Lompat ke isi

Kobalt: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29576144; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Kobalt_electrolytic_and_1cm3_cube.jpg|thumb|right|280px|Kobalt electrolytic and 1cm3 cube]]
'''Kobalt''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Co''' dan [[nomor atom]] 27. Seperti halnya nikel, kobalt di kerak Bumi hanya ditemukan dalam bentuk senyawa kimia, kecuali sejumlah kecil endapan yang terdapat dalam [[logam paduan|paduan]] [[besi meteorit]] alami. [[Unsur bebas]]nya, yang dihasilkan melalui [[Peleburan (metalurgi)|peleburan]] reduktif, merupakan [[logam]] keras, berkilau, agak rapuh, dan berwarna abu-abu.
'''Kobalt''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Co''' dan [[nomor atom]] 27. Seperti halnya nikel, kobalt di kerak Bumi hanya ditemukan dalam bentuk senyawa kimia, kecuali sejumlah kecil endapan yang terdapat dalam [[logam paduan|paduan]] [[besi meteorit]] alami. [[Unsur bebas]]nya, yang dihasilkan melalui [[Peleburan (metalurgi)|peleburan]] reduktif, merupakan [[logam]] keras, berkilau, agak rapuh, dan berwarna abu-abu.


Pigmen biru berbasis kobalt ([[biru kobalt]]) telah digunakan sejak zaman dahulu untuk perhiasan dan cat, serta untuk memberikan warna biru khas pada kaca. Dahulu, warna tersebut diyakini berasal dari logam [[bismut]]. Para penambang telah lama menggunakan nama ''bijih [[kobold]]'' ([[bahasa Jerman]] untuk ''bijih [[goblin]]'') bagi beberapa [[mineral]] penghasil pigmen biru. Bijih tersebut dinamai demikian karena tidak mengandung logam yang dikenal pada masa itu dan menghasilkan asap beracun yang mengandung [[arsen]] ketika dilebur. Pada tahun 1735, bijih semacam itu ditemukan dapat direduksi menjadi logam baru (logam pertama yang ditemukan sejak zaman kuno) yang akhirnya diberi nama berdasarkan ''kobold''.
Pigmen biru berbasis kobalt ([[biru kobalt]]) telah digunakan sejak zaman dahulu untuk perhiasan dan cat, serta untuk memberikan warna biru khas pada kaca. Dahulu, warna tersebut diyakini berasal dari logam [[bismut]]. Para penambang telah lama menggunakan nama ''bijih [[kobold]]'' ([[bahasa Jerman]] untuk ''bijih [[goblin]]'') bagi beberapa [[mineral]] penghasil pigmen biru. Bijih tersebut dinamai demikian karena tidak mengandung logam yang dikenal pada masa itu dan menghasilkan asap beracun yang mengandung [[arsen]] ketika dilebur.<sup class="reference" id="wu-cite-1">[[#wu-ref-1|[1]]]</sup> Pada tahun 1735, bijih semacam itu ditemukan dapat direduksi menjadi logam baru (logam pertama yang ditemukan sejak zaman kuno) yang akhirnya diberi nama berdasarkan ''kobold''.


Saat ini, kobalt biasanya diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan [[tembaga]] dan nikel, tetapi terkadang juga diperoleh dari sejumlah bijih berkilau seperti logam, misalnya [[kobaltit]] (CoAsS). [[Copperbelt]] di [[Republik Demokratik Kongo]] (DRC) dan [[Zambia]] menghasilkan sebagian besar produksi kobalt dunia. Produksi dunia pada tahun 2016 mencapai  menurut [[Natural Resources Canada]], dan DRC sendiri menyumbang lebih dari 50%. Pada tahun 2024, produksi melebihi 300.000 ton, dengan DRC menyumbang lebih dari 80%.
Saat ini, kobalt biasanya diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan [[tembaga]] dan nikel, tetapi terkadang juga diperoleh dari sejumlah bijih berkilau seperti logam, misalnya [[kobaltit]] (CoAsS). [[Copperbelt]] di [[Republik Demokratik Kongo]] (DRC) dan [[Zambia]] menghasilkan sebagian besar produksi kobalt dunia. Produksi dunia pada tahun 2016 mencapai  menurut [[Natural Resources Canada]], dan DRC sendiri menyumbang lebih dari 50%.<sup class="reference" id="wu-cite-2">[[#wu-ref-2|[2]]]</sup> Pada tahun 2024, produksi melebihi 300.000 ton, dengan DRC menyumbang lebih dari 80%.<sup class="reference" id="wu-cite-3">[[#wu-ref-3|[3]]]</sup>


Kobalt digunakan terutama dalam [[baterai ion litium]], serta dalam pembuatan paduan yang bersifat [[magnetisme|magnetis]], tahan aus, dan berkekuatan tinggi. Senyawa kobalt silikat dan [[Biru kobalt|kobalt(II) aluminat]] (CoAl<sub>2</sub>O<sub>4</sub>, biru kobalt) memberikan warna biru tua yang khas pada [[kaca]], [[keramik]], [[tinta]], [[cat]], dan [[Sampang (material)|sampang]]. Kobalt secara alami hanya memiliki satu [[isotop]] stabil, yaitu kobalt-59. [[Kobalt-60]] merupakan radioisotop yang penting secara komersial, digunakan sebagai [[pelacak radioaktif]] dan untuk menghasilkan [[sinar gama]] berenergi tinggi. Kobalt juga digunakan dalam industri minyak bumi sebagai katalis dalam proses pemurnian minyak mentah. Proses ini bertujuan menghilangkan [[belerang]], yang sangat mencemari lingkungan ketika dibakar dan menyebabkan [[hujan asam]].
Kobalt digunakan terutama dalam [[baterai ion litium]], serta dalam pembuatan paduan yang bersifat [[magnetisme|magnetis]], tahan aus, dan berkekuatan tinggi. Senyawa kobalt silikat dan [[Biru kobalt|kobalt(II) aluminat]] (CoAl<sub>2</sub>O<sub>4</sub>, biru kobalt) memberikan warna biru tua yang khas pada [[kaca]], [[keramik]], [[tinta]], [[cat]], dan [[Sampang (material)|sampang]]. Kobalt secara alami hanya memiliki satu [[isotop]] stabil, yaitu kobalt-59. [[Kobalt-60]] merupakan radioisotop yang penting secara komersial, digunakan sebagai [[pelacak radioaktif]] dan untuk menghasilkan [[sinar gama]] berenergi tinggi. Kobalt juga digunakan dalam industri minyak bumi sebagai katalis dalam proses pemurnian minyak mentah. Proses ini bertujuan menghilangkan [[belerang]], yang sangat mencemari lingkungan ketika dibakar dan menyebabkan [[hujan asam]].<sup class="reference" id="wu-cite-4">[[#wu-ref-4|[4]]]</sup>


Kobalt merupakan pusat aktif dari sekelompok [[Kofaktor (biokimia)|koenzim]] yang disebut [[Vitamin B12|kobalamin]], yang juga dikenal sebagai [[Vitamin B12|Vitamin B<sub>12</sub>]], yaitu [[vitamin]] esensial bagi semua hewan. Kobalt dalam bentuk anorganik juga merupakan [[Zat gizi mikro|mikronutrien]] bagi [[bakteri]], [[alga]], dan [[fungi]].
Kobalt merupakan pusat aktif dari sekelompok [[Kofaktor (biokimia)|koenzim]] yang disebut [[Vitamin B12|kobalamin]], yang juga dikenal sebagai [[Vitamin B12|Vitamin B<sub>12</sub>]], yaitu [[vitamin]] esensial bagi semua hewan. Kobalt dalam bentuk anorganik juga merupakan [[Zat gizi mikro|mikronutrien]] bagi [[bakteri]], [[alga]], dan [[fungi]].
Baris 11: Baris 13:
Nama kobalt berasal dari jenis bijih yang dianggap sebagai gangguan oleh para penambang [[perak]] Jerman pada abad ke-16. Nama tersebut kemungkinan berasal dari kepercayaan terhadap roh atau goblin yang dianggap bertanggung jawab atas bijih tersebut. Roh ini oleh sebagian orang dianggap berkaitan dengan kobold ([[Dewa rumah tangga|roh rumah tangga]]), sementara yang lain mengategorikannya sebagai [[katai]] (roh tambang).
Nama kobalt berasal dari jenis bijih yang dianggap sebagai gangguan oleh para penambang [[perak]] Jerman pada abad ke-16. Nama tersebut kemungkinan berasal dari kepercayaan terhadap roh atau goblin yang dianggap bertanggung jawab atas bijih tersebut. Roh ini oleh sebagian orang dianggap berkaitan dengan kobold ([[Dewa rumah tangga|roh rumah tangga]]), sementara yang lain mengategorikannya sebagai [[katai]] (roh tambang).
==Karakteristik==
==Karakteristik==
Kobalt merupakan logam [[Feromagnetisme|feromagnetik]] dengan [[massa jenis relatif|rapat jenis]] 8,9. [[suhu Curie]]-nya adalah ,<sup class="reference" id="wu-cite-5">[[#wu-ref-5|[5]]]</sup> sedangkan momen magnetiknya sebesar 1,6–1,7 [[magneton Bohr]] per [[atom]].<sup class="reference" id="wu-cite-6">[[#wu-ref-6|[6]]]</sup> [[Permeabilitas magnetik|Permeabilitas relatif]] kobalt adalah sekitar dua pertiga dari [[besi]].<sup class="reference" id="wu-cite-7">[[#wu-ref-7|[7]]]</sup> Kobalt logam memiliki dua [[struktur kristal|struktur kristalografi]], yaitu [[Tetal-rapat sferis sama|hcp]] dan [[Sistem kristal kubik|fcc]]. Suhu transisi ideal antara struktur hcp dan fcc adalah , tetapi dalam praktiknya perbedaan energi antara keduanya sangat kecil sehingga pertumbuhan campuran kedua struktur tersebut sering terjadi secara acak.<sup class="reference" id="wu-cite-8">[[#wu-ref-8|[8]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-9">[[#wu-ref-9|[9]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-10">[[#wu-ref-10|[10]]]</sup>


 
Kobalt merupakan logam yang lemah dalam mereduksi dan terlindungi dari [[redoks|oksidasi]] oleh lapisan [[oksida]] [[Pasivasi (kimia)|pasif]]. Kobalt dapat bereaksi dengan [[halogen]] dan belerang. Pemanasan dalam [[oksigen]] menghasilkan [[Kobalt(II,III) oksida|Co<sub>3</sub>O<sub>4</sub>]], yang kehilangan oksigen pada suhu  dan menghasilkan [[Kobalt(II) oksida|monoksida]] CoO.<sup class="reference" id="wu-cite-11">[[#wu-ref-11|[11]]]</sup> Logam ini bereaksi dengan [[fluorin]] (F<sub>2</sub>) pada suhu 520&nbsp;K menghasilkan [[Kobalt(III) fluorida|CoF<sub>3</sub>]]; dengan [[klorin]] (Cl<sub>2</sub>), [[bromin]] (Br<sub>2</sub>) dan [[iodin]] (I<sub>2</sub>), kobalt menghasilkan [[halida]] biner yang sesuai. Kobalt tidak bereaksi dengan [[Hidrogen#Dihidrogen|gas hidrogen]] ([[hidrogen|H<sub>2</sub>]]) atau [[gas nitrogen]] ([[nitrogen|N<sub>2</sub>]]), bahkan ketika dipanaskan. Namun, kobalt dapat bereaksi dengan [[boron]], [[karbon]], [[fosforus]], arsen, dan belerang.<sup class="reference" id="wu-cite-12">[[#wu-ref-12|[12]]]</sup> Pada suhu biasa, kobalt bereaksi secara perlahan dengan [[asam mineral]] dan bereaksi sangat lambat dengan udara lembap, tetapi tidak dengan udara kering.
Kobalt merupakan logam [[Feromagnetisme|feromagnetik]] dengan [[massa jenis relatif|rapat jenis]] 8,9. [[suhu Curie]]-nya adalah , sedangkan momen magnetiknya sebesar 1,6–1,7 [[magneton Bohr]] per [[atom]]. [[Permeabilitas magnetik|Permeabilitas relatif]] kobalt adalah sekitar dua pertiga dari [[besi]]. Kobalt logam memiliki dua [[struktur kristal|struktur kristalografi]], yaitu [[Tetal-rapat sferis sama|hcp]] dan [[Sistem kristal kubik|fcc]]. Suhu transisi ideal antara struktur hcp dan fcc adalah , tetapi dalam praktiknya perbedaan energi antara keduanya sangat kecil sehingga pertumbuhan campuran kedua struktur tersebut sering terjadi secara acak.
 
Kobalt merupakan logam yang lemah dalam mereduksi dan terlindungi dari [[redoks|oksidasi]] oleh lapisan [[oksida]] [[Pasivasi (kimia)|pasif]]. Kobalt dapat bereaksi dengan [[halogen]] dan belerang. Pemanasan dalam [[oksigen]] menghasilkan [[Kobalt(II,III) oksida|Co<sub>3</sub>O<sub>4</sub>]], yang kehilangan oksigen pada suhu  dan menghasilkan [[Kobalt(II) oksida|monoksida]] CoO. Logam ini bereaksi dengan [[fluorin]] (F<sub>2</sub>) pada suhu 520&nbsp;K menghasilkan [[Kobalt(III) fluorida|CoF<sub>3</sub>]]; dengan [[klorin]] (Cl<sub>2</sub>), [[bromin]] (Br<sub>2</sub>) dan [[iodin]] (I<sub>2</sub>), kobalt menghasilkan [[halida]] biner yang sesuai. Kobalt tidak bereaksi dengan [[Hidrogen#Dihidrogen|gas hidrogen]] ([[hidrogen|H<sub>2</sub>]]) atau [[gas nitrogen]] ([[nitrogen|N<sub>2</sub>]]), bahkan ketika dipanaskan. Namun, kobalt dapat bereaksi dengan [[boron]], [[karbon]], [[fosforus]], arsen, dan belerang. Pada suhu biasa, kobalt bereaksi secara perlahan dengan [[asam mineral]] dan bereaksi sangat lambat dengan udara lembap, tetapi tidak dengan udara kering.
==Senyawa==
==Senyawa==
 
[[Bilangan oksidasi]] kobalt yang umum antara lain +2 dan +3, meskipun senyawa dengan bilangan oksidasi mulai dari −3 hingga [[perkobaltat|+5]] juga telah diketahui. Bilangan oksidasi yang umum pada senyawa sederhana adalah +2 (kobalt(II)). Garam-garam ini membentuk [[kompleks akuo logam]] berwarna merah muda  di dalam air. Penambahan [[klorida]] menghasilkan  yang berwarna biru pekat.<sup class="reference" id="wu-cite-13">[[#wu-ref-13|[13]]]</sup> Dalam [[uji nyala api|uji nyala]] manik boraks, kobalt menunjukkan warna biru tua, baik dalam nyala oksidasi maupun nyala reduksi.<sup class="reference" id="wu-cite-14">[[#wu-ref-14|[14]]]</sup>
 
[[Bilangan oksidasi]] kobalt yang umum antara lain +2 dan +3, meskipun senyawa dengan bilangan oksidasi mulai dari −3 hingga [[perkobaltat|+5]] juga telah diketahui. Bilangan oksidasi yang umum pada senyawa sederhana adalah +2 (kobalt(II)). Garam-garam ini membentuk [[kompleks akuo logam]] berwarna merah muda  di dalam air. Penambahan [[klorida]] menghasilkan  yang berwarna biru pekat. Dalam [[uji nyala api|uji nyala]] manik boraks, kobalt menunjukkan warna biru tua, baik dalam nyala oksidasi maupun nyala reduksi.
===Senyawa oksigen dan kalkogen===
===Senyawa oksigen dan kalkogen===
Beberapa oksida biner kobalt telah diketahui. [[Kobalt(II) oksida]] (CoO) memiliki warna hijau dan struktur [[Sistem kristal kubik|garam batu]]. Senyawa ini mudah teroksidasi oleh air dan oksigen menjadi kobalt(III) hidroksida (Co(OH)<sub>3</sub>) berwarna cokelat. Pada suhu 600–700&nbsp;°C, CoO teroksidasi menjadi [[kobalt(II,III) oksida]] (Co<sub>3</sub>O<sub>4</sub>) berwarna biru, yang memiliki [[Golongan spinel#Struktur spinel|struktur spinel]]. [[Kobalt(III) oksida]] (Co<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) berwarna hitam juga telah diketahui. Oksida kobalt bersifat [[Antiferomagnetisme|antiferomagnetik]] pada [[suhu]] rendah: CoO (yang memiliki [[Suhu Curie#Antiferomagnetik dan suhu Néel|suhu Néel]] sebesar 291&nbsp;K) dan Co<sub>3</sub>O<sub>4</sub> (yang memiliki suhu Néel sebesar 40&nbsp;K) memiliki struktur yang mirip dengan [[magnetit]] (Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>), dengan campuran bilangan oksidasi +2 dan +3.  Kalium [[perkobaltat]] (K<sub>3</sub>CoO<sub>4</sub>) mengandung salah satu contoh langka kompleks kobalt dengan bilangan oksidasi +5.
Beberapa oksida biner kobalt telah diketahui. [[Kobalt(II) oksida]] (CoO) memiliki warna hijau dan struktur [[Sistem kristal kubik|garam batu]]. Senyawa ini mudah teroksidasi oleh air dan oksigen menjadi kobalt(III) hidroksida (Co(OH)<sub>3</sub>) berwarna cokelat. Pada suhu 600–700&nbsp;°C, CoO teroksidasi menjadi [[kobalt(II,III) oksida]] (Co<sub>3</sub>O<sub>4</sub>) berwarna biru, yang memiliki [[Golongan spinel#Struktur spinel|struktur spinel]].<sup class="reference" id="wu-cite-15">[[#wu-ref-15|[15]]]</sup> [[Kobalt(III) oksida]] (Co<sub>2</sub>O<sub>3</sub>) berwarna hitam juga telah diketahui.<sup class="reference" id="wu-cite-16">[[#wu-ref-16|[16]]]</sup> Oksida kobalt bersifat [[Antiferomagnetisme|antiferomagnetik]] pada [[suhu]] rendah: CoO (yang memiliki [[Suhu Curie#Antiferomagnetik dan suhu Néel|suhu Néel]] sebesar 291&nbsp;K) dan Co<sub>3</sub>O<sub>4</sub> (yang memiliki suhu Néel sebesar 40&nbsp;K) memiliki struktur yang mirip dengan [[magnetit]] (Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>), dengan campuran bilangan oksidasi +2 dan +3.<sup class="reference" id="wu-cite-17">[[#wu-ref-17|[17]]]</sup>   Kalium [[perkobaltat]] (K<sub>3</sub>CoO<sub>4</sub>) mengandung salah satu contoh langka kompleks kobalt dengan bilangan oksidasi +5.


[[Kalkogen]]ida utama kobalt adalah [[kobalt sulfida]] berwarna hitam, yaitu CoS<sub>2</sub> (memiliki struktur [[pirit]]),  (memiliki struktur spinel), dan CoS (memiliki struktur [[nikel arsenida]]).
[[Kalkogen]]ida utama kobalt adalah [[kobalt sulfida]] berwarna hitam, yaitu CoS<sub>2</sub> (memiliki struktur [[pirit]]),  (memiliki struktur spinel), dan CoS (memiliki struktur [[nikel arsenida]]).<sup class="reference" id="wu-cite-18">[[#wu-ref-18|[18]]]</sup>
===Halida===
===Halida===
Garam [[sesium heksafluorokobaltat(IV)]] (Cs<sub>2</sub>CoF<sub>6</sub>) merupakan contoh langka senyawa kobalt dengan bilangan oksidasi +4.<sup class="reference" id="wu-cite-19">[[#wu-ref-19|[19]]]</sup> Potensial reduksi untuk reaksi  + e<sup>−</sup> →  adalah +1,92&nbsp;V, lebih tinggi daripada potensial reduksi klorin menjadi klorida, +1,36&nbsp;V. Akibatnya, [[kobalt(III) klorida]] akan secara spontan tereduksi menjadi kobalt(II) klorida dan klorin. Karena potensial reduksi fluorin menjadi fluorida sangat tinggi, yaitu +2.87&nbsp;V, [[kobalt(III) fluorida]] merupakan salah satu dari sedikit senyawa kobalt(III) sederhana yang stabil. Kobalt(III) fluorida, yang digunakan dalam beberapa reaksi fluorinasi, bereaksi dengan hebat terhadap air.<sup class="reference" id="wu-cite-20">[[#wu-ref-20|[20]]]</sup>


Garam [[sesium heksafluorokobaltat(IV)]] (Cs<sub>2</sub>CoF<sub>6</sub>) merupakan contoh langka senyawa kobalt dengan bilangan oksidasi +4. Potensial reduksi untuk reaksi  + e<sup>−</sup> →  adalah +1,92&nbsp;V, lebih tinggi daripada potensial reduksi klorin menjadi klorida, +1,36&nbsp;V. Akibatnya, [[kobalt(III) klorida]] akan secara spontan tereduksi menjadi kobalt(II) klorida dan klorin. Karena potensial reduksi fluorin menjadi fluorida sangat tinggi, yaitu +2.87&nbsp;V, [[kobalt(III) fluorida]] merupakan salah satu dari sedikit senyawa kobalt(III) sederhana yang stabil. Kobalt(III) fluorida, yang digunakan dalam beberapa reaksi fluorinasi, bereaksi dengan hebat terhadap air.
Empat dihalida kobalt(II) yang telah diketahui adalah: [[kobalt(II) fluorida]] (CoF<sub>2</sub>, berwarna merah muda), [[kobalt(II) klorida]] (CoCl<sub>2</sub>, berwarna biru), [[kobalt(II) bromida]] (CoBr<sub>2</sub>, berwarna hijau), [[kobalt(II) iodida]] (CoI<sub>2</sub>, berwarna biru kehitaman). Halida-halida tersebut juga dapat ditemukan dalam bentuk terhidrasi. Kobalt(II) klorida anhidrat memiliki warna biru, sedangkan bentuk terhidrasinya berwarna merah.<sup class="reference" id="wu-cite-21">[[#wu-ref-21|[21]]]</sup> Kation [[Kompleks akuo logam|heksaakuokobalt(II)]] yang berwarna merah muda, , ditemukan dalam beberapa garam kobalt yang umum digunakan, seperti kobalt(II) nitrat dan kobalt(II) sulfat.
 
Empat dihalida kobalt(II) yang telah diketahui adalah: [[kobalt(II) fluorida]] (CoF<sub>2</sub>, berwarna merah muda), [[kobalt(II) klorida]] (CoCl<sub>2</sub>, berwarna biru), [[kobalt(II) bromida]] (CoBr<sub>2</sub>, berwarna hijau), [[kobalt(II) iodida]] (CoI<sub>2</sub>, berwarna biru kehitaman). Halida-halida tersebut juga dapat ditemukan dalam bentuk terhidrasi. Kobalt(II) klorida anhidrat memiliki warna biru, sedangkan bentuk terhidrasinya berwarna merah. Kation [[Kompleks akuo logam|heksaakuokobalt(II)]] yang berwarna merah muda, , ditemukan dalam beberapa garam kobalt yang umum digunakan, seperti kobalt(II) nitrat dan kobalt(II) sulfat.
===Kompleks koordinasi===
===Kompleks koordinasi===
Terdapat banyak jenis kompleks kobalt(III) yang berikatan dengan amonia dan amina, yang disebut [[kompleks amina logam|kompleks amina]].  Contohnya antara lain ,  ([[Kloropentaminakobalt klorida|kloropentaminakobalt(III)]]), serta ''cis''- dan ''trans''-. Kompleks serupa yang menggunakan [[etilenadiamina]] juga telah banyak dikenal. Selain itu, terdapat analog ketika ligan halida digantikan oleh [[nitrit]], [[hidroksida]], [[karbonat]], dan sebagainya. [[Alfred Werner]] melakukan penelitian secara ekstensif terhadap kompleks-kompleks ini dalam penelitian yang membuatnya memperoleh Hadiah Nobel. Kestabilan kompleks tersebut ditunjukkan, antara lain, melalui keberhasilan [[pemisahan optik]] [[Tris(etilenadiamina)kobalt(III) klorida|tris(etilenadiamina)kobalt(III)]] ().
Terdapat banyak jenis kompleks kobalt(III) yang berikatan dengan amonia dan amina, yang disebut [[kompleks amina logam|kompleks amina]].  Contohnya antara lain ,  ([[Kloropentaminakobalt klorida|kloropentaminakobalt(III)]]), serta ''cis''- dan ''trans''-. Kompleks serupa yang menggunakan [[etilenadiamina]] juga telah banyak dikenal. Selain itu, terdapat analog ketika ligan halida digantikan oleh [[nitrit]], [[hidroksida]], [[karbonat]], dan sebagainya. [[Alfred Werner]] melakukan penelitian secara ekstensif terhadap kompleks-kompleks ini dalam penelitian yang membuatnya memperoleh Hadiah Nobel.<sup class="reference" id="wu-cite-22">[[#wu-ref-22|[22]]]</sup> Kestabilan kompleks tersebut ditunjukkan, antara lain, melalui keberhasilan [[pemisahan optik]] [[Tris(etilenadiamina)kobalt(III) klorida|tris(etilenadiamina)kobalt(III)]] ().<sup class="reference" id="wu-cite-23">[[#wu-ref-23|[23]]]</sup>


Bilangan oksidasi kobalt yang sangat tinggi, yaitu +4, dapat distabilkan oleh ligan berbasis , yang menghasilkan kristal berwarna biru tua. Ligan yang [[Teori asam–basa keras dan lunak|lebih lunak]] seperti [[trifenilfosfina]] dapat membentuk kompleks dengan Co(II) dan Co(I). Contohnya adalah bis- dan tris(trifenilfosfina)kobalt(I) klorida,  dan . Kompleks Co(I) dan Co(II) ini menjadi penghubung menuju kompleks organologam yang dibahas pada bagian berikutnya.
Bilangan oksidasi kobalt yang sangat tinggi, yaitu +4, dapat distabilkan oleh ligan berbasis , yang menghasilkan kristal berwarna biru tua.<sup class="reference" id="wu-cite-24">[[#wu-ref-24|[24]]]</sup> Ligan yang [[Teori asam–basa keras dan lunak|lebih lunak]] seperti [[trifenilfosfina]] dapat membentuk kompleks dengan Co(II) dan Co(I). Contohnya adalah bis- dan tris(trifenilfosfina)kobalt(I) klorida,  dan . Kompleks Co(I) dan Co(II) ini menjadi penghubung menuju kompleks organologam yang dibahas pada bagian berikutnya.
===Senyawa organologam===
===Senyawa organologam===
 
[[Kobaltosena]] merupakan [[analog struktur]]al dari [[ferosena]], dengan atom kobalt menggantikan besi. Kobaltosena jauh lebih sensitif terhadap oksidasi dibandingkan ferosena.<sup class="reference" id="wu-cite-25">[[#wu-ref-25|[25]]]</sup> Kobalt karbonil ([[Dikobalt oktakarbonil|Co<sub>2</sub>(CO)<sub>8</sub>]]) merupakan [[Katalisis|katalis]] dalam reaksi [[karbonilasi]] dan [[hidrosililasi]].<sup class="reference" id="wu-cite-26">[[#wu-ref-26|[26]]]</sup> Vitamin B<sub>12</sub> adalah senyawa organologam yang ditemukan secara alami dan merupakan satu-satunya vitamin yang mengandung atom logam.<sup class="reference" id="wu-cite-27">[[#wu-ref-27|[27]]]</sup> Salah satu contoh kompleks alkilkobalt dengan bilangan oksidasi kobalt yang tidak umum, yaitu +4, adalah kompleks homoleptik [[tetrakis(1-norbornil)kobalt(IV)]] (Co(1-norb)<sub>4</sub>). Kompleks ini merupakan senyawa kompleks alkil logam transisi yang terkenal karena ketahanannya terhadap [[Eliminasi β-hidrida|eliminasi β-hidrogen]],<sup class="reference" id="wu-cite-28">[[#wu-ref-28|[28]]]</sup> sesuai dengan [[aturan Bredt]]. Kompleks kobalt(III) dan kobalt(V),  dan , juga telah diketahui.<sup class="reference" id="wu-cite-29">[[#wu-ref-29|[29]]]</sup>1
 
[[Kobaltosena]] merupakan [[analog struktur]]al dari [[ferosena]], dengan atom kobalt menggantikan besi. Kobaltosena jauh lebih sensitif terhadap oksidasi dibandingkan ferosena. Kobalt karbonil ([[Dikobalt oktakarbonil|Co<sub>2</sub>(CO)<sub>8</sub>]]) merupakan [[Katalisis|katalis]] dalam reaksi [[karbonilasi]] dan [[hidrosililasi]]. Vitamin B<sub>12</sub> adalah senyawa organologam yang ditemukan secara alami dan merupakan satu-satunya vitamin yang mengandung atom logam. Salah satu contoh kompleks alkilkobalt dengan bilangan oksidasi kobalt yang tidak umum, yaitu +4, adalah kompleks homoleptik [[tetrakis(1-norbornil)kobalt(IV)]] (Co(1-norb)<sub>4</sub>). Kompleks ini merupakan senyawa kompleks alkil logam transisi yang terkenal karena ketahanannya terhadap [[Eliminasi β-hidrida|eliminasi β-hidrogen]], sesuai dengan [[aturan Bredt]]. Kompleks kobalt(III) dan kobalt(V),  dan , juga telah diketahui.1
==Isotop==
==Isotop==
<sup>59</sup>Co merupakan satu-satunya isotop kobalt yang stabil dan yang terdapat secara alami di Bumi. Sebanyak 22 [[radionuklida|radioisotop]] telah diketahui. Isotop yang paling stabil, [[Kobalt-60|<sup>60</sup>Co]], memiliki [[waktu paruh]] 5,2714&nbsp;tahun; <sup>57</sup>Co memiliki waktu paruh 271,81&nbsp;hari; <sup>56</sup>Co memiliki waktu paruh 77,24&nbsp;hari; dan <sup>58</sup>Co memiliki waktu paruh 70,84&nbsp;hari. Semua isotop [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] kobalt lainnya memiliki waktu paruh kurang dari 18&nbsp;jam, dan dalam sebagian besar kasus bahkan kurang dari 1&nbsp;detik. Unsur ini juga memiliki 4 [[isomer nuklir|keadaan metastabil]], yang semuanya memiliki waktu paruh kurang dari 15&nbsp;menit.<sup class="reference" id="wu-cite-30">[[#wu-ref-30|[30]]]</sup>


Isotop kobalt memiliki nomor massa mulai dari <sup>50</sup>Co hingga <sup>78</sup>Co. [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama isotop dengan massa atom lebih rendah daripada isotop stabil satu-satunya, <sup>59</sup>Co, adalah [[Tangkapan elektron|penangkapan elektron]]. Sementara itu, isotop dengan massa atom lebih tinggi terutama mengalami [[peluruhan beta]]. [[Produk peluruhan]] utama isotop di bawah <sup>59</sup>Co adalah [[isotop besi|isotop unsur 26]] (besi). Di atas <sup>59</sup>Co, produk peluruhannya adalah [[isotop nikel|isotop unsur 28]] (nikel).<sup class="reference" id="wu-cite-31">[[#wu-ref-31|[31]]]</sup>


<sup>59</sup>Co merupakan satu-satunya isotop kobalt yang stabil dan yang terdapat secara alami di Bumi. Sebanyak 22 [[radionuklida|radioisotop]] telah diketahui. Isotop yang paling stabil, [[Kobalt-60|<sup>60</sup>Co]], memiliki [[waktu paruh]] 5,2714&nbsp;tahun; <sup>57</sup>Co memiliki waktu paruh 271,81&nbsp;hari; <sup>56</sup>Co memiliki waktu paruh 77,24&nbsp;hari; dan <sup>58</sup>Co memiliki waktu paruh 70,84&nbsp;hari. Semua isotop [[peluruhan radioaktif|radioaktif]] kobalt lainnya memiliki waktu paruh kurang dari 18&nbsp;jam, dan dalam sebagian besar kasus bahkan kurang dari 1&nbsp;detik. Unsur ini juga memiliki 4 [[isomer nuklir|keadaan metastabil]], yang semuanya memiliki waktu paruh kurang dari 15&nbsp;menit.
Inti <sup>59</sup>Co dapat dideteksi menggunakan [[resonansi magnet inti]] (NMR)<sup class="reference" id="wu-cite-32">[[#wu-ref-32|[32]]]</sup> dan memiliki [[Resonansi kuadrupol nuklir|momen kuadrupol]] magnetik. Di antara semua inti yang aktif dalam NMR, <sup>59</sup>Co memiliki rentang pergeseran kimia terbesar, dan pergeseran kimianya dapat dikorelasikan dengan [[deret spektrokimia]].<sup class="reference" id="wu-cite-33">[[#wu-ref-33|[33]]]</sup> Resonansi dapat diamati dalam rentang hingga 20.000&nbsp;ppm, dengan lebar sinyal mencapai 20&nbsp;kHz. Standar yang banyak digunakan adalah kalium heksasiano­kobaltat, yaitu 0,1&nbsp;M  dalam . Karena memiliki tingkat simetri yang tinggi, senyawa ini memiliki lebar garis yang relatif kecil. Sebaliknya, sistem dengan tingkat simetri rendah dapat menghasilkan sinyal yang melebar sedemikian rupa sehingga sinyal tersebut tidak dapat diamati menggunakan NMR wujud cair, tetapi masih dapat diamati menggunakan [[resonansi magnet inti wujud padat|NMR wujud padat]].
 
Isotop kobalt memiliki nomor massa mulai dari <sup>50</sup>Co hingga <sup>78</sup>Co. [[Peluruhan radioaktif#Mode peluruhan|Mode peluruhan]] utama isotop dengan massa atom lebih rendah daripada isotop stabil satu-satunya, <sup>59</sup>Co, adalah [[Tangkapan elektron|penangkapan elektron]]. Sementara itu, isotop dengan massa atom lebih tinggi terutama mengalami [[peluruhan beta]]. [[Produk peluruhan]] utama isotop di bawah <sup>59</sup>Co adalah [[isotop besi|isotop unsur 26]] (besi). Di atas <sup>59</sup>Co, produk peluruhannya adalah [[isotop nikel|isotop unsur 28]] (nikel).
 
Inti <sup>59</sup>Co dapat dideteksi menggunakan [[resonansi magnet inti]] (NMR) dan memiliki [[Resonansi kuadrupol nuklir|momen kuadrupol]] magnetik. Di antara semua inti yang aktif dalam NMR, <sup>59</sup>Co memiliki rentang pergeseran kimia terbesar, dan pergeseran kimianya dapat dikorelasikan dengan [[deret spektrokimia]]. Resonansi dapat diamati dalam rentang hingga 20.000&nbsp;ppm, dengan lebar sinyal mencapai 20&nbsp;kHz. Standar yang banyak digunakan adalah kalium heksasiano­kobaltat, yaitu 0,1&nbsp;M  dalam . Karena memiliki tingkat simetri yang tinggi, senyawa ini memiliki lebar garis yang relatif kecil. Sebaliknya, sistem dengan tingkat simetri rendah dapat menghasilkan sinyal yang melebar sedemikian rupa sehingga sinyal tersebut tidak dapat diamati menggunakan NMR wujud cair, tetapi masih dapat diamati menggunakan [[resonansi magnet inti wujud padat|NMR wujud padat]].
==Etimologi==
==Etimologi==
Banyak kisah berbeda mengenai asal-usul kata "kobalt" telah dikemukakan. Menurut salah satu versi, unsur kobalt dinamai dari "''kobelt''", yaitu nama yang diberikan oleh para penambang perak Jerman pada abad ke-16 kepada sejenis bijih yang mengganggu, yang bersifat korosif dan mengeluarkan gas beracun.<sup class="reference" id="wu-cite-34">[[#wu-ref-34|[34]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-35">[[#wu-ref-35|[35]]]</sup> Meskipun bijih-bijih semacam itu telah digunakan untuk menghasilkan pigmen biru sejak zaman kuno, pada masa itu orang Jerman belum memiliki teknologi untuk melebur bijih tersebut menjadi logam (lihat  di bawah).<sup class="reference" id="wu-cite-36">[[#wu-ref-36|[36]]]</sup>


Banyak kisah berbeda mengenai asal-usul kata "kobalt" telah dikemukakan. Menurut salah satu versi, unsur kobalt dinamai dari "''kobelt''", yaitu nama yang diberikan oleh para penambang perak Jerman pada abad ke-16 kepada sejenis bijih yang mengganggu, yang bersifat korosif dan mengeluarkan gas beracun. Meskipun bijih-bijih semacam itu telah digunakan untuk menghasilkan pigmen biru sejak zaman kuno, pada masa itu orang Jerman belum memiliki teknologi untuk melebur bijih tersebut menjadi logam (lihat  di bawah).
Tokoh yang menjadi rujukan utama mengenai bijih ''kobelt'' tersebut (dilatinkan sebagai ''cobaltum'' atau ''cadmia''<sup class="reference" id="wu-cite-37">[[#wu-ref-37|[37]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-38">[[#wu-ref-38|[38]]]</sup>) pada masa itu adalah [[Georgius Agricola]].<sup class="reference" id="wu-cite-39">[[#wu-ref-39|[39]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-40">[[#wu-ref-40|[40]]]</sup> Dia juga merupakan tokoh yang sering dikutip mengenai roh-roh tambang yang disebut "''kobel''" (dilatinkan sebagai ''cobalus'' atau bentuk jamaknya ''cobali'') dalam sebuah karya yang terpisah.<sup class="reference" id="wu-cite-41">[[#wu-ref-41|[41]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-42">[[#wu-ref-42|[42]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-43">[[#wu-ref-43|[43]]]</sup>
 
Tokoh yang menjadi rujukan utama mengenai bijih ''kobelt'' tersebut (dilatinkan sebagai ''cobaltum'' atau ''cadmia'') pada masa itu adalah [[Georgius Agricola]]. Dia juga merupakan tokoh yang sering dikutip mengenai roh-roh tambang yang disebut "''kobel''" (dilatinkan sebagai ''cobalus'' atau bentuk jamaknya ''cobali'') dalam sebuah karya yang terpisah.


