Aljabar: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29500511; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
== Definisi dan etimologi == | == Definisi dan etimologi == | ||
Aljabar adalah cabang matematika yang mempelajari [[struktur aljabar|struktur-struktur aljabar]] beserta [[operasi aljabar|operasi-operasi]] yang digunakan. Struktur aljabar disini berarti suatu [[Himpunan (matematika)|himpunan]] tak kosong yang terdiri atas [[objek matematika]] seperti [[integer|bilangan bulat]], bersamaan dengan operasi aljabar yang didefinisikan pada himpunan tersebut seperti operasi [[penambahan]] dan [[perkalian]]. Aljabar mempelajari mengenai hukum, karakteristik umum, dan jenis-jenis struktur aljabar. Dalam strukrur aljabar tertentu, aljabar menguji kegunaan [[Variabel (matematika)|variabel]] dalam [[persamaan]] serta cara memanipulasi persamaan-persamaan tersebut. | Aljabar adalah cabang matematika yang mempelajari [[struktur aljabar|struktur-struktur aljabar]] beserta [[operasi aljabar|operasi-operasi]] yang digunakan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Struktur aljabar disini berarti suatu [[Himpunan (matematika)|himpunan]] tak kosong yang terdiri atas [[objek matematika]] seperti [[integer|bilangan bulat]], bersamaan dengan operasi aljabar yang didefinisikan pada himpunan tersebut seperti operasi [[penambahan]] dan [[perkalian]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Aljabar mempelajari mengenai hukum, karakteristik umum, dan jenis-jenis struktur aljabar. Dalam strukrur aljabar tertentu, aljabar menguji kegunaan [[Variabel (matematika)|variabel]] dalam [[persamaan]] serta cara memanipulasi persamaan-persamaan tersebut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Aljabar sering kali dipahami sebagai bentuk umum dari cabang [[aritmetika]], cabang yang mempelajari operasi-operasi penambahan, [[pengurangan]], perkalian, dan [[pembagian]], dalam domain bilangan real khusus seperti bilangan real. [[Aljabar elementer]] mencakup tingkat abstraksi paling awal. Sama seperti aritmetika, aljabar elementer membatasi abstraksinya ke dalam bentuk jenis-jenis bilangan spesifik dan operasi. Aljabar elementer mengeneralisasi operasi-operasi tersebut dengan mengizinkan nilai kuantitas yang tak terdefinit dalam bentuk variabel selain bilangan. Tingkat abstraksi yang lebih tinggi dapat ditemukan di dalam cabang [[aljabar abstrak]], yang tidak dibatasi ke domain khusus dan malahan menguji struktur aljabar seperti [[Grup (matematika)|grup]] dan [[Gelanggang (matematika)|gelanggang]]. Konsep dalam aljabar abstrak memperluas ke luar operasi-operasi aritmetika yang biasanya dengan meliputi jenis operasi lainnya. Di atas cabang itu, terdapat aljabar universal yang merupakan tingkat abstraksi yang lebih tinggi, sebab konsepnya tidak mempelajari struktur aljabar spesifik, melainkan mempelajari karateristik dari struktur aljabar yang umum. | Aljabar sering kali dipahami sebagai bentuk umum dari cabang [[aritmetika]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> cabang yang mempelajari operasi-operasi penambahan, [[pengurangan]], perkalian, dan [[pembagian]], dalam domain bilangan real khusus seperti bilangan real.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Aljabar elementer]] mencakup tingkat abstraksi paling awal. Sama seperti aritmetika, aljabar elementer membatasi abstraksinya ke dalam bentuk jenis-jenis bilangan spesifik dan operasi. Aljabar elementer mengeneralisasi operasi-operasi tersebut dengan mengizinkan nilai kuantitas yang tak terdefinit dalam bentuk variabel selain bilangan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Tingkat abstraksi yang lebih tinggi dapat ditemukan di dalam cabang [[aljabar abstrak]], yang tidak dibatasi ke domain khusus dan malahan menguji struktur aljabar seperti [[Grup (matematika)|grup]] dan [[Gelanggang (matematika)|gelanggang]]. Konsep dalam aljabar abstrak memperluas ke luar operasi-operasi aritmetika yang biasanya dengan meliputi jenis operasi lainnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Di atas cabang itu, terdapat aljabar universal yang merupakan tingkat abstraksi yang lebih tinggi, sebab konsepnya tidak mempelajari struktur aljabar spesifik, melainkan mempelajari karateristik dari struktur aljabar yang umum.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Istilah "aljabar" terkadang digunakan dalam pengertian yang lebih sempit, yang hanya mengacu pada aljabar elementer atau hanya aljabar abstrak.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ketika istilah itu digunakan sebagai [[kata benda terhitung|kata benda yang dapat dihitung]], aljabar disini diartikan sebagai [[Aljabar atas lapangan|suatu jenis struktur aljabar spesifik]] yang melibatkan [[ruang vektor]] dilengkapi dengan [[Pemetaan bilinear|jenis operasi biner tertentu]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Selain itu, istilah "aljabar" dapat mengacu pada struktur aljabar lainnya tergantung konteks, seperti [[aljabar Lie]] atau [[aljabar asosiatif]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Kata ''aljabar'' berasal dari istilah [[bahasa Arab]] (), yang berarti [[Bonesetting|perlakuan operasi pada terapi tulang]]. Pada abad ke-9, istilah tersebut diambil sebagai pengertian matematis ketika matematikawan Persia [[Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi]] menggunakannya untuk menjelaskan suatu metode menyelesaikan persamaan dan juga sebagai judul di dalam risalahnya mengenai aljabar yang berjudul , yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebagai ''''. Kata tersebut kemudian masuk ke dalam [[bahasa Inggris]] pada abad ke-16 dari [[bahasa Italia]], [[Spanish language|Spanyol]], dan [[Bahasa Latin|Latin]] di abad pertengahan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pengertian kata aljabar pada awalnya dibatasi hingga ke [[teori persamaan]], dalam artian suatu seni dalam memanipulasi [[persamaan polinomial]] dalam rangka untuk memecahkannya. Pengertian kata aljabar kemudian berubah pada abad ke-19 ketika cakupan konsep aljabar meluas yang meliputi kajian berbaga jenis operasi aljabar dan struktur aljabar bersamaan dengan [[aksioma]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Kata ''aljabar'' berasal dari istilah [[bahasa Arab]] (), yang berarti [[Bonesetting|perlakuan operasi pada terapi tulang]]. Pada abad ke-9, istilah tersebut diambil sebagai pengertian matematis ketika matematikawan Persia [[Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi]] menggunakannya untuk menjelaskan suatu metode menyelesaikan persamaan dan juga sebagai judul di dalam risalahnya mengenai aljabar yang berjudul , yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebagai ''''. Kata tersebut kemudian masuk ke dalam [[bahasa Inggris]] pada abad ke-16 dari [[bahasa Italia]], [[Spanish language|Spanyol]], dan [[Bahasa Latin|Latin]] di abad pertengahan. Pengertian kata aljabar pada awalnya dibatasi hingga ke [[teori persamaan]], dalam artian suatu seni dalam memanipulasi [[persamaan polinomial]] dalam rangka untuk memecahkannya. Pengertian kata aljabar kemudian berubah pada abad ke-19 ketika cakupan konsep aljabar meluas yang meliputi kajian berbaga jenis operasi aljabar dan struktur aljabar bersamaan dengan [[aksioma]]. | |||
== Aljabar elementer == | == Aljabar elementer == | ||
Aljabar elementer adalah bentuk aljabar tertua sekaligus paling mendasar.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Aljabar elementer adalah bentuk umum dari [[aritmetika]] yang mengandalkan variabel dan mengkaji cara [[Pernyataan (logika)|pernyataan]] matematis dapat diubah.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Aritmetika disini adalah kajian operasi perhitungan dan mengkaji bagaimana suatu bilangan digabungkan dan diubah menjadi operasi aritmetika seperti [[penambahan]], [[pengurangan]], [[perkalian]], [[pembagian]], [[eksponensiasi]], [[Akar ke-n|pengakaran]], dan [[logaritma]]. Sebagai contoh, operasi penambahan menggabungkan dua bilangan (yang disebut penambah) menjadi bilangan ketiga (yang disebut jumlah), seperti | |||
Aljabar elementer mengandalkan operasi yang sama, meskipun variabel juga dihadirkan selain bilangan biasa. Variabel [[Simbol|melambangkan]] kuantitas yang tidak diketahui, yang dapat digunakan sebagai lambang untuk menyatakan kepada seseorang tidak mengetahui nilai pasti serta mengekpresikan hukum umum yang pernyataannya benar, apapun bilangan yang digunakan. Sebagai contoh, [[persamaan]] <math>2 \times 3 = 3 \times 2</math> milik cabang aritmetika karena mengekpresikan sebuah kesamaan hanya untuk bilangan-bilangan spesifik. Bilangan pada persamaan tersebut dapat diganti dengan variabel, yang memungkinkan untuk mengekpresikan hukum umum yang menerapkan ke sebarang kombinasi bilangan, seperti [[Sifat komutatif|sifat perkalian komutatif]], yang dinyatakan dalam persamaan | |||
[[Ekspresi aljabar]] dibentuk dengan menggunakan operasi aritmetika untuk menggabungkan variabel dan bilangan. Berdasarkan konvensi <math>x</math>, <math>y</math>, dan <math>z</math> melambangkan variabel. Pada beberapa kasus, subskripsi juga ditambahkan untuk membedakan variabel seperti <math>x_1</math>, <math>x_2</math>, dan Huruf kecil seperti <math>a</math>, <math>b</math>, dan <math>c</math> biasanya digunakan sebagai [[Konstanta (matematika)|konstanta]] dan [[koefisien]]. Ekspresi <math>5x + 3</math> adalah contoh ekspresi aljabar yang diciptakan dengan mengalikan bilangan 5 dengan variabel <math>x</math>, yang kemudian ditambahkan 3 sebagai hasil akhirnya. Contoh ekspresi aljabar lainnya adalah <math>32xyz</math> dan | |||
Beberapa ekspresi aljabar mengambil bentuk pernyataan yang mengaitkan dua ekspresi ke suatu ekspresi yang lain. Persamaan adalah suatu pernyataan yang dibentuk dengan membandingkan dua ekspresi, katakanlah ekspresi itu sama. Kesamaan kedua ekspresi itu menggunakan [[equals sign|lambang sama dengan]] (<math>=</math>), seperti [[Pertidaksamaan]] melibatkan jenis perbandingan, katakanlah dua ruas sisi berbeda. Ketidaksamaan tersebut menggunakan lambang [[Lambang kurang dari|kurang dari]] (<math><</math>), [[Lambang lebih dari|lebih dari]] (<math>></math>), dan lambang tidak sama dengan (<math>\neq</math>). Tidak seperti ekspresi lainnya, pernyataan dapat benar atau salah, dan [[nilai kebenaran]]nya biasanya bergantung pada nilai variabel. Sebagai contoh, pernyataan <math>x^2 = 4</math> benar jika <math>x</math> bernilai 2 atau −2, tetapi pernyataan sebaliknya salah.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Persamaan dengan variabel dapat dibagi menjadi persamaan identitas dan persamaan bersyarat. Persamaan identitas adalah benar untuk semua nilai yang dapat ditetapkan dengan variabel, seperti persamaan Sementara itu, persamaan bersyarat adalah benar untuk suatu nilai; sebagai contoh, persamaan <math>x + 4 = 9</math> adalah benar apabila <math>x</math> bernilai 5.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Tujuan utama aljabar elementer adalah menentukan nilai bila suatu pernyataan itu benar. Ini didapatkan dengan mengubah dan memanipulasi pernyataan menurut hukum-hukum tertentu. Prinsip utama yang menuntun proses tersebut adalah operasis apapun yang diterapkan ke sebelah ruas suatu persamaan harus diterapkan juga ke ruas lainnya. Sebagai contoh, jika seseorang mengurangi 5 dari ruas kiri suatu persamaan, maka seseorang juga mengurangi 5 dari ruas kanan supaya kedua ruas menjadi seimbang nilainya. Tujuan dari langkah-langkah ini biasanya [[Penyelesaian persamaan|mengisolasikan suatu variabel pada sebelah ruas persamaan]]. Sebagai contoh, persamaan <math>x - 7 = 4</math> dapat diselesaikan untuk <math>x</math> dengan menambahkan 7 pada kedua ruas, sehingga mengisolasikan <math>x</math> pada ruas kiri dan hasilnya menjadi | |||
Ada banyak teknik lain yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan. Penyederhanaan (''simplification'') digunakan untuk menggantikan ekspresi yang sulit bentuknya menjadi ekspresi yang lebih mudah. Sebagai contoh, ekspresi <math>7x - 3x</math> dapat diganti dengan <math>4x</math> karena <math>7x - 3x = (7-3)x = 4x</math> menurut [[sifat distributif]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Untuk pernyataan dengan beberapa variabel, [[Substitusi (logika)#Aljabar|substitusi]] adalah teknik umum untuk menggantikan suatu variabel dengan suatu ekspresi ekuivalen yang tidak menggunakan variabel tersebut. Sebagai contoh, jika <math>y = 3x</math> maka ekspresi <math>7xy</math> dapat disubstitusikan sehingga hasilnya menjadi Dengan cara yang sama, jika seseorang tahu nilai suatu variabel, maka seseorang dapat menggunakan variabel itu untuk menentukan nilai dari variabel yang lain.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Persamaan aljabar]] dapat dipandang [[Geometri|secara geometris]] untuk membentuk gambaran spasial dalam bentuk [[Grafik fungsi|grafik]]. Caranya adalah variabel yang berbeda di dalam persamaan dapat dipandang sebagai [[Sistem koordinat Cartesius|koordinat]] dan nilai yang menyelesaikan persamaan dipandang sebagai titik suatu grafik. Sebagai contoh, jika <math>x</math> ditetapkan bernilai nol dalam persamaan <math>y=0.5x - 1</math>, maka <math>y</math> pasti bernilai −1 supaya persamaan itu menjadi benar. Ini berarti bahwa pasangan <math>(x, y)</math> bernilai <math>(0, -1)</math> menjadi bagian dari grafik persamaan. Sebaliknya, pasangan <math>(x, y)</math> bernilai tidak menyelesaikan persamaan dan bukan bagian dari grafik. Grafik meliputi totalitas dari pasangan <math>(x, y)</math> yang menyelesaikan suatu persamaan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Persamaan aljabar]] dapat dipandang [[Geometri|secara geometris]] untuk membentuk gambaran spasial dalam bentuk [[Grafik fungsi|grafik]]. Caranya adalah variabel yang berbeda di dalam persamaan dapat dipandang sebagai [[Sistem koordinat Cartesius|koordinat]] dan nilai yang menyelesaikan persamaan dipandang sebagai titik suatu grafik. Sebagai contoh, jika <math>x</math> ditetapkan bernilai nol dalam persamaan <math>y=0.5x - 1</math>, maka <math>y</math> pasti bernilai −1 supaya persamaan itu menjadi benar. Ini berarti bahwa pasangan <math>(x, y)</math> bernilai <math>(0, -1)</math> menjadi bagian dari grafik persamaan. Sebaliknya, pasangan <math>(x, y)</math> bernilai tidak menyelesaikan persamaan dan bukan bagian dari grafik. Grafik meliputi totalitas dari pasangan <math>(x, y)</math> yang menyelesaikan suatu persamaan. | |||
