Tembaga: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29586788; atribusi sumber disertakan. Β |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula Β |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:NatCopper.jpg|thumb|right|280px|NatCopper]] | |||
'''Tembaga''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Cu''' (dari ) dan [[nomor atom]] 29. Ia adalah logam yang lunak, mudah ditempa, dan [[Keuletan (fisika)|ulet]] dengan [[konduktivitas termal]] dan [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|listrik]] yang sangat tinggi. Permukaan tembaga murni yang baru diekspos memiliki [[Biring|warna oranye merah muda]]. Tembaga digunakan sebagai konduktor panas dan listrik, sebagai [[Bahan bangunan#Logam|building material]], bahan bangunan, dan sebagai konstituen dari berbagai [[logam paduan|paduan]] logam, seperti [[Perak 925|perak sterling]] yang digunakan dalam [[perhiasan]], [[kupronikel]] yang digunakan untuk membuat perangkat keras laut dan [[uang logam|koin]], serta [[konstantan]] yang digunakan dalam [[tolok regangan|pengukur regangan]] dan [[termokopel]] untuk pengukuran suhu. | '''Tembaga''' adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Cu''' (dari ) dan [[nomor atom]] 29. Ia adalah logam yang lunak, mudah ditempa, dan [[Keuletan (fisika)|ulet]] dengan [[konduktivitas termal]] dan [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|listrik]] yang sangat tinggi. Permukaan tembaga murni yang baru diekspos memiliki [[Biring|warna oranye merah muda]]. Tembaga digunakan sebagai konduktor panas dan listrik, sebagai [[Bahan bangunan#Logam|building material]], bahan bangunan, dan sebagai konstituen dari berbagai [[logam paduan|paduan]] logam, seperti [[Perak 925|perak sterling]] yang digunakan dalam [[perhiasan]], [[kupronikel]] yang digunakan untuk membuat perangkat keras laut dan [[uang logam|koin]], serta [[konstantan]] yang digunakan dalam [[tolok regangan|pengukur regangan]] dan [[termokopel]] untuk pengukuran suhu. | ||
Tembaga adalah salah satu dari sedikit logam yang dapat terjadi di alam dalam bentuk logam yang dapat digunakan secara langsung ([[logam asli]]). Hal ini menyebabkan penggunaan tembaga oleh manusia sangat awal di beberapa daerah, dari 8000 SM. Ribuan tahun kemudian, ia adalah logam pertama yang [[Peleburan (metalurgi)|dilebur]] dari bijih sulfida, 5000 SM; logam pertama yang dicetak menjadi sebuah bentuk dalam cetakan, 4000 SM; dan logam pertama yang sengaja dipadukan dengan logam lain, [[timah]], untuk membuat [[perunggu]]. | Tembaga adalah salah satu dari sedikit logam yang dapat terjadi di alam dalam bentuk logam yang dapat digunakan secara langsung ([[logam asli]]). Hal ini menyebabkan penggunaan tembaga oleh manusia sangat awal di beberapa daerah, dari 8000 SM. Ribuan tahun kemudian, ia adalah logam pertama yang [[Peleburan (metalurgi)|dilebur]] dari bijih sulfida, 5000 SM; logam pertama yang dicetak menjadi sebuah bentuk dalam cetakan, 4000 SM; dan logam pertama yang sengaja dipadukan dengan logam lain, [[timah]], untuk membuat [[perunggu]].<ref>hlm. 612. ISBN 978-0-85229-553-3.</ref> | ||
Pada [[Romawi Kuno|zaman Romawi]], tembaga ditambang terutama di [[Siprus]], yang menjadi asal nama logam ini, dari ''aes cyprium'' (logam Siprus), kemudian berubah menjadi ''cuprum'' (bahasa Latin). ''Coper'' ([[bahasa Inggris Kuno]]) dan ''copper'' ([[bahasa Inggris]]) berasal dari kata tersebut, dan ejaan selanjutnya pertama kali digunakan sekitar tahun 1530. | Pada [[Romawi Kuno|zaman Romawi]], tembaga ditambang terutama di [[Siprus]], yang menjadi asal nama logam ini, dari ''aes cyprium'' (logam Siprus), kemudian berubah menjadi ''cuprum'' (bahasa Latin). ''Coper'' ([[bahasa Inggris Kuno]]) dan ''copper'' ([[bahasa Inggris]]) berasal dari kata tersebut, dan ejaan selanjutnya pertama kali digunakan sekitar tahun 1530.<ref>[https://www.merriam-webster.com/dictionary/copper Copper]. Merriam-Webster Dictionary. 2018.</ref> | ||
Senyawa yang biasa ditemui adalah garam tembaga(II), yang sering memberi warna biru atau hijau pada mineral seperti [[azurit]], [[malasit]], dan [[pirus]], dan telah digunakan secara luas dan historis sebagai pigmen. | Senyawa yang biasa ditemui adalah garam tembaga(II), yang sering memberi warna biru atau hijau pada mineral seperti [[azurit]], [[malasit]], dan [[pirus]], dan telah digunakan secara luas dan historis sebagai pigmen. | ||
| Baris 9: | Baris 11: | ||
Tembaga yang digunakan dalam bangunan, biasanya untuk atap, teroksidasi membentuk [[patina]] hijau dari senyawa yang disebut [[kerak terusi|verdigris]]. Tembaga kadang-kadang digunakan dalam [[seni dekoratif]], baik dalam bentuk logam elemental maupun dalam senyawa sebagai pigmen. Senyawa tembaga digunakan sebagai [[Bakteriostatik|agen bakteriostatik]], [[fungisida]], dan [[bahan pengawet kayu|pengawet kayu]]. | Tembaga yang digunakan dalam bangunan, biasanya untuk atap, teroksidasi membentuk [[patina]] hijau dari senyawa yang disebut [[kerak terusi|verdigris]]. Tembaga kadang-kadang digunakan dalam [[seni dekoratif]], baik dalam bentuk logam elemental maupun dalam senyawa sebagai pigmen. Senyawa tembaga digunakan sebagai [[Bakteriostatik|agen bakteriostatik]], [[fungisida]], dan [[bahan pengawet kayu|pengawet kayu]]. | ||
Tembaga sangat penting untuk semua organisme hidup sebagai [[Mineral (nutrisi)|mineral diet]] karena ia merupakan konstituen kunci dari [[sitokrom c oksidase]]. Pada [[moluska]] dan [[krustasea]], tembaga merupakan konstituen dari pigmen [[hemosianin]] darah, digantikan oleh [[hemoglobin]] kompleks besi pada ikan dan [[vertebrata]] lainnya. Pada manusia, tembaga ditemukan terutama di hati, otot, dan tulang. Tubuh orang dewasa mengandung antara 1,4 dan 2,1 mg tembaga per kilogram berat badan. | Tembaga sangat penting untuk semua organisme hidup sebagai [[Mineral (nutrisi)|mineral diet]] karena ia merupakan konstituen kunci dari [[sitokrom c oksidase]]. Pada [[moluska]] dan [[krustasea]], tembaga merupakan konstituen dari pigmen [[hemosianin]] darah, digantikan oleh [[hemoglobin]] kompleks besi pada ikan dan [[vertebrata]] lainnya. Pada manusia, tembaga ditemukan terutama di hati, otot, dan tulang.<ref>[http://www.merckmanuals.com/home/disorders_of_nutrition/minerals/copper.html Copper]. ''Merck Manual Home Health Handbook''. Merck Sharp & Dohme Corp., a subsidiary of Merck & Co., Inc. 2008.</ref> Tubuh orang dewasa mengandung antara 1,4 dan 2,1 mg tembaga per kilogram berat badan.<ref>[http://www.copper.org/consumers/health/cu_health_uk.html Copper in human health].</ref> | ||
Β | |||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Sifat fisik=== | ===Sifat fisik=== | ||
Tembaga, [[perak]], dan [[emas]] berada di [[unsur golongan 11|golongan 11]] pada [[tabel periodik]]; ketiga logam ini memiliki satu elektron orbital-s di atas sebuah [[Kelopak elektron|kulit elektron]]-d yang terisi dan dicirikan oleh [[Keuletan (fisika)|keuletan]], serta konduktivitas listrik dan termal yang tinggi. Kulit-d yang terisi pada ketiga unsur ini berkontribusi sedikit pada interaksi antaratom, yang didominasi oleh elektron-s melalui [[ikatan logam]]. Tidak seperti logam dengan kulit-d yang tidak lengkap, ikatan logam pada tembaga tidak memiliki karakter [[ikatan kovalen|kovalen]] dan relatif lemah. Pengamatan ini menjelaskan [[Kekerasan (fisika)|kekerasan]] yang rendah dan keuletan yang tinggi dari [[kristal tunggal|monokristalin]] tembaga.<ref>George L. Trigg. [https://books.google.com/books?id=sVQ5RAAACAAJ Encyclopedia of Applied Physics]. VCH. 1992. Vol. 4: Combustion to Diamagnetism. hlm. 267β272. ISBN 978-3-527-28126-8.</ref> Pada skala makroskopis, kemunculan cacat yang diperluas ke [[Kisi Bravais|kisi kristal]], menghambat aliran material di bawah tekanan yang diterapkan, sehingga meningkatkan kekerasannya. Untuk alasan ini, tembaga biasanya dipasok dalam bentuk [[kristalit|polikristalin]] berbutir halus, yang memiliki kekuatan lebih besar daripada bentuk monokristalin.<ref>William F. Smith. [https://archive.org/details/foundationsofmat0000smit_u1l5 Foundations of Materials Science and Engineering]. McGraw-Hill Professional. 2003. hlm. [https://archive.org/details/foundationsofmat0000smit_u1l5/page/n246 223]. ISBN 978-0-07-292194-6.</ref> | |||
Kelunakan tembaga sebagian menjelaskan konduktivitas listriknya yang tinggi dan () dan konduktivitas termalnya yang tinggi, tertinggi kedua (kedua setelah perak) di antara logam murni pada suhu kamar.<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref> Hal ini dikarenakan resistivitas transpor elektron dalam logam pada suhu kamar terutama berasal dari hamburan elektron pada getaran termal kisi, yang relatif lemah pada logam lunak.<ref>George L. Trigg. [https://books.google.com/books?id=sVQ5RAAACAAJ Encyclopedia of Applied Physics]. VCH. 1992. Vol. 4: Combustion to Diamagnetism. hlm. 267β272. ISBN 978-3-527-28126-8.</ref> Kerapatan arus tembaga maksimum yang diperbolehkan di udara terbuka kira-kira sebesarΒ luas penampang, dan di atasnya ia mulai memanas secara berlebihan.<ref>Resistance Welding Manufacturing Alliance. ''Resistance Welding Manual''. Resistance Welding Manufacturing Alliance. 2003. hlm. 18β12. ISBN 978-0-9624382-0-2.</ref> | |||
Tembaga | Tembaga adalah salah satu dari sedikit unsur logam dengan warna alami selain abu-abu atau perak.<ref>William Chambers. [https://books.google.com/books?id=eGIMAAAAYAAJ Chambers's Information for the People]. W. & R. Chambers. 1884. Vol. L. hlm. 312. ISBN 978-0-665-46912-1.</ref> Tembaga murni berwarna oranye-merah dan memperoleh [[Noda (kimia)|noda]] kemerahan saat terkena udara. Hal ini disebabkan oleh [[osilasi plasma|frekuensi plasma]] tembaga yang rendah, yang terletak di bagian merah dari spektrum tampak, menyebabkannya menyerap warna hijau dan biru dengan frekuensi lebih tinggi.<ref>Harishankar Ramachandran. [http://ee.iitm.ac.in/~hsr/ec301/copper.pdf Why is Copper Red?]. ''IIT Madras''. 14 Maret 2007.</ref> | ||
Β | |||
Seperti logam lainnya, jika tembaga bersentuhan dengan logam lain, [[korosi galvanik]] akan terjadi.<ref>[http://www.corrosion-doctors.org/Forms-galvanic/galvanic-corrosion.htm Galvanic Corrosion]. ''Corrosion Doctors''.</ref> | |||
Β | |||
Seperti logam lainnya, jika tembaga bersentuhan dengan logam lain, [[korosi galvanik]] akan terjadi. | |||
===Sifat kimia=== | ===Sifat kimia=== | ||
Β | Tembaga tidak bereaksi dengan air, tetapi bereaksi perlahan dengan oksigen dari udara untuk membentuk lapisan tembaga oksida cokelat-hitam yang, tidak seperti [[karat]] yang terbentuk pada besi di udara lembap, akan melindungi logam di bawahnya dari korosi lebih lanjut ([[pasivasi (kimia)|pasivasi]]). Lapisan hijau [[Kerak terusi|verdigris]] (tembaga karbonat) sering terlihat pada struktur tembaga tua, seperti atap dari banyak bangunan tua<ref>Rene van Grieken. [https://books.google.com/books?id=3qL3vfUZHMYC Cultural Heritage Conservation and Environmental Impact Assessment by Non-Destructive Testing and Micro-Analysis]. CRC Press. 2005. hlm. 197. ISBN 978-0-203-97078-2.</ref> dan [[Patung Liberty]].<ref>[http://www.copper.org/education/liberty/liberty_reclothed1.html Copper.org: Education: Statue of Liberty: Reclothing the First Lady of Metals β Repair Concerns]. ''Copper.org''.</ref> Tembaga akan [[Noda (kimia)|ternoda]] bila terkena beberapa senyawa [[belerang]], di mana ia akan bereaksi membentuk berbagai [[tembaga sulfida]].<ref>B. I. Rickett. [https://archive.org/details/sim_journal-of-the-electrochemical-society_1995-11_142_11/page/3723 Composition of Copper Tarnish Products Formed in Moist Air with Trace Levels of Pollutant Gas: Hydrogen Sulfide and Sulfur Dioxide/Hydrogen Sulfide]. ''Journal of the Electrochemical Society''. 1995. Vol. 142 (11). hlm. 3723β3728. doi:10.1149/1.2048404.</ref> | ||
Β | |||
Tembaga tidak bereaksi dengan air, tetapi bereaksi perlahan dengan oksigen dari udara untuk membentuk lapisan tembaga oksida cokelat-hitam yang, tidak seperti [[karat]] yang terbentuk pada besi di udara lembap, akan melindungi logam di bawahnya dari korosi lebih lanjut ([[pasivasi (kimia)|pasivasi]]). Lapisan hijau [[Kerak terusi|verdigris]] (tembaga karbonat) sering terlihat pada struktur tembaga tua, seperti atap dari banyak bangunan tua dan [[Patung Liberty]]. Tembaga akan [[Noda (kimia)|ternoda]] bila terkena beberapa senyawa [[belerang]], di mana ia akan bereaksi membentuk berbagai [[tembaga sulfida]]. | |||
===Isotop=== | ===Isotop=== | ||
Terdapat 29 [[isotop]] tembaga. <sup>63</sup>Cu dan <sup>65</sup>Cu bersifat stabil, dengan <sup>63</sup>Cu membentuk sekitar 69% tembaga alami; keduanya memiliki [[spin]] .<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Isotop lainnya bersifat [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]], dengan yang paling stabil adalah <sup>67</sup>Cu dengan [[waktu paruh]] 61,83 jam.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Tujuh [[isomer nuklir|isotop metastabil]] telah dikarakterisasi; <sup>68m</sup>Cu adalah yang berumur paling panjang dengan waktu paruh 3,8 menit. Isotop dengan [[nomor massa]] di atas 64 mengalami [[peluruhan beta|Ξ²<sup>β</sup>]], sedangkan isotop dengan nomor massa di bawah 64 mengalami [[emisi positron|Ξ²<sup>+</sup>]]. [[Tembaga-64|<sup>64</sup>Cu]], yang memiliki waktu paruh 12,7 jam, meluruh melalui dua cara tersebut.<ref>[http://www.nndc.bnl.gov/chart/reCenter.jsp?z=29&n=35 Interactive Chart of Nuclides]. ''National Nuclear Data Center''.</ref> | |||
<sup>62</sup>Cu dan <sup>64</sup>Cu memiliki aplikasi yang signifikan. <sup>62</sup>Cu digunakan dalam <sup>62</sup>CuCu-PTSM sebagai [[pelacak radioaktif]] untuk [[tomografi emisi positron]].<ref>Hidehiko Okazawad. [http://jnm.snmjournals.org/cgi/reprint/35/12/1910.pdf Clinical Application and Quantitative Evaluation of Generator-Produced Copper-62-PTSM as a Brain Perfusion Tracer for PET]. ''Journal of Nuclear Medicine''. 1994. Vol. 35 (12). hlm. 1910β1915.</ref> | |||
Β | |||
<sup>62</sup>Cu dan <sup>64</sup>Cu memiliki aplikasi yang signifikan. <sup>62</sup>Cu digunakan dalam <sup>62</sup>CuCu-PTSM sebagai [[pelacak radioaktif]] untuk [[tomografi emisi positron]]. | |||
===Keterjadian=== | ===Keterjadian=== | ||
Tembaga diproduksi di dalam bintang masif<ref>Donatella Romano. ''Contrasting copper evolution in Ο Centauri and the Milky Way''. ''Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters''. 2007. Vol. 378 (1). hlm. L59βL63. doi:10.1111/j.1745-3933.2007.00320.x.</ref> dan terdapat di kerak Bumi dengan proporsi sekitar 50 bagian per juta (ppm).<ref>Emsley, John. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/121 121]β125. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Di alam, tembaga terjadi dalam berbagai mineral, meliputi [[tembaga asli]], tembaga sulfida seperti [[kalkopirit]], [[bornit]], [[digenit]], [[kovelit]], dan [[kalkosit]], tembaga [[mineral sulfosalt|sulfosalt]] seperti [[tetrahedrit|tetrahedit-tenantit]] dan [[enargit]], tembaga karbonat seperti [[azurit]] dan [[malasit]], serta sebagai tembaga(I) atau tembaga(II) oksida seperti [[kuprit]] dan [[tenorit]], masing-masing.<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref> Massa tembaga elemental terbesar yang ditemukan memiliki berat 420 ton dan ditemukan pada tahun 1857 di [[Semenanjung Keweenaw]] di [[Michigan]], Amerika Serikat.<ref>Emsley, John. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/121 121]β125. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Tembaga asli adalah sebuah [[Kristalit|polikristal]], dengan kristal tunggal terbesar yang pernah dijelaskan berukuran .<ref>P. C. Rickwood. [http://www.minsocam.org/ammin/AM66/AM66_885.pdf The largest crystals]. ''American Mineralogist''. 1981. Vol. 66. hlm. 885.</ref> Tembaga adalah unsur paling melimpah ke-25 di [[kerak Bumi]], membentuk sekitar 50 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]], dibandingkan dengan 75 ppm untuk [[seng]] dan 14 ppm untuk [[timbal]].<ref>Emsley, John. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. 124, 231, 449, 503. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> | |||
Β | Konsentrasi latar belakang khas tembaga tidak melebihiΒ di atmosfer;Β di dalam tanah;Β pada tumbuh-tumbuhan; 2 ΞΌg/L dalam air tawar danΒ dalam air laut.<ref>John Rieuwerts. [https://www.worldcat.org/oclc/886492996 The Elements of Environmental Pollution]. Earthscan Routledge. 2015. hlm. 207. ISBN 978-0-415-85919-6.</ref> | ||
Β | |||
Konsentrasi latar belakang khas tembaga tidak melebihiΒ di atmosfer;Β di dalam tanah;Β pada tumbuh-tumbuhan; 2 ΞΌg/L dalam air tawar danΒ dalam air laut. | |||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Β | Sebagian besar tembaga ditambang atau [[Ekstraksi tembaga|diekstraksi]] sebagai tembaga sulfida dari tambang terbuka besar dalam deposit [[Deposit tembaga porfiri|tembaga porfiri]] yang mengandung 0,4 hingga 1,0% tembaga. Contoh tambang yang ada antara lain [[Chuquicamata]], di Chili, [[Tambang Kanyon Bingham]], di Utah, Amerika Serikat, dan [[Tambang Chino|Tambang El Chino]], di New Mexico, Amerika Serikat. Menurut [[Survei Geologi Britania Raya]], pada tahun 2005, Chili adalah produsen tembaga terbesar dan menguasai sepertiga pasar dunia, diikuti oleh Amerika Serikat, Indonesia, dan Peru.<ref>C. R. Hammond. [https://archive.org/details/crchandbookofche81lide The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics]. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.</ref> Tembaga juga dapat diperoleh kembali melalui proses [[pelindian in situ|pelindian ''in-situ'']]. Beberapa lokasi di negara bagian Arizona dianggap sebagai kandidat utama untuk metode ini.<ref>Ryan Randazzo. [https://www.azcentral.com/arizonarepublic/business/articles/2011/06/19/20110619copper-new-method-fight.html A new method to harvest copper]. Azcentral.com. 19 Juni 2011.</ref> Jumlah tembaga yang digunakan terus meningkat dan kuantitas yang tersedia hampir tidak cukup untuk memungkinkan semua negara mencapai tingkat penggunaan dunia maju.<ref>R.B. Gordon. [https://archive.org/details/sim_proceedings-of-the-national-academy-of-sciences-usa_2006-01-31_103_5/page/1209 Metal stocks and sustainability]. ''Proceedings of the National Academy of Sciences''. 2006. Vol. 103 (5). hlm. 1209β1214. doi:10.1073/pnas.0509498103.</ref> Sumber tembaga alternatif untuk [[Penambangan bawah laut|pengumpulan]] yang saat ini sedang diteliti adalah [[Nodul mangan|nodul polimetalik]], yang terletak di [[Samudra Pasifik]] pada kedalaman sekitar 3000β6500 meter di bawah permukaan laut. Nodul ini mengandung logam berharga lainnya seperti [[kobalt]] dan [[nikel]].<ref>Yannick C. Beaudoin. [https://www.researchgate.net/publication/264763450 Deep Sea Minerals: Manganese Nodules, a physical, biological, environmental and technical review]. Secretariat of the Pacific Community. Desember 2013. hlm. 7β18. ISBN 978-82-7701-119-6.</ref> | ||
Β | |||
Sebagian besar tembaga ditambang atau [[Ekstraksi tembaga|diekstraksi]] sebagai tembaga sulfida dari tambang terbuka besar dalam deposit [[Deposit tembaga porfiri|tembaga porfiri]] yang mengandung 0,4 hingga 1,0% tembaga. Contoh tambang yang ada antara lain [[Chuquicamata]], di Chili, [[Tambang Kanyon Bingham]], di Utah, Amerika Serikat, dan [[Tambang Chino|Tambang El Chino]], di New Mexico, Amerika Serikat. Menurut [[Survei Geologi Britania Raya]], pada tahun 2005, Chili adalah produsen tembaga terbesar dan menguasai sepertiga pasar dunia, diikuti oleh Amerika Serikat, Indonesia, dan Peru. Tembaga juga dapat diperoleh kembali melalui proses [[pelindian in situ|pelindian ''in-situ'']]. Beberapa lokasi di negara bagian Arizona dianggap sebagai kandidat utama untuk metode ini. Jumlah tembaga yang digunakan terus meningkat dan kuantitas yang tersedia hampir tidak cukup untuk memungkinkan semua negara mencapai tingkat penggunaan dunia maju. Sumber tembaga alternatif untuk [[Penambangan bawah laut|pengumpulan]] yang saat ini sedang diteliti adalah [[Nodul mangan|nodul polimetalik]], yang terletak di [[Samudra Pasifik]] pada kedalaman sekitar 3000β6500 meter di bawah permukaan laut. Nodul ini mengandung logam berharga lainnya seperti [[kobalt]] dan [[nikel]]. | |||
===Cadangan dan harga=== | ===Cadangan dan harga=== | ||
Tembaga telah digunakan setidaknya selama 10.000 tahun, tetapi lebih dari 95% dari semua tembaga yang pernah ditambang dan [[Peleburan (metalurgi)|dilebur]] telah diekstraksi sejak tahun 1900.<ref>Andrew Leonard. [https://www.salon.com/2006/03/02/peak_copper/ Peak copper?]. ''Salon''. 3 Maret 2006.</ref> Seperti banyak sumber daya alam lainnya, jumlah total tembaga di Bumi sangat besar, dengan sekitar 10<sup>14</sup> ton dalam kilometer teratas kerak Bumi, yang bernilai sekitar 5 juta tahun pada tingkat ekstraksi saat ini. Namun, hanya sebagian kecil dari cadangan ini yang layak secara ekonomi dengan harga dan teknologi saat ini. Estimasi cadangan tembaga yang tersedia untuk pertambangan bervariasi dari 25 hingga 60 tahun, tergantung pada asumsi inti seperti tingkat pertumbuhan.<ref>Brown, Lester. [https://archive.org/details/planb20rescuingp00brow_0 Plan B 2.0: Rescuing a Planet Under Stress and a Civilization in Trouble]. New York: W.W. Norton. 2006. hlm. [https://archive.org/details/planb20rescuingp00brow_0/page/109 109]. ISBN 978-0-393-32831-8.</ref> Daur ulang adalah sumber utama tembaga di dunia modern.<ref>Andrew Leonard. [https://www.salon.com/2006/03/02/peak_copper/ Peak copper?]. ''Salon''. 3 Maret 2006.</ref> Karena faktor-faktor ini dan faktor lainnya, masa depan produksi dan pasokan tembaga menjadi bahan perdebatan, termasuk konsep [[tembaga puncak]], analog dengan [[peak oil|minyak puncak]]. | |||
Β | Harga tembaga secara historis tidak stabil,<ref>Christopher Schmitz. [https://archive.org/details/economic-history-review_1986-08_39_3/page/392 The Rise of Big Business in the World, Copper Industry 1870β1930]. ''Economic History Review''. 1986. Vol. 39 (3). hlm. 392β410. doi:10.1111/j.1468-0289.1986.tb00411.x.</ref> dan harganya meningkat dari level terendah dalam 60 tahun terakhir sebesar AS$0,60/lb (AS$1,32/kg) pada Juni 1999 menjadi $3,75/lb ($8,27/kg) pada Mei 2006. Harga tersebut turun menjadi $2,40/lb ($5,29/kg) pada Februari 2007, kemudian naik kembali menjadi $3,50/lb ($7,71/kg) pada April 2007.<ref>[http://metalspotprice.com/copper-trends/ Copper Trends: Live Metal Spot Prices].</ref> Pada Februari 2009, melemahnya permintaan global dan penurunan tajam harga komoditas sejak harga tertinggi tahun sebelumnya membuat harga tembaga berada di angka $1,51/lb ($3,32/kg).<ref>Ackerman, R. [https://www.forbes.com/2009/02/04/copper-frontera-southern-markets-equity-0205_china_51.html A Bottom in Sight For Copper]. 2 April 2009.</ref> Antara September 2010 dan Februari 2011, harga tembaga naik dari Β£5.000 per metrik ton menjadi Β£6.250 per metrik ton.<ref>Employment Appeal Tribunal, [https://assets.publishing.service.gov.uk/media/59d76e6240f0b63115586eaf/AEI_Cables_Ltd_v_1__GMB_and_Others_UKEAT_0375_12__LA.pdf AEI Cables Ltd. v GMB and others], 5 April 2013. Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref> | ||
Β | |||
===Metode=== | ===Metode=== | ||
Β | Konsentrasi tembaga pada bijih-bijih yang ada rata-rata hanya 0,6%, dan sebagian besar bijih komersial yang ada adalah sulfida, terutama kalkopirit (CuFeS<sub>2</sub>), bornit (Cu<sub>5</sub>FeS<sub>4</sub>) dan, pada tingkat yang lebih rendah, kovelit (CuS) dan kalkosit (Cu<sub>2</sub>S).<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebaliknya, konsentrasi rata-rata tembaga dalam nodul polimetalik diperkirakan 1,3%. Metode ekstraksi tembaga serta logam lain yang ditemukan dalam nodul ini meliputi pelindian belerang, [[Peleburan (metalurgi)|peleburan]], dan penerapan proses Cuprion.<ref>Kun Su. ''Thermodynamic and Experimental Study on Efficient Extraction of Valuable Metals from Polymetallic Nodules''. ''Minerals''. 2020. Vol. 10 (4). hlm. 360. doi:10.3390/min10040360.</ref><ref>International Seabed Authority. [https://isa.org.jm/files/files/documents/eng7.pdf Polymetallic Nodules]. International Seabed Authority.</ref> Untuk mineral yang ditemukan dalam bijih tanah, mereka dipekatkan dari bijih yang [[kominusi|dihancurkan]] hingga kadar tembaga 10β15% melalui [[pengapungan|flotasi buih]] atau [[pelindian biologis]].<ref>H.R. Watling. [http://infolib.hua.edu.vn/Fulltext/ChuyenDe/ChuyenDe07/CDe53/59.pdf The bioleaching of sulphide minerals with emphasis on copper sulphides β A review]. ''Hydrometallurgy''. 2006. Vol. 84 (1). hlm. 81β108. doi:10.1016/j.hydromet.2006.05.001.</ref> Pemanasan bahan ini dengan [[silikon dioksida|silika]] dalam [[peleburan kilat]] menghilangkan sebagian besar besi sebagai [[terak]]. Proses ini memanfaatkan kemudahan yang lebih besar untuk mengubah besi sulfida menjadi oksida, yang pada gilirannya bereaksi dengan silika untuk membentuk terak [[silikat]] yang mengapung di atas massa yang dipanaskan. ''Matte tembaga'' tembaga yang dihasilkan, terdiri dari Cu<sub>2</sub>S, [[Pemanggangan (metalurgi)|dipanggang]] untuk mengubah tembaga sulfida menjadi oksida:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Β | |||
Konsentrasi tembaga pada bijih-bijih yang ada rata-rata hanya 0,6%, dan sebagian besar bijih komersial yang ada adalah sulfida, terutama kalkopirit (CuFeS<sub>2</sub>), bornit (Cu<sub>5</sub>FeS<sub>4</sub>) dan, pada tingkat yang lebih rendah, kovelit (CuS) dan kalkosit (Cu<sub>2</sub>S). Sebaliknya, konsentrasi rata-rata tembaga dalam nodul polimetalik diperkirakan 1,3%. Metode ekstraksi tembaga serta logam lain yang ditemukan dalam nodul ini meliputi pelindian belerang, [[Peleburan (metalurgi)|peleburan]], dan penerapan proses Cuprion. Untuk mineral yang ditemukan dalam bijih tanah, mereka dipekatkan dari bijih yang [[kominusi|dihancurkan]] hingga kadar tembaga 10β15% melalui [[pengapungan|flotasi buih]] atau [[pelindian biologis]]. Pemanasan bahan ini dengan [[silikon dioksida|silika]] dalam [[peleburan kilat]] menghilangkan sebagian besar besi sebagai [[terak]]. Proses ini memanfaatkan kemudahan yang lebih besar untuk mengubah besi sulfida menjadi oksida, yang pada gilirannya bereaksi dengan silika untuk membentuk terak [[silikat]] yang mengapung di atas massa yang dipanaskan. ''Matte tembaga'' tembaga yang dihasilkan, terdiri dari Cu<sub>2</sub>S, [[Pemanggangan (metalurgi)|dipanggang]] untuk mengubah tembaga sulfida menjadi oksida: | |||
:2 Cu<sub>2</sub>S + 3 O<sub>2</sub> β 2 Cu<sub>2</sub>O + 2 SO<sub>2</sub> | :2 Cu<sub>2</sub>S + 3 O<sub>2</sub> β 2 Cu<sub>2</sub>O + 2 SO<sub>2</sub> | ||
Kuproksida bereaksi dengan kuprosulfida untuk diubah menjadi tembaga ''melepuh'' saat dipanaskan: | Kuproksida bereaksi dengan kuprosulfida untuk diubah menjadi tembaga ''melepuh'' saat dipanaskan: | ||
:2 Cu<sub>2</sub>O + Cu<sub>2</sub>S β 6 Cu + 2 SO<sub>2</sub> | :2 Cu<sub>2</sub>O + Cu<sub>2</sub>S β 6 Cu + 2 SO<sub>2</sub> | ||
Proses [[Matte (metalurgi)|matte]] Sudbury hanya mengubah setengah sulfida tersebut menjadi oksida dan kemudian menggunakan oksida ini untuk menghilangkan sisa belerang sebagai oksida. Ia kemudian disempurnakan secara elektrolitik dan lumpur anoda dieksploitasi untuk [[platina]] dan emas yang dikandungnya. Langkah ini memanfaatkan reduksi tembaga oksida menjadi logam tembaga yang relatif mudah. [[Gas fosil|Gas alam]] kemudian dialirkan ke seluruh lepuh untuk menghilangkan sebagian besar oksigen yang tersisa dan [[pengekstrakan elektrolisis]] dilakukan pada bahan yang dihasilkan untuk menghasilkan tembaga murni: | Proses [[Matte (metalurgi)|matte]] Sudbury hanya mengubah setengah sulfida tersebut menjadi oksida dan kemudian menggunakan oksida ini untuk menghilangkan sisa belerang sebagai oksida. Ia kemudian disempurnakan secara elektrolitik dan lumpur anoda dieksploitasi untuk [[platina]] dan emas yang dikandungnya. Langkah ini memanfaatkan reduksi tembaga oksida menjadi logam tembaga yang relatif mudah. [[Gas fosil|Gas alam]] kemudian dialirkan ke seluruh lepuh untuk menghilangkan sebagian besar oksigen yang tersisa dan [[pengekstrakan elektrolisis]] dilakukan pada bahan yang dihasilkan untuk menghasilkan tembaga murni:<ref>Carl Samans. [https://archive.org/details/in.ernet.dli.2015.19384 Engineering metals and their alloys]. Macmillan. 1949.</ref> | ||
:Cu<sup>2+</sup> + 2 e<sup>β</sup> β Cu | :Cu<sup>2+</sup> + 2 e<sup>β</sup> β Cu | ||
===Daur ulang=== | ===Daur ulang=== | ||
Seperti [[aluminium]], tembaga dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitasnya, baik dari keadaan mentah maupun dari produk manufaktur. Dilihat dari volumenya, tembaga adalah logam yang paling banyak didaur ulang ketiga setelah besi dan aluminium. Diperkirakan 80% dari semua tembaga yang pernah ditambang masih digunakan hingga saat ini. Menurut [[laporan Persediaan Logam dalam Masyarakat]] dari [[International Resource Panel]], pemakaian tembaga per kapita global adalah sekitar 35β55 kg. Sebagian besar pemakaiannya terjadi di negara-negara yang lebih maju (140β300 kg per kapita) daripada negara-negara kurang berkembang (30β40 kg per capita). | Seperti [[aluminium]], tembaga dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitasnya, baik dari keadaan mentah maupun dari produk manufaktur.<ref>Ali Mufit Bahadir. [https://books.google.com/books?id=5_QLBwAAQBAJ&q=copper+recyclable+without+any+loss+of+quality&pg=PA249 The Role of Ecological Chemistry in Pollution Research and Sustainable Development]. Springer. 2009. ISBN 978-90-481-2903-4.</ref> Dilihat dari volumenya, tembaga adalah logam yang paling banyak didaur ulang ketiga setelah besi dan aluminium.<ref>Dan Green. [https://books.google.com/books?id=BnN3DAAAQBAJ&q=%C2%A0copper+third+most+recycled+metal+after+iron+and+aluminium&pg=PT281 The Periodic Table in Minutes]. Quercus. 2016. ISBN 978-1-68144-329-4.</ref> Diperkirakan 80% dari semua tembaga yang pernah ditambang masih digunakan hingga saat ini.<ref>[http://www.copperinfo.com/environment/recycling.html International Copper Association].</ref> Menurut [[laporan Persediaan Logam dalam Masyarakat]] dari [[International Resource Panel]], pemakaian tembaga per kapita global adalah sekitar 35β55 kg. Sebagian besar pemakaiannya terjadi di negara-negara yang lebih maju (140β300 kg per kapita) daripada negara-negara kurang berkembang (30β40 kg per capita). | ||