Agricola tidak menghubungkan bijih yang namanya mirip itu dengan roh tersebut. Namun, hubungan sebab-akibat (bahwa bijih itu dianggap disebabkan oleh ''kobel'') dibuat oleh seorang tokoh sezaman, sedangkan hubungan mengenai asal-usul kata (bahwa kata tersebut "dibentuk" dari ''cobalus'') dikemukakan oleh seorang penulis pada akhir abad ke-18. Kemudian, kamus Grimm (1868) mencatat bahwa bijih ''kobalt/kobelt'' dianggap disebabkan oleh roh gunung (''[[Berggeist|Bergmännchen]]'') yang juga dipercaya bertanggung jawab karena "mencuri perak dan menghasilkan bijih yang menyebabkan buruknya udara tambang (''Wetter'') serta bahaya kesehatan lainnya".
Agricola tidak menghubungkan bijih yang namanya mirip itu dengan roh tersebut. Namun, hubungan sebab-akibat (bahwa bijih itu dianggap disebabkan oleh ''kobel'') dibuat oleh seorang tokoh sezaman, sedangkan hubungan mengenai asal-usul kata (bahwa kata tersebut "dibentuk" dari ''cobalus'') dikemukakan oleh seorang penulis pada akhir abad ke-18. Kemudian, kamus Grimm (1868) mencatat bahwa bijih ''kobalt/kobelt'' dianggap disebabkan oleh roh gunung (''[[Berggeist|Bergmännchen]]'') yang juga dipercaya bertanggung jawab karena "mencuri perak dan menghasilkan bijih yang menyebabkan buruknya udara tambang (''Wetter''<sup class="reference" id="wu-cite-44">[[#wu-ref-44|[44]]]</sup>) serta bahaya kesehatan lainnya".<sup class="reference" id="wu-cite-45">[[#wu-ref-45|[45]]]</sup>


Entri-entri dalam kamus Grimm menyamakan kata ''kobel'' dengan ''kobold'', dan mencantumkannya hanya sebagai bentuk [[diminutif]], sedangkan yang terakhir didefinisikan di dalamnya sebagai roh rumah tangga. Sejumlah komentator yang lebih baru lebih memilih menggambarkan ''kobelt'' (lebih tepatnya ''kobel''), yang menjadi asal nama bijih tersebut, sebagai katai (''gnome'').
Entri-entri dalam kamus Grimm menyamakan kata ''kobel'' dengan ''kobold'', dan mencantumkannya hanya sebagai bentuk [[diminutif]], sedangkan yang terakhir didefinisikan di dalamnya sebagai roh rumah tangga.<sup class="reference" id="wu-cite-46">[[#wu-ref-46|[46]]]</sup> Sejumlah komentator yang lebih baru lebih memilih menggambarkan ''kobelt'' (lebih tepatnya ''kobel''), yang menjadi asal nama bijih tersebut, sebagai katai (''gnome'').


''Oxford English Dictionary'' edisi awal abad ke-20 (edisi pertama, 1908) mempertahankan etimologi Grimm. Namun, kurang lebih pada waktu yang sama di Jerman, etimologi alternatif yang tidak disetujui Grimm (''kob/kof'' "rumah, kamar" + ''walt'' "kekuasaan, penguasa") mulai diajukan sebagai penjelasan yang lebih meyakinkan.
''Oxford English Dictionary'' edisi awal abad ke-20 (edisi pertama, 1908) mempertahankan etimologi Grimm.<sup class="reference" id="wu-cite-47">[[#wu-ref-47|[47]]]</sup> Namun, kurang lebih pada waktu yang sama di Jerman, etimologi alternatif yang tidak disetujui Grimm (''kob/kof'' "rumah, kamar" + ''walt'' "kekuasaan, penguasa") mulai diajukan sebagai penjelasan yang lebih meyakinkan.<sup class="reference" id="wu-cite-48">[[#wu-ref-48|[48]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-49">[[#wu-ref-49|[49]]]</sup>


Tidak lama kemudian, [[Paul Kretschmer]] (1928) menjelaskan bahwa meskipun etimologi "penguasa rumah" tersebut merupakan etimologi yang benar dan mendukung makna awal kobold sebagai roh rumah tangga, kemudian terjadi perubahan bentuk/makna yang memasukkan gagasan tentang "iblis tambang" ke dalamnya. Edisi ''Etymologisches Wörterbuch'' yang sekarang (edisi ke-25, 2012), pada entri "kobold", mencantumkan etimologi yang terakhir ini, bukan etimologi Grimm. Namun, pada entri "kobalt", kamus tersebut masih mempertahankan pendapat bahwa bijih kobalt mungkin memperoleh namanya dari "sejenis roh/iblis tambang" (''daemon metallicus'') sambil menyatakan bahwa makhluk tersebut "tampaknya" adalah kobold.
Tidak lama kemudian, [[Paul Kretschmer]] (1928) menjelaskan bahwa meskipun etimologi "penguasa rumah" tersebut merupakan etimologi yang benar dan mendukung makna awal kobold sebagai roh rumah tangga, kemudian terjadi perubahan bentuk/makna yang memasukkan gagasan tentang "iblis tambang" ke dalamnya.<sup class="reference" id="wu-cite-50">[[#wu-ref-50|[50]]]</sup> Edisi ''Etymologisches Wörterbuch'' yang sekarang (edisi ke-25, 2012), pada entri "kobold", mencantumkan etimologi yang terakhir ini, bukan etimologi Grimm. Namun, pada entri "kobalt", kamus tersebut masih mempertahankan pendapat bahwa bijih kobalt mungkin memperoleh namanya dari "sejenis roh/iblis tambang" (''daemon metallicus'') sambil menyatakan bahwa makhluk tersebut "tampaknya" adalah kobold.<sup class="reference" id="wu-cite-51">[[#wu-ref-51|[51]]]</sup>


[[Joseph William Mellor|Joseph W. Mellor]] (1935) juga menyatakan bahwa kobalt mungkin berasal dari ''kobalos'' (), meskipun teori-teori lain telah pula diajukan.
[[Joseph William Mellor|Joseph W. Mellor]] (1935) juga menyatakan bahwa kobalt mungkin berasal dari ''kobalos'' (), meskipun teori-teori lain telah pula diajukan.<sup class="reference" id="wu-cite-52">[[#wu-ref-52|[52]]]</sup>
===Teori alternatif===
===Teori alternatif===
Beberapa etimologi alternatif telah dikemukakan, yang mungkin sama sekali tidak melibatkan roh (''kobel'' atau ''kobold''). Karl Müller-Fraureuth menduga bahwa ''kobelt'' berasal dari ''Kübel'', yaitu sebuah ember yang digunakan dalam pertambangan dan sering disebut oleh Agricola, yakni ''kobel/köbel'' (dilatinkan sebagai ''modulus'').
Beberapa etimologi alternatif telah dikemukakan, yang mungkin sama sekali tidak melibatkan roh (''kobel'' atau ''kobold''). Karl Müller-Fraureuth menduga bahwa ''kobelt'' berasal dari ''Kübel'', yaitu sebuah ember yang digunakan dalam pertambangan dan sering disebut oleh Agricola,<sup class="reference" id="wu-cite-53">[[#wu-ref-53|[53]]]</sup> yakni ''kobel/köbel'' (dilatinkan sebagai ''modulus'').<sup class="reference" id="wu-cite-54">[[#wu-ref-54|[54]]]</sup>


Teori lain yang diberikan oleh ''Etymologisches Wörterbuch'' menurunkan istilah tersebut dari atau lebih tepatnya  (, "arsen sulfida") yang merujuk pada uap/asap berbahaya.
Teori lain yang diberikan oleh ''Etymologisches Wörterbuch'' menurunkan istilah tersebut dari <sup class="reference" id="wu-cite-55">[[#wu-ref-55|[55]]]</sup> atau lebih tepatnya  (, "arsen sulfida"<sup class="reference" id="wu-cite-56">[[#wu-ref-56|[56]]]</sup>) yang merujuk pada uap/asap berbahaya.<sup class="reference" id="wu-cite-57">[[#wu-ref-57|[57]]]</sup>


Sebuah etimologi dari bahasa Slavia, '''', diajukan oleh [[Heinrich Emanuel Merck|Heinrich E. Merck]] (1902).
Sebuah etimologi dari bahasa Slavia, '''', diajukan oleh [[Heinrich Emanuel Merck|Heinrich E. Merck]] (1902).<sup class="reference" id="wu-cite-58">[[#wu-ref-58|[58]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-59">[[#wu-ref-59|[59]]]</sup>


[[Walter William Skeat|Walter W. Skeat]] dan J. Berendes menafsirkan  sebagai "parasit", yakni bijih yang bersifat parasitik terhadap nikel. Namun, penjelasan ini dianggap bermasalah karena anakronistik, sebab nikel baru ditemukan pada tahun 1751.
[[Walter William Skeat|Walter W. Skeat]] dan J. Berendes menafsirkan  sebagai "parasit", yakni bijih yang bersifat parasitik terhadap nikel.<sup class="reference" id="wu-cite-60">[[#wu-ref-60|[60]]]</sup> Namun, penjelasan ini dianggap bermasalah karena anakronistik, sebab nikel baru ditemukan pada tahun 1751.<sup class="reference" id="wu-cite-61">[[#wu-ref-61|[61]]]</sup>
==Sejarah==
==Sejarah==
Senyawa kobalt telah digunakan selama berabad-abad untuk memberikan warna biru yang pekat pada kaca, [[glasir keramik|glasir]], dan [[Seni keramik|keramik]]. Kobalt telah ditemukan pada patung Mesir, perhiasan Persia dari milenium ketiga SM, reruntuhan [[Pompeii]] hancur pada tahun 79&nbsp;M, serta di Tiongkok, dengan peninggalan yang berasal dari masa [[Dinasti Tang]] (618–907&nbsp;M) dan [[Dinasti Ming]] (1368–1644&nbsp;M).<sup class="reference" id="wu-cite-62">[[#wu-ref-62|[62]]]</sup>


Kobalt telah digunakan untuk mewarnai kaca sejak [[Zaman Perunggu]]. Penggalian [[bangkai kapal Uluburun]] menghasilkan sebuah batangan kaca biru yang dibuat pada abad ke-14&nbsp;SM.<sup class="reference" id="wu-cite-63">[[#wu-ref-63|[63]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-64">[[#wu-ref-64|[64]]]</sup> Kaca biru dari Mesir diwarnai dengan tembaga, besi, atau kobalt. Kaca yang diketahui menggunakan kobalt sebagai pewarna tertua berasal dari [[Dinasti kedelapan belas Mesir|Dinasti Kedelapan Belas Mesir]] (1550–1292&nbsp;SM). Orang Mesir memperoleh kobalt tersebut dari tawas yang mengandung kobalt yang ditemukan di oasis-oasis Barat Mesir.<sup class="reference" id="wu-cite-65">[[#wu-ref-65|[65]]]</sup>


Senyawa kobalt telah digunakan selama berabad-abad untuk memberikan warna biru yang pekat pada kaca, [[glasir keramik|glasir]], dan [[Seni keramik|keramik]]. Kobalt telah ditemukan pada patung Mesir, perhiasan Persia dari milenium ketiga SM, reruntuhan [[Pompeii]] hancur pada tahun 79&nbsp;M, serta di Tiongkok, dengan peninggalan yang berasal dari masa [[Dinasti Tang]] (618–907&nbsp;M) dan [[Dinasti Ming]] (1368–1644&nbsp;M).
Salah satu kemungkinan asal kata ''kobalt'' adalah kata Jerman abad ke-16 "''kobald''", yang merujuk pada sejenis bijih. Upaya-upaya awal untuk melebur bijih tersebut guna memperoleh tembaga atau perak gagal dan hanya menghasilkan serbuk (kobalt(II) oksida). Karena bijih utama kobalt selalu mengandung arsen, proses peleburan akan mengoksidasi arsen menjadi [[arsen trioksida|arsen oksida]], sehingga semakin memperburuk reputasi bijih tersebut.<sup class="reference" id="wu-cite-66">[[#wu-ref-66|[66]]]</sup> [[Paracelsus]], Georgius Agricola, dan [[Basil Valentine]] semuanya menyebut silikat semacam itu sebagai "cobalt".<sup class="reference" id="wu-cite-67">[[#wu-ref-67|[67]]]</sup>


Kobalt telah digunakan untuk mewarnai kaca sejak [[Zaman Perunggu]]. Penggalian [[bangkai kapal Uluburun]] menghasilkan sebuah batangan kaca biru yang dibuat pada abad ke-14&nbsp;SM. Kaca biru dari Mesir diwarnai dengan tembaga, besi, atau kobalt. Kaca yang diketahui menggunakan kobalt sebagai pewarna tertua berasal dari [[Dinasti kedelapan belas Mesir|Dinasti Kedelapan Belas Mesir]] (1550–1292&nbsp;SM). Orang Mesir memperoleh kobalt tersebut dari tawas yang mengandung kobalt yang ditemukan di oasis-oasis Barat Mesir.
Kimiawan Swedia [[Georg Brandt]] (1694–1768) dianggap sebagai penemu kobalt , ketika dia menunjukkan bahwa kobalt merupakan unsur yang sebelumnya tidak dikenal dan berbeda dari bismut maupun logam-logam tradisional lainnya. Brandt menyebutnya sebagai "semi-logam" baru,<sup class="reference" id="wu-cite-68">[[#wu-ref-68|[68]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-69">[[#wu-ref-69|[69]]]</sup> dan menamainya berdasarkan mineral yang darinya dia mengekstraknya.<sup class="reference" id="wu-cite-70">[[#wu-ref-70|[70]]]</sup> Dia menunjukkan bahwa senyawa logam kobalt merupakan sumber warna biru pada kaca, yang sebelumnya dianggap berasal dari bismut yang ditemukan bersama kobalt. Kobalt menjadi logam pertama yang ditemukan sejak masa prasejarah. Semua logam yang telah dikenal sebelumnya (besi, [[tembaga]], perak, [[emas]], [[seng]], [[raksa]], [[timah]], [[timbal]], dan bismut) tidak memiliki penemu yang tercatat.<sup class="reference" id="wu-cite-71">[[#wu-ref-71|[71]]]</sup>


Salah satu kemungkinan asal kata ''kobalt'' adalah kata Jerman abad ke-16 "''kobald''", yang merujuk pada sejenis bijih. Upaya-upaya awal untuk melebur bijih tersebut guna memperoleh tembaga atau perak gagal dan hanya menghasilkan serbuk (kobalt(II) oksida). Karena bijih utama kobalt selalu mengandung arsen, proses peleburan akan mengoksidasi arsen menjadi [[arsen trioksida|arsen oksida]], sehingga semakin memperburuk reputasi bijih tersebut. [[Paracelsus]], Georgius Agricola, dan [[Basil Valentine]] semuanya menyebut silikat semacam itu sebagai "cobalt".
Selama abad ke-19, sebagian besar produksi biru kobalt (pigmen yang dibuat dari senyawa kobalt dan alumina) dan ''smalt'' ([[kaca kobalt]] yang digiling untuk digunakan sebagai pigmen dalam keramik dan lukisan) dunia dilakukan di [[Blaafarveværket]], Norwegia.<sup class="reference" id="wu-cite-72">[[#wu-ref-72|[72]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-73">[[#wu-ref-73|[73]]]</sup> Tambang-tambang pertama untuk produksi ''smalt'' pada abad ke-16 terdapat di Norwegia, Swedia, [[Sachsen]], dan Hungaria. Setelah ditemukannya bijih kobalt di [[Kaledonia Baru]] pada 1864, pertambangan kobalt di Eropa mengalami kemunduran. Dengan ditemukannya deposit bijih di [[Ontario]], Kanada, pada 1904, dan deposit yang bahkan lebih besar di [[Provinsi Katanga]], [[Republik Demokratik Kongo|RD Kongo]], pada 1914, kegiatan pertambangan kembali bergeser.<sup class="reference" id="wu-cite-74">[[#wu-ref-74|[74]]]</sup> Ketika [[Shaba II|Konflik Shaba]] dimulai pada 1978, tambang-tambang tembaga di Provinsi Katanga hampir menghentikan produksinya.<sup class="reference" id="wu-cite-75">[[#wu-ref-75|[75]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-76">[[#wu-ref-76|[76]]]</sup> Dampak konflik tersebut terhadap perekonomian kobalt dunia lebih kecil daripada yang diperkirakan: kobalt merupakan logam langka, pigmennya sangat beracun, dan industri telah memiliki metode yang efektif untuk mendaur ulang bahan-bahan yang mengandung kobalt. Dalam beberapa kasus, industri juga dapat beralih ke alternatif yang tidak mengandung kobalt.<sup class="reference" id="wu-cite-77">[[#wu-ref-77|[77]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-78">[[#wu-ref-78|[78]]]</sup>


Kimiawan Swedia [[Georg Brandt]] (1694–1768) dianggap sebagai penemu kobalt , ketika dia menunjukkan bahwa kobalt merupakan unsur yang sebelumnya tidak dikenal dan berbeda dari bismut maupun logam-logam tradisional lainnya. Brandt menyebutnya sebagai "semi-logam" baru, dan menamainya berdasarkan mineral yang darinya dia mengekstraknya. Dia menunjukkan bahwa senyawa logam kobalt merupakan sumber warna biru pada kaca, yang sebelumnya dianggap berasal dari bismut yang ditemukan bersama kobalt. Kobalt menjadi logam pertama yang ditemukan sejak masa prasejarah. Semua logam yang telah dikenal sebelumnya (besi, [[tembaga]], perak, [[emas]], [[seng]], [[raksa]], [[timah]], [[timbal]], dan bismut) tidak memiliki penemu yang tercatat.
Pada 1938, [[John J. Livingood]] dan [[Glenn Seaborg|Glenn T. Seaborg]] menemukan radioisotop cobalt-60.<sup class="reference" id="wu-cite-79">[[#wu-ref-79|[79]]]</sup> Isotop ini kemudian terkenal karena digunakan di [[Universitas Columbia]] pada 1950-an untuk membuktikan adanya pelanggaran [[Paritas (fisika)|paritas]] dalam peluruhan beta radioaktif.<sup class="reference" id="wu-cite-80">[[#wu-ref-80|[80]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-81">[[#wu-ref-81|[81]]]</sup>


Selama abad ke-19, sebagian besar produksi biru kobalt (pigmen yang dibuat dari senyawa kobalt dan alumina) dan ''smalt'' ([[kaca kobalt]] yang digiling untuk digunakan sebagai pigmen dalam keramik dan lukisan) dunia dilakukan di [[Blaafarveværket]], Norwegia. Tambang-tambang pertama untuk produksi ''smalt'' pada abad ke-16 terdapat di Norwegia, Swedia, [[Sachsen]], dan Hungaria. Setelah ditemukannya bijih kobalt di [[Kaledonia Baru]] pada 1864, pertambangan kobalt di Eropa mengalami kemunduran. Dengan ditemukannya deposit bijih di [[Ontario]], Kanada, pada 1904, dan deposit yang bahkan lebih besar di [[Provinsi Katanga]], [[Republik Demokratik Kongo|RD Kongo]], pada 1914, kegiatan pertambangan kembali bergeser. Ketika [[Shaba II|Konflik Shaba]] dimulai pada 1978, tambang-tambang tembaga di Provinsi Katanga hampir menghentikan produksinya. Dampak konflik tersebut terhadap perekonomian kobalt dunia lebih kecil daripada yang diperkirakan: kobalt merupakan logam langka, pigmennya sangat beracun, dan industri telah memiliki metode yang efektif untuk mendaur ulang bahan-bahan yang mengandung kobalt. Dalam beberapa kasus, industri juga dapat beralih ke alternatif yang tidak mengandung kobalt.
Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat ingin menjamin pasokan bijih kobalt untuk keperluan militer, sebagaimana yang sebelumnya dilakukan oleh Jerman, dan melakukan eksplorasi kobalt di wilayah Amerika Serikat. Kobalt dengan kemurnian tinggi sangat diminati karena penggunaannya dalam mesin jet dan turbin gas.<sup class="reference" id="wu-cite-82">[[#wu-ref-82|[82]]]</sup> Pasokan bijih yang memadai ditemukan di Idaho, dekat [[Tambang Blackbird|Ngarai Blackbird]]. Calera Mining Company kemudian memulai produksi di lokasi tersebut.<sup class="reference" id="wu-cite-83">[[#wu-ref-83|[83]]]</sup>


Pada 1938, [[John J. Livingood]] dan [[Glenn Seaborg|Glenn T. Seaborg]] menemukan radioisotop cobalt-60. Isotop ini kemudian terkenal karena digunakan di [[Universitas Columbia]] pada 1950-an untuk membuktikan adanya pelanggaran [[Paritas (fisika)|paritas]] dalam peluruhan beta radioaktif.
Permintaan terhadap kobalt semakin meningkat pada abad ke-21 karena kobalt merupakan komponen penting dalam bahan yang digunakan untuk baterai isi ulang, superpaduan, dan katalis.<sup class="reference" id="wu-cite-84">[[#wu-ref-84|[84]]]</sup> Ada pendapat bahwa kobalt akan menjadi salah satu objek utama persaingan geopolitik dalam dunia yang bergantung pada energi terbarukan dan baterai. Namun, pandangan ini juga dikritik karena dianggap meremehkan kekuatan insentif ekonomi dalam mendorong peningkatan produksi.<sup class="reference" id="wu-cite-85">[[#wu-ref-85|[85]]]</sup>
 
Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat ingin menjamin pasokan bijih kobalt untuk keperluan militer, sebagaimana yang sebelumnya dilakukan oleh Jerman, dan melakukan eksplorasi kobalt di wilayah Amerika Serikat. Kobalt dengan kemurnian tinggi sangat diminati karena penggunaannya dalam mesin jet dan turbin gas. Pasokan bijih yang memadai ditemukan di Idaho, dekat [[Tambang Blackbird|Ngarai Blackbird]]. Calera Mining Company kemudian memulai produksi di lokasi tersebut.
 
Permintaan terhadap kobalt semakin meningkat pada abad ke-21 karena kobalt merupakan komponen penting dalam bahan yang digunakan untuk baterai isi ulang, superpaduan, dan katalis. Ada pendapat bahwa kobalt akan menjadi salah satu objek utama persaingan geopolitik dalam dunia yang bergantung pada energi terbarukan dan baterai. Namun, pandangan ini juga dikritik karena dianggap meremehkan kekuatan insentif ekonomi dalam mendorong peningkatan produksi.
==Keterjadian==
==Keterjadian==
Isotop stabil kobalt dihasilkan dalam [[supernova]] melalui [[proses r]]. Kobalt menyusun sekitar [[Kelimpahan unsur|0,0029% kerak Bumi]], dan sering kali berasosiasi dengan nikel. Keduanya merupakan komponen khas besi meteorit, meskipun kobalt jauh lebih sedikit jumlahnya dalam meteorit besi dibandingkan nikel. Seperti halnya nikel, kobalt dalam paduan besi meteorit mungkin cukup terlindungi dari oksigen dan kelembapan sehingga tetap berada sebagai logam bebas (meskipun dalam bentuk paduan). Di lautan, kobalt biasanya bereaksi dengan klorin.
Isotop stabil kobalt dihasilkan dalam [[supernova]] melalui [[proses r]].<sup class="reference" id="wu-cite-86">[[#wu-ref-86|[86]]]</sup> Kobalt menyusun sekitar [[Kelimpahan unsur|0,0029% kerak Bumi]], dan sering kali berasosiasi dengan nikel. Keduanya merupakan komponen khas besi meteorit, meskipun kobalt jauh lebih sedikit jumlahnya dalam meteorit besi dibandingkan nikel. Seperti halnya nikel, kobalt dalam paduan besi meteorit mungkin cukup terlindungi dari oksigen dan kelembapan sehingga tetap berada sebagai logam bebas (meskipun dalam bentuk paduan).<sup class="reference" id="wu-cite-87">[[#wu-ref-87|[87]]]</sup> Di lautan, kobalt biasanya bereaksi dengan klorin.


Dalam bentuk senyawa, kobalt terdapat dalam mineral tembaga dan nikel. Kobalt merupakan komponen logam utama yang berikatan dengan belerang dan arsen dalam mineral sulfida kobaltit (CoAsS), [[safflorit]] (CoAs<sub>2</sub>), [[glaukodot]] (), dan [[skutterudit]] (CoAs<sub>3</sub>). Mineral [[kattierit]] mirip dengan pirit dan ditemukan bersama [[vaesit]] dalam deposit tembaga di Provinsi Katanga. Ketika mineral-mineral tersebut mencapai atmosfer, terjadi [[pelapukan]]; mineral tersebut mengalami oksidasi dan membentuk [[eritrit]] (Co<sub>3</sub>(AsO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>·8H<sub>2</sub>O) dan [[sferokobaltit]] (CoCO<sub>3</sub>) yang memiliki warna merah muda. Sejumlah kecil senyawa kobalt ditemukan dalam sebagian besar batuan, tanah, tumbuhan, dan hewan.
Dalam bentuk senyawa, kobalt terdapat dalam mineral tembaga dan nikel. Kobalt merupakan komponen logam utama yang berikatan dengan belerang dan arsen dalam mineral sulfida kobaltit (CoAsS), [[safflorit]] (CoAs<sub>2</sub>), [[glaukodot]] (), dan [[skutterudit]] (CoAs<sub>3</sub>).<sup class="reference" id="wu-cite-88">[[#wu-ref-88|[88]]]</sup> Mineral [[kattierit]] mirip dengan pirit dan ditemukan bersama [[vaesit]] dalam deposit tembaga di Provinsi Katanga.<sup class="reference" id="wu-cite-89">[[#wu-ref-89|[89]]]</sup> Ketika mineral-mineral tersebut mencapai atmosfer, terjadi [[pelapukan]]; mineral tersebut mengalami oksidasi dan membentuk [[eritrit]] (Co<sub>3</sub>(AsO<sub>4</sub>)<sub>2</sub>·8H<sub>2</sub>O) dan [[sferokobaltit]] (CoCO<sub>3</sub>) yang memiliki warna merah muda.<sup class="reference" id="wu-cite-90">[[#wu-ref-90|[90]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-91">[[#wu-ref-91|[91]]]</sup> Sejumlah kecil senyawa kobalt ditemukan dalam sebagian besar batuan, tanah, tumbuhan, dan hewan.<sup class="reference" id="wu-cite-92">[[#wu-ref-92|[92]]]</sup>


Kobalt bebas ([[logam asli]]) telah dilaporkan ditemukan dalam sampel dari [[Lubang bor superdalam Kola|Lubang Bor Superdalam Kola]] dan dalam [[batuan Bulan]] yang diperoleh dari misi ''[[Luna 24]]'',
Kobalt bebas ([[logam asli]]) telah dilaporkan<sup class="reference" id="wu-cite-93">[[#wu-ref-93|[93]]]</sup> ditemukan dalam sampel dari [[Lubang bor superdalam Kola|Lubang Bor Superdalam Kola]] dan dalam [[batuan Bulan]] yang diperoleh dari misi ''[[Luna 24]]'',  
kemungkinan sebagai akibat dari tumbukan.
kemungkinan sebagai akibat dari tumbukan.<sup class="reference" id="wu-cite-94">[[#wu-ref-94|[94]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-95">[[#wu-ref-95|[95]]]</sup>


Kobalt juga merupakan salah satu komponen asap tembakau. [[Nicotiana|Tumbuhan tembakau]] dengan mudah menyerap dan mengakumulasi [[logam berat]] seperti kobalt dari tanah di sekitarnya ke dalam daunnya. Logam-logam tersebut kemudian terhirup ketika [[Merokok tembakau|tembakau dibakar dan dihisap]].
Kobalt juga merupakan salah satu komponen asap tembakau.<sup class="reference" id="wu-cite-96">[[#wu-ref-96|[96]]]</sup> [[Nicotiana|Tumbuhan tembakau]] dengan mudah menyerap dan mengakumulasi [[logam berat]] seperti kobalt dari tanah di sekitarnya ke dalam daunnya. Logam-logam tersebut kemudian terhirup ketika [[Merokok tembakau|tembakau dibakar dan dihisap]].<sup class="reference" id="wu-cite-97">[[#wu-ref-97|[97]]]</sup>
==Produksi==
==Produksi==
{|class="wikitable sortable" style="float:right; margin:5px"
|+Produksi tambang kobalt (2022) dan cadangan dalam satuan ton, menurut [[Survei Geologi Amerika Serikat|USGS]]<sup class="reference" id="wu-cite-98">[[#wu-ref-98|[98]]]</sup>
|-
! Negara
! data-sort-type="number" | Produksi
! data-sort-type="number" | Cadangan
|-
|
| 130.000
| 4.000.000
|-
|
| 10.000
| 600.000
|-
|
| 8.900
| 250.000
|-
|
| 5.900
| 1.500.000


|-
|
| 3.900
| 220.000
|-
|
| 3.800
| 500.000
|-
|
| 3.800
| 260,000
|-
|
| 3.000
| 100.000
|-
|
| 3.000
| 47.000
|-
|
| 2.700
| 36.000
|-
|
|2.300
|13.000
|-
|
|2.200
|140.000
|-
|
| 800
| 69.000
|-
| Negara lain
| 5.200
| 610.000
|-
| '''Total dunia'''
| '''190.000'''
| '''8.300.000'''
|}


Bijih utama kobalt adalah kobaltit, eritrit, glaukodot, dan skutterudit (lihat [[#Keterjadian|di atas]]), tetapi sebagian besar kobalt diperoleh dengan mereduksi [[produk sampingan]] kobalt dari penambangan dan peleburan nikel serta tembaga.
Bijih utama kobalt adalah kobaltit, eritrit, glaukodot, dan skutterudit (lihat [[#Keterjadian|di atas]]), tetapi sebagian besar kobalt diperoleh dengan mereduksi [[produk sampingan]] kobalt dari penambangan dan peleburan nikel serta tembaga.<sup class="reference" id="wu-cite-99">[[#wu-ref-99|[99]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-100">[[#wu-ref-100|[100]]]</sup>


Karena kobalt pada umumnya diproduksi sebagai produk sampingan, pasokan kobalt sangat bergantung pada kelayakan ekonomi penambangan tembaga dan nikel di pasar tertentu. Permintaan kobalt diproyeksikan tumbuh 6% pada 2017.
Karena kobalt pada umumnya diproduksi sebagai produk sampingan, pasokan kobalt sangat bergantung pada kelayakan ekonomi penambangan tembaga dan nikel di pasar tertentu. Permintaan kobalt diproyeksikan tumbuh 6% pada 2017.<sup class="reference" id="wu-cite-101">[[#wu-ref-101|[101]]]</sup>


Deposit kobalt primer tergolong langka, seperti yang terdapat dalam [[deposit mineral hidrotermal|deposit hidrotermal]] yang berasosiasi dengan [[batuan ultramafik]], sebagaimana terdapat di Distrik Bou-Azzer, Maroko. Di lokasi-lokasi semacam ini, bijih kobalt ditambang secara khusus, meskipun konsentrasinya lebih rendah, sehingga membutuhkan pemrosesan lanjutan yang lebih banyak untuk mengekstraksi kobalt.
Deposit kobalt primer tergolong langka, seperti yang terdapat dalam [[deposit mineral hidrotermal|deposit hidrotermal]] yang berasosiasi dengan [[batuan ultramafik]], sebagaimana terdapat di Distrik Bou-Azzer, Maroko. Di lokasi-lokasi semacam ini, bijih kobalt ditambang secara khusus, meskipun konsentrasinya lebih rendah, sehingga membutuhkan pemrosesan lanjutan yang lebih banyak untuk mengekstraksi kobalt.<sup class="reference" id="wu-cite-102">[[#wu-ref-102|[102]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-103">[[#wu-ref-103|[103]]]</sup>


Terdapat beberapa metode untuk memisahkan kobalt dari tembaga dan nikel, bergantung pada konsentrasi kobalt dan komposisi tepat dari bijih yang digunakan. Salah satu metodenya adalah [[pengapungan|flotasi buih]], yaitu proses ketika [[surfaktan]] berikatan dengan komponen bijih sehingga menyebabkan pengayaan bijih kobalt. [[Pemanggangan (metalurgi)|Pemanggangan]] selanjutnya mengubah bijih menjadi [[Kobalt(II) sulfat|kobalt sulfat]], sementara tembaga dan besi dioksidasi menjadi oksida. [[Pelindian (metalurgi)|Pelindian]] dengan air akan mengekstraksi sulfat bersama [[arsenat]]. Residu kemudian dilindi lebih lanjut menggunakan [[asam sulfat]], menghasilkan larutan tembaga sulfat. Kobalt juga dapat dilindi dari [[terak]] hasil peleburan tembaga.
Terdapat beberapa metode untuk memisahkan kobalt dari tembaga dan nikel, bergantung pada konsentrasi kobalt dan komposisi tepat dari bijih yang digunakan. Salah satu metodenya adalah [[pengapungan|flotasi buih]], yaitu proses ketika [[surfaktan]] berikatan dengan komponen bijih sehingga menyebabkan pengayaan bijih kobalt. [[Pemanggangan (metalurgi)|Pemanggangan]] selanjutnya mengubah bijih menjadi [[Kobalt(II) sulfat|kobalt sulfat]], sementara tembaga dan besi dioksidasi menjadi oksida. [[Pelindian (metalurgi)|Pelindian]] dengan air akan mengekstraksi sulfat bersama [[arsenat]]. Residu kemudian dilindi lebih lanjut menggunakan [[asam sulfat]], menghasilkan larutan tembaga sulfat. Kobalt juga dapat dilindi dari [[terak]] hasil peleburan tembaga.<sup class="reference" id="wu-cite-104">[[#wu-ref-104|[104]]]</sup>


Produk-produk dari proses-proses tersebut di atas kemudian diubah menjadi kobalt(II,III) oksida (Co<sub>3</sub>O<sub>4</sub>). Oksida ini direduksi menjadi logam melalui [[reaksi aluminotermik]] atau melalui reduksi dengan karbon dalam [[tanur tiup]].
Produk-produk dari proses-proses tersebut di atas kemudian diubah menjadi kobalt(II,III) oksida (Co<sub>3</sub>O<sub>4</sub>). Oksida ini direduksi menjadi logam melalui [[reaksi aluminotermik]] atau melalui reduksi dengan karbon dalam [[tanur tiup]].<sup class="reference" id="wu-cite-105">[[#wu-ref-105|[105]]]</sup>


==Ekstraksi==
==Ekstraksi==
 
[[Survei Geologi Amerika Serikat]] memperkirakan bahwa cadangan kobalt dunia mencapai 11.000.000 metrik ton.<sup class="reference" id="wu-cite-106">[[#wu-ref-106|[106]]]</sup> Saat ini, Republik Demokratik Kongo (DRC) menghasilkan sekitar 63% kobalt dunia. Pangsa pasar ini dapat meningkat menjadi 73% pada tahun 2025 apabila rencana perluasan produksi oleh perusahaan pertambangan seperti [[Glencore]] Plc terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. [[Bloomberg L.P.#New Energy Finance|Bloomberg New Energy Finance]] memperkirakan bahwa pada tahun 2030, permintaan global terhadap kobalt dapat mencapai 47 kali lipat dibandingkan dengan permintaan pada tahun 2017.<sup class="reference" id="wu-cite-107">[[#wu-ref-107|[107]]]</sup>
 
[[Survei Geologi Amerika Serikat]] memperkirakan bahwa cadangan kobalt dunia mencapai 11.000.000 metrik ton. Saat ini, Republik Demokratik Kongo (DRC) menghasilkan sekitar 63% kobalt dunia. Pangsa pasar ini dapat meningkat menjadi 73% pada tahun 2025 apabila rencana perluasan produksi oleh perusahaan pertambangan seperti [[Glencore]] Plc terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. [[Bloomberg L.P.#New Energy Finance|Bloomberg New Energy Finance]] memperkirakan bahwa pada tahun 2030, permintaan global terhadap kobalt dapat mencapai 47 kali lipat dibandingkan dengan permintaan pada tahun 2017.
===Republik Demokratik Kongo===
===Republik Demokratik Kongo===
Perubahan undang-undang pertambangan yang dilakukan Kongo pada tahun 2002 menarik investasi baru ke proyek-proyek tembaga dan kobalt di negara tersebut.<sup class="reference" id="wu-cite-108">[[#wu-ref-108|[108]]]</sup> Pada tahun 2005, produsen kobalt terbesar berasal dari endapan tembaga di Provinsi Katanga, Republik Demokratik Kongo. Dahulu dikenal sebagai Provinsi Shaba, wilayah ini memiliki hampir 40% cadangan kobalt dunia, menurut [[Survei Geologi Britania Raya]] pada tahun 2009.<sup class="reference" id="wu-cite-109">[[#wu-ref-109|[109]]]</sup>


Proyek [[Tambang Mukondo|Mukondo Mountain]], yang dioperasikan oleh [[Central African Mining and Exploration Company]] (CAMEC) di Provinsi Katanga, kemungkinan merupakan salah satu cadangan kobalt terkaya di dunia. Pada tahun 2008, proyek ini diperkirakan menghasilkan sekitar sepertiga dari total produksi kobalt dunia.<sup class="reference" id="wu-cite-110">[[#wu-ref-110|[110]]]</sup> Pada Juli 2009, CAMEC mengumumkan perjanjian jangka panjang untuk memasok seluruh [[produksi]] tahunan konsentrat kobalt dari Mukondo Mountain kepada Zhejiang Galico Cobalt & Nickel Materials di Tiongkok.<sup class="reference" id="wu-cite-111">[[#wu-ref-111|[111]]]</sup>


Perubahan undang-undang pertambangan yang dilakukan Kongo pada tahun 2002 menarik investasi baru ke proyek-proyek tembaga dan kobalt di negara tersebut. Pada tahun 2005, produsen kobalt terbesar berasal dari endapan tembaga di Provinsi Katanga, Republik Demokratik Kongo. Dahulu dikenal sebagai Provinsi Shaba, wilayah ini memiliki hampir 40% cadangan kobalt dunia, menurut [[Survei Geologi Britania Raya]] pada tahun 2009.
Pada tahun 2016, kepemilikan perusahaan-perusahaan Tiongkok atas produksi kobalt di Kongo diperkirakan mencapai lebih dari 10% pasokan kobalt dunia. Hal ini menjadi salah satu sumber utama bagi industri pemurnian kobalt Tiongkok sekaligus memberikan Tiongkok pengaruh yang besar terhadap [[rantai pasok]] kobalt global.<sup class="reference" id="wu-cite-112">[[#wu-ref-112|[112]]]</sup> Kendali Tiongkok atas kobalt Kongo menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Barat yang berupaya mengurangi ketergantungan rantai pasok mereka terhadap Tiongkok. Mereka juga menyuarakan keprihatinan terkait pelanggaran ketenagakerjaan dan hak asasi manusia di tambang-tambang kobalt di DRC.<sup class="reference" id="wu-cite-113">[[#wu-ref-113|[113]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-114">[[#wu-ref-114|[114]]]</sup>
 
Proyek [[Tambang Mukondo|Mukondo Mountain]], yang dioperasikan oleh [[Central African Mining and Exploration Company]] (CAMEC) di Provinsi Katanga, kemungkinan merupakan salah satu cadangan kobalt terkaya di dunia. Pada tahun 2008, proyek ini diperkirakan menghasilkan sekitar sepertiga dari total produksi kobalt dunia. Pada Juli 2009, CAMEC mengumumkan perjanjian jangka panjang untuk memasok seluruh [[produksi]] tahunan konsentrat kobalt dari Mukondo Mountain kepada Zhejiang Galico Cobalt & Nickel Materials di Tiongkok.
 
