Belerang: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29466728; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Sulfur-sample.jpg|thumb|right|280px|Sulfur-sample]] | |||
Belerang merupakan unsur [[nonlogam]] yang [[kelimpahan unsur|melimpah]] dan [[Polivalensi (kimia)|multivalen]]. Dalam [[temperatur dan tekanan standar|kondisi normal]], atom belerang membentuk molekul oktatomik siklik dengan rumus kimia [[oktasulfur|S<sub>8</sub>]]. Belerang elemental adalah padatan [[kristal]] kuning cerah pada [[suhu kamar]]. | Belerang merupakan unsur [[nonlogam]] yang [[kelimpahan unsur|melimpah]] dan [[Polivalensi (kimia)|multivalen]]. Dalam [[temperatur dan tekanan standar|kondisi normal]], atom belerang membentuk molekul oktatomik siklik dengan rumus kimia [[oktasulfur|S<sub>8</sub>]]. Belerang elemental adalah padatan [[kristal]] kuning cerah pada [[suhu kamar]]. | ||
Belerang adalah unsur paling melimpah kesepuluh berdasarkan massa di alam semesta dan paling banyak kelima di Bumi. Meskipun terkadang ditemukan dalam bentuk [[mineral unsur asli|asli]] yang murni, belerang di Bumi biasanya terdapat sebagai [[mineral sulfida]] dan [[mineral sulfat|sulfat]]. Karena berlimpah dalam bentuk aslinya, belerang telah dikenal sejak zaman kuno, dan kegunaannya telah disebutkan pada zaman [[Sejarah India|India Kuno]], [[Yunani Kuno]], [[Sejarah Tiongkok#Zaman kuno|Tiongkok Kuno]], dan [[Mesir Kuno]]. Secara historis dan dalam literatur, belerang juga disebut sebagai '''''brimstone''','' yang berarti "batu yang terbakar". Saat ini, hampir semua belerang elemental diproduksi sebagai produk sampingan dari penghilangan kontaminan yang mengandung belerang dari [[gas fosil|gas alam]] dan [[minyak bumi]]. Penggunaan belerang komersial terbesar adalah produksi [[asam sulfat]] untuk [[pupuk]] sulfat dan fosfat, dan proses kimia lainnya. Belerang digunakan dalam [[korek api]], [[insektisida]], dan [[fungisida]]. Banyak senyawa belerang yang berbau, dan bau gas belerang seperti bau gas alam, aroma sigung, limau gedang, dan bawang putih disebabkan oleh senyawa [[Kimia organobelerang|organobelerang]]. [[Hidrogen sulfida]] memberikan bau khas pada telur busuk dan proses biologis lainnya. | Belerang adalah unsur paling melimpah kesepuluh berdasarkan massa di alam semesta dan paling banyak kelima di Bumi. Meskipun terkadang ditemukan dalam bentuk [[mineral unsur asli|asli]] yang murni, belerang di Bumi biasanya terdapat sebagai [[mineral sulfida]] dan [[mineral sulfat|sulfat]]. Karena berlimpah dalam bentuk aslinya, belerang telah dikenal sejak zaman kuno, dan kegunaannya telah disebutkan pada zaman [[Sejarah India|India Kuno]], [[Yunani Kuno]], [[Sejarah Tiongkok#Zaman kuno|Tiongkok Kuno]], dan [[Mesir Kuno]]. Secara historis dan dalam literatur, belerang juga disebut sebagai '''''brimstone''',''<ref>Greenwood, N. N.; & Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (edisi ke-2), Oxford:Butterworth-Heinemann. .</ref> yang berarti "batu yang terbakar".<ref>Vol. 4. hlm. 571.</ref> Saat ini, hampir semua belerang elemental diproduksi sebagai produk sampingan dari penghilangan kontaminan yang mengandung belerang dari [[gas fosil|gas alam]] dan [[minyak bumi]].<ref>Laurence Knight. [https://www.bbc.com/news/magazine-28369829 Sulphur surplus: Up to our necks in a diabolical element]. BBC. 19 Juli 2014.</ref><ref>[https://www.bbc.co.uk/programmes/p027xnp2 Sulfur]. ''Elements''. BBC. 11 Oktober 2014.. Unduh [https://open.live.bbc.co.uk/mediaselector/6/redir/version/2.0/mediaset/audio-nondrm-download/proto/https/vpid/p02rc2q5.mp3 di sini].</ref> Penggunaan belerang komersial terbesar adalah produksi [[asam sulfat]] untuk [[pupuk]] sulfat dan fosfat, dan proses kimia lainnya. Belerang digunakan dalam [[korek api]], [[insektisida]], dan [[fungisida]]. Banyak senyawa belerang yang berbau, dan bau gas belerang seperti bau gas alam, aroma sigung, limau gedang, dan bawang putih disebabkan oleh senyawa [[Kimia organobelerang|organobelerang]]. [[Hidrogen sulfida]] memberikan bau khas pada telur busuk dan proses biologis lainnya. | ||
Belerang merupakan [[mineral (nutrisi)|unsur penting]] bagi semua kehidupan, tetapi hampir selalu dalam bentuk [[Kimia organobelerang|senyawa organobelerang]] atau logam sulfida. [[Asam amino]] (dua [[Asam amino proteinogenik|proteinogenik]]: [[sisteina]] dan [[metionina]], dan banyak [[Asam amino nonproteinogenik|nonkode]] lainnya: [[sistina]], [[taurina]], dll.) serta dua vitamin ([[biotin]] dan [[tiamina]]) adalah senyawa organobelerang yang sangat penting untuk kehidupan. Banyak [[kofaktor (biokimia)|kofaktor]] yang juga mengandung sulfur, termasuk [[glutationa]], dan [[Protein besi-belerang|protein besi–belerang]]. [[Disulfida]], ikatan S–S, memberikan kekuatan mekanik dan ketidaklarutan (antara lain) protein [[keratin]], yang ditemukan pada kulit luar, rambut, dan bulu. Belerang adalah salah satu unsur kimia inti yang dibutuhkan untuk fungsi [[biokimia]] dan merupakan [[Nutrien#makronutrien|makronutrien]] elemental unsur untuk semua organisme hidup. | Belerang merupakan [[mineral (nutrisi)|unsur penting]] bagi semua kehidupan, tetapi hampir selalu dalam bentuk [[Kimia organobelerang|senyawa organobelerang]] atau logam sulfida. [[Asam amino]] (dua [[Asam amino proteinogenik|proteinogenik]]: [[sisteina]] dan [[metionina]], dan banyak [[Asam amino nonproteinogenik|nonkode]] lainnya: [[sistina]], [[taurina]], dll.) serta dua vitamin ([[biotin]] dan [[tiamina]]) adalah senyawa organobelerang yang sangat penting untuk kehidupan. Banyak [[kofaktor (biokimia)|kofaktor]] yang juga mengandung sulfur, termasuk [[glutationa]], dan [[Protein besi-belerang|protein besi–belerang]]. [[Disulfida]], ikatan S–S, memberikan kekuatan mekanik dan ketidaklarutan (antara lain) protein [[keratin]], yang ditemukan pada kulit luar, rambut, dan bulu. Belerang adalah salah satu unsur kimia inti yang dibutuhkan untuk fungsi [[biokimia]] dan merupakan [[Nutrien#makronutrien|makronutrien]] elemental unsur untuk semua organisme hidup. | ||
==Karakteristik== | ==Karakteristik== | ||
===Sifat fisik=== | ===Sifat fisik=== | ||
Belerang membentuk beberapa molekul poliatomik. Alotrop yang paling terkenal adalah [[oktasulfur]], siklo-S<sub>8</sub>. [[Grup titik]] siklo-S<sub>8</sub> adalah D<sub>4d</sub> dan momen dipolnya adalah 0 D. Oktasulfur adalah padatan lembut berwarna kuning cerah yang tak berbau, tetapi sampel tak murni memiliki bau yang mirip dengan [[korek api]]. Ia melebur pada , mendidih pada , dan [[Sublimasi (perubahan wujud zat)|menyublim]] kurang lebih antara dan . Pada , di bawah suhu leburnya, siklo-oktasulfur berubah dari α-oktasulfur menjadi β-[[polimorf]]. Struktur cincin S<sub>8</sub> hampir tidak berubah oleh perubahan fasa ini, yang memengaruhi interaksi antarmolekul. Di antara suhu lebur dan didihnya, oktasulfur mengubah alotropnya lagi, berubah dari β-oktasulfur menjadi γ-sulfur, sekali lagi disertai dengan massa jenis yang lebih rendah tetapi [[kekentalan]] meningkat karena pembentukan [[polimer]]. Pada suhu yang lebih tinggi, kekentalan menurun saat depolimerisasi terjadi. Belerang cair mengasumsikan warna merah tua di atas . Massa jenis belerang sekitar 2 g/cm<sup>3</sup>, tergantung pada alotropnya; semua alotrop stabil adalah insulator listrik yang sangat baik. | Belerang membentuk beberapa molekul poliatomik. Alotrop yang paling terkenal adalah [[oktasulfur]], siklo-S<sub>8</sub>. [[Grup titik]] siklo-S<sub>8</sub> adalah D<sub>4d</sub> dan momen dipolnya adalah 0 D.<ref>S. J. Rettig. [http://journals.iucr.org/c/issues/1987/12/00/a27614/a27614.pdf Refinement of the structure of orthorhombic sulfur, α-S8]. ''Acta Crystallographica Section C''. 15 December 1987. Vol. 43 (12). hlm. 2260–2262. doi:10.1107/S0108270187088152.</ref> Oktasulfur adalah padatan lembut berwarna kuning cerah yang tak berbau, tetapi sampel tak murni memiliki bau yang mirip dengan [[korek api]].<ref>Bau menyengat yang disebut "bau belerang" sebenarnya dikeluarkan oleh beberapa senyawa belerang, seperti senyawa hidrogen sulfida dan organobelerang.</ref> Ia melebur pada , mendidih pada ,<ref>Greenwood, N. N.; & Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (edisi ke-2), Oxford:Butterworth-Heinemann. .</ref> dan [[Sublimasi (perubahan wujud zat)|menyublim]] kurang lebih antara dan .<ref>Roy P. Tucker. [https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ie50229a014 Notes on the Sublimation of Sulfur between 25° and 50°C]. ''Industrial & Engineering Chemistry''. 1 Januari 1929. Vol. 21 (1). hlm. 44–47. doi:10.1021/ie50229a014.</ref> Pada , di bawah suhu leburnya, siklo-oktasulfur berubah dari α-oktasulfur menjadi β-[[polimorf]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belerang&oldid=29466728 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Struktur cincin S<sub>8</sub> hampir tidak berubah oleh perubahan fasa ini, yang memengaruhi interaksi antarmolekul. Di antara suhu lebur dan didihnya, oktasulfur mengubah alotropnya lagi, berubah dari β-oktasulfur menjadi γ-sulfur, sekali lagi disertai dengan massa jenis yang lebih rendah tetapi [[kekentalan]] meningkat karena pembentukan [[polimer]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belerang&oldid=29466728 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Pada suhu yang lebih tinggi, kekentalan menurun saat depolimerisasi terjadi. Belerang cair mengasumsikan warna merah tua di atas . Massa jenis belerang sekitar 2 g/cm<sup>3</sup>, tergantung pada alotropnya; semua alotrop stabil adalah insulator listrik yang sangat baik. | ||
Belerang tidak larut dalam air tetapi larut dalam [[karbon disulfida]] dan, pada tingkat lebih rendah, dalam pelarut organik [[Polaritas (kimia)|nonpolar]] lainnya, seperti [[benzena]] dan [[toluena]]. | Belerang tidak larut dalam air tetapi larut dalam [[karbon disulfida]] dan, pada tingkat lebih rendah, dalam pelarut organik [[Polaritas (kimia)|nonpolar]] lainnya, seperti [[benzena]] dan [[toluena]]. | ||
===Sifat kimia=== | ===Sifat kimia=== | ||
Dalam kondisi normal, belerang akan [[hidrolisis|terhidrolisis]] sangat lambat untuk membentuk terutama [[hidrogen sulfida]] dan [[asam sulfat]]: | Dalam kondisi normal, belerang akan [[hidrolisis|terhidrolisis]] sangat lambat untuk membentuk terutama [[hidrogen sulfida]] dan [[asam sulfat]]: | ||
: + 4 → 3 + | : + 4 → 3 + | ||
Reaksi tersebut melibatkan adsorpsi proton ke gugus , diikuti dengan [[Dismutasi|disproporsionasi]] ke dalam produk reaksi. | Reaksi tersebut melibatkan adsorpsi proton ke gugus , diikuti dengan [[Dismutasi|disproporsionasi]] ke dalam produk reaksi.<ref>S. B. Maldonado-Zagal. [https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1179/000705982798274336 Hydrolysis of Elemental Sulphur in Water and its Effect on the Corrosion of Mild Steel]. ''British Corrosion Journal''. 1 Januari 1982. Vol. 17 (3). hlm. 116–120. doi:10.1179/000705982798274336.</ref> | ||
[[Energi ionisasi molar|Energi ionisasi]] belerang kedua, keempat, dan keenam masing-masing adalah 2252 kJ/mol<sup>−1</sup>, 4556 kJ/mol<sup>−1</sup>, dan 8495,8 kJ/mol<sup>−1</sup>. Komposisi produk reaksi belerang dengan oksidan (dan keadaan oksidasinya) bergantung pada apakah pelepasan energi reaksi mengatasi ambang batas ini. Menerapkan [[katalis]] dan/atau [[Reaksi endoterm|suplai energi luar]] dapat memvariasikan keadaan oksidasi belerang dan komposisi produk reaksi. Walaupun reaksi antara belerang dan oksigen pada kondisi normal menghasilkan belerang dioksida (keadaan oksidasi +4), pembentukan [[belerang trioksida]] (keadaan oksidasi +6) membutuhkan suhu 400 – 600 °C dan adanya katalis. | [[Energi ionisasi molar|Energi ionisasi]] belerang kedua, keempat, dan keenam masing-masing adalah 2252 kJ/mol<sup>−1</sup>, 4556 kJ/mol<sup>−1</sup>, dan 8495,8 kJ/mol<sup>−1</sup>. Komposisi produk reaksi belerang dengan oksidan (dan keadaan oksidasinya) bergantung pada apakah pelepasan energi reaksi mengatasi ambang batas ini. Menerapkan [[katalis]] dan/atau [[Reaksi endoterm|suplai energi luar]] dapat memvariasikan keadaan oksidasi belerang dan komposisi produk reaksi. Walaupun reaksi antara belerang dan oksigen pada kondisi normal menghasilkan belerang dioksida (keadaan oksidasi +4), pembentukan [[belerang trioksida]] (keadaan oksidasi +6) membutuhkan suhu 400 – 600 °C dan adanya katalis. | ||
| Baris 19: | Baris 20: | ||
Dalam reaksi dengan unsur-unsur dengan [[elektronegativitas|keelektronegatifan]] yang lebih rendah, ia bereaksi sebagai oksidan dan membentuk sulfida, di mana ia memiliki tingkat oksidasi –2. | Dalam reaksi dengan unsur-unsur dengan [[elektronegativitas|keelektronegatifan]] yang lebih rendah, ia bereaksi sebagai oksidan dan membentuk sulfida, di mana ia memiliki tingkat oksidasi –2. | ||
Belerang bereaksi dengan hampir semua unsur lain kecuali gas mulia, bahkan dengan logam [[iridium]] yang terkenal tak reaktif (menghasilkan [[iridium disulfida]]). Beberapa dari reaksi tersebut membutuhkan suhu tinggi. | Belerang bereaksi dengan hampir semua unsur lain kecuali gas mulia, bahkan dengan logam [[iridium]] yang terkenal tak reaktif (menghasilkan [[iridium disulfida]]).<ref>[https://htracyhall.org/ocr/HTH-Archives/Cabinet%208/Drawer%203%20(MATI%20-%20MOZ)/(Munson,%20R.A.)%20(Muntoni,%20C.)%20(Murase,%20K.)%20(linked)/(Munson,%20R.A.)%20(Muntoni,%20C.)%20(Murase,%20K.)-237_OCR.pdf The synthesis of iridium disulfide and nickel diarsenide having the pyrite structure]. ''Inorganic Chemistry''. Februari 1968. Vol. 7. hlm. 389–390. doi:10.1021/ic50060a047.</ref> Beberapa dari reaksi tersebut membutuhkan suhu tinggi.<ref>Egon Wiberg. [https://books.google.com/books?id=Mtth5g59dEIC&pg=PA513 Inorganic Chemistry]. Academic Press. 2001. hlm. 513–. ISBN 978-0-12-352651-9.</ref> | ||
===Alotrop=== | ===Alotrop=== | ||
Belerang membentuk lebih dari 30 [[Alotropi|alotrop]] padat, lebih banyak dari unsur lainnya.<ref>Ralf Steudel. ''Solid Sulfur Allotropes Sulfur Allotropes''. 2003. Vol. 230. hlm. 1–80. doi:10.1007/b12110. ISBN 978-3-540-40191-9.</ref> Selain S<sub>8</sub>, beberapa cincin lain telah diketahui.<ref>R. Steudel. ''Inorganic Ring Systems''. 1982. Vol. 102. hlm. 149–176. doi:10.1007/3-540-11345-2_10. ISBN 978-3-540-11345-4.</ref> Menghapus satu atom dari mahkota S<sub>8</sub> akan memberi S<sub>7</sub>, yang lebih berwarna kuning tua daripada S<sub>8</sub>. Analisi [[Kromatografi cair kinerja tinggi|HPLC]] dari "belerang elemental" mengungkapkan campuran kesetimbangan dari terutama S<sub>8</sub>, tetapi dengan S<sub>7</sub> dan sejumlah kecil S<sub>6</sub>.<ref>Fred N. Tebbe. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_1982-09-08_104_18/page/4971 Composition of Elemental Sulfur in Solution: Equilibrium of , S 7 , and S 8 at Ambient Temperatures]. ''Journal of the American Chemical Society''. 1982. Vol. 104 (18). hlm. 4971–4972. doi:10.1021/ja00382a050.</ref> Cincin yang lebih besar telah dipersiapkan, termasuk S<sub>12</sub> dan S<sub>18</sub>.<ref>Beat Meyer. ''Solid Allotropes of Sulfur''. ''Chemical Reviews''. 1964. Vol. 64 (4). hlm. 429–451. doi:10.1021/cr60230a004.</ref><ref>Beat Meyer. ''Elemental sulfur''. ''Chemical Reviews''. 1976. Vol. 76 (3). hlm. 367–388. doi:10.1021/cr60301a003.</ref> | |||
Belerang membentuk lebih dari 30 [[Alotropi|alotrop]] padat, lebih banyak dari unsur lainnya. Selain S<sub>8</sub>, beberapa cincin lain telah diketahui. Menghapus satu atom dari mahkota S<sub>8</sub> akan memberi S<sub>7</sub>, yang lebih berwarna kuning tua daripada S<sub>8</sub>. Analisi [[Kromatografi cair kinerja tinggi|HPLC]] dari "belerang elemental" mengungkapkan campuran kesetimbangan dari terutama S<sub>8</sub>, tetapi dengan S<sub>7</sub> dan sejumlah kecil S<sub>6</sub>. Cincin yang lebih besar telah dipersiapkan, termasuk S<sub>12</sub> dan S<sub>18</sub>. | |||
Belerang [[amorf]] atau "plastik" dihasilkan dengan pendinginan cepat dari belerang cair—misalnya, dengan menuangkannya ke dalam air dingin. Studi [[kristalografi sinar-X]] menunjukkan bahwa bentuk amorf mungkin memiliki struktur [[heliks]] dengan delapan atom per putaran. Molekul polimer melingkar panjang membuat zat kecoklatan menjadi [[elastisitas (fisika)|elastis]], dan dalam jumlah besar bentuk ini terasa seperti karet mentah. Bentuk ini [[Metastabilitas|metastabil]] pada suhu kamar dan secara bertahap kembali ke alotrop molekul kristal, yang tidak lagi elastis. Proses ini terjadi dalam hitungan jam hingga hari, tetapi dapat dikatalisasi dengan cepat. | Belerang [[amorf]] atau "plastik" dihasilkan dengan pendinginan cepat dari belerang cair—misalnya, dengan menuangkannya ke dalam air dingin. Studi [[kristalografi sinar-X]] menunjukkan bahwa bentuk amorf mungkin memiliki struktur [[heliks]] dengan delapan atom per putaran. Molekul polimer melingkar panjang membuat zat kecoklatan menjadi [[elastisitas (fisika)|elastis]], dan dalam jumlah besar bentuk ini terasa seperti karet mentah. Bentuk ini [[Metastabilitas|metastabil]] pada suhu kamar dan secara bertahap kembali ke alotrop molekul kristal, yang tidak lagi elastis. Proses ini terjadi dalam hitungan jam hingga hari, tetapi dapat dikatalisasi dengan cepat. | ||
===Isotop=== | ===Isotop=== | ||
Belerang memiliki 23 [[isotop]] yang diketahui, empat di antaranya stabil: <sup>32</sup>S (), <sup>33</sup>S (), <sup>34</sup>S (), dan <sup>36</sup>S ().<ref>[http://www.ciaaw.org/sulfur.htm Sulfur]. CIAAW</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belerang&oldid=29466728 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Selain <sup>35</sup>S, dengan [[waktu paruh]] 87 hari, isotop belerang yang [[Peluruhan radioaktif|radioaktif]] memiliki waktu paruh kurang dari 3 jam. | |||
Kelebihan <sup>32</sup>S dijelaskan oleh produksinya dalam proses alfa (salah satu kelas utama reaksi fusi nuklir) di dalam bintang yang meledak. Isotop belerang stabil lainnya diproduksi dalam proses ''bypass'' yang terkait dengan <sup>34</sup>Ar, dan komposisinya bergantung pada jenis ledakan bintang. Misalnya, lebih banyak <sup>33</sup>S yang berasal dari nova, daripada dari supernova.<ref>[https://www.energy.gov/science/np/articles/searching-origins-presolar-grains Searching for the Origins of Presolar Grains]. ''Energy.gov''.</ref> | |||
Di planet Bumi, komposisi isotop belerang ditentukan oleh Matahari. Meskipun diasumsikan bahwa distribusi isotop belerang yang berbeda harus kurang lebih sama, telah ditemukan bahwa proporsi dua isotop belerang yang paling melimpah, <sup>32</sup>S dan <sup>34</sup>S, bervariasi dalam sampel yang berbeda. Pengujian rasio isotop (δ<sup>34</sup>S) ini dalam sampel memungkinkan untuk membuat perkiraan tentang sejarah kimianya, dan dengan dukungan metode lain, memungkinkan untuk menentukan usia sampel, memperkirakan suhu kesetimbangan antara bijih dan air, menentukan pH dan fugasitas oksigen, mengidentifikasi aktivitas bakteri pereduksi sulfat pada saat pembentukan sampel, atau memperkirakan sumber utama belerang dalam ekosistem.<ref>Adina Paytan. [https://www.researchgate.net/publication/347656764 Geologic Time Scale]. 2020. hlm. 259–278. doi:10.1016/B978-0-12-824360-2.00009-7. ISBN 9780128243602.</ref> Namun, diskusi tentang apa alasan sebenarnya dari pergeseran δ<sup>34</sup>S, aktivitas biologis atau perubahan pascadeposital, terus berlanjut.<ref>[https://astrobiology.nasa.gov/news/the-first-sulfur-eaters/ NASA Astrobiology]. ''astrobiology.nasa.gov''.</ref> | |||
Di planet Bumi, komposisi isotop belerang ditentukan oleh Matahari. Meskipun diasumsikan bahwa distribusi isotop belerang yang berbeda harus kurang lebih sama, telah ditemukan bahwa proporsi dua isotop belerang yang paling melimpah, <sup>32</sup>S dan <sup>34</sup>S, bervariasi dalam sampel yang berbeda. Pengujian rasio isotop (δ<sup>34</sup>S) ini dalam sampel memungkinkan untuk membuat perkiraan tentang sejarah kimianya, dan dengan dukungan metode lain, memungkinkan untuk menentukan usia sampel, memperkirakan suhu kesetimbangan antara bijih dan air, menentukan pH dan fugasitas oksigen, mengidentifikasi aktivitas bakteri pereduksi sulfat pada saat pembentukan sampel, atau memperkirakan sumber utama belerang dalam ekosistem. Namun, diskusi tentang apa alasan sebenarnya dari pergeseran δ<sup>34</sup>S, aktivitas biologis atau perubahan pascadeposital, terus berlanjut. | |||
