Lompat ke isi

Seng: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29463136; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
'''Seng''', (, ) adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Zn''' dan [[nomor atom]] 30. Seng adalah logam yang sedikit rapuh pada [[suhu kamar]] dan memiliki penampilan keabu-abuan keperakan ketika oksidasi dihilangkan. Ia merupakan unsur pertama dalam [[Unsur golongan 12|golongan 12 (IIB)]] dari [[tabel periodik]]. Dalam beberapa hal, seng secara kimiawi mirip dengan [[magnesium]]: kedua unsur ini hanya menunjukkan satu [[bilangan oksidasi]] normal (+2), dan [[ion]] Zn<sup>2+</sup> dan Mg<sup>2+</sup> memiliki ukuran yang sama. Seng merupakan [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi]] dan memiliki lima [[isotop]] stabil. [[Bijih]] seng yang paling umum adalah [[sfalerit]] (seng campuran), sebuah mineral [[seng sulfida]]. [[Lode]] terbesar yang bisa diterapkan berada di Australia, Asia, dan Amerika Serikat. Seng dimurnikan melalui [[pengapungan]] buih [[bijih]], [[Pemanggangan (metalurgi)|pemanggangan]], dan [[Metalurgi ekstraktif|ekstraksi]] akhir menggunakan [[listrik]] ([[pengekstraksian listrik]]).
[[File:Zinc_fragment_sublimed_and_1cm3_cube.jpg|thumb|right|280px|Zinc fragment sublimed and 1cm3 cube]]


[[Kuningan]], sebuah [[logam paduan|paduan]] [[tembaga]] dan seng dalam berbagai proporsi, digunakan sejak milenium ketiga SM di wilayah [[Laut Aegean|Aegean]] dan wilayah yang saat ini meliputi [[Irak]], [[Uni Emirat Arab]], [[Kalmykia]], [[Turkmenistan]] dan [[Georgia]]. Pada milenium kedua SM, ia digunakan di wilayah yang saat ini termasuk [[India Barat]], [[Uzbekistan]], [[Iran]], [[Suriah]], Irak, dan [[Israel]]. [[Logam]] seng tidak diproduksi dalam skala besar sampai abad ke-12 di India, meskipun diketahui oleh orang Romawi dan Yunani kuno. Tambang [[Rajasthan]] telah memberikan bukti pasti produksi seng sejak abad ke-6 SM. Sampai saat ini, bukti tertua seng murni berasal dari Zawar, di Rajasthan, pada awal abad ke-9 M ketika proses penyulingan digunakan untuk membuat seng murni. Para [[Alkimia|alkemis]] membakar seng di udara untuk membentuk apa yang mereka sebut "[[Seng oksida|wol filsuf]]" atau "salju putih".
'''Seng''', (, ) adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Zn''' dan [[nomor atom]] 30. Seng adalah logam yang sedikit rapuh pada [[suhu kamar]] dan memiliki penampilan keabu-abuan keperakan ketika oksidasi dihilangkan. Ia merupakan unsur pertama dalam [[Unsur golongan 12|golongan 12 (IIB)]] dari [[tabel periodik]]. Dalam beberapa hal, seng secara kimiawi mirip dengan [[magnesium]]: kedua unsur ini hanya menunjukkan satu [[bilangan oksidasi]] normal (+2), dan [[ion]] Zn<sup>2+</sup> dan Mg<sup>2+</sup> memiliki ukuran yang sama.<ref>Unsur-unsur tersebut berasal dari golongan logam yang berbeda. Lihat tabel periodik.</ref> Seng merupakan [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi]] dan memiliki lima [[isotop]] stabil. [[Bijih]] seng yang paling umum adalah [[sfalerit]] (seng campuran), sebuah mineral [[seng sulfida]]. [[Lode]] terbesar yang bisa diterapkan berada di Australia, Asia, dan Amerika Serikat. Seng dimurnikan melalui [[pengapungan]] buih [[bijih]], [[Pemanggangan (metalurgi)|pemanggangan]], dan [[Metalurgi ekstraktif|ekstraksi]] akhir menggunakan [[listrik]] ([[pengekstraksian listrik]]).
 
[[Kuningan]], sebuah [[logam paduan|paduan]] [[tembaga]] dan seng dalam berbagai proporsi, digunakan sejak milenium ketiga SM di wilayah [[Laut Aegean|Aegean]] dan wilayah yang saat ini meliputi [[Irak]], [[Uni Emirat Arab]], [[Kalmykia]], [[Turkmenistan]] dan [[Georgia]]. Pada milenium kedua SM, ia digunakan di wilayah yang saat ini termasuk [[India Barat]], [[Uzbekistan]], [[Iran]], [[Suriah]], Irak, dan [[Israel]].<ref>C. P. Thornton. [http://www.safarmer.com/Indo-Eurasian/Brass2007.pdf Of brass and bronze in prehistoric Southwest Asia]. ''Papers and Lectures Online''. Archetype Publications. 2007. ISBN 978-1-904982-19-7.</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Paul T. Craddock. ''The composition of copper alloys used by the Greek, Etruscan and Roman civilizations. The origins and early use of brass''. ''Journal of Archaeological Science''. 1978. Vol. 5 (1). hlm. 1–16. doi:10.1016/0305-4403(78)90015-8.</ref> [[Logam]] seng tidak diproduksi dalam skala besar sampai abad ke-12 di India, meskipun diketahui oleh orang Romawi dan Yunani kuno.<ref>[https://www.rsc.org/periodic-table/element/30/zinc Zinc - Royal Society Of Chemistry].</ref> Tambang [[Rajasthan]] telah memberikan bukti pasti produksi seng sejak abad ke-6 SM.<ref>[http://www.infinityfoundation.com/mandala/t_es/t_es_agraw_zinc_frameset.htm India Was the First to Smelt Zinc by Distillation Process]. Infinityfoundation.com.</ref> Sampai saat ini, bukti tertua seng murni berasal dari Zawar, di Rajasthan, pada awal abad ke-9 M ketika proses penyulingan digunakan untuk membuat seng murni.<ref>Kharakwal, J. S. ''Zinc and Brass in Archaeological Perspective''. ''Ancient Asia''. 1 Desember 2006. Vol. 1. hlm. 139–159. doi:10.5334/aa.06112.</ref> Para [[Alkimia|alkemis]] membakar seng di udara untuk membentuk apa yang mereka sebut "[[Seng oksida|wol filsuf]]" atau "salju putih".


Unsur ini mungkin dinamai oleh alkemis [[Paracelsus]] dari kata bahasa Jerman ''Zinke'' (cabang, gigi). Kimiawan Jerman [[Andreas Sigismund Marggraf]] dikreditkan dengan menemukan seng logam murni pada tahun 1746. Karya [[Luigi Galvani]] dan [[Alessandro Volta]] menemukan sifat elektrokimia seng pada tahun 1800. [[Galvanisasi|Pelapisan seng]] tahan [[korosi]] dari besi ([[galvanisasi celup panas]]) merupakan aplikasi utama untuk seng. Aplikasi lainnya ialah dalam [[Baterai seng–karbon|baterai]] listrik, coran nonstruktural kecil, dan paduan seperti [[kuningan]]. Berbagai senyawa seng yang umum digunakan, seperti [[seng karbonat]] dan [[seng glukonat]] (sebagai suplemen makanan), [[seng klorida]] (dalam deodoran), [[seng pirition]] (sampo anti [[ketombe]]), [[seng sulfida]] (dalam cat luminesen), dan [[dimetilseng]] atau [[dietilseng]] dalam laboratorium organik.
Unsur ini mungkin dinamai oleh alkemis [[Paracelsus]] dari kata bahasa Jerman ''Zinke'' (cabang, gigi). Kimiawan Jerman [[Andreas Sigismund Marggraf]] dikreditkan dengan menemukan seng logam murni pada tahun 1746. Karya [[Luigi Galvani]] dan [[Alessandro Volta]] menemukan sifat elektrokimia seng pada tahun 1800. [[Galvanisasi|Pelapisan seng]] tahan [[korosi]] dari besi ([[galvanisasi celup panas]]) merupakan aplikasi utama untuk seng. Aplikasi lainnya ialah dalam [[Baterai seng–karbon|baterai]] listrik, coran nonstruktural kecil, dan paduan seperti [[kuningan]]. Berbagai senyawa seng yang umum digunakan, seperti [[seng karbonat]] dan [[seng glukonat]] (sebagai suplemen makanan), [[seng klorida]] (dalam deodoran), [[seng pirition]] (sampo anti [[ketombe]]), [[seng sulfida]] (dalam cat luminesen), dan [[dimetilseng]] atau [[dietilseng]] dalam laboratorium organik.


Seng merupakan sebuah [[Zat gizi mikro|mineral penting]], yang diperlukan untuk perkembangan pranatal dan pascanatal. [[Kekurangan seng]] memengaruhi sekitar dua miliar orang di negara berkembang dan berhubungan dengan banyak penyakit. Pada anak-anak, defisiensi menyebabkan retardasi pertumbuhan, keterlambatan pematangan seksual, kerentanan infeksi, dan [[diare]]. [[Enzim]] dengan atom seng di [[Kofaktor (biokimia)|pusat reaktif]] tersebar luas dalam biokimia, seperti [[alkohol dehidrogenase]] pada manusia. Konsumsi seng berlebih dapat menyebabkan [[ataksia]], [[letargi]], dan [[kekurangan tembaga]].
Seng merupakan sebuah [[Zat gizi mikro|mineral penting]], yang diperlukan untuk perkembangan pranatal dan pascanatal.<ref>Hambidge, K. M. [https://archive.org/details/sim_journal-of-nutrition_2007-04_137_4/page/1101 Zinc deficiency: a special challenge]. ''J. Nutr''. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.</ref> [[Kekurangan seng]] memengaruhi sekitar dua miliar orang di negara berkembang dan berhubungan dengan banyak penyakit.<ref>AS Prasad. [https://archive.org/details/sim_british-medical-journal_2003-02-22_326_7386/page/408 Zinc deficiency : Has been known of for 40 years but ignored by global health organisations]. ''British Medical Journal''. 2003. Vol. 326 (7386). hlm. 409–410. doi:10.1136/bmj.326.7386.409.</ref> Pada anak-anak, defisiensi menyebabkan retardasi pertumbuhan, keterlambatan pematangan seksual, kerentanan infeksi, dan [[diare]].<ref>Hambidge, K. M. [https://archive.org/details/sim_journal-of-nutrition_2007-04_137_4/page/1101 Zinc deficiency: a special challenge]. ''J. Nutr''. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.</ref> [[Enzim]] dengan atom seng di [[Kofaktor (biokimia)|pusat reaktif]] tersebar luas dalam biokimia, seperti [[alkohol dehidrogenase]] pada manusia.<ref>Wolfgang Maret. ''Metallomics and the Cell''. Springer. 2013. Vol. 12. hlm. 479–501. doi:10.1007/978-94-007-5561-1_14. ISBN 978-94-007-5561-1.</ref> Konsumsi seng berlebih dapat menyebabkan [[ataksia]], [[letargi]], dan [[kekurangan tembaga]].


==Karakteristik==
==Karakteristik==
===Sifat fisik===
===Sifat fisik===
Seng adalah logam [[diamagnetik]] berwarna putih kebiruan dan berkilau, meskipun nilai komersial yang paling umum dari logam ini memiliki hasil akhir yang kusam. Ia agak kurang padat daripada [[besi]] dan memiliki [[struktur kristal]] heksagon, dengan bentuk [[Tetal-rapat sferis sama|susunan padat heksagon]] terdistorsi, di mana setiap atom memiliki enam tetangga terdekat (pada jarak 265,9 pm) di bidangnya sendiri dan enam lainnya pada jarak yang lebih jauh (290,6 pm). Logam ini keras dan rapuh pada sebagian besar suhu tetapi menjadi lunak antara suhu 100 hingga 150&nbsp;°C. Di atas suhu 210&nbsp;°C, logam ini menjadi rapuh lagi dan dapat dihancurkan dengan cara dipukul. Seng adalah [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|konduktor listrik]] yang wajar. Untuk sebuah logam, seng memiliki titik lebur dan titik didih yang relatif rendah (419,5&nbsp;°C dan 907&nbsp;°C). Titik leburnya menjadi yang paling rendah dari semua logam [[blok-d]] lainnya selain [[raksa]] dan [[kadmium]]; untuk alasan ini di antara beberapa alasan lainnya, seng, kadmium, dan raksa sering tidak dianggap sebagai [[logam transisi]] seperti logam blok-d lainnya.
Seng adalah logam [[diamagnetik]] berwarna putih kebiruan dan berkilau,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> meskipun nilai komersial yang paling umum dari logam ini memiliki hasil akhir yang kusam.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ia agak kurang padat daripada [[besi]] dan memiliki [[struktur kristal]] heksagon, dengan bentuk [[Tetal-rapat sferis sama|susunan padat heksagon]] terdistorsi, di mana setiap atom memiliki enam tetangga terdekat (pada jarak 265,9 pm) di bidangnya sendiri dan enam lainnya pada jarak yang lebih jauh (290,6 pm).<ref>Wells A.F. (1984) ''Structural Inorganic Chemistry'' edisi ke-5, hlm. 1277, Oxford Science Publications</ref> Logam ini keras dan rapuh pada sebagian besar suhu tetapi menjadi lunak antara suhu 100 hingga 150&nbsp;°C.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Di atas suhu 210&nbsp;°C, logam ini menjadi rapuh lagi dan dapat dihancurkan dengan cara dipukul.<ref>John Scoffern. [https://books.google.com/books?id=SSkKAAAAIAAJ The Useful Metals and Their Alloys]. Houlston and Wright. 1861. hlm. 591–603.</ref> Seng adalah [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|konduktor listrik]] yang wajar.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Untuk sebuah logam, seng memiliki titik lebur dan titik didih yang relatif rendah (419,5&nbsp;°C dan 907&nbsp;°C).<ref>[http://www.galvanizeit.org/design-and-fabrication/design-considerations/zinc-metal-properties Zinc Metal Properties]. American Galvanizers Association. 2008.</ref> Titik leburnya menjadi yang paling rendah dari semua logam [[blok-d]] lainnya selain [[raksa]] dan [[kadmium]]; untuk alasan ini di antara beberapa alasan lainnya, seng, kadmium, dan raksa sering tidak dianggap sebagai [[logam transisi]] seperti logam blok-d lainnya.<ref>[http://www.galvanizeit.org/design-and-fabrication/design-considerations/zinc-metal-properties Zinc Metal Properties]. American Galvanizers Association. 2008.</ref>


Banyak [[Logam paduan|paduan]] mengandung seng, termasuk kuningan. Logam lain yang telah lama diketahui membentuk paduan biner dengan seng adalah [[aluminium]], [[antimon]], [[bismut]], [[emas]], [[besi]], [[timbal]], [[raksa]], [[perak]], [[timah]], [[magnesium]], [[kobalt]], [[nikel]], [[telurium]], dan [[natrium]]. Meskipun baik seng maupun [[zirkonium]] tidak bersifat [[Feromagnetisme|feromagnetik]], paduan mereka, , menunjukkan feromagnetisme di bawah suhu 35&nbsp;[[Kelvin|K]].
Banyak [[Logam paduan|paduan]] mengandung seng, termasuk kuningan. Logam lain yang telah lama diketahui membentuk paduan biner dengan seng adalah [[aluminium]], [[antimon]], [[bismut]], [[emas]], [[besi]], [[timbal]], [[raksa]], [[perak]], [[timah]], [[magnesium]], [[kobalt]], [[nikel]], [[telurium]], dan [[natrium]].<ref>Walter Renton Ingalls. [https://books.google.com/books?id=RhNDAAAAIAAJ&pg=PA133 Production and Properties of Zinc: A Treatise on the Occurrence and Distribution of Zinc Ore, the Commercial and Technical Conditions Affecting the Production of the Spelter, Its Chemical and Physical Properties and Uses in the Arts, Together with a Historical and Statistical Review of the Industry]. The Engineering and Mining Journal. 1902. hlm. 142–6.</ref> Meskipun baik seng maupun [[zirkonium]] tidak bersifat [[Feromagnetisme|feromagnetik]], paduan mereka, , menunjukkan feromagnetisme di bawah suhu 35&nbsp;[[Kelvin|K]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
===Keterjadian===
===Keterjadian===
Seng membentuk sekitar 75&nbsp;[[Bagian per juta|ppm]]&nbsp;(0,0075%) dari [[kerak Bumi]], menjadikannya unsur paling melimpah ke-24. Konsentrasi latar belakang seng yang khas tidak melebihi 1 μg/m<sup>3</sup> di atmosfer; 300&nbsp;mg/kg dalam tanah; 100&nbsp;mg/kg dalam vegetasi; 20 μg/L di air tawar dan 5 μg/L di air laut.<ref>John Rieuwerts. [https://www.worldcat.org/oclc/886492996 The Elements of Environmental Pollution]. Earthscan Routledge. 2015. hlm. 286. ISBN 978-0-415-85919-6.</ref> Unsur ini biasanya ditemukan dalam hubungan dengan [[logam dasar]] lainnya seperti [[tembaga]] dan [[timbal]] dalam [[bijih]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Seng merupakan [[Klasifikasi Goldschmidt#Unsur kalkofil|unsur kalkofil]], artinya unsur ini lebih mungkin ditemukan dalam mineral bersama dengan [[belerang]] dan [[kalkogen]] berat lainnya, daripada dengan kalkogen ringan [[oksigen]] atau dengan unsur elektronegatif nonkalkogen seperti [[halogen]]. [[Sulfida]] terbentuk sebagai kerak yang memadat di bawah kondisi [[Redoks|reduksi]] atmosfer Bumi awal.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Sfalerit]], yang merupakan bentuk seng sulfida, adalah bijih yang mengandung seng yang paling banyak ditambang karena konsentratnya mengandung 60–62% seng.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Seng membentuk sekitar 75&nbsp;[[Bagian per juta|ppm]]&nbsp;(0,0075%) dari [[kerak Bumi]], menjadikannya unsur paling melimpah ke-24. Konsentrasi latar belakang seng yang khas tidak melebihi 1 μg/m<sup>3</sup> di atmosfer; 300&nbsp;mg/kg dalam tanah; 100&nbsp;mg/kg dalam vegetasi; 20 μg/L di air tawar dan 5 μg/L di air laut. Unsur ini biasanya ditemukan dalam hubungan dengan [[logam dasar]] lainnya seperti [[tembaga]] dan [[timbal]] dalam [[bijih]]. Seng merupakan [[Klasifikasi Goldschmidt#Unsur kalkofil|unsur kalkofil]], artinya unsur ini lebih mungkin ditemukan dalam mineral bersama dengan [[belerang]] dan [[kalkogen]] berat lainnya, daripada dengan kalkogen ringan [[oksigen]] atau dengan unsur elektronegatif nonkalkogen seperti [[halogen]]. [[Sulfida]] terbentuk sebagai kerak yang memadat di bawah kondisi [[Redoks|reduksi]] atmosfer Bumi awal. [[Sfalerit]], yang merupakan bentuk seng sulfida, adalah bijih yang mengandung seng yang paling banyak ditambang karena konsentratnya mengandung 60–62% seng.
Sumber mineral lain untuk seng termasuk [[smithsonit]] (seng [[karbonat]]), [[hemimorfit]] (seng [[silikat]]), [[wurtzit]] (seng sulfida lain), dan kadang-kadang [[hidrozinkit]] ([[seng karbonat]] dasar).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dengan pengecualian wurtzit, semua mineral lain ini dibentuk oleh pelapukan seng sulfida yang primordial.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Sumber mineral lain untuk seng termasuk [[smithsonit]] (seng [[karbonat]]), [[hemimorfit]] (seng [[silikat]]), [[wurtzit]] (seng sulfida lain), dan kadang-kadang [[hidrozinkit]] ([[seng karbonat]] dasar). Dengan pengecualian wurtzit, semua mineral lain ini dibentuk oleh pelapukan seng sulfida yang primordial.
Sumber daya seng dunia yang teridentifikasi berjumlah sekitar 1,9–2,8 miliar [[ton metrik|ton]].<ref>A.V Sai Srujan. [https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2021/mcs2021-zinc.pdf Mineral Commodity Summaries 2021: Zinc]. USGS. 2021.</ref><ref>R. L. Erickson. ''Crustal Abundance of Elements, and Mineral Reserves and Resources''. ''U.S. Geological Survey Professional Paper''. 1973. hlm. 21–25.</ref> Deposito besar berada di Australia, Kanada dan Amerika Serikat, dengan cadangan terbesar berada di [[Iran]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[http://www.etdb.org/StrategiesAndResearch/Countries/CSPReports/ReportsLibrary/CPS%20Report%20-%20Islamic%20Republic%20of%20Iran.doc Country Partnership Strategy—Iran: 2011–12]. ECO Trade and development bank.</ref><ref>[http://www.iranconmin.de/en/leftnavigation/market IRAN – a growing market with enormous potential]. IMRG. 5 Juli 2010.</ref> Perkiraan terbaru dari basis cadangan untuk seng (memenuhi kriteria fisik minimum yang ditentukan terkait dengan penambangan dan praktik produksi saat ini) dibuat pada tahun 2009 dan dihitung menjadi sekitar 480 Mt.<ref>A. C. Tolcin. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/zinc/mcs-2015-zinc.pdf Mineral Commodity Summaries 2009: Zinc]. USGS. 2009.</ref> Di sisi lain, cadangan seng merupakan badan bijih yang diidentifikasi secara geologis yang kesesuaiannya untuk pemulihan berdasarkan ekonomi (lokasi, kadar, kualitas, dan kuantitas) pada saat penentuan. Karena eksplorasi dan pengembangan tambang merupakan proses yang berkelanjutan, jumlah cadangan seng bukanlah jumlah yang tetap dan keberlanjutan pasokan bijih seng tidak dapat dinilai hanya dengan mengekstrapolasi umur tambang gabungan dari tambang seng saat ini. Konsep ini didukung dengan baik oleh data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), yang menggambarkan bahwa meskipun produksi seng olahan meningkat 80% antara tahun 1990 dan 2010, masa pakai cadangan untuk seng tetap tidak berubah. Sekitar 346 juta ton seng telah diekstraksi sepanjang sejarah hingga tahun 2002, dan para ahli memperkirakan bahwa sekitar 109–305 juta ton seng telah digunakan.<ref>R. B. Gordon. ''Metal stocks and sustainability''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2006. Vol. 103 (5). hlm. 1209–14. doi:10.1073/pnas.0509498103.</ref><ref>Michael Gerst. ''In-Use Stocks of Metals: Status and Implications''. ''Environmental Science and Technology''. 2008. Vol. 42 (19). hlm. 7038–45. doi:10.1021/es800420p.</ref><ref>Gregoire Meylan. ''The anthropogenic cycle of zinc: Status quo and perspectives''. ''Resources, Conservation and Recycling''. 2016. Vol. 123. hlm. 1–10. doi:10.1016/j.resconrec.2016.01.006.</ref>
 
Sumber daya seng dunia yang teridentifikasi berjumlah sekitar 1,9–2,8 miliar [[ton metrik|ton]]. Deposito besar berada di Australia, Kanada dan Amerika Serikat, dengan cadangan terbesar berada di [[Iran]]. Perkiraan terbaru dari basis cadangan untuk seng (memenuhi kriteria fisik minimum yang ditentukan terkait dengan penambangan dan praktik produksi saat ini) dibuat pada tahun 2009 dan dihitung menjadi sekitar 480 Mt. Di sisi lain, cadangan seng merupakan badan bijih yang diidentifikasi secara geologis yang kesesuaiannya untuk pemulihan berdasarkan ekonomi (lokasi, kadar, kualitas, dan kuantitas) pada saat penentuan. Karena eksplorasi dan pengembangan tambang merupakan proses yang berkelanjutan, jumlah cadangan seng bukanlah jumlah yang tetap dan keberlanjutan pasokan bijih seng tidak dapat dinilai hanya dengan mengekstrapolasi umur tambang gabungan dari tambang seng saat ini. Konsep ini didukung dengan baik oleh data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), yang menggambarkan bahwa meskipun produksi seng olahan meningkat 80% antara tahun 1990 dan 2010, masa pakai cadangan untuk seng tetap tidak berubah. Sekitar 346 juta ton seng telah diekstraksi sepanjang sejarah hingga tahun 2002, dan para ahli memperkirakan bahwa sekitar 109–305 juta ton seng telah digunakan.


===Isotop===
===Isotop===
Lima [[isotop]] stabil seng terdapat di alam, dengan <sup>64</sup>Zn menjadi isotop yang paling melimpah (49,17% [[Kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]]).<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Isotop lain yang ditemukan di alam adalah  (27,73%),  (4,04%),  (18,45%), dan  (0,61%).


Lima [[isotop]] stabil seng terdapat di alam, dengan <sup>64</sup>Zn menjadi isotop yang paling melimpah (49,17% [[Kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]]). Isotop lain yang ditemukan di alam adalah (27,73%), (4,04%)(18,45%), dan  (0,61%).
Beberapa lusin [[Radionuklida|radioisotop]] telah dikarakterisasi. , yang memiliki waktu paruh 243,66&nbsp;hari, adalah radioisotop yang paling tidak aktif, diikuti oleh  dengan waktu paruh 46,5&nbsp;jam.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Seng memiliki 10 [[isomer nuklir]]. <sup>69m</sup>Zn memiliki waktu paruh terpanjang, 13,76 jam.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Superskrip ''m'' menunjukkan bahwa ia merupakan isotop [[Metastabilitas|metastabil]]. Inti isotop metastabil berada dalam [[Eksitasi|keadaan tereksitasi]] dan akan kembali ke [[keadaan dasar]] dengan memancarkan [[foton]] dalam bentuk [[sinar gama]].  memiliki tiga keadaan metastabil tereksitasi dan memiliki dua.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Isotop , ,  dan  masing-masing hanya memiliki satu keadaan metastabil tereksitasi.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref>


Beberapa lusin [[Radionuklida|radioisotop]] telah dikarakterisasi. , yang memiliki waktu paruh 243,66&nbsp;hari, adalah radioisotop yang paling tidak aktif, diikuti oleh  dengan waktu paruh 46,5&nbsp;jam. Seng memiliki 10 [[isomer nuklir]]. <sup>69m</sup>Zn memiliki waktu paruh terpanjang, 13,76 jam. Superskrip ''m'' menunjukkan bahwa ia merupakan isotop [[Metastabilitas|metastabil]]. Inti isotop metastabil berada dalam [[Eksitasi|keadaan tereksitasi]] dan akan kembali ke [[keadaan dasar]] dengan memancarkan [[foton]] dalam bentuk [[sinar gama]]. memiliki tiga keadaan metastabil tereksitasi dan  memiliki dua. Isotop , ,  dan  masing-masing hanya memiliki satu keadaan metastabil tereksitasi.
[[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] yang paling umum dari radioisotop seng dengan [[nomor massa]] lebih rendah dari 66 adalah [[penangkapan elektron]]. [[Produk peluruhan]] yang dihasilkan dari penangkapan elektron adalah [[isotop tembaga]].<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref>


[[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] yang paling umum dari radioisotop seng dengan [[nomor massa]] lebih rendah dari 66 adalah [[penangkapan elektron]]. [[Produk peluruhan]] yang dihasilkan dari penangkapan elektron adalah [[isotop tembaga]].
: + [[Elektron|Elektron]]


: + [[Elektron|Elektron]] →
Mode peluruhan yang paling umum dari radioisotop seng dengan nomor massa lebih tinggi dari 66 adalah [[peluruhan beta]] (β<sup>−</sup>), yang menghasilkan [[isotop galium]].<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref>
 
Mode peluruhan yang paling umum dari radioisotop seng dengan nomor massa lebih tinggi dari 66 adalah [[peluruhan beta]] (β<sup>−</sup>), yang menghasilkan [[isotop galium]].
: →  + [[Elektron|Elektron]] + [[Neutrino elektron#Antineutrino elektron|]]
: →  + [[Elektron|Elektron]] + [[Neutrino elektron#Antineutrino elektron|]]
==Senyawa dan sifat kimia==
==Senyawa dan sifat kimia==
===Reaktivitas===
===Reaktivitas===
Seng memiliki [[konfigurasi elektron]] [Ar]3d<sup>10</sup>4s<sup>2</sup> dan merupakan anggota [[Unsur golongan 12|golongan 12]] dari [[tabel periodik]]. Ia merupakan logam yang cukup reaktif dan [[Reduktor|zat pereduksi]] yang kuat.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Permukaan seng murni cepat [[Noda (kimia)|ternoda]], dan akhirnya membentuk lapisan [[Pasivasi (kimia)|pasivasi]] pelindung dari [[Hidrozinkit|seng karbonat]] dasar, , melalui reaksi dengan [[karbon dioksida]] atmosfer.<ref>Frank C. Porter. ''Corrosion Resistance of Zinc and Zinc Alloys''. CRC Press. 1994. hlm. 121. ISBN 978-0-8247-9213-8.</ref>


Seng memiliki [[konfigurasi elektron]] [Ar]3d<sup>10</sup>4s<sup>2</sup> dan merupakan anggota [[Unsur golongan 12|golongan 12]] dari [[tabel periodik]]. Ia merupakan logam yang cukup reaktif dan [[Reduktor|zat pereduksi]] yang kuat. Permukaan seng murni cepat [[Noda (kimia)|ternoda]], dan akhirnya membentuk lapisan [[Pasivasi (kimia)|pasivasi]] pelindung dari [[Hidrozinkit|seng karbonat]] dasar, , melalui reaksi dengan [[karbon dioksida]] atmosfer.
Seng terbakar di udara dengan nyala hijau kebiruan terang, mengeluarkan asap [[seng oksida]].<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1034 1034]–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Seng mudah bereaksi dengan [[asam]], [[alkali]] dan [[nonlogam]] lainnya.<ref>John Iredelle Dillard Hinds. [https://books.google.com/books?id=xMUMAAAAYAAJ Inorganic Chemistry: With the Elements of Physical and Theoretical Chemistry]. John Wiley & Sons. 1908. hlm. 506–508.</ref> Seng yang sangat murni hanya bereaksi lambat pada [[suhu kamar]] dengan asam.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1034 1034]–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Asam kuat, seperti [[asam klorida]] atau [[asam sulfat|sulfat]], dapat menghilangkan lapisan pasivasi dan reaksi selanjutnya dengan kedua asam tersebut melepaskan gas hidrogen.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1034 1034]–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref>


Seng terbakar di udara dengan nyala hijau kebiruan terang, mengeluarkan asap [[seng oksida]]. Seng mudah bereaksi dengan [[asam]], [[alkali]] dan [[nonlogam]] lainnya. Seng yang sangat murni hanya bereaksi lambat pada [[suhu kamar]] dengan asam. Asam kuat, seperti [[asam klorida]] atau [[asam sulfat|sulfat]], dapat menghilangkan lapisan pasivasi dan reaksi selanjutnya dengan kedua asam tersebut melepaskan gas hidrogen.
Sifat kimia seng didominasi oleh bilangan oksidasi +2. Ketika senyawa dalam bilangan oksidasi ini terbentuk, [[Kelopak elektron|kulit]] terluar elektron ''s'' hilang, menghasilkan ion seng telanjang dengan konfigurasi elektron [Ar]3d<sup>10</sup>.<ref>Rob Ritchie. [https://books.google.com/books?id=idT9j6406gsC Chemistry]. Letts and Lonsdale. 2004. hlm. 71. ISBN 978-1-84315-438-9.</ref> Dalam larutan berair kompleks oktahedron,  merupakan spesies yang dominan.<ref>John Burgess. [https://archive.org/details/metalionsinsolut0000john Metal ions in solution]. Ellis Horwood. 1978. hlm. [https://archive.org/details/metalionsinsolut0000john/page/n148 147]. ISBN 978-0-470-26293-1.</ref> [[Volatilisasi]] seng dalam kombinasi dengan seng klorida pada suhu di atas 285&nbsp;°C menunjukkan pembentukan , senyawa seng dengan bilangan oksidasi +1.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1034 1034]–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Tidak ada senyawa seng dalam bilangan oksidasi positif selain +1 atau +2 yang diketahui.<ref>James E. Brady. [https://archive.org/details/generalchemistry1982brad/page/671 General Chemistry: Principles and Structure]. John Wiley & Sons. 1983. hlm. [https://archive.org/details/generalchemistry1982brad/page/671 671]. ISBN 978-0-471-86739-5.</ref> Perhitungan menunjukkan bahwa senyawa seng dengan bilangan oksidasi +4 tidak mungkin ada.<ref>Kaupp M. [https://nbn-resolving.org/urn:nbn:de:bvb:20-opus-60018 Oxidation state +IV in group 12 chemistry. Ab initio study of zinc(IV), cadmium(IV), and mercury(IV) fluorides]. ''Inorganic Chemistry''. 1994. Vol. 33 (10). hlm. 2122–2131. doi:10.1021/ic00088a012.</ref> Zn(III) diperkirakan ada dengan adanya trianion elektronegatif kuat;<ref>Devleena Samanta. [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ja3029119# Zn in the +III Oxidation State]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2012. Vol. 134 (20). hlm. 8400–8403. doi:10.1021/ja3029119.</ref> tetapi, ada beberapa keraguan seputar kemungkinan ini.<ref>Tobias Schlöder. [https://pubs.acs.org/doi/10.1021/ja3052409# Can Zinc Really Exist in Its Oxidation State +III?]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2012. Vol. 134 (29). hlm. 11977–11979. doi:10.1021/ja3052409.</ref> Tetapi pada tahun 2021, senyawa lain telah dilaporkan dengan lebih banyak bukti yang memiliki bilangan oksidasi +3 dengan rumus ZnBeB<sub>11</sub>(CN)<sub>12</sub>.<ref>Hong Fang. ''Realization of the Zn3+ oxidation state''. ''Nanoscale''. 2021. Vol. 13 (33). hlm. 14041–14048. doi:10.1039/D1NR02816B.</ref>


Sifat kimia seng didominasi oleh bilangan oksidasi +2. Ketika senyawa dalam bilangan oksidasi ini terbentuk, [[Kelopak elektron|kulit]] terluar elektron ''s'' hilang, menghasilkan ion seng telanjang dengan konfigurasi elektron [Ar]3d<sup>10</sup>. Dalam larutan berair kompleks oktahedron,  merupakan spesies yang dominan. [[Volatilisasi]] seng dalam kombinasi dengan seng klorida pada suhu di atas 285&nbsp;°C menunjukkan pembentukan , senyawa seng dengan bilangan oksidasi +1. Tidak ada senyawa seng dalam bilangan oksidasi positif selain +1 atau +2 yang diketahui. Perhitungan menunjukkan bahwa senyawa seng dengan bilangan oksidasi +4 tidak mungkin ada. Zn(III) diperkirakan ada dengan adanya trianion elektronegatif kuat; tetapi, ada beberapa keraguan seputar kemungkinan ini. Tetapi pada tahun 2021, senyawa lain telah dilaporkan dengan lebih banyak bukti yang memiliki bilangan oksidasi +3 dengan rumus ZnBeB<sub>11</sub>(CN)<sub>12</sub>.
Sifat kimia seng mirip dengan sifat kimia [[logam transisi]] baris pertama akhir, [[nikel]] dan [[tembaga]], meskipun ia memiliki kulit-d yang terisi dan senyawanya bersifat [[diamagnetik]] serta sebagian besar tidak berwarna.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Jari-jari ion]]ik seng dan [[magnesium]] kebetulan hampir identik. Karena itu beberapa garam ekuivalen memiliki [[struktur kristal]] yang sama,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan dalam keadaan lain di mana jari-jari ionik merupakan faktor penentu, sifat kimia seng memiliki banyak kesamaan dengan magnesium.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1034 1034]–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Dalam hal lain, ada sedikit kesamaan dengan logam transisi baris pertama akhir. Seng cenderung membentuk ikatan dengan tingkat [[Ikatan kovalen|kovalensi]] yang lebih besar dan [[Kompleks koordinasi|kompleks]] yang jauh lebih stabil dengan donor -[[nitrogen|N]] dan -[[Belerang|S]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kompleks seng sebagian besar memiliki [[Ikatan kovalen koordinasi|koordinasi]] -4 atau -6, meskipun kompleks koordinasi-5 juga telah diketahui.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1034 1034]–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref>
 
Sifat kimia seng mirip dengan sifat kimia [[logam transisi]] baris pertama akhir, [[nikel]] dan [[tembaga]], meskipun ia memiliki kulit-d yang terisi dan senyawanya bersifat [[diamagnetik]] serta sebagian besar tidak berwarna. [[Jari-jari ion]]ik seng dan [[magnesium]] kebetulan hampir identik. Karena itu beberapa garam ekuivalen memiliki [[struktur kristal]] yang sama, dan dalam keadaan lain di mana jari-jari ionik merupakan faktor penentu, sifat kimia seng memiliki banyak kesamaan dengan magnesium. Dalam hal lain, ada sedikit kesamaan dengan logam transisi baris pertama akhir. Seng cenderung membentuk ikatan dengan tingkat [[Ikatan kovalen|kovalensi]] yang lebih besar dan [[Kompleks koordinasi|kompleks]] yang jauh lebih stabil dengan donor -[[nitrogen|N]] dan -[[Belerang|S]]. Kompleks seng sebagian besar memiliki [[Ikatan kovalen koordinasi|koordinasi]] -4 atau -6, meskipun kompleks koordinasi-5 juga telah diketahui.
===Senyawa seng(I)===
===Senyawa seng(I)===
Senyawa seng(I) sangatlah jarang. Ion [Zn<sub>2</sub>]<sup>2+</sup> terlibat dalam pembentukan kaca diamagnetik kuning dengan melarutkan seng logam dalam ZnCl<sub>2</sub> cair.  Inti [Zn<sub>2</sub>]<sup>2+</sup> akan analog dengan kation [Hg<sub>2</sub>]<sup>2+</sup> yang ada dalam senyawa [[raksa]](I). Sifat [[diamagnetik]] ion ini menegaskan struktur dimernya. Senyawa seng(I) pertama yang mengandung ikatan Zn–Zn, [[Dekametildizinkosena|(η<sup>5</sup>-C<sub>5</sub>Me<sub>5</sub>)<sub>2</sub>Zn<sub>2</sub>]].
Senyawa seng(I) sangatlah jarang. Ion [Zn<sub>2</sub>]<sup>2+</sup> terlibat dalam pembentukan kaca diamagnetik kuning dengan melarutkan seng logam dalam ZnCl<sub>2</sub> cair.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Inti [Zn<sub>2</sub>]<sup>2+</sup> akan analog dengan kation [Hg<sub>2</sub>]<sup>2+</sup> yang ada dalam senyawa [[raksa]](I). Sifat [[diamagnetik]] ion ini menegaskan struktur dimernya. Senyawa seng(I) pertama yang mengandung ikatan Zn–Zn, [[Dekametildizinkosena|(η<sup>5</sup>-C<sub>5</sub>Me<sub>5</sub>)<sub>2</sub>Zn<sub>2</sub>]].
===Senyawa seng(II)===
===Senyawa seng(II)===
[[Senyawa biner]] seng dikenal untuk sebagian besar [[metaloid]] dan semua [[nonlogam]] kecuali [[gas mulia]]. Seng oksida [[Seng oksida|ZnO]] adalah bubuk putih yang hampir tidak larut dalam larutan berair netral, tetapi bersifat [[Amfoterisme|amfoter]], larut dalam larutan basa kuat dan asam.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1034 1034]–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> [[Kalkogen]]ida seng lainnya ([[Seng sulfida|ZnS]], [[Seng selenida|ZnSe]], dan [[Seng telurida|ZnTe]]) memiliki aplikasi yang bervariasi dalam elektronika dan optika.<ref>[http://www.americanelements.com/znsu.html Zinc Sulfide]. American Elements.</ref> Seng [[pniktogen]]ida ([[Seng nitrida|Seng nitrida]], [[Seng fosfida|Seng fosfida]], [[Seng arsenida|Seng arsenida]] dan [[Seng antimonida|Seng antimonida]]),<ref>[https://books.google.com/books?id=YgI4E7w5JI8C Academic American Encyclopedia]. Grolier Inc. 1994. hlm. 202. ISBN 978-0-7172-2053-3.</ref><ref>[http://www.americanelements.com/znp.html Zinc Phosphide]. American Elements.</ref> seng peroksida ([[Seng peroksida|Seng peroksida]]), seng hidrida ([[Seng hidrida|Seng hidrida]]), dan seng karbida ([[Seng karbida|Seng karbida]]) juga telah diketahui.<ref>[https://archive.org/details/sim_diamond-and-related-materials_february-march-2000_9_2/page/129 Peculiarities of interaction in the Zn–C system under high pressures and temperatures]. ''Diamond and Related Materials''. 2000. Vol. 9 (2). hlm. 129–133. doi:10.1016/S0925-9635(99)00231-9.</ref> Dari keempat [[halida]] seng, [[Seng fluorida|Seng fluorida]] memiliki sifat ionik paling besar, sedangkan yang lainnya ([[Seng klorida|Seng klorida]], [[Seng bromida|Seng bromida]], dan [[Seng iodida|Seng iodida]]) memiliki titik lebur yang relatif rendah dan dianggap lebih bersifat kovalen.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Dalam larutan basa lemah yang mengandung ion , seng hidroksida ([[Seng hidroksida|Seng hidroksida]]) terbentuk sebagai [[Reaksi pengendapan|endapan]] putih. Dalam larutan alkali yang lebih kuat, hidroksida ini dilarutkan untuk membentuk zinkat ([[zinkat|zinkat]]).<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1034 1034]–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Seng nitrat ([[Seng nitrat|Seng nitrat]]), seng klorat ([[Seng klorat|Seng klorat]]), seng sulfat ([[Seng sulfat|Seng sulfat]]), seng fosfat ([[Seng fosfat|Seng fosfat]]), seng molibdat ([[Seng molibdat|Seng molibdat]]), seng sianida ([[Seng sianida|Seng sianida]]), seng arsenit ([[Seng arsenit|Seng arsenit]]), seng arsenat ([[Seng arsenat|Seng arsenat]]), dan seng kromat ([[Seng kromat|Seng kromat]]) (salah satu dari sedikit senyawa seng berwarna) merupakan beberapa contoh senyawa anorganik umum lainnya dari seng.<ref>J. K. Rasmussen. [http://www.orgsyn.org/orgsyn/prep.asp?prep=cv7p0521 In situ Cyanosilylation of Carbonyl Compounds: O-Trimethylsilyl-4-Methoxymandelonitrile]. ''Organic Syntheses, Collected Volume''. 1990. Vol. 7. hlm. 521.</ref><ref>D. L. Perry. [https://archive.org/details/handbookofinorga0000unse Handbook of Inorganic Compounds]. CRC Press. 1995. hlm. [https://archive.org/details/handbookofinorga0000unse/page/448 448]–458. ISBN 978-0-8493-8671-8.</ref>


[[Senyawa biner]] seng dikenal untuk sebagian besar [[metaloid]] dan semua [[nonlogam]] kecuali [[gas mulia]]. Seng oksida [[Seng oksida|ZnO]] adalah bubuk putih yang hampir tidak larut dalam larutan berair netral, tetapi bersifat [[Amfoterisme|amfoter]], larut dalam larutan basa kuat dan asam. [[Kalkogen]]ida seng lainnya ([[Seng sulfida|ZnS]], [[Seng selenida|ZnSe]], dan [[Seng telurida|ZnTe]]) memiliki aplikasi yang bervariasi dalam elektronika dan optika. Seng [[pniktogen]]ida ([[Seng nitrida|Seng nitrida]], [[Seng fosfida|Seng fosfida]], [[Seng arsenida|Seng arsenida]] dan [[Seng antimonida|Seng antimonida]]), seng peroksida ([[Seng peroksida|Seng peroksida]]), seng hidrida ([[Seng hidrida|Seng hidrida]]), dan seng karbida ([[Seng karbida|Seng karbida]]) juga telah diketahui. Dari keempat [[halida]] seng, [[Seng fluorida|Seng fluorida]] memiliki sifat ionik paling besar, sedangkan yang lainnya ([[Seng klorida|Seng klorida]], [[Seng bromida|Seng bromida]], dan [[Seng iodida|Seng iodida]]) memiliki titik lebur yang relatif rendah dan dianggap lebih bersifat kovalen.
[[Senyawa organoseng]] merupakan senyawa yang mengandung ikatan kovalen seng–karbon. Dietilseng ([[Dietilseng|Dietilseng]]) merupakan sebuah reagen dalam kimia sintetis. Ia pertama kali dilaporkan pada tahun 1848 dari reaksi seng dan [[etil iodida]], dan merupakan senyawa pertama yang diketahui mengandung [[ikatan sigma]] logam–karbon.<ref>Frankland, E. [https://zenodo.org/record/1861200 On the isolation of the organic radicals]. ''Quarterly Journal of the Chemical Society''. 1850. Vol. 2 (3). hlm. 263. doi:10.1039/QJ8500200263.</ref>
 
Dalam larutan basa lemah yang mengandung ion , seng hidroksida ([[Seng hidroksida|Seng hidroksida]]) terbentuk sebagai [[Reaksi pengendapan|endapan]] putih. Dalam larutan alkali yang lebih kuat, hidroksida ini dilarutkan untuk membentuk zinkat ([[zinkat|zinkat]]). Seng nitrat ([[Seng nitrat|Seng nitrat]]), seng klorat ([[Seng klorat|Seng klorat]]), seng sulfat ([[Seng sulfat|Seng sulfat]]), seng fosfat ([[Seng fosfat|Seng fosfat]]), seng molibdat ([[Seng molibdat|Seng molibdat]]), seng sianida ([[Seng sianida|Seng sianida]]), seng arsenit ([[Seng arsenit|Seng arsenit]]), seng arsenat ([[Seng arsenat|Seng arsenat]]), dan seng kromat ([[Seng kromat|Seng kromat]]) (salah satu dari sedikit senyawa seng berwarna) merupakan beberapa contoh senyawa anorganik umum lainnya dari seng.
 