Proses daur ulang tembaga kira-kira sama dengan yang digunakan untuk mengekstraksi tembaga tetapi membutuhkan langkah yang lebih sedikit. Tembaga bekas dengan kemurnian tinggi dilebur dalam sebuah [[Tanur metalurgi|tanur]] dan kemudian [[redoks|direduksi]] dan dicetak menjadi [[Produk pengecoran logam setengah jadi#Bilet|bilet]] dan [[batang logam|ingot]]; tembaga bekas dengan kemurnian lebih rendah dimurnikan melalui [[penyepuhan]] dalam bak [[asam sulfat]]. | Proses daur ulang tembaga kira-kira sama dengan yang digunakan untuk mengekstraksi tembaga tetapi membutuhkan langkah yang lebih sedikit. Tembaga bekas dengan kemurnian tinggi dilebur dalam sebuah [[Tanur metalurgi|tanur]] dan kemudian [[redoks|direduksi]] dan dicetak menjadi [[Produk pengecoran logam setengah jadi#Bilet|bilet]] dan [[batang logam|ingot]]; tembaga bekas dengan kemurnian lebih rendah dimurnikan melalui [[penyepuhan]] dalam bak [[asam sulfat]].<ref>[http://www.copper.org/publications/newsletters/innovations/1998/06/recycle_overview.html "Overview of Recycled Copper" ''Copper.org'']. (25 Agustus 2010). Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref> | ||
==Paduan== | ==Paduan== | ||
Terdapat banyak [[Logam paduan|paduan]] tembaga yang telah diformulasikan, banyak di antaranya memiliki kegunaan penting. [[Kuningan]] adalah paduan tembaga dan [[seng]]. [[Perunggu]] biasanya mengacu pada paduan tembaga-[[timah]], tetapi dapat merujuk pada paduan tembaga apa pun seperti [[perunggu aluminium]]. Tembaga adalah salah satu konstituen terpenting dari solder perak dan emas [[Kemurnian (metalurgi)#Karat|karat]] yang digunakan dalam industri perhiasan, mengubah warna, kekerasan, dan titik lebur paduan yang dihasilkan.<ref>[http://www.utilisegold.com/jewellery_technology/colours/colour_alloys/ Gold Jewellery Alloys]. World Gold Council.</ref> Beberapa [[Solder#Paduan|solder]] bebas timbal terdiri dari paduan timah dengan sebagian kecil tembaga dan logam lainnya.<ref>[http://www.balverzinn.com/downloads/Solder_Sn97Cu3.pdf Balver Zinn Solder Sn97Cu3] . (PDF) . balverzinn.com. Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref> | |||
Β | Paduan tembaga dan [[nikel]], disebut [[kupronikel]], digunakan dalam koin berdenominasi rendah, sering kali untuk kelongsong luar. Koin lima sen A.S. (saat ini disebut ''[[Nickel (uang koin Amerika Serikat)|nikel]]'') terdiri dari 75% tembaga dan 25% nikel dalam komposisi homogen. Sebelum pengenalan kupronikel, yang diadopsi secara luas oleh banyak negara pada paruh kedua abad ke-20,<ref>D. V. Deane. [https://www.britnumsoc.org/publications/Digital%20BNJ/pdfs/1968_BNJ_37_20.pdf Modern Coinage Systems]. ''British Numismatic Society''.</ref> paduan tembaga dan [[perak]] juga digunakan, dengan Amerika Serikat menggunakan paduan 90% perak dan 10% tembaga hingga tahun 1965, ketika perak yang beredar telah dihapus dari semua koin dengan pengecualian Setengah dolar - mereka diturunkan menjadi paduan 40% perak dan 60% tembaga antara tahun 1965 dan 1970.<ref>[https://www.apmex.com/education/bullion/what-is-90-percent-silver-junk-silver What is 90% Silver?]. ''American Precious Metals Exchange (APMEX)''.</ref> Paduan 90% tembaga dan 10% nikel tidaklah biasa karena ketahanannya terhadap korosi, digunakan untuk berbagai benda yang terpapar air laut, meskipun rentan terhadap sulfida yang terkadang ditemukan di pelabuhan dan muara yang tercemar.<ref>[https://books.google.com/books?id=8C7pXhnqje4C Corrosion Tests and Standards]. ASTM International. 2005. hlm. 368.</ref> Paduan tembaga dengan aluminium (sekitar 7%) memiliki warna keemasan dan digunakan dalam dekorasi.<ref>Emsley, John. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/121 121]β125. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> ''[[ShakudΕ]]'' adalah paduan tembaga dekoratif Jepang yang mengandung persentase emas yang rendah, biasanya 4β10%, yang dapat di[[patina]]kan menjadi warna biru tua atau hitam.<ref>Hachiro Oguchi. ''Japanese ShakudΕ: its history, properties and production from gold-containing alloys''. ''Gold Bulletin''. 1983. Vol. 16 (4). hlm. 125β132. doi:10.1007/BF03214636.</ref> | ||
Β | |||
Paduan tembaga dan [[nikel]], disebut [[kupronikel]], digunakan dalam koin berdenominasi rendah, sering kali untuk kelongsong luar. Koin lima sen A.S. (saat ini disebut ''[[Nickel (uang koin Amerika Serikat)|nikel]]'') terdiri dari 75% tembaga dan 25% nikel dalam komposisi homogen. Sebelum pengenalan kupronikel, yang diadopsi secara luas oleh banyak negara pada paruh kedua abad ke-20, paduan tembaga dan [[perak]] juga digunakan, dengan Amerika Serikat menggunakan paduan 90% perak dan 10% tembaga hingga tahun 1965, ketika perak yang beredar telah dihapus dari semua koin dengan pengecualian Setengah dolar - mereka diturunkan menjadi paduan 40% perak dan 60% tembaga antara tahun 1965 dan 1970. Paduan 90% tembaga dan 10% nikel tidaklah biasa karena ketahanannya terhadap korosi, digunakan untuk berbagai benda yang terpapar air laut, meskipun rentan terhadap sulfida yang terkadang ditemukan di pelabuhan dan muara yang tercemar. Paduan tembaga dengan aluminium (sekitar 7%) memiliki warna keemasan dan digunakan dalam dekorasi. ''[[ShakudΕ]]'' adalah paduan tembaga dekoratif Jepang yang mengandung persentase emas yang rendah, biasanya 4β10%, yang dapat di[[patina]]kan menjadi warna biru tua atau hitam. | |||
===Komposisi=== | ===Komposisi=== | ||
Kemiripan tampilan luar dari berbagai paduan, bersama dengan kombinasi unsur yang berbeda yang digunakan saat membuat setiap paduan, dapat menimbulkan kebingungan saat mengkategorikan komposisi yang berbeda. Ada sebanyak 400 komposisi tembaga dan paduan tembaga berbeda yang dikelompokkan secara longgar ke dalam kategori: tembaga, paduan tembaga tinggi, kuningan, perunggu, nikel tembaga, tembaga-nikel-seng (perak nikel), tembaga bertimbal, dan paduan khusus. Tabel berikut mencantumkan elemen paduan utama untuk empat jenis yang lebih umum digunakan dalam industri modern, bersama dengan nama untuk setiap jenis. Jenis sejarah, seperti yang menjadi ciri Zaman Perunggu, lebih kabur karena campuran umumnya bervariasi. | Kemiripan tampilan luar dari berbagai paduan, bersama dengan kombinasi unsur yang berbeda yang digunakan saat membuat setiap paduan, dapat menimbulkan kebingungan saat mengkategorikan komposisi yang berbeda. Ada sebanyak 400 komposisi tembaga dan paduan tembaga berbeda yang dikelompokkan secara longgar ke dalam kategori: tembaga, paduan tembaga tinggi, kuningan, perunggu, nikel tembaga, tembaga-nikel-seng (perak nikel), tembaga bertimbal, dan paduan khusus. Tabel berikut mencantumkan elemen paduan utama untuk empat jenis yang lebih umum digunakan dalam industri modern, bersama dengan nama untuk setiap jenis. Jenis sejarah, seperti yang menjadi ciri Zaman Perunggu, lebih kabur karena campuran umumnya bervariasi. | ||
{| class="wikitable" | |||
|+Klasifikasi tembaga dan paduannya | |||
|- | |||
!Keluarga!!Unsur paduan utama!!nomor UN | |||
|- | |||
|Paduan tembaga, kuningan||Seng (Zn)||C1xxxx–C4xxxx,C66400–C69800 | |||
|- | |||
|[[Perunggu fosfor]]||Timah (Sn)||C5xxxx | |||
|- | |||
|[[Perunggu aluminium]]||Aluminium (Al)||C60600–C64200 | |||
|- | |||
|Perunggu [[silikon]]||Silikon (Si)||C64700–C66100 | |||
|- | |||
|[[Kupronikel]], [[perak nikel]]||Nikel (Ni)||C7xxxx | |||
|} | |||
Tabel berikut menguraikan komposisi kimia dari berbagai tingkat paduan tembaga. | Tabel berikut menguraikan komposisi kimia dari berbagai tingkat paduan tembaga. | ||
Β | {| class="wikitable" | ||
|+ Komposisi kimia paduan tembaga<ref>[http://www.ischumann.com/brass_bronze.html Brass and Bronze Alloys]..</ref> | |||
|- | |||
! Keluarga !! CDA !! AMS !! UNS !! Cu [%] !! [[Timah|Sn]] [%] !! [[Timbal|Pb]] [%] !! [[Seng|Zn]] [%] !! [[Nikel|Ni]] [%] !! [[Besi|Fe]] [%] !! [[Aluminium|Al]] [%] !! Lainnya [%] | |||
|- | |||
| rowspan=4 | Kuningan merah || 833 || || C83300 || 93 || 1.5 || 1.5 || 4 || || || || | |||
|- | |||
|Β || || C83400<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C83400&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C83400 UNS C83400]..</ref> || 90 ||Β ||Β || 10 || || || || | |||
|- | |||
| 836 || 4855B || C83600 || 85 || 5 || 5 || 5 || || || || | |||
|- | |||
| 838 || || C83800 || 83 || 4 || 6 || 7 || || || || | |||
|- | |||
| rowspan=3 | Kuningan setengah merah || 844 || || C84400 || 81 || 3 || 7 || 9 || || || || | |||
|- | |||
| 845 || || C84500 || 78 || 3 || 7 || 12 || || || || | |||
|- | |||
| 848 || || C84800 || 76 || 3 || 6 || 15 || || || || | |||
|- | |||
| rowspan=4 | Perunggu mangan ||Β ||Β || C86100<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C86100&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C86100 UNS C86100]..</ref> || 67 || 0,5 ||Β || 21 || || 3 || 5 || Mn 4 | |||
|- | |||
| 862<sup>β </sup> ||Β || C86200 || 64 ||Β ||Β || 26 || || 3 || 4 || Mn 3 | |||
|- | |||
| 863<sup>β </sup> || 4862B || C86300 || 63 ||Β ||Β || 25 || || 3 || 6 || Mn 3 | |||
|- | |||
| 865 || 4860A || C86500 || 58 || 0,5 ||Β || 39,5 || || 1 || 1 || Mn 0,25 | |||
|- | |||
| rowspan=3 | Perunggu timah || 903 ||Β || C90300 || 88 || 8 ||Β || 4 || || || || | |||
|- | |||
| 905 || 4845D || C90500 || 88 || 10 || 0,3 maks || 2 || || || || | |||
|- | |||
| 907 ||Β || C90700 || 89 || 11 || 0,5 maks || 0,5 maks || || || || | |||
|- | |||
| rowspan=4 | Perunggu timah bertimbal || 922 ||Β || C92200 || 88 || 6 || 1,5 || 4,5 || || || || | |||
|- | |||
| 923 ||Β || C92300 || 87 || 8 || 1 maks || 4 || || || || | |||
|- | |||
| 926 || 4846A || C92600 || 87 || 10 || 1 || 2 || || || || | |||
|- | |||
| 927 ||Β || C92700 || 88 || 10 || 2 || 0,7 maks || || || || | |||
|- | |||
| rowspan=6 | Perunggu timah bertimbal tinggi || 932 ||Β || C93200 || 83 || 7 || 7 || 3 || || || || | |||
|- | |||
| 934 || || C93400 || 84 || 8 || 8 || 0,7 maks || || || || | |||
|- | |||
| 935 ||Β || C93500 || 85 || 5 || 9 || 1 || 0,5 maks || || || | |||
|- | |||
| 937 || 4842A || C93700 || 80 || 10 || 10 ||Β || 0,7 maks || || || | |||
|- | |||
| 938 ||Β || C93800 || 78 || 7 || 15 ||Β || 0,75 maks || || || | |||
|- | |||
| 943 || 4840A || C94300 || 70 || 5 || 25 ||Β || 0,7 maks || || || | |||
|- | |||
| rowspan=8 | Perunggu aluminium || 952 ||Β || C95200 || 88 || || ||Β || || 3 || 9 || | |||
|- | |||
| 953 || || C95200 || 89 || || ||Β || || 1 || 10 || | |||
|- | |||
| 954 || 4870B<br />4872B || C95400 || 85 || ||Β ||Β || || 4 || 11 || | |||
|- | |||
| ||Β || C95410<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C95410&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C95410 UNS C95410]..</ref> || 85 || ||Β ||Β || || 4 || 11 || Ni 2 | |||
|- | |||
| 955 || || C95500 || 81 || ||Β ||Β || 4 || 4 || 11 || | |||
|- | |||
| || || C95600<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C95600&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C95600 UNS C95600]..</ref> || 91 || ||Β ||Β ||Β ||Β || 7 || Si 2 | |||
|- | |||
| || || C95700<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C95700%20&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C95700 UNS C95700]..</ref> || 75 || ||Β ||Β || 2 || 3 || 8 || Mn 12 | |||
|- | |||
| 958 ||Β || C95800 || 81 || ||Β ||Β || 5 || 4 || 9 || Mn 1 | |||
|- | |||
| rowspan=6 | Perunggu silikon || || || C87200<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C87200&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C87200 UNS C87200]..</ref> || 89 || || || || || ||Β || Si 4 | |||
|- | |||
| || || C87400<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C87400&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C87400 UNS C87400]..</ref> || 83 ||Β ||Β || 14 ||Β ||Β ||Β || Si 3 | |||
|- | |||
| || || C87500<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C87500&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C87500 UNS C87500]..</ref> || 82 || || || 14 || ||Β ||Β || Si 4 | |||
|- | |||
| || || C87600<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C87600&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C87600 UNS C87600]..</ref> || 90 ||Β ||Β || 5,5 ||Β ||Β ||Β || Si 4,5 | |||
|- | |||
| 878 || || C87800<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C87800&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C87800 UNS C87800]..</ref> || 80 ||Β ||Β || 14 || ||Β ||Β || Si 4 | |||
|- | |||
| || || C87900<ref>[http://www.efunda.com/materials/alloys/copper/show_copper.cfm?ID=UNS_C87900&show_prop=all&Page_Title=UNS%20C87900 UNS C87900]..</ref> || 65 || ||Β || 34 ||Β ||Β ||Β || Si 1 | |||
|- | |||
| colspan=12 | <sup>β </sup> Komposisi kimia dapat bervariasi untuk menghasilkan sifat mekanik | |||
|} | |||
==Senyawa== | ==Senyawa== | ||
Β | Tembaga membentuk berbagai macam senyawa, biasanya dengan [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +1 dan +2, yang masing-masing sering disebut ''kupro'' dan ''kupri''.<ref>A.F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> Senyawa tembaga, baik [[Kompleks koordinasi|kompleks]] organik maupun [[Kimia organologam|organologam]], mempromosikan atau mengatalisasi berbagai proses kimia dan biologi.<ref>Rachel Trammell. ''Copper-Promoted Functionalization of Organic Molecules: from Biologically Relevant Cu/O2 Model Systems to Organometallic Transformations''. ''Chemical Reviews''. 30 Januari 2019. Vol. 119 (4). hlm. 2954β3031. doi:10.1021/acs.chemrev.8b00368.</ref> | ||
Β | |||
Tembaga membentuk berbagai macam senyawa, biasanya dengan [[bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] +1 dan +2, yang masing-masing sering disebut ''kupro'' dan ''kupri''. Senyawa tembaga, baik [[Kompleks koordinasi|kompleks]] organik maupun [[Kimia organologam|organologam]], mempromosikan atau mengatalisasi berbagai proses kimia dan biologi. | |||
===Senyawa biner=== | ===Senyawa biner=== | ||
Seperti unsur lainnya, senyawa tembaga yang paling sederhana adalah [[senyawa biner]], yaitu senyawa yang hanya mengandung dua unsur, contoh utamanya adalah oksida, sulfida, dan [[halida]]. [[Tembaga(I) oksida|Kupro-]] dan [[Tembaga(II) oksida|kuprioksida]] telah diketahui. Di antara banyak [[tembaga sulfida]], contoh pentingnya ialah [[tembaga(I) sulfida]] () dan [[tembaga monosulfida]] (). | Seperti unsur lainnya, senyawa tembaga yang paling sederhana adalah [[senyawa biner]], yaitu senyawa yang hanya mengandung dua unsur, contoh utamanya adalah oksida, sulfida, dan [[halida]]. [[Tembaga(I) oksida|Kupro-]] dan [[Tembaga(II) oksida|kuprioksida]] telah diketahui. Di antara banyak [[tembaga sulfida]],<ref>A. F. Wells. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural Inorganic Chemistry]. Oxford University Press. 1984. hlm. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1/page/n1193 1142]β1145. ISBN 978-0-19-965763-6.</ref> contoh pentingnya ialah [[tembaga(I) sulfida]] () dan [[tembaga monosulfida]] ().<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Kuprohalida dengan [[Tembaga(I) fluorida|fluorin]], [[Tembaga(I) klorida|klorin]], [[Tembaga(I) bromida|bromin]], dan [[Tembaga(I) iodida|iodin]] telah dikenal, sama seperti kuprihalida dengan [[Tembaga(II) fluorida|fluorin]], [[Tembaga(II) klorida|klorin]], dan [[Tembaga(II) bromida|bromin]]. Percobaan untuk membuat tembaga(II) iodida hanya menghasilkan tembaga(I) iodida dan iodin. | Kuprohalida dengan [[Tembaga(I) fluorida|fluorin]], [[Tembaga(I) klorida|klorin]], [[Tembaga(I) bromida|bromin]], dan [[Tembaga(I) iodida|iodin]] telah dikenal, sama seperti kuprihalida dengan [[Tembaga(II) fluorida|fluorin]], [[Tembaga(II) klorida|klorin]], dan [[Tembaga(II) bromida|bromin]]. Percobaan untuk membuat tembaga(II) iodida hanya menghasilkan tembaga(I) iodida dan iodin.<ref>A.F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> | ||
:2 Cu<sup>2+</sup> + 4 I<sup>β</sup> β 2 CuI + I<sub>2</sub> | :2 Cu<sup>2+</sup> + 4 I<sup>β</sup> β 2 CuI + I<sub>2</sub> | ||
===Kimia koordinasi=== | ===Kimia koordinasi=== | ||
Β | Tembaga membentuk [[kompleks koordinasi]] dengan beberapa [[ligan]]. Dalam larutan berair, tembaga(II) eksis sebagai . Kompleks ini menunjukkan nilai tukar air tercepat (kecepatan pengikatan dan pelepasan ligan air) untuk setiap [[kompleks akuo logam]] transisi. Menambahkan larutan [[natrium hidroksida]] akan menyebabkan pengendapan [[tembaga(II) hidroksida]] padat berwarna biru muda. Persamaan yang disederhanakan adalah: Β | ||
Tembaga membentuk [[kompleks koordinasi]] dengan beberapa [[ligan]]. Dalam larutan berair, tembaga(II) eksis sebagai . Kompleks ini menunjukkan nilai tukar air tercepat (kecepatan pengikatan dan pelepasan ligan air) untuk setiap [[kompleks akuo logam]] transisi. Menambahkan larutan [[natrium hidroksida]] akan menyebabkan pengendapan [[tembaga(II) hidroksida]] padat berwarna biru muda. Persamaan yang disederhanakan adalah: | |||
:Cu<sup>2+</sup> + 2 OH<sup>β</sup> β Cu(OH)<sub>2</sub> | :Cu<sup>2+</sup> + 2 OH<sup>β</sup> β Cu(OH)<sub>2</sub> | ||
[[Amonium hidroksida|Amonia berair]] menghasilkan endapan yang sama. Setelah menambahkan amonia berlebih, endapan tersebut akan larut, membentuk [[Pereaksi Schweizer|tetraamminatembaga(II)]]: | [[Amonium hidroksida|Amonia berair]] menghasilkan endapan yang sama. Setelah menambahkan amonia berlebih, endapan tersebut akan larut, membentuk [[Pereaksi Schweizer|tetraamminatembaga(II)]]: | ||
: + 4 NH<sub>3</sub> βΒ + 2 H<sub>2</sub>O + 2 OH<sup>β</sup> | : + 4 NH<sub>3</sub> βΒ + 2 H<sub>2</sub>O + 2 OH<sup>β</sup> | ||
Banyak [[oksianion]] lainnya membentuk kompleks; mereka meliputi [[tembaga(II) asetat]], [[tembaga(II) nitrat]], dan [[tembaga(II) karbonat]]. [[Tembaga(II) sulfat]] membentuk penta[[hidrat]] kristalin biru, senyawa tembaga yang paling dikenal di laboratorium. Ia digunakan dalam [[fungisida]] yang disebut [[campuran Bordeaux]]. | Banyak [[oksianion]] lainnya membentuk kompleks; mereka meliputi [[tembaga(II) asetat]], [[tembaga(II) nitrat]], dan [[tembaga(II) karbonat]]. [[Tembaga(II) sulfat]] membentuk penta[[hidrat]] kristalin biru, senyawa tembaga yang paling dikenal di laboratorium. Ia digunakan dalam [[fungisida]] yang disebut [[campuran Bordeaux]].<ref>Wiley-Vch. [https://books.google.com/books?id=cItuoO9zSjkC&pg=PA623 Ullmann's Agrochemicals]. 2 April 2007. hlm. 623. ISBN 978-3-527-31604-5.</ref> | ||
Β | [[Poliol]], senyawa yang mengandung lebih dari satu [[gugus fungsi]] alkohol, umumnya berinteraksi dengan garam tembaga. Misalnya, garam tembaga digunakan untuk menguji [[gula pereduksi]]. Secara khusus, dengan menggunakan [[Larutan Benedict|reagen Benedict]] dan [[larutan Fehling]], adanya gula tersebut ditandai dengan perubahan warna dari tembaga(II) biru menjadi tembaga(I) oksida kemerahan.<ref>Ralph L. Shriner, Christine K.F. Hermann, Terence C. Morrill, David Y. Curtin, Reynold C. Fuson "The Systematic Identification of Organic Compounds" edisi ke-8, J. Wiley, Hoboken.</ref> Reagen Schweizer dan kompleks terkait dengan [[Etilendiamina|etilenadiamina]] dan [[amina]] lainnya melarutkan [[selulosa]].<ref>Kay SaalwΓ€chter. ''Cellulose Solutions in Water Containing Metal Complexes''. ''Macromolecules''. 2000. Vol. 33 (11). hlm. 4094β4107. doi:10.1021/ma991893m.</ref> [[Asam amino]] seperti sistina membentuk [[pengelatan|kompleks kelat]] yang sangat stabil dengan tembaga(II)<ref>Deodhar, S., Huckaby, J., Delahoussaye, M. dan DeCoster, M.A., Agustus 2014. High-aspect ratio bio-metallic nanocomposites for cellular interactions. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 64, No. 1, hlm. 012014). https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/64/1/012014/meta.</ref><ref>Kelly, K.C., Wasserman, J.R., Deodhar, S., Huckaby, J. dan DeCoster, M.A., 2015. Generation of scalable, metallic high-aspect ratio nanocomposites in a biological liquid medium. Journal of Visualized Experiments, (101), hlm.e52901. https://www.jove.com/t/52901/generation-scalable-metallic-high-aspect-ratio-nanocomposites.</ref><ref>Karan, A., Darder, M., Kansakar, U., Norcross, Z. dan DeCoster, M.A., 2018. Integration of a Copper-Containing Biohybrid (CuHARS) with Cellulose for Subsequent Degradation and Biomedical Control. International journal of environmental research and public health, 15(5), hlm.844. https://www.mdpi.com/1660-4601/15/5/844</ref> termasuk dalam bentuk [[biohibrida logamβorganik]] (MOBs). Ada banyak uji kimia basah untuk ion tembaga, salah satunya melibatkan [[kalium ferisianida]], yang menghasilkan endapan biru cemerlang dengan garam tembaga(II).<ref>James Birk. [https://chem.libretexts.org/Bookshelves/Analytical_Chemistry/Supplemental_Modules_(Analytical_Chemistry)/Qualitative_Analysis/Characteristic_Reactions_of_Select_Metal_Ions/Characteristic_Reactions_of_Iron__(Fe%C2%B3%E2%81%BA) Characteristic Reactions of Iron (FeΒ³βΊ)]. ''LibreText Chemistry''. LibreText. 3 April 2018.</ref> | ||
[[Poliol]], senyawa yang mengandung lebih dari satu [[gugus fungsi]] alkohol, umumnya berinteraksi dengan garam tembaga. Misalnya, garam tembaga digunakan untuk menguji [[gula pereduksi]]. Secara khusus, dengan menggunakan [[Larutan Benedict|reagen Benedict]] dan [[larutan Fehling]], adanya gula tersebut ditandai dengan perubahan warna dari tembaga(II) biru menjadi tembaga(I) oksida kemerahan. Reagen Schweizer dan kompleks terkait dengan [[Etilendiamina|etilenadiamina]] dan [[amina]] lainnya melarutkan [[selulosa]]. [[Asam amino]] seperti sistina membentuk [[pengelatan|kompleks kelat]] yang sangat stabil dengan tembaga(II) termasuk dalam bentuk [[biohibrida logamβorganik]] (MOBs). Ada banyak uji kimia basah untuk ion tembaga, salah satunya melibatkan [[kalium ferisianida]], yang menghasilkan endapan biru cemerlang dengan garam tembaga(II). | |||
===Kimia organotembaga=== | ===Kimia organotembaga=== | ||
Β | Senyawa yang mengandung ikatan karbonβtembaga dikenal sebagai senyawa organotembaga. Mereka sangat reaktif terhadap oksigen untuk membentuk tembaga(I) oksida dan memiliki [[Reaksi pereaksi organotembaga|banyak kegunaan dalam kimia]]. Mereka disintesis dengan mereaksikan senyawa tembaga(I) dengan [[Reaksi Grignard|reagen Grignard]], [[Alkuna#Alkuna terminal dan internal|alkuna terminal]] atau [[Pereaksi organolitium|reagen organolitium]];<ref>"Modern Organocopper Chemistry" Norbert Krause, Ed., Wiley-VCH, Weinheim, 2002. .</ref> khususnya, reaksi terakhir yang dijelaskan menghasilkan [[Pereaksi Gilman|reagen Gilman]]. Mereka dapat mengalami [[Reaksi substitusi|substitusi]] dengan [[Haloalkana|alkil halida]] untuk membentuk [[Reaksi penggandengan|produk penggandengan]]; dengan demikian, mereka dinilai penting dalam bidang [[sintesis organik]]. [[Tembaga(I) asetilida]] sangat peka terhadap kejutan tetapi merupakan perantara dalam reaksi seperti [[penggandengan CadiotβChodkiewicz]]<ref>JosΓ© BernΓ‘. ''CadiotβChodkiewicz Active Template Synthesis of Rotaxanes and Switchable Molecular Shuttles with Weak Intercomponent Interactions''. ''Angewandte Chemie''. 26 Mei 2008. Vol. 120 (23). hlm. 4464β4468. doi:10.1002/ange.200800891.</ref> dan [[penggandengan Sonogashira]].<ref>Rafael Chinchilla. ''The Sonogashira Reaction: A Booming Methodology in Synthetic Organic Chemistry''. ''Chemical Reviews''. 2007. Vol. 107 (3). hlm. 874β922. doi:10.1021/cr050992x.</ref> [[Adisi konjugat nukleofilik|Adisi konjugat]] pada [[Senyawa karbonil Ξ±,Ξ²-tak jenuh#Enona|enona]]<ref>[http://www.orgsyn.org/orgsyn/pdfs/CV7P0236.pdf An Addition of an Ethylcopper Complex to 1-Octyne: (E)-5-Ethyl-1,4-Undecadiene]. ''Organic Syntheses''. 1986. Vol. 64. hlm. 1. doi:10.15227/orgsyn.064.0001.</ref> dan [[karbometalasi|karbokuprasi]] alkuna<ref>M.S. Kharasch. ''Factors Determining the Course and Mechanisms of Grignard Reactions. II. The Effect of Metallic Compounds on the Reaction between Isophorone and Methylmagnesium Bromide''. ''Journal of the American Chemical Society''. 1941. Vol. 63 (9). hlm. 2308β2316. doi:10.1021/ja01854a005.</ref> juga dapat dicapai dengan senyawa organotembaga. Tembaga(I) membentuk berbagai kompleks lemah dengan [[alkena]] dan [[karbon monoksida]], terutama dengan adanya ligan amina.<ref>Sadako Imai. ''63 Cu NMR Study of Copper(I) Carbonyl Complexes with Various Hydrotris(pyrazolyl)borates: Correlation between 63Cu Chemical Shifts and CO Stretching Vibrations''. ''Inorganic Chemistry''. 1998. Vol. 37 (12). hlm. 3066β3070. doi:10.1021/ic970138r.</ref> | ||
Senyawa yang mengandung ikatan karbonβtembaga dikenal sebagai senyawa organotembaga. Mereka sangat reaktif terhadap oksigen untuk membentuk tembaga(I) oksida dan memiliki [[Reaksi pereaksi organotembaga|banyak kegunaan dalam kimia]]. Mereka disintesis dengan mereaksikan senyawa tembaga(I) dengan [[Reaksi Grignard|reagen Grignard]], [[Alkuna#Alkuna terminal dan internal|alkuna terminal]] atau [[Pereaksi organolitium|reagen organolitium]]; khususnya, reaksi terakhir yang dijelaskan menghasilkan [[Pereaksi Gilman|reagen Gilman]]. Mereka dapat mengalami [[Reaksi substitusi|substitusi]] dengan [[Haloalkana|alkil halida]] untuk membentuk [[Reaksi penggandengan|produk penggandengan]]; dengan demikian, mereka dinilai penting dalam bidang [[sintesis organik]]. [[Tembaga(I) asetilida]] sangat peka terhadap kejutan tetapi merupakan perantara dalam reaksi seperti [[penggandengan CadiotβChodkiewicz]] dan [[penggandengan Sonogashira]]. [[Adisi konjugat nukleofilik|Adisi konjugat]] pada [[Senyawa karbonil Ξ±,Ξ²-tak jenuh#Enona|enona]] dan [[karbometalasi|karbokuprasi]] alkuna juga dapat dicapai dengan senyawa organotembaga. Tembaga(I) membentuk berbagai kompleks lemah dengan [[alkena]] dan [[karbon monoksida]], terutama dengan adanya ligan amina. | |||
===Tembaga(III) dan tembaga(IV)=== | ===Tembaga(III) dan tembaga(IV)=== | ||
Tembaga(III) paling sering ditemukan dalam oksida. Contoh sederhananya adalah kalium [[kuprat]], KCuO<sub>2</sub>, padatan berwarna biru kehitaman. Senyawa tembaga(III) yang paling banyak dipelajari adalah [[superkonduktor kuprat]]. [[Itrium barium tembaga oksida]] (YBa<sub>2</sub>Cu<sub>3</sub>O<sub>7</sub>) terdiri dari pusat Cu(II) dan Cu(III). Seperti oksida, [[fluorida]] adalah [[Ion#Anion dan kation|anion]] yang sangat [[basa]] dan diketahui dapat menstabilkan ion logam dalam keadaan oksidasi tinggi. Baik tembaga(III) dan bahkan tembaga(IV) fluorida telah diketahui, masing-masing [[Kalium heksafluorokuprat(III)|K<sub>3</sub>CuF<sub>6</sub>]] dan [[Sesium heksafluorokuprat(IV)|Cs<sub>2</sub>CuF<sub>6</sub>]]. | Tembaga(III) paling sering ditemukan dalam oksida. Contoh sederhananya adalah kalium [[kuprat]], KCuO<sub>2</sub>, padatan berwarna biru kehitaman.<ref>''Handbook of Preparative Inorganic Chemistry''. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 1015.</ref> Senyawa tembaga(III) yang paling banyak dipelajari adalah [[superkonduktor kuprat]]. [[Itrium barium tembaga oksida]] (YBa<sub>2</sub>Cu<sub>3</sub>O<sub>7</sub>) terdiri dari pusat Cu(II) dan Cu(III). Seperti oksida, [[fluorida]] adalah [[Ion#Anion dan kation|anion]] yang sangat [[basa]]<ref>Schwesinger, Reinhard. ''Anhydrous phosphazenium fluorides as sources for extremely reactive fluoride ions in solution''. ''Chemistry: A European Journal''. 2006. Vol. 12 (2). hlm. 438β45. doi:10.1002/chem.200500838.</ref> dan diketahui dapat menstabilkan ion logam dalam keadaan oksidasi tinggi. Baik tembaga(III) dan bahkan tembaga(IV) fluorida telah diketahui, masing-masing [[Kalium heksafluorokuprat(III)|K<sub>3</sub>CuF<sub>6</sub>]] dan [[Sesium heksafluorokuprat(IV)|Cs<sub>2</sub>CuF<sub>6</sub>]].<ref>A.F. Holleman. ''Inorganic Chemistry''. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> | ||
Beberapa protein tembaga membentuk [[Kompleks okso logam transisi|kompleks okso]], yang juga mengandung tembaga(III). Dengan [[tetrapeptida]], kompleks tembaga(III) berwarna ungu akan distabilkan oleh ligan [[amida]] yang terdeprotonasi. | Beberapa protein tembaga membentuk [[Kompleks okso logam transisi|kompleks okso]], yang juga mengandung tembaga(III).<ref>E.A. Lewis. ''Reactivity of Dioxygen-Copper Systems''. ''Chemical Reviews''. 2004. Vol. 104 (2). hlm. 1047β1076. doi:10.1021/cr020633r.</ref> Dengan [[tetrapeptida]], kompleks tembaga(III) berwarna ungu akan distabilkan oleh ligan [[amida]] yang terdeprotonasi.<ref>M.R. McDonald. ''Characterization of Copper(III)βTetrapeptide Complexes with Histidine as the Third Residue''. ''Inorganic Chemistry''. 1997. Vol. 36 (14). hlm. 3119β3124. doi:10.1021/ic9608713.</ref> | ||