Misalnya, ketika [[mineral sulfida]] diendapkan, kesetimbangan isotop antara padatan dan cairan dapat menyebabkan perbedaan kecil pada nilai [[Δ34S|δ<sup>34</sup>S]] mineral kogenetik. Perbedaan antara mineral dapat digunakan untuk memperkirakan suhu kesetimbangan. [[Δ13C|δ<sup>13</sup>C]] dan δ<sup>34</sup>S dari [[mineral karbonat]] dan sulfida yang hidup berdampingan dapat digunakan untuk menentukan [[pH]] dan [[fugasitas]] oksigen dari fluida pembawa bijih selama pembentukan bijih. | Misalnya, ketika [[mineral sulfida]] diendapkan, kesetimbangan isotop antara padatan dan cairan dapat menyebabkan perbedaan kecil pada nilai [[Δ34S|δ<sup>34</sup>S]] mineral kogenetik. Perbedaan antara mineral dapat digunakan untuk memperkirakan suhu kesetimbangan. [[Δ13C|δ<sup>13</sup>C]] dan δ<sup>34</sup>S dari [[mineral karbonat]] dan sulfida yang hidup berdampingan dapat digunakan untuk menentukan [[pH]] dan [[fugasitas]] oksigen dari fluida pembawa bijih selama pembentukan bijih. | ||
| Baris 40: | Baris 37: | ||
Di sebagian besar ekosistem [[hutan]], sulfat sebagian besar berasal dari atmosfer; pelapukan mineral bijih dan evaporit menyumbangkan belerang. Belerang dengan komposisi isotop yang khas telah digunakan untuk mengidentifikasi sumber polusi, dan belerang yang diperkaya telah ditambahkan sebagai perunut dalam studi [[hidrologi]]. Perbedaan [[kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]] dapat digunakan dalam sistem di mana terdapat cukup variasi dalam <sup>34</sup>S komponen ekosistem. Danau [[Pegunungan Rocky]] diperkirakan didominasi oleh sumber sulfat atmosfer dan telah ditemukan memiliki nilai <sup>34</sup>S karakteristik dari danau yang diyakini didominasi oleh sumber DAS sulfat. | Di sebagian besar ekosistem [[hutan]], sulfat sebagian besar berasal dari atmosfer; pelapukan mineral bijih dan evaporit menyumbangkan belerang. Belerang dengan komposisi isotop yang khas telah digunakan untuk mengidentifikasi sumber polusi, dan belerang yang diperkaya telah ditambahkan sebagai perunut dalam studi [[hidrologi]]. Perbedaan [[kelimpahan alami unsur|kelimpahan alami]] dapat digunakan dalam sistem di mana terdapat cukup variasi dalam <sup>34</sup>S komponen ekosistem. Danau [[Pegunungan Rocky]] diperkirakan didominasi oleh sumber sulfat atmosfer dan telah ditemukan memiliki nilai <sup>34</sup>S karakteristik dari danau yang diyakini didominasi oleh sumber DAS sulfat. | ||
<sup>35</sup>S yang radioaktif terbentuk dalam [[spalasi sinar kosmik]] <sup>40</sup>[[argon|Ar]] atmosfer. Fakta ini dapat digunakan untuk membuktikan adanya sedimen atmosfer baru-baru ini (tidak lebih dari 1 tahun) dalam berbagai hal. Isotop ini dapat diperoleh secara artifisial dengan berbagai cara. Dalam praktiknya, reaksi <sup>35</sup>Cl + n → <sup>35</sup>S + p, yang berjalan pada iradiasi kalium klorida oleh neutron, digunakan. Isotop <sup>35</sup>S digunakan dalam berbagai senyawa yang mengandung belerang sebagai [[pelacak radioaktif]] untuk banyak penelitian biologis, misalnya digunakan dalam [[percobaan Hershey–Chase]]. | <sup>35</sup>S yang radioaktif terbentuk dalam [[spalasi sinar kosmik]] <sup>40</sup>[[argon|Ar]] atmosfer. Fakta ini dapat digunakan untuk membuktikan adanya sedimen atmosfer baru-baru ini (tidak lebih dari 1 tahun) dalam berbagai hal. Isotop ini dapat diperoleh secara artifisial dengan berbagai cara. Dalam praktiknya, reaksi <sup>35</sup>Cl + n → <sup>35</sup>S + p, yang berjalan pada iradiasi kalium klorida oleh neutron, digunakan.<ref>Ik Soo Kim. [https://www.osti.gov/etdeweb/biblio/20765660 Production of Sulfur-35 by the Cation Exchange Process]. 1 Juli 2005.</ref> Isotop <sup>35</sup>S digunakan dalam berbagai senyawa yang mengandung belerang sebagai [[pelacak radioaktif]] untuk banyak penelitian biologis, misalnya digunakan dalam [[percobaan Hershey–Chase]]. | ||
Bekerja dengan senyawa yang mengandung isotop ini relatif aman, asalkan senyawa tersebut tidak jatuh ke dalam organisme pelaku eksperimen. | Bekerja dengan senyawa yang mengandung isotop ini relatif aman, asalkan senyawa tersebut tidak jatuh ke dalam organisme pelaku eksperimen.<ref>[https://ehs.yale.edu/sites/default/files/files/radioisotope-s35.pdf Sulfur-35 (35 S) safety information and specific handling precautions]. ''Yale Environmental Health & Safety''.</ref> | ||
===Keterjadian alami=== | ===Keterjadian alami=== | ||
<sup>32</sup>S tercipta di dalam bintang masif, pada kedalaman yang suhunya melebihi 2,5 K, melalui [[Proses pembakaran silikon|fusi]] satu int silikon ditambah satu inti helium.<ref>A. G. W. Cameron. [https://fas.org/sgp/eprint/CRL-41.pdf Stellar Evolution, Nuclear Astrophysics, and Nucleogenesis]. ''CRL-41''. 1957.</ref> Karena reaksi nuklir ini merupakan bagian dari [[proses alfa]] yang menghasilkan unsur-unsur dalam kelimpahan, belerang adalah unsur paling umum ke-10 di alam semesta. | |||
Belerang, biasanya sebagai sulfida, terdapat dalam banyak jenis [[meteorit]]. Kondrit biasa mengandung rata-rata 2,1% belerang, dan kondrit karbon mengandung sebanyak 6,6%. Ia biasanya hadir sebagai [[troilit]] (FeS), tetapi terdapat pengecualian, dengan kondrit karbon yang mengandung belerang bebas, sulfat dan senyawa belerang lainnya.<ref>B. Mason. [https://archive.org/details/meteorites0000maso Meteorites]. John Wiley & Sons. 1962. hlm. [https://archive.org/details/meteorites0000maso/page/160 160]. ISBN 978-0-908678-84-6.</ref> Warna khas satelit [[gunung berapi|vulkanis]] [[Jupiter]] [[Io (satelit)|Io]] dikaitkan dengan berbagai bentuk belerang cair, padat, dan gas.<ref>Rosaly M. C. Lopes. ''Io after Galileo''. ''Reports on Progress in Physics''. 2005. Vol. 68 (2). hlm. 303–340. doi:10.1088/0034-4885/68/2/R02.</ref> | |||
Belerang adalah unsur paling umum kelima berdasarkan massa di Bumi. Belerang elemental dapat ditemukan di dekat [[mata air panas]] dan daerah [[gunung berapi|vulkanis]] di banyak belahan dunia, terutama di sepanjang [[Cincin Api Pasifik]]; deposit vulkanis tersebut saat ini ditambang di Indonesia, Chili, dan Jepang. Endapan ini adalah polikristalin, dengan kristal tunggal terbesar yang terdokumentasi berukuran 22×16×11 cm.<ref>P. C. Rickwood. [http://www.minsocam.org/ammin/AM66/AM66_885.pdf The largest crystals]. ''American Mineralogist''. 1981. Vol. 66. hlm. 885–907.</ref> Secara historis, [[Sisilia]] adalah sumber utama belerang pada [[Revolusi Industri]].<ref>Gerald Kutney. ''Sulfur: history, technology, applications & industry''. ChemTec Publications. 2007. hlm. 43. ISBN 978-1-895198-37-9.</ref> Danau belerang cair dengan diameter hingga ~200 m telah ditemukan di dasar laut, terkait dengan [[gunung berapi bawah laut]], pada kedalaman di mana titik didih air lebih tinggi daripada titik lebur belerang.<ref>C. E. J. de Ronde, W. W. Chadwick Jr, R. G. Ditchburn, R. W. Embley, V. Tunnicliffe, E. T. Baker. S. L. Walker. V. L. Ferrini, dan S. M. Merle (2015): "Molten Sulfur Lakes of Intraoceanic Arc Volcanoes". Bab ''Volcanic Lakes'' (Springer), halaman 261-288.</ref> | |||
Belerang asli disintesis oleh [[bakteri anaerob]] yang bekerja pada [[mineral sulfat]] seperti [[gipsum]] dalam [[kubah garam]].<ref>Klein, Cornelis dan Cornelius S. Hurlbut, Jr., ''Manual of Mineralogy,'' Wiley, 1985, edisi ke-20, hlm. 265-6</ref><ref>[https://www.mindat.org/min-3826.html Sulphur: Mineral information, data and localities]. ''www.mindat.org''.</ref> Endapan yang signifikan dalam kubah garam terjadi di sepanjang pantai [[Teluk Meksiko]], dan di [[evaporit]] di Eropa Timur dan Asia Barat. Belerang asli dapat diproduksi oleh proses geologi saja. Endapan belerang berbasis fosil dari kubah garam pernah menjadi basis produksi komersial di Amerika Serikat, Rusia, Turkmenistan, dan Ukraina.<ref>Wolfgang Nehb. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> Saat ini, produksi komersial masih dilakukan di tambang [[Osiek, Świętokrzyskie Voivodeship|Osiek]] di Polandia. Sumber-sumber tersebut sekarang memiliki kepentingan komersial sekunder, dan sebagian besar tidak lagi berfungsi. | |||
Belerang asli disintesis oleh [[bakteri anaerob]] yang bekerja pada [[mineral sulfat]] seperti [[gipsum]] dalam [[kubah garam]]. Endapan yang signifikan dalam kubah garam terjadi di sepanjang pantai [[Teluk Meksiko]], dan di [[evaporit]] di Eropa Timur dan Asia Barat. Belerang asli dapat diproduksi oleh proses geologi saja. Endapan belerang berbasis fosil dari kubah garam pernah menjadi basis produksi komersial di Amerika Serikat, Rusia, Turkmenistan, dan Ukraina. Saat ini, produksi komersial masih dilakukan di tambang [[Osiek, Świętokrzyskie Voivodeship|Osiek]] di Polandia. Sumber-sumber tersebut sekarang memiliki kepentingan komersial sekunder, dan sebagian besar tidak lagi berfungsi. | |||
Senyawa belerang alami yang umum ialah [[Mineral#Sulfida|mineral sulfida]], seperti [[pirit]] (besi sulfida), [[sinabar]] (raksa sulfida), [[galena]] (timbal sulfida), [[sfalerit]] (seng sulfida), dan [[stibnit]] (antimon sulfida); dan [[Mineral#Sulfat|mineral sulfat]], seperti [[gipsum]] (kalsium sulfat), [[alunit]] (kalium aluminium sulfat), dan [[barit]] (barium sulfat). Di Bumi, seperti di satelit Jupiter Io, belerang elemental terjadi secara alami dalam emisi vulkanis, termasuk emisi dari [[ventilasi hidrotermal]]. | Senyawa belerang alami yang umum ialah [[Mineral#Sulfida|mineral sulfida]], seperti [[pirit]] (besi sulfida), [[sinabar]] (raksa sulfida), [[galena]] (timbal sulfida), [[sfalerit]] (seng sulfida), dan [[stibnit]] (antimon sulfida); dan [[Mineral#Sulfat|mineral sulfat]], seperti [[gipsum]] (kalsium sulfat), [[alunit]] (kalium aluminium sulfat), dan [[barit]] (barium sulfat). Di Bumi, seperti di satelit Jupiter Io, belerang elemental terjadi secara alami dalam emisi vulkanis, termasuk emisi dari [[ventilasi hidrotermal]]. | ||
Sumber belerang industri utama sekarang adalah [[minyak bumi]] dan [[gas fosil|gas alam]]. | Sumber belerang industri utama sekarang adalah [[minyak bumi]] dan [[gas fosil|gas alam]].<ref>Laurence Knight. [https://www.bbc.com/news/magazine-28369829 Sulphur surplus: Up to our necks in a diabolical element]. BBC. 19 Juli 2014.</ref> | ||
==Senyawa== | ==Senyawa== | ||
[[Bilangan oksidasi|Keadaan oksidasi]] belerang berkisar dari −2 hingga +6. Belerang membentuk senyawa yang stabil dengan semua unsur kecuali [[gas mulia]]. | [[Bilangan oksidasi|Keadaan oksidasi]] belerang berkisar dari −2 hingga +6. Belerang membentuk senyawa yang stabil dengan semua unsur kecuali [[gas mulia]]. | ||
===Reaksi transfer elektron=== | ===Reaksi transfer elektron=== | ||
Polikation belerang, S<sub>8</sub><sup>2+</sup>, S<sub>4</sub><sup>2+</sup>, dan S<sub>16</sub><sup>2+</sup> dihasilkan ketika belerang direaksikan dengan zat pengoksidasi dalam larutan asam kuat.<ref>Shriver, Atkins. Inorganic Chemistry, Fifth Edition. W. H. Freeman dan Company, New York, 2010; hlm. 416</ref> Larutan berwarna yang dihasilkan dengan melarutkan belerang dalam [[oleum]] pertama kali dilaporkan pada tahun 1804 oleh C.F. Bucholz, tetapi penyebab warna dan struktur polikation yang terlibat baru ditentukan pada akhir 1960-an. S<sub>8</sub><sup>2+</sup> berwarna biru tua, S<sub>4</sub><sup>2+</sup> berwarna kuning, dan S<sub>16</sub><sup>2+</sup> berwarna merah.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belerang&oldid=29466728 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
Polikation belerang, S<sub>8</sub><sup>2+</sup>, S<sub>4</sub><sup>2+</sup>, dan S<sub>16</sub><sup>2+</sup> dihasilkan ketika belerang direaksikan dengan zat pengoksidasi dalam larutan asam kuat. Larutan berwarna yang dihasilkan dengan melarutkan belerang dalam [[oleum]] pertama kali dilaporkan pada tahun 1804 oleh C.F. Bucholz, tetapi penyebab warna dan struktur polikation yang terlibat baru ditentukan pada akhir 1960-an. S<sub>8</sub><sup>2+</sup> berwarna biru tua, S<sub>4</sub><sup>2+</sup> berwarna kuning, dan S<sub>16</sub><sup>2+</sup> berwarna merah. | |||
Reduksi belerang menghasilkan berbagai [[polisulfida]] dengan rumus S<sub>x</sub><sup>2-</sup>, banyak di antaranya telah diperoleh bentuk kristal. Ilustratif adalah produksi natrium tetrasulfida: | Reduksi belerang menghasilkan berbagai [[polisulfida]] dengan rumus S<sub>x</sub><sup>2-</sup>, banyak di antaranya telah diperoleh bentuk kristal. Ilustratif adalah produksi natrium tetrasulfida: | ||
| Baris 69: | Baris 61: | ||
Beberapa dianion ini berdisosiasi menjadi [[anion radikal]], seperti [[Trisulfur|S<sub>3</sub><sup>−</sup>]] yang memberi warna biru pada batu [[Lazuardi|lapis lazuli]]. | Beberapa dianion ini berdisosiasi menjadi [[anion radikal]], seperti [[Trisulfur|S<sub>3</sub><sup>−</sup>]] yang memberi warna biru pada batu [[Lazuardi|lapis lazuli]]. | ||
Reaksi ini menyoroti sifat khas belerang: kemampuannya untuk [[katenasi|mengatenasi]] (mengikat dirinya sendiri melalui pembentukan rantai). [[Protonasi]] anion polisulfida ini menghasilkan [[polisulfan]], H<sub>2</sub>S<sub>x</sub> dengan x= 2, 3, dan 4. Pada akhirnya, reduksi belerang akan menghasilkan garam sulfida: | Reaksi ini menyoroti sifat khas belerang: kemampuannya untuk [[katenasi|mengatenasi]] (mengikat dirinya sendiri melalui pembentukan rantai). [[Protonasi]] anion polisulfida ini menghasilkan [[polisulfan]], H<sub>2</sub>S<sub>x</sub> dengan x= 2, 3, dan 4.<ref>Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, edisi ke-2. Disunting oleh G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 1. hlm. 421.</ref> Pada akhirnya, reduksi belerang akan menghasilkan garam sulfida: | ||
:16 Na + S<sub>8</sub> → 8 Na<sub>2</sub>S | :16 Na + S<sub>8</sub> → 8 Na<sub>2</sub>S | ||
Interkonversi spesies ini dieksploitasi dalam [[baterai natrium–belerang]]. | Interkonversi spesies ini dieksploitasi dalam [[baterai natrium–belerang]]. | ||
===Hidrogenasi=== | ===Hidrogenasi=== | ||
Perlakuan belerang dengan hidrogen menghasilkan [[hidrogen sulfida]]. Ketika dilarutkan dalam air, hidrogen sulfida bersifat agak asam: | Perlakuan belerang dengan hidrogen menghasilkan [[hidrogen sulfida]]. Ketika dilarutkan dalam air, hidrogen sulfida bersifat agak asam:<ref>Greenwood, N. N.; & Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (edisi ke-2), Oxford:Butterworth-Heinemann. .</ref> | ||
:H<sub>2</sub>S HS<sup>−</sup> + H<sup>+</sup> | :H<sub>2</sub>S HS<sup>−</sup> + H<sup>+</sup> | ||
| Baris 83: | Baris 75: | ||
Banyak oksida belerang lain yang teramati termasuk [[Oksida belerang lebih rendah|oksida kaya belerang]] seperti belerang monoksida, disulfur monoksida, disulfur dioksida, dan [[Oksida belerang lebih tinggi|oksida yang lebih tinggi]] yang mengandung gugus perokso. | Banyak oksida belerang lain yang teramati termasuk [[Oksida belerang lebih rendah|oksida kaya belerang]] seperti belerang monoksida, disulfur monoksida, disulfur dioksida, dan [[Oksida belerang lebih tinggi|oksida yang lebih tinggi]] yang mengandung gugus perokso. | ||
===Halogenasi=== | ===Halogenasi=== | ||
Belerang bereaksi dengan fluorin menghasilkan [[belerang tetrafluorida]] yang sangat reaktif dan [[belerang heksafluorida]] yang sangat lengai. Fluorin menghasilkan senyawa S(IV) dan S(VI), sementara klorin menghasilkan turunan S(II) dan S(I). Jadi, [[belerang diklorida]], [[disulfur diklorida]], dan klorosulfan yang lebih tinggi muncul dari klorinasi belerang. [[Sulfuril klorida]] dan [[asam klorosulfat]] adalah turunan dari asam sulfat; [[tionil klorida]] (SOCl<sub>2</sub>) adalah reagen umum dalam [[sintesis organik]]. | Belerang bereaksi dengan fluorin menghasilkan [[belerang tetrafluorida]] yang sangat reaktif dan [[belerang heksafluorida]] yang sangat lengai.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belerang&oldid=29466728 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Fluorin menghasilkan senyawa S(IV) dan S(VI), sementara klorin menghasilkan turunan S(II) dan S(I). Jadi, [[belerang diklorida]], [[disulfur diklorida]], dan klorosulfan yang lebih tinggi muncul dari klorinasi belerang. [[Sulfuril klorida]] dan [[asam klorosulfat]] adalah turunan dari asam sulfat; [[tionil klorida]] (SOCl<sub>2</sub>) adalah reagen umum dalam [[sintesis organik]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belerang&oldid=29466728 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
===Pseudohalida=== | ===Pseudohalida=== | ||
Belerang mengoksidasi [[sianida]] dan [[sulfit]] untuk menghasilkan masing-masing [[tiosianat]] dan [[tiosulfat]]. | Belerang mengoksidasi [[sianida]] dan [[sulfit]] untuk menghasilkan masing-masing [[tiosianat]] dan [[tiosulfat]]. | ||
===Logam sulfida=== | ===Logam sulfida=== | ||
Belerang bereaksi dengan banyak logam. Logam elektropositif menghasilkan garam polisulfida. Tembaga, seng, perak akan diserang oleh belerang, lihat [[Noda (kimia)|menodai]]. Meskipun banyak [[mineral sulfida|logam sulfida]] yang diketahui, sebagian besar dibuat dengan reaksi suhu tinggi dari unsur-unsur tersebut. | Belerang bereaksi dengan banyak logam. Logam elektropositif menghasilkan garam polisulfida. Tembaga, seng, perak akan diserang oleh belerang, lihat [[Noda (kimia)|menodai]]. Meskipun banyak [[mineral sulfida|logam sulfida]] yang diketahui, sebagian besar dibuat dengan reaksi suhu tinggi dari unsur-unsur tersebut.<ref>Vaughan, D. J.; Craig, J. R. "Mineral Chemistry of Metal Sulfides" Cambridge University Press, Cambridge (1978)</ref> | ||
===Senyawa organik=== | ===Senyawa organik=== | ||
Beberapa kelas utama senyawa organik yang mengandung belerang meliputi:<ref>Cremlyn R. J. [https://archive.org/details/introductiontoor0000crem An Introduction to Organosulfur Chemistry]. John Wiley and Sons. 1996. ISBN 0-471-95512-4.</ref> | |||
Beberapa kelas utama senyawa organik yang mengandung belerang meliputi: | |||
* [[Tiol]] atau merkaptan (disebut demikian karena mereka menangkap raksa sebagai [[pengelatan|pengelat]]) adalah analog [[alkohol]] dari belerang; perlakuan tiol dengan basa menghasilkan ion [[tiol]]at. | * [[Tiol]] atau merkaptan (disebut demikian karena mereka menangkap raksa sebagai [[pengelatan|pengelat]]) adalah analog [[alkohol]] dari belerang; perlakuan tiol dengan basa menghasilkan ion [[tiol]]at. | ||
* [[Tioeter]] adalah analog [[eter]] dari belerang. | * [[Tioeter]] adalah analog [[eter]] dari belerang. | ||
| Baris 98: | Baris 88: | ||
* [[Asam sulfonat]] digunakan dalam banyak detergen. | * [[Asam sulfonat]] digunakan dalam banyak detergen. | ||
Senyawa dengan ikatan rangkap karbon–belerang jarang terjadi, kecuali [[karbon disulfida]], cairan nirwarna yang volatil yang secara struktural mirip dengan karbon dioksida. Ia digunakan sebagai reagen untuk membuat polimer [[rayon]] dan banyak senyawa organobelerang. Tidak seperti [[karbon monoksida]], [[karbon monosulfida]] hanya stabil sebagai gas yang sangat encer, ditemukan di antara tata surya. | Senyawa dengan ikatan rangkap karbon–belerang jarang terjadi, kecuali [[karbon disulfida]], cairan nirwarna yang volatil yang secara struktural mirip dengan karbon dioksida. Ia digunakan sebagai reagen untuk membuat polimer [[rayon]] dan banyak senyawa organobelerang. Tidak seperti [[karbon monoksida]], [[karbon monosulfida]] hanya stabil sebagai gas yang sangat encer, ditemukan di antara tata surya.<ref>R. W. Wilson. ''Isotopic abundances in interstellar carbon monosulfide''. ''Astrophysical Journal''. 15 March 1976. Vol. 204. hlm. L135–L137. doi:10.1086/182072.</ref> | ||
Senyawa organobelerang bertanggung jawab atas beberapa bau tak sedap dari bahan organik yang membusuk. Mereka secara luas dikenal sebagai bau dalam gas alam domestik, bau bawang putih, dan semprotan sigung. Tidak semua senyawa belerang organik berbau tidak sedap pada semua konsentrasi: [[terpena|monoterpenoid]] ([[merkaptan limau gedang]]) yang mengandung belerang dalam konsentrasi kecil adalah aroma khas limau gedang, tetapi memiliki bau tiol generik pada konsentrasi yang lebih besar. [[Gas mustard|Mustard belerang]], sebuah [[agen pelecet|vesikan]] yang kuat, digunakan [[Senjata kimia pada Perang Dunia I|dalam Perang Dunia I]] sebagai agen penonaktifan. | Senyawa organobelerang bertanggung jawab atas beberapa bau tak sedap dari bahan organik yang membusuk. Mereka secara luas dikenal sebagai bau dalam gas alam domestik, bau bawang putih, dan semprotan sigung. Tidak semua senyawa belerang organik berbau tidak sedap pada semua konsentrasi: [[terpena|monoterpenoid]] ([[merkaptan limau gedang]]) yang mengandung belerang dalam konsentrasi kecil adalah aroma khas limau gedang, tetapi memiliki bau tiol generik pada konsentrasi yang lebih besar. [[Gas mustard|Mustard belerang]], sebuah [[agen pelecet|vesikan]] yang kuat, digunakan [[Senjata kimia pada Perang Dunia I|dalam Perang Dunia I]] sebagai agen penonaktifan.<ref>Joseph Banoub. ''Detection of Biological Agents for the Prevention of Bioterrorism''. ''Detection of Biological Agents for the Prevention of Bioterrorism''. 2011. hlm. 183. doi:10.1007/978-90-481-9815-3. ISBN 978-90-481-9815-3.</ref> | ||