=== Polinomial === | === Polinomial === | ||
Polinomial adalah suatu ekspresi yang terdiri dari satu suku atau lebih yang ditambahkan atau dikurangi dari suku yang lain, contohnya seperti Tiap-tiap suku dapat berupa konstanta, variabel, atau hasil kali dari konstanta dan variabel. Tiap-tiap variabel dapat dinaikkan ke dalam perpangkatan bilangan bulat positif. Monomial adalah polinomial dengan satu suku, sedangkan polinomial dengan dua dan tiga suku disebut binomial dan trinomial. [[Derajat polinomial]] adalah nilai maksimum (di antara sukunya) dari penjumlahan perpangakatan variabel (contoh yang di atas adalah polinomial berderajat 4).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Polinomial berderajat satu (atau dengan polinomial dengan derajat satu) disebut ''polinomial linear''. Aljabar linear mengkaji sistem polinomial linear.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Suatu polinomial dikatakan ''univariat'' atau ''multivariat'', tergantung apakah polinomial itu menggunakan satu variabel atau lebih.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Faktorisasi]] adalah metode menyederhanakan polinomial, sehingga terlihat mudah untuk menganalisisnya dan menentukan nilai dengan cara [[Akar fungsi|mengevaluasi polinomial bernilai nol]]. Faktorisasi berarti menulis ulang suatu polinomial sebagai hasi kali dari beberapa faktor. Sebagai contoh, polinomial <math>x^2 - 3x - 10</math> dapat difaktorkan sebagai Polinomial secara keseluruhan berniai nol [[jika dan hanya jika]] salah satu dari faktornya bernilai nol, yaitu <math>x</math> bernilai −2 atau 5.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebelum abad ke-19, studi aljabar lebih berfokus pada [[persamaan polinomial]], yaitu persamaan yang diperoleh dengan menyamakan suatu polinomial menjadi nol. Cobaan pertama menyelesaikan persamaasn polinomial adalah dengan mengekpresikan solusi dalam bentuk [[Akar ke-n|akar]]. Solusi persamaan dengan derajat dua dalam bentuk <math>ax^2 + bx + c = 0</math> dinyatakan dalam bentuk [[rumus kuadrat]]<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><math display="block">x = \frac{-b \pm \sqrt {b^2-4ac\ }}{2a}.</math>Solusi untuk polinomial dengan derajat 3 dan 4 dinyatakan dalam bentuk [[rumus kubik]] dan [[rumus kuartik]]. Akan tetapi, tidak ada solusi umum yang derajatnya yang lebih tinggi, sebagaimana dibuktikan menurut [[teorema Abel–Ruffini]] pada abad ke-19.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Bahkan ketika solusi umum tidak ada, solusi pendekatan dapat ditemukan dengan menggunakan alat-alat numerik seperti [[metode Newton–Raphson]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Teorema dasar aljabar]] menyatakan bahwa setiap persamaan polinomial univariat berderajat positif dengan koefisien [[Bilangan real|real]] ataupun [[Bilangan kompleks|kompleks]] stidaknya memiliki satu buah solusi kompleks. Akibatnya, setiap polinomial berderajat positif dapat [[Faktorisasi polinomial|difaktorkan]] menjadi polinomial linear. Teorema ini dibuktikan pada awal abad ke-19, tetapi hal itu tidak menutupi permasalahan karena teorema tersebut tidak menyediakan cara menghitung solusi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Teorema dasar aljabar]] menyatakan bahwa setiap persamaan polinomial univariat berderajat positif dengan koefisien [[Bilangan real|real]] ataupun [[Bilangan kompleks|kompleks]] stidaknya memiliki satu buah solusi kompleks. Akibatnya, setiap polinomial berderajat positif dapat [[Faktorisasi polinomial|difaktorkan]] menjadi polinomial linear. Teorema ini dibuktikan pada awal abad ke-19, tetapi hal itu tidak menutupi permasalahan karena teorema tersebut tidak menyediakan cara menghitung solusi. | |||
== Aljabar linear == | == Aljabar linear == | ||
Aljabar linear mempelajari kajian [[sistem persamaan linear]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Suatu [[Persamaan linear|persamaan adalah linear]] jika persamaan itu dapat dituliskan sebagai <math>a_1x_1 + a_2x_2 + ... + a_nx_n = b</math>, dengan <math>a_1</math>, <math>a_2</math>, ..., <math>a_n</math> adalah <math>b</math> adalah konstanta. Contohnya seperti <math>x_1 - 7x_2 + 3x_3 = 0</math> dan <math display="inline">\frac14x - y = 4</math>. Suatu ''sistem persamaan linear'' berarti kumpulan persamaan linear yang memiliki solusi yang sama.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Matriks (matematika)|Matriks]] adalah susunan nilai dalam bentuk [[persegi panjang]]. Matriks pada awalnya diperkenalkan dengan tujuan sebagai notasi yang kompak dan sintetik untuk sistem persamaan linear.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai contoh, sistem persamaan<math display="block"> \begin{align} | |||
[[Matriks (matematika)|Matriks]] adalah susunan nilai dalam bentuk [[persegi panjang]]. Matriks pada awalnya diperkenalkan dengan tujuan sebagai notasi yang kompak dan sintetik untuk sistem persamaan linear. Sebagai contoh, sistem persamaan<math display="block"> \begin{align} | |||
9x_1 + 3x_2 - 13x_3 &= 0 \\ | 9x_1 + 3x_2 - 13x_3 &= 0 \\ | ||
2.3x_1 + 7x_3 &= 9 \\ | 2.3x_1 + 7x_3 &= 9 \\ | ||
-5x_1 - 17x_2 &= -3 | -5x_1 - 17x_2 &= -3 | ||
\end{align} | \end{align} | ||
</math>dapat ditulis sebagai<math display="block">AX=B,</math>dengan <math>A,X</math> dan <math>B</math> adalah matriks yang dinyatakan sebagai<math display="block">A=\begin{bmatrix}9 & 3 & -13 \\ 2.3 & 0 & 7 \\ -5 & -17 & 0 \end{bmatrix}, \quad X= \begin{bmatrix}x_1 \\ x_2 \\ x_3 \end{bmatrix},\quad B = \begin{bmatrix}0 \\ 9 \\ -3 \end{bmatrix}.</math>Matriks dapat [[Penambahan matriks|ditambahkan]], [[Perkalian matriks|dikalikan]], dan terkadang [[Invers matriks|diinvers]] di bawah kondisi jumlah baris dan kolom. Semua metode untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dapat dinyatakan sebagai manipulasi matriks melalui operasi-operasi tersebut. Sebagai contoh, ketika menghitung matriks invers <math>A^{-1}</math>, maka terdapat sifat bahwa <math>A^{-1}A = I,</math> disini <math>I</math> adalah [[matriks identitas]]. Ketika mengalikan kedua ruas pada persamaan di atas di sebelah kiri anggota oleh <math>A^{-1},</math> maka sifat invers itu berlaku dan sistem persamaan linear menjadi<math display="block">X=A^{-1}B.</math> | </math>dapat ditulis sebagai<math display="block">AX=B,</math>dengan <math>A,X</math> dan <math>B</math> adalah matriks yang dinyatakan sebagai<math display="block">A=\begin{bmatrix}9 & 3 & -13 \\ 2.3 & 0 & 7 \\ -5 & -17 & 0 \end{bmatrix}, \quad X= \begin{bmatrix}x_1 \\ x_2 \\ x_3 \end{bmatrix},\quad B = \begin{bmatrix}0 \\ 9 \\ -3 \end{bmatrix}.</math>Matriks dapat [[Penambahan matriks|ditambahkan]], [[Perkalian matriks|dikalikan]], dan terkadang [[Invers matriks|diinvers]] di bawah kondisi jumlah baris dan kolom. Semua metode untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dapat dinyatakan sebagai manipulasi matriks melalui operasi-operasi tersebut. Sebagai contoh, ketika menghitung matriks invers <math>A^{-1}</math>, maka terdapat sifat bahwa <math>A^{-1}A = I,</math> disini <math>I</math> adalah [[matriks identitas]]. Ketika mengalikan kedua ruas pada persamaan di atas di sebelah kiri anggota oleh <math>A^{-1},</math> maka sifat invers itu berlaku dan sistem persamaan linear menjadi<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><math display="block">X=A^{-1}B.</math> | ||
Metode menyelesaikan sistem persamaan linear yang berkisar dari teknik pengenalan seperti substitusi dan eliminasi, hingga teknik yang lebih sulit menggunakan matriks seperti [[aturan Cramer]], [[eliminasi Gauss]], [[dekomposisi LU]]. Suatu sistem persamaan adalah [[Persamaan konsisten dan inkonsisten|inkonsisten]], yang berarti tidak adalah solusi karena persamaan saling kontradiksi dengan yang lain. Sistem persamaan linear adalah konsisten jika mereka memiliki satu solusi tunggal atau tak berhingga banyaknya solusi. | Metode menyelesaikan sistem persamaan linear yang berkisar dari teknik pengenalan seperti substitusi<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan eliminasi,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> hingga teknik yang lebih sulit menggunakan matriks seperti [[aturan Cramer]], [[eliminasi Gauss]], [[dekomposisi LU]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Suatu sistem persamaan adalah [[Persamaan konsisten dan inkonsisten|inkonsisten]], yang berarti tidak adalah solusi karena persamaan saling kontradiksi dengan yang lain.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sistem persamaan linear adalah konsisten jika mereka memiliki satu solusi tunggal atau tak berhingga banyaknya solusi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Kajian [[ruang vektor]] dan [[pemetaan linear]] merupakan konsep bagian aljabar linear yang penting. Ruang vektor adalah struktur aljabar yang dibentuk oleh himpunan dengan operasi penambahan yang membentuk [[grup abelian]] dan [[perkalian skalar]] yang kompatibel dengan operasi penambahan. Pemetaan linear adalah suatu fungsi di antara ruang vektor yang kompatibel dengan operasi penambahan dan perkalian skalar. Pada kasus [[ruang vektor berdimensi hingga]], vektor-vektor dan pemetaan linear dapat dinyatakan dalam bentuk matriks. Dengan demikian, teori-teori mengenai matriks dan ruang vektor berdimensi hingga pada awalnya sama. Penjelasan spesifiknya, ruang vektor menyediakan cara ketiga untuk mengekpresikan serta memanipulasi sistem persamaan linear. Dari sudut pandang tersebut, matriks dapat diartikan sebagai representasi pemetaan linear. Artinya, jika seseorang memilih suatu [[Basis (aljabar linear)|basis]] tertentu untuk menjelaskan vektor-vektor yang sedang ditransformasikan, maka entri-entri di dalam matriks memberikan hasil menerapkan pemetaan linear ke vektor basis. | Kajian [[ruang vektor]] dan [[pemetaan linear]] merupakan konsep bagian aljabar linear yang penting. Ruang vektor adalah struktur aljabar yang dibentuk oleh himpunan dengan operasi penambahan yang membentuk [[grup abelian]] dan [[perkalian skalar]] yang kompatibel dengan operasi penambahan. Pemetaan linear adalah suatu fungsi di antara ruang vektor yang kompatibel dengan operasi penambahan dan perkalian skalar. Pada kasus [[ruang vektor berdimensi hingga]], vektor-vektor dan pemetaan linear dapat dinyatakan dalam bentuk matriks. Dengan demikian, teori-teori mengenai matriks dan ruang vektor berdimensi hingga pada awalnya sama. Penjelasan spesifiknya, ruang vektor menyediakan cara ketiga untuk mengekpresikan serta memanipulasi sistem persamaan linear.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dari sudut pandang tersebut, matriks dapat diartikan sebagai representasi pemetaan linear. Artinya, jika seseorang memilih suatu [[Basis (aljabar linear)|basis]] tertentu untuk menjelaskan vektor-vektor yang sedang ditransformasikan, maka entri-entri di dalam matriks memberikan hasil menerapkan pemetaan linear ke vektor basis.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Sistem persamaan linear dapat digambarkan secara geometris. Untuk sistem persamaan dengan dua variabel, tiap-tiap persamaan mewakili suatu [[garis]] di dalam [[Ruang dimensi dua|ruang berdimensi dua]]. Titik yang merupakan perpotongan dua garis adalah solusi dari seluruh sistem persamaan, sebab titik tersebut adalah satu-satunya solusi untuk baik persamaan pertama maupun persamaan kedua. Akan tetapi untuk sistem persamaan yang tak konsisten, dua garis malah saling sejajar, yang artinya tidak ada solusi sama sekali karena kedua garis itu tidak pernah berpotongan. Andaikata kedua persamaan itu tidak bebas maka mereka menggambarkan garis yang sama, yang artinya setiap solusi dari satu persamaan juga merupakan solusi dari persamaan yang lain. Kaitan tersebut memberikan kemungkinan mencari solusi secara grafis dengan menggambarkan persamaan-persamaan dan menentukan titik mana yang mereka saling berpotongan. Prinsip yang sama juga berlaku untuk sistem persamaan yang terdiri dari banyak variabel, tetapi yang membedakannya mereka tidak menggambarkan garis, melainkan bangunan yang berdimensi lebih tinggi. Sebagai contoh, sistem persamaan yang memiliki tiga variabel digambarkan sebagai [[Bidang (geometri)|bidang]] di dalam [[ruang berdimensi tiga]], dan titik yang merupakan perpotongan dari semua bidang merupakan solusi dari sistem persamaan tersebut. | Sistem persamaan linear dapat digambarkan secara geometris. Untuk sistem persamaan dengan dua variabel, tiap-tiap persamaan mewakili suatu [[garis]] di dalam [[Ruang dimensi dua|ruang berdimensi dua]]. Titik yang merupakan perpotongan dua garis adalah solusi dari seluruh sistem persamaan, sebab titik tersebut adalah satu-satunya solusi untuk baik persamaan pertama maupun persamaan kedua. Akan tetapi untuk sistem persamaan yang tak konsisten, dua garis malah saling sejajar, yang artinya tidak ada solusi sama sekali karena kedua garis itu tidak pernah berpotongan. Andaikata kedua persamaan itu tidak bebas maka mereka menggambarkan garis yang sama, yang artinya setiap solusi dari satu persamaan juga merupakan solusi dari persamaan yang lain. Kaitan tersebut memberikan kemungkinan mencari solusi secara grafis dengan menggambarkan persamaan-persamaan dan menentukan titik mana yang mereka saling berpotongan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Prinsip yang sama juga berlaku untuk sistem persamaan yang terdiri dari banyak variabel, tetapi yang membedakannya mereka tidak menggambarkan garis, melainkan bangunan yang berdimensi lebih tinggi. Sebagai contoh, sistem persamaan yang memiliki tiga variabel digambarkan sebagai [[Bidang (geometri)|bidang]] di dalam [[ruang berdimensi tiga]], dan titik yang merupakan perpotongan dari semua bidang merupakan solusi dari sistem persamaan tersebut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Aljabar abstrak == | == Aljabar abstrak == | ||
