Lompat ke isi

Itrium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29438387; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Itrium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Y''' (dari Latin ''yttrium'') dan [[nomor atom]] 39. Ia adalah [[logam transisi]] berwarna keperakan yang secara kimiawi mirip dengan [[lantanida]] dan sering diklasifikasikan sebagai "[[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]]". Itrium hampir selalu ditemukan dalam kombinasi dengan unsur lantanida lainnya dalam [[mineral tanah jarang]], dan tidak pernah ditemukan di alam sebagai unsur bebas. <sup>89</sup>Y adalah satu-satunya [[isotop]] itrium yang stabil, serta satu-satunya yang ditemukan di [[Kerak (geologi)|kerak Bumi]].
[[File:Yttrium_sublimed_dendritic_and_1cm3_cube.jpg|thumb|right|280px|Yttrium sublimed dendritic and 1cm3 cube]]


Penggunaan itrium yang paling penting adalah [[Dioda pemancar cahaya|LED]] dan [[fosfor]], khususnya fosfor merah dalam tampilan [[tabung sinar katode|tabung sinar katoda]] perangkat televisi. Itrium juga digunakan dalam produksi [[elektrode|elektroda]], [[elektrolit]], [[filter elektronik]], [[laser]], [[superkonduktivitas|superkonduktor]], berbagai aplikasi medis, dan [[unsur renik|melacak]] berbagai bahan untuk meningkatkan sifat-sifatnya.
'''Itrium''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Y''' (dari Latin ''yttrium'') dan [[nomor atom]] 39. Ia adalah [[logam transisi]] berwarna keperakan yang secara kimiawi mirip dengan [[lantanida]] dan sering diklasifikasikan sebagai "[[logam tanah jarang|unsur tanah jarang]]".<ref>[http://publications.iupac.org/books/rbook/Red_Book_2005.pdf Nomenclature of Inorganic Chemistry: IUPAC Recommendations 2005]. RSC Publishing. 2005. hlm. 51. ISBN 978-0-85404-438-2.</ref> Itrium hampir selalu ditemukan dalam kombinasi dengan unsur lantanida lainnya dalam [[mineral tanah jarang]], dan tidak pernah ditemukan di alam sebagai unsur bebas. <sup>89</sup>Y adalah satu-satunya [[isotop]] itrium yang stabil, serta satu-satunya yang ditemukan di [[Kerak (geologi)|kerak Bumi]].


Itrium tidak memiliki peran [[biologi]]s yang diketahui. Paparan senyawa itrium dapat menyebabkan [[penyakit pernapasan|penyakit paru-paru]] pada manusia.
Penggunaan itrium yang paling penting adalah [[Dioda pemancar cahaya|LED]] dan [[fosfor]], khususnya fosfor merah dalam tampilan [[tabung sinar katode|tabung sinar katoda]] perangkat televisi.<ref>Simon A. Cotton. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref> Itrium juga digunakan dalam produksi [[elektrode|elektroda]], [[elektrolit]], [[filter elektronik]], [[laser]], [[superkonduktivitas|superkonduktor]], berbagai aplikasi medis, dan [[unsur renik|melacak]] berbagai bahan untuk meningkatkan sifat-sifatnya.
 
Itrium tidak memiliki peran [[biologi]]s yang diketahui. Paparan senyawa itrium dapat menyebabkan [[penyakit pernapasan|penyakit paru-paru]] pada manusia.<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/yttriumandcompounds/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds]. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)</ref>


Unsur ini dinamai dari [[Gadolinit|iterbit]] (''ytterbite''), sebuah mineral yang pertama kali diidentifikasi oleh ahli kimia [[Carl Axel Arrhenius]] pada tahun 1787. Dia menamai mineral itu dari nama desa [[Ytterby]], di [[Swedia]], tempat mineral itu ditemukan. Ketika salah satu bahan kimia dalam iterbit kemudian ditemukan sebagai unsur yang sebelumnya tak teridentifikasi, itrium, unsur tersebut kemudian dinamai dari mineralnya.
Unsur ini dinamai dari [[Gadolinit|iterbit]] (''ytterbite''), sebuah mineral yang pertama kali diidentifikasi oleh ahli kimia [[Carl Axel Arrhenius]] pada tahun 1787. Dia menamai mineral itu dari nama desa [[Ytterby]], di [[Swedia]], tempat mineral itu ditemukan. Ketika salah satu bahan kimia dalam iterbit kemudian ditemukan sebagai unsur yang sebelumnya tak teridentifikasi, itrium, unsur tersebut kemudian dinamai dari mineralnya.
==Karakteristik==
==Karakteristik==
===Sifat===
===Sifat===
Itrium adalah sebuah [[logam transisi]] yang lunak, berwarna keperakan, berkilau, dan sangat kristalin dalam [[unsur golongan 3|golongan 3]]. Seperti yang diperkirakan oleh [[tren periodik]], ia kurang [[elektronegativitas|elektronegatif]] daripada anggota sebelumnya dalam golongannya, [[skandium]], dan kurang elektronegatif daripada anggota [[unsur periode 5|periode 5]] berikutnya, [[zirkonium]]. Namun, karena [[kontraksi lantanida]], ia juga kurang elektronegatif dibandingkan anggota berikutnya dalam golongannya, [[lutesium]]. Itrium adalah unsur [[Blok tabel periodik#Blok-d|blok-d]] pertama pada periode kelima.
Itrium adalah sebuah [[logam transisi]] yang lunak, berwarna keperakan, berkilau, dan sangat kristalin dalam [[unsur golongan 3|golongan 3]]. Seperti yang diperkirakan oleh [[tren periodik]], ia kurang [[elektronegativitas|elektronegatif]] daripada anggota sebelumnya dalam golongannya, [[skandium]], dan kurang elektronegatif daripada anggota [[unsur periode 5|periode 5]] berikutnya, [[zirkonium]]. Namun, karena [[kontraksi lantanida]], ia juga kurang elektronegatif dibandingkan anggota berikutnya dalam golongannya, [[lutesium]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Hammond, C. R. [http://www-d0.fnal.gov/hardware/cal/lvps_info/engineering/elements.pdf The Elements]. Fermi National Accelerator Laboratory. 1985. hlm. 4–33. ISBN 978-0-04-910081-7.</ref><ref>Keelektronegatifan skandium dan itrium berada di antara europium dan gadolinium.</ref> Itrium adalah unsur [[Blok tabel periodik#Blok-d|blok-d]] pertama pada periode kelima.


Itrium murni relatif stabil di udara dalam bentuk curah, dikarenakan adanya [[pasivasi (kimia)|pasivasi]] film pelindung oksida () yang terbentuk di permukaan. Film ini dapat mencapai ketebalan 10&nbsp;[[mikrometer (satuan)|µm]] ketika itrium dipanaskan hingga 750&nbsp;°[[Celsius|C]] dalam [[uap air]]. Namun, ketika terbagi halus, itrium sangat tidak stabil di udara; [[tatal|serutan]]nya dapat menyala di udara pada suhu melebihi 400&nbsp;°C. [[Itrium nitrida]] (YN) terbentuk ketika itrium dipanaskan hingga 1000&nbsp;°C dalam [[nitrogen]].
Itrium murni relatif stabil di udara dalam bentuk curah, dikarenakan adanya [[pasivasi (kimia)|pasivasi]] film pelindung oksida () yang terbentuk di permukaan. Film ini dapat mencapai ketebalan 10&nbsp;[[mikrometer (satuan)|µm]] ketika itrium dipanaskan hingga 750&nbsp;°[[Celsius|C]] dalam [[uap air]].<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref> Namun, ketika terbagi halus, itrium sangat tidak stabil di udara; [[tatal|serutan]]nya dapat menyala di udara pada suhu melebihi 400&nbsp;°C.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> [[Itrium nitrida]] (YN) terbentuk ketika itrium dipanaskan hingga 1000&nbsp;°C dalam [[nitrogen]].<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref>
===Kemiripan dengan lantanida===
===Kemiripan dengan lantanida===
Kemiripan itrium dengan [[lantanida]] begitu kuat sehingga unsur tersebut secara historis dikelompokkan dengan mereka sebagai [[logam tanah jarang]],<ref>[http://publications.iupac.org/books/rbook/Red_Book_2005.pdf Nomenclature of Inorganic Chemistry: IUPAC Recommendations 2005]. RSC Publishing. 2005. hlm. 51. ISBN 978-0-85404-438-2.</ref> dan selalu ditemukan di alam bersama dengan mereka dalam [[mineral tanah jarang]].<ref>Emsley 2001, hlm. 498</ref> Secara kimiawi, itrium menyerupai unsur-unsur tersebut lebih dekat daripada tetangganya dalam tabel periodik, [[skandium]],<ref>Daane 1968, hlm. 810.</ref> dan jika sifat fisik diplot terhadap [[nomor atom]], ia akan memiliki jumlah yang tampak mulai dari 64,5 hingga 67,5, menempatkannya di antara lantanida [[gadolinium]] dan [[erbium]].<ref>Daane 1968, hlm. 815.</ref>


Kemiripan itrium dengan [[lantanida]] begitu kuat sehingga unsur tersebut secara historis dikelompokkan dengan mereka sebagai [[logam tanah jarang]], dan selalu ditemukan di alam bersama dengan mereka dalam [[mineral tanah jarang]]. Secara kimiawi, itrium menyerupai unsur-unsur tersebut lebih dekat daripada tetangganya dalam tabel periodik, [[skandium]], dan jika sifat fisik diplot terhadap [[nomor atom]], ia akan memiliki jumlah yang tampak mulai dari 64,5 hingga 67,5, menempatkannya di antara lantanida [[gadolinium]] dan [[erbium]].
Itrium juga sering berada dalam kisaran yang sama untuk urutan reaksi,<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref> menyerupai [[terbium]] dan [[disprosium]] dalam reaktivitas kimianya.<ref>Simon A. Cotton. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref> Ukuran itrium sangat dekat dengan apa yang disebut 'gugus itrium' dari ion lantanida berat sehingga dalam larutan, ia berperilaku seolah-olah ia adalah salah satunya.<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Meskipun lantanida berada satu baris lebih jauh di tabel periodik daripada itrium, kesamaan dalam jari-jari atom mungkin disebabkan oleh [[kontraksi lantanida]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Itrium juga sering berada dalam kisaran yang sama untuk urutan reaksi, menyerupai [[terbium]] dan [[disprosium]] dalam reaktivitas kimianya. Ukuran itrium sangat dekat dengan apa yang disebut 'gugus itrium' dari ion lantanida berat sehingga dalam larutan, ia berperilaku seolah-olah ia adalah salah satunya. Meskipun lantanida berada satu baris lebih jauh di tabel periodik daripada itrium, kesamaan dalam jari-jari atom mungkin disebabkan oleh [[kontraksi lantanida]].


Salah satu dari beberapa perbedaan penting antara kimia itrium dan lantanida adalah bahwa itrium hampir secara eksklusif [[valensi (kimia)|trivalen]], sedangkan sekitar setengah lantanida dapat memiliki valensi selain tiga; namun demikian, hanya untuk empat dari lima belas lantanida valensi lainnya yang penting dalam larutan berair ([[serium|Ce<sup>IV</sup>]], [[samarium|Sm<sup>II</sup>]], [[europium|Eu<sup>II</sup>]], dan [[iterbium|Yb<sup>II</sup>]]).
Salah satu dari beberapa perbedaan penting antara kimia itrium dan lantanida adalah bahwa itrium hampir secara eksklusif [[valensi (kimia)|trivalen]], sedangkan sekitar setengah lantanida dapat memiliki valensi selain tiga; namun demikian, hanya untuk empat dari lima belas lantanida valensi lainnya yang penting dalam larutan berair ([[serium|Ce<sup>IV</sup>]], [[samarium|Sm<sup>II</sup>]], [[europium|Eu<sup>II</sup>]], dan [[iterbium|Yb<sup>II</sup>]]).<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref>
===Senyawa dan reaksi===
===Senyawa dan reaksi===
Sebagai logam transisi trivalen, itrium membentuk berbagai [[kimia anorganik|senyawa anorganik]], umumnya dalam keadaan oksidasi +3, dengan melepaskan ketiga [[elektron valensi]]nya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Salah satu contoh yang baik adalah [[itrium(III) oksida]] (), juga dikenal sebagai itria, sebuah padatan putih dengan enam [[ikatan kovalen koordinasi|koordinat]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Itrium membentuk [[fluorida]], [[hidroksida]], dan [[oksalat]] yang tidak larut dalam air, tetapi [[bromida]], [[klorida]], [[iodida]], [[nitrat]], dan [[sulfat]]nya [[kelarutan|larut]] dalam air.<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref> [[Ion]] Y<sup>3+</sup> tidak berwarna dalam larutan karena tidak adanya elektron pada [[Kelopak elektron|kulit elektron]] d dan f.<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref>


Sebagai logam transisi trivalen, itrium membentuk berbagai [[kimia anorganik|senyawa anorganik]], umumnya dalam keadaan oksidasi +3, dengan melepaskan ketiga [[elektron valensi]]nya. Salah satu contoh yang baik adalah [[itrium(III) oksida]] (), juga dikenal sebagai itria, sebuah padatan putih dengan enam [[ikatan kovalen koordinasi|koordinat]].
[[Air]] mudah bereaksi dengan itrium dan senyawanya untuk membentuk .<ref>Emsley 2001, hlm. 498</ref> [[Asam nitrat]] dan [[asam fluorida|fluorida]] pekat tidak dapat menyerang itrium dengan cepat, tetapi asam kuat lainnya dapat.<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref>
 
Itrium membentuk [[fluorida]], [[hidroksida]], dan [[oksalat]] yang tidak larut dalam air, tetapi [[bromida]], [[klorida]], [[iodida]], [[nitrat]], dan [[sulfat]]nya [[kelarutan|larut]] dalam air. [[Ion]] Y<sup>3+</sup> tidak berwarna dalam larutan karena tidak adanya elektron pada [[Kelopak elektron|kulit elektron]] d dan f.


[[Air]] mudah bereaksi dengan itrium dan senyawanya untuk membentuk . [[Asam nitrat]] dan [[asam fluorida|fluorida]] pekat tidak dapat menyerang itrium dengan cepat, tetapi asam kuat lainnya dapat.
Dengan [[halogen]], itrium membentuk [[halida|trihalida]] seperti [[itrium(III) fluorida]] (), [[itrium(III) klorida]] (), dan [[itrium(III) bromida]] () pada suhu di atas sekitar 200&nbsp;°C.<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/yttriumandcompounds/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds]. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)</ref> Demikian pula, [[karbon]], [[fosforus]], [[selenium]], [[silikon]], dan [[belerang]] dapat membentuk [[senyawa biner]] dengan itrium pada suhu tinggi.<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref>


Dengan [[halogen]], itrium membentuk [[halida|trihalida]] seperti [[itrium(III) fluorida]] (), [[itrium(III) klorida]] (), dan [[itrium(III) bromida]] () pada suhu di atas sekitar 200&nbsp;°C. Demikian pula, [[karbon]], [[fosforus]], [[selenium]], [[silikon]], dan [[belerang]] dapat membentuk [[senyawa biner]] dengan itrium pada suhu tinggi.
[[Kimia organoitrium]] adalah studi mengenai senyawa yang mengandung ikatan karbon–itrium. Beberapa di antaranya diketahui memiliki itrium dalam keadaan oksidasi 0.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Herbert Schumann. ''Scandium, Yttrium & The Lanthanides: Organometallic Chemistry''. 2006. doi:10.1002/0470862106.ia212. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref> (Keadaan +2 telah teramati pada leburan klorida,<ref>Mikheev Nikolai B. ''The anomalous stabilisation of the oxidation state 2+ of lanthanides and actinides''. ''Russian Chemical Reviews''. 1992. Vol. 61 (10). hlm. 990–998. doi:10.1070/RC1992v061n10ABEH001011.</ref> dan +1 dalam gugus oksida dalam fase gas.<ref>Weekyung Kang. ''Formation of Yttrium Oxide Clusters Using Pulsed Laser Vaporization''. ''Bull. Korean Chem. Soc''. 2005. Vol. 26 (2). hlm. 345–348. doi:10.5012/bkcs.2005.26.2.345.</ref>) Beberapa reaksi [[Trimer (kimia)|trimerisasi]] dihasilkan dengan senyawa organoitrium sebagai katalis.<ref>Herbert Schumann. ''Scandium, Yttrium & The Lanthanides: Organometallic Chemistry''. 2006. doi:10.1002/0470862106.ia212. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref> Sintesis ini menggunakan  sebagai bahan awal, diperoleh dari  serta [[asam klorida]] dan [[amonium klorida]] pekat.<ref>Francis M. Jr. Turner. [https://archive.org/details/condchemdiction00chemrich The Condensed Chemical Dictionary]. Chemical Catalog Company. 1920. hlm. [https://archive.org/details/condchemdiction00chemrich/page/492 492].</ref><ref>James F. Spencer. [https://archive.org/details/metalsrareearth00spengoog The Metals of the Rare Earths]. Longmans, Green, and Co. 1919. hlm. [https://archive.org/details/metalsrareearth00spengoog/page/n151 135].</ref>