Ikatan belerang–belerang adalah komponen struktural yang digunakan untuk mengeraskan karet, mirip dengan jembatan disulfida yang mengeraskan protein (lihat biologi di bawah). Dalam the most common type of industrial "pengawetan" atau pengerasan dan penguatan [[Karet alami|karet]] alam, belerang elemental dipanaskan dengan karet ke titik di mana reaksi kimia membentuk jembatan [[disulfida]] antara unit [[isoprena]] polimer. Proses ini, yang dipatenkan pada tahun 1843, menjadikan karet sebagai produk industri utama, terutama ban mobil. Karena panas dan belerang, proses itu dinamai [[vulkanisasi belerang|vulkanisasi]], diambil dari nama dewa penempaan dan [[vulkanisme]] Romawi. | Ikatan belerang–belerang adalah komponen struktural yang digunakan untuk mengeraskan karet, mirip dengan jembatan disulfida yang mengeraskan protein (lihat biologi di bawah). Dalam the most common type of industrial "pengawetan" atau pengerasan dan penguatan [[Karet alami|karet]] alam, belerang elemental dipanaskan dengan karet ke titik di mana reaksi kimia membentuk jembatan [[disulfida]] antara unit [[isoprena]] polimer. Proses ini, yang dipatenkan pada tahun 1843, menjadikan karet sebagai produk industri utama, terutama ban mobil. Karena panas dan belerang, proses itu dinamai [[vulkanisasi belerang|vulkanisasi]], diambil dari nama dewa penempaan dan [[vulkanisme]] Romawi. | ||
==Sejarah== | ==Sejarah== | ||
===Zaman kuno=== | ===Zaman kuno=== | ||
Karena berlimpah dalam bentuk aslinya, belerang telah dikenal pada zaman kuno dan disebut dalam [[Taurat]] ([[Kitab Kejadian|Kejadian]]). [[Penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Inggris|Alkitab Kristen Terjemahan bahasa Inggris]] biasanya menyebut belerang yang terbakar sebagai "batu belerang" ''(brimstone),'' sehingga memunculkan istilah [[khotbah]] "[[Api dan belerang|api-dan-batu belerang]]", di mana pendengar diingatkan akan nasib kutukan abadi yang menunggu orang yang tak percaya dan tak mau bertobat. Dari bagian Alkitab inilah<ref>[https://bible.knowing-jesus.com/words/Sulfur Sulfur in the Bible (14 instances)]. ''bible.knowing-jesus.com''.</ref> [[Neraka]] disiratkan sebagai "bau belerang" (kemungkinan karena hubungannya dengan aktivitas gunung berapi). Menurut [[Papirus Ebers]], salep belerang digunakan di [[Mesir]] kuno untuk mengobati kelopak mata granular. Belerang digunakan untuk fumigasi di [[Yunani]] praklasik;<ref>George Robert Rapp. [https://books.google.com/books?id=ed0yC98aAKYC&pg=PA242 Archaeomineralogy]. 4 Februari 2009. hlm. 242. ISBN 978-3-540-78593-4.</ref> hal ini disebutkan dalam ''[[Odisseia]]''.<ref>[https://www.perseus.tufts.edu/hopper/text?doc=Hom.+Od.+22.480 ''Odyssey'', buku 22, baris 480–495]. www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 21 Maret 2023.</ref> [[Plinius Tua]] membahas belerang dalam buku 35 dari ''[[Naturalis Historia]]''-nya, mengatakan bahwa sumbernya yang paling terkenal adalah pulau [[Milos|Melos]]. Dia menyebutkan kegunaannya untuk fumigasi, obat-obatan, dan pemutihan kain.<ref>''Pliny the Elder on science and technology'', John F. Healy, Oxford University Press, 1999, , pp. 247–249.</ref> | |||
Suatu bentuk belerang alami yang dikenal sebagai '''' () dikenal di Tiongkok sejak abad ke-6 SM dan ditemukan di [[Hanzhong]].<ref>Zhang, Yunming. ''The History of Science Society: Ancient Chinese Sulfur Manufacturing Processes''. ''Isis''. 1986. Vol. 77 (3). hlm. 487. doi:10.1086/354207.</ref> Pada abad ke-3, orang Tiongkok telah menemukan bahwa belerang dapat diekstraksi dari [[pirit]].<ref>Zhang, Yunming. ''The History of Science Society: Ancient Chinese Sulfur Manufacturing Processes''. ''Isis''. 1986. Vol. 77 (3). hlm. 487. doi:10.1086/354207.</ref> [[Taoisme|Taois]] Tiongkok tertarik pada sifat belerang yang mudah terbakar dan reaktivitasnya dengan logam tertentu, tetapi penggunaan praktisnya yang paling awal ditemukan dalam [[pengobatan tradisional Tionghoa]].<ref>Zhang, Yunming. ''The History of Science Society: Ancient Chinese Sulfur Manufacturing Processes''. ''Isis''. 1986. Vol. 77 (3). hlm. 487. doi:10.1086/354207.</ref> Sebuah risalah militer [[Dinasti Song]] tahun 1044 M menjelaskan berbagai formula [[bubuk mesiu|bubuk hitam]] Tiongkok, yang merupakan campuran [[kalium nitrat]] (), [[arang]], dan belerang. Ia tetap menjadi bahan [[bubuk mesiu|bubuk mesiu hitam]]. | |||
[[Alkimia|Ahli alkimia]] India, praktisi "ilmu kimia" (), menulis secara ekstensif tentang penggunaan belerang dalam operasi alkimia dengan raksa, dari abad kedelapan Masehi dan seterusnya.<ref>David Gordon White. [https://archive.org/details/alchemicalbodysi0000whit The Alchemical Body — Siddha Traditions in Medieval India]. University of Chicago Press. 1996. hlm. passim. ISBN 978-0-226-89499-7.</ref> Dalam tradisi [[Rasashastra|Rasashastra]], belerang disebut "yang berbau" (, ). | |||
Ahli alkimia [[Eropa]] awal memberi belerang [[lambang alkimia]] yang unik, segitiga di atas salib (🜍). (Hal ini terkadang dirancukan dengan lambang tombak silang astronomis ⚴ untuk [[2 Pallas]].) Variasi yang dikenal sebagai batu belerang memiliki lambang yang menggabungkan [[salib bergaris dua]] di atas [[simbol takhingga|lambang takhingga]] (🜏). Dalam perawatan kulit tradisional, belerang elemental digunakan (terutama dalam krim) untuk meringankan kondisi seperti [[kudis]], [[kurap]], [[psoriasis]], [[dermatitis]], dan [[jerawat]]. Mekanisme kerjanya tidak diketahui—meskipun belerang elemental tidak teroksidasi perlahan menjadi asam sulfit, yang (melalui aksi [[sulfit]]) merupakan agen pereduksi dan antibakteri ringan.<ref>A. N. Lin. [https://archive.org/details/sim_american-academy-of-dermatology-journal_1988-03_18_3/page/n178 Sulfur revisited]. ''Journal of the American Academy of Dermatology''. 1988. Vol. 18 (3). hlm. 553–558. doi:10.1016/S0190-9622(88)70079-1.</ref><ref>H. I. Maibach. ''Sulfur revisited''. ''Journal of the American Academy of Dermatology''. 1990. Vol. 23 (1). hlm. 154–156. doi:10.1016/S0190-9622(08)81225-X.</ref><ref>A. K. Gupta. ''The use of sulfur in dermatology''. ''Journal of Drugs in Dermatology''. 2004. Vol. 3 (4). hlm. 427–31.</ref> | |||
Ahli alkimia [[Eropa]] awal memberi belerang [[lambang alkimia]] yang unik, segitiga di atas salib (🜍). (Hal ini terkadang dirancukan dengan lambang tombak silang astronomis ⚴ untuk [[2 Pallas]].) Variasi yang dikenal sebagai batu belerang memiliki lambang yang menggabungkan [[salib bergaris dua]] di atas [[simbol takhingga|lambang takhingga]] (🜏). Dalam perawatan kulit tradisional, belerang elemental digunakan (terutama dalam krim) untuk meringankan kondisi seperti [[kudis]], [[kurap]], [[psoriasis]], [[dermatitis]], dan [[jerawat]]. Mekanisme kerjanya tidak diketahui—meskipun belerang elemental tidak teroksidasi perlahan menjadi asam sulfit, yang (melalui aksi [[sulfit]]) merupakan agen pereduksi dan antibakteri ringan. | |||
===Zaman modern=== | ===Zaman modern=== | ||
Belerang muncul dalam kolom [[alkali]] (nonasam) tetap dalam tabel kimia tahun 1718.<ref>Arthur Donovan. [https://books.google.com/books?id=0-fOasz2GUMC&pg=PA66 Antoine Lavoisier: Science, Administration and Revolution]. Cambridge University Press. 1996. hlm. 66. ISBN 978-0-521-56672-8.</ref> [[Antoine Lavoisier]] menggunakan belerang dalam percobaan pembakaran, menulis beberapa di antaranya pada tahun 1777.<ref>Jean-Pierre Poirier. [https://books.google.com/books?id=u5h0BAAAQBAJ&pg=PA107 Lavoisier: Chemist, Biologist, Economist]. University of Pennsylvania Press. 1998. hlm. 107–8. ISBN 978-0-8122-1649-3.</ref> | |||
Endapan belerang di [[Sisilia]] merupakan sumber dominan selama lebih dari satu abad. Pada akhir abad ke-18, sekitar 2.000 ton belerang per tahun diimpor ke [[Marseille]], Prancis, untuk produksi [[asam sulfat]] yang digunakan dalam [[proses Leblanc]]. Dalam [[Revolusi Industri|industrialisasi]] Inggris, dengan pencabutan [[bea]] garam pada tahun 1824, permintaan belerang dari Sisilia melonjak. Meningkatnya kendali dan eksploitasi Inggris atas penambangan, penyulingan, dan pengangkutan belerang, ditambah dengan kegagalan ekspor yang menguntungkan untuk mengubah ekonomi Sisilia yang terbelakang dan miskin, menyebabkan [[Krisis Belerang 1840|Krisis Belerang tahun 1840]], ketika [[Ferdinand II dari Dua Sisilia|Raja Ferdinand II]] memonopoli industri belerang ke perusahaan Prancis, melanggar perjanjian perdagangan tahun 1816 sebelumnya dengan Inggris. Solusi damai akhirnya dinegosiasikan oleh Prancis.<ref>Riall, Lucy. [https://books.google.com/books?id=wZg4ecXXmNYC Sicily and the Unification of Italy: Liberal Policy and Local Power, 1859–1866]. Oxford University Press. 1998. ISBN 9780191542619.</ref><ref>D. W. Thomson. [https://archive.org/details/european-history-quarterly_1995-04_25_2/page/163 Prelude to the Sulphur War of 1840: The Neapolitan Perspective]. ''European History Quarterly''. April 1995. Vol. 25 (2). hlm. 163–180. doi:10.1177/026569149502500201.</ref> | |||
Pada tahun 1867, belerang elemental ditemukan pada endapan bawah tanah di [[Louisiana]] dan [[Texas]]. [[Proses Frasch]] yang sangat berhasil dikembangkan untuk mengekstrak sumber daya ini.<ref>Walter Botsch. ''Chemiker, Techniker, Unternehmer: Zum 150. Geburtstag von Hermann Frasch''. ''Chemie in unserer Zeit''. 2001. Vol. 35 (5). hlm. 324–331. doi:10.1002/1521-3781(200110)35:5 3.0.CO;2-9.</ref> | |||
Pada | Pada akhir abad ke-18, pembuat [[mebel|furnitur]] menggunakan belerang cair untuk menghasilkan [[inlay belerang|inlay dekoratif]].<ref>Jennifer L Mass. ''Pennsylvania German sulfur-inlaid furniture: characterization, reproduction, and ageing phenomena of the inlays''. ''Measurement Science and Technology''. 2003. Vol. 14 (9). hlm. 1598. doi:10.1088/0957-0233/14/9/311.</ref> Belerang cair terkadang masih digunakan untuk memasang baut baja ke dalam lubang beton yang dibor di mana diperlukan ketahanan kejut yang tinggi untuk titik pemasangan peralatan yang dipasang di lantai. Bubuk belerang murni digunakan sebagai obat tonik dan pencahar.<ref>Wolfgang Nehb. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> | ||
Dengan munculnya [[proses kontak]], sebagian besar belerang saat ini digunakan untuk membuat asam sulfat untuk berbagai kegunaan, khususnya pupuk.<ref>Jessica Kogel. ''Industrial minerals & rocks: commodities, markets, and uses''. Littleton. 2006. hlm. 935. ISBN 978-0-87335-233-8.</ref> | |||
Belakangan ini, sumber utama belerang telah menjadi [[minyak bumi]] dan [[gas fosil|gas alam]]. Hal ini disebabkan kebutuhan untuk menghilangkan belerang dari bahan bakar untuk mencegah [[hujan asam]], dan mengakibatkan surplus belerang.<ref>Laurence Knight. [https://www.bbc.com/news/magazine-28369829 Sulphur surplus: Up to our necks in a diabolical element]. BBC. 19 Juli 2014.</ref> | |||
Belakangan ini, sumber utama belerang telah menjadi [[minyak bumi]] dan [[gas fosil|gas alam]]. Hal ini disebabkan kebutuhan untuk menghilangkan belerang dari bahan bakar untuk mencegah [[hujan asam]], dan mengakibatkan surplus belerang. | |||
===Ejaan dan etimologi=== | ===Ejaan dan etimologi=== | ||
''Sulfur'' berasal dari kata Latin '''', yang [[Helenisasi|dihelenisasi]] menjadi '''' dalam kepercayaan yang salah bahwa kata Latin itu berasal dari bahasa Yunani. Ejaan ini kemudian ditafsirkan ulang sebagai perwakilan bunyi /f/ dan menghasilkan ejaan '''', yang muncul dalam bahasa Latin menjelang akhir [[Zaman Klasik|periode Klasik]]. Kata Yunani Kuno yang sebenarnya untuk belerang, , ''theîon'' (dari sebelumnya , ''théeion''), adalah sumber dari awalan kimia internasional ''[[tio-]]''. Kata Yunani Standar Modern untuk belerang adalah θείο, ''theío''. | ''Sulfur'' berasal dari kata Latin '''', yang [[Helenisasi|dihelenisasi]] menjadi '''' dalam kepercayaan yang salah bahwa kata Latin itu berasal dari bahasa Yunani. Ejaan ini kemudian ditafsirkan ulang sebagai perwakilan bunyi /f/ dan menghasilkan ejaan '''', yang muncul dalam bahasa Latin menjelang akhir [[Zaman Klasik|periode Klasik]]. Kata Yunani Kuno yang sebenarnya untuk belerang, , ''theîon'' (dari sebelumnya , ''théeion''), adalah sumber dari awalan kimia internasional ''[[tio-]]''. Kata Yunani Standar Modern untuk belerang adalah θείο, ''theío''. | ||
Dalam bahasa [[Bahasa Anglo-Norman|Anglo-Prancis]] abad ke-12, belerang disebut sebagai ''''. Pada abad ke-14, '''' dari bahasa Latin yang terhelenisasi secara keliru dipulihkan dalam '''' dari bahasa Inggris Pertengahan. Pada abad ke-15, varian ejaan Latin lengkap ''sulfur'' dan ''sulphur'' menjadi umum dalam bahasa Inggris. Ejaan ''f~ph'' paralel berlanjut di Inggris hingga abad ke-19, ketika kata itu dibakukan sebagai ''sulphur''. Sebaliknya, ''sulfur'' adalah bentuk yang dipilih di Amerika Serikat, sedangkan Kanada menggunakan keduanya. | Dalam bahasa [[Bahasa Anglo-Norman|Anglo-Prancis]] abad ke-12, belerang disebut sebagai ''''. Pada abad ke-14, '''' dari bahasa Latin yang terhelenisasi secara keliru dipulihkan dalam '''' dari bahasa Inggris Pertengahan. Pada abad ke-15, varian ejaan Latin lengkap ''sulfur'' dan ''sulphur'' menjadi umum dalam bahasa Inggris. Ejaan ''f~ph'' paralel berlanjut di Inggris hingga abad ke-19, ketika kata itu dibakukan sebagai ''sulphur''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belerang&oldid=29466728 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Sebaliknya, ''sulfur'' adalah bentuk yang dipilih di Amerika Serikat, sedangkan Kanada menggunakan keduanya. | ||
[[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]] mengadopsi ejaan ''sulfur'' pada tahun 1990 atau 1971, tergantung pada sumber yang dikutip, tergantung pada sumber yang dikutip, seperti yang dilakukan Nomenclature Committee of the [[Royal Society of Chemistry]] pada tahun 1992, mengembalikan ejaan ''sulfur'' ke Inggris. Kamus Oxford mencatat bahwa "dalam kimia dan penggunaan teknis lainnya ... ejaan ''-f-'' sekarang menjadi bentuk baku untuk belerang dan kata-kata terkait dalam konteks Inggris serta A.S., dan juga semakin banyak digunakan dalam konteks umum." | [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]] mengadopsi ejaan ''sulfur'' pada tahun 1990 atau 1971, tergantung pada sumber yang dikutip, tergantung pada sumber yang dikutip,<ref>''So long sulphur''. ''Nature Chemistry''. 4 Agustus 2009. Vol. 1 (5). hlm. 333. doi:10.1038/nchem.301.</ref> seperti yang dilakukan Nomenclature Committee of the [[Royal Society of Chemistry]] pada tahun 1992, mengembalikan ejaan ''sulfur'' ke Inggris.<ref>Alan McNaught. ''Journal style update''. ''The Analyst''. 1991. Vol. 116 (11). hlm. 1094. doi:10.1039/AN9911601094.</ref> Kamus Oxford mencatat bahwa "dalam kimia dan penggunaan teknis lainnya ... ejaan ''-f-'' sekarang menjadi bentuk baku untuk belerang dan kata-kata terkait dalam konteks Inggris serta A.S., dan juga semakin banyak digunakan dalam konteks umum."<ref>[https://en.oxforddictionaries.com/definition/sulphur sulphur – definition of sulphur in English]. ''Oxford Dictionaries''.</ref> | ||
==Produksi== | ==Produksi== | ||
Belerang dapat ditemukan dengan sendirinya dan secara historis biasanya diperoleh dalam bentuk ini; [[pirit]] juga menjadi sumber belerang.<ref>Emil Riegel. ''Kent and Riegel's Handbook of Industrial Chemistry and Biotechnology''. 2007. Vol. 1. hlm. 1171. ISBN 978-0-387-27842-1.</ref> Di daerah vulkanik di [[Sisilia]], pada zaman kuno, ia ditemukan di permukaan tanah, dan "[[Metode Sisilia|proses Sisilia]]" digunakan: endapan belerang ditumpuk di tempat pembakaran batu bata yang dibangun di lereng bukit yang miring, dengan ruang udara di antaranya. Kemudian, beberapa belerang dihaluskan, disebarkan di atas bijih yang ditumpuk dan dibakar, menyebabkan belerang bebas melebur ke bawah bukit. Akhirnya endapan yang terbawa permukaan dimainkan, dan para penambang menggali deposit yang akhirnya menghiasi lanskap Sisilia dengan tambang labirin. Penambangan tidak mekanis dan padat karya, dengan pemetik membebaskan bijih dari batu, dan anak tambang atau ''carusi'' membawa keranjang bijih ke permukaan, seringkali melalui terowongan sepanjang satu mil atau lebih. Setelah bijih berada di permukaan, bijih tersebut direduksi dan diekstraksi dalam oven peleburan. Kondisi di tambang belerang Sisilia sangat mengerikan, mendorong [[Booker T. Washington]] untuk menulis "Saya belum siap sekarang untuk mengatakan sejauh mana saya percaya pada neraka fisik di dunia berikutnya, tetapi tambang belerang di Sisilia adalah neraka terdekat yang saya perkirakan untuk dapat dilihat dalam hidup ini."<ref>Booker T. Washington. [https://archive.org/stream/manfarthestdownr00wash#page/214 The Man Farthest Down: A Record of Observation and Study in Europe]. Doubleday, Page. 1912. hlm. 214.</ref> | |||
Belerang elemental diekstraksi dari [[kubah garam]] (yang terkadang terjadi dalam bentuk yang hampir murni) hingga akhir abad ke-20. Belerang sekarang diproduksi sebagai produk sampingan dari proses industri lain seperti penyulingan minyak, di mana belerang tidak diinginkan. Sebagai mineral, belerang asli di bawah kubah garam dianggap sebagai sumber daya mineral fosil, yang dihasilkan oleh aksi bakteri anaerob pada endapan sulfat. Ia telah dihapus dari tambang kubah garam terutama oleh [[proses Frasch]].<ref>Wolfgang Nehb. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> Dalam metode ini, air super panas dipompa ke deposit belerang asli untuk melelehkan belerang, dan kemudian udara terkompresi mengembalikan 99,5% produk cair murni ke permukaan. Sepanjang abad ke-20, prosedur ini menghasilkan belerang elemental yang tidak memerlukan pemurnian lebih lanjut. Karena jumlah deposit belerang yang terbatas dan tingginya biaya pengerjaannya, proses untuk menambang belerang ini belum digunakan secara besar-besaran di mana pun di dunia sejak tahun 2002.<ref>John S. Eow. ''Recovery of sulfur from sour acid gas: A review of the technology''. ''Environmental Progress''. 2002. Vol. 21 (3). hlm. 143–162. doi:10.1002/ep.670210312.</ref><ref>Bernhard Schreiner. ''Der Claus-Prozess. Reich an Jahren und bedeutender denn je''. ''Chemie in unserer Zeit''. 2008. Vol. 42 (6). hlm. 378–392. doi:10.1002/ciuz.200800461.</ref> | |||
Belerang elemental diekstraksi dari [[kubah garam]] (yang terkadang terjadi dalam bentuk yang hampir murni) hingga akhir abad ke-20. Belerang sekarang diproduksi sebagai produk sampingan dari proses industri lain seperti penyulingan minyak, di mana belerang tidak diinginkan. Sebagai mineral, belerang asli di bawah kubah garam dianggap sebagai sumber daya mineral fosil, yang dihasilkan oleh aksi bakteri anaerob pada endapan sulfat. Ia telah dihapus dari tambang kubah garam terutama oleh [[proses Frasch]]. Dalam metode ini, air super panas dipompa ke deposit belerang asli untuk melelehkan belerang, dan kemudian udara terkompresi mengembalikan 99,5% produk cair murni ke permukaan. Sepanjang abad ke-20, prosedur ini menghasilkan belerang elemental yang tidak memerlukan pemurnian lebih lanjut. Karena jumlah deposit belerang yang terbatas dan tingginya biaya pengerjaannya, proses untuk menambang belerang ini belum digunakan secara besar-besaran di mana pun di dunia sejak tahun 2002. | |||
Saat ini, belerang diproduksi dari minyak bumi, [[gas fosil|gas alam]], dan sumber daya fosil terkait, yang darinya diperoleh terutama sebagai [[hidrogen sulfida]]. [[Kimia organobelerang|Senyawa organobelerang]], pengotor yang tidak diinginkan dalam minyak bumi, dapat ditingkatkan dengan melakukan [[hidrodesulfurisasi]], yang memotong ikatan C–S: | Saat ini, belerang diproduksi dari minyak bumi, [[gas fosil|gas alam]], dan sumber daya fosil terkait, yang darinya diperoleh terutama sebagai [[hidrogen sulfida]].<ref>Laurence Knight. [https://www.bbc.com/news/magazine-28369829 Sulphur surplus: Up to our necks in a diabolical element]. BBC. 19 Juli 2014.</ref> [[Kimia organobelerang|Senyawa organobelerang]], pengotor yang tidak diinginkan dalam minyak bumi, dapat ditingkatkan dengan melakukan [[hidrodesulfurisasi]], yang memotong ikatan C–S:<ref>John S. Eow. ''Recovery of sulfur from sour acid gas: A review of the technology''. ''Environmental Progress''. 2002. Vol. 21 (3). hlm. 143–162. doi:10.1002/ep.670210312.</ref><ref>Bernhard Schreiner. ''Der Claus-Prozess. Reich an Jahren und bedeutender denn je''. ''Chemie in unserer Zeit''. 2008. Vol. 42 (6). hlm. 378–392. doi:10.1002/ciuz.200800461.</ref> | ||
:R-S-R + 2 H<sub>2</sub> → 2 RH + H<sub>2</sub>S | :R-S-R + 2 H<sub>2</sub> → 2 RH + H<sub>2</sub>S | ||
Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari proses ini, dan juga terjadi pada gas alam, diubah menjadi belerang elemental melalui [[proses Claus]]. Proses ini memerlukan oksidasi beberapa hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida dan kemudian [[komproporsionasi]] keduanya: | Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari proses ini, dan juga terjadi pada gas alam, diubah menjadi belerang elemental melalui [[proses Claus]]. Proses ini memerlukan oksidasi beberapa hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida dan kemudian [[komproporsionasi]] keduanya:<ref>John S. Eow. ''Recovery of sulfur from sour acid gas: A review of the technology''. ''Environmental Progress''. 2002. Vol. 21 (3). hlm. 143–162. doi:10.1002/ep.670210312.</ref><ref>Bernhard Schreiner. ''Der Claus-Prozess. Reich an Jahren und bedeutender denn je''. ''Chemie in unserer Zeit''. 2008. Vol. 42 (6). hlm. 378–392. doi:10.1002/ciuz.200800461.</ref> | ||
:3 O<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>S → 2 SO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O | :3 O<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>S → 2 SO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>O | ||
:SO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>S → 3 S + 2 H<sub>2</sub>O | :SO<sub>2</sub> + 2 H<sub>2</sub>S → 3 S + 2 H<sub>2</sub>O | ||
Karena kandungan belerang yang tinggi di [[Pasir minyak Athabasca|Pasir Minyak Athabasca]], timbunan unsur belerang dari proses ini sekarang ada di seluruh [[Alberta]], Kanada. Cara lain untuk menyimpan belerang adalah sebagai [[bahan pengikat|pengikat]] beton, dan produk yang dihasilkan memiliki banyak sifat yang diinginkan (lihat [[beton belerang]]). | Karena kandungan belerang yang tinggi di [[Pasir minyak Athabasca|Pasir Minyak Athabasca]], timbunan unsur belerang dari proses ini sekarang ada di seluruh [[Alberta]], Kanada.<ref>A. W. Hyndman. ''Sulfur: New Sources and Uses''. 1982. Vol. 183. hlm. 69–82. doi:10.1021/bk-1982-0183.ch005. ISBN 978-0-8412-0713-4.</ref> Cara lain untuk menyimpan belerang adalah sebagai [[bahan pengikat|pengikat]] beton, dan produk yang dihasilkan memiliki banyak sifat yang diinginkan (lihat [[beton belerang]]).<ref>Abdel-Mohsen Onsy Mohamed. [https://books.google.com/books?id=OYecyRmnTEkC&pg=PA104 Sulfur concrete for the construction industry: a sustainable development approach]. J. Ross Publishing. 2010. hlm. 104–105, 109. ISBN 978-1-60427-005-1.</ref> | ||
Belerang masih ditambang dari endapan permukaan di negara-negara berkembang yang memiliki gunung berapi, seperti [[Indonesia]], dan kondisi para pekerja belum banyak membaik sejak zaman [[Booker T. Washington]]. | Belerang masih ditambang dari endapan permukaan di negara-negara berkembang yang memiliki gunung berapi, seperti [[Indonesia]], dan kondisi para pekerja belum banyak membaik sejak zaman [[Booker T. Washington]].<ref>Kevin McElvaney. [https://www.theatlantic.com/features/archive/2015/02/the-men-who-mine-volcanoes-indonesia/385913/ The Men Who Mine Volcanos]. ''The Atlantic''. 25 Februari 2015.</ref> | ||
Produksi belerang dunia pada tahun 2011 mencapai 69 juta ton (Mt), dengan lebih dari 15 negara menyumbang masing-masing lebih dari 1 Mt. Negara-negara penghasil lebih dari 5 Mt adalah [[Tiongkok]] (9,6), [[Amerika Serikat]] (8,8), [[Kanada]] (7,1), dan [[Rusia]] (7,1). Produksi belerang perlahan meningkat dari tahun 1900 hingga 2010; harganya tidak stabil pada tahun 1980-an dan sekitar tahun 2010. | Produksi belerang dunia pada tahun 2011 mencapai 69 juta ton (Mt), dengan lebih dari 15 negara menyumbang masing-masing lebih dari 1 Mt. Negara-negara penghasil lebih dari 5 Mt adalah [[Tiongkok]] (9,6), [[Amerika Serikat]] (8,8), [[Kanada]] (7,1), dan [[Rusia]] (7,1).<ref>Apodaca, Lori E. (2012) [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/sulfur/mcs-2012-sulfu.pdf Sulfur]. Mineral Commodity Summaries. USGS</ref> Produksi belerang perlahan meningkat dari tahun 1900 hingga 2010; harganya tidak stabil pada tahun 1980-an dan sekitar tahun 2010.<ref>Apodaca, Lori E. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/sulfur/myb1-2010-sulfu.pdf Mineral Yearbook 2010: Sulfur]. USGS.</ref> | ||
=== Produksi belerang di Indonesia === | === Produksi belerang di Indonesia === | ||
| Baris 160: | Baris 146: | ||
===Asam sulfat=== | ===Asam sulfat=== | ||
Belerang elemental digunakan terutama sebagai prekursor bahan kimia lainnya. Sekitar 85% (1989) diubah menjadi [[asam sulfat]] (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>): | Belerang elemental digunakan terutama sebagai prekursor bahan kimia lainnya. Sekitar 85% (1989) diubah menjadi [[asam sulfat]] (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>): | ||
: + + → | : + + → | ||
Pada tahun 2010, Amerika Serikat memproduksi lebih banyak asam sulfat daripada bahan kimia industri anorganik lainnya. Penggunaan utama asam sulfat adalah ekstraksi bijih fosfat untuk produksi pembuatan pupuk. Aplikasi lain dari asam sulfat ialah penyulingan minyak, pengolahan air limbah, dan ekstraksi mineral. | Pada tahun 2010, Amerika Serikat memproduksi lebih banyak asam sulfat daripada bahan kimia industri anorganik lainnya.<ref>Apodaca, Lori E. [https://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/sulfur/myb1-2010-sulfu.pdf Mineral Yearbook 2010: Sulfur]. USGS.</ref> Penggunaan utama asam sulfat adalah ekstraksi bijih fosfat untuk produksi pembuatan pupuk. Aplikasi lain dari asam sulfat ialah penyulingan minyak, pengolahan air limbah, dan ekstraksi mineral.<ref>Wolfgang Nehb. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> | ||
===Kimia belerang penting lainnya=== | ===Kimia belerang penting lainnya=== | ||
Belerang bereaksi langsung dengan metana dan menghasilkan [[karbon disulfida]], yang digunakan untuk membuat [[selofan]] dan [[rayon]]. Salah satu kegunaan belerang elemental adalah dalam [[vulkanisasi]] karet, di mana rantai [[polisulfida]] berikatan silang dengan polimer organik. [[Sulfit]] dalam jumlah besar digunakan untuk [[Pemutih|memutihkan]] [[kertas]] dan mengawetkan [[buah kering]]. Banyak dari [[surfaktan]] dan [[detergen]] (misalnya [[Natrium dodesil sulfat|natrium lauril sulfat]]) merupakan turunan sulfat. [[Kalsium sulfat]], gipsum, (CaSO<sub>4</sub>·2H<sub>2</sub>O) ditambang dalam skala 100 juta [[Ton metrik|ton]] setiap tahunnya untuk digunakan dalam [[semen Portland]] dan pupuk. | Belerang bereaksi langsung dengan metana dan menghasilkan [[karbon disulfida]], yang digunakan untuk membuat [[selofan]] dan [[rayon]].<ref>Wolfgang Nehb. ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry''. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.</ref> Salah satu kegunaan belerang elemental adalah dalam [[vulkanisasi]] karet, di mana rantai [[polisulfida]] berikatan silang dengan polimer organik. [[Sulfit]] dalam jumlah besar digunakan untuk [[Pemutih|memutihkan]] [[kertas]] dan mengawetkan [[buah kering]]. Banyak dari [[surfaktan]] dan [[detergen]] (misalnya [[Natrium dodesil sulfat|natrium lauril sulfat]]) merupakan turunan sulfat. [[Kalsium sulfat]], gipsum, (CaSO<sub>4</sub>·2H<sub>2</sub>O) ditambang dalam skala 100 juta [[Ton metrik|ton]] setiap tahunnya untuk digunakan dalam [[semen Portland]] dan pupuk. | ||
Ketika [[fotografi]] berbasis perak tersebar luas, natrium dan amonium [[natrium tiosulfat|tiosulfat]] banyak digunakan sebagai "zat pengikat". Belerang adalah salah satu komponen [[bubuk mesiu]] ("bubuk hitam"). | Ketika [[fotografi]] berbasis perak tersebar luas, natrium dan amonium [[natrium tiosulfat|tiosulfat]] banyak digunakan sebagai "zat pengikat". Belerang adalah salah satu komponen [[bubuk mesiu]] ("bubuk hitam"). | ||
===Pupuk=== | ===Pupuk=== | ||
[[Asam amino]] yang disintesis oleh [[Makhluk hidup|organisme hidup]] seperti [[metionina]] dan [[sisteina]] mengandung gugus [[Kimia organobelerang|organobelerang]] (masing-masing [[tioester]] dan [[tiol]]). [[Antioksidan]] [[glutationa]] yang melindungi banyak organisme hidup terhadap [[radikal bebas]] dan [[stres oksidatif]] juga mengandung belerang organik. Beberapa [[tanaman]] seperti [[bawang merah]] dan [[bawang putih]] juga menghasilkan [[Kimia organobelerang|senyawa organobelerang]] yang berbeda seperti [[sin-Propanetial-S-oksida|sin-propanetial-S-oksida]] yang menyebabkan iritasi lakrimal (bawang merah), atau [[dialil disulfida]] dan [[alisin]] (bawang putih). [[Sulfat]], umumnya ditemukan di [[tanah]] dan [[air tanah]] seringkali merupakan sumber belerang alami yang cukup untuk tanaman dan bakteri. [[Deposisi (fisika aerosol)|Deposisi atmosfer]] dari [[belerang dioksida]] (SO<sub>2</sub>) juga merupakan sumber belerang buatan yang umum ([[Produk pembakaran batu bara|pembakaran batu bara]]) untuk tanah. Dalam keadaan normal, di sebagian besar tanah pertanian, belerang bukanlah [[Faktor pembatas|nutrisi pembatas]] bagi tanaman dan [[mikroorganisme]] (lihat [[Hukum minimum Liebig#Tong Liebig|tong Liebig]]). Namun, dalam beberapa keadaan, tanah dapat terkuras dalam [[sulfat]], misalnya, jika ini kemudian tercuci oleh [[air meteorik]] ([[hujan]]) atau jika kebutuhan belerang untuk beberapa jenis tanaman tinggi. Hal ini menjelaskan bahwa belerang semakin dikenal dan digunakan sebagai komponen [[pupuk]]. Bentuk belerang yang paling penting untuk pupuk adalah [[kalsium sulfat]], umumnya ditemukan di alam sebagai mineral [[gipsum]] (CaSO<sub>4</sub>·2H<sub>2</sub>O). Belerang elemental ''(elemental sulfur,'' ES) bersifat [[hidrofobik]] (tidak larut dalam air) dan tidak dapat digunakan langsung oleh tumbuhan. Belerang elemental kadang-kadang dicampur dengan [[bentonit]] untuk memperbaiki tanah yang terkuras untuk tanaman dengan kebutuhan organobelerang yang tinggi. Seiring waktu, proses [[Redoks|oksidasi]] [[Komponen abiotik|abiotik]] dengan [[oksigen]] [[atmosfer Bumi|atmosfer]] dan [[mikrobiologi tanah|bakteri tanah]] dapat [[Redoks|mengoksidasi]] dan mengubah belerang elemental menjadi turunan yang larut, yang kemudian dapat digunakan oleh mikroorganisme dan tanaman. Belerang meningkatkan efisiensi nutrisi tanaman penting lainnya, terutama [[Nitrat|nitrogen]] dan fosforus. Partikel belerang yang diproduksi secara biologis secara alami bersifat [[hidrofilik]] karena lapisan [[biopolimer]] dan ia lebih mudah menyebar di atas tanah dalam semprotan bubur yang diencerkan, menghasilkan penyerapan yang lebih cepat oleh tanaman. | [[Asam amino]] yang disintesis oleh [[Makhluk hidup|organisme hidup]] seperti [[metionina]] dan [[sisteina]] mengandung gugus [[Kimia organobelerang|organobelerang]] (masing-masing [[tioester]] dan [[tiol]]). [[Antioksidan]] [[glutationa]] yang melindungi banyak organisme hidup terhadap [[radikal bebas]] dan [[stres oksidatif]] juga mengandung belerang organik. Beberapa [[tanaman]] seperti [[bawang merah]] dan [[bawang putih]] juga menghasilkan [[Kimia organobelerang|senyawa organobelerang]] yang berbeda seperti [[sin-Propanetial-S-oksida|sin-propanetial-S-oksida]] yang menyebabkan iritasi lakrimal (bawang merah), atau [[dialil disulfida]] dan [[alisin]] (bawang putih). [[Sulfat]], umumnya ditemukan di [[tanah]] dan [[air tanah]] seringkali merupakan sumber belerang alami yang cukup untuk tanaman dan bakteri. [[Deposisi (fisika aerosol)|Deposisi atmosfer]] dari [[belerang dioksida]] (SO<sub>2</sub>) juga merupakan sumber belerang buatan yang umum ([[Produk pembakaran batu bara|pembakaran batu bara]]) untuk tanah. Dalam keadaan normal, di sebagian besar tanah pertanian, belerang bukanlah [[Faktor pembatas|nutrisi pembatas]] bagi tanaman dan [[mikroorganisme]] (lihat [[Hukum minimum Liebig#Tong Liebig|tong Liebig]]). Namun, dalam beberapa keadaan, tanah dapat terkuras dalam [[sulfat]], misalnya, jika ini kemudian tercuci oleh [[air meteorik]] ([[hujan]]) atau jika kebutuhan belerang untuk beberapa jenis tanaman tinggi. Hal ini menjelaskan bahwa belerang semakin dikenal dan digunakan sebagai komponen [[pupuk]]. Bentuk belerang yang paling penting untuk pupuk adalah [[kalsium sulfat]], umumnya ditemukan di alam sebagai mineral [[gipsum]] (CaSO<sub>4</sub>·2H<sub>2</sub>O). Belerang elemental ''(elemental sulfur,'' ES) bersifat [[hidrofobik]] (tidak larut dalam air) dan tidak dapat digunakan langsung oleh tumbuhan. Belerang elemental kadang-kadang dicampur dengan [[bentonit]] untuk memperbaiki tanah yang terkuras untuk tanaman dengan kebutuhan organobelerang yang tinggi. Seiring waktu, proses [[Redoks|oksidasi]] [[Komponen abiotik|abiotik]] dengan [[oksigen]] [[atmosfer Bumi|atmosfer]] dan [[mikrobiologi tanah|bakteri tanah]] dapat [[Redoks|mengoksidasi]] dan mengubah belerang elemental menjadi turunan yang larut, yang kemudian dapat digunakan oleh mikroorganisme dan tanaman. Belerang meningkatkan efisiensi nutrisi tanaman penting lainnya, terutama [[Nitrat|nitrogen]] dan fosforus.<ref>[https://www.sulphurinstitute.org/about-sulphur/faq/#plants FAQ - The Sulphur Institute]. ''sulphurinstitute.org''. The Sulphur Institute. 2020.</ref> Partikel belerang yang diproduksi secara biologis secara alami bersifat [[hidrofilik]] karena lapisan [[biopolimer]] dan ia lebih mudah menyebar di atas tanah dalam semprotan bubur yang diencerkan, menghasilkan penyerapan yang lebih cepat oleh tanaman. | ||
Kebutuhan tanaman akan belerang sama atau melebihi kebutuhan [[fosforus]]. Ia adalah [[nutrisi tumbuhan|nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman]], pembentukan bintil akar kacang-kacangan, serta sistem kekebalan dan pertahanan. Kekurangan belerang telah meluas di banyak negara di Eropa. Karena masukan belerang di atmosfer terus menurun, defisit masukan/keluaran belerang cenderung meningkat kecuali jika pupuk belerang digunakan. Masukan atmosfer belerang menurun karena tindakan yang diambil untuk membatasi [[hujan asam]]. | Kebutuhan tanaman akan belerang sama atau melebihi kebutuhan [[fosforus]]. Ia adalah [[nutrisi tumbuhan|nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman]], pembentukan bintil akar kacang-kacangan, serta sistem kekebalan dan pertahanan. Kekurangan belerang telah meluas di banyak negara di Eropa.<ref>F. Zhao. ''Sulphur Assimilation and Effects on Yield and Quality of Wheat''. ''Journal of Cereal Science''. 1999. Vol. 30 (1). hlm. 1–17. doi:10.1006/jcrs.1998.0241.</ref><ref>M. M. A. Blake-Kalff. [https://archive.org/details/sim_plant-and-soil_2000_225_1-2/page/95 Diagnosing sulfur deficiency in field-grown oilseed rape (Brassica napus L.) and wheat (Triticum aestivum L.)]. ''Plant and Soil''. 2000. Vol. 225 (1/2). hlm. 95–107. doi:10.1023/A:1026503812267.</ref><ref>S. P. Ceccotti. ''Plant nutrient sulphur-a review of nutrient balance, environmental impact and fertilizers''. ''Fertilizer Research''. 1996. Vol. 43 (1–3). hlm. 117–125. doi:10.1007/BF00747690.</ref> Karena masukan belerang di atmosfer terus menurun, defisit masukan/keluaran belerang cenderung meningkat kecuali jika pupuk belerang digunakan. Masukan atmosfer belerang menurun karena tindakan yang diambil untuk membatasi [[hujan asam]].<ref>[https://www.sulphurinstitute.org/about-sulphur/faq/#plants FAQ - The Sulphur Institute]. ''sulphurinstitute.org''. The Sulphur Institute. 2020.</ref><ref>[http://earthobservatory.nasa.gov/Glossary/?mode=all Glossary]. NASA Earth Observatory.</ref> | ||
===Fungisida dan pestisida=== | ===Fungisida dan pestisida=== | ||
Belerang elemental adalah salah satu fungisida dan pestisida tertua. "Belerang pendebu", belerang elemental dalam bentuk bubuk, adalah fungisida umum untuk anggur, stroberi, dan banyak sayuran serta beberapa tanaman lainnya. Ia memiliki khasiat yang baik terhadap berbagai macam penyakit mildu bubuk serta bintik hitam. Dalam produksi organik, belerang adalah fungisida yang paling penting. Ia adalah satu-satunya fungisida yang digunakan dalam produksi apel yang dibudidayakan secara [[pertanian organik|organik]] untuk melawan penyakit utama [[keropeng apel]] dalam kondisi yang lebih dingin. Biosulfur (belerang elemental yang diproduksi secara biologis dengan karakteristik hidrofilik) juga dapat digunakan untuk aplikasi ini. | Belerang elemental adalah salah satu fungisida dan pestisida tertua. "Belerang pendebu", belerang elemental dalam bentuk bubuk, adalah fungisida umum untuk anggur, stroberi, dan banyak sayuran serta beberapa tanaman lainnya. Ia memiliki khasiat yang baik terhadap berbagai macam penyakit mildu bubuk serta bintik hitam. Dalam produksi organik, belerang adalah fungisida yang paling penting. Ia adalah satu-satunya fungisida yang digunakan dalam produksi apel yang dibudidayakan secara [[pertanian organik|organik]] untuk melawan penyakit utama [[keropeng apel]] dalam kondisi yang lebih dingin. Biosulfur (belerang elemental yang diproduksi secara biologis dengan karakteristik hidrofilik) juga dapat digunakan untuk aplikasi ini. | ||
Belerang pendebu formulasi standar diterapkan pada tanaman dengan pendebu belerang atau [[Aplikasi udara|dari pesawat penyemprot debu]]. Belerang yang dapat dibasahi adalah nama komersial untuk belerang pendebu yang diformulasikan dengan bahan tambahan agar [[Ketercampuran|dapat tercampur]] dalam air. Ia memiliki aplikasi serupa dan digunakan sebagai [[fungisida]] terhadap [[mildu]] dan masalah terkait jamur lainnya dengan tanaman dan tanah. | Belerang pendebu formulasi standar diterapkan pada tanaman dengan pendebu belerang atau [[Aplikasi udara|dari pesawat penyemprot debu]]. Belerang yang dapat dibasahi adalah nama komersial untuk belerang pendebu yang diformulasikan dengan bahan tambahan agar [[Ketercampuran|dapat tercampur]] dalam air.<ref>Abdel-Mohsen Onsy Mohamed. [https://books.google.com/books?id=OYecyRmnTEkC&pg=PA104 Sulfur concrete for the construction industry: a sustainable development approach]. J. Ross Publishing. 2010. hlm. 104–105, 109. ISBN 978-1-60427-005-1.</ref><ref>Every, Richard L. [http://www.freepatentsonline.com/3398227.pdf Method for Preparation of Wettable Sulfur]. 20 Agustus 1968.</ref> Ia memiliki aplikasi serupa dan digunakan sebagai [[fungisida]] terhadap [[mildu]] dan masalah terkait jamur lainnya dengan tanaman dan tanah. | ||
Serbuk belerang elemental digunakan sebagai [[insektisida]] "[[Pertanian organik|organik]]" (yaitu, "hijau") (sebenarnya [[akarisida]]) terhadap [[caplak|kutu]] dan [[tungau]]. Metode aplikasi yang umum adalah membersihkan pakaian atau anggota badan dengan bubuk belerang. | Serbuk belerang elemental digunakan sebagai [[insektisida]] "[[Pertanian organik|organik]]" (yaitu, "hijau") (sebenarnya [[akarisida]]) terhadap [[caplak|kutu]] dan [[tungau]]. Metode aplikasi yang umum adalah membersihkan pakaian atau anggota badan dengan bubuk belerang. | ||
| Baris 183: | Baris 168: | ||
Lilin belerang dari belerang yang hampir murni dibakar untuk [[Fumigasi#Bahan kimia|memfumigasi]] struktur dan tong anggur, tetapi sekarang dianggap terlalu beracun untuk tempat tinggal. | Lilin belerang dari belerang yang hampir murni dibakar untuk [[Fumigasi#Bahan kimia|memfumigasi]] struktur dan tong anggur, tetapi sekarang dianggap terlalu beracun untuk tempat tinggal. | ||
===Farmasi=== | ===Farmasi=== | ||
Belerang (khususnya [[oktasulfur]], S<sub>8</sub>) digunakan dalam persiapan kulit farmasi untuk pengobatan [[jerawat]] dan kondisi lainnya. Ia bertindak sebagai agen [[keratolitik]] dan juga membunuh bakteri, jamur, tungau [[kudis]], dan parasit lainnya.<ref>''Hagers Handbuch der Pharmazeutischen Praxis''. Springer. 1978. Vol. 6B. hlm. 672–9. ISBN 978-3-540-07738-1.</ref> Belerang yang diendapkan dan belerang koloid digunakan, dalam bentuk [[losion]], krim, bedak, sabun, dan aditif mandi, untuk pengobatan jerawat, [[rosasea]], dan [[dermatitis seboroik]].<ref>''Arzneibuch-Kommentar. Wissenschaftliche Erläuterungen zum Europäischen Arzneibuch und zum Deutschen Arzneibuch''. Wissenschaftliche Verlagsgesellschaft. 2004. ISBN 978-3-8047-2575-1.</ref> | |||
Banyak obat mengandung belerang.<ref>Kevin A. Scott. [https://par.nsf.gov/servlets/purl/10218659 Analysis of US FDA-Approved Drugs Containing Sulfur Atoms]. ''Sulfur Chemistry''. Springer International Publishing. 2019. hlm. 1–34. doi:10.1007/978-3-030-25598-5_1. ISBN 978-3-030-25598-5.</ref> Contoh awalnya adalah [[Sulfonamida (obat)|sulfonamida]] antibakteri, yang dikenal sebagai ''obat sulfa''. Contoh yang lebih baru adalah [[asetilsisteina]] mukolitik. Belerang adalah bagian dari banyak molekul pertahanan bakteri. Kebanyakan antibiotik [[Beta-laktam|β-laktam]], termasuk [[penisilin]], [[sefalosporin]], dan [[monobaktam]] mengandung belerang.<ref>Cremlyn R. J. [https://archive.org/details/introductiontoor0000crem An Introduction to Organosulfur Chemistry]. John Wiley and Sons. 1996. ISBN 0-471-95512-4.</ref> | |||
===Baterai=== | ===Baterai=== | ||