[[Senyawa organoseng]] merupakan senyawa yang mengandung ikatan kovalen seng–karbon. Dietilseng ([[Dietilseng|Dietilseng]]) merupakan sebuah reagen dalam kimia sintetis. Ia pertama kali dilaporkan pada tahun 1848 dari reaksi seng dan [[etil iodida]], dan merupakan senyawa pertama yang diketahui mengandung [[ikatan sigma]] logam–karbon.
===Tes untuk seng===
===Tes untuk seng===
Kertas Kobaltisianida (tes Rinnmann untuk Zn) dapat digunakan sebagai indikator kimia untuk seng. 4&nbsp;gram K<sub>3</sub>Co(CN)<sub>6</sub> dan 1&nbsp;gram KClO<sub>3</sub> dilarutkan dalam 100&nbsp;ml air. Kertas dicelupkan ke dalam larutan dan dikeringkan pada suhu 100&nbsp;°C. Satu tetes sampel diteteskan ke atas kertas kering dan dipanaskan. Cakram hijau menunjukkan adanya seng.
Kertas Kobaltisianida (tes Rinnmann untuk Zn) dapat digunakan sebagai indikator kimia untuk seng. 4&nbsp;gram K<sub>3</sub>Co(CN)<sub>6</sub> dan 1&nbsp;gram KClO<sub>3</sub> dilarutkan dalam 100&nbsp;ml air. Kertas dicelupkan ke dalam larutan dan dikeringkan pada suhu 100&nbsp;°C. Satu tetes sampel diteteskan ke atas kertas kering dan dipanaskan. Cakram hijau menunjukkan adanya seng.<ref>David Lide. [https://archive.org/details/handbookofchemis79edunse CRC- Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 1998. hlm. Bagian 8 Halaman 1. ISBN 978-0-8493-0479-8.</ref>
 


==Sejarah==
==Sejarah==
===Penggunaan kuno===
===Penggunaan kuno===
''[[Charaka Samhita]]'', diperkirakan ditulis antara tahun 300 dan 500 M, menyebutkan sebuah logam yang, ketika dioksidasi, menghasilkan ''pushpanjan'', yang dianggap sebagai seng oksida. Tambang seng di Zawar, dekat [[Udaipur]] di India, telah aktif sejak [[Kekaisaran Maurya|periode Maurya]] (sekitar 322 dan 187 SM). Peleburan seng logam di sini, bagaimanapun, tampaknya telah dimulai sekitar abad ke-12 M. Satu perkiraan adalah bahwa lokasi ini menghasilkan sekitar satu juta ton seng logam dan seng oksida dari abad ke-12 hingga ke-16. Perkiraan lain memberikan total produksi 60.000 ton seng logam selama periode ini. ''[[Rasaratna Samuccaya]]'', yang ditulis sekitar abad ke-13 M, menyebutkan dua jenis bijih yang mengandung seng: satu digunakan untuk ekstraksi logam dan lainnya digunakan untuk tujuan pengobatan.
''[[Charaka Samhita]]'', diperkirakan ditulis antara tahun 300 dan 500 M,<ref>Meulenbeld, G. J. ''A History of Indian Medical Literature''. Forsten. 1999. Vol. IA. hlm. 130–141.</ref> menyebutkan sebuah logam yang, ketika dioksidasi, menghasilkan ''pushpanjan'', yang dianggap sebagai seng oksida.<ref>Craddock, P. T. [https://archive.org/details/2000yearsofzincb0000unse 2000 years of zinc and brass]. British Museum. 1998. hlm. [https://archive.org/details/2000yearsofzincb0000unse/page/27 27]. ISBN 978-0-86159-124-4.</ref> Tambang seng di Zawar, dekat [[Udaipur]] di India, telah aktif sejak [[Kekaisaran Maurya|periode Maurya]] (sekitar 322 dan 187 SM). Peleburan seng logam di sini, bagaimanapun, tampaknya telah dimulai sekitar abad ke-12 M.<ref>hlm. 46, Ancient mining and metallurgy in Rajasthan, S. M. Gandhi, bab 2 dalam ''Crustal Evolution and Metallogeny in the Northwestern Indian Shield: A Festschrift for Asoke Mookherjee'', M. Deb, ed., Alpha Science Int'l Ltd., 2000, .</ref><ref>P. T. Craddock. ''Zinc production in medieval India''. ''World Archaeology''. 1983. Vol. 15 (2). hlm. 211–217. doi:10.1080/00438243.1983.9979899.</ref> Satu perkiraan adalah bahwa lokasi ini menghasilkan sekitar satu juta ton seng logam dan seng oksida dari abad ke-12 hingga ke-16.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Perkiraan lain memberikan total produksi 60.000 ton seng logam selama periode ini.<ref>hlm. 46, Ancient mining and metallurgy in Rajasthan, S. M. Gandhi, bab 2 dalam ''Crustal Evolution and Metallogeny in the Northwestern Indian Shield: A Festschrift for Asoke Mookherjee'', M. Deb, ed., Alpha Science Int'l Ltd., 2000, .</ref> ''[[Rasaratna Samuccaya]]'', yang ditulis sekitar abad ke-13 M, menyebutkan dua jenis bijih yang mengandung seng: satu digunakan untuk ekstraksi logam dan lainnya digunakan untuk tujuan pengobatan.<ref>P. T. Craddock. ''Zinc production in medieval India''. ''World Archaeology''. 1983. Vol. 15 (2). hlm. 211–217. doi:10.1080/00438243.1983.9979899.</ref>


Berbagai contoh terisolasi dari penggunaan seng tidak murni pada zaman kuno telah ditemukan. Bijih seng digunakan untuk membuat [[kuningan]] paduan seng–tembaga ribuan tahun sebelum penemuan seng sebagai unsur terpisah. Kuningan Yudea dari abad ke-14 hingga ke-10 SM mengandung 23% seng.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Berbagai contoh terisolasi dari penggunaan seng tidak murni pada zaman kuno telah ditemukan. Bijih seng digunakan untuk membuat [[kuningan]] paduan seng–tembaga ribuan tahun sebelum penemuan seng sebagai unsur terpisah. Kuningan Yudea dari abad ke-14 hingga ke-10 SM mengandung 23% seng.
Pengetahuan mengenai cara memproduksi kuningan menyebar ke [[Yunani Kuno]] pada abad ke-7 SM, tetapi hanya sedikit varietas yang dibuat.<ref>Paul T. Craddock. ''The composition of copper alloys used by the Greek, Etruscan and Roman civilizations. The origins and early use of brass''. ''Journal of Archaeological Science''. 1978. Vol. 5 (1). hlm. 1–16. doi:10.1016/0305-4403(78)90015-8.</ref> Ornamen yang terbuat dari [[Logam paduan|paduan]] yang mengandung 80–90% seng, dengan [[timbal]], [[besi]], [[antimon]], dan logam lain yang menyusun sisanya, telah ditemukan berusia 2.500 tahun.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebuah patung prasejarah yang mungkin mengandung 87,5% seng ditemukan di situs arkeologi [[Dacia]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Pengetahuan mengenai cara memproduksi kuningan menyebar ke [[Yunani Kuno]] pada abad ke-7 SM, tetapi hanya sedikit varietas yang dibuat. Ornamen yang terbuat dari [[Logam paduan|paduan]] yang mengandung 80–90% seng, dengan [[timbal]], [[besi]], [[antimon]], dan logam lain yang menyusun sisanya, telah ditemukan berusia 2.500 tahun. Sebuah patung prasejarah yang mungkin mengandung 87,5% seng ditemukan di situs arkeologi [[Dacia]].
Pil tertua yang diketahui terbuat dari seng karbonat, hidrozinkit, dan smithsonit. Pil-pil tersebut digunakan untuk sakit mata dan ditemukan di atas kapal Romawi [[Relitto del Pozzino]] yang karam pada 140 SM.<ref>[https://www.newscientist.com/article/dn23049-worlds-oldest-pills-treated-sore-eyes.html World's oldest pills treated sore eyes]. ''New Scientist''. 7 Januari 2013.</ref><ref>Gianna Giachi. ''Ingredients of a 2,000-y-old medicine revealed by chemical, mineralogical, and botanical investigations''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2013. Vol. 110 (4). hlm. 1193–1196. doi:10.1073/pnas.1216776110.</ref>


Pil tertua yang diketahui terbuat dari seng karbonat, hidrozinkit, dan smithsonit. Pil-pil tersebut digunakan untuk sakit mata dan ditemukan di atas kapal Romawi [[Relitto del Pozzino]] yang karam pada 140 SM.
Pembuatan kuningan dikenal oleh [[Romawi Kuno|orang Romawi]] sekitar tahun 30&nbsp;SM.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Mereka membuat kuningan dengan memanaskan [[Kalamin (mineral)|kalamin]] bubuk (seng [[silikat]] atau karbonat), arang dan tembaga bersama-sama dalam wadah.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Kuningan kalamin]] yang dihasilkan kemudian dicor atau ditempa untuk digunakan dalam persenjataan.<ref>[http://www.answers.com/zinc How is zinc made?]. ''How Products are Made''. The Gale Group. 2002.</ref> Beberapa koin yang dibuat oleh orang Romawi di era Kristen terbuat dari kuningan kalamin.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Pembuatan kuningan dikenal oleh [[Romawi Kuno|orang Romawi]] sekitar tahun 30&nbsp;SM. Mereka membuat kuningan dengan memanaskan [[Kalamin (mineral)|kalamin]] bubuk (seng [[silikat]] atau karbonat), arang dan tembaga bersama-sama dalam wadah. [[Kuningan kalamin]] yang dihasilkan kemudian dicor atau ditempa untuk digunakan dalam persenjataan. Beberapa koin yang dibuat oleh orang Romawi di era Kristen terbuat dari kuningan kalamin.
Tulisan [[Strabo]] pada abad ke-1 SM (tetapi mengutip karya sejarawan abad ke-4 SM [[Theopompos]] yang sekarang hilang) menyebutkan "tetesan perak palsu" yang bila dicampur dengan tembaga akan menghasilkan kuningan. Ini mungkin merujuk pada sejumlah kecil seng yang merupakan produk sampingan dari peleburan bijih [[sulfida]].<ref>Craddock, P. T. [https://archive.org/details/2000yearsofzincb0000unse 2000 years of zinc and brass]. British Museum. 1998. hlm. [https://archive.org/details/2000yearsofzincb0000unse/page/3 3]–5. ISBN 978-0-86159-124-4.</ref> Seng dalam sisa-sisa seperti itu dalam oven peleburan biasanya dibuang karena dianggap tidak berharga.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Tulisan [[Strabo]] pada abad ke-1 SM (tetapi mengutip karya sejarawan abad ke-4 SM [[Theopompos]] yang sekarang hilang) menyebutkan "tetesan perak palsu" yang bila dicampur dengan tembaga akan menghasilkan kuningan. Ini mungkin merujuk pada sejumlah kecil seng yang merupakan produk sampingan dari peleburan bijih [[sulfida]]. Seng dalam sisa-sisa seperti itu dalam oven peleburan biasanya dibuang karena dianggap tidak berharga.
[[Tablet seng Bern]] adalah sebuah plakat nazar yang berasal dari [[Galia Romawi]] yang terbuat dari paduan yang sebagian besar adalah seng.<ref>Th. Rehren. ''A Roman zinc tablet from Bern, Switzerland: Reconstruction of the Manufacture''. Archaeometry 94. The Proceedings of the 29th International Symposium on Archaeometry. 1996. hlm. 35–45.</ref>
 
[[Tablet seng Bern]] adalah sebuah plakat nazar yang berasal dari [[Galia Romawi]] yang terbuat dari paduan yang sebagian besar adalah seng.
===Studi awal dan penamaan===
===Studi awal dan penamaan===
Seng secara jelas diakui sebagai logam di bawah sebutan ''Yasada'' atau ''Jasada'' dalam leksikon medis yang dianggap berasal dari raja Hindu Madanapala (dari dinasti Taka) dan ditulis sekitar tahun 1374. Peleburan dan ekstraksi seng tidak murni dengan mereduksi kalamin dengan wol dan zat organik lainnya dilakukan pada abad ke-13 di India. Orang Tiongkok tidak mempelajari teknik ini sampai abad ke-17.
Seng secara jelas diakui sebagai logam di bawah sebutan ''Yasada'' atau ''Jasada'' dalam leksikon medis yang dianggap berasal dari raja Hindu Madanapala (dari dinasti Taka) dan ditulis sekitar tahun 1374.<ref>Prafulla Chandra Ray. [https://books.google.com/books?id=DL1HAAAAIAAJ A History of Hindu Chemistry from the Earliest Times to the Middle of the Sixteenth Century, A.D.: With Sanskrit Texts, Variants, Translation and Illustrations]. The Bengal Chemical & Pharmaceutical Works, Ltd. 1903. Vol. 1. hlm. 157–158. (teks domain publik)</ref> Peleburan dan ekstraksi seng tidak murni dengan mereduksi kalamin dengan wol dan zat organik lainnya dilakukan pada abad ke-13 di India.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Fathi Habashi. [http://www.iza.com/Documents/Communications/Publications/History.pdf Discovering the 8th Metal]. International Zinc Association (IZA).</ref> Orang Tiongkok tidak mempelajari teknik ini sampai abad ke-17.<ref>Fathi Habashi. [http://www.iza.com/Documents/Communications/Publications/History.pdf Discovering the 8th Metal]. International Zinc Association (IZA).</ref>


Para [[Alkimia|alkemis]] membakar logam seng di udara dan mengumpulkan seng oksida yang dihasilkan pada sebuah [[Kondensor (perpindahan panas)|kondensor]]. Beberapa alkemis menyebut seng oksida ini sebagai ''lana philosophica'', Latin untuk "wol filsuf", karena ia dikumpulkan dalam jumbai wol, sedangkan yang lain berpikir bahwa ia tampak seperti salju putih dan menamakannya ''nix album''.<ref>Henry Vinecome Arny. [https://books.google.com/books?id=gRNKAAAAMAAJ Principles of Pharmacy]. W. B. Saunders company. 1917. hlm. 483.</ref>


Para [[Alkimia|alkemis]] membakar logam seng di udara dan mengumpulkan seng oksida yang dihasilkan pada sebuah [[Kondensor (perpindahan panas)|kondensor]]. Beberapa alkemis menyebut seng oksida ini sebagai ''lana philosophica'', Latin untuk "wol filsuf", karena ia dikumpulkan dalam jumbai wol, sedangkan yang lain berpikir bahwa ia tampak seperti salju putih dan menamakannya ''nix album''.
Nama logam ini mungkin pertama kali didokumentasikan oleh [[Paracelsus]], seorang alkemis Jerman kelahiran Swiss, yang menyebut logam ini sebagai "''zincum''" atau "''zinken''" dalam bukunya yang berjudul ''Liber Mineralium II'', pada abad ke-16.<ref>Fathi Habashi. [http://www.iza.com/Documents/Communications/Publications/History.pdf Discovering the 8th Metal]. International Zinc Association (IZA).</ref><ref>Herbert Clark Hoover. ''Georgius Agricola de Re Metallica''. Kessinger Publishing. 2003. hlm. 409. ISBN 978-0-7661-3197-2.</ref> Kata ini mungkin berasal dari bahasa Jerman ''zinke'', dan konon berarti "seperti gigi, runcing atau bergerigi" (kristal seng metalik memiliki penampilan seperti jarum).<ref>Wolfgang Gerhartz. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. VHC. 1996. hlm. 509. ISBN 978-3-527-20100-6.</ref> ''Zink'' juga bisa berarti "mirip timah" karena hubungannya dengan ''zinn'' dari bahasa Jerman yang berarti timah.<ref>Skeat, W. W. [https://books.google.com/books?id=ls_XijT33IUC&pg=PA622 Concise Etymological Dictionary of the English Language]. Cosimo, Inc. 2005. hlm. 622. ISBN 978-1-59605-092-1.</ref> Namun, kemungkinan lain menyatakan bahwa kata tersebut berasal dari kata [[Bahasa Persia|Persia]] سنگ ''seng'' yang berarti batu.<ref>Fathi Habashi. ''Handbook of Extractive Metallurgy''. Wiley-VHC. 1997. hlm. 642. ISBN 978-3-527-28792-5.</ref> Logam ini juga disebut timah India, tutanego, kalamin, dan ''spinter''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Nama logam ini mungkin pertama kali didokumentasikan oleh [[Paracelsus]], seorang alkemis Jerman kelahiran Swiss, yang menyebut logam ini sebagai "''zincum''" atau "''zinken''" dalam bukunya yang berjudul ''Liber Mineralium II'', pada abad ke-16. Kata ini mungkin berasal dari bahasa Jerman ''zinke'', dan konon berarti "seperti gigi, runcing atau bergerigi" (kristal seng metalik memiliki penampilan seperti jarum). ''Zink'' juga bisa berarti "mirip timah" karena hubungannya dengan ''zinn'' dari bahasa Jerman yang berarti timah. Namun, kemungkinan lain menyatakan bahwa kata tersebut berasal dari kata [[Bahasa Persia|Persia]] سنگ ''seng'' yang berarti batu. Logam ini juga disebut timah India, tutanego, kalamin, dan ''spinter''.
Ahli metalurgi Jerman [[Andreas Libavius]] menerima sejumlah apa yang dia sebut "''calay''" Malabar dari sebuah kapal kargo yang ditangkap dari Portugis pada tahun 1596.<ref>Donald F. Lach. [https://books.google.com/books?id=N0xD7BYXv_YC&pg=PA426 Asia in the Making of Europe]. University of Chicago Press. 1994. hlm. 426. ISBN 978-0-226-46734-4.</ref> Libavius menggambarkan sifat-sifat sampel, yang mungkin adalah seng. Seng secara teratur diimpor ke Eropa dari Timur pada abad ke-17 dan awal abad ke-18,<ref>Fathi Habashi. [http://www.iza.com/Documents/Communications/Publications/History.pdf Discovering the 8th Metal]. International Zinc Association (IZA).</ref> tetapi pada waktu itu ia kadang-kadang sangat mahal.<ref>Sebuah kapal Perusahaan Hindia Timur Britania yang membawa muatan logam seng hampir murni dari Timur tenggelam di lepas pantai Swedia pada tahun 1745.</ref>
 
Ahli metalurgi Jerman [[Andreas Libavius]] menerima sejumlah apa yang dia sebut "''calay''" Malabar dari sebuah kapal kargo yang ditangkap dari Portugis pada tahun 1596. Libavius menggambarkan sifat-sifat sampel, yang mungkin adalah seng. Seng secara teratur diimpor ke Eropa dari Timur pada abad ke-17 dan awal abad ke-18, tetapi pada waktu itu ia kadang-kadang sangat mahal.


===Isolasi===
===Isolasi===
Seng logam diisolasi di India pada tahun 1300 M,<ref>L Brent Vaughan. ''The Junior Encyclopedia Britannica A Reference Library of General Knowledge Volume III P-Z''. E. G. Melven & Company. 1897.</ref><ref>Castellani, Michael. [http://science.marshall.edu/castella/chm448/elements3.pdf Transition Metal Elements].</ref><ref>Irfan Habib. [https://books.google.com/books?id=K8kO4J3mXUAC&pg=PA86 Economic History of Medieval India, 1200–1500]. Pearson Longman. 2011. hlm. 86. ISBN 978-81-317-2791-1.</ref> jauh lebih awal daripada di Barat. Sebelum diisolasi di Eropa, seng diimpor dari India sekitar tahun 1600 M.<ref>Rhys Jenkins. ''The Zinc Industry in England: the early years up to 1850''. ''Transactions of the Newcomen Society''. 1945. Vol. 25. hlm. 41–52. doi:10.1179/tns.1945.006.</ref> ''Universal Dictionary'' [[Malachy Postlethwayt|Postlewayt]], sumber kontemporer yang memberikan informasi teknologi di Eropa, tidak menyebutkan seng sebelum tahun 1751 tetapi unsur tersebut dipelajari sebelum itu.<ref>P. T. Craddock. ''Zinc production in medieval India''. ''World Archaeology''. 1983. Vol. 15 (2). hlm. 211–217. doi:10.1080/00438243.1983.9979899.</ref><ref>Willies, Lynn. ''Ancient Lead and Zinc Mining in Rajasthan, India''. ''World Archaeology''. 1984. Vol. 16 (2, Mines and Quarries). hlm. 222–233. doi:10.1080/00438243.1984.9979929.</ref>


Seng logam diisolasi di India pada tahun 1300 M, jauh lebih awal daripada di Barat. Sebelum diisolasi di Eropa, seng diimpor dari India sekitar tahun 1600 M. ''Universal Dictionary'' [[Malachy Postlethwayt|Postlewayt]], sumber kontemporer yang memberikan informasi teknologi di Eropa, tidak menyebutkan seng sebelum tahun 1751 tetapi unsur tersebut dipelajari sebelum itu.
[[metalurgi|Ahli metalurgi]] dan [[Alkimia|alkemis]] Flemish [[P. M. de Respour]] melaporkan bahwa ia telah mengekstraksi seng logam dari seng oksida pada tahun 1668.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada awal abad ke-18, [[Étienne François Geoffroy]] menggambarkan bagaimana seng oksida mengembun sebagai kristal kuning pada batangan besi yang ditempatkan di atas bijih seng yang sedang dilebur.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Di Britania Raya, [[John Lane (ahli metalurgi)|John Lane]] dikatakan telah melakukan eksperimen untuk melebur seng, mungkin di [[Landore]], sebelum kebangkrutannya pada tahun 1726.<ref>R. O. Roberts. ''Dr John Lane and the foundation of the non-ferrous metal industry in the Swansea valley''. ''Gower''. Gower Society. 1951. hlm. 19.</ref>
 
[[metalurgi|Ahli metalurgi]] dan [[Alkimia|alkemis]] Flemish [[P. M. de Respour]] melaporkan bahwa ia telah mengekstraksi seng logam dari seng oksida pada tahun 1668. Pada awal abad ke-18, [[Étienne François Geoffroy]] menggambarkan bagaimana seng oksida mengembun sebagai kristal kuning pada batangan besi yang ditempatkan di atas bijih seng yang sedang dilebur. Di Britania Raya, [[John Lane (ahli metalurgi)|John Lane]] dikatakan telah melakukan eksperimen untuk melebur seng, mungkin di [[Landore]], sebelum kebangkrutannya pada tahun 1726.


Pada tahun 1738 di Britania Raya, [[William Champion (ahli metalurgi)|William Champion]] mematenkan proses untuk mengekstrak seng dari kalamin dalam peleburan gaya [[retot]] vertikal. Tekniknya mirip dengan yang digunakan di tambang seng Zawar di [[Rajasthan]], tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia mengunjungi Timur. Proses Champion digunakan sampai tahun 1851.
Pada tahun 1738 di Britania Raya, [[William Champion (ahli metalurgi)|William Champion]] mematenkan proses untuk mengekstrak seng dari kalamin dalam peleburan gaya [[retot]] vertikal.<ref>Alan E. Comyns. [https://books.google.com/books?id=Jlq-ckWvQSQC Encyclopedic Dictionary of Named Processes in Chemical Technology]. CRC Press. 2007. hlm. 71. ISBN 978-0-8493-9163-7.</ref> Tekniknya mirip dengan yang digunakan di tambang seng Zawar di [[Rajasthan]], tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia mengunjungi Timur.<ref>Rhys Jenkins. ''The Zinc Industry in England: the early years up to 1850''. ''Transactions of the Newcomen Society''. 1945. Vol. 25. hlm. 41–52. doi:10.1179/tns.1945.006.</ref> Proses Champion digunakan sampai tahun 1851.<ref>Fathi Habashi. [http://www.iza.com/Documents/Communications/Publications/History.pdf Discovering the 8th Metal]. International Zinc Association (IZA).</ref>


Kimiawan Jerman [[Andreas Sigismund Marggraf|Andreas Marggraf]] biasanya mendapat pujian karena menemukan seng logam murni, meskipun ahli kimia Swedia Anton von Swab telah menyuling seng dari kalamin empat tahun sebelumnya. Dalam percobaannya pada tahun 1746, Marggraf memanaskan campuran kalamin dan arang dalam wadah tertutup tanpa tembaga untuk mendapatkan sebuah logam. Prosedur ini menjadi praktis secara komersial pada tahun 1752.
Kimiawan Jerman [[Andreas Sigismund Marggraf|Andreas Marggraf]] biasanya mendapat pujian karena menemukan seng logam murni, meskipun ahli kimia Swedia Anton von Swab telah menyuling seng dari kalamin empat tahun sebelumnya.<ref>Fathi Habashi. [http://www.iza.com/Documents/Communications/Publications/History.pdf Discovering the 8th Metal]. International Zinc Association (IZA).</ref> Dalam percobaannya pada tahun 1746, Marggraf memanaskan campuran kalamin dan arang dalam wadah tertutup tanpa tembaga untuk mendapatkan sebuah logam.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Marggraf. [https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=mdp.39015026296437&view=1up&seq=93 Experiences sur la maniere de tirer le Zinc de sa veritable miniere, c'est à dire, de la pierre calaminaire]. ''Histoire de l'Académie Royale des Sciences et Belles-Lettres de Berlin''. 1746. Vol. 2. hlm. 49–57.</ref> Prosedur ini menjadi praktis secara komersial pada tahun 1752.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
===Pekerjaan berikutnya===
===Pekerjaan berikutnya===
Saudara William Champion, John, mematenkan sebuah proses pada tahun 1758 untuk [[Kalsinasi|mengalsinasi]] seng sulfida menjadi oksida yang dapat digunakan dalam proses retot.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebelum ini, hanya kalamin yang dapat digunakan untuk memproduksi seng. Pada tahun 1798, [[Johann Christian Ruberg]] meningkatkan proses peleburan dengan membangun pelebur retot horizontal pertama.<ref>Leon Gray. [https://archive.org/details/zinc0000gray/page/8 Zinc]. Marshall Cavendish. 2005. hlm. [https://archive.org/details/zinc0000gray/page/8 8]. ISBN 978-0-7614-1922-8.</ref> [[Jean-Jacques Dony|Jean-Jacques Daniel Dony]] membangun berbagai jenis pelebur seng horizontal di Belgia yang memproses lebih banyak seng.<ref>Fathi Habashi. [http://www.iza.com/Documents/Communications/Publications/History.pdf Discovering the 8th Metal]. International Zinc Association (IZA).</ref>


Saudara William Champion, John, mematenkan sebuah proses pada tahun 1758 untuk [[Kalsinasi|mengalsinasi]] seng sulfida menjadi oksida yang dapat digunakan dalam proses retot. Sebelum ini, hanya kalamin yang dapat digunakan untuk memproduksi seng. Pada tahun 1798, [[Johann Christian Ruberg]] meningkatkan proses peleburan dengan membangun pelebur retot horizontal pertama. [[Jean-Jacques Dony|Jean-Jacques Daniel Dony]] membangun berbagai jenis pelebur seng horizontal di Belgia yang memproses lebih banyak seng.
Dokter Italia [[Luigi Galvani]] menemukan pada tahun 1780 bahwa menghubungkan [[sumsum tulang belakang]] katak yang baru dibedah ke rel besi yang dipasang dengan kait kuningan menyebabkan kaki katak berkedut.<ref>Neville G. Warren. [https://books.google.com/books?id=eL9Xn6nQ6XQC Excel Preliminary Physics]. Pascal Press. 2000. hlm. 47. ISBN 978-1-74020-085-1.</ref> Dia salah mengira dia telah menemukan kemampuan saraf dan otot untuk menciptakan [[listrik]] dan menyebut efek tersebut sebagai "[[biolistrik|listrik hewan]]".<ref>[https://books.google.com/books?id=gV1MAAAAMAAJ&pg=PA80 The New International Encyclopaedia]. Dodd, Mead and Company. 1903. hlm. 80.</ref> Sel Galvanik dan proses galvanisasi dinamai untuk Luigi Galvani, dan penemuannya membuka jalan bagi [[baterai listrik]], galvanisasi, dan [[proteksi katodik]].<ref>[https://books.google.com/books?id=gV1MAAAAMAAJ&pg=PA80 The New International Encyclopaedia]. Dodd, Mead and Company. 1903. hlm. 80.</ref>
 
Dokter Italia [[Luigi Galvani]] menemukan pada tahun 1780 bahwa menghubungkan [[sumsum tulang belakang]] katak yang baru dibedah ke rel besi yang dipasang dengan kait kuningan menyebabkan kaki katak berkedut. Dia salah mengira dia telah menemukan kemampuan saraf dan otot untuk menciptakan [[listrik]] dan menyebut efek tersebut sebagai "[[biolistrik|listrik hewan]]". Sel Galvanik dan proses galvanisasi dinamai untuk Luigi Galvani, dan penemuannya membuka jalan bagi [[baterai listrik]], galvanisasi, dan [[proteksi katodik]].


Teman Galvani, [[Alessandro Volta]], terus meneliti efek tadi dan menemukan [[tumpukan Volta]] pada tahun 1800. Tumpukan Volta terdiri dari setumpuk [[sel Galvani]]k yang disederhanakan, masing-masing menjadi satu pelat tembaga dan satu seng yang dihubungkan oleh [[elektrolit]]. Dengan menumpuk unit-unit ini secara seri, tumpukan (atau "baterai") Volta secara keseluruhan memiliki tegangan yang lebih tinggi, yang dapat digunakan lebih mudah daripada sel tunggal. Listrik dihasilkan karena [[potensial Volta]] antara dua pelat logam membuat [[elektron]] mengalir dari seng ke tembaga dan menimbulkan korosi pada seng.
Teman Galvani, [[Alessandro Volta]], terus meneliti efek tadi dan menemukan [[tumpukan Volta]] pada tahun 1800.<ref>Neville G. Warren. [https://books.google.com/books?id=eL9Xn6nQ6XQC Excel Preliminary Physics]. Pascal Press. 2000. hlm. 47. ISBN 978-1-74020-085-1.</ref> Tumpukan Volta terdiri dari setumpuk [[sel Galvani]]k yang disederhanakan, masing-masing menjadi satu pelat tembaga dan satu seng yang dihubungkan oleh [[elektrolit]]. Dengan menumpuk unit-unit ini secara seri, tumpukan (atau "baterai") Volta secara keseluruhan memiliki tegangan yang lebih tinggi, yang dapat digunakan lebih mudah daripada sel tunggal. Listrik dihasilkan karena [[potensial Volta]] antara dua pelat logam membuat [[elektron]] mengalir dari seng ke tembaga dan menimbulkan korosi pada seng.<ref>Neville G. Warren. [https://books.google.com/books?id=eL9Xn6nQ6XQC Excel Preliminary Physics]. Pascal Press. 2000. hlm. 47. ISBN 978-1-74020-085-1.</ref>
 
Karakter nonmagnetik seng dan kurangnya warna dalam larutan menunda penemuan pentingnya untuk biokimia dan nutrisi. Hal ini berubah pada tahun 1940 ketika [[karbonat anhidrase]], enzim yang membersihkan karbon dioksida dari darah, terbukti memiliki seng di [[situs aktif]]nya. Enzim pencernaan [[karboksipeptidase]] menjadi enzim yang mengandung seng kedua yang diketahui pada tahun 1955.


Karakter nonmagnetik seng dan kurangnya warna dalam larutan menunda penemuan pentingnya untuk biokimia dan nutrisi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Hal ini berubah pada tahun 1940 ketika [[karbonat anhidrase]], enzim yang membersihkan karbon dioksida dari darah, terbukti memiliki seng di [[situs aktif]]nya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Enzim pencernaan [[karboksipeptidase]] menjadi enzim yang mengandung seng kedua yang diketahui pada tahun 1955.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


==Produksi==
==Produksi==
===Penambangan dan pengolahan===
===Penambangan dan pengolahan===
{| class="wikitable" style="float:right; margin-left:0.5em"
|+ Hasil produksi tambang seng teratas (menurut negara) 2019<ref>A.V Sai Srujan. [https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2021/mcs2021-zinc.pdf Mineral Commodity Summaries 2021: Zinc]. USGS. 2021.</ref>
|- class="hintergrundfarbe6"
! [[Peringkat]] !![[Negara]] !![[Ton metrik|Ton]]
|-
| '''1'''||'''[[Tiongkok]]''' ||align="right"| '''4.210.000'''
|-
| '''2'''||'''[[Peru]]''' ||align="right"| '''1.400.000'''
|-
| '''3'''||'''[[Australia]]''' ||align="right"| '''1.330.000'''
|-
| '''4'''||'''[[Amerika Serikat]]'''|| align="right" | '''753.000'''
|-
| '''5'''||'''[[India]]'''|| align="right" | '''720.000'''
|-
| '''6'''||'''[[Meksiko]]''' ||align="right"| '''677.000'''
|}


Seng adalah logam keempat yang paling umum digunakan, di bawah [[besi]], [[aluminium]], dan [[tembaga]] dengan produksi tahunan sekitar 13 juta ton.<ref>A.V Sai Srujan. [https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2021/mcs2021-zinc.pdf Mineral Commodity Summaries 2021: Zinc]. USGS. 2021.</ref> Produsen seng terbesar di dunia adalah [[Nyrstar]], penggabungan dari [[OZ Minerals]] Australia dan [[Umicore]] Belgia.<ref>James Attwood. [https://www.wsj.com/articles/SB116590371844647445 Zinifex, Umicore Combine to Form Top Zinc Maker]. ''Wall Street Journal''. 13 February 2006.</ref> Sekitar 70% seng dunia berasal dari pertambangan, sedangkan 30% sisanya berasal dari daur ulang seng sekunder.<ref>[http://www.zincworld.org/recycling.html Zinc Recycling]. International Zinc Association.</ref> Seng murni komersial dikenal sebagai Special High Grade (Kelas Tinggi Khusus), sering disingkat sebagai ''SHG'', dan murni 99,995%.<ref>[http://nyrstar.com/nyrstar/en/products/zinccongalvanising/techdownloads/shg_budel.pdf Special High Grade Zinc (SHG) 99.995%]. Nyrstar. 2008.</ref>


Seng adalah logam keempat yang paling umum digunakan, di bawah [[besi]], [[aluminium]], dan [[tembaga]] dengan produksi tahunan sekitar 13 juta ton. Produsen seng terbesar di dunia adalah [[Nyrstar]], penggabungan dari [[OZ Minerals]] Australia dan [[Umicore]] Belgia. Sekitar 70% seng dunia berasal dari pertambangan, sedangkan 30% sisanya berasal dari daur ulang seng sekunder. Seng murni komersial dikenal sebagai Special High Grade (Kelas Tinggi Khusus), sering disingkat sebagai ''SHG'', dan murni 99,995%.
Di seluruh dunia, 95% seng baru ditambang dari deposit bijih [[sulfida]], di mana sfalerit (ZnS) hampir selalu dicampur dengan sulfida tembaga, timah, dan besi.<ref>Frank C. Porter. [https://books.google.com/books?id=laACw9i0D_wC Zinc Handbook]. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.</ref> Tambang seng tersebar di seluruh dunia, dengan tambang utama seng berada di Tiongkok, Australia, dan Peru. Tiongkok menghasilkan 38% dari output seng global pada tahun 2014.<ref>A.V Sai Srujan. [https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2021/mcs2021-zinc.pdf Mineral Commodity Summaries 2021: Zinc]. USGS. 2021.</ref>


Di seluruh dunia, 95% seng baru ditambang dari deposit bijih [[sulfida]], di mana sfalerit (ZnS) hampir selalu dicampur dengan sulfida tembaga, timah, dan besi. Tambang seng tersebar di seluruh dunia, dengan tambang utama seng berada di Tiongkok, Australia, dan Peru. Tiongkok menghasilkan 38% dari output seng global pada tahun 2014.
Logam seng diproduksi menggunakan [[metalurgi ekstraktif]].<ref>Terkel Rosenqvist. ''Principles of Extractive Metallurgy''. Tapir Academic Press. 1922. hlm. 7, 16, 186. ISBN 978-82-519-1922-7.</ref> Bijih seng ditumbuk halus, kemudian dimasukkan melalui [[pengapungan]] untuk memisahkan mineral dari [[gangue]] (berdasarkan sifat [[Hidrofobik|hidrofobisitas]]), untuk mendapatkan konsentrat bijih seng sulfida<ref>Terkel Rosenqvist. ''Principles of Extractive Metallurgy''. Tapir Academic Press. 1922. hlm. 7, 16, 186. ISBN 978-82-519-1922-7.</ref> yang terdiri sekitar 50% seng, 32% belerang, 13% besi, dan 5% .<ref>Terkel Rosenqvist. ''Principles of Extractive Metallurgy''. Tapir Academic Press. 1922. hlm. 7, 16, 186. ISBN 978-82-519-1922-7.</ref>


Logam seng diproduksi menggunakan [[metalurgi ekstraktif]]. Bijih seng ditumbuk halus, kemudian dimasukkan melalui [[pengapungan]] untuk memisahkan mineral dari [[gangue]] (berdasarkan sifat [[Hidrofobik|hidrofobisitas]]), untuk mendapatkan konsentrat bijih seng sulfida yang terdiri sekitar 50% seng, 32% belerang, 13% besi, dan 5% .
[[Pemanggangan (metalurgi)|Pemanggangan]] mengubah konsentrat seng sulfida menjadi seng oksida:<ref>Frank C. Porter. [https://books.google.com/books?id=laACw9i0D_wC Zinc Handbook]. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.</ref>
 
[[Pemanggangan (metalurgi)|Pemanggangan]] mengubah konsentrat seng sulfida menjadi seng oksida:
:<chem>2ZnS + 3O2  ->[t^o]  2ZnO + 2SO2</chem>
:<chem>2ZnS + 3O2  ->[t^o]  2ZnO + 2SO2</chem>


Sulfur dioksida digunakan untuk produksi asam sulfat, yang diperlukan untuk proses pelindian. Jika endapan [[seng karbonat]], [[seng silikat]], atau [[Gahnit|seng-spinel]] (seperti [[Skorpion Zinc|Deposit Skorpion]] di [[Namibia]]) digunakan untuk produksi seng, pemanggangan dapat dihilangkan.
Sulfur dioksida digunakan untuk produksi asam sulfat, yang diperlukan untuk proses pelindian. Jika endapan [[seng karbonat]], [[seng silikat]], atau [[Gahnit|seng-spinel]] (seperti [[Skorpion Zinc|Deposit Skorpion]] di [[Namibia]]) digunakan untuk produksi seng, pemanggangan dapat dihilangkan.<ref>Gregor Borg. [https://archive.org/details/sim_economic-geology-bulletin-society-of-economic-geologists_2003-07_98_4/page/749 Geology of the Skorpion Supergene Zinc Deposit, Southern Namibia]. ''Economic Geology''. 2003. Vol. 98 (4). hlm. 749–771. doi:10.2113/98.4.749.</ref>


Untuk pemrosesan lebih lanjut, dua metode dasar digunakan: [[pirometalurgi]] atau [[pengekstraksian listrik]]. Pirometalurgi mereduksi seng oksida dengan [[karbon]] atau [[karbon monoksida]] pada  ke dalam logam, yang disuling sebagai uap seng untuk memisahkannya dari logam lain, yang tidak mudah menguap pada suhu tersebut. Uap seng kemudian dikumpulkan dalam kondensor. Persamaan di bawah ini menggambarkan proses ini:
Untuk pemrosesan lebih lanjut, dua metode dasar digunakan: [[pirometalurgi]] atau [[pengekstraksian listrik]]. Pirometalurgi mereduksi seng oksida dengan [[karbon]] atau [[karbon monoksida]] pada  ke dalam logam, yang disuling sebagai uap seng untuk memisahkannya dari logam lain, yang tidak mudah menguap pada suhu tersebut.<ref>Colin Bodsworth. [https://archive.org/details/extractionrefini0000bods The Extraction and Refining of Metals]. CRC Press. 1994. hlm. [https://archive.org/details/extractionrefini0000bods/page/148 148]. ISBN 978-0-8493-4433-6.</ref> Uap seng kemudian dikumpulkan dalam kondensor.<ref>Frank C. Porter. [https://books.google.com/books?id=laACw9i0D_wC Zinc Handbook]. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.</ref> Persamaan di bawah ini menggambarkan proses ini:<ref>Frank C. Porter. [https://books.google.com/books?id=laACw9i0D_wC Zinc Handbook]. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.</ref>


: <chem>ZnO + C ->[950^oC] Zn + CO</chem>
: <chem>ZnO + C ->[950^oC] Zn + CO</chem>
: <chem>ZnO + CO ->[950^oC] Zn + CO2</chem>
: <chem>ZnO + CO ->[950^oC] Zn + CO2</chem>


Dalam [[pengekstraksian listrik]], seng dilindikan dari konsentrat bijih oleh [[asam sulfat]] dan kotoran diendapkan:
Dalam [[pengekstraksian listrik]], seng dilindikan dari konsentrat bijih oleh [[asam sulfat]] dan kotoran diendapkan:<ref>C. K. Gupta. ''Hydrometallurgy in Extraction Processes''. CRC Press. 1990. hlm. 62. ISBN 978-0-8493-6804-2.</ref>


:<chem>ZnO + H2SO4 -> ZnSO4 + H2O</chem>
:<chem>ZnO + H2SO4 -> ZnSO4 + H2O</chem>


Akhirnya, seng direduksi dengan [[elektrolisis]].
Akhirnya, seng direduksi dengan [[elektrolisis]].<ref>Frank C. Porter. [https://books.google.com/books?id=laACw9i0D_wC Zinc Handbook]. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.</ref>


:<chem>2ZnSO4 + 2H2O -> 2Zn + O2 + 2H2SO4</chem>
:<chem>2ZnSO4 + 2H2O -> 2Zn + O2 + 2H2SO4</chem>
Baris 132: Baris 139:
Asam sulfat diregenerasi dan didaur ulang ke langkah pelindian.
Asam sulfat diregenerasi dan didaur ulang ke langkah pelindian.