[[Kimia organoitrium]] adalah studi mengenai senyawa yang mengandung ikatan karbon–itrium. Beberapa di antaranya diketahui memiliki itrium dalam keadaan oksidasi 0. (Keadaan +2 telah teramati pada leburan klorida, dan +1 dalam gugus oksida dalam fase gas.) Beberapa reaksi [[Trimer (kimia)|trimerisasi]] dihasilkan dengan senyawa organoitrium sebagai katalis. Sintesis ini menggunakan  sebagai bahan awal, diperoleh dari  serta [[asam klorida]] dan [[amonium klorida]] pekat.
[[Haptisitas]] adalah istilah untuk menggambarkan koordinasi sekelompok atom yang berdekatan dari [[ligan]] yang terikat pada atom pusat; itu ditunjukkan oleh karakter [[Yunani]] ''eta'', η. Kompleks itrium adalah contoh pertama kompleks di mana ligan [[karborana|karboranil]] terikat pada pusat logam-d<sup>0</sup> melalui haptisitas-η<sup>7</sup>.<ref>Herbert Schumann. ''Scandium, Yttrium & The Lanthanides: Organometallic Chemistry''. 2006. doi:10.1002/0470862106.ia212. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref> Penguapan [[senyawa interkalasi grafit]] dari grafit–Y atau grafit– mengarah pada pembentukan [[fulerena endohedral]] seperti Y@C<sub>82</sub>.<ref>Simon A. Cotton. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref> Studi [[Resonansi paramagnetik elektron|resonansi spin elektron]] menunjukkan pembentukan pasangan ion Y<sup>3+</sup> dan (C<sub>82</sub>)<sup>3−</sup>.<ref>Simon A. Cotton. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref> [[Karbida]] Y<sub>3</sub>C, Y<sub>2</sub>C, dan YC<sub>2</sub> dapat dihidrolisis menjadi [[hidrokarbon]].<ref>Daane 1968, hlm. 817</ref>
 
[[Haptisitas]] adalah istilah untuk menggambarkan koordinasi sekelompok atom yang berdekatan dari [[ligan]] yang terikat pada atom pusat; itu ditunjukkan oleh karakter [[Yunani]] ''eta'', η. Kompleks itrium adalah contoh pertama kompleks di mana ligan [[karborana|karboranil]] terikat pada pusat logam-d<sup>0</sup> melalui haptisitas-η<sup>7</sup>. Penguapan [[senyawa interkalasi grafit]] dari grafit–Y atau grafit– mengarah pada pembentukan [[fulerena endohedral]] seperti Y@C<sub>82</sub>. Studi [[Resonansi paramagnetik elektron|resonansi spin elektron]] menunjukkan pembentukan pasangan ion Y<sup>3+</sup> dan (C<sub>82</sub>)<sup>3−</sup>. [[Karbida]] Y<sub>3</sub>C, Y<sub>2</sub>C, dan YC<sub>2</sub> dapat dihidrolisis menjadi [[hidrokarbon]].
===Isotop dan nukleosintesis===
===Isotop dan nukleosintesis===
Itrium di [[Tata Surya]] terbentuk melalui [[nukleosintesis bintang]], sebagian besar oleh [[proses s|proses-s]] (≈72%), tetapi juga oleh [[proses r|proses-r]] (≈28%).<ref>Andreas Pack. ''Geo- and cosmochemistry of the twin elements yttrium and holmium''. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 2007. Vol. 71 (18). hlm. 4592–4608. doi:10.1016/j.gca.2007.07.010.</ref> Proses-r terdiri dari [[tangkapan neutron]] cepat oleh unsur yang lebih ringan selama ledakan [[supernova]]. Proses-s adalah tangkapan [[neutron]] lambat dari unsur-unsur yang lebih ringan di dalam bintang [[raksasa merah]] yang berdenyut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Itrium di [[Tata Surya]] terbentuk melalui [[nukleosintesis bintang]], sebagian besar oleh [[proses s|proses-s]] (≈72%), tetapi juga oleh [[proses r|proses-r]] (≈28%). Proses-r terdiri dari [[tangkapan neutron]] cepat oleh unsur yang lebih ringan selama ledakan [[supernova]]. Proses-s adalah tangkapan [[neutron]] lambat dari unsur-unsur yang lebih ringan di dalam bintang [[raksasa merah]] yang berdenyut.
Isotop itrium adalah salah satu produk paling umum dari [[fisi nuklir]] uranium dalam ledakan nuklir dan reaktor nuklir. Dalam konteks pengelolaan [[Limbah radioaktif|limbah nuklir]], isotop itrium yang paling penting adalah <sup>91</sup>Y dan <sup>90</sup>Y, dengan waktu paruh masing-masing 58,51&nbsp;hari dan 64&nbsp;jam.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Meskipun <sup>90</sup>Y memiliki waktu paruh yang pendek, ia ada dalam [[kesetimbangan sekuler]] dengan isotop induknya yang berumur panjang, [[stronsium-90]] (<sup>90</sup>Sr) dengan waktu paruh 29&nbsp;tahun.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref>


Isotop itrium adalah salah satu produk paling umum dari [[fisi nuklir]] uranium dalam ledakan nuklir dan reaktor nuklir. Dalam konteks pengelolaan [[Limbah radioaktif|limbah nuklir]], isotop itrium yang paling penting adalah <sup>91</sup>Y dan <sup>90</sup>Y, dengan waktu paruh masing-masing 58,51&nbsp;hari dan 64&nbsp;jam. Meskipun <sup>90</sup>Y memiliki waktu paruh yang pendek, ia ada dalam [[kesetimbangan sekuler]] dengan isotop induknya yang berumur panjang, [[stronsium-90]] (<sup>90</sup>Sr) dengan waktu paruh 29&nbsp;tahun.
Semua unsur golongan 3 memiliki [[nomor atom]] ganjil, dan oleh karena itu memiliki sedikit [[isotop]] stabil.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Skandium]] memiliki satu [[nuklida stabil|isotop stabil]], dan itrium sendiri hanya memiliki satu isotop stabil, <sup>89</sup>Y, yang juga merupakan satu-satunya isotop yang terbentuk secara alami. Namun, lantanida [[logam tanah jarang|tanah jarang]] mengandung unsur-unsur dengan nomor atom genap dan memiliki banyak isotop stabil. <sup>89</sup>Y dianggap lebih berlimpah daripada yang seharusnya, sebagian karena proses-s, yang memberikan cukup waktu bagi isotop yang dibuat oleh proses lain untuk meluruh melalui [[peluruhan beta|emisi elektron]] (neutron → proton).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Proses yang lambat seperti itu cenderung mendukung isotop dengan [[nomor massa|nomor massa atom]] (A = proton + neutron) sekitar 90, 138 dan 208, yang memiliki [[inti atom]] stabil yang tidak biasa dengan masing-masing 50, 82, dan 126 neutron.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kestabilan ini diperkirakan dihasilkan dari [[penampang lintang neutron|penampang tangkapan neutron]] yang sangat rendah.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Emisi elektron isotop dengan nomor massa tersebut kurang umum karena stabilitas ini, sehingga memiliki kelimpahan yang lebih tinggi.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> <sup>89</sup>Y memiliki nomor massa mendekati 90 dan memiliki 50 neutron di dalam intinya.


Semua unsur golongan 3 memiliki [[nomor atom]] ganjil, dan oleh karena itu memiliki sedikit [[isotop]] stabil. [[Skandium]] memiliki satu [[nuklida stabil|isotop stabil]], dan itrium sendiri hanya memiliki satu isotop stabil, <sup>89</sup>Y, yang juga merupakan satu-satunya isotop yang terbentuk secara alami. Namun, lantanida [[logam tanah jarang|tanah jarang]] mengandung unsur-unsur dengan nomor atom genap dan memiliki banyak isotop stabil. <sup>89</sup>Y dianggap lebih berlimpah daripada yang seharusnya, sebagian karena proses-s, yang memberikan cukup waktu bagi isotop yang dibuat oleh proses lain untuk meluruh melalui [[peluruhan beta|emisi elektron]] (neutron → proton). Proses yang lambat seperti itu cenderung mendukung isotop dengan [[nomor massa|nomor massa atom]] (A = proton + neutron) sekitar 90, 138 dan 208, yang memiliki [[inti atom]] stabil yang tidak biasa dengan masing-masing 50, 82, dan 126 neutron. Kestabilan ini diperkirakan dihasilkan dari [[penampang lintang neutron|penampang tangkapan neutron]] yang sangat rendah. Emisi elektron isotop dengan nomor massa tersebut kurang umum karena stabilitas ini, sehingga memiliki kelimpahan yang lebih tinggi. <sup>89</sup>Y memiliki nomor massa mendekati 90 dan memiliki 50 neutron di dalam intinya.
Setidaknya 32 isotop itrium sintetis telah teramati, dengan rentang nomor massa atom mulai dari 76 hingga 108.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Isotop yang paling tidak stabil adalah <sup>106</sup>Y dengan [[waktu paruh]] >150&nbsp;[[Awalan SI|ns]] (<sup>76</sup>Y memiliki waktu paruh >200&nbsp;ns) dan yang paling stabil adalah <sup>88</sup>Y dengan waktu paruh 106,626&nbsp;hari.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Selain dari isotop <sup>91</sup>Y, <sup>87</sup>Y, dan <sup>90</sup>Y, dengan waktu paruh masing-masing 58,51&nbsp;hari, 79,8&nbsp;jam, dan 64&nbsp;jam, semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari satu hari dan sebagian besar kurang dari satu jam.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref>


Setidaknya 32 isotop itrium sintetis telah teramati, dengan rentang nomor massa atom mulai dari 76 hingga 108. Isotop yang paling tidak stabil adalah <sup>106</sup>Y dengan [[waktu paruh]] >150&nbsp;[[Awalan SI|ns]] (<sup>76</sup>Y memiliki waktu paruh >200&nbsp;ns) dan yang paling stabil adalah <sup>88</sup>Y dengan waktu paruh 106,626&nbsp;hari. Selain dari isotop <sup>91</sup>Y, <sup>87</sup>Y, dan <sup>90</sup>Y, dengan waktu paruh masing-masing 58,51&nbsp;hari, 79,8&nbsp;jam, dan 64&nbsp;jam, semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari satu hari dan sebagian besar kurang dari satu jam.
Isotop itrium dengan nomor massa pada atau di bawah 88 meluruh terutama melalui [[emisi positron]] (proton → neutron) untuk membentuk isotop [[stronsium]] ([[nomor atom|Z]] = 38).<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Isotop itrium dengan nomor massa pada atau di atas 90 meluruh terutama melalui emisi elektron (neutron → proton) untuk membentuk isotop [[zirkonium]] (Z = 40).<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Isotop dengan nomor massa pada atau di atas 97 juga diketahui memiliki jalur peluruhan lain, [[emisi neutron]] β<sup></sup> tertunda, yang kecil.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Isotop itrium dengan nomor massa pada atau di bawah 88 meluruh terutama melalui [[emisi positron]] (proton → neutron) untuk membentuk isotop [[stronsium]] ([[nomor atom|Z]] = 38). Isotop itrium dengan nomor massa pada atau di atas 90 meluruh terutama melalui emisi elektron (neutron → proton) untuk membentuk isotop [[zirkonium]] (Z = 40). Isotop dengan nomor massa pada atau di atas 97 juga diketahui memiliki jalur peluruhan lain, [[emisi neutron]] β<sup>−</sup> tertunda, yang kecil.
Itrium memiliki setidaknya 20 [[isomer nuklir|isomer metastabil ("tereksitasi")]] dengan nomor massa mulai dari 78 hingga 102.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Beberapa keadaan tereksitasi <sup>80</sup>Y dan <sup>97</sup>Y telah teramati.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Chart of Nuclides]. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.</ref> Walaupun sebagian besar isomer itrium diperkirakan kurang stabil daripada [[keadaan dasar]]nya, <sup>78m</sup>Y, <sup>84m</sup>Y, <sup>85m</sup>Y, <sup>96m</sup>Y, <sup>98m1</sup>Y, <sup>100m</sup>Y, dan <sup>102m</sup>Y memiliki waktu paruh lebih lama daripada keadaan dasarnya, karena isomer ini meluruh melalui peluruhan beta dan bukan [[Isomer nuklir#Proses peluruhan|transisi isomeris]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Itrium memiliki setidaknya 20 [[isomer nuklir|isomer metastabil ("tereksitasi")]] dengan nomor massa mulai dari 78 hingga 102. Beberapa keadaan tereksitasi <sup>80</sup>Y dan <sup>97</sup>Y telah teramati. Walaupun sebagian besar isomer itrium diperkirakan kurang stabil daripada [[keadaan dasar]]nya, <sup>78m</sup>Y, <sup>84m</sup>Y, <sup>85m</sup>Y, <sup>96m</sup>Y, <sup>98m1</sup>Y, <sup>100m</sup>Y, dan <sup>102m</sup>Y memiliki waktu paruh lebih lama daripada keadaan dasarnya, karena isomer ini meluruh melalui peluruhan beta dan bukan [[Isomer nuklir#Proses peluruhan|transisi isomeris]].
==Sejarah==
==Sejarah==
Pada tahun 1787, ahli kimia paruh waktu [[Carl Axel Arrhenius]] menemukan batu hitam yang berat di sebuah tambang tua di dekat desa [[Ytterby]] di Swedia (sekarang menjadi bagian dari [[Kepulauan Stockholm]]). Mengira itu adalah mineral tak dikenal yang mengandung unsur [[wolfram]] yang baru ditemukan, dia menamainya iterbit (''ytterbite'') dan mengirim sampel ke berbagai ahli kimia untuk dianalisis.
Pada tahun 1787, ahli kimia paruh waktu [[Carl Axel Arrhenius]] menemukan batu hitam yang berat di sebuah tambang tua di dekat desa [[Ytterby]] di Swedia (sekarang menjadi bagian dari [[Kepulauan Stockholm]]).<ref>Van der Krogt 2005</ref> Mengira itu adalah mineral tak dikenal yang mengandung unsur [[wolfram]] yang baru ditemukan,<ref>Emsley 2001, hlm. 496</ref> dia menamainya iterbit (''ytterbite'') dan mengirim sampel ke berbagai ahli kimia untuk dianalisis.<ref>Van der Krogt 2005</ref>


[[Johan Gadolin]] di [[Royal Academy of Turku|Universitas Åbo]] mengidentifikasi oksida baru (atau "[[Tanah (kimia)|tanah]]") dalam sampel Arrhenius pada tahun 1789, dan menerbitkan analisisnya yang lengkap pada tahun 1794. [[Anders Gustaf Ekeberg]] mengonfirmasi identifikasi tersebut pada tahun 1797 dan menamai oksida baru tersebut dengan itria (''yttria''). Dalam beberapa dekade setelah [[Antoine Lavoisier]] mengembangkan definisi modern pertama dari [[unsur kimia|unsur-unsur kimia]], diyakini bahwa tanah dapat direduksi menjadi unsur-unsurnya sendiri, artinya penemuan tanah baru setara dengan penemuan unsur di dalamnya, yang dalam hal ini ialah ''yttrium''.
[[Johan Gadolin]] di [[Royal Academy of Turku|Universitas Åbo]] mengidentifikasi oksida baru (atau "[[Tanah (kimia)|tanah]]") dalam sampel Arrhenius pada tahun 1789, dan menerbitkan analisisnya yang lengkap pada tahun 1794.<ref>Gadolin 1794</ref> [[Anders Gustaf Ekeberg]] mengonfirmasi identifikasi tersebut pada tahun 1797 dan menamai oksida baru tersebut dengan itria (''yttria'').<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dalam beberapa dekade setelah [[Antoine Lavoisier]] mengembangkan definisi modern pertama dari [[unsur kimia|unsur-unsur kimia]], diyakini bahwa tanah dapat direduksi menjadi unsur-unsurnya sendiri, artinya penemuan tanah baru setara dengan penemuan unsur di dalamnya, yang dalam hal ini ialah ''yttrium''.<ref>James L. Marshall Marshall. [http://www.chem.unt.edu/~jimm/REDISCOVERY%207-09-2018/Hexagon%20Articles/rare%20earths%20I.pdf Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Beginnings]. ''The Hexagon''. 2015. hlm. 41–45.</ref><ref>James L. Marshall Marshall. [http://www.chem.unt.edu/~jimm/REDISCOVERY%207-09-2018/Hexagon%20Articles/rare%20earths%20II.pdf Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Confusing Years]. ''The Hexagon''. 2015. hlm. 72–77.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. [https://archive.org/details/discoveryoftheel002045mbp The discovery of the elements]. Journal of Chemical Education. 1956.</ref>


[[Friedrich Wöhler]] dikreditkan dengan pertama kali mengisolasi logam itrium pada tahun 1828 dengan mereaksikan klorida yang mudah menguap yang dia yakini sebagai [[Itrium(III) klorida|itrium klorida]] dengan [[kalium]].
[[Friedrich Wöhler]] dikreditkan dengan pertama kali mengisolasi logam itrium pada tahun 1828 dengan mereaksikan klorida yang mudah menguap yang dia yakini sebagai [[Itrium(III) klorida|itrium klorida]] dengan [[kalium]].<ref>[https://www.rsc.org/periodic-table/element/39/yttrium Yttrium]. ''The Royal Society of Chemistry''. 2020.</ref><ref>Friedrich Wöhler. [https://zenodo.org/record/1423522 Ueber das Beryllium und Yttrium]. ''Annalen der Physik''. 1828. Vol. 89 (8). hlm. 577–582. doi:10.1002/andp.18280890805.</ref><ref>Heiserman, David L. (1992). "Element 39: Yttrium". Exploring Chemical Elements and their Compounds. New York: TAB Books. hlm. 150–152. .</ref>