Karena kepadatan energinya yang tinggi dan ketersediaan belerang, ada penelitian berkelanjutan untuk membuat [[baterai litium–belerang|baterai litium-belerang]] yang dapat diisi ulang. Hingga saat ini, elektrolit karbonat telah menyebabkan kegagalan pada baterai tersebut setelah satu siklus. Pada Februari 2022, para peneliti di [[Universitas Drexel]] tidak hanya menciptakan baterai prototipe yang bertahan selama 4000 siklus pengisian ulang, tetapi juga menemukan belerang gamma monoklinik pertama yang tetap stabil di bawah 95 °C. | Karena kepadatan energinya yang tinggi dan ketersediaan belerang, ada penelitian berkelanjutan untuk membuat [[baterai litium–belerang|baterai litium-belerang]] yang dapat diisi ulang. Hingga saat ini, elektrolit karbonat telah menyebabkan kegagalan pada baterai tersebut setelah satu siklus. Pada Februari 2022, para peneliti di [[Universitas Drexel]] tidak hanya menciptakan baterai prototipe yang bertahan selama 4000 siklus pengisian ulang, tetapi juga menemukan belerang gamma monoklinik pertama yang tetap stabil di bawah 95 °C.<ref>Rahul Pai. ''Stabilization of gamma sulfur at room temperature to enable the use of carbonate electrolyte in Li-S batteries''. ''Communications Chemistry''. 10 Februari 2022. Vol. 5 (1). hlm. 17. doi:10.1038/s42004-022-00626-2.</ref> | ||
==Peran biologis== | ==Peran biologis== | ||
Belerang adalah komponen penting dari semua [[sel (biologi)|sel]] hidup. Ia adalah unsur paling melimpah kedelapan dalam tubuh manusia menurut beratnya, kira-kira sama dengan [[kalium]], dan sedikit lebih besar dari [[natrium]] dan [[klorin]]. Tubuh manusia seberat mengandung sekitar 140 gram belerang. Sumber makanan utama belerang bagi manusia adalah asam amino yang mengandung belerang, yang dapat ditemukan dalam protein nabati dan hewani. | Belerang adalah komponen penting dari semua [[sel (biologi)|sel]] hidup. Ia adalah unsur paling melimpah kedelapan dalam tubuh manusia menurut beratnya,<ref>[https://www.sulphurinstitute.org/pub/?id=8c64bf34-bc30-5bd9-0719-f6de83f7e841 Sulphur and the Human Body]. The Sulfur Institute.</ref> kira-kira sama dengan [[kalium]], dan sedikit lebih besar dari [[natrium]] dan [[klorin]].<ref>[https://www.newscientist.com/question/what-is-the-body-made-of/ What is the body made of?]. ''New Scientist''.</ref> Tubuh manusia seberat mengandung sekitar 140 gram belerang.<ref>Anne Helmenstine. [https://www.thoughtco.com/elemental-composition-human-body-by-mass-608192 Elemental Composition of the Human Body by Mass]. ''ThoughtCo''. 3 Februari 2019.</ref> Sumber makanan utama belerang bagi manusia adalah asam amino yang mengandung belerang,<ref>Stephen Parcell. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11896744/ Sulfur in human nutrition and applications in medicine]. ''Alternative Medicine Review''. Februari 2002. Vol. 7 (1). hlm. 22–44.</ref> yang dapat ditemukan dalam protein nabati dan hewani.<ref>Yves Ingenbleek. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23815141/ Nutritional essentiality of sulfur in health and disease]. ''Nutrition Reviews''. Juli 2013. Vol. 71 (7). hlm. 413–432. doi:10.1111/nure.12050.</ref> | ||
===Mentransfer belerang antara anorganik dan biomolekul=== | ===Mentransfer belerang antara anorganik dan biomolekul=== | ||
Pada tahun 1880-an, saat mempelajari [[Beggiatoa]] (bakteri yang hidup di lingkungan yang kaya belerang), [[Sergei Winogradsky]] menemukan bahwa ia mengoksidasi [[hidrogen sulfida]] (H<sub>2</sub>S) sebagai sumber energi, membentuk tetesan belerang intraseluler. Winogradsky menyebut bentuk metabolisme ini sebagai anorgoksidasi (oksidasi senyawa anorganik).<ref>Martin Dworkin. ''Sergei Winogradsky: a founder of modern microbiology and the first microbial ecologist''. ''FEMS Microbiology Reviews''. Maret 2012. Vol. 36 (2). hlm. 364–379. doi:10.1111/j.1574-6976.2011.00299.x.</ref> Kontributor lain yang terus mempelajarinya adalah [[Selman A. Waksman|Selman Waksman]].<ref>S. A. Waksman. [https://archive.org/details/sim_journal-of-general-physiology_1923-01-20_5_3/page/284 On the Growth and Respiration of Sulfur-Oxidizing Bacteria]. ''The Journal of General Physiology''. 20 Januari 1923. Vol. 5 (3). hlm. 285–310. doi:10.1085/jgp.5.3.285.</ref> Bakteri primitif yang hidup di sekitar [[ventilasi hidrotermal|ventilasi vulkanik]] laut dalam mengoksidasi hidrogen sulfida untuk nutrisi mereka, seperti yang ditemukan oleh [[Robert Ballard]].<ref>[https://www.bbc.co.uk/programmes/p027xnp2 Sulfur]. ''Elements''. BBC. 11 Oktober 2014.. Unduh [https://open.live.bbc.co.uk/mediaselector/6/redir/version/2.0/mediaset/audio-nondrm-download/proto/https/vpid/p02rc2q5.mp3 di sini].</ref> | |||
Pengoksidasi belerang dapat digunakan sebagai sumber energi senyawa belerang tereduksi, termasuk hidrogen sulfida, belerang elemental, [[sulfit]], [[tiosulfat]], dan berbagai politionat (misalnya, [[tetrationat]]).<ref>Pronk JT. ''Oxidation of reduced inorganic sulphur compounds by acidophilic thiobacilli''. ''FEMS Microbiology Letters''. 1990. Vol. 75 (2–3). hlm. 293–306. doi:10.1111/j.1574-6968.1990.tb04103.x.</ref> Mereka bergantung pada enzim seperti [[belerang dioksigenasa|belerang oksigenasa]] dan [[sulfit oksidasa]] untuk mengoksidasi belerang menjadi sulfat. Beberapa [[litotrof]] bahkan dapat menggunakan energi yang terkandung dalam senyawa belerang untuk menghasilkan gula, suatu proses yang dikenal sebagai [[kemosintesis]]. Beberapa [[bakteri]] dan [[arkea]] menggunakan hidrogen sulfida sebagai pengganti air sebagai [[donor elektron]] dalam kemosintesis, suatu proses yang mirip dengan [[fotosintesis]] yang menghasilkan gula dan menggunakan oksigen sebagai [[akseptor elektron]]. Kemosintesis berbasis belerang dapat disederhanakan dibandingkan dengan fotosintesis: | |||
Pengoksidasi belerang dapat digunakan sebagai sumber energi senyawa belerang tereduksi, termasuk hidrogen sulfida, belerang elemental, [[sulfit]], [[tiosulfat]], dan berbagai politionat (misalnya, [[tetrationat]]). Mereka bergantung pada enzim seperti [[belerang dioksigenasa|belerang oksigenasa]] dan [[sulfit oksidasa]] untuk mengoksidasi belerang menjadi sulfat. Beberapa [[litotrof]] bahkan dapat menggunakan energi yang terkandung dalam senyawa belerang untuk menghasilkan gula, suatu proses yang dikenal sebagai [[kemosintesis]]. Beberapa [[bakteri]] dan [[arkea]] menggunakan hidrogen sulfida sebagai pengganti air sebagai [[donor elektron]] dalam kemosintesis, suatu proses yang mirip dengan [[fotosintesis]] yang menghasilkan gula dan menggunakan oksigen sebagai [[akseptor elektron]]. Kemosintesis berbasis belerang dapat disederhanakan dibandingkan dengan fotosintesis: | |||
: H<sub>2</sub>S + CO<sub>2</sub> → gula + S | : H<sub>2</sub>S + CO<sub>2</sub> → gula + S | ||
| Baris 201: | Baris 184: | ||
: H<sub>2</sub>O + CO<sub>2</sub> → gula + O<sub>2</sub> | : H<sub>2</sub>O + CO<sub>2</sub> → gula + O<sub>2</sub> | ||
Terdapat bakteri yang menggabungkan dua cara nutrisi ini: [[Chlorobiaceae|bakteri belerang hijau]] dan [[bakteri belerang ungu]]. Juga bakteri pengoksidasi belerang dapat bersimbiosis dengan organisme yang lebih besar, yang memungkinkan untuk menggunakan hidrogen sulfida sebagai makanan untuk dioksidasi. Contoh: [[Riftia pachyptila|cacing tabung raksasa]]. | Terdapat bakteri yang menggabungkan dua cara nutrisi ini: [[Chlorobiaceae|bakteri belerang hijau]] dan [[bakteri belerang ungu]].<ref>Niels-Ulrik Frigaard. [https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0065291108000027 Sulfur Metabolism in Phototrophic Sulfur Bacteria]. Academic Press. 1 Januari 2008. Vol. 54. hlm. 103–200. doi:10.1016/S0065-2911(08)00002-7. ISBN 9780123743237.</ref> Juga bakteri pengoksidasi belerang dapat bersimbiosis dengan organisme yang lebih besar, yang memungkinkan untuk menggunakan hidrogen sulfida sebagai makanan untuk dioksidasi. Contoh: [[Riftia pachyptila|cacing tabung raksasa]].<ref>Colleen M. Cavanaugh. ''Microbial Symbiosis: Patterns of Diversity in the Marine Environment''. ''American Zoologist''. 1994. Vol. 34. hlm. 79–89. doi:10.1093/icb/34.1.79.</ref> | ||
Terdapat [[Mikroorganisme reduktor sulfat|bakteri pereduksi sulfat]], yang, sebaliknya, "menghirup sulfat" alih-alih oksigen. Mereka menggunakan senyawa organik atau molekul hidrogen sebagai sumber energi. Mereka menggunakan belerang sebagai akseptor elektron, dan mereduksi berbagai senyawa belerang teroksidasi kembali menjadi sulfida, seringkali menjadi hidrogen sulfida. Mereka dapat tumbuh pada senyawa belerang teroksidasi sebagian lainnya (misalnya tiosulfat, tionat, polisulfida, sulfit). | Terdapat [[Mikroorganisme reduktor sulfat|bakteri pereduksi sulfat]], yang, sebaliknya, "menghirup sulfat" alih-alih oksigen. Mereka menggunakan senyawa organik atau molekul hidrogen sebagai sumber energi. Mereka menggunakan belerang sebagai akseptor elektron, dan mereduksi berbagai senyawa belerang teroksidasi kembali menjadi sulfida, seringkali menjadi hidrogen sulfida. Mereka dapat tumbuh pada senyawa belerang teroksidasi sebagian lainnya (misalnya tiosulfat, tionat, polisulfida, sulfit). | ||
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa banyak endapan belerang asli di tempat-tempat yang merupakan dasar [[Samudra Tethys|lautan purba]] memiliki asal biologis. Studi-studi ini menunjukkan bahwa belerang asli ini telah diperoleh melalui aktivitas biologis, tetapi apa yang bertanggung jawab untuk itu (bakteri pengoksidasi belerang atau bakteri pereduksi sulfat) masih belum diketahui secara pasti. | Ada penelitian yang menunjukkan bahwa banyak endapan belerang asli di tempat-tempat yang merupakan dasar [[Samudra Tethys|lautan purba]] memiliki asal biologis.<ref>Galen E. Jones. [https://www.science.org/doi/10.1126/science.123.3208.1124 Biological Origin of Native Sulfur in Salt Domes of Texas and Louisiana]. ''Science''. 22 Juni 1956. Vol. 123 (3208). hlm. 1124–1125. doi:10.1126/science.123.3208.1124.</ref><ref>G. Philip. [https://doi.org/10.1007/BF03175232 On the origin of native sulfur deposits in Gebel El Zeit, Gulf of Suez, Egypt]. ''Carbonates and Evaporites''. 1 September 1994. Vol. 9 (2). hlm. 223–232. doi:10.1007/BF03175232.</ref><ref>[https://www.researchgate.net/publication/330038794 Petrography and mineralogy of the crystalline limestone of Fatha Formation from Mishraq area, Iraq]. ''ResearchGate''.</ref> Studi-studi ini menunjukkan bahwa belerang asli ini telah diperoleh melalui aktivitas biologis, tetapi apa yang bertanggung jawab untuk itu (bakteri pengoksidasi belerang atau bakteri pereduksi sulfat) masih belum diketahui secara pasti. | ||
Belerang diserap oleh [[akar]] [[tumbuhan]] dari tanah sebagai [[sulfat]] dan diangkut sebagai ester fosfat. Sulfat direduksi menjadi sulfida melalui sulfit sebelum dimasukkan ke dalam [[sisteina]] dan senyawa organobelerang lainnya. | Belerang diserap oleh [[akar]] [[tumbuhan]] dari tanah sebagai [[sulfat]] dan diangkut sebagai ester fosfat. Sulfat direduksi menjadi sulfida melalui sulfit sebelum dimasukkan ke dalam [[sisteina]] dan senyawa organobelerang lainnya.<ref>Hans-Walter Heldt. ''Pflanzenbiochemie''. Spektrum Akademischer Verlag. 1996. hlm. 321–333. ISBN 978-3-8274-0103-8.</ref> | ||
: SO<sub>4</sub><sup>2−</sup> → SO<sub>3</sub><sup>2−</sup> → H<sub>2</sub>S → sisteina (tiol) → metionina (tioeter) | : SO<sub>4</sub><sup>2−</sup> → SO<sub>3</sub><sup>2−</sup> → H<sub>2</sub>S → sisteina (tiol) → metionina (tioeter) | ||
Peran tumbuhan dalam mentransfer belerang ke hewan melalui [[rantai makanan]] kurang lebih telah dipahami, sementara peran bakteri belerang baru saja diselidiki. | Peran tumbuhan dalam mentransfer belerang ke hewan melalui [[rantai makanan]] kurang lebih telah dipahami, sementara peran bakteri belerang baru saja diselidiki.<ref>J. G. Kuenen. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/6127737/ Microbiology of thiobacilli and other sulphur-oxidizing autotrophs, mixotrophs and heterotrophs]. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological Sciences''. 13 September 1982. Vol. 298 (1093). hlm. 473–497. doi:10.1098/rstb.1982.0093.</ref><ref>Kenneth Wasmund. ''The life sulfuric: microbial ecology of sulfur cycling in marine sediments: Microbial sulfur cycling in marine sediments''. ''Environmental Microbiology Reports''. August 2017. Vol. 9 (4). hlm. 323–344. doi:10.1111/1758-2229.12538.</ref> | ||
===Metabolit organik dan protein=== | ===Metabolit organik dan protein=== | ||
Dalam semua bentuk kehidupan, sebagian besar belerang terkandung dalam dua [[asam amino proteinogenik]] ([[sisteina]] dan [[metionina]]), sehingga unsur tersebut terdapat dalam semua [[protein]] yang mengandung asam amino ini, serta dalam [[peptida]] masing-masing. Beberapa belerang terdiri dari metabolit tertentu — banyak di antaranya adalah [[Kofaktor (biokimia)|kofaktor]], — dan polisakarida sulfat dari [[jaringan ikat]] ([[Kondroitin|kondroitin sulfat]], [[heparin]]). | Dalam semua bentuk kehidupan, sebagian besar belerang terkandung dalam dua [[asam amino proteinogenik]] ([[sisteina]] dan [[metionina]]), sehingga unsur tersebut terdapat dalam semua [[protein]] yang mengandung asam amino ini, serta dalam [[peptida]] masing-masing.<ref>A. Gutiérrez-Preciado. [https://www.nature.com/scitable/topicpage/an-evolutionary-perspective-on-amino-acids-14568445/ An Evolutionary Perspective on Amino Acids]. ''Nature Education''. 2010. Vol. 3(9):29.</ref> Beberapa belerang terdiri dari metabolit tertentu — banyak di antaranya adalah [[Kofaktor (biokimia)|kofaktor]], — dan polisakarida sulfat dari [[jaringan ikat]] ([[Kondroitin|kondroitin sulfat]], [[heparin]]). | ||
Protein, untuk menjalankan [[Protein#Fungsi seluler|fungsi biologisnya]], perlu memiliki geometri ruang yang spesifik. Pembentukan geometri ini dilakukan dalam proses yang disebut [[pelipatan protein]], dan disediakan oleh ikatan intra- dan antar- molekul. Proses tersebut memiliki beberapa tahapan. Pada tahap awal, rantai polipeptida terlipat karena [[ikatan hidrogen]], sementara pada tahap selanjutnya terjadi pelipatan (terlepas dari ikatan hidrogen) melalui [[ikatan kovalen]] antara dua atom belerang dari dua residu sisteina (disebut jembatan disulfida) pada tempat rantai yang berbeda (struktur protein tersier) serta antara dua residu sisteina dalam dua subunit protein yang terpisah (struktur protein kuaterner). Kedua struktur dengan mudah dapat dilihat pada [[insulin]]. Karena [[energi ikatan]] jembatan kovalen disulfida lebih tinggi daripada energi [[Ikatan kovalen koordinasi|ikatan koordinasi]] atau interaksi hidrofilik atau hidrofobik, kandungan jembatan disulfida yang lebih tinggi mengarah pada energi yang lebih tinggi yang dibutuhkan untuk [[denaturasi]] protein. Secara umum ikatan disulfida diperlukan dalam protein yang berfungsi di luar ruang seluler, dan mereka tidak mengubah konformasi (geometri) protein, tetapi berfungsi sebagai penstabilnya. Di dalam [[sitoplasma]], residu sisteina dari protein disimpan dalam keadaan tereduksi (yaitu dalam bentuk -SH) oleh [[tioredoksin]]. | Protein, untuk menjalankan [[Protein#Fungsi seluler|fungsi biologisnya]], perlu memiliki geometri ruang yang spesifik. Pembentukan geometri ini dilakukan dalam proses yang disebut [[pelipatan protein]], dan disediakan oleh ikatan intra- dan antar- molekul. Proses tersebut memiliki beberapa tahapan. Pada tahap awal, rantai polipeptida terlipat karena [[ikatan hidrogen]], sementara pada tahap selanjutnya terjadi pelipatan (terlepas dari ikatan hidrogen) melalui [[ikatan kovalen]] antara dua atom belerang dari dua residu sisteina (disebut jembatan disulfida) pada tempat rantai yang berbeda (struktur protein tersier) serta antara dua residu sisteina dalam dua subunit protein yang terpisah (struktur protein kuaterner). Kedua struktur dengan mudah dapat dilihat pada [[insulin]]. Karena [[energi ikatan]] jembatan kovalen disulfida lebih tinggi daripada energi [[Ikatan kovalen koordinasi|ikatan koordinasi]] atau interaksi hidrofilik atau hidrofobik, kandungan jembatan disulfida yang lebih tinggi mengarah pada energi yang lebih tinggi yang dibutuhkan untuk [[denaturasi]] protein. Secara umum ikatan disulfida diperlukan dalam protein yang berfungsi di luar ruang seluler, dan mereka tidak mengubah konformasi (geometri) protein, tetapi berfungsi sebagai penstabilnya.<ref>Bruce Alberts. [https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK26830/#_A436_ Molecular Biology of the Cell. 4th edition]. Garland Science. 2002. ISBN 978-0-8153-3218-3.</ref> Di dalam [[sitoplasma]], residu sisteina dari protein disimpan dalam keadaan tereduksi (yaitu dalam bentuk -SH) oleh [[tioredoksin]].<ref>Elias S. J. Arnér. ''Physiological functions of thioredoxin and thioredoxin reductase: Thioredoxin and thioredoxin reductase''. ''European Journal of Biochemistry''. 25 Desember 2001. Vol. 267 (20). hlm. 6102–6109. doi:10.1046/j.1432-1327.2000.01701.x.</ref> | ||
Properti ini terwujud dalam contoh berikut. [[Lisozim]] cukup stabil untuk digunakan sebagai obat. Bulu dan rambut memiliki kekuatan relatif, dan mengandung [[keratin]] di dalamnya dianggap tidak dapat dicerna oleh sebagian besar organisme. Namun, ada jamur dan bakteri yang mengandung [[keratinase]], dan mampu merusak keratin. | Properti ini terwujud dalam contoh berikut. [[Lisozim]] cukup stabil untuk digunakan sebagai obat.<ref>[https://www.drugs.com/international/lysozyme.html Lysozyme]. ''Drugs.com''.</ref> Bulu dan rambut memiliki kekuatan relatif, dan mengandung [[keratin]] di dalamnya dianggap tidak dapat dicerna oleh sebagian besar organisme. Namun, ada jamur dan bakteri yang mengandung [[keratinase]], dan mampu merusak keratin. | ||
Banyak enzim seluler penting menggunakan gugus prostetik yang diakhiri dengan gugus -SH untuk menangani reaksi yang melibatkan biokimia yang mengandung asil: dua contoh umum dari metabolisme dasar adalah [[koenzim A]] dan [[asam lipoat|asam alfa-lipoat]]. Metabolit yang berhubungan dengan sisteina, [[homosisteina]] dan [[taurina]], adalah asam amino lain yang mengandung belerang yang memiliki struktur serupa, tetapi tidak dikodekan oleh [[Asam deoksiribonukleat|DNA]], dan bukan bagian dari [[struktur primer protein|struktur utama]] protein, mengambil bagian dalam berbagai lokasi fisiologi mamalia. Dua dari 13 vitamin klasik, [[biotin]] dan [[tiamina]], mengandung belerang, dan berfungsi sebagai kofaktor beberapa enzim. | Banyak enzim seluler penting menggunakan gugus prostetik yang diakhiri dengan gugus -SH untuk menangani reaksi yang melibatkan biokimia yang mengandung asil: dua contoh umum dari metabolisme dasar adalah [[koenzim A]] dan [[asam lipoat|asam alfa-lipoat]].<ref>D. L. Nelson. [https://archive.org/details/lehningerprincip01lehn Lehninger, Principles of Biochemistry]. Worth Publishing. 2000. ISBN 978-1-57259-153-0.</ref> Metabolit yang berhubungan dengan sisteina, [[homosisteina]] dan [[taurina]], adalah asam amino lain yang mengandung belerang yang memiliki struktur serupa, tetapi tidak dikodekan oleh [[Asam deoksiribonukleat|DNA]], dan bukan bagian dari [[struktur primer protein|struktur utama]] protein, mengambil bagian dalam berbagai lokasi fisiologi mamalia.<ref>J. Selhub. [https://www.annualreviews.org/doi/10.1146/annurev.nutr.19.1.217 Homocysteine metabolism]. ''Annual Review of Nutrition''. 1 Juli 1999. Vol. 19 (1). hlm. 217–246. doi:10.1146/annurev.nutr.19.1.217.</ref><ref>R. J. Huxtable. [https://journals.physiology.org/doi/abs/10.1152/physrev.1992.72.1.101 Physiological actions of taurine]. ''Physiological Reviews''. 1 Januari 1992. Vol. 72 (1). hlm. 101–163. doi:10.1152/physrev.1992.72.1.101.</ref> Dua dari 13 vitamin klasik, [[biotin]] dan [[tiamina]], mengandung belerang, dan berfungsi sebagai kofaktor beberapa enzim.<ref>[https://www.chem.uwec.edu/webpapers2001/barkacs/pages/function.html The Function of Biotin]. ''www.chem.uwec.edu''.</ref><ref>Katie A. Edwards. [http://thiamine.dnr.cornell.edu/Thiamine_biochemistry.html Thiamine Biochemistry]. ''thiamine.dnr.cornell.edu''.</ref> | ||
Dalam kimia intraseluler, belerang beroperasi sebagai pembawa hidrogen pereduksi dan elektronnya untuk perbaikan oksidasi seluler. [[Glutationa]] tereduksi, tripeptida yang mengandung belerang, adalah agen pereduksi melalui gugus sulfhidril (-SH) yang berasal dari [[sisteina]]. | Dalam kimia intraseluler, belerang beroperasi sebagai pembawa hidrogen pereduksi dan elektronnya untuk perbaikan oksidasi seluler. [[Glutationa]] tereduksi, tripeptida yang mengandung belerang, adalah agen pereduksi melalui gugus sulfhidril (-SH) yang berasal dari [[sisteina]]. | ||
[[Metanogenesis]], rute menuju sebagian besar metana dunia, adalah transformasi biokimia [[karbon dioksida]] bertahap. Konversi ini membutuhkan beberapa kofaktor organobelerang. Contohnya adalah [[koenzim M]], CH<sub>3</sub>SCH<sub>2</sub>CH<sub>2</sub>SO<sub>3</sub><sup>−</sup>, prekursor langsung dari [[metana]]. | [[Metanogenesis]], rute menuju sebagian besar metana dunia, adalah transformasi biokimia [[karbon dioksida]] bertahap. Konversi ini membutuhkan beberapa kofaktor organobelerang. Contohnya adalah [[koenzim M]], CH<sub>3</sub>SCH<sub>2</sub>CH<sub>2</sub>SO<sub>3</sub><sup>−</sup>, prekursor langsung dari [[metana]].<ref>R. K. Thauer. ''Biochemistry of methanogenesis: a tribute to Marjory Stephenson:1998 Marjory Stephenson Prize Lecture''. ''Microbiology''. 1998. Vol. 144 (9). hlm. 2377–2406. doi:10.1099/00221287-144-9-2377.</ref> | ||