Aljabar abstrak adalah kajian [[struktur aljabar]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Struktur aljabar dapat diartikan sebagai kerangka awal mula pemahaman [[Operasi (matematika)|operasi]] pada [[objek matematika]], seperti penambahan dari bilangan-bilangan. Kalau aljabar elementer dan aljabar membatasi struktur aljabar khusus, kajian aljabar abstrak lebih berfokus pada pendekatan lebih umum yang membandingkan bagaimana struktur aljabar berbeda dengan yang lain serta struktur aljabar itu merupakan jenis apa: [[Grup (matematika)|grup]], [[Gelanggang (matematika)|gelanggang]], dan [[Lapangan (matematika)|lapangan]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Poin penting dari perbedaan jenis struktur aljabar terletak pada jumlah operasi yang digunakan dan hukum yang dipenuhi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Dalam [[pendidikan matematika]], aljabar abstrak mengacu pada kursus sarjana yang sebagian mahasiswa ambil setelah menyelesaikan kursus aljabar linear.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Dalam tingkat yang formal, struktur aljabar adalah suatu [[Himpunan (matematika)|himpunan]] dari objek matematika, yang disebut himpunan pendasar (''underlying set''), bersamaan dengan satu atau beberapa operasi. Aljabar abstrak lebih berfokus pada [[operasi biner]], yang megambil sebarang dua objek dari himpunan pendasar sebagai input dan kemudian memetakannya ke objek lain ke himpunan itu sebagai output.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai contoh, struktur aljabar <math>\langle \N, + \rangle</math> memiliki [[bilangan asli]] (<math>\N</math>) sebagai himpunan pendasarnya serta penambahan (<math>+</math>) sebagai operasi binernya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Himpunan pendasar dapat mengandung objek matematika selain bilangan, dan operasi tidak dibatasi ke operasi aritmetika pada biasanya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai contoh, himpunan pendasar [[grup simetri]] dari suatu ojek geometris dibentuk dari [[transformasi geometri]]s seperti [[rotasi]], yang berarti setiap objek yang ditransformasi tetap [[Invarian (matematika)|tidak berubah]]. Operasi binernya adalah [[komposisi fungsi]], yang mengambil dua transformasi sebagai input dan memiliki hasil transformasi yang didapatkan dengan menerapkan transformasi pertama yang kemudian menerapkan transformasi kedua sebagai output-nya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Dalam tingkat yang formal, struktur aljabar adalah suatu [[Himpunan (matematika)|himpunan]] dari objek matematika, yang disebut himpunan pendasar (''underlying set''), bersamaan dengan satu atau beberapa operasi. Aljabar abstrak lebih berfokus pada [[operasi biner]], yang megambil sebarang dua objek dari himpunan pendasar sebagai input dan kemudian memetakannya ke objek lain ke himpunan itu sebagai output. Sebagai contoh, struktur aljabar <math>\langle \N, + \rangle</math> memiliki [[bilangan asli]] (<math>\N</math>) sebagai himpunan pendasarnya serta penambahan (<math>+</math>) sebagai operasi binernya. Himpunan pendasar dapat mengandung objek matematika selain bilangan, dan operasi tidak dibatasi ke operasi aritmetika pada biasanya. Sebagai contoh, himpunan pendasar [[grup simetri]] dari suatu ojek geometris dibentuk dari [[transformasi geometri]]s seperti [[rotasi]], yang berarti setiap objek yang ditransformasi tetap [[Invarian (matematika)|tidak berubah]]. Operasi binernya adalah [[komposisi fungsi]], yang mengambil dua transformasi sebagai input dan memiliki hasil transformasi yang didapatkan dengan menerapkan transformasi pertama yang kemudian menerapkan transformasi kedua sebagai output-nya. | |||
=== Teori grup === | === Teori grup === | ||
Aljabar abstrak mengklasifikasi struktur aljabar berdasarkan hukum atau [[aksioma]] yang dipatuhi operasi-operasinya beserta jumlah operasi yang digunakan. Jenis struktur aljabar yang paling mendasar adalah grup, yang memiliki satu operasi serta syarat bahwa operasi itu [[Sifat asosiatif|asosiatif]], memiliki [[Elemen identitas|anggota identitas]] dan [[Elemen invers|anggota invers]]. Suatu operasi adalah asosiatif jika urutan dari beberapa operasi tidak diperhatikan, dalam artian sama saja dengan <math>a \circ (b \circ c)</math> untuk semua anggota. Suatu operasi memiliki anggota identitas jika terdapat suatu anggota <math>e</math> yang tidak berubah nilainya dari anggota yang lain, dalam artian jika Suatu operasi memiliki anggota invers jika untuk sebarang anggota <math>a</math> maka terdapat anggota timbal balik (''reciprocal element'') <math>a^{-1}</math> yang membatalkan <math>a</math>. Jika suatu anggota mengoperasi pada inversnya maka hasilnya menjadi anggota identitas <math>e</math>, yang diekpresikan secara formal sebagai Setiap struktur aljabar yang memenuhi semua syarat tersebut dapat dikatakan sebagai grup.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai contoh, <math>\langle \Z, + \rangle</math> adalah grup yang dibentuk oleh himpunan dari [[bilangan bulat]] terhadap operasi penambahan. Anggota identitasnya adalah 0 dan anggota inversnya dari sebarang bilangan <math>a</math> adalah Sementara itu, himpunan bilangan asli terhadap operasi penambahan tidak merupakan grup karena hanya mempunyai bilangan bulat positif, sehingga tidak ada anggota invers.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Teori grup]] mempelajari kealamian grup, yang memiliki teorema dasar seperti [[teorema dasar grup abelian hingga]] dan [[teorema Feit–Thompson]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Teirema terakhir adalah langkah awal penting dalam salah satu pencapaian matematika terpenting pada abad ke-20. Pencapaian tersebut mebawa upaya kolaboratif, yang menerbitkan 10.000 jurnal kebanyakan di antara tahun 1960 dan 2004. Akibatnya, karya-karya tersebut melengkapi [[klasifikasi grup sederhana hingga]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Teori grup]] mempelajari kealamian grup, yang memiliki teorema dasar seperti [[teorema dasar grup abelian hingga]] dan [[teorema Feit–Thompson]]. Teirema terakhir adalah langkah awal penting dalam salah satu pencapaian matematika terpenting pada abad ke-20. Pencapaian tersebut mebawa upaya kolaboratif, yang menerbitkan 10.000 jurnal kebanyakan di antara tahun 1960 dan 2004. Akibatnya, karya-karya tersebut melengkapi [[klasifikasi grup sederhana hingga]]. | |||
=== Teori gelanggang dan teori lapangan === | === Teori gelanggang dan teori lapangan === | ||
Gelanggang adalah struktur aljabar dengan dua operasi yang kerjanya sama seperti operasi penambahan dan perkalian dari bilangan, serta dinamai dan dilambangkan dengan cara yang serupa pada umumnya. Gelanggang adalah [[grup komutatif]] terhadap operasi penambahan. Artinya penambahan dari gelanggang bersifat asosiatif, komutatif, serta memiliki anggota identitas dan invers. Perkaliannya bersifat asosiatif dan distributif terhadap operasi penambahan, dalam artian <math>a (b + c) = a b + a c</math> and <math>(b + c) a = b a + c a.</math> Lebih lanjut, perkalian bersifat asosiatif dan memiliki anggota identitas yang umumnya dilambangkan .<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Perkalian tidak harus komutatif, karena kalau komutatif, maka [[Gelanggang komutatif|gelanggang itu juga komutatif]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Gelanggang bilangan bulat]] (<math>\Z</math>) adalah gelanggang komutatif paling sederhana.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Lapangan (matematika)|Lapangan]] adalah gelanggang komutatif sehingga dan masing-masing anggota tak nol memiliki [[invers perkalian]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Gelanggang bilangan bulat tidak membentuk suatu lapangan karena kekurangan invers perkalian. Sebagai contoh, invers perkalian dari <math>7</math> adalah yang bukan merupakan bilangan bulat. [[Bilangan rasional]], [[bilangan real]], dan [[bilangan kompleks]] masing-masing membentuk lapangan dengan operasi penambahan dan perkalian.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Teori gelanggang]] mengkaji gelanggang, dan menjelajahi konsep seperti [[subgelanggang]], [[gelanggang kuosien]], [[gelanggang polinomial]], dan [[Ideal (teori gelanggang)|ideal]], serta juga teorema seperti [[teorema basis Hilbert]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Teori lapangan bersangkutan dengan lapangan, mempelajari [[ekstensi lapangan]], [[klosur aljabar]], dan [[lapangan hingga]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Teori Galois]] mempelajari kaitan antara teori lapangan dan teori grup, yang mengandalkan [[Teorema dasar teori Galois|teorema dasarnya]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Teori gelanggang]] mengkaji gelanggang, dan menjelajahi konsep seperti [[subgelanggang]], [[gelanggang kuosien]], [[gelanggang polinomial]], dan [[Ideal (teori gelanggang)|ideal]], serta juga teorema seperti [[teorema basis Hilbert]]. Teori lapangan bersangkutan dengan lapangan, mempelajari [[ekstensi lapangan]], [[klosur aljabar]], dan [[lapangan hingga]]. [[Teori Galois]] mempelajari kaitan antara teori lapangan dan teori grup, yang mengandalkan [[Teorema dasar teori Galois|teorema dasarnya]]. | |||
=== Teori interrelasi di antara struktur-struktur === | === Teori interrelasi di antara struktur-struktur === | ||
Selain grup, gelanggang, dan lapangan, terdapat banyak struktur aljabar lainnya yang dikaji dalam aljabar. Struktur aljabar tersebut meliputi [[Magma (aljabar)|magma]], [[semigroup|semigrup]], [[monoid]], [[grup abelian]], [[gelanggang komutatif]], [[Modul (matematika)|modul]], [[Lattice (orde)|lattice]], [[ruang vektor]], [[aljabar atas lapangan]], serta [[aljabar asosiatif]] dan [[Aljabar non-asosiatif|non-asosiatif]]. Struktur aljabar tersebut berbeda satu sama lain dalam hal jenis objek yang dijelaskan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi operasinya. Banyak struktur yang berkaitan dengan satu sama lain dalam hal tersebut dengan menambahkan beberapa syarat, sebuah struktur dasar yang dapat diubah menjadi struktur lebih lanjut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai contoh, suatu magma menjadi suatu semigrup jika operasinya bersifat asosiatif.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Homomorfisme]] adalah alat menguji tampilan struktur dengan membandingkan dua struktur aljabar.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Suatu homomorfisme adalah suatu fungsi yang dipetakan dari himpunan pendasar suatu struktur aljabar ke himpunan pendasar suatu struktur aljabar lainnya sehingga mempertahankan karakteristik struktural tertentu. Secara formal, jika dua buah struktur aljabar menggunakan operasi biner, yang ditulis dalam bentuk <math>\langle A, \circ \rangle</math> dan <math>\langle B, \star \rangle</math>, maka fungsi <math>h: A \to B</math> adalah homomorfisme apabila memenuhi syarat bahwa Keberadaan homomorfisme memperlihatkan bahwa operasi <math>\star</math> pada struktur aljabar yang kedua memainkan peran yang sama seperti operasi <math>\circ</math> pada struktur aljabar yang pertama.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Isomorfisme]] adalah jenis homomorfisme khusus yang mengindikasikan tingkat kesamaan yang lebih tinggi di antara dua struktur aljabar. Suatu isomorfisme adalah homomorfisme [[Fungsi bijektif|bijektif]], yang berarti homomorfisme yang membangun kaitan korespondensi satu-satu di antara anggota dari dua buah struktur aljabar. Hal ini menyiratkan bahwa setiap anggota dari struktur aljabar pertama dipetakan ke anggota tunggal di dalam struktru aljabar kedua tanpa adanya sebarang anggota yang tidak dipetakan di dalam struktur aljabar kedua.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Alat perbandingan lainnya adalah kaitan antara struktur aljabar dan [[subaljabar]]<nowiki/>nya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Struktur aljabar dan subaljabarnya menggunakan operasi yang sama, yang mengikuti aksioma yang sama. Perbedaannya adalah himpunan pendasar subaljabar adalah [[Himpunan bagian|subhimpunan]] dari struktur aljabar. Semua operasi di dalam subaljabar memiliki syarat bahwa mereka bersifat [[Ketertutupan (matematika)|tertutup]] di dalam himpunan pendasarnya, yang berarti mereka hanya menghasilkan anggota yang juga merupakan himpunan pendasar itu.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai contoh, himpunan dari [[Paritas (matematika)|bilangan bulat genap]] bersama dengan operasi penambahan merupakan subaljabar dari himpunan bilangan bulat yang penuh bersama dengan operasi penambahan. Ini dikarenakan penjumlahan dari dua bilangan genap hasilnya tetap bilangan genap. Beda halnya dengan himpunan bilangan bulat ganjil bersama dengan operasi penambahan, yang bukan merupakan subaljabar, karena tidak ada sifat ketertutupan. Artinya, dua bilangan ganjil yang dijumlahkan menghasilkan bilangan genap, tetapi bilangan itu tidak ada pada subhimpunan tersebut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
[[Aljabar universal]] mengkaji struktur aljabar yang umum, dalam artian tidak melibatkan anggota spesifik yang membangun himpunan pendasar dan meganggap operasi dengan lebih dari dua input, seperti [[operasi ternary]]. Aljabar universal menyediakan suatu kerangka supaya mempelajari struktur apakah yang menampilkan kesamaan struktur aljabar yang berbeda. Salah satu tampilan struktur-struktur trsebut tersebut melibatkan identitas the [[Identitas (matematika)#Logika dan aljabar universal|identitas]] yang benar di dalam struktur aljabar yang berbeda. Identitas yang dimaksud disini adalah persamaan [[Kuantifikasi universal|universal]] equation atau persamaan yang benar untuk semua anggota dari himpunan pendasar. Sebagai contoh, komutativitas merupakan persamaan universal yang menyatakan bahwa <math>a \circ b</math> identik dengan <math>b \circ a</math> untuk semua anggota. [[Varietas (aljabar universal)|Varietas]] adalah kelas dari semua struktur aljabar yang memenuhi identitas-identitas tertentu. Sebagai contoh, jika dua struktur aljabar memenuhi sifat komutativitas, maka mereka bagian dari varietas yang sama. | [[Aljabar universal]] mengkaji struktur aljabar yang umum, dalam artian tidak melibatkan anggota spesifik yang membangun himpunan pendasar dan meganggap operasi dengan lebih dari dua input, seperti [[operasi ternary]]. Aljabar universal menyediakan suatu kerangka supaya mempelajari struktur apakah yang menampilkan kesamaan struktur aljabar yang berbeda.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Salah satu tampilan struktur-struktur trsebut tersebut melibatkan identitas the [[Identitas (matematika)#Logika dan aljabar universal|identitas]] yang benar di dalam struktur aljabar yang berbeda. Identitas yang dimaksud disini adalah persamaan [[Kuantifikasi universal|universal]] equation atau persamaan yang benar untuk semua anggota dari himpunan pendasar. Sebagai contoh, komutativitas merupakan persamaan universal yang menyatakan bahwa <math>a \circ b</math> identik dengan <math>b \circ a</math> untuk semua anggota.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Varietas (aljabar universal)|Varietas]] adalah kelas dari semua struktur aljabar yang memenuhi identitas-identitas tertentu. Sebagai contoh, jika dua struktur aljabar memenuhi sifat komutativitas, maka mereka bagian dari varietas yang sama.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
