (ed.) 1983, ''Elements of Chemistry: Earth, Air, Fire & Water, vol. 1'', Australian Academy of Science, Canberra,
*Büchel KH (ed.) 1983, ''Chemistry of Pesticides'', John Wiley & Sons, New York,
*Büchel KH, Moretto H-H, Woditsch P 2003, ''Industrial Inorganic Chemistry,'' 2nd ed., Wiley-VCH,
*Burkhart CN, Burkhart CG & Morrell DS 2011, 'Treatment of Tinea Versicolor', in HI Maibach & F Gorouhi (eds), ''Evidence Based Dermatology,'' 2nd ed., People's Medical Publishing House, Shelton, CT, pp.&nbsp;365–72,
*Burrows A, Holman J, Parsons A, Pilling G & Price G 2009, ''Chemistry<sup>3</sup>: Introducing Inorganic, Organic and Physical Chemistry,'' Oxford University, Oxford,
*Butterman WC & Carlin JF 2004, [http://pubs.usgs.gov/of/2003/of03-019/of03-019.pdf ''Mineral Commodity Profiles: Antimony''], US Geological Survey
*Butterman WC & Jorgenson JD 2005, [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1218/2004-1218.pdf ''Mineral Commodity Profiles: Germanium''], US Geological Survey
*Calderazzo F, Ercoli R & Natta G 1968, 'Metal Carbonyls: Preparation, Structure, and Properties', in I Wender & P Pino (eds), ''Organic Syntheses via Metal Carbonyls: Volume 1'', Interscience Publishers, New York, pp.&nbsp;1–272
*Carapella SC 1968a, 'Arsenic' in CA Hampel (ed.), ''The Encyclopedia of the Chemical Elements,'' Reinhold, New York, pp.&nbsp;29–32
*Carapella SC 1968, 'Antimony' in CA Hampel (ed.), ''The Encyclopedia of the Chemical Elements,'' Reinhold, New York, pp.&nbsp;22–25
*Carlin JF 2011, [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/antimony/myb1-2011-antim.pdf ''Minerals Year Book: Antimony''], United States Geological Survey
*Carmalt CJ & Norman NC 1998, 'Arsenic, Antimony and Bismuth: Some General Properties and Aspects of Periodicity', in NC Norman (ed.), ''Chemistry of Arsenic, Antimony and Bismuth'', Blackie Academic & Professional, London, pp.&nbsp;1–38,
*Carter CB & Norton MG 2013, ''Ceramic Materials: Science and Engineering,'' 2nd ed., Springer Science+Business Media, New York,
*Cegielski C 1998, ''Yearbook of Science and the Future,'' Encyclopædia Britannica, Chicago,
*Chalmers B 1959, ''Physical Metallurgy,'' John Wiley & Sons, New York
*Champion J, Alliot C, Renault E, Mokili BM, Chérel M, Galland N & Montavon G 2010, 'Astatine Standard Redox Potentials and Speciation in Acidic Medium', ''The Journal of Physical Chemistry A,'' vol. 114, no. 1, pp.&nbsp;576–82,
*Chang R 2002, ''Chemistry,'' 7th ed., McGraw Hill, Boston,
*Chao MS & Stenger VA 1964, 'Some Physical Properties of Highly Purified Bromine', ''Talanta,'' vol. 11, no. 2, pp.&nbsp;271–81,
*Charlier J-C, Gonze X, Michenaud J-P 1994, First-principles Study of the Stacking Effect on the Electronic Properties of Graphite(s), ''Carbon,'' vol. 32, no. 2, pp.&nbsp;289–99,
*Chatt J 1951, 'Metal and Metalloid Compounds of the Alkyl Radicals', in EH Rodd (ed.), ''Chemistry of Carbon Compounds: A Modern Comprehensive Treatise,'' vol. 1, part A, Elsevier, Amsterdam, pp.&nbsp;417–58
*Chedd G 1969, ''Half-Way Elements: The Technology of Metalloids,'' Doubleday, New York
*Chizhikov DM & Shchastlivyi VP 1968, ''Selenium and Selenides,'' translated from the Russian by EM Elkin, Collet's, London
*Chizhikov DM & Shchastlivyi 1970, ''Tellurium and the Tellurides,'' Collet's, London
*Choppin GR & Johnsen RH 1972, ''Introductory Chemistry,'' Addison-Wesley, Reading, Massachusetts
*Chopra IS, Chaudhuri S, Veyan JF & Chabal YJ 2011, 'Turning Aluminium into a Noble-metal-like Catalyst for Low-temperature Activation of Molecular Hydrogen', ''Nature Materials'', vol. 10, pp.&nbsp;884–89,
*Chung DDL 2010, ''Composite Materials: Science and Applications,'' 2nd ed., Springer-Verlag, London,
*Clark GL 1960, ''The Encyclopedia of Chemistry,'' Reinhold, New York
*Cobb C & Fetterolf ML 2005, ''The Joy of Chemistry,'' Prometheus Books, New York,
*Cohen ML & Chelikowsky JR 1988, ''Electronic Structure and Optical Properties of Semiconductors'', Springer Verlag, Berlin,
*Coles BR & Caplin AD 1976, ''The Electronic Structures of Solids,'' Edward Arnold, London,
*Conkling JA & Mocella C 2011, ''Chemistry of Pyrotechnics: Basic Principles and Theory,'' 2nd ed., CRC Press, Boca Raton, FL,
*Considine DM & Considine GD (eds) 1984, 'Metalloid', in ''Van Nostrand Reinhold Encyclopedia of Chemistry,'' 4th ed., Van Nostrand Reinhold, New York,
*Cooper DG 1968, ''The Periodic Table,'' 4th ed., Butterworths, London
*Corbridge DEC 2013, ''Phosphorus: Chemistry, Biochemistry and Technology,'' 6th ed., CRC Press, Boca Raton, Florida,
*Corwin CH 2005, ''Introductory Chemistry: Concepts & Connections,'' 4th ed., Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey,
*Cotton FA, Wilkinson G & Gaus P 1995, ''Basic Inorganic Chemistry,'' 3rd ed., John Wiley & Sons, New York,
*Cotton FA, Wilkinson G, Murillo CA & Bochmann 1999, ''Advanced Inorganic Chemistry,'' 6th ed., John Wiley & Sons, New York,
*Cox PA 1997, ''The Elements: Their Origin, Abundance and Distribution,'' Oxford University, Oxford,
*Cox PA 2004, ''Inorganic Chemistry,'' 2nd ed., Instant Notes series, Bios Scientific, London,
*Craig PJ, Eng G & Jenkins RO 2003, 'Occurrence and Pathways of Organometallic Compounds in the Environment – General Considerations' in PJ Craig (ed.), ''Organometallic Compounds in the Environment,'' 2nd ed., John Wiley & Sons, Chichester, West Sussex, pp.&nbsp;1–56,
*Craig PJ & Maher WA 2003, 'Organoselenium compounds in the environment', in ''Organometallic Compounds in the Environment,'' PJ Craig (ed.), John Wiley & Sons, New York, pp.&nbsp;391–98,
*Crow JM 2011, 'Boron Carbide Could Light Way to Less-toxic Green Pyrotechnics', ''Nature News,'' 8 April,
*Cusack N 1967, ''The Electrical and Magnetic Properties of Solids: An Introductory Textbook'', 5th ed., John Wiley & Sons, New York
*Cusack N E 1987, ''The Physics of Structurally Disordered Matter: An Introduction,'' A Hilger in association with the University of Sussex Press, Bristol,
*Daintith J (ed.) 2004, ''Oxford Dictionary of Chemistry,'' 5th ed., Oxford University, Oxford,
*Danaith J (ed.) 2008, ''Oxford Dictionary of Chemistry,'' Oxford University Press, Oxford,
* Daniel-Hoffmann M, Sredni B & Nitzan Y 2012, 'Bactericidal Activity of the Organo-Tellurium Compound AS101 Against ''Enterobacter Cloacae,'''  ''Journal of Antimicrobial Chemotherapy,'' vol. 67, no. 9, pp. 2165–72,
*Daub GW & Seese WS 1996, ''Basic Chemistry,'' 7th ed., Prentice Hall, New York,
*Davidson DF & Lakin HW 1973, 'Tellurium', in DA Brobst & WP Pratt (eds), ''United States Mineral Resources,'' Geological survey professional paper 820, United States Government Printing Office, Washington, pp.&nbsp;627–30
*Dávila ME, Molotov SL, Laubschat C & Asensio MC 2002, 'Structural Determination of Yb Single-Crystal Films Grown on W(110) Using Photoelectron Diffraction', ''Physical Review B,'' vol. 66, no. 3, p.&nbsp;035411–18,
*Demetriou MD, Launey ME, Garrett G, Schramm JP, Hofmann DC, Johnson WL &  Ritchie RO 2011, 'A Damage-Tolerant Glass', ''Nature Materials,'' vol. 10, February, pp.&nbsp;123–28,
*Deming HG 1925, ''General Chemistry: An Elementary Survey,'' 2nd ed., John Wiley & Sons, New York
*Denniston KJ, Topping JJ & Caret RL 2004, ''General, Organic, and Biochemistry,'' 5th ed., McGraw-Hill, New York,
*Deprez N & McLachan DS 1988, [http://iopscience.iop.org/0022-3727/21/1/015 'The Analysis of the Electrical Conductivity of Graphite Conductivity of Graphite Powders During Compaction'], ''Journal of Physics D: Applied Physics,'' vol. 21, no. 1,
*Desai PD, James HM & Ho CY 1984, [https://web.archive.org/web/20160817165930/http://www.nist.gov/data/PDFfiles/jpcrd260.pdf 'Electrical Resistivity of Aluminum and Manganese'], ''Journal of Physical and Chemical Reference Data,'' vol. 13, no. 4, pp.&nbsp;1131–72,
*Desch CH 1914, ''Intermetallic Compounds,'' Longmans, Green and Co., New York
*Detty MR & O'Regan MB 1994, ''Tellurium-Containing Heterocycles,'' (The Chemistry of Heterocyclic Compounds, vol. 53), John Wiley & Sons, New York
*Dev N 2008, 'Modelling Selenium Fate and Transport in Great Salt Lake Wetlands', PhD dissertation, University of Utah, ProQuest, Ann Arbor, Michigan,
*De Zuane J 1997, ''Handbook of Drinking Water Quality,'' 2nd ed., John Wiley & Sons, New York,
*Di Pietro P 2014, ''Optical Properties of Bismuth-Based Topological Insulators,'' Springer International Publishing, Cham, Switzerland,
*Divakar C, Mohan M & Singh AK 1984, 'The Kinetics of Pressure-Induced Fcc-Bcc Transformation in Ytterbium', ''Journal of Applied Physics,'' vol. 56, no. 8, pp.&nbsp;2337–40,
*Donohue J 1982, ''The Structures of the Elements,'' Robert E. Krieger, Malabar, Florida,
*Douglade J & Mercier R 1982, 'Structure Cristalline et Covalence des Liaisons dans le Sulfate d'Arsenic(III), As<sub>2</sub>(SO<sub>4</sub>)<sub>3</sub>', ''Acta Crystallographica Section B,'' vol. 38, no. 3, pp.&nbsp;720–23,
*Du Y, Ouyang C, Shi S & Lei M 2010, 'Ab Initio Studies on Atomic and Electronic Structures of Black Phosphorus', ''Journal of Applied Physics,'' vol. 107, no. 9, pp.&nbsp;093718–1–4,
*Dunlap BD, Brodsky MB, Shenoy GK & Kalvius GM 1970, 'Hyperfine Interactions and Anisotropic Lattice Vibrations of <sup>237</sup>Np in α-Np Metal', ''Physical Review B,'' vol. 1, no. 1, pp.&nbsp;44–49,
*Dunstan S 1968, ''Principles of Chemistry,'' D. Van Nostrand Company, London
*Dupree R, Kirby DJ & Freyland W 1982, 'N.M.R. Study of Changes in Bonding and the Metal-Non-metal Transition in Liquid Caesium-Antimony Alloys', ''Philosophical Magazine Part B,'' vol. 46 no. 6, pp.&nbsp;595–606,
*Eagleson M 1994, ''Concise Encyclopedia Chemistry,'' Walter de Gruyter, Berlin,
*Eason R 2007, ''Pulsed Laser Deposition of Thin Films: Applications-Led Growth of Functional Materials,'' Wiley-Interscience, New York
*Ebbing DD & Gammon SD 2010, ''General Chemistry,'' 9th ed. enhanced, Brooks/Cole, Belmont, California,
*Eberle SH 1985, 'Chemical Behavior and Compounds of Astatine', pp.&nbsp;183–209, in [[#Kugler1985|Kugler & Keller]]
*Edwards PP & Sienko MJ 1983, 'On the Occurrence of Metallic Character in the Periodic Table of the Elements', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 60, no. 9, pp.&nbsp;691–96,
*Edwards PP 1999, 'Chemically Engineering the Metallic, Insulating and Superconducting State of Matter' in KR Seddon & M Zaworotko (eds), Crystal Engineering: The Design and Application of Functional Solids, Kluwer Academic, Dordrecht, pp.&nbsp;409–31,
*Edwards PP 2000, 'What, Why and When is a metal?', in N Hall (ed.), The New Chemistry, Cambridge University, Cambridge, pp.&nbsp;85–114,
*Edwards PP, Lodge MTJ, Hensel F & Redmer R 2010, '...&nbsp;A Metal Conducts and a Non-metal Doesn't', ''Philosophical Transactions of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences,'' vol. 368, pp.&nbsp;941–65,
*Eggins BR 1972, ''Chemical Structure and Reactivity,'' MacMillan, London,
*Eichler R, Aksenov NV, Belozerov AV, Bozhikov GA, Chepigin VI, Dmitriev SN, Dressler R, Gäggeler HW, Gorshkov VA, Haenssler F, Itkis MG, Laube A, Lebedev VY, Malyshev ON, Oganessian YT, Petrushkin OV, Piguet D, Rasmussen P,  Shishkin SV, Shutov, AV, Svirikhin AI, Tereshatov EE, Vostokin GK, Wegrzecki M & Yeremin AV 2007, 'Chemical Characterization of Element 112,' ''Nature,'' vol. 447, pp.&nbsp;72–75,
*Ellern H 1968, ''Military and Civilian Pyrotechnics,'' Chemical Publishing Company, New York
*Emeléus HJ & Sharpe AG 1959, ''Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry,'' vol. 1, Academic Press, New York
*Emsley J 1971, ''The Inorganic Chemistry of the Non-metals,'' Methuen Educational, London,
*Emsley J 2001, [https://books.google.com/books?id=Yhi5X7OwuGkC&source=gbs_book_other_versions ''Nature's Building Blocks: An A–Z guide to the Elements''], Oxford University Press, Oxford,
*Eranna G 2011, ''Metal Oxide Nanostructures as Gas Sensing Devices,'' Taylor & Francis, Boca Raton, Florida,
*Evans KA 1993, 'Properties and Uses of Oxides and Hydroxides,' in AJ Downs (ed.), ''Chemistry of Aluminium, Gallium, Indium, and Thallium'', Blackie Academic & Professional, Bishopbriggs, Glasgow, pp.&nbsp;248–91,
*Evans RC 1966, ''An Introduction to Crystal Chemistry,'' Cambridge University, Cambridge
*Everest DA 1953, 'The Chemistry of Bivalent Germanium Compounds. Part IV. Formation of Germanous Salts by Reduction with Hydrophosphorous Acid.' ''Journal of the Chemical Society,'' pp.&nbsp;4117–20,
*EVM (Expert Group on Vitamins and Minerals) 2003, [https://web.archive.org/web/20130203033834/http://cot.food.gov.uk/pdfs/vitmin2003.pdf ''Safe Upper Levels for Vitamins and Minerals''], UK Food Standards Agency, London,
*Farandos NM, Yetisen AK, Monteiro MJ, Lowe CR & Yun SH 2014, 'Contact Lens Sensors in Ocular Diagnostics', ''Advanced Healthcare Materials,'' , viewed 23 November 2014
*Fehlner TP 1992, 'Introduction', in TP Fehlner (ed.), ''Inorganometallic chemistry'', Plenum, New York, pp.&nbsp;1–6,
*Fehlner TP 1990, 'The Metallic Face of Boron,' in AG Sykes (ed.), ''Advances in Inorganic Chemistry,'' vol. 35, Academic Press, Orlando, pp.&nbsp;199–233
*Feng & Jin 2005, ''Introduction to Condensed Matter Physics: Volume 1,'' World Scientific, Singapore,
*Fernelius WC 1982, 'Polonium', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 59, no. 9, pp.&nbsp;741–42,
*Ferro R & Saccone A 2008, ''Intermetallic Chemistry,'' Elsevier, Oxford, p.&nbsp;233,
*Fesquet AA 1872, ''A Practical Guide for the Manufacture of Metallic Alloys,'' trans. A. Guettier, Henry Carey Baird, Philadelphia
*Fine LW & Beall H 1990, ''Chemistry for Engineers and Scientists,'' Saunders College Publishing, Philadelphia,
*Fokwa BPT 2014, 'Borides: Solid-state Chemistry', in ''Encyclopedia of Inorganic and Bioinorganic Chemistry,'' John Wiley and Sons,
*Foster W 1936, ''The Romance of Chemistry,'' D Appleton-Century, New York
*Foster LS & Wrigley AN 1958, 'Periodic Table', in GL Clark, GG Hawley & WA Hamor (eds), ''The Encyclopedia of Chemistry (Supplement),'' Reinhold, New York, pp.&nbsp;215–20
*Friend JN 1953, ''Man and the Chemical Elements,'' 1st ed., Charles Scribner's Sons, New York
*Fritz JS & Gjerde DT 2008, [https://books.google.com/books?id=oelxCiw03WUC&pg=PA235 ''Ion Chromatography''], John Wiley & Sons, New York,
*Gary S 2013, [http://www.abc.net.au/science/articles/2013/08/27/3831604.htm  'Poisoned Alloy' the Metal of the Future'], ''News in science,'' viewed 28 August 2013
*Geckeler S 1987, ''Optical Fiber Transmission Systems'', Artech Hous, Norwood, Massachusetts,
*German Energy Society 2008, ''Planning and Installing Photovoltaic Systems: A Guide for Installers, Architects and Engineers'', 2nd ed., Earthscan, London,
*Gordh G, Gordh G & Headrick D 2003, ''A Dictionary of Entomology,'' CABI Publishing, Wallingford,
*Gillespie RJ 1998, 'Covalent and Ionic Molecules: Why are BeF2 and AlF3 High Melting Point Solids Whereas BF3 and SiF4 are Gases?', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 75, no. 7, pp.&nbsp;923–25,
*Gillespie RJ & Robinson EA 1963, 'The Sulphuric Acid Solvent System. Part IV. Sulphato Compounds of Arsenic (III)', ''Canadian Journal of Chemistry,'' vol. 41, no. 2, pp.&nbsp;450–58
*Gillespie RJ & Passmore J 1972, 'Polyatomic Cations', ''Chemistry in Britain,'' vol. 8, pp.&nbsp;475–79
*Gladyshev VP & Kovaleva SV 1998, 'Liquidus Shape of the Mercury–Gallium System', ''Russian Journal of Inorganic Chemistry,'' vol. 43, no. 9, pp.&nbsp;1445–46
*Glazov VM, Chizhevskaya SN & Glagoleva NN 1969, ''Liquid Semiconductors,'' Plenum, New York
*Glinka N 1965, ''General Chemistry,'' trans. D Sobolev, Gordon & Breach, New York
*Glockling F 1969, ''The Chemistry of Germanium,'' Academic, London
*Glorieux B, Saboungi ML & Enderby JE 2001, 'Electronic Conduction in Liquid Boron', ''Europhysics Letters (EPL),'' vol. 56, no. 1, pp.&nbsp;81–85,
*Goldsmith RH 1982, 'Metalloids', ''Journal of Chemical Education'', vol. 59, no. 6, pp.&nbsp;526–27,
*Good JM, Gregory O & Bosworth N 1813, 'Arsenicum', in ''Pantologia: A New Cyclopedia&nbsp;... of Essays, Treatises, and Systems&nbsp;... with a General Dictionary of Arts, Sciences, and Words&nbsp;... ,'' Kearsely, London
*Goodrich BG 1844, ''A Glance at the Physical Sciences,'' Bradbury, Soden & Co., Boston
*Gray T 2009, ''The Elements: A Visual Exploration of Every Known Atom in the Universe,'' Black Dog & Leventhal, New York,
*Gray T 2010, [http://theodoregray.com/periodictable/Elements/Metalloids/index.s7.html 'Metalloids (7)'], viewed 8 February 2013
*Gray T, Whitby M & Mann N 2011, [http://periodictable.com/Properties/A/MohsHardness.st.html ''Mohs Hardness of the Elements,''] viewed 12 Feb 2012
*Greaves GN, Knights JC & Davis EA 1974, 'Electronic Properties of Amorphous Arsenic', in J Stuke & W Brenig (eds), ''Amorphous and Liquid Semiconductors: Proceedings,'' vol. 1, Taylor & Francis, London, pp.&nbsp;369–74,
*Greenwood NN 2001, 'Main Group Element Chemistry at the Millennium', ''Journal of the Chemical Society, Dalton Transactions,'' issue 14, pp.&nbsp;2055–66,
*Greenwood NN & Earnshaw A 2002, ''Chemistry of the Elements,'' 2nd ed., Butterworth-Heinemann,
*Guan PF, Fujita T, Hirata A, Liu YH & Chen MW 2012, 'Structural Origins of the Excellent Glass-forming Ability of Pd<sub>40</sub>Ni<sub>40</sub>P<sub>20</sub>', ''Physical Review Letters,'' vol. 108, no. 17, pp.&nbsp;175501–1–5,
*Gunn G (ed.) 2014, ''Critical Metals Handbook,''John Wiley & Sons, Chichester, West Sussex,
*Gupta VB, Mukherjee AK & Cameotra SS 1997, 'Poly(ethylene Terephthalate) Fibres', in MN Gupta & VK Kothari (eds), ''Manufactured Fibre Technology'', Springer Science+Business Media, Dordrecht, pp.&nbsp;271–317,
*Haaland A, Helgaker TU, Ruud K & Shorokhov DJ 2000, 'Should Gaseous BF3 and SiF4 be Described as Ionic Compounds?', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 77, no.8, pp.&nbsp;1076–80,
*Hager T 2006, ''The Demon under the Microscope'', Three Rivers Press, New York,
*Hai H, Jun H, Yong-Mei L, He-Yong H, Yong C &  Kang-Nian F 2012, 'Graphite Oxide as an Efficient and Durable Metal-free Catalyst for Aerobic Oxidative Coupling of Amines to Imines', ''Green Chemistry,'' vol. 14, pp.&nbsp;930–34,
*Haiduc I & Zuckerman JJ 1985, ''Basic Organometallic Chemistry,'' Walter de Gruyter, Berlin,
*Haissinsky M & Coche A 1949, 'New Experiments on the Cathodic Deposition of Radio-elements', ''Journal of the Chemical Society,'' pp.&nbsp;S397–400
*Manson SS & Halford GR 2006, ''Fatigue and Durability of Structural Materials,'' ASM International, Materials Park, OH,
*Haller EE 2006, [http://www.osti.gov/bridge/servlets/purl/922705-bthJo6/922705.PDF 'Germanium: From its Discovery to SiGe Devices'], ''Materials Science in Semiconductor Processing'', vol. 9, nos 4–5, , viewed 8 February 2013
*Hamm DI 1969, ''Fundamental Concepts of Chemistry,'' Meredith Corporation, New York,
*Hampel CA & Hawley GG 1966, ''The Encyclopedia of Chemistry,'' 3rd ed., Van Nostrand Reinhold, New York
*Hampel CA (ed.) 1968, ''The Encyclopedia of the Chemical Elements,'' Reinhold, New York
*Hampel CA & Hawley GG 1976, ''Glossary of Chemical Terms,'' Van Nostrand Reinhold, New York,
*Harding C, Johnson DA & Janes R 2002, [https://books.google.com/books?id=W0HW8wgmQQsC&pg=PA61 ''Elements of the p Block''], Royal Society of Chemistry, Cambridge,
*Hasan H 2009, [https://books.google.com/books?id=46FLKqyFdDsC&printsec=frontcover ''The Boron Elements: Boron, Aluminum, Gallium, Indium, Thallium''], The Rosen Publishing Group, New York,
*Hatcher WH 1949, ''An Introduction to Chemical Science,'' John Wiley & Sons, New York
*Hawkes SJ 1999, 'Polonium and Astatine are not Semimetals', ''Chem 13 News,'' February, p.&nbsp;14,
*Hawkes SJ 2001, 'Semimetallicity', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 78, no. 12, pp.&nbsp;1686–87,
*Hawkes SJ 2010, 'Polonium and Astatine are not Semimetals', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 87, no. 8, p.&nbsp;783,
*Haynes WM (ed.) 2012, ''CRC Handbook of Chemistry and Physics,'' 93rd ed., CRC Press, Boca Raton, Florida,
*He M, Kravchyk K, Walter M & Kovalenko MV 2014, 'Monodisperse Antimony Nanocrystals for High-Rate Li-ion and Na-ion Battery Anodes: Nano versus Bulk', ''Nano Letters,'' vol. 14, no. 3, pp.&nbsp;1255–62,
*Henderson M 2000, [https://books.google.com/books?id=twdXz1jfVOsC&printsec=frontcover ''Main Group Chemistry''], The Royal Society of Chemistry, Cambridge,
*Hermann A, Hoffmann R & Ashcroft NW 2013, 'Condensed Astatine: Monatomic and Metallic', ''Physical Review Letters,'' vol. 111, pp.&nbsp;11604–1−11604-5,
*Hérold A 2006, [https://web.archive.org/web/20120215003543/http://depa.pquim.unam.mx/amyd/archivero/An_arrangement_of_the_chemical_elements_5006.pdf 'An Arrangement of the Chemical Elements in Several Classes Inside the Periodic Table According to their Common Properties'], ''Comptes Rendus Chimie,'' vol. 9, no. 1, pp.&nbsp;148–53,
*Herzfeld K 1927, 'On Atomic Properties Which Make an Element a Metal', ''Physical Review,'' vol. 29, no. 5, pp.&nbsp;701–05,
*Hill G & Holman J 2000, [https://books.google.com/books?id=90IqK540a9AC&printsec=frontcover ''Chemistry in Context''], 5th ed., Nelson Thornes, Cheltenham,
*Hiller LA & Herber RH 1960, ''Principles of Chemistry,'' McGraw-Hill, New York
*Hindman JC 1968, 'Neptunium', in CA Hampel (ed.), ''The Encyclopedia of the Chemical Elements,'' Reinhold, New York, pp.&nbsp;432–37
*Hoddeson L 2007, 'In the Wake of Thomas Kuhn's Theory of Scientific Revolutions: The Perspective of an Historian of Science,' in S Vosniadou, A Baltas & X Vamvakoussi (eds), ''Reframing the Conceptual Change Approach in Learning and Instruction,'' Elsevier, Amsterdam, pp.&nbsp;25–34,
*Holderness A & Berry M 1979, ''Advanced Level Inorganic Chemistry,'' 3rd ed., Heinemann Educational Books, London,
*Holt, Rinehart & Wilson c. 2007 [http://go.hrw.com/resources/go_sc/periodic/Po_At_Metalloids.pdf 'Why Polonium and Astatine are not Metalloids in HRW texts'], viewed 8 February 2013
*Hopkins BS & Bailar JC 1956, ''General Chemistry for Colleges,'' 5th ed., D. C. Heath, Boston
*Horvath 1973, 'Critical Temperature of Elements and the Periodic System', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 50, no. 5, pp.&nbsp;335–36,
*Hosseini P, Wright CD & Bhaskaran H 2014, 'An optoelectronic framework enabled by low-dimensional phase-change films,' ''Nature,'' vol. 511, pp.&nbsp;206–11,
*Houghton RP 1979, ''Metal Complexes in Organic Chemistry,'' Cambridge University Press, Cambridge,
*House JE 2008, ''Inorganic Chemistry,'' Academic Press (Elsevier), Burlington, Massachusetts,
*House JE & House KA 2010, ''Descriptive Inorganic Chemistry,'' 2nd ed., Academic Press, Burlington, Massachusetts,
*Housecroft CE & Sharpe AG 2008, ''Inorganic Chemistry'', 3rd ed., Pearson Education, Harlow,
*Hultgren HH 1966, 'Metalloids', in GL Clark & GG Hawley (eds), ''The Encyclopedia of Inorganic Chemistry,'' 2nd ed., Reinhold Publishing, New York
*Hunt A 2000, ''The Complete A-Z Chemistry Handbook,'' 2nd ed., Hodder & Stoughton, London,
*Inagaki M 2000, ''New Carbons: Control of Structure and Functions,'' Elsevier, Oxford,
*IUPAC 1959, ''Nomenclature of Inorganic Chemistry,'' 1st ed., Butterworths, London
*IUPAC 1971, [http://www.iupac.org/publications/pac/pdf/1971/pdf/2801x0001.pdf ''Nomenclature of Inorganic Chemistry''], 2nd ed., Butterworths, London,
*IUPAC 2005, ''Nomenclature of Inorganic Chemistry'' (the "Red Book"), NG Connelly & T Damhus eds, RSC Publishing, Cambridge,
*IUPAC 2006–, [http://goldbook.iupac.org ''Compendium of Chemical Terminology'' (the "Gold Book")], 2nd ed., by M Nic, J Jirat & B Kosata, with updates compiled by A Jenkins, ,
*James M, Stokes R, Ng W & Moloney J 2000, ''Chemical Connections 2: VCE Chemistry Units 3 & 4,'' John Wiley & Sons, Milton, Queensland,
*Jaouen G & Gibaud S 2010, 'Arsenic-based Drugs: From Fowler's solution to Modern Anticancer Chemotherapy', ''Medicinal Organometallic Chemistry,'' vol. 32, pp.&nbsp;1–20,