Kompleks tembaga(III) juga ditemukan sebagai perantara dalam reaksi senyawa organotembaga, misalnya dalam [[reaksi KharaschβSosnovsky]]. | Kompleks tembaga(III) juga ditemukan sebagai perantara dalam reaksi senyawa organotembaga,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>A. Hickman. ''High-valent organometallic copper and palladium in catalysis''. ''Nature''. 2012. Vol. 484 (7393). hlm. 177β185. doi:10.1038/nature11008.</ref><ref>He Liu. ''Well-defined organometallic Copper(III) complexes: Preparation, characterization and reactivity''. ''Coord. Chem. Rev''. 2021. Vol. 442. hlm. 213923. doi:10.1016/j.ccr.2021.213923.</ref> misalnya dalam [[reaksi KharaschβSosnovsky]]. | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
Garis waktu tembaga menggambarkan bagaimana logam ini telah memajukan peradaban manusia selama 11.000 tahun terakhir. | Garis waktu tembaga menggambarkan bagaimana logam ini telah memajukan peradaban manusia selama 11.000 tahun terakhir.<ref>A Timeline of Copper Technologies, Copper Development Association, https://www.copper.org/education/history/timeline/</ref> | ||
===Prasejarah=== | ===Prasejarah=== | ||
====Zaman Tembaga==== | ====Zaman Tembaga==== | ||
Tembaga terjadi secara alami sebagai [[tembaga asli|tembaga metalik asli]] dan diketahui oleh beberapa peradaban tertua yang pernah tercatat. Sejarah penggunaan tembaga dimulai pada 9000 SM di Timur Tengah;<ref>[http://www.csa.com/discoveryguides/copper/overview.php CSA β Discovery Guides, A Brief History of Copper]. Csa.com.</ref> sebuah liontin tembaga ditemukan di Irak utara yang berasal dari tahun 8700 SM.<ref>Rayner W. Hesse. [https://archive.org/details/jewelrymakingthr0000hess Jewelrymaking through History: an Encyclopedia]. Greenwood Publishing Group. 2007. hlm. [https://archive.org/details/jewelrymakingthr0000hess/page/56 56]. ISBN 978-0-313-33507-5.Tidak ada sumber utama yang diberikan dalam buku itu.</ref> Bukti menunjukkan bahwa emas dan [[besi meteorik]] (tetapi bukan besi yang dilebur) adalah dua logam pertama yang digunakan manusia sebelum tembaga.<ref>[http://elements.vanderkrogt.net/element.php?sym=Cu Copper]. Elements.vanderkrogt.net.</ref> Sejarah metalurgi tembaga dianggap mengikuti urutan ini: Pertama, [[pengerjaan dingin]] tembaga asli, kemudian [[penganilan]], [[Peleburan (metalurgi)|peleburan]], dan, akhirnya, [[Cire perdue|pengecoran lilin yang hilang]]. Di [[Anatolia]] tenggara, keempat teknik ini muncul kurang lebih secara bersamaan pada permulaan zaman [[Neolitikum]] sekitar 7500 SM.<ref>Colin Renfrew. [https://books.google.com/books?id=jJhHPgAACAAJ Before civilization: the radiocarbon revolution and prehistoric Europe]. Penguin. 1990. ISBN 978-0-14-013642-5.</ref> | |||
Peleburan tembaga ditemukan secara independen di berbagai tempat. Teknik ini mungkin ditemukan di Tiongkok sebelum 2800 SM, di Amerika Tengah sekitar 600 M, dan di Afrika Barat sekitar abad ke-9 atau ke-10 M.<ref>Cowen, R. [http://www.geology.ucdavis.edu/~cowen/~GEL115/115CH3.html Essays on Geology, History, and People: Chapter 3: Fire and Metals].</ref> Bukti paling awal dari tembaga pengecoran lilin yang hilang berasal dari jimat yang ditemukan di [[Mehrgarh]], Pakistan dan bertanggal 4000 SM.<ref>M. Thoury. ''High spatial dynamics-photoluminescence imaging reveals the metallurgy of the earliest lost-wax cast object''. ''Nature Communications''. 15 November 2016. Vol. 7. hlm. 13356. doi:10.1038/ncomms13356.</ref> [[Pengecoran investasi]] ditemukan pada 4500β4000 SM di Asia Tenggara<ref>[http://www.csa.com/discoveryguides/copper/overview.php CSA β Discovery Guides, A Brief History of Copper]. Csa.com.</ref> dan [[Penanggalan radiokarbon|penanggalan karbon]] telah mendirikan penambangan di [[Tambang Alderley Edge|Alderley Edge]] di [[Cheshire]], Inggris, pada tahun 2280 hingga 1890 SM.<ref>Timberlake, S. ''The Archaeology of Alderley Edge: Survey, excavation and experiment in an ancient mining landscape''. John and Erica Hedges Ltd. 2005. hlm. 396. doi:10.30861/9781841717159. ISBN 9781841717159.</ref> | |||
[[Γtzi|Γtzi si Manusia Es]], seorang pria dari tahun 3300 hingga 3200 SM, ditemukan bersama kapak dengan kepala tembaga 99,7% murni; kadar [[arsen]] yang tinggi di rambutnya menunjukkan keterlibatan dalam peleburan tembaga.<ref>[http://www.csa.com/discoveryguides/copper/overview.php CSA β Discovery Guides, A Brief History of Copper]. ''CSA Discovery Guides''.</ref> Pengalaman dengan tembaga telah membantu pengembangan logam lain; khususnya, peleburan tembaga menyebabkan penemuan [[Tungku tempa|peleburan besi]].<ref>[http://www.csa.com/discoveryguides/copper/overview.php CSA β Discovery Guides, A Brief History of Copper]. ''CSA Discovery Guides''.</ref> | |||
Β | |||
Produksi di [[Kompleks Tembaga Tua]] di Michigan dan Wisconsin bertanggal antara 6500 dan 3000 SM.<ref>David P Pompeani. [https://www.cambridge.org/core/product/identifier/S0033822221000072/type/journal_article On the Timing of the Old Copper Complex in North America: A Comparison of Radiocarbon Dates from Different Archaeological Contexts]. ''Radiocarbon''. April 2021. Vol. 63 (2). hlm. 513β531. doi:10.1017/RDC.2021.7.</ref><ref>Pleger, Thomas C. "A Brief Introduction to the Old Copper Complex of the Western Great Lakes: 4000β1000 BC", ''[https://books.google.com/books?id=6NUQNQAACAAJ Proceedings of the Twenty-Seventh Annual Meeting of the Forest History Association of Wisconsin]'', Oconto, Wisconsin, 5 Oktober 2002, hlm. 10β18.</ref><ref>Emerson, Thomas E. dan McElrath, Dale L. ''[https://books.google.com/books?id=awsA08oYoskC&pg=PA709 Archaic Societies: Diversity and Complexity Across the Midcontinent]'', SUNY Press, 2009 .</ref> Sebuah tombak tembaga yang ditemukan di Wisconsin bertanggal 6500 SM.<ref>David P Pompeani. [https://www.cambridge.org/core/product/identifier/S0033822221000072/type/journal_article On the Timing of the Old Copper Complex in North America: A Comparison of Radiocarbon Dates from Different Archaeological Contexts]. ''Radiocarbon''. April 2021. Vol. 63 (2). hlm. 513β531. doi:10.1017/RDC.2021.7.</ref> Penggunaan tembaga oleh penduduk asli Kompleks Tembaga Tua dari [[wilayah Danau-Danau Besar]] di Amerika Utara telah ditentukan secara radiometrik sejak 7500 SM.<ref>David P Pompeani. [https://www.cambridge.org/core/product/identifier/S0033822221000072/type/journal_article On the Timing of the Old Copper Complex in North America: A Comparison of Radiocarbon Dates from Different Archaeological Contexts]. ''Radiocarbon''. April 2021. Vol. 63 (2). hlm. 513β531. doi:10.1017/RDC.2021.7.</ref><ref>Michelle R. Bebber. ''Refining the chronology of North America's copper using traditions: A macroscalar approach via Bayesian modeling''. ''PLOS ONE''. 26 April 2022. Vol. 17 (4). hlm. e0266908. doi:10.1371/journal.pone.0266908.</ref><ref>David Malakoff. [http://dx.doi.org/10.1126/science.abi6135 Ancient Native Americans were among the world's first coppersmiths]. ''Science''. 19 Maret 2021. doi:10.1126/science.abi6135.</ref> Penduduk asli Amerika Utara di sekitar [[Danau-Danau Besar (Amerika)|Danau-Danau Besar]] mungkin juga telah menambang tembaga semasa itu, menjadikannya sebagai salah satu contoh [[ekstraksi tembaga]] tertua di dunia.<ref>David P. Pompeani. [http://dx.doi.org/10.1021/es304499c Lake Sediments Record Prehistoric Lead Pollution Related to Early Copper Production in North America]. ''Environmental Science & Technology''. 14 Mei 2013. Vol. 47 (11). hlm. 5545β5552. doi:10.1021/es304499c.</ref> Terdapat bukti dari pencemaran timbal prasejarah dari danau di Michigan bahwa orang-orang di wilayah tersebut mulai menambang tembaga .<ref>David P Pompeani. [https://www.cambridge.org/core/product/identifier/S0033822221000072/type/journal_article On the Timing of the Old Copper Complex in North America: A Comparison of Radiocarbon Dates from Different Archaeological Contexts]. ''Radiocarbon''. April 2021. Vol. 63 (2). hlm. 513β531. doi:10.1017/RDC.2021.7.</ref><ref>David P. Pompeani. [http://dx.doi.org/10.1021/es304499c Lake Sediments Record Prehistoric Lead Pollution Related to Early Copper Production in North America]. ''Environmental Science & Technology''. 14 Mei 2013. Vol. 47 (11). hlm. 5545β5552. doi:10.1021/es304499c.</ref> Bukti menunjukkan bahwa benda-benda tembaga utilitarian semakin tidak digunakan di Kompleks Tembaga Tua di Amerika Utara selama Zaman Perunggu dan terjadi pergeseran ke arah peningkatan produksi benda-benda tembaga hias.<ref>Michelle R. Bebber. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0305440318301596 Toward a functional understanding of the North American Old Copper Culture "technomic devolution"]. ''Journal of Archaeological Science''. 1 Oktober 2018. Vol. 98. hlm. 34β44. doi:10.1016/j.jas.2018.08.001.</ref> | |||
Β | |||
Produksi di [[Kompleks Tembaga Tua]] di Michigan dan Wisconsin bertanggal antara 6500 dan 3000 SM. Sebuah tombak tembaga yang ditemukan di Wisconsin bertanggal 6500 SM. Penggunaan tembaga oleh penduduk asli Kompleks Tembaga Tua dari [[wilayah Danau-Danau Besar]] di Amerika Utara telah ditentukan secara radiometrik sejak 7500 SM. Penduduk asli Amerika Utara di sekitar [[Danau-Danau Besar (Amerika)|Danau-Danau Besar]] mungkin juga telah menambang tembaga semasa itu, menjadikannya sebagai salah satu contoh [[ekstraksi tembaga]] tertua di dunia. Terdapat bukti dari pencemaran timbal prasejarah dari danau di Michigan bahwa orang-orang di wilayah tersebut mulai menambang tembaga . Bukti menunjukkan bahwa benda-benda tembaga utilitarian semakin tidak digunakan di Kompleks Tembaga Tua di Amerika Utara selama Zaman Perunggu dan terjadi pergeseran ke arah peningkatan produksi benda-benda tembaga hias. | |||
====Zaman Perunggu==== | ====Zaman Perunggu==== | ||
Perunggu alami, sejenis tembaga yang terbuat dari bijih yang kaya akan silikon, arsen, dan timah (jarang), mulai digunakan secara umum di Balkan sekitar 5500 SM.<ref>Fan Dainian. ''Chinese Studies in the History and Philosophy of Science and Technology''. hlm. 228.</ref> Pemaduan tembaga dengan timah untuk membuat perunggu pertama kali dilakukan sekitar 4000 tahun setelah penemuan peleburan tembaga, dan sekitar 2000 tahun setelah "perunggu alami" mulai digunakan secara umum.<ref>Joel Wallach. ''Epigenetics: The Death of the Genetic Theory of Disease Transmission''.</ref> Artefak perunggu dari [[kebudayaan VinΔa]] berasal dari tahun 4500 SM.<ref>Miljana RadivojeviΔ. [http://antiquity.ac.uk/ant/087/ant0871030.htm Tainted ores and the rise of tin bronzes in Eurasia, c. 6500 years ago]. Antiquity Publications Ltd. Desember 2013.</ref> Artefak paduan tembaga dan perunggu [[Sumeria]] dan [[Mesir Kuno|Mesir]] berasal dari tahun 3000 SM.<ref>McNeil, Ian. ''Encyclopaedia of the History of Technology''. Routledge. 2002. hlm. 13, 48β66. ISBN 978-0-203-19211-5.</ref> [[Biru Mesir]], atau kuprorivait (kalsium tembaga silikat) adalah pigmen sintetis yang mengandung tembaga dan mulai digunakan di [[Mesir Kuno|Mesir kuno]] sekitar 3250 SM.<ref>Nicholas Eastaugh. [http://dx.doi.org/10.4324/9780080454573 Pigment Compendium: Optical Microscopy of Historical Pigments]. 17 Juni 2013. doi:10.4324/9780080454573. ISBN 9781136373794.</ref> Proses pembuatan biru Mesir diketahui oleh orang Romawi, tetapi pada abad keempat Masehi pigmen tersebut tidak lagi digunakan dan rahasia proses pembuatannya menjadi hilang. Bangsa Romawi mengatakan bahwa pigmen biru tersebut terbuat dari tembaga, silika, kapur, dan [[natron]], dan dikenal sebagai ''[[Biru samudra|caeruleum]]'' oleh mereka. | |||
Β | [[Zaman Perunggu]] dimulai di Eropa Tenggara sekitar 3700β3300 SM, di Eropa Barat Laut sekitar 2500 SM. Zaman tersebut berakhir dengan dimulainya Zaman Besi, 2000β1000 SM di Timur Dekat, dan 600 SM di Eropa Utara. Transisi antara periode [[Neolitikum]] dan Zaman Perunggu dulunya disebut periode [[Zaman Tembaga|Kalkolitik]] (batu tembaga), ketika perkakas tembaga digunakan dengan perkakas batu. Istilah ini berangsur-angsur tidak digunakan karena di beberapa bagian dunia, Kalkolitik dan Neolitikum saling berdekatan di kedua akhirnya. Kuningan, paduan tembaga dan seng, ditemukan lebih baru. Ia dikenal oleh bangsa Yunani, tetapi menjadi tambahan yang signifikan untuk perunggu selama Kekaisaran Romawi.<ref>McNeil, Ian. ''Encyclopaedia of the History of Technology''. Routledge. 2002. hlm. 13, 48β66. ISBN 978-0-203-19211-5.</ref> | ||
Β | |||
[[Zaman Perunggu]] dimulai di Eropa Tenggara sekitar 3700β3300 SM, di Eropa Barat Laut sekitar 2500 SM. Zaman tersebut berakhir dengan dimulainya Zaman Besi, 2000β1000 SM di Timur Dekat, dan 600 SM di Eropa Utara. Transisi antara periode [[Neolitikum]] dan Zaman Perunggu dulunya disebut periode [[Zaman Tembaga|Kalkolitik]] (batu tembaga), ketika perkakas tembaga digunakan dengan perkakas batu. Istilah ini berangsur-angsur tidak digunakan karena di beberapa bagian dunia, Kalkolitik dan Neolitikum saling berdekatan di kedua akhirnya. Kuningan, paduan tembaga dan seng, ditemukan lebih baru. Ia dikenal oleh bangsa Yunani, tetapi menjadi tambahan yang signifikan untuk perunggu selama Kekaisaran Romawi. | |||
===Kuno dan pasca-klasik=== | ===Kuno dan pasca-klasik=== | ||
Di Yunani, tembaga dikenal dengan namaΒ (ΟαλκΟΟ). Ia adalah sumber daya penting bagi orang Romawi, Yunani, dan orang kuno lainnya. Pada zaman Romawi, ia dikenal sebagai ''aes Cyprium'', ''aes'' menjadi istilah Latin umum untuk paduan tembaga dan ''Cyprium'' dari [[Siprus]], tempat banyak tembaga ditambang. Ungkapan itu disederhanakan menjadi ''cuprum'', yang menjadi asal kata ''copper'' dalam bahasa Inggris. [[Afrodit]] ([[Venus (mitologi)|Venus]] di Roma) mewakili tembaga dalam mitologi dan alkimia karena keindahannya yang berkilau dan penggunaannya yang kuno dalam pembuatan cermin; Siprus, sumber tembaga, disakralkan oleh sang dewi. Tujuh benda langit yang diketahui orang-orang kuno dikaitkan dengan tujuh logam yang dikenal pada zaman kuno, dan Venus dikaitkan dengan tembaga, baik karena hubungannya dengan sang dewi maupun karena Venus adalah benda langit paling terang setelah Matahari dan Bulan sehingga berhubungan dengan logam yang paling berkilau dan diinginkan setelah emas dan perak.<ref>Rickard, T.A. ''The Nomenclature of Copper and its Alloys''. ''Journal of the Royal Anthropological Institute''. 1932. Vol. 62. hlm. 281β290. doi:10.2307/2843960.</ref> | |||
Tembaga pertama kali ditambang di Inggris kuno pada awal 2100 SM. Penambangan di tambang terbesar ini, [[Great Orme]], berlanjut hingga akhir Zaman Perunggu. Penambangan tampaknya sebagian besar terbatas pada bijih [[supergene (geologi)|supergene]], yang lebih mudah dilebur. Deposit tembaga yang kaya di [[Cornwall]] tampaknya sebagian besar belum tersentuh, terlepas dari penambangan [[timah]] yang ekstensif di wilayah tersebut, karena alasan yang lebih bersifat sosial dan politik daripada teknologi.<ref>Simon Timberlake. ''New ideas on the exploitation of copper, tin, gold, and lead ores in Bronze Age Britain: The mining, smelting, and movement of metal''. ''Materials and Manufacturing Processes''. 11 Juni 2017. Vol. 32 (7β8). hlm. 709β727. doi:10.1080/10426914.2016.1221113.</ref> | |||
Di Amerika Utara, tembaga asli diketahui telah diekstraksi dari situs di [[Taman Nasional Isle Royale|Isle Royale]] dengan alat batu primitif antara tahun 800 dan 1600 M.<ref>Martin, Susan R. [http://www.ramtops.co.uk/copper.html The State of Our Knowledge About Ancient Copper Mining in Michigan]. ''The Michigan Archaeologist''. 1995. Vol. 41 (2β3). hlm. 119.</ref> Penganilan tembaga dilakukan di kota [[Cahokia]] di Amerika Utara sekitar tahun 1000β1300 M.<ref>Matthew L. Chastain. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0305440311000793 Metallurgical analysis of copper artifacts from Cahokia]. ''Journal of Archaeological Science''. 1 Juli 2011. Vol. 38 (7). hlm. 1727β1736. doi:10.1016/j.jas.2011.03.004.</ref> Terdapat beberapa pelat tembaga yang sangat indah, yang dikenal sebagai [[pelat tembaga Mississippi]] yang ditemukan di Amerika Utara di daerah sekitar Cahokia yang berasal dari periode ini (1000-1300 M).<ref>Matthew L. Chastain. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0305440311000793 Metallurgical analysis of copper artifacts from Cahokia]. ''Journal of Archaeological Science''. 1 Juli 2011. Vol. 38 (7). hlm. 1727β1736. doi:10.1016/j.jas.2011.03.004.</ref> Pelat tembaga ini diperkirakan telah diproduksi di Cahokia sebelum berakhir di tempat lain di Amerika Serikat bagian [[Amerika Serikat Barat Tengah|Barat Tengah]] dan [[Amerika Serikat Tenggara|Tenggara]] seperti [[pelat Malden]] dan [[pelat Etowah]]. | |||
Β | |||
Β | |||
Di Amerika Utara, tembaga asli diketahui telah diekstraksi dari situs di [[Taman Nasional Isle Royale|Isle Royale]] dengan alat batu primitif antara tahun 800 dan 1600 M. Penganilan tembaga dilakukan di kota [[Cahokia]] di Amerika Utara sekitar tahun 1000β1300 M. Terdapat beberapa pelat tembaga yang sangat indah, yang dikenal sebagai [[pelat tembaga Mississippi]] yang ditemukan di Amerika Utara di daerah sekitar Cahokia yang berasal dari periode ini (1000-1300 M). Pelat tembaga ini diperkirakan telah diproduksi di Cahokia sebelum berakhir di tempat lain di Amerika Serikat bagian [[Amerika Serikat Barat Tengah|Barat Tengah]] dan [[Amerika Serikat Tenggara|Tenggara]] seperti [[pelat Malden]] dan [[pelat Etowah]]. | |||
Di Amerika Selatan, topeng tembaga bertanggal 1000 SM yang ditemukan di Andes Argentina adalah artefak tembaga tertua yang ditemukan di Andes. Peru telah dianggap sebagai asal [[Metalurgi di Amerika Pra-Kolumbus|metalurgi tembaga awal di Amerika Pra-Kolumbus]], tetapi topeng tembaga dari Argentina menunjukkan bahwa lembah Cajon di Andes selatan adalah pusat penting lainnya untuk pengerjaan tembaga awal di Amerika Selatan. Metalurgi tembaga berkembang pesat di Amerika Selatan, khususnya di Peru sekitar tahun 1000 Masehi. Ornamen penguburan tembaga dari abad ke-15 telah ditemukan, tetapi produksi komersial logam tersebut baru dimulai pada awal abad ke-20. | Di Amerika Selatan, topeng tembaga bertanggal 1000 SM yang ditemukan di Andes Argentina adalah artefak tembaga tertua yang ditemukan di Andes.<ref>Leticia InΓ©s CortΓ©s. [https://www.cambridge.org/core/journals/antiquity/article/ancient-metalworking-in-south-america-a-3000yearold-copper-mask-from-the-argentinian-andes/80E3CFE81BC10CFFA5602230A16B40DF Ancient metalworking in South America: a 3000-year-old copper mask from the Argentinian Andes]. ''Antiquity''. Juni 2017. Vol. 91 (357). hlm. 688β700. doi:10.15184/aqy.2017.28.</ref> Peru telah dianggap sebagai asal [[Metalurgi di Amerika Pra-Kolumbus|metalurgi tembaga awal di Amerika Pra-Kolumbus]], tetapi topeng tembaga dari Argentina menunjukkan bahwa lembah Cajon di Andes selatan adalah pusat penting lainnya untuk pengerjaan tembaga awal di Amerika Selatan.<ref>Leticia InΓ©s CortΓ©s. [https://www.cambridge.org/core/journals/antiquity/article/ancient-metalworking-in-south-america-a-3000yearold-copper-mask-from-the-argentinian-andes/80E3CFE81BC10CFFA5602230A16B40DF Ancient metalworking in South America: a 3000-year-old copper mask from the Argentinian Andes]. ''Antiquity''. Juni 2017. Vol. 91 (357). hlm. 688β700. doi:10.15184/aqy.2017.28.</ref> Metalurgi tembaga berkembang pesat di Amerika Selatan, khususnya di Peru sekitar tahun 1000 Masehi. Ornamen penguburan tembaga dari abad ke-15 telah ditemukan, tetapi produksi komersial logam tersebut baru dimulai pada awal abad ke-20. | ||
Peran tembaga terhadap budaya sangatlah penting, terutama dalam mata uang. Bangsa Romawi pada abad ke-6 hingga ke-3 SM menggunakan bongkahan tembaga sebagai uang. Pada awalnya, tembaga itu sendiri yang dihargai, tetapi lambat laun bentuk dan tampilan tembaga menjadi lebih penting. [[Yulius Kaisar|Julius Caesar]] memiliki koin sendiri yang terbuat dari kuningan, sedangkan koin [[Augustus|Octavianus Augustus Caesar]] terbuat dari paduan Cu-Pb-Sn. Dengan perkiraan hasil tahunan sekitar 15.000 [[Ton metrik|t]], [[Metalurgi Romawi|aktivitas penambangan dan peleburan tembaga Romawi]] mencapai skala yang tak tertandingi hingga masa [[Revolusi Industri]]; [[Provinsi (Romawi)|provinsi]] yang paling banyak ditambang adalah provinsi [[Hispania]], [[Siprus]], dan di Eropa Tengah. | Peran tembaga terhadap budaya sangatlah penting, terutama dalam mata uang. Bangsa Romawi pada abad ke-6 hingga ke-3 SM menggunakan bongkahan tembaga sebagai uang. Pada awalnya, tembaga itu sendiri yang dihargai, tetapi lambat laun bentuk dan tampilan tembaga menjadi lebih penting. [[Yulius Kaisar|Julius Caesar]] memiliki koin sendiri yang terbuat dari kuningan, sedangkan koin [[Augustus|Octavianus Augustus Caesar]] terbuat dari paduan Cu-Pb-Sn. Dengan perkiraan hasil tahunan sekitar 15.000 [[Ton metrik|t]], [[Metalurgi Romawi|aktivitas penambangan dan peleburan tembaga Romawi]] mencapai skala yang tak tertandingi hingga masa [[Revolusi Industri]]; [[Provinsi (Romawi)|provinsi]] yang paling banyak ditambang adalah provinsi [[Hispania]], [[Siprus]], dan di Eropa Tengah.<ref>S. Hong. [https://archive.org/details/sim_science_1996-04-12_272_5259/page/246 History of Ancient Copper Smelting Pollution During Roman and Medieval Times Recorded in Greenland Ice]. ''Science''. 1996. Vol. 272 (5259). hlm. 246β249 (247f.). doi:10.1126/science.272.5259.246.</ref><ref>FranΓ§ois de CallataΓΏ. ''The Graeco-Roman Economy in the Super Long-Run: Lead, Copper, and Shipwrecks''. ''Journal of Roman Archaeology''. 2005. Vol. 18. hlm. 361β372 (366β369). doi:10.1017/S104775940000742X.</ref> | ||
Tembaga digunakan untuk atap,<ref>Rene van Grieken. [https://books.google.com/books?id=3qL3vfUZHMYC Cultural Heritage Conservation and Environmental Impact Assessment by Non-Destructive Testing and Micro-Analysis]. CRC Press. 2005. hlm. 197. ISBN 978-0-203-97078-2.</ref> mata uang, dan untuk teknologi fotografi yang dikenal sebagai [[daguerreotype]]. Tembaga digunakan dalam patung [[Renaisans]], dan digunakan untuk membangun [[Patung Liberty]]; tembaga terus digunakan dalam berbagai jenis konstruksi. [[Penyepuhan tembaga]] dan [[pelapisan tembaga]] banyak digunakan untuk melindungi lambung kapal di bawah air, sebuah teknik yang dipelopori oleh Angkatan Laut Inggris pada abad ke-18.<ref>[https://www.copper.org/education/history/60centuries/industrial_age/copperand.html Copper and Brass in Ships].</ref> [[Aurubis|Norddeutsche Affinerie]] di Hamburg adalah pabrik [[penyepuhan]] modern pertama, mulai berproduksi pada tahun 1876.<ref>Stelter, M. ''Process Optimization in Copper Electrorefining''. ''Advanced Engineering Materials''. 2004. Vol. 6 (7). hlm. 558β562. doi:10.1002/adem.200400403.</ref> Ilmuwan Jerman [[Gottfried Osann]] menemukan [[metalurgi bubuk]] pada tahun 1830 saat menentukan massa atom logam tersebut; sekitar saat itu ditemukan bahwa jumlah dan jenis unsur pemadu (misalnya timah) tembaga akan memengaruhi nada lonceng. | |||
[ | Selama peningkatan permintaan tembaga pada Zaman Listrik, dari tahun 1880-an hingga Depresi Besar tahun 1930-an, Amerika Serikat memproduksi sepertiga hingga setengah dari tembaga dunia yang baru ditambang.<ref>E. D. Gardner. [https://digital.library.unt.edu/ark:/67531/metadc12571/ Copper Mining in North America]. U. S. Bureau of Mines. 1938.</ref> Distrik-distrik penambangan utama meliputi distrik Keweenaw di Michigan utara, terutama endapan tembaga asli, yang dikalahkan oleh endapan sulfida yang luas di [[Butte, Montana]] pada akhir tahun 1880-an, yang dikalahkan oleh endapan porfiri di Amerika Serikat Barat Daya, khususnya di [[Ngarai Bingham, Utah]] dan [[Morenci, Arizona]]. Pengenalan penambangan sekop uap lubang terbuka dan inovasi dalam peleburan, pemurnian, pemusatan pengapungan, dan langkah pemrosesan lainnya menghasilkan produksi massal. Di awal abad ke-20, [[Arizona]] menduduki peringkat pertama, diikuti oleh [[Montana]], kemudian [[Utah]] dan [[Michigan]].<ref>Charles Hyde. ''Copper for America, the United States Copper Industry from Colonial Times to the 1990s''. University of Arizona Press. 1998. hlm. passim. ISBN 0-8165-1817-3.</ref> | ||
[[Peleburan kilat]] dikembangkan oleh [[Outokumpu]] di Finlandia dan pertama kali diterapkan di [[Harjavalta]] in 1949; pada tahun 1949; proses hemat energi ini menyumbang 50% dari produksi tembaga primer dunia.<ref>[http://www.outokumpu.com/files/Technology/Documents/Newlogobrochures/FlashSmelting.pdf Outokumpu Flash Smelting]. Outokumpu. hlm. 2.</ref> | |||
[[CIPEC|Dewan Antarpemerintah Negara Pengekspor Tembaga]], dibentuk pada tahun 1967 oleh Chili, Peru, Zaire, dan Zambia, beroperasi di pasar tembaga seperti yang dilakukan [[Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi|OPEC]] dalam minyak, meskipun tidak pernah mencapai pengaruh yang sama, terutama karena produsen terbesar kedua, Amerika Serikat, tidak pernah menjadi anggota; organisasi itu dibubarkan pada tahun 1988.<ref>Karen A. Mingst. [https://archive.org/details/sim_international-organization_spring-1976_30_2/page/263 Cooperation or illusion: an examination of the intergovernmental council of copper exporting countries]. ''International Organization''. 1976. Vol. 30 (2). hlm. 263β287. doi:10.1017/S0020818300018270.</ref> | |||
Β | |||
Β | |||
Β | |||
[[CIPEC|Dewan Antarpemerintah Negara Pengekspor Tembaga]], dibentuk pada tahun 1967 oleh Chili, Peru, Zaire, dan Zambia, beroperasi di pasar tembaga seperti yang dilakukan [[Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi|OPEC]] dalam minyak, meskipun tidak pernah mencapai pengaruh yang sama, terutama karena produsen terbesar kedua, Amerika Serikat, tidak pernah menjadi anggota; organisasi itu dibubarkan pada tahun 1988. | |||
==Aplikasi== | ==Aplikasi== | ||
Β | Aplikasi utama tembaga adalah kabel listrik (60%), atap dan pipa ledeng (20%), dan mesin industri (15%). Tembaga sebagian besar digunakan sebagai logam murni, tetapi jika diperlukan kekerasan yang lebih besar, tembaga dimasukkan ke dalam paduan seperti [[kuningan]] dan [[perunggu]] (5% dari total penggunaan).<ref>Emsley, John. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements]. Oxford University Press. 2003. hlm. [https://archive.org/details/naturesbuildingb0000emsl/page/121 121]β125. ISBN 978-0-19-850340-8.</ref> Selama lebih dari dua abad, cat tembaga telah digunakan pada lambung kapal untuk mengontrol pertumbuhan tumbuhan dan kerang.<ref>Ryck Lydecker. [http://www.boatus.com/magazine/2012/february/copper.asp Is Copper Bottom Paint Sinking?]. ''BoatUS Magazine''.</ref> Sebagian kecil pasokan tembaga digunakan untuk suplemen nutrisi dan fungisida di bidang pertanian.<ref>Wiley-Vch. [https://books.google.com/books?id=cItuoO9zSjkC&pg=PA623 Ullmann's Agrochemicals]. 2 April 2007. hlm. 623. ISBN 978-3-527-31604-5.</ref><ref>[http://www.americanelements.com/cu.html Copper]. American Elements. 2008.</ref> [[Pemesinan]] tembaga dimungkinkan, meskipun paduannya lebih disukai karena [[kemampuan mesin]]nya yang baik dalam membuat bagian yang rumit. | ||
Β | |||
Aplikasi utama tembaga adalah kabel listrik (60%), atap dan pipa ledeng (20%), dan mesin industri (15%). Tembaga sebagian besar digunakan sebagai logam murni, tetapi jika diperlukan kekerasan yang lebih besar, tembaga dimasukkan ke dalam paduan seperti [[kuningan]] dan [[perunggu]] (5% dari total penggunaan). Selama lebih dari dua abad, cat tembaga telah digunakan pada lambung kapal untuk mengontrol pertumbuhan tumbuhan dan kerang. Sebagian kecil pasokan tembaga digunakan untuk suplemen nutrisi dan fungisida di bidang pertanian. [[Pemesinan]] tembaga dimungkinkan, meskipun paduannya lebih disukai karena [[kemampuan mesin]]nya yang baik dalam membuat bagian yang rumit. | |||
===Kawat dan kabel=== | ===Kawat dan kabel=== | ||
Terlepas dari persaingan dari bahan lain, tembaga tetap menjadi [[penghantar listrik|konduktor listrik]] yang disukai di hampir semua kategori kabel listrik kecuali [[transmisi tenaga listrik]] di mana [[aluminium]] lebih disukai.<ref>Pops, Horace, 2008, "Processing of wire from antiquity to the future", ''Wire Journal International'', June, hlm. 58β66</ref><ref>The Metallurgy of Copper Wire, http://www.litz-wire.com/pdf%20files/Metallurgy_Copper_Wire.pdf</ref> Kawat tembaga digunakan dalam [[Pembangkit listrik|pembangkit daya]], [[transmisi daya]], [[Distribusi tenaga listrik|distribusi daya]], [[telekomunikasi]], sirkuit [[elektronika]], dan jenis [[perangkat listrik|peralatan listrik]] yang tak terhitung jumlahnya.<ref>Joseph, GΓΌnter, 1999, Copper: Its Trade, Manufacture, Use, and Environmental Status, edited by Kundig, Konrad J.A., ASM International, hlm. 141β192 dan hlm. 331β375.</ref> [[Kabel listrik]] adalah pasar terpenting bagi industri tembaga.<ref>[http://www.chemistryexplained.com/elements/C-K/Copper.html Copper, Chemical Element β Overview, Discovery and naming, Physical properties, Chemical properties, Occurrence in nature, Isotopes]. Chemistryexplained.com.</ref> Ini meliputi kawat daya struktural, kabel distribusi daya, kawat alat, kabel komunikasi, kawat dan kabel otomotif, dan kawat magnet. Kira-kira setengah dari semua tembaga yang ditambang digunakan untuk kawat listrik dan konduktor kabel.<ref>Joseph, GΓΌnter, 1999, Copper: Its Trade, Manufacture, Use, and Environmental Status, disunting oleh Kundig, Konrad J.A., ASM International, hlm.348</ref> Banyak perangkat listrik mengandalkan kawat tembaga karena banyaknya sifat menguntungkan yang melekat, seperti [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|konduktivitas listrik]], [[kekuatan tarik]], [[Keuletan (fisika)|keuletan]], ketahanan [[rangkak (deformasi)]], dan ketahanan [[korosi]] yang tinggi, [[Pemuaian|ekspansi termal]] yang rendah, [[konduktivitas termal]] yang tinggi, kemudahan [[solder|penyolderan]], [[Keuletan (fisika)|kelenturan]], dan kemudahan pemasangan. | |||