Ketika bahan baku tergalvanisasi diumpankan ke sebuah [[tanur busur listrik]], seng dipulihkan dari debu dengan sejumlah proses, terutama [[proses Waelz]] (90% pada 2014).
Ketika bahan baku tergalvanisasi diumpankan ke sebuah [[tanur busur listrik]], seng dipulihkan dari debu dengan sejumlah proses, terutama [[proses Waelz]] (90% pada 2014).<ref>Jürgen Antrekowitsch. ''Handbook of Recycling: State-of-the-art for Practitioners, Analysts, and Scientists''. 2014.</ref>
===Dampak lingkungan===
===Dampak lingkungan===
Penyempurnaan bijih seng sulfida menghasilkan sejumlah besar sulfur dioksida dan uap [[kadmium]]. [[Terak]] peleburan dan residu lainnya mengandung sejumlah besar logam. Sekitar 1,1 juta ton seng logam dan 130 ribu ton timbal ditambang dan dilebur di kota [[Kelmis|La Calamine]] dan [[Plombières]] di Belgia antara tahun 1806 dan 1882. Tempat pembuangan dari operasi penambangan dan pelindian seng dan kadmium masa lalu serta sedimen [[Geul|Sungai Geul]], mengandung jumlah logam yang tidak sepele. Sekitar dua ribu tahun yang lalu, emisi seng dari pertambangan dan peleburan mencapai 10 ribu ton per tahun. Setelah meningkat 10 kali lipat dari tahun 1850, emisi seng mencapai puncaknya pada 3,4 juta ton per tahun pada 1980-an dan menurun menjadi 2,7 juta ton pada 1990-an, meskipun studi tahun 2005 mengenai troposfer Arktik menemukan bahwa konsentrasi di sana tidak mencerminkan penurunan. Emisi buatan manusia dan alami terjadi pada rasio 20&nbsp;banding&nbsp;1.
Penyempurnaan bijih seng sulfida menghasilkan sejumlah besar sulfur dioksida dan uap [[kadmium]]. [[Terak]] peleburan dan residu lainnya mengandung sejumlah besar logam. Sekitar 1,1 juta ton seng logam dan 130 ribu ton timbal ditambang dan dilebur di kota [[Kelmis|La Calamine]] dan [[Plombières]] di Belgia antara tahun 1806 dan 1882.<ref>H. Kucha. [https://archive.org/details/sim_environmental-geology_1996-02_27_1/page/n2 Primary minerals of Zn-Pb mining and metallurgical dumps and their environmental behavior at Plombières, Belgium]. ''Environmental Geology''. 1996. Vol. 27 (1). hlm. 1–15. doi:10.1007/BF00770598.</ref> Tempat pembuangan dari operasi penambangan dan pelindian seng dan kadmium masa lalu serta sedimen [[Geul|Sungai Geul]], mengandung jumlah logam yang tidak sepele.<ref>H. Kucha. [https://archive.org/details/sim_environmental-geology_1996-02_27_1/page/n2 Primary minerals of Zn-Pb mining and metallurgical dumps and their environmental behavior at Plombières, Belgium]. ''Environmental Geology''. 1996. Vol. 27 (1). hlm. 1–15. doi:10.1007/BF00770598.</ref> Sekitar dua ribu tahun yang lalu, emisi seng dari pertambangan dan peleburan mencapai 10 ribu ton per tahun. Setelah meningkat 10 kali lipat dari tahun 1850, emisi seng mencapai puncaknya pada 3,4 juta ton per tahun pada 1980-an dan menurun menjadi 2,7 juta ton pada 1990-an, meskipun studi tahun 2005 mengenai troposfer Arktik menemukan bahwa konsentrasi di sana tidak mencerminkan penurunan. Emisi buatan manusia dan alami terjadi pada rasio 20&nbsp;banding&nbsp;1.<ref>M. R. Broadley. ''Zinc in plants''. ''New Phytologist''. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.</ref>


Seng di sungai yang mengalir melalui kawasan industri dan pertambangan bisa mencapai 20&nbsp;ppm. [[Pengolahan limbah]] yang efektif sangat mengurangi hal ini; pemulihan di sepanjang [[Rhein|Sungai Rhein]], misalnya, telah menurunkan kadar seng hingga 50&nbsp;ppb. Konsentrasi seng serendah 2&nbsp;ppm memengaruhi jumlah oksigen yang dapat dibawa ikan dalam darahnya.
Seng di sungai yang mengalir melalui kawasan industri dan pertambangan bisa mencapai 20&nbsp;ppm.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Pengolahan limbah]] yang efektif sangat mengurangi hal ini; pemulihan di sepanjang [[Rhein|Sungai Rhein]], misalnya, telah menurunkan kadar seng hingga 50&nbsp;ppb.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Konsentrasi seng serendah 2&nbsp;ppm memengaruhi jumlah oksigen yang dapat dibawa ikan dalam darahnya.<ref>Alan G. Heath. [https://books.google.com/books?id=5NPVTuBtGF4C Water pollution and fish physiology]. CRC Press. 1995. hlm. 57. ISBN 978-0-87371-632-1.</ref>


 
[[Pencemaran tanah|Tanah yang terkontaminasi]] seng dari penambangan, pemurnian, atau pemupukan dengan lumpur yang mengandung seng dapat mengandung beberapa gram seng per kilogram tanah kering. Kadar seng yang melebihi 500&nbsp;ppm dalam tanah mengganggu kemampuan tanaman untuk menyerap [[Mineral (nutrisi)|logam-logam esensial]] lainnya, seperti [[besi]] dan [[mangan]]. Kadar seng dari 2000&nbsp;ppm hingga 180.000&nbsp;ppm (18%) telah dicatat di beberapa sampel tanah.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
[[Pencemaran tanah|Tanah yang terkontaminasi]] seng dari penambangan, pemurnian, atau pemupukan dengan lumpur yang mengandung seng dapat mengandung beberapa gram seng per kilogram tanah kering. Kadar seng yang melebihi 500&nbsp;ppm dalam tanah mengganggu kemampuan tanaman untuk menyerap [[Mineral (nutrisi)|logam-logam esensial]] lainnya, seperti [[besi]] dan [[mangan]]. Kadar seng dari 2000&nbsp;ppm hingga 180.000&nbsp;ppm (18%) telah dicatat di beberapa sampel tanah.
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Aplikasi utama seng, di antaranya (angka diberikan untuk AS)
Aplikasi utama seng, di antaranya (angka diberikan untuk AS)<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/zinc/myb1-2009-zinc.pdf Zinc: World Mine Production (zinc content of concentrate) by Country]. ''2009 Minerals Yearbook: Zinc''. United States Geological Survey. February 2010.</ref>
# [[Galvanisasi]] (55%)
# [[Galvanisasi]] (55%)
# [[Kuningan]] dan [[perunggu]] (16%)
# [[Kuningan]] dan [[perunggu]] (16%)
Baris 147: Baris 153:
# Lain-lain (8%)
# Lain-lain (8%)
===Antikorosi dan baterai===
===Antikorosi dan baterai===
Seng paling sering digunakan sebagai zat anti[[korosi]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan galvanisasi (pelapisan [[besi]] atau [[baja]]) adalah bentuk yang paling dikenal. Pada tahun 2009 di Amerika Serikat, 55% atau 893.000 ton logam seng digunakan untuk galvanisasi.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/zinc/myb1-2009-zinc.pdf Zinc: World Mine Production (zinc content of concentrate) by Country]. ''2009 Minerals Yearbook: Zinc''. United States Geological Survey. February 2010.</ref>


Seng paling sering digunakan sebagai zat anti[[korosi]], dan galvanisasi (pelapisan [[besi]] atau [[baja]]) adalah bentuk yang paling dikenal. Pada tahun 2009 di Amerika Serikat, 55% atau 893.000 ton logam seng digunakan untuk galvanisasi.
Seng lebih reaktif daripada besi atau baja dan dengan demikian akan menarik hampir semua oksidasi lokal sampai ia benar-benar terkorosi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Lapisan permukaan pelindung oksida dan karbonat ( terbentuk sebagai korosi seng.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Perlindungan ini bertahan bahkan setelah lapisan seng tergores tetapi menurun seiring waktu karena seng terkorosi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Seng diterapkan secara elektrokimia atau sebagai seng cair melalui penyemprotan atau [[galvanisasi celup panas]]. Galvanisasi digunakan pada pagar rantai, pagar pengaman, jembatan gantung, tiang lampu, atap logam, penukar panas, dan badan mobil.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Seng lebih reaktif daripada besi atau baja dan dengan demikian akan menarik hampir semua oksidasi lokal sampai ia benar-benar terkorosi. Lapisan permukaan pelindung oksida dan karbonat ( terbentuk sebagai korosi seng. Perlindungan ini bertahan bahkan setelah lapisan seng tergores tetapi menurun seiring waktu karena seng terkorosi. Seng diterapkan secara elektrokimia atau sebagai seng cair melalui penyemprotan atau [[galvanisasi celup panas]]. Galvanisasi digunakan pada pagar rantai, pagar pengaman, jembatan gantung, tiang lampu, atap logam, penukar panas, dan badan mobil.


Reaktivitas relatif seng dan kemampuannya untuk menarik oksidasi ke dirinya sendiri membuatnya menjadi [[Anode galvanis|
Reaktivitas relatif seng dan kemampuannya untuk menarik oksidasi ke dirinya sendiri membuatnya menjadi [[Anode galvanis|
anode pengorban]] dalam [[proteksi katodik]] (''cathodic protection'', CP). Misalnya, perlindungan katodik dari pipa yang terkubur dapat dicapai dengan menghubungkan anode yang terbuat dari seng ke pipa. Seng bertindak sebagai [[anode]] (terminus negatif) dengan terkorosi secara perlahan saat mengalirkan arus listrik ke pipa baja. Seng juga digunakan untuk melindungi logam yang terpapar air laut secara katodik. Piringan seng yang menempel pada kemudi besi kapal akan perlahan terkorosi, sementara kemudi tetap utuh. Demikian pula, sumbat seng yang dipasang pada baling-baling atau pelindung logam untuk lunas kapal memberikan perlindungan sementara.
anode pengorban]] dalam [[proteksi katodik]] (''cathodic protection'', CP). Misalnya, perlindungan katodik dari pipa yang terkubur dapat dicapai dengan menghubungkan anode yang terbuat dari seng ke pipa.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Seng bertindak sebagai [[anode]] (terminus negatif) dengan terkorosi secara perlahan saat mengalirkan arus listrik ke pipa baja.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Arus listrik secara alami akan mengalir antara seng dan baja tetapi dalam beberapa keadaan anodr lengai digunakan dengan sumber DC eksternal.</ref> Seng juga digunakan untuk melindungi logam yang terpapar air laut secara katodik.<ref>M. Bounoughaz. ''A comparative study of the electrochemical behaviour of Algerian zinc and a zinc from a commercial sacrificial anode''. ''Journal of Materials Science''. 2003. Vol. 38 (6). hlm. 1139–1145. doi:10.1023/A:1022824813564.</ref> Piringan seng yang menempel pada kemudi besi kapal akan perlahan terkorosi, sementara kemudi tetap utuh.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Demikian pula, sumbat seng yang dipasang pada baling-baling atau pelindung logam untuk lunas kapal memberikan perlindungan sementara.


Dengan [[potensial elektrode standar]] (''standard electrode potential'', SEP) sebesar −0,76 [[volt]], seng digunakan sebagai bahan anode untuk baterai. (Litium yang lebih reaktif (SEP −3,04 V) digunakan untuk anode dalam [[baterai litium]]). Seng bubuk digunakan dengan cara ini dalam [[baterai alkalin]] dan pelindung (yang juga berfungsi sebagai anode) [[baterai seng–karbon]] dibentuk dari lembaran seng. Seng digunakan sebagai anode atau bahan bakar sel bahan bakar/[[baterai seng–udara]]. [[Baterai aliran|Baterai aliran redoks]] [[Baterai seng–serium|seng–serium]] juga bergantung pada setengah sel negatif berbasis seng.
Dengan [[potensial elektrode standar]] (''standard electrode potential'', SEP) sebesar −0,76 [[volt]], seng digunakan sebagai bahan anode untuk baterai. (Litium yang lebih reaktif (SEP −3,04 V) digunakan untuk anode dalam [[baterai litium]]). Seng bubuk digunakan dengan cara ini dalam [[baterai alkalin]] dan pelindung (yang juga berfungsi sebagai anode) [[baterai seng–karbon]] dibentuk dari lembaran seng.<ref>Jürgen O. Besenhard. ''Handbook of Battery Materials''. Wiley-VCH. 1999. ISBN 978-3-527-29469-5.</ref><ref>J.-P. Wiaux. [https://archive.org/details/sim_journal-of-power-sources_september-december-1995_57_1-2/page/61 Recycling zinc batteries: an economical challenge in consumer waste management]. ''Journal of Power Sources''. 1995. Vol. 57 (1–2). hlm. 61–65. doi:10.1016/0378-7753(95)02242-2.</ref> Seng digunakan sebagai anode atau bahan bakar sel bahan bakar/[[baterai seng–udara]].<ref>T. Culter. ''Southcon/96. Conference Record''. 1996. hlm. 616. doi:10.1109/SOUTHC.1996.535134. ISBN 978-0-7803-3268-3.</ref><ref>Jonathan Whartman. [http://www.electric-fuel.com/evtech/papers/paper11-1-98.pdf Zinc Air Battery-Battery Hybrid for Powering Electric Scooters and Electric Buses]. The 15th International Electric Vehicle Symposium.</ref><ref>J. F. Cooper. ''A refuelable zinc/air battery for fleet electric vehicle propulsion''. ''NASA Sti/Recon Technical Report N''. Society of Automotive Engineers future transportation technology conference and exposition. 1995. Vol. 96. hlm. 11394.</ref> [[Baterai aliran|Baterai aliran redoks]] [[Baterai seng–serium|seng–serium]] juga bergantung pada setengah sel negatif berbasis seng.<ref>Z. Xie. ''The developments and challenges of cerium half-cell in zinc–cerium redox flow battery for energy storage''. ''Electrochimica Acta''. 2013. Vol. 90. hlm. 695–704. doi:10.1016/j.electacta.2012.12.066.</ref>


===Paduan===
===Paduan===
Paduan seng yang banyak digunakan adalah kuningan, di mana tembaga dicampur dengan seng dari 3% hingga 45%, tergantung pada jenis kuningannya. Kuningan umumnya lebih [[Keuletan (fisika)|ulet]] dan lebih kuat dari tembaga, dan memiliki [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|ketahanan korosi]] yang unggul. Sifat-sifat ini membuatnya berguna dalam peralatan komunikasi, perangkat keras, alat musik, dan katup air.
Paduan seng yang banyak digunakan adalah kuningan, di mana tembaga dicampur dengan seng dari 3% hingga 45%, tergantung pada jenis kuningannya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kuningan umumnya lebih [[Keuletan (fisika)|ulet]] dan lebih kuat dari tembaga, dan memiliki [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|ketahanan korosi]] yang unggul.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sifat-sifat ini membuatnya berguna dalam peralatan komunikasi, perangkat keras, alat musik, dan katup air.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 


Paduan seng lain yang banyak digunakan, di antaranya perak nikel, logam mesin tik, [[solder]] lunak dan aluminium, dan [[perunggu]] komersial. Seng juga digunakan dalam organ pipa kontemporer sebagai pengganti paduan timbal/timah tradisional dalam pipa. Paduan 85–88% seng, 4–10% tembaga, dan 2–8% aluminium memilih penggunaan terbatas pada jenis bantalan mesin tertentu. Seng telah menjadi logam utama dalam [[Sen Lincoln|koin satu sen Amerika]] (''penny'') sejak 1982. Inti seng dilapisi dengan lapisan tipis tembaga untuk memberikan tampilan seperti koin tembaga. Pada tahun 1994,  seng digunakan untuk menghasilkan 13,6 miliar sen di Amerika Serikat.
Paduan seng lain yang banyak digunakan, di antaranya perak nikel, logam mesin tik, [[solder]] lunak dan aluminium, dan [[perunggu]] komersial.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Seng juga digunakan dalam organ pipa kontemporer sebagai pengganti paduan timbal/timah tradisional dalam pipa.<ref>Douglas Earl Bush. [https://books.google.com/books?id=cgDJaeFFUPoC The Organ: An Encyclopedia]. Routledge. 2006. hlm. 679. ISBN 978-0-415-94174-7.</ref> Paduan 85–88% seng, 4–10% tembaga, dan 2–8% aluminium memilih penggunaan terbatas pada jenis bantalan mesin tertentu. Seng telah menjadi logam utama dalam [[Sen Lincoln|koin satu sen Amerika]] (''penny'') sejak 1982.<ref>[http://www.usmint.gov/about_the_mint/?action=coin_specifications Coin Specifications]. United States Mint.</ref> Inti seng dilapisi dengan lapisan tipis tembaga untuk memberikan tampilan seperti koin tembaga. Pada tahun 1994,  seng digunakan untuk menghasilkan 13,6 miliar sen di Amerika Serikat.<ref>Stephen M. Jasinski. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/zinc/720494.pdf Mineral Yearbook 1994: Zinc]. United States Geological Survey.</ref>


Paduan seng dengan sejumlah kecil tembaga, aluminium, dan magnesium berguna dalam [[pengecoran mati]] (''die casting'') serta [[pengecoran berputar]] (''spin casting''), terutama dalam industri otomotif, listrik, dan perangkat keras. Paduan-paduan ini dipasarkan dengan nama [[Zamak]]. Contohnya adalah [[seng aluminium]]. Titik lebur yang rendah bersama dengan [[kekentalan|viskositas]] rendah dari paduan memungkinkan produksi bentuk kecil dan rumit. Suhu kerja yang rendah menyebabkan pendinginan yang cepat dari produk cor dan produksi yang cepat untuk perakitan. Paduan lain, dipasarkan dengan merek Prestal, mengandung 78% seng dan 22% aluminium, dan dilaporkan hampir sekuat baja tetapi dapat ditempa seperti plastik. [[Superplastisitas]] paduan ini memungkinkannya untuk dicetak menggunakan cetakan yang terbuat dari keramik dan semen.
Paduan seng dengan sejumlah kecil tembaga, aluminium, dan magnesium berguna dalam [[pengecoran mati]] (''die casting'') serta [[pengecoran berputar]] (''spin casting''), terutama dalam industri otomotif, listrik, dan perangkat keras.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Paduan-paduan ini dipasarkan dengan nama [[Zamak]].<ref>[http://www.eazall.com/diecastalloys.aspx Diecasting Alloys]. Eastern Alloys.</ref> Contohnya adalah [[seng aluminium]]. Titik lebur yang rendah bersama dengan [[kekentalan|viskositas]] rendah dari paduan memungkinkan produksi bentuk kecil dan rumit. Suhu kerja yang rendah menyebabkan pendinginan yang cepat dari produk cor dan produksi yang cepat untuk perakitan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>D. Apelian. ''Casting with Zinc Alloys''. ''Journal of Metals''. 1981. Vol. 33 (11). hlm. 12–19. doi:10.1007/bf03339527.</ref> Paduan lain, dipasarkan dengan merek Prestal, mengandung 78% seng dan 22% aluminium, dan dilaporkan hampir sekuat baja tetapi dapat ditempa seperti plastik.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Davies, Geoff. [https://books.google.com/books?id=s0i32LSfrJ4C&pg=PA157 Materials for automobile bodies]. Butterworth-Heinemann. 2003. hlm. 157. ISBN 978-0-7506-5692-4.</ref> [[Superplastisitas]] paduan ini memungkinkannya untuk dicetak menggunakan cetakan yang terbuat dari keramik dan semen.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Paduan serupa dengan penambahan sedikit timbal dapat digulung dingin menjadi lembaran. Paduan seng 96% dan aluminium 4% digunakan untuk membuat ''stamping'' mati untuk aplikasi yang dijalankan dengan produksi rendah di mana logam besi mati akan terlalu mahal. Untuk fasad bangunan, atap, dan aplikasi lain untuk [[logam lembaran]] yang dibentuk oleh [[deep drawing]], [[pembentukan rol]], atau [[Pembengkokan logam|pembengkokan]], digunakanlah paduan seng dengan [[titanium]] dan tembaga. Seng murni terlalu rapuh untuk proses manufaktur ini.
Paduan serupa dengan penambahan sedikit timbal dapat digulung dingin menjadi lembaran. Paduan seng 96% dan aluminium 4% digunakan untuk membuat ''stamping'' mati untuk aplikasi yang dijalankan dengan produksi rendah di mana logam besi mati akan terlalu mahal.<ref>Carl Hubert Samans. [https://archive.org/details/in.ernet.dli.2015.19384 Engineering Metals and Their Alloys]. Macmillan Co. 1949.</ref> Untuk fasad bangunan, atap, dan aplikasi lain untuk [[logam lembaran]] yang dibentuk oleh [[deep drawing]], [[pembentukan rol]], atau [[Pembengkokan logam|pembengkokan]], digunakanlah paduan seng dengan [[titanium]] dan tembaga.<ref>Frank Porter. [https://books.google.com/books?id=C-pAiedmqp8C Corrosion Resistance of Zinc and Zinc Alloys]. CRC Press. 1994. hlm. 6–7. ISBN 978-0-8247-9213-8.</ref> Seng murni terlalu rapuh untuk proses manufaktur ini.<ref>Frank Porter. [https://books.google.com/books?id=C-pAiedmqp8C Corrosion Resistance of Zinc and Zinc Alloys]. CRC Press. 1994. hlm. 6–7. ISBN 978-0-8247-9213-8.</ref>


Sebagai bahan padat, murah, mudah dikerjakan, seng digunakan sebagai pengganti [[timbal]]. Di tengah [[Keracunan timbal|kekhawatiran timbal]], seng muncul dalam bobot untuk berbagai aplikasi mulai dari memancing hingga [[timbangan ban]] dan roda gila.
Sebagai bahan padat, murah, mudah dikerjakan, seng digunakan sebagai pengganti [[timbal]]. Di tengah [[Keracunan timbal|kekhawatiran timbal]], seng muncul dalam bobot untuk berbagai aplikasi mulai dari memancing<ref>McClane, Albert Jules. [https://books.google.com/books?id=b3nWAAAAMAAJ The Complete book of fishing: a guide to freshwater, saltwater & big-game fishing]. Gallery Books. 1987. ISBN 978-0-8317-1565-6.</ref> hingga [[timbangan ban]] dan roda gila.<ref>[http://www.minourausa.com/english/support-e/recall-e.html Cast flywheel on old Magturbo trainer has been recalled since July 2000]. ''Minoura''.</ref>


[[Kadmium seng telurida]] (''cadmium zinc telluride'', CZT) adalah sebuah paduan [[semikonduktor]] yang dapat dibagi menjadi berbagai perangkat penginderaan kecil. Perangkat ini mirip dengan [[sirkuit terpadu]] dan dapat mendeteksi energi foton [[sinar gama]] yang masuk. Saat berada di balik topeng penyerap, susunan sensor CZT dapat menentukan arah sinar.
[[Kadmium seng telurida]] (''cadmium zinc telluride'', CZT) adalah sebuah paduan [[semikonduktor]] yang dapat dibagi menjadi berbagai perangkat penginderaan kecil.<ref>Johnathan I. Katz. [https://archive.org/details/biggestbangsmyst00katz_0/page/18 The Biggest Bangs]. Oxford University Press. 2002. hlm. [https://archive.org/details/biggestbangsmyst00katz_0/page/18 18]. ISBN 978-0-19-514570-0.</ref> Perangkat ini mirip dengan [[sirkuit terpadu]] dan dapat mendeteksi energi foton [[sinar gama]] yang masuk.<ref>Johnathan I. Katz. [https://archive.org/details/biggestbangsmyst00katz_0/page/18 The Biggest Bangs]. Oxford University Press. 2002. hlm. [https://archive.org/details/biggestbangsmyst00katz_0/page/18 18]. ISBN 978-0-19-514570-0.</ref> Saat berada di balik topeng penyerap, susunan sensor CZT dapat menentukan arah sinar.<ref>Johnathan I. Katz. [https://archive.org/details/biggestbangsmyst00katz_0/page/18 The Biggest Bangs]. Oxford University Press. 2002. hlm. [https://archive.org/details/biggestbangsmyst00katz_0/page/18 18]. ISBN 978-0-19-514570-0.</ref>
===Kegunaan industri lainnya===
===Kegunaan industri lainnya===
Kira-kira seperempat dari semua keluaran seng di Amerika Serikat pada tahun 2009 dikonsumsi dalam senyawa seng;<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/zinc/myb1-2009-zinc.pdf Zinc: World Mine Production (zinc content of concentrate) by Country]. ''2009 Minerals Yearbook: Zinc''. United States Geological Survey. February 2010.</ref> beberapa di antaranya digunakan secara industri. Seng oksida banyak digunakan sebagai pigmen putih pada cat dan sebagai [[katalis]] dalam pembuatan karet untuk mendispersikan panas. Seng oksida digunakan untuk melindungi polimer karet dan plastik dari [[Ultraungu|radiasi ultraviolet]] (UV).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sifat [[semikonduktor]] seng oksida membuatnya berguna dalam [[varistor]] dan produk fotokopi.<ref>Xiaoge Gregory Zhang. [https://books.google.com/books?id=Qmf4VsriAtMC Corrosion and Electrochemistry of Zinc]. Springer. 1996. hlm. 93. ISBN 978-0-306-45334-2.</ref> [[Siklus seng–seng oksida]] adalah sebuah proses [[termokimia]] dua langkah yang didasarkan pada seng dan seng oksida untuk [[produksi hidrogen]].<ref>Al Weimer. [http://www.hydrogen.energy.gov/pdfs/review06/pd_10_weimer.pdf Development of Solar-powered Thermochemical Production of Hydrogen from Water]. U.S. Department of Energy. 17 Mei 2006.</ref>


Kira-kira seperempat dari semua keluaran seng di Amerika Serikat pada tahun 2009 dikonsumsi dalam senyawa seng; beberapa di antaranya digunakan secara industri. Seng oksida banyak digunakan sebagai pigmen putih pada cat dan sebagai [[katalis]] dalam pembuatan karet untuk mendispersikan panas. Seng oksida digunakan untuk melindungi polimer karet dan plastik dari [[Ultraungu|radiasi ultraviolet]] (UV). Sifat [[semikonduktor]] seng oksida membuatnya berguna dalam [[varistor]] dan produk fotokopi. [[Siklus seng–seng oksida]] adalah sebuah proses [[termokimia]] dua langkah yang didasarkan pada seng dan seng oksida untuk [[produksi hidrogen]].
[[Seng klorida]] sering ditambahkan ke kayu sebagai [[penghambat api]]<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan terkadang sebagai [[bahan pengawet|pengawet]] kayu.<ref>Joseph Oscar Blew. [http://ir.library.oregonstate.edu/xmlui/bitstream/handle/1957/816/FPL_D149ocr.pdf Wood preservatives]. Department of Agriculture, Forest Service, Forest Products Laboratory. 1953.</ref> Ia digunakan dalam pembuatan bahan kimia lainnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Dimetilseng|Seng metil]] () digunakan dalam sejumlah [[Sintesis organik|sintetis]] organik.<ref>Edward Frankland. [https://zenodo.org/record/1427026 Notiz über eine neue Reihe organischer Körper, welche Metalle, Phosphor u. s. w. enthalten]. ''Liebig's Annalen der Chemie und Pharmacie''. 1849. Vol. 71 (2). hlm. 213–216. doi:10.1002/jlac.18490710206.</ref> [[Seng sulfida]] (ZnS) digunakan dalam pigmen [[Luminesensi|bercahaya]] seperti pada jarum jam, [[sinar-X]] dan layar televisi, serta [[cat bercahaya]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kristal ZnS digunakan dalam [[laser]] yang beroperasi di spektrum [[inframerah]] bagian tengah.<ref>Rüdiger Paschotta. [https://books.google.com/books?id=BN026ye2fJAC Encyclopedia of Laser Physics and Technology]. Wiley-VCH. 2008. hlm. 798. ISBN 978-3-527-40828-3.</ref> [[Seng sulfat]] adalah bahan kimia dalam [[Bahan pewarna|pewarna]] dan pigmen.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Seng pirition]] digunakan dalam cat [[pengotoran biologis|antipengotoran]].<ref>I. K. Konstantinou. ''Worldwide occurrence and effects of antifouling paint booster biocides in the aquatic environment: a review''. ''Environment International''. 2004. Vol. 30 (2). hlm. 235–248. doi:10.1016/S0160-4120(03)00176-4.</ref>


[[Seng klorida]] sering ditambahkan ke kayu sebagai [[penghambat api]] dan terkadang sebagai [[bahan pengawet|pengawet]] kayu. Ia digunakan dalam pembuatan bahan kimia lainnya. [[Dimetilseng|Seng metil]] () digunakan dalam sejumlah [[Sintesis organik|sintetis]] organik. [[Seng sulfida]] (ZnS) digunakan dalam pigmen [[Luminesensi|bercahaya]] seperti pada jarum jam, [[sinar-X]] dan layar televisi, serta [[cat bercahaya]]. Kristal ZnS digunakan dalam [[laser]] yang beroperasi di spektrum [[inframerah]] bagian tengah. [[Seng sulfat]] adalah bahan kimia dalam [[Bahan pewarna|pewarna]] dan pigmen. [[Seng pirition]] digunakan dalam cat [[pengotoran biologis|antipengotoran]].
Bubuk seng kadang-kadang digunakan sebagai [[bahan pendorong|propelan]] dalam [[roket model]].<ref>Kevin A. Boudreaux. [http://www.angelo.edu/faculty/kboudrea/demos/zinc_sulfur/zinc_sulfur.htm Zinc + Sulfur]. Angelo State University.</ref> Ketika campuran terkompresi dari 70% bubuk seng dan 30% bubuk [[belerang]] dinyalakan, akan terjadi reaksi kimia yang hebat.<ref>Kevin A. Boudreaux. [http://www.angelo.edu/faculty/kboudrea/demos/zinc_sulfur/zinc_sulfur.htm Zinc + Sulfur]. Angelo State University.</ref> Reaksi ini akan menghasilkan seng sulfida, bersama dengan sejumlah besar panas, gas panas, dan cahaya.<ref>Kevin A. Boudreaux. [http://www.angelo.edu/faculty/kboudrea/demos/zinc_sulfur/zinc_sulfur.htm Zinc + Sulfur]. Angelo State University.</ref>


Bubuk seng kadang-kadang digunakan sebagai [[bahan pendorong|propelan]] dalam [[roket model]]. Ketika campuran terkompresi dari 70% bubuk seng dan 30% bubuk [[belerang]] dinyalakan, akan terjadi reaksi kimia yang hebat. Reaksi ini akan menghasilkan seng sulfida, bersama dengan sejumlah besar panas, gas panas, dan cahaya.
Lembaran logam seng digunakan untuk membuat [[Bar (tempat)#Bar (konter)|bar]] seng.<ref>[http://www.zinccounters.co.uk/html/tech/tech.htm Technical Information]. Zinc Counters. 2008.</ref>


Lembaran logam seng digunakan untuk membuat [[Bar (tempat)#Bar (konter)|bar]] seng.
, [[isotop seng]] yang paling melimpah, sangat rentan terhadap [[pengaktifan neutron]], [[transmutasi|ditransmutasikan]] menjadi  yang sangat radioaktif, yang memiliki [[waktu paruh]] 244 hari dan menghasilkan [[sinar gama|radiasi gama]] yang intens. Oleh karena itu, seng oksida yang digunakan dalam reaktor nuklir sebagai agen antikorosi merupakan  yang terdeplesi sebelum digunakan, dan ia disebut [[seng oksida terdeplesi]]. Untuk alasan yang sama, seng telah diusulkan sebagai bahan [[Bom bergaram|penggaraman]] untuk [[senjata nuklir]] ([[kobalt]] adalah bahan penggaraman lain yang lebih dikenal).<ref>David Tin Win. [http://www.journal.au.edu/au_techno/2003/apr2003/aujt6-4_article07.pdf Weapons of Mass Destruction]. ''Assumption University Journal of Technology''. Assumption University. 2003. Vol. 6 (4). hlm. 199.</ref> Jaket  [[Pemisahan isotop|yang diperkaya secara isotop]] akan disinari oleh fluks neutron berenergi tinggi yang intens dari senjata termonuklir yang meledak, membentuk  dalam jumlah besar yang secara signifikan meningkatkan radioaktivitas [[Luruhan nuklir|luruhan]] senjata.<ref>David Tin Win. [http://www.journal.au.edu/au_techno/2003/apr2003/aujt6-4_article07.pdf Weapons of Mass Destruction]. ''Assumption University Journal of Technology''. Assumption University. 2003. Vol. 6 (4). hlm. 199.</ref> Senjata seperti ini tidak diketahui pernah dibuat, diuji, atau digunakan.<ref>David Tin Win. [http://www.journal.au.edu/au_techno/2003/apr2003/aujt6-4_article07.pdf Weapons of Mass Destruction]. ''Assumption University Journal of Technology''. Assumption University. 2003. Vol. 6 (4). hlm. 199.</ref>


, [[isotop seng]] yang paling melimpah, sangat rentan terhadap [[pengaktifan neutron]], [[transmutasi|ditransmutasikan]] menjadi  yang sangat radioaktif, yang memiliki [[waktu paruh]] 244 hari dan menghasilkan [[sinar gama|radiasi gama]] yang intens. Oleh karena itu, seng oksida yang digunakan dalam reaktor nuklir sebagai agen antikorosi merupakan  yang terdeplesi sebelum digunakan, dan ia disebut [[seng oksida terdeplesi]]. Untuk alasan yang sama, seng telah diusulkan sebagai bahan [[Bom bergaram|penggaraman]] untuk [[senjata nuklir]] ([[kobalt]] adalah bahan penggaraman lain yang lebih dikenal). Jaket  [[Pemisahan isotop|yang diperkaya secara isotop]] akan disinari oleh fluks neutron berenergi tinggi yang intens dari senjata termonuklir yang meledak, membentuk  dalam jumlah besar yang secara signifikan meningkatkan radioaktivitas [[Luruhan nuklir|luruhan]] senjata. Senjata seperti ini tidak diketahui pernah dibuat, diuji, atau digunakan.
digunakan sebagai [[Pelabelan isotop|pelacak]] untuk mempelajari bagaimana paduan yang mengandung seng aus, atau jalur dan peran seng dalam organisme.<ref>David E. Newton. [http://www.encyclopedia.com/doc/1G2-3427000114.html Chemical Elements: From Carbon to Krypton]. U. X. L. /Gale. 1999. ISBN 978-0-7876-2846-8.</ref>


digunakan sebagai [[Pelabelan isotop|pelacak]] untuk mempelajari bagaimana paduan yang mengandung seng aus, atau jalur dan peran seng dalam organisme.
Kompleks seng ditiokarbamat digunakan sebagai [[fungisida]] pertanian; mereka termasuk [[Zineb]], Metiram, Propineb, dan Ziram.<ref>[https://books.google.com/books?id=cItuoO9zSjkC&pg=PA591 Ullmann's Agrochemicals]. Wiley-Vch (COR). 2007. hlm. 591–592. ISBN 978-3-527-31604-5.</ref> Seng naftenat digunakan sebagai pengawet kayu.<ref>J. C. F. Walker. ''Primary Wood Processing: Principles and Practice''. Springer. 2006. hlm. 317. ISBN 978-1-4020-4392-5.</ref> Seng dalam bentuk [[Seng ditiofosfat|ZDDP]], digunakan sebagai aditif antiaus untuk bagian logam dalam oli mesin.<ref>[http://www.mustangmonthly.com/techarticles/mump_0907_zddp_zinc_additive_engine_oil/index.html ZDDP Engine Oil – The Zinc Factor]. Mustang Monthly.</ref>
 
Kompleks seng ditiokarbamat digunakan sebagai [[fungisida]] pertanian; mereka termasuk [[Zineb]], Metiram, Propineb, dan Ziram. Seng naftenat digunakan sebagai pengawet kayu. Seng dalam bentuk [[Seng ditiofosfat|ZDDP]], digunakan sebagai aditif antiaus untuk bagian logam dalam oli mesin.
===Kimia organik===
===Kimia organik===
Kimia [[Senyawa organoseng|organoseng]] adalah ilmu mengenai senyawa yang mengandung ikatan karbon-seng, yang menggambarkan sifat fisik, sintesis, dan reaksi kimia. Banyak senyawa organoseng yang penting.<ref>Larry E. Overman. ''The Allylic Trihaloacetimidate Rearrangement''. ''Organic Reactions''. 2005. Vol. 66. hlm. 1–107. doi:10.1002/0471264180.or066.01. ISBN 978-0-471-26418-7.</ref><ref>Zvi Rappoport. [https://books.google.com/books?id=Y3wYEmIHlqUC The Chemistry of Organozinc Compounds: R-Zn]. December 17, 2007. ISBN 978-0-470-09337-5.</ref><ref>Paul Knochel. [https://books.google.com/books?id=UH5tQgAACAAJ Organozinc reagents: A practical approach]. 1999. ISBN 978-0-19-850121-3.</ref><ref>Wolfgang A. Herrmann. [https://books.google.com/books?id=hgUqZkG23PAC Synthetic Methods of Organometallic and Inorganic Chemistry: Catalysis]. Januari 2002. ISBN 978-3-13-103061-0.</ref> Beberapa di antaranya, yaitu
* Reaksi Frankland-Duppa Reaction di mana sebuah [[Ester (kimia)|ester]] [[oksalat]] (ROCOCOOR) bereaksi dengan [[Haloalkana|alkil halida]] R'X, seng dan [[asam klorida]] untuk membentuk ester α-hidroksikarboksilat RR'COHCOOR<ref>E. Frankland, Ann. 126, 109 (1863)</ref><ref>E. Frankland, B. F. Duppa, Ann. 135, 25 (1865)</ref>
* Pada sisi negatifnya, organoseng jauh lebih sedikit nukleofilik daripada Grignards, dan harganya mahal serta sulit ditangani. Senyawa diorganoseng yang tersedia secara komersial adalah [[dimetilseng]], [[dietilseng]] dan difenilseng. Dalam sebuah penelitian,<ref>Jeung Gon Kim. ''From Aryl Bromides to Enantioenriched Benzylic Alcohols in a Single Flask: Catalytic Asymmetric Arylation of Aldehydes''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 2006. Vol. 45 (25). hlm. 4175–4178. doi:10.1002/anie.200600741.</ref><ref>Dalam reaksi satu pot ini bromobenzena diubah menjadi fenillitium melalui reaksi dengan 4 ekuivalen ''n''-butillitium, kemudian transmetalasi dengan seng klorida membentuk difenilseng yang terus bereaksi dalam reaksi asimetris dengan ligan MIB dan kemudian dengan 2-naftilaldehida menjadi alkohol. Dalam reaksi ini, pembentukan difenilseng disertai dengan litium klorida, yang jika tidak diperiksa, mengatalisis reaksi tanpa keterlibatan MIB dengan alkohol rasemat. Garam secara efektif dihilangkan melalui pengelatan dengan tetraetiletilena diamina (TEEDA) yang menghasilkan kelebihan enansiomer sebesar 92%.</ref> senyawa organoseng aktif diperoleh dari prekursor [[Senyawa organobromin|organobromin]] yang jauh lebih murah.