[[Teori kategori]] menguji cara objek matematika berkaitan satu dengan yang lain menggunakan konsep [[Kategori (matematika)|kategori]]. Kategori disini berarti suatu koleksi objek bersamaan dengan koleksi [[morfisme]] atau "panah" di antara objek-objek tersebut. Kedua koleksi tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Sebagai contoh, morfisme dapat digabung, atau ''dikomposisi''. Maksudnya adalah jika terdapat suatu morfisme dari objek <math>a</math> ke objek <math>b</math>, dan terdapat suatu morfisme yang lain dari objek <math>b</math> ke objek <math>c</math>, maka pastinya ada satu morfisme juga dari objek <math>a</math> ke objek <math>c</math>. Komposisi dari morfisme tersebut dharus asosiatif, dan pasti ada "mordisma identitas" untuk tiap objek. Kategori sering kali digunakan dalam matematika kontemporer karena menyediakan suatu kerangka satuan yang dapat menjelaskan dan menganalisis banyak konsep matematika dasar. Sebagai contoh, himpunan dapat dijelaskan dengan [[kategori himpunan]], dan sebarang grup dapat dipandang sebagai morfisme dari suatu kategori yang hanya satu objek. | [[Teori kategori]] menguji cara objek matematika berkaitan satu dengan yang lain menggunakan konsep [[Kategori (matematika)|kategori]]. Kategori disini berarti suatu koleksi objek bersamaan dengan koleksi [[morfisme]] atau "panah" di antara objek-objek tersebut. Kedua koleksi tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Sebagai contoh, morfisme dapat digabung, atau ''dikomposisi''. Maksudnya adalah jika terdapat suatu morfisme dari objek <math>a</math> ke objek <math>b</math>, dan terdapat suatu morfisme yang lain dari objek <math>b</math> ke objek <math>c</math>, maka pastinya ada satu morfisme juga dari objek <math>a</math> ke objek <math>c</math>. Komposisi dari morfisme tersebut dharus asosiatif, dan pasti ada "mordisma identitas" untuk tiap objek.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kategori sering kali digunakan dalam matematika kontemporer karena menyediakan suatu kerangka satuan yang dapat menjelaskan dan menganalisis banyak konsep matematika dasar. Sebagai contoh, himpunan dapat dijelaskan dengan [[kategori himpunan]], dan sebarang grup dapat dipandang sebagai morfisme dari suatu kategori yang hanya satu objek.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Awal mula aljabar berasal dari konsepnya yang bertujuan memecahkan permasalahan matematika yang melibatkan perhitungan aritmetika dan kuantitas yang tidak diketahui. Pengembangan tersebut terjadi di [[Babylonia|Babilonia]], [[Ancient Egypt|Mesir]], [[Yunani Kuno|Yunani]], [[Tiongkok Kuno|Tiongkok]], dan [[India Kuno|India]]. Salah satu catatan tertua mengenai permasalahan aljabar dapat ditemukan dari [[Mesir Kuno]], [[Papirus Matematika Rhind]], yang ditulis sekitar 1650 SM. Papirus ini mendiskusikan solusi [[persamaan linear]], yang diekspresikan ke dalam bentuk permasalahan seperti "Sebuah kuantitas; kuantitas keempatnya ditambahkan ke dia. Hasilnya lima belas. Apa itu kuantitas?" [[Lauh tanah liat]] orang Babilonia yang berasal dari waktu yang sama menjelaskan metode menyelesaikan persamaan linear dan [[Persamaan kuadrat|persamaan polinomial kuadratik]], seperti metode [[menyelesaikan bentuk kuadrat]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Banyak wawasan tersebut dapat ditemukan dari Yunani Kuno. Dimulai pada abad ke-6 SM, ketertarikan mereka adalah geometri ketimbang aljabar, tetapi mereka menggunakan metode aljabar untuk memecahkan permasalahan geometri. Sebagai contoh, mereka mempelajari bangunan geometri selagi menganggap panjang dan luas bangunan tersebut sebagai kuantitas tidak diketahui yang akan dinyatakan kemudian, seperto yang disederhanakan dalam perumusan [[Pythagoras]] mengenai metode [[selisih dua bilangan kuadrat]] dan kemudian di dalam [[Elemen Euklides|''Elemen'' Euklides]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada abad ke-3 SM, [[Diophantus]] menyediakan cara yang lebih detail mengenai menyelesaikan solusi persamaan aljabar dalam kumpulan bukunya yang berjudul ''[[Arithmetica]]''. Diophantus adalah orang pertama yang bereksperimen dengan notasi simbol untuk mengekpresikan polinomial.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Karya Diophantus berdampak pada pengembahgan aljabar di Arab, dengan banyak metode Diophantus mencerminkan konsep dan teknik yang digunakan dalamm aljabar Arab pada abad pertengahan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Di Tiongkok Kuno, ''[[Jiuzhang Suanshu]]'', sebuah buku yang disusun di anatara abad ke-10 SM hingga abad ke-2 M,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> membahas berbagai teknik untuk memecahkan persamaan alajbar, di antaranya kegunaan konstruksi berupa matriks.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Tidak ada persetujuan mengenai apakah pengembangan-pengembangan tersebut merupakan bagian aljabar atau hanya pendahulu sebelum awal mulanya konsep aljabar. Pengembangan tersebut menawarkan solusi permasalahan aljabar, tetapi tidak menggambarkannya dalam bentuk pemahaman umum dan abstrak; alih-alih hanya bertujuan pada kasus-kasus spesifik serta penerapan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Hal tersebut berubah ketika matematikawan Persia [[al-Khwarizmi]] menerbitkan karyanya [[Al-Jabr|''Al-jabr'']] pada 825 SM, yang pertama kali menyajikan perlakuan detail mengenai metode umum yang dapat memanipulasi persamaan linear dan persamaan kuadrat dengan "mengurangi" dan "menyeimbangkan" kedua ruas persamaan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Beberapa kontribusi yang berdampak pada aljabar berasal dari matematikawan Arab [[Thābit ibn Qurra]] pada abad ke-9 dan matematikawan Persia [[Omar Khayyam]] pada abad ke-11 dan ke-12.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Di India, [[Brahmagupta]] mempelajari bagaimana cara memecahkan persamaan kuadrat beserta persamasan dengan beberap variabel pada abad ke-7 SM. Di antara penemuannya Brahmagupta adalah orang yang menggunakan angka nol dan bilangan negatif di dalam persamaan aljabar.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Matematikawan India [[Mahāvīra]] pada abad ke-9 dan [[Bhāskara II]] pada abad ke-12 kemudian memperbaiki metode dan konsep Brahmagupta.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada tahun 1247, the matematikawan Tiongkok [[Qin Jiushao]] menulis [[Risalah Matematika dalam Sembilan Bab|Shushu Jiuzhang]], yang menyertakan [[Metode Horner|sebuah algoritma]] untuk [[Evaluasi polinomial|evaluasi polinomial secara numerik]], di antaranya polinomial dengan derajat yang lebih tinggi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Ide dan teknik al-Kwarizmi dibawa oleh matematikawan Italia [[Fibonacci]] ke Eropa dalam buku-bukunya, terutama ''[[Liber Abaci]]''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada tahun 1545, polimatik Italia [[Gerolamo Cardano]] menerbitkan bukunya berjudul ''[[Ars Magna (buku Cardano)|Ars Magna]]'', yang meliputi banyak topik dalam aljabar, membahas [[bilangan imajiner]] dan juga yang pertama kali menyajikan metode umum untuk memecahkan [[persamaan kubik]] dan [[persamaan kuartik]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada abad ke-16 dan ke-17, matematikawan Prancis [[François Viète]] dan [[René Descartes]] memperkenalkan huruf dan simbol untuk melambangkan variabel dan operasi, yang memungkinkan untuk mengekpresikan persamaan secara abstrak dan singkat. Matematikawan pendahulu masih mengandalkan penjelasan secara verbal untuk permasalahan dan solusi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Beberapa sejarawan mengamati pengembangan ini sebagai kunci utama dalam sejarah aljabar, sekaligus menganggap sebelum adanya ide huruf dan simbol tersebut sebagai prasejarah aljabar karena kurangnya kealamian abstrak yang berdasarkan manipulasi simbolik.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Pada abad ke-17 dan ke-18, banyak matematikawan mencoba mencari penyelesaian umum untuk polinomial dengan derajat lima dan yang lebih tinggi, tetapi semuanya gagal.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada akhir abad ke-18, matematikawan Jerman [[Carl Friedrich Gauss]] membuktikan [[teorema dasar aljabar]], yang menjelaskan keberadaan [[Akar fungsi|akar]] polinomial dengan sebarang derajat tanpa menyediakan solusi umum.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada awal abad ke-19, matematikawan Italia [[Paolo Ruffini]] dan matematikawan Norwegia [[Niels Henrik Abel]] [[Teorema Abel–Ruffini|dapat menunjukkan]] bahwa tidak ada solusi umum untuk polinomial dengan derajat lima atau yang lebih tinggi.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebagai balasan sekaligus setelah penemuan dari kedua matematikawan itu, matematikawan Prancis [[Évariste Galois]] mengembangkan teori yang dikenal sebagai [[teori Galois]], yang menawarkan analisis yang lebih dalam mengenai solusi polinomial selagi juga menyertakan dasar-dasar [[teori grup]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Matematikawan kemudian menyadari keterkaitan teori grup dengan cabang lain dan menerapkannya ke dalam kedisiplinan cabang matematika seperti geometri dan teori bilangan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Dimulai pada pertengahan abad ke-19, ketertarikan dalam aljabar berubah dari kajian polinomial yang dikaitkan dengan aljabar elementer yang mengacu pada pertanyaan lebhi umum menjadi struktur aljabar. Hal ini menandakan kehadiran [[aljabar abstrak]]. Pendekatan ini mengkaji basis aksiomatik mengenai operasi aljabar sebarang.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penemuan sistem aljabar baru berdasarkan operasi yang berbeda dan anggota menyertai pengembangan tersebut, seperti [[aljabar Boole]], [[aljabar vektor]], dan [[aljabar matriks]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pengembangan awal yang berdampak dalam aljabar abstrak dibuat oleh matematikawan Jerman [[David Hilbert]], [[Ernst Steinitz]], dan [[Emmy Noether]] serta juga matematikawan Austria [[Emil Artin]]. Mereka meneliti bentuk struktur aljabar yang berbeda dan mengaktegorikannya berdasarkan struktur aljabar di bawah aksioma menjadi grup, gelanggang, dan lapangan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Gagasan pendekatan yang lebih umum, yang dikaitkan dengan aljabar universal dirancang oleh matematikawan Inggris [[Alfred North Whitehead]] dalam bukunya ''A Treatise on Universal Algebra'' pada tahun 1898. Dimulai pada tahun 1930-an, matematikawan Amerika Serikat [[Garrett Birkhoff]] memperluas gagasan tersebut dan mengembangkan banyak konsep dasar bidang tersebut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penemuan aljabar universal mengarah pada kehadiran berbagai cabang baru yang berfokus pada aljabarisasi matematikamaksudnya penerapan metode aljabar ke cabang matematika lain. Aljabar topologis muncul pada awal abad ke-20 yang mempelajari struktur aljabar seperti [[grup topologi]]s dan [[grup Lie]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada tahun 1940-an dan 1950-an, [[aljabar homologi]] muncul, yang menggunakan teknik aljabar untuk mempelajari [[Homologi (matematika)|homologi]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Di waktu yang sama, [[teori kategori]] dikembangkan dan memainkan peran penting dalam [[fondasi matematika]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Beberapa pengembangannya adalah formulasi [[teori model]] dan kajian [[aljabar bebas]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Gagasan pendekatan yang lebih umum, yang dikaitkan dengan aljabar universal dirancang oleh matematikawan Inggris [[Alfred North Whitehead]] dalam bukunya ''A Treatise on Universal Algebra'' pada tahun 1898. Dimulai pada tahun 1930-an, matematikawan Amerika Serikat [[Garrett Birkhoff]] memperluas gagasan tersebut dan mengembangkan banyak konsep dasar bidang tersebut. Penemuan aljabar universal mengarah pada kehadiran berbagai cabang baru yang berfokus pada aljabarisasi matematikamaksudnya penerapan metode aljabar ke cabang matematika lain. Aljabar topologis muncul pada awal abad ke-20 yang mempelajari struktur aljabar seperti [[grup topologi]]s dan [[grup Lie]]. Pada tahun 1940-an dan 1950-an, [[aljabar homologi]] muncul, yang menggunakan teknik aljabar untuk mempelajari [[Homologi (matematika)|homologi]]. Di waktu yang sama, [[teori kategori]] dikembangkan dan memainkan peran penting dalam [[fondasi matematika]]. Beberapa pengembangannya adalah formulasi [[teori model]] dan kajian [[aljabar bebas]]. | |||
== Penerapan == | == Penerapan == | ||