Untuk waktu yang singkat dari akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, kabel tembaga digantikan oleh [[Kabel bangunan aluminium|kabel aluminium]] di banyak proyek pembangunan perumahan di Amerika. Kabel baru ini terlibat dalam sejumlah kebakaran rumah dan industri akhirnya kembali ke tembaga.<ref>[https://www.heimer.com/Inspection-Information/Aluminum-Wiring.html Aluminum Wiring Hazards and Pre-Purchase Inspections]. ''www.heimer.com''.</ref> | |||
Β | |||
Untuk waktu yang singkat dari akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, kabel tembaga digantikan oleh [[Kabel bangunan aluminium|kabel aluminium]] di banyak proyek pembangunan perumahan di Amerika. Kabel baru ini terlibat dalam sejumlah kebakaran rumah dan industri akhirnya kembali ke tembaga. | |||
===Elektronika dan perangkat terkait=== | ===Elektronika dan perangkat terkait=== | ||
Β | [[Sirkuit terpadu]] dan [[papan sirkuit cetak]] semakin menonjolkan tembaga sebagai pengganti aluminium karena konduktivitas listriknya yang unggul; [[pembuang panas]] dan [[penukar panas]] menggunakan tembaga karena sifat pembuangan panasnya yang unggul. [[Elektromagnet]], [[tabung elektron|tabung vakum]], [[tabung sinar katode|tabung sinar katoda]], dan [[magnetron]] dalam oven gelombang mikro menggunakan tembaga, seperti halnya [[pandu gelombang]] untuk radiasi gelombang mikro.<ref>[http://www2.slac.stanford.edu/vvc/accelerators/waveguide.html Accelerator: Waveguides (SLAC VVC)]. ''SLAC Virtual Visitor Center''.</ref> | ||
[[Sirkuit terpadu]] dan [[papan sirkuit cetak]] semakin menonjolkan tembaga sebagai pengganti aluminium karena konduktivitas listriknya yang unggul; [[pembuang panas]] dan [[penukar panas]] menggunakan tembaga karena sifat pembuangan panasnya yang unggul. [[Elektromagnet]], [[tabung elektron|tabung vakum]], [[tabung sinar katode|tabung sinar katoda]], dan [[magnetron]] dalam oven gelombang mikro menggunakan tembaga, seperti halnya [[pandu gelombang]] untuk radiasi gelombang mikro. | |||
===Motor listrik=== | ===Motor listrik=== | ||
[[Kabel tembaga#Konduktivitas listrik|Konduktivitas]] tembaga yang unggul akan meningkatkan efisiensi [[motor]] listrik. Hal ini penting karena motor dan sistem yang digerakkan motor menyumbang 43%β46% dari seluruh konsumsi listrik global dan 69% dari seluruh listrik yang digunakan oleh industri. Meningkatkan massa dan penampang lintang tembaga dalam [[Induktor|koil]] akan meningkatkan efisiensi motor. [[Motor induksi|Rotor motor tembaga]], teknologi baru yang dirancang untuk aplikasi motor di mana penghematan energi adalah tujuan desain utama, memungkinkan [[motor induksi]] serba guna untuk memenuhi dan melampaui standar [[efisiensi premium]] [[Asosiasi Produsen Listrik Nasional]] (NEMA). | [[Kabel tembaga#Konduktivitas listrik|Konduktivitas]] tembaga yang unggul akan meningkatkan efisiensi [[motor]] listrik.<ref>IE3 energy-saving motors, Engineer Live, http://www.engineerlive.com/Design-Engineer/Motors_and_Drives/IE3_energy-saving_motors/22687/</ref> Hal ini penting karena motor dan sistem yang digerakkan motor menyumbang 43%β46% dari seluruh konsumsi listrik global dan 69% dari seluruh listrik yang digunakan oleh industri.<ref>Energyβefficiency policy opportunities for electric motorβdriven systems, International Energy Agency, 2011 Working Paper in the Energy Efficiency Series, by Paul Waide and Conrad U. Brunner, OECD/IEA 2011</ref> Meningkatkan massa dan penampang lintang tembaga dalam [[Induktor|koil]] akan meningkatkan efisiensi motor. [[Motor induksi|Rotor motor tembaga]], teknologi baru yang dirancang untuk aplikasi motor di mana penghematan energi adalah tujuan desain utama,<ref>Fuchsloch, J. dan E.F. Brush, (2007), "Systematic Design Approach for a New Series of UltraβNEMA Premium Copper Rotor Motors", in EEMODS 2007 Conference Proceedings, 10β15 Juni, Beijing.</ref><ref>Copper motor rotor project; Copper Development Association; [http://www.copper.org/applications/electrical/motor-rotor Copper.org: Copper Motor Rotor Project].</ref> memungkinkan [[motor induksi]] serba guna untuk memenuhi dan melampaui standar [[efisiensi premium]] [[Asosiasi Produsen Listrik Nasional]] (NEMA).<ref>NEMA Premium Motors, The Association of Electrical Equipment and Medical Imaging Manufacturers; [http://www.nema.org/gov/energy/efficiency/premium/ NEMA - NEMA Premium Motors].</ref> | ||
===Produksi energi terbarukan=== | ===Produksi energi terbarukan=== | ||
Sumber [[energi terbarukan]] seperti [[energi surya|matahari]], [[Tenaga angin|angin]], [[Energi pasang surut|pasang surut]], [[hidroelektrisitas|air]], [[bioenergi|biomassa]], dan [[Energi panas bumi|panas bumi]] telah menjadi sektor penting dalam pasar energi. Pesatnya pertumbuhan sumber-sumber ini di abad ke-21 telah didorong oleh meningkatnya biaya [[bahan bakar fosil]] serta masalah [[masalah lingkungan|dampak lingkungan]] yang [[Penghapusan bertahap bahan bakar fosil|secara signifikan menurunkan]] penggunaannya. | Sumber [[energi terbarukan]] seperti [[energi surya|matahari]], [[Tenaga angin|angin]], [[Energi pasang surut|pasang surut]], [[hidroelektrisitas|air]], [[bioenergi|biomassa]], dan [[Energi panas bumi|panas bumi]] telah menjadi sektor penting dalam pasar energi.<ref>IEA (2022), Renewables 2022, IEA, Paris https://www.iea.org/reports/renewables-2022 , License: CC BY 4.0</ref><ref>Global trends in renewable energy investment 2012, by REN21 (Renewable Energy Policy Network for the 21st Century); http://www.ren21.net/gsr</ref> Pesatnya pertumbuhan sumber-sumber ini di abad ke-21 telah didorong oleh meningkatnya biaya [[bahan bakar fosil]] serta masalah [[masalah lingkungan|dampak lingkungan]] yang [[Penghapusan bertahap bahan bakar fosil|secara signifikan menurunkan]] penggunaannya. | ||
Tembaga memainkan peran penting dalam sistem energi terbarukan ini. Penggunaan tembaga memiliki rata-rata hingga lima kali lebih banyak dalam sistem energi terbarukan daripada pembangkit listrik tradisional, seperti bahan bakar fosil dan pembangkit listrik tenaga [[tenaga nuklir|nuklir]]. Karena tembaga adalah [[konduktivitas termal|konduktor termal]] dan [[penghantar listrik|listrik]] yang sangat baik di antara logam teknik (kedua setelah perak), sistem kelistrikan yang memanfaatkan tembaga dapat menghasilkan dan mentransmisikan energi dengan efisiensi tinggi dan dengan dampak lingkungan yang minimal. | Tembaga memainkan peran penting dalam sistem energi terbarukan ini.<ref>Will the Transition to Renewable Energy Be Paved in Copper?, ''Renewable Energy World''; 15 Januari 2016; https://www.renewableenergyworld.com/articles/2016/01/will-the-transition-to-renewable-energy-be-paved-in-copper.html</ref><ref>GarcΓa-Olivares, Antonio, Joaquim Ballabrera-Poy, Emili GarcΓa-Ladona, and Antonio Turiel. A global renewable mix with proven technologies and common materials, Energy Policy, 41 (2012): 561-57, http://imedea.uib-csic.es/master/cambioglobal/Modulo_I_cod101601/Ballabrera_Diciembre_2011/Articulos/Garcia-Olivares.2011.pdf</ref><ref>A kilo more of copper increases environmental performance by 100 to 1,000 times; ''Renewable Energy Magazine''; 14 April 2011; http://www.renewableenergymagazine.com/article/a-kilo-more-of-copper-increases-environmental</ref><ref>Copper at the core of renewable energies; European Copper Institute; European Copper Institute; 18 halaman; http://www.eurocopper.org/files/presskit/press_kit_copper_in_renewables_final_29_10_2008.pdf</ref><ref>Copper in energy systems; Copper Development Association Inc.; http://www.copper.org/environment/green/energy.html</ref> Penggunaan tembaga memiliki rata-rata hingga lima kali lebih banyak dalam sistem energi terbarukan daripada pembangkit listrik tradisional, seperti bahan bakar fosil dan pembangkit listrik tenaga [[tenaga nuklir|nuklir]].<ref>The Rise Of Solar: A Unique Opportunity For Copper; Solar Industry Magazine; April 2017; Zolaika Strong; https://issues.solarindustrymag.com/article/rise-solar-unique-opportunity-copper</ref> Karena tembaga adalah [[konduktivitas termal|konduktor termal]] dan [[penghantar listrik|listrik]] yang sangat baik di antara logam teknik (kedua setelah perak),<ref>Pops, Horace, 1995. Physical Metallurgy of Electrical Conductors, in Nonferrous Wire Handbook, Volume 3: Principles and Practice, The Wire Association International</ref> sistem kelistrikan yang memanfaatkan tembaga dapat menghasilkan dan mentransmisikan energi dengan efisiensi tinggi dan dengan dampak lingkungan yang minimal. | ||
Saat memilih konduktor listrik, perencana dan insinyur fasilitas memperhitungkan biaya investasi modal bahan terhadap penghematan operasional karena efisiensi energi listrik selama masa manfaatnya, ditambah biaya pemeliharaan. Tembaga sering berhasil dengan baik dalam perhitungan ini. Faktor yang disebut "intensitas penggunaan tembaga", adalah ukuran kuantitas tembaga yang diperlukan untuk memasang satu megawatt kapasitas pembangkit listrik baru. | Saat memilih konduktor listrik, perencana dan insinyur fasilitas memperhitungkan biaya investasi modal bahan terhadap penghematan operasional karena efisiensi energi listrik selama masa manfaatnya, ditambah biaya pemeliharaan. Tembaga sering berhasil dengan baik dalam perhitungan ini. Faktor yang disebut "intensitas penggunaan tembaga", adalah ukuran kuantitas tembaga yang diperlukan untuk memasang satu megawatt kapasitas pembangkit listrik baru. | ||
Saat merencanakan fasilitas daya terbarukan yang baru, para insinyur dan penentu produk berupaya menghindari kekurangan pasokan bahan pilihan. Menurut [[Survei Geologi Amerika Serikat]], [[Klasifikasi sumber daya mineral|cadangan]] tembaga di dalam tanah telah meningkat lebih dari 700% sejak tahun 1950, dari hampir 100 juta ton menjadi 720 juta ton pada tahun 2017, terlepas dari fakta bahwa penggunaan olahan dunia meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam 50 tahun terakhir.<ref>The World Copper Factbook, 2017; http://www.icsg.org/index.php/component/jdownloads/finish/170/2462</ref> Sumber daya tembaga diperkirakan melebihi 5 miliar ton.<ref>Copper Mineral Commodity Summary (USGS, 2017) https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/copper/ mcs-2017-coppe.pdf</ref><ref>Global Mineral Resource Assessment (USGS, 2014) http://pubs.usgs.gov/fs/2014/3004/pdf/fs2014-3004.pdf</ref> | |||
Memperkuat pasokan dari [[ekstraksi tembaga]] adalah fakta bahwa lebih dari 30 persen tembaga yang dipasang selama dekade terakhir berasal dari sumber daur ulang.<ref>Long-Term Availability of Copper; International Copper Association; http://copperalliance.org/wordpress/wp-content/uploads/2018/02/ICA-long-term-availability-201802-A4-HR.pdf</ref> [[Daur ulang berdasarkan bahan|Laju daur ulang]]nya lebih tinggi daripada logam lainnya.<ref>Will the Transition to Renewable Energy Be Paved in Copper?, Renewable Energy World; 15 Januari 2016; oleh Zolaikha Strong; https://www.renewableenergyworld.com/articles/2016/01/will-the-transition-to-renewable-energy-be-paved-in-copper.html</ref> | |||
Β | |||
Memperkuat pasokan dari [[ekstraksi tembaga]] adalah fakta bahwa lebih dari 30 persen tembaga yang dipasang selama dekade terakhir berasal dari sumber daur ulang. [[Daur ulang berdasarkan bahan|Laju daur ulang]]nya lebih tinggi daripada logam lainnya. | |||
===Arsitektur=== | ===Arsitektur=== | ||
Tembaga telah digunakan sejak zaman kuno sebagai bahan arsitektur yang tahan lama, [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|tahan korosi]], dan tahan cuaca.<ref>Seale, Wayne (2007). The role of copper, brass, and bronze in architecture and design; ''Metal Architecture'', Mei 2007</ref><ref>Copper roofing in detail; Copper in Architecture; Copper Development Association, U.K., www.cda.org.uk/arch</ref><ref>Architecture, European Copper Institute; http://eurocopper.org/copper/copper-architecture.html</ref><ref>Kronborg completed; Agency for Palaces and Cultural Properties, KΓΈbenhavn, [http://www.slke.dk/en/slotteoghaver/slotte/kronborg/kronborgshistorie/kronborgfaerdigbygget.aspx?highlight%3Dcopper Kronborg completed - Agency for Palaces and Cultural Properties].</ref> [[Konstruksi atap rumah tangga|Atap]], [[talang air hujan]], [[talang tegak]], [[kubah]], [[puncak menara]], dan [[pintu]] telah dibuat dari tembaga selama ratusan atau ribuan tahun. Penggunaan arsitektur tembaga telah diperluas pada zaman modern untuk mencakup [[Tembaga dalam arsitektur#Pelapis dinding|pelapis dinding]] interior dan eksterior, [[sambungan siar muai|sambungan ekspansi]] bangunan, [[pelindung elektromagnetik|pelindung frekuensi radio]], dan produk dalam ruangan [[Permukaan sentuh paduan tembaga antimikroba|antimikroba]] dan dekoratif seperti pegangan tangan yang menarik, perlengkapan kamar mandi, dan meja dapur. Beberapa manfaat penting tembaga lainnya sebagai bahan arsitektur meliputi [[Pemuaian|pergerakan termal]] yang rendah, ringan, [[penangkal petir|proteksi petir]], dan dapat didaur ulang | |||
[[Patina]] hijau alami yang khas dari logam ini telah lama didambakan oleh para arsitek dan desainer. Patina akhir adalah lapisan yang sangat tahan lama dan sangat tahan terhadap korosi atmosfer, sehingga melindungi logam di bawahnya dari pelapukan lebih lanjut.<ref>Jan Berg. [http://www.deforest.lib.wi.us/FAQS.htm Why did we paint the library's roof?].</ref><ref>Architectural considerations; Copper in Architecture Design Handbook, http://www.copper.org/applications/architecture/arch_dhb/fundamentals/arch_considerations.htm</ref><ref>Peters, Larry E. (2004). Preventing corrosion on copper roofing systems; Professional Roofing, October 2004, http://www.professionalroofing.net</ref> Ia dapat berupa campuran senyawa karbonat dan sulfat dalam berbagai jumlah, tergantung pada kondisi lingkungan seperti hujan asam yang mengandung belerang.<ref>Chun Wu. [http://www.wepanknowledgecenter.org/c/document_library/get_file?folderId%3D517%26name%3DDLFE-2454.pdf Oxidation reaction: Why is the Statue of Liberty blue-green? How does rust work?]. ''wepanknowledgecenter.org''. Engage Engineering.</ref><ref>K.P. Fitzgerald. [https://archive.org/details/sim_corrosion-science_1998-12_40_12/page/2029 The chemistry of copper patination]. ''Corrosion Science''. 1998. Vol. 40 (12). hlm. 2029β50. doi:10.1016/S0010-938X(98)00093-6.</ref><ref>Application Areas: Architecture β Finishes β patina; http://www.copper.org/applications/architecture/finishes.html</ref><ref>Glossary of copper terms, Copper Development Association (UK): [http://www.copperinfo.co.uk/resources/glossary.shtml Glossary of copper terms].</ref> Tembaga arsitektur dan paduannya juga dapat [[Tembaga dalam arsitektur#Penyelesaian|'diselesaikan']] untuk mendapatkan tampilan, rasa, atau warna tertentu. Penyelesaian ini meliputi perawatan permukaan mekanis, pewarnaan kimia, dan pelapisan.<ref>Finishes β natural weathering; Copper in Architecture Design Handbook, Copper Development Association Inc., [http://www.copper.org/applications/architecture/arch_dhb/finishes/finishes.html Copper.org: Architecture Design Handbook: Finishes].</ref> | |||
Tembaga memiliki sifat [[patri|mematri]] dan [[solder|menyolder]] yang sangat baik dan dapat [[las|dilas]]; hasil terbaik diperoleh dengan [[las busur logam gas]].<ref>Davis, Joseph R. ''Copper and Copper Alloys''. ASM International. 2001. hlm. 3β6, 266. ISBN 978-0-87170-726-0.</ref> | |||
Β | |||
Β | |||
Tembaga memiliki sifat [[patri|mematri]] dan [[solder|menyolder]] yang sangat baik dan dapat [[las|dilas]]; hasil terbaik diperoleh dengan [[las busur logam gas]]. | |||
===Perlawanan terhadap penumpukan biologis=== | ===Perlawanan terhadap penumpukan biologis=== | ||
Tembaga bersifat [[Bakteriostatik|biostatik]], artinya bakteri dan banyak bentuk kehidupan lainnya tidak akan tumbuh di atasnya. Karena alasan ini, ia telah lama digunakan untuk melapisi bagian kapal sebagai perlindungan dari [[teritip]] dan [[remis]]. Ia awalnya digunakan dalam bentuk murni, tetapi telah digantikan oleh [[logam Muntz]] dan cat berbasis tembaga. Demikian pula, seperti yang dibahas dalam [[paduan tembaga dalam budi daya perairan]], paduan tembaga telah menjadi bahan jaring yang penting dalam industri [[budi daya perairan]] karena mereka bersifat [[antimikroba]] dan mencegah [[penumpukan biologis]], bahkan dalam kondisi ekstrem serta memiliki sifat struktural dan [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|ketahanan korosi]] yang kuat di lingkungan laut. | Tembaga bersifat [[Bakteriostatik|biostatik]], artinya bakteri dan banyak bentuk kehidupan lainnya tidak akan tumbuh di atasnya. Karena alasan ini, ia telah lama digunakan untuk melapisi bagian kapal sebagai perlindungan dari [[teritip]] dan [[remis]]. Ia awalnya digunakan dalam bentuk murni, tetapi telah digantikan oleh [[logam Muntz]] dan cat berbasis tembaga. Demikian pula, seperti yang dibahas dalam [[paduan tembaga dalam budi daya perairan]], paduan tembaga telah menjadi bahan jaring yang penting dalam industri [[budi daya perairan]] karena mereka bersifat [[antimikroba]] dan mencegah [[penumpukan biologis]], bahkan dalam kondisi ekstrem<ref>Edding, Mario E., Flores, Hector, and Miranda, Claudio, (1995), Experimental Usage of Copper-Nickel Alloy Mesh in Mariculture. Part 1: Feasibility of usage in a temperate zone; Part 2: Demonstration of usage in a cold zone; Final report to the International Copper Association Ltd.</ref> serta memiliki sifat struktural dan [[Korosi#Ketahanan terhadap korosi|ketahanan korosi]] yang kuat<ref>[http://www.copper.org/applications/cuni/pdf/marine_aquaculture.pdf Corrosion Behaviour of Copper Alloys used in Marine Aquaculture] . (PDF) . copper.org. Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref> di lingkungan laut. | ||
===Antimikroba=== | ===Antimikroba=== | ||
Β | [[Permukaan sentuh paduan tembaga antimikroba|Permukaan sentuh paduan tembaga]] memiliki sifat alami yang menghancurkan berbagai [[mikroorganisme]] (misalnya, ''[[Escherichia coli|E. coli]]'' O157:H7, ''[[Staphylococcus aureus]]'' resisten-[[metisilin]] ([[Staphylococcus aureus resisten-metisilin|MRSA]]), ''[[Staphylococcus]]'', ''[[Clostridium difficile]]'', [[virus influenza A]], [[Adenoviridae|adenovirus]], [[Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2|SARS-Cov-2]], dan [[fungi|jamur]]).<ref>[http://coppertouchsurfaces.org/antimicrobial/bacteria/index.html Copper Touch Surfaces] . Copper Touch Surfaces. Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref><ref>[https://www.epa.gov/newsreleases/epa-registers-copper-surfaces-residual-use-against-coronavirus EPA Registers Copper Surfaces for Residual Use Against Coronavirus]. ''United States Environmental Protection Agency''. 10 Februari 2021.</ref> Orang India telah menggunakan bejana tembaga sejak zaman kuno untuk menyimpan air, bahkan sebelum ilmu pengetahuan modern menyadari sifat antimikrobanya.<ref>David A. Montero. [https://doi.org/10.1186/s13756-018-0456-4 Antimicrobial properties of a novel copper-based composite coating with potential for use in healthcare facilities]. ''Antimicrobial Resistance and Infection Control''. 2019-01-05. Vol. 8 (1). hlm. 3. doi:10.1186/s13756-018-0456-4.</ref> Beberapa paduan tembaga terbukti membunuh lebih dari 99,9% bakteri penyebab penyakit hanya dalam waktu dua jam bila dibersihkan secara teratur.<ref>[http://www.epa.gov/pesticides/factsheets/copper-alloy-products.htm EPA registers copper-containing alloy products]. ''United States Environmental Protection Agency''. Mei 2008.</ref> [[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat]] (EPA) telah menyetujui pendaftaran paduan tembaga ini sebagai "bahan [[antimikroba]] dengan manfaat kesehatan masyarakat";<ref>[http://www.epa.gov/pesticides/factsheets/copper-alloy-products.htm EPA registers copper-containing alloy products]. ''United States Environmental Protection Agency''. Mei 2008.</ref> persetujuan itu memungkinkan produsen untuk membuat klaim hukum atas manfaat kesehatan masyarakat dari produk yang terbuat dari paduan terdaftar. Selain itu, EPA telah menyetujui daftar panjang produk tembaga antimikroba yang terbuat dari paduan ini, seperti pegangan tempat tidur, [[susur tangan|pegangan tangan]], meja di atas tempat tidur, [[wastafel]], [[keran]], [[gagang pintu]], perangkat keras [[toilet]], [[papan tombol|papan tombol komputer]], peralatan [[pusat kebugaran]], dan pegangan [[keranjang belanja]] (untuk daftar lengkap, lihat: [[Permukaan sentuh paduan tembaga antimikroba#Produk tembaga antimikroba]]). Kenop pintu tembaga digunakan oleh rumah sakit untuk mengurangi perpindahan penyakit, dan [[penyakit Legionella]] ditekan oleh pipa tembaga dalam sistem perpipaan.<ref>Amaya Biurrun. [http://pdfs.semanticscholar.org/0709/96484f04d87e7c7858448f3d913a94b720c0.pdf Treatment of a Legionella pneumophilaβColonized Water Distribution System Using CopperβSilver Ionization and Continuous Chlorination]. ''Infection Control and Hospital Epidemiology''. 1999. Vol. 20 (6). hlm. 426β428. doi:10.1086/501645.</ref> Produk paduan tembaga antimikroba sekarang dipasang di fasilitas kesehatan di Britania Raya, Irlandia, Jepang, Korea, Prancis, Denmark, dan Brasil, serta diminta di Amerika Serikat,<ref>Zaleski, Andrew, ''[https://www.statnews.com/2020/09/24/as-hospitals-look-to-prevent-infections-a-chorus-of-researchers-make-a-case-for-copper-surfaces/ As hospitals look to prevent infections, a chorus of researchers make a case for copper surfaces]'', STAT, 24 September 2020</ref> dan di sistem transit kereta bawah tanah di Santiago, Chili, di mana pegangan tangan paduan tembaga-seng dipasang di sekitar 30 stasiun antara tahun 2011 dan 2014.<ref>[http://www.rail.co/2011/07/22/chilean-subway-protected-with-antimicrobial-copper Chilean subway protected with Antimicrobial Copper β Rail News from] rail.co. Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref><ref>[http://construpages.com.ve/nl/noticia_nl.php?id_noticia=3032&language=en Codelco to provide antimicrobial copper for new metro lines (Chile)] . Construpages.com.ve. Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref><ref>[http://www.antimicrobialcopper.com/media/149689/pr811-chilean-subway-installs-antimicrobial-copper.pdf PR 811 Chilean Subway Installs Antimicrobial Copper] . (PDF). antimicrobialcopper.com. Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref> | ||
Β | Serat tekstil dapat dicampur dengan tembaga untuk membuat kain pelindung antimikroba.<ref>[http://www.cupron.com/cupron-technology/power-of-cupron/copper-and-cupron Copper and Cupron]. Cupron.</ref> | ||
[[Permukaan sentuh paduan tembaga antimikroba|Permukaan sentuh paduan tembaga]] memiliki sifat alami yang menghancurkan berbagai [[mikroorganisme]] (misalnya, ''[[Escherichia coli|E. coli]]'' O157:H7, ''[[Staphylococcus aureus]]'' resisten-[[metisilin]] ([[Staphylococcus aureus resisten-metisilin|MRSA]]), ''[[Staphylococcus]]'', ''[[Clostridium difficile]]'', [[virus influenza A]], [[Adenoviridae|adenovirus]], [[Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2|SARS-Cov-2]], dan [[fungi|jamur]]). Orang India telah menggunakan bejana tembaga sejak zaman kuno untuk menyimpan air, bahkan sebelum ilmu pengetahuan modern menyadari sifat antimikrobanya. Beberapa paduan tembaga terbukti membunuh lebih dari 99,9% bakteri penyebab penyakit hanya dalam waktu dua jam bila dibersihkan secara teratur. [[Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat]] (EPA) telah menyetujui pendaftaran paduan tembaga ini sebagai "bahan [[antimikroba]] dengan manfaat kesehatan masyarakat"; persetujuan itu memungkinkan produsen untuk membuat klaim hukum atas manfaat kesehatan masyarakat dari produk yang terbuat dari paduan terdaftar. Selain itu, EPA telah menyetujui daftar panjang produk tembaga antimikroba yang terbuat dari paduan ini, seperti pegangan tempat tidur, [[susur tangan|pegangan tangan]], meja di atas tempat tidur, [[wastafel]], [[keran]], [[gagang pintu]], perangkat keras [[toilet]], [[papan tombol|papan tombol komputer]], peralatan [[pusat kebugaran]], dan pegangan [[keranjang belanja]] (untuk daftar lengkap, lihat: [[Permukaan sentuh paduan tembaga antimikroba#Produk tembaga antimikroba]]). Kenop pintu tembaga digunakan oleh rumah sakit untuk mengurangi perpindahan penyakit, dan [[penyakit Legionella]] ditekan oleh pipa tembaga dalam sistem perpipaan. Produk paduan tembaga antimikroba sekarang dipasang di fasilitas kesehatan di Britania Raya, Irlandia, Jepang, Korea, Prancis, Denmark, dan Brasil, serta diminta di Amerika Serikat, dan di sistem transit kereta bawah tanah di Santiago, Chili, di mana pegangan tangan paduan tembaga-seng dipasang di sekitar 30 stasiun antara tahun 2011 dan 2014. | |||
Serat tekstil dapat dicampur dengan tembaga untuk membuat kain pelindung antimikroba. | |||
===Investasi spekulatif=== | ===Investasi spekulatif=== | ||
Tembaga dapat digunakan sebagai investasi spekulatif karena perkiraan peningkatan penggunaannya dari pertumbuhan infrastruktur di seluruh dunia, dan peran pentingnya dalam memproduksi [[turbin angin]], [[panel surya]], dan sumber energi terbarukan lainnya. Alasan lain yang memprediksi peningkatan permintaan adalah fakta bahwa [[mobil listrik]] rata-rata mengandung tembaga 3,6 kali lebih banyak daripada mobil konvensional, meskipun pengaruh mobil listrik terhadap permintaan tembaga masih diperdebatkan. Beberapa orang berinvestasi dalam tembaga melalui saham pertambangan tembaga, [[Exchange-traded fund|ETF]], dan [[kontrak berjangka]]. Yang lainnya menyimpan tembaga fisik dalam bentuk batangan atau bulatan tembaga meskipun keduanya cenderung memiliki harga premium yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam mulia. Mereka yang ingin menghindari harga premium dari [[bulion]] tembaga dapat menyimpan [[kabel tembaga|kawat tembaga]] dan [[tabung tembaga]] tua, atau [[Penny (uang koin Amerika Serikat)|penny Amerika yang dibuat sebelum tahun 1982]] sebagai alternatifnya. | Tembaga dapat digunakan sebagai investasi spekulatif karena perkiraan peningkatan penggunaannya dari pertumbuhan infrastruktur di seluruh dunia, dan peran pentingnya dalam memproduksi [[turbin angin]], [[panel surya]], dan sumber energi terbarukan lainnya.<ref>[http://www.mining.com/global-copper-market-supplied-demand-rise-report/ Global copper market under supplied, demand on the rise β report]. ''Mining.com''. 6 Januari 2019.</ref><ref>[https://www.renewableenergyworld.com/articles/2016/01/will-the-transition-to-renewable-energy-be-paved-in-copper.html Will the Transition to Renewable Energy Be Paved in Copper?]. ''www.renewableenergyworld.com''. 15 Januari 2015.</ref> Alasan lain yang memprediksi peningkatan permintaan adalah fakta bahwa [[mobil listrik]] rata-rata mengandung tembaga 3,6 kali lebih banyak daripada mobil konvensional, meskipun pengaruh mobil listrik terhadap permintaan tembaga masih diperdebatkan.<ref>[http://www.mining.com/copper-price-cars-boom-goes-beyond-electric-vehicles/ Copper and cars: Boom goes beyond electric vehicles]. ''MINING.com''. 18 Juni 2018.</ref><ref>[http://www.mining.com/impact-electric-cars-medium-term-copper-demand-overrated-experts-say/ Impact of electric cars in medium-term copper demand 'overrated', experts say]. ''MINING.com''. 12 April 2018.</ref> Beberapa orang berinvestasi dalam tembaga melalui saham pertambangan tembaga, [[Exchange-traded fund|ETF]], dan [[kontrak berjangka]]. Yang lainnya menyimpan tembaga fisik dalam bentuk batangan atau bulatan tembaga meskipun keduanya cenderung memiliki harga premium yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam mulia.<ref>[https://blog.providentmetals.com/gold-and-silver-bullion-investing/why-are-premiums-for-copper-bullion-so-high.htm#.XEiCB1xKjIU Why are Premiums for Copper Bullion So High?]. ''Provident Metals''. 20 Agustus 2012.</ref> Mereka yang ingin menghindari harga premium dari [[bulion]] tembaga dapat menyimpan [[kabel tembaga|kawat tembaga]] dan [[tabung tembaga]] tua, atau [[Penny (uang koin Amerika Serikat)|penny Amerika yang dibuat sebelum tahun 1982]] sebagai alternatifnya.<ref>Zoe Chace. [https://www.npr.org/2014/05/21/314607045/penny-hoarders-hope-for-the-day-the-penny-dies Penny Hoarders Hope for the Day The Penny Dies]. ''NPR.org''. NPR.</ref> | ||
===Pengobatan tradisional=== | ===Pengobatan tradisional=== | ||