Kimia [[Senyawa organoseng|organoseng]] adalah ilmu mengenai senyawa yang mengandung ikatan karbon-seng, yang menggambarkan sifat fisik, sintesis, dan reaksi kimia. Banyak senyawa organoseng yang penting. Beberapa di antaranya, yaitu
Seng memiliki banyak kegunaan sebagai katalis dalam sintesis organik termasuk sintesis asimetris, menjadi alternatif yang murah dan mudah tersedia untuk kompleks logam berharga. Hasil (hasil dan [[kelebihan enansiomer]]) yang diperoleh dengan katalis seng kiral sebanding dengan yang dicapai dengan [[paladium]], [[rutenium]], [[iridium]] dan lainnya, dan seng menjadi katalis logam pilihan.<ref>Daniel Łowicki. ''Chiral zinc catalysts for asymmetric synthesis''. ''Tetrahedron''. 2015. Vol. 71 (9). hlm. 1339–1394. doi:10.1016/j.tet.2014.12.022.</ref>
* Reaksi Frankland-Duppa Reaction di mana sebuah [[Ester (kimia)|ester]] [[oksalat]] (ROCOCOOR) bereaksi dengan [[Haloalkana|alkil halida]] R'X, seng dan [[asam klorida]] untuk membentuk ester α-hidroksikarboksilat RR'COHCOOR
* Pada sisi negatifnya, organoseng jauh lebih sedikit nukleofilik daripada Grignards, dan harganya mahal serta sulit ditangani. Senyawa diorganoseng yang tersedia secara komersial adalah [[dimetilseng]], [[dietilseng]] dan difenilseng. Dalam sebuah penelitian, senyawa organoseng aktif diperoleh dari prekursor [[Senyawa organobromin|organobromin]] yang jauh lebih murah.
 
Seng memiliki banyak kegunaan sebagai katalis dalam sintesis organik termasuk sintesis asimetris, menjadi alternatif yang murah dan mudah tersedia untuk kompleks logam berharga. Hasil (hasil dan [[kelebihan enansiomer]]) yang diperoleh dengan katalis seng kiral sebanding dengan yang dicapai dengan [[paladium]], [[rutenium]], [[iridium]] dan lainnya, dan seng menjadi katalis logam pilihan.
===Suplemen makanan===
===Suplemen makanan===
Dalam kebanyakan tablet tunggal, obat bebas, suplemen vitamin dan [[Mineral (nutrisi)|mineral]] harian, seng dimasukkan dalam bentuk seperti [[seng oksida]], [[seng asetat]], [[seng glukonat]], atau seng asam amino kelat.<ref>Robert A. DiSilvestro. [https://archive.org/details/handbookofminera0000disi Handbook of Minerals as Nutritional Supplements]. CRC Press. 2004. hlm. [https://archive.org/details/handbookofminera0000disi/page/135 135], 155. ISBN 978-0-8493-1652-4.</ref><ref>[https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT01791608 Zinc Sulphate vs. Zinc Amino Acid Chelate (ZAZO)]. ''U.S. National Library of Medecine''. USA Government.</ref>


 
Umumnya, suplemen seng direkomendasikan di mana ada risiko tinggi kekurangan seng (seperti negara berpenghasilan rendah dan menengah) sebagai tindakan pencegahan.<ref>E Mayo-Wilson. ''Zinc supplementation for preventing mortality, morbidity, and growth failure in children aged 6 months to 12 years of age''. ''The Cochrane Database of Systematic Reviews''. 15 Mei 2014. hlm. CD009384. doi:10.1002/14651858.CD009384.pub2.</ref> Meskipun seng sulfat adalah bentuk seng yang umum digunakan, seng sitrat, glukonat, dan pikolinat mungkin juga merupakan pilihan yang valid. Bentuk-bentuk ini lebih baik diserap daripada seng oksida.<ref>''Dietary vs. pharmacological doses of zinc: A clinical review''. ''Clin Nutr''. 2019. Vol. 130 (5). hlm. 1345–1353. doi:10.1016/j.clnu.2019.06.024.</ref>
Dalam kebanyakan tablet tunggal, obat bebas, suplemen vitamin dan [[Mineral (nutrisi)|mineral]] harian, seng dimasukkan dalam bentuk seperti [[seng oksida]], [[seng asetat]], [[seng glukonat]], atau seng asam amino kelat.
 
Umumnya, suplemen seng direkomendasikan di mana ada risiko tinggi kekurangan seng (seperti negara berpenghasilan rendah dan menengah) sebagai tindakan pencegahan. Meskipun seng sulfat adalah bentuk seng yang umum digunakan, seng sitrat, glukonat, dan pikolinat mungkin juga merupakan pilihan yang valid. Bentuk-bentuk ini lebih baik diserap daripada seng oksida.
====Gastroenteritis====
====Gastroenteritis====
Seng adalah bagian dari pengobatan diare yang murah dan efektif pada anak-anak di negara berkembang. Seng menjadi terdeplesi dalam tubuh selama diare dan pengisian kembali seng dengan pengobatan 10 sampai 14 hari dapat mengurangi durasi dan keparahan diare dan juga dapat mencegah diare berikutnya selama tiga bulan. [[Gastroenteritis]] sangat dilemahkan oleh konsumsi seng, mungkin dengan tindakan antimikroba langsung dari ion di [[saluran pencernaan]], atau dengan penyerapan seng dan pelepasan kembali dari sel-sel kekebalan (semua [[granulosit]] menyekresi seng), atau keduanya.
Seng adalah bagian dari pengobatan diare yang murah dan efektif pada anak-anak di negara berkembang. Seng menjadi terdeplesi dalam tubuh selama diare dan pengisian kembali seng dengan pengobatan 10 sampai 14 hari dapat mengurangi durasi dan keparahan diare dan juga dapat mencegah diare berikutnya selama tiga bulan.<ref>[https://archive.org/details/sim_american-journal-of-clinical-nutrition_2000-12_72_6/page/1516 Therapeutic effects of oral zinc in acute and persistent diarrhea in children in developing countries: pooled analysis of randomized controlled trials]. ''The American Journal of Clinical Nutrition''. 2000. Vol. 72 (6). hlm. 1516–1522. doi:10.1093/ajcn/72.6.1516.</ref> [[Gastroenteritis]] sangat dilemahkan oleh konsumsi seng, mungkin dengan tindakan antimikroba langsung dari ion di [[saluran pencernaan]], atau dengan penyerapan seng dan pelepasan kembali dari sel-sel kekebalan (semua [[granulosit]] menyekresi seng), atau keduanya.<ref>T. B. Aydemir. [https://archive.org/details/sim_proceedings-of-the-national-academy-of-sciences-usa_2006-02-07_103_6/page/1699 Zinc supplementation of young men alters metallothionein, zinc transporter, and cytokine gene expression in leukocyte populations]. ''PNAS''. 2006. Vol. 103 (6). hlm. 1699–704. doi:10.1073/pnas.0510407103.</ref><ref>M. Valko. [http://webmail.stuba.sk/~marian.valko/PDF/CMC_2005.pdf Metals, Toxicity and Oxidative stress]. ''Current Medicinal Chemistry''. 2005. Vol. 12 (10). hlm. 1161–208. doi:10.2174/0929867053764635.</ref>
====Pilek====
====Pilek====
Suplemen seng (sering kali [[Pelega tenggorokan|pelega]] [[seng asetat]] atau [[seng glukonat]]) adalah sekelompok [[suplemen makanan]] yang biasanya digunakan untuk pengobatan [[pilek]]. Penggunaan suplemen seng dengan dosis lebih dari 75&nbsp;mg/hari dalam waktu 24&nbsp;jam sejak timbulnya gejala telah terbukti mengurangi durasi gejala pilek sekitar 1&nbsp;hari pada orang dewasa. Efek samping dari pemberian suplemen seng [[Pemberian mulut|melalui mulut]] adalah rasa tidak enak dan [[mual]]. [[Pemberian hidung|Penggunaan intranasal]] [[penyemprot hidung]] yang mengandung seng telah dikaitkan dengan [[anosmia|hilangnya indra penciuman]]; akibatnya, pada bulan Juni 2009, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|United States Food and Drug Administration]] (USFDA) memperingatkan konsumen untuk berhenti menggunakan seng intranasal.
Suplemen seng (sering kali [[Pelega tenggorokan|pelega]] [[seng asetat]] atau [[seng glukonat]]) adalah sekelompok [[suplemen makanan]] yang biasanya digunakan untuk pengobatan [[pilek]].<ref>[https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional Zinc – Fact Sheet for Health Professionals]. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.</ref> Penggunaan suplemen seng dengan dosis lebih dari 75&nbsp;mg/hari dalam waktu 24&nbsp;jam sejak timbulnya gejala telah terbukti mengurangi durasi gejala pilek sekitar 1&nbsp;hari pada orang dewasa.<ref>[https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional Zinc – Fact Sheet for Health Professionals]. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.</ref><ref>''Zinc for the treatment of the common cold: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials''. ''CMAJ''. Juli 2012. Vol. 184 (10). hlm. E551-61. doi:10.1503/cmaj.111990.</ref> Efek samping dari pemberian suplemen seng [[Pemberian mulut|melalui mulut]] adalah rasa tidak enak dan [[mual]].<ref>[https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional Zinc – Fact Sheet for Health Professionals]. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.</ref><ref>''Zinc for the treatment of the common cold: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials''. ''CMAJ''. Juli 2012. Vol. 184 (10). hlm. E551-61. doi:10.1503/cmaj.111990.</ref> [[Pemberian hidung|Penggunaan intranasal]] [[penyemprot hidung]] yang mengandung seng telah dikaitkan dengan [[anosmia|hilangnya indra penciuman]];<ref>[https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional Zinc – Fact Sheet for Health Professionals]. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.</ref> akibatnya, pada bulan Juni 2009, [[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|United States Food and Drug Administration]] (USFDA) memperingatkan konsumen untuk berhenti menggunakan seng intranasal.<ref>[https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional Zinc – Fact Sheet for Health Professionals]. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.</ref>


[[Rhinovirus|Rhinovirus manusia]]&nbsp;– [[Penyakit virus|patogen virus]] paling umum pada manusia&nbsp;– adalah penyebab utama pilek. [[Mekanisme aksi]] yang dihipotesiskan di mana seng mengurangi keparahan dan/atau durasi gejala pilek adalah penekanan pe[[radang]]an hidung dan penghambatan langsung dari [[Rhinovirus#Patogenesis|pengikatan reseptor rhinovirus]] dan [[Replikasi virus|replikasi]] rhinovirus di [[mukosa hidung]].
[[Rhinovirus|Rhinovirus manusia]]&nbsp;– [[Penyakit virus|patogen virus]] paling umum pada manusia&nbsp;– adalah penyebab utama pilek.<ref>[https://www.cdc.gov/getsmart/community/for-patients/common-illnesses/colds.html Common Cold and Runny Nose]. United States Centers for Disease Control and Prevention. 26 September 2017.</ref> [[Mekanisme aksi]] yang dihipotesiskan di mana seng mengurangi keparahan dan/atau durasi gejala pilek adalah penekanan pe[[radang]]an hidung dan penghambatan langsung dari [[Rhinovirus#Patogenesis|pengikatan reseptor rhinovirus]] dan [[Replikasi virus|replikasi]] rhinovirus di [[mukosa hidung]].<ref>[https://ods.od.nih.gov/factsheets/Zinc-HealthProfessional Zinc – Fact Sheet for Health Professionals]. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.</ref>
====Penambahan berat badan====
====Penambahan berat badan====
 
Kekurangan seng dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan.<ref>''Zinc as an appetite stimulator – the possible role of zinc in the progression of diseases such as cachexia and sarcopenia''. ''Recent Patents on Food, Nutrition & Agriculture''. 2011. Vol. 3 (3). hlm. 226–231. doi:10.2174/2212798411103030226.</ref> Penggunaan seng dalam pengobatan anoreksia telah dianjurkan sejak 1979. Setidaknya 15 uji klinis telah menunjukkan bahwa seng meningkatkan penambahan berat badan pada anoreksia. Sebuah percobaan tahun 1994 menunjukkan bahwa seng menggandakan laju peningkatan massa tubuh dalam pengobatan anoreksia nervosa. Kekurangan nutrisi lain seperti tirosin, triptofan, dan tiamin dapat berkontribusi pada fenomena ini yang disebut "malnutrisi yang disebabkan oleh malnutrisi".<ref>Neil F. Shay. ''Neurobiology of Zinc-Influenced Eating Behavior''. ''The Journal of Nutrition''. 2000. Vol. 130 (5). hlm. 1493S–1499S. doi:10.1093/jn/130.5.1493S.</ref>
Kekurangan seng dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Penggunaan seng dalam pengobatan anoreksia telah dianjurkan sejak 1979. Setidaknya 15 uji klinis telah menunjukkan bahwa seng meningkatkan penambahan berat badan pada anoreksia. Sebuah percobaan tahun 1994 menunjukkan bahwa seng menggandakan laju peningkatan massa tubuh dalam pengobatan anoreksia nervosa. Kekurangan nutrisi lain seperti tirosin, triptofan, dan tiamin dapat berkontribusi pada fenomena ini yang disebut "malnutrisi yang disebabkan oleh malnutrisi".
Sebuah meta-analisis dari 33 percobaan intervensi prospektif mengenai suplementasi seng dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan anak-anak di banyak negara menunjukkan bahwa suplementasi seng saja memiliki efek yang signifikan secara statistik pada pertumbuhan linier dan penambahan berat badan, menunjukkan bahwa kekurangan zat lain yang mungkin telah hadir tidak bertanggung jawab atas keterbelakangan pertumbuhan.<ref>''Zinc''. ''StatPearls [Internet]''. 2019.</ref>
Sebuah meta-analisis dari 33 percobaan intervensi prospektif mengenai suplementasi seng dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan anak-anak di banyak negara menunjukkan bahwa suplementasi seng saja memiliki efek yang signifikan secara statistik pada pertumbuhan linier dan penambahan berat badan, menunjukkan bahwa kekurangan zat lain yang mungkin telah hadir tidak bertanggung jawab atas keterbelakangan pertumbuhan.
====Lainnya====
====Lainnya====
Sebuah tinjauan Cochrane menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen seng mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk menderita [[Degenerasi makula|degenerasi makula terkait usia]]. Suplemen seng adalah pengobatan yang efektif untuk ''[[acrodermatitis enteropathica]]'', kelainan genetik yang memengaruhi penyerapan seng yang sebelumnya berakibat fatal bagi bayi yang terkena. Kekurangan seng telah dikaitkan dengan [[gangguan depresi mayor]] (''major depressive disorder'', MDD), dan suplemen seng mungkin merupakan pengobatan yang efektif.
Sebuah tinjauan Cochrane menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen seng mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk menderita [[Degenerasi makula|degenerasi makula terkait usia]].<ref>''Antioxidant vitamin and mineral supplements for slowing the progression of age-related macular degeneration''. ''Cochrane Database Syst Rev''. 2017. Vol. 7 (9). hlm. CD000254. doi:10.1002/14651858.CD000254.pub4.</ref> Suplemen seng adalah pengobatan yang efektif untuk ''[[acrodermatitis enteropathica]]'', kelainan genetik yang memengaruhi penyerapan seng yang sebelumnya berakibat fatal bagi bayi yang terkena.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kekurangan seng telah dikaitkan dengan [[gangguan depresi mayor]] (''major depressive disorder'', MDD), dan suplemen seng mungkin merupakan pengobatan yang efektif.<ref>''Potential roles of zinc in the pathophysiology and treatment of major depressive disorder''. ''Neurosci. Biobehav. Rev''. Juni 2013. Vol. 37 (5). hlm. 911–929. doi:10.1016/j.neubiorev.2013.03.018.</ref>
===Penggunaan topikal===
===Penggunaan topikal===
[[Medikasi topikal|Sediaan topikal]] seng termasuk yang digunakan pada kulit, sering kali dalam bentuk [[seng oksida]]. Sediaan seng dapat melindungi kulit dari [[Bakaran matahari|sengatan matahari]] di musim panas dan [[Bakaran angin|sengatan angin]] di musim dingin.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dioleskan tipis pada area popok bayi ([[perineum]]) setiap kali mengganti popok, dapat melindungi bayi dari [[ruam popok]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


[[Medikasi topikal|Sediaan topikal]] seng termasuk yang digunakan pada kulit, sering kali dalam bentuk [[seng oksida]]. Sediaan seng dapat melindungi kulit dari [[Bakaran matahari|sengatan matahari]] di musim panas dan [[Bakaran angin|sengatan angin]] di musim dingin. Dioleskan tipis pada area popok bayi ([[perineum]]) setiap kali mengganti popok, dapat melindungi bayi dari [[ruam popok]].
Seng yang dikelatkan digunakan dalam pasta gigi dan obat kumur untuk mencegah [[halitosis|bau mulut]]; seng sitrat dapat membantu mengurangi pembentukan [[Karang gigi|kalkulus]] (karang gigi).<ref>Roldán, S. ''The effects of a new mouthrinse containing chlorhexidine, cetylpyridinium chloride and zinc lactate on the microflora of oral halitosis patients: a dual-centre, double-blind placebo-controlled study''. ''Journal of Clinical Periodontology''. 2003. Vol. 30 (5). hlm. 427–434. doi:10.1034/j.1600-051X.2003.20004.x.</ref><ref>[https://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/toothpastes Toothpastes]. ''www.ada.org''.</ref>


Seng yang dikelatkan digunakan dalam pasta gigi dan obat kumur untuk mencegah [[halitosis|bau mulut]]; seng sitrat dapat membantu mengurangi pembentukan [[Karang gigi|kalkulus]] (karang gigi).
[[Seng pirition]] banyak disertakan dalam sampo untuk mencegah ketombe.<ref>R. Marks. [https://archive.org/details/sim_british-journal-of-dermatology_1985-04_112_4/page/415 The effects of a shampoo containing zinc pyrithione on the control of dandruff]. ''British Journal of Dermatology''. 1985. Vol. 112 (4). hlm. 415–422. doi:10.1111/j.1365-2133.1985.tb02314.x.</ref>


[[Seng pirition]] banyak disertakan dalam sampo untuk mencegah ketombe.
Seng topikal juga telah terbukti efektif mengobati, serta memperpanjang remisi pada [[herpes genitali]].<ref>BB Mahajan. ''Herpes genitalis – Topical zinc sulfate: An alternative therapeutic and modality''. ''Indian Journal of Sexually Transmitted Diseases and AIDS''. Januari 2013. Vol. 34 (1). hlm. 32–4. doi:10.4103/0253-7184.112867.</ref>
 
Seng topikal juga telah terbukti efektif mengobati, serta memperpanjang remisi pada [[herpes genitali]].
==Peran biologis==
==Peran biologis==
Seng merupakan sebuah [[Unsur kimia renik|unsur renik]] yang penting bagi manusia dan hewan lainnya, untuk tanaman serta untuk [[mikroorganisme]]. Seng diperlukan untuk fungsi lebih dari 300 [[enzim]] dan 1000 [[faktor transkripsi]], dan disimpan serta ditransfer dalam [[metalotionein]]. Ia merupakan logam renik paling melimpah kedua pada manusia setelah besi dan merupakan satu-satunya logam yang muncul di semua [[Enzim#Penggolongan dan penamaan|kelas enzim]].
Seng merupakan sebuah [[Unsur kimia renik|unsur renik]] yang penting bagi manusia<ref>Wolfgang Maret. ''Interrelations between Essential Metal Ions and Human Diseases''. Springer. 2013. Vol. 13. hlm. 389–414. doi:10.1007/978-94-007-7500-8_12. ISBN 978-94-007-7499-5.</ref><ref>''Zinc: indications in brain disorders''. ''Fundam Clin Pharmacol''. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.</ref><ref>''Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator''. ''International Journal of Molecular Sciences''. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.</ref> dan hewan lainnya,<ref>Prasad A. S. ''Zinc in Human Health: Effect of Zinc on Immune Cells''. ''Mol. Med''. 2008. Vol. 14 (5–6). hlm. 353–7. doi:10.2119/2008-00033.Prasad.</ref> untuk tanaman<ref>M. R. Broadley. ''Zinc in plants''. ''New Phytologist''. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.</ref> serta untuk [[mikroorganisme]].<ref>Peran seng dalam mikroorganisme terutama ditinjau dalam: Sugarman B. [https://archive.org/details/sim_clinical-infectious-diseases_january-february-1983_5_1/page/137 Zinc and infection]. ''Reviews of Infectious Diseases''. 1983. Vol. 5 (1). hlm. 137–47. doi:10.1093/clinids/5.1.137.</ref> Seng diperlukan untuk fungsi lebih dari 300 [[enzim]] dan 1000 [[faktor transkripsi]],<ref>''Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator''. ''International Journal of Molecular Sciences''. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.</ref> dan disimpan serta ditransfer dalam [[metalotionein]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Laura Plum. ''The Essential Toxin: Impact of Zinc on Human Health''. ''Int J Environ Res Public Health''. 2010. Vol. 7 (4). hlm. 1342–1365. doi:10.3390/ijerph7041342.</ref> Ia merupakan logam renik paling melimpah kedua pada manusia setelah besi dan merupakan satu-satunya logam yang muncul di semua [[Enzim#Penggolongan dan penamaan|kelas enzim]].<ref>M. R. Broadley. ''Zinc in plants''. ''New Phytologist''. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.</ref><ref>''Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator''. ''International Journal of Molecular Sciences''. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.</ref>


Dalam protein, ion seng sering dikoordinasikan dengan rantai samping asam amino dari [[asam aspartat]], [[asam glutamat]], [[sisteina]], dan [[histidina]]. Deskripsi teoretis dan komputasional dari pengikatan seng dalam protein (dan juga logam transisi lainnya) adalah sulit.
Dalam protein, ion seng sering dikoordinasikan dengan rantai samping asam amino dari [[asam aspartat]], [[asam glutamat]], [[sisteina]], dan [[histidina]]. Deskripsi teoretis dan komputasional dari pengikatan seng dalam protein (dan juga logam transisi lainnya) adalah sulit.<ref>Erik G. Brandt. [https://zenodo.org/record/996012 Molecular dynamics study of zinc binding to cysteines in a peptide mimic of the alcohol dehydrogenase structural zinc site]. ''Phys. Chem. Chem. Phys''. 2009. Vol. 11 (6). hlm. 975–83. doi:10.1039/b815482a.</ref>


Kira-kira &nbsp;gram seng didistribusikan ke seluruh tubuh manusia. Sebagian besar seng berada di otak, otot, tulang, ginjal, dan hati, dengan konsentrasi tertinggi di prostat dan beberapa bagian mata. [[Air mani]] sangatlah kaya akan seng, sebuah faktor kunci dalam fungsi [[prostat|kelenjar prostat]] dan pertumbuhan [[Alat kelamin|organ reproduksi]].
Kira-kira &nbsp;gram seng<ref>L. Rink. [https://archive.org/details/sim_proceedings-of-the-nutrition-society_2000-11_59_4/page/541 Zinc and the immune system]. ''Proc Nutr Soc''. 2000. Vol. 59 (4). hlm. 541–52. doi:10.1017/S0029665100000781.</ref> didistribusikan ke seluruh tubuh manusia. Sebagian besar seng berada di otak, otot, tulang, ginjal, dan hati, dengan konsentrasi tertinggi di prostat dan beberapa bagian mata.<ref>Raul A. Wapnir. [https://books.google.com/books?id=qfKdaCoZS18C Protein Nutrition and Mineral Absorption]. CRC Press. 1990. ISBN 978-0-8493-5227-0.</ref> [[Air mani]] sangatlah kaya akan seng, sebuah faktor kunci dalam fungsi [[prostat|kelenjar prostat]] dan pertumbuhan [[Alat kelamin|organ reproduksi]].<ref>Carolyn D. Berdanier. [https://books.google.com/books?id=PJpieIePsmUC Handbook of Nutrition and Food]. CRC Press. 2007. ISBN 978-0-8493-9218-4.</ref>


Homeostasis seng tubuh dikendalikan terutama oleh usus. Di sini, [[SLC39A4|ZIP4]] dan terutama [[TRPM7]] dikaitkan dengan penyerapan seng usus yang penting untuk kelangsungan hidup pascakelahiran.
Homeostasis seng tubuh dikendalikan terutama oleh usus. Di sini, [[SLC39A4|ZIP4]] dan terutama [[TRPM7]] dikaitkan dengan penyerapan seng usus yang penting untuk kelangsungan hidup pascakelahiran.<ref>Lorenz Mittermeier. ''TRPM7 is the central gatekeeper of intestinal mineral absorption essential for postnatal survival''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 15 Februari 2019. Vol. 116 (10). hlm. 4706–4715. doi:10.1073/pnas.1810633116.</ref><ref>Shakhenabat Kasana. ''Genetic causes and gene–nutrient interactions in mammalian zinc deficiencies: acrodermatitis enteropathica and transient neonatal zinc deficiency as examples''. ''Journal of Trace Elements in Medicine and Biology''. Januari 2015. Vol. 29. hlm. 47–62. doi:10.1016/j.jtemb.2014.10.003.</ref>


Pada manusia, peran biologis seng ada di mana-mana. Ia berinteraksi dengan "berbagai [[ligan]] organik", dan memiliki peran dalam metabolisme RNA dan DNA, [[transduksi sinyal]], serta [[ekspresi gen]]. Ia juga mengatur [[apoptosis]]. Sebuah tinjauan dari tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 10% protein manusia (~3000) mengikat seng, selain ratusan protein lainnya yang mengangkut seng; studi ''[[in silico]]'' serupa pada tanaman ''[[Arabidopsis thaliana]]'' menemukan 2367 protein terkait seng.
Pada manusia, peran biologis seng ada di mana-mana.<ref>Hambidge, K. M. [https://archive.org/details/sim_journal-of-nutrition_2007-04_137_4/page/1101 Zinc deficiency: a special challenge]. ''J. Nutr''. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.</ref><ref>''Zinc: indications in brain disorders''. ''Fundam Clin Pharmacol''. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.</ref> Ia berinteraksi dengan "berbagai [[ligan]] organik",<ref>Hambidge, K. M. [https://archive.org/details/sim_journal-of-nutrition_2007-04_137_4/page/1101 Zinc deficiency: a special challenge]. ''J. Nutr''. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.</ref> dan memiliki peran dalam metabolisme RNA dan DNA, [[transduksi sinyal]], serta [[ekspresi gen]]. Ia juga mengatur [[apoptosis]]. Sebuah tinjauan dari tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 10% protein manusia (~3000) mengikat seng,<ref>''The Role of Copper and Zinc Toxicity in Innate Immune Defense against Bacterial Pathogens''. ''The Journal of Biological Chemistry''. Juli 2015. Vol. 290 (31). hlm. 18954–61. doi:10.1074/jbc.R115.647099.</ref> selain ratusan protein lainnya yang mengangkut seng; studi ''[[in silico]]'' serupa pada tanaman ''[[Arabidopsis thaliana]]'' menemukan 2367 protein terkait seng.<ref>M. R. Broadley. ''Zinc in plants''. ''New Phytologist''. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.</ref>


Di [[otak]], seng disimpan dalam [[vesikel sinaptik]] spesifik oleh [[sel saraf|neuron]] [[glutamatergik]] dan dapat memodulasi rangsangan saraf. Ia memainkan peran kunci dalam [[plastisitas sinaptik]] dan dalam pembelajaran. [[Homeostasis]] seng juga memainkan peran penting dalam regulasi fungsional [[sistem saraf pusat]]. Disregulasi homeostasis seng di sistem saraf pusat yang menghasilkan konsentrasi seng sinaptik yang berlebihan diyakini menginduksi [[neurotoksisitas]] melalui stres oksidatif mitokondria (misalnya, dengan mengganggu enzim tertentu yang terlibat dalam [[rantai transpor elektron]], termasuk [[NADH dehidrogenase tipe I|kompleks I]], [[Koenzim Q – sitokrom c reduktase|kompleks III]], dan [[kompleks oksoglutarat dehidrogenase|α-ketoglutarat dehidrogenase]]), disregulasi homeostasis kalsium, [[eksitotoksisitas]] neuron glutamatergik, dan interferensi dengan [[transduksi sinyal]] intraneuronal. L- dan D-histidina memfasilitasi penyerapan seng otak. [[SLC30A3]] adalah [[Keluarga pembawa zat terlarut#Keluarga pembawa zat terlarut 30|pengangkut seng]] utama yang terlibat dalam homeostasis seng serebral.
Di [[otak]], seng disimpan dalam [[vesikel sinaptik]] spesifik oleh [[sel saraf|neuron]] [[glutamatergik]] dan dapat memodulasi rangsangan saraf.<ref>''Zinc: indications in brain disorders''. ''Fundam Clin Pharmacol''. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.</ref><ref>''Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator''. ''International Journal of Molecular Sciences''. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.</ref><ref>''Zinc: the brain's dark horse''. ''Synapse''. November 2009. Vol. 63 (11). hlm. 1029–1049. doi:10.1002/syn.20683.</ref> Ia memainkan peran kunci dalam [[plastisitas sinaptik]] dan dalam pembelajaran.<ref>''Zinc: indications in brain disorders''. ''Fundam Clin Pharmacol''. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.</ref><ref>Nakashima AS. ''Zinc and cortical plasticity''. ''Brain Res Rev''. 2009. Vol. 59 (2). hlm. 347–73. doi:10.1016/j.brainresrev.2008.10.003.</ref> [[Homeostasis]] seng juga memainkan peran penting dalam regulasi fungsional [[sistem saraf pusat]].<ref>''Zinc: indications in brain disorders''. ''Fundam Clin Pharmacol''. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.</ref><ref>''Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator''. ''International Journal of Molecular Sciences''. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.</ref><ref>''Zinc: the brain's dark horse''. ''Synapse''. November 2009. Vol. 63 (11). hlm. 1029–1049. doi:10.1002/syn.20683.</ref> Disregulasi homeostasis seng di sistem saraf pusat yang menghasilkan konsentrasi seng sinaptik yang berlebihan diyakini menginduksi [[neurotoksisitas]] melalui stres oksidatif mitokondria (misalnya, dengan mengganggu enzim tertentu yang terlibat dalam [[rantai transpor elektron]], termasuk [[NADH dehidrogenase tipe I|kompleks I]], [[Koenzim Q – sitokrom c reduktase|kompleks III]], dan [[kompleks oksoglutarat dehidrogenase|α-ketoglutarat dehidrogenase]]), disregulasi homeostasis kalsium, [[eksitotoksisitas]] neuron glutamatergik, dan interferensi dengan [[transduksi sinyal]] intraneuronal.<ref>''Zinc: indications in brain disorders''. ''Fundam Clin Pharmacol''. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.</ref><ref>[http://www.ptfarm.pl/pub/File/Acta_Poloniae/2014/3/369.pdf The role of zinc in the pathogenesis and treatment of central nervous system (CNS) diseases. Implications of zinc homeostasis for proper CNS function]. ''Acta Pol. Pharm''. Mei 2014. Vol. 71 (3). hlm. 369–377.</ref> L- dan D-histidina memfasilitasi penyerapan seng otak.<ref>R. A. Yokel. ''Blood-brain barrier flux of aluminum, manganese, iron and other metals suspected to contribute to metal-induced neurodegeneration''. ''Journal of Alzheimer's Disease''. 2006. Vol. 10 (2–3). hlm. 223–53. doi:10.3233/JAD-2006-102-309.</ref> [[SLC30A3]] adalah [[Keluarga pembawa zat terlarut#Keluarga pembawa zat terlarut 30|pengangkut seng]] utama yang terlibat dalam homeostasis seng serebral.<ref>''Zinc: indications in brain disorders''. ''Fundam Clin Pharmacol''. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.</ref>
===Enzim===
===Enzim===
Seng merupakan sebuah [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] yang efisien, membuatnya menjadi agen katalitik yang berguna dalam [[hidroksilasi]] dan reaksi enzimatik lainnya.<ref>Institute of Medicine. [https://www.nap.edu/read/10026/chapter/14/ Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc]. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.</ref> Logam ini juga memiliki [[geometri koordinasi]] yang fleksibel, yang memungkinkan protein menggunakannya untuk mengubah [[Struktur protein|konformasi]] dengan cepat untuk melakukan reaksi biologis.<ref>Martha H. Stipanuk. ''Biochemical, Physiological & Molecular Aspects of Human Nutrition''. W. B. Saunders Company. 2006. hlm. 1043–1067. ISBN 978-0-7216-4452-3.</ref> Dua contoh enzim yang mengandung seng adalah [[karbonat anhidrase]] dan [[karboksipeptidase]], yang penting untuk proses [[karbon dioksida]] () regulasi dan pencernaan protein, masing-masing.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Dalam darah vertebrata, karbonat anhidrase mengubah  menjadi bikarbonat dan enzim yang sama mengubah bikarbonat kembali menjadi  untuk pernafasan melalui paru-paru.<ref>Amnon Kohen. [https://books.google.com/books?id=7EiIqrRBBQgC Isotope Effects in Chemistry and Biology]. CRC Press. 2006. hlm. 850. ISBN 978-0-8247-2449-8.</ref> Tanpa enzim ini, konversi ini akan terjadi sekitar satu juta kali lebih lambat<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> pada [[pH]] darah normal 7 atau akan membutuhkan pH 10 atau lebih.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Karbonat anhidrase-β yang tidak terkait diperlukan pada tanaman untuk pembentukan daun, sintesis [[indol-3-asam asetat|asam asetat indol]] (auksin) dan [[fermentasi etanol|fermentasi alkohol]].<ref>MA Gadallah. ''Effects of indole-3-acetic acid and zinc on the growth, osmotic potential and soluble carbon and nitrogen components of soybean plants growing under water deficit''. ''Journal of Arid Environments''. 2000. Vol. 44 (4). hlm. 451–467. doi:10.1006/jare.1999.0610.</ref>


Seng merupakan sebuah [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] yang efisien, membuatnya menjadi agen katalitik yang berguna dalam [[hidroksilasi]] dan reaksi enzimatik lainnya. Logam ini juga memiliki [[geometri koordinasi]] yang fleksibel, yang memungkinkan protein menggunakannya untuk mengubah [[Struktur protein|konformasi]] dengan cepat untuk melakukan reaksi biologis. Dua contoh enzim yang mengandung seng adalah [[karbonat anhidrase]] dan [[karboksipeptidase]], yang penting untuk proses [[karbon dioksida]] () regulasi dan pencernaan protein, masing-masing.
Karboksipeptidase memotong ikatan peptida selama pencernaan protein. [[Ikatan kovalen koordinasi]] terbentuk antara peptida terminal dan gugus C=O yang terikat pada seng, yang memberikan karbon muatan positif. Hal ini membantu penciptaan kantong [[hidrofobik]] pada enzim di dekat seng, yang menarik bagian nonpolar dari protein yang dicerna.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Dalam darah vertebrata, karbonat anhidrase mengubah  menjadi bikarbonat dan enzim yang sama mengubah bikarbonat kembali menjadi  untuk pernafasan melalui paru-paru. Tanpa enzim ini, konversi ini akan terjadi sekitar satu juta kali lebih lambat pada [[pH]] darah normal 7 atau akan membutuhkan pH 10 atau lebih. Karbonat anhidrase-β yang tidak terkait diperlukan pada tanaman untuk pembentukan daun, sintesis [[indol-3-asam asetat|asam asetat indol]] (auksin) dan [[fermentasi etanol|fermentasi alkohol]].
 