===Metaloprotein dan kofaktor anorganik=== | ===Metaloprotein dan kofaktor anorganik=== | ||
Metaloprotein — di mana sisi aktifnya adalah ion logam transisi (atau gugus logam-sulfida) yang sering dikoordinasikan oleh atom belerang dari residu sisteina — merupakan komponen esensial dari enzim yang terlibat dalam proses transfer elektron. Contohnya adalah [[plastosianin]] (Cu<sup>2+</sup>) dan [[reduktase dinitrogen monoksida]] (Cu–S). Fungsi enzim ini bergantung pada fakta bahwa ion logam transisi dapat mengalami [[Redoks|reaksi redoks]]. Contoh lainnya adalah banyak protein seng, serta [[gugus besi–belerang]]. Yang paling meresap adalah [[feredoksin|ferodoksin]], yang berfungsi sebagai angkutan elektron dalam sel. Pada bakteri, enzim [[nitrogenase]] yang penting mengandung gugus Fe–Mo–S dan merupakan [[katalis]] yang melakukan fungsi penting [[pengikatan nitrogen]], mengubah nitrogen atmosfer menjadi amonia yang dapat digunakan oleh mikroorganisme dan tumbuhan untuk membuat protein, DNA, RNA, alkaloid, dan senyawa nitrogen organik lainnya yang diperlukan untuk kehidupan. | Metaloprotein — di mana sisi aktifnya adalah ion logam transisi (atau gugus logam-sulfida) yang sering dikoordinasikan oleh atom belerang dari residu sisteina<ref>Nicholas J. Pace. ''Zinc-binding cysteines: diverse functions and structural motifs''. ''Biomolecules''. 17 April 2014. Vol. 4 (2). hlm. 419–434. doi:10.3390/biom4020419.</ref> — merupakan komponen esensial dari enzim yang terlibat dalam proses transfer elektron. Contohnya adalah [[plastosianin]] (Cu<sup>2+</sup>) dan [[reduktase dinitrogen monoksida]] (Cu–S). Fungsi enzim ini bergantung pada fakta bahwa ion logam transisi dapat mengalami [[Redoks|reaksi redoks]]. Contoh lainnya adalah banyak protein seng,<ref>Niroshini M Giles. ''Metal and Redox Modulation of Cysteine Protein Function''. ''Chemistry & Biology''. 1 Agustus 2008. Vol. 10 (8). hlm. 677–693. doi:10.1016/S1074-5521(03)00174-1.</ref> serta [[gugus besi–belerang]]. Yang paling meresap adalah [[feredoksin|ferodoksin]], yang berfungsi sebagai angkutan elektron dalam sel. Pada bakteri, enzim [[nitrogenase]] yang penting mengandung gugus Fe–Mo–S dan merupakan [[katalis]] yang melakukan fungsi penting [[pengikatan nitrogen]], mengubah nitrogen atmosfer menjadi amonia yang dapat digunakan oleh mikroorganisme dan tumbuhan untuk membuat protein, DNA, RNA, alkaloid, dan senyawa nitrogen organik lainnya yang diperlukan untuk kehidupan.<ref>S. J. Lippard. [https://archive.org/details/ost-chemistry-bioinch Principles of Bioinorganic Chemistry]. University Science Books. 1994. ISBN 978-0-935702-73-6.</ref> | ||
: | : | ||
===Kekurangan belerang=== | ===Kekurangan belerang=== | ||
Pada manusia, metionina adalah [[asam amino esensial]], serta sisteina merupakan esensial bersyarat dan dapat disintesis dari serin nonesensial (donor belerang akan menjadi metionina dalam kasus ini). | Pada manusia, metionina adalah [[asam amino esensial]], serta sisteina merupakan esensial bersyarat dan dapat disintesis dari serin nonesensial (donor belerang akan menjadi metionina dalam kasus ini). | ||
Kekurangan diet jarang terjadi dalam kondisi umum. Kekurangan metionina buatan dicoba untuk diterapkan dalam pengobatan kanker, tetapi metode tersebut masih berpotensi berbahaya. | Kekurangan diet jarang terjadi dalam kondisi umum. Kekurangan metionina buatan dicoba untuk diterapkan dalam pengobatan kanker,<ref>Dušan Mladenović. [https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30817309/ The effects of dietary methionine restriction on the function and metabolic reprogramming in the liver and brain - implications for longevity]. ''Reviews in the Neurosciences''. 26 Juli 2019. Vol. 30 (6). hlm. 581–593. doi:10.1515/revneuro-2018-0073.</ref> tetapi metode tersebut masih berpotensi berbahaya.<ref>Regina L. Binz. ''Dietary Methionine Deficiency Enhances Genetic Instability in Murine Immune Cells''. ''International Journal of Molecular Sciences''. 27 Februari 2021. Vol. 22 (5). hlm. 2378. doi:10.3390/ijms22052378.</ref> | ||
Terdapat penyakit genetik fatal yang jarang terjadi terkait dengan kerusakan [[oksidase sulfit]], enzim yang memetabolisme asam amino yang mengandung belerang. | Terdapat penyakit genetik fatal yang jarang terjadi terkait dengan kerusakan [[oksidase sulfit]], enzim yang memetabolisme asam amino yang mengandung belerang.<ref>Erkan Karakas. [https://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2005/dt/b505789m Structural analysis of missense mutations causing isolated sulfite oxidase deficiency]. ''Dalton Transactions''. 10 Oktober 2005. hlm. 3459–3463. doi:10.1039/B505789M.</ref> | ||
==Pencegahan== | ==Pencegahan== | ||
Meskipun belerang elemental hanya diserap secara minimal melalui kulit dan memiliki toksisitas rendah pada manusia, menghirup debu belerang atau kontak dengan mata atau kulit dapat menyebabkan iritasi. Menelan belerang secara berlebihan dapat menyebabkan sensasi terbakar atau diare,<ref>[http://npic.orst.edu/factsheets/sulfurgen.html Sulfur General Fact Sheet]. ''npic.orst.edu''.</ref> dan kasus asidosis metabolik yang mengancam jiwa telah dilaporkan setelah pasien dengan sengaja mengonsumsi belerang sebagai obat tradisional.<ref>Steven M. Schwartz. [https://doi.org/10.1001/archinte.1986.00360190229034 Sublimed (Inorganic) Sulfur Ingestion: A Cause of Life-Threatening Metabolic Acidosis With a High Anion Gap]. ''Archives of Internal Medicine''. 1 Juli 1986. Vol. 146 (7). hlm. 1437–1438. doi:10.1001/archinte.1986.00360190229034.</ref><ref>J. Eric Blum. [https://www.nejm.org/doi/10.1056/NEJM197710202971606 Metabolic Acidosis after Sulfur Ingestion]. ''New England Journal of Medicine''. 13 Januari 2010. Vol. 297 (16). hlm. 869–870. doi:10.1056/nejm197710202971606.</ref> | |||
Meskipun belerang elemental hanya diserap secara minimal melalui kulit dan memiliki toksisitas rendah pada manusia, menghirup debu belerang atau kontak dengan mata atau kulit dapat menyebabkan iritasi. Menelan belerang secara berlebihan dapat menyebabkan sensasi terbakar atau diare, dan kasus asidosis metabolik yang mengancam jiwa telah dilaporkan setelah pasien dengan sengaja mengonsumsi belerang sebagai obat tradisional. | |||
===Toksisitas senyawa belerang=== | ===Toksisitas senyawa belerang=== | ||
Sebagian besar garam [[sulfat]] yang larut, seperti [[Epsomit|garam Epsom]], tidaklah beracun. Garam sulfat yang larut akan diserap dengan buruk dan [[laksatif]]. Ketika disuntikkan secara parenteral, mereka dengan bebas disaring oleh ginjal dan dihilangkan dengan toksisitas yang sangat kecil dalam jumlah multigram. [[Aluminium sulfat]] digunakan dalam pemurnian air minum, [[Pengolahan air limbah#Jenis instalasi pengolahan|instalasi pengolahan air limbah]], dan [[pembuatan kertas]]. | Sebagian besar garam [[sulfat]] yang larut, seperti [[Epsomit|garam Epsom]], tidaklah beracun. Garam sulfat yang larut akan diserap dengan buruk dan [[laksatif]].<ref>[https://rais.ornl.gov/tox/profiles/sulfate_f_V1.html Formal Toxicity Summary for SULFATE]. ''rais.ornl.gov''.</ref><ref>[https://www.fdacs.gov/content/download/91056/file/FAQS-Elemental-Sulferrevised.pdf Frequently asked questions about elemental sulfur]. ''Florida Department of Agriculture and Consumer Services''.</ref> Ketika disuntikkan secara parenteral, mereka dengan bebas disaring oleh ginjal dan dihilangkan dengan toksisitas yang sangat kecil dalam jumlah multigram.<ref>James G. Speight. [https://www.taylorfrancis.com/books/mono/10.1201/9780429155611/handbook-petrochemical-processes-james-speight?refId=8f3e2049-a3e5-4378-9567-7a424495cb57&context=ubx Handbook of Petrochemical Processes]. CRC Press. 3 Juli 2019. hlm. 375. doi:10.1201/9780429155611. ISBN 978-0-429-15561-1.</ref> [[Aluminium sulfat]] digunakan dalam pemurnian air minum,<ref>Global Health and Education Foundation. [http://drinking-water.org/html/en/Treatment/Coagulation-Flocculation-technologies.html Conventional Coagulation-Flocculation-Sedimentation]. ''Safe Drinking Water is Essential''. National Academy of Sciences. 2007.</ref><ref>Kvech S, Edwards M. [https://archive.org/details/sim_water-research_2002-10_36_17/page/4356 Solubility controls on aluminum in drinking water at relatively low and high pH]. ''Water Research''. 2002. Vol. 36 (17). hlm. 4356–4368. doi:10.1016/S0043-1354(02)00137-9.</ref> [[Pengolahan air limbah#Jenis instalasi pengolahan|instalasi pengolahan air limbah]], dan [[pembuatan kertas]].<ref>Izabela Krupińska. ''Aluminium Drinking Water Treatment Residuals and Their Toxic Impact on Human Health''. ''Molecules''. 2 Februari 2020. Vol. 25 (3). hlm. 641. doi:10.3390/molecules25030641.</ref><ref>Irene Brückle. [https://cool.culturalheritage.org/byorg/abbey/an/an17/an17-4/an17-407.html The Role of Alum in Historical Papermaking]. ''cool.culturalheritage.org''. September 1993.</ref> | ||
Ketika belerang terbakar di udara, ia menghasilkan [[belerang dioksida]]. Di dalam air, gas ini menghasilkan asam belerang dan sulfit; sulfit adalah antioksidan yang menghambat pertumbuhan bakteri aerob dan [[bahan tambahan pangan]] yang bermanfaat dalam jumlah kecil. Pada konsentrasi tinggi, asam ini dapat membahayakan [[paru-paru]], [[mata manusia|mata]], atau [[jaringan]] lainnya. Pada organisme tanpa paru-paru seperti serangga atau tumbuhan, sulfit dalam konsentrasi tinggi akan mencegah [[Respirasi (fisiologi)|respirasi]]. | Ketika belerang terbakar di udara, ia menghasilkan [[belerang dioksida]]. Di dalam air, gas ini menghasilkan asam belerang dan sulfit; sulfit adalah antioksidan yang menghambat pertumbuhan bakteri aerob dan [[bahan tambahan pangan]] yang bermanfaat dalam jumlah kecil. Pada konsentrasi tinggi, asam ini dapat membahayakan [[paru-paru]], [[mata manusia|mata]], atau [[jaringan]] lainnya. Pada organisme tanpa paru-paru seperti serangga atau tumbuhan, sulfit dalam konsentrasi tinggi akan mencegah [[Respirasi (fisiologi)|respirasi]]. | ||
[[Belerang trioksida]] (dibuat dengan katalisis dari belerang dioksida) dan [[asam sulfat]] sama-sama sangat asam dan korosif dengan adanya air. Asam sulfat adalah zat dehidrasi kuat yang dapat menghilangkan molekul air yang tersedia dan komponen air dari gula dan jaringan organik. | [[Belerang trioksida]] (dibuat dengan katalisis dari belerang dioksida) dan [[asam sulfat]] sama-sama sangat asam dan korosif dengan adanya air. Asam sulfat adalah zat dehidrasi kuat yang dapat menghilangkan molekul air yang tersedia dan komponen air dari gula dan jaringan organik.<ref>Colin Baker. [https://eic.rsc.org/exhibition-chemistry/the-dehydration-of-sucrose/2020073.article The dehydration of sucrose]. Royal Society of Chemistry. 1 Maret 2007.</ref> | ||
Pembakaran [[batu bara]] dan/atau [[minyak bumi]] oleh industri dan [[pembangkit listrik]] menghasilkan belerang dioksida (SO<sub>2</sub>) yang bereaksi dengan air atmosfer dan oksigen untuk menghasilkan asam sulfat (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) dan [[asam sulfit]] (H<sub>2</sub>SO<sub>3</sub>). Asam-asam ini adalah komponen [[hujan asam]], menurunkan [[pH]] [[tanah]] dan air tawar, terkadang mengakibatkan kerusakan besar pada [[lingkungan biofisik|lingkungan]] dan [[Pelapukan#Pelapukan kimia|pelapukan kimia]] pada patung dan bangunan. Standar bahan bakar semakin mengharuskan produsen bahan bakar mengekstrak belerang dari [[bahan bakar fosil]] untuk mencegah pembentukan hujan asam. Belerang yang diekstraksi dan disuling ini mewakili sebagian besar produksi belerang. Di pembangkit listrik tenaga batu bara, [[gas buang]] terkadang dimurnikan. Pembangkit listrik yang lebih modern yang menggunakan [[gas sintetis]] mengekstrak belerang sebelum membakar gas. | Pembakaran [[batu bara]] dan/atau [[minyak bumi]] oleh industri dan [[pembangkit listrik]] menghasilkan belerang dioksida (SO<sub>2</sub>) yang bereaksi dengan air atmosfer dan oksigen untuk menghasilkan asam sulfat (H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub>) dan [[asam sulfit]] (H<sub>2</sub>SO<sub>3</sub>). Asam-asam ini adalah komponen [[hujan asam]], menurunkan [[pH]] [[tanah]] dan air tawar, terkadang mengakibatkan kerusakan besar pada [[lingkungan biofisik|lingkungan]] dan [[Pelapukan#Pelapukan kimia|pelapukan kimia]] pada patung dan bangunan. Standar bahan bakar semakin mengharuskan produsen bahan bakar mengekstrak belerang dari [[bahan bakar fosil]] untuk mencegah pembentukan hujan asam. Belerang yang diekstraksi dan disuling ini mewakili sebagian besar produksi belerang. Di pembangkit listrik tenaga batu bara, [[gas buang]] terkadang dimurnikan. Pembangkit listrik yang lebih modern yang menggunakan [[gas sintetis]] mengekstrak belerang sebelum membakar gas. | ||
[[Hidrogen sulfida]] kira-kira setengah [[Toksisitas|beracunnya]] seperti [[hidrogen sianida]], dan memabukkan dengan mekanisme yang sama (menghambat enzim pernapasan [[Sitokrom c oksidase|sitokrom oksidase]]), meskipun hidrogen sulfida cenderung menyebabkan keracunan mendadak dari jumlah kecil yang terhirup (mendekati [[batas paparan yang diizinkan]]nya — PEL — sebesar 20 ppm) karena baunya yang tidak mengenakkan. Namun, kehadirannya di udara sekitar pada konsentrasi lebih dari 100-150 ppm dengan cepat mematikan indera penciuman, dan korban dapat bernapas dalam jumlah yang meningkat tanpa disadari sampai gejala yang parah menyebabkan kematian. Garam [[sulfida]] dan [[bisulfida|hidrosulfida]] terlarut bersifat toksik melalui mekanisme yang sama. | [[Hidrogen sulfida]] kira-kira setengah [[Toksisitas|beracunnya]] seperti [[hidrogen sianida]], dan memabukkan dengan mekanisme yang sama (menghambat enzim pernapasan [[Sitokrom c oksidase|sitokrom oksidase]]),<ref>[https://emedicine.medscape.com/article/815139-overview#a4 Hydrogen Sulfide Toxicity: Practice Essentials, Pathophysiology, Etiology]. ''Medscape''. 30 Maret 2017.</ref> meskipun hidrogen sulfida cenderung menyebabkan keracunan mendadak dari jumlah kecil yang terhirup (mendekati [[batas paparan yang diizinkan]]nya — PEL — sebesar 20 ppm) karena baunya yang tidak mengenakkan.<ref>Vincent Summers. [https://www.quirkyscience.com/hydrogen-sulfide-or-hydrogen-cyanide/ Hydrogen Sulfide or Hydrogen Cyanide: Which is More Dangerous?]. ''Quirky Science''. 8 April 2017.</ref> Namun, kehadirannya di udara sekitar pada konsentrasi lebih dari 100-150 ppm dengan cepat mematikan indera penciuman,<ref>[https://www.osha.gov/hydrogen-sulfide/hazards Hydrogen Sulfide - Hazards Occupational Safety and Health Administration]. ''www.osha.gov''.</ref> dan korban dapat bernapas dalam jumlah yang meningkat tanpa disadari sampai gejala yang parah menyebabkan kematian. Garam [[sulfida]] dan [[bisulfida|hidrosulfida]] terlarut bersifat toksik melalui mekanisme yang sama. | ||
== Galeri == | == Galeri == | ||
==Lihat pula== | ==Lihat pula== | ||
*[[Aerosol belerang stratosfer]] | *[[Aerosol belerang stratosfer]] | ||
*[[Asimilasi belerang]] | *[[Asimilasi belerang]] | ||
*[[Diesel belerang ultrarendah]] | *[[Diesel belerang ultrarendah]] | ||
*[[Lava biru]] | *[[Lava biru]] | ||
==Bacaan lebih lanjut== | ==Bacaan lebih lanjut== | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* [http://www.periodicvideos.com/videos/016.htm Sulfur] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | * [http://www.periodicvideos.com/videos/016.htm Sulfur] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham) | ||
| Baris 270: | Baris 245: | ||
* [https://web.archive.org/web/20140714221502/http://www.nutrientstewardship.com/partners/products-and-services/sulfur-institute Nutrient Stewardship and The Sulphur Institute] | * [https://web.archive.org/web/20140714221502/http://www.nutrientstewardship.com/partners/products-and-services/sulfur-institute Nutrient Stewardship and The Sulphur Institute] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Belerang&oldid=29466728 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29466728 (2026-07-16T19:00:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi per 26 Agustus 2026 18.32

Belerang merupakan unsur nonlogam yang melimpah dan multivalen. Dalam kondisi normal, atom belerang membentuk molekul oktatomik siklik dengan rumus kimia S8. Belerang elemental adalah padatan kristal kuning cerah pada suhu kamar.
Belerang adalah unsur paling melimpah kesepuluh berdasarkan massa di alam semesta dan paling banyak kelima di Bumi. Meskipun terkadang ditemukan dalam bentuk asli yang murni, belerang di Bumi biasanya terdapat sebagai mineral sulfida dan sulfat. Karena berlimpah dalam bentuk aslinya, belerang telah dikenal sejak zaman kuno, dan kegunaannya telah disebutkan pada zaman India Kuno, Yunani Kuno, Tiongkok Kuno, dan Mesir Kuno. Secara historis dan dalam literatur, belerang juga disebut sebagai brimstone,[1] yang berarti "batu yang terbakar".[2] Saat ini, hampir semua belerang elemental diproduksi sebagai produk sampingan dari penghilangan kontaminan yang mengandung belerang dari gas alam dan minyak bumi.[3][4] Penggunaan belerang komersial terbesar adalah produksi asam sulfat untuk pupuk sulfat dan fosfat, dan proses kimia lainnya. Belerang digunakan dalam korek api, insektisida, dan fungisida. Banyak senyawa belerang yang berbau, dan bau gas belerang seperti bau gas alam, aroma sigung, limau gedang, dan bawang putih disebabkan oleh senyawa organobelerang. Hidrogen sulfida memberikan bau khas pada telur busuk dan proses biologis lainnya.
Belerang merupakan unsur penting bagi semua kehidupan, tetapi hampir selalu dalam bentuk senyawa organobelerang atau logam sulfida. Asam amino (dua proteinogenik: sisteina dan metionina, dan banyak nonkode lainnya: sistina, taurina, dll.) serta dua vitamin (biotin dan tiamina) adalah senyawa organobelerang yang sangat penting untuk kehidupan. Banyak kofaktor yang juga mengandung sulfur, termasuk glutationa, dan protein besi–belerang. Disulfida, ikatan S–S, memberikan kekuatan mekanik dan ketidaklarutan (antara lain) protein keratin, yang ditemukan pada kulit luar, rambut, dan bulu. Belerang adalah salah satu unsur kimia inti yang dibutuhkan untuk fungsi biokimia dan merupakan makronutrien elemental unsur untuk semua organisme hidup.
Karakteristik
Sifat fisik
Belerang membentuk beberapa molekul poliatomik. Alotrop yang paling terkenal adalah oktasulfur, siklo-S8. Grup titik siklo-S8 adalah D4d dan momen dipolnya adalah 0 D.[5] Oktasulfur adalah padatan lembut berwarna kuning cerah yang tak berbau, tetapi sampel tak murni memiliki bau yang mirip dengan korek api.[6] Ia melebur pada , mendidih pada ,[7] dan menyublim kurang lebih antara dan .[8] Pada , di bawah suhu leburnya, siklo-oktasulfur berubah dari α-oktasulfur menjadi β-polimorf.[9] Struktur cincin S8 hampir tidak berubah oleh perubahan fasa ini, yang memengaruhi interaksi antarmolekul. Di antara suhu lebur dan didihnya, oktasulfur mengubah alotropnya lagi, berubah dari β-oktasulfur menjadi γ-sulfur, sekali lagi disertai dengan massa jenis yang lebih rendah tetapi kekentalan meningkat karena pembentukan polimer.[10] Pada suhu yang lebih tinggi, kekentalan menurun saat depolimerisasi terjadi. Belerang cair mengasumsikan warna merah tua di atas . Massa jenis belerang sekitar 2 g/cm3, tergantung pada alotropnya; semua alotrop stabil adalah insulator listrik yang sangat baik.
Belerang tidak larut dalam air tetapi larut dalam karbon disulfida dan, pada tingkat lebih rendah, dalam pelarut organik nonpolar lainnya, seperti benzena dan toluena.
Sifat kimia
Dalam kondisi normal, belerang akan terhidrolisis sangat lambat untuk membentuk terutama hidrogen sulfida dan asam sulfat:
- + 4 → 3 +
Reaksi tersebut melibatkan adsorpsi proton ke gugus , diikuti dengan disproporsionasi ke dalam produk reaksi.[11]
Energi ionisasi belerang kedua, keempat, dan keenam masing-masing adalah 2252 kJ/mol−1, 4556 kJ/mol−1, dan 8495,8 kJ/mol−1. Komposisi produk reaksi belerang dengan oksidan (dan keadaan oksidasinya) bergantung pada apakah pelepasan energi reaksi mengatasi ambang batas ini. Menerapkan katalis dan/atau suplai energi luar dapat memvariasikan keadaan oksidasi belerang dan komposisi produk reaksi. Walaupun reaksi antara belerang dan oksigen pada kondisi normal menghasilkan belerang dioksida (keadaan oksidasi +4), pembentukan belerang trioksida (keadaan oksidasi +6) membutuhkan suhu 400 – 600 °C dan adanya katalis.
