Logam alkali tanah: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29568591; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Be-140g.jpg|thumb|right|280px|Be-140g]] | |||
'''Logam alkali tanah''' adalah [[unsur kimia]] golongan 2 atau [[Golongan tabel periodik|IIA]] dari [[tabel periodik]]. Golongan ini juga dikenal sebagai golongan [[berilium]]. Golongan ini terdiri dari unsur [[berilium]] ('''Be'''), [[magnesium]] ('''Mg'''), [[kalsium]] ('''Ca'''), [[stronsium]] ('''Sr'''), [[barium]] ('''Ba'''), dan [[Radioaktif|unsur radioaktif]] [[radium]] ('''Ra''').<ref>.</ref> Unsur-unsurnya memiliki sifat yang sangat mirip: mereka semua adalah logam berkilau, putih keperakan, agak [[reaktivitas (kimia)|reaktif]] pada [[suhu dan tekanan standar]].<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref> | |||
Semua logam alkali tanah yang ditemukan terdapat di alam. Percobaan telah dilakukan untuk mencoba [[Sintesis|mensintesis]] [[Unbinilium|unsur 120]], calon anggota berikutnya pada golongan ini, tetapi mereka semua mengalami kegagalan. | Secara struktural, mereka memiliki kesamaan yaitu [[kelopak elektron]] s terisi penuh;<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref><ref>[http://www.nist.gov/pml/data/upload/periodic_table_composite_2010_nobleed.pdf Periodic Table: Atomic Properties of the Elements]. ''nist.gov''. National Institute of Standards and Technology. September 2010.</ref><ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2003.</ref> artinya, [[Orbital molekul|orbital]] ini lengkap berisi dua [[elektron]], sehingga unsur-unsur ini mudah kehilangan kedua elektron [[Subkulit|terluarnya]] untuk membentuk [[kation]] dengan [[muatan listrik|muatan]] +2, dan [[tingkat oksidasi]] (bilangan oksidasi) +2.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Logam+alkali+tanah&oldid=29568591 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Semua logam alkali tanah yang ditemukan terdapat di alam.<ref>[http://www.webelements.com/webelements/properties/text/image-flash/abund-crust.html Abundance in Earth's Crust]. WebElements.com.</ref> Percobaan telah dilakukan untuk mencoba [[Sintesis|mensintesis]] [[Unbinilium|unsur 120]], calon anggota berikutnya pada golongan ini, tetapi mereka semua mengalami kegagalan. | |||
== Karakteristik == | == Karakteristik == | ||
=== Kimia === | === Kimia === | ||
Seperti golongan lain, anggota keluarga golongan ini menunjukkan pola dalam [[konfigurasi elektron]] mereka, terutama kelopak terluar, yang mengakibatkan tren perilaku kimia: | Seperti golongan lain, anggota keluarga golongan ini menunjukkan pola dalam [[konfigurasi elektron]] mereka, terutama kelopak terluar, yang mengakibatkan tren perilaku kimia: | ||
{| class="wikitable" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" | |||
|- | |||
!''[[Nomor atom|Z]]'' !! [[Unsur kimia|Unsur]] !! [[Kelopak elektron|Jumlah elektron/kelopak]] !! [[Konfigurasi elektron]]<ref>Notasi gas mulia digunakan untuk keringkasan; gas mulia terdekat yang mendahului unsur yang dimaksud ditulis terlebih dahulu, dan kemudian konfigurasi elektron dilanjutkan dari titik tersebut.</ref> | |||
|- | |||
| 4 || [[Berilium]] || 2, 2 || [[[Helium|He]]] 2s<sup>2</sup> | |||
|- | |||
| 12 || [[Magnesium]] || 2, 8, 2 || [[[Neon|Ne]]] 3s<sup>2</sup> | |||
|- | |||
| 20 || [[Kalsium]] || 2, 8, 8, 2 || [[[Argon|Ar]]] 4s<sup>2</sup> | |||
|- | |||
| 38 || [[Stronsium]] || 2, 8, 18, 8, 2 || [[[Krypton|Kr]]] 5s<sup>2</sup> | |||
|- | |||
| 56 || [[Barium]] || 2, 8, 18, 18, 8, 2 || [[[Xenon|Xe]]] 6s<sup>2</sup> | |||
|- | |||
| 88 || [[Radium]] || 2, 8, 18, 32, 18, 8, 2 || [[[Radon|Rn]]] 7s<sup>2</sup> | |||
|} | |||
Sebagian besar kimia telah diamati hanya untuk lima anggota pertama golongan. Kimia radium belum mapan karena [[peluruhan radioaktif|radioaktivitasnya]]; sehingga, penyajian sifat-sifatnya di sini menjadi terbatas. | Sebagian besar kimia telah diamati hanya untuk lima anggota pertama golongan. Kimia radium belum mapan karena [[peluruhan radioaktif|radioaktivitasnya]];<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref> sehingga, penyajian sifat-sifatnya di sini menjadi terbatas. | ||
Logam alkali tanah berwarna perak dan lembut, dan memiliki [[densitas]], [[titik lebur]], dan [[titik didih]] yang relatif rendah. [[Kimia|Dalam istilah kimia]], semua logam alkali tanah bereaksi dengan [[halogen]] untuk membentuk [[halida]] logam alkali tanah, yang semuanya berupa [[kristal ionik|senyawa kristal ionik]] (kecuali [[berilium klorida]], yang [[ikatan kovalen|berikatan kovalen]]). Semua logam alkali tanah, kecuali berilium, juga bereaksi dengan air untuk membentuk [[alkali]] [[hidroksida]] kuat, dan, karenanya, harus ditangani dengan sangat hati-hati. Logam alkali tanah yang lebih berat bereaksi lebih keras daripada yang ringan. Logam alkali tanah memiliki [[energi ionisasi]] terendah kedua pada periode masing-masing dalam [[tabel periodik]] karena [[muatan inti efektif]] mereka yang rendah dan kemampuan untuk mencapai konfigurasi [[kelopak terluar penuh]] dengan kehilangan hanya dua [[elektron]]. Energi ionisasi kedua semua logam alkali tanah juga relatif rendah. | Logam alkali tanah berwarna perak dan lembut, dan memiliki [[densitas]], [[titik lebur]], dan [[titik didih]] yang relatif rendah. [[Kimia|Dalam istilah kimia]], semua logam alkali tanah bereaksi dengan [[halogen]] untuk membentuk [[halida]] logam alkali tanah, yang semuanya berupa [[kristal ionik|senyawa kristal ionik]] (kecuali [[berilium klorida]], yang [[ikatan kovalen|berikatan kovalen]]). Semua logam alkali tanah, kecuali berilium, juga bereaksi dengan air untuk membentuk [[alkali]] [[hidroksida]] kuat, dan, karenanya, harus ditangani dengan sangat hati-hati. Logam alkali tanah yang lebih berat bereaksi lebih keras daripada yang ringan.<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref> Logam alkali tanah memiliki [[energi ionisasi]] terendah kedua pada periode masing-masing dalam [[tabel periodik]]<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2003.</ref> karena [[muatan inti efektif]] mereka yang rendah dan kemampuan untuk mencapai konfigurasi [[kelopak terluar penuh]] dengan kehilangan hanya dua [[elektron]]. Energi ionisasi kedua semua logam alkali tanah juga relatif rendah.<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref><ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2003.</ref> | ||
[[Berilium]] adalah pengecualian: Ia tidak bereaksi dengan air atau uap air, dan halidanya berikatan kovalen. Jika berilium membentuk [[Senyawa kimia|senyawa]] dengan tingkat ionisasi +2, ia akan memolarisasi awan elektron yang berada di dekatnya dengan sangat kuat dan akan menyebabkan [[tumpangsuh orbital]], karena berilium memiliki kepadatan muatan yang tinggi. Semua senyawa yang mengandung berilium memiliki [[ikatan kovalen]]. Bahkan senyawa [[berilium fluorida]], yang merupakan senyawa berilium paling ionik, memiliki titik leleh rendah dan [[Konduktivitas listrik|konduktivitas]] listrik rendah saat meleleh. | [[Berilium]] adalah pengecualian: Ia tidak bereaksi dengan air atau uap air, dan halidanya berikatan kovalen. Jika berilium membentuk [[Senyawa kimia|senyawa]] dengan tingkat ionisasi +2, ia akan memolarisasi awan elektron yang berada di dekatnya dengan sangat kuat dan akan menyebabkan [[tumpangsuh orbital]], karena berilium memiliki kepadatan muatan yang tinggi. Semua senyawa yang mengandung berilium memiliki [[ikatan kovalen]].<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Bahkan senyawa [[berilium fluorida]], yang merupakan senyawa berilium paling ionik, memiliki titik leleh rendah dan [[Konduktivitas listrik|konduktivitas]] listrik rendah saat meleleh.<ref>Bell, N. A. [https://books.google.com/?id=VupzlLU9NB0C&pg=PA257&dq=beryllium+fluoride+covalent#v=onepage&q=beryllium%20fluoride%20covalent&f=false Advances in inorganic chemistry and radiochemistry, Volume 14]. Academic Press. 1972. hlm. 256–277. ISBN 978-0-12-023614-5.</ref><ref>Kenneth A. Walsh. [https://books.google.com/?id=3-GbhmSfyeYC&pg=PA119&dq=beryllium+fluoride+covalent#v=onepage&q=beryllium%20fluoride%20covalent&f=false Beryllium chemistry and processing]. ASM International. 2009-08-01. hlm. 99–102, 118–119. ISBN 978-0-87170-721-5.</ref><ref>Hertz, Raymond K. [https://books.google.com/?id=uaWTfwrG644C&pg=PA74&dq=beryllium+fluoride+covalent#v=onepage&q=beryllium%20fluoride&f=false Chemical analysis of metals: a symposium]. ASTM. 1987. hlm. 74–75. ISBN 978-0-8031-0942-1.</ref> | ||
Semua logam alkali tanah memiliki dua [[elektron]] dalam kelopak valensi mereka, jadi keadaan yang disukai secara energik untuk mencapai [[kelopak elektron]] terisi penuh adalah kehilangan dua elektron untuk membentuk [[ion]] [[positif (listrik)|positif]] [[muatan listrik|bermuatan]] ganda. | Semua logam alkali tanah memiliki dua [[elektron]] dalam kelopak valensi mereka, jadi keadaan yang disukai secara energik untuk mencapai [[kelopak elektron]] terisi penuh adalah kehilangan dua elektron untuk membentuk [[ion]] [[positif (listrik)|positif]] [[muatan listrik|bermuatan]] ganda. | ||
| Baris 22: | Baris 39: | ||
Semua logam alkali tanah bereaksi dengan [[halogen]] membentuk halida ionik, seperti [[kalsium klorida]] (), serta bereaksi dengan [[oksigen]] untuk oksida seperti [[stronsium oksida]] (). Kalsium, stronsium, dan barium bereaksi dengan air menghasilkan gas [[hidrogen]] dan [[hidroksida]]nya, dan juga mengalami reaksi [[transmetalasi]] untuk pertukaran [[ligan]]. | Semua logam alkali tanah bereaksi dengan [[halogen]] membentuk halida ionik, seperti [[kalsium klorida]] (), serta bereaksi dengan [[oksigen]] untuk oksida seperti [[stronsium oksida]] (). Kalsium, stronsium, dan barium bereaksi dengan air menghasilkan gas [[hidrogen]] dan [[hidroksida]]nya, dan juga mengalami reaksi [[transmetalasi]] untuk pertukaran [[ligan]]. | ||
:{| class="wikitable sortable" | |||
|+ Konstanta kelarutan fluorida logam alkali tanah | |||
! Logam<br /> | |||
! M<br />HE<br /> | |||
! F<br />HE<br /> | |||
! "MF"<br />satuan<br />HE | |||
! MF<br />energi<br />kisi<br /> | |||
! Kelarutan<br /> | |||
|- | |||
| Be | |||
| 2455 | |||
| 458 | |||
| 3371 | |||
| 3526 | |||
| larut | |||
|- | |||
| Mg | |||
| 1922 | |||
| 458 | |||
| 2838 | |||
| 2978 | |||
| 0,0012 | |||
|- | |||
| Ca | |||
| 1577 | |||
| 458 | |||
| 2493 | |||
| 2651 | |||
| 0,0002 | |||
|- | |||
| Sr | |||
| 1415 | |||
| 458 | |||
| 2331 | |||
| 2513 | |||
| 0,0008 | |||
|- | |||
| Ba | |||
| 1361 | |||
| 458 | |||
| 2277 | |||
| 2373 | |||
| 0,006 | |||
|} | |||
=== Fisika dan atom === | === Fisika dan atom === | ||
Tabel di bawah ini adalah ringkasan sifat fisika dan atom utama logam alkali tanah. | Tabel di bawah ini adalah ringkasan sifat fisika dan atom utama logam alkali tanah. | ||
{| class="wikitable" style="text-align:center" | |||
!Logam alkali tanah | |||