Pada tahun 2016, kepemilikan perusahaan-perusahaan Tiongkok atas produksi kobalt di Kongo diperkirakan mencapai lebih dari 10% pasokan kobalt dunia. Hal ini menjadi salah satu sumber utama bagi industri pemurnian kobalt Tiongkok sekaligus memberikan Tiongkok pengaruh yang besar terhadap [[rantai pasok]] kobalt global. Kendali Tiongkok atas kobalt Kongo menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Barat yang berupaya mengurangi ketergantungan rantai pasok mereka terhadap Tiongkok. Mereka juga menyuarakan keprihatinan terkait pelanggaran ketenagakerjaan dan hak asasi manusia di tambang-tambang kobalt di DRC.


[[Tambang Mutanda]] milik Glencore mengirimkan 24.500 ton kobalt pada tahun 2016, yang setara dengan sekitar 40% produksi Kongo dan hampir seperempat produksi global. Setelah terjadi kelebihan pasokan, Glencore menutup Mutanda selama dua tahun pada akhir 2019. Proyek [[Katanga Mining]] milik Glencore juga kembali beroperasi dan, menurut Glencore, ditargetkan menghasilkan 300.000 ton tembaga dan 20.000 ton kobalt pada tahun 2019.
[[Tambang Mutanda]] milik Glencore mengirimkan 24.500 ton kobalt pada tahun 2016, yang setara dengan sekitar 40% produksi Kongo dan hampir seperempat produksi global. Setelah terjadi kelebihan pasokan, Glencore menutup Mutanda selama dua tahun pada akhir 2019.<sup class="reference" id="wu-cite-115">[[#wu-ref-115|[115]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-116">[[#wu-ref-116|[116]]]</sup> Proyek [[Katanga Mining]] milik Glencore juga kembali beroperasi dan, menurut Glencore, ditargetkan menghasilkan 300.000 ton tembaga dan 20.000 ton kobalt pada tahun 2019.<sup class="reference" id="wu-cite-117">[[#wu-ref-117|[117]]]</sup>


Pada Februari 2018, perusahaan manajemen aset global [[AllianceBernstein]] menyebut DRC secara ekonomi sebagai "[[Arab Saudi]] di era kendaraan listrik", karena kekayaan sumber daya kobaltnya. Kobalt merupakan bahan penting dalam baterai ion litium yang digunakan untuk menggerakkan [[Kendaraan bermotor listrik|kendaraan listrik]].
Pada Februari 2018, perusahaan manajemen aset global [[AllianceBernstein]] menyebut DRC secara ekonomi sebagai "[[Arab Saudi]] di era kendaraan listrik", karena kekayaan sumber daya kobaltnya. Kobalt merupakan bahan penting dalam baterai ion litium yang digunakan untuk menggerakkan [[Kendaraan bermotor listrik|kendaraan listrik]].<sup class="reference" id="wu-cite-118">[[#wu-ref-118|[118]]]</sup>


Pada 9 Maret 2018, Presiden [[Joseph Kabila]] memperbarui kode pertambangan tahun 2002 dengan menaikkan tarif royalti dan menetapkan kobalt serta [[koltan]] sebagai "logam strategis". Kode pertambangan tahun 2002 tersebut secara efektif diperbarui pada 4 Desember 2018.
Pada 9 Maret 2018, Presiden [[Joseph Kabila]] memperbarui kode pertambangan tahun 2002 dengan menaikkan tarif royalti dan menetapkan kobalt serta [[koltan]] sebagai "logam strategis".<sup class="reference" id="wu-cite-119">[[#wu-ref-119|[119]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-120">[[#wu-ref-120|[120]]]</sup> Kode pertambangan tahun 2002 tersebut secara efektif diperbarui pada 4 Desember 2018.<sup class="reference" id="wu-cite-121">[[#wu-ref-121|[121]]]</sup>


Pada Februari 2025, DRC memberlakukan penangguhan ekspor kobalt selama empat bulan, dengan alasan kelebihan pasokan yang menyebabkan harga logam tersebut turun ke tingkat terendah dalam 21 tahun. Kobalt, yang merupakan produk sampingan utama dari pertambangan tembaga, merupakan bahan penting dalam teknologi baterai. DRC menyumbang sekitar 75% pasokan kobalt dunia. Di dalam negeri, [[CMOC Group Limited|China Molybdenum Company]] (CMOC) mendominasi industri tersebut dan menyumbang sekitar 40% produksi kobalt dunia. Dalam satu tahun sebelumnya, CMOC secara signifikan meningkatkan produksinya dengan menggandakan produksi dari dua tambangnya di DRC, dari 56.000 ton menjadi 114.000 ton.
Pada Februari 2025, DRC memberlakukan penangguhan ekspor kobalt selama empat bulan, dengan alasan kelebihan pasokan yang menyebabkan harga logam tersebut turun ke tingkat terendah dalam 21 tahun. Kobalt, yang merupakan produk sampingan utama dari pertambangan tembaga, merupakan bahan penting dalam teknologi baterai. DRC menyumbang sekitar 75% pasokan kobalt dunia. Di dalam negeri, [[CMOC Group Limited|China Molybdenum Company]] (CMOC) mendominasi industri tersebut dan menyumbang sekitar 40% produksi kobalt dunia. Dalam satu tahun sebelumnya, CMOC secara signifikan meningkatkan produksinya dengan menggandakan produksi dari dua tambangnya di DRC, dari 56.000 ton menjadi 114.000 ton.
====Kondisi ketenagakerjaan====
====Kondisi ketenagakerjaan====
[[Pertambangan artisanal]] menyumbang sekitar 17% hingga 40% produksi kobalt DRC pada tahun 2016.<sup class="reference" id="wu-cite-122">[[#wu-ref-122|[122]]]</sup> Sekitar 100.000 penambang kobalt di DRC menggunakan peralatan tangan untuk menggali hingga kedalaman ratusan kaki, dengan perencanaan yang minim dan langkah-langkah keselamatan yang sangat terbatas. Hal ini dilaporkan oleh para pekerja, pejabat pemerintah dan LSM, serta berdasarkan pengamatan wartawan ''[[The Washington Post]]'' saat mengunjungi tambang-tambang terpencil. Kurangnya tindakan keselamatan sering menyebabkan cedera bahkan kematian.<sup class="reference" id="wu-cite-123">[[#wu-ref-123|[123]]]</sup> Kegiatan pertambangan juga mencemari lingkungan sekitar dan membuat satwa liar serta masyarakat adat setempat terpapar logam beracun yang menurut pejabat kesehatan diduga dapat menyebabkan cacat lahir dan gangguan pernapasan.<sup class="reference" id="wu-cite-124">[[#wu-ref-124|[124]]]</sup>


[[Pertambangan artisanal]] menyumbang sekitar 17% hingga 40% produksi kobalt DRC pada tahun 2016. Sekitar 100.000 penambang kobalt di DRC menggunakan peralatan tangan untuk menggali hingga kedalaman ratusan kaki, dengan perencanaan yang minim dan langkah-langkah keselamatan yang sangat terbatas. Hal ini dilaporkan oleh para pekerja, pejabat pemerintah dan LSM, serta berdasarkan pengamatan wartawan ''[[The Washington Post]]'' saat mengunjungi tambang-tambang terpencil. Kurangnya tindakan keselamatan sering menyebabkan cedera bahkan kematian. Kegiatan pertambangan juga mencemari lingkungan sekitar dan membuat satwa liar serta masyarakat adat setempat terpapar logam beracun yang menurut pejabat kesehatan diduga dapat menyebabkan cacat lahir dan gangguan pernapasan.
[[Pekerja anak]] digunakan dalam penambangan kobalt di tambang-tambang artisanal Afrika.<sup class="reference" id="wu-cite-125">[[#wu-ref-125|[125]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-126">[[#wu-ref-126|[126]]]</sup> Para aktivis hak asasi manusia telah menyoroti masalah ini, dan laporan [[Jurnalisme investigasi|jurnalistik investigatif]] telah mengonfirmasinya.<sup class="reference" id="wu-cite-127">[[#wu-ref-127|[127]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-128">[[#wu-ref-128|[128]]]</sup> Temuan tersebut mendorong produsen telepon seluler [[Apple Inc.]], pada 3 Maret 2017, untuk berhenti membeli bijih dari pemasok seperti [[Zhejiang Huayou Cobalt]] yang memperoleh bahan dari tambang artisanal di DRC. Apple kemudian hanya menggunakan pemasok yang telah diverifikasi memenuhi standar tempat kerjanya.<sup class="reference" id="wu-cite-129">[[#wu-ref-129|[129]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-130">[[#wu-ref-130|[130]]]</sup> Pada tahun 2023, Apple mengumumkan bahwa mereka akan beralih menggunakan kobalt daur ulang pada tahun 2025.<sup class="reference" id="wu-cite-131">[[#wu-ref-131|[131]]]</sup> Dan pada 2026, menurut siaran pers mereka sendiri, semua baterai yang dirancang oleh Apple dibuat dengan 100% kobalt daur ulang.<sup class="reference" id="wu-cite-132">[[#wu-ref-132|[132]]]</sup>
 
[[Pekerja anak]] digunakan dalam penambangan kobalt di tambang-tambang artisanal Afrika. Para aktivis hak asasi manusia telah menyoroti masalah ini, dan laporan [[Jurnalisme investigasi|jurnalistik investigatif]] telah mengonfirmasinya. Temuan tersebut mendorong produsen telepon seluler [[Apple Inc.]], pada 3 Maret 2017, untuk berhenti membeli bijih dari pemasok seperti [[Zhejiang Huayou Cobalt]] yang memperoleh bahan dari tambang artisanal di DRC. Apple kemudian hanya menggunakan pemasok yang telah diverifikasi memenuhi standar tempat kerjanya. Pada tahun 2023, Apple mengumumkan bahwa mereka akan beralih menggunakan kobalt daur ulang pada tahun 2025. Dan pada 2026, menurut siaran pers mereka sendiri, semua baterai yang dirancang oleh Apple dibuat dengan 100% kobalt daur ulang.


Secara global, [[Uni Eropa]] dan produsen mobil besar (OEM) mendorong agar produksi kobalt dunia dilakukan dan diperoleh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, serta memiliki keterlacakan rantai pasok. Perusahaan pertambangan mulai menerapkan berbagai inisiatif [[Lingkungan, sosial, dan tata kelola|ESG]] sesuai dengan pedoman [[Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi|OECD]], termasuk menyediakan bukti adanya aktivitas dengan jejak karbon nol hingga rendah dalam rantai pasok produksi baterai ion litium. Berbagai inisiatif tersebut telah diterapkan oleh perusahaan pertambangan besar maupun perusahaan pertambangan artisanal dan skala kecil (ASM). Dalam rantai pasok produsen mobil dan baterai, perusahaan seperti Tesla, VW, BMW, BASF, dan Glencore berpartisipasi dalam sejumlah inisiatif, termasuk studi Cobalt for Development dan Responsible Cobalt Initiative. Pada tahun 2018, BMW Group, bekerja sama dengan BASF, Samsung SDI, dan Samsung Electronics, meluncurkan proyek percontohan di DRC pada satu tambang untuk memperbaiki kondisi kerja dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi penambang artisanal serta masyarakat di sekitarnya.
Secara global, [[Uni Eropa]] dan produsen mobil besar (OEM) mendorong agar produksi kobalt dunia dilakukan dan diperoleh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, serta memiliki keterlacakan rantai pasok. Perusahaan pertambangan mulai menerapkan berbagai inisiatif [[Lingkungan, sosial, dan tata kelola|ESG]] sesuai dengan pedoman [[Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi|OECD]], termasuk menyediakan bukti adanya aktivitas dengan jejak karbon nol hingga rendah dalam rantai pasok produksi baterai ion litium. Berbagai inisiatif tersebut telah diterapkan oleh perusahaan pertambangan besar maupun perusahaan pertambangan artisanal dan skala kecil (ASM). Dalam rantai pasok produsen mobil dan baterai, perusahaan seperti Tesla, VW, BMW, BASF, dan Glencore berpartisipasi dalam sejumlah inisiatif, termasuk studi Cobalt for Development<sup class="reference" id="wu-cite-133">[[#wu-ref-133|[133]]]</sup> dan Responsible Cobalt Initiative<sup class="reference" id="wu-cite-134">[[#wu-ref-134|[134]]]</sup>. Pada tahun 2018, BMW Group, bekerja sama dengan BASF, Samsung SDI, dan Samsung Electronics, meluncurkan proyek percontohan di DRC pada satu tambang untuk memperbaiki kondisi kerja dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi penambang artisanal serta masyarakat di sekitarnya.


Dinamika politik dan etnis di kawasan tersebut pada masa lalu telah menyebabkan pecahnya kekerasan dan konflik bersenjata selama bertahun-tahun serta memaksa penduduk mengungsi. Ketidakstabilan ini memengaruhi harga kobalt dan juga menciptakan insentif bagi pihak-pihak yang bertikai dalam [[Perang Kongo I|Perang Kongo Pertama]] dan [[Perang Kongo Kedua|Kedua]] untuk memperpanjang konflik. Akses terhadap tambang intan dan sumber daya berharga lainnya membantu membiayai tujuan militer mereka—yang dalam banyak kasus melibatkan genosida—sekaligus memperkaya para pejuang itu sendiri. Meskipun pada tahun 2010-an DRC tidak lagi mengalami invasi dari pasukan negara tetangga, sejumlah deposit mineral terkaya berada berdekatan dengan wilayah tempat kelompok Tutsi dan Hutu masih sering terlibat bentrokan. Kerusuhan terus berlangsung, meskipun dalam skala yang lebih kecil, dan para pengungsi masih melarikan diri ketika terjadi kekerasan.
Dinamika politik dan etnis di kawasan tersebut pada masa lalu telah menyebabkan pecahnya kekerasan dan konflik bersenjata selama bertahun-tahun serta memaksa penduduk mengungsi. Ketidakstabilan ini memengaruhi harga kobalt dan juga menciptakan insentif bagi pihak-pihak yang bertikai dalam [[Perang Kongo I|Perang Kongo Pertama]] dan [[Perang Kongo Kedua|Kedua]] untuk memperpanjang konflik. Akses terhadap tambang intan dan sumber daya berharga lainnya membantu membiayai tujuan militer mereka—yang dalam banyak kasus melibatkan genosida—sekaligus memperkaya para pejuang itu sendiri. Meskipun pada tahun 2010-an DRC tidak lagi mengalami invasi dari pasukan negara tetangga, sejumlah deposit mineral terkaya berada berdekatan dengan wilayah tempat kelompok Tutsi dan Hutu masih sering terlibat bentrokan. Kerusuhan terus berlangsung, meskipun dalam skala yang lebih kecil, dan para pengungsi masih melarikan diri ketika terjadi kekerasan.<sup class="reference" id="wu-cite-135">[[#wu-ref-135|[135]]]</sup>


Kobalt yang diekstraksi dari kegiatan pertambangan artisanal skala kecil di Kongo pada tahun 2007 dipasok kepada satu perusahaan Tiongkok, Congo DongFang International Mining. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan Zhejiang Huayou Cobalt, salah satu produsen kobalt terbesar di dunia. Congo DongFang kemudian memasok kobalt kepada sejumlah produsen baterai terbesar dunia, yang memproduksi baterai untuk berbagai produk populer seperti [[iPhone]] Apple. Karena adanya tuduhan pelanggaran ketenagakerjaan dan masalah lingkungan, [[LG Chem]] kemudian melakukan audit terhadap Congo DongFang berdasarkan pedoman OECD. LG Chem, yang juga memproduksi material baterai untuk perusahaan otomotif, memberlakukan kode etik bagi seluruh pemasok yang diauditnya.
Kobalt yang diekstraksi dari kegiatan pertambangan artisanal skala kecil di Kongo pada tahun 2007 dipasok kepada satu perusahaan Tiongkok, Congo DongFang International Mining. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan Zhejiang Huayou Cobalt, salah satu produsen kobalt terbesar di dunia. Congo DongFang kemudian memasok kobalt kepada sejumlah produsen baterai terbesar dunia, yang memproduksi baterai untuk berbagai produk populer seperti [[iPhone]] Apple. Karena adanya tuduhan pelanggaran ketenagakerjaan dan masalah lingkungan, [[LG Chem]] kemudian melakukan audit terhadap Congo DongFang berdasarkan pedoman OECD. LG Chem, yang juga memproduksi material baterai untuk perusahaan otomotif, memberlakukan kode etik bagi seluruh pemasok yang diauditnya.<sup class="reference" id="wu-cite-136">[[#wu-ref-136|[136]]]</sup>


Pada Desember 2019, International Rights Advocates, sebuah LSM hak asasi manusia, mengajukan [[International Rights Advocates v. Apple, Microsoft, Dell, Tesla|gugatan penting]] terhadap Apple, [[Tesla, Inc.|Tesla]], [[Dell]], [[Microsoft]], dan [[Alphabet Inc.|Alphabet]] ([[Google]]). Gugatan tersebut menuduh perusahaan-perusahaan itu secara sadar memperoleh keuntungan dan turut membantu penggunaan anak-anak dalam kondisi kerja yang kejam dan brutal di pertambangan kobalt. Perusahaan-perusahaan yang digugat membantah keterlibatan mereka dalam pekerja anak. Pada 2024, pengadilan memutuskan bahwa para pemasok memang memfasilitasi kerja paksa, tetapi perusahaan teknologi Amerika tersebut tidak bertanggung jawab secara hukum, karena mereka tidak menjalankan usaha bersama dengan para pemasok dan dugaan kerugian tersebut tidak dapat secara adil ditelusuri kepada tindakan para tergugat. Buku ''Cobalt Red'' mengungkap bahwa para pekerja, termasuk anak-anak, mengalami cedera, amputasi, dan kematian akibat kondisi kerja yang berbahaya serta runtuhnya terowongan tambang selama kegiatan penambangan kobalt artisanal di DRC.
Pada Desember 2019, International Rights Advocates, sebuah LSM hak asasi manusia, mengajukan [[International Rights Advocates v. Apple, Microsoft, Dell, Tesla|gugatan penting]] terhadap Apple, [[Tesla, Inc.|Tesla]], [[Dell]], [[Microsoft]], dan [[Alphabet Inc.|Alphabet]] ([[Google]]). Gugatan tersebut menuduh perusahaan-perusahaan itu secara sadar memperoleh keuntungan dan turut membantu penggunaan anak-anak dalam kondisi kerja yang kejam dan brutal di pertambangan kobalt.<sup class="reference" id="wu-cite-137">[[#wu-ref-137|[137]]]</sup> Perusahaan-perusahaan yang digugat membantah keterlibatan mereka dalam pekerja anak.<sup class="reference" id="wu-cite-138">[[#wu-ref-138|[138]]]</sup> Pada 2024, pengadilan memutuskan bahwa para pemasok memang memfasilitasi kerja paksa, tetapi perusahaan teknologi Amerika tersebut tidak bertanggung jawab secara hukum, karena mereka tidak menjalankan usaha bersama dengan para pemasok dan dugaan kerugian tersebut tidak dapat secara adil ditelusuri kepada tindakan para tergugat.<sup class="reference" id="wu-cite-139">[[#wu-ref-139|[139]]]</sup> Buku ''Cobalt Red''<sup class="reference" id="wu-cite-140">[[#wu-ref-140|[140]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-141">[[#wu-ref-141|[141]]]</sup> mengungkap bahwa para pekerja, termasuk anak-anak, mengalami cedera, amputasi, dan kematian akibat kondisi kerja yang berbahaya serta runtuhnya terowongan tambang selama kegiatan penambangan kobalt artisanal di DRC.<sup class="reference" id="wu-cite-142">[[#wu-ref-142|[142]]]</sup>


Karena pekerja anak dan kerja paksa berulang kali dilaporkan terjadi dalam penambangan kobalt, terutama di tambang artisanal DRC, perusahaan teknologi yang berusaha membangun rantai pasok yang etis menghadapi kekurangan bahan baku tersebut. Harga logam kobalt mencapai tingkat tertinggi dalam sembilan tahun pada Oktober 2017, yaitu lebih dari US$30 per pon, dibandingkan sekitar US$10 pada akhir late 2015. Setelah terjadi kelebihan pasokan, harga kemudian turun ke tingkat yang lebih normal, sekitar US$15 pada 2019. Sebagai respons terhadap berbagai persoalan dalam penambangan kobalt artisanal di DRC, sejumlah pemasok kobalt dan pelanggan mereka membentuk Fair Cobalt Alliance (FCA). Aliansi ini bertujuan untuk mengakhiri penggunaan pekerja anak serta meningkatkan kondisi kerja dalam kegiatan penambangan dan pengolahan kobalt di DRC. Anggota FCA antara lain Zhejiang Huayou Cobalt, [[Sono Motors Sion|Sono Motors]], Responsible Cobalt Initiative, [[Fairphone]], Glencore, dan Tesla, Inc.
Karena pekerja anak dan kerja paksa berulang kali dilaporkan terjadi dalam penambangan kobalt, terutama di tambang artisanal DRC, perusahaan teknologi yang berusaha membangun rantai pasok yang etis menghadapi kekurangan bahan baku tersebut.<sup class="reference" id="wu-cite-143">[[#wu-ref-143|[143]]]</sup> Harga logam kobalt mencapai tingkat tertinggi dalam sembilan tahun pada Oktober 2017, yaitu lebih dari US$30 per pon, dibandingkan sekitar US$10 pada akhir late 2015.<sup class="reference" id="wu-cite-144">[[#wu-ref-144|[144]]]</sup> Setelah terjadi kelebihan pasokan, harga kemudian turun ke tingkat yang lebih normal, sekitar US$15 pada 2019.<sup class="reference" id="wu-cite-145">[[#wu-ref-145|[145]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-146">[[#wu-ref-146|[146]]]</sup> Sebagai respons terhadap berbagai persoalan dalam penambangan kobalt artisanal di DRC, sejumlah pemasok kobalt dan pelanggan mereka membentuk Fair Cobalt Alliance (FCA). Aliansi ini bertujuan untuk mengakhiri penggunaan pekerja anak serta meningkatkan kondisi kerja dalam kegiatan penambangan dan pengolahan kobalt di DRC. Anggota FCA antara lain Zhejiang Huayou Cobalt, [[Sono Motors Sion|Sono Motors]], Responsible Cobalt Initiative, [[Fairphone]], Glencore, dan Tesla, Inc.<sup class="reference" id="wu-cite-147">[[#wu-ref-147|[147]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-148">[[#wu-ref-148|[148]]]</sup>
===Indonesia===
===Indonesia===
Setelah sebelumnya memproduksi kobalt dalam jumlah yang lebih kecil pada 2021, Indonesia mulai meningkatkan produksi kobalt sebagai produk sampingan dari [[Pertambangan nikel di Indonesia|produksi nikel]]. Pada 2022, Indonesia telah menjadi produsen kobalt terbesar kedua di dunia. [[Benchmark Mineral Intelligence]] memperkirakan bahwa produksi Indonesia dapat mencapai 20% dari produksi kobalt global pada 2030. Produksi kobalt meningkat dari sekitar 1.300 ton menjadi 20.500 ton antara 2015 dan 2024, didorong oleh inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik domestik yang kuat. Larangan ekspor pada 2020 turut mendorong masuknya investasi asing dalam kegiatan pengolahan nikel dan kobalt di Indonesia.
Setelah sebelumnya memproduksi kobalt dalam jumlah yang lebih kecil pada 2021, Indonesia mulai meningkatkan produksi kobalt sebagai produk sampingan dari [[Pertambangan nikel di Indonesia|produksi nikel]]. Pada 2022, Indonesia telah menjadi produsen kobalt terbesar kedua di dunia. [[Benchmark Mineral Intelligence]] memperkirakan bahwa produksi Indonesia dapat mencapai 20% dari produksi kobalt global pada 2030.<sup class="reference" id="wu-cite-149">[[#wu-ref-149|[149]]]</sup> Produksi kobalt meningkat dari sekitar 1.300 ton menjadi 20.500 ton antara 2015 dan 2024, didorong oleh inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik domestik yang kuat. Larangan ekspor pada 2020 turut mendorong masuknya investasi asing dalam kegiatan pengolahan nikel dan kobalt di Indonesia.<sup class="reference" id="wu-cite-150">[[#wu-ref-150|[150]]]</sup>
===Kanada===
===Kanada===
Pada tahun 2017, sejumlah perusahaan eksplorasi berencana melakukan survei terhadap tambang-tambang perak dan kobalt tua di wilayah [[Cobalt, Ontario]], tempat diyakini terdapat deposit kobalt yang signifikan.
Pada tahun 2017, sejumlah perusahaan eksplorasi berencana melakukan survei terhadap tambang-tambang perak dan kobalt tua di wilayah [[Cobalt, Ontario]], tempat diyakini terdapat deposit kobalt yang signifikan.<sup class="reference" id="wu-cite-151">[[#wu-ref-151|[151]]]</sup>


Kobalt yang ditambang di Kanada merupakan produk sampingan dari pertambangan nikel. Meskipun demikian, pada tahun 2023, Kanada memproduksi lebih dari 5.000 ton kobalt. Sekitar 43% di antaranya ditambang di [[Newfoundland dan Labrador]], sedangkan sisanya berasal dari [[Ontario]], [[Manitoba]], dan [[Quebec]]. Nilai ekspor kobalt dan produk kobalt Kanada mencapai US$568 juta pada 2023.
Kobalt yang ditambang di Kanada merupakan produk sampingan dari pertambangan nikel. Meskipun demikian, pada tahun 2023, Kanada memproduksi lebih dari 5.000 ton kobalt. Sekitar 43% di antaranya ditambang di [[Newfoundland dan Labrador]], sedangkan sisanya berasal dari [[Ontario]], [[Manitoba]], dan [[Quebec]]. Nilai ekspor kobalt dan produk kobalt Kanada mencapai US$568 juta pada 2023.<sup class="reference" id="wu-cite-152">[[#wu-ref-152|[152]]]</sup>
===Kuba===
===Kuba===
Perusahaan Kanada [[Sherritt International]] mengolah bijih kobalt yang terdapat dalam deposit nikel dari [[Moa, Kuba|tambang Moa]] di  [[Kuba]]. Pulau tersebut juga memiliki beberapa tambang lain di [[Mayarí]], [[Camagüey]], dan [[Pinar del Río]]. Investasi Sherritt International yang terus berlanjut dalam produksi nikel dan kobalt Kuba, disertai dengan perolehan hak pertambangan selama 17–20 tahun, membuat negara komunis tersebut menempati peringkat ketiga dunia dalam hal cadangan kobalt pada 2019, bahkan berada di atas Kanada sendiri.
Perusahaan Kanada [[Sherritt International]] mengolah bijih kobalt yang terdapat dalam deposit nikel dari [[Moa, Kuba|tambang Moa]] di  [[Kuba]]. Pulau tersebut juga memiliki beberapa tambang lain di [[Mayarí]], [[Camagüey]], dan [[Pinar del Río]]. Investasi Sherritt International yang terus berlanjut dalam produksi nikel dan kobalt Kuba, disertai dengan perolehan hak pertambangan selama 17–20 tahun, membuat negara komunis tersebut menempati peringkat ketiga dunia dalam hal cadangan kobalt pada 2019, bahkan berada di atas Kanada sendiri.<sup class="reference" id="wu-cite-153">[[#wu-ref-153|[153]]]</sup>
==Aplikasi==
==Aplikasi==
Pada tahun 2016, sekitar  kobalt digunakan. Kobalt telah digunakan dalam produksi paduan berkinerja tinggi, dan juga digunakan dalam beberapa jenis baterai isi ulang.
Pada tahun 2016, sekitar  kobalt digunakan.<sup class="reference" id="wu-cite-154">[[#wu-ref-154|[154]]]</sup> Kobalt telah digunakan dalam produksi paduan berkinerja tinggi,<sup class="reference" id="wu-cite-155">[[#wu-ref-155|[155]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-156">[[#wu-ref-156|[156]]]</sup> dan juga digunakan dalam beberapa jenis baterai isi ulang.
===Baterai===
===Baterai===
[[Litium kobalt oksida]] (LiCoO<sub>2</sub>,  "LCO"), yang pertama kali dijual secara komersial oleh Sony pada tahun 1991, banyak digunakan sebagai bahan katoda pada baterai ion litium hingga tahun 2010-an. Material ini terdiri dari lapisan kobalt oksida dengan litium yang [[Interkalasi (kimia)|tersisip]] di antara lapisan tersebut. Baterai LCO masih mendominasi pasar elektronik konsumen. Namun, baterai untuk mobil listrik telah beralih ke teknologi yang menggunakan kandungan kobalt lebih rendah.
[[Litium kobalt oksida]] (LiCoO<sub>2</sub>,  "LCO"), yang pertama kali dijual secara komersial oleh Sony pada tahun 1991, banyak digunakan sebagai bahan katoda pada baterai ion litium hingga tahun 2010-an. Material ini terdiri dari lapisan kobalt oksida dengan litium yang [[Interkalasi (kimia)|tersisip]] di antara lapisan tersebut. Baterai LCO masih mendominasi pasar elektronik konsumen. Namun, baterai untuk mobil listrik telah beralih ke teknologi yang menggunakan kandungan kobalt lebih rendah.<sup class="reference" id="wu-cite-157">[[#wu-ref-157|[157]]]</sup>


Pada tahun 2018, sebagian besar kobalt yang digunakan dalam baterai masih digunakan untuk perangkat seluler. Namun, aplikasi kobalt yang semakin berkembang adalah baterai isi ulang untuk kendaraan listrik. Industri ini meningkatkan permintaan kobalt hingga lima kali lipat antara 2016 dan 2020, sehingga muncul kebutuhan mendesak untuk menemukan sumber bahan baku baru di wilayah dunia yang lebih stabil. Permintaan diperkirakan akan terus bertahan atau meningkat seiring dengan semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik. Eksplorasi pada 2016–2017 mencakup wilayah sekitar Cobalt, Ontario, yang sebelumnya memiliki banyak tambang perak yang telah berhenti beroperasi sejak beberapa dekade lalu. Penggunaan kobalt untuk kendaraan listrik meningkat 81%, dari paruh pertama 2018 menjadi 7.200 ton pada paruh pertama 2019, untuk kapasitas baterai sebesar 46,3&nbsp;GWh.
Pada tahun 2018, sebagian besar kobalt yang digunakan dalam baterai masih digunakan untuk perangkat seluler.<sup class="reference" id="wu-cite-158">[[#wu-ref-158|[158]]]</sup> Namun, aplikasi kobalt yang semakin berkembang adalah baterai isi ulang untuk kendaraan listrik. Industri ini meningkatkan permintaan kobalt hingga lima kali lipat antara 2016 dan 2020, sehingga muncul kebutuhan mendesak untuk menemukan sumber bahan baku baru di wilayah dunia yang lebih stabil.<sup class="reference" id="wu-cite-159">[[#wu-ref-159|[159]]]</sup> Permintaan diperkirakan akan terus bertahan atau meningkat seiring dengan semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik.<sup class="reference" id="wu-cite-160">[[#wu-ref-160|[160]]]</sup> Eksplorasi pada 2016–2017 mencakup wilayah sekitar Cobalt, Ontario, yang sebelumnya memiliki banyak tambang perak yang telah berhenti beroperasi sejak beberapa dekade lalu.<sup class="reference" id="wu-cite-161">[[#wu-ref-161|[161]]]</sup> Penggunaan kobalt untuk kendaraan listrik meningkat 81%, dari paruh pertama 2018 menjadi 7.200 ton pada paruh pertama 2019, untuk kapasitas baterai sebesar 46,3&nbsp;GWh.<sup class="reference" id="wu-cite-162">[[#wu-ref-162|[162]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-163">[[#wu-ref-163|[163]]]</sup>


Pada Agustus 2020, produsen baterai secara bertahap telah mengurangi kandungan kobalt pada katoda, dari sekitar sepertiga ([[Litium nikel mangan kobalt oksida|NMC]] 111) menjadi seperlima (NMC 442), dan kemudian menjadi sekitar sepersepuluh (NMC 811). Produsen juga mulai memperkenalkan katoda [[Baterai litium besi fosfat|litium besi fosfat]] (LFP) yang bebas kobalt ke dalam baterai mobil listrik, termasuk [[Tesla Model 3]]. Uni Eropa juga melakukan penelitian mengenai kemungkinan menghilangkan kebutuhan kobalt dalam produksi baterai ion litium. Pada September 2020, Tesla menguraikan rencananya untuk memproduksi sel baterai sendiri yang bebas kobalt.
Pada Agustus 2020, produsen baterai secara bertahap telah mengurangi kandungan kobalt pada katoda, dari sekitar sepertiga ([[Litium nikel mangan kobalt oksida|NMC]] 111) menjadi seperlima (NMC 442), dan kemudian menjadi sekitar sepersepuluh (NMC 811). Produsen juga mulai memperkenalkan katoda [[Baterai litium besi fosfat|litium besi fosfat]] (LFP) yang bebas kobalt ke dalam baterai mobil listrik, termasuk [[Tesla Model 3]].<sup class="reference" id="wu-cite-164">[[#wu-ref-164|[164]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-165">[[#wu-ref-165|[165]]]</sup> Uni Eropa juga melakukan penelitian mengenai kemungkinan menghilangkan kebutuhan kobalt dalam produksi baterai ion litium.<sup class="reference" id="wu-cite-166">[[#wu-ref-166|[166]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-167">[[#wu-ref-167|[167]]]</sup> Pada September 2020, Tesla menguraikan rencananya untuk memproduksi sel baterai sendiri yang bebas kobalt.<sup class="reference" id="wu-cite-168">[[#wu-ref-168|[168]]]</sup>