Aljabar memberikan banyak dampak di dalam matematika dan penerapannya di bidang lain.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Aljabarisasi matematika (''algebraization of mathematics'') berarti proses menerapkan metode dan prinsip-prinsip aljabar ke cabang matematika yang lain, seperti [[geometri]], [[topologi]], [[teori bilangan]], dan [[kalkulus]]. Penerapan tersebut menggunakan simbol berupa variabel untuk mengekpresikan penjelasan secara matematis pada tingkat yang lebih umum, yang memungkinkan matematikawan mengembangkan model secara formal yang menjelaskan bagaimana cara objek-objek berinteraksi dan berkaitan satu sama lain.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Salah satu penerapan aljabar ditemukan dalam geometri, yang menggunakan pernyataan aljabar untuk menjelaskan gambaran geometris. Sebagai contoh, persamaan <math>y = 3x - 7</math> menggambarkan suatu garis di dalam ruang berdimensi dua, sedangkan persamaan <math>x^2 + y^2 + z^2 = 1</math> menggambarkan [[Bola (geometri)|bola]] dalam ruang berdimensi tiga. Beberapa cabang minat khusus [[geometri aljabar]] adalah [[varietas aljabar]], yang merupakan solusi untuk [[sistem persamaan polinomial]] yang dapat digunakan untuk menjelaskan gambaran geometris yang lebih kompleks.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Selain itu, penalaran aljabar dapat memecahkan permasalashan geometris. Sebagai contoh, seseorang dapat menentukan apakah dan di manakah garis yang dinyatakan sebagai <math>y = x + 1</math> berpotongan dengan lingkaran yang dinyatakan sebagai <math>x^2 + y^2 = 25</math> dengan memecahkan sistem persamaan dari kedua persamaan tersebut.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Topologi mengkaji sifat-sifat bangunan geometris atau [[ruang topologis]] yang dipertahankan di bawah operasi [[deformasi kontinu]]. [[Topologi aljabar]] mengandalkan teori-teori aljabar seperti [[teori grup]] untuk mengklasifikasi ruang-ruang topologis. Sebagai contoh, [[grup homotopi]] mengklasifikasi ruang-ruang topologis berdasarkan keberadaan [[Loop (topologi)|loop]] atau [[Lubang#Dalam matematika|lubang]] di dalamnya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Teori bilangan melibatkan sifat-sifat dan hubungan antara bilangan bulat. [[Teori bilangan aljabar]] menerapkan metode dan prinsip aljabar ke cabang teori bilangan. Contoh-contohnya berupa penggunaan ekspresi aljabar untuk menjelaskan hukum yang umum seperti [[Teorema Terakhir Fermat]], dan pengunaan struktur aljabar untuk menganalisis perilaku bilangan seperti [[gelanggang bilangan bulat]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Kaitan cabang lainnya adalah [[kombinatorika]], yang menggunakan teknik aljabar untuk menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pencacahan, penyusunan, dan kombinasi dari objek-objek yang diskret. Contohnya seperti [[kombinatorika aljabar]] yang merupakan penerapan teori grup untuk menganalisis [[Graf (matematika)|graf]] dan simetri.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pemahaman aljabar yang relevan dengan kalkulus, yang menggunakan ekrepsi matematika untuk menguji [[laju perubahan]] dan [[Integral|akumulasi]]. Kalkulus mengandalkan aljabar, contohnya seperti memahami bagaimana ekspresi-ekspresinya dapat diubah dan variabel mana yang akan dimainkan.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Logika aljabar]] menggunakan metode aljabar untuk menjelaskan dan menganalisis struktur dan pola yang mendasari [[Penalaran logis|penalaran secara logika]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> menjelajahi struktur matematika yang berkaitan dan penerapannya terhadap permasalahan logika yang konkret.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Logika lajabar juga mencakup kajian [[aljabar Boole]] untuk menjelaskan [[logika proporsisional]]<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> serta formulasi dan analisis struktur aljabar yang korespodensi dengan [[Logika#Sistem logika|sistem logika]] yang lebih kompleks.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Metode aljabar sering kali digunakan di dalam cabang lain, seperti [[ilmu alam]]. Sebagai contoh, metode aljabar digunakan untuk mengekspresikan [[Hukum ilmiah|hukum-hukum ilmiah]] dan menyelesaikan permasalahan di dalam [[fisika]], [[kimia]], dan [[biologi]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penerapan yang mirip juga ditemukan di dalam cabang [[ekonomi]], [[geografi]], [[rekayasa]] (yaitu [[elektronik]] dan [[robotik]]), serta [[ilmu komputer]] untuk mengekspresikan kaitan, menyelesaikan permasalahan, dan memodelkan sistem.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Aljabar linear memainkan peran penting di dalam [[kecerdasan buatan]] dan [[pembelajaran mesin]], contohnya dengan memungkinkan proses dan analisis ''[[dataset]]'' yang cukup besar secara efisien.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Berbagai cabang yang mengandalkan struktur aljabar juga dipelajari oleh aljabar abstrak. Sebagai contoh, [[kristalografi]] dan [[mekanika kuantum]] membuat pengunaan teori grup yang ekstensif,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> yang juga digunakan untuk mengkaji teka-teki seperti [[Sudoku]] dan [[kubus Rubik]],<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> serta [[Matematika melipat kertas|origami]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Teori kode|Teori pengodean]] dan [[Kriptografi|kriptologi]] mengandalkan aljabar abstrak untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan [[transmisi data]], seperti menghindari efek [[derau]] dan menjaga [[keamanan data]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Metode aljabar sering kali digunakan di dalam cabang lain, seperti [[ilmu alam]]. Sebagai contoh, metode aljabar digunakan untuk mengekspresikan [[Hukum ilmiah|hukum-hukum ilmiah]] dan menyelesaikan permasalahan di dalam [[fisika]], [[kimia]], dan [[biologi]]. Penerapan yang mirip juga ditemukan di dalam cabang [[ekonomi]], [[geografi]], [[rekayasa]] (yaitu [[elektronik]] dan [[robotik]]), serta [[ilmu komputer]] untuk mengekspresikan kaitan, menyelesaikan permasalahan, dan memodelkan sistem. Aljabar linear memainkan peran penting di dalam [[kecerdasan buatan]] dan [[pembelajaran mesin]], contohnya dengan memungkinkan proses dan analisis ''[[dataset]]'' yang cukup besar secara efisien. Berbagai cabang yang mengandalkan struktur aljabar juga dipelajari oleh aljabar abstrak. Sebagai contoh, [[kristalografi]] dan [[mekanika kuantum]] membuat pengunaan teori grup yang ekstensif, yang juga digunakan untuk mengkaji teka-teki seperti [[Sudoku]] dan [[kubus Rubik]], serta [[Matematika melipat kertas|origami]]. [[Teori kode|Teori pengodean]] dan [[Kriptografi|kriptologi]] mengandalkan aljabar abstrak untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan [[transmisi data]], seperti menghindari efek [[derau]] dan menjaga [[keamanan data]]. | |||
== Pendidikan == | == Pendidikan == | ||
Hampir semua aljabar berfokus pada aljabar elementer. Cabang ini biasanya tidak diperkenalkan hingga [[pendidikan menengah]] karena membutuhkan pemahaman akan dasar-dasar aritmetika selagi menyajikan tantangan kognitif baru yang dikaitkan dengan penalran dan perumuman.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Cabang tersebut ditujukan untuk murid-murid yang mengenal matematika dalam bentuk formal dengan membantu mereka memahami simbol matematika, seperti bagaimana variabel dapat digunakan untuk melambangkan kuantitas yang tak diketahui. Tidak seperti perhitungan aritmetika, kesulitan lain bagi murid-murid memahami cabang tersebut karena ekspresi aljabar sering kali sulit untuk dikerjakan secara langsung. Malahan, murid-murid perlu mempelajari cara mengubah ekspresi aljabar tersebut menurut hukum-hukum yang ada, yang umumnya memiliki tujuan untuk mencari kuantitas yang tak diketahui.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Beberapa alat untuk memperkenalkan murid-murid di dalam pendidikan mengenai aljabar secara abstrak yang mengandalkan model konkret dan visualisasi persamaan di antaranya adalah [[analogi]] geometris, manipulasi yang menyertakan stik atau gelas, dan "mesin fungsi" yang merepresentasikan persamaan sebagai [[diagram alir]]. Salah satu metode yang digunakan adalah [[Timbangan|skala timbangan]] sebagai pendekatan ilustrasi untuk membantu murid-murid memahami masalah-masalah aljabar yang dasar. Massa objek pada timbangan yang tidak diketahui menggunakan variabel sebagai kuantitas yang tak diketahui. Menyelesaikan persamaan dapat dianggap seperti menambahkan atau menghilangkan objek pada kedua sisi timbangan sehingga menjadi seimbang hingga hanya ada satu objek yang tersisa pada satu sisi timbangan itu, yaitu objek yang tak diketahui massanya.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Soal cerita (pendidikan matematika)|Soal cerita]] adalah alat lain untuk memperlihatkan cara aljabar diterapkan di kehidupan nyata. Sebagai contoh, murid-murid dapat menyajikan suatu permasalahan berikut: diketahui adik Nanang memiliki dua kali lebih banyak apel yang dimiliki Nanang. Jika diketahui bahwa jumlah apel yang dimiliki Nanang beserta adiknya adalah dua belas, murid-murid kemudian ditanyakan untuk mencari suatu persamaan aljabar yang menggambarkan keadaan tersebut (<math>2x + x = 12</math>) dan kemudian menentukan berapa apel yang dimiliki Nanang | |||
Pada tahap universitas, mahasiswa menghadapi topik aljabar lebih lanjut, yang dimulai dari aljabar linear dan aljabar abstrak. Mahasiswa yang menjenjang di awal [[sarjana]] mempelajari aljabar linear yang berfokus pada matriks, ruang vektor, dan pemetaan linear. Setelah mempelajarinya, mahasiswa biasanya diperkenalkan dengan aljabar abstrak, yang mempelajari struktur aljabar seperti grup, gelanggang,dan lapangan, serta kaitan di antara struktur-struktur tersebut. Kurikulum yang digunakan biasanya meliputi contoh-contoh struktur aljabar yang spesifik, seperti siste bilangan rasional, bilangan real, dan polinomial.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Pada tahap universitas, mahasiswa menghadapi topik aljabar lebih lanjut, yang dimulai dari aljabar linear dan aljabar abstrak. Mahasiswa yang menjenjang di awal [[sarjana]] mempelajari aljabar linear yang berfokus pada matriks, ruang vektor, dan pemetaan linear. Setelah mempelajarinya, mahasiswa biasanya diperkenalkan dengan aljabar abstrak, yang mempelajari struktur aljabar seperti grup, gelanggang,dan lapangan, serta kaitan di antara struktur-struktur tersebut. Kurikulum yang digunakan biasanya meliputi contoh-contoh struktur aljabar yang spesifik, seperti siste bilangan rasional, bilangan real, dan polinomial. | |||
== | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://www.khanacademy.org/math/algebra Khan Academy: Konseptual video dan contoh bekerja] | * [http://www.khanacademy.org/math/algebra Khan Academy: Konseptual video dan contoh bekerja] | ||
* [https://www.khanacademy.org/math/algebra/introduction-to-algebra/overview_hist_alg/v/origins-of-algebra Khan Academy: asal-Usul Aljabar, online gratis micro kuliah] | * [https://www.khanacademy.org/math/algebra/introduction-to-algebra/overview_hist_alg/v/origins-of-algebra Khan Academy: asal-Usul Aljabar, online gratis micro kuliah] | ||
* [http://algebrarules.com Algebrarules.com: open source sumber daya untuk belajar dasar-dasar Aljabar] | * [http://algebrarules.com Algebrarules.com: open source sumber daya untuk belajar dasar-dasar Aljabar] | ||
* [http://www.gresham.ac.uk/event.asp?PageId=45&EventId=620 4000 Tahun dari Aljabar] , kuliah oleh Robin Wilson, di Gresham College, 17 oktober 2007 (tersedia untuk MP3 dan MP4 download, juga sebagai file teks). | * [http://www.gresham.ac.uk/event.asp?PageId=45&EventId=620 4000 Tahun dari Aljabar] , kuliah oleh Robin Wilson, di Gresham College, 17 oktober 2007 (tersedia untuk MP3 dan MP4 download, juga sebagai file teks). | ||
* (Inggris) Entri [http://plato.stanford.edu/entries/} Algebra] di ''[[Stanford Encyclopedia of Philosophy]]'' | * (Inggris) Entri [http://plato.stanford.edu/entries/} Algebra] di ''[[Stanford Encyclopedia of Philosophy]]'' | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29500511 (2026-07-28T03:33:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aljabar&oldid=29500511 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29500511 (2026-07-28T03:33:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 08.55
Aljabar adalah cabang matematika yang mengkaji sistem-sistem abstrak tertentu, yang dikenal sebagai struktur aljabar, serta memanipulasi ekspresi di dalam sistem-sistem tersebut. Aljabar merupakan bentuk umum aritmetika yang memperkenalkan variabel dan operasi-operasi aljabar selain operasi aritmetika standar seperti penambahan dan perkalian.
Aljabar elementer adalah bentuk utama aljabar yang dipelajari di banyak sekolah. Aljabar elementer mempelajari pernyataan matematika menggunakan variabel sebagai nilai-nilai yang tidak diketahui dan mencari nilai manakah yang benar pada pernyataan itu. Cara menyelesaikan permasalahan itu dapat digunakan metode yang mengubah persamaan menjadi variabel yang terisolasi. Aljabar linear adalah cabang yang sangat berkaitan dengan mempelajari persamaan linear dan gabungannya yang disebut sistem persamaan linear. Aljabar linear menyediakan metode mencari nilai-nilai yang menyelesaikan semua persamaan di dalam sistem di waktu yang sama, serta mengkaji himpunan solusi tersebut.
Aljabar abstrak mengkaji struktur aljabar, yang terdiri dari himpunan dari objek matematika bersama dengan satu atau beberapa operasi yang didefinisikan pada himpunan itu. Aljabar abstrak adalah bentuk umum aljabar elementer dan aljabar linear, karena kajiannya memungkinkan objek matematika selain daripada bilangan dan operasi-operasi yang bukan aritmetika. Aljabar abstrak membedakan jenis-jenis struktur aljabar seperti grup, gelanggang, dan lapangan, berdasarkan jumlah operasi yang digunakan serta hukum yang diikuti, yang disebut aksioma. Aljabar universal dan teori kategori menyediakan kerangka yang lebih umum untuk mempelajari pola-pola abstrak yang mencirikan kelas struktur aljabar yang berbeda.
Metode aljabar pertama kali dikaji pada zaman kuno untuk menyelesaikan permasalahan spesifik dalam cabang matematika lain seperti geometri. Beberapa matematikawan kemudian menguji teknik-teknik umum untuk memecahkan permasalahan sendiri dari penerapan spesifiknya. Pada kala itu, matematikawan menjelaskan persamaan dan solusi menggunakan kata dan singkatan hingga adanya simbol-simbol formal yang dikembangkan pada abad ke-16 dan ke-17. Pada abad pertengahan ke-19, jangkauan konsep aljabar meluas yang melalui teori persamaan, yang meliputi jenis-jenis operasi dan struktur aljabar yang beragam. Selain geometri, aljabar berkaitan dengan banyak cabang matematika seperti topologi, teori bilangan, dan kalkulus, and serta cabang-cabang lain seperti logika dan ilmu empiris.