Pada tahun 1843, [[Carl Gustaf Mosander]] menemukan bahwa sampel itria mengandung tiga oksida: [[itrium oksida]] putih (itria), [[terbium(III,IV) oksida|terbium oksida]] kuning (yang membingungkan, ini disebut 'erbia' pada saat itu) dan [[erbium(III) oksida|erbium oksida]] berwarna mawar (disebut 'terbia' pada saat itu). Oksida keempat, [[Iterbium(III) oksida|iterbium oksida]], diisolasi pada tahun 1878 oleh [[Jean Charles Galissard de Marignac]]. Unsur-unsur baru kemudian diisolasi dari masing-masing oksida tersebut, dan masing-masing unsur diberi nama, dengan cara tertentu, dari Ytterby, desa dekat tambang tempat mereka ditemukan (lihat [[iterbium]], [[terbium]], dan [[erbium]]). Pada dekade berikutnya, tujuh logam baru lainnya ditemukan di "itria Gadolin". Karena itria ditemukan sebagai mineral dan bukan oksida, [[Martin Heinrich Klaproth]] menamainya [[gadolinit]] untuk menghormati Gadolin.
Pada tahun 1843, [[Carl Gustaf Mosander]] menemukan bahwa sampel itria mengandung tiga oksida: [[itrium oksida]] putih (itria), [[terbium(III,IV) oksida|terbium oksida]] kuning (yang membingungkan, ini disebut 'erbia' pada saat itu) dan [[erbium(III) oksida|erbium oksida]] berwarna mawar (disebut 'terbia' pada saat itu).<ref>David L. Heiserman. [https://archive.org/details/exploringchemica01heis Exploring Chemical Elements and their Compounds]. TAB Books. 1992. hlm. 41. ISBN 978-0-8306-3018-9.</ref><ref>Mosander, Carl Gustaf. [https://zenodo.org/record/1423592 Ueber die das Cerium begleitenden neuen Metalle Lathanium und Didymium, so wie über die mit der Yttererde vorkommen-den neuen Metalle Erbium und Terbium]. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1843. Vol. 60 (2). hlm. 297–315. doi:10.1002/andp.18431361008.</ref> Oksida keempat, [[Iterbium(III) oksida|iterbium oksida]], diisolasi pada tahun 1878 oleh [[Jean Charles Galissard de Marignac]].<ref>''Ytterbium''. Encyclopædia Britannica, Inc. 2005.</ref> Unsur-unsur baru kemudian diisolasi dari masing-masing oksida tersebut, dan masing-masing unsur diberi nama, dengan cara tertentu, dari Ytterby, desa dekat tambang tempat mereka ditemukan (lihat [[iterbium]], [[terbium]], dan [[erbium]]).<ref>Stwertka 1998, hlm. 115.</ref> Pada dekade berikutnya, tujuh logam baru lainnya ditemukan di "itria Gadolin".<ref>Van der Krogt 2005</ref> Karena itria ditemukan sebagai mineral dan bukan oksida, [[Martin Heinrich Klaproth]] menamainya [[gadolinit]] untuk menghormati Gadolin.<ref>Van der Krogt 2005</ref>


Sampai awal 1920-an, lambang kimia '''Yt''' digunakan untuk unsur ini, setelah itu '''Y''' mulai umum digunakan.
Sampai awal 1920-an, lambang kimia '''Yt''' digunakan untuk unsur ini, setelah itu '''Y''' mulai umum digunakan.<ref>Tyler B. Coplen. [https://zenodo.org/record/1236255 History of the Recommended Atomic-Weight Values from 1882 to 1997: A Comparison of Differences from Current Values to the Estimated Uncertainties of Earlier Values (Technical Report)]. ''Pure Appl. Chem''. 1998. Vol. 70 (1). hlm. 237–257. doi:10.1351/pac199870010237.</ref><ref>Peter Dinér. [https://www.nature.com/articles/nchem.2442 Yttrium from Ytterby]. ''Nature Chemistry''. Februari 2016. Vol. 8 (2). hlm. 192. doi:10.1038/nchem.2442.</ref>


Pada tahun 1987, [[itrium barium tembaga oksida]] ditemukan mencapai [[superkonduktivitas suhu-tinggi]]. Ia adalah bahan kedua yang diketahui menunjukkan sifat ini, dan ia adalah bahan pertama yang diketahui mencapai [[superkonduktivitas]] di atas titik didih nitrogen (yang penting secara ekonomi).
Pada tahun 1987, [[itrium barium tembaga oksida]] ditemukan mencapai [[superkonduktivitas suhu-tinggi]].<ref>Wu, M. K. ''Superconductivity at 93 K in a New Mixed-Phase Y-Ba-Cu-O Compound System at Ambient Pressure''. ''Physical Review Letters''. 1987. Vol. 58 (9). hlm. 908–910. doi:10.1103/PhysRevLett.58.908.</ref> Ia adalah bahan kedua yang diketahui menunjukkan sifat ini,<ref>Wu, M. K. ''Superconductivity at 93 K in a New Mixed-Phase Y-Ba-Cu-O Compound System at Ambient Pressure''. ''Physical Review Letters''. 1987. Vol. 58 (9). hlm. 908–910. doi:10.1103/PhysRevLett.58.908.</ref> dan ia adalah bahan pertama yang diketahui mencapai [[superkonduktivitas]] di atas titik didih nitrogen (yang penting secara ekonomi).
==Keterjadian==
==Keterjadian==
===Kelimpahan===
===Kelimpahan===
Itrium ditemukan di sebagian besar [[mineral tanah jarang]], ditemukan di beberapa bijih [[uranium]], tetapi tidak pernah ditemukan di kerak bumi sebagai unsur bebas. Sekitar 31&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] kerak Bumi adalah itrium, menjadikannya unsur paling melimpah ke-28, 400 kali lebih melimpah daripada [[perak]]. Itrium ditemukan di tanah dalam konsentrasi antara 10 dan 150&nbsp;ppm (rata-rata berat kering 23&nbsp;ppm) dan di air laut pada 9&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per triliun|ppt]]. Sampel batuan Bulan yang dikumpulkan selama [[Program Apollo|Proyek Apollo]] [[Amerika Serikat|Amerika]] memiliki kandungan itrium yang relatif tinggi.
Itrium ditemukan di sebagian besar [[mineral tanah jarang]],<ref>Hammond, C. R. [http://www-d0.fnal.gov/hardware/cal/lvps_info/engineering/elements.pdf The Elements]. Fermi National Accelerator Laboratory. 1985. hlm. 4–33. ISBN 978-0-04-910081-7.</ref> ditemukan di beberapa bijih [[uranium]], tetapi tidak pernah ditemukan di kerak bumi sebagai unsur bebas.<ref>[http://www.lenntech.com/periodic-chart-elements/y-en.htm yttrium]. Lenntech.</ref> Sekitar 31&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] kerak Bumi adalah itrium,<ref>Simon A. Cotton. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref> menjadikannya unsur paling melimpah ke-28, 400 kali lebih melimpah daripada [[perak]].<ref>Emsley 2001, hlm. 497</ref> Itrium ditemukan di tanah dalam konsentrasi antara 10 dan 150&nbsp;ppm (rata-rata berat kering 23&nbsp;ppm) dan di air laut pada 9&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per triliun|ppt]].<ref>Emsley 2001, hlm. 497</ref> Sampel batuan Bulan yang dikumpulkan selama [[Program Apollo|Proyek Apollo]] [[Amerika Serikat|Amerika]] memiliki kandungan itrium yang relatif tinggi.<ref>Stwertka 1998, hlm. 115.</ref>
 


Itrium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, meskipun ditemukan di sebagian besar, jika tidak semua, organisme dan cenderung terkonsentrasi di hati, ginjal, limpa, paru-paru, dan tulang manusia. Biasanya, sesedikit  ditemukan di seluruh tubuh manusia; [[air susu ibu|ASI]] manusia mengandung 4&nbsp;ppm. Itrium dapat ditemukan pada tanaman yang dapat dimakan dalam konsentrasi antara 20&nbsp;ppm dan 100&nbsp;ppm (berat segar), dengan [[kubis]] memiliki jumlah terbesar. Dengan sebanyak 700&nbsp;ppm, biji tumbuhan berkayu memiliki konsentrasi tertinggi yang diketahui.
Itrium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, meskipun ditemukan di sebagian besar, jika tidak semua, organisme dan cenderung terkonsentrasi di hati, ginjal, limpa, paru-paru, dan tulang manusia.<ref>N. S. MacDonald. ''The Skeletal Deposition of Yttrium''. ''Journal of Biological Chemistry''. 1952. Vol. 195 (2). hlm. 837–841. doi:10.1016/S0021-9258(18)55794-X.</ref> Biasanya, sesedikit  ditemukan di seluruh tubuh manusia; [[air susu ibu|ASI]] manusia mengandung 4&nbsp;ppm.<ref>Emsley 2001, hlm. 495</ref> Itrium dapat ditemukan pada tanaman yang dapat dimakan dalam konsentrasi antara 20&nbsp;ppm dan 100&nbsp;ppm (berat segar), dengan [[kubis]] memiliki jumlah terbesar.<ref>Emsley 2001, hlm. 495</ref> Dengan sebanyak 700&nbsp;ppm, biji tumbuhan berkayu memiliki konsentrasi tertinggi yang diketahui.<ref>Emsley 2001, hlm. 495</ref>


  ada laporan penemuan cadangan unsur tanah jarang yang sangat besar di sebuah pulau kecil di Jepang. [[Minamitorishima|Pulau Minami-Torishima]], juga dikenal sebagai Pulau Marcus, digambarkan memiliki "potensi luar biasa" untuk unsur tanah jarang dan itrium (''rare-earth elements and yttrium'', REY), menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports. "Lumpur yang kaya REY ini memiliki potensi besar sebagai sumber logam tanah jarang karena jumlah yang sangat besar tersedia dan fitur mineraloginya yang menguntungkan," tulis studi tersebut. Studi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari  unsur tanah jarang dapat "dieksploitasi dalam waktu dekat". Termasuk itrium (Y), yang digunakan dalam produk seperti lensa kamera dan layar ponsel, unsur tanah jarang yang ditemukan adalah europium (Eu), terbium (Tb), dan disprosium (Dy).
  ada laporan penemuan cadangan unsur tanah jarang yang sangat besar di sebuah pulau kecil di Jepang. [[Minamitorishima|Pulau Minami-Torishima]], juga dikenal sebagai Pulau Marcus, digambarkan memiliki "potensi luar biasa" untuk unsur tanah jarang dan itrium (''rare-earth elements and yttrium'', REY), menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports. "Lumpur yang kaya REY ini memiliki potensi besar sebagai sumber logam tanah jarang karena jumlah yang sangat besar tersedia dan fitur mineraloginya yang menguntungkan," tulis studi tersebut. Studi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari  unsur tanah jarang dapat "dieksploitasi dalam waktu dekat". Termasuk itrium (Y), yang digunakan dalam produk seperti lensa kamera dan layar ponsel, unsur tanah jarang yang ditemukan adalah europium (Eu), terbium (Tb), dan disprosium (Dy).<ref>[http://www.foxnews.com/science/2018/04/19/treasure-island-rare-metals-discovery-on-remote-pacific-atoll-is-worth-billions-dollars.html Treasure island: Rare metals discovery on remote Pacific atoll is worth billions of dollars]. ''Fox News''. 19 April 2018.</ref>
===Produksi===
===Produksi===
Karena itrium secara kimiawi mirip dengan lantanida, itrium terdapat dalam bijih yang sama ([[mineral tanah jarang]]) dan diekstraksi dengan proses pemurnian yang sama. Terdapat sedikit perbedaan antara unsur tanah jarang ringan (''light rare-earth elements'', LREE) dan berat (''heavy rare-earth elements'', HREE), tetapi perbedaannya tidaklah signifikan. Itrium terkonsentrasi pada golongan HREE karena ukuran ionnya, meskipun memiliki [[massa atom]] yang lebih rendah.
Karena itrium secara kimiawi mirip dengan lantanida, itrium terdapat dalam bijih yang sama ([[mineral tanah jarang]]) dan diekstraksi dengan proses pemurnian yang sama. Terdapat sedikit perbedaan antara unsur tanah jarang ringan (''light rare-earth elements'', LREE) dan berat (''heavy rare-earth elements'', HREE), tetapi perbedaannya tidaklah signifikan. Itrium terkonsentrasi pada golongan HREE karena ukuran ionnya, meskipun memiliki [[massa atom]] yang lebih rendah.<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref><ref>Yasuo Kanazawa. ''Rare earth minerals and resources in the world''. ''Journal of Alloys and Compounds''. 2006. Vol. 408–412. hlm. 1339–1343. doi:10.1016/j.jallcom.2005.04.033.</ref>


Unsur tanah jarang (''rare-earth elements'', REE) berasal dari empat sumber utama:
Unsur tanah jarang (''rare-earth elements'', REE) berasal dari empat sumber utama:<ref>A. V. Naumov. [https://link.springer.com/article/10.1007/s11981-008-1004-6 Review of the World Market of Rare-Earth Metals]. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.</ref>
* Bijih yang mengandung karbonat dan fluorida seperti LREE [[bastnäsit]] (<nowiki>[</nowiki>(Ce, La, dll.)(CO<sub>3</sub>)F<nowiki>]</nowiki>) mengandung rata-rata 0,1% dibandingkan dengan 99,9% untuk 16 REE lainnya. Sumber utama bastnäsit dari tahun 1960-an hingga 1990-an adalah [[Tambang Mountain Pass|tambang tanah jarang Mountain Pass]] di California, menjadikan Amerika Serikat produsen REE terbesar selama periode itu. Nama "bastnäsit" sebenarnya adalah nama golongan, dan akhiran Levinson digunakan dalam nama mineral yang benar, misalnya, bästnasit-(Y) memiliki Y sebagai unsur yang berlaku.
* Bijih yang mengandung karbonat dan fluorida seperti LREE [[bastnäsit]] (<nowiki>[</nowiki>(Ce, La, dll.)(CO<sub>3</sub>)F<nowiki>]</nowiki>) mengandung rata-rata 0,1%<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref><ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref> dibandingkan dengan 99,9% untuk 16 REE lainnya.<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref> Sumber utama bastnäsit dari tahun 1960-an hingga 1990-an adalah [[Tambang Mountain Pass|tambang tanah jarang Mountain Pass]] di California, menjadikan Amerika Serikat produsen REE terbesar selama periode itu.<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref><ref>A. V. Naumov. [https://link.springer.com/article/10.1007/s11981-008-1004-6 Review of the World Market of Rare-Earth Metals]. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.</ref> Nama "bastnäsit" sebenarnya adalah nama golongan, dan akhiran Levinson digunakan dalam nama mineral yang benar, misalnya, bästnasit-(Y) memiliki Y sebagai unsur yang berlaku.<ref>[https://www.mindat.org/ Mindat.org - Mines, Minerals and More]. ''www.mindat.org''.</ref><ref>Ernst A.J. Burke. [http://elementsmagazine.org/archives/e4_2/e4_2_dep_mineralmatters.pdf The use of suffixes in mineral names]. ''Elements''. 2008. Vol. 4 (2). hlm. 96.</ref><ref>[http://nrmima.nrm.se/ International Mineralogical Association - Commission on New Minerals, Nomenclature and Classification].</ref>
* [[Monasit]] (<nowiki>[</nowiki>([[serium|Ce]], [[lantanum|La]], dll.)[[fosfat|PO<sub>4</sub>]]<nowiki>]</nowiki>), yang sebagian besar adalah fosfat, adalah [[endapan placer]] pasir yang dihasilkan oleh transportasi dan pemisahan gravitasi dari granit yang terkikis. Monasit sebagai bijih LREE mengandung 2% (atau 3%) itrium. Deposit terbesar ditemukan di India dan Brasil pada awal abad ke-20, menjadikan kedua negara tersebut sebagai produsen itrium terbesar pada paruh pertama abad itu. Dari golongan monasit, anggota dominan-Ce, monasit-(Ce) adalah yang paling umum.
* [[Monasit]] (<nowiki>[</nowiki>([[serium|Ce]], [[lantanum|La]], dll.)[[fosfat|PO<sub>4</sub>]]<nowiki>]</nowiki>), yang sebagian besar adalah fosfat, adalah [[endapan placer]] pasir yang dihasilkan oleh transportasi dan pemisahan gravitasi dari granit yang terkikis. Monasit sebagai bijih LREE mengandung 2%<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref> (atau 3%)<ref>Stwertka 1998, hlm. 116</ref> itrium. Deposit terbesar ditemukan di India dan Brasil pada awal abad ke-20, menjadikan kedua negara tersebut sebagai produsen itrium terbesar pada paruh pertama abad itu.<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref><ref>A. V. Naumov. [https://link.springer.com/article/10.1007/s11981-008-1004-6 Review of the World Market of Rare-Earth Metals]. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.</ref> Dari golongan monasit, anggota dominan-Ce, monasit-(Ce) adalah yang paling umum.<ref>[https://www.mindat.org/min-2751.html Monazite-(Ce): Mineral information, data and localities]. ''www.mindat.org''.</ref>
* [[Xenotim]], sebuah REE fosfat, adalah bijih HREE utama yang mengandung itrium sebanyak 60% sebagai [[Itrium(III) fosfat|itrium fosfat]] (YPO<sub>4</sub>). Ini berlaku untuk xenotim-(Y). Tambang terbesar adalah deposit [[Bayan Obo]] di Tiongkok, menjadikan Tiongkok sebagai pengekspor HREE terbesar sejak penutupan tambang Mountain Pass pada 1990-an.
* [[Xenotim]], sebuah REE fosfat, adalah bijih HREE utama yang mengandung itrium sebanyak 60% sebagai [[Itrium(III) fosfat|itrium fosfat]] (YPO<sub>4</sub>).<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref> Ini berlaku untuk xenotim-(Y).<ref>Ernst A.J. Burke. [http://elementsmagazine.org/archives/e4_2/e4_2_dep_mineralmatters.pdf The use of suffixes in mineral names]. ''Elements''. 2008. Vol. 4 (2). hlm. 96.</ref><ref>[http://nrmima.nrm.se/ International Mineralogical Association - Commission on New Minerals, Nomenclature and Classification].</ref><ref>[https://www.mindat.org/min-4333.html Xenotime-(Y): Mineral information, data and localities]. ''www.mindat.org''.</ref> Tambang terbesar adalah deposit [[Bayan Obo]] di Tiongkok, menjadikan Tiongkok sebagai pengekspor HREE terbesar sejak penutupan tambang Mountain Pass pada 1990-an.<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref><ref>A. V. Naumov. [https://link.springer.com/article/10.1007/s11981-008-1004-6 Review of the World Market of Rare-Earth Metals]. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.</ref>
* Lempung penyerap ion atau lempung Lognan adalah produk pelapukan granit dan hanya mengandung 1% REE. Konsentrat bijih akhir dapat mengandung itrium sebanyak 8%. Lempung penyerap ion sebagian besar berada di Tiongkok selatan. Itrium juga ditemukan di [[Samarskite-(Y)|samarskit]] dan [[fergusonit]] (yang juga merupakan singkatan dari nama golongannya).
* Lempung penyerap ion atau lempung Lognan adalah produk pelapukan granit dan hanya mengandung 1% REE.<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref> Konsentrat bijih akhir dapat mengandung itrium sebanyak 8%. Lempung penyerap ion sebagian besar berada di Tiongkok selatan.<ref>Giulio Morteani. [http://eurjmin.geoscienceworld.org/cgi/content/abstract/3/4/641 The rare earths; their minerals, production and technical use]. ''European Journal of Mineralogy''. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.</ref><ref>A. V. Naumov. [https://link.springer.com/article/10.1007/s11981-008-1004-6 Review of the World Market of Rare-Earth Metals]. ''Russian Journal of Non-Ferrous Metals''. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.</ref><ref>Zuoping Zheng. ''The behaviour of rare-earth elements (REE) during weathering of granites in southern Guangxi, China''. ''Chinese Journal of Geochemistry''. 1996. Vol. 15 (4). hlm. 344–352. doi:10.1007/BF02867008.</ref> Itrium juga ditemukan di [[Samarskite-(Y)|samarskit]] dan [[fergusonit]] (yang juga merupakan singkatan dari nama golongannya).<ref>Emsley 2001, hlm. 497</ref>