Baterai [[Baterai nikel–kadmium|nikel–kadmium]] (NiCd) dan [[Baterai nikel–hidrida logam|nikel–hidrida logam]] (NiMH) juga menggunakan kobalt untuk membantu meningkatkan proses oksidasi nikel di dalam baterai. Pada tahun 2021, baterai LFP secara resmi melampaui baterai terner yang menggunakan kobalt, dengan menguasai 52% kapasitas baterai yang terpasang. Para analis memperkirakan pangsa pasar LFP akan melampaui 60% pada tahun 2024.
Baterai [[Baterai nikel–kadmium|nikel–kadmium]]<sup class="reference" id="wu-cite-169">[[#wu-ref-169|[169]]]</sup> (NiCd) dan [[Baterai nikel–hidrida logam|nikel–hidrida logam]]<sup class="reference" id="wu-cite-170">[[#wu-ref-170|[170]]]</sup> (NiMH) juga menggunakan kobalt untuk membantu meningkatkan proses oksidasi nikel di dalam baterai.<sup class="reference" id="wu-cite-171">[[#wu-ref-171|[171]]]</sup> Pada tahun 2021, baterai LFP secara resmi melampaui baterai terner yang menggunakan kobalt, dengan menguasai 52% kapasitas baterai yang terpasang. Para analis memperkirakan pangsa pasar LFP akan melampaui 60% pada tahun 2024.<sup class="reference" id="wu-cite-172">[[#wu-ref-172|[172]]]</sup>
===Katalis===
===Katalis===
Beberapa senyawa kobalt berfungsi sebagai [[Katalisis|katalis]] oksidasi. Kobalt asetat digunakan untuk mengubah [[xilena]] menjadi [[asam tereftalat]], yang merupakan bahan awal untuk produksi [[polietilena tereftalat]] (PET) dalam skala besar. Katalis yang umum digunakan adalah kobalt [[karboksilat]] (dikenal sebagai sabun kobalt). Senyawa ini juga digunakan dalam cat, sampang, dan tinta sebagai "bahan pengering" melalui proses oksidasi [[minyak pengering]]. Namun, penggunaannya mulai dihentikan secara bertahap karena adanya kekhawatiran terkait toksisitas. Kobalt karboksilat yang sama juga digunakan untuk meningkatkan daya rekat antara baja dan karet pada ban radial dengan sabuk baja. Selain itu, senyawa tersebut digunakan sebagai akselerator dalam sistem [[resin sintetis|resin poliester]].
Beberapa senyawa kobalt berfungsi sebagai [[Katalisis|katalis]] oksidasi. Kobalt asetat digunakan untuk mengubah [[xilena]] menjadi [[asam tereftalat]], yang merupakan bahan awal untuk produksi [[polietilena tereftalat]] (PET) dalam skala besar. Katalis yang umum digunakan adalah kobalt [[karboksilat]] (dikenal sebagai sabun kobalt). Senyawa ini juga digunakan dalam cat, sampang, dan tinta sebagai "bahan pengering" melalui proses oksidasi [[minyak pengering]].<sup class="reference" id="wu-cite-173">[[#wu-ref-173|[173]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-174">[[#wu-ref-174|[174]]]</sup> Namun, penggunaannya mulai dihentikan secara bertahap karena adanya kekhawatiran terkait toksisitas.<sup class="reference" id="wu-cite-175">[[#wu-ref-175|[175]]]</sup> Kobalt karboksilat yang sama juga digunakan untuk meningkatkan daya rekat antara baja dan karet pada ban radial dengan sabuk baja. Selain itu, senyawa tersebut digunakan sebagai akselerator dalam sistem [[resin sintetis|resin poliester]].<sup class="reference" id="wu-cite-176">[[#wu-ref-176|[176]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-177">[[#wu-ref-177|[177]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-178">[[#wu-ref-178|[178]]]</sup>


Katalis berbasis kobalt digunakan dalam berbagai reaksi yang melibatkan [[karbon monoksida]]. Kobalt juga berperan sebagai katalis dalam [[proses Fischer–Tropsch]], yaitu proses [[hidrogenasi]] karbon monoksida untuk menghasilkan bahan bakar cair. Dalam proses [[hidroformilasi]] [[alkena]], kobalt oktakarbonil sering digunakan sebagai katalis. Sementara itu, proses [[hidrodesulfurisasi]] [[minyak bumi]] menggunakan katalis yang berasal dari kobalt dan [[molibdenum]]. Proses ini membantu membersihkan minyak bumi dari pengotor belerang yang dapat mengganggu proses pemurnian bahan bakar cair.
Katalis berbasis kobalt digunakan dalam berbagai reaksi yang melibatkan [[karbon monoksida]]. Kobalt juga berperan sebagai katalis dalam [[proses Fischer–Tropsch]], yaitu proses [[hidrogenasi]] karbon monoksida untuk menghasilkan bahan bakar cair.<sup class="reference" id="wu-cite-179">[[#wu-ref-179|[179]]]</sup> Dalam proses [[hidroformilasi]] [[alkena]], kobalt oktakarbonil sering digunakan sebagai katalis.<sup class="reference" id="wu-cite-180">[[#wu-ref-180|[180]]]</sup> Sementara itu, proses [[hidrodesulfurisasi]] [[minyak bumi]] menggunakan katalis yang berasal dari kobalt dan [[molibdenum]]. Proses ini membantu membersihkan minyak bumi dari pengotor belerang yang dapat mengganggu proses pemurnian bahan bakar cair.<sup class="reference" id="wu-cite-181">[[#wu-ref-181|[181]]]</sup>
===Material magnetik===
===Material magnetik===
Karena memiliki sifat feromagnetik, kobalt digunakan dalam produksi berbagai material magnetik. Kobalt digunakan untuk membuat [[magnet permanen]], seperti magnet [[Alnico]], yang dikenal memiliki sifat magnetik kuat dan digunakan dalam [[motor listrik]], [[Pengindra|sensor]], serta mesin [[Pencitraan resonansi magnetik|MRI]]. Kobalt juga digunakan dalam produksi paduan magnetik, seperti baja kobalt, yang banyak digunakan sebagai media [[Penyimpanan magnetik|perekaman magnetik]], misalnya pada [[cakram keras]] dan [[pita magnetik]].
Karena memiliki sifat feromagnetik, kobalt digunakan dalam produksi berbagai material magnetik.<sup class="reference" id="wu-cite-182">[[#wu-ref-182|[182]]]</sup> Kobalt digunakan untuk membuat [[magnet permanen]], seperti magnet [[Alnico]], yang dikenal memiliki sifat magnetik kuat dan digunakan dalam [[motor listrik]], [[Pengindra|sensor]], serta mesin [[Pencitraan resonansi magnetik|MRI]].<sup class="reference" id="wu-cite-183">[[#wu-ref-183|[183]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-184">[[#wu-ref-184|[184]]]</sup> Kobalt juga digunakan dalam produksi paduan magnetik, seperti baja kobalt, yang banyak digunakan sebagai media [[Penyimpanan magnetik|perekaman magnetik]], misalnya pada [[cakram keras]] dan [[pita magnetik]].<sup class="reference" id="wu-cite-185">[[#wu-ref-185|[185]]]</sup>


Kemampuan kobalt untuk mempertahankan sifat magnetiknya pada suhu tinggi membuatnya sangat berharga dalam aplikasi perekaman magnetik karena membantu memastikan keandalan [[Penyimpanan data|peranti penyimpanan data]]. Kobalt juga menjadi komponen penting dalam magnet khusus seperti magnet [[Magnet samarium–kobalt|samarium–kobalt]], yang banyak digunakan dalam perangkat elektronik untuk berbagai komponen, termasuk sensor dan [[penggarit|aktuator]].
Kemampuan kobalt untuk mempertahankan sifat magnetiknya pada suhu tinggi membuatnya sangat berharga dalam aplikasi perekaman magnetik karena membantu memastikan keandalan [[Penyimpanan data|peranti penyimpanan data]].<sup class="reference" id="wu-cite-186">[[#wu-ref-186|[186]]]</sup> Kobalt juga menjadi komponen penting dalam magnet khusus seperti magnet [[Magnet samarium–kobalt|samarium–kobalt]], yang banyak digunakan dalam perangkat elektronik untuk berbagai komponen, termasuk sensor dan [[penggarit|aktuator]].<sup class="reference" id="wu-cite-187">[[#wu-ref-187|[187]]]</sup>
===Paduan===
===Paduan===
[[Logam paduan super|Paduan super]] berbasis kobalt secara historis menyerap sebagian besar produksi kobalt dunia. Ketahanan paduan ini terhadap suhu tinggi membuatnya cocok digunakan untuk bilah turbin pada [[turbin gas]] dan [[mesin jet]] pesawat, meskipun paduan berbasis nikel jenis [[kristal tunggal]] kini memiliki kinerja yang lebih unggul. Paduan berbasis kobalt juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap [[korosi]] dan [[aus|keausan]]. Karena sifat tersebut, seperti halnya [[titanium]], paduan kobalt berguna untuk membuat [[implan]] ortopedi yang tidak mudah mengalami keausan seiring waktu. Pengembangan paduan kobalt tahan aus dimulai pada dekade pertama abad ke-20 dengan munculnya paduan [[stellit]], yang mengandung [[kromium]] dengan berbagai kadar [[wolfram]] dan [[karbon]]. Paduan yang mengandung kromium dan [[wolfram karbida]] memiliki tingkat kekerasan dan ketahanan aus yang sangat tinggi. Paduan khusus kobalt-kromium-molibdenum, seperti [[Vitallium]], digunakan untuk komponen [[prostesis|prostetik]], termasuk penggantian sendi pinggul dan lutut. Paduan kobalt juga digunakan dalam prostesis [[implan gigi|gigi]] sebagai alternatif nikel yang bermanfaat, karena nikel dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Beberapa jenis baja berkecepatan tinggi juga mengandung kobalt untuk meningkatkan ketahanan terhadap panas dan keausan. Paduan khusus yang terdiri dari aluminium, nikel, kobalt, dan besi, yang dikenal sebagai Alnico, serta paduan samarium–kobalt (magnet samarium–kobalt), digunakan untuk membuat magnet permanen. Kobalt juga dipadukan dengan 95% [[platina]] untuk pembuatan perhiasan. Paduan ini cocok untuk pengecoran presisi dan memiliki sifat sedikit magnetik. Selain berperan dalam struktur dan sifat magnetik, paduan kobalt juga penting dalam komponen kelistrikan kelas kedirgantaraan. Paduan ini digunakan pada konektor, sakelar termal, dan mikrosensor yang harus mampu bertahan terhadap suhu ekstrem, getaran, dan radiasi—kondisi yang umum terjadi pada satelit, pesawat tempur, dan sistem hipersonik. Paduan tersebut mampu mempertahankan konduktivitas listrik dan integritas mekanis bahkan ketika menghadapi beban yang berubah-ubah dalam kondisi operasi yang sangat kritis.
[[Logam paduan super|Paduan super]] berbasis kobalt secara historis menyerap sebagian besar produksi kobalt dunia.<sup class="reference" id="wu-cite-188">[[#wu-ref-188|[188]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-189">[[#wu-ref-189|[189]]]</sup> Ketahanan paduan ini terhadap suhu tinggi membuatnya cocok digunakan untuk bilah turbin pada [[turbin gas]] dan [[mesin jet]] pesawat, meskipun paduan berbasis nikel jenis [[kristal tunggal]] kini memiliki kinerja yang lebih unggul.<sup class="reference" id="wu-cite-190">[[#wu-ref-190|[190]]]</sup> Paduan berbasis kobalt juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap [[korosi]] dan [[aus|keausan]]. Karena sifat tersebut, seperti halnya [[titanium]], paduan kobalt berguna untuk membuat [[implan]] ortopedi yang tidak mudah mengalami keausan seiring waktu. Pengembangan paduan kobalt tahan aus dimulai pada dekade pertama abad ke-20 dengan munculnya paduan [[stellit]], yang mengandung [[kromium]] dengan berbagai kadar [[wolfram]] dan [[karbon]]. Paduan yang mengandung kromium dan [[wolfram karbida]] memiliki tingkat kekerasan dan ketahanan aus yang sangat tinggi.<sup class="reference" id="wu-cite-191">[[#wu-ref-191|[191]]]</sup> Paduan khusus kobalt-kromium-molibdenum, seperti [[Vitallium]], digunakan untuk komponen [[prostesis|prostetik]], termasuk penggantian sendi pinggul dan lutut.<sup class="reference" id="wu-cite-192">[[#wu-ref-192|[192]]]</sup> Paduan kobalt juga digunakan dalam prostesis [[implan gigi|gigi]] sebagai alternatif nikel yang bermanfaat, karena nikel dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.<sup class="reference" id="wu-cite-193">[[#wu-ref-193|[193]]]</sup> Beberapa jenis baja berkecepatan tinggi juga mengandung kobalt untuk meningkatkan ketahanan terhadap panas dan keausan. Paduan khusus yang terdiri dari aluminium, nikel, kobalt, dan besi, yang dikenal sebagai Alnico, serta paduan samarium–kobalt (magnet samarium–kobalt), digunakan untuk membuat magnet permanen.<sup class="reference" id="wu-cite-194">[[#wu-ref-194|[194]]]</sup> Kobalt juga dipadukan dengan 95% [[platina]] untuk pembuatan perhiasan. Paduan ini cocok untuk pengecoran presisi dan memiliki sifat sedikit magnetik.<sup class="reference" id="wu-cite-195">[[#wu-ref-195|[195]]]</sup> Selain berperan dalam struktur dan sifat magnetik, paduan kobalt juga penting dalam komponen kelistrikan kelas kedirgantaraan. Paduan ini digunakan pada konektor, sakelar termal, dan mikrosensor yang harus mampu bertahan terhadap suhu ekstrem, getaran, dan radiasi—kondisi yang umum terjadi pada satelit, pesawat tempur, dan sistem hipersonik.<sup class="reference" id="wu-cite-196">[[#wu-ref-196|[196]]]</sup> Paduan tersebut mampu mempertahankan konduktivitas listrik dan integritas mekanis bahkan ketika menghadapi beban yang berubah-ubah dalam kondisi operasi yang sangat kritis.<sup class="reference" id="wu-cite-197">[[#wu-ref-197|[197]]]</sup>
===Pigmen dan pewarna===
===Pigmen dan pewarna===
 
Sebelum abad ke-19, kobalt digunakan terutama sebagai pigmen. Kobalt telah digunakan sejak Abad Pertengahan untuk membuat ''smalt'', yaitu kaca berwarna biru. ''Smalt'' dibuat dengan meleburkan campuran mineral [[smaltit]], [[kuarsa]], dan [[kalium karbonat]] yang telah dipanggang. Proses tersebut menghasilkan kaca silikat berwarna biru tua yang kemudian digiling hingga menjadi bubuk halus.<sup class="reference" id="wu-cite-198">[[#wu-ref-198|[198]]]</sup> ''Smalt'' banyak digunakan untuk memberi warna pada kaca dan sebagai pigmen dalam lukisan.<sup class="reference" id="wu-cite-199">[[#wu-ref-199|[199]]]</sup> Pada tahun 1780, [[Sven Rinman]] menemukan pigmen [[hijau kobalt]], sedangkan pada tahun 1802 [[Louis Jacques Thénard]] menemukan biru kobalt.<sup class="reference" id="wu-cite-200">[[#wu-ref-200|[200]]]</sup> Pigmen kobalt seperti biru kobalt (kobalt aluminat), [[biru samudra]] (kobalt(II) stanat), berbagai warna hijau kobalt (campuran [[kobalt(II) oksida]] dan [[seng oksida]]), dan ungu kobalt ([[Kobalt(II) fosfat|kobalt fosfat]]) digunakan sebagai pigmen untuk karya seni karena memiliki stabilitas warna yang sangat baik, sehingga warnanya relatif tahan terhadap perubahan atau pemudaran.<sup class="reference" id="wu-cite-201">[[#wu-ref-201|[201]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-202">[[#wu-ref-202|[202]]]</sup>
 
Sebelum abad ke-19, kobalt digunakan terutama sebagai pigmen. Kobalt telah digunakan sejak Abad Pertengahan untuk membuat ''smalt'', yaitu kaca berwarna biru. ''Smalt'' dibuat dengan meleburkan campuran mineral [[smaltit]], [[kuarsa]], dan [[kalium karbonat]] yang telah dipanggang. Proses tersebut menghasilkan kaca silikat berwarna biru tua yang kemudian digiling hingga menjadi bubuk halus. ''Smalt'' banyak digunakan untuk memberi warna pada kaca dan sebagai pigmen dalam lukisan. Pada tahun 1780, [[Sven Rinman]] menemukan pigmen [[hijau kobalt]], sedangkan pada tahun 1802 [[Louis Jacques Thénard]] menemukan biru kobalt. Pigmen kobalt seperti biru kobalt (kobalt aluminat), [[biru samudra]] (kobalt(II) stanat), berbagai warna hijau kobalt (campuran [[kobalt(II) oksida]] dan [[seng oksida]]), dan ungu kobalt ([[Kobalt(II) fosfat|kobalt fosfat]]) digunakan sebagai pigmen untuk karya seni karena memiliki stabilitas warna yang sangat baik, sehingga warnanya relatif tahan terhadap perubahan atau pemudaran.
===Radioisotop===
===Radioisotop===
Kobalt-60 (Co-60 atau <sup>60</sup>Co) berguna sebagai sumber [[sinar gama]] karena dapat diproduksi dalam jumlah yang dapat diprediksi dengan [[peluruhan radioaktif|aktivitas]] tinggi melalui penembakan kobalt menggunakan [[neutron]]. Kobalt-60 menghasilkan sinar gamma dengan energi 1,17 dan 1,33&nbsp;[[Elektronvolt|MeV]].
Kobalt-60 (Co-60 atau <sup>60</sup>Co) berguna sebagai sumber [[sinar gama]] karena dapat diproduksi dalam jumlah yang dapat diprediksi dengan [[peluruhan radioaktif|aktivitas]] tinggi melalui penembakan kobalt menggunakan [[neutron]]. Kobalt-60 menghasilkan sinar gamma dengan energi 1,17 dan 1,33&nbsp;[[Elektronvolt|MeV]].<sup class="reference" id="wu-cite-203">[[#wu-ref-203|[203]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-204">[[#wu-ref-204|[204]]]</sup>


Kobalt digunakan dalam berbagai aplikasi, antara lain [[radioterapi sinar eksternal]], sterilisasi peralatan dan limbah medis, [[iradiasi makanan]] untuk sterilisasi ([[pasteurisasi]] dingin), [[radiografi industri]] (misalnya untuk memeriksa integritas sambungan las), pengukuran densitas (misalnya mengukur densitas beton), serta sakelar pengukur ketinggian isi tangki. Namun, logam ini memiliki sifat yang kurang menguntungkan karena dapat menghasilkan debu halus, sehingga menimbulkan masalah dalam [[perlindungan radiasi|perlindungan terhadap radiasi]]. Sumber kobalt dari mesin radioterapi juga dapat menjadi bahaya serius apabila tidak dibuang dengan benar. Salah satu kecelakaan kontaminasi radiasi terburuk di Amerika Utara terjadi pada 1984, ketika sebuah [[Insiden kontaminasi kobalt-60 Ciudad Juárez|unit radioterapi bekas yang mengandung kobalt-60 secara tidak sengaja dibongkar]] di tempat barang rongsokan di Ciudad Juárez, Meksiko.
Kobalt digunakan dalam berbagai aplikasi, antara lain [[radioterapi sinar eksternal]], sterilisasi peralatan dan limbah medis, [[iradiasi makanan]] untuk sterilisasi ([[pasteurisasi]] dingin),<sup class="reference" id="wu-cite-205">[[#wu-ref-205|[205]]]</sup> [[radiografi industri]] (misalnya untuk memeriksa integritas sambungan las), pengukuran densitas (misalnya mengukur densitas beton), serta sakelar pengukur ketinggian isi tangki. Namun, logam ini memiliki sifat yang kurang menguntungkan karena dapat menghasilkan debu halus, sehingga menimbulkan masalah dalam [[perlindungan radiasi|perlindungan terhadap radiasi]]. Sumber kobalt dari mesin radioterapi juga dapat menjadi bahaya serius apabila tidak dibuang dengan benar. Salah satu kecelakaan kontaminasi radiasi terburuk di Amerika Utara terjadi pada 1984, ketika sebuah [[Insiden kontaminasi kobalt-60 Ciudad Juárez|unit radioterapi bekas yang mengandung kobalt-60 secara tidak sengaja dibongkar]] di tempat barang rongsokan di Ciudad Juárez, Meksiko.<sup class="reference" id="wu-cite-206">[[#wu-ref-206|[206]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-207">[[#wu-ref-207|[207]]]</sup>


Kobalt-60 memiliki waktu paruh radioaktif 5,27&nbsp;tahun. Karena aktivitasnya berkurang seiring waktu, sumber radioaktif tersebut harus diganti secara berkala dalam peralatan radioterapi. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa mesin berbasis kobalt sebagian besar telah digantikan oleh [[Pemercepat partikel linear|akselerator linear]] dalam radioterapi modern. [[Kobalt-57]] (Co-57 atau <sup>57</sup>Co) merupakan radioisotop kobalt yang paling sering digunakan dalam pemeriksaan medis, terutama sebagai [[Pelacak radioaktif|penanda radioaktif]] untuk mengukur penyerapan vitamin B dan dalam [[uji Schilling]]. Kobalt-57 juga digunakan sebagai sumber dalam [[spektroskopi Mössbauer]] dan merupakan salah satu sumber yang dapat digunakan dalam perangkat [[fluoresensi sinar-X]].
Kobalt-60 memiliki waktu paruh radioaktif 5,27&nbsp;tahun. Karena aktivitasnya berkurang seiring waktu, sumber radioaktif tersebut harus diganti secara berkala dalam peralatan radioterapi. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa mesin berbasis kobalt sebagian besar telah digantikan oleh [[Pemercepat partikel linear|akselerator linear]] dalam radioterapi modern.<sup class="reference" id="wu-cite-208">[[#wu-ref-208|[208]]]</sup> [[Kobalt-57]] (Co-57 atau <sup>57</sup>Co) merupakan radioisotop kobalt yang paling sering digunakan dalam pemeriksaan medis, terutama sebagai [[Pelacak radioaktif|penanda radioaktif]] untuk mengukur penyerapan vitamin B dan dalam [[uji Schilling]]. Kobalt-57 juga digunakan sebagai sumber dalam [[spektroskopi Mössbauer]] dan merupakan salah satu sumber yang dapat digunakan dalam perangkat [[fluoresensi sinar-X]].<sup class="reference" id="wu-cite-209">[[#wu-ref-209|[209]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-210">[[#wu-ref-210|[210]]]</sup>


Dalam [[Desain senjata nuklir|rancangan senjata nuklir]], [[kobalt-59]] (Co-59 atau <sup>59</sup>Co) secara teoritis dapat dimasukkan sebagai material yang kemudian sebagian akan teraktivasi selama [[ledakan nuklir]] dan menghasilkan <sup>60</sup>Co. <sup>60</sup>Co yang tersebar sebagai [[luruhan nuklir]] terkadang disebut sebagai [[bom kobalt]].
Dalam [[Desain senjata nuklir|rancangan senjata nuklir]], [[kobalt-59]] (Co-59 atau <sup>59</sup>Co) secara teoritis dapat dimasukkan sebagai material yang kemudian sebagian akan teraktivasi selama [[ledakan nuklir]] dan menghasilkan <sup>60</sup>Co. <sup>60</sup>Co yang tersebar sebagai [[luruhan nuklir]] terkadang disebut sebagai [[bom kobalt]].<sup class="reference" id="wu-cite-211">[[#wu-ref-211|[211]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-212">[[#wu-ref-212|[212]]]</sup>
===Penggunaan lainnya===
===Penggunaan lainnya===
* Kobalt digunakan dalam proses [[penyepuhan]] karena memiliki tampilan yang menarik, tingkat kekerasan yang baik, serta ketahanan terhadap oksidasi.
* Kobalt digunakan dalam proses [[penyepuhan]] karena memiliki tampilan yang menarik, tingkat kekerasan yang baik, serta ketahanan terhadap oksidasi.<sup class="reference" id="wu-cite-213">[[#wu-ref-213|[213]]]</sup>
* Kobalt juga digunakan sebagai lapisan dasar untuk [[Email (glasir)|email]] [[porselen]], yang membantu memberikan lapisan dasar sebelum email diaplikasikan.
* Kobalt juga digunakan sebagai lapisan dasar untuk [[Email (glasir)|email]] [[porselen]], yang membantu memberikan lapisan dasar sebelum email diaplikasikan.<sup class="reference" id="wu-cite-214">[[#wu-ref-214|[214]]]</sup>
==Peran biologis==
==Peran biologis==
Kobalt sangat penting dalam [[metabolisme]] semua hewan. Kobalt merupakan komponen utama kobalamin, yang juga dikenal sebagai vitamin B, dan menjadi cadangan biologis utama kobalt sebagai [[unsur ultrarenik]]. Bakteri yang terdapat di dalam lambung [[hewan pemamah biak]] mengubah garam kobalt menjadi vitamin B, yaitu senyawa yang hanya dapat diproduksi oleh bakteri atau [[arkea]]. Oleh karena itu, keberadaan kobalt dalam jumlah kecil di dalam tanah dapat meningkatkan kesehatan hewan yang [[pemamahan|merumput]] secara signifikan. Asupan sekitar 0,20&nbsp;mg/kg per hari direkomendasikan karena hewan tersebut tidak memiliki sumber vitamin B lain.
Kobalt sangat penting dalam [[metabolisme]] semua hewan. Kobalt merupakan komponen utama kobalamin, yang juga dikenal sebagai vitamin B, dan menjadi cadangan biologis utama kobalt sebagai [[unsur ultrarenik]].<sup class="reference" id="wu-cite-215">[[#wu-ref-215|[215]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-216">[[#wu-ref-216|[216]]]</sup> Bakteri yang terdapat di dalam lambung [[hewan pemamah biak]] mengubah garam kobalt menjadi vitamin B, yaitu senyawa yang hanya dapat diproduksi oleh bakteri atau [[arkea]]. Oleh karena itu, keberadaan kobalt dalam jumlah kecil di dalam tanah dapat meningkatkan kesehatan hewan yang [[pemamahan|merumput]] secara signifikan. Asupan sekitar 0,20&nbsp;mg/kg per hari direkomendasikan karena hewan tersebut tidak memiliki sumber vitamin B lain.<sup class="reference" id="wu-cite-217">[[#wu-ref-217|[217]]]</sup>


Protein berbasis kobalamin menggunakan cincin [[korin]] untuk mengikat kobalt. Koenzim B<sub>12</sub> memiliki ikatan reaktif C–Co yang berperan dalam berbagai reaksi kimia. Pada manusia, B<sub>12</sub> memiliki dua jenis [[ligan]] [[alkil]], yaitu [[gugus metil|metil]] dan adenosil. [[Mekobalamin|MeB<sub>12</sub>]] berperan dalam transfer gugus metil (−CH<sub>3</sub>). Sementara itu, bentuk adenosil B<sub>12</sub> mengatalisis reaksi penataan ulang, ketika atom hidrogen secara langsung dipindahkan antara dua atom yang berdekatan disertai pertukaran substituen kedua, X. X dapat berupa atom karbon dengan substituennya, atom oksigen dari alkohol, atau gugus amina. [[Metilmalonil-KoA mutase|Metilmalonil koenzim A mutase]] (MUT) mengubah [[Metilmalonil-KoA|MMl-KoA]] menjadi [[Suksinil-KoA|Su-KoA]], suatu tahap penting dalam proses memperoleh energi dari protein dan lemak.
Protein berbasis kobalamin menggunakan cincin [[korin]] untuk mengikat kobalt. Koenzim B<sub>12</sub> memiliki ikatan reaktif C–Co yang berperan dalam berbagai reaksi kimia.<sup class="reference" id="wu-cite-218">[[#wu-ref-218|[218]]]</sup> Pada manusia, B<sub>12</sub> memiliki dua jenis [[ligan]] [[alkil]], yaitu [[gugus metil|metil]] dan adenosil. [[Mekobalamin|MeB<sub>12</sub>]] berperan dalam transfer gugus metil (−CH<sub>3</sub>). Sementara itu, bentuk adenosil B<sub>12</sub> mengatalisis reaksi penataan ulang, ketika atom hidrogen secara langsung dipindahkan antara dua atom yang berdekatan disertai pertukaran substituen kedua, X. X dapat berupa atom karbon dengan substituennya, atom oksigen dari alkohol, atau gugus amina. [[Metilmalonil-KoA mutase|Metilmalonil koenzim A mutase]] (MUT) mengubah [[Metilmalonil-KoA|MMl-KoA]] menjadi [[Suksinil-KoA|Su-KoA]], suatu tahap penting dalam proses memperoleh energi dari protein dan lemak.<sup class="reference" id="wu-cite-219">[[#wu-ref-219|[219]]]</sup>


Meskipun jauh lebih jarang dibandingkan [[metaloprotein]] lain, seperti protein berbasis seng dan besi, terdapat pula protein yang mengandung kobalt selain vitamin B<sub>12</sub>. Protein tersebut meliputi [[METAP2|metionina aminopeptidase 2]], yaitu enzim yang terdapat pada manusia dan mamalia lainnya. Enzim ini tidak menggunakan cincin korin B<sub>12</sub>, tetapi mengikat kobalt secara langsung. Enzim non-korin berbasis kobalt lainnya adalah [[nitril hidratase]], yang terdapat pada bakteri dan berfungsi dalam metabolisme [[nitril]].
Meskipun jauh lebih jarang dibandingkan [[metaloprotein]] lain, seperti protein berbasis seng dan besi, terdapat pula protein yang mengandung kobalt selain vitamin B<sub>12</sub>. Protein tersebut meliputi [[METAP2|metionina aminopeptidase 2]], yaitu enzim yang terdapat pada manusia dan mamalia lainnya. Enzim ini tidak menggunakan cincin korin B<sub>12</sub>, tetapi mengikat kobalt secara langsung. Enzim non-korin berbasis kobalt lainnya adalah [[nitril hidratase]], yang terdapat pada bakteri dan berfungsi dalam metabolisme [[nitril]].<sup class="reference" id="wu-cite-220">[[#wu-ref-220|[220]]]</sup>
===Defisiensi kobalt===
===Defisiensi kobalt===
Pada manusia, konsumsi vitamin B<sub>12</sub> yang mengandung kobalt sudah memenuhi seluruh kebutuhan kobalt tubuh. Pada sapi dan domba, yang memenuhi kebutuhan vitamin B<sub>12</sub> melalui sintesis oleh bakteri yang hidup di dalam [[rumen]], kobalt anorganik memiliki fungsi penting. Pada awal abad ke-20, selama perkembangan peternakan di [[Dataran Tinggi Vulkanik Pulau Utara]], Selandia Baru, sapi mengalami penyakit yang disebut "''bush sickness''". Kemudian diketahui bahwa tanah vulkanik di wilayah tersebut kekurangan garam kobalt yang penting dalam rantai makanan ternak. Penyakit "''coast disease''" yang menyerang domba di [[Ninety Mile Desert]], [[Australia Selatan]] bagian [[Limestone Coast|tenggara]], pada tahun 1930-an juga diketahui berasal dari kekurangan kobalt dan tembaga dalam makanan. Kekurangan kobalt tersebut kemudian diatasi dengan mengembangkan "''cobalt bullets''", yaitu pelet padat yang terbuat dari [[kobalt oksida]] yang dicampur dengan tanah liat. Pelet tersebut diberikan secara oral kepada hewan agar menetap di dalam rumen dan menyediakan sumber kobalt secara bertahap.
Pada manusia, konsumsi vitamin B<sub>12</sub> yang mengandung kobalt sudah memenuhi seluruh kebutuhan kobalt tubuh. Pada sapi dan domba, yang memenuhi kebutuhan vitamin B<sub>12</sub> melalui sintesis oleh bakteri yang hidup di dalam [[rumen]], kobalt anorganik memiliki fungsi penting. Pada awal abad ke-20, selama perkembangan peternakan di [[Dataran Tinggi Vulkanik Pulau Utara]], Selandia Baru, sapi mengalami penyakit yang disebut "''bush sickness''". Kemudian diketahui bahwa tanah vulkanik di wilayah tersebut kekurangan garam kobalt yang penting dalam rantai makanan ternak.<sup class="reference" id="wu-cite-221">[[#wu-ref-221|[221]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-222">[[#wu-ref-222|[222]]]</sup> Penyakit "''coast disease''" yang menyerang domba di [[Ninety Mile Desert]], [[Australia Selatan]] bagian [[Limestone Coast|tenggara]], pada tahun 1930-an juga diketahui berasal dari kekurangan kobalt dan tembaga dalam makanan. Kekurangan kobalt tersebut kemudian diatasi dengan mengembangkan "''cobalt bullets''", yaitu pelet padat yang terbuat dari [[kobalt oksida]] yang dicampur dengan tanah liat. Pelet tersebut diberikan secara oral kepada hewan agar menetap di dalam rumen dan menyediakan sumber kobalt secara bertahap.<sup class="reference" id="wu-cite-223">[[#wu-ref-223|[223]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-224">[[#wu-ref-224|[224]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-225">[[#wu-ref-225|[225]]]</sup>
 


== Toksisitas==
== Toksisitas==
Nilai  untuk garam kobalt yang larut dalam air diperkirakan berada antara 150 hingga 500&nbsp;mg/kg. Dengan demikian, untuk seseorang dengan berat badan 100&nbsp;kg, nilai LD<sub>50</sub>-nya kira-kira 20&nbsp;gram.<sup class="reference" id="wu-cite-226">[[#wu-ref-226|[226]]]</sup> '''Kobaltisme''' (keracunan kobalt) jarang terjadi, tetapi pernah terjadi akibat proses fabrikasi wolfram karbida.<sup class="reference" id="wu-cite-227">[[#wu-ref-227|[227]]]</sup> Sumber lainnya adalah keausan dan kerusakan pada beberapa [[Penggantian pinggul|prostesis pinggul]] logam-ke-logam.<sup class="reference" id="wu-cite-228">[[#wu-ref-228|[228]]]</sup>


Nilai  untuk garam kobalt yang larut dalam air diperkirakan berada antara 150 hingga 500&nbsp;mg/kg. Dengan demikian, untuk seseorang dengan berat badan 100&nbsp;kg, nilai LD<sub>50</sub>-nya kira-kira 20&nbsp;gram. '''Kobaltisme''' (keracunan kobalt) jarang terjadi, tetapi pernah terjadi akibat proses fabrikasi wolfram karbida. Sumber lainnya adalah keausan dan kerusakan pada beberapa [[Penggantian pinggul|prostesis pinggul]] logam-ke-logam.
Asupan kobalt secara kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada dosis yang jauh lebih rendah daripada dosis mematikan. Pada tahun 1966, penambahan senyawa kobalt untuk menstabilkan busa bir di Kanada menyebabkan suatu bentuk [[kardiomiopati]] akibat toksin yang tidak biasa, yang kemudian dikenal sebaga ''kardiomiopati peminum bir''.<sup class="reference" id="wu-cite-229">[[#wu-ref-229|[229]]]</sup><sup class="reference" id="wu-cite-230">[[#wu-ref-230|[230]]]</sup>
 
Asupan kobalt secara kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada dosis yang jauh lebih rendah daripada dosis mematikan. Pada tahun 1966, penambahan senyawa kobalt untuk menstabilkan busa bir di Kanada menyebabkan suatu bentuk [[kardiomiopati]] akibat toksin yang tidak biasa, yang kemudian dikenal sebaga ''kardiomiopati peminum bir''.


Logam kobalt diduga dapat menyebabkan [[kanker]] (yaitu kemungkinan bersifat [[karsinogen]]ik, [[IARC Golongan 2B]]) berdasarkan Monograf [[Badan Penelitian Kanker Internasional]] (IARC).
Logam kobalt diduga dapat menyebabkan [[kanker]] (yaitu kemungkinan bersifat [[karsinogen]]ik, [[IARC Golongan 2B]]) berdasarkan Monograf [[Badan Penelitian Kanker Internasional]] (IARC).<sup class="reference" id="wu-cite-231">[[#wu-ref-231|[231]]]</sup>
 
Kobalt dapat menyebabkan gangguan pernapasan jika terhirup. Kobalt juga dapat menyebabkan masalah pada kulit jika bersentuhan langsung; setelah nikel dan kromium, kobalt merupakan salah satu penyebab utama [[Dermatitis kontak alergi|dermatitis kontak]].