Tembaga umumnya digunakan dalam perhiasan, dan menurut beberapa cerita rakyat, gelang tembaga dapat meredakan gejala [[artritis]]. Dalam satu percobaan untuk osteoartritis dan satu percobaan untuk artritis reumatoid, tidak ada perbedaan yang ditemukan antara gelang tembaga dan gelang (non-tembaga) kontrol. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tembaga dapat diserap melalui kulit. Jika iya, maka ia dapat menyebabkan [[toksisitas tembaga|keracunan tembaga]]. | Tembaga umumnya digunakan dalam perhiasan, dan menurut beberapa cerita rakyat, gelang tembaga dapat meredakan gejala [[artritis]].<ref>W.R. Walker. ''An investigation of the therapeutic value of the 'copper bracelet'-dermal assimilation of copper in arthritic/rheumatoid conditions''. ''Agents and Actions''. 1976. Vol. 6 (4). hlm. 454β459.</ref> Dalam satu percobaan untuk osteoartritis dan satu percobaan untuk artritis reumatoid, tidak ada perbedaan yang ditemukan antara gelang tembaga dan gelang (non-tembaga) kontrol.<ref>''Copper bracelets and magnetic wrist straps for rheumatoid arthritis β analgesic and anti-inflammatory effects: a randomised double-blind placebo controlled crossover trial''. ''PLOS ONE''. 2013. Vol. 8 (9). hlm. e71529. doi:10.1371/journal.pone.0071529.</ref><ref>Stewart J. Richmond. [http://researchrepository.napier.ac.uk/id/eprint/9912 Therapeutic effects of magnetic and copper bracelets in osteoarthritis: A randomised placebo-controlled crossover trial]. ''Complementary Therapies in Medicine''. 2009. Vol. 17 (5β6). hlm. 249β256. doi:10.1016/j.ctim.2009.07.002.</ref> Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tembaga dapat diserap melalui kulit. Jika iya, maka ia dapat menyebabkan [[toksisitas tembaga|keracunan tembaga]].<ref>University of Arkansas for Medical Sciences: [http://www.uams.edu/update/absolutenm/templates/medical.asp?articleid=3454 Find the Truth Behind Medical Myths] Meskipun tidak pernah terbukti bahwa tembaga dapat diserap melalui kulit dengan memakai gelang, penelitian menunjukkan bahwa tembaga yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan, menyebabkan muntah dan, dalam kasus yang parah, kerusakan hati.</ref> | ||
====Pakaian kompresi==== | ====Pakaian kompresi==== | ||
Baru-baru ini, beberapa pakaian [[Perban#Perban kompresi|kompresi]] dengan jalinan tembaga telah dipasarkan dengan klaim kesehatan yang mirip dengan klaim pengobatan tradisional. Karena pakaian kompresi adalah pengobatan yang valid untuk beberapa penyakit, pakaian tersebut mungkin memiliki manfaat itu, tetapi tembaga tambahan mungkin tidak memiliki manfaat selain [[Plasebo#Efek plasebo|efek plasebo]]. | Baru-baru ini, beberapa pakaian [[Perban#Perban kompresi|kompresi]] dengan jalinan tembaga telah dipasarkan dengan klaim kesehatan yang mirip dengan klaim pengobatan tradisional. Karena pakaian kompresi adalah pengobatan yang valid untuk beberapa penyakit, pakaian tersebut mungkin memiliki manfaat itu, tetapi tembaga tambahan mungkin tidak memiliki manfaat selain [[Plasebo#Efek plasebo|efek plasebo]].<ref>Truth in Advertising [https://www.truthinadvertising.org/tommie-copper/ Tommie Copper]</ref> | ||
==Degradasi== | ==Degradasi== | ||
''[[Chromobacterium violaceum]]'' dan ''[[Pseudomonas fluorescens]]'' dapat memobilisasi tembaga padat sebagai senyawa sianida. Jamur mikoriza erikoid yang berasosiasi dengan ''Calluna'', ''Erica'' dan ''Vaccinium'' dapat tumbuh di tanah logam yang mengandung tembaga. Jamur ektomikoriza ''Suillus luteus'' melindungi pohon pinus muda dari toksisitas tembaga. Sampel jamur ''[[Aspergillus niger]]'' ditemukan tumbuh dari larutan tambang emas dan ditemukan mengandung kompleks siano dari beberapa logam seperti emas, perak, tembaga, besi, dan seng. Jamur tersebut juga berperan dalam pelarutan sulfida logam berat. | ''[[Chromobacterium violaceum]]'' dan ''[[Pseudomonas fluorescens]]'' dapat memobilisasi tembaga padat sebagai senyawa sianida.<ref>Geoffrey Michael Gadd. [http://mic.sgmjournals.org/content/156/3/609.full Metals, minerals and microbes: geomicrobiology and bioremediation]. ''Microbiology''. March 2010. Vol. 156 (3). hlm. 609β643. doi:10.1099/mic.0.037143-0.</ref> Jamur mikoriza erikoid yang berasosiasi dengan ''Calluna'', ''Erica'' dan ''Vaccinium'' dapat tumbuh di tanah logam yang mengandung tembaga.<ref>Geoffrey Michael Gadd. [http://mic.sgmjournals.org/content/156/3/609.full Metals, minerals and microbes: geomicrobiology and bioremediation]. ''Microbiology''. March 2010. Vol. 156 (3). hlm. 609β643. doi:10.1099/mic.0.037143-0.</ref> Jamur ektomikoriza ''Suillus luteus'' melindungi pohon pinus muda dari toksisitas tembaga. Sampel jamur ''[[Aspergillus niger]]'' ditemukan tumbuh dari larutan tambang emas dan ditemukan mengandung kompleks siano dari beberapa logam seperti emas, perak, tembaga, besi, dan seng. Jamur tersebut juga berperan dalam pelarutan sulfida logam berat.<ref>Harbhajan Singh. [https://books.google.com/books?id=WY3YvfNoouMC&pg=PA533 Mycoremediation: Fungal Bioremediation]. 2006. hlm. 509. ISBN 978-0-470-05058-3.</ref> | ||
==Peran biologis== | ==Peran biologis== | ||
===Biokimia=== | ===Biokimia=== | ||
[[Protein tembaga]] memiliki peran yang beragam dalam transpor elektron dan transportasi oksigen biologis, proses yang memanfaatkan interkonversi mudah dari Cu(I) dan Cu(II). Tembaga sangat penting dalam [[respirasi seluler|respirasi]] aerobik semua [[eukariota]]. Pada [[mitokondria]], ia ditemukan dalam [[sitokrom c oksidase]], yang merupakan protein terakhir dalam [[fosforilasi oksidatif]]. Sitokrom c oksidase adalah protein yang mengikat O<sub>2</sub> antara tembaga dan besi; protein tersebut mentransfer 8 elektron ke molekul O<sub>2</sub> untuk mereduksinya menjadi dua molekul air. Tembaga juga ditemukan di banyak [[superoksida dismutase]], protein yang mengatalisis dekomposisi [[superoksida]] dengan mengubahnya (melalui [[dismutasi|disproporsionasi]]) menjadi oksigen dan [[hidrogen peroksida]]: | [[Protein tembaga]] memiliki peran yang beragam dalam transpor elektron dan transportasi oksigen biologis, proses yang memanfaatkan interkonversi mudah dari Cu(I) dan Cu(II).<ref>Katherine E. Vest. ''Metallomics and the Cell''. Springer. 2013. Vol. 12. hlm. 451β78. doi:10.1007/978-94-007-5561-1_13. ISBN 978-94-007-5560-4. electronic-book electronic-</ref> Tembaga sangat penting dalam [[respirasi seluler|respirasi]] aerobik semua [[eukariota]]. Pada [[mitokondria]], ia ditemukan dalam [[sitokrom c oksidase]], yang merupakan protein terakhir dalam [[fosforilasi oksidatif]]. Sitokrom c oksidase adalah protein yang mengikat O<sub>2</sub> antara tembaga dan besi; protein tersebut mentransfer 8 elektron ke molekul O<sub>2</sub> untuk mereduksinya menjadi dua molekul air. Tembaga juga ditemukan di banyak [[superoksida dismutase]], protein yang mengatalisis dekomposisi [[superoksida]] dengan mengubahnya (melalui [[dismutasi|disproporsionasi]]) menjadi oksigen dan [[hidrogen peroksida]]: | ||
* Cu<sup>2+</sup>-SOD + O<sub>2</sub><sup>β</sup> β Cu<sup>+</sup>-SOD + O<sub>2</sub> (reduksi tembaga; oksidasi superoksida) | * Cu<sup>2+</sup>-SOD + O<sub>2</sub><sup>β</sup> β Cu<sup>+</sup>-SOD + O<sub>2</sub> (reduksi tembaga; oksidasi superoksida) | ||
* Cu<sup>+</sup>-SOD + O<sub>2</sub><sup>β</sup> + 2H<sup>+</sup> β Cu<sup>2+</sup>-SOD + H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> (oksidasi tembaga; reduksi superoksida) | * Cu<sup>+</sup>-SOD + O<sub>2</sub><sup>β</sup> + 2H<sup>+</sup> β Cu<sup>2+</sup>-SOD + H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> (oksidasi tembaga; reduksi superoksida) | ||
Protein [[hemosianin]] adalah pembawa oksigen pada sebagian besar [[moluska]] dan beberapa [[artropoda]] seperti [[belangkas|kepiting tapal kuda]] (''Limulus polyphemus''). Karena hemosianin berwarna biru, organisme ini memiliki darah biru alih-alih darah merah [[hemoglobin]] berbasis besi. Yang terkait dengan hemosianin secara struktural adalah [[lakase]] dan [[tirosinase]]. Alih-alih mengikat oksigen secara reversibel, protein ini menghidroksilat substrat, diilustrasikan oleh perannya dalam pembentukan [[lakuer]]. Peran biologis tembaga dimulai dengan munculnya oksigen di atmosfer bumi. Beberapa protein tembaga, seperti "protein tembaga biru", tidak berinteraksi langsung dengan substrat; karenanya mereka bukan enzim. Protein ini menyampaikan elektron melalui proses yang disebut [[transfer elektron]]. | Protein [[hemosianin]] adalah pembawa oksigen pada sebagian besar [[moluska]] dan beberapa [[artropoda]] seperti [[belangkas|kepiting tapal kuda]] (''Limulus polyphemus'').<ref>[http://www.ocean.udel.edu/horseshoecrab/funFacts.html Fun facts]. ''Horseshoe crab''. University of Delaware.</ref> Karena hemosianin berwarna biru, organisme ini memiliki darah biru alih-alih darah merah [[hemoglobin]] berbasis besi. Yang terkait dengan hemosianin secara struktural adalah [[lakase]] dan [[tirosinase]]. Alih-alih mengikat oksigen secara reversibel, protein ini menghidroksilat substrat, diilustrasikan oleh perannya dalam pembentukan [[lakuer]].<ref>S.J. Lippard, J.M. Berg "Principles of bioinorganic chemistry" University Science Books: Mill Valley, CA; 1994. .</ref> Peran biologis tembaga dimulai dengan munculnya oksigen di atmosfer bumi.<ref>Decker, H. ''COPs and Robbers: Putative evolution of copper oxygen-binding proteins''. ''Journal of Experimental Biology''. 2000. Vol. 203 (Pt 12). hlm. 1777β1782. doi:10.1242/jeb.203.12.1777.</ref> Beberapa protein tembaga, seperti "protein tembaga biru", tidak berinteraksi langsung dengan substrat; karenanya mereka bukan enzim. Protein ini menyampaikan elektron melalui proses yang disebut [[transfer elektron]].<ref>S.J. Lippard, J.M. Berg "Principles of bioinorganic chemistry" University Science Books: Mill Valley, CA; 1994. .</ref> | ||
Sebuah pusat tembaga berinti 4 yang unik telah ditemukan dalam [[dinitrogen monoksida reduktase]].<ref>Lisa K. Schneider. ''The Metal-Driven Biogeochemistry of Gaseous Compounds in the Environment''. Springer. 2014. Vol. 14. hlm. 177β210. doi:10.1007/978-94-017-9269-1_8. ISBN 978-94-017-9268-4.</ref> | |||
Senyawa kimia yang dikembangkan untuk pengobatan penyakit Wilson telah diteliti untuk digunakan dalam terapi kanker.<ref>Delphine Denoyer. ''Metallo-Drugs: Development and Action of Anticancer Agents''. ''Metal Ions in Life Sciences''. de Gruyter GmbH. 2018. Vol. 18. hlm. 469β506. doi:10.1515/9783110470734-022. ISBN 978-3-11-047073-4.</ref> | |||
Β | |||
Senyawa kimia yang dikembangkan untuk pengobatan penyakit Wilson telah diteliti untuk digunakan dalam terapi kanker. | |||
===Nutrisi=== | ===Nutrisi=== | ||
Tembaga adalah sebuah [[unsur renik]] penting pada tumbuhan dan hewan, tetapi tidak semua mikroorganisme. Tubuh manusia mengandung tembaga pada tingkat sekitar 1,4 hingga 2,1 mg per kg massa tubuh. | Tembaga adalah sebuah [[unsur renik]] penting pada tumbuhan dan hewan, tetapi tidak semua mikroorganisme. Tubuh manusia mengandung tembaga pada tingkat sekitar 1,4 hingga 2,1 mg per kg massa tubuh.<ref>[http://www.copper.org/consumers/health/papers/cu_health_uk/cu_health_uk.html Amount of copper in the normal human body, and other nutritional copper facts].</ref> | ||
====Penyerapan==== | ====Penyerapan==== | ||
Tembaga diserap di usus, kemudian diangkut ke hati dengan terikat [[albumin serum|albumin]]. Setelah diproses di hati, tembaga didistribusikan ke jaringan lain pada fase kedua, yang melibatkan protein [[seruloplasmin]], yang membawa sebagian besar tembaga dalam darah. Seruloplasmin juga membawa tembaga yang diekskresikan dalam susu, dan diserap dengan baik sebagai sumber tembaga. Tembaga dalam tubuh biasanya mengalami [[sirkulasi enterohepatik]] (sekitar 5 mg per hari, vs. sekitar 1 mg per hari yang diserap dalam makanan dan dikeluarkan dari tubuh), dan tubuh dapat mengeluarkan beberapa kelebihan tembaga, jika diperlukan, melalui [[empedu]], yang membawa beberapa tembaga keluar dari hati yang tidak diserap kembali oleh usus. | Tembaga diserap di usus, kemudian diangkut ke hati dengan terikat [[albumin serum|albumin]].<ref>S. J. Adelstein. [https://archive.org/details/sim_new-england-journal-of-medicine_the-new-england-journal-of-medicine_1961-11-02_265_18/page/n24 Copper metabolism in man]. ''New England Journal of Medicine''. 1961. Vol. 265 (18). hlm. 892β897. doi:10.1056/NEJM196111022651806.</ref> Setelah diproses di hati, tembaga didistribusikan ke jaringan lain pada fase kedua, yang melibatkan protein [[seruloplasmin]], yang membawa sebagian besar tembaga dalam darah. Seruloplasmin juga membawa tembaga yang diekskresikan dalam susu, dan diserap dengan baik sebagai sumber tembaga.<ref>M.C. Linder. [http://www.ajcn.org/content/67/5/965S.abstract Copper transport]. ''The American Journal of Clinical Nutrition''. 1 Mei 1998. Vol. 67 (5). hlm. 965Sβ971S. doi:10.1093/ajcn/67.5.965S.</ref> Tembaga dalam tubuh biasanya mengalami [[sirkulasi enterohepatik]] (sekitar 5 mg per hari, vs. sekitar 1 mg per hari yang diserap dalam makanan dan dikeluarkan dari tubuh), dan tubuh dapat mengeluarkan beberapa kelebihan tembaga, jika diperlukan, melalui [[empedu]], yang membawa beberapa tembaga keluar dari hati yang tidak diserap kembali oleh usus.<ref>E. Frieden. ''Ceruloplasmin: The copper transport protein with essential oxidase activity''. 1976. Vol. 44. hlm. 187β236. doi:10.1002/9780470122891.ch6. ISBN 978-0-470-12289-1.</ref><ref>S.S. Percival. ''Copper transport from ceruloplasmin: Characterization of the cellular uptake mechanism''. ''American Journal of Physiology. Cell Physiology''. 1 Januari 1990. Vol. 258 (1). hlm. C140βC146. doi:10.1152/ajpcell.1990.258.1.c140.</ref> | ||
====Rekomendasi diet==== | ====Rekomendasi diet==== | ||
[[Akademi Kedokteran Nasional|Institut Kedokteran]] A.S. (IOM) memperbarui Kebutuhan Perkiraan Rata-rata (EAR) dan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk tembaga pada tahun 2001. Jika tidak ada informasi yang cukup untuk menetapkan EAR dan AKG, digunakan perkiraan [[Asupan Referensi Diet#Parameter|Asupan Adekuat]] (AI) sebagai gantinya. AI untuk tembaga adalah: 200 ΞΌg tembaga untuk laki-laki dan perempuan berusia 0β6 bulan, dan 220 ΞΌg tembaga untuk laki-laki dan perempuan berusia 7β12 bulan. Untuk kedua jenis kelamin, AKG untuk tembaga adalah: 340 ΞΌg tembaga untuk usia 1β3 tahun, 440 ΞΌg tembaga untuk usia 4β8 tahun, 700 ΞΌg tembaga untuk usia 9β13 tahun, 890 ΞΌg tembaga untuk usia 14β18 tahun, dan 900 ΞΌg tembaga untuk usia 19 tahun ke atas. Untuk ibu hamil, 1.000 ΞΌg. Untuk ibu menyusui, 1.300 ΞΌg. Mengenai keamanan, IOM juga menetapkan [[Asupan Referensi Diet#Parameter|Batas Atas Asupan]] (UL) yang dapat ditoleransi untuk vitamin dan mineral bila bukti cukup. Dalam kasus tembaga, UL ditetapkan pada 10 mg/hari. Secara kolektif EAR, AKG, AI, dan UL disebut sebagai [[Asupan Referensi Diet]]. | [[Akademi Kedokteran Nasional|Institut Kedokteran]] A.S. (IOM) memperbarui Kebutuhan Perkiraan Rata-rata (EAR) dan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk tembaga pada tahun 2001. Jika tidak ada informasi yang cukup untuk menetapkan EAR dan AKG, digunakan perkiraan [[Asupan Referensi Diet#Parameter|Asupan Adekuat]] (AI) sebagai gantinya. AI untuk tembaga adalah: 200 ΞΌg tembaga untuk laki-laki dan perempuan berusia 0β6 bulan, dan 220 ΞΌg tembaga untuk laki-laki dan perempuan berusia 7β12 bulan. Untuk kedua jenis kelamin, AKG untuk tembaga adalah: 340 ΞΌg tembaga untuk usia 1β3 tahun, 440 ΞΌg tembaga untuk usia 4β8 tahun, 700 ΞΌg tembaga untuk usia 9β13 tahun, 890 ΞΌg tembaga untuk usia 14β18 tahun, dan 900 ΞΌg tembaga untuk usia 19 tahun ke atas. Untuk ibu hamil, 1.000 ΞΌg. Untuk ibu menyusui, 1.300 ΞΌg.<ref>[http://www.nationalacademies.org/hmd/~/media/Files/Activity%20Files/Nutrition/DRI-Tables/2_%20RDA%20and%20AI%20Values_Vitamin%20and%20Elements.pdf?la=en Dietary Reference Intakes: RDA and AI for Vitamins and Elements] Food and Nutrition Board, Institute of Medicine, National Academies Press, 2011. Diakses tanggal 3 Juli 2023.</ref> Mengenai keamanan, IOM juga menetapkan [[Asupan Referensi Diet#Parameter|Batas Atas Asupan]] (UL) yang dapat ditoleransi untuk vitamin dan mineral bila bukti cukup. Dalam kasus tembaga, UL ditetapkan pada 10 mg/hari. Secara kolektif EAR, AKG, AI, dan UL disebut sebagai [[Asupan Referensi Diet]].<ref>Copper. IN: [https://www.nap.edu/read/10026/chapter/9 Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Copper]. National Academy Press. 2001, hlm. 224β257.</ref> | ||
[[Otoritas Keamanan Makanan Eropa]] (EFSA) menyebut kumpulan informasi kolektif tersebut sebagai Nilai Referensi Diet, dengan Asupan Referensi Populasi (PRI) alih-alih AKG, dan Kebutuhan Rata-rata alih-alih EAR. AI dan UL didefinisikan sama seperti di Amerika Serikat. Untuk wanita dan pria berusia 18 tahun ke atas, AI ditetapkan masing-masing sebesar 1,3 dan 1,6 mg/hari. AI untuk ibu hamil dan menyusui adalah 1,5 mg/hari. Untuk anak usia 1β17 tahun, AI meningkat seiring bertambahnya usia dari 0,7 menjadi 1,3 mg/hari. AI ini lebih tinggi dari AKG Amerika Serikat. Otoritas Keamanan Makanan Eropa meninjau pertanyaan keamanan yang sama dan menetapkan UL pada 5 mg/hari, yang merupakan setengah dari nilai Amerika Serikat. | [[Otoritas Keamanan Makanan Eropa]] (EFSA) menyebut kumpulan informasi kolektif tersebut sebagai Nilai Referensi Diet, dengan Asupan Referensi Populasi (PRI) alih-alih AKG, dan Kebutuhan Rata-rata alih-alih EAR. AI dan UL didefinisikan sama seperti di Amerika Serikat. Untuk wanita dan pria berusia 18 tahun ke atas, AI ditetapkan masing-masing sebesar 1,3 dan 1,6 mg/hari. AI untuk ibu hamil dan menyusui adalah 1,5 mg/hari. Untuk anak usia 1β17 tahun, AI meningkat seiring bertambahnya usia dari 0,7 menjadi 1,3 mg/hari. AI ini lebih tinggi dari AKG Amerika Serikat.<ref>[https://www.efsa.europa.eu/sites/default/files/assets/DRV_Summary_tables_jan_17.pdf Overview on Dietary Reference Values for the EU population as derived by the EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies]. 2017.</ref> Otoritas Keamanan Makanan Eropa meninjau pertanyaan keamanan yang sama dan menetapkan UL pada 5 mg/hari, yang merupakan setengah dari nilai Amerika Serikat.<ref>[http://www.efsa.europa.eu/sites/default/files/efsa_rep/blobserver_assets/ndatolerableuil.pdf Tolerable Upper Intake Levels For Vitamins And Minerals]. European Food Safety Authority. 2006.</ref> | ||
Untuk tujuan pelabelan makanan dan suplemen makanan A.S., jumlah dalam satu porsi dinyatakan sebagai persentase dari Nilai Harian (%DV). Untuk tujuan pelabelan tembaga, 100% Nilai Harian adalah 2,0 mg, tetapi pada 27 Mei 2016 direvisi menjadi 0,9 mg agar sesuai dengan AKG. Tabel nilai harian dewasa lama dan baru disediakan di [[Asupan Harian Referensi]]. | Untuk tujuan pelabelan makanan dan suplemen makanan A.S., jumlah dalam satu porsi dinyatakan sebagai persentase dari Nilai Harian (%DV). Untuk tujuan pelabelan tembaga, 100% Nilai Harian adalah 2,0 mg, tetapi pada 27 Mei 2016 direvisi menjadi 0,9 mg agar sesuai dengan AKG.<ref>[https://www.gpo.gov/fdsys/pkg/FR-2016-05-27/pdf/2016-11867.pdf Federal Register May 27, 2016 Food Labeling: Revision of the Nutrition and Supplement Facts Labels. FR p. 33982].</ref><ref>[https://www.dsld.nlm.nih.gov/dsld/dailyvalue.jsp Daily Value Reference of the Dietary Supplement Label Database (DSLD)]. ''Dietary Supplement Label Database (DSLD)''.</ref> Tabel nilai harian dewasa lama dan baru disediakan di [[Asupan Harian Referensi]]. | ||
===Kekurangan tembaga=== | ===Kekurangan tembaga=== | ||
Karena perannya dalam memfasilitasi penyerapan zat besi, [[kekurangan tembaga]] dapat menghasilkan gejala seperti-[[anemia]], [[neutropenia]], kelainan tulang, hipopigmentasi, gangguan pertumbuhan, peningkatan insiden infeksi, osteoporosis, hipertiroidisme, dan kelainan metabolisme glukosa dan kolesterol. Sebaliknya, [[penyakit Wilson]] menyebabkan penumpukan tembaga di jaringan tubuh. | Karena perannya dalam memfasilitasi penyerapan zat besi, [[kekurangan tembaga]] dapat menghasilkan gejala seperti-[[anemia]], [[neutropenia]], kelainan tulang, hipopigmentasi, gangguan pertumbuhan, peningkatan insiden infeksi, osteoporosis, hipertiroidisme, dan kelainan metabolisme glukosa dan kolesterol. Sebaliknya, [[penyakit Wilson]] menyebabkan penumpukan tembaga di jaringan tubuh. | ||
Defisiensi yang parah dapat ditemukan dengan menguji kadar tembaga plasma atau serum yang rendah, seruloplasmin yang rendah, dan kadar superoksida dismutase sel darah merah yang rendah; mereka tidak sensitif terhadap status tembaga marjinal. "Aktivitas sitokrom c oksidase leukosit dan trombosit" telah dinyatakan sebagai faktor lain dalam kekurangan tembaga, tetapi hasilnya belum dikonfirmasi melalui replikasi. | Defisiensi yang parah dapat ditemukan dengan menguji kadar tembaga plasma atau serum yang rendah, seruloplasmin yang rendah, dan kadar superoksida dismutase sel darah merah yang rendah; mereka tidak sensitif terhadap status tembaga marjinal. "Aktivitas sitokrom c oksidase leukosit dan trombosit" telah dinyatakan sebagai faktor lain dalam kekurangan tembaga, tetapi hasilnya belum dikonfirmasi melalui replikasi.<ref>Maxine Bonham. ''The immune system as a physiological indicator of marginal copper status?''. ''British Journal of Nutrition''. 2002. Vol. 87 (5). hlm. 393β403. doi:10.1079/BJN2002558.</ref> | ||
===Toksisitas=== | ===Toksisitas=== | ||
Jumlah gram dari berbagai garam tembaga telah diambil dalam upaya bunuh diri dan menghasilkan toksisitas tembaga akut pada manusia, kemungkinan karena siklus redoks dan pembentukan [[Spesi oksigen reaktif|spesies oksigen reaktif]] yang merusak [[Asam deoksiribonukleat|DNA]].<ref>Yunbo Li. [https://archive.org/details/sim_carcinogenesis_1994-07_15_7/page/1421 DNA damage caused by reactive oxygen species originating from a copper-dependent oxidation of the 2-hydroxy catechol of estradiol]. ''Carcinogenesis''. 1994. Vol. 15 (7). hlm. 1421β1427. doi:10.1093/carcin/15.7.1421.</ref><ref>Starkebaum Gordon. ''Endothelial cell injury due to copper-catalyzed hydrogen peroxide generation from homocysteine''. ''J. Clin. Invest''. April 1986. Vol. 77 (4). hlm. 1370β6. doi:10.1172/JCI112442.</ref> Jumlah garam tembaga yang sesuai (30 mg/kg) bersifat racun bagi hewan.<ref>[http://pmep.cce.cornell.edu/profiles/extoxnet/carbaryl-dicrotophos/copper-sulfate-ext.html Pesticide Information Profile for Copper Sulfate]. Cornell University.</ref> Nilai makanan minimum untuk pertumbuhan yang sehat pada kelinci telah dilaporkan setidaknya 3 [[Notasi bagian per#Bagian per juta|ppm]] dalam makanan.<ref>Hunt, Charles E. [https://archive.org/details/sim_journal-of-nutrition_1965-12_87_4/page/n20 Cardiovascular Lesions Associated with Experimental Copper Deficiency in the Rabbit]. ''Journal of Nutrition''. 1965. Vol. 87 (4). hlm. 385β394. doi:10.1093/jn/87.4.385.</ref> Namun, konsentrasi tembaga yang lebih tinggi (100 ppm, 200 ppm, atau 500 ppm) dalam makanan kelinci dapat memengaruhi [[Rasio konversi pakan|efisiensi konversi pakan]], tingkat pertumbuhan, dan persentase ganti karkas.<ref>Ayyat M.S. [http://riunet.upv.es/handle/10251/10503?locale-attribute=en Copper-Protein Nutrition of New Zealand White Rabbits under Egyptian Conditions]. ''World Rabbit Science''. 1995. Vol. 3 (3). hlm. 113β118. doi:10.4995/wrs.1995.249.</ref> | |||
Toksisitas tembaga kronis biasanya tidak terjadi pada manusia karena sistem transportasi yang mengatur penyerapan dan ekskresi. Mutasi resesif autosomal pada protein transpor tembaga dapat menonaktifkan sistem ini, menyebabkan [[penyakit Wilson]] dengan akumulasi tembaga dan [[sirosis]] hati pada orang yang mewarisi dua gen yang rusak.<ref>[http://www.copper.org/consumers/health/papers/cu_health_uk/cu_health_uk.html Amount of copper in the normal human body, and other nutritional copper facts].</ref> | |||
Peningkatan kadar tembaga juga dikaitkan dengan memburuknya gejala [[penyakit Alzheimer]].<ref>Brewer GJ. ''Copper excess, zinc deficiency, and cognition loss in Alzheimer's disease''. ''BioFactors''. Maret 2012. Vol. 38 (2). hlm. 107β113. doi:10.1002/biof.1005.</ref><ref>[http://examine.com/supplements/Copper#summary9-0 Copper: Alzheimer's Disease]. Examine.com.</ref> | |||
Β | |||
Β | |||
===Paparan manusia=== | ===Paparan manusia=== | ||
Di Amerika Serikat, [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (OSHA) telah menetapkan [[batas paparan diizinkan|batas paparan yang diizinkan]] (PEL) untuk debu dan asap tembaga di tempat kerja sebagai rata-rata tertimbang waktu (TWA) sebesar 1 mg/m<sup href="Legionnaires' disease">3</sup>. [[Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (NIOSH) telah menetapkan [[batas paparan direkomendasikan|batas paparan yang direkomendasikan]] (REL) sebesar 1 mg/m<sup>3</sup>, rata-rata tertimbang waktu. Nilai [[IDLH]] (langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan) tembaga adalah 100 mg/m<sup href="arthritis">3</sup>. | Di Amerika Serikat, [[Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (OSHA) telah menetapkan [[batas paparan diizinkan|batas paparan yang diizinkan]] (PEL) untuk debu dan asap tembaga di tempat kerja sebagai rata-rata tertimbang waktu (TWA) sebesar 1 mg/m<sup href="Legionnaires' disease">3</sup>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> [[Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja]] (NIOSH) telah menetapkan [[batas paparan direkomendasikan|batas paparan yang direkomendasikan]] (REL) sebesar 1 mg/m<sup>3</sup>, rata-rata tertimbang waktu. Nilai [[IDLH]] (langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan) tembaga adalah 100 mg/m<sup href="arthritis">3</sup>.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Tembaga adalah komponen dalam [[asap tembakau]]. [[Nicotiana|Tumbuhan tembakau]] dapat dengan mudah menyerap dan mengakumulasi [[logam berat]], seperti tembaga dari tanah di sekitarnya ke dalam daunnya. Ia mudah diserap ke dalam tubuh pengguna setelah menghirup asap. Implikasi kesehatannya tidak jelas. | Tembaga adalah komponen dalam [[asap tembakau]].<ref>OEHHA ''[https://oehha.ca.gov/chemicals/copper Copper]''</ref><ref>Reinskje Talhout. ''Hazardous Compounds in Tobacco Smoke''. ''International Journal of Environmental Research and Public Health''. 2011. Vol. 8 (12). hlm. 613β628. doi:10.3390/ijerph8020613.</ref> [[Nicotiana|Tumbuhan tembakau]] dapat dengan mudah menyerap dan mengakumulasi [[logam berat]], seperti tembaga dari tanah di sekitarnya ke dalam daunnya. Ia mudah diserap ke dalam tubuh pengguna setelah menghirup asap.<ref>A. Pourkhabbaz. ''Investigation of Toxic Metals in the Tobacco of Different Iranian Cigarette Brands and Related Health Issues''. ''Iranian Journal of Basic Medical Sciences''. 2012. Vol. 15 (1). hlm. 636β644.</ref> Implikasi kesehatannya tidak jelas.<ref>David Bernhard. ''Metals in cigarette smoke''. ''IUBMB Life''. 2005. Vol. 57 (12). hlm. 805β809. doi:10.1080/15216540500459667.</ref> | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
* [[Tembaga dalam energi terbarukan]] | * [[Tembaga dalam energi terbarukan]] | ||
| Baris 251: | Baris 302: | ||
* [[El Boleo|Tambang El Boleo]] | * [[El Boleo|Tambang El Boleo]] | ||
* [[Tambang Grasberg]] | * [[Tambang Grasberg]] | ||
==Catatan== | ==Catatan== | ||
Β | {| Class = "wikitable" style = "text-align: center" | ||
|+[[Diagram Pourbaix]] untuk tembaga | |||
| style="width:25px;"| | |||
| style="width:25px;"| | |||
| style="width:25px;"| | |||
| style="width:25px;"| | |||
|- | |||
|dalam air murni, atau kondisi asam atau alkali. Tembaga dalam air netral lebih mulia daripada hidrogen. | |||
|dalam air yang mengandung sulfida | |||
|dalam larutan amonia 10 M | |||
|dalam larutan klorida | |||
|} | |||
==Bacaan lebih lanjut== | ==Bacaan lebih lanjut== | ||
* | * Β | ||
* | * Β | ||
* Current Medicinal Chemistry, Volume 12, Number 10, Mei 2005, hlm. 1161β1208(48) Metals, Toxicity and Oxidative Stress | * Current Medicinal Chemistry, Volume 12, Number 10, Mei 2005, hlm. 1161β1208(48) Metals, Toxicity and Oxidative Stress | ||
* | * Β | ||
* [http://www.memsnet.org/material/coppercubulk/ Material: Copper (Cu), bulk], MEMS and Nanotechnology Clearinghouse. | * [http://www.memsnet.org/material/coppercubulk/ Material: Copper (Cu), bulk], MEMS and Nanotechnology Clearinghouse. | ||
* | * Β | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
*Β [http://www.periodicvideos.com/videos/029.htm Copper] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | *Β [http://www.periodicvideos.com/videos/029.htm Copper] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
*Β [https://web.archive.org/web/20130530211504/http://www.npi.gov.au/substances/copper/index.html Lembar fakta tembaga dan senyawanya] dari [[National Pollutant Inventory]] Australia | *Β [https://web.archive.org/web/20130530211504/http://www.npi.gov.au/substances/copper/index.html Lembar fakta tembaga dan senyawanya] dari [[National Pollutant Inventory]] Australia | ||
| Baris 270: | Baris 328: | ||
*Β [http://www.indexmundi.com/commodities/?commodity=copper&months=300 Sejarah harga tembaga, menurut IMF] | *Β [http://www.indexmundi.com/commodities/?commodity=copper&months=300 Sejarah harga tembaga, menurut IMF] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tembaga&oldid=29586788 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29586788 (2026-08-16T05:28:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.33

Tembaga adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Cu (dari ) dan nomor atom 29. Ia adalah logam yang lunak, mudah ditempa, dan ulet dengan konduktivitas termal dan listrik yang sangat tinggi. Permukaan tembaga murni yang baru diekspos memiliki warna oranye merah muda. Tembaga digunakan sebagai konduktor panas dan listrik, sebagai building material, bahan bangunan, dan sebagai konstituen dari berbagai paduan logam, seperti perak sterling yang digunakan dalam perhiasan, kupronikel yang digunakan untuk membuat perangkat keras laut dan koin, serta konstantan yang digunakan dalam pengukur regangan dan termokopel untuk pengukuran suhu.