*Jaskula BW 2013, ''[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/gallium/mcs-2013-galli.pdf Mineral Commodity Profiles: Gallium],'' US Geological Survey
*Jenkins GM & Kawamura K 1976, ''Polymeric Carbons – Carbon Fibre, Glass and Char,'' Cambridge University Press, Cambridge,
*Jezequel G & Thomas J 1997, 'Experimental Band Structure of Semimetal Bismuth', ''Physical Review B,'' vol. 56, no. 11, pp.&nbsp;6620–26,
*Johansen G & Mackintosh AR 1970, 'Electronic Structure and Phase Transitions in Ytterbium', ''Solid State Communications,'' vol. 8, no. 2, pp.&nbsp;121–24
*Jolly WL & Latimer WM 1951, [https://web.archive.org/web/20141215072718/https://publications.lbl.gov/islandora/object/ir%3A138750/datastream/PDF/view 'The Heat of Oxidation of Germanous Iodide and the Germanium Oxidation Potentials'], University of California Radiation Laboratory, Berkeley
*Jolly WL 1966, ''The Chemistry of the Non-metals,'' Prentice-Hall, Englewood Cliffs, New Jersey
*Jones BW 2010, ''Pluto: Sentinel of the Outer Solar System,'' Cambridge University, Cambridge,
*Kaminow IP & Li T 2002 (eds), ''Optical Fiber Telecommunications,'' Volume IVA, Academic Press, San Diego,
*Karabulut M, Melnik E, Stefan R, Marasinghe GK, Ray CS, Kurkjian CR & Day DE 2001, 'Mechanical and Structural Properties of Phosphate Glasses', ''Journal of Non-Crystalline Solids'', vol. 288, nos. 1–3, pp.&nbsp;8–17,
*Kauthale SS, Tekali SU, Rode AB, Shinde SV, Ameta KL & Pawar RP 2015, 'Silica Sulfuric Acid: A Simple and Powerful Heterogenous Catalyst in Organic Synthesis', in KL Ameta & A Penoni, ''Heterogeneous Catalysis: A Versatile Tool for the Synthesis of Bioactive Heterocycles,'' CRC Press, Boca Raton, Florida,  pp.&nbsp;133–62,
*Kaye GWC & Laby TH 1973, ''Tables of Physical and Chemical Constants,'' 14th ed., Longman, London,
*Keall JHH, Martin NH & Tunbridge RE 1946, 'A Report of Three Cases of Accidental Poisoning by Sodium Tellurite', ''British Journal of Industrial Medicine,'' vol. 3, no. 3, pp.&nbsp;175–76
*Keevil D 1989, 'Aluminium', in MN Patten (ed.), ''Information Sources in Metallic Materials'', Bowker–Saur, London, pp.&nbsp;103–19,
*Keller C 1985, 'Preface', in [[#Kugler1985|Kugler & Keller]]
*Kelter P, Mosher M & Scott A 2009, ''Chemistry: the Practical Science,'' Houghton Mifflin, Boston,
*Kennedy T, Mullane E, Geaney H, Osiak M, O'Dwyer C & Ryan KM 2014, 'High-Performance Germanium Nanowire-Based Lithium-Ion Battery Anodes Extending over 1000 Cycles Through in Situ Formation of a Continuous Porous Network', ''Nano-letters,'' vol. 14, no. 2, pp.&nbsp;716–23,
*Kent W 1950, ''Kent's Mechanical Engineers' Handbook,'' 12th ed., vol. 1, John Wiley & Sons, New York
*King EL 1979, ''Chemistry'', Painter Hopkins, Sausalito, California,
*King RB 1994, 'Antimony: Inorganic Chemistry', in RB King (ed), ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry,'' John Wiley, Chichester, pp.&nbsp;170–75,
*King RB 2004, 'The Metallurgist's Periodic Table and the Zintl-Klemm Concept', in DH Rouvray & RB King (eds), ''The Periodic Table: Into the 21st Century,'' Research Studies Press, Baldock, Hertfordshire, pp.&nbsp;191–206,
*Kinjo R, Donnadieu B, Celik MA, Frenking G & Bertrand G 2011, 'Synthesis and Characterization of a Neutral Tricoordinate Organoboron Isoelectronic with Amines', ''Science,'' pp.&nbsp;610–13,
*Kitaĭgorodskiĭ AI 1961, ''Organic Chemical Crystallography,'' Consultants Bureau, New York
*Kleinberg J, Argersinger WJ & Griswold E 1960, ''Inorganic Chemistry,'' DC Health, Boston
*Klement W, Willens RH & Duwez P 1960, 'Non-Crystalline Structure in Solidified Gold–Silicon Alloys', ''Nature,'' vol. 187, pp.&nbsp;869–70,
*Klemm W 1950, 'Einige Probleme aus der Physik und der Chemie der Halbmetalle und der Metametalle', ''Angewandte Chemie,'' vol. 62, no. 6, pp.&nbsp;133–42
*Klug HP & Brasted RC 1958, ''Comprehensive Inorganic Chemistry: The Elements and Compounds of Group IV A,'' Van Nostrand, New York
*Kneen WR, Rogers MJW & Simpson P 1972, ''Chemistry: Facts, Patterns, and Principles,'' Addison-Wesley, London,
*Kohl AL & Nielsen R 1997, ''Gas Purification,'' 5th ed., Gulf Valley Publishing, Houston, Texas,
*Kolobov AV & Tominaga J 2012, ''Chalcogenides: Metastability and Phase Change Phenomena,'' Springer-Verlag, Heidelberg,
*Kolthoff IM & Elving PJ 1978, ''Treatise on Analytical Chemistry. Analytical Chemistry of Inorganic and Organic Compounds: Antimony, Arsenic, Boron, Carbon, Molybenum, Tungsten,'' Wiley Interscience, New York,
*Kondrat'ev SN & Mel'nikova SI 1978, 'Preparation and Various Characteristics of Boron Hydrogen Sulfates', ''Russian Journal of Inorganic Chemistry,'' vol. 23, no. 6, pp.&nbsp;805–07
*Kopp JG, Lipták BG & Eren H 000, 'Magnetic Flowmeters', in BG Lipták (ed.), ''Instrument Engineers' Handbook,'' 4th ed., vol. 1, Process Measurement and Analysis, CRC Press, Boca Raton, Florida, pp.&nbsp;208–24,
*Korenman IM 1959, 'Regularities in Properties of Thallium', ''Journal of General Chemistry of the USSR,'' English translation, Consultants Bureau, New York, vol. 29, no. 2, pp.&nbsp;1366–90,
*Kosanke KL, Kosanke BJ & Dujay RC 2002, 'Pyrotechnic Particle Morphologies—Metal Fuels', in ''Selected Pyrotechnic Publications of K.L. and B.J. Kosanke Part 5 (1998 through 2000),'' Journal of Pyrotechnics, Whitewater, CO,
*Kotz JC, Treichel P & Weaver GC 2009, ''Chemistry and Chemical Reactivity,'' 7th ed., Brooks/Cole, Belmont, California,
*Kozyrev PT 1959, 'Deoxidized Selenium and the Dependence of its Electrical Conductivity on Pressure. II', ''Physics of the Solid State,'' translation of the journal Solid State Physics (Fizika tverdogo tela) of the Academy of Sciences of the USSR, vol. 1, pp.&nbsp;102–10
*Kraig RE, Roundy D & Cohen ML 2004, 'A Study of the Mechanical and Structural Properties of Polonium', ''Solid State Communications,'' vol. 129, issue 6, Feb, pp.&nbsp;411–13,
*Krannich LK & Watkins CL 2006, 'Arsenic: Organoarsenic chemistry,' ''Encyclopedia of inorganic chemistry,'' viewed 12 Feb 2012
*[[Frank Kreith|Kreith F]] & [[Dharendra Yogi Goswami|Goswami DY]] (eds) 2005, ''The CRC Handbook of Mechanical Engineering,'' 2nd ed., Boca Raton, Florida,
*Krishnan S, Ansell S, Felten J, Volin K & Price D 1998, 'Structure of Liquid Boron', ''Physical Review Letters,'' vol. 81, no. 3, pp.&nbsp;586–89,
*Kross B 2011, [http://education.jlab.org/qa/meltingpoint_01.html 'What's the melting point of steel?'], ''Questions and Answers,'' Thomas Jefferson National Accelerator Facility, Newport News, VA
*Kudryavtsev AA 1974, ''The Chemistry & Technology of Selenium and Tellurium,'' translated from the 2nd Russian edition and revised by EM Elkin, Collet's, London,
*Kugler HK & Keller C (eds) 1985, ''Gmelin Handbook of Inorganic and Organometallic chemistry,'' 8th ed., 'At, Astatine', system no. 8a, Springer-Verlag, Berlin,
*Ladd M 1999, ''Crystal Structures: Lattices and Solids in Stereoview,'' Horwood Publishing, Chichester,
*Le Bras M, Wilkie CA & Bourbigot S (eds) 2005, ''Fire Retardancy of Polymers: New Applications of Mineral Fillers'', Royal Society of Chemistry, Cambridge,
*Lee J, Lee EK, Joo W, Jang Y, Kim B, Lim JY, Choi S, Ahn SJ, Ahn JR, Park M, Yang C, Choi BL, Hwang S & Whang D 2014, 'Wafer-Scale Growth of Single-Crystal Monolayer Graphene on Reusable Hydrogen-Terminated Germanium', ''Science,'' vol. 344, no. 6181, pp.&nbsp;286–89,
*Legit D, Friák M & Šob M 2010, 'Phase Stability, Elasticity, and Theoretical Strength of Polonium from First Principles,' ''Physical Review B,'' vol. 81, pp.&nbsp;214118–1–19,
*Lehto Y & Hou X 2011, ''Chemistry and Analysis of Radionuclides: Laboratory Techniques and Methodology,'' Wiley-VCH, Weinheim,
*Lewis RJ 1993, ''Hawley's Condensed Chemical Dictionary,'' 12th ed., Van Nostrand Reinhold, New York,
*Li XP 1990, 'Properties of Liquid Arsenic: A Theoretical Study', ''Physical Review B,'' vol. 41, no. 12, pp.&nbsp;8392–406,
*Lide DR (ed.) 2005, 'Section 14, Geophysics, Astronomy, and Acoustics; Abundance of Elements in the Earth's Crust and in the Sea', in ''CRC Handbook of Chemistry and Physics,'' 85th ed., CRC Press, Boca Raton, FL, pp.&nbsp;14–17,
*Lidin RA 1996, ''Inorganic Substances Handbook,'' Begell House, New York,
*Lindsjö M, Fischer A & Kloo L 2004, 'Sb8(GaCl4)2: Isolation of a Homopolyatomic Antimony Cation', ''Angewandte Chemie,'' vol. 116, no. 19, pp.&nbsp;2594–97,
*Lipscomb CA 1972 [https://web.archive.org/web/20140413140407/http://www.dtic.mil/dtic/tr/fulltext/u2/751550.pdf ''Pyrotechnics in the '70's A Materials Approach''], Naval Ammunition Depot, Research and Development Department, Crane, IN
*Lister MW 1965, ''Oxyacids,'' Oldbourne Press, London
*Liu ZK, Jiang J, Zhou B, Wang ZJ, Zhang Y, Weng HM, Prabhakaran D, Mo S-K, Peng H, Dudin P, Kim T, Hoesch M, Fang Z, Dai X, Shen ZX, Feng DL, Hussain Z & Chen YL 2014, 'A Stable Three-dimensional Topological Dirac Semimetal Cd<sub>3</sub>As<sub>2</sub>', ''Nature Materials,'' vol. 13, pp.&nbsp;677–81,
*Locke EG, Baechler RH, Beglinger E, Bruce HD, Drow JT, Johnson KG, Laughnan DG, Paul BH, Rietz RC, Saeman JF & Tarkow H 1956, 'Wood', in RE Kirk & DF Othmer (eds), ''Encyclopedia of Chemical Technology,'' vol. 15, The Interscience Encyclopedia, New York, pp.&nbsp;72–102
*Löffler JF, Kündig AA & Dalla Torre FH 2007, 'Rapid Solidification and Bulk Metallic Glasses—Processing and Properties,' in JR Groza, JF Shackelford, EJ Lavernia EJ & MT Powers (eds), ''Materials Processing Handbook,'' CRC Press, Boca Raton, Florida, pp.&nbsp;17–1–44,
*Long GG & Hentz FC 1986, ''Problem Exercises for General Chemistry,'' 3rd ed., John Wiley & Sons, New York,
*Lovett DR 1977, ''Semimetals & Narrow-Bandgap Semi-conductors,'' Pion, London,
*Lutz J, Schlangenotto H, Scheuermann U, De Doncker R 2011, [https://books.google.com/books?id=345uBEHneEgC&printsec=frontcover ''Semiconductor Power Devices: Physics, Characteristics, Reliability''], Springer-Verlag, Berlin,
*Masters GM & Ela W 2008, ''Introduction to Environmental Engineering and Science,'' 3rd ed., Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey,
*MacKay KM, MacKay RA & Henderson W 2002, ''Introduction to Modern Inorganic Chemistry'', 6th ed., Nelson Thornes, Cheltenham,
*MacKenzie D, 2015 'Gas! Gas! Gas!', ''New Scientist,'' vol. 228, no. 3044, pp.&nbsp;34–37
*Madelung O 2004, ''Semiconductors: Data Handbook,'' 3rd ed., Springer-Verlag, Berlin,
*Maeder T 2013, 'Review of Bi<sub>2</sub>O<sub>3</sub> Based Glasses for Electronics and Related Applications, ''International Materials Reviews,'' vol. 58, no. 1, pp.&nbsp;3‒40,
*Mahan BH 1965, ''University Chemistry,'' Addison-Wesley, Reading, Massachusetts
*Mainiero C,2014, [https://www.army.mil/article/123158/ 'Picatinny chemist wins Young Scientist Award for work on smoke grenades'], ''U.S. Army, Picatinny Public Affairs,'' 2 April, viewed 9 June 2017
*Manahan SE 2001, ''Fundamentals of Environmental Chemistry,'' 2nd ed., CRC Press, Boca Raton, Florida,
*Mann JB, Meek TL & Allen LC 2000, 'Configuration Energies of the Main Group Elements', ''Journal of the American Chemical Society,'' vol. 122, no. 12, pp.&nbsp;2780–83,
*Marezio M & Licci F 2000, 'Strategies for Tailoring New Superconducting Systems', in X Obradors, F Sandiumenge & J Fontcuberta (eds), ''Applied Superconductivity 1999: Large scale applications,'' volume 1 of Applied Superconductivity 1999: Proceedings of EUCAS 1999, the Fourth European Conference on Applied Superconductivity, held in Sitges, Spain, 14–17 September 1999, Institute of Physics, Bristol, pp.&nbsp;11–16,
*Marković N, Christiansen C & Goldman AM 1998, 'Thickness-Magnetic Field Phase Diagram at the Superconductor-Insulator Transition in 2D', ''Physical Review Letters,'' vol. 81, no. 23, pp.&nbsp;5217–20,
*Massey AG 2000, ''Main Group Chemistry,'' 2nd ed., John Wiley & Sons, Chichester,
*Masterton WL & Slowinski EJ 1977, ''Chemical Principles,'' 4th ed., W. B. Saunders, Philadelphia,
*Matula RA 1979, 'Electrical Resistivity of Copper, Gold, Palladium, and Silver,' ''Journal of Physical and Chemical Reference Data,'' vol. 8, no. 4, pp.&nbsp;1147–298,
*McKee DW 1984, 'Tellurium – An Unusual Carbon Oxidation Catalyst', ''Carbon,'' vol. 22, no. 6, , pp.&nbsp;513–16
*McMurray J & Fay RC 2009, ''General Chemistry: Atoms First,'' Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey,
*McQuarrie DA & Rock PA 1987, ''General Chemistry,'' 3rd ed., WH Freeman, New York,
*Mellor JW 1964, ''A Comprehensive Treatise on Inorganic and Theoretical Chemistry,'' vol. 9, John Wiley, New York
*Mellor JW 1964a, ''A Comprehensive Treatise on Inorganic and Theoretical Chemistry,'' vol. 11, John Wiley, New York
*Mendeléeff DI 1897, ''The Principles of Chemistry,'' vol. 2, 5th ed., trans. G Kamensky, AJ Greenaway (ed.), Longmans, Green & Co., London
*Meskers CEM, Hagelüken C & Van Damme G 2009, 'Green Recycling of EEE: Special and Precious Metal EEE', in SM Howard, P Anyalebechi & L Zhang (eds), ''Proceedings of Sessions and Symposia Sponsored by the Extraction and Processing Division (EPD) of The Minerals, Metals and Materials Society (TMS),'' held during the TMS 2009 Annual Meeting & Exhibition San Francisco, California, February 15–19, 2009, The Minerals, Metals and Materials Society, Warrendale, Pennsylvania, , pp.&nbsp;1131–36
*Metcalfe HC, Williams JE & Castka JF 1974, ''Modern Chemistry,'' Holt, Rinehart and Winston, New York,
*Meyer JS, Adams WJ, Brix KV, Luoma SM, Mount DR, Stubblefield WA & Wood CM (eds) 2005, ''Toxicity of Dietborne Metals to Aquatic Organisms,'' Proceedings from the Pellston Workshop on Toxicity of Dietborne Metals to Aquatic Organisms, 27 July–1 August 2002, Fairmont Hot Springs, British Columbia, Canada, Society of Environmental Toxicology and Chemistry, Pensacola, Florida,
*Mhiaoui S, Sar F, Gasser J 2003, 'Influence of the History of a Melt on the Electrical Resistivity of Cadmium–Antimony Liquid Alloys', ''Intermetallics,'' vol. 11, nos 11–12, pp.&nbsp;1377–82,
*Miller GJ, Lee C & Choe W 2002, 'Structure and Bonding Around the Zintl border', in G Meyer, D Naumann & L Wesermann (eds), ''Inorganic chemistry highlights,'' Wiley-VCH, Weinheim, pp.&nbsp;21–53,
*Millot F, Rifflet JC, Sarou-Kanian V & Wille G 2002, 'High-Temperature Properties of Liquid Boron from Contactless Techniques', ''[[International Journal of Thermophysics]]'', vol. 23, no. 5, pp.&nbsp;1185–95,
*Mingos DMP 1998, ''Essential Trends in Inorganic Chemistry,'' Oxford University, Oxford,
*Moeller T 1954, ''Inorganic Chemistry: An Advanced Textbook,'' John Wiley & Sons, New York
*Mokhatab S & Poe WA 2012, ''Handbook of Natural Gas Transmission and Processing,'' 2nd ed., Elsevier, Kidlington, Oxford,
*Molina-Quiroz RC, Muñoz-Villagrán CM, de la Torre E, Tantaleán JC, Vásquez CC & Pérez-Donoso JM 2012, 'Enhancing the Antibiotic Antibacterial Effect by Sub Lethal Tellurite Concentrations: Tellurite and Cefotaxime Act Synergistically in ''Escherichia Coli''', ''PloS'' (Public Library of Science) ''ONE,'' vol. 7, no. 4,
* Monconduit L, Evain M, Boucher F, Brec R & Rouxel J 1992, 'Short Te ... Te Bonding Contacts in a New Layered Ternary Telluride: Synthesis and crystal structure of 2D Nb<sub>3</sub>Ge<sub>x</sub>Te<sub>6</sub> (x ≃ 0.9)', ''Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie,'' vol. 616, no. 10, pp.&nbsp;177–82,
*Moody B 1991, ''Comparative Inorganic Chemistry,'' 3rd ed., Edward Arnold, London,
*Moore LJ, Fassett JD, Travis JC, Lucatorto TB & Clark CW 1985, 'Resonance-Ionization Mass Spectrometry of Carbon', ''Journal of the Optical Society of America B,'' vol. 2, no. 9, pp.&nbsp;1561–65,
*Moore JE 2010, 'The Birth of Topological Insulators,' ''Nature,'' vol. 464, pp.&nbsp;194–98,
*Moore JE 2011, ''[https://spectrum.ieee.org/semiconductors/materials/topological-insulators Topological insulators],'' IEEE Spectrum, viewed 15 December 2014
*Moore JT 2011, ''Chemistry for Dummies,'' 2nd ed., John Wiley & Sons, New York,
*Moore NC 2014, '45-year Physics Mystery Shows a Path to Quantum Transistors', ''Michigan News,'' viewed 17 December 2014
*Morgan WC 1906, ''Qualitative Analysis as a Laboratory Basis for the Study of General Inorganic Chemistry,'' The Macmillan Company, New York
*Morita A 1986, 'Semiconducting Black Phosphorus', ''Journal of Applied Physics A,'' vol. 39, no. 4, pp.&nbsp;227–42,
*Moss TS 1952, ''Photoconductivity in the Elements,'' London, Butterworths
*Muncke J 2013, '[http://www.foodpackagingforum.org/research/antimony-migration-from-pet Antimony Migration from PET: New Study Investigates Extent of Antimony Migration from Polyethylene Terephthalate (PET) Using EU Migration Testing Rules] ', Food Packaging Forum, April 2
*Murray JF 1928, 'Cable-Sheath Corrosion', ''Electrical World'', vol. 92, Dec 29, pp.&nbsp;1295–97,
*Nagao T, Sadowski1 JT, Saito M, Yaginuma S, Fujikawa Y, Kogure T, Ohno T, Hasegawa Y, Hasegawa S & Sakurai T 2004, 'Nanofilm Allotrope and Phase Transformation of Ultrathin Bi Film on Si(111)-7×7', ''Physical Review Letters,'' vol. 93, no. 10, pp.&nbsp;105501–1–4,
*Neuburger MC 1936, 'Gitterkonstanten für das Jahr 1936' (in German), ''Zeitschrift für Kristallographie,'' vol. 93, pp.&nbsp;1–36,
*Nickless G 1968, ''Inorganic Sulphur Chemistry,'' Elsevier, Amsterdam
*Nielsen FH 1998, 'Ultratrace Elements in Nutrition: Current Knowledge and Speculation', ''The Journal of Trace Elements in Experimental Medicine'', vol. 11, pp.&nbsp;251–74,
*NIST (National Institute of Standards and Technology) 2010, [https://www.nist.gov/pml/data/ion_energy.cfm ''Ground Levels and Ionization Energies for Neutral Atoms''], by WC Martin, A Musgrove, S Kotochigova & JE Sansonetti, viewed 8 February 2013
*National Research Council 1984, ''The Competitive Status of the U.S. Electronics Industry: A Study of the Influences of Technology in Determining International Industrial Competitive Advantage'', National Academy Press, Washington, DC,
*''New Scientist'' 1975, 'Chemistry on the Islands of Stability', 11 Sep, p.&nbsp;574,
*New Scientist 2014, '[https://www.newscientist.com/article/mg22329773.200-colourchanging-metal-to-yield-thin-flexible-displays.html#.U8nWD7FstEM Colour-changing metal to yield thin, flexible displays]', vol. 223, no. 2977
*Oderberg DS 2007, [https://books.google.com/books?id=O0pqmkvkhtIC&printsec=frontcover ''Real Essentialism,''] Routledge, New York,
*''Oxford English Dictionary'' 1989, 2nd ed., Oxford University, Oxford,
*Oganov AR, Chen J, Gatti C, Ma Y, Ma Y, Glass CW, Liu Z, Yu T, Kurakevych OO & Solozhenko VL 2009, 'Ionic High-Pressure Form of Elemental Boron', ''Nature,'' vol. 457, 12 Feb, pp.&nbsp;863–68,
*Oganov AR 2010, 'Boron Under Pressure: Phase Diagram and Novel High Pressure Phase,' in N Ortovoskaya N & L Mykola L (eds), ''Boron Rich Solids: Sensors, Ultra High Temperature Ceramics, Thermoelectrics, Armor,'' Springer, Dordrecht, pp.&nbsp;207–25,
*Ogata S, Li J & Yip S 2002, [http://li.mit.edu/Archive/Papers/02/Ogata02.pdf 'Ideal Pure Shear Strength of Aluminium and Copper'], ''Science,'' vol. 298, no. 5594, 25 October, pp.&nbsp;807–10,
*O'Hare D 1997, 'Inorganic intercalation compounds' in DW Bruce & D O'Hare (eds), ''Inorganic materials,'' 2nd ed., John Wiley & Sons, Chichester, pp.&nbsp;171–254,
*Okajima Y & Shomoji M 1972, Viscosity of Dilute Amalgams', ''Transactions of the Japan Institute of Metals,'' vol. 13, no. 4, pp.&nbsp;255–58,
*Oldfield JE, Allaway WH, HA Laitinen, HW Lakin & OH Muth 1974, 'Tellurium', in ''Geochemistry and the Environment'', Volume 1: The Relation of Selected Trace Elements to Health and Disease, US National Committee for Geochemistry, Subcommittee on the Geochemical Environment in Relation to Health and Disease, National Academy of Sciences, Washington,
*Oliwenstein L 2011, [https://web.archive.org/web/20130509015501/http://www.caltech.edu/content/caltech-led-team-creates-damage-tolerant-metallic-glass 'Caltech-Led Team Creates Damage-Tolerant Metallic Glass'], California Institute of Technology, 12 January, viewed 8 February 2013
*Olmsted J & Williams GM 1997, [https://books.google.com/books?id=1vnk6J8knKkC&printsec=frontcover ''Chemistry, the Molecular Science''], 2nd ed., Wm C Brown, Dubuque, Iowa,
*Ordnance Office 1863, ''The Ordnance Manual for the use of the Officers of the Confederate States Army,'' 1st ed., Evans & Cogswell, Charleston, SC
*Orton JW 2004, ''The Story of Semiconductors,'' Oxford University, Oxford,
*Owen SM & Brooker AT 1991, ''A Guide to Modern Inorganic Chemistry,'' Longman Scientific & Technical, Harlow, Essex,
*Oxtoby DW, Gillis HP & Campion A 2008, [https://books.google.com/books?id=kXaUU933tgwC&printsec=frontcover ''Principles of Modern Chemistry''], 6th ed., Thomson Brooks/Cole, Belmont, California,
* Pan K, Fu Y & Huang T 1964, 'Polarographic Behavior of Germanium(II)-Perchlorate in Perchloric Acid Solutions', ''Journal of the Chinese Chemical Society,'' pp.&nbsp;176–84,
*Parise JB, Tan K, Norby P, Ko Y & Cahill C 1996, 'Examples of Hydrothermal Titration and Real Time X-ray Diffraction in the Synthesis of Open Frameworks', ''MRS Proceedings'', vol. 453, pp.&nbsp;103–14,
*Parish RV 1977, ''The Metallic Elements,'' Longman, London,
*Parkes GD & Mellor JW 1943, ''Mellor's Nodern Inorganic Chemistry,'' Longmans, Green and Co., London
*Parry RW, Steiner LE, Tellefsen RL & Dietz PM 1970, ''Chemistry: Experimental Foundations,'' Prentice-Hall/Martin Educational, Sydney,
*Partington 1944, ''A Text-book of Inorganic Chemistry,'' 5th ed., Macmillan, London
*Pashaey BP & Seleznev VV 1973, 'Magnetic Susceptibility of Gallium-Indium Alloys in Liquid State', ''Russian Physics Journal,'' vol. 16, no. 4, pp.&nbsp;565–66,
*Patel MR 2012, ''Introduction to Electrical Power and Power Electronics'' CRC Press, Boca Raton,
*Paul RC, Puri JK, Sharma RD & Malhotra KC 1971, 'Unusual Cations of Arsenic', Inorganic and Nuclear Chemistry Letters, vol. 7, no. 8, pp.&nbsp;725–28,
*Pauling L 1988, [https://books.google.com/books?id=EpxSzteNvMYC&pg=PA183 ''General Chemistry''], Dover Publications, New York,
*Pearson WB 1972, ''The Crystal Chemistry and Physics of Metals and Alloys,'' Wiley-Interscience, New York,
*Perry DL 2011, ''Handbook of Inorganic Compounds,'' 2nd ed., CRC Press, Boca Raton, Florida,
*Peryea FJ 1998, [https://web.archive.org/web/20081207174027/http://soils.tfrec.wsu.edu/leadhistory.htm 'Historical Use of Lead Arsenate Insecticides, Resulting Soil Contamination and Implications for Soil Remediation, Proceedings'], ''16th World Congress of Soil Science,'' Montpellier, France, 20–26 August
*Phillips CSG & Williams RJP 1965, ''Inorganic Chemistry, I: Principles and Non-metals,'' Clarendon Press, Oxford
*Pinkerton J 1800, ''Petralogy. A Treatise on Rocks,'' vol. 2, White, Cochrane, and Co., London
*Poojary DM, Borade RB & Clearfield A 1993, 'Structural Characterization of Silicon Orthophosphate', ''Inorganica Chimica Acta,'' vol. 208, no. 1, pp.&nbsp;23–29,
*Pourbaix M 1974, ''Atlas of Electrochemical Equilibria in Aqueous Solutions,'' 2nd English edition, National Association of Corrosion Engineers, Houston,
*Powell HM & Brewer FM 1938, 'The Structure of Germanous Iodide', ''Journal of the Chemical Society,'', pp.&nbsp;197–198,
*Powell P 1988, ''Principles of Organometallic Chemistry,'' Chapman and Hall, London,
*Prakash GKS & Schleyer PvR (eds) 1997, ''Stable Carbocation Chemistry'', John Wiley & Sons, New York,
*Prudenziati M 1977, IV. 'Characterization of Localized States in β-Rhombohedral Boron', in VI Matkovich (ed.), ''Boron and Refractory Borides,'' Springer-Verlag, Berlin, pp.&nbsp;241–61,
*Puddephatt RJ & Monaghan PK 1989, ''The Periodic Table of the Elements,'' 2nd ed., Oxford University, Oxford,
*Pyykkö P 2012, 'Relativistic Effects in Chemistry: More Common Than You Thought', ''Annual Review of Physical Chemistry,'' vol. 63, pp.&nbsp;45‒64 (56),
*Rao CNR & Ganguly P 1986, 'A New Criterion for the Metallicity of Elements', ''Solid State Communications,'' vol. 57, no. 1, pp.&nbsp;5–6,
*Rao KY 2002, [https://books.google.com/books?id=BfyWUnv_-rEC&printsec=frontcover ''Structural Chemistry of Glasses''], Elsevier, Oxford,