Kobalt dapat menyebabkan gangguan pernapasan jika terhirup.<sup class="reference" id="wu-cite-232">[[#wu-ref-232|[232]]]</sup> Kobalt juga dapat menyebabkan masalah pada kulit jika bersentuhan langsung; setelah nikel dan kromium, kobalt merupakan salah satu penyebab utama [[Dermatitis kontak alergi|dermatitis kontak]].<sup class="reference" id="wu-cite-233">[[#wu-ref-233|[233]]]</sup>


==Catatan==
==Catatan==
==Referensi==
==Bacaan lebih lanjut==
==Bacaan lebih lanjut==
 
*  
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*


==Pranala luar==
==Pranala luar==
 
*
*
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/027.htm Cobalt] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [http://www.periodicvideos.com/videos/027.htm Cobalt] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [https://www.cdc.gov/niosh/topics/cobalt/ Centers for Disease Control and Prevention – Cobalt]
*  [https://www.cdc.gov/niosh/topics/cobalt/ Centers for Disease Control and Prevention – Cobalt]
*  [[Survei Geologi Amerika Serikat|usgs.gov]] (Mineral Commodity Summaries 2025): [https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2025/mcs2025.pdf#page=62 Cobalt]
*  [[Survei Geologi Amerika Serikat|usgs.gov]] (Mineral Commodity Summaries 2025): [https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2025/mcs2025.pdf#page=62 Cobalt]


== Referensi ==
<ol class="references wiki-unissula-manual-references">
<li id="wu-ref-1">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-1|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-2">Danielle Bochove. [https://www.thestar.com/news/canada/2017/11/01/rare-metal-used-in-electric-cars-causes-a-cobalt-rush-in-cobalt-ont.html Electric car future spurs Cobalt rush: Swelling demand for product breathes new life into small Ontario town]. ''Vancouver Sun''. 1 November 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-2|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-3">GlobalData. [https://www.mining-technology.com/analyst-comment/global-cobalt-supply-2024/ Global cobalt supply to surpass 300kt mark in 2024, driven by production from the DRC and Indonesia]. ''Mining Technology''. 17 Januari 2025. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-3|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-4">[https://www.cobaltinstitute.org/essential-cobalt-2/powering-the-green-economy/catalytic-converters/ Catalysts]. Cobalt Institute. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-4|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-5">Enghag, Per. [https://books.google.com/books?id=aff7sEea39EC&pg=PA680 Encyclopedia of the elements: technical data, history, processing, applications]. Wiley. 2004. hlm. 667. ISBN 978-3-527-30666-4. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-5|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-6">Murthy, V. S. R. [https://books.google.com/books?id=fi_rnPJeTV8C&pg=PA381 Structure And Properties of Engineering Materials]. McGraw-Hill Education (India) Pvt Limited. 2003. hlm. 381. ISBN 978-0-07-048287-6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-6|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-7">Celozzi, Salvatore. [https://books.google.com/books?id=opQjaSj2yIMC&pg=PA27 Electromagnetic Shielding]. Wiley. 1 Mei 2008. hlm. 27. ISBN 978-0-470-05536-6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-7|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-8">B. Lee. ''Surface structures of the two allotropic phases of cobalt''. ''Physical Review B''. 1978. Vol. 17 (4). hlm. 1510–1520. doi:10.1103/PhysRevB.17.1510. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-8|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-9">[http://www.americanelements.com/co.html Properties and Facts for Cobalt]. American Elements. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-9|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-10">[https://books.google.com/books?id=H8XVAAAAMAAJ Cobalt]. Centre d'Information du Cobalt. 1966. hlm. 45. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-10|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-11">Holleman, A. F. ''Lehrbuch der Anorganischen Chemie''. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-11|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-12">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-12|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-13">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-13|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-14">Frank Rutley. [https://books.google.com/books?id=7tfyCAAAQBAJ Rutley's Elements of Mineralogy]. Springer Science & Business Media. 6 Desember 2012. hlm. 40. ISBN 978-94-011-9769-4. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-14|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-15">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-15|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-16">Krebs, Robert E. ''The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide''. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 107. ISBN 0-313-33438-2. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-16|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-17">Sarah C. Petitto. [http://digitalcommons.unl.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1021&context=chemistrylangell Cobalt oxide surface chemistry: The interaction of CoO(100), Co3O4(110) and Co3O4(111) with oxygen and water]. ''Journal of Molecular Catalysis A: Chemical''. 2008. Vol. 281 (1–2). hlm. 49–58. doi:10.1016/j.molcata.2007.08.023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-17|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-18">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-18|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-19">Holleman, A. F. ''Lehrbuch der Anorganischen Chemie''. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-19|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-20">Holleman, A. F. ''Lehrbuch der Anorganischen Chemie''. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-20|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-21">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-21|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-22">Werner, A. [https://zenodo.org/record/1426471 Zur Kenntnis des asymmetrischen Kobaltatoms. V]. ''Chemische Berichte''. 1912. Vol. 45. hlm. 121–130. doi:10.1002/cber.19120450116. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-22|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-23">Gispert, Joan Ribas. [https://books.google.com/books?id=9d893122U6kC&pg=PR31 Coordination chemistry]. Wiley. 2008. hlm. 31–33. ISBN 978-3-527-31802-5. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-23|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-24">Eduard Bernhardt. ''Synthesis and Properties of Cobalt Complexes with [B11H11]4− Ligands''. ''Inorganic Chemistry''. 2024. Vol. 63 (12). hlm. 5414–5422. doi:10.1021/acs.inorgchem.3c04032. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-24|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-25">James e. House. [https://books.google.com/books?id=ocKWuxOur-kC&pg=PA767 Inorganic chemistry]. Academic Press. 2008. hlm. 767. ISBN 978-0-12-356786-4. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-25|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-26">Charles M. Starks. [https://books.google.com/books?id=-QCGckdeKAkC&pg=PA600 Phase-transfer catalysis: fundamentals, applications, and industrial perspectives]. Springer. 1994. hlm. 600. ISBN 978-0-412-04071-9. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-26|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-27">''Organometallics in Environment and Toxicology (Metal Ions in Life Sciences)''. Royal Society of Chemistry Publishing. 2010. hlm. 75. ISBN 978-1-84755-177-1. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-27|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-28">Erin K. Byrne. ''Tetrakis(1-norbornyl)cobalt, a low spin tetrahedral complex of a first row transition metal''. ''Journal of the Chemical Society, Chemical Communications''. 1 January 1986. hlm. 1491. doi:10.1039/C39860001491. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-28|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-29">Erin K. Byrne. ''Redox chemistry of tetrakis(1-norbornyl)cobalt. Synthesis and characterization of a cobalt(V) alkyl and self-exchange rate of a Co(III)/Co(IV) couple''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1 February 1987. Vol. 109 (4). hlm. 1282–1283. doi:10.1021/ja00238a066. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-29|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-30">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-30|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-31">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-31|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-32">''Annual Reports on NMR Spectroscopy''. Elsevier. 2000. Vol. 41. hlm. 1–54. doi:10.1016/S0066-4103(00)41008-2. ISBN 978-0-12-505341-9. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-32|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-33">A Yamasaki. ''Cobalt-59 Nuclear Magnetic Resonance Spectroscopy in Coordination Chemistry''. ''Journal of Coordination Chemistry''. 1991. Vol. 24 (3). hlm. 211–260. doi:10.1080/00958979109407886. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-33|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-34">Philip Ball. [https://books.google.com/books?id=3Bd3KqmkhPMC&pg=PA118 Bright Earth: Art and the Invention of Color]. University of Chicago Press. 2003. hlm. 118–119. ISBN 9780226036281. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-34|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-35">Grimms; Hildebrand, Rudolf (1868). ''Deutsches Wörterbuch'', Band 5, s.v. "" <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-35|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-36">Peter Wothers. [https://books.google.com/books?id=PFS_DwAAQBAJ&pg=PA49 Antimony, Gold, and Jupiter's Wolf: How the elements were named]. Oxford University Press. 2019. hlm. 47–49. ISBN 9780192569905. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-36|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-37">Georgius Agricola. [https://books.google.com/books?id=F6tlCB1PdJoC&pg=PA441 Georgii Agricolae De ortu & causis subterraneorum lib. 5. De natura eorum quae effluunt ex terra lib. 4. De natura fossilium lib. 10. De ueteribus & nouis metallis lib. 2. Bermannus, siue De re metallica dialogus lib.1. Interpretatio Germanica uocum rei metallicæ, addito Indice fœcundissimo]. Froben. 1546. hlm. 441–442.; Cf. index under "". <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-37|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-38">Georgius Agricola. [https://books.google.com/books?id=MfFYAAAAYAAJ&pg=PA112 Georgius Agricola De Re Metallica: Tr. from the 1st Latin Ed. of 1556 (Books I–VIII)]. The Mining Magazine. 1912. hlm. 112–113. Mendeskripsikan (dan mentabulasikan) bentuk Jerman ''kobelt''; terdiri atas dua volume: , Books IX–XII, dengan penomoran halaman yang berkesinambungan. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-38|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-39">Philip Ball. [https://books.google.com/books?id=3Bd3KqmkhPMC&pg=PA118 Bright Earth: Art and the Invention of Color]. University of Chicago Press. 2003. hlm. 118–119. ISBN 9780226036281. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-39|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-40">Peter Wothers. [https://books.google.com/books?id=PFS_DwAAQBAJ&pg=PA49 Antimony, Gold, and Jupiter's Wolf: How the elements were named]. Oxford University Press. 2019. hlm. 47–49. ISBN 9780192569905. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-40|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-41">Georgius Agricola. [https://books.google.com/books?id=laGePXl89xwC&pg=PA78 Georgii Agricolae De Animantibus subterraneis]. Typis Meisnerianis. 1614. hlm. 78–79. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-41|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-42">Georgius Agricola. [https://books.google.com/books?id=uCClFLX0CwUC&pg=PA762 Georgii Agricolae Kempnicensis Medici Ac Philosophi Clariss. De Re Metallica Libri XII.: Quibus Officia, Instrumenta, Machinae, Ac Omnia Denique Ad Metallicam Spectantia, Non Modo Luculentissime describuntur; sed & per effigies, suis locis insertas ... ita ob oculos ponuntur, ut clarius tradi non possint]. Sumptibus & Typis Emanuelis König. 1657. hlm. [762]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-42|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-43">Bagian ini, dari karya tersendiri ''de animantibus'', diterjemahkan dalam catatan kaki oleh , : "orang-orang Jerman, sebagaimana halnya orang-orang Yunani, menyebutnya ''cobalos''". <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-43|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-44">"New and complete dictionary of the German language for Englishmen" s.v. "": "4. Air and vapours, damps, steams... among Miners", Küttner, Carl Gottlob; Nicholson, William, edd. (1813), vol. 3. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-44|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-45">Grimms; Hildebrand, Rudolf (1868). ''Deutsches Wörterbuch'', Band 5, s.v. "" <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-45|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-46">Grimms; Hildebrand, Rudolf (1868). ''Deutsches Wörterbuch'', Band 5, s.v. "" at "III. 3) nebenformen" <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-46|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-47">; Murray, James A. H. ed. (1908) ''A New Eng. Dict.'' '''II''', s.v."[https://books.google.com/books?id=CUPAIeSbvSIC&pg=PA560 cobalt]" <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-47|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-48">Karl Müller-Fraureuth. [https://books.google.com/books?id=EFdsAAAAIAAJ&pg=PA26 Sächsische Volkswörter: Beiträge zur mundartlichen Volkskunde]. Wilhelm Baensch. 1906. hlm. 25–26. ISBN 978-3-95770-329-3. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-48|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-49">Carl Friedrich Glasenapp. [https://books.google.com/books?id=hqE5AAAAIAAJ&pg=PA134 Siegfried Wagner und seine Kunst: gesammelte Aufsätze über das dramatische Schaffen Siegfried Wagners vom "Bärenhäuter" bis zum "Banadietrich"]. Breitkopf & Härtel. 1911. hlm. 134. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-49|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-50">Paul Kretschmer. [https://books.google.com/books?id=zYpVkrS47n8C&pg=PA87 Weiteres zur Urgeschichte der Inder]. ''Zeitschrift für vergleichende Sprachforschung auf dem Gebiete der indogermanischen Sprachen''. 1928. Vol. 55. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-50|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-51">''Etymologisches Wörterbuch der deutschen Sprache''. Walter de Gruyter GmbH & Co KG. 2012. hlm. 510. ISBN 9783110223651. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-51|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-52">Mellor, J. W. (1935) ''A comprehensive treatise on inorganic and theoretical chemistry'' vol. XIV, hlm. 420. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-52|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-53">Karl Müller-Fraureuth. [https://books.google.com/books?id=EFdsAAAAIAAJ&pg=PA26 Sächsische Volkswörter: Beiträge zur mundartlichen Volkskunde]. Wilhelm Baensch. 1906. hlm. 25–26. ISBN 978-3-95770-329-3. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-53|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-54">Agricola (1546) : <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-54|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-55">''Etymologisches Wörterbuch der deutschen Sprache''. Walter de Gruyter GmbH & Co KG. 2012. hlm. 510. ISBN 9783110223651. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-55|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-56">Liddell and Scott (1940). ''A Greek–English Lexicon''. s.v. "". Direvisi dan diperluas secara menyeluruh oleh Sir Henry Stuart Jones dengan bantuan Roderick McKenzie. Oxford: Clarendon Press. . Versi daring diakses 13 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-56|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-57">Peter Wothers. [https://books.google.com/books?id=PFS_DwAAQBAJ&pg=PA49 Antimony, Gold, and Jupiter's Wolf: How the elements were named]. Oxford University Press. 2019. hlm. 47–49. ISBN 9780192569905. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-57|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-58">Emanuel Merck. ''Airy Nothings: Imagining the Otherworld of Faerie from the Middle Ages to the Age of Reason: Essays in Honour of Alasdair A. MacDonald''. E. Merck. 1902. hlm. 75. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-58|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-59">Mellor, J. W. (1935) ''A comprehensive treatise on inorganic and theoretical chemistry'' vol. XIV, hlm. 420. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-59|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-60">Mellor, J. W. (1935) ''A comprehensive treatise on inorganic and theoretical chemistry'' vol. XIV, hlm. 420. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-60|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-61">J. R. Taylor. [https://books.google.com/books?id=8gnvAAAAMAAJ&q=%22kobalos%22 The Origin and Use of Cobalt Compounds as Blue]. ''Science and Archaeology''. 1977. Vol. 19. hlm. 6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-61|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-62">[https://www.britannica.com/EBchecked/topic/123235/cobalt-Co Cobalt], Encyclopædia Britannica Daring. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-62|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-63">Cemal Pulak. ''The Uluburun shipwreck: an overview''. ''International Journal of Nautical Archaeology''. 1998. Vol. 27 (3). hlm. 188–224. doi:10.1111/j.1095-9270.1998.tb00803.x. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-63|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-64">Julian Henderson. [https://books.google.com/books?id=p9xJ-VpUuNkC The Science and Archaeology of Materials: An Investigation of Inorganic Materials]. Routledge. 2000. hlm. 60. ISBN 978-0-415-19933-9. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-64|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-65">Yoshinari Abe. [https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0305440312000337 Transition in the use of cobalt-blue colorant in the New Kingdom of Egypt]. ''Journal of Archaeological Science''. 2012. Vol. 39 (6). hlm. 1793–1808. doi:10.1016/j.jas.2012.01.021. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-65|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-66">Dennis, W. H. [https://books.google.com/books?id=UyE49SzKWHIC&pg=PA254 Metallurgy: 1863–1963]. AldineTransaction. 2010. hlm. 254–256. ISBN 978-0-202-36361-5. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-66|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-67">[https://books.google.com/books?id=uVsrAAAAYAAJ&dq=paracelsus+%22cobalt%22&pg=RA11-PA48 Tariff Information Surveys on the Articles in Paragraph 1- of the Tariff Act of 1913 ... And Related Articles in Other Paragraphs]. 17 Agustus 2023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-67|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-68">Georg Brandt pertama kali menunjukkan bahwa kobalt merupakan logam baru dalam: G. Brandt (1735) "Dissertatio de semimetallis" (Disertasi tentang semi-logam), ''Acta Literaria et Scientiarum Sveciae'' (Jurnal Sastra dan Ilmu Pengetahuan Swedia), vol. 4, hlm. 1–10. Lihat pula: '''(1)''' G. Brandt (1746) "Rön och anmärkningar angäende en synnerlig färg—cobolt" (Pengamatan dan catatan mengenai suatu pigmen yang luar biasa—kobalt), ''Kongliga Svenska vetenskapsakademiens handlingar'' (Transaksi Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia), vol. 7, hlm. 119–130; '''(2)''' G. Brandt (1748) "Cobalti nova species examinata et descripta" (Kobalt, suatu unsur baru yang diteliti dan dideskripsikan), ''Acta Regiae Societatis Scientiarum Upsaliensis'' (Jurnal Perhimpunan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Uppsala), seri pertama, vol. 3, hlm. 33–41; '''(3)''' James L. Marshall dan Virginia R. Marshall (Musim Semi 2003) [https://web.archive.org/web/20100703175508/http://www.chem.unt.edu/Rediscovery/Riddarhyttan.pdf "Rediscovery of the Elements: Riddarhyttan, Sweden"]. ''The Hexagon'' (jurnal resmi persaudaraan kimiawan Alpha Chi Sigma), vol. 94, no. 1, hlm. 3–8. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-68|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-69">Shijie Wang. ''Cobalt—Its recovery, recycling, and application''. ''Journal of the Minerals, Metals and Materials Society''. 2006. Vol. 58 (10). hlm. 47–50. doi:10.1007/s11837-006-0201-y. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-69|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-70">Weeks, M. E. (1968). Discovery of the elements. (H. M. Leicester, Ed.; Edisi ke-7). Journal of chemical education. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-70|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-71">Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. III. Some eighteenth-century metals''. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (1). hlm. 22. doi:10.1021/ed009p22. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-71|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-72">Ivar B. Ramberg. [https://books.google.com/books?id=rMVNE0F2SckC&pg=PA98 The making of a land: geology of Norway]. Geological Society. 2008. hlm. 98. ISBN 978-82-92394-42-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-72|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-73">1852. hlm. 400–403. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-73|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-74">Dennis, W. H. [https://books.google.com/books?id=UyE49SzKWHIC&pg=PA254 Metallurgy: 1863–1963]. AldineTransaction. 2010. hlm. 254–256. ISBN 978-0-202-36361-5. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-74|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-75">Friedrich-Wilhelm Wellmer. [https://pubs.usgs.gov/circ/2007/1294/paper1.html Global Nonfuel Mineral Resources and Sustainability]. United States Geological Survey. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-75|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-76">Westing, Arthur H. [https://books.google.com/books?id=Xpypu9qqDncC&pg=PA75 Global resources and international conflict: environmental factors in strategic policy and action]. Oxford University Press. 1986. hlm. 75–78. ISBN 978-0-19-829104-6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-76|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-77">Friedrich-Wilhelm Wellmer. [https://pubs.usgs.gov/circ/2007/1294/paper1.html Global Nonfuel Mineral Resources and Sustainability]. United States Geological Survey. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-77|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-78">Westing, Arthur H. [https://books.google.com/books?id=Xpypu9qqDncC&pg=PA75 Global resources and international conflict: environmental factors in strategic policy and action]. Oxford University Press. 1986. hlm. 75–78. ISBN 978-0-19-829104-6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-78|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-79">J. Livingood. ''Long-Lived Radio Cobalt Isotopes''. ''Physical Review''. 1938. Vol. 53 (10). hlm. 847–848. doi:10.1103/PhysRev.53.847. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-79|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-80">C. S. Wu. ''Experimental Test of Parity Conservation in Beta Decay''. ''Physical Review''. 1957. Vol. 105 (4). hlm. 1413–1415. doi:10.1103/PhysRev.105.1413. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-80|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-81">A. K. Wróblewski. ''The Downfall of Parity – the Revolution That Happened Fifty Years Ago''. ''Acta Physica Polonica B''. 2008. Vol. 39 (2). hlm. 251. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-81|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-82">Stephen Roberts. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781118755341.ch6 Critical Metals Handbook]. Wiley. 6 Januari 2014. hlm. 122–149. doi:10.1002/9781118755341.ch6. ISBN 978-0-470-67171-9. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-82|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-83">[https://books.google.com/books?id=kNwDAAAAMBAJ&pg=PA65 Richest Hole in the Mountain]. ''Popular Mechanics''. 1952. hlm. 65–69. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-83|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-84">Stephen Roberts. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781118755341.ch6 Critical Metals Handbook]. Wiley. 6 Januari 2014. hlm. 122–149. doi:10.1002/9781118755341.ch6. ISBN 978-0-470-67171-9. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-84|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-85">Indra Overland. ''The geopolitics of renewable energy: Debunking four emerging myths''. ''Energy Research & Social Science''. 1 March 2019. Vol. 49. hlm. 36–40. doi:10.1016/j.erss.2018.10.018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-85|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-86">Ptitsyn, D. A. ''Creation of the Iron-Group Elements in a Supernova Explosion''. ''Soviet Astronomy Letters''. 1980. Vol. 6. hlm. 61–64. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-86|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-87">Nuccio, Pasquale Mario. [http://rruff.info/rdsmi/V35/RDSMI35_355.pdf Determination of metallic iron, nickel and cobalt in meteorites]. ''Rendiconti Societa Italiana di Mineralogia e Petrografia''. 1979. Vol. 35 (1). hlm. 355–360. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-87|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-88">Holleman, A. F. ''Lehrbuch der Anorganischen Chemie''. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-88|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-89">Paul F. Kerr. [http://www.minsocam.org/ammin/AM30/AM30_483.pdf Cattierite and Vaesite: New Co-Ni Minerals from the Belgian Kongo]. ''American Mineralogist''. 1945. Vol. 30. hlm. 83–492. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-89|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-90">A. N. Buckley. ''The Surface Oxidation of Cobaltite''. ''Australian Journal of Chemistry''. 1987. Vol. 40 (2). hlm. 231. doi:10.1071/CH9870231. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-90|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-91">R. Young. ''The geochemistry of cobalt''. ''Geochimica et Cosmochimica Acta''. 1957. Vol. 13 (1). hlm. 28–41. doi:10.1016/0016-7037(57)90056-X. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-91|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-92">Jose L. Domingo. [https://doi.org/10.1007/978-1-4613-8850-0_3 Reviews of Environmental Contamination and Toxicology]. Springer. 1989. Vol. 108. hlm. 105–132. doi:10.1007/978-1-4613-8850-0_3. ISBN 978-1-4613-8850-0. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-92|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-93">T. A. Gornostaeva. [https://link.springer.com/10.1134/S107570152308007X Native Cobalt in Deep Levels of the Kola Superdeep Borehole]. ''Geology of Ore Deposits''. Desember 2023. Vol. 65 (8). hlm. 886–894. doi:10.1134/S107570152308007X. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-93|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-94">A. V. Mokhov. [https://link.springer.com/10.1134/S1028334X20040121 Native Cobalt from the Regolith of Mare Crisium]. ''Doklady Earth Sciences''. April 2020. Vol. 491 (2). hlm. 224–226. doi:10.1134/S1028334X20040121. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-94|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-95">[https://www.mindat.org/min-39300.html Native Cobalt]. ''www.mindat.org''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-95|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-96">Reinskje Talhout. ''Hazardous Compounds in Tobacco Smoke''. ''International Journal of Environmental Research and Public Health''. 2011. Vol. 8 (12). hlm. 613–628. doi:10.3390/ijerph8020613. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-96|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-97">A Pourkhabbaz. ''Investigation of Toxic Metals in the Tobacco of Different Iranian Cigarette Brands and Related Health Issues''. ''Iranian Journal of Basic Medical Sciences''. 2012. Vol. 15 (1). hlm. 636–644. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-97|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-98">[https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2023/mcs2023-cobalt.pdf Cobalt Statistics and Information]. Survei Geologi Amerika Serikat. 2023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-98|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-99">Kim B. Shedd. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cobalt/myb1-2006-cobal.pdf Mineral Yearbook 2006: Cobalt]. Survei Geologi Amerika Serikat. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-99|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-100">Kim B. Shedd. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cobalt/mcs-2008-cobal.pdf Commodity Report 2008: Cobalt]. Survei Geologi Amerika Serikat. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-100|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-101">Henry Sanderson. [https://www.ft.com/content/bc8dc13c-07db-11e7-97d1-5e720a26771b Cobalt's meteoric rise at risk from Congo's Katanga]. ''Financial Times''. 14 Maret 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-101|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-102">Murray W. Hitzman, Arthur A. Bookstrom, John F. Slack, dan Michael L. Zientek (2017). [https://pubs.usgs.gov/of/2017/1155/ofr20171155.pdf "Cobalt—Styles of Deposits and the Search for Primary Deposits"]. Survei Geologi Amerika Serikat. Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-102|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-103">[https://www.mining.com/cobalt-price-bmw-avoids-the-congo-conundrum-for-now/ "Cobalt price: BMW avoids the Congo conundrum – for now"]. ''Mining.com''. Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-103|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-104">Davis, Joseph R. [https://books.google.com/books?id=IePhmnbmRWkC&q=cobalt+copper+nickel+ore+separate ASM specialty handbook: nickel, cobalt, and their alloys]. ASM International. 2000. hlm. 347. ISBN 0-87170-685-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-104|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-105">Holleman, A. F. ''Lehrbuch der Anorganischen Chemie''. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-105|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-106">Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-106|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-107">Wilson. [https://www.bloomberg.com/news/articles/2017-10-26/battery-boom-relies-on-one-african-nation-avoiding-chaos-of-past We'll All Be Relying on Congo to Power Our Electric Cars]. Bloomberg News. 26 Oktober 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-107|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-108">[https://www.reuters.com/article/us-glencore-cobalt-prices/glencores-cobalt-stock-overhang-contains-prices-despite-mine-suspension-idUSKCN1UY1PU Glencore's cobalt stock overhang contains prices despite mine suspension]. 8 Agustus 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-108|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-109">[http://www.bgs.ac.uk/mineralsuk/downloads/african_mp_01_05.pdf African Mineral Production]. Survei Geologi Britania Raya. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-109|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-110">[http://www.infomine.com/publications/docs/InternationalMining/Chadwick2008t.pdf CAMEC – The Cobalt Champion]. International Mining. Juli 2008. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-110|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-111">Amy Witherden. [http://www.miningweekly.com/article/daily-podcast---july-6-2009-2009-07-06-2 Daily podcast – July 6, 2009]. ''Mining weekly''. 6 Juli 2009. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-111|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-112">Andrew Gulley. ''China's domestic and foreign influence in the global cobalt supply chain''. ''Resources Policy''. Agustus 2019. Vol. 62. hlm. 317–323. doi:10.1016/j.resourpol.2019.03.015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-112|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-113">[https://www.cecc.gov/events/hearings/from-cobalt-to-cars-how-china-exploits-child-and-forced-labor-in-the-congo From Cobalt to Cars: How China Exploits Child and Forced Labor in the Congo Congressional-Executive Commission on China]. ''cecc.gov''. 14 November 2023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-113|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-114">Andy Home. [https://www.reuters.com/markets/commodities/west-challenges-chinas-critical-minerals-hold-africa-2024-02-16/ West challenges China's critical minerals hold on Africa]. 19 Februari 2024. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-114|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-115">[https://www.reuters.com/article/us-glencore-cobalt-prices/glencores-cobalt-stock-overhang-contains-prices-despite-mine-suspension-idUSKCN1UY1PU Glencore's cobalt stock overhang contains prices despite mine suspension]. 8 Agustus 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-115|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-116">[https://www.benchmarkminerals.com/glencore-closes-mutanda-mine-20-of-global-cobalt-supply-comes-offline/ Glencore closes Mutanda mine, 20% of global cobalt supply comes offline]. Benchmark Mineral Intelligence. 28 November 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-116|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-117">Henry Sanderson. [https://www.ft.com/content/bc8dc13c-07db-11e7-97d1-5e720a26771b Cobalt's meteoric rise at risk from Congo's Katanga]. ''Financial Times''. 14 Maret 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-117|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-118">[https://www.mining-journal.com/capital-markets/news/1311386/-ivanhoe-pullback-investors-waiting ''Mining Journal''] "The [Ivanhoe] pullback investors have been waiting for", Aspermont Ltd., London, Britania Raya, 22 Februari 2018. Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-118|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-119">[https://www.reuters.com/article/us-congo-mining-cobalt/cobalt-to-be-declared-a-strategic-mineral-in-congo-idUSKCN1GQ2RX Shabalala, Zandi] "Cobalt to be declared a strategic mineral in Congo", Reuters, 14 Maret 2018. Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-119|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-120">Reuters, "[https://www.reuters.com/article/us-congo-mining/congos-kabila-signs-into-law-new-mining-code-idUSKCN1GL2MB Congo's Kabila signs into law new mining code]", 14 Maret 2018. Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-120|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-121">[https://www.mining-journal.com/politics/news/1352362/drc-declares-cobalt-%E2%80%98strategic%E2%80%99 "DRC declares cobalt 'strategic], ''Mining Journal'', 4 Desember 2018. Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-121|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-122">Todd C. Frankel. [https://www.washingtonpost.com/graphics/business/batteries/congo-cobalt-mining-for-lithium-ion-battery/ Cobalt mining for lithium ion batteries has a high human cost]. ''The Washington Post''. 30 September 2016. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-122|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-123">Lena Mucha. [https://www.washingtonpost.com/news/in-sight/wp/2018/02/28/the-cost-of-cobalt/ Perspective – The hidden costs of cobalt mining]. ''The Washington Post''. 28 Februari 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-123|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-124">Todd C. Frankel. [https://www.washingtonpost.com/graphics/business/batteries/congo-cobalt-mining-for-lithium-ion-battery/ The Cobalt Pipeline: Tracing the path from deadly hand-dug mines in Congo to consumers' phones and laptops]. ''The Washington Post''. 30 September 2016. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-124|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-125">Todd C. Frankel. [https://www.washingtonpost.com/graphics/business/batteries/congo-cobalt-mining-for-lithium-ion-battery/ Cobalt mining for lithium ion batteries has a high human cost]. ''The Washington Post''. 30 September 2016. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-125|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-126">[https://www.amnesty.org/en/latest/news/2016/01/child-labour-behind-smart-phone-and-electric-car-batteries/ Child labour behind smart phone and electric car batteries]. Amnesty International. 19 Januari 2016. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-126|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-127">Alex Crawford. [http://news.sky.com/story/meet-dorsen-8-who-mines-cobalt-to-make-your-smartphone-work-10784120 Meet Dorsen, 8, who mines cobalt to make your smartphone work]. ''Sky News''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-127|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-128">[http://news.sky.com/video/are-you-holding-a-product-of-child-labour-right-now-10785338 Are you holding a product of child labour right now? (Video)]. ''Sky News''. 28 Februari 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-128|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-129">Don Reisinger. [http://fortune.com/2017/03/03/apple-cobalt-child-labor/ Child Labor Revelation Prompts Apple to Make Supplier Policy Change]. ''Fortune''. 3 Maret 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-129|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-130">Todd C. Frankel. [https://www.washingtonpost.com/news/the-switch/wp/2017/03/03/apple-cracks-down-further-on-cobalt-supplier-in-congo-as-child-labor-persists/ Apple cracks down further on cobalt supplier in Congo as child labor persists]. ''The Washington Post''. 3 Maret 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-130|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-131">[https://www.reuters.com/technology/apple-use-100-recycled-cobalt-batteries-by-2025-2023-04-13/ Apple to use only recycled cobalt in batteries by 2025]. ''Reuters''. 13 April 2023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-131|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-132">[https://www.apple.com/newsroom/2026/04/apple-accelerates-progress-with-highest-ever-recycled-material-in-its-products/ Apple accelerates progress with highest-ever recycled material in its products]. ''Apple Newsroom''. 16 April 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-132|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-133">Cobalt for Development. [https://cobalt4development.com/ Cobalt for Development (C4D) - Towards responsible artisanal cobalt mining in the DR Congo]. ''Cobalt for Development (C4D)''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-133|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-134">[https://respect.international/responsible-cobalt-initiative-rci/ Responsible Cobalt Initiative (RCI)]. ''respect.international''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-134|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-135">Friedrich-Wilhelm Wellmer. [https://pubs.usgs.gov/circ/2007/1294/paper1.html Global Nonfuel Mineral Resources and Sustainability]. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-135|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-136">[https://www.lgchem.com/asset/doc/Audit_Report_CDM_2018.pdf Audit Report on Congo Dongfang International Mining sarl]. ''DNV-GL'' Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-136|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-137">[https://www.sustainability-times.com/sustainable-business/u-s-cobalt-lawsuit-puts-spotlight-on-sustainable-tech/ U.S. cobalt lawsuit puts spotlight on 'sustainable' tech]. ''Sustainability Times''. 17 Desember 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-137|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-138">[https://www.law360.com/articles/1304511/apple-google-fight-blame-for-child-labor-in-cobalt-mines Apple, Google Fight Blame For Child Labor in Cobalt Mines – Law360]. ''law360.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-138|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-139">[https://arstechnica.com/tech-policy/2024/03/apple-and-other-firms-dont-have-to-compensate-victims-of-forced-child-labor/ Buying cobalt doesn't make US firms liable for abuses in DR Congo]. 6 Maret 2024. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-139|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-140">Siddharth Kara. ''Cobalt red: how the blood of the Congo powers our lives''. St. Martin's Press. 2023. ISBN 978-1-250-28429-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-140|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-141">Matthieu Aikins. [https://www.nytimes.com/2023/01/23/books/review/cobalt-red-siddharth-kara.html How Is Your Phone Powered? Problematically]. ''The New York Times''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-141|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-142">Terry Gross. [https://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2023/02/01/1152893248/red-cobalt-congo-drc-mining-siddharth-kara How 'modern-day slavery' in the Congo powers the rechargeable battery economy]. ''NPR''. 1 Februari 2023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-142|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-143">Jennifer Hermes. [https://www.environmentalleader.com/2017/05/shortage-ethically-sourced-cobalt-congo-causes-trouble-ge-apple-tesla/ Tesla & GE Face Major Shortage Of Ethically Sourced Cobalt]. ''Environmentalleader.com''. 31 Mei 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-143|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-144">[http://www.mining.com/web/electric-cars-yet-turn-cobalt-market-gold-mine-nornickel/ Electric cars yet to turn cobalt market into gold mine – Nornickel]. ''Mining.com''. 30 October 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-144|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-145">[https://internationalbanker.com/brokerage/why-have-cobalt-prices-crashed/ Why Have Cobalt Prices Crashed]. ''International Banker''. 31 Juli 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-145|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-146">[http://www.infomine.com/investment/metal-prices/cobalt/ Cobalt Prices and Cobalt Price Charts – InvestmentMine]. ''infomine.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-146|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-147">[https://www.mining-technology.com/news/tesla-joins-fair-cobalt-alliance/ Tesla joins "Fair Cobalt Alliance" to improve DRC artisanal mining]. ''mining-technology.com''. 8 September 2020. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-147|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-148">Joey Klender. [https://www.teslarati.com/tesla-fair-cobalt-alliance-mining/ Tesla joins Fair Cobalt Alliance in support of moral mining efforts]. ''teslarati.com''. 8 September 2020. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-148|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-149">[https://www.mining.com/web/the-biggest-source-of-cobalt-outside-africa-is-now-indonesia/ The biggest source of cobalt outside Africa is now Indonesia]. Bloomberg News. 8 Februari 2023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-149|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-150">GlobalData. [https://www.mining-technology.com/analyst-comment/global-cobalt-supply-2024/ Global cobalt supply to surpass 300kt mark in 2024, driven by production from the DRC and Indonesia]. ''Mining Technology''. 17 Januari 2025. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-150|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-151">[https://www.bloomberg.com/news/features/2017-10-31/the-canadian-ghost-town-that-tesla-is-bringing-back-to-life The Canadian Ghost Town That Tesla Is Bringing Back to Life]. ''Bloomberg.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-151|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-152">Natural Resources Canada. [https://natural-resources.canada.ca/minerals-mining/mining-data-statistics-analysis/minerals-metals-facts/cobalt-facts Cobalt facts]. ''natural-resources.canada.ca''. 9 Maret 2023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-152|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-153">[https://www.cubabusinessreport.com/cubas-nickel-production-exceeds-50000-metric-tons/ "Cubas Nickel Production Exceeds 50000 metric tons]". ''Cuba Business Report''. Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-153|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-154">Danielle Bochove. [https://www.thestar.com/news/canada/2017/11/01/rare-metal-used-in-electric-cars-causes-a-cobalt-rush-in-cobalt-ont.html Electric car future spurs Cobalt rush: Swelling demand for product breathes new life into small Ontario town]. ''Vancouver Sun''. 1 November 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-154|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-155">Kim B. Shedd. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cobalt/myb1-2006-cobal.pdf Mineral Yearbook 2006: Cobalt]. Survei Geologi Amerika Serikat. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-155|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-156">Kim B. Shedd. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cobalt/mcs-2008-cobal.pdf Commodity Report 2008: Cobalt]. Survei Geologi Amerika Serikat. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-156|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-157">James T. Frith. [https://www.nature.com/articles/s41467-023-35933-2 A non-academic perspective on the future of lithium-based batteries]. ''Nature Communications''. 26 Januari 2023. Vol. 14 (1). hlm. 420. doi:10.1038/s41467-023-35933-2. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-157|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-158">Robert Castellano. [https://seekingalpha.com/article/4113417-minimize-teslas-cobalt-supply-chain-risk How To Minimize Tesla's Cobalt Supply Chain Risk]. ''Seeking Alpha''. 13 Oktober 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-158|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-159">[https://cleantechnica.com/2017/11/28/cobalt-supply-tightens-lico-energy-metals-announces-two-new-cobalt-mines/ As Cobalt Supply Tightens, LiCo Energy Metals Announces Two New Cobalt Mines]. ''cleantechnica.com''. 28 November 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-159|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-160">Erik Shilling. [https://jalopnik.com/we-may-not-have-enough-minerals-to-even-meet-electric-c-1820008337 We May Not Have Enough Minerals To Even Meet Electric Car Demand]. ''Jalopnik''. 31 October 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-160|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-161">[https://cleantechnica.com/2017/11/28/cobalt-supply-tightens-lico-energy-metals-announces-two-new-cobalt-mines/ As Cobalt Supply Tightens, LiCo Energy Metals Announces Two New Cobalt Mines]. ''cleantechnica.com''. 28 November 2017. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-161|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-162">[https://www.adamasintel.com/state-of-charge-2019-h1/ State of Charge: EVs, Batteries and Battery Materials (Free Report from @AdamasIntel)]. ''Adamas Intelligence''. 20 September 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-162|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-163">[https://www.mining.com/muskmobiles-running-rivals-off-the-road/ Muskmobiles running rivals off the road]. ''MINING.COM''. 26 September 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-163|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-164">Kim Yoo-chul. [https://www.koreatimes.co.kr/www/tech/2020/08/419_294410.html Tesla's battery strategy, implications for LG and Samsung]. ''The Korea Times''. 10 Agustus 2020. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-164|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-165">Zachary Shahan. [https://cleantechnica.com/2020/08/31/lithium-nickel-tesla-oh-my/ Lithium & Nickel & Tesla, Oh My!]. ''cleantechnica.com''. 31 Agustus 2020. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-165|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-166">[https://projectcobra.eu/#cobra Situs web CObalt-free Batteries for FutuRe Automotive Applications] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-166|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-167">[https://cordis.europa.eu/project/id/875568 Proyek COBRA di Uni Eropa] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-167|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-168">Justine Calma. [https://www.theverge.com/2020/9/22/21451670/tesla-cobalt-free-cathodes-mining-battery-nickel-ev-cost Tesla to make EV battery cathodes without cobalt]. ''theverge.com''. 22 September 2020. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-168|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-169">R. D. Armstrong. ''Some effects of the addition of cobalt to the nickel hydroxide electrode''. ''Journal of Applied Electrochemistry''. 1988. Vol. 18 (2). hlm. 215–219. doi:10.1007/BF01009266. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-169|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-170">P. Zhang. ''Recovery of metal values from spent nickel–metal hydride rechargeable batteries''. ''Journal of Power Sources''. 1999. Vol. 77 (2). hlm. 116–122. doi:10.1016/S0378-7753(98)00182-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-170|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-171">R. D. Armstrong. ''Some effects of the addition of cobalt to the nickel hydroxide electrode''. ''Journal of Applied Electrochemistry''. 1988. Vol. 18 (2). hlm. 215–219. doi:10.1007/BF01009266. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-171|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-172">[https://m.energytrend.com/news/20220520-28100.html EV Lithium Iron Phosphate Battery Battles Back]. ''energytrend.com''. 25 Mei 2022. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-172|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-173">[https://www.borchers.com/product/12-cobalt-cem-all/ Cobalt Drier for Paints Cobalt Cem-All®]. ''Borchers''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-173|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-174">M. Hawkins. ''Why we need cobalt''. ''Applied Earth Science''. 2001. Vol. 110 (2). hlm. 66–71. doi:10.1179/aes.2001.110.2.66. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-174|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-175">Joshua Halstead. [https://www.coatingstech-digital.org/coatingstech/library/item/may-june_2023/4096855/ Expanded Applications and Enhanced Durability of Alkyd Coatings Using High-Performance Catalysts]. ''CoatingsTech''. American Coatings Association. April 2023. Vol. 20 (3). hlm. 45–55. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-175|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-176">R. G. Weatherhead. ''FRP Technology: Fibre Reinforced Resin Systems''. Springer Netherlands. 1980. hlm. 204–239. doi:10.1007/978-94-009-8721-0_10. ISBN 978-94-009-8721-0. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-176|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-177">[https://aocresins.com/en-amr/products/ The product selector AOC]. ''aocresins.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-177|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-178">[https://www.comarchemicals.com/index.php/en/products-en/other-organometallics-en/polyester-acceleration-en#:~:text=Cobalt%20is%20used%20to%20accelerate,customers%5C%5C%5C%27%20needs. Comar Chemicals – Polyester Acceleration]. ''comarchemicals.com''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-178|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-179">Andrei Y. Khodakov Khodakov. ''Advances in the Development of Novel Cobalt Fischer-Tropsch Catalysts for Synthesis of Long-Chain Hydrocarbons and Clean Fuels''. ''Chemical Reviews''. 2007. Vol. 107 (5). hlm. 1692–1744. doi:10.1021/cr050972v. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-179|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-180">Frédéric Hebrard. ''Cobalt-Catalyzed Hydroformylation of Alkenes: Generation and Recycling of the Carbonyl Species, and Catalytic Cycle''. ''Chemical Reviews''. 2009. Vol. 109 (9). hlm. 4272–4282. doi:10.1021/cr8002533. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-180|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-181">M. Hawkins. ''Why we need cobalt''. ''Applied Earth Science''. 2001. Vol. 110 (2). hlm. 66–71. doi:10.1179/aes.2001.110.2.66. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-181|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-182">Chin Trento. [https://www.samaterials.com/content/what-is-cobalt-used-in-everyday-life.html What is Cobalt Used in Everyday Life]. ''Stanford Advanced Materials''. 14 April 2024. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-182|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-183">[https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/B978032388658100011X Modern Permanent Magnets]. Woodhead Publishing. 2022. hlm. 371–402. doi:10.1016/B978-0-323-88658-1.00011-X. ISBN 9780323886581. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-183|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-184">[https://radialmagnet.com/alnico-magnets-a-closer-look-at-their-history-properties-and-applications/ Alnico Magnets: A Closer Look at Their History, Properties, and Applications]. ''Radial Magnet''. 15 Februari 2024. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-184|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-185">Jeotikanta Mohapatra. ''Hard and semi-hard magnetic materials based on cobalt and cobalt alloys''. ''Journal of Alloys and Compounds''. 2020. Vol. 824. doi:10.1016/j.jallcom.2020.153874. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-185|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-186">Rehab Yousuf. ''Electric and magnetic properties of cobalt, copper and nickel organometallic complexes for molecular wires''. ''Ain Shams Engineering Journal''. 2021. Vol. 12 (2). hlm. 2135–2144. doi:10.1016/j.asej.2020.12.002. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-186|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-187">[https://idealmagnetsolutions.com/knowledge-base/samarium-cobalt-vs-neodymium-magnets/ Samarium Cobalt vs Neodymium Magnets]. ''Ideal Magnet Solutions''. 15 Mei 2019. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-187|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-188">Kim B. Shedd. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cobalt/myb1-2006-cobal.pdf Mineral Yearbook 2006: Cobalt]. Survei Geologi Amerika Serikat. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-188|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-189">Kim B. Shedd. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cobalt/mcs-2008-cobal.pdf Commodity Report 2008: Cobalt]. Survei Geologi Amerika Serikat. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-189|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-190">Matthew J. Donachie. [https://books.google.com/books?id=vjCJ5pI1QpkC Superalloys: A Technical Guide]. ASM International. 2002. ISBN 978-0-87170-749-9. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-190|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-191">Campbell, Flake C. [https://books.google.com/books?id=6VdROgeQ5M8C&pg=PA557 Elements of metallurgy and engineering alloys]. ASM International. 30 Juni 2008. hlm. 557–558. ISBN 978-0-87170-867-0. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-191|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-192">R. Michel. ''Systemic effects of implanted prostheses made of cobalt-chromium alloys''. ''Archives of Orthopaedic and Trauma Surgery''. 1991. Vol. 110 (2). hlm. 61–74. doi:10.1007/BF00393876. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-192|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-193">John A. Disegi. [https://books.google.com/books?id=z4rXM1EnPugC Cobalt-base Aloys for Biomedical Applications]. ASTM International. 1999. hlm. 34. ISBN 0-8031-2608-5. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-193|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-194">F. E. Luborsky. ''Reproducing the Properties of Alnico Permanent Magnet Alloys with Elongated Single-Domain Cobalt-Iron Particles''. ''Journal of Applied Physics''. 1957. Vol. 28 (344). hlm. 344. doi:10.1063/1.1722744. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-194|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-195">T. Biggs. ''The Hardening of Platinum Alloys for Potential Jewellery Application''. ''Platinum Metals Review''. 2005. Vol. 49. hlm. 2–15. doi:10.1595/147106705X24409. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-195|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-196">[https://www.ndia.org/-/media/sites/ndia/policy/documents/2023/hypersonics-supply-chain-mapping-study-2023.ashx Hypersonics Supply Chain Mapping Study]. National Defense Industrial Association (NDIA). 2023. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-196|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-197">[https://minetometal.com/cobalt-industrial-applications/ Modern Uses of Cobalt in Aerospace and Electronics]. ''MineToMetal''. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-197|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-198">Frederick Overman. [https://archive.org/details/atreatiseonmeta01overgoog A treatise on metallurgy]. D. Appleton & company. 1852. hlm. [https://archive.org/details/atreatiseonmeta01overgoog/page/n543 631]–637. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-198|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-199">Bruno Muhlethaler. ''Smalt''. ''Studies in Conservation''. 1969. Vol. 14 (2). hlm. 47–61. doi:10.2307/1505347. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-199|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-200">A. F. Gehlen. [https://books.google.com/books?id=UGsMAQAAIAAJ&pg=RA1-PA506 Ueber die Bereitung einer blauen Farbe aus Kobalt, die eben so schön ist wie Ultramarin. Vom Bürger Thenard]. ''Neues Allgemeines Journal der Chemie, Band 2''. H. Frölich. 1803. (Terjemahan bahasa Jerman dari L. J. Thénard; Journal des Mines; Brumaire 12 1802; p 128–136) <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-200|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-201">H. J. Witteveen. [https://zenodo.org/record/1428758 Colors Developed by Cobalt Oxides]. ''Industrial & Engineering Chemistry''. 1921. Vol. 13 (11). hlm. 1061–1066. doi:10.1021/ie50143a048. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-201|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-202">S. Venetskii. ''The charge of the guns of peace''. ''Metallurgist''. 1970. Vol. 14 (5). hlm. 334–336. doi:10.1007/BF00739447. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-202|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-203">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-203|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-204">C. Mandeville. ''The Energies of the γ-Rays from Sb 122 , Cd 115 , Ir 192 , Mn 54 , Zn 65 , and Co 60''. ''Physical Review''. 1943. Vol. 64 (9–10). hlm. 265–267. doi:10.1103/PhysRev.64.265. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-204|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-205">V. M. Wilkinson. [https://books.google.com/books?id=FpIpsqs7CRUC&pg=PA53 Food irradiation: a reference guide]. Woodhead. 1998. hlm. 53. ISBN 978-1-85573-359-6. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-205|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-206">Sandra Blakeslee. [https://query.nytimes.com/gst/fullpage.html?sec=health&res=9501E7D71338F932A35756C0A962948260 The Juarez accident]. ''The New York Times''. 1 Mei 1984. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-206|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-207">[http://www.johnstonsarchive.net/nuclear/radevents/1983MEX1.html Ciudad Juarez orphaned source dispersal, 1983]. Wm. Robert Johnston. 23 November 2005. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-207|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-208">National Research Council (U.S.). Committee on Radiation Source Use and Replacement. [https://books.google.com/books?id=3cT2REdXJ98C&pg=PA35 Radiation source use and replacement: abbreviated version]. National Academies Press. Januari 2008. hlm. 35–. ISBN 978-0-309-11014-3. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-208|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-209">Theresa Meyer. [https://books.google.com/books?id=-gfKqUBGNgoC&pg=PA368 Physical Therapist Examination Review]. SLACK Incorporated. 30 November 2001. hlm. 368. ISBN 978-1-55642-588-2. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-209|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-210">D. Kalnicky. [https://zenodo.org/record/1260005 Field portable XRF analysis of environmental samples]. ''Journal of Hazardous Materials''. 2001. Vol. 83 (1–2). hlm. 93–122. doi:10.1016/S0304-3894(00)00330-7. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-210|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-211">L. R. Payne. ''The Hazards of Cobalt''. ''Occupational Medicine''. 1977. Vol. 27 (1). hlm. 20–25. doi:10.1093/occmed/27.1.20. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-211|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-212">Amna Puri-Mirza. [https://www.statista.com/statistics/793590/morocco-cobalt-production/ Morocco Cobalt Production]. ''Statistica''. 2020. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-212|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-213">Davis, Joseph R. [https://books.google.com/books?id=IePhmnbmRWkC&pg=PA354 Nickel, cobalt, and their alloys]. ASM International. 1 Mei 2000. hlm. 354. ISBN 978-0-87170-685-0. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-213|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-214">Committee on Technological Alternatives For Cobalt Conservation, National Research Council (U.S.). [https://books.google.com/books?id=-CIrAAAAYAAJ&pg=PA129 Cobalt conservation through technological alternatives]. 1983. hlm. 129. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-214|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-215">Kazuhiro Yamada. ''Interrelations between Essential Metal Ions and Human Diseases''. Springer. 2013. Vol. 13. hlm. 295–320. doi:10.1007/978-94-007-7500-8_9. ISBN 978-94-007-7499-5. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-215|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-216">Valentin Cracan. ''Metallomics and the Cell''. Springer. 2013. Vol. 12. hlm. 333–374. doi:10.1007/978-94-007-5561-1_10. ISBN 978-94-007-5560-4. electronic-book electronic-. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-216|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-217">F. J. Schwarz. ''Cobalt requirement of beef cattle – feed intake and growth at different levels of cobalt supply''. ''Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition''. 2000. Vol. 83 (3). hlm. 121–131. doi:10.1046/j.1439-0396.2000.00258.x. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-217|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-218">Voet, Judith G. [https://archive.org/details/biochemistry00voet_0/page/675 Biochemistry]. J. Wiley & Sons. 1995. hlm. [https://archive.org/details/biochemistry00voet_0/page/675 675]. ISBN 0-471-58651-X. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-218|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-219">David M. Smith. ''Understanding the Mechanism of B12-Dependent Methylmalonyl-CoA Mutase: Partial Proton Transfer in Action''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1999. Vol. 121 (40). hlm. 9388–9399. doi:10.1021/ja991649a. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-219|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-220">Michihiko Kobayashi. ''Cobalt proteins''. ''European Journal of Biochemistry''. 1999. Vol. 261 (1). hlm. 1–9. doi:10.1046/j.1432-1327.1999.00186.x. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-220|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-221">[http://sci.waikato.ac.nz/farm/content/soils.html#bush_sickness Soils]. Waikato University. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-221|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-222">Lee Russell McDowell. [https://books.google.com/books?id=UR9MnQ806LsC&pg=PA525 Vitamins in Animal and Human Nutrition]. John Wiley & Sons. 2008. hlm. 525. ISBN 978-0-470-37668-3. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-222|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-223">[http://www.asap.unimelb.edu.au/bsparcs/aasmemoirs/marston.htm Australian Academy of Science > Deceased Fellows > Hedley Ralph Marston 1900–1965] Diakses tanggal 14 Agustus 2026. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-223|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-224">Lee Russell McDowell. [https://books.google.com/books?id=UR9MnQ806LsC&pg=PA525 Vitamins in Animal and Human Nutrition]. John Wiley & Sons. 2008. hlm. 525. ISBN 978-0-470-37668-3. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-224|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-225">Laurence C. Snook. [https://researchlibrary.agric.wa.gov.au/journal_agriculture4/vol3/iss11/2 Cobalt: its use to control wasting disease]. ''Journal of the Department of Agriculture, Western Australia''. 1962. Vol. 3 (11). hlm. 844–852. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-225|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-226">John D. Donaldson. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH. 2005. doi:10.1002/14356007.a07_281.pub2. ISBN 3527306730. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-226|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-227">''Cobalt toxicity in humans—A review of the potential sources and systemic health effects''. ''Toxicology''. 15 Juli 2017. Vol. 387. hlm. 43–56. doi:10.1016/j.tox.2017.05.015. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-227|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-228">MG Zywiel. ''Systemic cobalt toxicity from total hip arthroplasties: review of a rare condition Part 2. measurement, risk factors, and step-wise approach to treatment''. ''The Bone & Joint Journal''. Januari 2016. Vol. 98-B (1). hlm. 14–20. doi:10.1302/0301-620X.98B1.36712. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-228|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-229">Morin Y. ''Quebec beer-drinkers' cardiomyopathy: Clinical and hemodynamic aspects''. ''Annals of the New York Academy of Sciences''. 1969. Vol. 156 (1). hlm. 566–576. doi:10.1111/j.1749-6632.1969.tb16751.x. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-229|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-230">Barceloux, Donald G. ''Cobalt''. ''Clinical Toxicology''. 1999. Vol. 37 (2). hlm. 201–216. doi:10.1081/CLT-100102420. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-230|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-231">[http://publications.iarc.fr/_publications/media/download/2705/29aacee6b89ff816188dcd990b61a16ad6486eec.pdf Cobalt in Hard Metals and Cobalt Sulfate, Gallium Arsenide, Indium Phosphide and Vanadium Pentoxide]. IARC. 2006. Vol. 86. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-231|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-232">Nima Elbagir. [https://edition.cnn.com/interactive/2018/05/africa/congo-cobalt-dirty-energy-intl/ Dirty Energy]. CNN. Mei 2018. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-232|↑]]</span></li>
<li id="wu-ref-233">David A. Basketter. ''Nickel, chromium and cobalt in consumer products: revisiting safe levels in the new millennium''. ''Contact Dermatitis''. 2003. Vol. 49 (1). hlm. 1–7. doi:10.1111/j.0105-1873.2003.00149.x. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-233|↑]]</span></li>
</ol>