Tembaga adalah salah satu dari sedikit logam yang dapat terjadi di alam dalam bentuk logam yang dapat digunakan secara langsung (logam asli). Hal ini menyebabkan penggunaan tembaga oleh manusia sangat awal di beberapa daerah, dari 8000 SM. Ribuan tahun kemudian, ia adalah logam pertama yang dilebur dari bijih sulfida, 5000 SM; logam pertama yang dicetak menjadi sebuah bentuk dalam cetakan, 4000 SM; dan logam pertama yang sengaja dipadukan dengan logam lain, timah, untuk membuat perunggu.[1]
Pada zaman Romawi, tembaga ditambang terutama di Siprus, yang menjadi asal nama logam ini, dari aes cyprium (logam Siprus), kemudian berubah menjadi cuprum (bahasa Latin). Coper (bahasa Inggris Kuno) dan copper (bahasa Inggris) berasal dari kata tersebut, dan ejaan selanjutnya pertama kali digunakan sekitar tahun 1530.[2]
Senyawa yang biasa ditemui adalah garam tembaga(II), yang sering memberi warna biru atau hijau pada mineral seperti azurit, malasit, dan pirus, dan telah digunakan secara luas dan historis sebagai pigmen.
Tembaga yang digunakan dalam bangunan, biasanya untuk atap, teroksidasi membentuk patina hijau dari senyawa yang disebut verdigris. Tembaga kadang-kadang digunakan dalam seni dekoratif, baik dalam bentuk logam elemental maupun dalam senyawa sebagai pigmen. Senyawa tembaga digunakan sebagai agen bakteriostatik, fungisida, dan pengawet kayu.
Tembaga sangat penting untuk semua organisme hidup sebagai mineral diet karena ia merupakan konstituen kunci dari sitokrom c oksidase. Pada moluska dan krustasea, tembaga merupakan konstituen dari pigmen hemosianin darah, digantikan oleh hemoglobin kompleks besi pada ikan dan vertebrata lainnya. Pada manusia, tembaga ditemukan terutama di hati, otot, dan tulang.[3] Tubuh orang dewasa mengandung antara 1,4 dan 2,1 mg tembaga per kilogram berat badan.[4]
Karakteristik
Sifat fisik
Tembaga, perak, dan emas berada di golongan 11 pada tabel periodik; ketiga logam ini memiliki satu elektron orbital-s di atas sebuah kulit elektron-d yang terisi dan dicirikan oleh keuletan, serta konduktivitas listrik dan termal yang tinggi. Kulit-d yang terisi pada ketiga unsur ini berkontribusi sedikit pada interaksi antaratom, yang didominasi oleh elektron-s melalui ikatan logam. Tidak seperti logam dengan kulit-d yang tidak lengkap, ikatan logam pada tembaga tidak memiliki karakter kovalen dan relatif lemah. Pengamatan ini menjelaskan kekerasan yang rendah dan keuletan yang tinggi dari monokristalin tembaga.[5] Pada skala makroskopis, kemunculan cacat yang diperluas ke kisi kristal, menghambat aliran material di bawah tekanan yang diterapkan, sehingga meningkatkan kekerasannya. Untuk alasan ini, tembaga biasanya dipasok dalam bentuk polikristalin berbutir halus, yang memiliki kekuatan lebih besar daripada bentuk monokristalin.[6]
Kelunakan tembaga sebagian menjelaskan konduktivitas listriknya yang tinggi dan () dan konduktivitas termalnya yang tinggi, tertinggi kedua (kedua setelah perak) di antara logam murni pada suhu kamar.[7] Hal ini dikarenakan resistivitas transpor elektron dalam logam pada suhu kamar terutama berasal dari hamburan elektron pada getaran termal kisi, yang relatif lemah pada logam lunak.[8] Kerapatan arus tembaga maksimum yang diperbolehkan di udara terbuka kira-kira sebesar luas penampang, dan di atasnya ia mulai memanas secara berlebihan.[9]
Tembaga adalah salah satu dari sedikit unsur logam dengan warna alami selain abu-abu atau perak.[10] Tembaga murni berwarna oranye-merah dan memperoleh noda kemerahan saat terkena udara. Hal ini disebabkan oleh frekuensi plasma tembaga yang rendah, yang terletak di bagian merah dari spektrum tampak, menyebabkannya menyerap warna hijau dan biru dengan frekuensi lebih tinggi.[11]
Seperti logam lainnya, jika tembaga bersentuhan dengan logam lain, korosi galvanik akan terjadi.[12]
Sifat kimia
Tembaga tidak bereaksi dengan air, tetapi bereaksi perlahan dengan oksigen dari udara untuk membentuk lapisan tembaga oksida cokelat-hitam yang, tidak seperti karat yang terbentuk pada besi di udara lembap, akan melindungi logam di bawahnya dari korosi lebih lanjut (pasivasi). Lapisan hijau verdigris (tembaga karbonat) sering terlihat pada struktur tembaga tua, seperti atap dari banyak bangunan tua[13] dan Patung Liberty.[14] Tembaga akan ternoda bila terkena beberapa senyawa belerang, di mana ia akan bereaksi membentuk berbagai tembaga sulfida.[15]
Isotop
Terdapat 29 isotop tembaga. 63Cu dan 65Cu bersifat stabil, dengan 63Cu membentuk sekitar 69% tembaga alami; keduanya memiliki spin .[16] Isotop lainnya bersifat radioaktif, dengan yang paling stabil adalah 67Cu dengan waktu paruh 61,83 jam.[17] Tujuh isotop metastabil telah dikarakterisasi; 68mCu adalah yang berumur paling panjang dengan waktu paruh 3,8 menit. Isotop dengan nomor massa di atas 64 mengalami Ξ²β, sedangkan isotop dengan nomor massa di bawah 64 mengalami Ξ²+. 64Cu, yang memiliki waktu paruh 12,7 jam, meluruh melalui dua cara tersebut.[18]
62Cu dan 64Cu memiliki aplikasi yang signifikan. 62Cu digunakan dalam 62CuCu-PTSM sebagai pelacak radioaktif untuk tomografi emisi positron.[19]
Keterjadian
Tembaga diproduksi di dalam bintang masif[20] dan terdapat di kerak Bumi dengan proporsi sekitar 50 bagian per juta (ppm).[21] Di alam, tembaga terjadi dalam berbagai mineral, meliputi tembaga asli, tembaga sulfida seperti kalkopirit, bornit, digenit, kovelit, dan kalkosit, tembaga sulfosalt seperti tetrahedit-tenantit dan enargit, tembaga karbonat seperti azurit dan malasit, serta sebagai tembaga(I) atau tembaga(II) oksida seperti kuprit dan tenorit, masing-masing.[22] Massa tembaga elemental terbesar yang ditemukan memiliki berat 420 ton dan ditemukan pada tahun 1857 di Semenanjung Keweenaw di Michigan, Amerika Serikat.[23] Tembaga asli adalah sebuah polikristal, dengan kristal tunggal terbesar yang pernah dijelaskan berukuran .[24] Tembaga adalah unsur paling melimpah ke-25 di kerak Bumi, membentuk sekitar 50 ppm, dibandingkan dengan 75 ppm untuk seng dan 14 ppm untuk timbal.[25]
Konsentrasi latar belakang khas tembaga tidak melebihi di atmosfer; di dalam tanah; pada tumbuh-tumbuhan; 2 ΞΌg/L dalam air tawar dan dalam air laut.[26]
Produksi
Sebagian besar tembaga ditambang atau diekstraksi sebagai tembaga sulfida dari tambang terbuka besar dalam deposit tembaga porfiri yang mengandung 0,4 hingga 1,0% tembaga. Contoh tambang yang ada antara lain Chuquicamata, di Chili, Tambang Kanyon Bingham, di Utah, Amerika Serikat, dan Tambang El Chino, di New Mexico, Amerika Serikat. Menurut Survei Geologi Britania Raya, pada tahun 2005, Chili adalah produsen tembaga terbesar dan menguasai sepertiga pasar dunia, diikuti oleh Amerika Serikat, Indonesia, dan Peru.[27] Tembaga juga dapat diperoleh kembali melalui proses pelindian in-situ. Beberapa lokasi di negara bagian Arizona dianggap sebagai kandidat utama untuk metode ini.[28] Jumlah tembaga yang digunakan terus meningkat dan kuantitas yang tersedia hampir tidak cukup untuk memungkinkan semua negara mencapai tingkat penggunaan dunia maju.[29] Sumber tembaga alternatif untuk pengumpulan yang saat ini sedang diteliti adalah nodul polimetalik, yang terletak di Samudra Pasifik pada kedalaman sekitar 3000β6500 meter di bawah permukaan laut. Nodul ini mengandung logam berharga lainnya seperti kobalt dan nikel.[30]
Cadangan dan harga
Tembaga telah digunakan setidaknya selama 10.000 tahun, tetapi lebih dari 95% dari semua tembaga yang pernah ditambang dan dilebur telah diekstraksi sejak tahun 1900.[31] Seperti banyak sumber daya alam lainnya, jumlah total tembaga di Bumi sangat besar, dengan sekitar 1014 ton dalam kilometer teratas kerak Bumi, yang bernilai sekitar 5 juta tahun pada tingkat ekstraksi saat ini. Namun, hanya sebagian kecil dari cadangan ini yang layak secara ekonomi dengan harga dan teknologi saat ini. Estimasi cadangan tembaga yang tersedia untuk pertambangan bervariasi dari 25 hingga 60 tahun, tergantung pada asumsi inti seperti tingkat pertumbuhan.[32] Daur ulang adalah sumber utama tembaga di dunia modern.[33] Karena faktor-faktor ini dan faktor lainnya, masa depan produksi dan pasokan tembaga menjadi bahan perdebatan, termasuk konsep tembaga puncak, analog dengan minyak puncak.
Harga tembaga secara historis tidak stabil,[34] dan harganya meningkat dari level terendah dalam 60 tahun terakhir sebesar AS$0,60/lb (AS$1,32/kg) pada Juni 1999 menjadi $3,75/lb ($8,27/kg) pada Mei 2006. Harga tersebut turun menjadi $2,40/lb ($5,29/kg) pada Februari 2007, kemudian naik kembali menjadi $3,50/lb ($7,71/kg) pada April 2007.[35] Pada Februari 2009, melemahnya permintaan global dan penurunan tajam harga komoditas sejak harga tertinggi tahun sebelumnya membuat harga tembaga berada di angka $1,51/lb ($3,32/kg).[36] Antara September 2010 dan Februari 2011, harga tembaga naik dari Β£5.000 per metrik ton menjadi Β£6.250 per metrik ton.[37]
Metode
Konsentrasi tembaga pada bijih-bijih yang ada rata-rata hanya 0,6%, dan sebagian besar bijih komersial yang ada adalah sulfida, terutama kalkopirit (CuFeS2), bornit (Cu5FeS4) dan, pada tingkat yang lebih rendah, kovelit (CuS) dan kalkosit (Cu2S).[38] Sebaliknya, konsentrasi rata-rata tembaga dalam nodul polimetalik diperkirakan 1,3%. Metode ekstraksi tembaga serta logam lain yang ditemukan dalam nodul ini meliputi pelindian belerang, peleburan, dan penerapan proses Cuprion.[39][40] Untuk mineral yang ditemukan dalam bijih tanah, mereka dipekatkan dari bijih yang dihancurkan hingga kadar tembaga 10β15% melalui flotasi buih atau pelindian biologis.[41] Pemanasan bahan ini dengan silika dalam peleburan kilat menghilangkan sebagian besar besi sebagai terak. Proses ini memanfaatkan kemudahan yang lebih besar untuk mengubah besi sulfida menjadi oksida, yang pada gilirannya bereaksi dengan silika untuk membentuk terak silikat yang mengapung di atas massa yang dipanaskan. Matte tembaga tembaga yang dihasilkan, terdiri dari Cu2S, dipanggang untuk mengubah tembaga sulfida menjadi oksida:[42]
- 2 Cu2S + 3 O2 β 2 Cu2O + 2 SO2
Kuproksida bereaksi dengan kuprosulfida untuk diubah menjadi tembaga melepuh saat dipanaskan:
- 2 Cu2O + Cu2S β 6 Cu + 2 SO2
Proses matte Sudbury hanya mengubah setengah sulfida tersebut menjadi oksida dan kemudian menggunakan oksida ini untuk menghilangkan sisa belerang sebagai oksida. Ia kemudian disempurnakan secara elektrolitik dan lumpur anoda dieksploitasi untuk platina dan emas yang dikandungnya. Langkah ini memanfaatkan reduksi tembaga oksida menjadi logam tembaga yang relatif mudah. Gas alam kemudian dialirkan ke seluruh lepuh untuk menghilangkan sebagian besar oksigen yang tersisa dan pengekstrakan elektrolisis dilakukan pada bahan yang dihasilkan untuk menghasilkan tembaga murni:[43]
- Cu2+ + 2 eβ β Cu
Daur ulang
Seperti aluminium, tembaga dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitasnya, baik dari keadaan mentah maupun dari produk manufaktur.[44] Dilihat dari volumenya, tembaga adalah logam yang paling banyak didaur ulang ketiga setelah besi dan aluminium.[45] Diperkirakan 80% dari semua tembaga yang pernah ditambang masih digunakan hingga saat ini.[46] Menurut laporan Persediaan Logam dalam Masyarakat dari International Resource Panel, pemakaian tembaga per kapita global adalah sekitar 35β55 kg. Sebagian besar pemakaiannya terjadi di negara-negara yang lebih maju (140β300 kg per kapita) daripada negara-negara kurang berkembang (30β40 kg per capita).
Proses daur ulang tembaga kira-kira sama dengan yang digunakan untuk mengekstraksi tembaga tetapi membutuhkan langkah yang lebih sedikit. Tembaga bekas dengan kemurnian tinggi dilebur dalam sebuah tanur dan kemudian direduksi dan dicetak menjadi bilet dan ingot; tembaga bekas dengan kemurnian lebih rendah dimurnikan melalui penyepuhan dalam bak asam sulfat.[47]
Paduan
Terdapat banyak paduan tembaga yang telah diformulasikan, banyak di antaranya memiliki kegunaan penting. Kuningan adalah paduan tembaga dan seng. Perunggu biasanya mengacu pada paduan tembaga-timah, tetapi dapat merujuk pada paduan tembaga apa pun seperti perunggu aluminium. Tembaga adalah salah satu konstituen terpenting dari solder perak dan emas karat yang digunakan dalam industri perhiasan, mengubah warna, kekerasan, dan titik lebur paduan yang dihasilkan.[48] Beberapa solder bebas timbal terdiri dari paduan timah dengan sebagian kecil tembaga dan logam lainnya.[49]
Paduan tembaga dan nikel, disebut kupronikel, digunakan dalam koin berdenominasi rendah, sering kali untuk kelongsong luar. Koin lima sen A.S. (saat ini disebut nikel) terdiri dari 75% tembaga dan 25% nikel dalam komposisi homogen. Sebelum pengenalan kupronikel, yang diadopsi secara luas oleh banyak negara pada paruh kedua abad ke-20,[50] paduan tembaga dan perak juga digunakan, dengan Amerika Serikat menggunakan paduan 90% perak dan 10% tembaga hingga tahun 1965, ketika perak yang beredar telah dihapus dari semua koin dengan pengecualian Setengah dolar - mereka diturunkan menjadi paduan 40% perak dan 60% tembaga antara tahun 1965 dan 1970.[51] Paduan 90% tembaga dan 10% nikel tidaklah biasa karena ketahanannya terhadap korosi, digunakan untuk berbagai benda yang terpapar air laut, meskipun rentan terhadap sulfida yang terkadang ditemukan di pelabuhan dan muara yang tercemar.[52] Paduan tembaga dengan aluminium (sekitar 7%) memiliki warna keemasan dan digunakan dalam dekorasi.[53] ShakudΕ adalah paduan tembaga dekoratif Jepang yang mengandung persentase emas yang rendah, biasanya 4β10%, yang dapat dipatinakan menjadi warna biru tua atau hitam.[54]
Komposisi
Kemiripan tampilan luar dari berbagai paduan, bersama dengan kombinasi unsur yang berbeda yang digunakan saat membuat setiap paduan, dapat menimbulkan kebingungan saat mengkategorikan komposisi yang berbeda. Ada sebanyak 400 komposisi tembaga dan paduan tembaga berbeda yang dikelompokkan secara longgar ke dalam kategori: tembaga, paduan tembaga tinggi, kuningan, perunggu, nikel tembaga, tembaga-nikel-seng (perak nikel), tembaga bertimbal, dan paduan khusus. Tabel berikut mencantumkan elemen paduan utama untuk empat jenis yang lebih umum digunakan dalam industri modern, bersama dengan nama untuk setiap jenis. Jenis sejarah, seperti yang menjadi ciri Zaman Perunggu, lebih kabur karena campuran umumnya bervariasi.
| Keluarga | Unsur paduan utama | nomor UN |
|---|---|---|
| Paduan tembaga, kuningan | Seng (Zn) | C1xxxx–C4xxxx,C66400–C69800 |
| Perunggu fosfor | Timah (Sn) | C5xxxx |
| Perunggu aluminium | Aluminium (Al) | C60600–C64200 |
| Perunggu silikon | Silikon (Si) | C64700–C66100 |
| Kupronikel, perak nikel | Nikel (Ni) | C7xxxx |
Tabel berikut menguraikan komposisi kimia dari berbagai tingkat paduan tembaga.
| Keluarga | CDA | AMS | UNS | Cu [%] | Sn [%] | Pb [%] | Zn [%] | Ni [%] | Fe [%] | Al [%] | Lainnya [%] |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kuningan merah | 833 | C83300 | 93 | 1.5 | 1.5 | 4 | |||||
| C83400[56] | 90 | 10 | |||||||||
| 836 | 4855B | C83600 | 85 | 5 | 5 | 5 | |||||
| 838 | C83800 | 83 | 4 | 6 | 7 | ||||||
| Kuningan setengah merah | 844 | C84400 | 81 | 3 | 7 | 9 | |||||
| 845 | C84500 | 78 | 3 | 7 | 12 | ||||||
| 848 | C84800 | 76 | 3 | 6 | 15 | ||||||
| Perunggu mangan | C86100[57] | 67 | 0,5 | 21 | 3 | 5 | Mn 4 | ||||
| 862β | C86200 | 64 | 26 | 3 | 4 | Mn 3 | |||||
| 863β | 4862B | C86300 | 63 | 25 | 3 | 6 | Mn 3 | ||||
| 865 | 4860A | C86500 | 58 | 0,5 | 39,5 | 1 | 1 | Mn 0,25 | |||
| Perunggu timah | 903 | C90300 | 88 | 8 | 4 | ||||||
| 905 | 4845D | C90500 | 88 | 10 | 0,3 maks | 2 | |||||
| 907 | C90700 | 89 | 11 | 0,5 maks | 0,5 maks | ||||||
| Perunggu timah bertimbal | 922 | C92200 | 88 | 6 | 1,5 | 4,5 | |||||
| 923 | C92300 | 87 | 8 | 1 maks | 4 | ||||||
| 926 | 4846A | C92600 | 87 | 10 | 1 | 2 | |||||
| 927 | C92700 | 88 | 10 | 2 | 0,7 maks | ||||||
| Perunggu timah bertimbal tinggi | 932 | C93200 | 83 | 7 | 7 | 3 | |||||
| 934 | C93400 | 84 | 8 | 8 | 0,7 maks | ||||||
| 935 | C93500 | 85 | 5 | 9 | 1 | 0,5 maks | |||||
| 937 | 4842A | C93700 | 80 | 10 | 10 | 0,7 maks | |||||
| 938 | C93800 | 78 | 7 | 15 | 0,75 maks | ||||||
| 943 | 4840A | C94300 | 70 | 5 | 25 | 0,7 maks | |||||
| Perunggu aluminium | 952 | C95200 | 88 | 3 | 9 | ||||||
| 953 | C95200 | 89 | 1 | 10 | |||||||
| 954 | 4870B 4872B |
C95400 | 85 | 4 | 11 | ||||||
| C95410[58] | 85 | 4 | 11 | Ni 2 | |||||||
| 955 | C95500 | 81 | 4 | 4 | 11 | ||||||
| C95600[59] | 91 | 7 | Si 2 | ||||||||
| C95700[60] | 75 | 2 | 3 | 8 | Mn 12 | ||||||
| 958 | C95800 | 81 | 5 | 4 | 9 | Mn 1 | |||||
| Perunggu silikon | C87200[61] | 89 | Si 4 | ||||||||
| C87400[62] | 83 | 14 | Si 3 | ||||||||
| C87500[63] | 82 | 14 | Si 4 | ||||||||
| C87600[64] | 90 | 5,5 | Si 4,5 | ||||||||
| 878 | C87800[65] | 80 | 14 | Si 4 | |||||||
| C87900[66] | 65 | 34 | Si 1 | ||||||||
| β Komposisi kimia dapat bervariasi untuk menghasilkan sifat mekanik | |||||||||||
Senyawa
Tembaga membentuk berbagai macam senyawa, biasanya dengan keadaan oksidasi +1 dan +2, yang masing-masing sering disebut kupro dan kupri.[67] Senyawa tembaga, baik kompleks organik maupun organologam, mempromosikan atau mengatalisasi berbagai proses kimia dan biologi.[68]
Senyawa biner
Seperti unsur lainnya, senyawa tembaga yang paling sederhana adalah senyawa biner, yaitu senyawa yang hanya mengandung dua unsur, contoh utamanya adalah oksida, sulfida, dan halida. Kupro- dan kuprioksida telah diketahui. Di antara banyak tembaga sulfida,[69] contoh pentingnya ialah tembaga(I) sulfida () dan tembaga monosulfida ().[70]
Kuprohalida dengan fluorin, klorin, bromin, dan iodin telah dikenal, sama seperti kuprihalida dengan fluorin, klorin, dan bromin. Percobaan untuk membuat tembaga(II) iodida hanya menghasilkan tembaga(I) iodida dan iodin.[71]
- 2 Cu2+ + 4 Iβ β 2 CuI + I2
Kimia koordinasi
Tembaga membentuk kompleks koordinasi dengan beberapa ligan. Dalam larutan berair, tembaga(II) eksis sebagai . Kompleks ini menunjukkan nilai tukar air tercepat (kecepatan pengikatan dan pelepasan ligan air) untuk setiap kompleks akuo logam transisi. Menambahkan larutan natrium hidroksida akan menyebabkan pengendapan tembaga(II) hidroksida padat berwarna biru muda. Persamaan yang disederhanakan adalah:
- Cu2+ + 2 OHβ β Cu(OH)2
Amonia berair menghasilkan endapan yang sama. Setelah menambahkan amonia berlebih, endapan tersebut akan larut, membentuk tetraamminatembaga(II):
- + 4 NH3 β + 2 H2O + 2 OHβ
Banyak oksianion lainnya membentuk kompleks; mereka meliputi tembaga(II) asetat, tembaga(II) nitrat, dan tembaga(II) karbonat. Tembaga(II) sulfat membentuk pentahidrat kristalin biru, senyawa tembaga yang paling dikenal di laboratorium. Ia digunakan dalam fungisida yang disebut campuran Bordeaux.[72]
Poliol, senyawa yang mengandung lebih dari satu gugus fungsi alkohol, umumnya berinteraksi dengan garam tembaga. Misalnya, garam tembaga digunakan untuk menguji gula pereduksi. Secara khusus, dengan menggunakan reagen Benedict dan larutan Fehling, adanya gula tersebut ditandai dengan perubahan warna dari tembaga(II) biru menjadi tembaga(I) oksida kemerahan.[73] Reagen Schweizer dan kompleks terkait dengan etilenadiamina dan amina lainnya melarutkan selulosa.[74] Asam amino seperti sistina membentuk kompleks kelat yang sangat stabil dengan tembaga(II)[75][76][77] termasuk dalam bentuk biohibrida logamβorganik (MOBs). Ada banyak uji kimia basah untuk ion tembaga, salah satunya melibatkan kalium ferisianida, yang menghasilkan endapan biru cemerlang dengan garam tembaga(II).[78]
Kimia organotembaga
Senyawa yang mengandung ikatan karbonβtembaga dikenal sebagai senyawa organotembaga. Mereka sangat reaktif terhadap oksigen untuk membentuk tembaga(I) oksida dan memiliki banyak kegunaan dalam kimia. Mereka disintesis dengan mereaksikan senyawa tembaga(I) dengan reagen Grignard, alkuna terminal atau reagen organolitium;[79] khususnya, reaksi terakhir yang dijelaskan menghasilkan reagen Gilman. Mereka dapat mengalami substitusi dengan alkil halida untuk membentuk produk penggandengan; dengan demikian, mereka dinilai penting dalam bidang sintesis organik. Tembaga(I) asetilida sangat peka terhadap kejutan tetapi merupakan perantara dalam reaksi seperti penggandengan CadiotβChodkiewicz[80] dan penggandengan Sonogashira.[81] Adisi konjugat pada enona[82] dan karbokuprasi alkuna[83] juga dapat dicapai dengan senyawa organotembaga. Tembaga(I) membentuk berbagai kompleks lemah dengan alkena dan karbon monoksida, terutama dengan adanya ligan amina.[84]
Tembaga(III) dan tembaga(IV)
Tembaga(III) paling sering ditemukan dalam oksida. Contoh sederhananya adalah kalium kuprat, KCuO2, padatan berwarna biru kehitaman.[85] Senyawa tembaga(III) yang paling banyak dipelajari adalah superkonduktor kuprat. Itrium barium tembaga oksida (YBa2Cu3O7) terdiri dari pusat Cu(II) dan Cu(III). Seperti oksida, fluorida adalah anion yang sangat basa[86] dan diketahui dapat menstabilkan ion logam dalam keadaan oksidasi tinggi. Baik tembaga(III) dan bahkan tembaga(IV) fluorida telah diketahui, masing-masing K3CuF6 dan Cs2CuF6.[87]
Beberapa protein tembaga membentuk kompleks okso, yang juga mengandung tembaga(III).[88] Dengan tetrapeptida, kompleks tembaga(III) berwarna ungu akan distabilkan oleh ligan amida yang terdeprotonasi.[89]
Kompleks tembaga(III) juga ditemukan sebagai perantara dalam reaksi senyawa organotembaga,[90][91][92] misalnya dalam reaksi KharaschβSosnovsky.
Sejarah
Garis waktu tembaga menggambarkan bagaimana logam ini telah memajukan peradaban manusia selama 11.000 tahun terakhir.[93]
Prasejarah
Zaman Tembaga
Tembaga terjadi secara alami sebagai tembaga metalik asli dan diketahui oleh beberapa peradaban tertua yang pernah tercatat. Sejarah penggunaan tembaga dimulai pada 9000 SM di Timur Tengah;[94] sebuah liontin tembaga ditemukan di Irak utara yang berasal dari tahun 8700 SM.[95] Bukti menunjukkan bahwa emas dan besi meteorik (tetapi bukan besi yang dilebur) adalah dua logam pertama yang digunakan manusia sebelum tembaga.[96] Sejarah metalurgi tembaga dianggap mengikuti urutan ini: Pertama, pengerjaan dingin tembaga asli, kemudian penganilan, peleburan, dan, akhirnya, pengecoran lilin yang hilang. Di Anatolia tenggara, keempat teknik ini muncul kurang lebih secara bersamaan pada permulaan zaman Neolitikum sekitar 7500 SM.[97]
Peleburan tembaga ditemukan secara independen di berbagai tempat. Teknik ini mungkin ditemukan di Tiongkok sebelum 2800 SM, di Amerika Tengah sekitar 600 M, dan di Afrika Barat sekitar abad ke-9 atau ke-10 M.[98] Bukti paling awal dari tembaga pengecoran lilin yang hilang berasal dari jimat yang ditemukan di Mehrgarh, Pakistan dan bertanggal 4000 SM.[99] Pengecoran investasi ditemukan pada 4500β4000 SM di Asia Tenggara[100] dan penanggalan karbon telah mendirikan penambangan di Alderley Edge di Cheshire, Inggris, pada tahun 2280 hingga 1890 SM.[101]
Γtzi si Manusia Es, seorang pria dari tahun 3300 hingga 3200 SM, ditemukan bersama kapak dengan kepala tembaga 99,7% murni; kadar arsen yang tinggi di rambutnya menunjukkan keterlibatan dalam peleburan tembaga.[102] Pengalaman dengan tembaga telah membantu pengembangan logam lain; khususnya, peleburan tembaga menyebabkan penemuan peleburan besi.[103]
Produksi di Kompleks Tembaga Tua di Michigan dan Wisconsin bertanggal antara 6500 dan 3000 SM.[104][105][106] Sebuah tombak tembaga yang ditemukan di Wisconsin bertanggal 6500 SM.[107] Penggunaan tembaga oleh penduduk asli Kompleks Tembaga Tua dari wilayah Danau-Danau Besar di Amerika Utara telah ditentukan secara radiometrik sejak 7500 SM.[108][109][110] Penduduk asli Amerika Utara di sekitar Danau-Danau Besar mungkin juga telah menambang tembaga semasa itu, menjadikannya sebagai salah satu contoh ekstraksi tembaga tertua di dunia.[111] Terdapat bukti dari pencemaran timbal prasejarah dari danau di Michigan bahwa orang-orang di wilayah tersebut mulai menambang tembaga .[112][113] Bukti menunjukkan bahwa benda-benda tembaga utilitarian semakin tidak digunakan di Kompleks Tembaga Tua di Amerika Utara selama Zaman Perunggu dan terjadi pergeseran ke arah peningkatan produksi benda-benda tembaga hias.[114]
Zaman Perunggu
Perunggu alami, sejenis tembaga yang terbuat dari bijih yang kaya akan silikon, arsen, dan timah (jarang), mulai digunakan secara umum di Balkan sekitar 5500 SM.[115] Pemaduan tembaga dengan timah untuk membuat perunggu pertama kali dilakukan sekitar 4000 tahun setelah penemuan peleburan tembaga, dan sekitar 2000 tahun setelah "perunggu alami" mulai digunakan secara umum.[116] Artefak perunggu dari kebudayaan VinΔa berasal dari tahun 4500 SM.[117] Artefak paduan tembaga dan perunggu Sumeria dan Mesir berasal dari tahun 3000 SM.[118] Biru Mesir, atau kuprorivait (kalsium tembaga silikat) adalah pigmen sintetis yang mengandung tembaga dan mulai digunakan di Mesir kuno sekitar 3250 SM.[119] Proses pembuatan biru Mesir diketahui oleh orang Romawi, tetapi pada abad keempat Masehi pigmen tersebut tidak lagi digunakan dan rahasia proses pembuatannya menjadi hilang. Bangsa Romawi mengatakan bahwa pigmen biru tersebut terbuat dari tembaga, silika, kapur, dan natron, dan dikenal sebagai caeruleum oleh mereka.