*Rausch MD 1960, 'Cyclopentadienyl Compounds of Metals and Metalloids', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 37, no. 11, pp.&nbsp;568–78,
*Rayner-Canham G & Overton T 2006, ''Descriptive Inorganic Chemistry,'' 4th ed., WH Freeman, New York,
*Rayner-Canham G 2011, 'Isodiagonality in the Periodic Table', ''Foundations of chemistry,'' vol. 13, no. 2, pp.&nbsp;121–29,
*Reardon M 2005, [http://news.cnet.com/IBM-doubles-speed-of-silicon-germanium-chips/2100-1006_3-5819412.html 'IBM Doubles Speed of Germanium chips'], ''CNET News,'' August 4, viewed 27 December 2013
*Regnault MV 1853, ''Elements of Chemistry,'' vol. 1, 2nd ed., Clark & Hesser, Philadelphia
*Reilly C 2002, [https://books.google.com/books?id=6eWpW1ypIdUC&pg=PA5 ''Metal Contamination of Food''], Blackwell Science, Oxford,
*Reilly 2004, [https://books.google.com/books?id=VEcFymWfnYUC&pg=PA4 ''The Nutritional Trace Metals''], Blackwell, Oxford,
*Restrepo G, Mesa H, Llanos EJ & Villaveces JL 2004, 'Topological Study of the Periodic System', ''Journal of Chemical Information and Modelling,'' vol. 44, no. 1, pp.&nbsp;68–75,
*Restrepo G, Llanos EJ & Mesa H 2006, 'Topological Space of the Chemical Elements and its Properties', ''Journal of Mathematical Chemistry,'' vol. 39, no. 2, pp.&nbsp;401–16,
*Řezanka T & Sigler K 2008, 'Biologically Active Compounds of Semi-Metals', ''Studies in Natural Products Chemistry,'' vol. 35, pp.&nbsp;585–606,
*Richens DT 1997, ''The Chemistry of Aqua Ions,'' John Wiley & Sons, Chichester,
*Rochow EG 1957, ''The Chemistry of Organometallic Compounds,'' John Wiley & Sons, New York
*Rochow EG 1966, ''The Metalloids,'' DC Heath and Company, Boston
*Rochow EG 1973, 'Silicon', in JC Bailar, HJ Emeléus, R Nyholm & AF Trotman-Dickenson (eds), ''Comprehensive Inorganic Chemistry'', vol. 1, Pergamon, Oxford, pp.&nbsp;1323–1467,
*Rochow EG 1977, ''Modern Descriptive Chemistry,'' Saunders, Philadelphia,
*Rodgers G 2011, ''Descriptive Inorganic, Coordination, & Solid-state Chemistry,'' Brooks/Cole, Belmont, CA,
*Roher GS 2001, [https://books.google.com/books?id=a0jPqKw2Zx8C&pg=PA6 ''Structure and Bonding in Crystalline Materials''], Cambridge University Press, Cambridge,
*Rossler K 1985, 'Handling of Astatine', pp.&nbsp;140–56, in [[#Kugler1985|Kugler & Keller]]
*Rothenberg GB 1976, ''Glass Technology, Recent Developments,'' Noyes Data Corporation, Park Ridge, New Jersey,
*Roza G 2009, [https://books.google.com/books?id=alWPulJ2V44C&pg=PA12 ''Bromine''], Rosen Publishing, New York,
* Rupar PA, Staroverov VN & Baines KM 2008, 'A Cryptand-Encapsulated Germanium(II) Dication', ''Science,'' vol. 322, no. 5906, pp.&nbsp;1360–63,
*Russell AM & Lee KL 2005, [https://books.google.com/books?id=fIu58uZTE-gC&printsec=frontcover ''Structure-Property Relations in Nonferrous Metals''], Wiley-Interscience, New York,
*Russell MS 2009, ''The Chemistry of Fireworks,'' 2nd ed., Royal Society of Chemistry,
*Sacks MD 1998, 'Mullitization Behavior of Alpha Alumina Silica Microcomposite Powders', in AP Tomsia & AM Glaeser (eds), ''Ceramic Microstructures: Control at the Atomic Level,'' proceedings of the International Materials Symposium on Ceramic Microstructures '96: Control at the Atomic Level, June 24–27, 1996, Berkeley, CA, Plenum Press, New York, pp.&nbsp;285–302,
*Salentine CG 1987, 'Synthesis, Characterization, and Crystal Structure of a New Potassium Borate, KB<sub>3</sub>O<sub>5</sub>•3H<sub>2</sub>O', ''Inorganic Chemistry,'' vol. 26, no. 1, pp.&nbsp;128–32,
*Samsonov GV 1968, ''Handbook of the Physiochemical Properties of the Elements,'' I F I/Plenum, New York
*Savvatimskiy AI 2005, 'Measurements of the Melting Point of Graphite and the Properties of Liquid Carbon (a review for 1963–2003)', ''Carbon'', vol. 43, no. 6, pp.&nbsp;1115–42,
*Savvatimskiy AI 2009, 'Experimental Electrical Resistivity of Liquid Carbon in the Temperature Range from 4800 to ~20,000 K', ''Carbon'', vol. 47, no. 10, pp.&nbsp;2322–8,
*Schaefer JC 1968, 'Boron' in CA Hampel (ed.), ''The Encyclopedia of the Chemical Elements,'' Reinhold, New York, pp.&nbsp;73–81
*Schauss AG 1991, 'Nephrotoxicity and Neurotoxicity in Humans from Organogermanium Compounds and Germanium Dioxide', ''Biological Trace Element Research,'' vol. 29, no. 3, pp.&nbsp;267–80,
*Schmidbaur H & Schier A 2008, 'A Briefing on Aurophilicity,' ''Chemical Society Reviews,'' vol. 37, pp.&nbsp;1931–51,
*Schroers J 2013, 'Bulk Metallic Glasses', ''Physics Today,'' vol. 66, no. 2, pp.&nbsp;32–37,
*Schwab GM & Gerlach J 1967, 'The Reaction of Germanium with Molybdenum(VI) Oxide in the Solid State' (in German), ''Zeitschrift für Physikalische Chemie,'' vol. 56, pp.&nbsp;121–32,
*Schwartz MM 2002, ''Encyclopedia of Materials, Parts, and Finishes,'' 2nd ed., CRC Press, Boca Raton, Florida,
*Schwietzer GK and Pesterfield LL 2010, ''The Aqueous Chemistry of the Elements,'' Oxford University, Oxford,
*''ScienceDaily'' 2012, 'Recharge Your Cell Phone With a Touch? New nanotechnology converts body heat into power', February 22, viewed 13 January 2013
*Scott EC & Kanda FA 1962, ''The Nature of Atoms and Molecules: A General Chemistry,'' Harper & Row, New York
*Secrist JH & Powers WH 1966, ''General Chemistry,'' D. Van Nostrand, Princeton, New Jersey
*Segal BG 1989, ''Chemistry: Experiment and Theory,'' 2nd ed., John Wiley & Sons, New York,
*Sekhon BS 2012, 'Metalloid Compounds as Drugs', ''Research in Pharmaceutical Sciences,'' vol. 8, no. 3, pp.&nbsp;145–58,
*Sequeira CAC 2011, 'Copper and Copper Alloys', in R Winston Revie (ed.), ''Uhlig's Corrosion Handbook,'' 3rd ed., John Wiley & Sons, Hoboken, New Jersey, pp.&nbsp;757–86,
*Sharp DWA 1981, 'Metalloids', in ''Miall's Dictionary of Chemistry,'' 5th ed, Longman, Harlow,
*Sharp DWA 1983, ''The Penguin Dictionary of Chemistry,'' 2nd ed., Harmondsworth, Middlesex,
*Shelby JE 2005, ''Introduction to Glass Science and Technology,'' 2nd ed., Royal Society of Chemistry, Cambridge,
*Sidgwick NV 1950, ''The Chemical Elements and Their Compounds,'' vol. 1, Clarendon, Oxford
*Siebring BR 1967, ''Chemistry,'' MacMillan, New York
*Siekierski S & Burgess J 2002, ''Concise Chemistry of the Elements,'' Horwood, Chichester,
*Silberberg MS 2006, ''Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change,'' 4th ed., McGraw-Hill, New York,
*Simple Memory Art c. 2005, ''Periodic Table,'' [http://www.simplememoryart.com/index.html EVA vinyl shower curtain], San Francisco
*Skinner GRB, Hartley CE, Millar D & Bishop E 1979, 'Possible Treatment for Cold Sores,' ''British Medical Journal,'' vol 2, no. 6192, p.&nbsp;704,
*Slade S 2006, [https://books.google.com/books?id=9SRShYjQiAoC&pg=PA16 ''Elements and the Periodic Table''], The Rosen Publishing Group, New York,
*Science Learning Hub 2009, 'The Essential Elements', [http://www.sciencelearn.org.nz/Contexts/Just-Elemental/Science-Ideas-and-Concepts/The-essential-elements The University of Waikato], viewed 16 January 2013
*Smith DW 1990, ''Inorganic Substances: A Prelude to the Study of Descriptive Inorganic Chemistry,'' Cambridge University, Cambridge,
*Smith R 1994, ''Conquering Chemistry,'' 2nd ed., McGraw-Hill, Sydney,
*Smith AH, Marshall G, Yuan Y, Steinmaus C, Liaw J, Smith MT, Wood L, Heirich M, Fritzemeier RM, Pegram MD & Ferreccio C 2014, 'Rapid Reduction in Breast Cancer Mortality with Inorganic Arsenic in Drinking Water', "EBioMedicine,"
*Sneader W 2005, ''Drug Discovery: A History,'' John Wiley & Sons, New York,
*Snyder MK 1966, ''Chemistry: Structure and Reactions,'' Holt, Rinehart and Winston, New York
*Soverna S 2004, [http://repository.gsi.de/record/53528 'Indication for a Gaseous Element 112'], in U Grundinger (ed.), ''GSI Scientific Report 2003,'' GSI Report 2004–1, p.&nbsp;187,
*Steele D 1966, ''The Chemistry of the Metallic Elements,'' Pergamon Press, Oxford
*Stein L 1985, 'New Evidence that Radon is a Metalloid Element: Ion-Exchange Reactions of Cationic Radon', ''Journal of the Chemical Society, Chemical Communications,'' vol. 22, pp.&nbsp;1631–32,
*Stein L 1987, 'Chemical Properties of Radon' in PK Hopke (ed.) 1987, ''Radon and its Decay products: Occurrence, Properties, and Health Effects,'' American Chemical Society, Washington DC, pp.&nbsp;240–51,
*Steudel R 1977, ''Chemistry of the Non-metals: With an Introduction to atomic Structure and Chemical Bonding,'' Walter de Gruyter, Berlin,
*Steurer W 2007, 'Crystal Structures of the Elements' in JW Marin (ed.), ''Concise Encyclopedia of the Structure of Materials,'' Elsevier, Oxford, pp.&nbsp;127–45,
*Stevens SD & Klarner A 1990, ''Deadly Doses: A Writer's Guide to Poisons'', Writer's Digest Books, Cincinnati, Ohio,
*Stoker HS 2010, [https://books.google.com/books?id=Yig6eLv_O4MC&printsec=frontcover ''General, Organic, and Biological Chemistry''], 5th ed., Brooks/Cole, Cengage Learning, Belmont California,
*Stott RW 1956, ''A Companion to Physical and Inorganic Chemistry,'' Longmans, Green and Co., London
*Stuke J 1974, 'Optical and Electrical Properties of Selenium', in RA Zingaro & WC Cooper (eds), ''Selenium,'' Van Nostrand Reinhold, New York, pp.&nbsp;174–297,
*Swalin RA 1962, ''Thermodynamics of Solids,'' John Wiley & Sons, New York
*Swift EH & Schaefer WP 1962, ''Qualitative Elemental Analysis,'' WH Freeman, San Francisco
*Swink LN & Carpenter GB 1966, 'The Crystal Structure of Basic Tellurium Nitrate, Te<sub>2</sub>O<sub>4</sub>•HNO<sub>3</sub>', ''Acta Crystallographica,'' vol. 21, no. 4, pp.&nbsp;578–83,
*Szpunar J, Bouyssiere B & Lobinski R 2004, 'Advances in Analytical Methods for Speciation of Trace Elements in the Environment', in AV Hirner & H Emons (eds), ''Organic Metal and Metalloid Species in the Environment: Analysis, Distribution Processes and Toxicological Evaluation,'' Springer-Verlag, Berlin, pp.&nbsp;17–40,
*Taguena-Martinez J, Barrio RA & Chambouleyron I 1991, 'Study of Tin in Amorphous Germanium', in JA Blackman & J Tagüeña (eds), ''Disorder in Condensed Matter Physics: A Volume in Honour of Roger Elliott,'' Clarendon Press, Oxford, , pp.&nbsp;139–44
*Taniguchi M, Suga S, Seki M, Sakamoto H, Kanzaki H, Akahama Y, Endo S, Terada S & Narita S 1984, 'Core-Exciton Induced Resonant Photoemission in the Covalent Semiconductor Black Phosphorus', ''Solid State Communications,'' vo1. 49, no. 9, pp.&nbsp;867–70
*Tao SH & Bolger PM 1997, 'Hazard Assessment of Germanium Supplements', ''Regulatory Toxicology and Pharmacology,'' vol. 25, no. 3, pp.&nbsp;211–19,
*Taylor MD 1960, ''First Principles of Chemistry,'' D. Van Nostrand, Princeton, New Jersey
*Thayer JS 1977, 'Teaching Bio-Organometal Chemistry. I. The Metalloids', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 54, no. 10, pp.&nbsp;604–06,
*''The Economist'' 2012, [http://www.economist.com/node/21560981 'Phase-Change Memory: Altered States'], Technology Quarterly, September 1
*[https://books.google.com/books?id=yKUagx8PB_EC&pg=PA397 ''The American Heritage Science Dictionary 2005''], Houghton Mifflin Harcourt, Boston,
*''The Chemical News'' 1897, 'Notices of Books: A Manual of Chemistry, Theoretical and Practical, by WA Tilden', vol. 75, no. 1951, p.&nbsp;189
*Thomas S & Visakh PM 2012, ''Handbook of Engineering and Speciality Thermoplastics: Volume 3: Polyethers and Polyesters,'' John Wiley & Sons, Hoboken, New Jersey,
*Tilden WA 1876, ''Introduction to the Study of Chemical Philosophy,'' D. Appleton and Co., New York
*Timm JA 1944, ''General Chemistry,'' McGraw-Hill, New York
*Tyler Miller G 1987, ''Chemistry: A Basic Introduction,'' 4th ed., Wadsworth Publishing Company, Belmont, California,
*Togaya M 2000, 'Electrical Resistivity of Liquid Carbon at High Pressure', in MH Manghnani, W Nellis & MF.Nicol (eds), ''Science and Technology of High Pressure'', proceedings of AIRAPT-17, Honolulu, Hawaii, 25–30 July 1999, vol. 2, Universities Press, Hyderabad, pp.&nbsp;871–74,
*Tom LWC, Elden LM & Marsh RR 2004, 'Topical antifungals', in PS Roland & JA Rutka, ''Ototoxicity,'' BC Decker, Hamilton, Ontario, pp.&nbsp;134–39,
*Tominaga J 2006, 'Application of Ge–Sb–Te Glasses for Ultrahigh Density Optical Storage', in AV Kolobov (ed.), ''Photo-Induced Metastability in Amorphous Semiconductors,'' Wiley-VCH, pp.&nbsp;327–27,
*Toy AD 1975, ''The Chemistry of Phosphorus,'' Pergamon, Oxford,
*Träger F 2007, ''Springer Handbook of Lasers and Optics,'' Springer, New York,
*Traynham JG 1989, 'Carbonium Ion: Waxing and Waning of a Name', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 63, no. 11, pp.&nbsp;930–33,
*Trivedi Y, Yung E & Katz DS 2013, 'Imaging in Fever of Unknown Origin', in BA Cunha (ed.), ''Fever of Unknown Origin,'' Informa Healthcare USA, New York, pp.&nbsp;209–28,
*Turner M 2011, [http://www.nature.com/news/2011/110602/full/news.2011.345.html 'German ''E. Coli'' Outbreak Caused by Previously Unknown Strain'], ''Nature News,'' 2 Jun,
*Turova N 2011, ''Inorganic Chemistry in Tables,'' Springer, Heidelberg,
*Tuthill G 2011, [http://www.iolanibulletin.org/issues/2011/winter/_departments/10_faculty_profile 'Faculty profile: Elements of Great Teaching'] , ''The Iolani School Bulletin,'' Winter, viewed 29 October 2011
*Tyler PM 1948, ''From the Ground Up: Facts and Figures of the Mineral Industries of the United States,'' McGraw-Hill, New York
*UCR Today 2011, 'Research Performed in Guy Bertrand's Lab Offers Vast Family of New Catalysts for use in Drug Discovery, Biotechnology', University of California, Riverside, July 28
*Uden PC 2005, 'Speciation of Selenium,' in R Cornelis, J Caruso, H Crews & K Heumann (eds), ''Handbook of Elemental Speciation II: Species in the Environment, Food, Medicine and Occupational Health,'' John Wiley & Sons, Chichester, pp.&nbsp;346–65,
*United Nuclear Scientific 2014, [http://unitednuclear.com/index.php?main_page=product_info&cPath=2_5&products_id=819 'Disk Sources, Standard'], viewed 5 April 2014
*US Bureau of Naval Personnel 1965, ''Shipfitter 3 & 2,'' US Government Printing Office, Washington
*US Environmental Protection Agency 1988, ''Ambient Aquatic Life Water Quality Criteria for Antimony (III),'' draft, Office of Research and Development, Environmental Research Laboratories, Washington
*University of Limerick 2014, [https://web.archive.org/web/20140302002943/http://www.ul.ie/news-centre/news/researchers-make-breakthrough-in-battery-technology 'Researchers make breakthrough in battery technology],' 7 February, viewed 2 March 2014
*University of Utah 2014, ''[http://phys.org/news/2014-09-topological-insulator-superfast.html New 'Topological Insulator' Could Lead to Superfast Computers],'' Phys.org, viewed 15 December 2014
*Van Muylder J & Pourbaix M 1974, 'Arsenic', in M Pourbaix (ed.), ''Atlas of Electrochemical Equilibria in Aqueous Solutions,'' 2nd ed., National Association of Corrosion Engineers, Houston
*Van der Put PJ 1998, ''The Inorganic Chemistry of Materials: How to Make Things Out of Elements,'' Plenum, New York,
*Van Setten MJ, Uijttewaal MA, de Wijs GA & Groot RA 2007, [https://web.archive.org/web/20120426082753/http://zernike.eldoc.ub.rug.nl/FILES/root/2007/JAmChemSocvSetten/2007JAmChemSocvSetten.pdf 'Thermodynamic Stability of Boron: The Role of Defects and Zero Point Motion'], ''Journal of the American Chemical Society,'' vol. 129, no. 9, pp.&nbsp;2458–65,
*Vasáros L & Berei K 1985, 'General Properties of Astatine', pp.&nbsp;107–28, in [[#Kugler1985|Kugler & Keller]]
*Vernon RE 2013, 'Which Elements Are Metalloids?', ''Journal of Chemical Education,'' vol. 90, no. 12, pp.&nbsp;1703–07,
*Walker P & Tarn WH 1996, ''CRC Handbook of Metal Etchants,'' Boca Raton, FL,
*Walters D 1982, ''Chemistry,'' Franklin Watts Science World series, Franklin Watts, London,
*Wang Y & Robinson GH 2011, 'Building a Lewis Base with Boron', ''Science,'' vol. 333, no. 6042, pp.&nbsp;530–31,
*Wanga WH, Dongb C & Shek CH 2004, 'Bulk Metallic Glasses', ''Materials Science and Engineering Reports,'' vol. 44, nos 2–3, pp.&nbsp;45–89,
*Warren J & Geballe T 1981, 'Research Opportunities in New Energy-Related Materials', ''Materials Science and Engineering,'' vol. 50, no. 2, pp.&nbsp;149–98,
*Weingart GW 1947, ''Pyrotechnics,'' 2nd ed., Chemical Publishing Company, New York
*Wells AF 1984, ''Structural Inorganic Chemistry,'' 5th ed., Clarendon, Oxford,
*Whitten KW, Davis RE, Peck LM & Stanley GG 2007, ''Chemistry,'' 8th ed., Thomson Brooks/Cole, Belmont, California,
*Wiberg N 2001, [https://books.google.com/books?id=Mtth5g59dEIC&printsec=frontcover ''Inorganic Chemistry''], Academic Press, San Diego,
*Wilkie CA & Morgan AB 2009, ''Fire Retardancy of Polymeric Materials,'' CRC Press, Boca Raton, Florida,
*Witt AF & Gatos HC 1968, 'Germanium', in CA Hampel (ed.), ''The Encyclopedia of the Chemical Elements,'' Reinhold, New York, pp.&nbsp;237–44
*Wogan T 2014, "[http://www.rsc.org/chemistryworld/2014/07/first-experimental-evidence-boron-fullerene-bucky-ball-buckminsterfullerene First experimental evidence of a boron fullerene]", Chemistry World, 14 July
*Woodward WE 1948, ''Engineering Metallurgy,'' Constable, London
*WPI-AIM (World Premier Institute – Advanced Institute for Materials Research) 2012, [http://arquivo.pt/wayback/20160516135811/http://research.wpi-aimr.tohoku.ac.jp/eng/research/676 'Bulk Metallic Glasses: An Unexpected Hybrid'], AIMResearch, Tohoku University, Sendai, Japan, 30 April
*Wulfsberg G 2000, [https://books.google.com/books?id=hpWzxTnQH14C&pg=PA620 ''Inorganic Chemistry''], University Science Books, Sausalito California,
*Xu Y, Miotkowski I, Liu C, Tian J, Nam H, Alidoust N, Hu J, Shih C-K, Hasan M &  Chen YP 2014, 'Observation of Topological Surface State Quantum Hall Effect in an Intrinsic Three-dimensional Topological Insulator,' ''Nature Physics, '' vol, 10, pp.&nbsp;956–63,
*Yacobi BG & Holt DB 1990, ''Cathodoluminescence Microscopy of Inorganic Solids,'' Plenum, New York,
*Yang K, Setyawan W, Wang S, Nardelli MB & Curtarolo S 2012, 'A Search Model for Topological Insulators with High-throughput Robustness Descriptors,' ''Nature Materials,'' vol. 11, pp.&nbsp;614–19,
*Yasuda E, Inagaki M, Kaneko K, Endo M, Oya A & Tanabe Y 2003, ''Carbon Alloys: Novel Concepts to Develop Carbon Science and Technology,'' Elsevier Science, Oxford, pp.&nbsp;3–11 et seq,
*Yetter RA 2012, ''[https://cefrc.princeton.edu/sites/cefrc/files/Files/2012%20Lecture%20Notes/Yetter/Nanoengineered-Reactive-Materials-and-their-Combustion-and-Synthesis-revised.pdf Nanoengineered Reactive Materials and their Combustion and Synthesis]'', course notes, Princeton-CEFRC Summer School On Combustion, June 25–29, 2012, Penn State University
*Young RV & Sessine S (eds) 2000, ''World of Chemistry,'' Gale Group, Farmington Hills, Michigan,
*Young TF, Finley K, Adams WF, Besser J, Hopkins WD, Jolley D, McNaughton E, Presser TS, Shaw DP & Unrine J 2010, 'What You Need to Know About Selenium', in PM Chapman, WJ Adams, M Brooks, CJ Delos, SN Luoma, WA Maher, H Ohlendorf, TS Presser & P Shaw (eds), ''Ecological Assessment of Selenium in the Aquatic Environment,'' CRC, Boca Raton, Florida, pp.&nbsp;7–45,
*Zalutsky MR & Pruszynski M 2011, 'Astatine-211: Production and Availability', ''Current Radiopharmaceuticals,'' vol. 4, no. 3, pp.&nbsp;177–85,
*Zhang GX 2002, 'Dissolution and Structures of Silicon Surface', in MJ Deen, D Misra & J Ruzyllo (eds), ''Integrated Optoelectronics: Proceedings of the First International Symposium,'' Philadelphia, PA, The Electrochemical Society, Pennington, NJ, pp.&nbsp;63–78,
*Zhang TC, Lai KCK & Surampalli AY 2008, 'Pesticides', in A Bhandari, RY Surampalli, CD Adams, P Champagne, SK Ong, RD Tyagi & TC Zhang (eds), ''Contaminants of Emerging Environmental Concern,'' American Society of Civil Engineers, Reston, Virginia, , pp.&nbsp;343–415
*Zhdanov GS 1965, ''Crystal Physics,'' translated from the Russian publication of 1961 by AF Brown (ed.), Oliver & Boyd, Edinburgh
*Zingaro RA 1994, 'Arsenic: Inorganic Chemistry', in RB King (ed.) 1994, ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry,'' John Wiley & Sons, Chichester, pp.&nbsp;192–218,
==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
*Brady JE, Humiston GE & Heikkinen H (1980), "Chemistry of the Representative Elements: Part II, The Metalloids and Nonmetals", in ''General Chemistry: Principles and Structure,'' ed. ke-2, SI version, John Wiley & Sons, New York, hlm.&nbsp;537–91,
*Brady JE, Humiston GE & Heikkinen H (1980), "Chemistry of the Representative Elements: Part II, The Metalloids and Nonmetals", in ''General Chemistry: Principles and Structure,'' ed. ke-2, SI version, John Wiley & Sons, New York, hlm.&nbsp;537–91,  
*Chedd G (1969), ''Half-way Elements: The Technology of Metalloids,'' Doubleday, New York
*Chedd G (1969), ''Half-way Elements: The Technology of Metalloids,'' Doubleday, New York
*Choppin GR & Johnsen RH (1972), "Group IV and the Metalloids", in ''Introductory Chemistry'', Addison-Wesley, Reading, Massachusetts, hlm.&nbsp;341–57
*Choppin GR & Johnsen RH (1972), "Group IV and the Metalloids", in ''Introductory Chemistry'', Addison-Wesley, Reading, Massachusetts, hlm.&nbsp;341–57
*Dunstan S (1968), "The Metalloids", in ''Principles of Chemistry,'' D. Van Nostrand Company, London, hlm.&nbsp;407–39
*Dunstan S (1968), "The Metalloids", in ''Principles of Chemistry,'' D. Van Nostrand Company, London, hlm.&nbsp;407–39
*Goldsmith RH (1982), "Metalloids", ''Journal of Chemical Education'', vol. 59, no. 6, hlm.&nbsp;526527,
*Goldsmith RH (1982), "Metalloids", ''Journal of Chemical Education'', vol. 59, no. 6, hlm.&nbsp;526527,  
*Hawkes SJ (2001), "Semimetallicity", ''Journal of Chemical Education,'' vol. 78, no. 12, hlm.&nbsp;1686–87,
*Hawkes SJ (2001), "Semimetallicity", ''Journal of Chemical Education,'' vol. 78, no. 12, hlm.&nbsp;1686–87,  
*Metcalfe HC, Williams JE & Castka JF (1974), "Aluminum and the Metalloids", in ''Modern Chemistry,'' Holt, Rinehart and Winston, New York, hlm.&nbsp;538–57,
*Metcalfe HC, Williams JE & Castka JF (1974), "Aluminum and the Metalloids", in ''Modern Chemistry,'' Holt, Rinehart and Winston, New York, hlm.&nbsp;538–57,  
*Miller JS (2019), "Viewpoint: Metalloids – An Electronic Band Structure Perspective", ''Chemistry – A European Perspective,'' preprint version,
*Miller JS (2019), "Viewpoint: Metalloids – An Electronic Band Structure Perspective", ''Chemistry – A European Perspective,'' preprint version,
*Moeller T, Bailar JC, Kleinberg J, Guss CO, Castellion ME & Metz C (1989), "Carbon and the Semiconducting Elements", in ''Chemistry, with Inorganic Qualitative Analysis,'' ed. ke-3, Harcourt Brace Jovanovich, San Diego, pp.&nbsp;742–75,
*Moeller T, Bailar JC, Kleinberg J, Guss CO, Castellion ME & Metz C (1989), "Carbon and the Semiconducting Elements", in ''Chemistry, with Inorganic Qualitative Analysis,'' ed. ke-3, Harcourt Brace Jovanovich, San Diego, pp.&nbsp;742–75,  
*Parveen N dkk. (2020), "Metalloids in plants: A systematic discussion beyond description", ''Annals of Applied Biology,''
*Parveen N dkk. (2020), "Metalloids in plants: A systematic discussion beyond description", ''Annals of Applied Biology,''
*Rieske M (1998), "Metalloids", in ''Encyclopedia of Earth and Physical Sciences,'' Marshall Cavendish, New York, vol. 6, hlm.&nbsp;758–59,  (set)
*Rieske M (1998), "Metalloids", in ''Encyclopedia of Earth and Physical Sciences,'' Marshall Cavendish, New York, vol. 6, hlm.&nbsp;758–59,  (set)
*Rochow EG (1966), ''The Metalloids,'' DC Heath and Company, Boston
*Rochow EG (1966), ''The Metalloids,'' DC Heath and Company, Boston
*Vernon RE (2013), "Which Elements are Metalloids?", ''Journal of Chemical Education,'' vol. 90, no. 12, hlm.&nbsp;1703–07,
*Vernon RE (2013), "Which Elements are Metalloids?", ''Journal of Chemical Education,'' vol. 90, no. 12, hlm.&nbsp;1703–07,  
*—— (2020,) [https://link.springer.com/article/10.1007/s10698-020-09356-6 "Organising the Metals and Nonmetals"], ''Foundations of Chemistry,'' (akses terbuka)
*—— (2020,) [https://link.springer.com/article/10.1007/s10698-020-09356-6 "Organising the Metals and Nonmetals"], ''Foundations of Chemistry,'' (akses terbuka)