Salah satu metode untuk mendapatkan itrium murni dari bijih oksida campuran adalah dengan melarutkan oksida dalam [[asam sulfat]] dan memfraksionasinya dengan [[kromatografi]] [[pertukaran ion]]. Dengan penambahan [[asam oksalat]], itrium oksalat akan mengendap. Oksalat tersebut diubah menjadi oksida dengan pemanasan di bawah oksigen. Dengan mereaksikan itrium oksida yang dihasilkan dengan [[hidrogen fluorida]], makan akan diperoleh [[Itrium(III) fluorida|itrium fluorida]]. Ketika garam amonium kuaterner digunakan sebagai ekstraktan, sebagian besar itrium akan tetap berada dalam fase berair. Ketika [[ion lawan]] adalah nitrat, lantanida ringan dihilangkan, dan ketika ion lawan adalah tiosianat, lantanida berat dihilangkan. Dengan cara ini, garam itrium dengan kemurnian 99,999% akan diperoleh. Dalam situasi biasa, di mana itrium berada dalam campuran yang beratnya dua pertiga lantanida, itrium harus dihilangkan sesegera mungkin untuk memudahkan pemisahan unsur-unsur yang tersisa.
Salah satu metode untuk mendapatkan itrium murni dari bijih oksida campuran adalah dengan melarutkan oksida dalam [[asam sulfat]] dan memfraksionasinya dengan [[kromatografi]] [[pertukaran ion]]. Dengan penambahan [[asam oksalat]], itrium oksalat akan mengendap. Oksalat tersebut diubah menjadi oksida dengan pemanasan di bawah oksigen. Dengan mereaksikan itrium oksida yang dihasilkan dengan [[hidrogen fluorida]], makan akan diperoleh [[Itrium(III) fluorida|itrium fluorida]].<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1056 1056]–1057. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Ketika garam amonium kuaterner digunakan sebagai ekstraktan, sebagian besar itrium akan tetap berada dalam fase berair. Ketika [[ion lawan]] adalah nitrat, lantanida ringan dihilangkan, dan ketika ion lawan adalah tiosianat, lantanida berat dihilangkan. Dengan cara ini, garam itrium dengan kemurnian 99,999% akan diperoleh. Dalam situasi biasa, di mana itrium berada dalam campuran yang beratnya dua pertiga lantanida, itrium harus dihilangkan sesegera mungkin untuk memudahkan pemisahan unsur-unsur yang tersisa.


Produksi itrium oksida dunia tahunan telah mencapai  pada tahun 2001; pada tahun 2014 meningkat menjadi . Cadangan itrium oksida global diperkirakan pada tahun 2014 lebih dari . Negara-negara terkemuka untuk cadangan ini ialah Amerika Serikat, Australia, Brasil, India, dan Tiongkok. Hanya beberapa ton logam itrium yang diproduksi setiap tahun dengan mereduksi [[Itrium(III) fluorida|itrium fluorida]] menjadi [[Busa logam|spons logam]] dengan paduan [[kalsium]] [[magnesium]]. Suhu [[Tanur busur listrik|tanur busur]] yang lebih besar dari 1.600&nbsp;°C cukup untuk melelehkan itrium.
Produksi itrium oksida dunia tahunan telah mencapai  pada tahun 2001; pada tahun 2014 meningkat menjadi .<ref>Emsley 2001, hlm. 497</ref><ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rare_earths/mcs-2015-yttri.pdf Mineral Commodity Summaries]. ''minerals.usgs.gov''.</ref> Cadangan itrium oksida global diperkirakan pada tahun 2014 lebih dari . Negara-negara terkemuka untuk cadangan ini ialah Amerika Serikat, Australia, Brasil, India, dan Tiongkok.<ref>[http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/rare_earths/mcs-2015-yttri.pdf Mineral Commodity Summaries]. ''minerals.usgs.gov''.</ref> Hanya beberapa ton logam itrium yang diproduksi setiap tahun dengan mereduksi [[Itrium(III) fluorida|itrium fluorida]] menjadi [[Busa logam|spons logam]] dengan paduan [[kalsium]] [[magnesium]]. Suhu [[Tanur busur listrik|tanur busur]] yang lebih besar dari 1.600&nbsp;°C cukup untuk melelehkan itrium.<ref>Emsley 2001, hlm. 497</ref><ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/1056 1056]–1057. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref>
==Aplikasi==
==Aplikasi==
===Konsumen===
===Konsumen===
Komponen merah pada [[Tabung sinar katode|tabung sinar katoda]] [[televisi berwarna]] biasanya dipancarkan dari kisi inang [[Itrium(III) oksida|itria ()]] atau itrium oksida sulfida () yang [[Doping (semikonduktor)|didoping]] dengan [[fosfor]] kation [[Europium|europium (III)]] (Eu<sup>3+</sup>).<ref>Simon A. Cotton. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref><ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Warna merah itu sendiri dipancarkan dari europium, sedangkan itrium mengumpulkan energi dari [[penembak elektron]] dan meneruskannya ke fosfor.<ref>Daane 1968, hlm. 818</ref> Senyawa itrium dapat berfungsi sebagai kisi inang untuk doping dengan kation [[lantanida]] yang berbeda. [[terbium|Tb<sup>3+</sup>]] dapat digunakan sebagai agen doping untuk menghasilkan [[luminesensi]] hijau. Dengan demikian senyawa itrium seperti garnet aluminium itrium (YAG) berguna untuk fosfor dan merupakan komponen penting dari [[Dioda pemancar cahaya|LED]] putih.


Komponen merah pada [[Tabung sinar katode|tabung sinar katoda]] [[televisi berwarna]] biasanya dipancarkan dari kisi inang [[Itrium(III) oksida|itria ()]] atau itrium oksida sulfida () yang [[Doping (semikonduktor)|didoping]] dengan [[fosfor]] kation [[Europium|europium (III)]] (Eu<sup>3+</sup>). Warna merah itu sendiri dipancarkan dari europium, sedangkan itrium mengumpulkan energi dari [[penembak elektron]] dan meneruskannya ke fosfor. Senyawa itrium dapat berfungsi sebagai kisi inang untuk doping dengan kation [[lantanida]] yang berbeda. [[terbium|Tb<sup>3+</sup>]] dapat digunakan sebagai agen doping untuk menghasilkan [[luminesensi]] hijau. Dengan demikian senyawa itrium seperti garnet aluminium itrium (YAG) berguna untuk fosfor dan merupakan komponen penting dari [[Dioda pemancar cahaya|LED]] putih.
Itria digunakan sebagai aditif [[penyinteran]] dalam produksi [[silikon nitrida]] berpori.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
 
Itria digunakan sebagai aditif [[penyinteran]] dalam produksi [[silikon nitrida]] berpori.


Senyawa itrium digunakan sebagai [[katalis]] untuk [[polimerisasi]] [[etena|etilena]]. Sebagai logam, itrium digunakan pada elektrode beberapa [[busi]] berperforma tinggi. Itrium digunakan dalam [[kaus lampu|mantel gas]] untuk [[lentera]] [[propana]] sebagai pengganti [[torium]], yang bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]].
Senyawa itrium digunakan sebagai [[katalis]] untuk [[polimerisasi]] [[etena|etilena]].<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Sebagai logam, itrium digunakan pada elektrode beberapa [[busi]] berperforma tinggi.<ref>Larry Carley. [http://www.babcox.com/editorial/cm/cm120032.htm Spark Plugs: What's Next After Platinum?]. ''Counterman''. Desember 2000.</ref> Itrium digunakan dalam [[kaus lampu|mantel gas]] untuk [[lentera]] [[propana]] sebagai pengganti [[torium]], yang bersifat [[peluruhan radioaktif|radioaktif]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Yang sedang dikembangkan saat ini adalah zirkonia yang distabilkan dengan itrium sebagai elektrolit padat dan sebagai [[sensor oksigen]] dalam sistem pembuangan mobil.
Yang sedang dikembangkan saat ini adalah zirkonia yang distabilkan dengan itrium sebagai elektrolit padat dan sebagai [[sensor oksigen]] dalam sistem pembuangan mobil.<ref>Simon A. Cotton. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref>
===Garnet===
===Garnet===
Itrium digunakan dalam produksi berbagai macam [[Batu delima#Batu delima sintetis|garnet sintetis]],<ref>H. W. Jaffe. [http://www.minsocam.org/ammin/AM36/AM36_133.pdf The role of yttrium and other minor elements in the garnet group]. ''American Mineralogist''. 1951. hlm. 133–155.</ref> dan itria digunakan untuk membuat [[Batu delima besi itrium|garnet besi itrium]] ( atau YIG), yang merupakan [[filter elektronik|filter]] [[gelombang mikro]] yang sangat efektif<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> yang baru-baru ini terbukti memiliki interaksi magnetik yang lebih kompleks dan rentang yang lebih panjang daripada yang dipahami selama empat dekade sebelumnya.<ref>Andrew J. Princep. ''The full magnon spectrum of yttrium iron garnet''. ''Quantum Materials''. 14 November 2017. Vol. 2. hlm. 63. doi:10.1038/s41535-017-0067-y.</ref> Garnet itrium, [[besi]], [[aluminium]], dan [[gadolinium]] (misalnya  dan ) memiliki sifat [[magnetisme|magnetik]] yang penting.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> YIG juga sangat efisien sebagai pemancar dan transduser energi akustik.<ref>S. Hosseini Vajargah. ''Preparation and characterization of yttrium iron garnet (YIG) nanocrystalline powders by auto-combustion of nitrate-citrate gel''. ''Journal of Alloys and Compounds''. 2007. Vol. 430 (1–2). hlm. 339–343. doi:10.1016/j.jallcom.2006.05.023.</ref> [[Batu delima aluminium itrium|Garnet aluminium itrium]] ( atau YAG) memiliki [[Skala Mohs|kekerasan]] 8,5 dan juga digunakan sebagai [[batu permata]] dalam perhiasan ([[intan|berlian]] tiruan).<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Kristal garnet aluminium itrium yang didoping [[serium]] (YAG:Ce) digunakan sebagai fosfor untuk membuat [[Dioda pemancar cahaya|LED]] putih.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>''GIA Gem Reference Guide''. Gemological Institute of America. 1995. ISBN 978-0-87311-019-8.</ref><ref>Z. J. Kiss. ''Crystalline solid lasers''. ''Proceedings of the IEEE''. 1966. Vol. 54 (10). hlm. 1474–86. doi:10.1109/PROC.1966.5112.</ref>


Itrium digunakan dalam produksi berbagai macam [[Batu delima#Batu delima sintetis|garnet sintetis]], dan itria digunakan untuk membuat [[Batu delima besi itrium|garnet besi itrium]] ( atau YIG), yang merupakan [[filter elektronik|filter]] [[gelombang mikro]] yang sangat efektif yang baru-baru ini terbukti memiliki interaksi magnetik yang lebih kompleks dan rentang yang lebih panjang daripada yang dipahami selama empat dekade sebelumnya. Garnet itrium, [[besi]], [[aluminium]], dan [[gadolinium]] (misalnya  dan ) memiliki sifat [[magnetisme|magnetik]] yang penting. YIG juga sangat efisien sebagai pemancar dan transduser energi akustik. [[Batu delima aluminium itrium|Garnet aluminium itrium]] ( atau YAG) memiliki [[Skala Mohs|kekerasan]] 8,5 dan juga digunakan sebagai [[batu permata]] dalam perhiasan ([[intan|berlian]] tiruan). Kristal garnet aluminium itrium yang didoping [[serium]] (YAG:Ce) digunakan sebagai fosfor untuk membuat [[Dioda pemancar cahaya|LED]] putih.
YAG, itria, [[itrium litium fluorida]] (), dan [[itrium ortovanadat]] () digunakan dalam kombinasi dengan [[dopan]] seperti [[neodimium]], [[erbium]], [[iterbium]] pada [[laser]] [[inframerah]]-dekat.<ref>J. Kong. ''9.2-W diode-pumped Yb:Y 2 O 3 ceramic laser''. ''Applied Physics Letters''. 2005. Vol. 86 (16). hlm. 116. doi:10.1063/1.1914958.</ref><ref>M. Tokurakawa. ''Diode-pumped 188 fs mode-locked Yb 3+ :Y 2 O 3 ceramic laser''. ''Applied Physics Letters''. 2007. Vol. 90 (7). hlm. 071101. doi:10.1063/1.2476385.</ref> Laser YAG dapat beroperasi dengan daya tinggi dan digunakan untuk mengebor dan memotong logam.<ref>Stwertka 1998, hlm. 116</ref> Kristal tunggal YAG yang didoping biasanya diproduksi melalui [[proses Czochralski]].<ref>Golubović, Aleksandar V. ''The growth of Nd: YAG single crystals''. ''Journal of the Serbian Chemical Society''. 2002. Vol. 67 (4). hlm. 91–300. doi:10.2298/JSC0204291G.</ref>
 