![[Berat atom]] standar<br>([[Satuan massa atom|u]])<ref>Michael E. Wieser. [http://iupac.org/publications/pac/pdf/2009/pdf/8111x2131.pdf Atomic weights of the elements 2007 (IUPAC Technical Report)]. ''Pure Appl. Chem''. IUPAC. 2009. Vol. 81 (11). hlm. 2131–2156. doi:10.1351/PAC-REP-09-08-03.</ref><ref>Michael E. Wieser. [http://iupac.org/publications/pac/pdf/2011/pdf/8302x0359.pdf Atomic weights of the elements 2009 (IUPAC Technical Report)]. ''Pure Appl. Chem''. IUPAC. 2011. Vol. 83 (2). hlm. 359–396. doi:10.1351/PAC-REP-10-09-14.</ref> | |||
![[Titik lebur]]<br>([[kelvin|K]]) | |||
![[Titik lebur]]<br>([[Celsius|°C]]) | |||
![[Titik didih]]<br>([[kelvin|K]])<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2003.</ref> | |||
![[Titik didih]]<br>([[Celsius|°C]])<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2003.</ref> | |||
![[Massa jenis]]<br>(g/cm) | |||
![[Elektronegativitas]]<br>([[Skala Pauling|Pauling]]) | |||
![[Energi ionisasi]] pertama<br>([[Kilojoule per mol|kJ·mol]]) !! [[Jari-jari kovalen]]<br>([[pikometer|pm]])<ref>J. C. Slater. [https://archive.org/details/sim_journal-chemical-physics_1964-11-15_41_10/page/3199 Atomic Radii in Crystals]. ''Journal of Chemical Physics''. 1964. Vol. 41 (10). hlm. 3199–3205. doi:10.1063/1.1725697.</ref> | |||
! colspan="2" | Warna [[Uji nyala]] | |||
|- | |||
| [[Berilium]] || 9,012182(3) || 1560 || 1287 || 2742 || 2469 || 1,85 || 1,57 || 899,5 || 105 || Putih<ref>William B. Jensen. [http://www.che.uc.edu/jensen/W.%20B.%20Jensen/Reprints/091.%20Zn-Cd-Hg.pdf The Place of Zinc, Cadmium, and Mercury in the Periodic Table]. ''Journal of Chemical Education''. American Chemical Society. 2003. Vol. 80 (8). hlm. 952–961. doi:10.1021/ed080p952.</ref> || | |||
|- | |||
| [[Magnesium]] || 24,3050(6) || 923 || 650 || 1363 || 1090 || 1,738 || 1,31 || 737,7 || 150 || putih cemerlang<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref> || | |||
|- | |||
| [[Kalsium]] || 40,078(4) || 1115 || 842 || 1757 || 1484 || 1,54 || 1,00 || 589,8 || 180 || Merah bata<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref> || | |||
|- | |||
| [[Stronsium]] || 87,62(1) || 1050 || 777 || 1655 || 1382 || 2,64 || 0,95 || 549,5 || 200 || Merah krimson<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref> || | |||
|- | |||
| [[Barium]] || 137,327(7) || 1000 || 727 || 2170 || 1897 || 3,594 || 0,89 || 502,9 || 215 || Hijau apel<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref> || | |||
|- | |||
| [[Radium]] || [226] || 973 || 700 || 2010 || 1737 || 5,5 || 0,9 || 509,3 || 221 || Merah krimson | |||
| | |||
|} | |||
==== Stabilitas inti ==== | ==== Stabilitas inti ==== | ||
Semua logam alkali tanah, kecuali magnesium dan strontium, memiliki paling sedikit satu [[radioisotop]] alami: [[berilium-7]], [[berilium-10]], dan [[kalsium-41]] adalah [[radioisotop renik]], [[Kalsium-48]] dan [[barium-130]] memiliki [[waktu paruh]] yang sangat lama dan, dengan demikian, terjadi secara alami, dan semua [[isotop radium]] adalah [[radioaktivitas|radioaktif]]. Kalsium-48 adalah nuklida teringan yang dapat mengalami [[peluruhan beta ganda]].<ref>G. Audi. [http://www.nndc.bnl.gov/amdc/nubase/Nubase2003.pdf The NUBASE evaluation of nuclear and decay properties]. ''Nuclear Physics A''. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.</ref> | |||
Radioisotop alami kalsium, kalsium-48, menyusun sekitar 0,1874% kalsium alami,<ref>Richard B. Firestone. [http://ie.lbl.gov/education/parent/Ca_iso.htm Isotopes of Calcium (Z=20)]. Lawrence Berkeley National Laboratory. 15 March 2010.</ref> sehingga, dengan demikian, kalsium alami adalah radioaktif lemah. [[Barium-130]] menyusun sekitar 0,1062% barium alami, dan, karenanya, barium juga radioaktif lemah.<ref>Richard B. Firestone. [http://ie.lbl.gov/education/parent/Ba_iso.htm Isotopes of Barium (Z=56)]. Lawrence Berkeley National Laboratory. 15 March 2010.</ref> | |||
Radioisotop alami kalsium, kalsium-48, menyusun sekitar 0,1874% kalsium alami, sehingga, dengan demikian, kalsium alami adalah radioaktif lemah. [[Barium-130]] menyusun sekitar 0,1062% barium alami, dan, karenanya, barium juga radioaktif lemah. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
=== Etimologi === | === Etimologi === | ||
Logam alkali tanah dinamai sesuai dengan [[oksida]]nya, ''tanah alkali'', yang nama kunonya adalah [[berilia]], [[Magnesium oksida|magnesia]], [[Kalsium oksida|kapur]], [[stronsia]], dan [[barita]]. Oksida ini bersifat [[basa]] (alkalis) bila bereaksi dengan air. "Tanah" adalah istilah lama yang diterapkan oleh kimiawan awal terhadap zat [[Nonlogam|non-metalik]] yang tidak larut dalam air dan tahan terhadap pemanasan—sifat yang dimiliki oleh oksida ini. Kenyataan bahwa tanah ini bukan unsur tapi [[senyawa kimia|senyawa]] diungkap oleh kimiawan [[Antoine Lavoisier]]. Dalam karyanya ''[[Traité Élémentaire de Chimie]]'' (''Unsur Kimia'') pada tahun 1789 dia menyebutnya unsur tanah pembentuk [[Garam (kimia)|garam]]. Kemudian, ia menyarankan agar alkali tanah bisa berupa oksida logam, tetapi ia mengakui bahwa ini hanyalah dugaan belaka. Pada tahun 1808 [[Humphry Davy]], yang bertindak berdasarkan gagasan Lavoisier, menjadi orang pertama yang memperoleh sampel logam melalui [[elektrolisis]] lelehan tanahnya, sehingga mendukung [[hipotesis]] Lavoisier dan menyebabkan golongan tersebut diberi nama sebagai ''logam alkali tanah''. | Logam alkali tanah dinamai sesuai dengan [[oksida]]nya, ''tanah alkali'', yang nama kunonya adalah [[berilia]], [[Magnesium oksida|magnesia]], [[Kalsium oksida|kapur]], [[stronsia]], dan [[barita]]. Oksida ini bersifat [[basa]] (alkalis) bila bereaksi dengan air. "Tanah" adalah istilah lama yang diterapkan oleh kimiawan awal terhadap zat [[Nonlogam|non-metalik]] yang tidak larut dalam air dan tahan terhadap pemanasan—sifat yang dimiliki oleh oksida ini. Kenyataan bahwa tanah ini bukan unsur tapi [[senyawa kimia|senyawa]] diungkap oleh kimiawan [[Antoine Lavoisier]]. Dalam karyanya ''[[Traité Élémentaire de Chimie]]'' (''Unsur Kimia'') pada tahun 1789 dia menyebutnya unsur tanah pembentuk [[Garam (kimia)|garam]]. Kemudian, ia menyarankan agar alkali tanah bisa berupa oksida logam, tetapi ia mengakui bahwa ini hanyalah dugaan belaka. Pada tahun 1808 [[Humphry Davy]], yang bertindak berdasarkan gagasan Lavoisier, menjadi orang pertama yang memperoleh sampel logam melalui [[elektrolisis]] lelehan tanahnya,<ref>Robert E. Krebs. [https://books.google.com/?id=yb9xTj72vNAC The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide]. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 65–81. ISBN 0-313-33438-2.</ref> sehingga mendukung [[hipotesis]] Lavoisier dan menyebabkan golongan tersebut diberi nama sebagai ''logam alkali tanah''. | ||
=== Penemuan === | === Penemuan === | ||
Senyawa kalsium [[kalsit]] dan [[kapur]] telah dikenal dan digunakan sejak zaman prasejarah. Hal yang sama berlaku untuk senyawa berilium [[beril]] dan [[zamrud]]. Senyawa logam alkali tanah lainnya ditemukan mulai awal abad ke-15. Senyawa magnesium [[magnesium sulfat]] pertama kali ditemukan pada tahun 1618 oleh seorang petani di [[Epsom]], Inggris. Stronsium karbonat ditemukan pada mineral di desa [[Strontian]], Skotlandia pada tahun 1790. Unsur terakhir adalah yang paling tidak melimpah: radioaktif [[radium]], yang diekstraksi dari [[uraninit]] pada tahun 1898. | Senyawa kalsium [[kalsit]] dan [[kapur]] telah dikenal dan digunakan sejak zaman prasejarah.<ref>M. Michael Miller. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lime/390498.pdf Commodity report:Lime]. United States Geological Survey.</ref> Hal yang sama berlaku untuk senyawa berilium [[beril]] dan [[zamrud]]. Senyawa logam alkali tanah lainnya ditemukan mulai awal abad ke-15. Senyawa magnesium [[magnesium sulfat]] pertama kali ditemukan pada tahun 1618 oleh seorang petani di [[Epsom]], Inggris. Stronsium karbonat ditemukan pada mineral di desa [[Strontian]], Skotlandia pada tahun 1790. Unsur terakhir adalah yang paling tidak melimpah: radioaktif [[radium]], yang diekstraksi dari [[uraninit]] pada tahun 1898.<ref>Mary Elvira Weeks. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_january-june-1932_9_1-6/page/1046 The discovery of the elements. X. The alkaline earth metals and magnesium and cadmium]. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1046. doi:10.1021/ed009p1046.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XII. Other elements isolated with the aid of potassium and sodium: Beryllium, boron, silicon, and aluminum''. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1386. doi:10.1021/ed009p1386.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XIX. The radioactive elements''. ''Journal of Chemical Education''. 1933. Vol. 10 (2). hlm. 79. doi:10.1021/ed010p79.</ref> | ||
Semua unsur, kecuali berilium, diisolasi melalui [[elektrolisis]] lelehan senyawanya. Magnesium, kalsium, dan stronsium pertama kali diproduksi oleh [[Humphry Davy]] pada tahun 1808, sedangkan berilium diisolasi secara terpisah oleh [[Friedrich Wöhler]] dan [[Antoine Bussy]] pada tahun 1828 dengan mereaksikan senyawa berilium dengan kalium. Pada tahun 1910, radium diisolasi sebagai logam murni oleh [[Marie Curie]] dan [[André-Louis Debierne]] juga dengan elektrolisis. | Semua unsur, kecuali berilium, diisolasi melalui [[elektrolisis]] lelehan senyawanya. Magnesium, kalsium, dan stronsium pertama kali diproduksi oleh [[Humphry Davy]] pada tahun 1808, sedangkan berilium diisolasi secara terpisah oleh [[Friedrich Wöhler]] dan [[Antoine Bussy]] pada tahun 1828 dengan mereaksikan senyawa berilium dengan kalium. Pada tahun 1910, radium diisolasi sebagai logam murni oleh [[Marie Curie]] dan [[André-Louis Debierne]] juga dengan elektrolisis.<ref>Mary Elvira Weeks. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_january-june-1932_9_1-6/page/1046 The discovery of the elements. X. The alkaline earth metals and magnesium and cadmium]. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1046. doi:10.1021/ed009p1046.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XII. Other elements isolated with the aid of potassium and sodium: Beryllium, boron, silicon, and aluminum''. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1386. doi:10.1021/ed009p1386.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XIX. The radioactive elements''. ''Journal of Chemical Education''. 1933. Vol. 10 (2). hlm. 79. doi:10.1021/ed010p79.</ref> | ||
==== Berilium ==== | ==== Berilium ==== | ||