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metaloid&oldid=29427497 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29427497 (2026-07-07T04:27:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metaloid&oldid=29427497 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29427497 (2026-07-07T04:27:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 22.55

Metaloid adalah jenis unsur kimia yang memiliki lebih banyak sifat di antara, atau yang merupakan campuran, logam dan nonlogam. Tidak ada definisi standar mengenai metaloid dan tidak ada kesepakatan lengkap tentang unsur-unsur mana yang merupakan metaloid. Meskipun kurangnya kekhususan, istilah ini tetap digunakan dalam literatur kimia.

Enam metaloid yang umum dikenal adalah boron, silikon, germanium, arsen, antimon, dan telurium. Lima unsur lebih jarang diklasifikasikan: karbon, aluminium, selenium, polonium, dan astatin. Pada tabel periodik standar, kesebelas unsur tersebut berada di daerah diagonal blok-p yang memanjang dari boron di kiri atas hingga astatin di kanan bawah. Beberapa tabel periodik memasukkan garis pemisah antara logam dan nonlogam, dan metaloid dapat ditemukan dekat dengan garis ini.

Metaloid khas memiliki penampilan logam, tetapi rapuh dan hanya konduktor listrik yang wajar. Secara kimia, mereka sebagian besar berperilaku sebagai nonlogam. Mereka dapat membentuk paduan dengan logam. Sebagian besar sifat fisik dan kimianya yang lain bersifat antara. Metaloid biasanya terlalu rapuh untuk memiliki kegunaan struktural. Mereka dan senyawanya digunakan dalam paduan, agen biologis, katalis, penghambat nyala, kaca, penyimpanan optik dan optoelektronika, piroteknika, semikonduktor, serta elektronika.

Sifat listrik silikon dan germanium memungkinkan pembentukan industri semikonduktor pada 1950-an dan pengembangan elektronika padat dari awal 1960-an.[1]

Istilah metaloid awalnya mengacu pada nonlogam. Maknanya yang lebih baru, sebagai kategori unsur dengan sifat menengah atau hibrida, menyebar luas pada tahun 1940–1960. Metaloid kadang-kadang disebut semilogam, sebuah praktik yang tidak dianjurkan,[2] karena istilah semilogam memiliki arti yang berbeda dalam fisika daripada kimia. Dalam fisika, istilah ini mengacu pada jenis tertentu dari struktur pita elektronik suatu zat. Dalam konteks ini, hanya arsen dan antimon yang merupakan semilogam, dan umumnya dikenal sebagai metaloid.

Definisi

Berdasarkan penilaian

Metaloid adalah unsur yang memiliki lebih banyak sifat di antara, atau yang merupakan campuran, dari logam dan nonlogam, dan oleh karena itu sulit untuk diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam. Ini adalah definisi umum yang mengacu pada atribut metaloid yang secara konsisten dikutip dalam literatur. Kesulitan kategorisasi adalah atribut kunci. Sebagian besar unsur memiliki campuran sifat logam dan nonlogam,[3] dan dapat diklasifikasikan menurut himpunan sifat mana yang lebih menonjol.[4] Hanya unsur pada atau di dekat margin, tidak memiliki kelebihan yang cukup jelas dari baik sifat logam atau nonlogam, diklasifikasikan sebagai metaloid.[5]

Boron, silikon, germanium, arsen, antimon, dan telurium umumnya dikenal sebagai metaloid.[6] Tergantung pada penulisnya, selenium, polonium, atau astatin terkadang ditambahkan ke dalam daftar.[7] Boron terkadang dikecualikan, dengan sendirinya, atau dengan silikon.[8] Terkadang telurium tidak dianggap sebagai metaloid.[9] Dimasukkannya antimon, polonium, dan astatin sebagai metaloid telah dipertanyakan.[10]

Unsur-unsur lain kadang-kadang diklasifikasikan sebagai metaloid. Unsur-unsur ini termasuk[11] hidrogen,[12] berilium,[13] nitrogen,[14] fosforus,[15] belerang,[16] seng,[17] galium,[18] timah, iodin,[19] timbal,[20] bismut,[21] dan radon.[22] Istilah metaloid juga telah digunakan untuk unsur-unsur yang menunjukkan kilau logam dan konduktivitas listrik, dan yang bersifat amfoter, seperti aluminium, vanadium, kromium, arsen, molibdenum, timah, antimon, wolfram, dan timbal.[23] Logam blok-p,[24] dan nonlogam (seperti karbon atau nitrogen) yang dapat membentuk paduan dengan logam[25] atau memodifikasi sifatnya[26] juga kadang-kadang dianggap sebagai metaloid.

Berdasarkan kriteria

Unsur IE
(kkal/mol)
IE
(kJ/mol)
EN Struktur pita
Boron 191 801 2,04 semikonduktor
Silikon 188 787 1,90 semikonduktor
Germanium 182 762 2,01 semikonduktor
Arsen 226 944 2,18 semilogam
Antimon 199 831 2,05 semilogam
Telurium 208 869 2,10 semikonduktor
rata-rata 199 832 2,05
Unsur-unsur ini umumnya dikenal sebagai metaloid, dan energi ionisasi (IE);[27] elektronegativitas (EN, revisi skala Pauling); dan struktur pita elektronik[28] (bentuk yang paling stabil secara termodinamika dalam kondisi sekitar) mereka.

Tidak ada definisi metaloid yang diterima secara luas, juga tidak ada pembagian tabel periodik menjadi logam, metaloid, dan nonlogam;[29] Hawkes[30] mempertanyakan kelayakan penetapan definisi spesifik, mencatat bahwa anomali dapat ditemukan dalam beberapa konstruksi percobaan. Mengklasifikasikan suatu unsur sebagai metaloid telah dijelaskan oleh Sharp[31] sebagai "sewenang-wenang".

Jumlah dan identitas metaloid tergantung pada kriteria klasifikasi yang digunakan. Emsley[32] mengenali empat metaloid (germanium, arsen, antimon, dan telurium); James dkk.[33] mendaftarkan dua belas (daftar Emsley ditambah boron, karbon, silikon, selenium, bismut, polonium, moskovium, dan livermorium). Rata-rata, tujuh unsur termasuk dalam daftar tersebut; pengaturan klasifikasi individual cenderung memiliki kesamaan dan bervariasi dalam batas yang tidak jelas.[34]

Kriteria kuantitatif tunggal seperti elektronegativitas umumnya digunakan,[35] metaloid yang memiliki nilai elektronegativitas dari 1,8 atau 1,9 hingga 2,2.[36] Contoh lebih lanjut termasuk efisiensi pengepakan (fraksi volume dalam struktur kristal yang ditempati oleh atom) dan rasio kriteria Goldhammer-Herzfeld.[37] Metaloid yang umum dikenal memiliki efisiensi pengepakan antara 34% dan 41%. Rasio Goldhammer-Herzfeld, kira-kira sama dengan pangkat tiga jari-jari atom dibagi dengan volume molar,[38] adalah sebuah ukuran sederhana seberapa logam suatu unsur, metaloid yang dikenal memiliki rasio dari sekitar 0,85 hingga 1,1 dan rata-rata 1,0.[39] Penulis lain mengandalkan, misalnya, konduktansi atom[40] atau bilangan koordinasi massal.[41]

Jones, yang menulis mengenai peran klasifikasi dalam sains, mengamati bahwa "[kelas] biasanya ditentukan oleh lebih dari dua atribut".[42] Masterton dan Slowinski[43] menggunakan tiga kriteria untuk menggambarkan enam unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid: metaloid memiliki energi ionisasi sekitar 200 kkal/mol (837 kJ/mol) dan nilai keelektronegatifan mendekati 2,0. Mereka juga mengatakan bahwa metaloid biasanya semikonduktor, meskipun antimon dan arsen (semilogam dari perspektif fisika) memiliki konduktivitas listrik yang mendekati logam. Selenium dan polonium diduga tidak termasuk dalam skema ini, sementara status astatin tidaklah pasti.

Dalam konteks ini, Vernon mengusulkan bahwa metaloid adalah unsur kimia yang, dalam keadaan standarnya, memiliki (a) struktur pita elektronik semikonduktor atau semilogam; dan (b) potensial ionisasi pertama antara "(katakanlah 750−1.000 kJ/mol)"; dan (c) elektronegativitas menengah (1,9–2,2).[44]

Wilayah tabel periodik

Lokasi

Metaloid terletak di kedua sisi garis pemisah antara logam dan nonlogam. Ini dapat ditemukan, dalam berbagai konfigurasi, pada beberapa tabel periodik. Unsur di kiri bawah garis umumnya menunjukkan peningkatan perilaku logam; unsur ke kanan atas menampilkan peningkatan perilaku nonlogam.[45] Ketika disajikan sebagai anak tangga biasa, unsur dengan suhu kritis tertinggi untuk golongan mereka (Li, Be, Al, Ge, Sb, Po) terletak tepat di bawah garis.[46]

Posisi diagonal metaloid merupakan pengecualian untuk pengamatan bahwa unsur-unsur dengan sifat yang sama cenderung terjadi dalam golongan vertikal.[47] Efek terkait dapat dilihat pada kesamaan diagonal lainnya antara beberapa unsur dan tetangga kanan bawah mereka, khususnya litium-magnesium, berilium-aluminium, dan boron-silikon. Rayner-Canham[48] berpendapat bahwa kesamaan ini meluas ke karbon-fosforus, nitrogen-belerang, dan ke tiga deret blok-d.

Pengecualian ini muncul karena persaingan tren horizontal dan vertikal dalam muatan inti. Sepanjang sebuah periode, muatan inti meningkat dengan nomor atom seperti halnya jumlah elektron. Tarikan tambahan pada elektron terluar saat muatan inti meningkat umumnya melebihi efek penyaringan karena memiliki lebih banyak elektron. Dengan beberapa ketidakteraturan, atom karenanya menjadi lebih kecil, energi ionisasi meningkat, dan ada perubahan karakter bertahap, sepanjang periode, dari unsur logam kuat, ke logam lemah, ke nonlogam lemah, ke nonlogam kuat.[49] Turun ke golongan utama, efek peningkatan muatan inti umumnya lebih besar daripada efek elektron tambahan yang lebih jauh dari nukleus. Atom umumnya menjadi lebih besar, energi ionisasi turun, dan karakter logam meningkat.[50] Efek bersihnya adalah bahwa lokasi zona transisi logam–nonlogam bergeser ke kanan dan turun satu golongan,[51] dan kesamaan diagonal analog terlihat di tempat lain dalam tabel periodik, seperti yang dicatat.[52]

Perlakuan alternatif

Unsur yang berbatasan dengan garis pemisah logam–nonlogam tidak selalu diklasifikasikan sebagai metaloid, mengingat klasifikasi biner dapat memfasilitasi penetapan aturan untuk menentukan jenis ikatan antara logam dan nonlogam.[53] Dalam kasus seperti ini, penulis yang bersangkutan fokus pada satu atau lebih atribut yang menarik untuk membuat keputusan klasifikasi mereka, daripada khawatir tentang sifat marjinal dari elemen yang bersangkutan. Pertimbangan mereka mungkin atau tidak dibuat eksplisit dan mungkin, kadang-kadang, tampak sewenang-wenang.[54] Metaloid dapat dikelompokkan dengan logam;[55] atau dianggap sebagai nonlogam;[56] atau diperlakukan sebagai subkategori dari nonlogam.[57] Penulis lain telah menyarankan untuk mengklasifikasikan beberapa elemen sebagai metaloid "menekankan bahwa sifat unsur berubah secara bertahap dan tidak tiba-tiba sepanjang tabel periodik".[58] menuruni tabel periodik". Beberapa tabel periodik membedakan unsur-unsur yang merupakan metaloid dan tidak menunjukkan garis pemisah formal antara logam dan nonlogam. Metaloid malah ditampilkan sebagai terjadi di pita diagonal[59] atau daerah penyebaran.[60] Pertimbangan utama adalah untuk menjelaskan konteks taksonomi yang digunakan.