YAG, itria, [[itrium litium fluorida]] (), dan [[itrium ortovanadat]] () digunakan dalam kombinasi dengan [[dopan]] seperti [[neodimium]], [[erbium]], [[iterbium]] pada [[laser]] [[inframerah]]-dekat. Laser YAG dapat beroperasi dengan daya tinggi dan digunakan untuk mengebor dan memotong logam. Kristal tunggal YAG yang didoping biasanya diproduksi melalui [[proses Czochralski]].
===Peningkat bahan===
===Peningkat bahan===
Sejumlah kecil itrium (0,1 hingga 0,2%) telah digunakan untuk mengurangi ukuran butir [[kromium]], [[molibdenum]], [[titanium]], dan [[zirkonium]]. Itrium digunakan untuk meningkatkan [[kekuatan bahan|kekuatan]] paduan aluminium dan [[magnesium]]. Penambahan itrium pada paduan umumnya meningkatkan kemampuan kerja, menambah ketahanan terhadap rekristalisasi suhu tinggi, dan secara signifikan meningkatkan ketahanan terhadap [[redoks|oksidasi]] suhu tinggi (lihat pembahasan nodul grafit di bawah).
Sejumlah kecil itrium (0,1 hingga 0,2%) telah digunakan untuk mengurangi ukuran butir [[kromium]], [[molibdenum]], [[titanium]], dan [[zirkonium]].<ref>[http://periodic.lanl.gov/39.shtml Periodic Table of Elements: LANL]. Los Alamos National Security.</ref> Itrium digunakan untuk meningkatkan [[kekuatan bahan|kekuatan]] paduan aluminium dan [[magnesium]].<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Penambahan itrium pada paduan umumnya meningkatkan kemampuan kerja, menambah ketahanan terhadap rekristalisasi suhu tinggi, dan secara signifikan meningkatkan ketahanan terhadap [[redoks|oksidasi]] suhu tinggi (lihat pembahasan nodul grafit di bawah).<ref>Daane 1968, hlm. 818</ref>


Itrium dapat digunakan untuk [[Deoksidisasi|mendeoksidasi]] [[vanadium]] dan [[logam nonfero]] lainnya. [[Itrium(III) oksida|Itria]] dapat menstabilkan [[zirkonia kubik|bentuk kubik zirkonia]] dalam perhiasan.
Itrium dapat digunakan untuk [[Deoksidisasi|mendeoksidasi]] [[vanadium]] dan [[logam nonfero]] lainnya.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> [[Itrium(III) oksida|Itria]] dapat menstabilkan [[zirkonia kubik|bentuk kubik zirkonia]] dalam perhiasan.<ref>Jessica Berg. [http://www.emporia.edu/earthsci/amber/go340/students/berg/cz.html Cubic Zirconia]. Emporia State University.</ref>


Itrium telah dipelajari sebagai nodulator pada [[besi ulet|besi tuang ulet]], membentuk [[grafit]] menjadi nodul kompak, dan bukan serpihan untuk meningkatkan [[keuletan (fisika)|keuletan]] dan ketahanan lelah. Memiliki [[titik lebur]] yang tinggi, itrium oksida digunakan di beberapa [[keramik]] dan [[kaca]] untuk memberikan ketahanan terhadap [[kejutan (mekanika)|kejutan]] dan sifat [[pemuaian|ekspansi termal]] yang rendah. Sifat yang sama membuat kaca seperti itu berguna dalam [[lensa fotografi|lensa kamera]].
Itrium telah dipelajari sebagai nodulator pada [[besi ulet|besi tuang ulet]], membentuk [[grafit]] menjadi nodul kompak, dan bukan serpihan untuk meningkatkan [[keuletan (fisika)|keuletan]] dan ketahanan lelah.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Memiliki [[titik lebur]] yang tinggi, itrium oksida digunakan di beberapa [[keramik]] dan [[kaca]] untuk memberikan ketahanan terhadap [[kejutan (mekanika)|kejutan]] dan sifat [[pemuaian|ekspansi termal]] yang rendah.<ref>''CRC Handbook of Chemistry and Physics''. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.</ref> Sifat yang sama membuat kaca seperti itu berguna dalam [[lensa fotografi|lensa kamera]].<ref>Emsley 2001, hlm. 497</ref>
===Medis===
===Medis===
Isotop radioaktif [[itrium-90]] digunakan dalam obat-obatan seperti [[Edotreotida|itrium Y 90-DOTA-tir3-oktreotida]] dan [[Ibritumomab tiuksetan|itrium Y 90 ibritumomab tiuksetan]] untuk pengobatan berbagai jenis [[kanker]], termasuk kanker [[limfoma]], [[leukemia]], hati, ovarium, kolorektal, pankreas, dan tulang. Ia bekerja dengan mengikuti [[antibodi monoklonal]], yang pada gilirannya mengikat sel kanker dan membunuhnya melalui [[partikel beta|radiasi β]] intens dari itrium-90 (lihat [[terapi antibodi monoklonal]]).
Isotop radioaktif [[itrium-90]] digunakan dalam obat-obatan seperti [[Edotreotida|itrium Y 90-DOTA-tir3-oktreotida]] dan [[Ibritumomab tiuksetan|itrium Y 90 ibritumomab tiuksetan]] untuk pengobatan berbagai jenis [[kanker]], termasuk kanker [[limfoma]], [[leukemia]], hati, ovarium, kolorektal, pankreas, dan tulang.<ref>Emsley 2001, hlm. 495</ref> Ia bekerja dengan mengikuti [[antibodi monoklonal]], yang pada gilirannya mengikat sel kanker dan membunuhnya melalui [[partikel beta|radiasi β]] intens dari itrium-90 (lihat [[terapi antibodi monoklonal]]).<ref>Adams, Gregory P. ''A Single Treatment of Yttrium-90-labeled CHX-A''–C6.5 Diabody Inhibits the Growth of Established Human Tumor Xenografts in Immunodeficient Mice''. ''Cancer Research''. 2004. Vol. 64 (17). hlm. 6200–6206. doi:10.1158/0008-5472.CAN-03-2382.</ref>


Sebuah teknik yang disebut [[Terapi radiasi internal selektif|radioembolisasi]] digunakan untuk mengobati [[karsinoma hepatoseluler]] dan [[Penyakit hati metastatik|metastasis hati]]. Radioembolisasi adalah terapi kanker rendah toksisitas yang menargetkan hati yang menggunakan jutaan manik-manik kecil yang terbuat dari kaca atau resin yang mengandung itrium-90. Mikrosfer radioaktif dikirim langsung ke pembuluh darah yang memberi makan tumor/segmen atau lobus hati tertentu. Ia bersifat invasif minimal dan pasien biasanya dapat dipulangkan setelah beberapa jam. Prosedur ini mungkin tidak menghilangkan semua tumor di seluruh hati, tetapi bekerja pada satu segmen atau satu lobus pada satu waktu dan mungkin memerlukan beberapa prosedur. Lihat juga radioembolisasi pada kasus sirosis gabungan dan karsinoma hepatoseluler.
Sebuah teknik yang disebut [[Terapi radiasi internal selektif|radioembolisasi]] digunakan untuk mengobati [[karsinoma hepatoseluler]] dan [[Penyakit hati metastatik|metastasis hati]]. Radioembolisasi adalah terapi kanker rendah toksisitas yang menargetkan hati yang menggunakan jutaan manik-manik kecil yang terbuat dari kaca atau resin yang mengandung itrium-90. Mikrosfer radioaktif dikirim langsung ke pembuluh darah yang memberi makan tumor/segmen atau lobus hati tertentu. Ia bersifat invasif minimal dan pasien biasanya dapat dipulangkan setelah beberapa jam. Prosedur ini mungkin tidak menghilangkan semua tumor di seluruh hati, tetapi bekerja pada satu segmen atau satu lobus pada satu waktu dan mungkin memerlukan beberapa prosedur.<ref>R Salem. ''Chemoembolization and Radioembolization for Hepatocellular Carcinoma''. ''Clinical Gastroenterology and Hepatology''. 2013. Vol. 11 (6). hlm. 604–611. doi:10.1016/j.cgh.2012.12.039.</ref> Lihat juga radioembolisasi pada kasus sirosis gabungan dan karsinoma hepatoseluler.


Jarum yang terbuat dari itrium-90, yang dapat memotong lebih akurat daripada pisau bedah, telah digunakan untuk memutus [[saraf]] transmisi rasa sakit di [[sumsum tulang belakang]], dan itrium-90 juga digunakan untuk melakukan [[sinovektomi]] radionuklida dalam pengobatan sendi yang meradang, terutama lutut, pada penderita kondisi seperti [[rheumatoid arthritis]].
Jarum yang terbuat dari itrium-90, yang dapat memotong lebih akurat daripada pisau bedah, telah digunakan untuk memutus [[saraf]] transmisi rasa sakit di [[sumsum tulang belakang]],<ref>Emsley 2001, hlm. 496</ref> dan itrium-90 juga digunakan untuk melakukan [[sinovektomi]] radionuklida dalam pengobatan sendi yang meradang, terutama lutut, pada penderita kondisi seperti [[rheumatoid arthritis]].<ref>M. Fischer. ''Radionuclide therapy of inflammatory joint diseases''. ''Nuclear Medicine Communications''. 2002. Vol. 23 (9). hlm. 829–831. doi:10.1097/00006231-200209000-00003.</ref>


Laser garnet aluminium itrium yang didoping neodimium telah digunakan dalam percobaan [[prostatektomi]] radikal berbantuan robot pada gigi taring dalam upaya untuk mengurangi kerusakan saraf dan jaringan kolateral, dan laser yang didoping erbium mulai digunakan untuk pelapisan kulit kosmetik.
Laser garnet aluminium itrium yang didoping neodimium telah digunakan dalam percobaan [[prostatektomi]] radikal berbantuan robot pada gigi taring dalam upaya untuk mengurangi kerusakan saraf dan jaringan kolateral,<ref>Troy Gianduzzo. ''Laser robotically assisted nerve-sparing radical prostatectomy: a pilot study of technical feasibility in the canine model''. ''BJU International''. 2008. Vol. 102 (5). hlm. 598–602. doi:10.1111/j.1464-410X.2008.07708.x.</ref> dan laser yang didoping erbium mulai digunakan untuk pelapisan kulit kosmetik.<ref>Simon A. Cotton. ''Encyclopedia of Inorganic Chemistry''. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.</ref>


===Superkonduktor===
===Superkonduktor===
 
Itrium adalah bahan utama dalam [[superkonduktivitas|superkonduktor]] [[itrium barium tembaga oksida]] (YBa<sub>2</sub>Cu<sub>3</sub>O<sub>7</sub>, alias 'YBCO' atau '1-2-3') yang dikembangkan di [[Universitas Alabama]] dan [[Universitas Houston]] pada tahun 1987.<ref>Wu, M. K. ''Superconductivity at 93 K in a New Mixed-Phase Y-Ba-Cu-O Compound System at Ambient Pressure''. ''Physical Review Letters''. 1987. Vol. 58 (9). hlm. 908–910. doi:10.1103/PhysRevLett.58.908.</ref> Superkonduktor ini terkenal karena pengoperasian superkonduktivitas suhu di atas titik didih [[nitrogen cair]] (77,1&nbsp;K).<ref>Wu, M. K. ''Superconductivity at 93 K in a New Mixed-Phase Y-Ba-Cu-O Compound System at Ambient Pressure''. ''Physical Review Letters''. 1987. Vol. 58 (9). hlm. 908–910. doi:10.1103/PhysRevLett.58.908.</ref> Karena nitrogen cair lebih murah daripada [[helium cair]] yang diperlukan untuk superkonduktor logam, biaya pengoperasian untuk aplikasinya akan lebih sedikit.
 
Itrium adalah bahan utama dalam [[superkonduktivitas|superkonduktor]] [[itrium barium tembaga oksida]] (YBa<sub>2</sub>Cu<sub>3</sub>O<sub>7</sub>, alias 'YBCO' atau '1-2-3') yang dikembangkan di [[Universitas Alabama]] dan [[Universitas Houston]] pada tahun 1987. Superkonduktor ini terkenal karena pengoperasian superkonduktivitas suhu di atas titik didih [[nitrogen cair]] (77,1&nbsp;K). Karena nitrogen cair lebih murah daripada [[helium cair]] yang diperlukan untuk superkonduktor logam, biaya pengoperasian untuk aplikasinya akan lebih sedikit.


Bahan superkonduktor sebenarnya sering ditulis sebagai YBa<SUB>2</SUB>Cu<SUB>3</SUB>O<SUB>7–''d''</SUB>, di mana ''d'' harus kurang dari 0,7 untuk superkonduktivitas. Alasan untuk ini masih belum jelas, tetapi diketahui bahwa kekosongan hanya terjadi di tempat-tempat tertentu di kristal, bidang oksida tembaga, dan rantai, yang menimbulkan keadaan oksidasi yang aneh dari atom tembaga, yang entah bagaimana mengarah pada perilaku superkonduktor.
Bahan superkonduktor sebenarnya sering ditulis sebagai YBa<SUB>2</SUB>Cu<SUB>3</SUB>O<SUB>7–''d''</SUB>, di mana ''d'' harus kurang dari 0,7 untuk superkonduktivitas. Alasan untuk ini masih belum jelas, tetapi diketahui bahwa kekosongan hanya terjadi di tempat-tempat tertentu di kristal, bidang oksida tembaga, dan rantai, yang menimbulkan keadaan oksidasi yang aneh dari atom tembaga, yang entah bagaimana mengarah pada perilaku superkonduktor.


Teori superkonduktivitas suhu rendah telah dipahami dengan baik sejak [[teori BCS]] tahun 1957. Teori ini didasarkan pada kekhasan interaksi antara dua elektron dalam kisi kristal. Namun, teori BCS tidak menjelaskan superkonduktivitas suhu tinggi, dan mekanisme tepatnya masih menjadi misteri. Yang diketahui adalah bahwa komposisi bahan tembaga-oksida harus dikontrol secara tepat agar superkonduktivitas dapat terjadi.
Teori superkonduktivitas suhu rendah telah dipahami dengan baik sejak [[teori BCS]] tahun 1957. Teori ini didasarkan pada kekhasan interaksi antara dua elektron dalam kisi kristal. Namun, teori BCS tidak menjelaskan superkonduktivitas suhu tinggi, dan mekanisme tepatnya masih menjadi misteri. Yang diketahui adalah bahwa komposisi bahan tembaga-oksida harus dikontrol secara tepat agar superkonduktivitas dapat terjadi.<ref>[http://www.ch.ic.ac.uk/rzepa/mim/century/html/ybco_text.htm Yttrium Barium Copper Oxide – YBCO]. Imperial College.</ref>


Superkonduktor ini adalah mineral berwarna hitam dan hijau, multikristal, dan multifase. Para peneliti sedang mempelajari kelas bahan yang dikenal sebagai [[perovskit]] yang merupakan kombinasi alternatif dari unsur-unsur ini, berharap dapat mengembangkan [[Superkonduktivitas suhu-tinggi|superkonduktor suhu-tinggi]] yang praktis.
Superkonduktor ini adalah mineral berwarna hitam dan hijau, multikristal, dan multifase. Para peneliti sedang mempelajari kelas bahan yang dikenal sebagai [[perovskit]] yang merupakan kombinasi alternatif dari unsur-unsur ini, berharap dapat mengembangkan [[Superkonduktivitas suhu-tinggi|superkonduktor suhu-tinggi]] yang praktis.<ref>Stwertka 1998, hlm. 116</ref>


===Baterai litium===
===Baterai litium===
Itrium digunakan dalam jumlah kecil pada katode beberapa [[baterai litium besi fosfat]] (LFP), yang kemudian biasa disebut kimia LiFeYPO<sub>4</sub>, atau [[Litium besi itrium fosfat|LYP]]. Mirip dengan [[Litium besi fosfat|LFP]], baterai LYP menawarkan [[massa jenis energi|kepadatan energi]] yang tinggi, keamanan yang baik, dan masa pakai yang lama. Namun, LYP menawarkan stabilitas [[katode|katoda]] yang lebih tinggi, dan memperpanjang masa pakai baterai, dengan melindungi struktur fisik katode, terutama pada suhu yang lebih tinggi dan arus pengisian/pengosongan yang lebih tinggi. Baterai LYP digunakan dalam aplikasi stasioner (sistem [[Off-the-grid|surya ''off-grid'']]), [[kendaraan listrik]] (beberapa mobil), serta aplikasi lain (kapal selam, kapal), mirip dengan baterai LFP, tetapi sering kali dengan peningkatan keselamatan dan waktu siklus hidup. [https://www.evlithium.com/thunder-sky-winston-battery/ Sel LYP] pada dasarnya memiliki [[voltase nominal]] yang sama dengan LFP; 3,25V, tetapi tegangan pengisian maksimum adalah 4,0V, dan karakteristik pengisian dan pengosongan sangatlah mirip.
Itrium digunakan dalam jumlah kecil pada katode beberapa [[baterai litium besi fosfat]] (LFP), yang kemudian biasa disebut kimia LiFeYPO<sub>4</sub>, atau [[Litium besi itrium fosfat|LYP]]. Mirip dengan [[Litium besi fosfat|LFP]], baterai LYP menawarkan [[massa jenis energi|kepadatan energi]] yang tinggi, keamanan yang baik, dan masa pakai yang lama. Namun, LYP menawarkan stabilitas [[katode|katoda]] yang lebih tinggi, dan memperpanjang masa pakai baterai, dengan melindungi struktur fisik katode, terutama pada suhu yang lebih tinggi dan arus pengisian/pengosongan yang lebih tinggi. Baterai LYP digunakan dalam aplikasi stasioner (sistem [[Off-the-grid|surya ''off-grid'']]), [[kendaraan listrik]] (beberapa mobil), serta aplikasi lain (kapal selam, kapal), mirip dengan baterai LFP, tetapi sering kali dengan peningkatan keselamatan dan waktu siklus hidup. [https://www.evlithium.com/thunder-sky-winston-battery/ Sel LYP] pada dasarnya memiliki [[voltase nominal]] yang sama dengan LFP; 3,25V, tetapi tegangan pengisian maksimum adalah 4,0V,<ref>[https://www.evlithium.com/thunder-sky-winston-battery/lifepo4-40ah.html 40Ah Thunder Sky Winston LiFePO4 Battery WB-LYP40AHA]. ''www.evlithium.com''.</ref> dan karakteristik pengisian dan pengosongan sangatlah mirip.<ref>[https://medium.com/@balqon/lithium-yttrium-iron-phosphate-battery-abe28c943498 Lithium Yttrium Iron Phosphate Battery]. 22 Agustus 2013.</ref>
===Aplikasi lainnya===
===Aplikasi lainnya===
Pada tahun 2009, Profesor [[Mas Subramanian]] dan rekannya di [[Universitas Negeri Oregon]] menemukan bahwa itrium dapat digabungkan dengan [[indium]] dan [[mangan]] untuk membentuk [[pigmen]] yang sangat [[biru]], tidak beracun, lengai, dan tahan pudar, yaitu [[biru YInMn]], pigmen biru baru pertama yang ditemukan dalam 200 tahun terakhir.
Pada tahun 2009, Profesor [[Mas Subramanian]] dan rekannya di [[Universitas Negeri Oregon]] menemukan bahwa itrium dapat digabungkan dengan [[indium]] dan [[mangan]] untuk membentuk [[pigmen]] yang sangat [[biru]], tidak beracun, lengai, dan tahan pudar, yaitu [[biru YInMn]], pigmen biru baru pertama yang ditemukan dalam 200 tahun terakhir.
==Pencegahan==
==Pencegahan==
Saat ini, itrium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, dan dapat sangat [[toksisitas|beracun]] bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.
Saat ini, itrium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, dan dapat sangat [[toksisitas|beracun]] bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/yttriumandcompounds/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds]. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)</ref>