[[Beril]], mineral yang mengandung berilium, telah dikenal sejak zaman [[Kerajaan Ptolemeus]] di Mesir. Meskipun pada awalnya dianggap bahwa beril adalah [[aluminium silikat]], beril kemudian ditemukan mengandung unsur yang tidak diketahui, saat tahun 1797, [[Louis-Nicolas Vauquelin]] melarutkan [[aluminium hidroksida]] dari beryl dalam alkali.<ref>Louis-Nicolas Vauquelin. [https://books.google.com/books?id=dB8AAAAAMAAJ&pg=RA1-PA155 De l'Aiguemarine, ou Béril; et découverie d'une terre nouvelle dans cette pierre]. ''Annales de Chimie''. 1798. hlm. 155–169.</ref> Pada tahun 1828, [[Friedrich Wöhler]] <ref>Friedrich Wöhler. ''Ueber das Beryllium und Yttrium''. ''Annalen der Physik''. 1828. Vol. 89 (8). hlm. 577–582. doi:10.1002/andp.18280890805.</ref> dan [[Antoine Bussy]]<ref>Antoine Bussy. [https://books.google.com/books?id=pwUFAAAAQAAJ&pg=PA456 D'une travail qu'il a entrepris sur le glucinium]. ''Journal de Chimie Medicale''. 1828. hlm. 456–457.</ref> secara terpisah mengisolasi unsur baru ini, berilium, dengan metode yang sama, yang melibatkan reaksi [[berilium klorida]] dengan logam [[kalium]]; reaksi ini tidak mampu menghasilkan ingot berilium yang besar. Baru pada tahun 1898, ketika [[Paul Lebeau]] melakukan [[elektrolisis]] campuran [[berilium fluorida]] dan [[natrium fluorida]], sampel berilium murni yang besar dihasilkan. | |||
[[Beril]], mineral yang mengandung berilium, telah dikenal sejak zaman [[Kerajaan Ptolemeus]] di Mesir. Meskipun pada awalnya dianggap bahwa beril adalah [[aluminium silikat]], beril kemudian ditemukan mengandung unsur yang tidak diketahui, saat tahun 1797, [[Louis-Nicolas Vauquelin]] melarutkan [[aluminium hidroksida]] dari beryl dalam alkali. Pada tahun 1828, [[Friedrich Wöhler]] | |||
==== Magnesium ==== | ==== Magnesium ==== | ||
Magnesium pertama kali diproduksi oleh [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] di Inggris pada tahun 1808 dengan menggunakan elektrolisis campuran magnesia dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]].<ref>H. Davy. [https://books.google.com/books?id=gpwEAAAAYAAJ&pg=102#v=onepage&q&f=false Electro-chemical researches on the decomposition of the earths; with observations on the metals obtained from the alkaline earths, and on the amalgam procured from ammonia]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1808. Vol. 98. hlm. 333–370. doi:10.1098/rstl.1808.0023.</ref> [[Antoine Bussy]] mempersiapkannya dalam bentuk yang koheren pada tahun 1831. Saran pertama Davy untuk sebuah nama adalah magnium,<ref>H. Davy. [https://books.google.com/books?id=gpwEAAAAYAAJ&pg=102#v=onepage&q&f=false Electro-chemical researches on the decomposition of the earths; with observations on the metals obtained from the alkaline earths, and on the amalgam procured from ammonia]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1808. Vol. 98. hlm. 333–370. doi:10.1098/rstl.1808.0023.</ref> tetapi sekarang digunakan nama magnesium. | |||
Magnesium pertama kali diproduksi oleh [[Humphry Davy|Sir Humphry Davy]] di Inggris pada tahun 1808 dengan menggunakan elektrolisis campuran magnesia dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]]. [[Antoine Bussy]] mempersiapkannya dalam bentuk yang koheren pada tahun 1831. Saran pertama Davy untuk sebuah nama adalah magnium, tetapi sekarang digunakan nama magnesium. | |||
==== Kalsium ==== | ==== Kalsium ==== | ||
[[Kapur]] telah digunakan sebagai bahan untuk bangunan sejak 7000 sampai 14000 SM,<ref>M. Michael Miller. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/lime/390498.pdf Commodity report:Lime]. United States Geological Survey.</ref> dan [[tanur kapur]] telah ada sejak 2500 SM di [[Khafaja]], [[Mesopotamia]].<ref>Williams. [https://books.google.com/?id=ryap1yyEGAgC&pg=PA4 Lime Kilns and Lime Burning]. 2004. hlm. 4. ISBN 978-0-7478-0596-0.</ref><ref>Oates. [https://books.google.com/books/about/Lime_and_limestone.html?id=vHQsGAKAdYoC Lime and Limestone: Chemistry and Technology, Production and Uses]. 2008-07-01. ISBN 978-3-527-61201-7.</ref> Kalsium sebagai bahan telah dikenal sejak setidaknya abad pertama, karena [[Romawi Kuno]] diketahui telah menggunakan [[kalsium oksida]] yang disiapkan dari kapur. [[Kalsium sulfat]] telah dikenal mampu memperbaiki tulang patah sejak abad kesepuluh. Bagaimanapun, kalsium itu sendiri tidak diisolasi sampai tahun 1808, ketika [[Humphry Davy]], di [[Inggris]], melakukan [[elektrolisis]] pada campuran kapur dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]],<ref>Davy H. [https://books.google.com/books?id=gpwEAAAAYAAJ&pg=102#v=onepage&q&f=false Electro-chemical researches on the decomposition of the earths; with observations on the metals obtained from the alkaline earths, and on the amalgam procured from ammonia]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. 1808. Vol. 98. hlm. 333–370. doi:10.1098/rstl.1808.0023.</ref> setelah mendengar bahwa [[Jöns Jakob Berzelius]] telah menyiapkan amalgam kalsium dari elektrolisis kapur dalam raksa. | |||
[[Kapur]] telah digunakan sebagai bahan untuk bangunan sejak 7000 sampai 14000 SM, dan [[tanur kapur]] telah ada sejak 2500 SM di [[Khafaja]], [[Mesopotamia]]. Kalsium sebagai bahan telah dikenal sejak setidaknya abad pertama, karena [[Romawi Kuno]] diketahui telah menggunakan [[kalsium oksida]] yang disiapkan dari kapur. [[Kalsium sulfat]] telah dikenal mampu memperbaiki tulang patah sejak abad kesepuluh. Bagaimanapun, kalsium itu sendiri tidak diisolasi sampai tahun 1808, ketika [[Humphry Davy]], di [[Inggris]], melakukan [[elektrolisis]] pada campuran kapur dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]], setelah mendengar bahwa [[Jöns Jakob Berzelius]] telah menyiapkan amalgam kalsium dari elektrolisis kapur dalam raksa. | |||
==== Stronsium ==== | ==== Stronsium ==== | ||
Pada tahun 1790, dokter [[Adair Crawford]], yang telah bekerja dengan barium, menyadari bahwa bijih Strontian menunjukkan sifat yang berbeda dari bijih lain yang dianggap sebagai barium.<ref>Adair Crawford. ''On the medicinal properties of the muriated barytes''. ''Medical Communications''. 1790. Vol. 2. hlm. 301–359.</ref> Oleh karena itu, dia menyimpulkan bahwa bijih ini mengandung mineral baru, yang diberi nama ''strontites'' pada tahun 1793 oleh [[Thomas Charles Hope]], seorang guru besar kimia di [[University of Glasgow]],<ref>Murray, T. ''Elemementary Scots: The Discovery of Strontium''. ''Scottish Medical Journal''. 1993. Vol. 38 (6). hlm. 188–189.</ref> yang mengkonfirmasi penemuan Crawford. Stronsium akhirnya diisolasi pada tahun 1808 oleh Sir [[Humphry Davy]] dengan elektrolisis campuran [[stronsium klorida]] dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]]. Penemuan tersebut diumumkan oleh Davy pada tanggal 30 Juni 1808 di sebuah kuliah kepada ''Royal Society''.<ref>Humphry Davy. [https://books.google.com/books?id=gpwEAAAAYAAJ&pg=102#v=onepage&q&f=falseElectro-chemical researches on the decomposition of the earths; with observations on the metals obtained from the alkaline earths, and on the amalgam procured from ammonia]. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1808. Vol. 98. hlm. 333–370.</ref> | |||
Pada tahun 1790, dokter [[Adair Crawford]], yang telah bekerja dengan barium, menyadari bahwa bijih Strontian menunjukkan sifat yang berbeda dari bijih lain yang dianggap sebagai barium. Oleh karena itu, dia menyimpulkan bahwa bijih ini mengandung mineral baru, yang diberi nama ''strontites'' pada tahun 1793 oleh [[Thomas Charles Hope]], seorang guru besar kimia di [[University of Glasgow]], yang mengkonfirmasi penemuan Crawford. Stronsium akhirnya diisolasi pada tahun 1808 oleh Sir [[Humphry Davy]] dengan elektrolisis campuran [[stronsium klorida]] dan [[Raksa(II) oksida|merkuri oksida]]. Penemuan tersebut diumumkan oleh Davy pada tanggal 30 Juni 1808 di sebuah kuliah kepada ''Royal Society''. | |||
==== Barium ==== | ==== Barium ==== | ||
[[Barit]], mineral yang mengandung barium, pertama kali dikenali mengandung unsur baru pada tahun 1774 oleh [[Carl Scheele]], meskipun ia hanya dapat mengisolasi [[barium oksida]]. Barium oksida diisolasi kembali dua tahun kemudian oleh [[Johan Gottlieb Gahn]]. Kemudian pada abad ke-18, [[William Withering]] menengarai mineral berat di tambang timbal [[Cumberland]], yang sekarang diketahui mengandung barium. Barium sendiri akhirnya diisolasi pada tahun 1808 ketika Sir [[Humphry Davy]] menggunakan elektrolisis dengan lelehan garam, dan Davy menamai unsur tersebut ''barium'', sesuai nama [[barita]]. Kemudian, [[Robert Bunsen]] dan [[Augustus Matthiessen]] mengisolasi barium murni dengan elektrolisis campuran barium klorida dan [[amonium klorida]].<ref>''Masthead''. ''Annalen der Chemie und Pharmacie''. 1855. Vol. 93 (3). hlm. fmi–fmi. doi:10.1002/jlac.18550930301.</ref><ref>Rud. Wagner. ''Notizen''. ''Journal für Praktische Chemie''. 1856. Vol. 67. hlm. 490–508. doi:10.1002/prac.18560670194.</ref> | |||
[[Barit]], mineral yang mengandung barium, pertama kali dikenali mengandung unsur baru pada tahun 1774 oleh [[Carl Scheele]], meskipun ia hanya dapat mengisolasi [[barium oksida]]. Barium oksida diisolasi kembali dua tahun kemudian oleh [[Johan Gottlieb Gahn]]. Kemudian pada abad ke-18, [[William Withering]] menengarai mineral berat di tambang timbal [[Cumberland]], yang sekarang diketahui mengandung barium. Barium sendiri akhirnya diisolasi pada tahun 1808 ketika Sir [[Humphry Davy]] menggunakan elektrolisis dengan lelehan garam, dan Davy menamai unsur tersebut ''barium'', sesuai nama [[barita]]. Kemudian, [[Robert Bunsen]] dan [[Augustus Matthiessen]] mengisolasi barium murni dengan elektrolisis campuran barium klorida dan [[amonium klorida]]. | |||
==== Radium ==== | ==== Radium ==== | ||
Saat mempelajari [[uraninit]], pada tanggal 21 Desember 1898, [[Marie Curie|Marie]] dan [[Pierre Curie]] menemukan bahwa, bahkan setelah uranium meluruh, materi yang dibuat masih bersifat radioaktif. Bahannya berperilaku agak mirip dengan [[senyawa barium]], meskipun beberapa sifat, seperti warna uji nyala dan garis spektral, jauh berbeda. Mereka mengumumkan penemuan sebuah unsur baru pada tanggal 26 Desember 1898 di ''[[French Academy of Sciences]]''.<ref>Curie, Pierre. [http://www.aip.org/history/curie/discover.htm Sur une nouvelle substance fortement radio-active, contenue dans la pechblende (On a new, strongly radioactive substance contained in pitchblende)]. ''Comptes Rendus''. 1898. Vol. 127. hlm. 1215–1217.</ref> Nama radium diberikan pada tahun 1899 dari kata ''radius'', yang berarti ''sinar'', karena radium memancarkan tenaga dalam bentuk sinar.<ref>[http://www.etymonline.com/index.php?term=radium radium]. Online Etymology Dictionary.</ref> | |||
Saat mempelajari [[uraninit]], pada tanggal 21 Desember 1898, [[Marie Curie|Marie]] dan [[Pierre Curie]] menemukan bahwa, bahkan setelah uranium meluruh, materi yang dibuat masih bersifat radioaktif. Bahannya berperilaku agak mirip dengan [[senyawa barium]], meskipun beberapa sifat, seperti warna uji nyala dan garis spektral, jauh berbeda. Mereka mengumumkan penemuan sebuah unsur baru pada tanggal 26 Desember 1898 di ''[[French Academy of Sciences]]''. Nama radium diberikan pada tahun 1899 dari kata ''radius'', yang berarti ''sinar'', karena radium memancarkan tenaga dalam bentuk sinar. | |||
== Kelimpahan == | == Kelimpahan == | ||