Sifat

Metaloid biasanya terlihat seperti logam tetapi berperilaku sebagian besar seperti nonlogam. Secara fisik, mereka merupakan padatan yang mengkilap dan rapuh dengan konduktivitas listrik menengah hingga relatif baik dan struktur pita elektronik semilogam atau semikonduktor. Secara kimia, mereka sebagian besar berperilaku sebagai nonlogam (lemah), memiliki nilai energi ionisasi dan elektronegativitas menengah, serta oksida amfoter atau asam lemah. Mereka dapat membentuk paduan dengan logam. Sebagian besar sifat fisik dan kimia lain mereka bersifat antara.

Dibandingkan dengan logam dan nonlogam

Sifat karakteristik logam, metaloid, dan nonlogam dirangkum dalam tabel.[61] Sifat fisik terdaftar dalam urutan kemudahan penentuan; sifat kimia berjalan dari umum ke khusus, dan kemudian ke deskriptif.

Sifat-sifat logam, metaloid dan nonlogam
Sifat fisik Logam Metaloid Nonlogam
Bentuk padat; beberapa berbentuk cair pada atau di dekat suhu kamar (Ga, Hg, Rb, Cs, Fr)[62] padat[63] sebagian besar berbentuk gas[64]
Penampilan berkilau (setidaknya ketika baru saja retak) berkilau[65] beberapa tidak berwarna; yang lain berwarna, atau abu-abu metalik hingga hitam
Elastisitas biasanya elastis, ulet, lunak (bila padat) rapuh[66] rapuh, jika padat
Konduktivitas listrik baik hingga tinggi sedang[67] hingga baik buruk hingga baik
Struktur pita metalik (Bi = semimetalik) semikonduktor atau, jika tidak (As, Sb = semimetalik), eksis dalam bentuk semikonduktor[68] semikonduktor atau insulator[69]
Sifat kimia Logam Metaloid Nonlogam
Perilaku kimia umum metalik nonmetalik[70] nonmetalik
Energi ionisasi relatif rendah energi ionisasi menengah,[71] biasanya berada di antara logam dan nonlogam[72] relatif tinggi
Elektronegativitas biasanya rendah memiliki nilai keelektronegatifan mendekati 2[73] (skala Pauling yang direvisi) atau dalam kisaran 1,9–2,2 (skala Allen)[74] tinggi
Ketika dicampur dengan logam memberikan paduan dapat membentuk paduan[75] senyawa ionik atau interstisi yang terbentuk
Oksida oksida rendah bersifat basa; oksida yang lebih tinggi semakin asam amfoter atau asam lemah[76] asam

Tabel di atas mencerminkan sifat hibrida dari metaloid. Sifat-sifat bentuk, kenampakan, dan perilaku bila dicampur dengan logam lebih mirip logam. Elastisitas dan perilaku kimia umum lebih seperti nonlogam. Konduktivitas listrik, struktur pita, energi ionisasi, elektronegativitas, dan oksida adalah perantara di antara keduanya.

Aplikasi umum

Fokus bagian ini adalah pada metaloid yang dikenali. Unsur yang jarang dikenal sebagai metaloid biasanya diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam; beberapa di antaranya disertakan di sini untuk tujuan perbandingan.

Metaloid terlalu rapuh untuk memiliki kegunaan struktural dalam bentuknya yang murni.[77] Mereka dan senyawanya digunakan sebagai (atau dalam) komponen paduan, agen biologis (toksikologi, nutrisi, dan obat), katalis, penghambat nyala, kaca (oksida dan metalik), media penyimpanan optika dan optoelektronika, piroteknika, semikonduktor, dan elektronika.

Logam paduan

Menulis di awal sejarah senyawa antarlogam, ahli metalurgi Inggris Cecil Desch mengamati bahwa "unsur nonmetalik tertentu mampu membentuk senyawa dengan karakter metalik yang jelas dengan logam, dan oleh karena itu unsur-unsur ini dapat masuk ke dalam komposisi paduan". Dia mengaitkan silikon, arsen, dan telurium, khususnya, dengan unsur pembentuk paduan.[78] Phillips dan Williams[79] menyarankan bahwa senyawa silikon, germanium, arsen, dan antimon dengan logam B, "mungkin paling baik diklasifikasikan sebagai paduan".

Di antara metaloid yang lebih ringan, paduan dengan logam transisi Boron dapat membentuk paduan dan senyawa antarlogam dengan logam dengan komposisi MnB, jika n > 2.[80] Feroboron (15% boron) digunakan untuk memasukkan boron ke dalam baja; paduan nikel-boron adalah bahan dalam paduan las dan komposisi pengerasan permukaan untuk industri teknik. Paduan silikon dengan besi dan aluminium masing-masing banyak digunakan oleh industri baja dan otomotif. Germanium membentuk banyak paduan, yang paling penting adalah dengan logam koin.[81]

Metaloid yang lebih berat melanjutkan tema. Arsen dapat membentuk paduan dengan logam, termasuk platina dan tembaga;[82] ia juga ditambahkan ke tembaga dan paduannya untuk meningkatkan ketahanan korosi[83] dan tampaknya memberikan manfaat yang sama bila ditambahkan ke magnesium.[84] Antimon dikenal sebagai pembentuk paduan, termasuk dengan logam koin. Paduannya termasuk piuter (sebuah paduan timah dengan antimon hingga 20%) dan logam huruf (sebuah paduan timbal dengan antimon hingga 25%).[85] Telurium mudah membentuk paduan dengan besi, seperti ferotelurium (50–58% telurium), dan dengan tembaga, dalam bentuk telurium tembaga (40–50% telurium).[86] Ferotelurium digunakan sebagai penstabil karbon dalam pengecoran baja.[87] Dari unsur nonmetalik yang jarang dikenali sebagai metaloid, selenium – dalam bentuk feroselenium (50–58% selenium) – digunakan untuk meningkatkan mesinabilitas baja nirkarat.[88]

Agen biologis

Keenam unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid memiliki sifat toksik, diet, atau obat.[89] Senyawa arsen dan antimon sangatlah beracun; boron, silikon, dan mungkin arsen, adalah unsur jejak yang penting. Boron, silikon, arsen, dan antimon memiliki aplikasi medis, dan germanium serta telurium dianggap memiliki potensi juga.

Boron digunakan dalam insektisida[90] dan herbisida.[91] Ia adalah unsur jejak yang penting.[92] Sebagai asam borat, ia memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan antivirus.[93]

Silikon hadir dalam silatran, sebuah rodentisida yang sangat beracun.[94] Menghirup debu silika dalam jangka panjang dapat menyebabkan silikosis, sebuah penyakit paru-paru yang fatal. Silikon adalah sebuah unsur jejak yang penting.[95] Gel silikone dapat dioleskan pada pasien dengan luka bakar parah untuk mengurangi jaringan parut.[96]

Garam germanium berbahaya bagi manusia dan hewan jika tertelan dalam waktu yang lama.[97] Ada minat dalam tindakan farmakologis senyawa germanium tetapi belum ada obat yang berlisensi.[98]

Arsen terkenal beracun dan mungkin juga merupakan sebuah unsur penting dalam jumlah ultrajejak.[99] Selama Perang Dunia I, kedua belah pihak menggunakan "agen bersin dan muntah berbasis arsen…untuk memaksa tentara musuh melepaskan masker gas mereka sebelum menembakkan mustard atau fosgen ke arah mereka dalam serangan kedua."[100] Ia telah digunakan sebagai agen farmasi sejak zaman dahulu, termasuk untuk pengobatan sifilis sebelum perkembangan antibiotik.[101] Arsen juga merupakan komponen melarsoprol, sebuah obat yang digunakan dalam pengobatan African trypanosomiasis atau penyakit tidur. Pada tahun 2003, arsen trioksida (dengan nama dagang Trisenox) diperkenalkan kembali untuk pengobatan leukemia promielositik akut, sebuah kanker darah dan sumsum tulang.[102] Arsen dalam air minum, yang menyebabkan kanker paru-paru dan kandung kemih, telah dikaitkan dengan penurunan angka kematian akibat kanker payudara.[103]

Antimon metalik relatif tidak beracun, tetapi sebagian besar senyawa antimon bersifat beracun.[104] Dua senyawa antimon, natrium stiboglukonat dan stibofen, digunakan sebagai obat antiparasit.[105]

Telurium elemental tidak dianggap sangat beracun; dua gram natrium telurat, jika diberikan, dapat menjadi mematikan.[106] Orang-orang yang terpapar sedikit telurium di udara mengeluarkan bau seperti bawang putih yang busuk dan menetap.[107] Telurium dioksida telah digunakan untuk mengobati dermatitis seboroik; senyawa telurium lainnya digunakan sebagai agen antimikroba sebelum pengembangan antibiotik.[108] Di masa depan, senyawa tersebut mungkin perlu diganti dengan antibiotik yang sudah tidak efektif karena resistensi bakteri.[109]

Dari unsur-unsur yang jarang dikenal sebagai metaloid, berilium dan timbal terkenal karena toksisitasnya; timbal arsenat telah banyak digunakan sebagai insektisida.[110] Belerang adalah salah satu fungisida dan pestisida tertua. Fosforus, belerang, seng, selenium, dan iodin adalah nutrisi penting, dan mungkin juga aluminium, timah, dan timbal.[111] Belerang, galium, selenium, iodin, dan bismut memiliki aplikasi obat. Belerang adalah konstituen obat sulfonamida, yang masih banyak digunakan untuk kondisi seperti jerawat dan infeksi saluran kemih.[112] Galium nitrat digunakan untuk mengobati efek samping kanker;[113] gallium sitrat, sebuah radiofarmasi, memfasilitasi pencitraan area tubuh yang meradang.[114] Selenium sulfida digunakan dalam sampo obat dan untuk mengobati infeksi kulit seperti tinea versicolor.[115] Iodin digunakan sebagai desinfektan dalam berbagai bentuk. Bismut adalah bahan dalam beberapa antibakteri.[116]

Katalis

Boron trifluorida dan triklorida digunakan sebagai katalis dalam sintesis organik dan elektronika; boron tribromida digunakan dalam pembuatan diborana.[117] Ligan boron yang tidak beracun dapat menggantikan ligan fosforus yang beracun dalam beberapa katalis logam transisi.[118] Asam sulfat silika (SiO2OSO3H) digunakan dalam reaksi organik.[119] Germanium dioksida kadang-kadang digunakan sebagai katalis dalam produksi plastik PET untuk wadah;[120] senyawa antimon yang lebih murah, seperti antimon trioksida atau triasetat, lebih umum digunakan untuk tujuan yang sama[121] meskipun ada kekhawatiran mengenai kontaminasi antimon pada makanan dan minuman.[122] Arsen trioksida telah digunakan dalam produksi gas alam, untuk meningkatkan penghilangan karbon dioksida, seperti halnya asam selenit dan telurit.[123] Selenium bertindak sebagai katalis pada beberapa mikroorganisme.[124] Telurium, dioksidanya, dan tetrakloridanya adalah katalis kuat untuk oksidasi udara karbon di atas suhu 500 °C.[125] Grafit oksida dapat digunakan sebagai katalis dalam sintesis imina dan turunannya.[126] Karbon aktif dan alumina telah digunakan sebagai katalis untuk menghilangkan kontaminan belerang dari gas alam.[127] Aluminium yang didoping titanium telah diidentifikasi sebagai pengganti katalis logam mulia mahal yang digunakan dalam produksi bahan kimia industri.[128]

Penghambat nyala

Senyawa boron, silikon, arsenik, dan antimon telah digunakan sebagai penghambat nyala. Boron, dalam bentuk boraks, telah digunakan sebagai bahan tahan api tekstil setidaknya sejak abad ke-18.[129] Silikon mempunyai beberapa senyawa, seperti silikone, silana, silsesquioksana, silika, dan silikat, beberapa di antaranya dikembangkan sebagai alternatif untuk produk terhalogenasi yang lebih beracun, dapat sangat meningkatkan ketahanan api bahan plastik.[130] Senyawa arsen seperti natrium arsenit atau natrium arsenat adalah penghambat nyala yang efektif untuk kayu tetapi lebih jarang digunakan karena toksisitasnya.[131] Antimon trioksida adalah sebuah penghambat nyala.[132] Aluminium hidroksida telah digunakan sebagai penghambat nyala serat kayu, karet, plastik, dan tekstil sejak tahun 1890-an.[133] Selain aluminium hidroksida, penggunaan penghambat nyala berbasis fosforus – dalam bentuk, misalnya, organofosfat – sekarang melebihi jenis penghambat utama lainnya. Penghambat ini menggunakan boron, antimon, atau senyawa hidrokarbon yang terhalogenasi.[134]

Pembentukan kaca

Oksida B2O3, SiO2, GeO2, As2O3, dan Sb2O3 mudah membentuk kaca. TeO2 membentuk kaca tetapi ini membutuhkan "laju pendinginan heroik"[135] atau penambahan pengotor; jika tidak, bentuk kristal yang akan menjadi hasil.[136] Senyawa ini digunakan dalam peralatan gelas kimia, domestik, dan industri[137] serta optika.[138] Boron trioksida digunakan sebagai aditif serat kaca,[139] dan juga merupakan komponen kaca borosilikat, banyak digunakan untuk peralatan gelas laboratorium dan peralatan oven domestik karena ekspansi termalnya yang rendah.[140] Kebanyakan barang pecah belah biasa terbuat dari silikon dioksida.[141] Germanium dioksida digunakan sebagai aditif serat kaca, serta dalam sistem optik inframerah.[142] Arsen trioksida digunakan dalam industri kaca sebagai zat penghilang warna dan penghalus (untuk menghilangkan gelembung),[143] seperti halnya antimon trioksida.[144] Telurium dioksida memiliki aplikasi dalam laser dan optika nonlinier.[145]

Kaca metalik amorf umumnya paling mudah dibuat jika salah satu komponennya adalah metaloid atau "dekat metaloid" seperti boron, karbon, silikon, fosforus, atau germanium.[146] Selain lapisan tipis yang disimpan pada suhu yang sangat rendah, kaca metalik pertama yang diketahui adalah paduan komposisi Au75Si25 yang dilaporkan pada tahun 1960.[147] Kaca metalik yang memiliki kekuatan dan ketangguhan yang belum pernah terlihat sebelumnya, dengan komposisi Pd82,5P6Si9,5Ge2, dilaporkan pada tahun 2011.[148]

Fosforus, selenium, dan timbal, yang jarang dikenal sebagai metaloid, juga digunakan dalam kaca. Kaca fosfat memiliki substrat fosforus pentoksida (P2O5), dan bukan silika (SiO2) dari kaca silikat konvensional. Ia digunakan, misalnya, untuk membuat lampu natrium.[149] Senyawa selenium dapat digunakan baik sebagai zat penghilang warna dan untuk menambahkan warna merah pada kaca.[150] Barang pecah belah dekoratif yang terbuat dari kaca timbal tradisional mengandung setidaknya 30% timbal(II) oksida (PbO); kaca timbal yang digunakan untuk pelindung radiasi mungkin memiliki hingga 65% PbO.[151] Kaca berbasis timbal juga telah banyak digunakan dalam komponen elektronik, bahan enamel, dan sel surya. Kaca oksida berbasis bismut telah muncul sebagai pengganti timbal yang kurang beracun di banyak aplikasi ini.[152]

Penyimpanan optis dan optoelektronika

Variasi komposisi GeSbTe ("paduan GST") dan Sb2Te yang didoping Ag dan In ("paduan AIST"), sebagai contoh bahan perubahan fase, banyak digunakan dalam cakram optis yang dapat ditulis ulang dan perangkat memori perubahan fase. Dengan menerapkan panas, mereka dapat beralih ke keadaan amorf (seperti kaca) atau kristal. Perubahan sifat optis dan listrik dapat digunakan untuk tujuan penyimpanan informasi.[153] Aplikasi masa depan untuk GeSbTe dapat mencakup, "tampilan ultracepat, sepenuhnya berbentuk padat dengan piksel skala nanometer, kacamata 'pintar' semitransparan, lensa kontak 'pintar', dan perangkat retina buatan."[154]

Piroteknika

Metaloid yang dikenal memiliki aplikasi piroteknika atau sifat terkait. Boron dan silikon biasanya ditemui;[155] mereka bertindak seperti bahan bakar logam.[156] Boron digunakan dalam komposisi inisiator piroteknika (untuk menyalakan komposisi lain yang sulit dinyalakan), dan dalam komposisi penundaan yang terbakar pada laju konstan.[157] Boron karbida telah diidentifikasi sebagai pengganti yang mungkin untuk campuran barium atau heksakloroetana yang lebih beracun dalam amunisi asap, suar sinyal, dan kembang api.[158] Silikon, seperti boron, adalah komponen campuran inisiator dan penundaan.[159] Germanium yang didoping dapat bertindak sebagai bahan bakar termit berkecepatan variabel. Arsen trisulfida (As2S3) digunakan pada lampu sinyal angkatan laut tua; dalam kembang api untuk membuat bintang putih;[160] dalam campuran layar asap kuning; dan dalam komposisi inisiator.[161] Antimon trisulfida (Sb2S3) ditemukan dalam kembang api cahaya putih dan dalam campuran kilat dan suara.[162] Telurium telah digunakan dalam campuran tunda dan dalam komposisi inisiator tutup peledakan.[163]

Karbon, aluminium, fosforus, dan selenium melanjutkan tema. Karbon, dalam bubuk hitam, adalah konstituen dari propelan roket kembang api, bahan peledak, dan campuran efek, serta sekring dan penyala militer.[164] Aluminium adalah bahan piroteknika umum,[165] dan digunakan secara luas karena kapasitasnya untuk menghasilkan cahaya dan panas,[166] termasuk dalam campuran termit.[167] Fosforus dapat ditemukan dalam pembakar asap dan amunisi, tutup kertas yang digunakan dalam senjata mainan, dan peletup pesta.[168] Selenium telah digunakan dengan cara yang sama seperti telurium.[169]

Semikonduktor dan elektronika

Semua elemen yang umumnya dikenal sebagai metaloid (atau senyawanya) telah digunakan dalam industri semikonduktor atau elektroniknya berbentuk padat.[170]

Beberapa sifat boron telah membatasi penggunaannya sebagai semikonduktor. Ia memiliki titik lebur yang tinggi, kristal tunggalnya relatif sulit diperoleh, dan sulit untuk memasukkan dan mempertahankan pengotor terkontrol.[171]

Silikon adalah semikonduktor komersial terkemuka; ia membentuk dasar elektronika (termasuk sel surya standar)[172] dan teknologi informasi serta komunikasi modern.[173] Hal ini terlepas dari studi mengenai semikonduktor, pada awal abad ke-20, yang dianggap sebagai "fisika kotoran" dan tidak layak mendapat perhatian.[174]

Germanium sebagian besar telah digantikan oleh silikon dalam perangkat semikonduktor, karena lebih murah, lebih tahan pada suhu operasi yang lebih tinggi, dan lebih mudah untuk bekerja selama proses fabrikasi mikroelektronika.[175] Germanium masih merupakan konstituen "paduan" semikonduktor silikon–germanium dan paduan ini telah berkembang dalam penggunaan, terutama untuk perangkat komunikasi nirkabel; paduan tersebut mengeksploitasi mobilitas pembawa yang lebih tinggi dari germanium.[176] Sintesis germanana semikonduktor dalam jumlah skala gram dilaporkan pada tahun 2013. Ini terdiri dari lembaran setebal satu atom dari atom germanium yang diakhiri dengan hidrogen, analog dengan grafana. Ia menghantarkan elektron lebih dari sepuluh kali lebih cepat daripada silikon dan lima kali lebih cepat dari germanium, dan diperkirakan memiliki potensi untuk aplikasi optoelektronika dan penginderaan.[177] Pengembangan anoda berbasis kawat germanium yang lebih dari dua kali lipat kapasitas baterai ion litium dilaporkan pada tahun 2014.[178] Pada tahun yang sama, Lee dkk. melaporkan bahwa kristal grafena yang cukup besar untuk digunakan secara elektronika dapat ditanam dan dikeluarkan dari substrat germanium.[179]

Arsen dan antimon bukanlah semikonduktor dalam keadaan standarnya. Keduanya membentuk semikonduktor tipe III-V (seperti GaAs, AlSb, atau GaInAsSb) di mana jumlah rata-rata elektron valensi per atom sama dengan jumlah elektron valensi unsur golongan 14. Senyawa ini lebih disukai untuk beberapa aplikasi khusus.[180] Kristal nano antimon dapat memungkinkan baterai ion litium diganti dengan baterai ion natrium yang lebih kuat.[181]

Telurium, yang merupakan semikonduktor dalam keadaan standarnya, digunakan terutama sebagai komponen dalam kalkogenida semikonduktor tipe II/VI; mereka memiliki aplikasi dalam elektro-optika dan elektronika.[182] Kadmium telurida (CdTe) digunakan dalam modul surya untuk efisiensi konversi yang tinggi, biaya produksi yang rendah, dan sela pita yang besar sebesar 1,44 eV, membiarkannya menyerap berbagai panjang gelombang.[183] Bismut telurida (Bi2Te3), berpadu dengan selenium dan antimon, adalah komponen perangkat termoelektrik yang digunakan untuk refrigerasi atau pembangkit listrik portabel.[184]

Lima metaloid – boron, silikon, germanium, arsen, dan antimon – dapat ditemukan di telepon seluler (bersama dengan setidaknya 39 logam dan nonlogam lainnya).[185] Telurium diperkirakan memiliki kegunaan seperti itu.[186] Dari metaloid yang kurang dikenal, fosforus, galium (khususnya), dan selenium memiliki aplikasi semikonduktor. Fosforus digunakan dalam jumlah kecil sebagai dopan untuk semikonduktor tipe n.[187] Penggunaan komersial senyawa galium didominasi oleh aplikasi semikonduktor – dalam sirkuit terpadu, telepon seluler, dioda laser, dioda pemancar cahaya, sensor cahaya, dan panel surya.[188] Selenium digunakan dalam produksi sel surya[189] dan pelindung lonjakan arus berenergi tinggi.[190]

Boron, silikon, germanium, antimon, dan telurium,[191] serta logam yang lebih berat dan metaloid seperti Sm, Hg, Tl, Pb, Bi, dan Se,[192] dapat ditemukan dalam insulator topologis. Mereka adalah paduan[193] atau senyawa yang, pada suhu ultradingin atau suhu kamar (tergantung pada komposisinya), merupakan konduktor logam pada permukaannya tetapi insulator melalui interiornya.[194] Kadmium arsenida Cd3As2, pada suhu sekitar 1 K, adalah semilogam Dirac – analog elektronik massal dari grafena – di mana elektron bergerak secara efektif sebagai partikel tak bermassa.[195] Kedua kelas material ini dianggap memiliki aplikasi komputasi kuantum yang potensial.[196]

Nomenklatur dan sejarah

Derivasi dan nama lainnya

Kata metaloid berasal dari bahasa Latin metallum ("logam") dan Yunani oeides ("menyerupai bentuk atau penampilan").[197] Beberapa nama kadang-kadang digunakan secara sinonim meskipun beberapa di antaranya memiliki arti lain yang tidak selalu dapat dipertukarkan: unsur amfoter,[198] unsur batas,[199] setengah logam,[200] unsur setengah jalan,[201] dekat logam,[202] meta-logam,[203] semikonduktor,[204] semilogam,[205] dan sublogam.[206] "Unsur amfoter" kadang-kadang digunakan secara lebih luas untuk memasukkan logam transisi yang mampu membentuk oksianion, seperti kromium dan mangan.[207] "Setengah logam" digunakan dalam fisika untuk merujuk pada senyawa (seperti kromium dioksida) atau paduan yang dapat bertindak sebagai konduktor dan insulator. "Meta-logam" kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada logam tertentu (Be, Zn, Cd, Hg, In, Tl, Sn-β, Pb) yang terletak tepat di sebelah kiri metaloid pada tabel periodik standar.[208] Logam-logam ini sebagian besar bersifat diamagnetik[209] dan cenderung memiliki struktur kristal yang terdistorsi, nilai konduktivitas listrik di ujung bawah logam, dan oksida amfoter (basa lemah).[210] "Semilogam" kadang-kadang mengacu, secara longgar atau eksplisit, pada logam dengan karakter logam yang tidak lengkap dalam struktur kristal, konduktivitas listrik, atau struktur elektronik. Contohnya termasuk galium,[211] iterbium,[212] bismut,[213] dan neptunium.[214] Nama unsur amfoter dan semikonduktor bermasalah karena beberapa elemen yang disebut sebagai metaloid tidak menunjukkan perilaku amfoter (bismut, misalnya)[215] atau semikonduktivitas (polonium) yang nyata[216] dalam bentuknya yang paling stabil.