Definisi dan etimologi
Aljabar adalah cabang matematika yang mempelajari struktur-struktur aljabar beserta operasi-operasi yang digunakan.[1] Struktur aljabar disini berarti suatu himpunan tak kosong yang terdiri atas objek matematika seperti bilangan bulat, bersamaan dengan operasi aljabar yang didefinisikan pada himpunan tersebut seperti operasi penambahan dan perkalian.[2] Aljabar mempelajari mengenai hukum, karakteristik umum, dan jenis-jenis struktur aljabar. Dalam strukrur aljabar tertentu, aljabar menguji kegunaan variabel dalam persamaan serta cara memanipulasi persamaan-persamaan tersebut.[3]
Aljabar sering kali dipahami sebagai bentuk umum dari cabang aritmetika,[4] cabang yang mempelajari operasi-operasi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, dalam domain bilangan real khusus seperti bilangan real.[5] Aljabar elementer mencakup tingkat abstraksi paling awal. Sama seperti aritmetika, aljabar elementer membatasi abstraksinya ke dalam bentuk jenis-jenis bilangan spesifik dan operasi. Aljabar elementer mengeneralisasi operasi-operasi tersebut dengan mengizinkan nilai kuantitas yang tak terdefinit dalam bentuk variabel selain bilangan.[6] Tingkat abstraksi yang lebih tinggi dapat ditemukan di dalam cabang aljabar abstrak, yang tidak dibatasi ke domain khusus dan malahan menguji struktur aljabar seperti grup dan gelanggang. Konsep dalam aljabar abstrak memperluas ke luar operasi-operasi aritmetika yang biasanya dengan meliputi jenis operasi lainnya.[7] Di atas cabang itu, terdapat aljabar universal yang merupakan tingkat abstraksi yang lebih tinggi, sebab konsepnya tidak mempelajari struktur aljabar spesifik, melainkan mempelajari karateristik dari struktur aljabar yang umum.[8]
Istilah "aljabar" terkadang digunakan dalam pengertian yang lebih sempit, yang hanya mengacu pada aljabar elementer atau hanya aljabar abstrak.[9] Ketika istilah itu digunakan sebagai kata benda yang dapat dihitung, aljabar disini diartikan sebagai suatu jenis struktur aljabar spesifik yang melibatkan ruang vektor dilengkapi dengan jenis operasi biner tertentu.[10] Selain itu, istilah "aljabar" dapat mengacu pada struktur aljabar lainnya tergantung konteks, seperti aljabar Lie atau aljabar asosiatif.[11]
Kata aljabar berasal dari istilah bahasa Arab (), yang berarti perlakuan operasi pada terapi tulang. Pada abad ke-9, istilah tersebut diambil sebagai pengertian matematis ketika matematikawan Persia Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi menggunakannya untuk menjelaskan suatu metode menyelesaikan persamaan dan juga sebagai judul di dalam risalahnya mengenai aljabar yang berjudul , yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebagai '. Kata tersebut kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris pada abad ke-16 dari bahasa Italia, Spanyol, dan Latin di abad pertengahan.[12] Pengertian kata aljabar pada awalnya dibatasi hingga ke teori persamaan, dalam artian suatu seni dalam memanipulasi persamaan polinomial dalam rangka untuk memecahkannya. Pengertian kata aljabar kemudian berubah pada abad ke-19 ketika cakupan konsep aljabar meluas yang meliputi kajian berbaga jenis operasi aljabar dan struktur aljabar bersamaan dengan aksioma.[13]
Aljabar elementer
Aljabar elementer adalah bentuk aljabar tertua sekaligus paling mendasar.[14] Aljabar elementer adalah bentuk umum dari aritmetika yang mengandalkan variabel dan mengkaji cara pernyataan matematis dapat diubah.[15] Aritmetika disini adalah kajian operasi perhitungan dan mengkaji bagaimana suatu bilangan digabungkan dan diubah menjadi operasi aritmetika seperti penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, eksponensiasi, pengakaran, dan logaritma. Sebagai contoh, operasi penambahan menggabungkan dua bilangan (yang disebut penambah) menjadi bilangan ketiga (yang disebut jumlah), seperti
Aljabar elementer mengandalkan operasi yang sama, meskipun variabel juga dihadirkan selain bilangan biasa. Variabel melambangkan kuantitas yang tidak diketahui, yang dapat digunakan sebagai lambang untuk menyatakan kepada seseorang tidak mengetahui nilai pasti serta mengekpresikan hukum umum yang pernyataannya benar, apapun bilangan yang digunakan. Sebagai contoh, persamaan milik cabang aritmetika karena mengekpresikan sebuah kesamaan hanya untuk bilangan-bilangan spesifik. Bilangan pada persamaan tersebut dapat diganti dengan variabel, yang memungkinkan untuk mengekpresikan hukum umum yang menerapkan ke sebarang kombinasi bilangan, seperti sifat perkalian komutatif, yang dinyatakan dalam persamaan
Ekspresi aljabar dibentuk dengan menggunakan operasi aritmetika untuk menggabungkan variabel dan bilangan. Berdasarkan konvensi , , dan melambangkan variabel. Pada beberapa kasus, subskripsi juga ditambahkan untuk membedakan variabel seperti , , dan Huruf kecil seperti , , dan biasanya digunakan sebagai konstanta dan koefisien. Ekspresi adalah contoh ekspresi aljabar yang diciptakan dengan mengalikan bilangan 5 dengan variabel , yang kemudian ditambahkan 3 sebagai hasil akhirnya. Contoh ekspresi aljabar lainnya adalah dan
Beberapa ekspresi aljabar mengambil bentuk pernyataan yang mengaitkan dua ekspresi ke suatu ekspresi yang lain. Persamaan adalah suatu pernyataan yang dibentuk dengan membandingkan dua ekspresi, katakanlah ekspresi itu sama. Kesamaan kedua ekspresi itu menggunakan lambang sama dengan (), seperti Pertidaksamaan melibatkan jenis perbandingan, katakanlah dua ruas sisi berbeda. Ketidaksamaan tersebut menggunakan lambang kurang dari (), lebih dari (), dan lambang tidak sama dengan (). Tidak seperti ekspresi lainnya, pernyataan dapat benar atau salah, dan nilai kebenarannya biasanya bergantung pada nilai variabel. Sebagai contoh, pernyataan benar jika bernilai 2 atau −2, tetapi pernyataan sebaliknya salah.[16] Persamaan dengan variabel dapat dibagi menjadi persamaan identitas dan persamaan bersyarat. Persamaan identitas adalah benar untuk semua nilai yang dapat ditetapkan dengan variabel, seperti persamaan Sementara itu, persamaan bersyarat adalah benar untuk suatu nilai; sebagai contoh, persamaan adalah benar apabila bernilai 5.[17]
Tujuan utama aljabar elementer adalah menentukan nilai bila suatu pernyataan itu benar. Ini didapatkan dengan mengubah dan memanipulasi pernyataan menurut hukum-hukum tertentu. Prinsip utama yang menuntun proses tersebut adalah operasis apapun yang diterapkan ke sebelah ruas suatu persamaan harus diterapkan juga ke ruas lainnya. Sebagai contoh, jika seseorang mengurangi 5 dari ruas kiri suatu persamaan, maka seseorang juga mengurangi 5 dari ruas kanan supaya kedua ruas menjadi seimbang nilainya. Tujuan dari langkah-langkah ini biasanya mengisolasikan suatu variabel pada sebelah ruas persamaan. Sebagai contoh, persamaan dapat diselesaikan untuk dengan menambahkan 7 pada kedua ruas, sehingga mengisolasikan pada ruas kiri dan hasilnya menjadi
Ada banyak teknik lain yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan. Penyederhanaan (simplification) digunakan untuk menggantikan ekspresi yang sulit bentuknya menjadi ekspresi yang lebih mudah. Sebagai contoh, ekspresi dapat diganti dengan karena menurut sifat distributif.[18] Untuk pernyataan dengan beberapa variabel, substitusi adalah teknik umum untuk menggantikan suatu variabel dengan suatu ekspresi ekuivalen yang tidak menggunakan variabel tersebut. Sebagai contoh, jika maka ekspresi dapat disubstitusikan sehingga hasilnya menjadi Dengan cara yang sama, jika seseorang tahu nilai suatu variabel, maka seseorang dapat menggunakan variabel itu untuk menentukan nilai dari variabel yang lain.[19]
Persamaan aljabar dapat dipandang secara geometris untuk membentuk gambaran spasial dalam bentuk grafik. Caranya adalah variabel yang berbeda di dalam persamaan dapat dipandang sebagai koordinat dan nilai yang menyelesaikan persamaan dipandang sebagai titik suatu grafik. Sebagai contoh, jika ditetapkan bernilai nol dalam persamaan , maka pasti bernilai −1 supaya persamaan itu menjadi benar. Ini berarti bahwa pasangan bernilai menjadi bagian dari grafik persamaan. Sebaliknya, pasangan bernilai tidak menyelesaikan persamaan dan bukan bagian dari grafik. Grafik meliputi totalitas dari pasangan yang menyelesaikan suatu persamaan.[20]
Polinomial
Polinomial adalah suatu ekspresi yang terdiri dari satu suku atau lebih yang ditambahkan atau dikurangi dari suku yang lain, contohnya seperti Tiap-tiap suku dapat berupa konstanta, variabel, atau hasil kali dari konstanta dan variabel. Tiap-tiap variabel dapat dinaikkan ke dalam perpangkatan bilangan bulat positif. Monomial adalah polinomial dengan satu suku, sedangkan polinomial dengan dua dan tiga suku disebut binomial dan trinomial. Derajat polinomial adalah nilai maksimum (di antara sukunya) dari penjumlahan perpangakatan variabel (contoh yang di atas adalah polinomial berderajat 4).[21] Polinomial berderajat satu (atau dengan polinomial dengan derajat satu) disebut polinomial linear. Aljabar linear mengkaji sistem polinomial linear.[22] Suatu polinomial dikatakan univariat atau multivariat, tergantung apakah polinomial itu menggunakan satu variabel atau lebih.[23]
Faktorisasi adalah metode menyederhanakan polinomial, sehingga terlihat mudah untuk menganalisisnya dan menentukan nilai dengan cara mengevaluasi polinomial bernilai nol. Faktorisasi berarti menulis ulang suatu polinomial sebagai hasi kali dari beberapa faktor. Sebagai contoh, polinomial dapat difaktorkan sebagai Polinomial secara keseluruhan berniai nol jika dan hanya jika salah satu dari faktornya bernilai nol, yaitu bernilai −2 atau 5.[24] Sebelum abad ke-19, studi aljabar lebih berfokus pada persamaan polinomial, yaitu persamaan yang diperoleh dengan menyamakan suatu polinomial menjadi nol. Cobaan pertama menyelesaikan persamaasn polinomial adalah dengan mengekpresikan solusi dalam bentuk akar. Solusi persamaan dengan derajat dua dalam bentuk dinyatakan dalam bentuk rumus kuadrat[25]Solusi untuk polinomial dengan derajat 3 dan 4 dinyatakan dalam bentuk rumus kubik dan rumus kuartik. Akan tetapi, tidak ada solusi umum yang derajatnya yang lebih tinggi, sebagaimana dibuktikan menurut teorema Abel–Ruffini pada abad ke-19.[26] Bahkan ketika solusi umum tidak ada, solusi pendekatan dapat ditemukan dengan menggunakan alat-alat numerik seperti metode Newton–Raphson.[27]
Teorema dasar aljabar menyatakan bahwa setiap persamaan polinomial univariat berderajat positif dengan koefisien real ataupun kompleks stidaknya memiliki satu buah solusi kompleks. Akibatnya, setiap polinomial berderajat positif dapat difaktorkan menjadi polinomial linear. Teorema ini dibuktikan pada awal abad ke-19, tetapi hal itu tidak menutupi permasalahan karena teorema tersebut tidak menyediakan cara menghitung solusi.[28]
Aljabar linear
Aljabar linear mempelajari kajian sistem persamaan linear.[29] Suatu persamaan adalah linear jika persamaan itu dapat dituliskan sebagai , dengan , , ..., adalah adalah konstanta. Contohnya seperti dan . Suatu sistem persamaan linear berarti kumpulan persamaan linear yang memiliki solusi yang sama.[30]
Matriks adalah susunan nilai dalam bentuk persegi panjang. Matriks pada awalnya diperkenalkan dengan tujuan sebagai notasi yang kompak dan sintetik untuk sistem persamaan linear.[31] Sebagai contoh, sistem persamaandapat ditulis sebagaidengan dan adalah matriks yang dinyatakan sebagaiMatriks dapat ditambahkan, dikalikan, dan terkadang diinvers di bawah kondisi jumlah baris dan kolom. Semua metode untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dapat dinyatakan sebagai manipulasi matriks melalui operasi-operasi tersebut. Sebagai contoh, ketika menghitung matriks invers , maka terdapat sifat bahwa disini adalah matriks identitas. Ketika mengalikan kedua ruas pada persamaan di atas di sebelah kiri anggota oleh maka sifat invers itu berlaku dan sistem persamaan linear menjadi[32]
Metode menyelesaikan sistem persamaan linear yang berkisar dari teknik pengenalan seperti substitusi[33] dan eliminasi,[34] hingga teknik yang lebih sulit menggunakan matriks seperti aturan Cramer, eliminasi Gauss, dekomposisi LU.[35] Suatu sistem persamaan adalah inkonsisten, yang berarti tidak adalah solusi karena persamaan saling kontradiksi dengan yang lain.[36] Sistem persamaan linear adalah konsisten jika mereka memiliki satu solusi tunggal atau tak berhingga banyaknya solusi.[37]
Kajian ruang vektor dan pemetaan linear merupakan konsep bagian aljabar linear yang penting. Ruang vektor adalah struktur aljabar yang dibentuk oleh himpunan dengan operasi penambahan yang membentuk grup abelian dan perkalian skalar yang kompatibel dengan operasi penambahan. Pemetaan linear adalah suatu fungsi di antara ruang vektor yang kompatibel dengan operasi penambahan dan perkalian skalar. Pada kasus ruang vektor berdimensi hingga, vektor-vektor dan pemetaan linear dapat dinyatakan dalam bentuk matriks. Dengan demikian, teori-teori mengenai matriks dan ruang vektor berdimensi hingga pada awalnya sama. Penjelasan spesifiknya, ruang vektor menyediakan cara ketiga untuk mengekpresikan serta memanipulasi sistem persamaan linear.[38] Dari sudut pandang tersebut, matriks dapat diartikan sebagai representasi pemetaan linear. Artinya, jika seseorang memilih suatu basis tertentu untuk menjelaskan vektor-vektor yang sedang ditransformasikan, maka entri-entri di dalam matriks memberikan hasil menerapkan pemetaan linear ke vektor basis.[39]