Berilium terdapat di kerak bumi dengan konsentrasi dua sampai enam [[bagian per juta]] (ppm),<ref>Merck contributors. [https://archive.org/details/merckindexencycl0000unse_m4f7 The Merck Index: An Encyclopedia of Chemicals, Drugs, and Biologicals]. Merck Research Laboratories, Merck & Co., Inc. 2006. ISBN 0-911910-00-X.</ref> sebagian besar ada di tanah, dengan konsentrasi enam ppm. Berilium adalah salah satu unsur yang paling langka dalam air laut, bahkan lebih langka daripada unsur seperti [[skandium]], dengan konsentrasi 0,2 bagian per triliun.<ref>John Emsley. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements]. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850340-7.</ref><ref>[http://www.webelements.com/periodicity/abundance_seawater/ Abundance in oceans]. ''Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK''. WebElements.</ref> Namun, di air tawar, berilium agak lebih melimpah, dengan konsentrasi 0,1 bagian per miliar.<ref>[http://www.webelements.com/periodicity/abundance_stream/ Abundance in stream water]. ''Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK''. WebElements.</ref> | |||
Magnesium dan kalsium sangat banyak ditemukan di kerak bumi, dengan kalsium merupakan unsur kelima yang paling melimpah, dan magnesium kedelapan. Tak satu pun logam alkali tanah ditemukan sebagai unsur bebas, tapi magnesium dan kalsium banyak ditemukan dalam batuan dan mineral: magnesium dalam [[karnallit]], [[magnesit]], dan [[dolomit]]; dan kalsium dalam [[kapur]], [[Batugamping|batu gamping]], [[gipsum]], dan [[anhidrit]].<ref>Royal Society of Chemistry. [http://www.rsc.org/chemsoc/visualelements/PAGES/data/intro_groupii_data.html Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals]. ''Visual Elements''. Royal Society of Chemistry.</ref> | |||
Stronsium adalah unsur kelima belas yang paling melimpah dalam kerak bumi. Kebanyakan stronsium ditemukan dalam mineral [[selestit]] dan [[stronsianit]].<ref>Joyce A. Ober. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/strontium/mcs-2010-stron.pdf Mineral Commodity Summaries 2010: Strontium]. United States Geological Survey.</ref> Barium sedikit kurang umum, sebagian besar dalam mineral [[barit]].<ref>Kresse, Robert. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2.</ref> | |||
Stronsium adalah unsur kelima belas yang paling melimpah dalam kerak bumi. Kebanyakan stronsium ditemukan dalam mineral [[selestit]] dan [[stronsianit]]. Barium sedikit kurang umum, sebagian besar dalam mineral [[barit]]. | |||
Radium, yang merupakan [[produk peluruhan]] [[uranium]], ditemukan di semua [[bijih]] uranium. Oleh karena waktu paruhnya yang relatif singkat, radium dari awal sejarah Bumi telah meluruh, dan sampel hari ini semuanya berasal dari peluruhan uranium yang jauh lebih lambat. | Radium, yang merupakan [[produk peluruhan]] [[uranium]], ditemukan di semua [[bijih]] uranium.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Logam+alkali+tanah&oldid=29568591 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Oleh karena waktu paruhnya yang relatif singkat,<ref>Malley. [https://books.google.com/books?id=t-fpKQ54f44C&pg=PT115 Radioactivity]. 2011-08-25. hlm. 115–. ISBN 978-0-19-983178-4.</ref> radium dari awal sejarah Bumi telah meluruh, dan sampel hari ini semuanya berasal dari peluruhan uranium yang jauh lebih lambat.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Logam+alkali+tanah&oldid=29568591 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Produksi == | == Produksi == | ||
Sebagian besar berilium diekstraksi dari berilium hidroksida. Salah satu metode produksi adalah [[sintering]], dilakukan dengan mencampur [[beril]], [[natrium fluorosilikat]], dan soda pada suhu tinggi untuk membentuk [[natrium fluoroberilat]], [[aluminium oksida]], dan [[silikon dioksida]]. Larutan natrium fluoroberilat dan [[natrium hidroksida]] dalam [[sifat air|air]] kemudian digunakan untuk membentuk [[berilium hidroksida]] dengan cara presipitasi. Sebagai alternatif, dalam metode lelehan, bubuk beril dipanaskan sampai suhu tinggi, didinginkan dengan air, kemudian dipanaskan sedikit lagi dalam [[asam sulfat]], menghasilkan berilium hidroksida. Berilium hidroksida dari kedua metode tersebut kemudian menghasilkan [[berilium fluorida]] dan [[berilium klorida]] melalui proses yang agak panjang. Elektrolisis atau pemanasan senyawa ini kemudian dapat menghasilkan berilium.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> | |||
Secara umum, stronsium karbonat diekstraksi dari mineral [[selestit]] melalui dua metode: dengan cara melindi selestit dengan [[natrium karbonat]], atau dengan cara yang lebih rumit yang melibatkan [[batubara]].<ref>Kemal. [https://books.google.com/books?id=5smDPzkw0wEC&pg=PA401 Production of SrCO, by black ash process: Determination of reductive roasting parameters]. 1996. hlm. 401. ISBN 9789054108290.</ref> | |||
Untuk menghasilkan barium, bijih barit dipisahkan dari kuarsa, terkadang dengan metode [[flotasi buih]], sehingga menghasilkan barit yang relatif murni. [[Karbon]] kemudian digunakan untuk mereduksi barit menjadi [[barium sulfida]], yang dilarutkan dengan unsur lain untuk membentuk senyawa lain, seperti [[barium nitrat]]. Ini pada gilirannya didekompresi termal menjadi [[barium oksida]], yang akhirnya menghasilkan barium murni setelah bereaksi dengan [[aluminium]].<ref>Kresse, Robert. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2.</ref> Pemasok barium yang paling penting adalah [[China]], yang memproduksi lebih dari 50% pasokan dunia.<ref>Miller, M. M. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/barite/mcs-2012-barit.pdf Barite]. USGS.gov.</ref> | |||
Untuk menghasilkan barium, bijih barit dipisahkan dari kuarsa, terkadang dengan metode [[flotasi buih]], sehingga menghasilkan barit yang relatif murni. [[Karbon]] kemudian digunakan untuk mereduksi barit menjadi [[barium sulfida]], yang dilarutkan dengan unsur lain untuk membentuk senyawa lain, seperti [[barium nitrat]]. Ini pada gilirannya didekompresi termal menjadi [[barium oksida]], yang akhirnya menghasilkan barium murni setelah bereaksi dengan [[aluminium]]. Pemasok barium yang paling penting adalah [[China]], yang memproduksi lebih dari 50% pasokan dunia. | |||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
Berilium digunakan terutama untuk aplikasi militer,<ref>G. N. Petzow. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2005. doi:10.1002/14356007.a04_011.pub2. ISBN 3527306730.</ref> tapi ada juga kegunaan lain dari berilium. Dalam elektronika, berilium digunakan sebagai dopan [[semikonduktor tipe p|tipe p]] dalam beberapa semikonduktor,<ref>Diehl, Roland. [https://books.google.com/?id=oJs6nK3TZrwC&pg=PA104 High-power diode lasers]. Springer. 2000. hlm. 104. ISBN 3-540-66693-1.</ref> dan [[berilium oksida]] digunakan sebagai [[isolator listrik]] dan [[konduktor panas]] berkekuatan tinggi.<ref>[http://www.purdue.edu/uns/html4ever/2005/050927.Solomon.nuclear.html Purdue engineers create safer, more efficient nuclear fuel, model its performance]. Purdue University. 27 September 2005.</ref> Karena sifatnya yang ringan dan sifat lainnya, berilium juga digunakan dalam mekanika yang memerlukan kekakuan, ringan, dan stabilitas dimensi pada rentang suhu yang lebar.<ref>Joseph R. Davis. [https://books.google.com/?id=IpEnvBtSfPQC&pg=PA690 Metals handbook]. ASM International. 1998. hlm. 690–691. ISBN 978-0-87170-654-6.</ref><ref>Schwartz, Mel M. [https://books.google.com/?id=6fdmMuj0rNEC&pg=PA62 Encyclopedia of materials, parts, and finishes]. CRC Press. 2002. hlm. 62. ISBN 1-56676-661-3.</ref> | |||
Magnesium memiliki banyak kegunaan yang berbeda. Salah satu kegunaannya yang paling umum adalah di industri, di mana ia memiliki banyak keunggulan struktural dibandingkan bahan lain seperti [[aluminium]], walaupun penggunaan ini telah menurun akhir-akhir ini karena sifat magnesium yang mudah terbakar.<ref>Theodore Gray. ''The Elements: A Visual Exploration of Every Known Atom in the Universe''. Black Dog & Leventhal Publishers. 2009. ISBN 978-1-57912-814-2.</ref> Magnesium juga sering dipadu dengan aluminium atau [[seng]] untuk membentuk bahan dengan sifat yang lebih diinginkan daripada logam murni apapun.<ref>Hugh D. R. Baker. ''Magnesium and magnesium alloys''. Materials Information Society. 1999. hlm. 4. ISBN 0-87170-657-1.</ref> Magnesium memiliki banyak kegunaan lain dalam aplikasi industri, seperti dalam produksi [[besi]] dan [[baja]], serta produksi [[titanium]].<ref>K. Amundsen. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. 2003. doi:10.1002/14356007.a15_559. ISBN 3527306730.</ref> | |||
Magnesium memiliki banyak kegunaan yang berbeda. Salah satu kegunaannya yang paling umum adalah di industri, di mana ia memiliki banyak keunggulan struktural dibandingkan bahan lain seperti [[aluminium]], walaupun penggunaan ini telah menurun akhir-akhir ini karena sifat magnesium yang mudah terbakar. Magnesium juga sering dipadu dengan aluminium atau [[seng]] untuk membentuk bahan dengan sifat yang lebih diinginkan daripada logam murni apapun. Magnesium memiliki banyak kegunaan lain dalam aplikasi industri, seperti dalam produksi [[besi]] dan [[baja]], serta produksi [[titanium]]. | |||
Kalsium juga memiliki banyak kegunaan. Salah satu kegunaannya adalah sebagai [[reduktor]] dalam pemisahan logam lain dari bijih, seperti [[uranium]]. Ia juga digunakan dalam produksi paduan banyak logam, seperti paduan [[aluminium]] dan [[tembaga]], dan juga digunakan untuk deoksidasi paduan. Kalsium juga memiliki peran dalam pembuatan [[keju]], [[mortar]], dan [[semen]]. | Kalsium juga memiliki banyak kegunaan. Salah satu kegunaannya adalah sebagai [[reduktor]] dalam pemisahan logam lain dari bijih, seperti [[uranium]]. Ia juga digunakan dalam produksi paduan banyak logam, seperti paduan [[aluminium]] dan [[tembaga]], dan juga digunakan untuk deoksidasi paduan. Kalsium juga memiliki peran dalam pembuatan [[keju]], [[mortar]], dan [[semen]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Logam+alkali+tanah&oldid=29568591 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Strontium dan barium tidak memiliki banyak aplikasi seperti logam alkali tanah yang ringan, namun tetap ada manfaatnya. [[Stronsium karbonat]] sering digunakan dalam pemberi warna merah pada [[kembang api]], dan stronsium murni digunakan dalam studi pelepasan [[neurotransmiter]] di dalam neuron. Barium memiliki beberapa kegunaan dalam [[tabung vakum]] untuk menghilangkan gas, dan [[barium sulfat]] memiliki banyak kegunaan dalam industri [[petroleum]], serta industri lainnya. | Strontium dan barium tidak memiliki banyak aplikasi seperti logam alkali tanah yang ringan, namun tetap ada manfaatnya. [[Stronsium karbonat]] sering digunakan dalam pemberi warna merah pada [[kembang api]],<ref>Teresa Moreno. [https://archive.org/details/sim_atmospheric-environment_2007-02_41_5/page/n14 Recreational atmospheric pollution episodes: Inhalable metalliferous particles from firework displays]. ''Atmospheric Environment''. 2007. Vol. 41 (5). hlm. 913. doi:10.1016/j.atmosenv.2006.09.019.</ref> dan stronsium murni digunakan dalam studi pelepasan [[neurotransmiter]] di dalam neuron.<ref>R. Miledi. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1966-12-10_212_5067/page/1233 Strontium as a Substitute for Calcium in the Process of Transmitter Release at the Neuromuscular Junction]. ''Nature''. 1966. Vol. 212 (5067). hlm. 1233–4. doi:10.1038/2121233a0.</ref><ref>Hagler D.J., Jr. [https://archive.org/details/sim_journal-of-neurophysiology_2001-06_85_6/page/2324 Properties of synchronous and asynchronous release during pulse train depression in cultured hippocampal neurons]. ''J. Neurophysiol''. 2001. Vol. 85 (6). hlm. 2324–34.</ref> Barium memiliki beberapa kegunaan dalam [[tabung vakum]] untuk menghilangkan gas,<ref>Kresse, Robert. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2.</ref> dan [[barium sulfat]] memiliki banyak kegunaan dalam industri [[petroleum]],<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2003.</ref> serta industri lainnya.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2003.</ref><ref>Kresse, Robert. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2.</ref><ref>Jones, Chris J. [https://books.google.com/?id=uEJHsZWyO-EC Medicinal applications of coordination chemistry]. Royal Society of Chemistry. 2007. hlm. 102. ISBN 0-85404-596-1.</ref> | ||