Asal dan penggunaan

Asal-usul dan penggunaan istilah metaloid berbelit-belit. Asal-usulnya terletak pada upaya, yang berasal dari zaman kuno, untuk menggambarkan logam dan untuk membedakan antara bentuk yang khas dan yang kurang khas. Istilah ini pertama kali diterapkan pada awal abad ke-19 untuk logam yang mengapung di atas air (natrium dan kalium), dan kemudian lebih populer untuk nonlogam. Penggunaan sebelumnya dalam mineralogi, untuk menggambarkan mineral yang memiliki penampilan logam, dapat bersumber pada awal 1800.[217] Sejak pertengahan abad ke-20 istilah ini telah digunakan untuk merujuk pada unsur kimia antara atau batas.[218] Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional (IUPAC) sebelumnya merekomendasikan untuk mengabaikan istilah metaloid, dan menyarankan penggunaan istilah semilogam sebagai gantinya.[219] Penggunaan istilah semilogam baru-baru ini tidak disarankan oleh Atkins dkk.[220] karena memiliki arti yang berbeda dalam fisika – yang lebih khusus mengacu pada struktur pita elektronik suatu zat daripada klasifikasi keseluruhan suatu unsur. Publikasi IUPAC terbaru mengenai nomenklatur dan terminologi tidak menyertakan rekomendasi apa pun tentang penggunaan istilah metaloid atau semilogam.[221]

Unsur yang umum dikenal sebagai metaloid

Sifat-sifat yang dicatat dalam bagian ini mengacu pada unsur-unsur dalam bentuknya yang paling stabil secara termodinamika di bawah kondisi sekitar.

Boron

Boron murni adalah padatan kristal mengkilap berwarna abu-abu perak.[222] Ia kurang padat dari aluminium (2,34 vs. 2,70 g/cm3), dan keras serta rapuh. Ia hampir tidak reaktif dalam kondisi normal, kecuali untuk serangan fluorin,[223] dan memiliki titik lebur 2076 °C (sebagai perbandingan, baja memiliki titik lebur ~1370 °C).[224] Boron adalah sebuah semikonduktor;[225] konduktivitas listriknya pada suhu kamar adalah 1,5 × 10−6 S•cm−1[226] (sekitar 200 kali lebih kecil dari air keran)[227] dan memiliki sela pita sekitar 1,56 eV.[228] Mendeleev berkomentar bahwa, "Boron muncul dalam keadaan bebas dalam beberapa bentuk yang merupakan perantara antara logam dan nonlogam."[229]

Struktur kimia boron didominasi oleh ukuran atomnya yang kecil, dan energi ionisasinya yang relatif tinggi. Dengan hanya tiga elektron valensi per atom boron, ikatan kovalen sederhana tidak dapat memenuhi kaidah oktet.[230] Ikatan logam adalah hasil yang biasa terjadi di antara kongener boron yang lebih berat tetapi ini umumnya membutuhkan energi ionisasi yang rendah.[231] Sebaliknya, karena ukurannya yang kecil dan energi ionisasinya yang tinggi, unit struktural dasar boron (dan hampir semua alotropnya) adalah gugus B12 ikosahedral. Dari 36 elektron yang berasosiasi dengan 12 atom boron, 26 berada di 13 orbital molekul yang terdelokalisasi; 10 elektron lainnya digunakan untuk membentuk ikatan kovalen dua dan tiga pusat antara ikosahedra.[232] Motif yang sama dapat dilihat, seperti varian atau fragmen deltahedral, pada borida logam dan turunan hidrida, serta pada beberapa halida.[233]

Ikatan dalam boron telah digambarkan sebagai karakteristik perilaku antara logam dan padatan jaringan kovalen nonlogam (seperti intan).[234] Energi yang dibutuhkan untuk mengubah B, C, N, Si, dan P dari keadaan nonlogam menjadi logam telah diperkirakan masing-masing sebesar 30, 100, 240, 33, dan 50 kJ/mol. Hal ini menunjukkan kedekatan boron dengan batas logam-nonlogam.[235]

Sebagian besar kimia boron bersifat nonlogam.[236] Tidak seperti kongenernya yang lebih berat, ia tidak diketahui membentuk kation B3+ sederhana atau kation [B(H2O)4]3+ terhidrasi.[237] Ukuran kecil atom boron memungkinkan pembuatan banyak borida tipe paduan interstisial.[238] Analogi antara boron dan logam transisi telah dicatat dalam pembentukan kompleks,[239] dan aduk (misalnya, BH3 + CO →BH3CO dan, sama halnya, Fe(CO)4 + CO →Fe(CO)5), serta dalam struktur geometris dan elektronik spesies gugus seperti [B6H6]2− dan [Ru6(CO)18]2−.[240] Kimia berair boron dicirikan oleh pembentukan banyak anion poliborat yang berbeda.[241] Mengingat rasio muatan terhadap ukurannya yang tinggi, boron berikatan secara kovalen di hampir semua senyawanya;[242] pengecualiannya adalah borida karena ini termasuk, tergantung pada komposisinya, komponen ikatan kovalen, ionik, dan logamnya.[243] Senyawa biner sederhana, seperti boron triklorida adalah asam Lewis karena pembentukan tiga ikatan kovalen meninggalkan lubang di oktet yang dapat diisi oleh pasangan elektron yang disumbangkan oleh basa Lewis.[244] Boron memiliki afinitas yang kuat untuk oksigen dan kimia borat yang ekstensif.[245] Oksida B2O3 adalah polimerik dalam struktur,[246] asam lemah,[247] dan pembentuk kaca.[248] Senyawa organologam boron telah dikenal sejak abad ke-19 (lihat kimia organoboron).[249]

Silikon

Silikon adalah padatan kristal dengan kilau logam biru-abu-abu.[250] Seperti boron, ia kurang padat (pada 2,33 g/cm3) dibandingkan aluminium, dan keras serta rapuh.[251] Ia adalah unsur yang relatif tidak reaktif.[252] Menurut Rochow,[253] bentuk kristal masif (terutama jika murni) adalah "sangat lengai terhadap semua asam, termasuk hidrofluorida". Silikon yang kurang murni, dan bentuk bubuknya, sangat rentan terhadap serangan asam kuat atau asam yang dipanaskan, serta oleh uap dan fluorin.[254] Silikon larut dalam alkali berair panas dengan evolusi hidrogen, seperti halnya logam[255] seperti berilium, aluminium, seng, galium, atau indium.[256] Ia melebur pada suhu 1414 °C. Silikon adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik 10−4 S•cm−1[257] dan celah pita sekitar 1,11 eV.[258] Ketika meleleh, silikon menjadi logam yang masuk akal[259] dengan konduktivitas listrik 1,0–1,3 × 104 S•cm−1, mirip dengan raksa cair.[260]

Sifat kimia silikon umumnya nonmetalik (kovalen).[261] Ia tidak diketahui membentuk kation.[262] Silikon dapat membentuk paduan dengan logam seperti besi dan tembaga.[263] Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa.[264] Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.[265] Kekuatan tinggi dari ikatan silikon–oksigen mendominasi perilaku kimia silikon.[266] Silikat polimer, dibangun oleh unit SiO4 tetrahedral yang berbagi atom oksigennya, adalah senyawa silikon yang paling melimpah dan penting.[267] Borat polimer, yang terdiri dari unit BO3 atau BO4 trigonal dan tetrahedral yang terhubung, dibuat berdasarkan prinsip struktur yang serupa.[268] Oksida SiO2 adalah polimer dalam struktur,[269] asam lemah,[270] dan pembentuk kaca.[271] Kimia organologam tradisional mencakup senyawa karbon silikon (lihat organosilikon).[272]

Germanium

Germanium adalah padatan putih abu-abu mengkilap.[273] Ia memiliki massa jenis 5,323 g/cm3 dan keras serta rapuh.[274] Ia sebagian besar tidak reaktif pada suhu kamar tetapi secara perlahan diserang oleh asam sulfat atau nitrat pekat panas.[275] Germanium juga bereaksi dengan soda kaustik cair untuk menghasilkan natrium germanat (Na2GeO3) dan gas hidrogen.[276] Ia melebur pada suhu 938 °C. Germanium adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik sekitar 2 × 10−2 S•cm−1[277] dan sela pita 0,67 eV.[278] Germanium cair adalah konduktor logam, dengan konduktivitas listrik yang mirip dengan raksa cair.[279]

Sebagian besar sifat kimia germanium adalah karakteristik nonlogam.[280] Tidak jelas apakah germanium membentuk kation atau tidak, selain dari laporan keberadaan ion Ge2+ dalam beberapa senyawa esoterik. Ia dapat membentuk paduan dengan logam seperti aluminium dan emas.[281] Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa.[282] Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.[283] Germanium umumnya membentuk senyawa tetravalen (IV), dan juga dapat membentuk senyawa divalen (II) yang kurang stabil, di mana ia berperilaku lebih seperti logam.[284] Analog germanium dari semua jenis utama silikat telah disiapkan.[285] Karakter logam germanium juga ditunjukkan oleh pembentukan berbagai garam asam okso. Sebuah fosfat [(HPO4)2Ge·H2O] dan trifluoroasetat Ge(OCOCF3)4 yang sangat stabil telah dijelaskan, seperti halnya Ge2(SO4)2, Ge(ClO4)4 dan GeH2(C2O4)3.[286] Oksida GeO2 adalah polimer,[287] amfoter,[288] dan pembentuk kaca.[289] Germanium dioksida larut dalam larutan asam (germanium monoksida (GeO), bahkan lebih), dan ini kadang-kadang digunakan untuk mengklasifikasikan germanium sebagai logam.[290] Sampai tahun 1930-an germanium dianggap sebagai logam konduktor yang buruk;[291] ia kadang-kadang diklasifikasikan sebagai logam oleh beberapa selanjutnya.[292] Seperti semua unsur yang umumnya dikenal sebagai metaloid, germanium memiliki kimia organologam yang mapan (lihat Kimia organogermanium).[293]

Arsen

Arsen adalah padatan berwarna abu-abu yang tampak seperti logam. Ia memiliki massa jenis 5,727 g/cm3 dan rapuh, serta cukup keras (lebih dari aluminium; kurang dari besi).[294] Ia stabil di udara kering tetapi mengembangkan patina perunggu emas di udara lembap, yang menghitam pada paparan lebih lanjut. Arsen dapat diserang oleh asam nitrat dan asam sulfat pekat. Ia bereaksi dengan soda kaustik yang menyatu menghasilkan arsenat Na3AsO3 dan gas hidrogen.[295] Arsen menyublim pada suhu 615 °C. Uapnya berwarna kuning lemon dan berbau seperti bawang putih.[296] Arsen hanya melebur di bawah tekanan 38,6 atm, pada suhu 817 °C.[297] Ia adalah sebuah semilogam dengan konduktivitas listrik sekitar 3,9 × 104 S•cm−1[298] dan tumpang-tindih pita 0,5 eV.[299] Arsen cair adalah sebuah semikonduktor dengan sela pita 0,15 eV.[300]

Kimia arsen sebagian besar nonmetalik.[301] Apakah arsen dapat membentuk kation atau tidak masihlah belum jelas. Banyak dari logam paduannya rapuh.[302] Ia menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit untuk perilaku anionik daripada nonlogam biasa.[303] Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.[304] Arsen umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi +3 atau +5.[305] Halida, dan oksida dan turunannya adalah contoh ilustrasif.[306] Dalam keadaan trivalen, arsen menunjukkan beberapa sifat logam yang baru jadi.[307] Halidanya terhidrolisis oleh air tetapi reaksi ini, terutama reaksi klorida, dapat dibalik dengan penambahan asam halida.[308] Oksidanya bersifat asam tetapi, seperti disebutkan di bawah, bersifat amfoter (lemah). Keadaan pentavalen yang lebih tinggi, kurang stabil, memiliki sifat (nonmetalik) asam kuat.[309] Dibandingkan dengan fosforus, sifat logam arsen yang lebih kuat ditunjukkan dengan terbentuknya garam asam okso seperti AsPO4, As2(SO4)3 dan arsen asetat As(CH3COO)3.[310] Oksida As2O3 adalah polimer,[311] amfoter,[312] dan pembentuk kaca.[313] Arsen memiliki kimia organologam yang luas (lihat Kimia organoarsen).[314]

Antimon

Antimon adalah padatan perak-putih dengan warna biru dan kilau yang cemerlang.[315] Ia memiliki massa jenis 6,697 g/cm3 dan rapuh, serta agak keras (lebih dari arsen; kurang dari besi; hampir sama dengan tembaga).[316] Ia stabil di udara dan kelembapan pada suhu kamar. Ia dapat diserang oleh asam nitrat pekat, menghasilkan pentoksida terhidrasi Sb2O5. Air raja menghasilkan pentaklorida SbCl5 dan asam sulfat pekat panas menghasilkan sulfat Sb2(SO4)3.[317] Ia tidak terpengaruh oleh alkali cair.[318] Antimon mampu menggantikan hidrogen dari air, ketika dipanaskan: 2 Sb + 3 H2O → Sb2O3 + 3 H2.[319] Ia melebur pada suhu 631 °C. Antimon adalah semilogam dengan konduktivitas listrik sekitar 3,1 × 104 S•cm−1[320] dan tumpang-tindih pita 0,16 eV.[321] Antimon cair adalah konduktor logam dengan konduktivitas listrik sekitar 5,3 × 104 S•cm−1.[322]

Sebagian besar kimia antimon adalah karakteristik nonlogam.[323] Antimon memiliki beberapa kimia kationik yang pasti,[324] SbO+ dan Sb(OH)2+ terdapat dalam larutan berair asam;[325] senyawa Sb8(GaCl4)2, yang mengandung homopolikation, Sb82+, dibuat pada tahun 2004.[326] Ia dapat membentuk paduan dengan satu atau lebih logam seperti aluminium,[327] besi, nikel, tembaga, seng, timah, timbal, dan bismut.[328] Antimon memiliki kecenderungan perilaku anionik yang lebih sedikit daripada nonlogam biasa.[329] Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.[330] Seperti arsen, antimon umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi +3 atau +5.[331] Halida, dan oksida dan turunannya adalah contoh ilustrasif.[332] Keadaan +5 kurang stabil dibandingkan dengan +3, tetapi relatif lebih mudah dicapai dibandingkan dengan arsen. Ini dijelaskan oleh perisai yang buruk yang diberikan inti arsen oleh elektron 3d10-nya. Sebagai perbandingan, kecenderungan antimon (menjadi atom yang lebih berat) untuk teroksidasi lebih mudah sebagian mengimbangi efek kulit 4d10-nya.[333] Antimon tripositif bersifat amfoter; antimon pentapositif (sebagian besar) bersifat asam.[334] Konsisten dengan peningkatan sifat logam golongan 15 ke arah bawah, antimon membentuk garam atau senyawa mirip garam termasuk nitrat Sb(NO3)3, fosfat SbPO4, sulfat Sb2(SO4)3 dan perklorat Sb(ClO4)3.[335] Pentoksida asam Sb2O5 menunjukkan beberapa sifat (metalik) basa yang dapat dilarutkan dalam larutan yang sangat asam, dengan pembentukan oksikation SbO.[336] Oksida Sb2O3 adalah polimer,[337] amfoter,[338] dan pembentuk kaca.[339] Antimon memiliki kimia organologam yang luas (lihat Kimia organoantimon).[340]

Telurium

Telurium adalah padatan mengkilap berwarna putih keperakan.[341] Ia memiliki massa jenis 6,24 g/cm3, rapuh, dan merupakan metaloid paling lunak yang dikenal secara umum, sedikit lebih keras daripada belerang.[342] Potongan besar telurium stabil di udara. Bentuk bubuk halus dioksidasi oleh udara dengan adanya uap air. Telurium bereaksi dengan air mendidih, atau ketika baru diendapkan bahkan pada suhu 50 °C, menghasilkan telurium dioksida dan hidrogen: Te + 2 H2O → TeO2 + 2 H2.[343] Ia bereaksi (dalam derajat yang bervariasi) dengan asam nitrat, sulfat, dan klorida untuk menghasilkan senyawa seperti telurium sulfoksida TeSO3 atau asam telurit H2TeO3,[344] telurium nitrat basa (Te2O4H)+(NO3),[345] atau telurium oksida sulfat Te2O3(SO4).[346] Ia larut dalam alkali mendidih, untuk memberikan telurit dan telurida: 3 Te + 6 KOH = K2TeO3 + 2 K2Te + 3 H2O, sebuah reaksi yang berlangsung atau reversibel dengan kenaikan atau penurunan suhu.[347]

Pada suhu yang lebih tinggi, telurium cukup plastis untuk diekstrusi.[348] Ia melebur pada suhu 449,51 °C. Telurium kristal memiliki struktur yang terdiri dari rantai spiral tak terbatas paralel. Ikatan antara atom-atom yang berdekatan dalam sebuah rantai adalah kovalen, tetapi ada bukti interaksi logam yang lemah antara atom-atom tetangga dari rantai yang berbeda.[349] Telurium adalah semikonduktor dengan konduktivitas listrik sekitar 1,0 S•cm−1[350] dan sela pita 0,32 hingga 0,38 eV.[351] Telurium cair adalah semikonduktor, dengan konduktivitas listrik, saat melebur, sekitar 1,9 × 103 S•cm−1.[352] Telurium cair super panas adalah konduktor logam.[353]

Sebagian besar sifat kimia telurium adalah karakteristik nonlogam.[354] Ia menunjukkan beberapa perilaku kationik. Telurium dioksida larut dalam asam untuk menghasilkan ion trihidroksotelurium(IV) Te(OH)3+;[355] ion merah Te42+ dan kuning-oranye Te62+ terbentuk ketika telurium dioksidasi dalam asam fluorosulfat (HSO3F), atau belerang dioksida (SO2) cair, masing-masing.[356] Ia dapat membentuk paduan dengan aluminium, perak, dan timah.[357] Telurium menunjukkan kecenderungan yang lebih sedikit terhadap perilaku anionik daripada nonlogam biasa.[358] Kimia larutannya ditandai dengan pembentukan oksianion.[359] Telurium umumnya membentuk senyawa yang memiliki bilangan oksidasi −2, +4 atau +6. Keadaan +4 adalah yang paling stabil.[360] Telurida dari komposisi XxTey mudah dibentuk dengan sebagian besar unsur lain dan mewakili mineral telurium yang paling umum. Nonstoikiometri tersebar luas, terutama dengan logam transisi. Banyak telurida dapat dianggap sebagai paduan logam.[361] Peningkatan karakter logam yang terlihat pada telurium, dibandingkan dengan kalkogen yang lebih ringan, lebih jauh tecermin dalam laporan pembentukan berbagai garam asam okso lainnya, seperti selenat basa 2TeO2·SeO3 serta perklorat dan periodat analog 2TeO2·HXO4.[362] Telurium membentuk polimer,[363] amfoter,[364] oksida pembentuk kaca[365] TeO2. Ia adalah oksida pembentuk kaca "bersyarat" – ia membentuk kaca dengan sedikit aditif.[366] Telurium memiliki kimia organologam yang luas (lihat Kimia organotelurium).[367]

Unsur yang kurang dikenal sebagai metaloid

Karbon

Karbon biasanya diklasifikasikan sebagai nonlogam[368] tetapi memiliki beberapa sifat logam dan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai metaloid.[369] Karbon grafit heksagonal (grafit) adalah alotrop karbon yang paling stabil secara termodinamika dalam kondisi sekitar.[370] Ia memiliki penampilan berkilau[371] dan merupakan konduktor listrik yang cukup baik.[372] Grafit memiliki struktur berlapis. Setiap lapisan terdiri dari atom karbon yang terikat pada tiga atom karbon lainnya dalam susunan kisi heksagonal. Lapisan-lapisan tersebut ditumpuk bersama dan ditahan secara longgar oleh gaya van der Waals dan elektron valensi terdelokalisasi.[373]

Seperti logam, konduktivitas grafit dalam arah bidangnya menurun saat suhu dinaikkan;[374] ia memiliki struktur pita elektronik semilogam.[375] Alotrop karbon, termasuk grafit, dapat menerima atom atau senyawa asing ke dalam strukturnya melalui substitusi, interkalasi, atau doping. Bahan yang dihasilkan disebut sebagai "paduan karbon".[376] Karbon dapat membentuk garam ionik, termasuk hidrogen sulfat, perklorat, dan nitrat (CX.2HX, di mana X = HSO4, ClO4; dan CNO.3HNO3).[377] Dalam kimia organik, karbon dapat membentuk kation kompleksdisebut karbokationdi mana muatan positif ada pada atom karbon; contohnya adalah ion karbenium dan ion karbonium, serta turunannya.[378]

Karbon rapuh,[379] dan berperilaku sebagai semikonduktor dalam arah tegak lurus terhadap bidangnya.[380] Sebagian besar kimianya adalah nonmetalik;[381] ia memiliki energi ionisasi yang relatif tinggi[382] dan, dibandingkan dengan kebanyakan logam, elektronegativitasnya relatif tinggi.[383] Karbon dapat membentuk anion seperti C4− (metanida), C (asetilida), dan C (sesquikarbida atau alilenida), dalam senyawa dengan logam dari golongan utama 1–3, serta dengan lantanida dan aktinida.[384] Oksida CO2 membentuk asam karbonat H2CO3.[385]

Aluminium

Aluminium biasanya diklasifikasikan sebagai logam.[386] Ia berkilau, mudah dibentuk dan ulet, serta memiliki konduktivitas listrik dan termal yang tinggi. Seperti kebanyakan logam, ia memiliki struktur kristal tetal-rapat,[387] dan membentuk kation dalam larutan berair.[388]

Ia memiliki beberapa sifat yang tidak biasa untuk logam; diambil bersama-sama,[389] sifat-sifat tersebut kadang-kadang digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasikan aluminium sebagai metaloid.[390] Struktur kristalnya menunjukkan beberapa bukti ikatan terarah.[391] Aluminium mengikat secara kovalen di sebagian besar senyawa.[392] Oksida Al2O3 bersifat amfoter[393] dan pembentuk kaca bersyarat.[394] Aluminium dapat membentuk aluminat anionik,[395] perilaku seperti ini dianggap bersifat nonlogam.[396]

Mengklasifikasikan aluminium sebagai metaloid telah diperdebatkan[397] karena banyak sifat logamnya. Oleh karena itu, bisa dibilang, pengecualian untuk mnemonik bahwa unsur-unsur yang berdekatan dengan garis pemisah logam–nonlogam adalah metaloid.[398]

Stott[399] melabeli aluminium sebagai logam lemah. Ia memiliki sifat fisik logam tetapi beberapa sifat kimia nonlogam. Steele[400] mencatat perilaku kimia paradoks aluminium: "Ia menyerupai logam lemah dalam oksida amfoternya dan dalam karakter kovalen dari banyak senyawanya ... Namun ia merupakan logam yang sangat elektropositif ... [dengan] potensi elektroda negatif yang tinggi". Moody[401] mengatakan bahwa, "aluminium berada di 'batas diagonal' antara logam dan nonlogam dalam pengertian kimia."