Karboksipeptidase memotong ikatan peptida selama pencernaan protein. [[Ikatan kovalen koordinasi]] terbentuk antara peptida terminal dan gugus C=O yang terikat pada seng, yang memberikan karbon muatan positif. Hal ini membantu penciptaan kantong [[hidrofobik]] pada enzim di dekat seng, yang menarik bagian nonpolar dari protein yang dicerna.
===Persinyalan===
===Persinyalan===
Seng telah diakui sebagai kurir, mampu mengaktifkan jalur persinyalan. Banyak dari jalur ini memberikan kekuatan pendorong dalam pertumbuhan kanker yang menyimpang. Mereka dapat ditargetkan melalui [[Protein pengangkut seng|pengangkut ZIP]].
Seng telah diakui sebagai kurir, mampu mengaktifkan jalur persinyalan. Banyak dari jalur ini memberikan kekuatan pendorong dalam pertumbuhan kanker yang menyimpang. Mereka dapat ditargetkan melalui [[Protein pengangkut seng|pengangkut ZIP]].<ref>Silvia Ziliotto. ''Metallo-Drugs: Development and Action of Anticancer Agents''. ''Metal Ions in Life Sciences''. de Gruyter GmbH. 2018. Vol. 18. hlm. 507–529. doi:10.1515/9783110470734-023. ISBN 9783110470734.</ref>
===Protein lainnya===
===Protein lainnya===
Seng melayani peran struktural murni dalam tikungan, gugus, dan [[jari seng]]. Jari seng membentuk bagian dari beberapa [[faktor transkripsi]], yaitu protein yang mengenali [[Pengurutan DNA|pengurutan berbasis DNA]] selama replikasi dan transkripsi [[Asam deoksiribonukleat|DNA]]. Masing-masing dari sembilan atau sepuluh ion  dalam jari seng membantu mempertahankan struktur jari tersebut dengan mengikat secara terkoordinasi empat [[asam amino]] dalam faktor transkripsi.
Seng melayani peran struktural murni dalam tikungan, gugus, dan [[jari seng]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Jari seng membentuk bagian dari beberapa [[faktor transkripsi]], yaitu protein yang mengenali [[Pengurutan DNA|pengurutan berbasis DNA]] selama replikasi dan transkripsi [[Asam deoksiribonukleat|DNA]]. Masing-masing dari sembilan atau sepuluh ion  dalam jari seng membantu mempertahankan struktur jari tersebut dengan mengikat secara terkoordinasi empat [[asam amino]] dalam faktor transkripsi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Dalam [[plasma darah]], seng terikat dan diangkut oleh [[albumin]] (60%, afinitas rendah) dan [[transferin]] (10%). Karena transferin juga mengangkut zat besi, zat besi yang berlebihan mengurangi penyerapan seng, dan sebaliknya. Sebuah antagonisme serupa ada dengan tembaga. Konsentrasi seng dalam plasma darah tetap relatif konstan terlepas dari asupan seng. Sel-sel di kelenjar ludah, prostat, sistem kekebalan, dan usus menggunakan [[Persinyalan sel|persinyalan seng]] untuk berkomunikasi dengan sel lain.
Dalam [[plasma darah]], seng terikat dan diangkut oleh [[albumin]] (60%, afinitas rendah) dan [[transferin]] (10%).<ref>L. Rink. [https://archive.org/details/sim_proceedings-of-the-nutrition-society_2000-11_59_4/page/541 Zinc and the immune system]. ''Proc Nutr Soc''. 2000. Vol. 59 (4). hlm. 541–52. doi:10.1017/S0029665100000781.</ref> Karena transferin juga mengangkut zat besi, zat besi yang berlebihan mengurangi penyerapan seng, dan sebaliknya. Sebuah antagonisme serupa ada dengan tembaga.<ref>Eleanor Noss Whitney. ''Understanding Nutrition''. Thomson Learning. 2005. hlm. 447–450. ISBN 978-1-4288-1893-4.</ref> Konsentrasi seng dalam plasma darah tetap relatif konstan terlepas dari asupan seng.<ref>Institute of Medicine. [https://www.nap.edu/read/10026/chapter/14/ Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc]. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.</ref> Sel-sel di kelenjar ludah, prostat, sistem kekebalan, dan usus menggunakan [[Persinyalan sel|persinyalan seng]] untuk berkomunikasi dengan sel lain.<ref>M Hershfinkel. ''The Zinc Sensing Receptor, a Link Between Zinc and Cell Signaling''. ''Molecular Medicine''. 2007. Vol. 13 (7–8). hlm. 331–336. doi:10.2119/2006-00038.Hershfinkel.</ref>


Seng dapat disimpan dalam cadangan [[metalotionein]] dalam mikroorganisme atau di usus atau hati hewan. Metalotionein dalam sel usus mampu mengatur penyerapan seng sebesar 15–40%. Namun, asupan seng yang tidak memadai atau berlebihan dapat menjadi berbahaya; kelebihan seng secara khusus mengganggu penyerapan tembaga karena metalotionein menyerap kedua logam tersebut.
Seng dapat disimpan dalam cadangan [[metalotionein]] dalam mikroorganisme atau di usus atau hati hewan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Metalotionein dalam sel usus mampu mengatur penyerapan seng sebesar 15–40%.<ref>Steve Blake. [https://archive.org/details/vitaminsminerals0000blak Vitamins and Minerals Demystified]. McGraw-Hill Professional. 2007. hlm. [https://archive.org/details/vitaminsminerals0000blak/page/242 242]. ISBN 978-0-07-148901-0.</ref> Namun, asupan seng yang tidak memadai atau berlebihan dapat menjadi berbahaya; kelebihan seng secara khusus mengganggu penyerapan tembaga karena metalotionein menyerap kedua logam tersebut.<ref>G. J. Fosmire. [https://archive.org/details/sim_american-journal-of-clinical-nutrition_1990-02_51_2/page/225 Zinc toxicity]. ''American Journal of Clinical Nutrition''. 1990. Vol. 51 (2). hlm. 225–7. doi:10.1093/ajcn/51.2.225.</ref>


[[Pengangkut dopamin]] manusia mengandung [[situs pengikatan]] seng ekstraseluler [[Ligan (biokimia)#Afinitas pengikatan reseptor/ligan|afinitas tinggi]] yang, pada pengikatan seng, menghambat [[pengambilan kembali]] dopamin dan memperkuat [[Transpor terbalik|penghabisan dopamin]] yang diinduksi [[amfetamin]] secara ''[[in vitro]]''. [[Pengangkut serotonin]] dan [[pengangkut norepinefrin]] manusia tidak mengandung tempat pengikatan seng. Beberapa [[protein pengikat kalsium]] [[tangan EF]] seperti [[Protein S100|S100]] atau [[Protein NCS-1|NCS-1]] juga mampu mengikat ion seng.
[[Pengangkut dopamin]] manusia mengandung [[situs pengikatan]] seng ekstraseluler [[Ligan (biokimia)#Afinitas pengikatan reseptor/ligan|afinitas tinggi]] yang, pada pengikatan seng, menghambat [[pengambilan kembali]] dopamin dan memperkuat [[Transpor terbalik|penghabisan dopamin]] yang diinduksi [[amfetamin]] secara ''[[in vitro]]''.<ref>''SPECT and PET of the dopamine transporter in attention-deficit/hyperactivity disorder''. ''Expert Rev. Neurother''. 2008. Vol. 8 (4). hlm. 611–625. doi:10.1586/14737175.8.4.611.</ref><ref>''How addictive drugs disrupt presynaptic dopamine neurotransmission''. ''Neuron''. 2011. Vol. 69 (4). hlm. 628–649. doi:10.1016/j.neuron.2011.02.010.</ref><ref>[https://archive.org/details/sim_journal-of-biological-chemistry_2002-06-14_277_24/page/21505 The role of zinc ions in reverse transport mediated by monoamine transporters]. ''J. Biol. Chem''. 2002. Vol. 277 (24). hlm. 21505–21513. doi:10.1074/jbc.M112265200.</ref> [[Pengangkut serotonin]] dan [[pengangkut norepinefrin]] manusia tidak mengandung tempat pengikatan seng.<ref>[https://archive.org/details/sim_journal-of-biological-chemistry_2002-06-14_277_24/page/21505 The role of zinc ions in reverse transport mediated by monoamine transporters]. ''J. Biol. Chem''. 2002. Vol. 277 (24). hlm. 21505–21513. doi:10.1074/jbc.M112265200.</ref> Beberapa [[protein pengikat kalsium]] [[tangan EF]] seperti [[Protein S100|S100]] atau [[Protein NCS-1|NCS-1]] juga mampu mengikat ion seng.<ref>PO Tsvetkov. ''Functional Status of Neuronal Calcium Sensor-1 Is Modulated by Zinc Binding''. ''Frontiers in Molecular Neuroscience''. 2018. Vol. 11. hlm. 459. doi:10.3389/fnmol.2018.00459.</ref>
===Nutrisi===
===Nutrisi===
====Rekomendasi diet====
====Rekomendasi diet====
[[Akademi Kedokteran Nasional Amerika Serikat|US National Academy of Medicine]] (NAM) memperbarui Kebutuhan Perkiraan Rata-rata (''Estimated Average Requirement'', EAR) dan Angka Kecukupan Gizi (''Recommended Dietary Allowance'', RDA) untuk seng pada tahun 2001. EAR saat ini untuk seng untuk wanita dan pria berusia 14 tahun ke atas adalah masing-masing 6,8 dan 9,4&nbsp;mg/hari. Untuk RDA-nya, yaitu 8 dan 11&nbsp;mg/hari, masing-masing. Nilai RDA lebih tinggi dari EAR adalah untuk mengidentifikasi jumlah yang akan mencakup orang-orang dengan persyaratan yang lebih tinggi dari rata-rata. RDA untuk kehamilan adalah 11&nbsp;mg/hari. RDA untuk laktasi adalah 12&nbsp;mg/hari. Untuk bayi hingga 12 bulan, RDA mereka adalah 3&nbsp;mg/hari. Untuk anak-anak usia 1–13 tahun, RDA mereka meningkat seiring bertambahnya usia, dari 3 hingga 8&nbsp;mg/hari. Untuk keamanan, NAM menetapkan [[Asupan Referensi Diet#Batas Atas Asupan|Batas Atas Asupan]] (''upper level'', UL) untuk vitamin dan mineral jika buktinya cukup. Dalam kasus seng, UL dewasa adalah 40&nbsp;mg/hari (lebih rendah untuk anak-anak). Secara kolektif, EAR, RDA, AI, dan UL disebut sebagai [[Asupan Referensi Diet]] (''Dietary Reference Intake'', DRI).
[[Akademi Kedokteran Nasional Amerika Serikat|US National Academy of Medicine]] (NAM) memperbarui Kebutuhan Perkiraan Rata-rata (''Estimated Average Requirement'', EAR) dan Angka Kecukupan Gizi (''Recommended Dietary Allowance'', RDA) untuk seng pada tahun 2001. EAR saat ini untuk seng untuk wanita dan pria berusia 14 tahun ke atas adalah masing-masing 6,8 dan 9,4&nbsp;mg/hari. Untuk RDA-nya, yaitu 8 dan 11&nbsp;mg/hari, masing-masing. Nilai RDA lebih tinggi dari EAR adalah untuk mengidentifikasi jumlah yang akan mencakup orang-orang dengan persyaratan yang lebih tinggi dari rata-rata. RDA untuk kehamilan adalah 11&nbsp;mg/hari. RDA untuk laktasi adalah 12&nbsp;mg/hari. Untuk bayi hingga 12 bulan, RDA mereka adalah 3&nbsp;mg/hari. Untuk anak-anak usia 1–13 tahun, RDA mereka meningkat seiring bertambahnya usia, dari 3 hingga 8&nbsp;mg/hari. Untuk keamanan, NAM menetapkan [[Asupan Referensi Diet#Batas Atas Asupan|Batas Atas Asupan]] (''upper level'', UL) untuk vitamin dan mineral jika buktinya cukup. Dalam kasus seng, UL dewasa adalah 40&nbsp;mg/hari (lebih rendah untuk anak-anak). Secara kolektif, EAR, RDA, AI, dan UL disebut sebagai [[Asupan Referensi Diet]] (''Dietary Reference Intake'', DRI).<ref>Institute of Medicine. [https://www.nap.edu/read/10026/chapter/14/ Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc]. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.</ref>


[[Otoritas Keamanan Makanan Eropa|European Food Safety Authority]] (EFSA) mengacu pada kumpulan informasi sebagai Nilai Referensi Diet (''Dietary Reference Values''), dengan Asupan Referensi Populasi (''Population Reference Intake'', PRI) sebagai ganti RDA, dan Persyaratan Rata-rata (''Average Requirement'') sebagai ganti EAR. AI dan UL didefinisikan sama seperti di Amerika Serikat. Untuk orang berusia 18 tahun ke atas, perhitungan PRI menjadi rumit, karena EFSA telah menetapkan nilai yang lebih tinggi dan lebih tinggi seiring dengan peningkatan kandungan [[Asam fitat|fitat]] dari makanan. Untuk wanita, PRI meningkat dari 7,5 menjadi 12,7&nbsp;mg/hari karena asupan fitat meningkat dari 300 menjadi 1200&nbsp;mg/hari; untuk pria kisarannya adalah 9,4 hingga 16,3&nbsp;mg/hari. PRI ini lebih tinggi daripada RDA AS. EFSA meninjau pertanyaan keamanan yang sama dan menetapkan UL-nya pada 25&nbsp;mg/hari, yang jauh lebih rendah daripada nilai AS.
[[Otoritas Keamanan Makanan Eropa|European Food Safety Authority]] (EFSA) mengacu pada kumpulan informasi sebagai Nilai Referensi Diet (''Dietary Reference Values''), dengan Asupan Referensi Populasi (''Population Reference Intake'', PRI) sebagai ganti RDA, dan Persyaratan Rata-rata (''Average Requirement'') sebagai ganti EAR. AI dan UL didefinisikan sama seperti di Amerika Serikat. Untuk orang berusia 18 tahun ke atas, perhitungan PRI menjadi rumit, karena EFSA telah menetapkan nilai yang lebih tinggi dan lebih tinggi seiring dengan peningkatan kandungan [[Asam fitat|fitat]] dari makanan. Untuk wanita, PRI meningkat dari 7,5 menjadi 12,7&nbsp;mg/hari karena asupan fitat meningkat dari 300 menjadi 1200&nbsp;mg/hari; untuk pria kisarannya adalah 9,4 hingga 16,3&nbsp;mg/hari. PRI ini lebih tinggi daripada RDA AS.<ref>[https://www.efsa.europa.eu/sites/default/files/assets/DRV_Summary_tables_jan_17.pdf Overview on Dietary Reference Values for the EU population as derived by the EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies]. 2017.</ref> EFSA meninjau pertanyaan keamanan yang sama dan menetapkan UL-nya pada 25&nbsp;mg/hari, yang jauh lebih rendah daripada nilai AS.<ref>[http://www.efsa.europa.eu/sites/default/files/efsa_rep/blobserver_assets/ndatolerableuil.pdf Tolerable Upper Intake Levels For Vitamins And Minerals]. European Food Safety Authority. 2006.</ref>


Untuk tujuan pelabelan makanan dan suplemen makanan AS, jumlah dalam satu porsi dinyatakan sebagai persen Nilai Harian (%DV). Untuk tujuan pelabelan seng, 100% Nilai Harian adalah 15&nbsp;mg, tetapi pada 27 Mei 2016, nilai ini direvisi menjadi 11&nbsp;mg. Tabel nilai harian dewasa lama dan baru disediakan di [[Referensi Asupan Harian]] (''Reference Daily Intake'', RDI).
Untuk tujuan pelabelan makanan dan suplemen makanan AS, jumlah dalam satu porsi dinyatakan sebagai persen Nilai Harian (%DV). Untuk tujuan pelabelan seng, 100% Nilai Harian adalah 15&nbsp;mg, tetapi pada 27 Mei 2016, nilai ini direvisi menjadi 11&nbsp;mg.<ref>[https://www.gpo.gov/fdsys/pkg/FR-2016-05-27/pdf/2016-11867.pdf Federal Register May 27, 2016 Food Labeling: Revision of the Nutrition and Supplement Facts Labels. FR page 33982].</ref><ref>[https://www.dsld.nlm.nih.gov/dsld/dailyvalue.jsp Daily Value Reference of the Dietary Supplement Label Database (DSLD)]. ''Dietary Supplement Label Database (DSLD)''.</ref> Tabel nilai harian dewasa lama dan baru disediakan di [[Referensi Asupan Harian]] (''Reference Daily Intake'', RDI).
====Asupan makanan====
====Asupan makanan====
Produk hewani seperti daging, ikan, kerang, unggas, telur, dan susu mengandung seng. Konsentrasi seng dalam tanaman bervariasi dengan tingkat seng di dalam tanah. Dengan kandungan seng yang cukup di dalam tanah, tanaman pangan yang paling banyak mengandung seng adalah gandum (kuman sereal dan bekatul) dan berbagai biji-bijian lainnya, seperti [[wijen]], [[popi]], [[alfalfa]], [[seledri]], serta [[moster]].<ref>Audrey H. Ensminger. [https://books.google.com/books?id=XMA9gYIj-C4C Foods & Nutrition Encyclopedia]. CRC Press. 1993. hlm. 2368–2369. ISBN 978-0-8493-8980-1.</ref> Seng juga ditemukan dalam [[kacang]], [[Buah geluk|geluk]], [[badam]], [[serealia utuh]], [[biji labu]], [[biji bunga matahari]], dan [[anggur hitam]].<ref>[http://www.nal.usda.gov/fnic/foodcomp/Data/SR20/nutrlist/sr20w309.pdf Zinc content of selected foods per common measure]. ''USDA National Nutrient Database for Standard Reference, Release 20''. United States Department of Agriculture.</ref>


 
Sumber lainnya adalah [[Fortifikasi pangan|makanan yang difortifikasi]] dan [[suplemen makanan]] dalam berbagai bentuk. Sebuah tinjauan tahun 1998 menyimpulkan bahwa seng oksida, salah satu suplemen yang paling umum di Amerika Serikat, dan seng karbonat hampir tidak larut dan kurang diserap dalam tubuh.<ref>Lindsay H. Allen. ''Zinc and micronutrient supplements for children''. ''American Journal of Clinical Nutrition''. 1998. Vol. 68 (2 Suppl). hlm. 495S–498S. doi:10.1093/ajcn/68.2.495S.</ref> Tinjauan ini mengutip studi yang menemukan konsentrasi seng plasma lebih rendah pada subjek yang mengonsumsi seng oksida dan seng karbonat dibandingkan mereka yang mengonsumsi seng asetat dan garam sulfat.<ref>Lindsay H. Allen. ''Zinc and micronutrient supplements for children''. ''American Journal of Clinical Nutrition''. 1998. Vol. 68 (2 Suppl). hlm. 495S–498S. doi:10.1093/ajcn/68.2.495S.</ref> Untuk fortifikasi, bagaimanapun, tinjauan tahun 2003 merekomendasikan sereal (yang mengandung seng oksida) sebagai sumber yang murah dan stabil yang mudah diserap seperti bentuk yang lebih mahal.<ref>J. L. Rosado. ''Zinc and copper: proposed fortification levels and recommended zinc compounds''. ''Journal of Nutrition''. 2003. Vol. 133 (9). hlm. 2985S–9S. doi:10.1093/jn/133.9.2985S.</ref> Sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa berbagai senyawa seng, termasuk oksida dan sulfat, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam penyerapan ketika ditambahkan sebagai fortifikan pada tortilla jagung.<ref>C. Hotz. [https://archive.org/details/sim_journal-of-nutrition_2005-05_135_5/page/1102 Zinc absorption from zinc oxide, zinc sulfate, zinc oxide + EDTA, or sodium-zinc EDTA does not differ when added as fortificants to maize tortillas]. ''Journal of Nutrition''. 2005. Vol. 135 (5). hlm. 1102–5. doi:10.1093/jn/135.5.1102.</ref>
Produk hewani seperti daging, ikan, kerang, unggas, telur, dan susu mengandung seng. Konsentrasi seng dalam tanaman bervariasi dengan tingkat seng di dalam tanah. Dengan kandungan seng yang cukup di dalam tanah, tanaman pangan yang paling banyak mengandung seng adalah gandum (kuman sereal dan bekatul) dan berbagai biji-bijian lainnya, seperti [[wijen]], [[popi]], [[alfalfa]], [[seledri]], serta [[moster]]. Seng juga ditemukan dalam [[kacang]], [[Buah geluk|geluk]], [[badam]], [[serealia utuh]], [[biji labu]], [[biji bunga matahari]], dan [[anggur hitam]].
 
Sumber lainnya adalah [[Fortifikasi pangan|makanan yang difortifikasi]] dan [[suplemen makanan]] dalam berbagai bentuk. Sebuah tinjauan tahun 1998 menyimpulkan bahwa seng oksida, salah satu suplemen yang paling umum di Amerika Serikat, dan seng karbonat hampir tidak larut dan kurang diserap dalam tubuh. Tinjauan ini mengutip studi yang menemukan konsentrasi seng plasma lebih rendah pada subjek yang mengonsumsi seng oksida dan seng karbonat dibandingkan mereka yang mengonsumsi seng asetat dan garam sulfat. Untuk fortifikasi, bagaimanapun, tinjauan tahun 2003 merekomendasikan sereal (yang mengandung seng oksida) sebagai sumber yang murah dan stabil yang mudah diserap seperti bentuk yang lebih mahal. Sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa berbagai senyawa seng, termasuk oksida dan sulfat, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam penyerapan ketika ditambahkan sebagai fortifikan pada tortilla jagung.
===Kekurangan seng===
===Kekurangan seng===
Hampir dua miliar orang di negara berkembang kekurangan seng. Kelompok yang paling berisiko adalah anak-anak di negara berkembang dan orang tua dengan penyakit kronis.<ref>AS Prasad. [https://archive.org/details/sim_british-medical-journal_2003-02-22_326_7386/page/408 Zinc deficiency : Has been known of for 40 years but ignored by global health organisations]. ''British Medical Journal''. 2003. Vol. 326 (7386). hlm. 409–410. doi:10.1136/bmj.326.7386.409.</ref> Pada anak-anak, kekurangan seng akan menyebabkan peningkatan infeksi dan diare dan berkontribusi pada kematian sekitar 800.000 anak di seluruh dunia per tahun.<ref>Hambidge, K. M. [https://archive.org/details/sim_journal-of-nutrition_2007-04_137_4/page/1101 Zinc deficiency: a special challenge]. ''J. Nutr''. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.</ref> [[Organisasi Kesehatan Dunia|World Health Organization]] menganjurkan suplementasi seng untuk malnutrisi parah dan diare.<ref>[https://www.who.int/child_adolescent_health/documents/zinc_mortality/en/index.html The impact of zinc supplementation on childhood mortality and severe morbidity]. World Health Organization. 2007.</ref> Suplemen seng membantu mencegah penyakit dan mengurangi kematian, terutama di antara anak-anak dengan berat badan lahir rendah atau pertumbuhan terhambat.<ref>[https://www.who.int/child_adolescent_health/documents/zinc_mortality/en/index.html The impact of zinc supplementation on childhood mortality and severe morbidity]. World Health Organization. 2007.</ref> Namun, suplemen seng tidak boleh diberikan sendiri, karena banyak di negara berkembang memiliki beberapa kekurangan, dan seng berinteraksi dengan zat gizi mikro lainnya.<ref>R Shrimpton. ''Zinc deficiency: what are the most appropriate interventions?''. ''British Medical Journal''. 2005. Vol. 330 (7487). hlm. 347–349. doi:10.1136/bmj.330.7487.347.</ref> Walaupun kekurangan seng biasanya karena asupan makanan yang tidak mencukupi, ia dapat dikaitkan dengan [[malabsorpsi]], ''[[acrodermatitis enteropathica]]'', penyakit hati kronis, penyakit ginjal kronis, penyakit sel sabit, diabetes, maligna, dan penyakit kronis lainnya.<ref>AS Prasad. [https://archive.org/details/sim_british-medical-journal_2003-02-22_326_7386/page/408 Zinc deficiency : Has been known of for 40 years but ignored by global health organisations]. ''British Medical Journal''. 2003. Vol. 326 (7386). hlm. 409–410. doi:10.1136/bmj.326.7386.409.</ref>


Hampir dua miliar orang di negara berkembang kekurangan seng. Kelompok yang paling berisiko adalah anak-anak di negara berkembang dan orang tua dengan penyakit kronis. Pada anak-anak, kekurangan seng akan menyebabkan peningkatan infeksi dan diare dan berkontribusi pada kematian sekitar 800.000 anak di seluruh dunia per tahun. [[Organisasi Kesehatan Dunia|World Health Organization]] menganjurkan suplementasi seng untuk malnutrisi parah dan diare. Suplemen seng membantu mencegah penyakit dan mengurangi kematian, terutama di antara anak-anak dengan berat badan lahir rendah atau pertumbuhan terhambat. Namun, suplemen seng tidak boleh diberikan sendiri, karena banyak di negara berkembang memiliki beberapa kekurangan, dan seng berinteraksi dengan zat gizi mikro lainnya. Walaupun kekurangan seng biasanya karena asupan makanan yang tidak mencukupi, ia dapat dikaitkan dengan [[malabsorpsi]], ''[[acrodermatitis enteropathica]]'', penyakit hati kronis, penyakit ginjal kronis, penyakit sel sabit, diabetes, maligna, dan penyakit kronis lainnya.
Di Amerika Serikat, survei federal mengenai konsumsi makanan menentukan bahwa untuk wanita dan pria di atas usia 19 tahun, konsumsi rata-rata adalah masing-masing 9,7 dan 14,2&nbsp;mg/hari. Untuk wanita, 17% mengonsumsi kurang dari EAR, untuk pria 11%. Persentase di bawah EAR meningkat seiring bertambahnya usia.<ref>Moshfegh, Alanna. [https://www.ars.usda.gov/SP2UserFiles/Place/80400530/pdf/0102/usualintaketables2001-02.pdf NHANES 2001–2002: Usual Nutrient Intakes from Food Compared to Dietary Reference Intakes]. U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service. 2005.</ref> Pembaruan survei terbaru yang diterbitkan (NHANES 2013–2014) melaporkan rata-rata yang lebih rendah – 9,3 dan 13,2&nbsp;mg/hari – lagi-lagi dengan asupan yang menurun seiring bertambahnya usia.<ref>[https://www.ars.usda.gov/ARSUserFiles/80400530/pdf/1314/Table_1_NIN_GEN_13.pdf What We Eat In America, NHANES 2013–2014] .</ref>


Di Amerika Serikat, survei federal mengenai konsumsi makanan menentukan bahwa untuk wanita dan pria di atas usia 19 tahun, konsumsi rata-rata adalah masing-masing 9,7 dan 14,2&nbsp;mg/hari. Untuk wanita, 17% mengonsumsi kurang dari EAR, untuk pria 11%. Persentase di bawah EAR meningkat seiring bertambahnya usia. Pembaruan survei terbaru yang diterbitkan (NHANES 2013–2014) melaporkan rata-rata yang lebih rendah – 9,3 dan 13,2&nbsp;mg/hari – lagi-lagi dengan asupan yang menurun seiring bertambahnya usia.
Gejala defisiensi seng ringan cukup beragam.<ref>Institute of Medicine. [https://www.nap.edu/read/10026/chapter/14/ Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc]. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.</ref> Hasil klinis termasuk pertumbuhan tertekan, diare, impotensi dan pematangan seksual tertunda, [[rambut rontok]], lesi mata dan kulit, nafsu makan terganggu, kognisi berubah, gangguan fungsi kekebalan tubuh, cacat pemanfaatan karbohidrat, dan [[Teratologi|teratogenesis]] reproduksi.<ref>Institute of Medicine. [https://www.nap.edu/read/10026/chapter/14/ Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc]. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.</ref> Kekurangan seng akan menekan kekebalan,<ref>KH Ibs. ''Zinc-altered immune function''. ''Journal of Nutrition''. 2003. Vol. 133 (5 Suppl 1). hlm. 1452S–1456S. doi:10.1093/jn/133.5.1452S.</ref> tetapi kelebihan seng juga dapat menekan kekebalan.<ref>L. Rink. [https://archive.org/details/sim_proceedings-of-the-nutrition-society_2000-11_59_4/page/541 Zinc and the immune system]. ''Proc Nutr Soc''. 2000. Vol. 59 (4). hlm. 541–52. doi:10.1017/S0029665100000781.</ref>


Gejala defisiensi seng ringan cukup beragam. Hasil klinis termasuk pertumbuhan tertekan, diare, impotensi dan pematangan seksual tertunda, [[rambut rontok]], lesi mata dan kulit, nafsu makan terganggu, kognisi berubah, gangguan fungsi kekebalan tubuh, cacat pemanfaatan karbohidrat, dan [[Teratologi|teratogenesis]] reproduksi. Kekurangan seng akan menekan kekebalan, tetapi kelebihan seng juga dapat menekan kekebalan.
Terlepas dari beberapa kekhawatiran,<ref>American Dietetic Association. [https://www.vrg.org/nutrition/2003_ADA_position_paper.pdf Position of the American Dietetic Association and Dietitians of Canada: Vegetarian diets]. ''Journal of the American Dietetic Association''. 2003. Vol. 103 (6). hlm. 748–765. doi:10.1053/jada.2003.50142.</ref> vegetarian dan vegan barat tidak menderita kekurangan seng lebih banyak daripada pemakan daging.<ref>Freeland-Graves JH. ''Zinc status of vegetarians''. ''Journal of the American Dietetic Association''. 1980. Vol. 77 (6). hlm. 655–661. doi:10.1016/S1094-7159(21)03587-X.</ref> Sumber tanaman utama seng termasuk kacang kering yang dimasak, sayuran laut, sereal yang difortifikasi, makanan kedelai, kacang-kacangan, kacang polong, dan biji-bijian.<ref>American Dietetic Association. [https://www.vrg.org/nutrition/2003_ADA_position_paper.pdf Position of the American Dietetic Association and Dietitians of Canada: Vegetarian diets]. ''Journal of the American Dietetic Association''. 2003. Vol. 103 (6). hlm. 748–765. doi:10.1053/jada.2003.50142.</ref> Namun, [[Asam fitat|fitat]] dalam banyak biji-bijian dan serat dapat mengganggu penyerapan seng dan asupan seng marginal memiliki efek yang kurang dipahami. Fitat [[pengelatan|pengelat]] seng, yang ditemukan dalam biji-bijian dan [[bekatul]] [[serealia|sereal]], dapat menyebabkan malabsorpsi seng.<ref>AS Prasad. [https://archive.org/details/sim_british-medical-journal_2003-02-22_326_7386/page/408 Zinc deficiency : Has been known of for 40 years but ignored by global health organisations]. ''British Medical Journal''. 2003. Vol. 326 (7386). hlm. 409–410. doi:10.1136/bmj.326.7386.409.</ref> Beberapa bukti menunjukkan bahwa lebih dari RDA AS (8&nbsp;mg/hari untuk wanita dewasa; 11&nbsp;mg/hari untuk pria dewasa) mungkin diperlukan pada mereka yang dietnya tinggi fitat, seperti beberapa vegetarian.<ref>American Dietetic Association. [https://www.vrg.org/nutrition/2003_ADA_position_paper.pdf Position of the American Dietetic Association and Dietitians of Canada: Vegetarian diets]. ''Journal of the American Dietetic Association''. 2003. Vol. 103 (6). hlm. 748–765. doi:10.1053/jada.2003.50142.</ref> [[Otoritas Keamanan Makanan Eropa|European Food Safety Authority]] (EFSA) mencoba untuk mengompensasi hal ini dengan merekomendasikan asupan seng yang lebih tinggi ketika asupan makanan fitat lebih besar.<ref>[https://www.efsa.europa.eu/sites/default/files/assets/DRV_Summary_tables_jan_17.pdf Overview on Dietary Reference Values for the EU population as derived by the EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies]. 2017.</ref> Pertimbangan ini harus diimbangi dengan kekurangan [[biomarker]] seng yang memadai, dan indikator yang paling banyak digunakan, seng plasma, memiliki [[sensitivitas dan spesifisitas]] yang buruk.<ref>M Hambidge. ''Biomarkers of trace mineral intake and status''. ''Journal of Nutrition''. 2003. Vol. 133 (3). hlm. 948S–955S. doi:10.1093/jn/133.3.948S.</ref>
 
Terlepas dari beberapa kekhawatiran, vegetarian dan vegan barat tidak menderita kekurangan seng lebih banyak daripada pemakan daging. Sumber tanaman utama seng termasuk kacang kering yang dimasak, sayuran laut, sereal yang difortifikasi, makanan kedelai, kacang-kacangan, kacang polong, dan biji-bijian. Namun, [[Asam fitat|fitat]] dalam banyak biji-bijian dan serat dapat mengganggu penyerapan seng dan asupan seng marginal memiliki efek yang kurang dipahami. Fitat [[pengelatan|pengelat]] seng, yang ditemukan dalam biji-bijian dan [[bekatul]] [[serealia|sereal]], dapat menyebabkan malabsorpsi seng. Beberapa bukti menunjukkan bahwa lebih dari RDA AS (8&nbsp;mg/hari untuk wanita dewasa; 11&nbsp;mg/hari untuk pria dewasa) mungkin diperlukan pada mereka yang dietnya tinggi fitat, seperti beberapa vegetarian. [[Otoritas Keamanan Makanan Eropa|European Food Safety Authority]] (EFSA) mencoba untuk mengompensasi hal ini dengan merekomendasikan asupan seng yang lebih tinggi ketika asupan makanan fitat lebih besar. Pertimbangan ini harus diimbangi dengan kekurangan [[biomarker]] seng yang memadai, dan indikator yang paling banyak digunakan, seng plasma, memiliki [[sensitivitas dan spesifisitas]] yang buruk.
===Remediasi tanah===
===Remediasi tanah===
Spesies ''[[Calluna]]'', ''[[Erica]]'', dan ''[[Vaccinium]]'' dapat tumbuh di tanah logam-seng, karena translokasi ion beracun dicegah oleh aksi [[Mikoriza erikoid|jamur mikoriza erikoid]].
Spesies ''[[Calluna]]'', ''[[Erica]]'', dan ''[[Vaccinium]]'' dapat tumbuh di tanah logam-seng, karena translokasi ion beracun dicegah oleh aksi [[Mikoriza erikoid|jamur mikoriza erikoid]].<ref>Geoffrey Michael Gadd. [http://mic.sgmjournals.org/content/156/3/609.full Metals, minerals and microbes: geomicrobiology and bioremediation]. ''Microbiology''. Maret 2010. Vol. 156 (3). hlm. 609–643. doi:10.1099/mic.0.037143-0.</ref>
===Agrikultur===
===Agrikultur===
Kekurangan seng tampaknya merupakan defisiensi mikronutrien yang paling umum pada tanaman pangan; hal ini sangat umum di tanah dengan pH tinggi. [[Tanah]] yang kekurangan seng [[Pengolahan tanah|dibudidayakan]] di lahan pertanian sekitar setengah dari Turki dan India, sepertiga dari Tiongkok, dan sebagian besar Australia Barat. Respon substansial terhadap pemupukan seng telah dilaporkan di area-area ini. Tanaman yang tumbuh di tanah yang kekurangan seng lebih rentan terhadap penyakit. Seng ditambahkan ke tanah terutama melalui pelapukan batuan, tetapi manusia telah menambahkan seng melalui pembakaran bahan bakar fosil, limbah tambang, pupuk fosfat, pestisida ([[seng fosfida]]), batu gamping, pupuk kandang, lumpur limbah, dan partikel dari permukaan tergalvanisasi. Kelebihan seng dapat menjadi racun bagi tanaman, meskipun toksisitas seng jauh lebih jarang terjadi.
Kekurangan seng tampaknya merupakan defisiensi mikronutrien yang paling umum pada tanaman pangan; hal ini sangat umum di tanah dengan pH tinggi.<ref>Brian J. Alloway. [http://www.fertilizer.org/HomePage/LIBRARY/Our-selection2/Fertilizer-use.html/Zinc-in-Soils-and-Crop-Nutrition.html Zinc in Soils and Crop Nutrition, International Fertilizer Industry Association, and International Zinc Association]. 2008.</ref> [[Tanah]] yang kekurangan seng [[Pengolahan tanah|dibudidayakan]] di lahan pertanian sekitar setengah dari Turki dan India, sepertiga dari Tiongkok, dan sebagian besar Australia Barat. Respon substansial terhadap pemupukan seng telah dilaporkan di area-area ini.<ref>M. R. Broadley. ''Zinc in plants''. ''New Phytologist''. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.</ref> Tanaman yang tumbuh di tanah yang kekurangan seng lebih rentan terhadap penyakit. Seng ditambahkan ke tanah terutama melalui pelapukan batuan, tetapi manusia telah menambahkan seng melalui pembakaran bahan bakar fosil, limbah tambang, pupuk fosfat, pestisida ([[seng fosfida]]), batu gamping, pupuk kandang, lumpur limbah, dan partikel dari permukaan tergalvanisasi. Kelebihan seng dapat menjadi racun bagi tanaman, meskipun toksisitas seng jauh lebih jarang terjadi.<ref>M. R. Broadley. ''Zinc in plants''. ''New Phytologist''. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.</ref>
==Tindakan pencegahan==
==Tindakan pencegahan==
===Toksisitas===
===Toksisitas===
Meskipun seng merupakan persyaratan penting untuk kesehatan yang baik, kelebihan seng dapat menjadi berbahaya. Penyerapan seng yang berlebihan menekan penyerapan tembaga dan besi. Ion seng bebas dalam larutan sangat beracun bagi tanaman, invertebrata, dan bahkan ikan vertebrata. Model Aktivitas Ion Bebas sudah mapan dalam literatur, dan menunjukkan bahwa hanya sejumlah [[mol|mikromolar]] dari ion bebas yang membunuh beberapa organisme. Contoh terbaru menunjukkan 6 mikromolar membunuh 93% dari semua ''[[Daphnia]]'' dalam air.
Meskipun seng merupakan persyaratan penting untuk kesehatan yang baik, kelebihan seng dapat menjadi berbahaya. Penyerapan seng yang berlebihan menekan penyerapan tembaga dan besi.<ref>G. J. Fosmire. [https://archive.org/details/sim_american-journal-of-clinical-nutrition_1990-02_51_2/page/225 Zinc toxicity]. ''American Journal of Clinical Nutrition''. 1990. Vol. 51 (2). hlm. 225–7. doi:10.1093/ajcn/51.2.225.</ref> Ion seng bebas dalam larutan sangat beracun bagi tanaman, invertebrata, dan bahkan ikan vertebrata.<ref>Ronald Eisler. [https://pubs.er.usgs.gov/publication/5200116 Zinc Hazard to Fish, Wildlife, and Invertebrates: A Synoptic Review]. ''Contaminant Hazard Reviews''. U.S. Department of the Interior, Fish and Wildlife Service. 1993.</ref> Model Aktivitas Ion Bebas sudah mapan dalam literatur, dan menunjukkan bahwa hanya sejumlah [[mol|mikromolar]] dari ion bebas yang membunuh beberapa organisme. Contoh terbaru menunjukkan 6 mikromolar membunuh 93% dari semua ''[[Daphnia]]'' dalam air.<ref>Brita T. A. Muyssen. ''Mechanisms of chronic waterborne Zn toxicity in Daphnia magna''. ''Aquatic Toxicology''. 2006. Vol. 77 (4). hlm. 393–401. doi:10.1016/j.aquatox.2006.01.006.</ref>


Ion seng bebas adalah [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] yang kuat hingga bersifat [[korosif]]. Asam lambung mengandung [[asam klorida]], di mana seng logam mudah larut untuk menghasilkan seng klorida yang korosif. Menelan [[Sen (koin Amerika Serikat)|koin satu sen]] Amerika pasca-1982 (97,5% seng) dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan perut melalui kelarutan tinggi ion seng dalam perut asam.
Ion seng bebas adalah [[Asam dan basa Lewis#Asam Lewis|asam Lewis]] yang kuat hingga bersifat [[korosif]]. Asam lambung mengandung [[asam klorida]], di mana seng logam mudah larut untuk menghasilkan seng klorida yang korosif. Menelan [[Sen (koin Amerika Serikat)|koin satu sen]] Amerika pasca-1982 (97,5% seng) dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan perut melalui kelarutan tinggi ion seng dalam perut asam.<ref>Dawn N. Bothwell. [https://archive.org/details/sim_pediatrics_2003-03_111_3/page/689 Chronic Ingestion of a Zinc-Based Penny]. ''Pediatrics''. 2003. Vol. 111 (3). hlm. 689–91. doi:10.1542/peds.111.3.689.</ref>


Bukti menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 100–300&nbsp;mg seng setiap hari dapat menderita [[kekurangan tembaga]] yang diinduksi. Sebuah percobaan tahun 2007 mengamati bahwa pria lanjut usia yang mengonsumsi 80&nbsp;mg setiap hari lebih sering dirawat di rumah sakit karena komplikasi saluran kemih daripada mereka yang menggunakan plasebo. Tingkat 100–300&nbsp;mg dapat mengganggu pemanfaatan tembaga dan besi atau memengaruhi kolesterol. Seng lebih dari 500&nbsp;ppm di tanah mengganggu penyerapan tanaman dari logam esensial lainnya, seperti besi dan mangan. Suatu kondisi yang disebut [[Demam asap logam|seng getar]] atau "seng dingin" dapat disebabkan oleh menghirup asap seng saat [[patri|mematri]] atau mengelas bahan tergalvanisasi. Seng merupakan bahan yang umum dalam krim [[gigi palsu]] yang mungkin mengandung antara 17 dan 38&nbsp;mg seng per gram. Cacat dan bahkan kematian akibat penggunaan produk ini secara berlebihan telah diklaim.
Bukti menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 100–300&nbsp;mg seng setiap hari dapat menderita [[kekurangan tembaga]] yang diinduksi. Sebuah percobaan tahun 2007 mengamati bahwa pria lanjut usia yang mengonsumsi 80&nbsp;mg setiap hari lebih sering dirawat di rumah sakit karena komplikasi saluran kemih daripada mereka yang menggunakan plasebo.<ref>Johnson AR. ''High dose zinc increases hospital admissions due to genitourinary complications''. ''J. Urol''. 2007. Vol. 177 (2). hlm. 639–43. doi:10.1016/j.juro.2006.09.047.</ref> Tingkat 100–300&nbsp;mg dapat mengganggu pemanfaatan tembaga dan besi atau memengaruhi kolesterol.<ref>G. J. Fosmire. [https://archive.org/details/sim_american-journal-of-clinical-nutrition_1990-02_51_2/page/225 Zinc toxicity]. ''American Journal of Clinical Nutrition''. 1990. Vol. 51 (2). hlm. 225–7. doi:10.1093/ajcn/51.2.225.</ref> Seng lebih dari 500&nbsp;ppm di tanah mengganggu penyerapan tanaman dari logam esensial lainnya, seperti besi dan mangan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Suatu kondisi yang disebut [[Demam asap logam|seng getar]] atau "seng dingin" dapat disebabkan oleh menghirup asap seng saat [[patri|mematri]] atau mengelas bahan tergalvanisasi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Seng merupakan bahan yang umum dalam krim [[gigi palsu]] yang mungkin mengandung antara 17 dan 38&nbsp;mg seng per gram. Cacat dan bahkan kematian akibat penggunaan produk ini secara berlebihan telah diklaim.<ref>[http://www.tampabay.com/news/health/lawsuits-blame-denture-adhesives-for-neurological-damage/1073320 Lawsuits blame denture adhesives for neurological damage]. ''Tampa Bay Times''. 15 Februari 2010.</ref>


[[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|US Food and Drug Administration]] (FDA) menyatakan bahwa seng dapat merusak reseptor saraf di hidung, menyebabkan [[anosmia]]. Laporan anosmia juga teramati pada 1930-an ketika persiapan seng digunakan dalam upaya yang gagal untuk mencegah infeksi [[Poliomielitis|polio]]. Pada 16 Juni 2009, FDA memerintahkan penghapusan produk dingin intranasal berbasis seng dari rak-rak toko. FDA mengatakan hilangnya penciuman dapat mengancam jiwa karena orang dengan gangguan penciuman tidak dapat mendeteksi kebocoran gas atau asap, dan tidak dapat mengetahui apakah makanan telah rusak sebelum mereka memakannya.
[[Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat|US Food and Drug Administration]] (FDA) menyatakan bahwa seng dapat merusak reseptor saraf di hidung, menyebabkan [[anosmia]]. Laporan anosmia juga teramati pada 1930-an ketika persiapan seng digunakan dalam upaya yang gagal untuk mencegah infeksi [[Poliomielitis|polio]].<ref>Oxford, J. S. [https://books.google.com/books?id=n24Pju7kHIYC&pg=PA142 Conquest of viral diseases: a topical review of drugs and vaccines]. Elsevier. 1985. hlm. 142. ISBN 978-0-444-80566-9.</ref> Pada 16 Juni 2009, FDA memerintahkan penghapusan produk dingin intranasal berbasis seng dari rak-rak toko. FDA mengatakan hilangnya penciuman dapat mengancam jiwa karena orang dengan gangguan penciuman tidak dapat mendeteksi kebocoran gas atau asap, dan tidak dapat mengetahui apakah makanan telah rusak sebelum mereka memakannya.<ref>[http://articles.latimes.com/2009/jun/17/science/sci-zicam17 FDA says Zicam nasal products harm sense of smell]. ''Los Angeles Times''. 17 Juni 2009.</ref>


Penelitian terbaru menunjukkan bahwa seng pirition antimikroba topikal adalah penginduksi respon [[Respon kejutan panas|kejutan panas]] yang kuat yang dapat merusak integritas genom dengan induksi krisis energi yang bergantung pada [[Poli (ADP-ribosa) polimerase|PARP]] pada [[keratinosit]] dan [[melanosit]] manusia yang dikultur.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa seng pirition antimikroba topikal adalah penginduksi respon [[Respon kejutan panas|kejutan panas]] yang kuat yang dapat merusak integritas genom dengan induksi krisis energi yang bergantung pada [[Poli (ADP-ribosa) polimerase|PARP]] pada [[keratinosit]] dan [[melanosit]] manusia yang dikultur.<ref>Lamore SD. ''The topical antimicrobial zinc pyrithione is a heat shock response inducer that causes DNA damage and PARP-dependent energy crisis in human skin cells''. ''Cell Stress Chaperones''. 2010. Vol. 15 (3). hlm. 309–22. doi:10.1007/s12192-009-0145-6.</ref>
===Keracunan===
===Keracunan===
Pada tahun 1982, [[United States Mint|US Mint]] mulai mencetak uang logam berlapis tembaga tetapi mengandung terutama seng. Uang seng menimbulkan risiko toksikosis seng, yang dapat berakibat fatal. Satu kasus yang dilaporkan dari konsumsi kronis 425 sen (lebih dari 1&nbsp;kg seng) mengakibatkan kematian karena [[sepsis]] bakteri dan jamur gastrointestinal. Pasien lain yang menelan 12&nbsp;gram seng hanya menunjukkan [[letargi]] dan [[ataksia]] (kurangnya koordinasi gerakan otot). Beberapa kasus lain telah dilaporkan mengenai manusia yang menderita keracunan seng karena menelan koin seng.
Pada tahun 1982, [[United States Mint|US Mint]] mulai mencetak uang logam berlapis tembaga tetapi mengandung terutama seng. Uang seng menimbulkan risiko toksikosis seng, yang dapat berakibat fatal. Satu kasus yang dilaporkan dari konsumsi kronis 425 sen (lebih dari 1&nbsp;kg seng) mengakibatkan kematian karena [[sepsis]] bakteri dan jamur gastrointestinal. Pasien lain yang menelan 12&nbsp;gram seng hanya menunjukkan [[letargi]] dan [[ataksia]] (kurangnya koordinasi gerakan otot).<ref>Donald G. Barceloux. [https://archive.org/details/clinical-toxicology_1999_37_2/page/279 Zinc]. ''Clinical Toxicology''. 1999. Vol. 37 (2). hlm. 279–292. doi:10.1081/CLT-100102426.</ref> Beberapa kasus lain telah dilaporkan mengenai manusia yang menderita keracunan seng karena menelan koin seng.<ref>Daniel R. M. D. Bennett. ''Zinc Toxicity Following Massive Coin Ingestion''. ''American Journal of Forensic Medicine and Pathology''. 1997. Vol. 18 (2). hlm. 148–153. doi:10.1097/00000433-199706000-00008.</ref><ref>S. K. Fernbach. [https://archive.org/details/sim_radiology_1986-02_158_2/page/512 Coin ingestion: unusual appearance of the penny in a child]. ''Radiology''. 1986. Vol. 158 (2). hlm. 512. doi:10.1148/radiology.158.2.3941880.</ref>


Uang receh dan koin kecil lainnya terkadang tertelan oleh anjing, sehingga benda asing tersebut harus dikeluarkan oleh dokter hewan. Kandungan seng dari beberapa koin dapat menyebabkan keracunan seng, umumnya berakibat fatal pada anjing melalui [[anemia hemolitik]] parah dan kerusakan hati atau ginjal; muntah dan diare adalah gejala yang mungkin terjadi. Seng sangat beracun pada [[Bayan (burung)|burung bayan]] dan keracunan sering kali dapat berakibat fatal. Konsumsi jus buah yang disimpan dalam kaleng tergalvanisasi telah mengakibatkan keracunan massal burung bayan akibat adanya kandungan seng.
Uang receh dan koin kecil lainnya terkadang tertelan oleh anjing, sehingga benda asing tersebut harus dikeluarkan oleh dokter hewan. Kandungan seng dari beberapa koin dapat menyebabkan keracunan seng, umumnya berakibat fatal pada anjing melalui [[anemia hemolitik]] parah dan kerusakan hati atau ginjal; muntah dan diare adalah gejala yang mungkin terjadi.<ref>C. M. Stowe. ''Zinc phosphide poisoning in dogs''. ''Journal of the American Veterinary Medical Association''. 1978. Vol. 173 (3). hlm. 270.</ref> Seng sangat beracun pada [[Bayan (burung)|burung bayan]] dan keracunan sering kali dapat berakibat fatal.<ref>R. L. Reece. ''Zinc toxicity (new wire disease) in aviary birds''. ''Australian Veterinary Journal''. 1986. Vol. 63 (6). hlm. 199. doi:10.1111/j.1751-0813.1986.tb02979.x.</ref> Konsumsi jus buah yang disimpan dalam kaleng tergalvanisasi telah mengakibatkan keracunan massal burung bayan akibat adanya kandungan seng.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
== Geologi dan Kristalogi ==
== Geologi dan Kristalogi ==
Dalam geologi seng terdaftar di Asosiasi Mineral Internasional (IMA) dengan [[Kode Strunz|kode kelas]] '''1.AB.05''' dan [[Nomor Dana|kode DANA]] 1.1.5.1. Sistem kelas seng mengkristal dalam sistem [[hexagonal]] dengan [[grup ruang]] (HM): P 6₃/m m c (#194) di mana parameter sel, a = 2.665 Å, b = 2.665 Å (sama dengan a karena simetri heksagonal), c = 4.947 Å, α = 90.000°, β = 90.000° γ = 120.000° dengan kelas kristal diheksagonal dipiramidal (6/m 2/m 2/m) membentuk kristal karakteristik kilap metalik. Warna asli logam ini adalah putih metalik dengan sedikit kebiruan.
Dalam geologi seng terdaftar di Asosiasi Mineral Internasional (IMA) dengan [[Kode Strunz|kode kelas]] '''1.AB.05''' dan [[Nomor Dana|kode DANA]] 1.1.5.1. Sistem kelas seng mengkristal dalam sistem [[hexagonal]] dengan [[grup ruang]] (HM): P 6₃/m m c (#194) di mana parameter sel, a = 2.665 Å, b = 2.665 Å (sama dengan a karena simetri heksagonal), c = 4.947 Å, α = 90.000°, β = 90.000° γ = 120.000° dengan kelas kristal diheksagonal dipiramidal (6/m 2/m 2/m) membentuk kristal karakteristik kilap metalik. Warna asli logam ini adalah putih metalik dengan sedikit kebiruan.