Karena radioaktivitasnya, radium tidak lagi memiliki banyak aplikasi seperti dulu. Radium dulu sering digunakan dalam [[cat bercahaya]], meskipun penggunaan ini dihentikan setelah membuat sakit para pekerja. Karena orang pernah berpikir bahwa radioaktivitas adalah hal yang baik, radium pernah ditambahkan ke dalam [[air minum]], [[pasta gigi]], dan banyak produk lainnya, meskipun juga tidak digunakan lagi mengingat dampak kesehatannya. Radium bahkan tidak lagi digunakan sifat radioaktifnya, karena ada bahan yang lebih kuat dan lebih aman daripada radium. | Karena radioaktivitasnya, radium tidak lagi memiliki banyak aplikasi seperti dulu. Radium dulu sering digunakan dalam [[cat bercahaya]],<ref>JG Terrill Jr. ''Radium in the healing arts and in industry: Radiation exposure in the United States''. ''Public Health Reports''. 1954. Vol. 69 (3). hlm. 255–62. doi:10.2307/4588736.</ref> meskipun penggunaan ini dihentikan setelah membuat sakit para pekerja.<ref>[http://www.radford.edu/~wkovarik/envhist/radium.html Mass Media & Environmental Conflict – Radium Girls].</ref> Karena orang pernah berpikir bahwa radioaktivitas adalah hal yang baik, radium pernah ditambahkan ke dalam [[air minum]], [[pasta gigi]], dan banyak produk lainnya, meskipun juga tidak digunakan lagi mengingat dampak kesehatannya.<ref>Theodore Gray. ''The Elements: A Visual Exploration of Every Known Atom in the Universe''. Black Dog & Leventhal Publishers. 2009. ISBN 978-1-57912-814-2.</ref> Radium bahkan tidak lagi digunakan sifat radioaktifnya, karena ada bahan yang lebih kuat dan lebih aman daripada radium.<ref>Committee On Radiation Source Use And Replacement. [https://books.google.com/books?id=3cT2REdXJ98C&pg=PA24 Radiation source use and replacement: Abbreviated version]. January 2008. hlm. 24. ISBN 978-0-309-11014-3.</ref><ref>Bentel. [https://books.google.com/books?id=bk0go_-FO5QC&pg=PA8 Radiation therapy planning]. 1996. hlm. 8. ISBN 978-0-07-005115-7.</ref> | ||
== Peran biologis dan tindakan pencegahan == | == Peran biologis dan tindakan pencegahan == | ||
| Baris 110: | Baris 177: | ||
Stronsium memainkan peran penting dalam kehidupan akuatik laut, terutama koral keras, yang menggunakan stronsium untuk membangun [[eksoskeleton]] mereka. Stronsium dan barium memiliki beberapa kegunaan dalam pengobatan, misalnya "[[makanan barium]] dalam pencitraan radiografi, sementara senyawa stronsium digunakan di beberapa [[pasta gigi]]. Kelebihan stronsium-90 adalah beracun karena radioaktivitasnya dan stronsium-90 dapat meniru kalsium dan kemudian bisa membunuh. | Stronsium memainkan peran penting dalam kehidupan akuatik laut, terutama koral keras, yang menggunakan stronsium untuk membangun [[eksoskeleton]] mereka. Stronsium dan barium memiliki beberapa kegunaan dalam pengobatan, misalnya "[[makanan barium]] dalam pencitraan radiografi, sementara senyawa stronsium digunakan di beberapa [[pasta gigi]]. Kelebihan stronsium-90 adalah beracun karena radioaktivitasnya dan stronsium-90 dapat meniru kalsium dan kemudian bisa membunuh. | ||
Berilium dan radium beracun. [[Kelarutan]] berilium dalam air rendah, berarti jarang tersedia untuk sistem biologis; ia tidak memiliki peran yang diketahui dalam organisme hidup dan, jika ditemui oleh mereka, biasanya sangat beracun. Radium memiliki kelimpahan rendah dan sangat radioaktif, sehingga beracun bagi kehidupan. | Berilium dan radium beracun. [[Kelarutan]] berilium dalam air rendah, berarti jarang tersedia untuk sistem biologis; ia tidak memiliki peran yang diketahui dalam organisme hidup dan, jika ditemui oleh mereka, biasanya sangat beracun.<ref>''Concise Encyclopedia Chemistry''. Walter de Gruyter. 1994.</ref> Radium memiliki kelimpahan rendah dan sangat radioaktif, sehingga beracun bagi kehidupan. | ||
== Pengembangan == | == Pengembangan == | ||
Logam alkali tanah berikutnya setelah radium diperkirakan [[Unbinilium|unsur 120]], meskipun ini mungkin tidak benar karena [[Kimia kuantum relativistik|efek relativistik]]. Sintesis unsur 120 pertama kali dilakukan pada bulan Maret 2007, ketika sebuah tim di ''[[Flerov Laboratory of Nuclear Reactions]]'' di [[Dubna]] membombardir [[plutonium]]-244 dengan ion [[besi]]-58; tetapi, tidak ada atom yang diproduksi, yang mengarah ke batas penampang 400 [[barn (satuan)|fb]] pada energi yang dipelajari. Pada bulan April 2007, sebuah tim di [[Gesellschaft für Schwerionenforschung|GSI]] berusaha menciptakan unsur 120 dengan cara membombardir [[uranium]]-238 dengan [[nikel]]-64, meskipun tidak ada atom yang terdeteksi, yang mengarah ke batas reaksi 1,6 pb. Sintesis kembali diupayakan pada sensitivitas yang lebih tinggi, walaupun tidak ada atom yang terdeteksi. Reaksi lainnya telah dicoba, meski semua menemui kegagalan. | Logam alkali tanah berikutnya setelah radium diperkirakan [[Unbinilium|unsur 120]], meskipun ini mungkin tidak benar karena [[Kimia kuantum relativistik|efek relativistik]].<ref>Gäggeler, Heinz W. [http://lch.web.psi.ch/files/lectures/TexasA&M/TexasA&M.pdf Gas Phase Chemistry of Superheavy Elements]. ''Lecture Course Texas A&M''. 5–7 November 2007.</ref> Sintesis unsur 120 pertama kali dilakukan pada bulan Maret 2007, ketika sebuah tim di ''[[Flerov Laboratory of Nuclear Reactions]]'' di [[Dubna]] membombardir [[plutonium]]-244 dengan ion [[besi]]-58; tetapi, tidak ada atom yang diproduksi, yang mengarah ke batas penampang 400 [[barn (satuan)|fb]] pada energi yang dipelajari.<ref>Yu. Ts. Oganessian. ''Attempt to produce element 120 in the 244 Pu+ 58 Fe reaction''. ''Phys. Rev. C''. 2009. Vol. 79 (2). hlm. 024603. doi:10.1103/PhysRevC.79.024603.</ref> Pada bulan April 2007, sebuah tim di [[Gesellschaft für Schwerionenforschung|GSI]] berusaha menciptakan unsur 120 dengan cara membombardir [[uranium]]-238 dengan [[nikel]]-64, meskipun tidak ada atom yang terdeteksi, yang mengarah ke batas reaksi 1,6 pb. Sintesis kembali diupayakan pada sensitivitas yang lebih tinggi, walaupun tidak ada atom yang terdeteksi. Reaksi lainnya telah dicoba, meski semua menemui kegagalan.<ref>http://fias.uni-frankfurt.de/kollo/Duellmann_FIAS-Kolloquium.pdf</ref> | ||
Sifat limia unsur 120 diperkirakan mendekati [[kalsium]] atau [[stronsium]] bukan [[barium]] atau [[radium]]. Ini tidak biasa karena [[tren periodik]] memprediksi unsur 120 lebih reaktif daripada barium dan radium. Hal ini menurunkan [[reaktivitas (kimia)|reaktivitas]] disebabkan oleh energi yang diharapkan dari [[elektron valensi]] unsur 120, meningkatkan [[energi ionisasi]] unsur 120 dan menurunkan [[jari-jari logam]] dan [[jari-jari ion]]. | Sifat limia unsur 120 diperkirakan mendekati [[kalsium]] atau [[stronsium]]<ref>Seaborg, G. T. [http://www.britannica.com/EBchecked/topic/603220/transuranium-element transuranium element (chemical element)]. Encyclopædia Britannica. c. 2006.</ref> bukan [[barium]] atau [[radium]]. Ini tidak biasa karena [[tren periodik]] memprediksi unsur 120 lebih reaktif daripada barium dan radium. Hal ini menurunkan [[reaktivitas (kimia)|reaktivitas]] disebabkan oleh energi yang diharapkan dari [[elektron valensi]] unsur 120, meningkatkan [[energi ionisasi]] unsur 120 dan menurunkan [[jari-jari logam]] dan [[jari-jari ion]].<ref>Seaborg, G. T. [http://www.britannica.com/EBchecked/topic/603220/transuranium-element transuranium element (chemical element)]. Encyclopædia Britannica. c. 2006.</ref> | ||
Meskipun ekstrapolasi sederhana akan menempatkan unsur 170 sebagai anggota berikutnya dari deret ini, perhitungan menunjukkan bahwa unsur berikutnya dari rangkaian ini sebenarnya adalah unsur 166. | Meskipun ekstrapolasi sederhana akan menempatkan unsur 170 sebagai anggota berikutnya dari deret ini, perhitungan menunjukkan bahwa unsur berikutnya dari rangkaian ini sebenarnya adalah unsur 166. | ||
| Baris 140: | Baris 207: | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | * | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
| Baris 152: | Baris 214: | ||
* . | * . | ||
* Maguire, Michael E. "Alkaline Earth Metals." ''Chemistry: Foundations and Applications''. Ed. [[J. J. Lagowski]]. Vol. 1. New York: Macmillan Reference USA, 2004. 33–34. 4 vols. Gale Virtual Reference Library. Thomson Gale. | * Maguire, Michael E. "Alkaline Earth Metals." ''Chemistry: Foundations and Applications''. Ed. [[J. J. Lagowski]]. Vol. 1. New York: Macmillan Reference USA, 2004. 33–34. 4 vols. Gale Virtual Reference Library. Thomson Gale. | ||
* | * | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Logam+alkali+tanah&oldid=29568591 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29568591 (2026-08-13T00:18:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 03.56

Logam alkali tanah adalah unsur kimia golongan 2 atau IIA dari tabel periodik. Golongan ini juga dikenal sebagai golongan berilium. Golongan ini terdiri dari unsur berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan unsur radioaktif radium (Ra).[1] Unsur-unsurnya memiliki sifat yang sangat mirip: mereka semua adalah logam berkilau, putih keperakan, agak reaktif pada suhu dan tekanan standar.[2]
Secara struktural, mereka memiliki kesamaan yaitu kelopak elektron s terisi penuh;[3][4][5] artinya, orbital ini lengkap berisi dua elektron, sehingga unsur-unsur ini mudah kehilangan kedua elektron terluarnya untuk membentuk kation dengan muatan +2, dan tingkat oksidasi (bilangan oksidasi) +2.[6]
Semua logam alkali tanah yang ditemukan terdapat di alam.[7] Percobaan telah dilakukan untuk mencoba mensintesis unsur 120, calon anggota berikutnya pada golongan ini, tetapi mereka semua mengalami kegagalan.