Sistem persamaan linear dapat digambarkan secara geometris. Untuk sistem persamaan dengan dua variabel, tiap-tiap persamaan mewakili suatu garis di dalam ruang berdimensi dua. Titik yang merupakan perpotongan dua garis adalah solusi dari seluruh sistem persamaan, sebab titik tersebut adalah satu-satunya solusi untuk baik persamaan pertama maupun persamaan kedua. Akan tetapi untuk sistem persamaan yang tak konsisten, dua garis malah saling sejajar, yang artinya tidak ada solusi sama sekali karena kedua garis itu tidak pernah berpotongan. Andaikata kedua persamaan itu tidak bebas maka mereka menggambarkan garis yang sama, yang artinya setiap solusi dari satu persamaan juga merupakan solusi dari persamaan yang lain. Kaitan tersebut memberikan kemungkinan mencari solusi secara grafis dengan menggambarkan persamaan-persamaan dan menentukan titik mana yang mereka saling berpotongan.[40] Prinsip yang sama juga berlaku untuk sistem persamaan yang terdiri dari banyak variabel, tetapi yang membedakannya mereka tidak menggambarkan garis, melainkan bangunan yang berdimensi lebih tinggi. Sebagai contoh, sistem persamaan yang memiliki tiga variabel digambarkan sebagai bidang di dalam ruang berdimensi tiga, dan titik yang merupakan perpotongan dari semua bidang merupakan solusi dari sistem persamaan tersebut.[41]
Aljabar abstrak
Aljabar abstrak adalah kajian struktur aljabar.[42] Struktur aljabar dapat diartikan sebagai kerangka awal mula pemahaman operasi pada objek matematika, seperti penambahan dari bilangan-bilangan. Kalau aljabar elementer dan aljabar membatasi struktur aljabar khusus, kajian aljabar abstrak lebih berfokus pada pendekatan lebih umum yang membandingkan bagaimana struktur aljabar berbeda dengan yang lain serta struktur aljabar itu merupakan jenis apa: grup, gelanggang, dan lapangan.[43] Poin penting dari perbedaan jenis struktur aljabar terletak pada jumlah operasi yang digunakan dan hukum yang dipenuhi.[44] Dalam pendidikan matematika, aljabar abstrak mengacu pada kursus sarjana yang sebagian mahasiswa ambil setelah menyelesaikan kursus aljabar linear.[45]
Dalam tingkat yang formal, struktur aljabar adalah suatu himpunan dari objek matematika, yang disebut himpunan pendasar (underlying set), bersamaan dengan satu atau beberapa operasi. Aljabar abstrak lebih berfokus pada operasi biner, yang megambil sebarang dua objek dari himpunan pendasar sebagai input dan kemudian memetakannya ke objek lain ke himpunan itu sebagai output.[46] Sebagai contoh, struktur aljabar memiliki bilangan asli () sebagai himpunan pendasarnya serta penambahan () sebagai operasi binernya.[47] Himpunan pendasar dapat mengandung objek matematika selain bilangan, dan operasi tidak dibatasi ke operasi aritmetika pada biasanya.[48] Sebagai contoh, himpunan pendasar grup simetri dari suatu ojek geometris dibentuk dari transformasi geometris seperti rotasi, yang berarti setiap objek yang ditransformasi tetap tidak berubah. Operasi binernya adalah komposisi fungsi, yang mengambil dua transformasi sebagai input dan memiliki hasil transformasi yang didapatkan dengan menerapkan transformasi pertama yang kemudian menerapkan transformasi kedua sebagai output-nya.[49]
Teori grup
Aljabar abstrak mengklasifikasi struktur aljabar berdasarkan hukum atau aksioma yang dipatuhi operasi-operasinya beserta jumlah operasi yang digunakan. Jenis struktur aljabar yang paling mendasar adalah grup, yang memiliki satu operasi serta syarat bahwa operasi itu asosiatif, memiliki anggota identitas dan anggota invers. Suatu operasi adalah asosiatif jika urutan dari beberapa operasi tidak diperhatikan, dalam artian sama saja dengan untuk semua anggota. Suatu operasi memiliki anggota identitas jika terdapat suatu anggota yang tidak berubah nilainya dari anggota yang lain, dalam artian jika Suatu operasi memiliki anggota invers jika untuk sebarang anggota maka terdapat anggota timbal balik (reciprocal element) yang membatalkan . Jika suatu anggota mengoperasi pada inversnya maka hasilnya menjadi anggota identitas , yang diekpresikan secara formal sebagai Setiap struktur aljabar yang memenuhi semua syarat tersebut dapat dikatakan sebagai grup.[50] Sebagai contoh, adalah grup yang dibentuk oleh himpunan dari bilangan bulat terhadap operasi penambahan. Anggota identitasnya adalah 0 dan anggota inversnya dari sebarang bilangan adalah Sementara itu, himpunan bilangan asli terhadap operasi penambahan tidak merupakan grup karena hanya mempunyai bilangan bulat positif, sehingga tidak ada anggota invers.[51]
Teori grup mempelajari kealamian grup, yang memiliki teorema dasar seperti teorema dasar grup abelian hingga dan teorema Feit–Thompson.[52] Teirema terakhir adalah langkah awal penting dalam salah satu pencapaian matematika terpenting pada abad ke-20. Pencapaian tersebut mebawa upaya kolaboratif, yang menerbitkan 10.000 jurnal kebanyakan di antara tahun 1960 dan 2004. Akibatnya, karya-karya tersebut melengkapi klasifikasi grup sederhana hingga.[53]
Teori gelanggang dan teori lapangan
Gelanggang adalah struktur aljabar dengan dua operasi yang kerjanya sama seperti operasi penambahan dan perkalian dari bilangan, serta dinamai dan dilambangkan dengan cara yang serupa pada umumnya. Gelanggang adalah grup komutatif terhadap operasi penambahan. Artinya penambahan dari gelanggang bersifat asosiatif, komutatif, serta memiliki anggota identitas dan invers. Perkaliannya bersifat asosiatif dan distributif terhadap operasi penambahan, dalam artian and Lebih lanjut, perkalian bersifat asosiatif dan memiliki anggota identitas yang umumnya dilambangkan .[54] Perkalian tidak harus komutatif, karena kalau komutatif, maka gelanggang itu juga komutatif.[55] Gelanggang bilangan bulat () adalah gelanggang komutatif paling sederhana.[56]
Lapangan adalah gelanggang komutatif sehingga dan masing-masing anggota tak nol memiliki invers perkalian.[57] Gelanggang bilangan bulat tidak membentuk suatu lapangan karena kekurangan invers perkalian. Sebagai contoh, invers perkalian dari adalah yang bukan merupakan bilangan bulat. Bilangan rasional, bilangan real, dan bilangan kompleks masing-masing membentuk lapangan dengan operasi penambahan dan perkalian.[58]
Teori gelanggang mengkaji gelanggang, dan menjelajahi konsep seperti subgelanggang, gelanggang kuosien, gelanggang polinomial, dan ideal, serta juga teorema seperti teorema basis Hilbert.[59] Teori lapangan bersangkutan dengan lapangan, mempelajari ekstensi lapangan, klosur aljabar, dan lapangan hingga.[60] Teori Galois mempelajari kaitan antara teori lapangan dan teori grup, yang mengandalkan teorema dasarnya.[61]
Teori interrelasi di antara struktur-struktur
Selain grup, gelanggang, dan lapangan, terdapat banyak struktur aljabar lainnya yang dikaji dalam aljabar. Struktur aljabar tersebut meliputi magma, semigrup, monoid, grup abelian, gelanggang komutatif, modul, lattice, ruang vektor, aljabar atas lapangan, serta aljabar asosiatif dan non-asosiatif. Struktur aljabar tersebut berbeda satu sama lain dalam hal jenis objek yang dijelaskan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi operasinya. Banyak struktur yang berkaitan dengan satu sama lain dalam hal tersebut dengan menambahkan beberapa syarat, sebuah struktur dasar yang dapat diubah menjadi struktur lebih lanjut.[62] Sebagai contoh, suatu magma menjadi suatu semigrup jika operasinya bersifat asosiatif.[63]
Homomorfisme adalah alat menguji tampilan struktur dengan membandingkan dua struktur aljabar.[64] Suatu homomorfisme adalah suatu fungsi yang dipetakan dari himpunan pendasar suatu struktur aljabar ke himpunan pendasar suatu struktur aljabar lainnya sehingga mempertahankan karakteristik struktural tertentu. Secara formal, jika dua buah struktur aljabar menggunakan operasi biner, yang ditulis dalam bentuk dan , maka fungsi adalah homomorfisme apabila memenuhi syarat bahwa Keberadaan homomorfisme memperlihatkan bahwa operasi pada struktur aljabar yang kedua memainkan peran yang sama seperti operasi pada struktur aljabar yang pertama.[65] Isomorfisme adalah jenis homomorfisme khusus yang mengindikasikan tingkat kesamaan yang lebih tinggi di antara dua struktur aljabar. Suatu isomorfisme adalah homomorfisme bijektif, yang berarti homomorfisme yang membangun kaitan korespondensi satu-satu di antara anggota dari dua buah struktur aljabar. Hal ini menyiratkan bahwa setiap anggota dari struktur aljabar pertama dipetakan ke anggota tunggal di dalam struktru aljabar kedua tanpa adanya sebarang anggota yang tidak dipetakan di dalam struktur aljabar kedua.[66]
Alat perbandingan lainnya adalah kaitan antara struktur aljabar dan subaljabarnya.[67] Struktur aljabar dan subaljabarnya menggunakan operasi yang sama, yang mengikuti aksioma yang sama. Perbedaannya adalah himpunan pendasar subaljabar adalah subhimpunan dari struktur aljabar. Semua operasi di dalam subaljabar memiliki syarat bahwa mereka bersifat tertutup di dalam himpunan pendasarnya, yang berarti mereka hanya menghasilkan anggota yang juga merupakan himpunan pendasar itu.[68] Sebagai contoh, himpunan dari bilangan bulat genap bersama dengan operasi penambahan merupakan subaljabar dari himpunan bilangan bulat yang penuh bersama dengan operasi penambahan. Ini dikarenakan penjumlahan dari dua bilangan genap hasilnya tetap bilangan genap. Beda halnya dengan himpunan bilangan bulat ganjil bersama dengan operasi penambahan, yang bukan merupakan subaljabar, karena tidak ada sifat ketertutupan. Artinya, dua bilangan ganjil yang dijumlahkan menghasilkan bilangan genap, tetapi bilangan itu tidak ada pada subhimpunan tersebut.[69]
Aljabar universal mengkaji struktur aljabar yang umum, dalam artian tidak melibatkan anggota spesifik yang membangun himpunan pendasar dan meganggap operasi dengan lebih dari dua input, seperti operasi ternary. Aljabar universal menyediakan suatu kerangka supaya mempelajari struktur apakah yang menampilkan kesamaan struktur aljabar yang berbeda.[70] Salah satu tampilan struktur-struktur trsebut tersebut melibatkan identitas the identitas yang benar di dalam struktur aljabar yang berbeda. Identitas yang dimaksud disini adalah persamaan universal equation atau persamaan yang benar untuk semua anggota dari himpunan pendasar. Sebagai contoh, komutativitas merupakan persamaan universal yang menyatakan bahwa identik dengan untuk semua anggota.[71] Varietas adalah kelas dari semua struktur aljabar yang memenuhi identitas-identitas tertentu. Sebagai contoh, jika dua struktur aljabar memenuhi sifat komutativitas, maka mereka bagian dari varietas yang sama.[72]
Teori kategori menguji cara objek matematika berkaitan satu dengan yang lain menggunakan konsep kategori. Kategori disini berarti suatu koleksi objek bersamaan dengan koleksi morfisme atau "panah" di antara objek-objek tersebut. Kedua koleksi tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Sebagai contoh, morfisme dapat digabung, atau dikomposisi. Maksudnya adalah jika terdapat suatu morfisme dari objek ke objek , dan terdapat suatu morfisme yang lain dari objek ke objek , maka pastinya ada satu morfisme juga dari objek ke objek . Komposisi dari morfisme tersebut dharus asosiatif, dan pasti ada "mordisma identitas" untuk tiap objek.[73] Kategori sering kali digunakan dalam matematika kontemporer karena menyediakan suatu kerangka satuan yang dapat menjelaskan dan menganalisis banyak konsep matematika dasar. Sebagai contoh, himpunan dapat dijelaskan dengan kategori himpunan, dan sebarang grup dapat dipandang sebagai morfisme dari suatu kategori yang hanya satu objek.[74]
Sejarah
Awal mula aljabar berasal dari konsepnya yang bertujuan memecahkan permasalahan matematika yang melibatkan perhitungan aritmetika dan kuantitas yang tidak diketahui. Pengembangan tersebut terjadi di Babilonia, Mesir, Yunani, Tiongkok, dan India. Salah satu catatan tertua mengenai permasalahan aljabar dapat ditemukan dari Mesir Kuno, Papirus Matematika Rhind, yang ditulis sekitar 1650 SM. Papirus ini mendiskusikan solusi persamaan linear, yang diekspresikan ke dalam bentuk permasalahan seperti "Sebuah kuantitas; kuantitas keempatnya ditambahkan ke dia. Hasilnya lima belas. Apa itu kuantitas?" Lauh tanah liat orang Babilonia yang berasal dari waktu yang sama menjelaskan metode menyelesaikan persamaan linear dan persamaan polinomial kuadratik, seperti metode menyelesaikan bentuk kuadrat.[75]
Banyak wawasan tersebut dapat ditemukan dari Yunani Kuno. Dimulai pada abad ke-6 SM, ketertarikan mereka adalah geometri ketimbang aljabar, tetapi mereka menggunakan metode aljabar untuk memecahkan permasalahan geometri. Sebagai contoh, mereka mempelajari bangunan geometri selagi menganggap panjang dan luas bangunan tersebut sebagai kuantitas tidak diketahui yang akan dinyatakan kemudian, seperto yang disederhanakan dalam perumusan Pythagoras mengenai metode selisih dua bilangan kuadrat dan kemudian di dalam Elemen Euklides.[76] Pada abad ke-3 SM, Diophantus menyediakan cara yang lebih detail mengenai menyelesaikan solusi persamaan aljabar dalam kumpulan bukunya yang berjudul Arithmetica. Diophantus adalah orang pertama yang bereksperimen dengan notasi simbol untuk mengekpresikan polinomial.[77] Karya Diophantus berdampak pada pengembahgan aljabar di Arab, dengan banyak metode Diophantus mencerminkan konsep dan teknik yang digunakan dalamm aljabar Arab pada abad pertengahan.[78] Di Tiongkok Kuno, Jiuzhang Suanshu, sebuah buku yang disusun di anatara abad ke-10 SM hingga abad ke-2 M,[79] membahas berbagai teknik untuk memecahkan persamaan alajbar, di antaranya kegunaan konstruksi berupa matriks.[80]