Zaman Perunggu dimulai di Eropa Tenggara sekitar 3700β3300 SM, di Eropa Barat Laut sekitar 2500 SM. Zaman tersebut berakhir dengan dimulainya Zaman Besi, 2000β1000 SM di Timur Dekat, dan 600 SM di Eropa Utara. Transisi antara periode Neolitikum dan Zaman Perunggu dulunya disebut periode Kalkolitik (batu tembaga), ketika perkakas tembaga digunakan dengan perkakas batu. Istilah ini berangsur-angsur tidak digunakan karena di beberapa bagian dunia, Kalkolitik dan Neolitikum saling berdekatan di kedua akhirnya. Kuningan, paduan tembaga dan seng, ditemukan lebih baru. Ia dikenal oleh bangsa Yunani, tetapi menjadi tambahan yang signifikan untuk perunggu selama Kekaisaran Romawi.[120]
Kuno dan pasca-klasik
Di Yunani, tembaga dikenal dengan nama (ΟαλκΟΟ). Ia adalah sumber daya penting bagi orang Romawi, Yunani, dan orang kuno lainnya. Pada zaman Romawi, ia dikenal sebagai aes Cyprium, aes menjadi istilah Latin umum untuk paduan tembaga dan Cyprium dari Siprus, tempat banyak tembaga ditambang. Ungkapan itu disederhanakan menjadi cuprum, yang menjadi asal kata copper dalam bahasa Inggris. Afrodit (Venus di Roma) mewakili tembaga dalam mitologi dan alkimia karena keindahannya yang berkilau dan penggunaannya yang kuno dalam pembuatan cermin; Siprus, sumber tembaga, disakralkan oleh sang dewi. Tujuh benda langit yang diketahui orang-orang kuno dikaitkan dengan tujuh logam yang dikenal pada zaman kuno, dan Venus dikaitkan dengan tembaga, baik karena hubungannya dengan sang dewi maupun karena Venus adalah benda langit paling terang setelah Matahari dan Bulan sehingga berhubungan dengan logam yang paling berkilau dan diinginkan setelah emas dan perak.[121]
Tembaga pertama kali ditambang di Inggris kuno pada awal 2100 SM. Penambangan di tambang terbesar ini, Great Orme, berlanjut hingga akhir Zaman Perunggu. Penambangan tampaknya sebagian besar terbatas pada bijih supergene, yang lebih mudah dilebur. Deposit tembaga yang kaya di Cornwall tampaknya sebagian besar belum tersentuh, terlepas dari penambangan timah yang ekstensif di wilayah tersebut, karena alasan yang lebih bersifat sosial dan politik daripada teknologi.[122]
Di Amerika Utara, tembaga asli diketahui telah diekstraksi dari situs di Isle Royale dengan alat batu primitif antara tahun 800 dan 1600 M.[123] Penganilan tembaga dilakukan di kota Cahokia di Amerika Utara sekitar tahun 1000β1300 M.[124] Terdapat beberapa pelat tembaga yang sangat indah, yang dikenal sebagai pelat tembaga Mississippi yang ditemukan di Amerika Utara di daerah sekitar Cahokia yang berasal dari periode ini (1000-1300 M).[125] Pelat tembaga ini diperkirakan telah diproduksi di Cahokia sebelum berakhir di tempat lain di Amerika Serikat bagian Barat Tengah dan Tenggara seperti pelat Malden dan pelat Etowah.
Di Amerika Selatan, topeng tembaga bertanggal 1000 SM yang ditemukan di Andes Argentina adalah artefak tembaga tertua yang ditemukan di Andes.[126] Peru telah dianggap sebagai asal metalurgi tembaga awal di Amerika Pra-Kolumbus, tetapi topeng tembaga dari Argentina menunjukkan bahwa lembah Cajon di Andes selatan adalah pusat penting lainnya untuk pengerjaan tembaga awal di Amerika Selatan.[127] Metalurgi tembaga berkembang pesat di Amerika Selatan, khususnya di Peru sekitar tahun 1000 Masehi. Ornamen penguburan tembaga dari abad ke-15 telah ditemukan, tetapi produksi komersial logam tersebut baru dimulai pada awal abad ke-20.
Peran tembaga terhadap budaya sangatlah penting, terutama dalam mata uang. Bangsa Romawi pada abad ke-6 hingga ke-3 SM menggunakan bongkahan tembaga sebagai uang. Pada awalnya, tembaga itu sendiri yang dihargai, tetapi lambat laun bentuk dan tampilan tembaga menjadi lebih penting. Julius Caesar memiliki koin sendiri yang terbuat dari kuningan, sedangkan koin Octavianus Augustus Caesar terbuat dari paduan Cu-Pb-Sn. Dengan perkiraan hasil tahunan sekitar 15.000 t, aktivitas penambangan dan peleburan tembaga Romawi mencapai skala yang tak tertandingi hingga masa Revolusi Industri; provinsi yang paling banyak ditambang adalah provinsi Hispania, Siprus, dan di Eropa Tengah.[128][129]
Tembaga digunakan untuk atap,[130] mata uang, dan untuk teknologi fotografi yang dikenal sebagai daguerreotype. Tembaga digunakan dalam patung Renaisans, dan digunakan untuk membangun Patung Liberty; tembaga terus digunakan dalam berbagai jenis konstruksi. Penyepuhan tembaga dan pelapisan tembaga banyak digunakan untuk melindungi lambung kapal di bawah air, sebuah teknik yang dipelopori oleh Angkatan Laut Inggris pada abad ke-18.[131] Norddeutsche Affinerie di Hamburg adalah pabrik penyepuhan modern pertama, mulai berproduksi pada tahun 1876.[132] Ilmuwan Jerman Gottfried Osann menemukan metalurgi bubuk pada tahun 1830 saat menentukan massa atom logam tersebut; sekitar saat itu ditemukan bahwa jumlah dan jenis unsur pemadu (misalnya timah) tembaga akan memengaruhi nada lonceng.
Selama peningkatan permintaan tembaga pada Zaman Listrik, dari tahun 1880-an hingga Depresi Besar tahun 1930-an, Amerika Serikat memproduksi sepertiga hingga setengah dari tembaga dunia yang baru ditambang.[133] Distrik-distrik penambangan utama meliputi distrik Keweenaw di Michigan utara, terutama endapan tembaga asli, yang dikalahkan oleh endapan sulfida yang luas di Butte, Montana pada akhir tahun 1880-an, yang dikalahkan oleh endapan porfiri di Amerika Serikat Barat Daya, khususnya di Ngarai Bingham, Utah dan Morenci, Arizona. Pengenalan penambangan sekop uap lubang terbuka dan inovasi dalam peleburan, pemurnian, pemusatan pengapungan, dan langkah pemrosesan lainnya menghasilkan produksi massal. Di awal abad ke-20, Arizona menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Montana, kemudian Utah dan Michigan.[134]
Peleburan kilat dikembangkan oleh Outokumpu di Finlandia dan pertama kali diterapkan di Harjavalta in 1949; pada tahun 1949; proses hemat energi ini menyumbang 50% dari produksi tembaga primer dunia.[135]
Dewan Antarpemerintah Negara Pengekspor Tembaga, dibentuk pada tahun 1967 oleh Chili, Peru, Zaire, dan Zambia, beroperasi di pasar tembaga seperti yang dilakukan OPEC dalam minyak, meskipun tidak pernah mencapai pengaruh yang sama, terutama karena produsen terbesar kedua, Amerika Serikat, tidak pernah menjadi anggota; organisasi itu dibubarkan pada tahun 1988.[136]
Aplikasi
Aplikasi utama tembaga adalah kabel listrik (60%), atap dan pipa ledeng (20%), dan mesin industri (15%). Tembaga sebagian besar digunakan sebagai logam murni, tetapi jika diperlukan kekerasan yang lebih besar, tembaga dimasukkan ke dalam paduan seperti kuningan dan perunggu (5% dari total penggunaan).[137] Selama lebih dari dua abad, cat tembaga telah digunakan pada lambung kapal untuk mengontrol pertumbuhan tumbuhan dan kerang.[138] Sebagian kecil pasokan tembaga digunakan untuk suplemen nutrisi dan fungisida di bidang pertanian.[139][140] Pemesinan tembaga dimungkinkan, meskipun paduannya lebih disukai karena kemampuan mesinnya yang baik dalam membuat bagian yang rumit.
Kawat dan kabel
Terlepas dari persaingan dari bahan lain, tembaga tetap menjadi konduktor listrik yang disukai di hampir semua kategori kabel listrik kecuali transmisi tenaga listrik di mana aluminium lebih disukai.[141][142] Kawat tembaga digunakan dalam pembangkit daya, transmisi daya, distribusi daya, telekomunikasi, sirkuit elektronika, dan jenis peralatan listrik yang tak terhitung jumlahnya.[143] Kabel listrik adalah pasar terpenting bagi industri tembaga.[144] Ini meliputi kawat daya struktural, kabel distribusi daya, kawat alat, kabel komunikasi, kawat dan kabel otomotif, dan kawat magnet. Kira-kira setengah dari semua tembaga yang ditambang digunakan untuk kawat listrik dan konduktor kabel.[145] Banyak perangkat listrik mengandalkan kawat tembaga karena banyaknya sifat menguntungkan yang melekat, seperti konduktivitas listrik, kekuatan tarik, keuletan, ketahanan rangkak (deformasi), dan ketahanan korosi yang tinggi, ekspansi termal yang rendah, konduktivitas termal yang tinggi, kemudahan penyolderan, kelenturan, dan kemudahan pemasangan.
Untuk waktu yang singkat dari akhir 1960-an hingga akhir 1970-an, kabel tembaga digantikan oleh kabel aluminium di banyak proyek pembangunan perumahan di Amerika. Kabel baru ini terlibat dalam sejumlah kebakaran rumah dan industri akhirnya kembali ke tembaga.[146]
Elektronika dan perangkat terkait
Sirkuit terpadu dan papan sirkuit cetak semakin menonjolkan tembaga sebagai pengganti aluminium karena konduktivitas listriknya yang unggul; pembuang panas dan penukar panas menggunakan tembaga karena sifat pembuangan panasnya yang unggul. Elektromagnet, tabung vakum, tabung sinar katoda, dan magnetron dalam oven gelombang mikro menggunakan tembaga, seperti halnya pandu gelombang untuk radiasi gelombang mikro.[147]
Motor listrik
Konduktivitas tembaga yang unggul akan meningkatkan efisiensi motor listrik.[148] Hal ini penting karena motor dan sistem yang digerakkan motor menyumbang 43%β46% dari seluruh konsumsi listrik global dan 69% dari seluruh listrik yang digunakan oleh industri.[149] Meningkatkan massa dan penampang lintang tembaga dalam koil akan meningkatkan efisiensi motor. Rotor motor tembaga, teknologi baru yang dirancang untuk aplikasi motor di mana penghematan energi adalah tujuan desain utama,[150][151] memungkinkan motor induksi serba guna untuk memenuhi dan melampaui standar efisiensi premium Asosiasi Produsen Listrik Nasional (NEMA).[152]
Produksi energi terbarukan
Sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, pasang surut, air, biomassa, dan panas bumi telah menjadi sektor penting dalam pasar energi.[153][154] Pesatnya pertumbuhan sumber-sumber ini di abad ke-21 telah didorong oleh meningkatnya biaya bahan bakar fosil serta masalah dampak lingkungan yang secara signifikan menurunkan penggunaannya.
Tembaga memainkan peran penting dalam sistem energi terbarukan ini.[155][156][157][158][159] Penggunaan tembaga memiliki rata-rata hingga lima kali lebih banyak dalam sistem energi terbarukan daripada pembangkit listrik tradisional, seperti bahan bakar fosil dan pembangkit listrik tenaga nuklir.[160] Karena tembaga adalah konduktor termal dan listrik yang sangat baik di antara logam teknik (kedua setelah perak),[161] sistem kelistrikan yang memanfaatkan tembaga dapat menghasilkan dan mentransmisikan energi dengan efisiensi tinggi dan dengan dampak lingkungan yang minimal.
Saat memilih konduktor listrik, perencana dan insinyur fasilitas memperhitungkan biaya investasi modal bahan terhadap penghematan operasional karena efisiensi energi listrik selama masa manfaatnya, ditambah biaya pemeliharaan. Tembaga sering berhasil dengan baik dalam perhitungan ini. Faktor yang disebut "intensitas penggunaan tembaga", adalah ukuran kuantitas tembaga yang diperlukan untuk memasang satu megawatt kapasitas pembangkit listrik baru.
Saat merencanakan fasilitas daya terbarukan yang baru, para insinyur dan penentu produk berupaya menghindari kekurangan pasokan bahan pilihan. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, cadangan tembaga di dalam tanah telah meningkat lebih dari 700% sejak tahun 1950, dari hampir 100 juta ton menjadi 720 juta ton pada tahun 2017, terlepas dari fakta bahwa penggunaan olahan dunia meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam 50 tahun terakhir.[162] Sumber daya tembaga diperkirakan melebihi 5 miliar ton.[163][164]
Memperkuat pasokan dari ekstraksi tembaga adalah fakta bahwa lebih dari 30 persen tembaga yang dipasang selama dekade terakhir berasal dari sumber daur ulang.[165] Laju daur ulangnya lebih tinggi daripada logam lainnya.[166]
Arsitektur
Tembaga telah digunakan sejak zaman kuno sebagai bahan arsitektur yang tahan lama, tahan korosi, dan tahan cuaca.[167][168][169][170] Atap, talang air hujan, talang tegak, kubah, puncak menara, dan pintu telah dibuat dari tembaga selama ratusan atau ribuan tahun. Penggunaan arsitektur tembaga telah diperluas pada zaman modern untuk mencakup pelapis dinding interior dan eksterior, sambungan ekspansi bangunan, pelindung frekuensi radio, dan produk dalam ruangan antimikroba dan dekoratif seperti pegangan tangan yang menarik, perlengkapan kamar mandi, dan meja dapur. Beberapa manfaat penting tembaga lainnya sebagai bahan arsitektur meliputi pergerakan termal yang rendah, ringan, proteksi petir, dan dapat didaur ulang
Patina hijau alami yang khas dari logam ini telah lama didambakan oleh para arsitek dan desainer. Patina akhir adalah lapisan yang sangat tahan lama dan sangat tahan terhadap korosi atmosfer, sehingga melindungi logam di bawahnya dari pelapukan lebih lanjut.[171][172][173] Ia dapat berupa campuran senyawa karbonat dan sulfat dalam berbagai jumlah, tergantung pada kondisi lingkungan seperti hujan asam yang mengandung belerang.[174][175][176][177] Tembaga arsitektur dan paduannya juga dapat 'diselesaikan' untuk mendapatkan tampilan, rasa, atau warna tertentu. Penyelesaian ini meliputi perawatan permukaan mekanis, pewarnaan kimia, dan pelapisan.[178]
Tembaga memiliki sifat mematri dan menyolder yang sangat baik dan dapat dilas; hasil terbaik diperoleh dengan las busur logam gas.[179]
Perlawanan terhadap penumpukan biologis
Tembaga bersifat biostatik, artinya bakteri dan banyak bentuk kehidupan lainnya tidak akan tumbuh di atasnya. Karena alasan ini, ia telah lama digunakan untuk melapisi bagian kapal sebagai perlindungan dari teritip dan remis. Ia awalnya digunakan dalam bentuk murni, tetapi telah digantikan oleh logam Muntz dan cat berbasis tembaga. Demikian pula, seperti yang dibahas dalam paduan tembaga dalam budi daya perairan, paduan tembaga telah menjadi bahan jaring yang penting dalam industri budi daya perairan karena mereka bersifat antimikroba dan mencegah penumpukan biologis, bahkan dalam kondisi ekstrem[180] serta memiliki sifat struktural dan ketahanan korosi yang kuat[181] di lingkungan laut.
Antimikroba
Permukaan sentuh paduan tembaga memiliki sifat alami yang menghancurkan berbagai mikroorganisme (misalnya, E. coli O157:H7, Staphylococcus aureus resisten-metisilin (MRSA), Staphylococcus, Clostridium difficile, virus influenza A, adenovirus, SARS-Cov-2, dan jamur).[182][183] Orang India telah menggunakan bejana tembaga sejak zaman kuno untuk menyimpan air, bahkan sebelum ilmu pengetahuan modern menyadari sifat antimikrobanya.[184] Beberapa paduan tembaga terbukti membunuh lebih dari 99,9% bakteri penyebab penyakit hanya dalam waktu dua jam bila dibersihkan secara teratur.[185] Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) telah menyetujui pendaftaran paduan tembaga ini sebagai "bahan antimikroba dengan manfaat kesehatan masyarakat";[186] persetujuan itu memungkinkan produsen untuk membuat klaim hukum atas manfaat kesehatan masyarakat dari produk yang terbuat dari paduan terdaftar. Selain itu, EPA telah menyetujui daftar panjang produk tembaga antimikroba yang terbuat dari paduan ini, seperti pegangan tempat tidur, pegangan tangan, meja di atas tempat tidur, wastafel, keran, gagang pintu, perangkat keras toilet, papan tombol komputer, peralatan pusat kebugaran, dan pegangan keranjang belanja (untuk daftar lengkap, lihat: Permukaan sentuh paduan tembaga antimikroba#Produk tembaga antimikroba). Kenop pintu tembaga digunakan oleh rumah sakit untuk mengurangi perpindahan penyakit, dan penyakit Legionella ditekan oleh pipa tembaga dalam sistem perpipaan.[187] Produk paduan tembaga antimikroba sekarang dipasang di fasilitas kesehatan di Britania Raya, Irlandia, Jepang, Korea, Prancis, Denmark, dan Brasil, serta diminta di Amerika Serikat,[188] dan di sistem transit kereta bawah tanah di Santiago, Chili, di mana pegangan tangan paduan tembaga-seng dipasang di sekitar 30 stasiun antara tahun 2011 dan 2014.[189][190][191] Serat tekstil dapat dicampur dengan tembaga untuk membuat kain pelindung antimikroba.[192]
Investasi spekulatif
Tembaga dapat digunakan sebagai investasi spekulatif karena perkiraan peningkatan penggunaannya dari pertumbuhan infrastruktur di seluruh dunia, dan peran pentingnya dalam memproduksi turbin angin, panel surya, dan sumber energi terbarukan lainnya.[193][194] Alasan lain yang memprediksi peningkatan permintaan adalah fakta bahwa mobil listrik rata-rata mengandung tembaga 3,6 kali lebih banyak daripada mobil konvensional, meskipun pengaruh mobil listrik terhadap permintaan tembaga masih diperdebatkan.[195][196] Beberapa orang berinvestasi dalam tembaga melalui saham pertambangan tembaga, ETF, dan kontrak berjangka. Yang lainnya menyimpan tembaga fisik dalam bentuk batangan atau bulatan tembaga meskipun keduanya cenderung memiliki harga premium yang lebih tinggi dibandingkan dengan logam mulia.[197] Mereka yang ingin menghindari harga premium dari bulion tembaga dapat menyimpan kawat tembaga dan tabung tembaga tua, atau penny Amerika yang dibuat sebelum tahun 1982 sebagai alternatifnya.[198]
Pengobatan tradisional
Tembaga umumnya digunakan dalam perhiasan, dan menurut beberapa cerita rakyat, gelang tembaga dapat meredakan gejala artritis.[199] Dalam satu percobaan untuk osteoartritis dan satu percobaan untuk artritis reumatoid, tidak ada perbedaan yang ditemukan antara gelang tembaga dan gelang (non-tembaga) kontrol.[200][201] Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tembaga dapat diserap melalui kulit. Jika iya, maka ia dapat menyebabkan keracunan tembaga.[202]
Pakaian kompresi
Baru-baru ini, beberapa pakaian kompresi dengan jalinan tembaga telah dipasarkan dengan klaim kesehatan yang mirip dengan klaim pengobatan tradisional. Karena pakaian kompresi adalah pengobatan yang valid untuk beberapa penyakit, pakaian tersebut mungkin memiliki manfaat itu, tetapi tembaga tambahan mungkin tidak memiliki manfaat selain efek plasebo.[203]
Degradasi
Chromobacterium violaceum dan Pseudomonas fluorescens dapat memobilisasi tembaga padat sebagai senyawa sianida.[204] Jamur mikoriza erikoid yang berasosiasi dengan Calluna, Erica dan Vaccinium dapat tumbuh di tanah logam yang mengandung tembaga.[205] Jamur ektomikoriza Suillus luteus melindungi pohon pinus muda dari toksisitas tembaga. Sampel jamur Aspergillus niger ditemukan tumbuh dari larutan tambang emas dan ditemukan mengandung kompleks siano dari beberapa logam seperti emas, perak, tembaga, besi, dan seng. Jamur tersebut juga berperan dalam pelarutan sulfida logam berat.[206]
Peran biologis
Biokimia
Protein tembaga memiliki peran yang beragam dalam transpor elektron dan transportasi oksigen biologis, proses yang memanfaatkan interkonversi mudah dari Cu(I) dan Cu(II).[207] Tembaga sangat penting dalam respirasi aerobik semua eukariota. Pada mitokondria, ia ditemukan dalam sitokrom c oksidase, yang merupakan protein terakhir dalam fosforilasi oksidatif. Sitokrom c oksidase adalah protein yang mengikat O2 antara tembaga dan besi; protein tersebut mentransfer 8 elektron ke molekul O2 untuk mereduksinya menjadi dua molekul air. Tembaga juga ditemukan di banyak superoksida dismutase, protein yang mengatalisis dekomposisi superoksida dengan mengubahnya (melalui disproporsionasi) menjadi oksigen dan hidrogen peroksida:
- Cu2+-SOD + O2β β Cu+-SOD + O2 (reduksi tembaga; oksidasi superoksida)
- Cu+-SOD + O2β + 2H+ β Cu2+-SOD + H2O2 (oksidasi tembaga; reduksi superoksida)
Protein hemosianin adalah pembawa oksigen pada sebagian besar moluska dan beberapa artropoda seperti kepiting tapal kuda (Limulus polyphemus).[208] Karena hemosianin berwarna biru, organisme ini memiliki darah biru alih-alih darah merah hemoglobin berbasis besi. Yang terkait dengan hemosianin secara struktural adalah lakase dan tirosinase. Alih-alih mengikat oksigen secara reversibel, protein ini menghidroksilat substrat, diilustrasikan oleh perannya dalam pembentukan lakuer.[209] Peran biologis tembaga dimulai dengan munculnya oksigen di atmosfer bumi.[210] Beberapa protein tembaga, seperti "protein tembaga biru", tidak berinteraksi langsung dengan substrat; karenanya mereka bukan enzim. Protein ini menyampaikan elektron melalui proses yang disebut transfer elektron.[211]
Sebuah pusat tembaga berinti 4 yang unik telah ditemukan dalam dinitrogen monoksida reduktase.[212]
Senyawa kimia yang dikembangkan untuk pengobatan penyakit Wilson telah diteliti untuk digunakan dalam terapi kanker.[213]
Nutrisi
Tembaga adalah sebuah unsur renik penting pada tumbuhan dan hewan, tetapi tidak semua mikroorganisme. Tubuh manusia mengandung tembaga pada tingkat sekitar 1,4 hingga 2,1 mg per kg massa tubuh.[214]
Penyerapan
Tembaga diserap di usus, kemudian diangkut ke hati dengan terikat albumin.[215] Setelah diproses di hati, tembaga didistribusikan ke jaringan lain pada fase kedua, yang melibatkan protein seruloplasmin, yang membawa sebagian besar tembaga dalam darah. Seruloplasmin juga membawa tembaga yang diekskresikan dalam susu, dan diserap dengan baik sebagai sumber tembaga.[216] Tembaga dalam tubuh biasanya mengalami sirkulasi enterohepatik (sekitar 5 mg per hari, vs. sekitar 1 mg per hari yang diserap dalam makanan dan dikeluarkan dari tubuh), dan tubuh dapat mengeluarkan beberapa kelebihan tembaga, jika diperlukan, melalui empedu, yang membawa beberapa tembaga keluar dari hati yang tidak diserap kembali oleh usus.[217][218]
Rekomendasi diet
Institut Kedokteran A.S. (IOM) memperbarui Kebutuhan Perkiraan Rata-rata (EAR) dan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk tembaga pada tahun 2001. Jika tidak ada informasi yang cukup untuk menetapkan EAR dan AKG, digunakan perkiraan Asupan Adekuat (AI) sebagai gantinya. AI untuk tembaga adalah: 200 ΞΌg tembaga untuk laki-laki dan perempuan berusia 0β6 bulan, dan 220 ΞΌg tembaga untuk laki-laki dan perempuan berusia 7β12 bulan. Untuk kedua jenis kelamin, AKG untuk tembaga adalah: 340 ΞΌg tembaga untuk usia 1β3 tahun, 440 ΞΌg tembaga untuk usia 4β8 tahun, 700 ΞΌg tembaga untuk usia 9β13 tahun, 890 ΞΌg tembaga untuk usia 14β18 tahun, dan 900 ΞΌg tembaga untuk usia 19 tahun ke atas. Untuk ibu hamil, 1.000 ΞΌg. Untuk ibu menyusui, 1.300 ΞΌg.[219] Mengenai keamanan, IOM juga menetapkan Batas Atas Asupan (UL) yang dapat ditoleransi untuk vitamin dan mineral bila bukti cukup. Dalam kasus tembaga, UL ditetapkan pada 10 mg/hari. Secara kolektif EAR, AKG, AI, dan UL disebut sebagai Asupan Referensi Diet.[220]
Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) menyebut kumpulan informasi kolektif tersebut sebagai Nilai Referensi Diet, dengan Asupan Referensi Populasi (PRI) alih-alih AKG, dan Kebutuhan Rata-rata alih-alih EAR. AI dan UL didefinisikan sama seperti di Amerika Serikat. Untuk wanita dan pria berusia 18 tahun ke atas, AI ditetapkan masing-masing sebesar 1,3 dan 1,6 mg/hari. AI untuk ibu hamil dan menyusui adalah 1,5 mg/hari. Untuk anak usia 1β17 tahun, AI meningkat seiring bertambahnya usia dari 0,7 menjadi 1,3 mg/hari. AI ini lebih tinggi dari AKG Amerika Serikat.[221] Otoritas Keamanan Makanan Eropa meninjau pertanyaan keamanan yang sama dan menetapkan UL pada 5 mg/hari, yang merupakan setengah dari nilai Amerika Serikat.[222]
Untuk tujuan pelabelan makanan dan suplemen makanan A.S., jumlah dalam satu porsi dinyatakan sebagai persentase dari Nilai Harian (%DV). Untuk tujuan pelabelan tembaga, 100% Nilai Harian adalah 2,0 mg, tetapi pada 27 Mei 2016 direvisi menjadi 0,9 mg agar sesuai dengan AKG.[223][224] Tabel nilai harian dewasa lama dan baru disediakan di Asupan Harian Referensi.
Kekurangan tembaga
Karena perannya dalam memfasilitasi penyerapan zat besi, kekurangan tembaga dapat menghasilkan gejala seperti-anemia, neutropenia, kelainan tulang, hipopigmentasi, gangguan pertumbuhan, peningkatan insiden infeksi, osteoporosis, hipertiroidisme, dan kelainan metabolisme glukosa dan kolesterol. Sebaliknya, penyakit Wilson menyebabkan penumpukan tembaga di jaringan tubuh.
Defisiensi yang parah dapat ditemukan dengan menguji kadar tembaga plasma atau serum yang rendah, seruloplasmin yang rendah, dan kadar superoksida dismutase sel darah merah yang rendah; mereka tidak sensitif terhadap status tembaga marjinal. "Aktivitas sitokrom c oksidase leukosit dan trombosit" telah dinyatakan sebagai faktor lain dalam kekurangan tembaga, tetapi hasilnya belum dikonfirmasi melalui replikasi.[225]
Toksisitas
Jumlah gram dari berbagai garam tembaga telah diambil dalam upaya bunuh diri dan menghasilkan toksisitas tembaga akut pada manusia, kemungkinan karena siklus redoks dan pembentukan spesies oksigen reaktif yang merusak DNA.[226][227] Jumlah garam tembaga yang sesuai (30 mg/kg) bersifat racun bagi hewan.[228] Nilai makanan minimum untuk pertumbuhan yang sehat pada kelinci telah dilaporkan setidaknya 3 ppm dalam makanan.[229] Namun, konsentrasi tembaga yang lebih tinggi (100 ppm, 200 ppm, atau 500 ppm) dalam makanan kelinci dapat memengaruhi efisiensi konversi pakan, tingkat pertumbuhan, dan persentase ganti karkas.[230]
Toksisitas tembaga kronis biasanya tidak terjadi pada manusia karena sistem transportasi yang mengatur penyerapan dan ekskresi. Mutasi resesif autosomal pada protein transpor tembaga dapat menonaktifkan sistem ini, menyebabkan penyakit Wilson dengan akumulasi tembaga dan sirosis hati pada orang yang mewarisi dua gen yang rusak.[231]
Peningkatan kadar tembaga juga dikaitkan dengan memburuknya gejala penyakit Alzheimer.[232][233]
Paparan manusia
Di Amerika Serikat, Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) telah menetapkan batas paparan yang diizinkan (PEL) untuk debu dan asap tembaga di tempat kerja sebagai rata-rata tertimbang waktu (TWA) sebesar 1 mg/m3.[234] Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH) telah menetapkan batas paparan yang direkomendasikan (REL) sebesar 1 mg/m3, rata-rata tertimbang waktu. Nilai IDLH (langsung berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan) tembaga adalah 100 mg/m3.[235]
Tembaga adalah komponen dalam asap tembakau.[236][237] Tumbuhan tembakau dapat dengan mudah menyerap dan mengakumulasi logam berat, seperti tembaga dari tanah di sekitarnya ke dalam daunnya. Ia mudah diserap ke dalam tubuh pengguna setelah menghirup asap.[238] Implikasi kesehatannya tidak jelas.[239]
Lihat pula
- Tembaga dalam energi terbarukan
- Nanopartikel tembaga
- Korosi erosi tabung air tembaga
- Daftar negara menurut produksi tembaga
- Pencurian logam
- Anaconda Copper
- Antofagasta PLC
- Codelco
- Tambang El Boleo
- Tambang Grasberg
Catatan
| dalam air murni, atau kondisi asam atau alkali. Tembaga dalam air netral lebih mulia daripada hidrogen. | dalam air yang mengandung sulfida | dalam larutan amonia 10 M | dalam larutan klorida |
Bacaan lebih lanjut
- Current Medicinal Chemistry, Volume 12, Number 10, Mei 2005, hlm. 1161β1208(48) Metals, Toxicity and Oxidative Stress
- Material: Copper (Cu), bulk, MEMS and Nanotechnology Clearinghouse.
Pranala luar
- Copper di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
- Lembar fakta tembaga dan senyawanya dari National Pollutant Inventory Australia
- Copper.org β situs web resmi Copper Development Association dengan situs luas mengenai sifat dan penggunaan tembaga
- Sejarah harga tembaga, menurut IMF
Referensi
- β hlm. 612. ISBN 978-0-85229-553-3.
- β Copper. Merriam-Webster Dictionary. 2018.
- β Copper. Merck Manual Home Health Handbook. Merck Sharp & Dohme Corp., a subsidiary of Merck & Co., Inc. 2008.
- β Copper in human health.
- β George L. Trigg. Encyclopedia of Applied Physics. VCH. 1992. Vol. 4: Combustion to Diamagnetism. hlm. 267β272. ISBN 978-3-527-28126-8.
- β William F. Smith. Foundations of Materials Science and Engineering. McGraw-Hill Professional. 2003. hlm. 223. ISBN 978-0-07-292194-6.
- β C. R. Hammond. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- β George L. Trigg. Encyclopedia of Applied Physics. VCH. 1992. Vol. 4: Combustion to Diamagnetism. hlm. 267β272. ISBN 978-3-527-28126-8.
- β Resistance Welding Manufacturing Alliance. Resistance Welding Manual. Resistance Welding Manufacturing Alliance. 2003. hlm. 18β12. ISBN 978-0-9624382-0-2.
- β William Chambers. Chambers's Information for the People. W. & R. Chambers. 1884. Vol. L. hlm. 312. ISBN 978-0-665-46912-1.
- β Harishankar Ramachandran. Why is Copper Red?. IIT Madras. 14 Maret 2007.
- β Galvanic Corrosion. Corrosion Doctors.
- β Rene van Grieken. Cultural Heritage Conservation and Environmental Impact Assessment by Non-Destructive Testing and Micro-Analysis. CRC Press. 2005. hlm. 197. ISBN 978-0-203-97078-2.
- β Copper.org: Education: Statue of Liberty: Reclothing the First Lady of Metals β Repair Concerns. Copper.org.