Senyawa itrium yang larut dalam air dianggap agak beracun, sedangkan senyawanya yang tidak larut tidak beracun. Dalam percobaan pada hewan, itrium dan senyawanya menyebabkan kerusakan paru-paru dan hati, meskipun toksisitas bervariasi dengan senyawa itrium yang berbeda. Pada tikus, inhalasi itrium sitrat menyebabkan [[edema paru]] dan [[dispnea]], sedangkan inhalasi [[Itrium(III) klorida|itrium klorida]] menyebabkan edema hati, [[efusi pleura]], dan hiperemia paru.
Senyawa itrium yang larut dalam air dianggap agak beracun, sedangkan senyawanya yang tidak larut tidak beracun.<ref>Emsley 2001, hlm. 495</ref> Dalam percobaan pada hewan, itrium dan senyawanya menyebabkan kerusakan paru-paru dan hati, meskipun toksisitas bervariasi dengan senyawa itrium yang berbeda. Pada tikus, inhalasi itrium sitrat menyebabkan [[edema paru]] dan [[dispnea]], sedangkan inhalasi [[Itrium(III) klorida|itrium klorida]] menyebabkan edema hati, [[efusi pleura]], dan hiperemia paru.<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/yttriumandcompounds/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds]. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)</ref>


Paparan senyawa itrium pada manusia dapat menyebabkan penyakit paru-paru. Pekerja yang terpapar debu itrium europium vanadat di udara mengalami iritasi ringan pada mata, kulit, dan saluran pernapasan bagian atas—meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan [[vanadium]] dan bukan itrium. Paparan akut terhadap senyawa trium dapat menyebabkan sesak napas, batuk, nyeri dada, dan [[sianosis]]. [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (OSHA) [[Batas paparan yang diizinkan|membatasi]] paparan itrium di tempat kerja hingga  selama 8 jam kerja. [[Batas paparan yang direkomendasikan]] (''recommended exposure limit'', REL) [[National Institute for Occupational Safety and Health|Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (NIOSH) adalah  selama 8 jam kerja. Pada kadar , itrium [[IDLH|langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan]]. Debu itrium sangat mudah terbakar.
Paparan senyawa itrium pada manusia dapat menyebabkan penyakit paru-paru.<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/yttriumandcompounds/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds]. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)</ref> Pekerja yang terpapar debu itrium europium vanadat di udara mengalami iritasi ringan pada mata, kulit, dan saluran pernapasan bagian atas—meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan [[vanadium]] dan bukan itrium.<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/yttriumandcompounds/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds]. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)</ref> Paparan akut terhadap senyawa trium dapat menyebabkan sesak napas, batuk, nyeri dada, dan [[sianosis]].<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/yttriumandcompounds/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds]. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)</ref> [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (OSHA) [[Batas paparan yang diizinkan|membatasi]] paparan itrium di tempat kerja hingga  selama 8 jam kerja. [[Batas paparan yang direkomendasikan]] (''recommended exposure limit'', REL) [[National Institute for Occupational Safety and Health|Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (NIOSH) adalah  selama 8 jam kerja. Pada kadar , itrium [[IDLH|langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan]].<ref>[https://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0673.html CDC – NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards – Yttrium]. ''www.cdc.gov''.</ref> Debu itrium sangat mudah terbakar.<ref>[https://www.osha.gov/SLTC/healthguidelines/yttriumandcompounds/recognition.html Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds]. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
*
*
==Catatan==
==Catatan==
==Referensi==
==Bibliografi==
==Bibliografi==
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*
*
*
*
*
*


==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
 
*  
 
*  
*
*


==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [http://pubsapp.acs.org/cen/80th/yttrium.html Yttrium oleh Paul C.W. Chu di acs.org]
*  [http://pubsapp.acs.org/cen/80th/yttrium.html Yttrium oleh Paul C.W. Chu di acs.org]
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/039.htm Yttrium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/039.htm Yttrium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*
*  
*  [https://link.springer.com/referenceworkentry/10.1007%2F978-3-319-39193-9_145-1 Encyclopedia of Geochemistry - Yttrium]
*  [https://link.springer.com/referenceworkentry/10.1007%2F978-3-319-39193-9_145-1 Encyclopedia of Geochemistry - Yttrium]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29438387 (2026-07-10T04:40:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Itrium&oldid=29438387 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29438387 (2026-07-10T04:40:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 22.58

Yttrium sublimed dendritic and 1cm3 cube

Itrium adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Y (dari Latin yttrium) dan nomor atom 39. Ia adalah logam transisi berwarna keperakan yang secara kimiawi mirip dengan lantanida dan sering diklasifikasikan sebagai "unsur tanah jarang".[1] Itrium hampir selalu ditemukan dalam kombinasi dengan unsur lantanida lainnya dalam mineral tanah jarang, dan tidak pernah ditemukan di alam sebagai unsur bebas. 89Y adalah satu-satunya isotop itrium yang stabil, serta satu-satunya yang ditemukan di kerak Bumi.

Penggunaan itrium yang paling penting adalah LED dan fosfor, khususnya fosfor merah dalam tampilan tabung sinar katoda perangkat televisi.[2] Itrium juga digunakan dalam produksi elektroda, elektrolit, filter elektronik, laser, superkonduktor, berbagai aplikasi medis, dan melacak berbagai bahan untuk meningkatkan sifat-sifatnya.

Itrium tidak memiliki peran biologis yang diketahui. Paparan senyawa itrium dapat menyebabkan penyakit paru-paru pada manusia.[3]

Unsur ini dinamai dari iterbit (ytterbite), sebuah mineral yang pertama kali diidentifikasi oleh ahli kimia Carl Axel Arrhenius pada tahun 1787. Dia menamai mineral itu dari nama desa Ytterby, di Swedia, tempat mineral itu ditemukan. Ketika salah satu bahan kimia dalam iterbit kemudian ditemukan sebagai unsur yang sebelumnya tak teridentifikasi, itrium, unsur tersebut kemudian dinamai dari mineralnya.

Karakteristik

Sifat

Itrium adalah sebuah logam transisi yang lunak, berwarna keperakan, berkilau, dan sangat kristalin dalam golongan 3. Seperti yang diperkirakan oleh tren periodik, ia kurang elektronegatif daripada anggota sebelumnya dalam golongannya, skandium, dan kurang elektronegatif daripada anggota periode 5 berikutnya, zirkonium. Namun, karena kontraksi lantanida, ia juga kurang elektronegatif dibandingkan anggota berikutnya dalam golongannya, lutesium.[4][5][6] Itrium adalah unsur blok-d pertama pada periode kelima.

Itrium murni relatif stabil di udara dalam bentuk curah, dikarenakan adanya pasivasi film pelindung oksida () yang terbentuk di permukaan. Film ini dapat mencapai ketebalan 10 µm ketika itrium dipanaskan hingga 750 °C dalam uap air.[7] Namun, ketika terbagi halus, itrium sangat tidak stabil di udara; serutannya dapat menyala di udara pada suhu melebihi 400 °C.[8] Itrium nitrida (YN) terbentuk ketika itrium dipanaskan hingga 1000 °C dalam nitrogen.[9]

Kemiripan dengan lantanida

Kemiripan itrium dengan lantanida begitu kuat sehingga unsur tersebut secara historis dikelompokkan dengan mereka sebagai logam tanah jarang,[10] dan selalu ditemukan di alam bersama dengan mereka dalam mineral tanah jarang.[11] Secara kimiawi, itrium menyerupai unsur-unsur tersebut lebih dekat daripada tetangganya dalam tabel periodik, skandium,[12] dan jika sifat fisik diplot terhadap nomor atom, ia akan memiliki jumlah yang tampak mulai dari 64,5 hingga 67,5, menempatkannya di antara lantanida gadolinium dan erbium.[13]

Itrium juga sering berada dalam kisaran yang sama untuk urutan reaksi,[14] menyerupai terbium dan disprosium dalam reaktivitas kimianya.[15] Ukuran itrium sangat dekat dengan apa yang disebut 'gugus itrium' dari ion lantanida berat sehingga dalam larutan, ia berperilaku seolah-olah ia adalah salah satunya.[16][17] Meskipun lantanida berada satu baris lebih jauh di tabel periodik daripada itrium, kesamaan dalam jari-jari atom mungkin disebabkan oleh kontraksi lantanida.[18]

Salah satu dari beberapa perbedaan penting antara kimia itrium dan lantanida adalah bahwa itrium hampir secara eksklusif trivalen, sedangkan sekitar setengah lantanida dapat memiliki valensi selain tiga; namun demikian, hanya untuk empat dari lima belas lantanida valensi lainnya yang penting dalam larutan berair (CeIV, SmII, EuII, dan YbII).[19]

Senyawa dan reaksi

Sebagai logam transisi trivalen, itrium membentuk berbagai senyawa anorganik, umumnya dalam keadaan oksidasi +3, dengan melepaskan ketiga elektron valensinya.[20] Salah satu contoh yang baik adalah itrium(III) oksida (), juga dikenal sebagai itria, sebuah padatan putih dengan enam koordinat.[21]

Itrium membentuk fluorida, hidroksida, dan oksalat yang tidak larut dalam air, tetapi bromida, klorida, iodida, nitrat, dan sulfatnya larut dalam air.[22] Ion Y3+ tidak berwarna dalam larutan karena tidak adanya elektron pada kulit elektron d dan f.[23]

Air mudah bereaksi dengan itrium dan senyawanya untuk membentuk .[24] Asam nitrat dan fluorida pekat tidak dapat menyerang itrium dengan cepat, tetapi asam kuat lainnya dapat.[25]

Dengan halogen, itrium membentuk trihalida seperti itrium(III) fluorida (), itrium(III) klorida (), dan itrium(III) bromida () pada suhu di atas sekitar 200 °C.[26] Demikian pula, karbon, fosforus, selenium, silikon, dan belerang dapat membentuk senyawa biner dengan itrium pada suhu tinggi.[27]

Kimia organoitrium adalah studi mengenai senyawa yang mengandung ikatan karbon–itrium. Beberapa di antaranya diketahui memiliki itrium dalam keadaan oksidasi 0.[28][29] (Keadaan +2 telah teramati pada leburan klorida,[30] dan +1 dalam gugus oksida dalam fase gas.[31]) Beberapa reaksi trimerisasi dihasilkan dengan senyawa organoitrium sebagai katalis.[32] Sintesis ini menggunakan sebagai bahan awal, diperoleh dari serta asam klorida dan amonium klorida pekat.[33][34]

Haptisitas adalah istilah untuk menggambarkan koordinasi sekelompok atom yang berdekatan dari ligan yang terikat pada atom pusat; itu ditunjukkan oleh karakter Yunani eta, η. Kompleks itrium adalah contoh pertama kompleks di mana ligan karboranil terikat pada pusat logam-d0 melalui haptisitas-η7.[35] Penguapan senyawa interkalasi grafit dari grafit–Y atau grafit– mengarah pada pembentukan fulerena endohedral seperti Y@C82.[36] Studi resonansi spin elektron menunjukkan pembentukan pasangan ion Y3+ dan (C82)3−.[37] Karbida Y3C, Y2C, dan YC2 dapat dihidrolisis menjadi hidrokarbon.[38]

Isotop dan nukleosintesis

Itrium di Tata Surya terbentuk melalui nukleosintesis bintang, sebagian besar oleh proses-s (≈72%), tetapi juga oleh proses-r (≈28%).[39] Proses-r terdiri dari tangkapan neutron cepat oleh unsur yang lebih ringan selama ledakan supernova. Proses-s adalah tangkapan neutron lambat dari unsur-unsur yang lebih ringan di dalam bintang raksasa merah yang berdenyut.[40]

Isotop itrium adalah salah satu produk paling umum dari fisi nuklir uranium dalam ledakan nuklir dan reaktor nuklir. Dalam konteks pengelolaan limbah nuklir, isotop itrium yang paling penting adalah 91Y dan 90Y, dengan waktu paruh masing-masing 58,51 hari dan 64 jam.[41] Meskipun 90Y memiliki waktu paruh yang pendek, ia ada dalam kesetimbangan sekuler dengan isotop induknya yang berumur panjang, stronsium-90 (90Sr) dengan waktu paruh 29 tahun.[42]

Semua unsur golongan 3 memiliki nomor atom ganjil, dan oleh karena itu memiliki sedikit isotop stabil.[43] Skandium memiliki satu isotop stabil, dan itrium sendiri hanya memiliki satu isotop stabil, 89Y, yang juga merupakan satu-satunya isotop yang terbentuk secara alami. Namun, lantanida tanah jarang mengandung unsur-unsur dengan nomor atom genap dan memiliki banyak isotop stabil. 89Y dianggap lebih berlimpah daripada yang seharusnya, sebagian karena proses-s, yang memberikan cukup waktu bagi isotop yang dibuat oleh proses lain untuk meluruh melalui emisi elektron (neutron → proton).[44] Proses yang lambat seperti itu cenderung mendukung isotop dengan nomor massa atom (A = proton + neutron) sekitar 90, 138 dan 208, yang memiliki inti atom stabil yang tidak biasa dengan masing-masing 50, 82, dan 126 neutron.[45] Kestabilan ini diperkirakan dihasilkan dari penampang tangkapan neutron yang sangat rendah.[46] Emisi elektron isotop dengan nomor massa tersebut kurang umum karena stabilitas ini, sehingga memiliki kelimpahan yang lebih tinggi.[47] 89Y memiliki nomor massa mendekati 90 dan memiliki 50 neutron di dalam intinya.