Karakteristik
Kimia
Seperti golongan lain, anggota keluarga golongan ini menunjukkan pola dalam konfigurasi elektron mereka, terutama kelopak terluar, yang mengakibatkan tren perilaku kimia:
| Z | Unsur | Jumlah elektron/kelopak | Konfigurasi elektron[8] |
|---|---|---|---|
| 4 | Berilium | 2, 2 | [He] 2s2 |
| 12 | Magnesium | 2, 8, 2 | [Ne] 3s2 |
| 20 | Kalsium | 2, 8, 8, 2 | [Ar] 4s2 |
| 38 | Stronsium | 2, 8, 18, 8, 2 | [Kr] 5s2 |
| 56 | Barium | 2, 8, 18, 18, 8, 2 | [Xe] 6s2 |
| 88 | Radium | 2, 8, 18, 32, 18, 8, 2 | [Rn] 7s2 |
Sebagian besar kimia telah diamati hanya untuk lima anggota pertama golongan. Kimia radium belum mapan karena radioaktivitasnya;[9] sehingga, penyajian sifat-sifatnya di sini menjadi terbatas.
Logam alkali tanah berwarna perak dan lembut, dan memiliki densitas, titik lebur, dan titik didih yang relatif rendah. Dalam istilah kimia, semua logam alkali tanah bereaksi dengan halogen untuk membentuk halida logam alkali tanah, yang semuanya berupa senyawa kristal ionik (kecuali berilium klorida, yang berikatan kovalen). Semua logam alkali tanah, kecuali berilium, juga bereaksi dengan air untuk membentuk alkali hidroksida kuat, dan, karenanya, harus ditangani dengan sangat hati-hati. Logam alkali tanah yang lebih berat bereaksi lebih keras daripada yang ringan.[10] Logam alkali tanah memiliki energi ionisasi terendah kedua pada periode masing-masing dalam tabel periodik[11] karena muatan inti efektif mereka yang rendah dan kemampuan untuk mencapai konfigurasi kelopak terluar penuh dengan kehilangan hanya dua elektron. Energi ionisasi kedua semua logam alkali tanah juga relatif rendah.[12][13]
Berilium adalah pengecualian: Ia tidak bereaksi dengan air atau uap air, dan halidanya berikatan kovalen. Jika berilium membentuk senyawa dengan tingkat ionisasi +2, ia akan memolarisasi awan elektron yang berada di dekatnya dengan sangat kuat dan akan menyebabkan tumpangsuh orbital, karena berilium memiliki kepadatan muatan yang tinggi. Semua senyawa yang mengandung berilium memiliki ikatan kovalen.[14] Bahkan senyawa berilium fluorida, yang merupakan senyawa berilium paling ionik, memiliki titik leleh rendah dan konduktivitas listrik rendah saat meleleh.[15][16][17]
Semua logam alkali tanah memiliki dua elektron dalam kelopak valensi mereka, jadi keadaan yang disukai secara energik untuk mencapai kelopak elektron terisi penuh adalah kehilangan dua elektron untuk membentuk ion positif bermuatan ganda.
Senyawa dan reaksi
Semua logam alkali tanah bereaksi dengan halogen membentuk halida ionik, seperti kalsium klorida (), serta bereaksi dengan oksigen untuk oksida seperti stronsium oksida (). Kalsium, stronsium, dan barium bereaksi dengan air menghasilkan gas hidrogen dan hidroksidanya, dan juga mengalami reaksi transmetalasi untuk pertukaran ligan.
Konstanta kelarutan fluorida logam alkali tanah Logam
M
HE
F
HE
"MF"
satuan
HEMF
energi
kisi
Kelarutan
Be 2455 458 3371 3526 larut Mg 1922 458 2838 2978 0,0012 Ca 1577 458 2493 2651 0,0002 Sr 1415 458 2331 2513 0,0008 Ba 1361 458 2277 2373 0,006
Fisika dan atom
Tabel di bawah ini adalah ringkasan sifat fisika dan atom utama logam alkali tanah.
| Logam alkali tanah | Berat atom standar (u)[18][19] |
Titik lebur (K) |
Titik lebur (°C) |
Titik didih (K)[20] |
Titik didih (°C)[21] |
Massa jenis (g/cm) |
Elektronegativitas (Pauling) |
Energi ionisasi pertama (kJ·mol) |
Jari-jari kovalen (pm)[22] |
Warna Uji nyala | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Berilium | 9,012182(3) | 1560 | 1287 | 2742 | 2469 | 1,85 | 1,57 | 899,5 | 105 | Putih[23] | |
| Magnesium | 24,3050(6) | 923 | 650 | 1363 | 1090 | 1,738 | 1,31 | 737,7 | 150 | putih cemerlang[24] | |
| Kalsium | 40,078(4) | 1115 | 842 | 1757 | 1484 | 1,54 | 1,00 | 589,8 | 180 | Merah bata[25] | |
| Stronsium | 87,62(1) | 1050 | 777 | 1655 | 1382 | 2,64 | 0,95 | 549,5 | 200 | Merah krimson[26] | |
| Barium | 137,327(7) | 1000 | 727 | 2170 | 1897 | 3,594 | 0,89 | 502,9 | 215 | Hijau apel[27] | |
| Radium | [226] | 973 | 700 | 2010 | 1737 | 5,5 | 0,9 | 509,3 | 221 | Merah krimson | |
Stabilitas inti
Semua logam alkali tanah, kecuali magnesium dan strontium, memiliki paling sedikit satu radioisotop alami: berilium-7, berilium-10, dan kalsium-41 adalah radioisotop renik, Kalsium-48 dan barium-130 memiliki waktu paruh yang sangat lama dan, dengan demikian, terjadi secara alami, dan semua isotop radium adalah radioaktif. Kalsium-48 adalah nuklida teringan yang dapat mengalami peluruhan beta ganda.[28]
Radioisotop alami kalsium, kalsium-48, menyusun sekitar 0,1874% kalsium alami,[29] sehingga, dengan demikian, kalsium alami adalah radioaktif lemah. Barium-130 menyusun sekitar 0,1062% barium alami, dan, karenanya, barium juga radioaktif lemah.[30]
Sejarah
Etimologi
Logam alkali tanah dinamai sesuai dengan oksidanya, tanah alkali, yang nama kunonya adalah berilia, magnesia, kapur, stronsia, dan barita. Oksida ini bersifat basa (alkalis) bila bereaksi dengan air. "Tanah" adalah istilah lama yang diterapkan oleh kimiawan awal terhadap zat non-metalik yang tidak larut dalam air dan tahan terhadap pemanasan—sifat yang dimiliki oleh oksida ini. Kenyataan bahwa tanah ini bukan unsur tapi senyawa diungkap oleh kimiawan Antoine Lavoisier. Dalam karyanya Traité Élémentaire de Chimie (Unsur Kimia) pada tahun 1789 dia menyebutnya unsur tanah pembentuk garam. Kemudian, ia menyarankan agar alkali tanah bisa berupa oksida logam, tetapi ia mengakui bahwa ini hanyalah dugaan belaka. Pada tahun 1808 Humphry Davy, yang bertindak berdasarkan gagasan Lavoisier, menjadi orang pertama yang memperoleh sampel logam melalui elektrolisis lelehan tanahnya,[31] sehingga mendukung hipotesis Lavoisier dan menyebabkan golongan tersebut diberi nama sebagai logam alkali tanah.
Penemuan
Senyawa kalsium kalsit dan kapur telah dikenal dan digunakan sejak zaman prasejarah.[32] Hal yang sama berlaku untuk senyawa berilium beril dan zamrud. Senyawa logam alkali tanah lainnya ditemukan mulai awal abad ke-15. Senyawa magnesium magnesium sulfat pertama kali ditemukan pada tahun 1618 oleh seorang petani di Epsom, Inggris. Stronsium karbonat ditemukan pada mineral di desa Strontian, Skotlandia pada tahun 1790. Unsur terakhir adalah yang paling tidak melimpah: radioaktif radium, yang diekstraksi dari uraninit pada tahun 1898.[33][34][35]
Semua unsur, kecuali berilium, diisolasi melalui elektrolisis lelehan senyawanya. Magnesium, kalsium, dan stronsium pertama kali diproduksi oleh Humphry Davy pada tahun 1808, sedangkan berilium diisolasi secara terpisah oleh Friedrich Wöhler dan Antoine Bussy pada tahun 1828 dengan mereaksikan senyawa berilium dengan kalium. Pada tahun 1910, radium diisolasi sebagai logam murni oleh Marie Curie dan André-Louis Debierne juga dengan elektrolisis.[36][37][38]
Berilium
Beril, mineral yang mengandung berilium, telah dikenal sejak zaman Kerajaan Ptolemeus di Mesir. Meskipun pada awalnya dianggap bahwa beril adalah aluminium silikat, beril kemudian ditemukan mengandung unsur yang tidak diketahui, saat tahun 1797, Louis-Nicolas Vauquelin melarutkan aluminium hidroksida dari beryl dalam alkali.[39] Pada tahun 1828, Friedrich Wöhler [40] dan Antoine Bussy[41] secara terpisah mengisolasi unsur baru ini, berilium, dengan metode yang sama, yang melibatkan reaksi berilium klorida dengan logam kalium; reaksi ini tidak mampu menghasilkan ingot berilium yang besar. Baru pada tahun 1898, ketika Paul Lebeau melakukan elektrolisis campuran berilium fluorida dan natrium fluorida, sampel berilium murni yang besar dihasilkan.
Magnesium
Magnesium pertama kali diproduksi oleh Sir Humphry Davy di Inggris pada tahun 1808 dengan menggunakan elektrolisis campuran magnesia dan merkuri oksida.[42] Antoine Bussy mempersiapkannya dalam bentuk yang koheren pada tahun 1831. Saran pertama Davy untuk sebuah nama adalah magnium,[43] tetapi sekarang digunakan nama magnesium.