Dalam reaksi dengan unsur-unsur dengan keelektronegatifan yang lebih rendah, ia bereaksi sebagai oksidan dan membentuk sulfida, di mana ia memiliki tingkat oksidasi –2.
Belerang bereaksi dengan hampir semua unsur lain kecuali gas mulia, bahkan dengan logam iridium yang terkenal tak reaktif (menghasilkan iridium disulfida).[12] Beberapa dari reaksi tersebut membutuhkan suhu tinggi.[13]
Alotrop
Belerang membentuk lebih dari 30 alotrop padat, lebih banyak dari unsur lainnya.[14] Selain S8, beberapa cincin lain telah diketahui.[15] Menghapus satu atom dari mahkota S8 akan memberi S7, yang lebih berwarna kuning tua daripada S8. Analisi HPLC dari "belerang elemental" mengungkapkan campuran kesetimbangan dari terutama S8, tetapi dengan S7 dan sejumlah kecil S6.[16] Cincin yang lebih besar telah dipersiapkan, termasuk S12 dan S18.[17][18]
Belerang amorf atau "plastik" dihasilkan dengan pendinginan cepat dari belerang cair—misalnya, dengan menuangkannya ke dalam air dingin. Studi kristalografi sinar-X menunjukkan bahwa bentuk amorf mungkin memiliki struktur heliks dengan delapan atom per putaran. Molekul polimer melingkar panjang membuat zat kecoklatan menjadi elastis, dan dalam jumlah besar bentuk ini terasa seperti karet mentah. Bentuk ini metastabil pada suhu kamar dan secara bertahap kembali ke alotrop molekul kristal, yang tidak lagi elastis. Proses ini terjadi dalam hitungan jam hingga hari, tetapi dapat dikatalisasi dengan cepat.
Isotop
Belerang memiliki 23 isotop yang diketahui, empat di antaranya stabil: 32S (), 33S (), 34S (), dan 36S ().[19][20] Selain 35S, dengan waktu paruh 87 hari, isotop belerang yang radioaktif memiliki waktu paruh kurang dari 3 jam.
Kelebihan 32S dijelaskan oleh produksinya dalam proses alfa (salah satu kelas utama reaksi fusi nuklir) di dalam bintang yang meledak. Isotop belerang stabil lainnya diproduksi dalam proses bypass yang terkait dengan 34Ar, dan komposisinya bergantung pada jenis ledakan bintang. Misalnya, lebih banyak 33S yang berasal dari nova, daripada dari supernova.[21]
Di planet Bumi, komposisi isotop belerang ditentukan oleh Matahari. Meskipun diasumsikan bahwa distribusi isotop belerang yang berbeda harus kurang lebih sama, telah ditemukan bahwa proporsi dua isotop belerang yang paling melimpah, 32S dan 34S, bervariasi dalam sampel yang berbeda. Pengujian rasio isotop (δ34S) ini dalam sampel memungkinkan untuk membuat perkiraan tentang sejarah kimianya, dan dengan dukungan metode lain, memungkinkan untuk menentukan usia sampel, memperkirakan suhu kesetimbangan antara bijih dan air, menentukan pH dan fugasitas oksigen, mengidentifikasi aktivitas bakteri pereduksi sulfat pada saat pembentukan sampel, atau memperkirakan sumber utama belerang dalam ekosistem.[22] Namun, diskusi tentang apa alasan sebenarnya dari pergeseran δ34S, aktivitas biologis atau perubahan pascadeposital, terus berlanjut.[23]
Misalnya, ketika mineral sulfida diendapkan, kesetimbangan isotop antara padatan dan cairan dapat menyebabkan perbedaan kecil pada nilai δ34S mineral kogenetik. Perbedaan antara mineral dapat digunakan untuk memperkirakan suhu kesetimbangan. δ13C dan δ34S dari mineral karbonat dan sulfida yang hidup berdampingan dapat digunakan untuk menentukan pH dan fugasitas oksigen dari fluida pembawa bijih selama pembentukan bijih.
Di sebagian besar ekosistem hutan, sulfat sebagian besar berasal dari atmosfer; pelapukan mineral bijih dan evaporit menyumbangkan belerang. Belerang dengan komposisi isotop yang khas telah digunakan untuk mengidentifikasi sumber polusi, dan belerang yang diperkaya telah ditambahkan sebagai perunut dalam studi hidrologi. Perbedaan kelimpahan alami dapat digunakan dalam sistem di mana terdapat cukup variasi dalam 34S komponen ekosistem. Danau Pegunungan Rocky diperkirakan didominasi oleh sumber sulfat atmosfer dan telah ditemukan memiliki nilai 34S karakteristik dari danau yang diyakini didominasi oleh sumber DAS sulfat.
35S yang radioaktif terbentuk dalam spalasi sinar kosmik 40Ar atmosfer. Fakta ini dapat digunakan untuk membuktikan adanya sedimen atmosfer baru-baru ini (tidak lebih dari 1 tahun) dalam berbagai hal. Isotop ini dapat diperoleh secara artifisial dengan berbagai cara. Dalam praktiknya, reaksi 35Cl + n → 35S + p, yang berjalan pada iradiasi kalium klorida oleh neutron, digunakan.[24] Isotop 35S digunakan dalam berbagai senyawa yang mengandung belerang sebagai pelacak radioaktif untuk banyak penelitian biologis, misalnya digunakan dalam percobaan Hershey–Chase.
Bekerja dengan senyawa yang mengandung isotop ini relatif aman, asalkan senyawa tersebut tidak jatuh ke dalam organisme pelaku eksperimen.[25]
Keterjadian alami
32S tercipta di dalam bintang masif, pada kedalaman yang suhunya melebihi 2,5 K, melalui fusi satu int silikon ditambah satu inti helium.[26] Karena reaksi nuklir ini merupakan bagian dari proses alfa yang menghasilkan unsur-unsur dalam kelimpahan, belerang adalah unsur paling umum ke-10 di alam semesta.
Belerang, biasanya sebagai sulfida, terdapat dalam banyak jenis meteorit. Kondrit biasa mengandung rata-rata 2,1% belerang, dan kondrit karbon mengandung sebanyak 6,6%. Ia biasanya hadir sebagai troilit (FeS), tetapi terdapat pengecualian, dengan kondrit karbon yang mengandung belerang bebas, sulfat dan senyawa belerang lainnya.[27] Warna khas satelit vulkanis Jupiter Io dikaitkan dengan berbagai bentuk belerang cair, padat, dan gas.[28]
Belerang adalah unsur paling umum kelima berdasarkan massa di Bumi. Belerang elemental dapat ditemukan di dekat mata air panas dan daerah vulkanis di banyak belahan dunia, terutama di sepanjang Cincin Api Pasifik; deposit vulkanis tersebut saat ini ditambang di Indonesia, Chili, dan Jepang. Endapan ini adalah polikristalin, dengan kristal tunggal terbesar yang terdokumentasi berukuran 22×16×11 cm.[29] Secara historis, Sisilia adalah sumber utama belerang pada Revolusi Industri.[30] Danau belerang cair dengan diameter hingga ~200 m telah ditemukan di dasar laut, terkait dengan gunung berapi bawah laut, pada kedalaman di mana titik didih air lebih tinggi daripada titik lebur belerang.[31]
Belerang asli disintesis oleh bakteri anaerob yang bekerja pada mineral sulfat seperti gipsum dalam kubah garam.[32][33] Endapan yang signifikan dalam kubah garam terjadi di sepanjang pantai Teluk Meksiko, dan di evaporit di Eropa Timur dan Asia Barat. Belerang asli dapat diproduksi oleh proses geologi saja. Endapan belerang berbasis fosil dari kubah garam pernah menjadi basis produksi komersial di Amerika Serikat, Rusia, Turkmenistan, dan Ukraina.[34] Saat ini, produksi komersial masih dilakukan di tambang Osiek di Polandia. Sumber-sumber tersebut sekarang memiliki kepentingan komersial sekunder, dan sebagian besar tidak lagi berfungsi.
Senyawa belerang alami yang umum ialah mineral sulfida, seperti pirit (besi sulfida), sinabar (raksa sulfida), galena (timbal sulfida), sfalerit (seng sulfida), dan stibnit (antimon sulfida); dan mineral sulfat, seperti gipsum (kalsium sulfat), alunit (kalium aluminium sulfat), dan barit (barium sulfat). Di Bumi, seperti di satelit Jupiter Io, belerang elemental terjadi secara alami dalam emisi vulkanis, termasuk emisi dari ventilasi hidrotermal.
Sumber belerang industri utama sekarang adalah minyak bumi dan gas alam.[35]
Senyawa
Keadaan oksidasi belerang berkisar dari −2 hingga +6. Belerang membentuk senyawa yang stabil dengan semua unsur kecuali gas mulia.
Reaksi transfer elektron
Polikation belerang, S82+, S42+, dan S162+ dihasilkan ketika belerang direaksikan dengan zat pengoksidasi dalam larutan asam kuat.[36] Larutan berwarna yang dihasilkan dengan melarutkan belerang dalam oleum pertama kali dilaporkan pada tahun 1804 oleh C.F. Bucholz, tetapi penyebab warna dan struktur polikation yang terlibat baru ditentukan pada akhir 1960-an. S82+ berwarna biru tua, S42+ berwarna kuning, dan S162+ berwarna merah.[37]
Reduksi belerang menghasilkan berbagai polisulfida dengan rumus Sx2-, banyak di antaranya telah diperoleh bentuk kristal. Ilustratif adalah produksi natrium tetrasulfida:
Beberapa dianion ini berdisosiasi menjadi anion radikal, seperti S3− yang memberi warna biru pada batu lapis lazuli.
Reaksi ini menyoroti sifat khas belerang: kemampuannya untuk mengatenasi (mengikat dirinya sendiri melalui pembentukan rantai). Protonasi anion polisulfida ini menghasilkan polisulfan, H2Sx dengan x= 2, 3, dan 4.[38] Pada akhirnya, reduksi belerang akan menghasilkan garam sulfida:
- 16 Na + S8 → 8 Na2S
Interkonversi spesies ini dieksploitasi dalam baterai natrium–belerang.
Hidrogenasi
Perlakuan belerang dengan hidrogen menghasilkan hidrogen sulfida. Ketika dilarutkan dalam air, hidrogen sulfida bersifat agak asam:[39]
- H2S HS− + H+
Gas hidrogen sulfida dan anion hidrosulfida sangat beracun bagi mamalia, karena menghambat kapasitas pembawa oksigen dari hemoglobin dan sitokrom tertentu dengan cara yang analog dengan sianida dan azida (lihat di bawah, di bagian pencegahan).
Pembakaran
Dua oksida belerang utama diperoleh dengan membakar belerang:
- S + O2 → SO2 (belerang dioksida)
- 2 SO2 + O2 → 2 SO3 (belerang trioksida)
Banyak oksida belerang lain yang teramati termasuk oksida kaya belerang seperti belerang monoksida, disulfur monoksida, disulfur dioksida, dan oksida yang lebih tinggi yang mengandung gugus perokso.
Halogenasi
Belerang bereaksi dengan fluorin menghasilkan belerang tetrafluorida yang sangat reaktif dan belerang heksafluorida yang sangat lengai.[40] Fluorin menghasilkan senyawa S(IV) dan S(VI), sementara klorin menghasilkan turunan S(II) dan S(I). Jadi, belerang diklorida, disulfur diklorida, dan klorosulfan yang lebih tinggi muncul dari klorinasi belerang. Sulfuril klorida dan asam klorosulfat adalah turunan dari asam sulfat; tionil klorida (SOCl2) adalah reagen umum dalam sintesis organik.[41]
Pseudohalida
Belerang mengoksidasi sianida dan sulfit untuk menghasilkan masing-masing tiosianat dan tiosulfat.
Logam sulfida
Belerang bereaksi dengan banyak logam. Logam elektropositif menghasilkan garam polisulfida. Tembaga, seng, perak akan diserang oleh belerang, lihat menodai. Meskipun banyak logam sulfida yang diketahui, sebagian besar dibuat dengan reaksi suhu tinggi dari unsur-unsur tersebut.[42]
Senyawa organik
Beberapa kelas utama senyawa organik yang mengandung belerang meliputi:[43]
- Tiol atau merkaptan (disebut demikian karena mereka menangkap raksa sebagai pengelat) adalah analog alkohol dari belerang; perlakuan tiol dengan basa menghasilkan ion tiolat.
- Tioeter adalah analog eter dari belerang.
- Ion sulfonium memiliki tiga kelompok yang melekat pada pusat belerang kationik. Dimetilsulfoniopropionat (DMSP) adalah salah satu senyawa penting dalam siklus belerang organik laut.
- Sulfoksida dan sulfona adalah tioeter dengan satu dan dua atom oksigen yang masing-masing terikat pada atom belerang. Sulfoksida yang paling sederhana, dimetil sulfoksida, adalah pelarut yang umum; sulfona yang umum adalah sulfolana.
- Asam sulfonat digunakan dalam banyak detergen.
Senyawa dengan ikatan rangkap karbon–belerang jarang terjadi, kecuali karbon disulfida, cairan nirwarna yang volatil yang secara struktural mirip dengan karbon dioksida. Ia digunakan sebagai reagen untuk membuat polimer rayon dan banyak senyawa organobelerang. Tidak seperti karbon monoksida, karbon monosulfida hanya stabil sebagai gas yang sangat encer, ditemukan di antara tata surya.[44]
Senyawa organobelerang bertanggung jawab atas beberapa bau tak sedap dari bahan organik yang membusuk. Mereka secara luas dikenal sebagai bau dalam gas alam domestik, bau bawang putih, dan semprotan sigung. Tidak semua senyawa belerang organik berbau tidak sedap pada semua konsentrasi: monoterpenoid (merkaptan limau gedang) yang mengandung belerang dalam konsentrasi kecil adalah aroma khas limau gedang, tetapi memiliki bau tiol generik pada konsentrasi yang lebih besar. Mustard belerang, sebuah vesikan yang kuat, digunakan dalam Perang Dunia I sebagai agen penonaktifan.[45]
Ikatan belerang–belerang adalah komponen struktural yang digunakan untuk mengeraskan karet, mirip dengan jembatan disulfida yang mengeraskan protein (lihat biologi di bawah). Dalam the most common type of industrial "pengawetan" atau pengerasan dan penguatan karet alam, belerang elemental dipanaskan dengan karet ke titik di mana reaksi kimia membentuk jembatan disulfida antara unit isoprena polimer. Proses ini, yang dipatenkan pada tahun 1843, menjadikan karet sebagai produk industri utama, terutama ban mobil. Karena panas dan belerang, proses itu dinamai vulkanisasi, diambil dari nama dewa penempaan dan vulkanisme Romawi.
Sejarah
Zaman kuno
Karena berlimpah dalam bentuk aslinya, belerang telah dikenal pada zaman kuno dan disebut dalam Taurat (Kejadian). Alkitab Kristen Terjemahan bahasa Inggris biasanya menyebut belerang yang terbakar sebagai "batu belerang" (brimstone), sehingga memunculkan istilah khotbah "api-dan-batu belerang", di mana pendengar diingatkan akan nasib kutukan abadi yang menunggu orang yang tak percaya dan tak mau bertobat. Dari bagian Alkitab inilah[46] Neraka disiratkan sebagai "bau belerang" (kemungkinan karena hubungannya dengan aktivitas gunung berapi). Menurut Papirus Ebers, salep belerang digunakan di Mesir kuno untuk mengobati kelopak mata granular. Belerang digunakan untuk fumigasi di Yunani praklasik;[47] hal ini disebutkan dalam Odisseia.[48] Plinius Tua membahas belerang dalam buku 35 dari Naturalis Historia-nya, mengatakan bahwa sumbernya yang paling terkenal adalah pulau Melos. Dia menyebutkan kegunaannya untuk fumigasi, obat-obatan, dan pemutihan kain.[49]
Suatu bentuk belerang alami yang dikenal sebagai ' () dikenal di Tiongkok sejak abad ke-6 SM dan ditemukan di Hanzhong.[50] Pada abad ke-3, orang Tiongkok telah menemukan bahwa belerang dapat diekstraksi dari pirit.[51] Taois Tiongkok tertarik pada sifat belerang yang mudah terbakar dan reaktivitasnya dengan logam tertentu, tetapi penggunaan praktisnya yang paling awal ditemukan dalam pengobatan tradisional Tionghoa.[52] Sebuah risalah militer Dinasti Song tahun 1044 M menjelaskan berbagai formula bubuk hitam Tiongkok, yang merupakan campuran kalium nitrat (), arang, dan belerang. Ia tetap menjadi bahan bubuk mesiu hitam.
Ahli alkimia India, praktisi "ilmu kimia" (), menulis secara ekstensif tentang penggunaan belerang dalam operasi alkimia dengan raksa, dari abad kedelapan Masehi dan seterusnya.[53] Dalam tradisi Rasashastra, belerang disebut "yang berbau" (, ).
Ahli alkimia Eropa awal memberi belerang lambang alkimia yang unik, segitiga di atas salib (🜍). (Hal ini terkadang dirancukan dengan lambang tombak silang astronomis ⚴ untuk 2 Pallas.) Variasi yang dikenal sebagai batu belerang memiliki lambang yang menggabungkan salib bergaris dua di atas lambang takhingga (🜏). Dalam perawatan kulit tradisional, belerang elemental digunakan (terutama dalam krim) untuk meringankan kondisi seperti kudis, kurap, psoriasis, dermatitis, dan jerawat. Mekanisme kerjanya tidak diketahui—meskipun belerang elemental tidak teroksidasi perlahan menjadi asam sulfit, yang (melalui aksi sulfit) merupakan agen pereduksi dan antibakteri ringan.[54][55][56]
Zaman modern
Belerang muncul dalam kolom alkali (nonasam) tetap dalam tabel kimia tahun 1718.[57] Antoine Lavoisier menggunakan belerang dalam percobaan pembakaran, menulis beberapa di antaranya pada tahun 1777.[58]
Endapan belerang di Sisilia merupakan sumber dominan selama lebih dari satu abad. Pada akhir abad ke-18, sekitar 2.000 ton belerang per tahun diimpor ke Marseille, Prancis, untuk produksi asam sulfat yang digunakan dalam proses Leblanc. Dalam industrialisasi Inggris, dengan pencabutan bea garam pada tahun 1824, permintaan belerang dari Sisilia melonjak. Meningkatnya kendali dan eksploitasi Inggris atas penambangan, penyulingan, dan pengangkutan belerang, ditambah dengan kegagalan ekspor yang menguntungkan untuk mengubah ekonomi Sisilia yang terbelakang dan miskin, menyebabkan Krisis Belerang tahun 1840, ketika Raja Ferdinand II memonopoli industri belerang ke perusahaan Prancis, melanggar perjanjian perdagangan tahun 1816 sebelumnya dengan Inggris. Solusi damai akhirnya dinegosiasikan oleh Prancis.[59][60]
Pada tahun 1867, belerang elemental ditemukan pada endapan bawah tanah di Louisiana dan Texas. Proses Frasch yang sangat berhasil dikembangkan untuk mengekstrak sumber daya ini.[61]
Pada akhir abad ke-18, pembuat furnitur menggunakan belerang cair untuk menghasilkan inlay dekoratif.[62] Belerang cair terkadang masih digunakan untuk memasang baut baja ke dalam lubang beton yang dibor di mana diperlukan ketahanan kejut yang tinggi untuk titik pemasangan peralatan yang dipasang di lantai. Bubuk belerang murni digunakan sebagai obat tonik dan pencahar.[63]
Dengan munculnya proses kontak, sebagian besar belerang saat ini digunakan untuk membuat asam sulfat untuk berbagai kegunaan, khususnya pupuk.[64]
Belakangan ini, sumber utama belerang telah menjadi minyak bumi dan gas alam. Hal ini disebabkan kebutuhan untuk menghilangkan belerang dari bahan bakar untuk mencegah hujan asam, dan mengakibatkan surplus belerang.[65]
Ejaan dan etimologi
Sulfur berasal dari kata Latin ', yang dihelenisasi menjadi ' dalam kepercayaan yang salah bahwa kata Latin itu berasal dari bahasa Yunani. Ejaan ini kemudian ditafsirkan ulang sebagai perwakilan bunyi /f/ dan menghasilkan ejaan ', yang muncul dalam bahasa Latin menjelang akhir periode Klasik. Kata Yunani Kuno yang sebenarnya untuk belerang, , theîon (dari sebelumnya , théeion), adalah sumber dari awalan kimia internasional tio-. Kata Yunani Standar Modern untuk belerang adalah θείο, theío.
Dalam bahasa Anglo-Prancis abad ke-12, belerang disebut sebagai '. Pada abad ke-14, ' dari bahasa Latin yang terhelenisasi secara keliru dipulihkan dalam ' dari bahasa Inggris Pertengahan. Pada abad ke-15, varian ejaan Latin lengkap sulfur dan sulphur menjadi umum dalam bahasa Inggris. Ejaan f~ph paralel berlanjut di Inggris hingga abad ke-19, ketika kata itu dibakukan sebagai sulphur.[66] Sebaliknya, sulfur adalah bentuk yang dipilih di Amerika Serikat, sedangkan Kanada menggunakan keduanya.
IUPAC mengadopsi ejaan sulfur pada tahun 1990 atau 1971, tergantung pada sumber yang dikutip, tergantung pada sumber yang dikutip,[67] seperti yang dilakukan Nomenclature Committee of the Royal Society of Chemistry pada tahun 1992, mengembalikan ejaan sulfur ke Inggris.[68] Kamus Oxford mencatat bahwa "dalam kimia dan penggunaan teknis lainnya ... ejaan -f- sekarang menjadi bentuk baku untuk belerang dan kata-kata terkait dalam konteks Inggris serta A.S., dan juga semakin banyak digunakan dalam konteks umum."[69]
Produksi
Belerang dapat ditemukan dengan sendirinya dan secara historis biasanya diperoleh dalam bentuk ini; pirit juga menjadi sumber belerang.[70] Di daerah vulkanik di Sisilia, pada zaman kuno, ia ditemukan di permukaan tanah, dan "proses Sisilia" digunakan: endapan belerang ditumpuk di tempat pembakaran batu bata yang dibangun di lereng bukit yang miring, dengan ruang udara di antaranya. Kemudian, beberapa belerang dihaluskan, disebarkan di atas bijih yang ditumpuk dan dibakar, menyebabkan belerang bebas melebur ke bawah bukit. Akhirnya endapan yang terbawa permukaan dimainkan, dan para penambang menggali deposit yang akhirnya menghiasi lanskap Sisilia dengan tambang labirin. Penambangan tidak mekanis dan padat karya, dengan pemetik membebaskan bijih dari batu, dan anak tambang atau carusi membawa keranjang bijih ke permukaan, seringkali melalui terowongan sepanjang satu mil atau lebih. Setelah bijih berada di permukaan, bijih tersebut direduksi dan diekstraksi dalam oven peleburan. Kondisi di tambang belerang Sisilia sangat mengerikan, mendorong Booker T. Washington untuk menulis "Saya belum siap sekarang untuk mengatakan sejauh mana saya percaya pada neraka fisik di dunia berikutnya, tetapi tambang belerang di Sisilia adalah neraka terdekat yang saya perkirakan untuk dapat dilihat dalam hidup ini."[71]
Belerang elemental diekstraksi dari kubah garam (yang terkadang terjadi dalam bentuk yang hampir murni) hingga akhir abad ke-20. Belerang sekarang diproduksi sebagai produk sampingan dari proses industri lain seperti penyulingan minyak, di mana belerang tidak diinginkan. Sebagai mineral, belerang asli di bawah kubah garam dianggap sebagai sumber daya mineral fosil, yang dihasilkan oleh aksi bakteri anaerob pada endapan sulfat. Ia telah dihapus dari tambang kubah garam terutama oleh proses Frasch.[72] Dalam metode ini, air super panas dipompa ke deposit belerang asli untuk melelehkan belerang, dan kemudian udara terkompresi mengembalikan 99,5% produk cair murni ke permukaan. Sepanjang abad ke-20, prosedur ini menghasilkan belerang elemental yang tidak memerlukan pemurnian lebih lanjut. Karena jumlah deposit belerang yang terbatas dan tingginya biaya pengerjaannya, proses untuk menambang belerang ini belum digunakan secara besar-besaran di mana pun di dunia sejak tahun 2002.[73][74]
Saat ini, belerang diproduksi dari minyak bumi, gas alam, dan sumber daya fosil terkait, yang darinya diperoleh terutama sebagai hidrogen sulfida.[75] Senyawa organobelerang, pengotor yang tidak diinginkan dalam minyak bumi, dapat ditingkatkan dengan melakukan hidrodesulfurisasi, yang memotong ikatan C–S:[76][77]
- R-S-R + 2 H2 → 2 RH + H2S
Hidrogen sulfida yang dihasilkan dari proses ini, dan juga terjadi pada gas alam, diubah menjadi belerang elemental melalui proses Claus. Proses ini memerlukan oksidasi beberapa hidrogen sulfida menjadi sulfur dioksida dan kemudian komproporsionasi keduanya:[78][79]
- 3 O2 + 2 H2S → 2 SO2 + 2 H2O
- SO2 + 2 H2S → 3 S + 2 H2O
Karena kandungan belerang yang tinggi di Pasir Minyak Athabasca, timbunan unsur belerang dari proses ini sekarang ada di seluruh Alberta, Kanada.[80] Cara lain untuk menyimpan belerang adalah sebagai pengikat beton, dan produk yang dihasilkan memiliki banyak sifat yang diinginkan (lihat beton belerang).[81]
Belerang masih ditambang dari endapan permukaan di negara-negara berkembang yang memiliki gunung berapi, seperti Indonesia, dan kondisi para pekerja belum banyak membaik sejak zaman Booker T. Washington.[82]
Produksi belerang dunia pada tahun 2011 mencapai 69 juta ton (Mt), dengan lebih dari 15 negara menyumbang masing-masing lebih dari 1 Mt. Negara-negara penghasil lebih dari 5 Mt adalah Tiongkok (9,6), Amerika Serikat (8,8), Kanada (7,1), dan Rusia (7,1).[83] Produksi belerang perlahan meningkat dari tahun 1900 hingga 2010; harganya tidak stabil pada tahun 1980-an dan sekitar tahun 2010.[84]
Produksi belerang di Indonesia
Produksi belerang (sulfur) di Indonesia didorong oleh PT Petrokimia Gresik dan PT Indosulfur Mitrakimia, dengan fokus pada hilirisasi dan pemanfaatan untuk berbagai industri, termasuk pertanian, semen, dan energi. PT Petrokimia Gresik, dengan kapasitas produksi asam sulfat 1,8 juta ton per tahun, berperan penting dalam suplai sulfur untuk pupuk dan industri kimia. Sementara PT Indosulfur Mitrakimia fokus pada pengolahan dan perdagangan belerang untuk beragam sektor. Selain itu, kilang Pertamina juga memproduksi bahan bakar Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) untuk memenuhi regulasi IMO, yang dikembangkan sejak 2019 dan digunakan secara luas di berbagai kilang Pertamina.