Selenium

Selenium menunjukkan perilaku metaloid atau nonlogam.[402]

Bentuknya yang paling stabil, alotrop trigonal abu-abu, kadang-kadang disebut selenium "logam" karena konduktivitas listriknya beberapa kali lipat lebih besar daripada bentuk monoklinik merah.[403] Karakter logam selenium lebih lanjut ditunjukkan oleh kilaunya,[404] dan struktur kristalnya, yang diperkirakan mencakup ikatan antarrantai "logam" yang lemah.[405] Selenium dapat ditarik menjadi benang tipis saat cair dan kental.[406] Ia menunjukkan keengganan untuk memperoleh "karakteristik bilangan oksidasi positif tinggi dari nonlogam".[407] Ia dapat membentuk polikation siklik (seperti Se) ketika dilarutkan dalam oleum[408] (suatu sifat yang dimiliki bersama dengan belerang dan telurium), dan garam kationik terhidrolisis dalam bentuk trihidroksoselenium(IV) perklorat [Se(OH)3]+·ClO.[409]

Sifat nonlogam selenium ditunjukkan oleh kerapuhannya[410] dan konduktivitas listriknya yang rendah (~10−9 hingga 10−12 S•cm−1) dari bentuknya yang sangat murni.[411] Ini sebanding dengan atau kurang dari bromin (7,95 S•cm−1),[412] sebuah nonlogam. Selenium memiliki struktur pita elektronik semikonduktor[413] dan mempertahankan sifat semikonduktornya dalam bentuk cair.[414] Ia memiliki elektronegativitas yang relatif tinggi[415] (skala Pauling revisi 2,55). Kimia reaksinya terutama dari bentuk anionik nonlogamnya Se2−, SeO, dan SeO.[416]

Selenium umumnya digambarkan sebagai metaloid dalam literatur kimia lingkungan.[417] Ia bergerak melalui lingkungan akuatik mirip dengan arsen dan antimon;[418] garamnya yang larut dalam air, dalam konsentrasi yang lebih tinggi, memiliki profil toksikologi yang mirip dengan arsenik.[419]

Polonium

Polonium jelas "bersifat metalik" dalam beberapa hal.[420] Kedua bentuk alotropisnya adalah konduktor logam.[421] Ia larut dalam asam, membentuk kation Po2+ berwarna mawar dan menggantikan hidrogen: Po + 2 H+ → Po2+ + H2.[422] Banyak garam polonium telah diketahui.[423] Oksida PoO2 sebagian besar bersifat basa.[424] Polonium adalah agen pengoksidasi yang enggan, tidak seperti kongenernya yang paling ringan, oksigen: kondisi pereduksi yang tinggi diperlukan untuk pembentukan anion Po2− dalam larutan berair.[425]

Apakah polonium itu ulet atau rapuh tidaklah jelas. Ia diprediksi menjadi ulet berdasarkan konstanta elastisnya yang telah dihitung.[426] Ia memiliki struktur kristal kubik sederhana. Struktur seperti ini memiliki sedikit sistem slip dan "mengarah pada keuletan yang sangat rendah dan ketahanan patahnya yang rendah".[427]

Polonium menunjukkan karakter nonlogam dalam halidanya, dan dengan adanya polonida. Halidanya memiliki sifat yang umumnya merupakan karakteristik dari halida nonlogam (mudah menguap, mudah terhidrolisis, dan larut dalam pelarut organik).[428] Banyak polonida logam, yang diperoleh dengan memanaskan polonium bersama-sama pada suhu 500–1,000 °C, dan yang mengandung anion Po2−, juga telah diketahui.[429]

Astatin

Sebagai sebuah halogen, astatin cenderung diklasifikasikan sebagai nonlogam.[430] Ia memiliki beberapa sifat logam yang ditandai[431] dan kadang-kadang malah diklasifikasikan sebagai metaloid[432] atau (lebih jarang) sebagai logam. Segera setelah produksinya pada tahun 1940, peneliti awal menganggapnya sebagai logam.[433] Pada tahun 1949, logam ini disebut sebagai nonlogam yang paling mulia (sulit untuk direduksi) dan juga sebagai logam yang relatif mulia (sulit untuk dioksidasi).[434] Pada tahun 1950, astatin dideskripsikan sebagai halogen dan (oleh karena itu) nonlogam reaktif.[435] Pada tahun 2013, berdasarkan pemodelan relativistik, astatin diprediksi menjadi logam monoatomik, dengan struktur kristal kubik berpusat pada muka.[436]

Beberapa penulis telah mengomentari sifat logam dari beberapa sifat astatin. Karena iodin adalah semikonduktor dalam arah bidangnya, dan karena halogen menjadi lebih logam dengan meningkatnya nomor atom, telah dianggap bahwa astatin akan menjadi logam jika dapat membentuk fase padat.[437] Astatin mungkin bersifat metalik dalam keadaan cair atas dasar bahwa unsur-unsur dengan entalpi penguapan (∆Hvap) lebih besar dari ~42 kJ/mol adalah logam ketika cair.[438] Unsur-unsur tersebut termasuk boron, silikon, germanium, antimon, selenium, dan telurium. Nilai perkiraan untuk ∆Hvap astatin diatomik adalah 50 kJ/mol atau lebih tinggi;[439] iodin diatomik, dengan ∆Hvap 41,71,[440] kurang dari angka ambang batas.

"Seperti logam biasa, ia [astatin] diendapkan oleh hidrogen sulfida bahkan dari larutan asam kuat dan dipindahkan dalam bentuk bebas dari larutan sulfat; ia disimpan di katode pada elektrolisis."[441] Indikasi lebih lanjut dari kecenderungan astatin untuk berperilaku seperti logam (berat) adalah: "... pembentukan senyawa pseudohalida ... kompleks kation astatin ... anion kompleks astatin trivalen ... serta kompleks dengan berbagai senyawa pelarut organik".[442] Juga telah dikemukakan bahwa astatin menunjukkan perilaku kationik, melalui bentuk At+ dan AtO+ yang stabil, dalam larutan berair yang sangat asam.[443]

Beberapa sifat astatin yang dilaporkan adalah nonlogam. Ia telah diekstrapolasi untuk memiliki kisaran cairan sempit yang biasanya terkait dengan nonlogam (tl 302 °C; td 337 °C),[444] meskipun indikasi eksperimental menunjukkan titik didih yang lebih rendah, sekitar 230±3 °C. Batsanov memberikan nilai energi sela pita yang dihitung untuk astatin sebesar 0,7 eV;[445] nilai ini konsisten dengan nonlogam (dalam fisika) yang memiliki pita valensi dan konduksi yang terpisah dan dengan demikian menjadi semikonduktor atau insulator.[446] Kimia astatin dalam larutan berair terutama ditandai dengan pembentukan berbagai spesies anionik.[447] Sebagian besar senyawanya yang diketahui mirip dengan iodin,[448] yang merupakan halogen dan nonlogam.[449] Senyawa tersebut termasuk astatida (XAt), astatat (XAtO3), dan senyawa antarhalogen monovalen.[450]

Restrepo dkk.[451] melaporkan bahwa astatin tampak lebih mirip polonium daripada seperti halogen. Mereka melakukannya berdasarkan studi komparatif terperinci tentang sifat-sifat 72 unsur yang diketahui dan telah diinterpolasi.

Konsep terkait

Dekat metaloid

Dalam tabel periodik, beberapa unsur yang berdekatan dengan metaloid yang umum dikenal, meskipun biasanya diklasifikasikan sebagai logam atau nonlogam, kadang-kadang disebut sebagai dekat metaloid[452] atau dikenal karena karakter metaloid mereka. Di sebelah kiri garis pemisah logam–nonlogam, unsur-unsur tersebut termasuk galium,[453] timah,[454] dan bismut.[455] Mereka menunjukkan struktur pengepakan yang tidak biasa,[456] kimia kovalen yang ditandai (molekul atau polimer),[457] dan amfoterisme.[458] Di sebelah kanan garis pemisah adalah karbon,[459] fosforus,[460] selenium,[461] dan iodin.[462] Mereka menunjukkan kilau logam, sifat semikonduktor dan pita ikatan atau valensi dengan karakter terdelokalisasi. Ini berlaku untuk bentuk mereka yang paling stabil secara termodinamika di bawah kondisi sekitar: karbon sebagai grafit; fosforus sebagai fosforus hitam; dan selenium sebagai selenium abu-abu.

Alotrop

Bentuk kristal yang berbeda dari suatu unsur disebut alotrop. Beberapa alotrop, terutama unsur-unsur yang terletak (dalam tabel periodik) di samping atau di dekat garis pemisah antara logam dan nonlogam, menunjukkan perilaku logam, metaloid atau nonlogam yang lebih menonjol daripada yang lain.[463] Keberadaan alotrop semacam ini dapat memperumit klasifikasi unsur-unsur yang terlibat.[464]

Timah, misalnya, memiliki dua alotrop: timah-β "putih" tetragonal dan timah-α "abu-abu" kubik. Timah putih adalah logam yang sangat mengkilap, ulet dan mudah dibentuk. Ia adalah bentuk stabil pada atau di atas suhu kamar dan memiliki konduktivitas listrik 9,17 × 104 S·cm−1 (~1/6 dari tembaga).[465] Timah abu-abu biasanya memiliki penampilan bubuk mikro-kristal abu-abu, dan juga dapat dibuat dalam bentuk kristal atau polikristalin semi-berkilau rapuh. Ini adalah bentuk stabil di bawah suhu 13,2 °C dan memiliki konduktivitas listrik antara (2–5) × 102 S·cm−1 (~1/250 dari timah putih).[466] Timah abu-abu memiliki struktur kristal yang sama dengan intan. Ia berperilaku sebagai semikonduktor (karena memiliki sela pita 0,08 eV), tetapi memiliki struktur pita elektronik semilogam.[467] Ia telah disebut sebagai logam yang sangat miskin,[468] metaloid,[469] nonlogam,[470] atau dekat metaloid.[471]

Intan, sebuah alotrop karbon, jelas nonlogam, tembus cahaya, dan memiliki konduktivitas listrik yang rendah, sebesar 10−14 hingga 10−16 S·cm−1.[472] Grafit memiliki konduktivitas listrik 3 × 104 S·cm−1,[473] suatu angka yang lebih khas dari logam. Fosforus, belerang, arsen, selenium, antimon, dan bismut juga memiliki alotrop yang kurang stabil yang menunjukkan perilaku yang berbeda.[474]

Kelimpahan, ekstraksi, dan biaya

Z Unsur Gram/ton
8 Oksigen 461.000
14 Silikon 282.000
13 Aluminium 82.300
26 Besi 56.300
6 Karbon 200
29 Tembaga 60
5 Boron 10
33 Arsen 1,8
32 Germanium 1,5
47 Perak 0,075
34 Selenium 0,05
51 Antimon 0,02
79 Emas 0,004
52 Telurium 0,001
75 Renium 0,00000000077×10−10
54 Xenon 0,000000000033×10−11
84 Polonium 0,00000000000000022×10−16
85 Astatin 0,0000000000000000033×10−20

Kelimpahan

Tabel tersebut memberikan kelimpahan kerak dari unsur-unsur yang umumnya jarang dikenali sebagai metaloid.[475] Beberapa unsur lain disertakan untuk perbandingan: oksigen dan xenon (unsur yang memiliki isotop stabil paling melimpah dan paling tidak melimpah); besi dan logam koin (tembaga, perak, dan emas); serta renium, logam stabil yang paling tidak melimpah (aluminium biasanya merupakan logam yang paling melimpah). Berbagai perkiraan kelimpahan telah diterbitkan; beberapa diantaranya sering tidak setuju sampai batas tertentu.[476]

Ekstraksi

Metaloid yang dikenal dapat diperoleh dengan reduksi kimia baik oksida atau sulfidanya. Metode ekstraksi yang lebih sederhana atau lebih kompleks dapat digunakan tergantung pada bentuk awal dan faktor ekonomi.[477] Boron secara rutin diperoleh dengan mereduksi trioksidanya dengan magnesium: B2O3 + 3 Mg → 2 B + 3MgO; setelah pemrosesan sekunder, bubuk coklat yang dihasilkan memiliki kemurnian hingga 97%.[478] Boron dengan kemurnian lebih tinggi (> 99%) dibuat dengan memanaskan senyawa boron yang mudah menguap, seperti BCl3 atau BBr3, baik dalam atmosfer hidrogen (2 BX3 + 3 H2 → 2 B + 6 HX) ataupun hingga titik dekomposisi termal. Silikon dan germanium diperoleh dari oksida mereka dengan memanaskan oksidanya dengan karbon atau hidrogen: SiO2 + C → Si + CO2; GeO2 + 2 H2 → Ge + 2 H2O. Arsen diisolasi dari piritnya (FeAsS) atau pirit arsen (FeAs2) dengan pemanasan; sebagai alternatif, ia dapat diperoleh dari oksidanya melalui reduksi dengan karbon: 2 As2O3 + 3 C → 2 As + 3 CO2.[479] Antimon diturunkan dari sulfidanya melalui reduksi dengan besi: Sb2S3 → 2 Sb + 3 FeS. Telurium dibuat dari oksidanya dengan melarutkannya dalam NaOH berair, menghasilkan telurit, kemudian dengan reduksi elektrolitik: TeO2 + 2 NaOH → Na2TeO3 + H2O;[480] Na2TeO3 + H2O → Te + 2 NaOH + O2.[481] Pilihan lain adalah reduksi oksidanya dengan memanggangnya dengan karbon: TeO2 + C → Te + CO2.[482]

Metode produksi untuk unsur-unsur yang lebih jarang dikenal sebagai metaloid melibatkan pemrosesan alami, reduksi elektrolitik atau kimia, atau penyinaran. Karbon (sebagai grafit) terjadi secara alami dan diekstraksi dengan menghancurkan batuan induk dan mengapungkan grafit yang lebih ringan ke permukaan. Aluminium diekstraksi dengan melarutkan oksidanya Al2O3 dalam kriolit cair Na3AlF6 dan kemudian dengan reduksi elektrolitik suhu tinggi. Selenium diproduksi dengan memanggang selenida logam koin X2Se (X = Cu, Ag, Au) dengan abu soda untuk menghasilkan selenit: X2Se + O2 + Na2CO3 → Na2SeO3 + 2 X + CO2; selenida tersebut dinetralkan oleh asam sulfat H2SO4 untuk menghasilkan asam selenit H2SeO3; ini direduksi melalui penggelembungan dengan SO2 untuk menghasilkan selenium elemental. Polonium dan astatin diproduksi dalam jumlah kecil dengan menyinari bismut.[483]

Biaya

Metaloid yang dikenal dan tetangga mereka yang lebih dekat sebagian besar memiliki harga yang lebih murah daripada perak; hanya polonium dan astatin yang lebih mahal daripada emas, karena radioaktivitasnya yang signifikan. Mulai 5 April 2014, harga untuk sampel kecil (hingga 100 g) silikon, antimon dan telurium, serta grafit, aluminium, dan selenium, rata-rata sekitar sepertiga dari harga perak (AS$1,5 per gram atau sekitar AS$45 per ons). Sampel boron, germanium, dan arsen dihargai rata-rata sekitar tiga setengah kali harga perak. Polonium tersedia dengan harga sekitar AS$100 per mikrogram.[484] Zalutsky dan Pruszynski[485] memperkirakan biaya yang sama untuk memproduksi astatin. Harga untuk unsur-unsur yang berlaku yang diperdagangkan sebagai komoditas cenderung berkisar dari dua hingga tiga kali lebih murah daripada harga sampel (Ge), hingga hampir tiga ribu kali lebih murah (As).

Catatan

Bacaan lebih lanjut

  • Brady JE, Humiston GE & Heikkinen H (1980), "Chemistry of the Representative Elements: Part II, The Metalloids and Nonmetals", in General Chemistry: Principles and Structure, ed. ke-2, SI version, John Wiley & Sons, New York, hlm. 537–91,
  • Chedd G (1969), Half-way Elements: The Technology of Metalloids, Doubleday, New York
  • Choppin GR & Johnsen RH (1972), "Group IV and the Metalloids", in Introductory Chemistry, Addison-Wesley, Reading, Massachusetts, hlm. 341–57
  • Dunstan S (1968), "The Metalloids", in Principles of Chemistry, D. Van Nostrand Company, London, hlm. 407–39
  • Goldsmith RH (1982), "Metalloids", Journal of Chemical Education, vol. 59, no. 6, hlm. 526527,
  • Hawkes SJ (2001), "Semimetallicity", Journal of Chemical Education, vol. 78, no. 12, hlm. 1686–87,
  • Metcalfe HC, Williams JE & Castka JF (1974), "Aluminum and the Metalloids", in Modern Chemistry, Holt, Rinehart and Winston, New York, hlm. 538–57,
  • Miller JS (2019), "Viewpoint: Metalloids – An Electronic Band Structure Perspective", Chemistry – A European Perspective, preprint version,
  • Moeller T, Bailar JC, Kleinberg J, Guss CO, Castellion ME & Metz C (1989), "Carbon and the Semiconducting Elements", in Chemistry, with Inorganic Qualitative Analysis, ed. ke-3, Harcourt Brace Jovanovich, San Diego, pp. 742–75,
  • Parveen N dkk. (2020), "Metalloids in plants: A systematic discussion beyond description", Annals of Applied Biology,
  • Rieske M (1998), "Metalloids", in Encyclopedia of Earth and Physical Sciences, Marshall Cavendish, New York, vol. 6, hlm. 758–59, (set)
  • Rochow EG (1966), The Metalloids, DC Heath and Company, Boston
  • Vernon RE (2013), "Which Elements are Metalloids?", Journal of Chemical Education, vol. 90, no. 12, hlm. 1703–07,
  • —— (2020,) "Organising the Metals and Nonmetals", Foundations of Chemistry, (akses terbuka)