Kalsium
Kapur telah digunakan sebagai bahan untuk bangunan sejak 7000 sampai 14000 SM,[44] dan tanur kapur telah ada sejak 2500 SM di Khafaja, Mesopotamia.[45][46] Kalsium sebagai bahan telah dikenal sejak setidaknya abad pertama, karena Romawi Kuno diketahui telah menggunakan kalsium oksida yang disiapkan dari kapur. Kalsium sulfat telah dikenal mampu memperbaiki tulang patah sejak abad kesepuluh. Bagaimanapun, kalsium itu sendiri tidak diisolasi sampai tahun 1808, ketika Humphry Davy, di Inggris, melakukan elektrolisis pada campuran kapur dan merkuri oksida,[47] setelah mendengar bahwa Jöns Jakob Berzelius telah menyiapkan amalgam kalsium dari elektrolisis kapur dalam raksa.
Stronsium
Pada tahun 1790, dokter Adair Crawford, yang telah bekerja dengan barium, menyadari bahwa bijih Strontian menunjukkan sifat yang berbeda dari bijih lain yang dianggap sebagai barium.[48] Oleh karena itu, dia menyimpulkan bahwa bijih ini mengandung mineral baru, yang diberi nama strontites pada tahun 1793 oleh Thomas Charles Hope, seorang guru besar kimia di University of Glasgow,[49] yang mengkonfirmasi penemuan Crawford. Stronsium akhirnya diisolasi pada tahun 1808 oleh Sir Humphry Davy dengan elektrolisis campuran stronsium klorida dan merkuri oksida. Penemuan tersebut diumumkan oleh Davy pada tanggal 30 Juni 1808 di sebuah kuliah kepada Royal Society.[50]
Barium
Barit, mineral yang mengandung barium, pertama kali dikenali mengandung unsur baru pada tahun 1774 oleh Carl Scheele, meskipun ia hanya dapat mengisolasi barium oksida. Barium oksida diisolasi kembali dua tahun kemudian oleh Johan Gottlieb Gahn. Kemudian pada abad ke-18, William Withering menengarai mineral berat di tambang timbal Cumberland, yang sekarang diketahui mengandung barium. Barium sendiri akhirnya diisolasi pada tahun 1808 ketika Sir Humphry Davy menggunakan elektrolisis dengan lelehan garam, dan Davy menamai unsur tersebut barium, sesuai nama barita. Kemudian, Robert Bunsen dan Augustus Matthiessen mengisolasi barium murni dengan elektrolisis campuran barium klorida dan amonium klorida.[51][52]
Radium
Saat mempelajari uraninit, pada tanggal 21 Desember 1898, Marie dan Pierre Curie menemukan bahwa, bahkan setelah uranium meluruh, materi yang dibuat masih bersifat radioaktif. Bahannya berperilaku agak mirip dengan senyawa barium, meskipun beberapa sifat, seperti warna uji nyala dan garis spektral, jauh berbeda. Mereka mengumumkan penemuan sebuah unsur baru pada tanggal 26 Desember 1898 di French Academy of Sciences.[53] Nama radium diberikan pada tahun 1899 dari kata radius, yang berarti sinar, karena radium memancarkan tenaga dalam bentuk sinar.[54]
Kelimpahan
Berilium terdapat di kerak bumi dengan konsentrasi dua sampai enam bagian per juta (ppm),[55] sebagian besar ada di tanah, dengan konsentrasi enam ppm. Berilium adalah salah satu unsur yang paling langka dalam air laut, bahkan lebih langka daripada unsur seperti skandium, dengan konsentrasi 0,2 bagian per triliun.[56][57] Namun, di air tawar, berilium agak lebih melimpah, dengan konsentrasi 0,1 bagian per miliar.[58]
Magnesium dan kalsium sangat banyak ditemukan di kerak bumi, dengan kalsium merupakan unsur kelima yang paling melimpah, dan magnesium kedelapan. Tak satu pun logam alkali tanah ditemukan sebagai unsur bebas, tapi magnesium dan kalsium banyak ditemukan dalam batuan dan mineral: magnesium dalam karnallit, magnesit, dan dolomit; dan kalsium dalam kapur, batu gamping, gipsum, dan anhidrit.[59]
Stronsium adalah unsur kelima belas yang paling melimpah dalam kerak bumi. Kebanyakan stronsium ditemukan dalam mineral selestit dan stronsianit.[60] Barium sedikit kurang umum, sebagian besar dalam mineral barit.[61]
Radium, yang merupakan produk peluruhan uranium, ditemukan di semua bijih uranium.[62] Oleh karena waktu paruhnya yang relatif singkat,[63] radium dari awal sejarah Bumi telah meluruh, dan sampel hari ini semuanya berasal dari peluruhan uranium yang jauh lebih lambat.[64]
Produksi
Sebagian besar berilium diekstraksi dari berilium hidroksida. Salah satu metode produksi adalah sintering, dilakukan dengan mencampur beril, natrium fluorosilikat, dan soda pada suhu tinggi untuk membentuk natrium fluoroberilat, aluminium oksida, dan silikon dioksida. Larutan natrium fluoroberilat dan natrium hidroksida dalam air kemudian digunakan untuk membentuk berilium hidroksida dengan cara presipitasi. Sebagai alternatif, dalam metode lelehan, bubuk beril dipanaskan sampai suhu tinggi, didinginkan dengan air, kemudian dipanaskan sedikit lagi dalam asam sulfat, menghasilkan berilium hidroksida. Berilium hidroksida dari kedua metode tersebut kemudian menghasilkan berilium fluorida dan berilium klorida melalui proses yang agak panjang. Elektrolisis atau pemanasan senyawa ini kemudian dapat menghasilkan berilium.[65]
Secara umum, stronsium karbonat diekstraksi dari mineral selestit melalui dua metode: dengan cara melindi selestit dengan natrium karbonat, atau dengan cara yang lebih rumit yang melibatkan batubara.[66]
Untuk menghasilkan barium, bijih barit dipisahkan dari kuarsa, terkadang dengan metode flotasi buih, sehingga menghasilkan barit yang relatif murni. Karbon kemudian digunakan untuk mereduksi barit menjadi barium sulfida, yang dilarutkan dengan unsur lain untuk membentuk senyawa lain, seperti barium nitrat. Ini pada gilirannya didekompresi termal menjadi barium oksida, yang akhirnya menghasilkan barium murni setelah bereaksi dengan aluminium.[67] Pemasok barium yang paling penting adalah China, yang memproduksi lebih dari 50% pasokan dunia.[68]
Aplikasi
Berilium digunakan terutama untuk aplikasi militer,[69] tapi ada juga kegunaan lain dari berilium. Dalam elektronika, berilium digunakan sebagai dopan tipe p dalam beberapa semikonduktor,[70] dan berilium oksida digunakan sebagai isolator listrik dan konduktor panas berkekuatan tinggi.[71] Karena sifatnya yang ringan dan sifat lainnya, berilium juga digunakan dalam mekanika yang memerlukan kekakuan, ringan, dan stabilitas dimensi pada rentang suhu yang lebar.[72][73]
Magnesium memiliki banyak kegunaan yang berbeda. Salah satu kegunaannya yang paling umum adalah di industri, di mana ia memiliki banyak keunggulan struktural dibandingkan bahan lain seperti aluminium, walaupun penggunaan ini telah menurun akhir-akhir ini karena sifat magnesium yang mudah terbakar.[74] Magnesium juga sering dipadu dengan aluminium atau seng untuk membentuk bahan dengan sifat yang lebih diinginkan daripada logam murni apapun.[75] Magnesium memiliki banyak kegunaan lain dalam aplikasi industri, seperti dalam produksi besi dan baja, serta produksi titanium.[76]
Kalsium juga memiliki banyak kegunaan. Salah satu kegunaannya adalah sebagai reduktor dalam pemisahan logam lain dari bijih, seperti uranium. Ia juga digunakan dalam produksi paduan banyak logam, seperti paduan aluminium dan tembaga, dan juga digunakan untuk deoksidasi paduan. Kalsium juga memiliki peran dalam pembuatan keju, mortar, dan semen.[77]
Strontium dan barium tidak memiliki banyak aplikasi seperti logam alkali tanah yang ringan, namun tetap ada manfaatnya. Stronsium karbonat sering digunakan dalam pemberi warna merah pada kembang api,[78] dan stronsium murni digunakan dalam studi pelepasan neurotransmiter di dalam neuron.[79][80] Barium memiliki beberapa kegunaan dalam tabung vakum untuk menghilangkan gas,[81] dan barium sulfat memiliki banyak kegunaan dalam industri petroleum,[82] serta industri lainnya.[83][84][85]
Karena radioaktivitasnya, radium tidak lagi memiliki banyak aplikasi seperti dulu. Radium dulu sering digunakan dalam cat bercahaya,[86] meskipun penggunaan ini dihentikan setelah membuat sakit para pekerja.[87] Karena orang pernah berpikir bahwa radioaktivitas adalah hal yang baik, radium pernah ditambahkan ke dalam air minum, pasta gigi, dan banyak produk lainnya, meskipun juga tidak digunakan lagi mengingat dampak kesehatannya.[88] Radium bahkan tidak lagi digunakan sifat radioaktifnya, karena ada bahan yang lebih kuat dan lebih aman daripada radium.[89][90]
Peran biologis dan tindakan pencegahan
Magnesium dan kalsium ada di mana-mana dan penting bagi semua makhluk hidup. Mereka terlibat dalam lebih dari satu peran, misalnya, pompa ion magnesium atau kalsium berperan dalam beberapa proses seluler, magnesium berfungsi sebagai pusat aktif di beberapa enzim, dan garam kalsium mengambil peran struktural, terutama di dalam tulang.
Stronsium memainkan peran penting dalam kehidupan akuatik laut, terutama koral keras, yang menggunakan stronsium untuk membangun eksoskeleton mereka. Stronsium dan barium memiliki beberapa kegunaan dalam pengobatan, misalnya "makanan barium dalam pencitraan radiografi, sementara senyawa stronsium digunakan di beberapa pasta gigi. Kelebihan stronsium-90 adalah beracun karena radioaktivitasnya dan stronsium-90 dapat meniru kalsium dan kemudian bisa membunuh.
Berilium dan radium beracun. Kelarutan berilium dalam air rendah, berarti jarang tersedia untuk sistem biologis; ia tidak memiliki peran yang diketahui dalam organisme hidup dan, jika ditemui oleh mereka, biasanya sangat beracun.[91] Radium memiliki kelimpahan rendah dan sangat radioaktif, sehingga beracun bagi kehidupan.
Pengembangan
Logam alkali tanah berikutnya setelah radium diperkirakan unsur 120, meskipun ini mungkin tidak benar karena efek relativistik.[92] Sintesis unsur 120 pertama kali dilakukan pada bulan Maret 2007, ketika sebuah tim di Flerov Laboratory of Nuclear Reactions di Dubna membombardir plutonium-244 dengan ion besi-58; tetapi, tidak ada atom yang diproduksi, yang mengarah ke batas penampang 400 fb pada energi yang dipelajari.[93] Pada bulan April 2007, sebuah tim di GSI berusaha menciptakan unsur 120 dengan cara membombardir uranium-238 dengan nikel-64, meskipun tidak ada atom yang terdeteksi, yang mengarah ke batas reaksi 1,6 pb. Sintesis kembali diupayakan pada sensitivitas yang lebih tinggi, walaupun tidak ada atom yang terdeteksi. Reaksi lainnya telah dicoba, meski semua menemui kegagalan.[94]
Sifat limia unsur 120 diperkirakan mendekati kalsium atau stronsium[95] bukan barium atau radium. Ini tidak biasa karena tren periodik memprediksi unsur 120 lebih reaktif daripada barium dan radium. Hal ini menurunkan reaktivitas disebabkan oleh energi yang diharapkan dari elektron valensi unsur 120, meningkatkan energi ionisasi unsur 120 dan menurunkan jari-jari logam dan jari-jari ion.[96]
Meskipun ekstrapolasi sederhana akan menempatkan unsur 170 sebagai anggota berikutnya dari deret ini, perhitungan menunjukkan bahwa unsur berikutnya dari rangkaian ini sebenarnya adalah unsur 166.