Baris 298: Baris 290:
Struktur kristalnya menempati grup ruang P6₃/mmc, yang merupakan struktur paling umum untuk logam sederhana. Parameter sel satuannya memiliki dimensi a = 2.665 Å dan c = 4.947 Å, dengan rasio sumbu a : c = 1 : 1.856. Rasio ini sedikit lebih besar dari rasio ideal untuk struktur heksagonal close-packed (idealnya 1 : 1.633), menunjukkan bahwa atom-atomnya sedikit meregang sepanjang sumbu c. Volume sel satuannya adalah 30.43 ų, dan terdapat 2 atom (Z=2) per sel satuan.
Struktur kristalnya menempati grup ruang P6₃/mmc, yang merupakan struktur paling umum untuk logam sederhana. Parameter sel satuannya memiliki dimensi a = 2.665 Å dan c = 4.947 Å, dengan rasio sumbu a : c = 1 : 1.856. Rasio ini sedikit lebih besar dari rasio ideal untuk struktur heksagonal close-packed (idealnya 1 : 1.633), menunjukkan bahwa atom-atomnya sedikit meregang sepanjang sumbu c. Volume sel satuannya adalah 30.43 ų, dan terdapat 2 atom (Z=2) per sel satuan.


Pada jarak antar bidang (d-spacing) 2.091 Å, yang merefleksikan bidang kristalografi utama dalam struktur heksagonalnya yaitu dengan intensitas 100. Pada 2.308 Å (40), diikuti serangkaian puncak dengan intensitas sedang hingga lemah pada 1.687 Å (28), 1.342 Å (25), 1.1729 Å (23), dan 1.332 Å (21). Puncak dengan intensitas sangat lemah tercatat pada 2.473 Å (3).
Pada jarak antar bidang (d-spacing) 2.091 Å, yang merefleksikan bidang kristalografi utama dalam struktur heksagonalnya yaitu dengan intensitas 100. Pada 2.308 Å (40), diikuti serangkaian puncak dengan intensitas sedang hingga lemah pada 1.687 Å (28), 1.342 Å (25), 1.1729 Å (23), dan 1.332 Å (21). Puncak dengan intensitas sangat lemah tercatat pada 2.473 Å (3).<ref>[https://www.mindat.org/min-4405.html Native Zinc : A valid IMA mineral species]. ''Mindat''.</ref>


Berdasarkan klasifikasinya seng memiliki keterkaitan berdasarkan kelasnya.
Berdasarkan klasifikasinya seng memiliki keterkaitan berdasarkan kelasnya.


{| class="wikitable"
! Kode Strunz !! Nama Mineral !! Formula Kimia !! Keterangan
|-
! 1.AB. || [[Magnesium]] || Mg || Unsur murni heksagonal, jarang di alam
|-
! 1.AB.05 || [[Rhenium]] || Re || Unsur murni, grandfathered IMA
|-
! 1.AB.05 || [[Cadmium]] || Cd || Unsur murni kubik/heksagonal
|-
! 1.AB.05 || [[Titanium]] || Ti || Unsur murni, oksidasi tinggi
|-
! 1.AB.10a || [[Zinccopperite]] || Cu₇Zn₄ (?) || Paduan Cu-Zn alami
|-
! 1.AB.10a || [[Zhanghengite]] || CuZn || Paduan stoikiometri 1:1
|-
! 1.AB.10 || UM1980-01-E:CuZn || Cu₃Zn || Belum ditinjau
|-
! 1.AB.10 || UM1980-02-E:CuZn || Cu₄.₄₅Zn || Variasi komposisi paduan
|-
! 1.AB.10 || UM2003-03-E:AgAuCuZn || (Cu,Au,Ag)₄Zn || Paduan kompleks dengan Ag/Au
|-
! 1.AB.10b || [[Tongxinite]] || Cu₂Zn || Paduan Cu-rich
|-
! 1.AB.10a || α-Brass || Cu₃Zn || Paduan alami seperti kuningan alfa
|-
! 1.AB.10b || [[Danbaite]] || CuZn₂ || Paduan Zn-rich
|}


==Lihat pula==
==Lihat pula==
Baris 313: Baris 332:


==Catatan==
==Catatan==
== Referensi ==
==Bibliografi==
==Bibliografi==
 
*  
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*


==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://ods.od.nih.gov/factsheets/zinc/ Lembar Fakta Seng] dari [[Institut Kesehatan Nasional|US National Institutes of Health]]
*  [http://ods.od.nih.gov/factsheets/zinc/ Lembar Fakta Seng] dari [[Institut Kesehatan Nasional|US National Institutes of Health]]
*  [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Zn Sejarah & Etimologi Seng]
*  [http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Zn Sejarah & Etimologi Seng]
Baris 343: Baris 354:
*  [https://zincbind.net ZincBind] – basis data situs pengikatan seng biologis.
*  [https://zincbind.net ZincBind] – basis data situs pengikatan seng biologis.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29463136 (2026-07-15T23:24:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Seng&oldid=29463136 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29463136 (2026-07-15T23:24:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi per 26 Agustus 2026 18.34

Berkas:Zinc fragment sublimed and 1cm3 cube.jpg
Zinc fragment sublimed and 1cm3 cube

Seng, (, ) adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Zn dan nomor atom 30. Seng adalah logam yang sedikit rapuh pada suhu kamar dan memiliki penampilan keabu-abuan keperakan ketika oksidasi dihilangkan. Ia merupakan unsur pertama dalam golongan 12 (IIB) dari tabel periodik. Dalam beberapa hal, seng secara kimiawi mirip dengan magnesium: kedua unsur ini hanya menunjukkan satu bilangan oksidasi normal (+2), dan ion Zn2+ dan Mg2+ memiliki ukuran yang sama.[1] Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling umum adalah sfalerit (seng campuran), sebuah mineral seng sulfida. Lode terbesar yang bisa diterapkan berada di Australia, Asia, dan Amerika Serikat. Seng dimurnikan melalui pengapungan buih bijih, pemanggangan, dan ekstraksi akhir menggunakan listrik (pengekstraksian listrik).

Kuningan, sebuah paduan tembaga dan seng dalam berbagai proporsi, digunakan sejak milenium ketiga SM di wilayah Aegean dan wilayah yang saat ini meliputi Irak, Uni Emirat Arab, Kalmykia, Turkmenistan dan Georgia. Pada milenium kedua SM, ia digunakan di wilayah yang saat ini termasuk India Barat, Uzbekistan, Iran, Suriah, Irak, dan Israel.[2][3][4] Logam seng tidak diproduksi dalam skala besar sampai abad ke-12 di India, meskipun diketahui oleh orang Romawi dan Yunani kuno.[5] Tambang Rajasthan telah memberikan bukti pasti produksi seng sejak abad ke-6 SM.[6] Sampai saat ini, bukti tertua seng murni berasal dari Zawar, di Rajasthan, pada awal abad ke-9 M ketika proses penyulingan digunakan untuk membuat seng murni.[7] Para alkemis membakar seng di udara untuk membentuk apa yang mereka sebut "wol filsuf" atau "salju putih".

Unsur ini mungkin dinamai oleh alkemis Paracelsus dari kata bahasa Jerman Zinke (cabang, gigi). Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf dikreditkan dengan menemukan seng logam murni pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani dan Alessandro Volta menemukan sifat elektrokimia seng pada tahun 1800. Pelapisan seng tahan korosi dari besi (galvanisasi celup panas) merupakan aplikasi utama untuk seng. Aplikasi lainnya ialah dalam baterai listrik, coran nonstruktural kecil, dan paduan seperti kuningan. Berbagai senyawa seng yang umum digunakan, seperti seng karbonat dan seng glukonat (sebagai suplemen makanan), seng klorida (dalam deodoran), seng pirition (sampo anti ketombe), seng sulfida (dalam cat luminesen), dan dimetilseng atau dietilseng dalam laboratorium organik.

Seng merupakan sebuah mineral penting, yang diperlukan untuk perkembangan pranatal dan pascanatal.[8] Kekurangan seng memengaruhi sekitar dua miliar orang di negara berkembang dan berhubungan dengan banyak penyakit.[9] Pada anak-anak, defisiensi menyebabkan retardasi pertumbuhan, keterlambatan pematangan seksual, kerentanan infeksi, dan diare.[10] Enzim dengan atom seng di pusat reaktif tersebar luas dalam biokimia, seperti alkohol dehidrogenase pada manusia.[11] Konsumsi seng berlebih dapat menyebabkan ataksia, letargi, dan kekurangan tembaga.

Karakteristik

Sifat fisik

Seng adalah logam diamagnetik berwarna putih kebiruan dan berkilau,[12] meskipun nilai komersial yang paling umum dari logam ini memiliki hasil akhir yang kusam.[13] Ia agak kurang padat daripada besi dan memiliki struktur kristal heksagon, dengan bentuk susunan padat heksagon terdistorsi, di mana setiap atom memiliki enam tetangga terdekat (pada jarak 265,9 pm) di bidangnya sendiri dan enam lainnya pada jarak yang lebih jauh (290,6 pm).[14] Logam ini keras dan rapuh pada sebagian besar suhu tetapi menjadi lunak antara suhu 100 hingga 150 °C.[15][16] Di atas suhu 210 °C, logam ini menjadi rapuh lagi dan dapat dihancurkan dengan cara dipukul.[17] Seng adalah konduktor listrik yang wajar.[18] Untuk sebuah logam, seng memiliki titik lebur dan titik didih yang relatif rendah (419,5 °C dan 907 °C).[19] Titik leburnya menjadi yang paling rendah dari semua logam blok-d lainnya selain raksa dan kadmium; untuk alasan ini di antara beberapa alasan lainnya, seng, kadmium, dan raksa sering tidak dianggap sebagai logam transisi seperti logam blok-d lainnya.[20]

Banyak paduan mengandung seng, termasuk kuningan. Logam lain yang telah lama diketahui membentuk paduan biner dengan seng adalah aluminium, antimon, bismut, emas, besi, timbal, raksa, perak, timah, magnesium, kobalt, nikel, telurium, dan natrium.[21] Meskipun baik seng maupun zirkonium tidak bersifat feromagnetik, paduan mereka, , menunjukkan feromagnetisme di bawah suhu 35 K.[22]

Keterjadian

Seng membentuk sekitar 75 ppm (0,0075%) dari kerak Bumi, menjadikannya unsur paling melimpah ke-24. Konsentrasi latar belakang seng yang khas tidak melebihi 1 μg/m3 di atmosfer; 300 mg/kg dalam tanah; 100 mg/kg dalam vegetasi; 20 μg/L di air tawar dan 5 μg/L di air laut.[23] Unsur ini biasanya ditemukan dalam hubungan dengan logam dasar lainnya seperti tembaga dan timbal dalam bijih.[24] Seng merupakan unsur kalkofil, artinya unsur ini lebih mungkin ditemukan dalam mineral bersama dengan belerang dan kalkogen berat lainnya, daripada dengan kalkogen ringan oksigen atau dengan unsur elektronegatif nonkalkogen seperti halogen. Sulfida terbentuk sebagai kerak yang memadat di bawah kondisi reduksi atmosfer Bumi awal.[25] Sfalerit, yang merupakan bentuk seng sulfida, adalah bijih yang mengandung seng yang paling banyak ditambang karena konsentratnya mengandung 60–62% seng.[26]

Sumber mineral lain untuk seng termasuk smithsonit (seng karbonat), hemimorfit (seng silikat), wurtzit (seng sulfida lain), dan kadang-kadang hidrozinkit (seng karbonat dasar).[27] Dengan pengecualian wurtzit, semua mineral lain ini dibentuk oleh pelapukan seng sulfida yang primordial.[28]

Sumber daya seng dunia yang teridentifikasi berjumlah sekitar 1,9–2,8 miliar ton.[29][30] Deposito besar berada di Australia, Kanada dan Amerika Serikat, dengan cadangan terbesar berada di Iran.[31][32][33] Perkiraan terbaru dari basis cadangan untuk seng (memenuhi kriteria fisik minimum yang ditentukan terkait dengan penambangan dan praktik produksi saat ini) dibuat pada tahun 2009 dan dihitung menjadi sekitar 480 Mt.[34] Di sisi lain, cadangan seng merupakan badan bijih yang diidentifikasi secara geologis yang kesesuaiannya untuk pemulihan berdasarkan ekonomi (lokasi, kadar, kualitas, dan kuantitas) pada saat penentuan. Karena eksplorasi dan pengembangan tambang merupakan proses yang berkelanjutan, jumlah cadangan seng bukanlah jumlah yang tetap dan keberlanjutan pasokan bijih seng tidak dapat dinilai hanya dengan mengekstrapolasi umur tambang gabungan dari tambang seng saat ini. Konsep ini didukung dengan baik oleh data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), yang menggambarkan bahwa meskipun produksi seng olahan meningkat 80% antara tahun 1990 dan 2010, masa pakai cadangan untuk seng tetap tidak berubah. Sekitar 346 juta ton seng telah diekstraksi sepanjang sejarah hingga tahun 2002, dan para ahli memperkirakan bahwa sekitar 109–305 juta ton seng telah digunakan.[35][36][37]

Isotop

Lima isotop stabil seng terdapat di alam, dengan 64Zn menjadi isotop yang paling melimpah (49,17% kelimpahan alami).[38] Isotop lain yang ditemukan di alam adalah (27,73%), (4,04%), (18,45%), dan (0,61%).

Beberapa lusin radioisotop telah dikarakterisasi. , yang memiliki waktu paruh 243,66 hari, adalah radioisotop yang paling tidak aktif, diikuti oleh dengan waktu paruh 46,5 jam.[39] Seng memiliki 10 isomer nuklir. 69mZn memiliki waktu paruh terpanjang, 13,76 jam.[40] Superskrip m menunjukkan bahwa ia merupakan isotop metastabil. Inti isotop metastabil berada dalam keadaan tereksitasi dan akan kembali ke keadaan dasar dengan memancarkan foton dalam bentuk sinar gama. memiliki tiga keadaan metastabil tereksitasi dan memiliki dua.[41] Isotop , , dan masing-masing hanya memiliki satu keadaan metastabil tereksitasi.[42]

Mode peluruhan yang paling umum dari radioisotop seng dengan nomor massa lebih rendah dari 66 adalah penangkapan elektron. Produk peluruhan yang dihasilkan dari penangkapan elektron adalah isotop tembaga.[43]

+ Elektron

Mode peluruhan yang paling umum dari radioisotop seng dengan nomor massa lebih tinggi dari 66 adalah peluruhan beta), yang menghasilkan isotop galium.[44]

→ + Elektron + [[Neutrino elektron#Antineutrino elektron|]]

Senyawa dan sifat kimia

Reaktivitas

Seng memiliki konfigurasi elektron [Ar]3d104s2 dan merupakan anggota golongan 12 dari tabel periodik. Ia merupakan logam yang cukup reaktif dan zat pereduksi yang kuat.[45] Permukaan seng murni cepat ternoda, dan akhirnya membentuk lapisan pasivasi pelindung dari seng karbonat dasar, , melalui reaksi dengan karbon dioksida atmosfer.[46]

Seng terbakar di udara dengan nyala hijau kebiruan terang, mengeluarkan asap seng oksida.[47] Seng mudah bereaksi dengan asam, alkali dan nonlogam lainnya.[48] Seng yang sangat murni hanya bereaksi lambat pada suhu kamar dengan asam.[49] Asam kuat, seperti asam klorida atau sulfat, dapat menghilangkan lapisan pasivasi dan reaksi selanjutnya dengan kedua asam tersebut melepaskan gas hidrogen.[50]

Sifat kimia seng didominasi oleh bilangan oksidasi +2. Ketika senyawa dalam bilangan oksidasi ini terbentuk, kulit terluar elektron s hilang, menghasilkan ion seng telanjang dengan konfigurasi elektron [Ar]3d10.[51] Dalam larutan berair kompleks oktahedron, merupakan spesies yang dominan.[52] Volatilisasi seng dalam kombinasi dengan seng klorida pada suhu di atas 285 °C menunjukkan pembentukan , senyawa seng dengan bilangan oksidasi +1.[53] Tidak ada senyawa seng dalam bilangan oksidasi positif selain +1 atau +2 yang diketahui.[54] Perhitungan menunjukkan bahwa senyawa seng dengan bilangan oksidasi +4 tidak mungkin ada.[55] Zn(III) diperkirakan ada dengan adanya trianion elektronegatif kuat;[56] tetapi, ada beberapa keraguan seputar kemungkinan ini.[57] Tetapi pada tahun 2021, senyawa lain telah dilaporkan dengan lebih banyak bukti yang memiliki bilangan oksidasi +3 dengan rumus ZnBeB11(CN)12.[58]

Sifat kimia seng mirip dengan sifat kimia logam transisi baris pertama akhir, nikel dan tembaga, meskipun ia memiliki kulit-d yang terisi dan senyawanya bersifat diamagnetik serta sebagian besar tidak berwarna.[59] Jari-jari ionik seng dan magnesium kebetulan hampir identik. Karena itu beberapa garam ekuivalen memiliki struktur kristal yang sama,[60] dan dalam keadaan lain di mana jari-jari ionik merupakan faktor penentu, sifat kimia seng memiliki banyak kesamaan dengan magnesium.[61] Dalam hal lain, ada sedikit kesamaan dengan logam transisi baris pertama akhir. Seng cenderung membentuk ikatan dengan tingkat kovalensi yang lebih besar dan kompleks yang jauh lebih stabil dengan donor -N dan -S.[62] Kompleks seng sebagian besar memiliki koordinasi -4 atau -6, meskipun kompleks koordinasi-5 juga telah diketahui.[63]

Senyawa seng(I)

Senyawa seng(I) sangatlah jarang. Ion [Zn2]2+ terlibat dalam pembentukan kaca diamagnetik kuning dengan melarutkan seng logam dalam ZnCl2 cair.[64] Inti [Zn2]2+ akan analog dengan kation [Hg2]2+ yang ada dalam senyawa raksa(I). Sifat diamagnetik ion ini menegaskan struktur dimernya. Senyawa seng(I) pertama yang mengandung ikatan Zn–Zn, 5-C5Me5)2Zn2.

Senyawa seng(II)

Senyawa biner seng dikenal untuk sebagian besar metaloid dan semua nonlogam kecuali gas mulia. Seng oksida ZnO adalah bubuk putih yang hampir tidak larut dalam larutan berair netral, tetapi bersifat amfoter, larut dalam larutan basa kuat dan asam.[65] Kalkogenida seng lainnya (ZnS, ZnSe, dan ZnTe) memiliki aplikasi yang bervariasi dalam elektronika dan optika.[66] Seng pniktogenida (Seng nitrida, Seng fosfida, Seng arsenida dan Seng antimonida),[67][68] seng peroksida (Seng peroksida), seng hidrida (Seng hidrida), dan seng karbida (Seng karbida) juga telah diketahui.[69] Dari keempat halida seng, Seng fluorida memiliki sifat ionik paling besar, sedangkan yang lainnya (Seng klorida, Seng bromida, dan Seng iodida) memiliki titik lebur yang relatif rendah dan dianggap lebih bersifat kovalen.[70]

Dalam larutan basa lemah yang mengandung ion , seng hidroksida (Seng hidroksida) terbentuk sebagai endapan putih. Dalam larutan alkali yang lebih kuat, hidroksida ini dilarutkan untuk membentuk zinkat (zinkat).[71] Seng nitrat (Seng nitrat), seng klorat (Seng klorat), seng sulfat (Seng sulfat), seng fosfat (Seng fosfat), seng molibdat (Seng molibdat), seng sianida (Seng sianida), seng arsenit (Seng arsenit), seng arsenat (Seng arsenat), dan seng kromat (Seng kromat) (salah satu dari sedikit senyawa seng berwarna) merupakan beberapa contoh senyawa anorganik umum lainnya dari seng.[72][73]

Senyawa organoseng merupakan senyawa yang mengandung ikatan kovalen seng–karbon. Dietilseng (Dietilseng) merupakan sebuah reagen dalam kimia sintetis. Ia pertama kali dilaporkan pada tahun 1848 dari reaksi seng dan etil iodida, dan merupakan senyawa pertama yang diketahui mengandung ikatan sigma logam–karbon.[74]

Tes untuk seng

Kertas Kobaltisianida (tes Rinnmann untuk Zn) dapat digunakan sebagai indikator kimia untuk seng. 4 gram K3Co(CN)6 dan 1 gram KClO3 dilarutkan dalam 100 ml air. Kertas dicelupkan ke dalam larutan dan dikeringkan pada suhu 100 °C. Satu tetes sampel diteteskan ke atas kertas kering dan dipanaskan. Cakram hijau menunjukkan adanya seng.[75]

Sejarah

Penggunaan kuno

Charaka Samhita, diperkirakan ditulis antara tahun 300 dan 500 M,[76] menyebutkan sebuah logam yang, ketika dioksidasi, menghasilkan pushpanjan, yang dianggap sebagai seng oksida.[77] Tambang seng di Zawar, dekat Udaipur di India, telah aktif sejak periode Maurya (sekitar 322 dan 187 SM). Peleburan seng logam di sini, bagaimanapun, tampaknya telah dimulai sekitar abad ke-12 M.[78][79] Satu perkiraan adalah bahwa lokasi ini menghasilkan sekitar satu juta ton seng logam dan seng oksida dari abad ke-12 hingga ke-16.[80] Perkiraan lain memberikan total produksi 60.000 ton seng logam selama periode ini.[81] Rasaratna Samuccaya, yang ditulis sekitar abad ke-13 M, menyebutkan dua jenis bijih yang mengandung seng: satu digunakan untuk ekstraksi logam dan lainnya digunakan untuk tujuan pengobatan.[82]

Berbagai contoh terisolasi dari penggunaan seng tidak murni pada zaman kuno telah ditemukan. Bijih seng digunakan untuk membuat kuningan paduan seng–tembaga ribuan tahun sebelum penemuan seng sebagai unsur terpisah. Kuningan Yudea dari abad ke-14 hingga ke-10 SM mengandung 23% seng.[83]

Pengetahuan mengenai cara memproduksi kuningan menyebar ke Yunani Kuno pada abad ke-7 SM, tetapi hanya sedikit varietas yang dibuat.[84] Ornamen yang terbuat dari paduan yang mengandung 80–90% seng, dengan timbal, besi, antimon, dan logam lain yang menyusun sisanya, telah ditemukan berusia 2.500 tahun.[85] Sebuah patung prasejarah yang mungkin mengandung 87,5% seng ditemukan di situs arkeologi Dacia.[86]

Pil tertua yang diketahui terbuat dari seng karbonat, hidrozinkit, dan smithsonit. Pil-pil tersebut digunakan untuk sakit mata dan ditemukan di atas kapal Romawi Relitto del Pozzino yang karam pada 140 SM.[87][88]

Pembuatan kuningan dikenal oleh orang Romawi sekitar tahun 30 SM.[89] Mereka membuat kuningan dengan memanaskan kalamin bubuk (seng silikat atau karbonat), arang dan tembaga bersama-sama dalam wadah.[90] Kuningan kalamin yang dihasilkan kemudian dicor atau ditempa untuk digunakan dalam persenjataan.[91] Beberapa koin yang dibuat oleh orang Romawi di era Kristen terbuat dari kuningan kalamin.[92]

Tulisan Strabo pada abad ke-1 SM (tetapi mengutip karya sejarawan abad ke-4 SM Theopompos yang sekarang hilang) menyebutkan "tetesan perak palsu" yang bila dicampur dengan tembaga akan menghasilkan kuningan. Ini mungkin merujuk pada sejumlah kecil seng yang merupakan produk sampingan dari peleburan bijih sulfida.[93] Seng dalam sisa-sisa seperti itu dalam oven peleburan biasanya dibuang karena dianggap tidak berharga.[94]

Tablet seng Bern adalah sebuah plakat nazar yang berasal dari Galia Romawi yang terbuat dari paduan yang sebagian besar adalah seng.[95]

Studi awal dan penamaan

Seng secara jelas diakui sebagai logam di bawah sebutan Yasada atau Jasada dalam leksikon medis yang dianggap berasal dari raja Hindu Madanapala (dari dinasti Taka) dan ditulis sekitar tahun 1374.[96] Peleburan dan ekstraksi seng tidak murni dengan mereduksi kalamin dengan wol dan zat organik lainnya dilakukan pada abad ke-13 di India.[97][98] Orang Tiongkok tidak mempelajari teknik ini sampai abad ke-17.[99]

Para alkemis membakar logam seng di udara dan mengumpulkan seng oksida yang dihasilkan pada sebuah kondensor. Beberapa alkemis menyebut seng oksida ini sebagai lana philosophica, Latin untuk "wol filsuf", karena ia dikumpulkan dalam jumbai wol, sedangkan yang lain berpikir bahwa ia tampak seperti salju putih dan menamakannya nix album.[100]

Nama logam ini mungkin pertama kali didokumentasikan oleh Paracelsus, seorang alkemis Jerman kelahiran Swiss, yang menyebut logam ini sebagai "zincum" atau "zinken" dalam bukunya yang berjudul Liber Mineralium II, pada abad ke-16.[101][102] Kata ini mungkin berasal dari bahasa Jerman zinke, dan konon berarti "seperti gigi, runcing atau bergerigi" (kristal seng metalik memiliki penampilan seperti jarum).[103] Zink juga bisa berarti "mirip timah" karena hubungannya dengan zinn dari bahasa Jerman yang berarti timah.[104] Namun, kemungkinan lain menyatakan bahwa kata tersebut berasal dari kata Persia سنگ seng yang berarti batu.[105] Logam ini juga disebut timah India, tutanego, kalamin, dan spinter.[106]

Ahli metalurgi Jerman Andreas Libavius menerima sejumlah apa yang dia sebut "calay" Malabar dari sebuah kapal kargo yang ditangkap dari Portugis pada tahun 1596.[107] Libavius menggambarkan sifat-sifat sampel, yang mungkin adalah seng. Seng secara teratur diimpor ke Eropa dari Timur pada abad ke-17 dan awal abad ke-18,[108] tetapi pada waktu itu ia kadang-kadang sangat mahal.[109]

Isolasi

Seng logam diisolasi di India pada tahun 1300 M,[110][111][112] jauh lebih awal daripada di Barat. Sebelum diisolasi di Eropa, seng diimpor dari India sekitar tahun 1600 M.[113] Universal Dictionary Postlewayt, sumber kontemporer yang memberikan informasi teknologi di Eropa, tidak menyebutkan seng sebelum tahun 1751 tetapi unsur tersebut dipelajari sebelum itu.[114][115]

Ahli metalurgi dan alkemis Flemish P. M. de Respour melaporkan bahwa ia telah mengekstraksi seng logam dari seng oksida pada tahun 1668.[116] Pada awal abad ke-18, Étienne François Geoffroy menggambarkan bagaimana seng oksida mengembun sebagai kristal kuning pada batangan besi yang ditempatkan di atas bijih seng yang sedang dilebur.[117] Di Britania Raya, John Lane dikatakan telah melakukan eksperimen untuk melebur seng, mungkin di Landore, sebelum kebangkrutannya pada tahun 1726.[118]

Pada tahun 1738 di Britania Raya, William Champion mematenkan proses untuk mengekstrak seng dari kalamin dalam peleburan gaya retot vertikal.[119] Tekniknya mirip dengan yang digunakan di tambang seng Zawar di Rajasthan, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dia mengunjungi Timur.[120] Proses Champion digunakan sampai tahun 1851.[121]

Kimiawan Jerman Andreas Marggraf biasanya mendapat pujian karena menemukan seng logam murni, meskipun ahli kimia Swedia Anton von Swab telah menyuling seng dari kalamin empat tahun sebelumnya.[122] Dalam percobaannya pada tahun 1746, Marggraf memanaskan campuran kalamin dan arang dalam wadah tertutup tanpa tembaga untuk mendapatkan sebuah logam.[123][124] Prosedur ini menjadi praktis secara komersial pada tahun 1752.[125]

Pekerjaan berikutnya

Saudara William Champion, John, mematenkan sebuah proses pada tahun 1758 untuk mengalsinasi seng sulfida menjadi oksida yang dapat digunakan dalam proses retot.[126] Sebelum ini, hanya kalamin yang dapat digunakan untuk memproduksi seng. Pada tahun 1798, Johann Christian Ruberg meningkatkan proses peleburan dengan membangun pelebur retot horizontal pertama.[127] Jean-Jacques Daniel Dony membangun berbagai jenis pelebur seng horizontal di Belgia yang memproses lebih banyak seng.[128]

Dokter Italia Luigi Galvani menemukan pada tahun 1780 bahwa menghubungkan sumsum tulang belakang katak yang baru dibedah ke rel besi yang dipasang dengan kait kuningan menyebabkan kaki katak berkedut.[129] Dia salah mengira dia telah menemukan kemampuan saraf dan otot untuk menciptakan listrik dan menyebut efek tersebut sebagai "listrik hewan".[130] Sel Galvanik dan proses galvanisasi dinamai untuk Luigi Galvani, dan penemuannya membuka jalan bagi baterai listrik, galvanisasi, dan proteksi katodik.[131]

Teman Galvani, Alessandro Volta, terus meneliti efek tadi dan menemukan tumpukan Volta pada tahun 1800.[132] Tumpukan Volta terdiri dari setumpuk sel Galvanik yang disederhanakan, masing-masing menjadi satu pelat tembaga dan satu seng yang dihubungkan oleh elektrolit. Dengan menumpuk unit-unit ini secara seri, tumpukan (atau "baterai") Volta secara keseluruhan memiliki tegangan yang lebih tinggi, yang dapat digunakan lebih mudah daripada sel tunggal. Listrik dihasilkan karena potensial Volta antara dua pelat logam membuat elektron mengalir dari seng ke tembaga dan menimbulkan korosi pada seng.[133]

Karakter nonmagnetik seng dan kurangnya warna dalam larutan menunda penemuan pentingnya untuk biokimia dan nutrisi.[134] Hal ini berubah pada tahun 1940 ketika karbonat anhidrase, enzim yang membersihkan karbon dioksida dari darah, terbukti memiliki seng di situs aktifnya.[135] Enzim pencernaan karboksipeptidase menjadi enzim yang mengandung seng kedua yang diketahui pada tahun 1955.[136]

Produksi

Penambangan dan pengolahan

Hasil produksi tambang seng teratas (menurut negara) 2019[137]
Peringkat Negara Ton
1 Tiongkok 4.210.000
2 Peru 1.400.000
3 Australia 1.330.000
4 Amerika Serikat 753.000
5 India 720.000
6 Meksiko 677.000

Seng adalah logam keempat yang paling umum digunakan, di bawah besi, aluminium, dan tembaga dengan produksi tahunan sekitar 13 juta ton.[138] Produsen seng terbesar di dunia adalah Nyrstar, penggabungan dari OZ Minerals Australia dan Umicore Belgia.[139] Sekitar 70% seng dunia berasal dari pertambangan, sedangkan 30% sisanya berasal dari daur ulang seng sekunder.[140] Seng murni komersial dikenal sebagai Special High Grade (Kelas Tinggi Khusus), sering disingkat sebagai SHG, dan murni 99,995%.[141]

Di seluruh dunia, 95% seng baru ditambang dari deposit bijih sulfida, di mana sfalerit (ZnS) hampir selalu dicampur dengan sulfida tembaga, timah, dan besi.[142] Tambang seng tersebar di seluruh dunia, dengan tambang utama seng berada di Tiongkok, Australia, dan Peru. Tiongkok menghasilkan 38% dari output seng global pada tahun 2014.[143]

Logam seng diproduksi menggunakan metalurgi ekstraktif.[144] Bijih seng ditumbuk halus, kemudian dimasukkan melalui pengapungan untuk memisahkan mineral dari gangue (berdasarkan sifat hidrofobisitas), untuk mendapatkan konsentrat bijih seng sulfida[145] yang terdiri sekitar 50% seng, 32% belerang, 13% besi, dan 5% .[146]

Pemanggangan mengubah konsentrat seng sulfida menjadi seng oksida:[147]

2ZnS+3OA2tAo2ZnO+2SOA2

Sulfur dioksida digunakan untuk produksi asam sulfat, yang diperlukan untuk proses pelindian. Jika endapan seng karbonat, seng silikat, atau seng-spinel (seperti Deposit Skorpion di Namibia) digunakan untuk produksi seng, pemanggangan dapat dihilangkan.[148]

Untuk pemrosesan lebih lanjut, dua metode dasar digunakan: pirometalurgi atau pengekstraksian listrik. Pirometalurgi mereduksi seng oksida dengan karbon atau karbon monoksida pada ke dalam logam, yang disuling sebagai uap seng untuk memisahkannya dari logam lain, yang tidak mudah menguap pada suhu tersebut.[149] Uap seng kemudian dikumpulkan dalam kondensor.[150] Persamaan di bawah ini menggambarkan proses ini:[151]

ZnO+C950AoCZn+CO
ZnO+CO950AoCZn+COA2

Dalam pengekstraksian listrik, seng dilindikan dari konsentrat bijih oleh asam sulfat dan kotoran diendapkan:[152]

ZnO+HA2SOA4ZnSOA4+HA2O

Akhirnya, seng direduksi dengan elektrolisis.[153]

2ZnSOA4+2HA2O2Zn+OA2+2HA2SOA4

Asam sulfat diregenerasi dan didaur ulang ke langkah pelindian.

Ketika bahan baku tergalvanisasi diumpankan ke sebuah tanur busur listrik, seng dipulihkan dari debu dengan sejumlah proses, terutama proses Waelz (90% pada 2014).[154]

Dampak lingkungan

Penyempurnaan bijih seng sulfida menghasilkan sejumlah besar sulfur dioksida dan uap kadmium. Terak peleburan dan residu lainnya mengandung sejumlah besar logam. Sekitar 1,1 juta ton seng logam dan 130 ribu ton timbal ditambang dan dilebur di kota La Calamine dan Plombières di Belgia antara tahun 1806 dan 1882.[155] Tempat pembuangan dari operasi penambangan dan pelindian seng dan kadmium masa lalu serta sedimen Sungai Geul, mengandung jumlah logam yang tidak sepele.[156] Sekitar dua ribu tahun yang lalu, emisi seng dari pertambangan dan peleburan mencapai 10 ribu ton per tahun. Setelah meningkat 10 kali lipat dari tahun 1850, emisi seng mencapai puncaknya pada 3,4 juta ton per tahun pada 1980-an dan menurun menjadi 2,7 juta ton pada 1990-an, meskipun studi tahun 2005 mengenai troposfer Arktik menemukan bahwa konsentrasi di sana tidak mencerminkan penurunan. Emisi buatan manusia dan alami terjadi pada rasio 20 banding 1.[157]

Seng di sungai yang mengalir melalui kawasan industri dan pertambangan bisa mencapai 20 ppm.[158] Pengolahan limbah yang efektif sangat mengurangi hal ini; pemulihan di sepanjang Sungai Rhein, misalnya, telah menurunkan kadar seng hingga 50 ppb.[159] Konsentrasi seng serendah 2 ppm memengaruhi jumlah oksigen yang dapat dibawa ikan dalam darahnya.[160]

Tanah yang terkontaminasi seng dari penambangan, pemurnian, atau pemupukan dengan lumpur yang mengandung seng dapat mengandung beberapa gram seng per kilogram tanah kering. Kadar seng yang melebihi 500 ppm dalam tanah mengganggu kemampuan tanaman untuk menyerap logam-logam esensial lainnya, seperti besi dan mangan. Kadar seng dari 2000 ppm hingga 180.000 ppm (18%) telah dicatat di beberapa sampel tanah.[161]

Aplikasi

Aplikasi utama seng, di antaranya (angka diberikan untuk AS)[162]

  1. Galvanisasi (55%)
  2. Kuningan dan perunggu (16%)
  3. Paduan lainnya (21%)
  4. Lain-lain (8%)

Antikorosi dan baterai

Seng paling sering digunakan sebagai zat antikorosi,[163] dan galvanisasi (pelapisan besi atau baja) adalah bentuk yang paling dikenal. Pada tahun 2009 di Amerika Serikat, 55% atau 893.000 ton logam seng digunakan untuk galvanisasi.[164]

Seng lebih reaktif daripada besi atau baja dan dengan demikian akan menarik hampir semua oksidasi lokal sampai ia benar-benar terkorosi.[165] Lapisan permukaan pelindung oksida dan karbonat ( terbentuk sebagai korosi seng.[166] Perlindungan ini bertahan bahkan setelah lapisan seng tergores tetapi menurun seiring waktu karena seng terkorosi.[167] Seng diterapkan secara elektrokimia atau sebagai seng cair melalui penyemprotan atau galvanisasi celup panas. Galvanisasi digunakan pada pagar rantai, pagar pengaman, jembatan gantung, tiang lampu, atap logam, penukar panas, dan badan mobil.[168]

Reaktivitas relatif seng dan kemampuannya untuk menarik oksidasi ke dirinya sendiri membuatnya menjadi anode pengorban dalam proteksi katodik (cathodic protection, CP). Misalnya, perlindungan katodik dari pipa yang terkubur dapat dicapai dengan menghubungkan anode yang terbuat dari seng ke pipa.[169] Seng bertindak sebagai anode (terminus negatif) dengan terkorosi secara perlahan saat mengalirkan arus listrik ke pipa baja.[170][171] Seng juga digunakan untuk melindungi logam yang terpapar air laut secara katodik.[172] Piringan seng yang menempel pada kemudi besi kapal akan perlahan terkorosi, sementara kemudi tetap utuh.[173] Demikian pula, sumbat seng yang dipasang pada baling-baling atau pelindung logam untuk lunas kapal memberikan perlindungan sementara.