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576144 (2026-08-14T09:38:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kobalt&oldid=29576144 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576144 (2026-08-14T09:38:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.33

Kobalt electrolytic and 1cm3 cube

Kobalt adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Co dan nomor atom 27. Seperti halnya nikel, kobalt di kerak Bumi hanya ditemukan dalam bentuk senyawa kimia, kecuali sejumlah kecil endapan yang terdapat dalam paduan besi meteorit alami. Unsur bebasnya, yang dihasilkan melalui peleburan reduktif, merupakan logam keras, berkilau, agak rapuh, dan berwarna abu-abu.

Pigmen biru berbasis kobalt (biru kobalt) telah digunakan sejak zaman dahulu untuk perhiasan dan cat, serta untuk memberikan warna biru khas pada kaca. Dahulu, warna tersebut diyakini berasal dari logam bismut. Para penambang telah lama menggunakan nama bijih kobold (bahasa Jerman untuk bijih goblin) bagi beberapa mineral penghasil pigmen biru. Bijih tersebut dinamai demikian karena tidak mengandung logam yang dikenal pada masa itu dan menghasilkan asap beracun yang mengandung arsen ketika dilebur.[1] Pada tahun 1735, bijih semacam itu ditemukan dapat direduksi menjadi logam baru (logam pertama yang ditemukan sejak zaman kuno) yang akhirnya diberi nama berdasarkan kobold.

Saat ini, kobalt biasanya diproduksi sebagai produk sampingan dari penambangan tembaga dan nikel, tetapi terkadang juga diperoleh dari sejumlah bijih berkilau seperti logam, misalnya kobaltit (CoAsS). Copperbelt di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Zambia menghasilkan sebagian besar produksi kobalt dunia. Produksi dunia pada tahun 2016 mencapai menurut Natural Resources Canada, dan DRC sendiri menyumbang lebih dari 50%.[2] Pada tahun 2024, produksi melebihi 300.000 ton, dengan DRC menyumbang lebih dari 80%.[3]

Kobalt digunakan terutama dalam baterai ion litium, serta dalam pembuatan paduan yang bersifat magnetis, tahan aus, dan berkekuatan tinggi. Senyawa kobalt silikat dan kobalt(II) aluminat (CoAl2O4, biru kobalt) memberikan warna biru tua yang khas pada kaca, keramik, tinta, cat, dan sampang. Kobalt secara alami hanya memiliki satu isotop stabil, yaitu kobalt-59. Kobalt-60 merupakan radioisotop yang penting secara komersial, digunakan sebagai pelacak radioaktif dan untuk menghasilkan sinar gama berenergi tinggi. Kobalt juga digunakan dalam industri minyak bumi sebagai katalis dalam proses pemurnian minyak mentah. Proses ini bertujuan menghilangkan belerang, yang sangat mencemari lingkungan ketika dibakar dan menyebabkan hujan asam.[4]

Kobalt merupakan pusat aktif dari sekelompok koenzim yang disebut kobalamin, yang juga dikenal sebagai Vitamin B12, yaitu vitamin esensial bagi semua hewan. Kobalt dalam bentuk anorganik juga merupakan mikronutrien bagi bakteri, alga, dan fungi.

Nama kobalt berasal dari jenis bijih yang dianggap sebagai gangguan oleh para penambang perak Jerman pada abad ke-16. Nama tersebut kemungkinan berasal dari kepercayaan terhadap roh atau goblin yang dianggap bertanggung jawab atas bijih tersebut. Roh ini oleh sebagian orang dianggap berkaitan dengan kobold (roh rumah tangga), sementara yang lain mengategorikannya sebagai katai (roh tambang).

Karakteristik

Kobalt merupakan logam feromagnetik dengan rapat jenis 8,9. suhu Curie-nya adalah ,[5] sedangkan momen magnetiknya sebesar 1,6–1,7 magneton Bohr per atom.[6] Permeabilitas relatif kobalt adalah sekitar dua pertiga dari besi.[7] Kobalt logam memiliki dua struktur kristalografi, yaitu hcp dan fcc. Suhu transisi ideal antara struktur hcp dan fcc adalah , tetapi dalam praktiknya perbedaan energi antara keduanya sangat kecil sehingga pertumbuhan campuran kedua struktur tersebut sering terjadi secara acak.[8][9][10]

Kobalt merupakan logam yang lemah dalam mereduksi dan terlindungi dari oksidasi oleh lapisan oksida pasif. Kobalt dapat bereaksi dengan halogen dan belerang. Pemanasan dalam oksigen menghasilkan Co3O4, yang kehilangan oksigen pada suhu dan menghasilkan monoksida CoO.[11] Logam ini bereaksi dengan fluorin (F2) pada suhu 520 K menghasilkan CoF3; dengan klorin (Cl2), bromin (Br2) dan iodin (I2), kobalt menghasilkan halida biner yang sesuai. Kobalt tidak bereaksi dengan gas hidrogen (H2) atau gas nitrogen (N2), bahkan ketika dipanaskan. Namun, kobalt dapat bereaksi dengan boron, karbon, fosforus, arsen, dan belerang.[12] Pada suhu biasa, kobalt bereaksi secara perlahan dengan asam mineral dan bereaksi sangat lambat dengan udara lembap, tetapi tidak dengan udara kering.

Senyawa

Bilangan oksidasi kobalt yang umum antara lain +2 dan +3, meskipun senyawa dengan bilangan oksidasi mulai dari −3 hingga +5 juga telah diketahui. Bilangan oksidasi yang umum pada senyawa sederhana adalah +2 (kobalt(II)). Garam-garam ini membentuk kompleks akuo logam berwarna merah muda di dalam air. Penambahan klorida menghasilkan yang berwarna biru pekat.[13] Dalam uji nyala manik boraks, kobalt menunjukkan warna biru tua, baik dalam nyala oksidasi maupun nyala reduksi.[14]

Senyawa oksigen dan kalkogen

Beberapa oksida biner kobalt telah diketahui. Kobalt(II) oksida (CoO) memiliki warna hijau dan struktur garam batu. Senyawa ini mudah teroksidasi oleh air dan oksigen menjadi kobalt(III) hidroksida (Co(OH)3) berwarna cokelat. Pada suhu 600–700 °C, CoO teroksidasi menjadi kobalt(II,III) oksida (Co3O4) berwarna biru, yang memiliki struktur spinel.[15] Kobalt(III) oksida (Co2O3) berwarna hitam juga telah diketahui.[16] Oksida kobalt bersifat antiferomagnetik pada suhu rendah: CoO (yang memiliki suhu Néel sebesar 291 K) dan Co3O4 (yang memiliki suhu Néel sebesar 40 K) memiliki struktur yang mirip dengan magnetit (Fe3O4), dengan campuran bilangan oksidasi +2 dan +3.[17] Kalium perkobaltat (K3CoO4) mengandung salah satu contoh langka kompleks kobalt dengan bilangan oksidasi +5.

Kalkogenida utama kobalt adalah kobalt sulfida berwarna hitam, yaitu CoS2 (memiliki struktur pirit), (memiliki struktur spinel), dan CoS (memiliki struktur nikel arsenida).[18]

Halida

Garam sesium heksafluorokobaltat(IV) (Cs2CoF6) merupakan contoh langka senyawa kobalt dengan bilangan oksidasi +4.[19] Potensial reduksi untuk reaksi + e → adalah +1,92 V, lebih tinggi daripada potensial reduksi klorin menjadi klorida, +1,36 V. Akibatnya, kobalt(III) klorida akan secara spontan tereduksi menjadi kobalt(II) klorida dan klorin. Karena potensial reduksi fluorin menjadi fluorida sangat tinggi, yaitu +2.87 V, kobalt(III) fluorida merupakan salah satu dari sedikit senyawa kobalt(III) sederhana yang stabil. Kobalt(III) fluorida, yang digunakan dalam beberapa reaksi fluorinasi, bereaksi dengan hebat terhadap air.[20]

Empat dihalida kobalt(II) yang telah diketahui adalah: kobalt(II) fluorida (CoF2, berwarna merah muda), kobalt(II) klorida (CoCl2, berwarna biru), kobalt(II) bromida (CoBr2, berwarna hijau), kobalt(II) iodida (CoI2, berwarna biru kehitaman). Halida-halida tersebut juga dapat ditemukan dalam bentuk terhidrasi. Kobalt(II) klorida anhidrat memiliki warna biru, sedangkan bentuk terhidrasinya berwarna merah.[21] Kation heksaakuokobalt(II) yang berwarna merah muda, , ditemukan dalam beberapa garam kobalt yang umum digunakan, seperti kobalt(II) nitrat dan kobalt(II) sulfat.

Kompleks koordinasi

Terdapat banyak jenis kompleks kobalt(III) yang berikatan dengan amonia dan amina, yang disebut kompleks amina. Contohnya antara lain , (kloropentaminakobalt(III)), serta cis- dan trans-. Kompleks serupa yang menggunakan etilenadiamina juga telah banyak dikenal. Selain itu, terdapat analog ketika ligan halida digantikan oleh nitrit, hidroksida, karbonat, dan sebagainya. Alfred Werner melakukan penelitian secara ekstensif terhadap kompleks-kompleks ini dalam penelitian yang membuatnya memperoleh Hadiah Nobel.[22] Kestabilan kompleks tersebut ditunjukkan, antara lain, melalui keberhasilan pemisahan optik tris(etilenadiamina)kobalt(III) ().[23]

Bilangan oksidasi kobalt yang sangat tinggi, yaitu +4, dapat distabilkan oleh ligan berbasis , yang menghasilkan kristal berwarna biru tua.[24] Ligan yang lebih lunak seperti trifenilfosfina dapat membentuk kompleks dengan Co(II) dan Co(I). Contohnya adalah bis- dan tris(trifenilfosfina)kobalt(I) klorida, dan . Kompleks Co(I) dan Co(II) ini menjadi penghubung menuju kompleks organologam yang dibahas pada bagian berikutnya.

Senyawa organologam

Kobaltosena merupakan analog struktural dari ferosena, dengan atom kobalt menggantikan besi. Kobaltosena jauh lebih sensitif terhadap oksidasi dibandingkan ferosena.[25] Kobalt karbonil (Co2(CO)8) merupakan katalis dalam reaksi karbonilasi dan hidrosililasi.[26] Vitamin B12 adalah senyawa organologam yang ditemukan secara alami dan merupakan satu-satunya vitamin yang mengandung atom logam.[27] Salah satu contoh kompleks alkilkobalt dengan bilangan oksidasi kobalt yang tidak umum, yaitu +4, adalah kompleks homoleptik tetrakis(1-norbornil)kobalt(IV) (Co(1-norb)4). Kompleks ini merupakan senyawa kompleks alkil logam transisi yang terkenal karena ketahanannya terhadap eliminasi β-hidrogen,[28] sesuai dengan aturan Bredt. Kompleks kobalt(III) dan kobalt(V), dan , juga telah diketahui.[29]1

Isotop

59Co merupakan satu-satunya isotop kobalt yang stabil dan yang terdapat secara alami di Bumi. Sebanyak 22 radioisotop telah diketahui. Isotop yang paling stabil, 60Co, memiliki waktu paruh 5,2714 tahun; 57Co memiliki waktu paruh 271,81 hari; 56Co memiliki waktu paruh 77,24 hari; dan 58Co memiliki waktu paruh 70,84 hari. Semua isotop radioaktif kobalt lainnya memiliki waktu paruh kurang dari 18 jam, dan dalam sebagian besar kasus bahkan kurang dari 1 detik. Unsur ini juga memiliki 4 keadaan metastabil, yang semuanya memiliki waktu paruh kurang dari 15 menit.[30]

Isotop kobalt memiliki nomor massa mulai dari 50Co hingga 78Co. Mode peluruhan utama isotop dengan massa atom lebih rendah daripada isotop stabil satu-satunya, 59Co, adalah penangkapan elektron. Sementara itu, isotop dengan massa atom lebih tinggi terutama mengalami peluruhan beta. Produk peluruhan utama isotop di bawah 59Co adalah isotop unsur 26 (besi). Di atas 59Co, produk peluruhannya adalah isotop unsur 28 (nikel).[31]

Inti 59Co dapat dideteksi menggunakan resonansi magnet inti (NMR)[32] dan memiliki momen kuadrupol magnetik. Di antara semua inti yang aktif dalam NMR, 59Co memiliki rentang pergeseran kimia terbesar, dan pergeseran kimianya dapat dikorelasikan dengan deret spektrokimia.[33] Resonansi dapat diamati dalam rentang hingga 20.000 ppm, dengan lebar sinyal mencapai 20 kHz. Standar yang banyak digunakan adalah kalium heksasiano­kobaltat, yaitu 0,1 M dalam . Karena memiliki tingkat simetri yang tinggi, senyawa ini memiliki lebar garis yang relatif kecil. Sebaliknya, sistem dengan tingkat simetri rendah dapat menghasilkan sinyal yang melebar sedemikian rupa sehingga sinyal tersebut tidak dapat diamati menggunakan NMR wujud cair, tetapi masih dapat diamati menggunakan NMR wujud padat.

Etimologi

Banyak kisah berbeda mengenai asal-usul kata "kobalt" telah dikemukakan. Menurut salah satu versi, unsur kobalt dinamai dari "kobelt", yaitu nama yang diberikan oleh para penambang perak Jerman pada abad ke-16 kepada sejenis bijih yang mengganggu, yang bersifat korosif dan mengeluarkan gas beracun.[34][35] Meskipun bijih-bijih semacam itu telah digunakan untuk menghasilkan pigmen biru sejak zaman kuno, pada masa itu orang Jerman belum memiliki teknologi untuk melebur bijih tersebut menjadi logam (lihat di bawah).[36]

Tokoh yang menjadi rujukan utama mengenai bijih kobelt tersebut (dilatinkan sebagai cobaltum atau cadmia[37][38]) pada masa itu adalah Georgius Agricola.[39][40] Dia juga merupakan tokoh yang sering dikutip mengenai roh-roh tambang yang disebut "kobel" (dilatinkan sebagai cobalus atau bentuk jamaknya cobali) dalam sebuah karya yang terpisah.[41][42][43]

Agricola tidak menghubungkan bijih yang namanya mirip itu dengan roh tersebut. Namun, hubungan sebab-akibat (bahwa bijih itu dianggap disebabkan oleh kobel) dibuat oleh seorang tokoh sezaman, sedangkan hubungan mengenai asal-usul kata (bahwa kata tersebut "dibentuk" dari cobalus) dikemukakan oleh seorang penulis pada akhir abad ke-18. Kemudian, kamus Grimm (1868) mencatat bahwa bijih kobalt/kobelt dianggap disebabkan oleh roh gunung (Bergmännchen) yang juga dipercaya bertanggung jawab karena "mencuri perak dan menghasilkan bijih yang menyebabkan buruknya udara tambang (Wetter[44]) serta bahaya kesehatan lainnya".[45]

Entri-entri dalam kamus Grimm menyamakan kata kobel dengan kobold, dan mencantumkannya hanya sebagai bentuk diminutif, sedangkan yang terakhir didefinisikan di dalamnya sebagai roh rumah tangga.[46] Sejumlah komentator yang lebih baru lebih memilih menggambarkan kobelt (lebih tepatnya kobel), yang menjadi asal nama bijih tersebut, sebagai katai (gnome).

Oxford English Dictionary edisi awal abad ke-20 (edisi pertama, 1908) mempertahankan etimologi Grimm.[47] Namun, kurang lebih pada waktu yang sama di Jerman, etimologi alternatif yang tidak disetujui Grimm (kob/kof "rumah, kamar" + walt "kekuasaan, penguasa") mulai diajukan sebagai penjelasan yang lebih meyakinkan.[48][49]

Tidak lama kemudian, Paul Kretschmer (1928) menjelaskan bahwa meskipun etimologi "penguasa rumah" tersebut merupakan etimologi yang benar dan mendukung makna awal kobold sebagai roh rumah tangga, kemudian terjadi perubahan bentuk/makna yang memasukkan gagasan tentang "iblis tambang" ke dalamnya.[50] Edisi Etymologisches Wörterbuch yang sekarang (edisi ke-25, 2012), pada entri "kobold", mencantumkan etimologi yang terakhir ini, bukan etimologi Grimm. Namun, pada entri "kobalt", kamus tersebut masih mempertahankan pendapat bahwa bijih kobalt mungkin memperoleh namanya dari "sejenis roh/iblis tambang" (daemon metallicus) sambil menyatakan bahwa makhluk tersebut "tampaknya" adalah kobold.[51]

Joseph W. Mellor (1935) juga menyatakan bahwa kobalt mungkin berasal dari kobalos (), meskipun teori-teori lain telah pula diajukan.[52]

Teori alternatif

Beberapa etimologi alternatif telah dikemukakan, yang mungkin sama sekali tidak melibatkan roh (kobel atau kobold). Karl Müller-Fraureuth menduga bahwa kobelt berasal dari Kübel, yaitu sebuah ember yang digunakan dalam pertambangan dan sering disebut oleh Agricola,[53] yakni kobel/köbel (dilatinkan sebagai modulus).[54]

Teori lain yang diberikan oleh Etymologisches Wörterbuch menurunkan istilah tersebut dari [55] atau lebih tepatnya (, "arsen sulfida"[56]) yang merujuk pada uap/asap berbahaya.[57]

Sebuah etimologi dari bahasa Slavia, ', diajukan oleh Heinrich E. Merck (1902).[58][59]

Walter W. Skeat dan J. Berendes menafsirkan sebagai "parasit", yakni bijih yang bersifat parasitik terhadap nikel.[60] Namun, penjelasan ini dianggap bermasalah karena anakronistik, sebab nikel baru ditemukan pada tahun 1751.[61]

Sejarah

Senyawa kobalt telah digunakan selama berabad-abad untuk memberikan warna biru yang pekat pada kaca, glasir, dan keramik. Kobalt telah ditemukan pada patung Mesir, perhiasan Persia dari milenium ketiga SM, reruntuhan Pompeii hancur pada tahun 79 M, serta di Tiongkok, dengan peninggalan yang berasal dari masa Dinasti Tang (618–907 M) dan Dinasti Ming (1368–1644 M).[62]

Kobalt telah digunakan untuk mewarnai kaca sejak Zaman Perunggu. Penggalian bangkai kapal Uluburun menghasilkan sebuah batangan kaca biru yang dibuat pada abad ke-14 SM.[63][64] Kaca biru dari Mesir diwarnai dengan tembaga, besi, atau kobalt. Kaca yang diketahui menggunakan kobalt sebagai pewarna tertua berasal dari Dinasti Kedelapan Belas Mesir (1550–1292 SM). Orang Mesir memperoleh kobalt tersebut dari tawas yang mengandung kobalt yang ditemukan di oasis-oasis Barat Mesir.[65]

Salah satu kemungkinan asal kata kobalt adalah kata Jerman abad ke-16 "kobald", yang merujuk pada sejenis bijih. Upaya-upaya awal untuk melebur bijih tersebut guna memperoleh tembaga atau perak gagal dan hanya menghasilkan serbuk (kobalt(II) oksida). Karena bijih utama kobalt selalu mengandung arsen, proses peleburan akan mengoksidasi arsen menjadi arsen oksida, sehingga semakin memperburuk reputasi bijih tersebut.[66] Paracelsus, Georgius Agricola, dan Basil Valentine semuanya menyebut silikat semacam itu sebagai "cobalt".[67]

Kimiawan Swedia Georg Brandt (1694–1768) dianggap sebagai penemu kobalt , ketika dia menunjukkan bahwa kobalt merupakan unsur yang sebelumnya tidak dikenal dan berbeda dari bismut maupun logam-logam tradisional lainnya. Brandt menyebutnya sebagai "semi-logam" baru,[68][69] dan menamainya berdasarkan mineral yang darinya dia mengekstraknya.[70] Dia menunjukkan bahwa senyawa logam kobalt merupakan sumber warna biru pada kaca, yang sebelumnya dianggap berasal dari bismut yang ditemukan bersama kobalt. Kobalt menjadi logam pertama yang ditemukan sejak masa prasejarah. Semua logam yang telah dikenal sebelumnya (besi, tembaga, perak, emas, seng, raksa, timah, timbal, dan bismut) tidak memiliki penemu yang tercatat.[71]

Selama abad ke-19, sebagian besar produksi biru kobalt (pigmen yang dibuat dari senyawa kobalt dan alumina) dan smalt (kaca kobalt yang digiling untuk digunakan sebagai pigmen dalam keramik dan lukisan) dunia dilakukan di Blaafarveværket, Norwegia.[72][73] Tambang-tambang pertama untuk produksi smalt pada abad ke-16 terdapat di Norwegia, Swedia, Sachsen, dan Hungaria. Setelah ditemukannya bijih kobalt di Kaledonia Baru pada 1864, pertambangan kobalt di Eropa mengalami kemunduran. Dengan ditemukannya deposit bijih di Ontario, Kanada, pada 1904, dan deposit yang bahkan lebih besar di Provinsi Katanga, RD Kongo, pada 1914, kegiatan pertambangan kembali bergeser.[74] Ketika Konflik Shaba dimulai pada 1978, tambang-tambang tembaga di Provinsi Katanga hampir menghentikan produksinya.[75][76] Dampak konflik tersebut terhadap perekonomian kobalt dunia lebih kecil daripada yang diperkirakan: kobalt merupakan logam langka, pigmennya sangat beracun, dan industri telah memiliki metode yang efektif untuk mendaur ulang bahan-bahan yang mengandung kobalt. Dalam beberapa kasus, industri juga dapat beralih ke alternatif yang tidak mengandung kobalt.[77][78]

Pada 1938, John J. Livingood dan Glenn T. Seaborg menemukan radioisotop cobalt-60.[79] Isotop ini kemudian terkenal karena digunakan di Universitas Columbia pada 1950-an untuk membuktikan adanya pelanggaran paritas dalam peluruhan beta radioaktif.[80][81]

Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat ingin menjamin pasokan bijih kobalt untuk keperluan militer, sebagaimana yang sebelumnya dilakukan oleh Jerman, dan melakukan eksplorasi kobalt di wilayah Amerika Serikat. Kobalt dengan kemurnian tinggi sangat diminati karena penggunaannya dalam mesin jet dan turbin gas.[82] Pasokan bijih yang memadai ditemukan di Idaho, dekat Ngarai Blackbird. Calera Mining Company kemudian memulai produksi di lokasi tersebut.[83]

Permintaan terhadap kobalt semakin meningkat pada abad ke-21 karena kobalt merupakan komponen penting dalam bahan yang digunakan untuk baterai isi ulang, superpaduan, dan katalis.[84] Ada pendapat bahwa kobalt akan menjadi salah satu objek utama persaingan geopolitik dalam dunia yang bergantung pada energi terbarukan dan baterai. Namun, pandangan ini juga dikritik karena dianggap meremehkan kekuatan insentif ekonomi dalam mendorong peningkatan produksi.[85]

Keterjadian

Isotop stabil kobalt dihasilkan dalam supernova melalui proses r.[86] Kobalt menyusun sekitar 0,0029% kerak Bumi, dan sering kali berasosiasi dengan nikel. Keduanya merupakan komponen khas besi meteorit, meskipun kobalt jauh lebih sedikit jumlahnya dalam meteorit besi dibandingkan nikel. Seperti halnya nikel, kobalt dalam paduan besi meteorit mungkin cukup terlindungi dari oksigen dan kelembapan sehingga tetap berada sebagai logam bebas (meskipun dalam bentuk paduan).[87] Di lautan, kobalt biasanya bereaksi dengan klorin.