Lihat Juga
- Golongan tabel periodik
- Golongan 1 (IA) (Logam alkali)
- Golongan 3 (IIIB) (Logam tanah jarang)
- Golongan 4 (IVB)
- Golongan 5 (VB)
- Golongan 6 (VIB)
- Golongan 7 (VIIB)
- Golongan 8 (VIIIB)
- Golongan 9 (VIIIB)
- Golongan 10 (VIIIB)
- Golongan 11 (IB) (Logam koin)
- Golongan 12 (IIB) (Logam volatil)
- Golongan 13 (IIIA) (Ikosagen/Triel)
- Golongan 14 (IVA) (Kristalogen/Tetrel)
- Golongan 15 (VA) (Pniktogen/Pentel)
- Golongan 16 (VIA) (Kalkogen)
- Golongan 17 (VIIA) (Halogen)
- Golongan 18 (VIIIA) (Aerogen/Gas mulia)
Catatan
Daftar pustaka
Bacaan lebih lanjut
- .
- .
- Maguire, Michael E. "Alkaline Earth Metals." Chemistry: Foundations and Applications. Ed. J. J. Lagowski. Vol. 1. New York: Macmillan Reference USA, 2004. 33–34. 4 vols. Gale Virtual Reference Library. Thomson Gale.
Referensi
- ↑ .
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ Periodic Table: Atomic Properties of the Elements. nist.gov. National Institute of Standards and Technology. September 2010.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2003.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Abundance in Earth's Crust. WebElements.com.
- ↑ Notasi gas mulia digunakan untuk keringkasan; gas mulia terdekat yang mendahului unsur yang dimaksud ditulis terlebih dahulu, dan kemudian konfigurasi elektron dilanjutkan dari titik tersebut.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2003.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2003.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Bell, N. A. Advances in inorganic chemistry and radiochemistry, Volume 14. Academic Press. 1972. hlm. 256–277. ISBN 978-0-12-023614-5.
- ↑ Kenneth A. Walsh. Beryllium chemistry and processing. ASM International. 2009-08-01. hlm. 99–102, 118–119. ISBN 978-0-87170-721-5.
- ↑ Hertz, Raymond K. Chemical analysis of metals: a symposium. ASTM. 1987. hlm. 74–75. ISBN 978-0-8031-0942-1.
- ↑ Michael E. Wieser. Atomic weights of the elements 2007 (IUPAC Technical Report). Pure Appl. Chem. IUPAC. 2009. Vol. 81 (11). hlm. 2131–2156. doi:10.1351/PAC-REP-09-08-03.
- ↑ Michael E. Wieser. Atomic weights of the elements 2009 (IUPAC Technical Report). Pure Appl. Chem. IUPAC. 2011. Vol. 83 (2). hlm. 359–396. doi:10.1351/PAC-REP-10-09-14.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2003.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2003.
- ↑ J. C. Slater. Atomic Radii in Crystals. Journal of Chemical Physics. 1964. Vol. 41 (10). hlm. 3199–3205. doi:10.1063/1.1725697.
- ↑ William B. Jensen. The Place of Zinc, Cadmium, and Mercury in the Periodic Table. Journal of Chemical Education. American Chemical Society. 2003. Vol. 80 (8). hlm. 952–961. doi:10.1021/ed080p952.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ G. Audi. The NUBASE evaluation of nuclear and decay properties. Nuclear Physics A. 2003. Vol. 729. hlm. 3–128. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.
- ↑ Richard B. Firestone. Isotopes of Calcium (Z=20). Lawrence Berkeley National Laboratory. 15 March 2010.
- ↑ Richard B. Firestone. Isotopes of Barium (Z=56). Lawrence Berkeley National Laboratory. 15 March 2010.
- ↑ Robert E. Krebs. The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 65–81. ISBN 0-313-33438-2.
- ↑ M. Michael Miller. Commodity report:Lime. United States Geological Survey.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. X. The alkaline earth metals and magnesium and cadmium. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1046. doi:10.1021/ed009p1046.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XII. Other elements isolated with the aid of potassium and sodium: Beryllium, boron, silicon, and aluminum. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1386. doi:10.1021/ed009p1386.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XIX. The radioactive elements. Journal of Chemical Education. 1933. Vol. 10 (2). hlm. 79. doi:10.1021/ed010p79.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. X. The alkaline earth metals and magnesium and cadmium. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (6). hlm. 1046. doi:10.1021/ed009p1046.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XII. Other elements isolated with the aid of potassium and sodium: Beryllium, boron, silicon, and aluminum. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1386. doi:10.1021/ed009p1386.
- ↑ Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XIX. The radioactive elements. Journal of Chemical Education. 1933. Vol. 10 (2). hlm. 79. doi:10.1021/ed010p79.
- ↑ Louis-Nicolas Vauquelin. De l'Aiguemarine, ou Béril; et découverie d'une terre nouvelle dans cette pierre. Annales de Chimie. 1798. hlm. 155–169.
- ↑ Friedrich Wöhler. Ueber das Beryllium und Yttrium. Annalen der Physik. 1828. Vol. 89 (8). hlm. 577–582. doi:10.1002/andp.18280890805.
- ↑ Antoine Bussy. D'une travail qu'il a entrepris sur le glucinium. Journal de Chimie Medicale. 1828. hlm. 456–457.
- ↑ H. Davy. Electro-chemical researches on the decomposition of the earths; with observations on the metals obtained from the alkaline earths, and on the amalgam procured from ammonia. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1808. Vol. 98. hlm. 333–370. doi:10.1098/rstl.1808.0023.
- ↑ H. Davy. Electro-chemical researches on the decomposition of the earths; with observations on the metals obtained from the alkaline earths, and on the amalgam procured from ammonia. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1808. Vol. 98. hlm. 333–370. doi:10.1098/rstl.1808.0023.
- ↑ M. Michael Miller. Commodity report:Lime. United States Geological Survey.
- ↑ Williams. Lime Kilns and Lime Burning. 2004. hlm. 4. ISBN 978-0-7478-0596-0.
- ↑ Oates. Lime and Limestone: Chemistry and Technology, Production and Uses. 2008-07-01. ISBN 978-3-527-61201-7.
- ↑ Davy H. Electro-chemical researches on the decomposition of the earths; with observations on the metals obtained from the alkaline earths, and on the amalgam procured from ammonia. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1808. Vol. 98. hlm. 333–370. doi:10.1098/rstl.1808.0023.
- ↑ Adair Crawford. On the medicinal properties of the muriated barytes. Medical Communications. 1790. Vol. 2. hlm. 301–359.
- ↑ Murray, T. Elemementary Scots: The Discovery of Strontium. Scottish Medical Journal. 1993. Vol. 38 (6). hlm. 188–189.
- ↑ Humphry Davy. researches on the decomposition of the earths; with observations on the metals obtained from the alkaline earths, and on the amalgam procured from ammonia. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1808. Vol. 98. hlm. 333–370.
- ↑ Masthead. Annalen der Chemie und Pharmacie. 1855. Vol. 93 (3). hlm. fmi–fmi. doi:10.1002/jlac.18550930301.
- ↑ Rud. Wagner. Notizen. Journal für Praktische Chemie. 1856. Vol. 67. hlm. 490–508. doi:10.1002/prac.18560670194.
- ↑ Curie, Pierre. Sur une nouvelle substance fortement radio-active, contenue dans la pechblende (On a new, strongly radioactive substance contained in pitchblende). Comptes Rendus. 1898. Vol. 127. hlm. 1215–1217.
- ↑ radium. Online Etymology Dictionary.
- ↑ Merck contributors. The Merck Index: An Encyclopedia of Chemicals, Drugs, and Biologicals. Merck Research Laboratories, Merck & Co., Inc. 2006. ISBN 0-911910-00-X.
- ↑ John Emsley. Nature's Building Blocks: An A–Z Guide to the Elements. Oxford University Press. 2001. ISBN 0-19-850340-7.
- ↑ Abundance in oceans. Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK. WebElements.
- ↑ Abundance in stream water. Mark Winter, The University of Sheffield and WebElements Ltd, UK. WebElements.
- ↑ Royal Society of Chemistry. Visual Elements: Group 2–The Alkaline Earth Metals. Visual Elements. Royal Society of Chemistry.
- ↑ Joyce A. Ober. Mineral Commodity Summaries 2010: Strontium. United States Geological Survey.
- ↑ Kresse, Robert. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Malley. Radioactivity. 2011-08-25. hlm. 115–. ISBN 978-0-19-983178-4.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Kemal. Production of SrCO, by black ash process: Determination of reductive roasting parameters. 1996. hlm. 401. ISBN 9789054108290.
- ↑ Kresse, Robert. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2.
- ↑ Miller, M. M. Barite. USGS.gov.
- ↑ G. N. Petzow. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2005. doi:10.1002/14356007.a04_011.pub2. ISBN 3527306730.
- ↑ Diehl, Roland. High-power diode lasers. Springer. 2000. hlm. 104. ISBN 3-540-66693-1.
- ↑ Purdue engineers create safer, more efficient nuclear fuel, model its performance. Purdue University. 27 September 2005.
- ↑ Joseph R. Davis. Metals handbook. ASM International. 1998. hlm. 690–691. ISBN 978-0-87170-654-6.
- ↑ Schwartz, Mel M. Encyclopedia of materials, parts, and finishes. CRC Press. 2002. hlm. 62. ISBN 1-56676-661-3.
- ↑ Theodore Gray. The Elements: A Visual Exploration of Every Known Atom in the Universe. Black Dog & Leventhal Publishers. 2009. ISBN 978-1-57912-814-2.
- ↑ Hugh D. R. Baker. Magnesium and magnesium alloys. Materials Information Society. 1999. hlm. 4. ISBN 0-87170-657-1.
- ↑ K. Amundsen. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. 2003. doi:10.1002/14356007.a15_559. ISBN 3527306730.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Teresa Moreno. Recreational atmospheric pollution episodes: Inhalable metalliferous particles from firework displays. Atmospheric Environment. 2007. Vol. 41 (5). hlm. 913. doi:10.1016/j.atmosenv.2006.09.019.
- ↑ R. Miledi. Strontium as a Substitute for Calcium in the Process of Transmitter Release at the Neuromuscular Junction. Nature. 1966. Vol. 212 (5067). hlm. 1233–4. doi:10.1038/2121233a0.
- ↑ Hagler D.J., Jr. Properties of synchronous and asynchronous release during pulse train depression in cultured hippocampal neurons. J. Neurophysiol. 2001. Vol. 85 (6). hlm. 2324–34.
- ↑ Kresse, Robert. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2003.
- ↑ CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2003.
- ↑ Kresse, Robert. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2007. doi:10.1002/14356007.a03_325.pub2.
- ↑ Jones, Chris J. Medicinal applications of coordination chemistry. Royal Society of Chemistry. 2007. hlm. 102. ISBN 0-85404-596-1.
- ↑ JG Terrill Jr. Radium in the healing arts and in industry: Radiation exposure in the United States. Public Health Reports. 1954. Vol. 69 (3). hlm. 255–62. doi:10.2307/4588736.
- ↑ Mass Media & Environmental Conflict – Radium Girls.
- ↑ Theodore Gray. The Elements: A Visual Exploration of Every Known Atom in the Universe. Black Dog & Leventhal Publishers. 2009. ISBN 978-1-57912-814-2.
- ↑ Committee On Radiation Source Use And Replacement. Radiation source use and replacement: Abbreviated version. January 2008. hlm. 24. ISBN 978-0-309-11014-3.
- ↑ Bentel. Radiation therapy planning. 1996. hlm. 8. ISBN 978-0-07-005115-7.
- ↑ Concise Encyclopedia Chemistry. Walter de Gruyter. 1994.
- ↑ Gäggeler, Heinz W. Gas Phase Chemistry of Superheavy Elements. Lecture Course Texas A&M. 5–7 November 2007.
- ↑ Yu. Ts. Oganessian. Attempt to produce element 120 in the 244 Pu+ 58 Fe reaction. Phys. Rev. C. 2009. Vol. 79 (2). hlm. 024603. doi:10.1103/PhysRevC.79.024603.
- ↑ http://fias.uni-frankfurt.de/kollo/Duellmann_FIAS-Kolloquium.pdf
- ↑ Seaborg, G. T. transuranium element (chemical element). Encyclopædia Britannica. c. 2006.
- ↑ Seaborg, G. T. transuranium element (chemical element). Encyclopædia Britannica. c. 2006.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29568591 (2026-08-13T00:18:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.