Tidak ada persetujuan mengenai apakah pengembangan-pengembangan tersebut merupakan bagian aljabar atau hanya pendahulu sebelum awal mulanya konsep aljabar. Pengembangan tersebut menawarkan solusi permasalahan aljabar, tetapi tidak menggambarkannya dalam bentuk pemahaman umum dan abstrak; alih-alih hanya bertujuan pada kasus-kasus spesifik serta penerapan.[81] Hal tersebut berubah ketika matematikawan Persia al-Khwarizmi menerbitkan karyanya Al-jabr pada 825 SM, yang pertama kali menyajikan perlakuan detail mengenai metode umum yang dapat memanipulasi persamaan linear dan persamaan kuadrat dengan "mengurangi" dan "menyeimbangkan" kedua ruas persamaan.[82] Beberapa kontribusi yang berdampak pada aljabar berasal dari matematikawan Arab Thābit ibn Qurra pada abad ke-9 dan matematikawan Persia Omar Khayyam pada abad ke-11 dan ke-12.[83]
Di India, Brahmagupta mempelajari bagaimana cara memecahkan persamaan kuadrat beserta persamasan dengan beberap variabel pada abad ke-7 SM. Di antara penemuannya Brahmagupta adalah orang yang menggunakan angka nol dan bilangan negatif di dalam persamaan aljabar.[84] Matematikawan India Mahāvīra pada abad ke-9 dan Bhāskara II pada abad ke-12 kemudian memperbaiki metode dan konsep Brahmagupta.[85] Pada tahun 1247, the matematikawan Tiongkok Qin Jiushao menulis Shushu Jiuzhang, yang menyertakan sebuah algoritma untuk evaluasi polinomial secara numerik, di antaranya polinomial dengan derajat yang lebih tinggi.[86]
Ide dan teknik al-Kwarizmi dibawa oleh matematikawan Italia Fibonacci ke Eropa dalam buku-bukunya, terutama Liber Abaci.[87] Pada tahun 1545, polimatik Italia Gerolamo Cardano menerbitkan bukunya berjudul Ars Magna, yang meliputi banyak topik dalam aljabar, membahas bilangan imajiner dan juga yang pertama kali menyajikan metode umum untuk memecahkan persamaan kubik dan persamaan kuartik.[88] Pada abad ke-16 dan ke-17, matematikawan Prancis François Viète dan René Descartes memperkenalkan huruf dan simbol untuk melambangkan variabel dan operasi, yang memungkinkan untuk mengekpresikan persamaan secara abstrak dan singkat. Matematikawan pendahulu masih mengandalkan penjelasan secara verbal untuk permasalahan dan solusi.[89] Beberapa sejarawan mengamati pengembangan ini sebagai kunci utama dalam sejarah aljabar, sekaligus menganggap sebelum adanya ide huruf dan simbol tersebut sebagai prasejarah aljabar karena kurangnya kealamian abstrak yang berdasarkan manipulasi simbolik.[90]
Pada abad ke-17 dan ke-18, banyak matematikawan mencoba mencari penyelesaian umum untuk polinomial dengan derajat lima dan yang lebih tinggi, tetapi semuanya gagal.[91] Pada akhir abad ke-18, matematikawan Jerman Carl Friedrich Gauss membuktikan teorema dasar aljabar, yang menjelaskan keberadaan akar polinomial dengan sebarang derajat tanpa menyediakan solusi umum.[92] Pada awal abad ke-19, matematikawan Italia Paolo Ruffini dan matematikawan Norwegia Niels Henrik Abel dapat menunjukkan bahwa tidak ada solusi umum untuk polinomial dengan derajat lima atau yang lebih tinggi.[93] Sebagai balasan sekaligus setelah penemuan dari kedua matematikawan itu, matematikawan Prancis Évariste Galois mengembangkan teori yang dikenal sebagai teori Galois, yang menawarkan analisis yang lebih dalam mengenai solusi polinomial selagi juga menyertakan dasar-dasar teori grup.[94] Matematikawan kemudian menyadari keterkaitan teori grup dengan cabang lain dan menerapkannya ke dalam kedisiplinan cabang matematika seperti geometri dan teori bilangan.[95]
Dimulai pada pertengahan abad ke-19, ketertarikan dalam aljabar berubah dari kajian polinomial yang dikaitkan dengan aljabar elementer yang mengacu pada pertanyaan lebhi umum menjadi struktur aljabar. Hal ini menandakan kehadiran aljabar abstrak. Pendekatan ini mengkaji basis aksiomatik mengenai operasi aljabar sebarang.[96] Penemuan sistem aljabar baru berdasarkan operasi yang berbeda dan anggota menyertai pengembangan tersebut, seperti aljabar Boole, aljabar vektor, dan aljabar matriks.[97] Pengembangan awal yang berdampak dalam aljabar abstrak dibuat oleh matematikawan Jerman David Hilbert, Ernst Steinitz, dan Emmy Noether serta juga matematikawan Austria Emil Artin. Mereka meneliti bentuk struktur aljabar yang berbeda dan mengaktegorikannya berdasarkan struktur aljabar di bawah aksioma menjadi grup, gelanggang, dan lapangan.[98]
Gagasan pendekatan yang lebih umum, yang dikaitkan dengan aljabar universal dirancang oleh matematikawan Inggris Alfred North Whitehead dalam bukunya A Treatise on Universal Algebra pada tahun 1898. Dimulai pada tahun 1930-an, matematikawan Amerika Serikat Garrett Birkhoff memperluas gagasan tersebut dan mengembangkan banyak konsep dasar bidang tersebut.[99] Penemuan aljabar universal mengarah pada kehadiran berbagai cabang baru yang berfokus pada aljabarisasi matematikamaksudnya penerapan metode aljabar ke cabang matematika lain. Aljabar topologis muncul pada awal abad ke-20 yang mempelajari struktur aljabar seperti grup topologis dan grup Lie.[100] Pada tahun 1940-an dan 1950-an, aljabar homologi muncul, yang menggunakan teknik aljabar untuk mempelajari homologi.[101] Di waktu yang sama, teori kategori dikembangkan dan memainkan peran penting dalam fondasi matematika.[102] Beberapa pengembangannya adalah formulasi teori model dan kajian aljabar bebas.[103]
Penerapan
Aljabar memberikan banyak dampak di dalam matematika dan penerapannya di bidang lain.[104] Aljabarisasi matematika (algebraization of mathematics) berarti proses menerapkan metode dan prinsip-prinsip aljabar ke cabang matematika yang lain, seperti geometri, topologi, teori bilangan, dan kalkulus. Penerapan tersebut menggunakan simbol berupa variabel untuk mengekpresikan penjelasan secara matematis pada tingkat yang lebih umum, yang memungkinkan matematikawan mengembangkan model secara formal yang menjelaskan bagaimana cara objek-objek berinteraksi dan berkaitan satu sama lain.[105]
Salah satu penerapan aljabar ditemukan dalam geometri, yang menggunakan pernyataan aljabar untuk menjelaskan gambaran geometris. Sebagai contoh, persamaan menggambarkan suatu garis di dalam ruang berdimensi dua, sedangkan persamaan menggambarkan bola dalam ruang berdimensi tiga. Beberapa cabang minat khusus geometri aljabar adalah varietas aljabar, yang merupakan solusi untuk sistem persamaan polinomial yang dapat digunakan untuk menjelaskan gambaran geometris yang lebih kompleks.[106] Selain itu, penalaran aljabar dapat memecahkan permasalashan geometris. Sebagai contoh, seseorang dapat menentukan apakah dan di manakah garis yang dinyatakan sebagai berpotongan dengan lingkaran yang dinyatakan sebagai dengan memecahkan sistem persamaan dari kedua persamaan tersebut.[107] Topologi mengkaji sifat-sifat bangunan geometris atau ruang topologis yang dipertahankan di bawah operasi deformasi kontinu. Topologi aljabar mengandalkan teori-teori aljabar seperti teori grup untuk mengklasifikasi ruang-ruang topologis. Sebagai contoh, grup homotopi mengklasifikasi ruang-ruang topologis berdasarkan keberadaan loop atau lubang di dalamnya.[108]
Teori bilangan melibatkan sifat-sifat dan hubungan antara bilangan bulat. Teori bilangan aljabar menerapkan metode dan prinsip aljabar ke cabang teori bilangan. Contoh-contohnya berupa penggunaan ekspresi aljabar untuk menjelaskan hukum yang umum seperti Teorema Terakhir Fermat, dan pengunaan struktur aljabar untuk menganalisis perilaku bilangan seperti gelanggang bilangan bulat.[109] Kaitan cabang lainnya adalah kombinatorika, yang menggunakan teknik aljabar untuk menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pencacahan, penyusunan, dan kombinasi dari objek-objek yang diskret. Contohnya seperti kombinatorika aljabar yang merupakan penerapan teori grup untuk menganalisis graf dan simetri.[110] Pemahaman aljabar yang relevan dengan kalkulus, yang menggunakan ekrepsi matematika untuk menguji laju perubahan dan akumulasi. Kalkulus mengandalkan aljabar, contohnya seperti memahami bagaimana ekspresi-ekspresinya dapat diubah dan variabel mana yang akan dimainkan.[111] Logika aljabar menggunakan metode aljabar untuk menjelaskan dan menganalisis struktur dan pola yang mendasari penalaran secara logika,[112] menjelajahi struktur matematika yang berkaitan dan penerapannya terhadap permasalahan logika yang konkret.[113] Logika lajabar juga mencakup kajian aljabar Boole untuk menjelaskan logika proporsisional[114] serta formulasi dan analisis struktur aljabar yang korespodensi dengan sistem logika yang lebih kompleks.[115]
Metode aljabar sering kali digunakan di dalam cabang lain, seperti ilmu alam. Sebagai contoh, metode aljabar digunakan untuk mengekspresikan hukum-hukum ilmiah dan menyelesaikan permasalahan di dalam fisika, kimia, dan biologi.[116] Penerapan yang mirip juga ditemukan di dalam cabang ekonomi, geografi, rekayasa (yaitu elektronik dan robotik), serta ilmu komputer untuk mengekspresikan kaitan, menyelesaikan permasalahan, dan memodelkan sistem.[117] Aljabar linear memainkan peran penting di dalam kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, contohnya dengan memungkinkan proses dan analisis dataset yang cukup besar secara efisien.[118] Berbagai cabang yang mengandalkan struktur aljabar juga dipelajari oleh aljabar abstrak. Sebagai contoh, kristalografi dan mekanika kuantum membuat pengunaan teori grup yang ekstensif,[119] yang juga digunakan untuk mengkaji teka-teki seperti Sudoku dan kubus Rubik,[120] serta origami.[121] Teori pengodean dan kriptologi mengandalkan aljabar abstrak untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan transmisi data, seperti menghindari efek derau dan menjaga keamanan data.[122]
Pendidikan
Hampir semua aljabar berfokus pada aljabar elementer. Cabang ini biasanya tidak diperkenalkan hingga pendidikan menengah karena membutuhkan pemahaman akan dasar-dasar aritmetika selagi menyajikan tantangan kognitif baru yang dikaitkan dengan penalran dan perumuman.[123] Cabang tersebut ditujukan untuk murid-murid yang mengenal matematika dalam bentuk formal dengan membantu mereka memahami simbol matematika, seperti bagaimana variabel dapat digunakan untuk melambangkan kuantitas yang tak diketahui. Tidak seperti perhitungan aritmetika, kesulitan lain bagi murid-murid memahami cabang tersebut karena ekspresi aljabar sering kali sulit untuk dikerjakan secara langsung. Malahan, murid-murid perlu mempelajari cara mengubah ekspresi aljabar tersebut menurut hukum-hukum yang ada, yang umumnya memiliki tujuan untuk mencari kuantitas yang tak diketahui.[124]
Beberapa alat untuk memperkenalkan murid-murid di dalam pendidikan mengenai aljabar secara abstrak yang mengandalkan model konkret dan visualisasi persamaan di antaranya adalah analogi geometris, manipulasi yang menyertakan stik atau gelas, dan "mesin fungsi" yang merepresentasikan persamaan sebagai diagram alir. Salah satu metode yang digunakan adalah skala timbangan sebagai pendekatan ilustrasi untuk membantu murid-murid memahami masalah-masalah aljabar yang dasar. Massa objek pada timbangan yang tidak diketahui menggunakan variabel sebagai kuantitas yang tak diketahui. Menyelesaikan persamaan dapat dianggap seperti menambahkan atau menghilangkan objek pada kedua sisi timbangan sehingga menjadi seimbang hingga hanya ada satu objek yang tersisa pada satu sisi timbangan itu, yaitu objek yang tak diketahui massanya.[125] Soal cerita adalah alat lain untuk memperlihatkan cara aljabar diterapkan di kehidupan nyata. Sebagai contoh, murid-murid dapat menyajikan suatu permasalahan berikut: diketahui adik Nanang memiliki dua kali lebih banyak apel yang dimiliki Nanang. Jika diketahui bahwa jumlah apel yang dimiliki Nanang beserta adiknya adalah dua belas, murid-murid kemudian ditanyakan untuk mencari suatu persamaan aljabar yang menggambarkan keadaan tersebut () dan kemudian menentukan berapa apel yang dimiliki Nanang
Pada tahap universitas, mahasiswa menghadapi topik aljabar lebih lanjut, yang dimulai dari aljabar linear dan aljabar abstrak. Mahasiswa yang menjenjang di awal sarjana mempelajari aljabar linear yang berfokus pada matriks, ruang vektor, dan pemetaan linear. Setelah mempelajarinya, mahasiswa biasanya diperkenalkan dengan aljabar abstrak, yang mempelajari struktur aljabar seperti grup, gelanggang,dan lapangan, serta kaitan di antara struktur-struktur tersebut. Kurikulum yang digunakan biasanya meliputi contoh-contoh struktur aljabar yang spesifik, seperti siste bilangan rasional, bilangan real, dan polinomial.[126]
Pranala luar
- Khan Academy: Konseptual video dan contoh bekerja
- Khan Academy: asal-Usul Aljabar, online gratis micro kuliah
- Algebrarules.com: open source sumber daya untuk belajar dasar-dasar Aljabar
- 4000 Tahun dari Aljabar , kuliah oleh Robin Wilson, di Gresham College, 17 oktober 2007 (tersedia untuk MP3 dan MP4 download, juga sebagai file teks).
- (Inggris) Entri Algebra di Stanford Encyclopedia of Philosophy
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29500511 (2026-07-28T03:33:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.