Dengan potensial elektrode standar (standard electrode potential, SEP) sebesar −0,76 volt, seng digunakan sebagai bahan anode untuk baterai. (Litium yang lebih reaktif (SEP −3,04 V) digunakan untuk anode dalam baterai litium). Seng bubuk digunakan dengan cara ini dalam baterai alkalin dan pelindung (yang juga berfungsi sebagai anode) baterai seng–karbon dibentuk dari lembaran seng.[174][175] Seng digunakan sebagai anode atau bahan bakar sel bahan bakar/baterai seng–udara.[176][177][178] Baterai aliran redoks seng–serium juga bergantung pada setengah sel negatif berbasis seng.[179]

Paduan

Paduan seng yang banyak digunakan adalah kuningan, di mana tembaga dicampur dengan seng dari 3% hingga 45%, tergantung pada jenis kuningannya.[180] Kuningan umumnya lebih ulet dan lebih kuat dari tembaga, dan memiliki ketahanan korosi yang unggul.[181] Sifat-sifat ini membuatnya berguna dalam peralatan komunikasi, perangkat keras, alat musik, dan katup air.[182]

Paduan seng lain yang banyak digunakan, di antaranya perak nikel, logam mesin tik, solder lunak dan aluminium, dan perunggu komersial.[183] Seng juga digunakan dalam organ pipa kontemporer sebagai pengganti paduan timbal/timah tradisional dalam pipa.[184] Paduan 85–88% seng, 4–10% tembaga, dan 2–8% aluminium memilih penggunaan terbatas pada jenis bantalan mesin tertentu. Seng telah menjadi logam utama dalam koin satu sen Amerika (penny) sejak 1982.[185] Inti seng dilapisi dengan lapisan tipis tembaga untuk memberikan tampilan seperti koin tembaga. Pada tahun 1994, seng digunakan untuk menghasilkan 13,6 miliar sen di Amerika Serikat.[186]

Paduan seng dengan sejumlah kecil tembaga, aluminium, dan magnesium berguna dalam pengecoran mati (die casting) serta pengecoran berputar (spin casting), terutama dalam industri otomotif, listrik, dan perangkat keras.[187] Paduan-paduan ini dipasarkan dengan nama Zamak.[188] Contohnya adalah seng aluminium. Titik lebur yang rendah bersama dengan viskositas rendah dari paduan memungkinkan produksi bentuk kecil dan rumit. Suhu kerja yang rendah menyebabkan pendinginan yang cepat dari produk cor dan produksi yang cepat untuk perakitan.[189][190] Paduan lain, dipasarkan dengan merek Prestal, mengandung 78% seng dan 22% aluminium, dan dilaporkan hampir sekuat baja tetapi dapat ditempa seperti plastik.[191][192] Superplastisitas paduan ini memungkinkannya untuk dicetak menggunakan cetakan yang terbuat dari keramik dan semen.[193]

Paduan serupa dengan penambahan sedikit timbal dapat digulung dingin menjadi lembaran. Paduan seng 96% dan aluminium 4% digunakan untuk membuat stamping mati untuk aplikasi yang dijalankan dengan produksi rendah di mana logam besi mati akan terlalu mahal.[194] Untuk fasad bangunan, atap, dan aplikasi lain untuk logam lembaran yang dibentuk oleh deep drawing, pembentukan rol, atau pembengkokan, digunakanlah paduan seng dengan titanium dan tembaga.[195] Seng murni terlalu rapuh untuk proses manufaktur ini.[196]

Sebagai bahan padat, murah, mudah dikerjakan, seng digunakan sebagai pengganti timbal. Di tengah kekhawatiran timbal, seng muncul dalam bobot untuk berbagai aplikasi mulai dari memancing[197] hingga timbangan ban dan roda gila.[198]

Kadmium seng telurida (cadmium zinc telluride, CZT) adalah sebuah paduan semikonduktor yang dapat dibagi menjadi berbagai perangkat penginderaan kecil.[199] Perangkat ini mirip dengan sirkuit terpadu dan dapat mendeteksi energi foton sinar gama yang masuk.[200] Saat berada di balik topeng penyerap, susunan sensor CZT dapat menentukan arah sinar.[201]

Kegunaan industri lainnya

Kira-kira seperempat dari semua keluaran seng di Amerika Serikat pada tahun 2009 dikonsumsi dalam senyawa seng;[202] beberapa di antaranya digunakan secara industri. Seng oksida banyak digunakan sebagai pigmen putih pada cat dan sebagai katalis dalam pembuatan karet untuk mendispersikan panas. Seng oksida digunakan untuk melindungi polimer karet dan plastik dari radiasi ultraviolet (UV).[203] Sifat semikonduktor seng oksida membuatnya berguna dalam varistor dan produk fotokopi.[204] Siklus seng–seng oksida adalah sebuah proses termokimia dua langkah yang didasarkan pada seng dan seng oksida untuk produksi hidrogen.[205]

Seng klorida sering ditambahkan ke kayu sebagai penghambat api[206] dan terkadang sebagai pengawet kayu.[207] Ia digunakan dalam pembuatan bahan kimia lainnya.[208] Seng metil () digunakan dalam sejumlah sintetis organik.[209] Seng sulfida (ZnS) digunakan dalam pigmen bercahaya seperti pada jarum jam, sinar-X dan layar televisi, serta cat bercahaya.[210] Kristal ZnS digunakan dalam laser yang beroperasi di spektrum inframerah bagian tengah.[211] Seng sulfat adalah bahan kimia dalam pewarna dan pigmen.[212] Seng pirition digunakan dalam cat antipengotoran.[213]

Bubuk seng kadang-kadang digunakan sebagai propelan dalam roket model.[214] Ketika campuran terkompresi dari 70% bubuk seng dan 30% bubuk belerang dinyalakan, akan terjadi reaksi kimia yang hebat.[215] Reaksi ini akan menghasilkan seng sulfida, bersama dengan sejumlah besar panas, gas panas, dan cahaya.[216]

Lembaran logam seng digunakan untuk membuat bar seng.[217]

, isotop seng yang paling melimpah, sangat rentan terhadap pengaktifan neutron, ditransmutasikan menjadi yang sangat radioaktif, yang memiliki waktu paruh 244 hari dan menghasilkan radiasi gama yang intens. Oleh karena itu, seng oksida yang digunakan dalam reaktor nuklir sebagai agen antikorosi merupakan yang terdeplesi sebelum digunakan, dan ia disebut seng oksida terdeplesi. Untuk alasan yang sama, seng telah diusulkan sebagai bahan penggaraman untuk senjata nuklir (kobalt adalah bahan penggaraman lain yang lebih dikenal).[218] Jaket yang diperkaya secara isotop akan disinari oleh fluks neutron berenergi tinggi yang intens dari senjata termonuklir yang meledak, membentuk dalam jumlah besar yang secara signifikan meningkatkan radioaktivitas luruhan senjata.[219] Senjata seperti ini tidak diketahui pernah dibuat, diuji, atau digunakan.[220]

digunakan sebagai pelacak untuk mempelajari bagaimana paduan yang mengandung seng aus, atau jalur dan peran seng dalam organisme.[221]

Kompleks seng ditiokarbamat digunakan sebagai fungisida pertanian; mereka termasuk Zineb, Metiram, Propineb, dan Ziram.[222] Seng naftenat digunakan sebagai pengawet kayu.[223] Seng dalam bentuk ZDDP, digunakan sebagai aditif antiaus untuk bagian logam dalam oli mesin.[224]

Kimia organik

Kimia organoseng adalah ilmu mengenai senyawa yang mengandung ikatan karbon-seng, yang menggambarkan sifat fisik, sintesis, dan reaksi kimia. Banyak senyawa organoseng yang penting.[225][226][227][228] Beberapa di antaranya, yaitu

  • Reaksi Frankland-Duppa Reaction di mana sebuah ester oksalat (ROCOCOOR) bereaksi dengan alkil halida R'X, seng dan asam klorida untuk membentuk ester α-hidroksikarboksilat RR'COHCOOR[229][230]
  • Pada sisi negatifnya, organoseng jauh lebih sedikit nukleofilik daripada Grignards, dan harganya mahal serta sulit ditangani. Senyawa diorganoseng yang tersedia secara komersial adalah dimetilseng, dietilseng dan difenilseng. Dalam sebuah penelitian,[231][232] senyawa organoseng aktif diperoleh dari prekursor organobromin yang jauh lebih murah.

Seng memiliki banyak kegunaan sebagai katalis dalam sintesis organik termasuk sintesis asimetris, menjadi alternatif yang murah dan mudah tersedia untuk kompleks logam berharga. Hasil (hasil dan kelebihan enansiomer) yang diperoleh dengan katalis seng kiral sebanding dengan yang dicapai dengan paladium, rutenium, iridium dan lainnya, dan seng menjadi katalis logam pilihan.[233]

Suplemen makanan

Dalam kebanyakan tablet tunggal, obat bebas, suplemen vitamin dan mineral harian, seng dimasukkan dalam bentuk seperti seng oksida, seng asetat, seng glukonat, atau seng asam amino kelat.[234][235]

Umumnya, suplemen seng direkomendasikan di mana ada risiko tinggi kekurangan seng (seperti negara berpenghasilan rendah dan menengah) sebagai tindakan pencegahan.[236] Meskipun seng sulfat adalah bentuk seng yang umum digunakan, seng sitrat, glukonat, dan pikolinat mungkin juga merupakan pilihan yang valid. Bentuk-bentuk ini lebih baik diserap daripada seng oksida.[237]

Gastroenteritis

Seng adalah bagian dari pengobatan diare yang murah dan efektif pada anak-anak di negara berkembang. Seng menjadi terdeplesi dalam tubuh selama diare dan pengisian kembali seng dengan pengobatan 10 sampai 14 hari dapat mengurangi durasi dan keparahan diare dan juga dapat mencegah diare berikutnya selama tiga bulan.[238] Gastroenteritis sangat dilemahkan oleh konsumsi seng, mungkin dengan tindakan antimikroba langsung dari ion di saluran pencernaan, atau dengan penyerapan seng dan pelepasan kembali dari sel-sel kekebalan (semua granulosit menyekresi seng), atau keduanya.[239][240]

Pilek

Suplemen seng (sering kali pelega seng asetat atau seng glukonat) adalah sekelompok suplemen makanan yang biasanya digunakan untuk pengobatan pilek.[241] Penggunaan suplemen seng dengan dosis lebih dari 75 mg/hari dalam waktu 24 jam sejak timbulnya gejala telah terbukti mengurangi durasi gejala pilek sekitar 1 hari pada orang dewasa.[242][243] Efek samping dari pemberian suplemen seng melalui mulut adalah rasa tidak enak dan mual.[244][245] Penggunaan intranasal penyemprot hidung yang mengandung seng telah dikaitkan dengan hilangnya indra penciuman;[246] akibatnya, pada bulan Juni 2009, United States Food and Drug Administration (USFDA) memperingatkan konsumen untuk berhenti menggunakan seng intranasal.[247]

Rhinovirus manusia – patogen virus paling umum pada manusia – adalah penyebab utama pilek.[248] Mekanisme aksi yang dihipotesiskan di mana seng mengurangi keparahan dan/atau durasi gejala pilek adalah penekanan peradangan hidung dan penghambatan langsung dari pengikatan reseptor rhinovirus dan replikasi rhinovirus di mukosa hidung.[249]

Penambahan berat badan

Kekurangan seng dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan.[250] Penggunaan seng dalam pengobatan anoreksia telah dianjurkan sejak 1979. Setidaknya 15 uji klinis telah menunjukkan bahwa seng meningkatkan penambahan berat badan pada anoreksia. Sebuah percobaan tahun 1994 menunjukkan bahwa seng menggandakan laju peningkatan massa tubuh dalam pengobatan anoreksia nervosa. Kekurangan nutrisi lain seperti tirosin, triptofan, dan tiamin dapat berkontribusi pada fenomena ini yang disebut "malnutrisi yang disebabkan oleh malnutrisi".[251] Sebuah meta-analisis dari 33 percobaan intervensi prospektif mengenai suplementasi seng dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan anak-anak di banyak negara menunjukkan bahwa suplementasi seng saja memiliki efek yang signifikan secara statistik pada pertumbuhan linier dan penambahan berat badan, menunjukkan bahwa kekurangan zat lain yang mungkin telah hadir tidak bertanggung jawab atas keterbelakangan pertumbuhan.[252]

Lainnya

Sebuah tinjauan Cochrane menyatakan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen seng mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk menderita degenerasi makula terkait usia.[253] Suplemen seng adalah pengobatan yang efektif untuk acrodermatitis enteropathica, kelainan genetik yang memengaruhi penyerapan seng yang sebelumnya berakibat fatal bagi bayi yang terkena.[254] Kekurangan seng telah dikaitkan dengan gangguan depresi mayor (major depressive disorder, MDD), dan suplemen seng mungkin merupakan pengobatan yang efektif.[255]

Penggunaan topikal

Sediaan topikal seng termasuk yang digunakan pada kulit, sering kali dalam bentuk seng oksida. Sediaan seng dapat melindungi kulit dari sengatan matahari di musim panas dan sengatan angin di musim dingin.[256] Dioleskan tipis pada area popok bayi (perineum) setiap kali mengganti popok, dapat melindungi bayi dari ruam popok.[257]

Seng yang dikelatkan digunakan dalam pasta gigi dan obat kumur untuk mencegah bau mulut; seng sitrat dapat membantu mengurangi pembentukan kalkulus (karang gigi).[258][259]

Seng pirition banyak disertakan dalam sampo untuk mencegah ketombe.[260]

Seng topikal juga telah terbukti efektif mengobati, serta memperpanjang remisi pada herpes genitali.[261]

Peran biologis

Seng merupakan sebuah unsur renik yang penting bagi manusia[262][263][264] dan hewan lainnya,[265] untuk tanaman[266] serta untuk mikroorganisme.[267] Seng diperlukan untuk fungsi lebih dari 300 enzim dan 1000 faktor transkripsi,[268] dan disimpan serta ditransfer dalam metalotionein.[269][270] Ia merupakan logam renik paling melimpah kedua pada manusia setelah besi dan merupakan satu-satunya logam yang muncul di semua kelas enzim.[271][272]

Dalam protein, ion seng sering dikoordinasikan dengan rantai samping asam amino dari asam aspartat, asam glutamat, sisteina, dan histidina. Deskripsi teoretis dan komputasional dari pengikatan seng dalam protein (dan juga logam transisi lainnya) adalah sulit.[273]

Kira-kira  gram seng[274] didistribusikan ke seluruh tubuh manusia. Sebagian besar seng berada di otak, otot, tulang, ginjal, dan hati, dengan konsentrasi tertinggi di prostat dan beberapa bagian mata.[275] Air mani sangatlah kaya akan seng, sebuah faktor kunci dalam fungsi kelenjar prostat dan pertumbuhan organ reproduksi.[276]

Homeostasis seng tubuh dikendalikan terutama oleh usus. Di sini, ZIP4 dan terutama TRPM7 dikaitkan dengan penyerapan seng usus yang penting untuk kelangsungan hidup pascakelahiran.[277][278]

Pada manusia, peran biologis seng ada di mana-mana.[279][280] Ia berinteraksi dengan "berbagai ligan organik",[281] dan memiliki peran dalam metabolisme RNA dan DNA, transduksi sinyal, serta ekspresi gen. Ia juga mengatur apoptosis. Sebuah tinjauan dari tahun 2015 menunjukkan bahwa sekitar 10% protein manusia (~3000) mengikat seng,[282] selain ratusan protein lainnya yang mengangkut seng; studi in silico serupa pada tanaman Arabidopsis thaliana menemukan 2367 protein terkait seng.[283]

Di otak, seng disimpan dalam vesikel sinaptik spesifik oleh neuron glutamatergik dan dapat memodulasi rangsangan saraf.[284][285][286] Ia memainkan peran kunci dalam plastisitas sinaptik dan dalam pembelajaran.[287][288] Homeostasis seng juga memainkan peran penting dalam regulasi fungsional sistem saraf pusat.[289][290][291] Disregulasi homeostasis seng di sistem saraf pusat yang menghasilkan konsentrasi seng sinaptik yang berlebihan diyakini menginduksi neurotoksisitas melalui stres oksidatif mitokondria (misalnya, dengan mengganggu enzim tertentu yang terlibat dalam rantai transpor elektron, termasuk kompleks I, kompleks III, dan α-ketoglutarat dehidrogenase), disregulasi homeostasis kalsium, eksitotoksisitas neuron glutamatergik, dan interferensi dengan transduksi sinyal intraneuronal.[292][293] L- dan D-histidina memfasilitasi penyerapan seng otak.[294] SLC30A3 adalah pengangkut seng utama yang terlibat dalam homeostasis seng serebral.[295]

Enzim

Seng merupakan sebuah asam Lewis yang efisien, membuatnya menjadi agen katalitik yang berguna dalam hidroksilasi dan reaksi enzimatik lainnya.[296] Logam ini juga memiliki geometri koordinasi yang fleksibel, yang memungkinkan protein menggunakannya untuk mengubah konformasi dengan cepat untuk melakukan reaksi biologis.[297] Dua contoh enzim yang mengandung seng adalah karbonat anhidrase dan karboksipeptidase, yang penting untuk proses karbon dioksida () regulasi dan pencernaan protein, masing-masing.[298]

Dalam darah vertebrata, karbonat anhidrase mengubah menjadi bikarbonat dan enzim yang sama mengubah bikarbonat kembali menjadi untuk pernafasan melalui paru-paru.[299] Tanpa enzim ini, konversi ini akan terjadi sekitar satu juta kali lebih lambat[300] pada pH darah normal 7 atau akan membutuhkan pH 10 atau lebih.[301] Karbonat anhidrase-β yang tidak terkait diperlukan pada tanaman untuk pembentukan daun, sintesis asam asetat indol (auksin) dan fermentasi alkohol.[302]

Karboksipeptidase memotong ikatan peptida selama pencernaan protein. Ikatan kovalen koordinasi terbentuk antara peptida terminal dan gugus C=O yang terikat pada seng, yang memberikan karbon muatan positif. Hal ini membantu penciptaan kantong hidrofobik pada enzim di dekat seng, yang menarik bagian nonpolar dari protein yang dicerna.[303]

Persinyalan

Seng telah diakui sebagai kurir, mampu mengaktifkan jalur persinyalan. Banyak dari jalur ini memberikan kekuatan pendorong dalam pertumbuhan kanker yang menyimpang. Mereka dapat ditargetkan melalui pengangkut ZIP.[304]

Protein lainnya

Seng melayani peran struktural murni dalam tikungan, gugus, dan jari seng.[305] Jari seng membentuk bagian dari beberapa faktor transkripsi, yaitu protein yang mengenali pengurutan berbasis DNA selama replikasi dan transkripsi DNA. Masing-masing dari sembilan atau sepuluh ion dalam jari seng membantu mempertahankan struktur jari tersebut dengan mengikat secara terkoordinasi empat asam amino dalam faktor transkripsi.[306]

Dalam plasma darah, seng terikat dan diangkut oleh albumin (60%, afinitas rendah) dan transferin (10%).[307] Karena transferin juga mengangkut zat besi, zat besi yang berlebihan mengurangi penyerapan seng, dan sebaliknya. Sebuah antagonisme serupa ada dengan tembaga.[308] Konsentrasi seng dalam plasma darah tetap relatif konstan terlepas dari asupan seng.[309] Sel-sel di kelenjar ludah, prostat, sistem kekebalan, dan usus menggunakan persinyalan seng untuk berkomunikasi dengan sel lain.[310]

Seng dapat disimpan dalam cadangan metalotionein dalam mikroorganisme atau di usus atau hati hewan.[311] Metalotionein dalam sel usus mampu mengatur penyerapan seng sebesar 15–40%.[312] Namun, asupan seng yang tidak memadai atau berlebihan dapat menjadi berbahaya; kelebihan seng secara khusus mengganggu penyerapan tembaga karena metalotionein menyerap kedua logam tersebut.[313]

Pengangkut dopamin manusia mengandung situs pengikatan seng ekstraseluler afinitas tinggi yang, pada pengikatan seng, menghambat pengambilan kembali dopamin dan memperkuat penghabisan dopamin yang diinduksi amfetamin secara in vitro.[314][315][316] Pengangkut serotonin dan pengangkut norepinefrin manusia tidak mengandung tempat pengikatan seng.[317] Beberapa protein pengikat kalsium tangan EF seperti S100 atau NCS-1 juga mampu mengikat ion seng.[318]

Nutrisi

Rekomendasi diet

US National Academy of Medicine (NAM) memperbarui Kebutuhan Perkiraan Rata-rata (Estimated Average Requirement, EAR) dan Angka Kecukupan Gizi (Recommended Dietary Allowance, RDA) untuk seng pada tahun 2001. EAR saat ini untuk seng untuk wanita dan pria berusia 14 tahun ke atas adalah masing-masing 6,8 dan 9,4 mg/hari. Untuk RDA-nya, yaitu 8 dan 11 mg/hari, masing-masing. Nilai RDA lebih tinggi dari EAR adalah untuk mengidentifikasi jumlah yang akan mencakup orang-orang dengan persyaratan yang lebih tinggi dari rata-rata. RDA untuk kehamilan adalah 11 mg/hari. RDA untuk laktasi adalah 12 mg/hari. Untuk bayi hingga 12 bulan, RDA mereka adalah 3 mg/hari. Untuk anak-anak usia 1–13 tahun, RDA mereka meningkat seiring bertambahnya usia, dari 3 hingga 8 mg/hari. Untuk keamanan, NAM menetapkan Batas Atas Asupan (upper level, UL) untuk vitamin dan mineral jika buktinya cukup. Dalam kasus seng, UL dewasa adalah 40 mg/hari (lebih rendah untuk anak-anak). Secara kolektif, EAR, RDA, AI, dan UL disebut sebagai Asupan Referensi Diet (Dietary Reference Intake, DRI).[319]

European Food Safety Authority (EFSA) mengacu pada kumpulan informasi sebagai Nilai Referensi Diet (Dietary Reference Values), dengan Asupan Referensi Populasi (Population Reference Intake, PRI) sebagai ganti RDA, dan Persyaratan Rata-rata (Average Requirement) sebagai ganti EAR. AI dan UL didefinisikan sama seperti di Amerika Serikat. Untuk orang berusia 18 tahun ke atas, perhitungan PRI menjadi rumit, karena EFSA telah menetapkan nilai yang lebih tinggi dan lebih tinggi seiring dengan peningkatan kandungan fitat dari makanan. Untuk wanita, PRI meningkat dari 7,5 menjadi 12,7 mg/hari karena asupan fitat meningkat dari 300 menjadi 1200 mg/hari; untuk pria kisarannya adalah 9,4 hingga 16,3 mg/hari. PRI ini lebih tinggi daripada RDA AS.[320] EFSA meninjau pertanyaan keamanan yang sama dan menetapkan UL-nya pada 25 mg/hari, yang jauh lebih rendah daripada nilai AS.[321]

Untuk tujuan pelabelan makanan dan suplemen makanan AS, jumlah dalam satu porsi dinyatakan sebagai persen Nilai Harian (%DV). Untuk tujuan pelabelan seng, 100% Nilai Harian adalah 15 mg, tetapi pada 27 Mei 2016, nilai ini direvisi menjadi 11 mg.[322][323] Tabel nilai harian dewasa lama dan baru disediakan di Referensi Asupan Harian (Reference Daily Intake, RDI).

Asupan makanan

Produk hewani seperti daging, ikan, kerang, unggas, telur, dan susu mengandung seng. Konsentrasi seng dalam tanaman bervariasi dengan tingkat seng di dalam tanah. Dengan kandungan seng yang cukup di dalam tanah, tanaman pangan yang paling banyak mengandung seng adalah gandum (kuman sereal dan bekatul) dan berbagai biji-bijian lainnya, seperti wijen, popi, alfalfa, seledri, serta moster.[324] Seng juga ditemukan dalam kacang, geluk, badam, serealia utuh, biji labu, biji bunga matahari, dan anggur hitam.[325]

Sumber lainnya adalah makanan yang difortifikasi dan suplemen makanan dalam berbagai bentuk. Sebuah tinjauan tahun 1998 menyimpulkan bahwa seng oksida, salah satu suplemen yang paling umum di Amerika Serikat, dan seng karbonat hampir tidak larut dan kurang diserap dalam tubuh.[326] Tinjauan ini mengutip studi yang menemukan konsentrasi seng plasma lebih rendah pada subjek yang mengonsumsi seng oksida dan seng karbonat dibandingkan mereka yang mengonsumsi seng asetat dan garam sulfat.[327] Untuk fortifikasi, bagaimanapun, tinjauan tahun 2003 merekomendasikan sereal (yang mengandung seng oksida) sebagai sumber yang murah dan stabil yang mudah diserap seperti bentuk yang lebih mahal.[328] Sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa berbagai senyawa seng, termasuk oksida dan sulfat, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dalam penyerapan ketika ditambahkan sebagai fortifikan pada tortilla jagung.[329]

Kekurangan seng

Hampir dua miliar orang di negara berkembang kekurangan seng. Kelompok yang paling berisiko adalah anak-anak di negara berkembang dan orang tua dengan penyakit kronis.[330] Pada anak-anak, kekurangan seng akan menyebabkan peningkatan infeksi dan diare dan berkontribusi pada kematian sekitar 800.000 anak di seluruh dunia per tahun.[331] World Health Organization menganjurkan suplementasi seng untuk malnutrisi parah dan diare.[332] Suplemen seng membantu mencegah penyakit dan mengurangi kematian, terutama di antara anak-anak dengan berat badan lahir rendah atau pertumbuhan terhambat.[333] Namun, suplemen seng tidak boleh diberikan sendiri, karena banyak di negara berkembang memiliki beberapa kekurangan, dan seng berinteraksi dengan zat gizi mikro lainnya.[334] Walaupun kekurangan seng biasanya karena asupan makanan yang tidak mencukupi, ia dapat dikaitkan dengan malabsorpsi, acrodermatitis enteropathica, penyakit hati kronis, penyakit ginjal kronis, penyakit sel sabit, diabetes, maligna, dan penyakit kronis lainnya.[335]

Di Amerika Serikat, survei federal mengenai konsumsi makanan menentukan bahwa untuk wanita dan pria di atas usia 19 tahun, konsumsi rata-rata adalah masing-masing 9,7 dan 14,2 mg/hari. Untuk wanita, 17% mengonsumsi kurang dari EAR, untuk pria 11%. Persentase di bawah EAR meningkat seiring bertambahnya usia.[336] Pembaruan survei terbaru yang diterbitkan (NHANES 2013–2014) melaporkan rata-rata yang lebih rendah – 9,3 dan 13,2 mg/hari – lagi-lagi dengan asupan yang menurun seiring bertambahnya usia.[337]

Gejala defisiensi seng ringan cukup beragam.[338] Hasil klinis termasuk pertumbuhan tertekan, diare, impotensi dan pematangan seksual tertunda, rambut rontok, lesi mata dan kulit, nafsu makan terganggu, kognisi berubah, gangguan fungsi kekebalan tubuh, cacat pemanfaatan karbohidrat, dan teratogenesis reproduksi.[339] Kekurangan seng akan menekan kekebalan,[340] tetapi kelebihan seng juga dapat menekan kekebalan.[341]

Terlepas dari beberapa kekhawatiran,[342] vegetarian dan vegan barat tidak menderita kekurangan seng lebih banyak daripada pemakan daging.[343] Sumber tanaman utama seng termasuk kacang kering yang dimasak, sayuran laut, sereal yang difortifikasi, makanan kedelai, kacang-kacangan, kacang polong, dan biji-bijian.[344] Namun, fitat dalam banyak biji-bijian dan serat dapat mengganggu penyerapan seng dan asupan seng marginal memiliki efek yang kurang dipahami. Fitat pengelat seng, yang ditemukan dalam biji-bijian dan bekatul sereal, dapat menyebabkan malabsorpsi seng.[345] Beberapa bukti menunjukkan bahwa lebih dari RDA AS (8 mg/hari untuk wanita dewasa; 11 mg/hari untuk pria dewasa) mungkin diperlukan pada mereka yang dietnya tinggi fitat, seperti beberapa vegetarian.[346] European Food Safety Authority (EFSA) mencoba untuk mengompensasi hal ini dengan merekomendasikan asupan seng yang lebih tinggi ketika asupan makanan fitat lebih besar.[347] Pertimbangan ini harus diimbangi dengan kekurangan biomarker seng yang memadai, dan indikator yang paling banyak digunakan, seng plasma, memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang buruk.[348]

Remediasi tanah

Spesies Calluna, Erica, dan Vaccinium dapat tumbuh di tanah logam-seng, karena translokasi ion beracun dicegah oleh aksi jamur mikoriza erikoid.[349]

Agrikultur

Kekurangan seng tampaknya merupakan defisiensi mikronutrien yang paling umum pada tanaman pangan; hal ini sangat umum di tanah dengan pH tinggi.[350] Tanah yang kekurangan seng dibudidayakan di lahan pertanian sekitar setengah dari Turki dan India, sepertiga dari Tiongkok, dan sebagian besar Australia Barat. Respon substansial terhadap pemupukan seng telah dilaporkan di area-area ini.[351] Tanaman yang tumbuh di tanah yang kekurangan seng lebih rentan terhadap penyakit. Seng ditambahkan ke tanah terutama melalui pelapukan batuan, tetapi manusia telah menambahkan seng melalui pembakaran bahan bakar fosil, limbah tambang, pupuk fosfat, pestisida (seng fosfida), batu gamping, pupuk kandang, lumpur limbah, dan partikel dari permukaan tergalvanisasi. Kelebihan seng dapat menjadi racun bagi tanaman, meskipun toksisitas seng jauh lebih jarang terjadi.[352]

Tindakan pencegahan

Toksisitas

Meskipun seng merupakan persyaratan penting untuk kesehatan yang baik, kelebihan seng dapat menjadi berbahaya. Penyerapan seng yang berlebihan menekan penyerapan tembaga dan besi.[353] Ion seng bebas dalam larutan sangat beracun bagi tanaman, invertebrata, dan bahkan ikan vertebrata.[354] Model Aktivitas Ion Bebas sudah mapan dalam literatur, dan menunjukkan bahwa hanya sejumlah mikromolar dari ion bebas yang membunuh beberapa organisme. Contoh terbaru menunjukkan 6 mikromolar membunuh 93% dari semua Daphnia dalam air.[355]

Ion seng bebas adalah asam Lewis yang kuat hingga bersifat korosif. Asam lambung mengandung asam klorida, di mana seng logam mudah larut untuk menghasilkan seng klorida yang korosif. Menelan koin satu sen Amerika pasca-1982 (97,5% seng) dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan perut melalui kelarutan tinggi ion seng dalam perut asam.[356]

Bukti menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 100–300 mg seng setiap hari dapat menderita kekurangan tembaga yang diinduksi. Sebuah percobaan tahun 2007 mengamati bahwa pria lanjut usia yang mengonsumsi 80 mg setiap hari lebih sering dirawat di rumah sakit karena komplikasi saluran kemih daripada mereka yang menggunakan plasebo.[357] Tingkat 100–300 mg dapat mengganggu pemanfaatan tembaga dan besi atau memengaruhi kolesterol.[358] Seng lebih dari 500 ppm di tanah mengganggu penyerapan tanaman dari logam esensial lainnya, seperti besi dan mangan.[359] Suatu kondisi yang disebut seng getar atau "seng dingin" dapat disebabkan oleh menghirup asap seng saat mematri atau mengelas bahan tergalvanisasi.[360] Seng merupakan bahan yang umum dalam krim gigi palsu yang mungkin mengandung antara 17 dan 38 mg seng per gram. Cacat dan bahkan kematian akibat penggunaan produk ini secara berlebihan telah diklaim.[361]

US Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa seng dapat merusak reseptor saraf di hidung, menyebabkan anosmia. Laporan anosmia juga teramati pada 1930-an ketika persiapan seng digunakan dalam upaya yang gagal untuk mencegah infeksi polio.[362] Pada 16 Juni 2009, FDA memerintahkan penghapusan produk dingin intranasal berbasis seng dari rak-rak toko. FDA mengatakan hilangnya penciuman dapat mengancam jiwa karena orang dengan gangguan penciuman tidak dapat mendeteksi kebocoran gas atau asap, dan tidak dapat mengetahui apakah makanan telah rusak sebelum mereka memakannya.[363]

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa seng pirition antimikroba topikal adalah penginduksi respon kejutan panas yang kuat yang dapat merusak integritas genom dengan induksi krisis energi yang bergantung pada PARP pada keratinosit dan melanosit manusia yang dikultur.[364]

Keracunan

Pada tahun 1982, US Mint mulai mencetak uang logam berlapis tembaga tetapi mengandung terutama seng. Uang seng menimbulkan risiko toksikosis seng, yang dapat berakibat fatal. Satu kasus yang dilaporkan dari konsumsi kronis 425 sen (lebih dari 1 kg seng) mengakibatkan kematian karena sepsis bakteri dan jamur gastrointestinal. Pasien lain yang menelan 12 gram seng hanya menunjukkan letargi dan ataksia (kurangnya koordinasi gerakan otot).[365] Beberapa kasus lain telah dilaporkan mengenai manusia yang menderita keracunan seng karena menelan koin seng.[366][367]

Uang receh dan koin kecil lainnya terkadang tertelan oleh anjing, sehingga benda asing tersebut harus dikeluarkan oleh dokter hewan. Kandungan seng dari beberapa koin dapat menyebabkan keracunan seng, umumnya berakibat fatal pada anjing melalui anemia hemolitik parah dan kerusakan hati atau ginjal; muntah dan diare adalah gejala yang mungkin terjadi.[368] Seng sangat beracun pada burung bayan dan keracunan sering kali dapat berakibat fatal.[369] Konsumsi jus buah yang disimpan dalam kaleng tergalvanisasi telah mengakibatkan keracunan massal burung bayan akibat adanya kandungan seng.[370]

Geologi dan Kristalogi

Dalam geologi seng terdaftar di Asosiasi Mineral Internasional (IMA) dengan kode kelas 1.AB.05 dan kode DANA 1.1.5.1. Sistem kelas seng mengkristal dalam sistem hexagonal dengan grup ruang (HM): P 6₃/m m c (#194) di mana parameter sel, a = 2.665 Å, b = 2.665 Å (sama dengan a karena simetri heksagonal), c = 4.947 Å, α = 90.000°, β = 90.000° γ = 120.000° dengan kelas kristal diheksagonal dipiramidal (6/m 2/m 2/m) membentuk kristal karakteristik kilap metalik. Warna asli logam ini adalah putih metalik dengan sedikit kebiruan.

Sebagai logam yang relatif lunak, seng memiliki tingkat kekerasan 2 dalam skala Mohs, sehingga mudah tergores. Dengan bobot yang cukup berat, logam ini memiliki densitas atau berat jenis berkisar antara 6.9 hingga 7.2 g/cm3 (terukur) dan 7.135 g/cm3 (terhitung).

Struktur kristalnya menempati grup ruang P6₃/mmc, yang merupakan struktur paling umum untuk logam sederhana. Parameter sel satuannya memiliki dimensi a = 2.665 Å dan c = 4.947 Å, dengan rasio sumbu a : c = 1 : 1.856. Rasio ini sedikit lebih besar dari rasio ideal untuk struktur heksagonal close-packed (idealnya 1 : 1.633), menunjukkan bahwa atom-atomnya sedikit meregang sepanjang sumbu c. Volume sel satuannya adalah 30.43 ų, dan terdapat 2 atom (Z=2) per sel satuan.

Pada jarak antar bidang (d-spacing) 2.091 Å, yang merefleksikan bidang kristalografi utama dalam struktur heksagonalnya yaitu dengan intensitas 100. Pada 2.308 Å (40), diikuti serangkaian puncak dengan intensitas sedang hingga lemah pada 1.687 Å (28), 1.342 Å (25), 1.1729 Å (23), dan 1.332 Å (21). Puncak dengan intensitas sangat lemah tercatat pada 2.473 Å (3).[371]

Berdasarkan klasifikasinya seng memiliki keterkaitan berdasarkan kelasnya.