Setidaknya 32 isotop itrium sintetis telah teramati, dengan rentang nomor massa atom mulai dari 76 hingga 108.[48] Isotop yang paling tidak stabil adalah 106Y dengan waktu paruh >150 ns (76Y memiliki waktu paruh >200 ns) dan yang paling stabil adalah 88Y dengan waktu paruh 106,626 hari.[49] Selain dari isotop 91Y, 87Y, dan 90Y, dengan waktu paruh masing-masing 58,51 hari, 79,8 jam, dan 64 jam, semua isotop lainnya memiliki waktu paruh kurang dari satu hari dan sebagian besar kurang dari satu jam.[50]

Isotop itrium dengan nomor massa pada atau di bawah 88 meluruh terutama melalui emisi positron (proton → neutron) untuk membentuk isotop stronsium (Z = 38).[51] Isotop itrium dengan nomor massa pada atau di atas 90 meluruh terutama melalui emisi elektron (neutron → proton) untuk membentuk isotop zirkonium (Z = 40).[52] Isotop dengan nomor massa pada atau di atas 97 juga diketahui memiliki jalur peluruhan lain, emisi neutron β tertunda, yang kecil.[53]

Itrium memiliki setidaknya 20 isomer metastabil ("tereksitasi") dengan nomor massa mulai dari 78 hingga 102.[54] Beberapa keadaan tereksitasi 80Y dan 97Y telah teramati.[55] Walaupun sebagian besar isomer itrium diperkirakan kurang stabil daripada keadaan dasarnya, 78mY, 84mY, 85mY, 96mY, 98m1Y, 100mY, dan 102mY memiliki waktu paruh lebih lama daripada keadaan dasarnya, karena isomer ini meluruh melalui peluruhan beta dan bukan transisi isomeris.[56]

Sejarah

Pada tahun 1787, ahli kimia paruh waktu Carl Axel Arrhenius menemukan batu hitam yang berat di sebuah tambang tua di dekat desa Ytterby di Swedia (sekarang menjadi bagian dari Kepulauan Stockholm).[57] Mengira itu adalah mineral tak dikenal yang mengandung unsur wolfram yang baru ditemukan,[58] dia menamainya iterbit (ytterbite) dan mengirim sampel ke berbagai ahli kimia untuk dianalisis.[59]

Johan Gadolin di Universitas Åbo mengidentifikasi oksida baru (atau "tanah") dalam sampel Arrhenius pada tahun 1789, dan menerbitkan analisisnya yang lengkap pada tahun 1794.[60] Anders Gustaf Ekeberg mengonfirmasi identifikasi tersebut pada tahun 1797 dan menamai oksida baru tersebut dengan itria (yttria).[61] Dalam beberapa dekade setelah Antoine Lavoisier mengembangkan definisi modern pertama dari unsur-unsur kimia, diyakini bahwa tanah dapat direduksi menjadi unsur-unsurnya sendiri, artinya penemuan tanah baru setara dengan penemuan unsur di dalamnya, yang dalam hal ini ialah yttrium.[62][63][64]

Friedrich Wöhler dikreditkan dengan pertama kali mengisolasi logam itrium pada tahun 1828 dengan mereaksikan klorida yang mudah menguap yang dia yakini sebagai itrium klorida dengan kalium.[65][66][67]

Pada tahun 1843, Carl Gustaf Mosander menemukan bahwa sampel itria mengandung tiga oksida: itrium oksida putih (itria), terbium oksida kuning (yang membingungkan, ini disebut 'erbia' pada saat itu) dan erbium oksida berwarna mawar (disebut 'terbia' pada saat itu).[68][69] Oksida keempat, iterbium oksida, diisolasi pada tahun 1878 oleh Jean Charles Galissard de Marignac.[70] Unsur-unsur baru kemudian diisolasi dari masing-masing oksida tersebut, dan masing-masing unsur diberi nama, dengan cara tertentu, dari Ytterby, desa dekat tambang tempat mereka ditemukan (lihat iterbium, terbium, dan erbium).[71] Pada dekade berikutnya, tujuh logam baru lainnya ditemukan di "itria Gadolin".[72] Karena itria ditemukan sebagai mineral dan bukan oksida, Martin Heinrich Klaproth menamainya gadolinit untuk menghormati Gadolin.[73]

Sampai awal 1920-an, lambang kimia Yt digunakan untuk unsur ini, setelah itu Y mulai umum digunakan.[74][75]

Pada tahun 1987, itrium barium tembaga oksida ditemukan mencapai superkonduktivitas suhu-tinggi.[76] Ia adalah bahan kedua yang diketahui menunjukkan sifat ini,[77] dan ia adalah bahan pertama yang diketahui mencapai superkonduktivitas di atas titik didih nitrogen (yang penting secara ekonomi).

Keterjadian

Kelimpahan

Itrium ditemukan di sebagian besar mineral tanah jarang,[78] ditemukan di beberapa bijih uranium, tetapi tidak pernah ditemukan di kerak bumi sebagai unsur bebas.[79] Sekitar 31 ppm kerak Bumi adalah itrium,[80] menjadikannya unsur paling melimpah ke-28, 400 kali lebih melimpah daripada perak.[81] Itrium ditemukan di tanah dalam konsentrasi antara 10 dan 150 ppm (rata-rata berat kering 23 ppm) dan di air laut pada 9 ppt.[82] Sampel batuan Bulan yang dikumpulkan selama Proyek Apollo Amerika memiliki kandungan itrium yang relatif tinggi.[83]

Itrium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, meskipun ditemukan di sebagian besar, jika tidak semua, organisme dan cenderung terkonsentrasi di hati, ginjal, limpa, paru-paru, dan tulang manusia.[84] Biasanya, sesedikit ditemukan di seluruh tubuh manusia; ASI manusia mengandung 4 ppm.[85] Itrium dapat ditemukan pada tanaman yang dapat dimakan dalam konsentrasi antara 20 ppm dan 100 ppm (berat segar), dengan kubis memiliki jumlah terbesar.[86] Dengan sebanyak 700 ppm, biji tumbuhan berkayu memiliki konsentrasi tertinggi yang diketahui.[87]

ada laporan penemuan cadangan unsur tanah jarang yang sangat besar di sebuah pulau kecil di Jepang. Pulau Minami-Torishima, juga dikenal sebagai Pulau Marcus, digambarkan memiliki "potensi luar biasa" untuk unsur tanah jarang dan itrium (rare-earth elements and yttrium, REY), menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports. "Lumpur yang kaya REY ini memiliki potensi besar sebagai sumber logam tanah jarang karena jumlah yang sangat besar tersedia dan fitur mineraloginya yang menguntungkan," tulis studi tersebut. Studi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari  unsur tanah jarang dapat "dieksploitasi dalam waktu dekat". Termasuk itrium (Y), yang digunakan dalam produk seperti lensa kamera dan layar ponsel, unsur tanah jarang yang ditemukan adalah europium (Eu), terbium (Tb), dan disprosium (Dy).[88]

Produksi

Karena itrium secara kimiawi mirip dengan lantanida, itrium terdapat dalam bijih yang sama (mineral tanah jarang) dan diekstraksi dengan proses pemurnian yang sama. Terdapat sedikit perbedaan antara unsur tanah jarang ringan (light rare-earth elements, LREE) dan berat (heavy rare-earth elements, HREE), tetapi perbedaannya tidaklah signifikan. Itrium terkonsentrasi pada golongan HREE karena ukuran ionnya, meskipun memiliki massa atom yang lebih rendah.[89][90]

Unsur tanah jarang (rare-earth elements, REE) berasal dari empat sumber utama:[91]

  • Bijih yang mengandung karbonat dan fluorida seperti LREE bastnäsit ([(Ce, La, dll.)(CO3)F]) mengandung rata-rata 0,1%[92][93] dibandingkan dengan 99,9% untuk 16 REE lainnya.[94] Sumber utama bastnäsit dari tahun 1960-an hingga 1990-an adalah tambang tanah jarang Mountain Pass di California, menjadikan Amerika Serikat produsen REE terbesar selama periode itu.[95][96] Nama "bastnäsit" sebenarnya adalah nama golongan, dan akhiran Levinson digunakan dalam nama mineral yang benar, misalnya, bästnasit-(Y) memiliki Y sebagai unsur yang berlaku.[97][98][99]
  • Monasit ([(Ce, La, dll.)PO4]), yang sebagian besar adalah fosfat, adalah endapan placer pasir yang dihasilkan oleh transportasi dan pemisahan gravitasi dari granit yang terkikis. Monasit sebagai bijih LREE mengandung 2%[100] (atau 3%)[101] itrium. Deposit terbesar ditemukan di India dan Brasil pada awal abad ke-20, menjadikan kedua negara tersebut sebagai produsen itrium terbesar pada paruh pertama abad itu.[102][103] Dari golongan monasit, anggota dominan-Ce, monasit-(Ce) adalah yang paling umum.[104]
  • Xenotim, sebuah REE fosfat, adalah bijih HREE utama yang mengandung itrium sebanyak 60% sebagai itrium fosfat (YPO4).[105] Ini berlaku untuk xenotim-(Y).[106][107][108] Tambang terbesar adalah deposit Bayan Obo di Tiongkok, menjadikan Tiongkok sebagai pengekspor HREE terbesar sejak penutupan tambang Mountain Pass pada 1990-an.[109][110]
  • Lempung penyerap ion atau lempung Lognan adalah produk pelapukan granit dan hanya mengandung 1% REE.[111] Konsentrat bijih akhir dapat mengandung itrium sebanyak 8%. Lempung penyerap ion sebagian besar berada di Tiongkok selatan.[112][113][114] Itrium juga ditemukan di samarskit dan fergusonit (yang juga merupakan singkatan dari nama golongannya).[115]

Salah satu metode untuk mendapatkan itrium murni dari bijih oksida campuran adalah dengan melarutkan oksida dalam asam sulfat dan memfraksionasinya dengan kromatografi pertukaran ion. Dengan penambahan asam oksalat, itrium oksalat akan mengendap. Oksalat tersebut diubah menjadi oksida dengan pemanasan di bawah oksigen. Dengan mereaksikan itrium oksida yang dihasilkan dengan hidrogen fluorida, makan akan diperoleh itrium fluorida.[116] Ketika garam amonium kuaterner digunakan sebagai ekstraktan, sebagian besar itrium akan tetap berada dalam fase berair. Ketika ion lawan adalah nitrat, lantanida ringan dihilangkan, dan ketika ion lawan adalah tiosianat, lantanida berat dihilangkan. Dengan cara ini, garam itrium dengan kemurnian 99,999% akan diperoleh. Dalam situasi biasa, di mana itrium berada dalam campuran yang beratnya dua pertiga lantanida, itrium harus dihilangkan sesegera mungkin untuk memudahkan pemisahan unsur-unsur yang tersisa.

Produksi itrium oksida dunia tahunan telah mencapai pada tahun 2001; pada tahun 2014 meningkat menjadi .[117][118] Cadangan itrium oksida global diperkirakan pada tahun 2014 lebih dari . Negara-negara terkemuka untuk cadangan ini ialah Amerika Serikat, Australia, Brasil, India, dan Tiongkok.[119] Hanya beberapa ton logam itrium yang diproduksi setiap tahun dengan mereduksi itrium fluorida menjadi spons logam dengan paduan kalsium magnesium. Suhu tanur busur yang lebih besar dari 1.600 °C cukup untuk melelehkan itrium.[120][121]

Aplikasi

Konsumen

Komponen merah pada tabung sinar katoda televisi berwarna biasanya dipancarkan dari kisi inang itria () atau itrium oksida sulfida () yang didoping dengan fosfor kation europium (III) (Eu3+).[122][123] Warna merah itu sendiri dipancarkan dari europium, sedangkan itrium mengumpulkan energi dari penembak elektron dan meneruskannya ke fosfor.[124] Senyawa itrium dapat berfungsi sebagai kisi inang untuk doping dengan kation lantanida yang berbeda. Tb3+ dapat digunakan sebagai agen doping untuk menghasilkan luminesensi hijau. Dengan demikian senyawa itrium seperti garnet aluminium itrium (YAG) berguna untuk fosfor dan merupakan komponen penting dari LED putih.

Itria digunakan sebagai aditif penyinteran dalam produksi silikon nitrida berpori.[125]

Senyawa itrium digunakan sebagai katalis untuk polimerisasi etilena.[126] Sebagai logam, itrium digunakan pada elektrode beberapa busi berperforma tinggi.[127] Itrium digunakan dalam mantel gas untuk lentera propana sebagai pengganti torium, yang bersifat radioaktif.[128]

Yang sedang dikembangkan saat ini adalah zirkonia yang distabilkan dengan itrium sebagai elektrolit padat dan sebagai sensor oksigen dalam sistem pembuangan mobil.[129]

Garnet

Itrium digunakan dalam produksi berbagai macam garnet sintetis,[130] dan itria digunakan untuk membuat garnet besi itrium ( atau YIG), yang merupakan filter gelombang mikro yang sangat efektif[131] yang baru-baru ini terbukti memiliki interaksi magnetik yang lebih kompleks dan rentang yang lebih panjang daripada yang dipahami selama empat dekade sebelumnya.[132] Garnet itrium, besi, aluminium, dan gadolinium (misalnya dan ) memiliki sifat magnetik yang penting.[133] YIG juga sangat efisien sebagai pemancar dan transduser energi akustik.[134] Garnet aluminium itrium ( atau YAG) memiliki kekerasan 8,5 dan juga digunakan sebagai batu permata dalam perhiasan (berlian tiruan).[135] Kristal garnet aluminium itrium yang didoping serium (YAG:Ce) digunakan sebagai fosfor untuk membuat LED putih.[136][137][138]

YAG, itria, itrium litium fluorida (), dan itrium ortovanadat () digunakan dalam kombinasi dengan dopan seperti neodimium, erbium, iterbium pada laser inframerah-dekat.[139][140] Laser YAG dapat beroperasi dengan daya tinggi dan digunakan untuk mengebor dan memotong logam.[141] Kristal tunggal YAG yang didoping biasanya diproduksi melalui proses Czochralski.[142]

Peningkat bahan

Sejumlah kecil itrium (0,1 hingga 0,2%) telah digunakan untuk mengurangi ukuran butir kromium, molibdenum, titanium, dan zirkonium.[143] Itrium digunakan untuk meningkatkan kekuatan paduan aluminium dan magnesium.[144] Penambahan itrium pada paduan umumnya meningkatkan kemampuan kerja, menambah ketahanan terhadap rekristalisasi suhu tinggi, dan secara signifikan meningkatkan ketahanan terhadap oksidasi suhu tinggi (lihat pembahasan nodul grafit di bawah).[145]

Itrium dapat digunakan untuk mendeoksidasi vanadium dan logam nonfero lainnya.[146] Itria dapat menstabilkan bentuk kubik zirkonia dalam perhiasan.[147]

Itrium telah dipelajari sebagai nodulator pada besi tuang ulet, membentuk grafit menjadi nodul kompak, dan bukan serpihan untuk meningkatkan keuletan dan ketahanan lelah.[148] Memiliki titik lebur yang tinggi, itrium oksida digunakan di beberapa keramik dan kaca untuk memberikan ketahanan terhadap kejutan dan sifat ekspansi termal yang rendah.[149] Sifat yang sama membuat kaca seperti itu berguna dalam lensa kamera.[150]

Medis

Isotop radioaktif itrium-90 digunakan dalam obat-obatan seperti itrium Y 90-DOTA-tir3-oktreotida dan itrium Y 90 ibritumomab tiuksetan untuk pengobatan berbagai jenis kanker, termasuk kanker limfoma, leukemia, hati, ovarium, kolorektal, pankreas, dan tulang.[151] Ia bekerja dengan mengikuti antibodi monoklonal, yang pada gilirannya mengikat sel kanker dan membunuhnya melalui radiasi β intens dari itrium-90 (lihat terapi antibodi monoklonal).[152]

Sebuah teknik yang disebut radioembolisasi digunakan untuk mengobati karsinoma hepatoseluler dan metastasis hati. Radioembolisasi adalah terapi kanker rendah toksisitas yang menargetkan hati yang menggunakan jutaan manik-manik kecil yang terbuat dari kaca atau resin yang mengandung itrium-90. Mikrosfer radioaktif dikirim langsung ke pembuluh darah yang memberi makan tumor/segmen atau lobus hati tertentu. Ia bersifat invasif minimal dan pasien biasanya dapat dipulangkan setelah beberapa jam. Prosedur ini mungkin tidak menghilangkan semua tumor di seluruh hati, tetapi bekerja pada satu segmen atau satu lobus pada satu waktu dan mungkin memerlukan beberapa prosedur.[153] Lihat juga radioembolisasi pada kasus sirosis gabungan dan karsinoma hepatoseluler.

Jarum yang terbuat dari itrium-90, yang dapat memotong lebih akurat daripada pisau bedah, telah digunakan untuk memutus saraf transmisi rasa sakit di sumsum tulang belakang,[154] dan itrium-90 juga digunakan untuk melakukan sinovektomi radionuklida dalam pengobatan sendi yang meradang, terutama lutut, pada penderita kondisi seperti rheumatoid arthritis.[155]

Laser garnet aluminium itrium yang didoping neodimium telah digunakan dalam percobaan prostatektomi radikal berbantuan robot pada gigi taring dalam upaya untuk mengurangi kerusakan saraf dan jaringan kolateral,[156] dan laser yang didoping erbium mulai digunakan untuk pelapisan kulit kosmetik.[157]

Superkonduktor

Itrium adalah bahan utama dalam superkonduktor itrium barium tembaga oksida (YBa2Cu3O7, alias 'YBCO' atau '1-2-3') yang dikembangkan di Universitas Alabama dan Universitas Houston pada tahun 1987.[158] Superkonduktor ini terkenal karena pengoperasian superkonduktivitas suhu di atas titik didih nitrogen cair (77,1 K).[159] Karena nitrogen cair lebih murah daripada helium cair yang diperlukan untuk superkonduktor logam, biaya pengoperasian untuk aplikasinya akan lebih sedikit.

Bahan superkonduktor sebenarnya sering ditulis sebagai YBa2Cu3O7–d, di mana d harus kurang dari 0,7 untuk superkonduktivitas. Alasan untuk ini masih belum jelas, tetapi diketahui bahwa kekosongan hanya terjadi di tempat-tempat tertentu di kristal, bidang oksida tembaga, dan rantai, yang menimbulkan keadaan oksidasi yang aneh dari atom tembaga, yang entah bagaimana mengarah pada perilaku superkonduktor.