Dalam bentuk senyawa, kobalt terdapat dalam mineral tembaga dan nikel. Kobalt merupakan komponen logam utama yang berikatan dengan belerang dan arsen dalam mineral sulfida kobaltit (CoAsS), safflorit (CoAs2), glaukodot (), dan skutterudit (CoAs3).[88] Mineral kattierit mirip dengan pirit dan ditemukan bersama vaesit dalam deposit tembaga di Provinsi Katanga.[89] Ketika mineral-mineral tersebut mencapai atmosfer, terjadi pelapukan; mineral tersebut mengalami oksidasi dan membentuk eritrit (Co3(AsO4)2·8H2O) dan sferokobaltit (CoCO3) yang memiliki warna merah muda.[90][91] Sejumlah kecil senyawa kobalt ditemukan dalam sebagian besar batuan, tanah, tumbuhan, dan hewan.[92]

Kobalt bebas (logam asli) telah dilaporkan[93] ditemukan dalam sampel dari Lubang Bor Superdalam Kola dan dalam batuan Bulan yang diperoleh dari misi Luna 24, kemungkinan sebagai akibat dari tumbukan.[94][95]

Kobalt juga merupakan salah satu komponen asap tembakau.[96] Tumbuhan tembakau dengan mudah menyerap dan mengakumulasi logam berat seperti kobalt dari tanah di sekitarnya ke dalam daunnya. Logam-logam tersebut kemudian terhirup ketika tembakau dibakar dan dihisap.[97]

Produksi

Produksi tambang kobalt (2022) dan cadangan dalam satuan ton, menurut USGS[98]
Negara Produksi Cadangan
130.000 4.000.000
10.000 600.000
8.900 250.000
5.900 1.500.000
3.900 220.000
3.800 500.000
3.800 260,000
3.000 100.000
3.000 47.000
2.700 36.000
2.300 13.000
2.200 140.000
800 69.000
Negara lain 5.200 610.000
Total dunia 190.000 8.300.000

Bijih utama kobalt adalah kobaltit, eritrit, glaukodot, dan skutterudit (lihat di atas), tetapi sebagian besar kobalt diperoleh dengan mereduksi produk sampingan kobalt dari penambangan dan peleburan nikel serta tembaga.[99][100]

Karena kobalt pada umumnya diproduksi sebagai produk sampingan, pasokan kobalt sangat bergantung pada kelayakan ekonomi penambangan tembaga dan nikel di pasar tertentu. Permintaan kobalt diproyeksikan tumbuh 6% pada 2017.[101]

Deposit kobalt primer tergolong langka, seperti yang terdapat dalam deposit hidrotermal yang berasosiasi dengan batuan ultramafik, sebagaimana terdapat di Distrik Bou-Azzer, Maroko. Di lokasi-lokasi semacam ini, bijih kobalt ditambang secara khusus, meskipun konsentrasinya lebih rendah, sehingga membutuhkan pemrosesan lanjutan yang lebih banyak untuk mengekstraksi kobalt.[102][103]

Terdapat beberapa metode untuk memisahkan kobalt dari tembaga dan nikel, bergantung pada konsentrasi kobalt dan komposisi tepat dari bijih yang digunakan. Salah satu metodenya adalah flotasi buih, yaitu proses ketika surfaktan berikatan dengan komponen bijih sehingga menyebabkan pengayaan bijih kobalt. Pemanggangan selanjutnya mengubah bijih menjadi kobalt sulfat, sementara tembaga dan besi dioksidasi menjadi oksida. Pelindian dengan air akan mengekstraksi sulfat bersama arsenat. Residu kemudian dilindi lebih lanjut menggunakan asam sulfat, menghasilkan larutan tembaga sulfat. Kobalt juga dapat dilindi dari terak hasil peleburan tembaga.[104]

Produk-produk dari proses-proses tersebut di atas kemudian diubah menjadi kobalt(II,III) oksida (Co3O4). Oksida ini direduksi menjadi logam melalui reaksi aluminotermik atau melalui reduksi dengan karbon dalam tanur tiup.[105]

Ekstraksi

Survei Geologi Amerika Serikat memperkirakan bahwa cadangan kobalt dunia mencapai 11.000.000 metrik ton.[106] Saat ini, Republik Demokratik Kongo (DRC) menghasilkan sekitar 63% kobalt dunia. Pangsa pasar ini dapat meningkat menjadi 73% pada tahun 2025 apabila rencana perluasan produksi oleh perusahaan pertambangan seperti Glencore Plc terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Bloomberg New Energy Finance memperkirakan bahwa pada tahun 2030, permintaan global terhadap kobalt dapat mencapai 47 kali lipat dibandingkan dengan permintaan pada tahun 2017.[107]

Republik Demokratik Kongo

Perubahan undang-undang pertambangan yang dilakukan Kongo pada tahun 2002 menarik investasi baru ke proyek-proyek tembaga dan kobalt di negara tersebut.[108] Pada tahun 2005, produsen kobalt terbesar berasal dari endapan tembaga di Provinsi Katanga, Republik Demokratik Kongo. Dahulu dikenal sebagai Provinsi Shaba, wilayah ini memiliki hampir 40% cadangan kobalt dunia, menurut Survei Geologi Britania Raya pada tahun 2009.[109]

Proyek Mukondo Mountain, yang dioperasikan oleh Central African Mining and Exploration Company (CAMEC) di Provinsi Katanga, kemungkinan merupakan salah satu cadangan kobalt terkaya di dunia. Pada tahun 2008, proyek ini diperkirakan menghasilkan sekitar sepertiga dari total produksi kobalt dunia.[110] Pada Juli 2009, CAMEC mengumumkan perjanjian jangka panjang untuk memasok seluruh produksi tahunan konsentrat kobalt dari Mukondo Mountain kepada Zhejiang Galico Cobalt & Nickel Materials di Tiongkok.[111]

Pada tahun 2016, kepemilikan perusahaan-perusahaan Tiongkok atas produksi kobalt di Kongo diperkirakan mencapai lebih dari 10% pasokan kobalt dunia. Hal ini menjadi salah satu sumber utama bagi industri pemurnian kobalt Tiongkok sekaligus memberikan Tiongkok pengaruh yang besar terhadap rantai pasok kobalt global.[112] Kendali Tiongkok atas kobalt Kongo menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Barat yang berupaya mengurangi ketergantungan rantai pasok mereka terhadap Tiongkok. Mereka juga menyuarakan keprihatinan terkait pelanggaran ketenagakerjaan dan hak asasi manusia di tambang-tambang kobalt di DRC.[113][114]

Tambang Mutanda milik Glencore mengirimkan 24.500 ton kobalt pada tahun 2016, yang setara dengan sekitar 40% produksi Kongo dan hampir seperempat produksi global. Setelah terjadi kelebihan pasokan, Glencore menutup Mutanda selama dua tahun pada akhir 2019.[115][116] Proyek Katanga Mining milik Glencore juga kembali beroperasi dan, menurut Glencore, ditargetkan menghasilkan 300.000 ton tembaga dan 20.000 ton kobalt pada tahun 2019.[117]

Pada Februari 2018, perusahaan manajemen aset global AllianceBernstein menyebut DRC secara ekonomi sebagai "Arab Saudi di era kendaraan listrik", karena kekayaan sumber daya kobaltnya. Kobalt merupakan bahan penting dalam baterai ion litium yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan listrik.[118]

Pada 9 Maret 2018, Presiden Joseph Kabila memperbarui kode pertambangan tahun 2002 dengan menaikkan tarif royalti dan menetapkan kobalt serta koltan sebagai "logam strategis".[119][120] Kode pertambangan tahun 2002 tersebut secara efektif diperbarui pada 4 Desember 2018.[121]

Pada Februari 2025, DRC memberlakukan penangguhan ekspor kobalt selama empat bulan, dengan alasan kelebihan pasokan yang menyebabkan harga logam tersebut turun ke tingkat terendah dalam 21 tahun. Kobalt, yang merupakan produk sampingan utama dari pertambangan tembaga, merupakan bahan penting dalam teknologi baterai. DRC menyumbang sekitar 75% pasokan kobalt dunia. Di dalam negeri, China Molybdenum Company (CMOC) mendominasi industri tersebut dan menyumbang sekitar 40% produksi kobalt dunia. Dalam satu tahun sebelumnya, CMOC secara signifikan meningkatkan produksinya dengan menggandakan produksi dari dua tambangnya di DRC, dari 56.000 ton menjadi 114.000 ton.

Kondisi ketenagakerjaan

Pertambangan artisanal menyumbang sekitar 17% hingga 40% produksi kobalt DRC pada tahun 2016.[122] Sekitar 100.000 penambang kobalt di DRC menggunakan peralatan tangan untuk menggali hingga kedalaman ratusan kaki, dengan perencanaan yang minim dan langkah-langkah keselamatan yang sangat terbatas. Hal ini dilaporkan oleh para pekerja, pejabat pemerintah dan LSM, serta berdasarkan pengamatan wartawan The Washington Post saat mengunjungi tambang-tambang terpencil. Kurangnya tindakan keselamatan sering menyebabkan cedera bahkan kematian.[123] Kegiatan pertambangan juga mencemari lingkungan sekitar dan membuat satwa liar serta masyarakat adat setempat terpapar logam beracun yang menurut pejabat kesehatan diduga dapat menyebabkan cacat lahir dan gangguan pernapasan.[124]

Pekerja anak digunakan dalam penambangan kobalt di tambang-tambang artisanal Afrika.[125][126] Para aktivis hak asasi manusia telah menyoroti masalah ini, dan laporan jurnalistik investigatif telah mengonfirmasinya.[127][128] Temuan tersebut mendorong produsen telepon seluler Apple Inc., pada 3 Maret 2017, untuk berhenti membeli bijih dari pemasok seperti Zhejiang Huayou Cobalt yang memperoleh bahan dari tambang artisanal di DRC. Apple kemudian hanya menggunakan pemasok yang telah diverifikasi memenuhi standar tempat kerjanya.[129][130] Pada tahun 2023, Apple mengumumkan bahwa mereka akan beralih menggunakan kobalt daur ulang pada tahun 2025.[131] Dan pada 2026, menurut siaran pers mereka sendiri, semua baterai yang dirancang oleh Apple dibuat dengan 100% kobalt daur ulang.[132]

Secara global, Uni Eropa dan produsen mobil besar (OEM) mendorong agar produksi kobalt dunia dilakukan dan diperoleh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, serta memiliki keterlacakan rantai pasok. Perusahaan pertambangan mulai menerapkan berbagai inisiatif ESG sesuai dengan pedoman OECD, termasuk menyediakan bukti adanya aktivitas dengan jejak karbon nol hingga rendah dalam rantai pasok produksi baterai ion litium. Berbagai inisiatif tersebut telah diterapkan oleh perusahaan pertambangan besar maupun perusahaan pertambangan artisanal dan skala kecil (ASM). Dalam rantai pasok produsen mobil dan baterai, perusahaan seperti Tesla, VW, BMW, BASF, dan Glencore berpartisipasi dalam sejumlah inisiatif, termasuk studi Cobalt for Development[133] dan Responsible Cobalt Initiative[134]. Pada tahun 2018, BMW Group, bekerja sama dengan BASF, Samsung SDI, dan Samsung Electronics, meluncurkan proyek percontohan di DRC pada satu tambang untuk memperbaiki kondisi kerja dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi penambang artisanal serta masyarakat di sekitarnya.

Dinamika politik dan etnis di kawasan tersebut pada masa lalu telah menyebabkan pecahnya kekerasan dan konflik bersenjata selama bertahun-tahun serta memaksa penduduk mengungsi. Ketidakstabilan ini memengaruhi harga kobalt dan juga menciptakan insentif bagi pihak-pihak yang bertikai dalam Perang Kongo Pertama dan Kedua untuk memperpanjang konflik. Akses terhadap tambang intan dan sumber daya berharga lainnya membantu membiayai tujuan militer mereka—yang dalam banyak kasus melibatkan genosida—sekaligus memperkaya para pejuang itu sendiri. Meskipun pada tahun 2010-an DRC tidak lagi mengalami invasi dari pasukan negara tetangga, sejumlah deposit mineral terkaya berada berdekatan dengan wilayah tempat kelompok Tutsi dan Hutu masih sering terlibat bentrokan. Kerusuhan terus berlangsung, meskipun dalam skala yang lebih kecil, dan para pengungsi masih melarikan diri ketika terjadi kekerasan.[135]

Kobalt yang diekstraksi dari kegiatan pertambangan artisanal skala kecil di Kongo pada tahun 2007 dipasok kepada satu perusahaan Tiongkok, Congo DongFang International Mining. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan Zhejiang Huayou Cobalt, salah satu produsen kobalt terbesar di dunia. Congo DongFang kemudian memasok kobalt kepada sejumlah produsen baterai terbesar dunia, yang memproduksi baterai untuk berbagai produk populer seperti iPhone Apple. Karena adanya tuduhan pelanggaran ketenagakerjaan dan masalah lingkungan, LG Chem kemudian melakukan audit terhadap Congo DongFang berdasarkan pedoman OECD. LG Chem, yang juga memproduksi material baterai untuk perusahaan otomotif, memberlakukan kode etik bagi seluruh pemasok yang diauditnya.[136]

Pada Desember 2019, International Rights Advocates, sebuah LSM hak asasi manusia, mengajukan gugatan penting terhadap Apple, Tesla, Dell, Microsoft, dan Alphabet (Google). Gugatan tersebut menuduh perusahaan-perusahaan itu secara sadar memperoleh keuntungan dan turut membantu penggunaan anak-anak dalam kondisi kerja yang kejam dan brutal di pertambangan kobalt.[137] Perusahaan-perusahaan yang digugat membantah keterlibatan mereka dalam pekerja anak.[138] Pada 2024, pengadilan memutuskan bahwa para pemasok memang memfasilitasi kerja paksa, tetapi perusahaan teknologi Amerika tersebut tidak bertanggung jawab secara hukum, karena mereka tidak menjalankan usaha bersama dengan para pemasok dan dugaan kerugian tersebut tidak dapat secara adil ditelusuri kepada tindakan para tergugat.[139] Buku Cobalt Red[140][141] mengungkap bahwa para pekerja, termasuk anak-anak, mengalami cedera, amputasi, dan kematian akibat kondisi kerja yang berbahaya serta runtuhnya terowongan tambang selama kegiatan penambangan kobalt artisanal di DRC.[142]

Karena pekerja anak dan kerja paksa berulang kali dilaporkan terjadi dalam penambangan kobalt, terutama di tambang artisanal DRC, perusahaan teknologi yang berusaha membangun rantai pasok yang etis menghadapi kekurangan bahan baku tersebut.[143] Harga logam kobalt mencapai tingkat tertinggi dalam sembilan tahun pada Oktober 2017, yaitu lebih dari US$30 per pon, dibandingkan sekitar US$10 pada akhir late 2015.[144] Setelah terjadi kelebihan pasokan, harga kemudian turun ke tingkat yang lebih normal, sekitar US$15 pada 2019.[145][146] Sebagai respons terhadap berbagai persoalan dalam penambangan kobalt artisanal di DRC, sejumlah pemasok kobalt dan pelanggan mereka membentuk Fair Cobalt Alliance (FCA). Aliansi ini bertujuan untuk mengakhiri penggunaan pekerja anak serta meningkatkan kondisi kerja dalam kegiatan penambangan dan pengolahan kobalt di DRC. Anggota FCA antara lain Zhejiang Huayou Cobalt, Sono Motors, Responsible Cobalt Initiative, Fairphone, Glencore, dan Tesla, Inc.[147][148]

Indonesia

Setelah sebelumnya memproduksi kobalt dalam jumlah yang lebih kecil pada 2021, Indonesia mulai meningkatkan produksi kobalt sebagai produk sampingan dari produksi nikel. Pada 2022, Indonesia telah menjadi produsen kobalt terbesar kedua di dunia. Benchmark Mineral Intelligence memperkirakan bahwa produksi Indonesia dapat mencapai 20% dari produksi kobalt global pada 2030.[149] Produksi kobalt meningkat dari sekitar 1.300 ton menjadi 20.500 ton antara 2015 dan 2024, didorong oleh inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik domestik yang kuat. Larangan ekspor pada 2020 turut mendorong masuknya investasi asing dalam kegiatan pengolahan nikel dan kobalt di Indonesia.[150]

Kanada

Pada tahun 2017, sejumlah perusahaan eksplorasi berencana melakukan survei terhadap tambang-tambang perak dan kobalt tua di wilayah Cobalt, Ontario, tempat diyakini terdapat deposit kobalt yang signifikan.[151]

Kobalt yang ditambang di Kanada merupakan produk sampingan dari pertambangan nikel. Meskipun demikian, pada tahun 2023, Kanada memproduksi lebih dari 5.000 ton kobalt. Sekitar 43% di antaranya ditambang di Newfoundland dan Labrador, sedangkan sisanya berasal dari Ontario, Manitoba, dan Quebec. Nilai ekspor kobalt dan produk kobalt Kanada mencapai US$568 juta pada 2023.[152]

Kuba

Perusahaan Kanada Sherritt International mengolah bijih kobalt yang terdapat dalam deposit nikel dari tambang Moa di Kuba. Pulau tersebut juga memiliki beberapa tambang lain di Mayarí, Camagüey, dan Pinar del Río. Investasi Sherritt International yang terus berlanjut dalam produksi nikel dan kobalt Kuba, disertai dengan perolehan hak pertambangan selama 17–20 tahun, membuat negara komunis tersebut menempati peringkat ketiga dunia dalam hal cadangan kobalt pada 2019, bahkan berada di atas Kanada sendiri.[153]

Aplikasi

Pada tahun 2016, sekitar kobalt digunakan.[154] Kobalt telah digunakan dalam produksi paduan berkinerja tinggi,[155][156] dan juga digunakan dalam beberapa jenis baterai isi ulang.

Baterai

Litium kobalt oksida (LiCoO2, "LCO"), yang pertama kali dijual secara komersial oleh Sony pada tahun 1991, banyak digunakan sebagai bahan katoda pada baterai ion litium hingga tahun 2010-an. Material ini terdiri dari lapisan kobalt oksida dengan litium yang tersisip di antara lapisan tersebut. Baterai LCO masih mendominasi pasar elektronik konsumen. Namun, baterai untuk mobil listrik telah beralih ke teknologi yang menggunakan kandungan kobalt lebih rendah.[157]

Pada tahun 2018, sebagian besar kobalt yang digunakan dalam baterai masih digunakan untuk perangkat seluler.[158] Namun, aplikasi kobalt yang semakin berkembang adalah baterai isi ulang untuk kendaraan listrik. Industri ini meningkatkan permintaan kobalt hingga lima kali lipat antara 2016 dan 2020, sehingga muncul kebutuhan mendesak untuk menemukan sumber bahan baku baru di wilayah dunia yang lebih stabil.[159] Permintaan diperkirakan akan terus bertahan atau meningkat seiring dengan semakin luasnya penggunaan kendaraan listrik.[160] Eksplorasi pada 2016–2017 mencakup wilayah sekitar Cobalt, Ontario, yang sebelumnya memiliki banyak tambang perak yang telah berhenti beroperasi sejak beberapa dekade lalu.[161] Penggunaan kobalt untuk kendaraan listrik meningkat 81%, dari paruh pertama 2018 menjadi 7.200 ton pada paruh pertama 2019, untuk kapasitas baterai sebesar 46,3 GWh.[162][163]

Pada Agustus 2020, produsen baterai secara bertahap telah mengurangi kandungan kobalt pada katoda, dari sekitar sepertiga (NMC 111) menjadi seperlima (NMC 442), dan kemudian menjadi sekitar sepersepuluh (NMC 811). Produsen juga mulai memperkenalkan katoda litium besi fosfat (LFP) yang bebas kobalt ke dalam baterai mobil listrik, termasuk Tesla Model 3.[164][165] Uni Eropa juga melakukan penelitian mengenai kemungkinan menghilangkan kebutuhan kobalt dalam produksi baterai ion litium.[166][167] Pada September 2020, Tesla menguraikan rencananya untuk memproduksi sel baterai sendiri yang bebas kobalt.[168]

Baterai nikel–kadmium[169] (NiCd) dan nikel–hidrida logam[170] (NiMH) juga menggunakan kobalt untuk membantu meningkatkan proses oksidasi nikel di dalam baterai.[171] Pada tahun 2021, baterai LFP secara resmi melampaui baterai terner yang menggunakan kobalt, dengan menguasai 52% kapasitas baterai yang terpasang. Para analis memperkirakan pangsa pasar LFP akan melampaui 60% pada tahun 2024.[172]

Katalis

Beberapa senyawa kobalt berfungsi sebagai katalis oksidasi. Kobalt asetat digunakan untuk mengubah xilena menjadi asam tereftalat, yang merupakan bahan awal untuk produksi polietilena tereftalat (PET) dalam skala besar. Katalis yang umum digunakan adalah kobalt karboksilat (dikenal sebagai sabun kobalt). Senyawa ini juga digunakan dalam cat, sampang, dan tinta sebagai "bahan pengering" melalui proses oksidasi minyak pengering.[173][174] Namun, penggunaannya mulai dihentikan secara bertahap karena adanya kekhawatiran terkait toksisitas.[175] Kobalt karboksilat yang sama juga digunakan untuk meningkatkan daya rekat antara baja dan karet pada ban radial dengan sabuk baja. Selain itu, senyawa tersebut digunakan sebagai akselerator dalam sistem resin poliester.[176][177][178]

Katalis berbasis kobalt digunakan dalam berbagai reaksi yang melibatkan karbon monoksida. Kobalt juga berperan sebagai katalis dalam proses Fischer–Tropsch, yaitu proses hidrogenasi karbon monoksida untuk menghasilkan bahan bakar cair.[179] Dalam proses hidroformilasi alkena, kobalt oktakarbonil sering digunakan sebagai katalis.[180] Sementara itu, proses hidrodesulfurisasi minyak bumi menggunakan katalis yang berasal dari kobalt dan molibdenum. Proses ini membantu membersihkan minyak bumi dari pengotor belerang yang dapat mengganggu proses pemurnian bahan bakar cair.[181]

Material magnetik

Karena memiliki sifat feromagnetik, kobalt digunakan dalam produksi berbagai material magnetik.[182] Kobalt digunakan untuk membuat magnet permanen, seperti magnet Alnico, yang dikenal memiliki sifat magnetik kuat dan digunakan dalam motor listrik, sensor, serta mesin MRI.[183][184] Kobalt juga digunakan dalam produksi paduan magnetik, seperti baja kobalt, yang banyak digunakan sebagai media perekaman magnetik, misalnya pada cakram keras dan pita magnetik.[185]

Kemampuan kobalt untuk mempertahankan sifat magnetiknya pada suhu tinggi membuatnya sangat berharga dalam aplikasi perekaman magnetik karena membantu memastikan keandalan peranti penyimpanan data.[186] Kobalt juga menjadi komponen penting dalam magnet khusus seperti magnet samarium–kobalt, yang banyak digunakan dalam perangkat elektronik untuk berbagai komponen, termasuk sensor dan aktuator.[187]

Paduan

Paduan super berbasis kobalt secara historis menyerap sebagian besar produksi kobalt dunia.[188][189] Ketahanan paduan ini terhadap suhu tinggi membuatnya cocok digunakan untuk bilah turbin pada turbin gas dan mesin jet pesawat, meskipun paduan berbasis nikel jenis kristal tunggal kini memiliki kinerja yang lebih unggul.[190] Paduan berbasis kobalt juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap korosi dan keausan. Karena sifat tersebut, seperti halnya titanium, paduan kobalt berguna untuk membuat implan ortopedi yang tidak mudah mengalami keausan seiring waktu. Pengembangan paduan kobalt tahan aus dimulai pada dekade pertama abad ke-20 dengan munculnya paduan stellit, yang mengandung kromium dengan berbagai kadar wolfram dan karbon. Paduan yang mengandung kromium dan wolfram karbida memiliki tingkat kekerasan dan ketahanan aus yang sangat tinggi.[191] Paduan khusus kobalt-kromium-molibdenum, seperti Vitallium, digunakan untuk komponen prostetik, termasuk penggantian sendi pinggul dan lutut.[192] Paduan kobalt juga digunakan dalam prostesis gigi sebagai alternatif nikel yang bermanfaat, karena nikel dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.[193] Beberapa jenis baja berkecepatan tinggi juga mengandung kobalt untuk meningkatkan ketahanan terhadap panas dan keausan. Paduan khusus yang terdiri dari aluminium, nikel, kobalt, dan besi, yang dikenal sebagai Alnico, serta paduan samarium–kobalt (magnet samarium–kobalt), digunakan untuk membuat magnet permanen.[194] Kobalt juga dipadukan dengan 95% platina untuk pembuatan perhiasan. Paduan ini cocok untuk pengecoran presisi dan memiliki sifat sedikit magnetik.[195] Selain berperan dalam struktur dan sifat magnetik, paduan kobalt juga penting dalam komponen kelistrikan kelas kedirgantaraan. Paduan ini digunakan pada konektor, sakelar termal, dan mikrosensor yang harus mampu bertahan terhadap suhu ekstrem, getaran, dan radiasi—kondisi yang umum terjadi pada satelit, pesawat tempur, dan sistem hipersonik.[196] Paduan tersebut mampu mempertahankan konduktivitas listrik dan integritas mekanis bahkan ketika menghadapi beban yang berubah-ubah dalam kondisi operasi yang sangat kritis.[197]

Pigmen dan pewarna

Sebelum abad ke-19, kobalt digunakan terutama sebagai pigmen. Kobalt telah digunakan sejak Abad Pertengahan untuk membuat smalt, yaitu kaca berwarna biru. Smalt dibuat dengan meleburkan campuran mineral smaltit, kuarsa, dan kalium karbonat yang telah dipanggang. Proses tersebut menghasilkan kaca silikat berwarna biru tua yang kemudian digiling hingga menjadi bubuk halus.[198] Smalt banyak digunakan untuk memberi warna pada kaca dan sebagai pigmen dalam lukisan.[199] Pada tahun 1780, Sven Rinman menemukan pigmen hijau kobalt, sedangkan pada tahun 1802 Louis Jacques Thénard menemukan biru kobalt.[200] Pigmen kobalt seperti biru kobalt (kobalt aluminat), biru samudra (kobalt(II) stanat), berbagai warna hijau kobalt (campuran kobalt(II) oksida dan seng oksida), dan ungu kobalt (kobalt fosfat) digunakan sebagai pigmen untuk karya seni karena memiliki stabilitas warna yang sangat baik, sehingga warnanya relatif tahan terhadap perubahan atau pemudaran.[201][202]

Radioisotop

Kobalt-60 (Co-60 atau 60Co) berguna sebagai sumber sinar gama karena dapat diproduksi dalam jumlah yang dapat diprediksi dengan aktivitas tinggi melalui penembakan kobalt menggunakan neutron. Kobalt-60 menghasilkan sinar gamma dengan energi 1,17 dan 1,33 MeV.[203][204]

Kobalt digunakan dalam berbagai aplikasi, antara lain radioterapi sinar eksternal, sterilisasi peralatan dan limbah medis, iradiasi makanan untuk sterilisasi (pasteurisasi dingin),[205] radiografi industri (misalnya untuk memeriksa integritas sambungan las), pengukuran densitas (misalnya mengukur densitas beton), serta sakelar pengukur ketinggian isi tangki. Namun, logam ini memiliki sifat yang kurang menguntungkan karena dapat menghasilkan debu halus, sehingga menimbulkan masalah dalam perlindungan terhadap radiasi. Sumber kobalt dari mesin radioterapi juga dapat menjadi bahaya serius apabila tidak dibuang dengan benar. Salah satu kecelakaan kontaminasi radiasi terburuk di Amerika Utara terjadi pada 1984, ketika sebuah unit radioterapi bekas yang mengandung kobalt-60 secara tidak sengaja dibongkar di tempat barang rongsokan di Ciudad Juárez, Meksiko.[206][207]

Kobalt-60 memiliki waktu paruh radioaktif 5,27 tahun. Karena aktivitasnya berkurang seiring waktu, sumber radioaktif tersebut harus diganti secara berkala dalam peralatan radioterapi. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa mesin berbasis kobalt sebagian besar telah digantikan oleh akselerator linear dalam radioterapi modern.[208] Kobalt-57 (Co-57 atau 57Co) merupakan radioisotop kobalt yang paling sering digunakan dalam pemeriksaan medis, terutama sebagai penanda radioaktif untuk mengukur penyerapan vitamin B dan dalam uji Schilling. Kobalt-57 juga digunakan sebagai sumber dalam spektroskopi Mössbauer dan merupakan salah satu sumber yang dapat digunakan dalam perangkat fluoresensi sinar-X.[209][210]

Dalam rancangan senjata nuklir, kobalt-59 (Co-59 atau 59Co) secara teoritis dapat dimasukkan sebagai material yang kemudian sebagian akan teraktivasi selama ledakan nuklir dan menghasilkan 60Co. 60Co yang tersebar sebagai luruhan nuklir terkadang disebut sebagai bom kobalt.[211][212]

Penggunaan lainnya

  • Kobalt digunakan dalam proses penyepuhan karena memiliki tampilan yang menarik, tingkat kekerasan yang baik, serta ketahanan terhadap oksidasi.[213]
  • Kobalt juga digunakan sebagai lapisan dasar untuk email porselen, yang membantu memberikan lapisan dasar sebelum email diaplikasikan.[214]

Peran biologis

Kobalt sangat penting dalam metabolisme semua hewan. Kobalt merupakan komponen utama kobalamin, yang juga dikenal sebagai vitamin B, dan menjadi cadangan biologis utama kobalt sebagai unsur ultrarenik.[215][216] Bakteri yang terdapat di dalam lambung hewan pemamah biak mengubah garam kobalt menjadi vitamin B, yaitu senyawa yang hanya dapat diproduksi oleh bakteri atau arkea. Oleh karena itu, keberadaan kobalt dalam jumlah kecil di dalam tanah dapat meningkatkan kesehatan hewan yang merumput secara signifikan. Asupan sekitar 0,20 mg/kg per hari direkomendasikan karena hewan tersebut tidak memiliki sumber vitamin B lain.[217]

Protein berbasis kobalamin menggunakan cincin korin untuk mengikat kobalt. Koenzim B12 memiliki ikatan reaktif C–Co yang berperan dalam berbagai reaksi kimia.[218] Pada manusia, B12 memiliki dua jenis ligan alkil, yaitu metil dan adenosil. MeB12 berperan dalam transfer gugus metil (−CH3). Sementara itu, bentuk adenosil B12 mengatalisis reaksi penataan ulang, ketika atom hidrogen secara langsung dipindahkan antara dua atom yang berdekatan disertai pertukaran substituen kedua, X. X dapat berupa atom karbon dengan substituennya, atom oksigen dari alkohol, atau gugus amina. Metilmalonil koenzim A mutase (MUT) mengubah MMl-KoA menjadi Su-KoA, suatu tahap penting dalam proses memperoleh energi dari protein dan lemak.[219]

Meskipun jauh lebih jarang dibandingkan metaloprotein lain, seperti protein berbasis seng dan besi, terdapat pula protein yang mengandung kobalt selain vitamin B12. Protein tersebut meliputi metionina aminopeptidase 2, yaitu enzim yang terdapat pada manusia dan mamalia lainnya. Enzim ini tidak menggunakan cincin korin B12, tetapi mengikat kobalt secara langsung. Enzim non-korin berbasis kobalt lainnya adalah nitril hidratase, yang terdapat pada bakteri dan berfungsi dalam metabolisme nitril.[220]

Defisiensi kobalt

Pada manusia, konsumsi vitamin B12 yang mengandung kobalt sudah memenuhi seluruh kebutuhan kobalt tubuh. Pada sapi dan domba, yang memenuhi kebutuhan vitamin B12 melalui sintesis oleh bakteri yang hidup di dalam rumen, kobalt anorganik memiliki fungsi penting. Pada awal abad ke-20, selama perkembangan peternakan di Dataran Tinggi Vulkanik Pulau Utara, Selandia Baru, sapi mengalami penyakit yang disebut "bush sickness". Kemudian diketahui bahwa tanah vulkanik di wilayah tersebut kekurangan garam kobalt yang penting dalam rantai makanan ternak.[221][222] Penyakit "coast disease" yang menyerang domba di Ninety Mile Desert, Australia Selatan bagian tenggara, pada tahun 1930-an juga diketahui berasal dari kekurangan kobalt dan tembaga dalam makanan. Kekurangan kobalt tersebut kemudian diatasi dengan mengembangkan "cobalt bullets", yaitu pelet padat yang terbuat dari kobalt oksida yang dicampur dengan tanah liat. Pelet tersebut diberikan secara oral kepada hewan agar menetap di dalam rumen dan menyediakan sumber kobalt secara bertahap.[223][224][225]

Toksisitas

Nilai untuk garam kobalt yang larut dalam air diperkirakan berada antara 150 hingga 500 mg/kg. Dengan demikian, untuk seseorang dengan berat badan 100 kg, nilai LD50-nya kira-kira 20 gram.[226] Kobaltisme (keracunan kobalt) jarang terjadi, tetapi pernah terjadi akibat proses fabrikasi wolfram karbida.[227] Sumber lainnya adalah keausan dan kerusakan pada beberapa prostesis pinggul logam-ke-logam.[228]

Asupan kobalt secara kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada dosis yang jauh lebih rendah daripada dosis mematikan. Pada tahun 1966, penambahan senyawa kobalt untuk menstabilkan busa bir di Kanada menyebabkan suatu bentuk kardiomiopati akibat toksin yang tidak biasa, yang kemudian dikenal sebaga kardiomiopati peminum bir.[229][230]