Kode Strunz Nama Mineral Formula Kimia Keterangan
1.AB. Magnesium Mg Unsur murni heksagonal, jarang di alam
1.AB.05 Rhenium Re Unsur murni, grandfathered IMA
1.AB.05 Cadmium Cd Unsur murni kubik/heksagonal
1.AB.05 Titanium Ti Unsur murni, oksidasi tinggi
1.AB.10a Zinccopperite Cu₇Zn₄ (?) Paduan Cu-Zn alami
1.AB.10a Zhanghengite CuZn Paduan stoikiometri 1:1
1.AB.10 UM1980-01-E:CuZn Cu₃Zn Belum ditinjau
1.AB.10 UM1980-02-E:CuZn Cu₄.₄₅Zn Variasi komposisi paduan
1.AB.10 UM2003-03-E:AgAuCuZn (Cu,Au,Ag)₄Zn Paduan kompleks dengan Ag/Au
1.AB.10b Tongxinite Cu₂Zn Paduan Cu-rich
1.AB.10a α-Brass Cu₃Zn Paduan alami seperti kuningan alfa
1.AB.10b Danbaite CuZn₂ Paduan Zn-rich

Lihat pula

Catatan

Bibliografi

Pranala luar

Referensi

  1. Unsur-unsur tersebut berasal dari golongan logam yang berbeda. Lihat tabel periodik.
  2. C. P. Thornton. Of brass and bronze in prehistoric Southwest Asia. Papers and Lectures Online. Archetype Publications. 2007. ISBN 978-1-904982-19-7.
  3. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  4. Paul T. Craddock. The composition of copper alloys used by the Greek, Etruscan and Roman civilizations. The origins and early use of brass. Journal of Archaeological Science. 1978. Vol. 5 (1). hlm. 1–16. doi:10.1016/0305-4403(78)90015-8.
  5. Zinc - Royal Society Of Chemistry.
  6. India Was the First to Smelt Zinc by Distillation Process. Infinityfoundation.com.
  7. Kharakwal, J. S. Zinc and Brass in Archaeological Perspective. Ancient Asia. 1 Desember 2006. Vol. 1. hlm. 139–159. doi:10.5334/aa.06112.
  8. Hambidge, K. M. Zinc deficiency: a special challenge. J. Nutr. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.
  9. AS Prasad. Zinc deficiency : Has been known of for 40 years but ignored by global health organisations. British Medical Journal. 2003. Vol. 326 (7386). hlm. 409–410. doi:10.1136/bmj.326.7386.409.
  10. Hambidge, K. M. Zinc deficiency: a special challenge. J. Nutr. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.
  11. Wolfgang Maret. Metallomics and the Cell. Springer. 2013. Vol. 12. hlm. 479–501. doi:10.1007/978-94-007-5561-1_14. ISBN 978-94-007-5561-1.
  12. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  13. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  14. Wells A.F. (1984) Structural Inorganic Chemistry edisi ke-5, hlm. 1277, Oxford Science Publications
  15. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  16. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  17. John Scoffern. The Useful Metals and Their Alloys. Houlston and Wright. 1861. hlm. 591–603.
  18. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  19. Zinc Metal Properties. American Galvanizers Association. 2008.
  20. Zinc Metal Properties. American Galvanizers Association. 2008.
  21. Walter Renton Ingalls. Production and Properties of Zinc: A Treatise on the Occurrence and Distribution of Zinc Ore, the Commercial and Technical Conditions Affecting the Production of the Spelter, Its Chemical and Physical Properties and Uses in the Arts, Together with a Historical and Statistical Review of the Industry. The Engineering and Mining Journal. 1902. hlm. 142–6.
  22. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  23. John Rieuwerts. The Elements of Environmental Pollution. Earthscan Routledge. 2015. hlm. 286. ISBN 978-0-415-85919-6.
  24. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  25. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  26. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  27. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  28. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  29. A.V Sai Srujan. Mineral Commodity Summaries 2021: Zinc. USGS. 2021.
  30. R. L. Erickson. Crustal Abundance of Elements, and Mineral Reserves and Resources. U.S. Geological Survey Professional Paper. 1973. hlm. 21–25.
  31. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  32. Country Partnership Strategy—Iran: 2011–12. ECO Trade and development bank.
  33. IRAN – a growing market with enormous potential. IMRG. 5 Juli 2010.
  34. A. C. Tolcin. Mineral Commodity Summaries 2009: Zinc. USGS. 2009.
  35. R. B. Gordon. Metal stocks and sustainability. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2006. Vol. 103 (5). hlm. 1209–14. doi:10.1073/pnas.0509498103.
  36. Michael Gerst. In-Use Stocks of Metals: Status and Implications. Environmental Science and Technology. 2008. Vol. 42 (19). hlm. 7038–45. doi:10.1021/es800420p.
  37. Gregoire Meylan. The anthropogenic cycle of zinc: Status quo and perspectives. Resources, Conservation and Recycling. 2016. Vol. 123. hlm. 1–10. doi:10.1016/j.resconrec.2016.01.006.
  38. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  39. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  40. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  41. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  42. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  43. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  44. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  45. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  46. Frank C. Porter. Corrosion Resistance of Zinc and Zinc Alloys. CRC Press. 1994. hlm. 121. ISBN 978-0-8247-9213-8.
  47. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1034–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.
  48. John Iredelle Dillard Hinds. Inorganic Chemistry: With the Elements of Physical and Theoretical Chemistry. John Wiley & Sons. 1908. hlm. 506–508.
  49. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1034–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.
  50. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1034–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.
  51. Rob Ritchie. Chemistry. Letts and Lonsdale. 2004. hlm. 71. ISBN 978-1-84315-438-9.
  52. John Burgess. Metal ions in solution. Ellis Horwood. 1978. hlm. 147. ISBN 978-0-470-26293-1.
  53. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1034–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.
  54. James E. Brady. General Chemistry: Principles and Structure. John Wiley & Sons. 1983. hlm. 671. ISBN 978-0-471-86739-5.
  55. Kaupp M. Oxidation state +IV in group 12 chemistry. Ab initio study of zinc(IV), cadmium(IV), and mercury(IV) fluorides. Inorganic Chemistry. 1994. Vol. 33 (10). hlm. 2122–2131. doi:10.1021/ic00088a012.
  56. Devleena Samanta. Zn in the +III Oxidation State. Journal of the American Chemical Society. 2012. Vol. 134 (20). hlm. 8400–8403. doi:10.1021/ja3029119.
  57. Tobias Schlöder. Can Zinc Really Exist in Its Oxidation State +III?. Journal of the American Chemical Society. 2012. Vol. 134 (29). hlm. 11977–11979. doi:10.1021/ja3052409.
  58. Hong Fang. Realization of the Zn3+ oxidation state. Nanoscale. 2021. Vol. 13 (33). hlm. 14041–14048. doi:10.1039/D1NR02816B.
  59. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  60. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  61. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1034–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.
  62. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  63. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1034–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.
  64. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  65. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1034–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.
  66. Zinc Sulfide. American Elements.
  67. Academic American Encyclopedia. Grolier Inc. 1994. hlm. 202. ISBN 978-0-7172-2053-3.
  68. Zinc Phosphide. American Elements.
  69. Peculiarities of interaction in the Zn–C system under high pressures and temperatures. Diamond and Related Materials. 2000. Vol. 9 (2). hlm. 129–133. doi:10.1016/S0925-9635(99)00231-9.
  70. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  71. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1034–1041. ISBN 978-3-11-007511-3.
  72. J. K. Rasmussen. In situ Cyanosilylation of Carbonyl Compounds: O-Trimethylsilyl-4-Methoxymandelonitrile. Organic Syntheses, Collected Volume. 1990. Vol. 7. hlm. 521.
  73. D. L. Perry. Handbook of Inorganic Compounds. CRC Press. 1995. hlm. 448–458. ISBN 978-0-8493-8671-8.
  74. Frankland, E. On the isolation of the organic radicals. Quarterly Journal of the Chemical Society. 1850. Vol. 2 (3). hlm. 263. doi:10.1039/QJ8500200263.
  75. David Lide. CRC- Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 1998. hlm. Bagian 8 Halaman 1. ISBN 978-0-8493-0479-8.
  76. Meulenbeld, G. J. A History of Indian Medical Literature. Forsten. 1999. Vol. IA. hlm. 130–141.
  77. Craddock, P. T. 2000 years of zinc and brass. British Museum. 1998. hlm. 27. ISBN 978-0-86159-124-4.
  78. hlm. 46, Ancient mining and metallurgy in Rajasthan, S. M. Gandhi, bab 2 dalam Crustal Evolution and Metallogeny in the Northwestern Indian Shield: A Festschrift for Asoke Mookherjee, M. Deb, ed., Alpha Science Int'l Ltd., 2000, .
  79. P. T. Craddock. Zinc production in medieval India. World Archaeology. 1983. Vol. 15 (2). hlm. 211–217. doi:10.1080/00438243.1983.9979899.
  80. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  81. hlm. 46, Ancient mining and metallurgy in Rajasthan, S. M. Gandhi, bab 2 dalam Crustal Evolution and Metallogeny in the Northwestern Indian Shield: A Festschrift for Asoke Mookherjee, M. Deb, ed., Alpha Science Int'l Ltd., 2000, .
  82. P. T. Craddock. Zinc production in medieval India. World Archaeology. 1983. Vol. 15 (2). hlm. 211–217. doi:10.1080/00438243.1983.9979899.
  83. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  84. Paul T. Craddock. The composition of copper alloys used by the Greek, Etruscan and Roman civilizations. The origins and early use of brass. Journal of Archaeological Science. 1978. Vol. 5 (1). hlm. 1–16. doi:10.1016/0305-4403(78)90015-8.
  85. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  86. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  87. World's oldest pills treated sore eyes. New Scientist. 7 Januari 2013.
  88. Gianna Giachi. Ingredients of a 2,000-y-old medicine revealed by chemical, mineralogical, and botanical investigations. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2013. Vol. 110 (4). hlm. 1193–1196. doi:10.1073/pnas.1216776110.
  89. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  90. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  91. How is zinc made?. How Products are Made. The Gale Group. 2002.
  92. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  93. Craddock, P. T. 2000 years of zinc and brass. British Museum. 1998. hlm. 3–5. ISBN 978-0-86159-124-4.
  94. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  95. Th. Rehren. A Roman zinc tablet from Bern, Switzerland: Reconstruction of the Manufacture. Archaeometry 94. The Proceedings of the 29th International Symposium on Archaeometry. 1996. hlm. 35–45.
  96. Prafulla Chandra Ray. A History of Hindu Chemistry from the Earliest Times to the Middle of the Sixteenth Century, A.D.: With Sanskrit Texts, Variants, Translation and Illustrations. The Bengal Chemical & Pharmaceutical Works, Ltd. 1903. Vol. 1. hlm. 157–158. (teks domain publik)
  97. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  98. Fathi Habashi. Discovering the 8th Metal. International Zinc Association (IZA).
  99. Fathi Habashi. Discovering the 8th Metal. International Zinc Association (IZA).
  100. Henry Vinecome Arny. Principles of Pharmacy. W. B. Saunders company. 1917. hlm. 483.
  101. Fathi Habashi. Discovering the 8th Metal. International Zinc Association (IZA).
  102. Herbert Clark Hoover. Georgius Agricola de Re Metallica. Kessinger Publishing. 2003. hlm. 409. ISBN 978-0-7661-3197-2.
  103. Wolfgang Gerhartz. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. VHC. 1996. hlm. 509. ISBN 978-3-527-20100-6.
  104. Skeat, W. W. Concise Etymological Dictionary of the English Language. Cosimo, Inc. 2005. hlm. 622. ISBN 978-1-59605-092-1.
  105. Fathi Habashi. Handbook of Extractive Metallurgy. Wiley-VHC. 1997. hlm. 642. ISBN 978-3-527-28792-5.
  106. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  107. Donald F. Lach. Asia in the Making of Europe. University of Chicago Press. 1994. hlm. 426. ISBN 978-0-226-46734-4.
  108. Fathi Habashi. Discovering the 8th Metal. International Zinc Association (IZA).
  109. Sebuah kapal Perusahaan Hindia Timur Britania yang membawa muatan logam seng hampir murni dari Timur tenggelam di lepas pantai Swedia pada tahun 1745.
  110. L Brent Vaughan. The Junior Encyclopedia Britannica A Reference Library of General Knowledge Volume III P-Z. E. G. Melven & Company. 1897.
  111. Castellani, Michael. Transition Metal Elements.
  112. Irfan Habib. Economic History of Medieval India, 1200–1500. Pearson Longman. 2011. hlm. 86. ISBN 978-81-317-2791-1.
  113. Rhys Jenkins. The Zinc Industry in England: the early years up to 1850. Transactions of the Newcomen Society. 1945. Vol. 25. hlm. 41–52. doi:10.1179/tns.1945.006.
  114. P. T. Craddock. Zinc production in medieval India. World Archaeology. 1983. Vol. 15 (2). hlm. 211–217. doi:10.1080/00438243.1983.9979899.
  115. Willies, Lynn. Ancient Lead and Zinc Mining in Rajasthan, India. World Archaeology. 1984. Vol. 16 (2, Mines and Quarries). hlm. 222–233. doi:10.1080/00438243.1984.9979929.
  116. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  117. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  118. R. O. Roberts. Dr John Lane and the foundation of the non-ferrous metal industry in the Swansea valley. Gower. Gower Society. 1951. hlm. 19.
  119. Alan E. Comyns. Encyclopedic Dictionary of Named Processes in Chemical Technology. CRC Press. 2007. hlm. 71. ISBN 978-0-8493-9163-7.
  120. Rhys Jenkins. The Zinc Industry in England: the early years up to 1850. Transactions of the Newcomen Society. 1945. Vol. 25. hlm. 41–52. doi:10.1179/tns.1945.006.
  121. Fathi Habashi. Discovering the 8th Metal. International Zinc Association (IZA).
  122. Fathi Habashi. Discovering the 8th Metal. International Zinc Association (IZA).
  123. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  124. Marggraf. Experiences sur la maniere de tirer le Zinc de sa veritable miniere, c'est à dire, de la pierre calaminaire. Histoire de l'Académie Royale des Sciences et Belles-Lettres de Berlin. 1746. Vol. 2. hlm. 49–57.
  125. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  126. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  127. Leon Gray. Zinc. Marshall Cavendish. 2005. hlm. 8. ISBN 978-0-7614-1922-8.
  128. Fathi Habashi. Discovering the 8th Metal. International Zinc Association (IZA).
  129. Neville G. Warren. Excel Preliminary Physics. Pascal Press. 2000. hlm. 47. ISBN 978-1-74020-085-1.
  130. The New International Encyclopaedia. Dodd, Mead and Company. 1903. hlm. 80.
  131. The New International Encyclopaedia. Dodd, Mead and Company. 1903. hlm. 80.
  132. Neville G. Warren. Excel Preliminary Physics. Pascal Press. 2000. hlm. 47. ISBN 978-1-74020-085-1.
  133. Neville G. Warren. Excel Preliminary Physics. Pascal Press. 2000. hlm. 47. ISBN 978-1-74020-085-1.
  134. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  135. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  136. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  137. A.V Sai Srujan. Mineral Commodity Summaries 2021: Zinc. USGS. 2021.
  138. A.V Sai Srujan. Mineral Commodity Summaries 2021: Zinc. USGS. 2021.
  139. James Attwood. Zinifex, Umicore Combine to Form Top Zinc Maker. Wall Street Journal. 13 February 2006.
  140. Zinc Recycling. International Zinc Association.
  141. Special High Grade Zinc (SHG) 99.995%. Nyrstar. 2008.
  142. Frank C. Porter. Zinc Handbook. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.
  143. A.V Sai Srujan. Mineral Commodity Summaries 2021: Zinc. USGS. 2021.
  144. Terkel Rosenqvist. Principles of Extractive Metallurgy. Tapir Academic Press. 1922. hlm. 7, 16, 186. ISBN 978-82-519-1922-7.
  145. Terkel Rosenqvist. Principles of Extractive Metallurgy. Tapir Academic Press. 1922. hlm. 7, 16, 186. ISBN 978-82-519-1922-7.
  146. Terkel Rosenqvist. Principles of Extractive Metallurgy. Tapir Academic Press. 1922. hlm. 7, 16, 186. ISBN 978-82-519-1922-7.
  147. Frank C. Porter. Zinc Handbook. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.
  148. Gregor Borg. Geology of the Skorpion Supergene Zinc Deposit, Southern Namibia. Economic Geology. 2003. Vol. 98 (4). hlm. 749–771. doi:10.2113/98.4.749.
  149. Colin Bodsworth. The Extraction and Refining of Metals. CRC Press. 1994. hlm. 148. ISBN 978-0-8493-4433-6.
  150. Frank C. Porter. Zinc Handbook. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.
  151. Frank C. Porter. Zinc Handbook. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.
  152. C. K. Gupta. Hydrometallurgy in Extraction Processes. CRC Press. 1990. hlm. 62. ISBN 978-0-8493-6804-2.
  153. Frank C. Porter. Zinc Handbook. CRC Press. 1991. ISBN 978-0-8247-8340-2.
  154. Jürgen Antrekowitsch. Handbook of Recycling: State-of-the-art for Practitioners, Analysts, and Scientists. 2014.
  155. H. Kucha. Primary minerals of Zn-Pb mining and metallurgical dumps and their environmental behavior at Plombières, Belgium. Environmental Geology. 1996. Vol. 27 (1). hlm. 1–15. doi:10.1007/BF00770598.
  156. H. Kucha. Primary minerals of Zn-Pb mining and metallurgical dumps and their environmental behavior at Plombières, Belgium. Environmental Geology. 1996. Vol. 27 (1). hlm. 1–15. doi:10.1007/BF00770598.
  157. M. R. Broadley. Zinc in plants. New Phytologist. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.
  158. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  159. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  160. Alan G. Heath. Water pollution and fish physiology. CRC Press. 1995. hlm. 57. ISBN 978-0-87371-632-1.
  161. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  162. Zinc: World Mine Production (zinc content of concentrate) by Country. 2009 Minerals Yearbook: Zinc. United States Geological Survey. February 2010.
  163. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  164. Zinc: World Mine Production (zinc content of concentrate) by Country. 2009 Minerals Yearbook: Zinc. United States Geological Survey. February 2010.
  165. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  166. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  167. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  168. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  169. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  170. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  171. Arus listrik secara alami akan mengalir antara seng dan baja tetapi dalam beberapa keadaan anodr lengai digunakan dengan sumber DC eksternal.
  172. M. Bounoughaz. A comparative study of the electrochemical behaviour of Algerian zinc and a zinc from a commercial sacrificial anode. Journal of Materials Science. 2003. Vol. 38 (6). hlm. 1139–1145. doi:10.1023/A:1022824813564.
  173. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  174. Jürgen O. Besenhard. Handbook of Battery Materials. Wiley-VCH. 1999. ISBN 978-3-527-29469-5.
  175. J.-P. Wiaux. Recycling zinc batteries: an economical challenge in consumer waste management. Journal of Power Sources. 1995. Vol. 57 (1–2). hlm. 61–65. doi:10.1016/0378-7753(95)02242-2.
  176. T. Culter. Southcon/96. Conference Record. 1996. hlm. 616. doi:10.1109/SOUTHC.1996.535134. ISBN 978-0-7803-3268-3.
  177. Jonathan Whartman. Zinc Air Battery-Battery Hybrid for Powering Electric Scooters and Electric Buses. The 15th International Electric Vehicle Symposium.
  178. J. F. Cooper. A refuelable zinc/air battery for fleet electric vehicle propulsion. NASA Sti/Recon Technical Report N. Society of Automotive Engineers future transportation technology conference and exposition. 1995. Vol. 96. hlm. 11394.
  179. Z. Xie. The developments and challenges of cerium half-cell in zinc–cerium redox flow battery for energy storage. Electrochimica Acta. 2013. Vol. 90. hlm. 695–704. doi:10.1016/j.electacta.2012.12.066.
  180. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  181. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  182. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  183. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  184. Douglas Earl Bush. The Organ: An Encyclopedia. Routledge. 2006. hlm. 679. ISBN 978-0-415-94174-7.
  185. Coin Specifications. United States Mint.
  186. Stephen M. Jasinski. Mineral Yearbook 1994: Zinc. United States Geological Survey.
  187. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  188. Diecasting Alloys. Eastern Alloys.
  189. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  190. D. Apelian. Casting with Zinc Alloys. Journal of Metals. 1981. Vol. 33 (11). hlm. 12–19. doi:10.1007/bf03339527.
  191. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  192. Davies, Geoff. Materials for automobile bodies. Butterworth-Heinemann. 2003. hlm. 157. ISBN 978-0-7506-5692-4.
  193. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  194. Carl Hubert Samans. Engineering Metals and Their Alloys. Macmillan Co. 1949.
  195. Frank Porter. Corrosion Resistance of Zinc and Zinc Alloys. CRC Press. 1994. hlm. 6–7. ISBN 978-0-8247-9213-8.
  196. Frank Porter. Corrosion Resistance of Zinc and Zinc Alloys. CRC Press. 1994. hlm. 6–7. ISBN 978-0-8247-9213-8.
  197. McClane, Albert Jules. The Complete book of fishing: a guide to freshwater, saltwater & big-game fishing. Gallery Books. 1987. ISBN 978-0-8317-1565-6.
  198. Cast flywheel on old Magturbo trainer has been recalled since July 2000. Minoura.
  199. Johnathan I. Katz. The Biggest Bangs. Oxford University Press. 2002. hlm. 18. ISBN 978-0-19-514570-0.
  200. Johnathan I. Katz. The Biggest Bangs. Oxford University Press. 2002. hlm. 18. ISBN 978-0-19-514570-0.
  201. Johnathan I. Katz. The Biggest Bangs. Oxford University Press. 2002. hlm. 18. ISBN 978-0-19-514570-0.
  202. Zinc: World Mine Production (zinc content of concentrate) by Country. 2009 Minerals Yearbook: Zinc. United States Geological Survey. February 2010.
  203. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  204. Xiaoge Gregory Zhang. Corrosion and Electrochemistry of Zinc. Springer. 1996. hlm. 93. ISBN 978-0-306-45334-2.
  205. Al Weimer. Development of Solar-powered Thermochemical Production of Hydrogen from Water. U.S. Department of Energy. 17 Mei 2006.
  206. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  207. Joseph Oscar Blew. Wood preservatives. Department of Agriculture, Forest Service, Forest Products Laboratory. 1953.
  208. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  209. Edward Frankland. Notiz über eine neue Reihe organischer Körper, welche Metalle, Phosphor u. s. w. enthalten. Liebig's Annalen der Chemie und Pharmacie. 1849. Vol. 71 (2). hlm. 213–216. doi:10.1002/jlac.18490710206.
  210. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  211. Rüdiger Paschotta. Encyclopedia of Laser Physics and Technology. Wiley-VCH. 2008. hlm. 798. ISBN 978-3-527-40828-3.
  212. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  213. I. K. Konstantinou. Worldwide occurrence and effects of antifouling paint booster biocides in the aquatic environment: a review. Environment International. 2004. Vol. 30 (2). hlm. 235–248. doi:10.1016/S0160-4120(03)00176-4.
  214. Kevin A. Boudreaux. Zinc + Sulfur. Angelo State University.
  215. Kevin A. Boudreaux. Zinc + Sulfur. Angelo State University.
  216. Kevin A. Boudreaux. Zinc + Sulfur. Angelo State University.
  217. Technical Information. Zinc Counters. 2008.
  218. David Tin Win. Weapons of Mass Destruction. Assumption University Journal of Technology. Assumption University. 2003. Vol. 6 (4). hlm. 199.
  219. David Tin Win. Weapons of Mass Destruction. Assumption University Journal of Technology. Assumption University. 2003. Vol. 6 (4). hlm. 199.
  220. David Tin Win. Weapons of Mass Destruction. Assumption University Journal of Technology. Assumption University. 2003. Vol. 6 (4). hlm. 199.
  221. David E. Newton. Chemical Elements: From Carbon to Krypton. U. X. L. /Gale. 1999. ISBN 978-0-7876-2846-8.
  222. Ullmann's Agrochemicals. Wiley-Vch (COR). 2007. hlm. 591–592. ISBN 978-3-527-31604-5.
  223. J. C. F. Walker. Primary Wood Processing: Principles and Practice. Springer. 2006. hlm. 317. ISBN 978-1-4020-4392-5.
  224. ZDDP Engine Oil – The Zinc Factor. Mustang Monthly.
  225. Larry E. Overman. The Allylic Trihaloacetimidate Rearrangement. Organic Reactions. 2005. Vol. 66. hlm. 1–107. doi:10.1002/0471264180.or066.01. ISBN 978-0-471-26418-7.
  226. Zvi Rappoport. The Chemistry of Organozinc Compounds: R-Zn. December 17, 2007. ISBN 978-0-470-09337-5.
  227. Paul Knochel. Organozinc reagents: A practical approach. 1999. ISBN 978-0-19-850121-3.
  228. Wolfgang A. Herrmann. Synthetic Methods of Organometallic and Inorganic Chemistry: Catalysis. Januari 2002. ISBN 978-3-13-103061-0.
  229. E. Frankland, Ann. 126, 109 (1863)
  230. E. Frankland, B. F. Duppa, Ann. 135, 25 (1865)
  231. Jeung Gon Kim. From Aryl Bromides to Enantioenriched Benzylic Alcohols in a Single Flask: Catalytic Asymmetric Arylation of Aldehydes. Angewandte Chemie International Edition. 2006. Vol. 45 (25). hlm. 4175–4178. doi:10.1002/anie.200600741.
  232. Dalam reaksi satu pot ini bromobenzena diubah menjadi fenillitium melalui reaksi dengan 4 ekuivalen n-butillitium, kemudian transmetalasi dengan seng klorida membentuk difenilseng yang terus bereaksi dalam reaksi asimetris dengan ligan MIB dan kemudian dengan 2-naftilaldehida menjadi alkohol. Dalam reaksi ini, pembentukan difenilseng disertai dengan litium klorida, yang jika tidak diperiksa, mengatalisis reaksi tanpa keterlibatan MIB dengan alkohol rasemat. Garam secara efektif dihilangkan melalui pengelatan dengan tetraetiletilena diamina (TEEDA) yang menghasilkan kelebihan enansiomer sebesar 92%.
  233. Daniel Łowicki. Chiral zinc catalysts for asymmetric synthesis. Tetrahedron. 2015. Vol. 71 (9). hlm. 1339–1394. doi:10.1016/j.tet.2014.12.022.
  234. Robert A. DiSilvestro. Handbook of Minerals as Nutritional Supplements. CRC Press. 2004. hlm. 135, 155. ISBN 978-0-8493-1652-4.
  235. Zinc Sulphate vs. Zinc Amino Acid Chelate (ZAZO). U.S. National Library of Medecine. USA Government.
  236. E Mayo-Wilson. Zinc supplementation for preventing mortality, morbidity, and growth failure in children aged 6 months to 12 years of age. The Cochrane Database of Systematic Reviews. 15 Mei 2014. hlm. CD009384. doi:10.1002/14651858.CD009384.pub2.
  237. Dietary vs. pharmacological doses of zinc: A clinical review. Clin Nutr. 2019. Vol. 130 (5). hlm. 1345–1353. doi:10.1016/j.clnu.2019.06.024.
  238. Therapeutic effects of oral zinc in acute and persistent diarrhea in children in developing countries: pooled analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Clinical Nutrition. 2000. Vol. 72 (6). hlm. 1516–1522. doi:10.1093/ajcn/72.6.1516.
  239. T. B. Aydemir. Zinc supplementation of young men alters metallothionein, zinc transporter, and cytokine gene expression in leukocyte populations. PNAS. 2006. Vol. 103 (6). hlm. 1699–704. doi:10.1073/pnas.0510407103.
  240. M. Valko. Metals, Toxicity and Oxidative stress. Current Medicinal Chemistry. 2005. Vol. 12 (10). hlm. 1161–208. doi:10.2174/0929867053764635.
  241. Zinc – Fact Sheet for Health Professionals. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.
  242. Zinc – Fact Sheet for Health Professionals. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.
  243. Zinc for the treatment of the common cold: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. CMAJ. Juli 2012. Vol. 184 (10). hlm. E551-61. doi:10.1503/cmaj.111990.
  244. Zinc – Fact Sheet for Health Professionals. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.
  245. Zinc for the treatment of the common cold: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. CMAJ. Juli 2012. Vol. 184 (10). hlm. E551-61. doi:10.1503/cmaj.111990.
  246. Zinc – Fact Sheet for Health Professionals. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.
  247. Zinc – Fact Sheet for Health Professionals. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.
  248. Common Cold and Runny Nose. United States Centers for Disease Control and Prevention. 26 September 2017.
  249. Zinc – Fact Sheet for Health Professionals. Office of Dietary Supplements, US National Institutes of Health. 11 Februari 2016.
  250. Zinc as an appetite stimulator – the possible role of zinc in the progression of diseases such as cachexia and sarcopenia. Recent Patents on Food, Nutrition & Agriculture. 2011. Vol. 3 (3). hlm. 226–231. doi:10.2174/2212798411103030226.
  251. Neil F. Shay. Neurobiology of Zinc-Influenced Eating Behavior. The Journal of Nutrition. 2000. Vol. 130 (5). hlm. 1493S–1499S. doi:10.1093/jn/130.5.1493S.
  252. Zinc. StatPearls [Internet]. 2019.
  253. Antioxidant vitamin and mineral supplements for slowing the progression of age-related macular degeneration. Cochrane Database Syst Rev. 2017. Vol. 7 (9). hlm. CD000254. doi:10.1002/14651858.CD000254.pub4.
  254. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  255. Potential roles of zinc in the pathophysiology and treatment of major depressive disorder. Neurosci. Biobehav. Rev. Juni 2013. Vol. 37 (5). hlm. 911–929. doi:10.1016/j.neubiorev.2013.03.018.
  256. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  257. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  258. Roldán, S. The effects of a new mouthrinse containing chlorhexidine, cetylpyridinium chloride and zinc lactate on the microflora of oral halitosis patients: a dual-centre, double-blind placebo-controlled study. Journal of Clinical Periodontology. 2003. Vol. 30 (5). hlm. 427–434. doi:10.1034/j.1600-051X.2003.20004.x.
  259. Toothpastes. www.ada.org.
  260. R. Marks. The effects of a shampoo containing zinc pyrithione on the control of dandruff. British Journal of Dermatology. 1985. Vol. 112 (4). hlm. 415–422. doi:10.1111/j.1365-2133.1985.tb02314.x.
  261. BB Mahajan. Herpes genitalis – Topical zinc sulfate: An alternative therapeutic and modality. Indian Journal of Sexually Transmitted Diseases and AIDS. Januari 2013. Vol. 34 (1). hlm. 32–4. doi:10.4103/0253-7184.112867.
  262. Wolfgang Maret. Interrelations between Essential Metal Ions and Human Diseases. Springer. 2013. Vol. 13. hlm. 389–414. doi:10.1007/978-94-007-7500-8_12. ISBN 978-94-007-7499-5.
  263. Zinc: indications in brain disorders. Fundam Clin Pharmacol. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.
  264. Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator. International Journal of Molecular Sciences. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.
  265. Prasad A. S. Zinc in Human Health: Effect of Zinc on Immune Cells. Mol. Med. 2008. Vol. 14 (5–6). hlm. 353–7. doi:10.2119/2008-00033.Prasad.
  266. M. R. Broadley. Zinc in plants. New Phytologist. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.
  267. Peran seng dalam mikroorganisme terutama ditinjau dalam: Sugarman B. Zinc and infection. Reviews of Infectious Diseases. 1983. Vol. 5 (1). hlm. 137–47. doi:10.1093/clinids/5.1.137.
  268. Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator. International Journal of Molecular Sciences. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.
  269. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  270. Laura Plum. The Essential Toxin: Impact of Zinc on Human Health. Int J Environ Res Public Health. 2010. Vol. 7 (4). hlm. 1342–1365. doi:10.3390/ijerph7041342.
  271. M. R. Broadley. Zinc in plants. New Phytologist. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.
  272. Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator. International Journal of Molecular Sciences. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.
  273. Erik G. Brandt. Molecular dynamics study of zinc binding to cysteines in a peptide mimic of the alcohol dehydrogenase structural zinc site. Phys. Chem. Chem. Phys. 2009. Vol. 11 (6). hlm. 975–83. doi:10.1039/b815482a.
  274. L. Rink. Zinc and the immune system. Proc Nutr Soc. 2000. Vol. 59 (4). hlm. 541–52. doi:10.1017/S0029665100000781.
  275. Raul A. Wapnir. Protein Nutrition and Mineral Absorption. CRC Press. 1990. ISBN 978-0-8493-5227-0.
  276. Carolyn D. Berdanier. Handbook of Nutrition and Food. CRC Press. 2007. ISBN 978-0-8493-9218-4.
  277. Lorenz Mittermeier. TRPM7 is the central gatekeeper of intestinal mineral absorption essential for postnatal survival. Proceedings of the National Academy of Sciences. 15 Februari 2019. Vol. 116 (10). hlm. 4706–4715. doi:10.1073/pnas.1810633116.
  278. Shakhenabat Kasana. Genetic causes and gene–nutrient interactions in mammalian zinc deficiencies: acrodermatitis enteropathica and transient neonatal zinc deficiency as examples. Journal of Trace Elements in Medicine and Biology. Januari 2015. Vol. 29. hlm. 47–62. doi:10.1016/j.jtemb.2014.10.003.
  279. Hambidge, K. M. Zinc deficiency: a special challenge. J. Nutr. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.
  280. Zinc: indications in brain disorders. Fundam Clin Pharmacol. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.
  281. Hambidge, K. M. Zinc deficiency: a special challenge. J. Nutr. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.
  282. The Role of Copper and Zinc Toxicity in Innate Immune Defense against Bacterial Pathogens. The Journal of Biological Chemistry. Juli 2015. Vol. 290 (31). hlm. 18954–61. doi:10.1074/jbc.R115.647099.
  283. M. R. Broadley. Zinc in plants. New Phytologist. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.
  284. Zinc: indications in brain disorders. Fundam Clin Pharmacol. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.
  285. Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator. International Journal of Molecular Sciences. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.
  286. Zinc: the brain's dark horse. Synapse. November 2009. Vol. 63 (11). hlm. 1029–1049. doi:10.1002/syn.20683.
  287. Zinc: indications in brain disorders. Fundam Clin Pharmacol. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.
  288. Nakashima AS. Zinc and cortical plasticity. Brain Res Rev. 2009. Vol. 59 (2). hlm. 347–73. doi:10.1016/j.brainresrev.2008.10.003.
  289. Zinc: indications in brain disorders. Fundam Clin Pharmacol. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.
  290. Dietary Zinc Acts as a Sleep Modulator. International Journal of Molecular Sciences. November 2017. Vol. 18 (11). hlm. 2334. doi:10.3390/ijms18112334.
  291. Zinc: the brain's dark horse. Synapse. November 2009. Vol. 63 (11). hlm. 1029–1049. doi:10.1002/syn.20683.
  292. Zinc: indications in brain disorders. Fundam Clin Pharmacol. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.
  293. The role of zinc in the pathogenesis and treatment of central nervous system (CNS) diseases. Implications of zinc homeostasis for proper CNS function. Acta Pol. Pharm. Mei 2014. Vol. 71 (3). hlm. 369–377.
  294. R. A. Yokel. Blood-brain barrier flux of aluminum, manganese, iron and other metals suspected to contribute to metal-induced neurodegeneration. Journal of Alzheimer's Disease. 2006. Vol. 10 (2–3). hlm. 223–53. doi:10.3233/JAD-2006-102-309.
  295. Zinc: indications in brain disorders. Fundam Clin Pharmacol. April 2015. Vol. 29 (2). hlm. 131–149. doi:10.1111/fcp.12110.
  296. Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.
  297. Martha H. Stipanuk. Biochemical, Physiological & Molecular Aspects of Human Nutrition. W. B. Saunders Company. 2006. hlm. 1043–1067. ISBN 978-0-7216-4452-3.
  298. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  299. Amnon Kohen. Isotope Effects in Chemistry and Biology. CRC Press. 2006. hlm. 850. ISBN 978-0-8247-2449-8.
  300. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  301. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  302. MA Gadallah. Effects of indole-3-acetic acid and zinc on the growth, osmotic potential and soluble carbon and nitrogen components of soybean plants growing under water deficit. Journal of Arid Environments. 2000. Vol. 44 (4). hlm. 451–467. doi:10.1006/jare.1999.0610.
  303. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  304. Silvia Ziliotto. Metallo-Drugs: Development and Action of Anticancer Agents. Metal Ions in Life Sciences. de Gruyter GmbH. 2018. Vol. 18. hlm. 507–529. doi:10.1515/9783110470734-023. ISBN 9783110470734.
  305. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  306. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  307. L. Rink. Zinc and the immune system. Proc Nutr Soc. 2000. Vol. 59 (4). hlm. 541–52. doi:10.1017/S0029665100000781.
  308. Eleanor Noss Whitney. Understanding Nutrition. Thomson Learning. 2005. hlm. 447–450. ISBN 978-1-4288-1893-4.
  309. Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.
  310. M Hershfinkel. The Zinc Sensing Receptor, a Link Between Zinc and Cell Signaling. Molecular Medicine. 2007. Vol. 13 (7–8). hlm. 331–336. doi:10.2119/2006-00038.Hershfinkel.
  311. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  312. Steve Blake. Vitamins and Minerals Demystified. McGraw-Hill Professional. 2007. hlm. 242. ISBN 978-0-07-148901-0.
  313. G. J. Fosmire. Zinc toxicity. American Journal of Clinical Nutrition. 1990. Vol. 51 (2). hlm. 225–7. doi:10.1093/ajcn/51.2.225.
  314. SPECT and PET of the dopamine transporter in attention-deficit/hyperactivity disorder. Expert Rev. Neurother. 2008. Vol. 8 (4). hlm. 611–625. doi:10.1586/14737175.8.4.611.
  315. How addictive drugs disrupt presynaptic dopamine neurotransmission. Neuron. 2011. Vol. 69 (4). hlm. 628–649. doi:10.1016/j.neuron.2011.02.010.
  316. The role of zinc ions in reverse transport mediated by monoamine transporters. J. Biol. Chem. 2002. Vol. 277 (24). hlm. 21505–21513. doi:10.1074/jbc.M112265200.
  317. The role of zinc ions in reverse transport mediated by monoamine transporters. J. Biol. Chem. 2002. Vol. 277 (24). hlm. 21505–21513. doi:10.1074/jbc.M112265200.
  318. PO Tsvetkov. Functional Status of Neuronal Calcium Sensor-1 Is Modulated by Zinc Binding. Frontiers in Molecular Neuroscience. 2018. Vol. 11. hlm. 459. doi:10.3389/fnmol.2018.00459.
  319. Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.
  320. Overview on Dietary Reference Values for the EU population as derived by the EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies. 2017.
  321. Tolerable Upper Intake Levels For Vitamins And Minerals. European Food Safety Authority. 2006.
  322. Federal Register May 27, 2016 Food Labeling: Revision of the Nutrition and Supplement Facts Labels. FR page 33982.
  323. Daily Value Reference of the Dietary Supplement Label Database (DSLD). Dietary Supplement Label Database (DSLD).
  324. Audrey H. Ensminger. Foods & Nutrition Encyclopedia. CRC Press. 1993. hlm. 2368–2369. ISBN 978-0-8493-8980-1.
  325. Zinc content of selected foods per common measure. USDA National Nutrient Database for Standard Reference, Release 20. United States Department of Agriculture.
  326. Lindsay H. Allen. Zinc and micronutrient supplements for children. American Journal of Clinical Nutrition. 1998. Vol. 68 (2 Suppl). hlm. 495S–498S. doi:10.1093/ajcn/68.2.495S.
  327. Lindsay H. Allen. Zinc and micronutrient supplements for children. American Journal of Clinical Nutrition. 1998. Vol. 68 (2 Suppl). hlm. 495S–498S. doi:10.1093/ajcn/68.2.495S.
  328. J. L. Rosado. Zinc and copper: proposed fortification levels and recommended zinc compounds. Journal of Nutrition. 2003. Vol. 133 (9). hlm. 2985S–9S. doi:10.1093/jn/133.9.2985S.
  329. C. Hotz. Zinc absorption from zinc oxide, zinc sulfate, zinc oxide + EDTA, or sodium-zinc EDTA does not differ when added as fortificants to maize tortillas. Journal of Nutrition. 2005. Vol. 135 (5). hlm. 1102–5. doi:10.1093/jn/135.5.1102.
  330. AS Prasad. Zinc deficiency : Has been known of for 40 years but ignored by global health organisations. British Medical Journal. 2003. Vol. 326 (7386). hlm. 409–410. doi:10.1136/bmj.326.7386.409.
  331. Hambidge, K. M. Zinc deficiency: a special challenge. J. Nutr. 2007. Vol. 137 (4). hlm. 1101–5. doi:10.1093/jn/137.4.1101.
  332. The impact of zinc supplementation on childhood mortality and severe morbidity. World Health Organization. 2007.
  333. The impact of zinc supplementation on childhood mortality and severe morbidity. World Health Organization. 2007.
  334. R Shrimpton. Zinc deficiency: what are the most appropriate interventions?. British Medical Journal. 2005. Vol. 330 (7487). hlm. 347–349. doi:10.1136/bmj.330.7487.347.
  335. AS Prasad. Zinc deficiency : Has been known of for 40 years but ignored by global health organisations. British Medical Journal. 2003. Vol. 326 (7386). hlm. 409–410. doi:10.1136/bmj.326.7386.409.
  336. Moshfegh, Alanna. NHANES 2001–2002: Usual Nutrient Intakes from Food Compared to Dietary Reference Intakes. U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service. 2005.
  337. What We Eat In America, NHANES 2013–2014 .
  338. Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.
  339. Institute of Medicine. Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc. National Academy Press. 2001. hlm. 442–501. doi:10.17226/10026. ISBN 978-0-309-07279-3.
  340. KH Ibs. Zinc-altered immune function. Journal of Nutrition. 2003. Vol. 133 (5 Suppl 1). hlm. 1452S–1456S. doi:10.1093/jn/133.5.1452S.
  341. L. Rink. Zinc and the immune system. Proc Nutr Soc. 2000. Vol. 59 (4). hlm. 541–52. doi:10.1017/S0029665100000781.
  342. American Dietetic Association. Position of the American Dietetic Association and Dietitians of Canada: Vegetarian diets. Journal of the American Dietetic Association. 2003. Vol. 103 (6). hlm. 748–765. doi:10.1053/jada.2003.50142.
  343. Freeland-Graves JH. Zinc status of vegetarians. Journal of the American Dietetic Association. 1980. Vol. 77 (6). hlm. 655–661. doi:10.1016/S1094-7159(21)03587-X.
  344. American Dietetic Association. Position of the American Dietetic Association and Dietitians of Canada: Vegetarian diets. Journal of the American Dietetic Association. 2003. Vol. 103 (6). hlm. 748–765. doi:10.1053/jada.2003.50142.
  345. AS Prasad. Zinc deficiency : Has been known of for 40 years but ignored by global health organisations. British Medical Journal. 2003. Vol. 326 (7386). hlm. 409–410. doi:10.1136/bmj.326.7386.409.
  346. American Dietetic Association. Position of the American Dietetic Association and Dietitians of Canada: Vegetarian diets. Journal of the American Dietetic Association. 2003. Vol. 103 (6). hlm. 748–765. doi:10.1053/jada.2003.50142.
  347. Overview on Dietary Reference Values for the EU population as derived by the EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies. 2017.
  348. M Hambidge. Biomarkers of trace mineral intake and status. Journal of Nutrition. 2003. Vol. 133 (3). hlm. 948S–955S. doi:10.1093/jn/133.3.948S.
  349. Geoffrey Michael Gadd. Metals, minerals and microbes: geomicrobiology and bioremediation. Microbiology. Maret 2010. Vol. 156 (3). hlm. 609–643. doi:10.1099/mic.0.037143-0.
  350. Brian J. Alloway. Zinc in Soils and Crop Nutrition, International Fertilizer Industry Association, and International Zinc Association. 2008.
  351. M. R. Broadley. Zinc in plants. New Phytologist. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.
  352. M. R. Broadley. Zinc in plants. New Phytologist. 2007. Vol. 173 (4). hlm. 677–702. doi:10.1111/j.1469-8137.2007.01996.x.
  353. G. J. Fosmire. Zinc toxicity. American Journal of Clinical Nutrition. 1990. Vol. 51 (2). hlm. 225–7. doi:10.1093/ajcn/51.2.225.
  354. Ronald Eisler. Zinc Hazard to Fish, Wildlife, and Invertebrates: A Synoptic Review. Contaminant Hazard Reviews. U.S. Department of the Interior, Fish and Wildlife Service. 1993.
  355. Brita T. A. Muyssen. Mechanisms of chronic waterborne Zn toxicity in Daphnia magna. Aquatic Toxicology. 2006. Vol. 77 (4). hlm. 393–401. doi:10.1016/j.aquatox.2006.01.006.
  356. Dawn N. Bothwell. Chronic Ingestion of a Zinc-Based Penny. Pediatrics. 2003. Vol. 111 (3). hlm. 689–91. doi:10.1542/peds.111.3.689.
  357. Johnson AR. High dose zinc increases hospital admissions due to genitourinary complications. J. Urol. 2007. Vol. 177 (2). hlm. 639–43. doi:10.1016/j.juro.2006.09.047.
  358. G. J. Fosmire. Zinc toxicity. American Journal of Clinical Nutrition. 1990. Vol. 51 (2). hlm. 225–7. doi:10.1093/ajcn/51.2.225.
  359. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  360. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  361. Lawsuits blame denture adhesives for neurological damage. Tampa Bay Times. 15 Februari 2010.
  362. Oxford, J. S. Conquest of viral diseases: a topical review of drugs and vaccines. Elsevier. 1985. hlm. 142. ISBN 978-0-444-80566-9.
  363. FDA says Zicam nasal products harm sense of smell. Los Angeles Times. 17 Juni 2009.
  364. Lamore SD. The topical antimicrobial zinc pyrithione is a heat shock response inducer that causes DNA damage and PARP-dependent energy crisis in human skin cells. Cell Stress Chaperones. 2010. Vol. 15 (3). hlm. 309–22. doi:10.1007/s12192-009-0145-6.
  365. Donald G. Barceloux. Zinc. Clinical Toxicology. 1999. Vol. 37 (2). hlm. 279–292. doi:10.1081/CLT-100102426.
  366. Daniel R. M. D. Bennett. Zinc Toxicity Following Massive Coin Ingestion. American Journal of Forensic Medicine and Pathology. 1997. Vol. 18 (2). hlm. 148–153. doi:10.1097/00000433-199706000-00008.
  367. S. K. Fernbach. Coin ingestion: unusual appearance of the penny in a child. Radiology. 1986. Vol. 158 (2). hlm. 512. doi:10.1148/radiology.158.2.3941880.
  368. C. M. Stowe. Zinc phosphide poisoning in dogs. Journal of the American Veterinary Medical Association. 1978. Vol. 173 (3). hlm. 270.
  369. R. L. Reece. Zinc toxicity (new wire disease) in aviary birds. Australian Veterinary Journal. 1986. Vol. 63 (6). hlm. 199. doi:10.1111/j.1751-0813.1986.tb02979.x.
  370. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  371. Native Zinc : A valid IMA mineral species. Mindat.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29463136 (2026-07-15T23:24:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.