Teori superkonduktivitas suhu rendah telah dipahami dengan baik sejak teori BCS tahun 1957. Teori ini didasarkan pada kekhasan interaksi antara dua elektron dalam kisi kristal. Namun, teori BCS tidak menjelaskan superkonduktivitas suhu tinggi, dan mekanisme tepatnya masih menjadi misteri. Yang diketahui adalah bahwa komposisi bahan tembaga-oksida harus dikontrol secara tepat agar superkonduktivitas dapat terjadi.[160]

Superkonduktor ini adalah mineral berwarna hitam dan hijau, multikristal, dan multifase. Para peneliti sedang mempelajari kelas bahan yang dikenal sebagai perovskit yang merupakan kombinasi alternatif dari unsur-unsur ini, berharap dapat mengembangkan superkonduktor suhu-tinggi yang praktis.[161]

Baterai litium

Itrium digunakan dalam jumlah kecil pada katode beberapa baterai litium besi fosfat (LFP), yang kemudian biasa disebut kimia LiFeYPO4, atau LYP. Mirip dengan LFP, baterai LYP menawarkan kepadatan energi yang tinggi, keamanan yang baik, dan masa pakai yang lama. Namun, LYP menawarkan stabilitas katoda yang lebih tinggi, dan memperpanjang masa pakai baterai, dengan melindungi struktur fisik katode, terutama pada suhu yang lebih tinggi dan arus pengisian/pengosongan yang lebih tinggi. Baterai LYP digunakan dalam aplikasi stasioner (sistem surya off-grid), kendaraan listrik (beberapa mobil), serta aplikasi lain (kapal selam, kapal), mirip dengan baterai LFP, tetapi sering kali dengan peningkatan keselamatan dan waktu siklus hidup. Sel LYP pada dasarnya memiliki voltase nominal yang sama dengan LFP; 3,25V, tetapi tegangan pengisian maksimum adalah 4,0V,[162] dan karakteristik pengisian dan pengosongan sangatlah mirip.[163]

Aplikasi lainnya

Pada tahun 2009, Profesor Mas Subramanian dan rekannya di Universitas Negeri Oregon menemukan bahwa itrium dapat digabungkan dengan indium dan mangan untuk membentuk pigmen yang sangat biru, tidak beracun, lengai, dan tahan pudar, yaitu biru YInMn, pigmen biru baru pertama yang ditemukan dalam 200 tahun terakhir.

Pencegahan

Saat ini, itrium tidak memiliki peran biologis yang diketahui, dan dapat sangat beracun bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.[164]

Senyawa itrium yang larut dalam air dianggap agak beracun, sedangkan senyawanya yang tidak larut tidak beracun.[165] Dalam percobaan pada hewan, itrium dan senyawanya menyebabkan kerusakan paru-paru dan hati, meskipun toksisitas bervariasi dengan senyawa itrium yang berbeda. Pada tikus, inhalasi itrium sitrat menyebabkan edema paru dan dispnea, sedangkan inhalasi itrium klorida menyebabkan edema hati, efusi pleura, dan hiperemia paru.[166]

Paparan senyawa itrium pada manusia dapat menyebabkan penyakit paru-paru.[167] Pekerja yang terpapar debu itrium europium vanadat di udara mengalami iritasi ringan pada mata, kulit, dan saluran pernapasan bagian atas—meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh kandungan vanadium dan bukan itrium.[168] Paparan akut terhadap senyawa trium dapat menyebabkan sesak napas, batuk, nyeri dada, dan sianosis.[169] Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) membatasi paparan itrium di tempat kerja hingga selama 8 jam kerja. Batas paparan yang direkomendasikan (recommended exposure limit, REL) Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH) adalah selama 8 jam kerja. Pada kadar , itrium langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan.[170] Debu itrium sangat mudah terbakar.[171]

Lihat pula

Catatan

Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. Nomenclature of Inorganic Chemistry: IUPAC Recommendations 2005. RSC Publishing. 2005. hlm. 51. ISBN 978-0-85404-438-2.
  2. Simon A. Cotton. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.
  3. Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. Hammond, C. R. The Elements. Fermi National Accelerator Laboratory. 1985. hlm. 4–33. ISBN 978-0-04-910081-7.
  6. Keelektronegatifan skandium dan itrium berada di antara europium dan gadolinium.
  7. Daane 1968, hlm. 817
  8. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  9. Daane 1968, hlm. 817
  10. Nomenclature of Inorganic Chemistry: IUPAC Recommendations 2005. RSC Publishing. 2005. hlm. 51. ISBN 978-0-85404-438-2.
  11. Emsley 2001, hlm. 498
  12. Daane 1968, hlm. 810.
  13. Daane 1968, hlm. 815.
  14. Daane 1968, hlm. 817
  15. Simon A. Cotton. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.
  16. Daane 1968, hlm. 817
  17. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  18. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  19. Daane 1968, hlm. 817
  20. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  21. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  22. Daane 1968, hlm. 817
  23. Daane 1968, hlm. 817
  24. Emsley 2001, hlm. 498
  25. Daane 1968, hlm. 817
  26. Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)
  27. Daane 1968, hlm. 817
  28. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  29. Herbert Schumann. Scandium, Yttrium & The Lanthanides: Organometallic Chemistry. 2006. doi:10.1002/0470862106.ia212. ISBN 978-0-470-86078-6.
  30. Mikheev Nikolai B. The anomalous stabilisation of the oxidation state 2+ of lanthanides and actinides. Russian Chemical Reviews. 1992. Vol. 61 (10). hlm. 990–998. doi:10.1070/RC1992v061n10ABEH001011.
  31. Weekyung Kang. Formation of Yttrium Oxide Clusters Using Pulsed Laser Vaporization. Bull. Korean Chem. Soc. 2005. Vol. 26 (2). hlm. 345–348. doi:10.5012/bkcs.2005.26.2.345.
  32. Herbert Schumann. Scandium, Yttrium & The Lanthanides: Organometallic Chemistry. 2006. doi:10.1002/0470862106.ia212. ISBN 978-0-470-86078-6.
  33. Francis M. Jr. Turner. The Condensed Chemical Dictionary. Chemical Catalog Company. 1920. hlm. 492.
  34. James F. Spencer. The Metals of the Rare Earths. Longmans, Green, and Co. 1919. hlm. 135.
  35. Herbert Schumann. Scandium, Yttrium & The Lanthanides: Organometallic Chemistry. 2006. doi:10.1002/0470862106.ia212. ISBN 978-0-470-86078-6.
  36. Simon A. Cotton. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.
  37. Simon A. Cotton. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.
  38. Daane 1968, hlm. 817
  39. Andreas Pack. Geo- and cosmochemistry of the twin elements yttrium and holmium. Geochimica et Cosmochimica Acta. 2007. Vol. 71 (18). hlm. 4592–4608. doi:10.1016/j.gca.2007.07.010.
  40. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  41. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  42. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  43. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  44. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  45. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  46. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  47. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  48. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  49. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  50. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  51. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  52. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  53. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  54. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  55. Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center, Brookhaven National Laboratory. 2008.
  56. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  57. Van der Krogt 2005
  58. Emsley 2001, hlm. 496
  59. Van der Krogt 2005
  60. Gadolin 1794
  61. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  62. James L. Marshall Marshall. Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Beginnings. The Hexagon. 2015. hlm. 41–45.
  63. James L. Marshall Marshall. Rediscovery of the elements: The Rare Earths–The Confusing Years. The Hexagon. 2015. hlm. 72–77.
  64. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. Journal of Chemical Education. 1956.
  65. Yttrium. The Royal Society of Chemistry. 2020.
  66. Friedrich Wöhler. Ueber das Beryllium und Yttrium. Annalen der Physik. 1828. Vol. 89 (8). hlm. 577–582. doi:10.1002/andp.18280890805.
  67. Heiserman, David L. (1992). "Element 39: Yttrium". Exploring Chemical Elements and their Compounds. New York: TAB Books. hlm. 150–152. .
  68. David L. Heiserman. Exploring Chemical Elements and their Compounds. TAB Books. 1992. hlm. 41. ISBN 978-0-8306-3018-9.
  69. Mosander, Carl Gustaf. Ueber die das Cerium begleitenden neuen Metalle Lathanium und Didymium, so wie über die mit der Yttererde vorkommen-den neuen Metalle Erbium und Terbium. Annalen der Physik und Chemie. 1843. Vol. 60 (2). hlm. 297–315. doi:10.1002/andp.18431361008.
  70. Ytterbium. Encyclopædia Britannica, Inc. 2005.
  71. Stwertka 1998, hlm. 115.
  72. Van der Krogt 2005
  73. Van der Krogt 2005
  74. Tyler B. Coplen. History of the Recommended Atomic-Weight Values from 1882 to 1997: A Comparison of Differences from Current Values to the Estimated Uncertainties of Earlier Values (Technical Report). Pure Appl. Chem. 1998. Vol. 70 (1). hlm. 237–257. doi:10.1351/pac199870010237.
  75. Peter Dinér. Yttrium from Ytterby. Nature Chemistry. Februari 2016. Vol. 8 (2). hlm. 192. doi:10.1038/nchem.2442.
  76. Wu, M. K. Superconductivity at 93 K in a New Mixed-Phase Y-Ba-Cu-O Compound System at Ambient Pressure. Physical Review Letters. 1987. Vol. 58 (9). hlm. 908–910. doi:10.1103/PhysRevLett.58.908.
  77. Wu, M. K. Superconductivity at 93 K in a New Mixed-Phase Y-Ba-Cu-O Compound System at Ambient Pressure. Physical Review Letters. 1987. Vol. 58 (9). hlm. 908–910. doi:10.1103/PhysRevLett.58.908.
  78. Hammond, C. R. The Elements. Fermi National Accelerator Laboratory. 1985. hlm. 4–33. ISBN 978-0-04-910081-7.
  79. yttrium. Lenntech.
  80. Simon A. Cotton. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.
  81. Emsley 2001, hlm. 497
  82. Emsley 2001, hlm. 497
  83. Stwertka 1998, hlm. 115.
  84. N. S. MacDonald. The Skeletal Deposition of Yttrium. Journal of Biological Chemistry. 1952. Vol. 195 (2). hlm. 837–841. doi:10.1016/S0021-9258(18)55794-X.
  85. Emsley 2001, hlm. 495
  86. Emsley 2001, hlm. 495
  87. Emsley 2001, hlm. 495
  88. Treasure island: Rare metals discovery on remote Pacific atoll is worth billions of dollars. Fox News. 19 April 2018.
  89. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  90. Yasuo Kanazawa. Rare earth minerals and resources in the world. Journal of Alloys and Compounds. 2006. Vol. 408–412. hlm. 1339–1343. doi:10.1016/j.jallcom.2005.04.033.
  91. A. V. Naumov. Review of the World Market of Rare-Earth Metals. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.
  92. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  93. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  94. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  95. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  96. A. V. Naumov. Review of the World Market of Rare-Earth Metals. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.
  97. Mindat.org - Mines, Minerals and More. www.mindat.org.
  98. Ernst A.J. Burke. The use of suffixes in mineral names. Elements. 2008. Vol. 4 (2). hlm. 96.
  99. International Mineralogical Association - Commission on New Minerals, Nomenclature and Classification.
  100. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  101. Stwertka 1998, hlm. 116
  102. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  103. A. V. Naumov. Review of the World Market of Rare-Earth Metals. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.
  104. Monazite-(Ce): Mineral information, data and localities. www.mindat.org.
  105. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  106. Ernst A.J. Burke. The use of suffixes in mineral names. Elements. 2008. Vol. 4 (2). hlm. 96.
  107. International Mineralogical Association - Commission on New Minerals, Nomenclature and Classification.
  108. Xenotime-(Y): Mineral information, data and localities. www.mindat.org.
  109. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  110. A. V. Naumov. Review of the World Market of Rare-Earth Metals. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.
  111. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  112. Giulio Morteani. The rare earths; their minerals, production and technical use. European Journal of Mineralogy. 1991. Vol. 3 (4). hlm. 641–650. doi:10.1127/ejm/3/4/0641.
  113. A. V. Naumov. Review of the World Market of Rare-Earth Metals. Russian Journal of Non-Ferrous Metals. 2008. Vol. 49 (1). hlm. 14–22. doi:10.1007/s11981-008-1004-6.
  114. Zuoping Zheng. The behaviour of rare-earth elements (REE) during weathering of granites in southern Guangxi, China. Chinese Journal of Geochemistry. 1996. Vol. 15 (4). hlm. 344–352. doi:10.1007/BF02867008.
  115. Emsley 2001, hlm. 497
  116. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1056–1057. ISBN 978-3-11-007511-3.
  117. Emsley 2001, hlm. 497
  118. Mineral Commodity Summaries. minerals.usgs.gov.
  119. Mineral Commodity Summaries. minerals.usgs.gov.
  120. Emsley 2001, hlm. 497
  121. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 1056–1057. ISBN 978-3-11-007511-3.
  122. Simon A. Cotton. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.
  123. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  124. Daane 1968, hlm. 818
  125. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  126. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  127. Larry Carley. Spark Plugs: What's Next After Platinum?. Counterman. Desember 2000.
  128. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  129. Simon A. Cotton. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.
  130. H. W. Jaffe. The role of yttrium and other minor elements in the garnet group. American Mineralogist. 1951. hlm. 133–155.
  131. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  132. Andrew J. Princep. The full magnon spectrum of yttrium iron garnet. Quantum Materials. 14 November 2017. Vol. 2. hlm. 63. doi:10.1038/s41535-017-0067-y.
  133. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  134. S. Hosseini Vajargah. Preparation and characterization of yttrium iron garnet (YIG) nanocrystalline powders by auto-combustion of nitrate-citrate gel. Journal of Alloys and Compounds. 2007. Vol. 430 (1–2). hlm. 339–343. doi:10.1016/j.jallcom.2006.05.023.
  135. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  136. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  137. GIA Gem Reference Guide. Gemological Institute of America. 1995. ISBN 978-0-87311-019-8.
  138. Z. J. Kiss. Crystalline solid lasers. Proceedings of the IEEE. 1966. Vol. 54 (10). hlm. 1474–86. doi:10.1109/PROC.1966.5112.
  139. J. Kong. 9.2-W diode-pumped Yb:Y 2 O 3 ceramic laser. Applied Physics Letters. 2005. Vol. 86 (16). hlm. 116. doi:10.1063/1.1914958.
  140. M. Tokurakawa. Diode-pumped 188 fs mode-locked Yb 3+ :Y 2 O 3 ceramic laser. Applied Physics Letters. 2007. Vol. 90 (7). hlm. 071101. doi:10.1063/1.2476385.
  141. Stwertka 1998, hlm. 116
  142. Golubović, Aleksandar V. The growth of Nd: YAG single crystals. Journal of the Serbian Chemical Society. 2002. Vol. 67 (4). hlm. 91–300. doi:10.2298/JSC0204291G.
  143. Periodic Table of Elements: LANL. Los Alamos National Security.
  144. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  145. Daane 1968, hlm. 818
  146. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  147. Jessica Berg. Cubic Zirconia. Emporia State University.
  148. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  149. CRC Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2007–2008. Vol. 4. hlm. 41. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  150. Emsley 2001, hlm. 497
  151. Emsley 2001, hlm. 495
  152. Adams, Gregory P. A Single Treatment of Yttrium-90-labeled CHX-A–C6.5 Diabody Inhibits the Growth of Established Human Tumor Xenografts in Immunodeficient Mice. Cancer Research. 2004. Vol. 64 (17). hlm. 6200–6206. doi:10.1158/0008-5472.CAN-03-2382.
  153. R Salem. Chemoembolization and Radioembolization for Hepatocellular Carcinoma. Clinical Gastroenterology and Hepatology. 2013. Vol. 11 (6). hlm. 604–611. doi:10.1016/j.cgh.2012.12.039.
  154. Emsley 2001, hlm. 496
  155. M. Fischer. Radionuclide therapy of inflammatory joint diseases. Nuclear Medicine Communications. 2002. Vol. 23 (9). hlm. 829–831. doi:10.1097/00006231-200209000-00003.
  156. Troy Gianduzzo. Laser robotically assisted nerve-sparing radical prostatectomy: a pilot study of technical feasibility in the canine model. BJU International. 2008. Vol. 102 (5). hlm. 598–602. doi:10.1111/j.1464-410X.2008.07708.x.
  157. Simon A. Cotton. Encyclopedia of Inorganic Chemistry. 15 Maret 2006. doi:10.1002/0470862106.ia211. ISBN 978-0-470-86078-6.
  158. Wu, M. K. Superconductivity at 93 K in a New Mixed-Phase Y-Ba-Cu-O Compound System at Ambient Pressure. Physical Review Letters. 1987. Vol. 58 (9). hlm. 908–910. doi:10.1103/PhysRevLett.58.908.
  159. Wu, M. K. Superconductivity at 93 K in a New Mixed-Phase Y-Ba-Cu-O Compound System at Ambient Pressure. Physical Review Letters. 1987. Vol. 58 (9). hlm. 908–910. doi:10.1103/PhysRevLett.58.908.
  160. Yttrium Barium Copper Oxide – YBCO. Imperial College.
  161. Stwertka 1998, hlm. 116
  162. 40Ah Thunder Sky Winston LiFePO4 Battery WB-LYP40AHA. www.evlithium.com.
  163. Lithium Yttrium Iron Phosphate Battery. 22 Agustus 2013.
  164. Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)
  165. Emsley 2001, hlm. 495
  166. Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)
  167. Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)
  168. Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)
  169. Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)
  170. CDC – NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards – Yttrium. www.cdc.gov.
  171. Occupational Safety and Health Guideline for Yttrium and Compounds. United States Occupational Safety and Health Administration. 11 Januari 2007. (teks domain publik)

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29438387 (2026-07-10T04:40:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.