- β B. I. Rickett. Composition of Copper Tarnish Products Formed in Moist Air with Trace Levels of Pollutant Gas: Hydrogen Sulfide and Sulfur Dioxide/Hydrogen Sulfide. Journal of the Electrochemical Society. 1995. Vol. 142 (11). hlm. 3723β3728. doi:10.1149/1.2048404.
- β sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- β sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- β Interactive Chart of Nuclides. National Nuclear Data Center.
- β Hidehiko Okazawad. Clinical Application and Quantitative Evaluation of Generator-Produced Copper-62-PTSM as a Brain Perfusion Tracer for PET. Journal of Nuclear Medicine. 1994. Vol. 35 (12). hlm. 1910β1915.
- β Donatella Romano. Contrasting copper evolution in Ο Centauri and the Milky Way. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters. 2007. Vol. 378 (1). hlm. L59βL63. doi:10.1111/j.1745-3933.2007.00320.x.
- β Emsley, John. Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 121β125. ISBN 978-0-19-850340-8.
- β C. R. Hammond. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- β Emsley, John. Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 121β125. ISBN 978-0-19-850340-8.
- β P. C. Rickwood. The largest crystals. American Mineralogist. 1981. Vol. 66. hlm. 885.
- β Emsley, John. Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 124, 231, 449, 503. ISBN 978-0-19-850340-8.
- β John Rieuwerts. The Elements of Environmental Pollution. Earthscan Routledge. 2015. hlm. 207. ISBN 978-0-415-85919-6.
- β C. R. Hammond. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics. CRC Press. 2004. ISBN 978-0-8493-0485-9.
- β Ryan Randazzo. A new method to harvest copper. Azcentral.com. 19 Juni 2011.
- β R.B. Gordon. Metal stocks and sustainability. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2006. Vol. 103 (5). hlm. 1209β1214. doi:10.1073/pnas.0509498103.
- β Yannick C. Beaudoin. Deep Sea Minerals: Manganese Nodules, a physical, biological, environmental and technical review. Secretariat of the Pacific Community. Desember 2013. hlm. 7β18. ISBN 978-82-7701-119-6.
- β Andrew Leonard. Peak copper?. Salon. 3 Maret 2006.
- β Brown, Lester. Plan B 2.0: Rescuing a Planet Under Stress and a Civilization in Trouble. New York: W.W. Norton. 2006. hlm. 109. ISBN 978-0-393-32831-8.
- β Andrew Leonard. Peak copper?. Salon. 3 Maret 2006.
- β Christopher Schmitz. The Rise of Big Business in the World, Copper Industry 1870β1930. Economic History Review. 1986. Vol. 39 (3). hlm. 392β410. doi:10.1111/j.1468-0289.1986.tb00411.x.
- β Copper Trends: Live Metal Spot Prices.
- β Ackerman, R. A Bottom in Sight For Copper. 2 April 2009.
- β Employment Appeal Tribunal, AEI Cables Ltd. v GMB and others, 5 April 2013. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- β Kun Su. Thermodynamic and Experimental Study on Efficient Extraction of Valuable Metals from Polymetallic Nodules. Minerals. 2020. Vol. 10 (4). hlm. 360. doi:10.3390/min10040360.
- β International Seabed Authority. Polymetallic Nodules. International Seabed Authority.
- β H.R. Watling. The bioleaching of sulphide minerals with emphasis on copper sulphides β A review. Hydrometallurgy. 2006. Vol. 84 (1). hlm. 81β108. doi:10.1016/j.hydromet.2006.05.001.
- β sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- β Carl Samans. Engineering metals and their alloys. Macmillan. 1949.
- β Ali Mufit Bahadir. The Role of Ecological Chemistry in Pollution Research and Sustainable Development. Springer. 2009. ISBN 978-90-481-2903-4.
- β Dan Green. The Periodic Table in Minutes. Quercus. 2016. ISBN 978-1-68144-329-4.
- β International Copper Association.
- β "Overview of Recycled Copper" Copper.org. (25 Agustus 2010). Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β Gold Jewellery Alloys. World Gold Council.
- β Balver Zinn Solder Sn97Cu3 . (PDF) . balverzinn.com. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β D. V. Deane. Modern Coinage Systems. British Numismatic Society.
- β What is 90% Silver?. American Precious Metals Exchange (APMEX).
- β Corrosion Tests and Standards. ASTM International. 2005. hlm. 368.
- β Emsley, John. Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 121β125. ISBN 978-0-19-850340-8.
- β Hachiro Oguchi. Japanese ShakudΕ: its history, properties and production from gold-containing alloys. Gold Bulletin. 1983. Vol. 16 (4). hlm. 125β132. doi:10.1007/BF03214636.
- β Brass and Bronze Alloys..
- β UNS C83400..
- β UNS C86100..
- β UNS C95410..
- β UNS C95600..
- β UNS C95700..
- β UNS C87200..
- β UNS C87400..
- β UNS C87500..
- β UNS C87600..
- β UNS C87800..
- β UNS C87900..
- β A.F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- β Rachel Trammell. Copper-Promoted Functionalization of Organic Molecules: from Biologically Relevant Cu/O2 Model Systems to Organometallic Transformations. Chemical Reviews. 30 Januari 2019. Vol. 119 (4). hlm. 2954β3031. doi:10.1021/acs.chemrev.8b00368.
- β A. F. Wells. Structural Inorganic Chemistry. Oxford University Press. 1984. hlm. 1142β1145. ISBN 978-0-19-965763-6.
- β sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- β A.F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- β Wiley-Vch. Ullmann's Agrochemicals. 2 April 2007. hlm. 623. ISBN 978-3-527-31604-5.
- β Ralph L. Shriner, Christine K.F. Hermann, Terence C. Morrill, David Y. Curtin, Reynold C. Fuson "The Systematic Identification of Organic Compounds" edisi ke-8, J. Wiley, Hoboken.
- β Kay SaalwΓ€chter. Cellulose Solutions in Water Containing Metal Complexes. Macromolecules. 2000. Vol. 33 (11). hlm. 4094β4107. doi:10.1021/ma991893m.
- β Deodhar, S., Huckaby, J., Delahoussaye, M. dan DeCoster, M.A., Agustus 2014. High-aspect ratio bio-metallic nanocomposites for cellular interactions. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 64, No. 1, hlm. 012014). https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/64/1/012014/meta.
- β Kelly, K.C., Wasserman, J.R., Deodhar, S., Huckaby, J. dan DeCoster, M.A., 2015. Generation of scalable, metallic high-aspect ratio nanocomposites in a biological liquid medium. Journal of Visualized Experiments, (101), hlm.e52901. https://www.jove.com/t/52901/generation-scalable-metallic-high-aspect-ratio-nanocomposites.
- β Karan, A., Darder, M., Kansakar, U., Norcross, Z. dan DeCoster, M.A., 2018. Integration of a Copper-Containing Biohybrid (CuHARS) with Cellulose for Subsequent Degradation and Biomedical Control. International journal of environmental research and public health, 15(5), hlm.844. https://www.mdpi.com/1660-4601/15/5/844
- β James Birk. Characteristic Reactions of Iron (FeΒ³βΊ). LibreText Chemistry. LibreText. 3 April 2018.
- β "Modern Organocopper Chemistry" Norbert Krause, Ed., Wiley-VCH, Weinheim, 2002. .
- β JosΓ© BernΓ‘. CadiotβChodkiewicz Active Template Synthesis of Rotaxanes and Switchable Molecular Shuttles with Weak Intercomponent Interactions. Angewandte Chemie. 26 Mei 2008. Vol. 120 (23). hlm. 4464β4468. doi:10.1002/ange.200800891.
- β Rafael Chinchilla. The Sonogashira Reaction: A Booming Methodology in Synthetic Organic Chemistry. Chemical Reviews. 2007. Vol. 107 (3). hlm. 874β922. doi:10.1021/cr050992x.
- β An Addition of an Ethylcopper Complex to 1-Octyne: (E)-5-Ethyl-1,4-Undecadiene. Organic Syntheses. 1986. Vol. 64. hlm. 1. doi:10.15227/orgsyn.064.0001.
- β M.S. Kharasch. Factors Determining the Course and Mechanisms of Grignard Reactions. II. The Effect of Metallic Compounds on the Reaction between Isophorone and Methylmagnesium Bromide. Journal of the American Chemical Society. 1941. Vol. 63 (9). hlm. 2308β2316. doi:10.1021/ja01854a005.
- β Sadako Imai. 63 Cu NMR Study of Copper(I) Carbonyl Complexes with Various Hydrotris(pyrazolyl)borates: Correlation between 63Cu Chemical Shifts and CO Stretching Vibrations. Inorganic Chemistry. 1998. Vol. 37 (12). hlm. 3066β3070. doi:10.1021/ic970138r.
- β Handbook of Preparative Inorganic Chemistry. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 1015.
- β Schwesinger, Reinhard. Anhydrous phosphazenium fluorides as sources for extremely reactive fluoride ions in solution. Chemistry: A European Journal. 2006. Vol. 12 (2). hlm. 438β45. doi:10.1002/chem.200500838.
- β A.F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 978-0-12-352651-9.
- β E.A. Lewis. Reactivity of Dioxygen-Copper Systems. Chemical Reviews. 2004. Vol. 104 (2). hlm. 1047β1076. doi:10.1021/cr020633r.
- β M.R. McDonald. Characterization of Copper(III)βTetrapeptide Complexes with Histidine as the Third Residue. Inorganic Chemistry. 1997. Vol. 36 (14). hlm. 3119β3124. doi:10.1021/ic9608713.
- β sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- β A. Hickman. High-valent organometallic copper and palladium in catalysis. Nature. 2012. Vol. 484 (7393). hlm. 177β185. doi:10.1038/nature11008.
- β He Liu. Well-defined organometallic Copper(III) complexes: Preparation, characterization and reactivity. Coord. Chem. Rev. 2021. Vol. 442. hlm. 213923. doi:10.1016/j.ccr.2021.213923.
- β A Timeline of Copper Technologies, Copper Development Association, https://www.copper.org/education/history/timeline/
- β CSA β Discovery Guides, A Brief History of Copper. Csa.com.
- β Rayner W. Hesse. Jewelrymaking through History: an Encyclopedia. Greenwood Publishing Group. 2007. hlm. 56. ISBN 978-0-313-33507-5.Tidak ada sumber utama yang diberikan dalam buku itu.
- β Copper. Elements.vanderkrogt.net.
- β Colin Renfrew. Before civilization: the radiocarbon revolution and prehistoric Europe. Penguin. 1990. ISBN 978-0-14-013642-5.
- β Cowen, R. Essays on Geology, History, and People: Chapter 3: Fire and Metals.
- β M. Thoury. High spatial dynamics-photoluminescence imaging reveals the metallurgy of the earliest lost-wax cast object. Nature Communications. 15 November 2016. Vol. 7. hlm. 13356. doi:10.1038/ncomms13356.
- β CSA β Discovery Guides, A Brief History of Copper. Csa.com.
- β Timberlake, S. The Archaeology of Alderley Edge: Survey, excavation and experiment in an ancient mining landscape. John and Erica Hedges Ltd. 2005. hlm. 396. doi:10.30861/9781841717159. ISBN 9781841717159.
- β CSA β Discovery Guides, A Brief History of Copper. CSA Discovery Guides.
- β CSA β Discovery Guides, A Brief History of Copper. CSA Discovery Guides.
- β David P Pompeani. On the Timing of the Old Copper Complex in North America: A Comparison of Radiocarbon Dates from Different Archaeological Contexts. Radiocarbon. April 2021. Vol. 63 (2). hlm. 513β531. doi:10.1017/RDC.2021.7.
- β Pleger, Thomas C. "A Brief Introduction to the Old Copper Complex of the Western Great Lakes: 4000β1000 BC", Proceedings of the Twenty-Seventh Annual Meeting of the Forest History Association of Wisconsin, Oconto, Wisconsin, 5 Oktober 2002, hlm. 10β18.
- β Emerson, Thomas E. dan McElrath, Dale L. Archaic Societies: Diversity and Complexity Across the Midcontinent, SUNY Press, 2009 .
- β David P Pompeani. On the Timing of the Old Copper Complex in North America: A Comparison of Radiocarbon Dates from Different Archaeological Contexts. Radiocarbon. April 2021. Vol. 63 (2). hlm. 513β531. doi:10.1017/RDC.2021.7.
- β David P Pompeani. On the Timing of the Old Copper Complex in North America: A Comparison of Radiocarbon Dates from Different Archaeological Contexts. Radiocarbon. April 2021. Vol. 63 (2). hlm. 513β531. doi:10.1017/RDC.2021.7.
- β Michelle R. Bebber. Refining the chronology of North America's copper using traditions: A macroscalar approach via Bayesian modeling. PLOS ONE. 26 April 2022. Vol. 17 (4). hlm. e0266908. doi:10.1371/journal.pone.0266908.
- β David Malakoff. Ancient Native Americans were among the world's first coppersmiths. Science. 19 Maret 2021. doi:10.1126/science.abi6135.
- β David P. Pompeani. Lake Sediments Record Prehistoric Lead Pollution Related to Early Copper Production in North America. Environmental Science & Technology. 14 Mei 2013. Vol. 47 (11). hlm. 5545β5552. doi:10.1021/es304499c.
- β David P Pompeani. On the Timing of the Old Copper Complex in North America: A Comparison of Radiocarbon Dates from Different Archaeological Contexts. Radiocarbon. April 2021. Vol. 63 (2). hlm. 513β531. doi:10.1017/RDC.2021.7.
- β David P. Pompeani. Lake Sediments Record Prehistoric Lead Pollution Related to Early Copper Production in North America. Environmental Science & Technology. 14 Mei 2013. Vol. 47 (11). hlm. 5545β5552. doi:10.1021/es304499c.
- β Michelle R. Bebber. Toward a functional understanding of the North American Old Copper Culture "technomic devolution". Journal of Archaeological Science. 1 Oktober 2018. Vol. 98. hlm. 34β44. doi:10.1016/j.jas.2018.08.001.
- β Fan Dainian. Chinese Studies in the History and Philosophy of Science and Technology. hlm. 228.
- β Joel Wallach. Epigenetics: The Death of the Genetic Theory of Disease Transmission.
- β Miljana RadivojeviΔ. Tainted ores and the rise of tin bronzes in Eurasia, c. 6500 years ago. Antiquity Publications Ltd. Desember 2013.
- β McNeil, Ian. Encyclopaedia of the History of Technology. Routledge. 2002. hlm. 13, 48β66. ISBN 978-0-203-19211-5.
- β Nicholas Eastaugh. Pigment Compendium: Optical Microscopy of Historical Pigments. 17 Juni 2013. doi:10.4324/9780080454573. ISBN 9781136373794.
- β McNeil, Ian. Encyclopaedia of the History of Technology. Routledge. 2002. hlm. 13, 48β66. ISBN 978-0-203-19211-5.
- β Rickard, T.A. The Nomenclature of Copper and its Alloys. Journal of the Royal Anthropological Institute. 1932. Vol. 62. hlm. 281β290. doi:10.2307/2843960.
- β Simon Timberlake. New ideas on the exploitation of copper, tin, gold, and lead ores in Bronze Age Britain: The mining, smelting, and movement of metal. Materials and Manufacturing Processes. 11 Juni 2017. Vol. 32 (7β8). hlm. 709β727. doi:10.1080/10426914.2016.1221113.
- β Martin, Susan R. The State of Our Knowledge About Ancient Copper Mining in Michigan. The Michigan Archaeologist. 1995. Vol. 41 (2β3). hlm. 119.
- β Matthew L. Chastain. Metallurgical analysis of copper artifacts from Cahokia. Journal of Archaeological Science. 1 Juli 2011. Vol. 38 (7). hlm. 1727β1736. doi:10.1016/j.jas.2011.03.004.
- β Matthew L. Chastain. Metallurgical analysis of copper artifacts from Cahokia. Journal of Archaeological Science. 1 Juli 2011. Vol. 38 (7). hlm. 1727β1736. doi:10.1016/j.jas.2011.03.004.
- β Leticia InΓ©s CortΓ©s. Ancient metalworking in South America: a 3000-year-old copper mask from the Argentinian Andes. Antiquity. Juni 2017. Vol. 91 (357). hlm. 688β700. doi:10.15184/aqy.2017.28.
- β Leticia InΓ©s CortΓ©s. Ancient metalworking in South America: a 3000-year-old copper mask from the Argentinian Andes. Antiquity. Juni 2017. Vol. 91 (357). hlm. 688β700. doi:10.15184/aqy.2017.28.
- β S. Hong. History of Ancient Copper Smelting Pollution During Roman and Medieval Times Recorded in Greenland Ice. Science. 1996. Vol. 272 (5259). hlm. 246β249 (247f.). doi:10.1126/science.272.5259.246.
- β FranΓ§ois de CallataΓΏ. The Graeco-Roman Economy in the Super Long-Run: Lead, Copper, and Shipwrecks. Journal of Roman Archaeology. 2005. Vol. 18. hlm. 361β372 (366β369). doi:10.1017/S104775940000742X.
- β Rene van Grieken. Cultural Heritage Conservation and Environmental Impact Assessment by Non-Destructive Testing and Micro-Analysis. CRC Press. 2005. hlm. 197. ISBN 978-0-203-97078-2.
- β Copper and Brass in Ships.
- β Stelter, M. Process Optimization in Copper Electrorefining. Advanced Engineering Materials. 2004. Vol. 6 (7). hlm. 558β562. doi:10.1002/adem.200400403.
- β E. D. Gardner. Copper Mining in North America. U. S. Bureau of Mines. 1938.
- β Charles Hyde. Copper for America, the United States Copper Industry from Colonial Times to the 1990s. University of Arizona Press. 1998. hlm. passim. ISBN 0-8165-1817-3.
- β Outokumpu Flash Smelting. Outokumpu. hlm. 2.
- β Karen A. Mingst. Cooperation or illusion: an examination of the intergovernmental council of copper exporting countries. International Organization. 1976. Vol. 30 (2). hlm. 263β287. doi:10.1017/S0020818300018270.
- β Emsley, John. Nature's building blocks: an AβZ guide to the elements. Oxford University Press. 2003. hlm. 121β125. ISBN 978-0-19-850340-8.
- β Ryck Lydecker. Is Copper Bottom Paint Sinking?. BoatUS Magazine.
- β Wiley-Vch. Ullmann's Agrochemicals. 2 April 2007. hlm. 623. ISBN 978-3-527-31604-5.
- β Copper. American Elements. 2008.
- β Pops, Horace, 2008, "Processing of wire from antiquity to the future", Wire Journal International, June, hlm. 58β66
- β The Metallurgy of Copper Wire, http://www.litz-wire.com/pdf%20files/Metallurgy_Copper_Wire.pdf
- β Joseph, GΓΌnter, 1999, Copper: Its Trade, Manufacture, Use, and Environmental Status, edited by Kundig, Konrad J.A., ASM International, hlm. 141β192 dan hlm. 331β375.
- β Copper, Chemical Element β Overview, Discovery and naming, Physical properties, Chemical properties, Occurrence in nature, Isotopes. Chemistryexplained.com.
- β Joseph, GΓΌnter, 1999, Copper: Its Trade, Manufacture, Use, and Environmental Status, disunting oleh Kundig, Konrad J.A., ASM International, hlm.348
- β Aluminum Wiring Hazards and Pre-Purchase Inspections. www.heimer.com.
- β Accelerator: Waveguides (SLAC VVC). SLAC Virtual Visitor Center.
- β IE3 energy-saving motors, Engineer Live, http://www.engineerlive.com/Design-Engineer/Motors_and_Drives/IE3_energy-saving_motors/22687/
- β Energyβefficiency policy opportunities for electric motorβdriven systems, International Energy Agency, 2011 Working Paper in the Energy Efficiency Series, by Paul Waide and Conrad U. Brunner, OECD/IEA 2011
- β Fuchsloch, J. dan E.F. Brush, (2007), "Systematic Design Approach for a New Series of UltraβNEMA Premium Copper Rotor Motors", in EEMODS 2007 Conference Proceedings, 10β15 Juni, Beijing.
- β Copper motor rotor project; Copper Development Association; Copper.org: Copper Motor Rotor Project.
- β NEMA Premium Motors, The Association of Electrical Equipment and Medical Imaging Manufacturers; NEMA - NEMA Premium Motors.
- β IEA (2022), Renewables 2022, IEA, Paris https://www.iea.org/reports/renewables-2022 , License: CC BY 4.0
- β Global trends in renewable energy investment 2012, by REN21 (Renewable Energy Policy Network for the 21st Century); http://www.ren21.net/gsr
- β Will the Transition to Renewable Energy Be Paved in Copper?, Renewable Energy World; 15 Januari 2016; https://www.renewableenergyworld.com/articles/2016/01/will-the-transition-to-renewable-energy-be-paved-in-copper.html
- β GarcΓa-Olivares, Antonio, Joaquim Ballabrera-Poy, Emili GarcΓa-Ladona, and Antonio Turiel. A global renewable mix with proven technologies and common materials, Energy Policy, 41 (2012): 561-57, http://imedea.uib-csic.es/master/cambioglobal/Modulo_I_cod101601/Ballabrera_Diciembre_2011/Articulos/Garcia-Olivares.2011.pdf
- β A kilo more of copper increases environmental performance by 100 to 1,000 times; Renewable Energy Magazine; 14 April 2011; http://www.renewableenergymagazine.com/article/a-kilo-more-of-copper-increases-environmental
- β Copper at the core of renewable energies; European Copper Institute; European Copper Institute; 18 halaman; http://www.eurocopper.org/files/presskit/press_kit_copper_in_renewables_final_29_10_2008.pdf
- β Copper in energy systems; Copper Development Association Inc.; http://www.copper.org/environment/green/energy.html
- β The Rise Of Solar: A Unique Opportunity For Copper; Solar Industry Magazine; April 2017; Zolaika Strong; https://issues.solarindustrymag.com/article/rise-solar-unique-opportunity-copper
- β Pops, Horace, 1995. Physical Metallurgy of Electrical Conductors, in Nonferrous Wire Handbook, Volume 3: Principles and Practice, The Wire Association International
- β The World Copper Factbook, 2017; http://www.icsg.org/index.php/component/jdownloads/finish/170/2462
- β Copper Mineral Commodity Summary (USGS, 2017) https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/copper/ mcs-2017-coppe.pdf
- β Global Mineral Resource Assessment (USGS, 2014) http://pubs.usgs.gov/fs/2014/3004/pdf/fs2014-3004.pdf
- β Long-Term Availability of Copper; International Copper Association; http://copperalliance.org/wordpress/wp-content/uploads/2018/02/ICA-long-term-availability-201802-A4-HR.pdf
- β Will the Transition to Renewable Energy Be Paved in Copper?, Renewable Energy World; 15 Januari 2016; oleh Zolaikha Strong; https://www.renewableenergyworld.com/articles/2016/01/will-the-transition-to-renewable-energy-be-paved-in-copper.html
- β Seale, Wayne (2007). The role of copper, brass, and bronze in architecture and design; Metal Architecture, Mei 2007
- β Copper roofing in detail; Copper in Architecture; Copper Development Association, U.K., www.cda.org.uk/arch
- β Architecture, European Copper Institute; http://eurocopper.org/copper/copper-architecture.html
- β Kronborg completed; Agency for Palaces and Cultural Properties, KΓΈbenhavn, Kronborg completed - Agency for Palaces and Cultural Properties.
- β Jan Berg. Why did we paint the library's roof?.
- β Architectural considerations; Copper in Architecture Design Handbook, http://www.copper.org/applications/architecture/arch_dhb/fundamentals/arch_considerations.htm
- β Peters, Larry E. (2004). Preventing corrosion on copper roofing systems; Professional Roofing, October 2004, http://www.professionalroofing.net
- β Chun Wu. Oxidation reaction: Why is the Statue of Liberty blue-green? How does rust work?. wepanknowledgecenter.org. Engage Engineering.
- β K.P. Fitzgerald. The chemistry of copper patination. Corrosion Science. 1998. Vol. 40 (12). hlm. 2029β50. doi:10.1016/S0010-938X(98)00093-6.
- β Application Areas: Architecture β Finishes β patina; http://www.copper.org/applications/architecture/finishes.html
- β Glossary of copper terms, Copper Development Association (UK): Glossary of copper terms.
- β Finishes β natural weathering; Copper in Architecture Design Handbook, Copper Development Association Inc., Copper.org: Architecture Design Handbook: Finishes.
- β Davis, Joseph R. Copper and Copper Alloys. ASM International. 2001. hlm. 3β6, 266. ISBN 978-0-87170-726-0.
- β Edding, Mario E., Flores, Hector, and Miranda, Claudio, (1995), Experimental Usage of Copper-Nickel Alloy Mesh in Mariculture. Part 1: Feasibility of usage in a temperate zone; Part 2: Demonstration of usage in a cold zone; Final report to the International Copper Association Ltd.
- β Corrosion Behaviour of Copper Alloys used in Marine Aquaculture . (PDF) . copper.org. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β Copper Touch Surfaces . Copper Touch Surfaces. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β EPA Registers Copper Surfaces for Residual Use Against Coronavirus. United States Environmental Protection Agency. 10 Februari 2021.
- β David A. Montero. Antimicrobial properties of a novel copper-based composite coating with potential for use in healthcare facilities. Antimicrobial Resistance and Infection Control. 2019-01-05. Vol. 8 (1). hlm. 3. doi:10.1186/s13756-018-0456-4.
- β EPA registers copper-containing alloy products. United States Environmental Protection Agency. Mei 2008.
- β EPA registers copper-containing alloy products. United States Environmental Protection Agency. Mei 2008.
- β Amaya Biurrun. Treatment of a Legionella pneumophilaβColonized Water Distribution System Using CopperβSilver Ionization and Continuous Chlorination. Infection Control and Hospital Epidemiology. 1999. Vol. 20 (6). hlm. 426β428. doi:10.1086/501645.
- β Zaleski, Andrew, As hospitals look to prevent infections, a chorus of researchers make a case for copper surfaces, STAT, 24 September 2020
- β Chilean subway protected with Antimicrobial Copper β Rail News from rail.co. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β Codelco to provide antimicrobial copper for new metro lines (Chile) . Construpages.com.ve. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β PR 811 Chilean Subway Installs Antimicrobial Copper . (PDF). antimicrobialcopper.com. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β Copper and Cupron. Cupron.
- β Global copper market under supplied, demand on the rise β report. Mining.com. 6 Januari 2019.
- β Will the Transition to Renewable Energy Be Paved in Copper?. www.renewableenergyworld.com. 15 Januari 2015.
- β Copper and cars: Boom goes beyond electric vehicles. MINING.com. 18 Juni 2018.
- β Impact of electric cars in medium-term copper demand 'overrated', experts say. MINING.com. 12 April 2018.
- β Why are Premiums for Copper Bullion So High?. Provident Metals. 20 Agustus 2012.
- β Zoe Chace. Penny Hoarders Hope for the Day The Penny Dies. NPR.org. NPR.
- β W.R. Walker. An investigation of the therapeutic value of the 'copper bracelet'-dermal assimilation of copper in arthritic/rheumatoid conditions. Agents and Actions. 1976. Vol. 6 (4). hlm. 454β459.
- β Copper bracelets and magnetic wrist straps for rheumatoid arthritis β analgesic and anti-inflammatory effects: a randomised double-blind placebo controlled crossover trial. PLOS ONE. 2013. Vol. 8 (9). hlm. e71529. doi:10.1371/journal.pone.0071529.
- β Stewart J. Richmond. Therapeutic effects of magnetic and copper bracelets in osteoarthritis: A randomised placebo-controlled crossover trial. Complementary Therapies in Medicine. 2009. Vol. 17 (5β6). hlm. 249β256. doi:10.1016/j.ctim.2009.07.002.
- β University of Arkansas for Medical Sciences: Find the Truth Behind Medical Myths Meskipun tidak pernah terbukti bahwa tembaga dapat diserap melalui kulit dengan memakai gelang, penelitian menunjukkan bahwa tembaga yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan, menyebabkan muntah dan, dalam kasus yang parah, kerusakan hati.
- β Truth in Advertising Tommie Copper
- β Geoffrey Michael Gadd. Metals, minerals and microbes: geomicrobiology and bioremediation. Microbiology. March 2010. Vol. 156 (3). hlm. 609β643. doi:10.1099/mic.0.037143-0.
- β Geoffrey Michael Gadd. Metals, minerals and microbes: geomicrobiology and bioremediation. Microbiology. March 2010. Vol. 156 (3). hlm. 609β643. doi:10.1099/mic.0.037143-0.
- β Harbhajan Singh. Mycoremediation: Fungal Bioremediation. 2006. hlm. 509. ISBN 978-0-470-05058-3.
- β Katherine E. Vest. Metallomics and the Cell. Springer. 2013. Vol. 12. hlm. 451β78. doi:10.1007/978-94-007-5561-1_13. ISBN 978-94-007-5560-4. electronic-book electronic-
- β Fun facts. Horseshoe crab. University of Delaware.
- β S.J. Lippard, J.M. Berg "Principles of bioinorganic chemistry" University Science Books: Mill Valley, CA; 1994. .
- β Decker, H. COPs and Robbers: Putative evolution of copper oxygen-binding proteins. Journal of Experimental Biology. 2000. Vol. 203 (Pt 12). hlm. 1777β1782. doi:10.1242/jeb.203.12.1777.
- β S.J. Lippard, J.M. Berg "Principles of bioinorganic chemistry" University Science Books: Mill Valley, CA; 1994. .
- β Lisa K. Schneider. The Metal-Driven Biogeochemistry of Gaseous Compounds in the Environment. Springer. 2014. Vol. 14. hlm. 177β210. doi:10.1007/978-94-017-9269-1_8. ISBN 978-94-017-9268-4.
- β Delphine Denoyer. Metallo-Drugs: Development and Action of Anticancer Agents. Metal Ions in Life Sciences. de Gruyter GmbH. 2018. Vol. 18. hlm. 469β506. doi:10.1515/9783110470734-022. ISBN 978-3-11-047073-4.
- β Amount of copper in the normal human body, and other nutritional copper facts.
- β S. J. Adelstein. Copper metabolism in man. New England Journal of Medicine. 1961. Vol. 265 (18). hlm. 892β897. doi:10.1056/NEJM196111022651806.
- β M.C. Linder. Copper transport. The American Journal of Clinical Nutrition. 1 Mei 1998. Vol. 67 (5). hlm. 965Sβ971S. doi:10.1093/ajcn/67.5.965S.
- β E. Frieden. Ceruloplasmin: The copper transport protein with essential oxidase activity. 1976. Vol. 44. hlm. 187β236. doi:10.1002/9780470122891.ch6. ISBN 978-0-470-12289-1.
- β S.S. Percival. Copper transport from ceruloplasmin: Characterization of the cellular uptake mechanism. American Journal of Physiology. Cell Physiology. 1 Januari 1990. Vol. 258 (1). hlm. C140βC146. doi:10.1152/ajpcell.1990.258.1.c140.
- β Dietary Reference Intakes: RDA and AI for Vitamins and Elements Food and Nutrition Board, Institute of Medicine, National Academies Press, 2011. Diakses tanggal 3 Juli 2023.
- β Copper. IN: Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Copper. National Academy Press. 2001, hlm. 224β257.
- β Overview on Dietary Reference Values for the EU population as derived by the EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies. 2017.
- β Tolerable Upper Intake Levels For Vitamins And Minerals. European Food Safety Authority. 2006.
- β Federal Register May 27, 2016 Food Labeling: Revision of the Nutrition and Supplement Facts Labels. FR p. 33982.
- β Daily Value Reference of the Dietary Supplement Label Database (DSLD). Dietary Supplement Label Database (DSLD).
- β Maxine Bonham. The immune system as a physiological indicator of marginal copper status?. British Journal of Nutrition. 2002. Vol. 87 (5). hlm. 393β403. doi:10.1079/BJN2002558.
- β Yunbo Li. DNA damage caused by reactive oxygen species originating from a copper-dependent oxidation of the 2-hydroxy catechol of estradiol. Carcinogenesis. 1994. Vol. 15 (7). hlm. 1421β1427. doi:10.1093/carcin/15.7.1421.
- β Starkebaum Gordon. Endothelial cell injury due to copper-catalyzed hydrogen peroxide generation from homocysteine. J. Clin. Invest. April 1986. Vol. 77 (4). hlm. 1370β6. doi:10.1172/JCI112442.
- β Pesticide Information Profile for Copper Sulfate. Cornell University.
- β Hunt, Charles E. Cardiovascular Lesions Associated with Experimental Copper Deficiency in the Rabbit. Journal of Nutrition. 1965. Vol. 87 (4). hlm. 385β394. doi:10.1093/jn/87.4.385.
- β Ayyat M.S. Copper-Protein Nutrition of New Zealand White Rabbits under Egyptian Conditions. World Rabbit Science. 1995. Vol. 3 (3). hlm. 113β118. doi:10.4995/wrs.1995.249.
- β Amount of copper in the normal human body, and other nutritional copper facts.
- β Brewer GJ. Copper excess, zinc deficiency, and cognition loss in Alzheimer's disease. BioFactors. Maret 2012. Vol. 38 (2). hlm. 107β113. doi:10.1002/biof.1005.
- β Copper: Alzheimer's Disease. Examine.com.
- β sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- β sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- β OEHHA Copper
- β Reinskje Talhout. Hazardous Compounds in Tobacco Smoke. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2011. Vol. 8 (12). hlm. 613β628. doi:10.3390/ijerph8020613.
- β A. Pourkhabbaz. Investigation of Toxic Metals in the Tobacco of Different Iranian Cigarette Brands and Related Health Issues. Iranian Journal of Basic Medical Sciences. 2012. Vol. 15 (1). hlm. 636β644.
- β David Bernhard. Metals in cigarette smoke. IUBMB Life. 2005. Vol. 57 (12). hlm. 805β809. doi:10.1080/15216540500459667.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29586788 (2026-08-16T05:28:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.