Referensi

  1. Chedd 1969, hlm. 58, 78; National Research Council 1984, hlm. 43
  2. Atkins dkk. 2010, hlm. 20
  3. Hopkins & Bailar 1956, hlm. 458
  4. Glinka 1965, hlm. 77
  5. Tyler Miller 1987, hlm. 59
  6. Goldsmith 1982, hlm. 526; Kotz, Treichel & Weaver 2009, hlm. 62; Bettelheim dkk. 2010, hlm. 46
  7. Hawkes 2001, hlm. 1686; Segal 1989, hlm. 965; McMurray & Fay 2009, hlm. 767
  8. Bucat 1983, hlm. 26; Brown c. 2007
  9. Swift & Schaefer 1962, hlm. 100
  10. Hawkes 2001, hlm. 1686; Hawkes 2010; Holt, Rinehart & Wilson c. 2007
  11. Dunstan 1968, hlm. 310, 409. Dunstan mendaftarkan Be, Al, Ge (mungkin), As, Se (mungkin), Sn, Sb, Te, Pb, Bi, dan Po sebagai metaloid (hlm. 310, 323, 409, 419).
  12. Tilden 1876, hlm. 172, 198–201; Smith 1994, hlm. 252; Bodner & Pardue 1993, hlm. 354
  13. Bassett dkk. 1966, hlm. 127
  14. Rausch 1960
  15. Thayer 1977, hlm. 604; Warren & Geballe 1981; Masters & Ela 2008, hlm. 190
  16. Warren & Geballe 1981; Chalmers 1959, hlm. 72; US Bureau of Naval Personnel 1965, hlm. 26
  17. Siebring 1967, hlm. 513
  18. Wiberg 2001, hlm. 282
  19. Rausch 1960; Friend 1953, hlm. 68
  20. Murray 1928, hlm. 1295
  21. Swift & Schaefer 1962, hlm. 100
  22. Hampel & Hawley 1966, hlm. 950; Stein 1985; Stein 1987, hlm. 240, 247–48
  23. Hatcher 1949, hlm. 223; Secrist & Powers 1966, hlm. 459
  24. Taylor 1960, hlm. 614
  25. Considine & Considine 1984, hlm. 568; Cegielski 1998, hlm. 147; The American heritage science dictionary 2005, hlm. 397
  26. Woodward 1948, hlm. 1
  27. NIST 2010. Nilai yang ditunjukkan pada tabel di atas telah dikonversi dari nilai NIST, yang diberikan dalam satuan eV.
  28. Berger 1997; Lovett 1977, hlm. 3
  29. Goldsmith 1982, hlm. 526; Hawkes 2001, hlm. 1686
  30. Hawkes 2001, hlm. 1687
  31. Sharp 1981, hlm. 299
  32. Emsley 1971, hlm. 1
  33. James dkk. 2000, hlm. 480
  34. Chatt 1951, hlm. 417 "Batas antara logam dan metaloid tidaklah terdefinisi ..."; Burrows dkk. 2009, hlm. 1192: "Meskipun unsur-unsur mudah digambarkan sebagai logam, metaloid, dan nonlogam, transisinya tidak eksak ..."
  35. Rochow 1966, hlm. 1, 4–7
  36. Rochow 1977, hlm. 76; Mann dkk. 2000, hlm. 2783
  37. Askeland, Phulé & Wright 2011, hlm. 69
  38. Edwards & Sienko 1983, hlm. 693
  39. Edwards & Sienko 1983, hlm. 695; Edwards dkk. 2010
  40. Hill & Holman 2000, hlm. 160. Mereka mencirikan metaloid (sebagian) atas dasar bahwa mereka adalah "konduktor listrik yang buruk dengan konduktansi atom biasanya kurang dari 10 −3 tetapi lebih besar dari 10 −5 ohm −1 cm −4 ".
  41. Bond 2005, hlm. 3: "Salah satu kriteria untuk membedakan semi-logam dari logam sejati dalam kondisi normal adalah bahwa bilangan koordinasi massal dari yang pertama tidak pernah lebih besar dari delapan, sedangkan untuk logam biasanya dua belas (atau lebih, jika untuk struktur kubik berpusat badan dihitung tetangga terdekatnya juga)."
  42. Jones 2010, hlm. 169
  43. Masterton & Slowinski 1977, hlm. 160 mencantumkan B, Si, Ge, As, Sb, dan Te sebagai metaloid, dan berkomentar bahwa Po dan At biasanya diklasifikasikan sebagai metaloid tetapi menambahkan bahwa ini sewenang-wenang karena sangat sedikit yang diketahui mengenai Po dan At.
  44. Vernon 2013, hlm. 1703
  45. Hamm 1969, hlm. 653
  46. Horvath 1973, hlm. 336
  47. Gray 2009, hlm. 9
  48. Rayner-Canham 2011
  49. Booth & Bloom 1972, hlm. 426; Cox 2004, hlm. 17, 18, 27–28; Silberberg 2006, hlm. 305–13
  50. Cox 2004, hlm. 17–18, 27–28; Silberberg 2006, hlm. 305–13
  51. Gray 2009, hlm. 9
  52. Rodgers 2011, hlm. 232–33; 240–41
  53. Roher 2001, hlm. 4–6
  54. Sharp 1981, hlm. 299
  55. Tyler 1948, hlm. 105; Reilly 2002, hlm. 5–6
  56. Hampel & Hawley 1976, hlm. 174;
  57. Goodrich 1844, hlm. 264; The Chemical News 1897, hlm. 189; Hampel & Hawley 1976, hlm. 191; Lewis 1993, hlm. 835; Hérold 2006, hlm. 149–50
  58. Brown & Holme 2006, hlm. 57
  59. Wiberg 2001, hlm. 282; Simple Memory Art c. 2005
  60. Chedd 1969, hlm. 12–13
  61. Kneen, Rogers & Simpson, 1972, hlm. 263. Kolom 2 dan 4 bersumber dari referensi ini kecuali dinyatakan lain.
  62. Stoker 2010, hlm 62; Chang 2002, hlm. 304. Chang berspekulasi bahwa titik lebur fransium adalah sekitar 23 °C.
  63. Rochow 1966, hlm. 4
  64. Hunt 2000, hlm. 256
  65. Rochow 1966, hlm. 4
  66. McQuarrie & Rock 1987, hlm 85
  67. Choppin & Johnsen 1972, hlm. 351
  68. Hampel & Hawley 1976, hlm. 191; Wulfsberg 2000, hlm. 620
  69. Swalin 1962, hlm. 216
  70. Bailar dkk. 1989, hlm. 742
  71. Metcalfe, Williams & Castka 1974, hlm. 86
  72. Chang 2002, hlm. 306
  73. Pauling 1988, hlm. 183
  74. Mann dkk. 2000, hlm. 2783
  75. Hultgren 1966, hlm. 648; Young & Sessine 2000, hlm. 849; Bassett dkk. 1966, hlm. 602
  76. Rochow 1966, hlm. 4; Atkins dkk. 2006, hlm. 8, 122–23
  77. Russell & Lee 2005, hlm. 421, 423; Gray 2009, hlm. 23
  78. Desch 1914, hlm. 86
  79. Phillips & Williams 1965, hlm. 620
  80. Van der Put 1998, hlm. 123
  81. Klug & Brasted 1958, hlm. 199
  82. Good dkk. 1813
  83. Sequeira 2011, hlm. 776
  84. Gary 2013
  85. Russell & Lee 2005, hlm. 405–06; 423–34
  86. Davidson & Lakin 1973, hlm. 627
  87. Wiberg 2001, hlm. 589
  88. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 749; Schwartz 2002, hlm. 679
  89. Řezanka & Sigler 2008; Sekhon 2012
  90. Emsley 2001, hlm. 67
  91. Zhang dkk. 2008, hlm. 360
  92. Science Learning Hub 2009
  93. Skinner dkk. 1979; Tom, Elden & Marsh 2004, hlm. 135
  94. Büchel 1983, hlm. 226
  95. Science Learning Hub 2009
  96. Emsley 2001, hlm. 391
  97. Schauss 1991; Tao & Bolger 1997
  98. Eagleson 1994, hlm. 450; EVM 2003, hlm. 197‒202
  99. Nielsen 1998
  100. MacKenzie 2015, hlm. 36
  101. Jaouen & Gibaud 2010
  102. Jaouen & Gibaud 2010
  103. Smith dkk. 2014
  104. Stevens & Klarner, hlm. 205
  105. Sneader 2005, hlm. 57–59
  106. Keall, Martin dan Tunbridge 1946
  107. Emsley 2001, hlm. 426
  108. Oldfield dkk. 1974, hlm. 65; Turner 2011
  109. Ba dkk. 2010; Daniel-Hoffmann, Sredni & Nitzan 2012; Molina-Quiroz dkk. 2012
  110. Peryea 1998
  111. Nielsen 1998
  112. Hager 2006, hlm. 299
  113. Apseloff 1999
  114. Trivedi, Yung & Katz 2013, hlm. 209
  115. Emsley 2001, hlm. 382; Burkhart, Burkhart & Morrell 2011
  116. Thomas, Bialek & Hensel 2013, hlm. 1
  117. Perry 2011, hlm. 74
  118. UCR Today 2011; Wang & Robinson 2011; Kinjo dkk. 2011
  119. Kauthale dkk. 2015
  120. Gunn 2014, hlm. 188, 191
  121. Gupta, Mukherjee & Cameotra 1997, hlm. 280; Thomas & Visakh 2012, hlm. 99
  122. Muncke 2013
  123. Mokhatab & Poe 2012, hlm. 271
  124. Craig, Eng & Jenkins 2003, hlm. 25
  125. McKee 1984
  126. Hai dkk. 2012
  127. Kohl & Nielsen 1997, hlm. 699–700
  128. Chopra dkk. 2011
  129. Le Bras, Wilkie & Bourbigot 2005, hlm. v
  130. Wilkie & Morgan 2009, hlm. 187
  131. Locke dkk. 1956, hlm. 88
  132. Carlin 2011, hlm. 6.2
  133. Evans 1993, hlm. 257–28
  134. Corbridge 2013, hlm. 1149
  135. Kaminow & Li 2002, hlm. 118
  136. Kaminow & Li 2002, hlm. 118
  137. Deming 1925, hlm. 330 (As 2 O 3 ), 418 (B 2 O 3 ; SiO 2 ; Sb 2 O 3 ); Witt & Gatos 1968, hlm. 242 (GeO 2 )
  138. Eagleson 1994, hlm. 421 (GeO 2 ); Rothenberg 1976, 56, 118–19 (TeO 2 )
  139. Geckeler 1987, hlm. 20
  140. Kreith & Goswami 2005, hlm. 12–109
  141. Russell & Lee 2005, hlm. 397
  142. Butterman & Jorgenson 2005, hlm. 9–10
  143. Shelby 2005, hlm. 43
  144. Butterman & Carlin 2004, hlm. 22; Russell & Lee 2005, hlm. 422
  145. Träger 2007, hlm. 438, 958; Eranna 2011, hlm. 98
  146. Rao 2002, hlm. 552; Löffler, Kündig & Dalla Torre 2007, hlm. 17–11
  147. Klement, Willens & Duwez 1960; Wanga, Dongb & Shek 2004, hlm. 45
  148. Demetriou dkk. 2011; Oliwenstein 2011
  149. Karabulut dkk. 2001, hlm. 15; Haynes 2012, hlm. 4–26
  150. Schwartz 2002, hlm. 679–80
  151. Carter & Norton 2013, hlm. 403
  152. Maeder 2013, hlm. 3, 9–11
  153. Tominaga 2006, hlm. 327–28; Chung 2010, hlm. 285–86; Kolobov & Tominaga 2012, hlm. 149
  154. New Scientist 2014; Hosseini, Wright & Bhaskaran 2014; Farandos dkk. 2014
  155. Kosanke 2002, hlm. 110
  156. Ellern 1968, hlm. 246, 326–27
  157. Conkling & Mocella 2010, hlm. 82
  158. Crow 2011; Mainiero 2014
  159. Conkling & Mocella 2010, hlm. 82
  160. Ellern 1968, hlm. 135; Weingart 1947, hlm. 9
  161. Conkling & Mocella 2010, hlm. 83
  162. Conkling & Mocella 2010, hlm. 181, 213
  163. Ellern 1968, hlm. 209–10, 322
  164. Russell 2009, hlm. 15, 17, 41, 79–80
  165. Kosanke 2002, hlm. 110
  166. Ellern 1968, hlm. 328
  167. Conkling & Mocella 2010, hlm. 171
  168. Conkling & Mocella 2011, hlm. 83–84
  169. Ellern 1968, hlm. 209–10, 322
  170. Berger 1997, hlm. 91; Hampel 1968, passim
  171. Rochow 1966, hlm. 41; Berger 1997, hlm. 42–43
  172. Bomgardner 2013, hlm. 20
  173. Russell & Lee 2005, hlm. 395; Brown dkk. 2009, hlm. 489
  174. Haller 2006, hlm. 4: "Studi dan pemahaman fisika semikonduktor berkembang lambat pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 ... Kotoran dan cacat ... tidak dapat dikontrol sampai tingkat yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang dapat direproduksi. Hal ini menyebabkan fisikawan berpengaruh, termasuk W. Pauli dan I. Rabi, berkomentar menghina tentang 'Fisika Kotoran'."; Hoddeson 2007, hlm. 25–34 (29)
  175. Russell & Lee 2005, hlm. 401; Büchel, Moretto & Woditsch 2003, hlm. 278
  176. Russell & Lee 2005, hlm. 401; Büchel, Moretto & Woditsch 2003, hlm. 278
  177. Bianco dkk. 2013
  178. University of Limerick 2014; Kennedy dkk. 2014
  179. Lee dkk. 2014
  180. Russell & Lee 2005, dkk. 421–22, 424
  181. He dkk. 2014
  182. Berger 1997, hlm. 91
  183. Bomgardner 2013, hlm. 20
  184. ScienceDaily 2012
  185. Reardon 2005; Meskers, Hagelüken & Van Damme 2009, hlm. 1131
  186. The Economist 2012
  187. Whitten 2007, hlm. 488
  188. Jaskula 2013
  189. German Energy Society 2008, hlm. 43–44
  190. Patel 2012, hlm. 248
  191. Moore 2104; Universitas Utah 2014; Xu dkk. 2014
  192. Yang dkk. 2012, hlm. 614
  193. Moore 2010, hlm. 195
  194. Moore 2011
  195. Liu 2014
  196. Bradley 2014; Universitas Utah 2014
  197. Oxford English Dictionary 1989, 'metalloid'; Gordh, Gordh & Headrick 2003, hlm. 753
  198. Foster 1936, hlm. 212–13; Brownlee dkk. 1943, hlm. 293
  199. Calderazzo, Ercoli & Natta 1968, hlm. 257
  200. Klemm 1950, hlm. 133–42; Reilly 2004, hlm. 4
  201. Walters 1982, hlm. 32–33
  202. Tyler 1948, hlm. 105
  203. Foster & Wrigley 1958, hlm. 218: "Unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi dua kelas: mereka yang logam dan mereka yang bukan nonlogam. Ada juga kelompok perantara yang dikenal sebagai metaloid, meta-logam, semikonduktor, atau semilogam."
  204. Slade 2006, hlm. 16
  205. Corwin 2005, hlm. 80
  206. Barsanov & Ginzburg 1974, hlm. 330
  207. Bradbury dkk. 1957, hlm. 157, 659
  208. Klemm 1950, hlm. 133–42; Reilly 2004, hlm. 4
  209. Miller, Lee & Choe 2002, hlm. 21
  210. King 2004, hlm. 196–98; Ferro & Saccone 2008, hlm. 233
  211. Pashaey & Seleznev 1973, hlm. 565; Gladyshev & Kovaleva 1998, hlm. 1445; Eason 2007, hlm. 294
  212. Johansen & Mackintosh 1970, hlm. 121–24; Divakar, Mohan & Singh 1984, hlm. 2337; Dávila dkk. 2002, hlm. 035411-3
  213. Jezequel & Thomas 1997, hlm. 6620–26
  214. Hindman 1968, hlm. 434: "Nilai tinggi yang diperoleh untuk resistivitas [listrik] menunjukkan bahwa sifat logam neptunium lebih dekat ke semilogam daripada logam sebenarnya. Hal ini juga berlaku untuk logam lain dalam deret aktinida."; Dunlap dkk. 1970, hlm. 44, 46: "... Np-α adalah semilogam, di mana efek kovalensi diyakini juga penting ... Untuk semilogam yang memiliki ikatan kovalen kuat, seperti Np-α ..."
  215. Lister 1965, hlm. 54
  216. Cotton dkk. 1999, hlm. 502
  217. Pinkerton 1800, hlm. 81
  218. Goldsmith 1982, hlm. 526
  219. Friend 1953, hlm. 68; IUPAC 1959, hlm. 10; IUPAC 1971, hlm. 11
  220. Atkins dkk. 2010, hlm. 20
  221. IUPAC 2005; IUPAC 2006–
  222. Housecroft & Sharpe 2008, hlm. 331; Oganov 2010, hlm. 212
  223. Housecroft & Sharpe 2008, hlm. 333
  224. Kross 2011
  225. Berger 1997, hlm. 37
  226. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 144
  227. Kopp, Lipták & Eren 2003, hlm. 221
  228. Prudenziati 1977, hlm. 242
  229. Mendeléeff 1897, hlm. 57
  230. Rayner-Canham & Overton 2006, hlm. 291
  231. Siekierski & Burgess 2002, hlm. 63
  232. Siekierski & Burgess 2002, hlm. 86
  233. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 141; Henderson 2000, hlm. 58; Housecroft & Sharpe 2008, hlm. 360–72
  234. Parry dkk. 1970, hlm. 438, 448–51
  235. Fehlner 1990, hlm. 202
  236. Fehlner 1990, hlm. 202
  237. Owen & Brooker 1991, hlm. 59; Wiberg 2001, hlm. 936
  238. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 145
  239. Houghton 1979, hlm. 59
  240. Fehlner 1990, hlm. 204–05, 207
  241. Salentine 1987, hlm. 128–32; MacKay, MacKay & Henderson 2002, hlm. 439–40; Kneen, Rogers & Simpson 1972, hlm. 394; Hiller & Herber 1960, inside front cover; hlm. 225
  242. Sharp 1983, hlm. 56
  243. Fokwa 2014, hlm. 10
  244. Rayner-Canham & Overton 2006, hlm. 291
  245. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 145
  246. Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59
  247. Mahan 1965, hlm. 485
  248. Rao 2002, hlm. 22
  249. Haiduc & Zuckerman 1985, hlm. 82
  250. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 331
  251. Wiberg 2001, hlm. 824
  252. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 331
  253. Rochow 1973, hlm. 1337‒38
  254. Rochow 1973, hlm. 1337, 1340
  255. Allen & Ordway 1968, hlm. 152
  256. Eagleson 1994, hlm. 48, 127, 438, 1194; Massey 2000, hlm. 191
  257. Orton 2004, hlm. 7 Ini adalah nilai khas untuk silikon dengan kemurnian tinggi.
  258. Russell & Lee 2005, hlm. 393
  259. Coles & Caplin 1976, hlm. 106
  260. Glazov, Chizhevskaya & Glagoleva 1969, hlm. 59–63; Allen & Broughton 1987, hlm. 4967
  261. Cotton, Wilkinson & Gaus 1995, hlm. 393
  262. Wiberg 2001, hlm. 834
  263. Partington 1944, hlm. 723
  264. Cox 2004, hlm. 27
  265. Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225
  266. Kneen, Rogers dan Simpson 1972, hlm. 384
  267. Bailar, Moeller & Kleinberg 1965, hlm. 513
  268. Cotton, Wilkinson & Gaus 1995, hlm. 319, 321
  269. Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59
  270. Smith 1990, hlm. 175
  271. Rao 2002, hlm. 22
  272. Powell 1988, hlm. 1
  273. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 371
  274. Cusack 1967, hlm. 193
  275. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 373
  276. Moody 1991, hlm. 273
  277. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 373
  278. Russell & Lee 2005, hlm. 399
  279. Berger 1997, hlm. 71–72
  280. Jolly 1966, hlm. 125–6
  281. Schwartz 2002, hlm. 269
  282. Cox 2004, hlm. 27
  283. Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225
  284. Eggins 1972, hlm. 66; Wiberg 2001, hlm. 895
  285. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 383
  286. Glockling 1969, hlm. 38; Wells 1984, hlm. 1175
  287. Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59
  288. Cooper 1968, hlm. 28–29
  289. Rao 2002, hlm. 22
  290. Steele 1966, hlm. 178, 188–89
  291. Haller 2006, hlm. 3
  292. Lihat, untuk contoh, Walker & Tarn 1990, hlm. 590
  293. Wiberg 2001, hlm. 742
  294. Gray, Whitby & Mann 2011
  295. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 552
  296. Parkes & Mellor 1943, hlm. 740
  297. Russell & Lee 2005, hlm. 420
  298. Carapella 1968, hlm. 30
  299. Barfuß dkk. 1981, hlm. 967
  300. Bailar & Trotman-Dickenson 1973, hlm. 558; Li 1990
  301. Bailar, Moeller & Kleinberg 1965, hlm. 477
  302. Eagleson 1994, hlm. 91
  303. Cox 2004, hlm. 27
  304. Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225
  305. Massey 2000, hlm. 267
  306. Bailar, Moeller & Kleinberg 1965, hlm. 513
  307. Timm 1944, hlm. 454
  308. Partington 1944, hlm. 641; Kleinberg, Argersinger & Griswold 1960, hlm. 419
  309. Morgan 1906, hlm. 163; Moeller 1954, hlm. 559
  310. Zingaro 1994, hlm. 197; Emeléus & Sharpe 1959, hlm. 418; Addison & Sowerby 1972, hlm. 209; Mellor 1964, hlm. 337
  311. Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59
  312. Pourbaix 1974, hlm. 521; Eagleson 1994, hlm. 92; Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 572
  313. Rao 2002, hlm. 22
  314. Krannich & Watkins 2006
  315. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 552
  316. Gray, Whitby & Mann 2011
  317. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 553
  318. Dunstan 1968, hlm. 433
  319. Parise 1996, hlm. 112
  320. Carapella 1968a, hlm. 23
  321. Barfuß dkk. 1981, hlm. 967
  322. Dupree, Kirby & Freyland 1982, hlm. 604; Mhiaoui, Sar, & Gasser 2003
  323. Kotz, Treichel & Weaver 2009, hlm. 62
  324. Cotton dkk. 1999, hlm. 396
  325. King 1994, hlm. 174
  326. Lindsjö, Fischer & Kloo 2004
  327. Friend 1953, hlm. 87
  328. Fesquet 1872, hlm. 109–14
  329. Cox 2004, hlm. 27
  330. Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225
  331. Massey 2000, hlm. 267
  332. Bailar, Moeller & Kleinberg 1965, hlm. 513
  333. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 553; Massey 2000, hlm. 269
  334. King 1994, hlm. 171
  335. Turova 2011, hlm. 46
  336. Pourbaix 1974, hlm. 530
  337. Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59
  338. Wiberg 2001, hlm. 764
  339. Rao 2002, hlm. 22
  340. House 2008, hlm. 497
  341. Emsley 2001, hlm. 428
  342. Gray, Whitby & Mann 2011
  343. Kudryavtsev 1974, hlm. 78
  344. Bagnall 1966, hlm. 32–33, 59, 137
  345. Swink dkk. 1966; Anderson dkk. 1980
  346. Ahmed, Fjellvåg & Kjekshus 2000
  347. Chizhikov & Shchastlivyi 1970, hlm. 28
  348. Kudryavtsev 1974, hlm. 77
  349. Stuke 1974, hlm. 178; Donohue 1982, hlm. 386–87; Cotton dkk. 1999, hlm. 501
  350. Becker, Johnson & Nussbaum 1971, hlm. 56
  351. Berger 1997, hlm. 90
  352. Berger 1997, hlm. 90
  353. Chizhikov & Shchastlivyi 1970, hlm. 16
  354. Jolly 1966, hlm. 66–67
  355. Schwietzer & Pesterfield 2010, hlm. 239
  356. Wiberg 2001, hlm. 588
  357. Mellor 1964a, hlm. 30; Wiberg 2001, hlm. 589
  358. Cox 2004, hlm. 27
  359. Hiller & Herber 1960, sampul depan bagian dalam; hlm. 225
  360. Kudryavtsev 1974, hlm. 78
  361. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 765–66
  362. Bagnall 1966, hlm. 134–51; Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 786
  363. Puddephatt & Monaghan 1989, hlm. 59
  364. Wiberg 2001, hlm. 764
  365. Rao 2002, hlm. 22
  366. Rao 2002, hlm. 22
  367. Detty & O'Regan 1994, hlm. 1–2
  368. Chang 2002, hlm. 314
  369. Kent 1950, hlm. 1–2; Clark 1960, hlm. 588; Warren & Geballe 1981
  370. Housecroft & Sharpe 2008, hlm. 384; IUPAC 2006–, entri grafit rombohedral
  371. Mingos 1998, hlm. 171
  372. Wiberg 2001, hlm. 781
  373. Charlier, Gonze & Michenaud 1994
  374. Atkins dkk. 2006, hlm. 320–21
  375. Atkins dkk. 2006, hlm. 320–21
  376. Inagaki 2000, hlm. 216; Yasuda dkk. 2003, hlm. 3–11
  377. O'Hare 1997, hlm. 230
  378. Traynham 1989, hlm. 930–31; Prakash & Schleyer 1997
  379. Olmsted & Williams 1997, hlm. 436
  380. Atkins dkk. 2006, hlm. 320–21
  381. Bailar dkk. 1989, hlm. 743
  382. Moore dkk. 1985
  383. House & House 2010, hlm. 526
  384. Wiberg 2001, hlm. 798
  385. Eagleson 1994, hlm. 175
  386. Keevil 1989, hlm. 103
  387. Russell & Lee 2005, hlm. 358–60 et seq
  388. Harding, Janes & Johnson 2002, hlm. 118
  389. Metcalfe, Williams & Castka 1974, hlm. 539
  390. Cobb & Fetterolf 2005, hlm. 64; Metcalfe, Williams & Castka 1974, hlm. 539
  391. Ogata, Li & Yip 2002; Boyer dkk. 2004, hlm. 1023; Russell & Lee 2005, hlm. 359
  392. Cooper 1968, hlm. 25; Henderson 2000, hlm. 5; Silberberg 2006, hlm. 314
  393. Wiberg 2001, hlm. 1014
  394. Rao 2002, hlm. 22
  395. Metcalfe, Williams & Castka 1974, hlm. 539
  396. Hamm 1969, hlm. 653
  397. Daub & Seese 1996, hlm. 70, 109: "Aluminium bukanlah metaloid tetapi logam karena memiliki sebagian besar sifat logam."; Denniston, Topping & Caret 2004, hlm. 57: "Mencatat bahwa aluminium (Al) diklasifikasikan sebagai logam, bukan metaloid."; Hasan 2009, hlm. 16: "Aluminium tidak memiliki karakteristik metaloid, melainkan karakteristik logam."
  398. Holt, Rinehart & Wilson c. 2007
  399. Stott 1956, hlm. 100
  400. Steele 1966, hlm. 60
  401. Moody 1991, hlm. 303
  402. Young dkk. 2010, hlm. 9; Craig & Maher 2003, hlm. 391. Selenium adalah "dekat metaloidal".
  403. Moss 1952, hlm. 192
  404. Glinka 1965, hlm. 356
  405. Evans 1966, hlm. 124–25
  406. Regnault 1853, hlm. 208
  407. Scott & Kanda 1962, hlm. 311
  408. Cotton dkk. 1999, hlm. 496, 503–04
  409. Arlman 1939; Bagnall 1966, hlm. 135, 142–43
  410. Glinka 1965, hlm. 356
  411. Kozyrev 1959, hlm. 104; Chizhikov & Shchastlivyi 1968, hlm. 25; Glazov, Chizhevskaya & Glagoleva 1969, hlm. 86
  412. Chao & Stenger 1964
  413. Berger 1997, hlm. 86–87
  414. Berger 1997, hlm. 86–87
  415. Snyder 1966, hlm. 242
  416. Fritz & Gjerde 2008, hlm. 235
  417. Meyer dkk. 2005, hlm. 284; Manahan 2001, hlm. 911; Szpunar dkk. 2004, hlm. 17
  418. US Environmental Protection Agency 1988, hlm. 1; Uden 2005, hlm. 347‒48
  419. De Zuane 1997, hlm. 93; Dev 2008, hlm. 2‒3
  420. Cotton dkk. 1999, hlm. 502
  421. Cotton dkk. 1999, hlm. 502
  422. Wiberg 2001, hlm. 594
  423. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 786; Schwietzer & Pesterfield 2010, hlm. 242–43
  424. Bagnall 1966, hlm. 41; Nickless 1968, hlm. 79
  425. Bagnall 1990, hlm. 313–14; Lehto & Hou 2011, hlm. 220; Siekierski & Burgess 2002, hlm. 117: "Semakin ke bawah, kecenderungan unsur golongan 16 untuk membentuk anion X 2− akan semakin menurun ..."
  426. Legit, Friák & Šob 2010, hlm. 214118–18
  427. Manson & Halford 2006, hlm. 378, 410
  428. Bagnall 1957, hlm. 62; Fernelius 1982, hlm. 741
  429. Bagnall 1966, hlm. 41; Barrett 2003, hlm. 119
  430. Hawkes 2010; Holt, Rinehart & Wilson c. 2007; Hawkes 1999, hlm. 14; Roza 2009, hlm. 12
  431. Keller 1985
  432. Harding, Johnson & Janes 2002, hlm. 61
  433. Vasáros & Berei 1985, hlm. 109
  434. Haissinsky & Coche 1949, hlm. 400
  435. Brownlee dkk. 1950, hlm. 173
  436. Hermann, Hoffmann & Ashcroft 2013
  437. Siekierski & Burgess 2002, hlm. 65, 122
  438. Rao & Ganguly 1986
  439. Vasáros & Berei 1985, hlm. 117
  440. Kaye & Laby 1973, hlm. 228
  441. Samsonov 1968, hlm. 590
  442. Rossler 1985, hlm. 143–44
  443. Champion dkk. 2010
  444. Borst 1982, hlm. 465, 473
  445. Batsanov 1971, hlm. 811
  446. Swalin 1962, hlm. 216; Feng & Lin 2005, hlm. 157
  447. Schwietzer & Pesterfield 2010, hlm. 258–60
  448. Hawkes 1999, hlm. 14
  449. Olmsted & Williams 1997, hlm. 328; Daintith 2004, hlm. 277
  450. Eberle1985, hlm. 213–16, 222–27
  451. Restrepo dkk. 2004, hlm. 69; Restrepo dkk. 2006, hlm. 411
  452. Craig & Maher 2003, hlm. 391; Schroers 2013, hlm. 32; Vernon 2013, hlm. 1704–05
  453. Cotton dkk. 1999, hk. 42
  454. Marezio & Licci 2000, hlm. 11
  455. Vernon 2013, hlm. 1705
  456. Russell & Lee 2005, hlm. 5
  457. Parish 1977, hlm. 178, 192–93
  458. Eggins 1972, hlm. 66; Rayner-Canham & Overton 2006, hlm. 29–30
  459. Atkins dkk. 2006, hlm. 320–21; Bailar hlm. 1989, hlm. 742–43
  460. Rochow 1966, hlm. 7; Taniguchi dkk. 1984, hlm. 867: "... fosforus hitam ... dicirikan oleh pita valensi lebar dengan sifat yang agak terdelokalisasi."; Morita 1986, hlm. 230; Carmalt & Norman 1998, hlm. 7: "Fosforus ... diperkirakan memiliki beberapa sifat metaloid."; Du dkk. 2010. Interaksi antarlapisan dalam fosforus hitam, yang dikaitkan dengan gaya van der Waals-Keesom, dianggap berkontribusi pada sela pita yang lebih kecil dari bahan curah (terhitung 0,19 eV; teramati 0,3 eV) sebagai lawan dari sela pita yang lebih besar dari sebuah lapisan tunggal (terhitung ~0,75 eV).
  461. Stuke 1974, hlm. 178; Cotton dkk. 1999, hlm. 501; Craig & Maher 2003, hlm. 391
  462. Steudel 1977, hlm. 240: "... tumpang-tindih orbital yang cukup besar harus ada, untuk membentuk ikatan antarmolekul, banyak pusat ... ikatan [sigma], menyebar melalui lapisan dan diisi dengan elektron terdelokalisasi, tercermin dalam sifat iodin (kilau, warna, konduktivitas listrik moderat)."; Segal 1989, hlm. 481: "Iodin menunjukkan beberapa sifat logam ..."
  463. Brescia dkk. 1980, hlm. 166–71
  464. Fine & Beall 1990, hlm. 578
  465. Wiberg 2001, hlm. 901
  466. Berger 1997, hlm. 80
  467. Lovett 1977, hlm. 101
  468. Cohen & Chelikowsky 1988, hlm. 99
  469. Taguena-Martinez, Barrio & Chambouleyron 1991, hlm. 141
  470. Ebbing & Gammon 2010, hlm. 891
  471. Vernon 2013, hlm. 1705
  472. Asmussen & Reinhard 2002, hlm. 7
  473. Deprez & McLachan 1988
  474. Addison 1964 (P, Se, Sn); Marković, Christiansen & Goldman 1998 (Bi); Nagao dkk. 2004
  475. Lide 2005; Wiberg 2001, hlm. 423: At
  476. Cox 1997, hlm. 182‒86
  477. MacKay, MacKay & Henderson 2002, hlm. 204
  478. Baudis 2012, hlm. 207–08
  479. Wiberg 2001, hlm. 741
  480. Chizhikov & Shchastlivyi 1968, hlm. 96
  481. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 140–41, 330, 369, 548–59, 749: B, Si, Ge, As, Sb, Te
  482. Kudryavtsev 1974, hlm. 158
  483. Greenwood & Earnshaw 2002, hlm. 271, 219, 748–49, 886: C, Al, Se, Po, At; Wiberg 2001, hlm. 573: Se
  484. United Nuclear 2013
  485. Zalutsky & Pruszynski 2011, hlm. 181

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29427497 (2026-07-07T04:27:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.