Logam kobalt diduga dapat menyebabkan kanker (yaitu kemungkinan bersifat karsinogenik, IARC Golongan 2B) berdasarkan Monograf Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC).[231]

Kobalt dapat menyebabkan gangguan pernapasan jika terhirup.[232] Kobalt juga dapat menyebabkan masalah pada kulit jika bersentuhan langsung; setelah nikel dan kromium, kobalt merupakan salah satu penyebab utama dermatitis kontak.[233]

Catatan

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Danielle Bochove. Electric car future spurs Cobalt rush: Swelling demand for product breathes new life into small Ontario town. Vancouver Sun. 1 November 2017.
  3. GlobalData. Global cobalt supply to surpass 300kt mark in 2024, driven by production from the DRC and Indonesia. Mining Technology. 17 Januari 2025.
  4. Catalysts. Cobalt Institute.
  5. Enghag, Per. Encyclopedia of the elements: technical data, history, processing, applications. Wiley. 2004. hlm. 667. ISBN 978-3-527-30666-4.
  6. Murthy, V. S. R. Structure And Properties of Engineering Materials. McGraw-Hill Education (India) Pvt Limited. 2003. hlm. 381. ISBN 978-0-07-048287-6.
  7. Celozzi, Salvatore. Electromagnetic Shielding. Wiley. 1 Mei 2008. hlm. 27. ISBN 978-0-470-05536-6.
  8. B. Lee. Surface structures of the two allotropic phases of cobalt. Physical Review B. 1978. Vol. 17 (4). hlm. 1510–1520. doi:10.1103/PhysRevB.17.1510.
  9. Properties and Facts for Cobalt. American Elements.
  10. Cobalt. Centre d'Information du Cobalt. 1966. hlm. 45.
  11. Holleman, A. F. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1.
  12. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  13. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  14. Frank Rutley. Rutley's Elements of Mineralogy. Springer Science & Business Media. 6 Desember 2012. hlm. 40. ISBN 978-94-011-9769-4.
  15. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  16. Krebs, Robert E. The history and use of our earth's chemical elements: a reference guide. Greenwood Publishing Group. 2006. hlm. 107. ISBN 0-313-33438-2.
  17. Sarah C. Petitto. Cobalt oxide surface chemistry: The interaction of CoO(100), Co3O4(110) and Co3O4(111) with oxygen and water. Journal of Molecular Catalysis A: Chemical. 2008. Vol. 281 (1–2). hlm. 49–58. doi:10.1016/j.molcata.2007.08.023.
  18. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  19. Holleman, A. F. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1.
  20. Holleman, A. F. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1.
  21. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  22. Werner, A. Zur Kenntnis des asymmetrischen Kobaltatoms. V. Chemische Berichte. 1912. Vol. 45. hlm. 121–130. doi:10.1002/cber.19120450116.
  23. Gispert, Joan Ribas. Coordination chemistry. Wiley. 2008. hlm. 31–33. ISBN 978-3-527-31802-5.
  24. Eduard Bernhardt. Synthesis and Properties of Cobalt Complexes with [B11H11]4− Ligands. Inorganic Chemistry. 2024. Vol. 63 (12). hlm. 5414–5422. doi:10.1021/acs.inorgchem.3c04032.
  25. James e. House. Inorganic chemistry. Academic Press. 2008. hlm. 767. ISBN 978-0-12-356786-4.
  26. Charles M. Starks. Phase-transfer catalysis: fundamentals, applications, and industrial perspectives. Springer. 1994. hlm. 600. ISBN 978-0-412-04071-9.
  27. Organometallics in Environment and Toxicology (Metal Ions in Life Sciences). Royal Society of Chemistry Publishing. 2010. hlm. 75. ISBN 978-1-84755-177-1.
  28. Erin K. Byrne. Tetrakis(1-norbornyl)cobalt, a low spin tetrahedral complex of a first row transition metal. Journal of the Chemical Society, Chemical Communications. 1 January 1986. hlm. 1491. doi:10.1039/C39860001491.
  29. Erin K. Byrne. Redox chemistry of tetrakis(1-norbornyl)cobalt. Synthesis and characterization of a cobalt(V) alkyl and self-exchange rate of a Co(III)/Co(IV) couple. Journal of the American Chemical Society. 1 February 1987. Vol. 109 (4). hlm. 1282–1283. doi:10.1021/ja00238a066.
  30. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  31. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  32. Annual Reports on NMR Spectroscopy. Elsevier. 2000. Vol. 41. hlm. 1–54. doi:10.1016/S0066-4103(00)41008-2. ISBN 978-0-12-505341-9.
  33. A Yamasaki. Cobalt-59 Nuclear Magnetic Resonance Spectroscopy in Coordination Chemistry. Journal of Coordination Chemistry. 1991. Vol. 24 (3). hlm. 211–260. doi:10.1080/00958979109407886.
  34. Philip Ball. Bright Earth: Art and the Invention of Color. University of Chicago Press. 2003. hlm. 118–119. ISBN 9780226036281.
  35. Grimms; Hildebrand, Rudolf (1868). Deutsches Wörterbuch, Band 5, s.v. ""
  36. Peter Wothers. Antimony, Gold, and Jupiter's Wolf: How the elements were named. Oxford University Press. 2019. hlm. 47–49. ISBN 9780192569905.
  37. Georgius Agricola. Georgii Agricolae De ortu & causis subterraneorum lib. 5. De natura eorum quae effluunt ex terra lib. 4. De natura fossilium lib. 10. De ueteribus & nouis metallis lib. 2. Bermannus, siue De re metallica dialogus lib.1. Interpretatio Germanica uocum rei metallicæ, addito Indice fœcundissimo. Froben. 1546. hlm. 441–442.; Cf. index under "".
  38. Georgius Agricola. Georgius Agricola De Re Metallica: Tr. from the 1st Latin Ed. of 1556 (Books I–VIII). The Mining Magazine. 1912. hlm. 112–113. Mendeskripsikan (dan mentabulasikan) bentuk Jerman kobelt; terdiri atas dua volume: , Books IX–XII, dengan penomoran halaman yang berkesinambungan.
  39. Philip Ball. Bright Earth: Art and the Invention of Color. University of Chicago Press. 2003. hlm. 118–119. ISBN 9780226036281.
  40. Peter Wothers. Antimony, Gold, and Jupiter's Wolf: How the elements were named. Oxford University Press. 2019. hlm. 47–49. ISBN 9780192569905.
  41. Georgius Agricola. Georgii Agricolae De Animantibus subterraneis. Typis Meisnerianis. 1614. hlm. 78–79.
  42. Georgius Agricola. Georgii Agricolae Kempnicensis Medici Ac Philosophi Clariss. De Re Metallica Libri XII.: Quibus Officia, Instrumenta, Machinae, Ac Omnia Denique Ad Metallicam Spectantia, Non Modo Luculentissime describuntur; sed & per effigies, suis locis insertas ... ita ob oculos ponuntur, ut clarius tradi non possint. Sumptibus & Typis Emanuelis König. 1657. hlm. [762].
  43. Bagian ini, dari karya tersendiri de animantibus, diterjemahkan dalam catatan kaki oleh , : "orang-orang Jerman, sebagaimana halnya orang-orang Yunani, menyebutnya cobalos".
  44. "New and complete dictionary of the German language for Englishmen" s.v. "": "4. Air and vapours, damps, steams... among Miners", Küttner, Carl Gottlob; Nicholson, William, edd. (1813), vol. 3.
  45. Grimms; Hildebrand, Rudolf (1868). Deutsches Wörterbuch, Band 5, s.v. ""
  46. Grimms; Hildebrand, Rudolf (1868). Deutsches Wörterbuch, Band 5, s.v. "" at "III. 3) nebenformen"
  47. ; Murray, James A. H. ed. (1908) A New Eng. Dict. II, s.v."cobalt"
  48. Karl Müller-Fraureuth. Sächsische Volkswörter: Beiträge zur mundartlichen Volkskunde. Wilhelm Baensch. 1906. hlm. 25–26. ISBN 978-3-95770-329-3.
  49. Carl Friedrich Glasenapp. Siegfried Wagner und seine Kunst: gesammelte Aufsätze über das dramatische Schaffen Siegfried Wagners vom "Bärenhäuter" bis zum "Banadietrich". Breitkopf & Härtel. 1911. hlm. 134.
  50. Paul Kretschmer. Weiteres zur Urgeschichte der Inder. Zeitschrift für vergleichende Sprachforschung auf dem Gebiete der indogermanischen Sprachen. 1928. Vol. 55.
  51. Etymologisches Wörterbuch der deutschen Sprache. Walter de Gruyter GmbH & Co KG. 2012. hlm. 510. ISBN 9783110223651.
  52. Mellor, J. W. (1935) A comprehensive treatise on inorganic and theoretical chemistry vol. XIV, hlm. 420.
  53. Karl Müller-Fraureuth. Sächsische Volkswörter: Beiträge zur mundartlichen Volkskunde. Wilhelm Baensch. 1906. hlm. 25–26. ISBN 978-3-95770-329-3.
  54. Agricola (1546) :
  55. Etymologisches Wörterbuch der deutschen Sprache. Walter de Gruyter GmbH & Co KG. 2012. hlm. 510. ISBN 9783110223651.
  56. Liddell and Scott (1940). A Greek–English Lexicon. s.v. "". Direvisi dan diperluas secara menyeluruh oleh Sir Henry Stuart Jones dengan bantuan Roderick McKenzie. Oxford: Clarendon Press. . Versi daring diakses 13 Agustus 2026.
  57. Peter Wothers. Antimony, Gold, and Jupiter's Wolf: How the elements were named. Oxford University Press. 2019. hlm. 47–49. ISBN 9780192569905.
  58. Emanuel Merck. Airy Nothings: Imagining the Otherworld of Faerie from the Middle Ages to the Age of Reason: Essays in Honour of Alasdair A. MacDonald. E. Merck. 1902. hlm. 75.
  59. Mellor, J. W. (1935) A comprehensive treatise on inorganic and theoretical chemistry vol. XIV, hlm. 420.
  60. Mellor, J. W. (1935) A comprehensive treatise on inorganic and theoretical chemistry vol. XIV, hlm. 420.
  61. J. R. Taylor. The Origin and Use of Cobalt Compounds as Blue. Science and Archaeology. 1977. Vol. 19. hlm. 6.
  62. Cobalt, Encyclopædia Britannica Daring.
  63. Cemal Pulak. The Uluburun shipwreck: an overview. International Journal of Nautical Archaeology. 1998. Vol. 27 (3). hlm. 188–224. doi:10.1111/j.1095-9270.1998.tb00803.x.
  64. Julian Henderson. The Science and Archaeology of Materials: An Investigation of Inorganic Materials. Routledge. 2000. hlm. 60. ISBN 978-0-415-19933-9.
  65. Yoshinari Abe. Transition in the use of cobalt-blue colorant in the New Kingdom of Egypt. Journal of Archaeological Science. 2012. Vol. 39 (6). hlm. 1793–1808. doi:10.1016/j.jas.2012.01.021.
  66. Dennis, W. H. Metallurgy: 1863–1963. AldineTransaction. 2010. hlm. 254–256. ISBN 978-0-202-36361-5.
  67. Tariff Information Surveys on the Articles in Paragraph 1- of the Tariff Act of 1913 ... And Related Articles in Other Paragraphs. 17 Agustus 2023.
  68. Georg Brandt pertama kali menunjukkan bahwa kobalt merupakan logam baru dalam: G. Brandt (1735) "Dissertatio de semimetallis" (Disertasi tentang semi-logam), Acta Literaria et Scientiarum Sveciae (Jurnal Sastra dan Ilmu Pengetahuan Swedia), vol. 4, hlm. 1–10. Lihat pula: (1) G. Brandt (1746) "Rön och anmärkningar angäende en synnerlig färg—cobolt" (Pengamatan dan catatan mengenai suatu pigmen yang luar biasa—kobalt), Kongliga Svenska vetenskapsakademiens handlingar (Transaksi Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia), vol. 7, hlm. 119–130; (2) G. Brandt (1748) "Cobalti nova species examinata et descripta" (Kobalt, suatu unsur baru yang diteliti dan dideskripsikan), Acta Regiae Societatis Scientiarum Upsaliensis (Jurnal Perhimpunan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Uppsala), seri pertama, vol. 3, hlm. 33–41; (3) James L. Marshall dan Virginia R. Marshall (Musim Semi 2003) "Rediscovery of the Elements: Riddarhyttan, Sweden". The Hexagon (jurnal resmi persaudaraan kimiawan Alpha Chi Sigma), vol. 94, no. 1, hlm. 3–8.
  69. Shijie Wang. Cobalt—Its recovery, recycling, and application. Journal of the Minerals, Metals and Materials Society. 2006. Vol. 58 (10). hlm. 47–50. doi:10.1007/s11837-006-0201-y.
  70. Weeks, M. E. (1968). Discovery of the elements. (H. M. Leicester, Ed.; Edisi ke-7). Journal of chemical education.
  71. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. III. Some eighteenth-century metals. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (1). hlm. 22. doi:10.1021/ed009p22.
  72. Ivar B. Ramberg. The making of a land: geology of Norway. Geological Society. 2008. hlm. 98. ISBN 978-82-92394-42-7.
  73. 1852. hlm. 400–403.
  74. Dennis, W. H. Metallurgy: 1863–1963. AldineTransaction. 2010. hlm. 254–256. ISBN 978-0-202-36361-5.
  75. Friedrich-Wilhelm Wellmer. Global Nonfuel Mineral Resources and Sustainability. United States Geological Survey.
  76. Westing, Arthur H. Global resources and international conflict: environmental factors in strategic policy and action. Oxford University Press. 1986. hlm. 75–78. ISBN 978-0-19-829104-6.
  77. Friedrich-Wilhelm Wellmer. Global Nonfuel Mineral Resources and Sustainability. United States Geological Survey.
  78. Westing, Arthur H. Global resources and international conflict: environmental factors in strategic policy and action. Oxford University Press. 1986. hlm. 75–78. ISBN 978-0-19-829104-6.
  79. J. Livingood. Long-Lived Radio Cobalt Isotopes. Physical Review. 1938. Vol. 53 (10). hlm. 847–848. doi:10.1103/PhysRev.53.847.
  80. C. S. Wu. Experimental Test of Parity Conservation in Beta Decay. Physical Review. 1957. Vol. 105 (4). hlm. 1413–1415. doi:10.1103/PhysRev.105.1413.
  81. A. K. Wróblewski. The Downfall of Parity – the Revolution That Happened Fifty Years Ago. Acta Physica Polonica B. 2008. Vol. 39 (2). hlm. 251.
  82. Stephen Roberts. Critical Metals Handbook. Wiley. 6 Januari 2014. hlm. 122–149. doi:10.1002/9781118755341.ch6. ISBN 978-0-470-67171-9.
  83. Richest Hole in the Mountain. Popular Mechanics. 1952. hlm. 65–69.
  84. Stephen Roberts. Critical Metals Handbook. Wiley. 6 Januari 2014. hlm. 122–149. doi:10.1002/9781118755341.ch6. ISBN 978-0-470-67171-9.
  85. Indra Overland. The geopolitics of renewable energy: Debunking four emerging myths. Energy Research & Social Science. 1 March 2019. Vol. 49. hlm. 36–40. doi:10.1016/j.erss.2018.10.018.
  86. Ptitsyn, D. A. Creation of the Iron-Group Elements in a Supernova Explosion. Soviet Astronomy Letters. 1980. Vol. 6. hlm. 61–64.
  87. Nuccio, Pasquale Mario. Determination of metallic iron, nickel and cobalt in meteorites. Rendiconti Societa Italiana di Mineralogia e Petrografia. 1979. Vol. 35 (1). hlm. 355–360.
  88. Holleman, A. F. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1.
  89. Paul F. Kerr. Cattierite and Vaesite: New Co-Ni Minerals from the Belgian Kongo. American Mineralogist. 1945. Vol. 30. hlm. 83–492.
  90. A. N. Buckley. The Surface Oxidation of Cobaltite. Australian Journal of Chemistry. 1987. Vol. 40 (2). hlm. 231. doi:10.1071/CH9870231.
  91. R. Young. The geochemistry of cobalt. Geochimica et Cosmochimica Acta. 1957. Vol. 13 (1). hlm. 28–41. doi:10.1016/0016-7037(57)90056-X.
  92. Jose L. Domingo. Reviews of Environmental Contamination and Toxicology. Springer. 1989. Vol. 108. hlm. 105–132. doi:10.1007/978-1-4613-8850-0_3. ISBN 978-1-4613-8850-0.
  93. T. A. Gornostaeva. Native Cobalt in Deep Levels of the Kola Superdeep Borehole. Geology of Ore Deposits. Desember 2023. Vol. 65 (8). hlm. 886–894. doi:10.1134/S107570152308007X.
  94. A. V. Mokhov. Native Cobalt from the Regolith of Mare Crisium. Doklady Earth Sciences. April 2020. Vol. 491 (2). hlm. 224–226. doi:10.1134/S1028334X20040121.
  95. Native Cobalt. www.mindat.org.
  96. Reinskje Talhout. Hazardous Compounds in Tobacco Smoke. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2011. Vol. 8 (12). hlm. 613–628. doi:10.3390/ijerph8020613.
  97. A Pourkhabbaz. Investigation of Toxic Metals in the Tobacco of Different Iranian Cigarette Brands and Related Health Issues. Iranian Journal of Basic Medical Sciences. 2012. Vol. 15 (1). hlm. 636–644.
  98. Cobalt Statistics and Information. Survei Geologi Amerika Serikat. 2023.
  99. Kim B. Shedd. Mineral Yearbook 2006: Cobalt. Survei Geologi Amerika Serikat.
  100. Kim B. Shedd. Commodity Report 2008: Cobalt. Survei Geologi Amerika Serikat.
  101. Henry Sanderson. Cobalt's meteoric rise at risk from Congo's Katanga. Financial Times. 14 Maret 2017.
  102. Murray W. Hitzman, Arthur A. Bookstrom, John F. Slack, dan Michael L. Zientek (2017). "Cobalt—Styles of Deposits and the Search for Primary Deposits". Survei Geologi Amerika Serikat. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  103. "Cobalt price: BMW avoids the Congo conundrum – for now". Mining.com. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  104. Davis, Joseph R. ASM specialty handbook: nickel, cobalt, and their alloys. ASM International. 2000. hlm. 347. ISBN 0-87170-685-7.
  105. Holleman, A. F. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. de Gruyter. 2007. hlm. 1146–1152. ISBN 978-3-11-017770-1.
  106. Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia.
  107. Wilson. We'll All Be Relying on Congo to Power Our Electric Cars. Bloomberg News. 26 Oktober 2017.
  108. Glencore's cobalt stock overhang contains prices despite mine suspension. 8 Agustus 2019.
  109. African Mineral Production. Survei Geologi Britania Raya.
  110. CAMEC – The Cobalt Champion. International Mining. Juli 2008.
  111. Amy Witherden. Daily podcast – July 6, 2009. Mining weekly. 6 Juli 2009.
  112. Andrew Gulley. China's domestic and foreign influence in the global cobalt supply chain. Resources Policy. Agustus 2019. Vol. 62. hlm. 317–323. doi:10.1016/j.resourpol.2019.03.015.
  113. From Cobalt to Cars: How China Exploits Child and Forced Labor in the Congo Congressional-Executive Commission on China. cecc.gov. 14 November 2023.
  114. Andy Home. West challenges China's critical minerals hold on Africa. 19 Februari 2024.
  115. Glencore's cobalt stock overhang contains prices despite mine suspension. 8 Agustus 2019.
  116. Glencore closes Mutanda mine, 20% of global cobalt supply comes offline. Benchmark Mineral Intelligence. 28 November 2019.
  117. Henry Sanderson. Cobalt's meteoric rise at risk from Congo's Katanga. Financial Times. 14 Maret 2017.
  118. Mining Journal "The [Ivanhoe] pullback investors have been waiting for", Aspermont Ltd., London, Britania Raya, 22 Februari 2018. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  119. Shabalala, Zandi "Cobalt to be declared a strategic mineral in Congo", Reuters, 14 Maret 2018. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  120. Reuters, "Congo's Kabila signs into law new mining code", 14 Maret 2018. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  121. "DRC declares cobalt 'strategic, Mining Journal, 4 Desember 2018. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  122. Todd C. Frankel. Cobalt mining for lithium ion batteries has a high human cost. The Washington Post. 30 September 2016.
  123. Lena Mucha. Perspective – The hidden costs of cobalt mining. The Washington Post. 28 Februari 2018.
  124. Todd C. Frankel. The Cobalt Pipeline: Tracing the path from deadly hand-dug mines in Congo to consumers' phones and laptops. The Washington Post. 30 September 2016.
  125. Todd C. Frankel. Cobalt mining for lithium ion batteries has a high human cost. The Washington Post. 30 September 2016.
  126. Child labour behind smart phone and electric car batteries. Amnesty International. 19 Januari 2016.
  127. Alex Crawford. Meet Dorsen, 8, who mines cobalt to make your smartphone work. Sky News.
  128. Are you holding a product of child labour right now? (Video). Sky News. 28 Februari 2017.
  129. Don Reisinger. Child Labor Revelation Prompts Apple to Make Supplier Policy Change. Fortune. 3 Maret 2017.
  130. Todd C. Frankel. Apple cracks down further on cobalt supplier in Congo as child labor persists. The Washington Post. 3 Maret 2017.
  131. Apple to use only recycled cobalt in batteries by 2025. Reuters. 13 April 2023.
  132. Apple accelerates progress with highest-ever recycled material in its products. Apple Newsroom. 16 April 2026.
  133. Cobalt for Development. Cobalt for Development (C4D) - Towards responsible artisanal cobalt mining in the DR Congo. Cobalt for Development (C4D).
  134. Responsible Cobalt Initiative (RCI). respect.international.
  135. Friedrich-Wilhelm Wellmer. Global Nonfuel Mineral Resources and Sustainability.
  136. Audit Report on Congo Dongfang International Mining sarl. DNV-GL Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  137. U.S. cobalt lawsuit puts spotlight on 'sustainable' tech. Sustainability Times. 17 Desember 2019.
  138. Apple, Google Fight Blame For Child Labor in Cobalt Mines – Law360. law360.com.
  139. Buying cobalt doesn't make US firms liable for abuses in DR Congo. 6 Maret 2024.
  140. Siddharth Kara. Cobalt red: how the blood of the Congo powers our lives. St. Martin's Press. 2023. ISBN 978-1-250-28429-7.
  141. Matthieu Aikins. How Is Your Phone Powered? Problematically. The New York Times.
  142. Terry Gross. How 'modern-day slavery' in the Congo powers the rechargeable battery economy. NPR. 1 Februari 2023.
  143. Jennifer Hermes. Tesla & GE Face Major Shortage Of Ethically Sourced Cobalt. Environmentalleader.com. 31 Mei 2017.
  144. Electric cars yet to turn cobalt market into gold mine – Nornickel. Mining.com. 30 October 2017.
  145. Why Have Cobalt Prices Crashed. International Banker. 31 Juli 2019.
  146. Cobalt Prices and Cobalt Price Charts – InvestmentMine. infomine.com.
  147. Tesla joins "Fair Cobalt Alliance" to improve DRC artisanal mining. mining-technology.com. 8 September 2020.
  148. Joey Klender. Tesla joins Fair Cobalt Alliance in support of moral mining efforts. teslarati.com. 8 September 2020.
  149. The biggest source of cobalt outside Africa is now Indonesia. Bloomberg News. 8 Februari 2023.
  150. GlobalData. Global cobalt supply to surpass 300kt mark in 2024, driven by production from the DRC and Indonesia. Mining Technology. 17 Januari 2025.
  151. The Canadian Ghost Town That Tesla Is Bringing Back to Life. Bloomberg.com.
  152. Natural Resources Canada. Cobalt facts. natural-resources.canada.ca. 9 Maret 2023.
  153. "Cubas Nickel Production Exceeds 50000 metric tons". Cuba Business Report. Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  154. Danielle Bochove. Electric car future spurs Cobalt rush: Swelling demand for product breathes new life into small Ontario town. Vancouver Sun. 1 November 2017.
  155. Kim B. Shedd. Mineral Yearbook 2006: Cobalt. Survei Geologi Amerika Serikat.
  156. Kim B. Shedd. Commodity Report 2008: Cobalt. Survei Geologi Amerika Serikat.
  157. James T. Frith. A non-academic perspective on the future of lithium-based batteries. Nature Communications. 26 Januari 2023. Vol. 14 (1). hlm. 420. doi:10.1038/s41467-023-35933-2.
  158. Robert Castellano. How To Minimize Tesla's Cobalt Supply Chain Risk. Seeking Alpha. 13 Oktober 2017.
  159. As Cobalt Supply Tightens, LiCo Energy Metals Announces Two New Cobalt Mines. cleantechnica.com. 28 November 2017.
  160. Erik Shilling. We May Not Have Enough Minerals To Even Meet Electric Car Demand. Jalopnik. 31 October 2017.
  161. As Cobalt Supply Tightens, LiCo Energy Metals Announces Two New Cobalt Mines. cleantechnica.com. 28 November 2017.
  162. State of Charge: EVs, Batteries and Battery Materials (Free Report from @AdamasIntel). Adamas Intelligence. 20 September 2019.
  163. Muskmobiles running rivals off the road. MINING.COM. 26 September 2019.
  164. Kim Yoo-chul. Tesla's battery strategy, implications for LG and Samsung. The Korea Times. 10 Agustus 2020.
  165. Zachary Shahan. Lithium & Nickel & Tesla, Oh My!. cleantechnica.com. 31 Agustus 2020.
  166. Situs web CObalt-free Batteries for FutuRe Automotive Applications
  167. Proyek COBRA di Uni Eropa
  168. Justine Calma. Tesla to make EV battery cathodes without cobalt. theverge.com. 22 September 2020.
  169. R. D. Armstrong. Some effects of the addition of cobalt to the nickel hydroxide electrode. Journal of Applied Electrochemistry. 1988. Vol. 18 (2). hlm. 215–219. doi:10.1007/BF01009266.
  170. P. Zhang. Recovery of metal values from spent nickel–metal hydride rechargeable batteries. Journal of Power Sources. 1999. Vol. 77 (2). hlm. 116–122. doi:10.1016/S0378-7753(98)00182-7.
  171. R. D. Armstrong. Some effects of the addition of cobalt to the nickel hydroxide electrode. Journal of Applied Electrochemistry. 1988. Vol. 18 (2). hlm. 215–219. doi:10.1007/BF01009266.
  172. EV Lithium Iron Phosphate Battery Battles Back. energytrend.com. 25 Mei 2022.
  173. Cobalt Drier for Paints Cobalt Cem-All®. Borchers.
  174. M. Hawkins. Why we need cobalt. Applied Earth Science. 2001. Vol. 110 (2). hlm. 66–71. doi:10.1179/aes.2001.110.2.66.
  175. Joshua Halstead. Expanded Applications and Enhanced Durability of Alkyd Coatings Using High-Performance Catalysts. CoatingsTech. American Coatings Association. April 2023. Vol. 20 (3). hlm. 45–55.
  176. R. G. Weatherhead. FRP Technology: Fibre Reinforced Resin Systems. Springer Netherlands. 1980. hlm. 204–239. doi:10.1007/978-94-009-8721-0_10. ISBN 978-94-009-8721-0.
  177. The product selector AOC. aocresins.com.
  178. Comar Chemicals – Polyester Acceleration. comarchemicals.com.
  179. Andrei Y. Khodakov Khodakov. Advances in the Development of Novel Cobalt Fischer-Tropsch Catalysts for Synthesis of Long-Chain Hydrocarbons and Clean Fuels. Chemical Reviews. 2007. Vol. 107 (5). hlm. 1692–1744. doi:10.1021/cr050972v.
  180. Frédéric Hebrard. Cobalt-Catalyzed Hydroformylation of Alkenes: Generation and Recycling of the Carbonyl Species, and Catalytic Cycle. Chemical Reviews. 2009. Vol. 109 (9). hlm. 4272–4282. doi:10.1021/cr8002533.
  181. M. Hawkins. Why we need cobalt. Applied Earth Science. 2001. Vol. 110 (2). hlm. 66–71. doi:10.1179/aes.2001.110.2.66.
  182. Chin Trento. What is Cobalt Used in Everyday Life. Stanford Advanced Materials. 14 April 2024.
  183. Modern Permanent Magnets. Woodhead Publishing. 2022. hlm. 371–402. doi:10.1016/B978-0-323-88658-1.00011-X. ISBN 9780323886581.
  184. Alnico Magnets: A Closer Look at Their History, Properties, and Applications. Radial Magnet. 15 Februari 2024.
  185. Jeotikanta Mohapatra. Hard and semi-hard magnetic materials based on cobalt and cobalt alloys. Journal of Alloys and Compounds. 2020. Vol. 824. doi:10.1016/j.jallcom.2020.153874.
  186. Rehab Yousuf. Electric and magnetic properties of cobalt, copper and nickel organometallic complexes for molecular wires. Ain Shams Engineering Journal. 2021. Vol. 12 (2). hlm. 2135–2144. doi:10.1016/j.asej.2020.12.002.
  187. Samarium Cobalt vs Neodymium Magnets. Ideal Magnet Solutions. 15 Mei 2019.
  188. Kim B. Shedd. Mineral Yearbook 2006: Cobalt. Survei Geologi Amerika Serikat.
  189. Kim B. Shedd. Commodity Report 2008: Cobalt. Survei Geologi Amerika Serikat.
  190. Matthew J. Donachie. Superalloys: A Technical Guide. ASM International. 2002. ISBN 978-0-87170-749-9.
  191. Campbell, Flake C. Elements of metallurgy and engineering alloys. ASM International. 30 Juni 2008. hlm. 557–558. ISBN 978-0-87170-867-0.
  192. R. Michel. Systemic effects of implanted prostheses made of cobalt-chromium alloys. Archives of Orthopaedic and Trauma Surgery. 1991. Vol. 110 (2). hlm. 61–74. doi:10.1007/BF00393876.
  193. John A. Disegi. Cobalt-base Aloys for Biomedical Applications. ASTM International. 1999. hlm. 34. ISBN 0-8031-2608-5.
  194. F. E. Luborsky. Reproducing the Properties of Alnico Permanent Magnet Alloys with Elongated Single-Domain Cobalt-Iron Particles. Journal of Applied Physics. 1957. Vol. 28 (344). hlm. 344. doi:10.1063/1.1722744.
  195. T. Biggs. The Hardening of Platinum Alloys for Potential Jewellery Application. Platinum Metals Review. 2005. Vol. 49. hlm. 2–15. doi:10.1595/147106705X24409.
  196. Hypersonics Supply Chain Mapping Study. National Defense Industrial Association (NDIA). 2023.
  197. Modern Uses of Cobalt in Aerospace and Electronics. MineToMetal.
  198. Frederick Overman. A treatise on metallurgy. D. Appleton & company. 1852. hlm. 631–637.
  199. Bruno Muhlethaler. Smalt. Studies in Conservation. 1969. Vol. 14 (2). hlm. 47–61. doi:10.2307/1505347.
  200. A. F. Gehlen. Ueber die Bereitung einer blauen Farbe aus Kobalt, die eben so schön ist wie Ultramarin. Vom Bürger Thenard. Neues Allgemeines Journal der Chemie, Band 2. H. Frölich. 1803. (Terjemahan bahasa Jerman dari L. J. Thénard; Journal des Mines; Brumaire 12 1802; p 128–136)
  201. H. J. Witteveen. Colors Developed by Cobalt Oxides. Industrial & Engineering Chemistry. 1921. Vol. 13 (11). hlm. 1061–1066. doi:10.1021/ie50143a048.
  202. S. Venetskii. The charge of the guns of peace. Metallurgist. 1970. Vol. 14 (5). hlm. 334–336. doi:10.1007/BF00739447.
  203. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  204. C. Mandeville. The Energies of the γ-Rays from Sb 122 , Cd 115 , Ir 192 , Mn 54 , Zn 65 , and Co 60. Physical Review. 1943. Vol. 64 (9–10). hlm. 265–267. doi:10.1103/PhysRev.64.265.
  205. V. M. Wilkinson. Food irradiation: a reference guide. Woodhead. 1998. hlm. 53. ISBN 978-1-85573-359-6.
  206. Sandra Blakeslee. The Juarez accident. The New York Times. 1 Mei 1984.
  207. Ciudad Juarez orphaned source dispersal, 1983. Wm. Robert Johnston. 23 November 2005.
  208. National Research Council (U.S.). Committee on Radiation Source Use and Replacement. Radiation source use and replacement: abbreviated version. National Academies Press. Januari 2008. hlm. 35–. ISBN 978-0-309-11014-3.
  209. Theresa Meyer. Physical Therapist Examination Review. SLACK Incorporated. 30 November 2001. hlm. 368. ISBN 978-1-55642-588-2.
  210. D. Kalnicky. Field portable XRF analysis of environmental samples. Journal of Hazardous Materials. 2001. Vol. 83 (1–2). hlm. 93–122. doi:10.1016/S0304-3894(00)00330-7.
  211. L. R. Payne. The Hazards of Cobalt. Occupational Medicine. 1977. Vol. 27 (1). hlm. 20–25. doi:10.1093/occmed/27.1.20.
  212. Amna Puri-Mirza. Morocco Cobalt Production. Statistica. 2020.
  213. Davis, Joseph R. Nickel, cobalt, and their alloys. ASM International. 1 Mei 2000. hlm. 354. ISBN 978-0-87170-685-0.
  214. Committee on Technological Alternatives For Cobalt Conservation, National Research Council (U.S.). Cobalt conservation through technological alternatives. 1983. hlm. 129.
  215. Kazuhiro Yamada. Interrelations between Essential Metal Ions and Human Diseases. Springer. 2013. Vol. 13. hlm. 295–320. doi:10.1007/978-94-007-7500-8_9. ISBN 978-94-007-7499-5.
  216. Valentin Cracan. Metallomics and the Cell. Springer. 2013. Vol. 12. hlm. 333–374. doi:10.1007/978-94-007-5561-1_10. ISBN 978-94-007-5560-4. electronic-book electronic-.
  217. F. J. Schwarz. Cobalt requirement of beef cattle – feed intake and growth at different levels of cobalt supply. Journal of Animal Physiology and Animal Nutrition. 2000. Vol. 83 (3). hlm. 121–131. doi:10.1046/j.1439-0396.2000.00258.x.
  218. Voet, Judith G. Biochemistry. J. Wiley & Sons. 1995. hlm. 675. ISBN 0-471-58651-X.
  219. David M. Smith. Understanding the Mechanism of B12-Dependent Methylmalonyl-CoA Mutase: Partial Proton Transfer in Action. Journal of the American Chemical Society. 1999. Vol. 121 (40). hlm. 9388–9399. doi:10.1021/ja991649a.
  220. Michihiko Kobayashi. Cobalt proteins. European Journal of Biochemistry. 1999. Vol. 261 (1). hlm. 1–9. doi:10.1046/j.1432-1327.1999.00186.x.
  221. Soils. Waikato University.
  222. Lee Russell McDowell. Vitamins in Animal and Human Nutrition. John Wiley & Sons. 2008. hlm. 525. ISBN 978-0-470-37668-3.
  223. Australian Academy of Science > Deceased Fellows > Hedley Ralph Marston 1900–1965 Diakses tanggal 14 Agustus 2026.
  224. Lee Russell McDowell. Vitamins in Animal and Human Nutrition. John Wiley & Sons. 2008. hlm. 525. ISBN 978-0-470-37668-3.
  225. Laurence C. Snook. Cobalt: its use to control wasting disease. Journal of the Department of Agriculture, Western Australia. 1962. Vol. 3 (11). hlm. 844–852.
  226. John D. Donaldson. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH. 2005. doi:10.1002/14356007.a07_281.pub2. ISBN 3527306730.
  227. Cobalt toxicity in humans—A review of the potential sources and systemic health effects. Toxicology. 15 Juli 2017. Vol. 387. hlm. 43–56. doi:10.1016/j.tox.2017.05.015.
  228. MG Zywiel. Systemic cobalt toxicity from total hip arthroplasties: review of a rare condition Part 2. measurement, risk factors, and step-wise approach to treatment. The Bone & Joint Journal. Januari 2016. Vol. 98-B (1). hlm. 14–20. doi:10.1302/0301-620X.98B1.36712.
  229. Morin Y. Quebec beer-drinkers' cardiomyopathy: Clinical and hemodynamic aspects. Annals of the New York Academy of Sciences. 1969. Vol. 156 (1). hlm. 566–576. doi:10.1111/j.1749-6632.1969.tb16751.x.
  230. Barceloux, Donald G. Cobalt. Clinical Toxicology. 1999. Vol. 37 (2). hlm. 201–216. doi:10.1081/CLT-100102420.
  231. Cobalt in Hard Metals and Cobalt Sulfate, Gallium Arsenide, Indium Phosphide and Vanadium Pentoxide. IARC. 2006. Vol. 86.
  232. Nima Elbagir. Dirty Energy. CNN. Mei 2018.
  233. David A. Basketter. Nickel, chromium and cobalt in consumer products: revisiting safe levels in the new millennium. Contact Dermatitis. 2003. Vol. 49 (1). hlm. 1–7. doi:10.1111/j.0105-1873.2003.00149.x.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29576144 (2026-08-14T09:38:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.