Tambang belerang (sulfur) di Indonesia banyak terdapat di daerah pegunungan, khususnya di daerah gunung berapi. Beberapa daerah penghasil belerang terbesar di Indonesia antara lain Kawah Ijen di Jawa Timur, Kawah Dieng di Jawa Tengah, Gunung Batur di Bali, dan Gunung Merapi di Yogyakarta.
Aplikasi
Asam sulfat
Belerang elemental digunakan terutama sebagai prekursor bahan kimia lainnya. Sekitar 85% (1989) diubah menjadi asam sulfat (H2SO4):
- + + →
Pada tahun 2010, Amerika Serikat memproduksi lebih banyak asam sulfat daripada bahan kimia industri anorganik lainnya.[85] Penggunaan utama asam sulfat adalah ekstraksi bijih fosfat untuk produksi pembuatan pupuk. Aplikasi lain dari asam sulfat ialah penyulingan minyak, pengolahan air limbah, dan ekstraksi mineral.[86]
Kimia belerang penting lainnya
Belerang bereaksi langsung dengan metana dan menghasilkan karbon disulfida, yang digunakan untuk membuat selofan dan rayon.[87] Salah satu kegunaan belerang elemental adalah dalam vulkanisasi karet, di mana rantai polisulfida berikatan silang dengan polimer organik. Sulfit dalam jumlah besar digunakan untuk memutihkan kertas dan mengawetkan buah kering. Banyak dari surfaktan dan detergen (misalnya natrium lauril sulfat) merupakan turunan sulfat. Kalsium sulfat, gipsum, (CaSO4·2H2O) ditambang dalam skala 100 juta ton setiap tahunnya untuk digunakan dalam semen Portland dan pupuk.
Ketika fotografi berbasis perak tersebar luas, natrium dan amonium tiosulfat banyak digunakan sebagai "zat pengikat". Belerang adalah salah satu komponen bubuk mesiu ("bubuk hitam").
Pupuk
Asam amino yang disintesis oleh organisme hidup seperti metionina dan sisteina mengandung gugus organobelerang (masing-masing tioester dan tiol). Antioksidan glutationa yang melindungi banyak organisme hidup terhadap radikal bebas dan stres oksidatif juga mengandung belerang organik. Beberapa tanaman seperti bawang merah dan bawang putih juga menghasilkan senyawa organobelerang yang berbeda seperti sin-propanetial-S-oksida yang menyebabkan iritasi lakrimal (bawang merah), atau dialil disulfida dan alisin (bawang putih). Sulfat, umumnya ditemukan di tanah dan air tanah seringkali merupakan sumber belerang alami yang cukup untuk tanaman dan bakteri. Deposisi atmosfer dari belerang dioksida (SO2) juga merupakan sumber belerang buatan yang umum (pembakaran batu bara) untuk tanah. Dalam keadaan normal, di sebagian besar tanah pertanian, belerang bukanlah nutrisi pembatas bagi tanaman dan mikroorganisme (lihat tong Liebig). Namun, dalam beberapa keadaan, tanah dapat terkuras dalam sulfat, misalnya, jika ini kemudian tercuci oleh air meteorik (hujan) atau jika kebutuhan belerang untuk beberapa jenis tanaman tinggi. Hal ini menjelaskan bahwa belerang semakin dikenal dan digunakan sebagai komponen pupuk. Bentuk belerang yang paling penting untuk pupuk adalah kalsium sulfat, umumnya ditemukan di alam sebagai mineral gipsum (CaSO4·2H2O). Belerang elemental (elemental sulfur, ES) bersifat hidrofobik (tidak larut dalam air) dan tidak dapat digunakan langsung oleh tumbuhan. Belerang elemental kadang-kadang dicampur dengan bentonit untuk memperbaiki tanah yang terkuras untuk tanaman dengan kebutuhan organobelerang yang tinggi. Seiring waktu, proses oksidasi abiotik dengan oksigen atmosfer dan bakteri tanah dapat mengoksidasi dan mengubah belerang elemental menjadi turunan yang larut, yang kemudian dapat digunakan oleh mikroorganisme dan tanaman. Belerang meningkatkan efisiensi nutrisi tanaman penting lainnya, terutama nitrogen dan fosforus.[88] Partikel belerang yang diproduksi secara biologis secara alami bersifat hidrofilik karena lapisan biopolimer dan ia lebih mudah menyebar di atas tanah dalam semprotan bubur yang diencerkan, menghasilkan penyerapan yang lebih cepat oleh tanaman.
Kebutuhan tanaman akan belerang sama atau melebihi kebutuhan fosforus. Ia adalah nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman, pembentukan bintil akar kacang-kacangan, serta sistem kekebalan dan pertahanan. Kekurangan belerang telah meluas di banyak negara di Eropa.[89][90][91] Karena masukan belerang di atmosfer terus menurun, defisit masukan/keluaran belerang cenderung meningkat kecuali jika pupuk belerang digunakan. Masukan atmosfer belerang menurun karena tindakan yang diambil untuk membatasi hujan asam.[92][93]
Fungisida dan pestisida
Belerang elemental adalah salah satu fungisida dan pestisida tertua. "Belerang pendebu", belerang elemental dalam bentuk bubuk, adalah fungisida umum untuk anggur, stroberi, dan banyak sayuran serta beberapa tanaman lainnya. Ia memiliki khasiat yang baik terhadap berbagai macam penyakit mildu bubuk serta bintik hitam. Dalam produksi organik, belerang adalah fungisida yang paling penting. Ia adalah satu-satunya fungisida yang digunakan dalam produksi apel yang dibudidayakan secara organik untuk melawan penyakit utama keropeng apel dalam kondisi yang lebih dingin. Biosulfur (belerang elemental yang diproduksi secara biologis dengan karakteristik hidrofilik) juga dapat digunakan untuk aplikasi ini.
Belerang pendebu formulasi standar diterapkan pada tanaman dengan pendebu belerang atau dari pesawat penyemprot debu. Belerang yang dapat dibasahi adalah nama komersial untuk belerang pendebu yang diformulasikan dengan bahan tambahan agar dapat tercampur dalam air.[94][95] Ia memiliki aplikasi serupa dan digunakan sebagai fungisida terhadap mildu dan masalah terkait jamur lainnya dengan tanaman dan tanah.
Serbuk belerang elemental digunakan sebagai insektisida "organik" (yaitu, "hijau") (sebenarnya akarisida) terhadap kutu dan tungau. Metode aplikasi yang umum adalah membersihkan pakaian atau anggota badan dengan bubuk belerang.
Larutan belerang kapur yang diencerkan (dibuat dengan menggabungkan kalsium hidroksida dengan belerang elemental dalam air) digunakan pada hewan peliharaan untuk menghancurkan kurap, mange, dan penyakit kulit serta parasit lainnya.
Lilin belerang dari belerang yang hampir murni dibakar untuk memfumigasi struktur dan tong anggur, tetapi sekarang dianggap terlalu beracun untuk tempat tinggal.
Farmasi
Belerang (khususnya oktasulfur, S8) digunakan dalam persiapan kulit farmasi untuk pengobatan jerawat dan kondisi lainnya. Ia bertindak sebagai agen keratolitik dan juga membunuh bakteri, jamur, tungau kudis, dan parasit lainnya.[96] Belerang yang diendapkan dan belerang koloid digunakan, dalam bentuk losion, krim, bedak, sabun, dan aditif mandi, untuk pengobatan jerawat, rosasea, dan dermatitis seboroik.[97]
Banyak obat mengandung belerang.[98] Contoh awalnya adalah sulfonamida antibakteri, yang dikenal sebagai obat sulfa. Contoh yang lebih baru adalah asetilsisteina mukolitik. Belerang adalah bagian dari banyak molekul pertahanan bakteri. Kebanyakan antibiotik β-laktam, termasuk penisilin, sefalosporin, dan monobaktam mengandung belerang.[99]
Baterai
Karena kepadatan energinya yang tinggi dan ketersediaan belerang, ada penelitian berkelanjutan untuk membuat baterai litium-belerang yang dapat diisi ulang. Hingga saat ini, elektrolit karbonat telah menyebabkan kegagalan pada baterai tersebut setelah satu siklus. Pada Februari 2022, para peneliti di Universitas Drexel tidak hanya menciptakan baterai prototipe yang bertahan selama 4000 siklus pengisian ulang, tetapi juga menemukan belerang gamma monoklinik pertama yang tetap stabil di bawah 95 °C.[100]
Peran biologis
Belerang adalah komponen penting dari semua sel hidup. Ia adalah unsur paling melimpah kedelapan dalam tubuh manusia menurut beratnya,[101] kira-kira sama dengan kalium, dan sedikit lebih besar dari natrium dan klorin.[102] Tubuh manusia seberat mengandung sekitar 140 gram belerang.[103] Sumber makanan utama belerang bagi manusia adalah asam amino yang mengandung belerang,[104] yang dapat ditemukan dalam protein nabati dan hewani.[105]
Mentransfer belerang antara anorganik dan biomolekul
Pada tahun 1880-an, saat mempelajari Beggiatoa (bakteri yang hidup di lingkungan yang kaya belerang), Sergei Winogradsky menemukan bahwa ia mengoksidasi hidrogen sulfida (H2S) sebagai sumber energi, membentuk tetesan belerang intraseluler. Winogradsky menyebut bentuk metabolisme ini sebagai anorgoksidasi (oksidasi senyawa anorganik).[106] Kontributor lain yang terus mempelajarinya adalah Selman Waksman.[107] Bakteri primitif yang hidup di sekitar ventilasi vulkanik laut dalam mengoksidasi hidrogen sulfida untuk nutrisi mereka, seperti yang ditemukan oleh Robert Ballard.[108]
Pengoksidasi belerang dapat digunakan sebagai sumber energi senyawa belerang tereduksi, termasuk hidrogen sulfida, belerang elemental, sulfit, tiosulfat, dan berbagai politionat (misalnya, tetrationat).[109] Mereka bergantung pada enzim seperti belerang oksigenasa dan sulfit oksidasa untuk mengoksidasi belerang menjadi sulfat. Beberapa litotrof bahkan dapat menggunakan energi yang terkandung dalam senyawa belerang untuk menghasilkan gula, suatu proses yang dikenal sebagai kemosintesis. Beberapa bakteri dan arkea menggunakan hidrogen sulfida sebagai pengganti air sebagai donor elektron dalam kemosintesis, suatu proses yang mirip dengan fotosintesis yang menghasilkan gula dan menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron. Kemosintesis berbasis belerang dapat disederhanakan dibandingkan dengan fotosintesis:
- H2S + CO2 → gula + S
- H2O + CO2 → gula + O2
Terdapat bakteri yang menggabungkan dua cara nutrisi ini: bakteri belerang hijau dan bakteri belerang ungu.[110] Juga bakteri pengoksidasi belerang dapat bersimbiosis dengan organisme yang lebih besar, yang memungkinkan untuk menggunakan hidrogen sulfida sebagai makanan untuk dioksidasi. Contoh: cacing tabung raksasa.[111]
Terdapat bakteri pereduksi sulfat, yang, sebaliknya, "menghirup sulfat" alih-alih oksigen. Mereka menggunakan senyawa organik atau molekul hidrogen sebagai sumber energi. Mereka menggunakan belerang sebagai akseptor elektron, dan mereduksi berbagai senyawa belerang teroksidasi kembali menjadi sulfida, seringkali menjadi hidrogen sulfida. Mereka dapat tumbuh pada senyawa belerang teroksidasi sebagian lainnya (misalnya tiosulfat, tionat, polisulfida, sulfit).
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa banyak endapan belerang asli di tempat-tempat yang merupakan dasar lautan purba memiliki asal biologis.[112][113][114] Studi-studi ini menunjukkan bahwa belerang asli ini telah diperoleh melalui aktivitas biologis, tetapi apa yang bertanggung jawab untuk itu (bakteri pengoksidasi belerang atau bakteri pereduksi sulfat) masih belum diketahui secara pasti.
Belerang diserap oleh akar tumbuhan dari tanah sebagai sulfat dan diangkut sebagai ester fosfat. Sulfat direduksi menjadi sulfida melalui sulfit sebelum dimasukkan ke dalam sisteina dan senyawa organobelerang lainnya.[115]
- SO42− → SO32− → H2S → sisteina (tiol) → metionina (tioeter)
Peran tumbuhan dalam mentransfer belerang ke hewan melalui rantai makanan kurang lebih telah dipahami, sementara peran bakteri belerang baru saja diselidiki.[116][117]
Metabolit organik dan protein
Dalam semua bentuk kehidupan, sebagian besar belerang terkandung dalam dua asam amino proteinogenik (sisteina dan metionina), sehingga unsur tersebut terdapat dalam semua protein yang mengandung asam amino ini, serta dalam peptida masing-masing.[118] Beberapa belerang terdiri dari metabolit tertentu — banyak di antaranya adalah kofaktor, — dan polisakarida sulfat dari jaringan ikat (kondroitin sulfat, heparin).
Protein, untuk menjalankan fungsi biologisnya, perlu memiliki geometri ruang yang spesifik. Pembentukan geometri ini dilakukan dalam proses yang disebut pelipatan protein, dan disediakan oleh ikatan intra- dan antar- molekul. Proses tersebut memiliki beberapa tahapan. Pada tahap awal, rantai polipeptida terlipat karena ikatan hidrogen, sementara pada tahap selanjutnya terjadi pelipatan (terlepas dari ikatan hidrogen) melalui ikatan kovalen antara dua atom belerang dari dua residu sisteina (disebut jembatan disulfida) pada tempat rantai yang berbeda (struktur protein tersier) serta antara dua residu sisteina dalam dua subunit protein yang terpisah (struktur protein kuaterner). Kedua struktur dengan mudah dapat dilihat pada insulin. Karena energi ikatan jembatan kovalen disulfida lebih tinggi daripada energi ikatan koordinasi atau interaksi hidrofilik atau hidrofobik, kandungan jembatan disulfida yang lebih tinggi mengarah pada energi yang lebih tinggi yang dibutuhkan untuk denaturasi protein. Secara umum ikatan disulfida diperlukan dalam protein yang berfungsi di luar ruang seluler, dan mereka tidak mengubah konformasi (geometri) protein, tetapi berfungsi sebagai penstabilnya.[119] Di dalam sitoplasma, residu sisteina dari protein disimpan dalam keadaan tereduksi (yaitu dalam bentuk -SH) oleh tioredoksin.[120]
Properti ini terwujud dalam contoh berikut. Lisozim cukup stabil untuk digunakan sebagai obat.[121] Bulu dan rambut memiliki kekuatan relatif, dan mengandung keratin di dalamnya dianggap tidak dapat dicerna oleh sebagian besar organisme. Namun, ada jamur dan bakteri yang mengandung keratinase, dan mampu merusak keratin.
Banyak enzim seluler penting menggunakan gugus prostetik yang diakhiri dengan gugus -SH untuk menangani reaksi yang melibatkan biokimia yang mengandung asil: dua contoh umum dari metabolisme dasar adalah koenzim A dan asam alfa-lipoat.[122] Metabolit yang berhubungan dengan sisteina, homosisteina dan taurina, adalah asam amino lain yang mengandung belerang yang memiliki struktur serupa, tetapi tidak dikodekan oleh DNA, dan bukan bagian dari struktur utama protein, mengambil bagian dalam berbagai lokasi fisiologi mamalia.[123][124] Dua dari 13 vitamin klasik, biotin dan tiamina, mengandung belerang, dan berfungsi sebagai kofaktor beberapa enzim.[125][126]
Dalam kimia intraseluler, belerang beroperasi sebagai pembawa hidrogen pereduksi dan elektronnya untuk perbaikan oksidasi seluler. Glutationa tereduksi, tripeptida yang mengandung belerang, adalah agen pereduksi melalui gugus sulfhidril (-SH) yang berasal dari sisteina.
Metanogenesis, rute menuju sebagian besar metana dunia, adalah transformasi biokimia karbon dioksida bertahap. Konversi ini membutuhkan beberapa kofaktor organobelerang. Contohnya adalah koenzim M, CH3SCH2CH2SO3−, prekursor langsung dari metana.[127]
Metaloprotein dan kofaktor anorganik
Metaloprotein — di mana sisi aktifnya adalah ion logam transisi (atau gugus logam-sulfida) yang sering dikoordinasikan oleh atom belerang dari residu sisteina[128] — merupakan komponen esensial dari enzim yang terlibat dalam proses transfer elektron. Contohnya adalah plastosianin (Cu2+) dan reduktase dinitrogen monoksida (Cu–S). Fungsi enzim ini bergantung pada fakta bahwa ion logam transisi dapat mengalami reaksi redoks. Contoh lainnya adalah banyak protein seng,[129] serta gugus besi–belerang. Yang paling meresap adalah ferodoksin, yang berfungsi sebagai angkutan elektron dalam sel. Pada bakteri, enzim nitrogenase yang penting mengandung gugus Fe–Mo–S dan merupakan katalis yang melakukan fungsi penting pengikatan nitrogen, mengubah nitrogen atmosfer menjadi amonia yang dapat digunakan oleh mikroorganisme dan tumbuhan untuk membuat protein, DNA, RNA, alkaloid, dan senyawa nitrogen organik lainnya yang diperlukan untuk kehidupan.[130]
Kekurangan belerang
Pada manusia, metionina adalah asam amino esensial, serta sisteina merupakan esensial bersyarat dan dapat disintesis dari serin nonesensial (donor belerang akan menjadi metionina dalam kasus ini).
Kekurangan diet jarang terjadi dalam kondisi umum. Kekurangan metionina buatan dicoba untuk diterapkan dalam pengobatan kanker,[131] tetapi metode tersebut masih berpotensi berbahaya.[132]
Terdapat penyakit genetik fatal yang jarang terjadi terkait dengan kerusakan oksidase sulfit, enzim yang memetabolisme asam amino yang mengandung belerang.[133]
Pencegahan
Meskipun belerang elemental hanya diserap secara minimal melalui kulit dan memiliki toksisitas rendah pada manusia, menghirup debu belerang atau kontak dengan mata atau kulit dapat menyebabkan iritasi. Menelan belerang secara berlebihan dapat menyebabkan sensasi terbakar atau diare,[134] dan kasus asidosis metabolik yang mengancam jiwa telah dilaporkan setelah pasien dengan sengaja mengonsumsi belerang sebagai obat tradisional.[135][136]
Toksisitas senyawa belerang
Sebagian besar garam sulfat yang larut, seperti garam Epsom, tidaklah beracun. Garam sulfat yang larut akan diserap dengan buruk dan laksatif.[137][138] Ketika disuntikkan secara parenteral, mereka dengan bebas disaring oleh ginjal dan dihilangkan dengan toksisitas yang sangat kecil dalam jumlah multigram.[139] Aluminium sulfat digunakan dalam pemurnian air minum,[140][141] instalasi pengolahan air limbah, dan pembuatan kertas.[142][143]
Ketika belerang terbakar di udara, ia menghasilkan belerang dioksida. Di dalam air, gas ini menghasilkan asam belerang dan sulfit; sulfit adalah antioksidan yang menghambat pertumbuhan bakteri aerob dan bahan tambahan pangan yang bermanfaat dalam jumlah kecil. Pada konsentrasi tinggi, asam ini dapat membahayakan paru-paru, mata, atau jaringan lainnya. Pada organisme tanpa paru-paru seperti serangga atau tumbuhan, sulfit dalam konsentrasi tinggi akan mencegah respirasi.
Belerang trioksida (dibuat dengan katalisis dari belerang dioksida) dan asam sulfat sama-sama sangat asam dan korosif dengan adanya air. Asam sulfat adalah zat dehidrasi kuat yang dapat menghilangkan molekul air yang tersedia dan komponen air dari gula dan jaringan organik.[144]
Pembakaran batu bara dan/atau minyak bumi oleh industri dan pembangkit listrik menghasilkan belerang dioksida (SO2) yang bereaksi dengan air atmosfer dan oksigen untuk menghasilkan asam sulfat (H2SO4) dan asam sulfit (H2SO3). Asam-asam ini adalah komponen hujan asam, menurunkan pH tanah dan air tawar, terkadang mengakibatkan kerusakan besar pada lingkungan dan pelapukan kimia pada patung dan bangunan. Standar bahan bakar semakin mengharuskan produsen bahan bakar mengekstrak belerang dari bahan bakar fosil untuk mencegah pembentukan hujan asam. Belerang yang diekstraksi dan disuling ini mewakili sebagian besar produksi belerang. Di pembangkit listrik tenaga batu bara, gas buang terkadang dimurnikan. Pembangkit listrik yang lebih modern yang menggunakan gas sintetis mengekstrak belerang sebelum membakar gas.
Hidrogen sulfida kira-kira setengah beracunnya seperti hidrogen sianida, dan memabukkan dengan mekanisme yang sama (menghambat enzim pernapasan sitokrom oksidase),[145] meskipun hidrogen sulfida cenderung menyebabkan keracunan mendadak dari jumlah kecil yang terhirup (mendekati batas paparan yang diizinkannya — PEL — sebesar 20 ppm) karena baunya yang tidak mengenakkan.[146] Namun, kehadirannya di udara sekitar pada konsentrasi lebih dari 100-150 ppm dengan cepat mematikan indera penciuman,[147] dan korban dapat bernapas dalam jumlah yang meningkat tanpa disadari sampai gejala yang parah menyebabkan kematian. Garam sulfida dan hidrosulfida terlarut bersifat toksik melalui mekanisme yang sama.
Galeri
Lihat pula
Bacaan lebih lanjut
Pranala luar
- Sulfur di The Periodic Table of Videos (Universitas Nottingham)
- Atomic Data for Sulfur, Laboratorium Pengukuran Fisik NIST
- Diagram fase belerang , Pengantar Kimia untuk Usia 13–17
- Crystalline, liquid and polymerization of sulfur on Vulcano Island, Italy
- Sulfur and its use as a pesticide
- The Sulphur Institute
- Nutrient Stewardship and The Sulphur Institute
Referensi
- ↑ Greenwood, N. N.; & Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (edisi ke-2), Oxford:Butterworth-Heinemann. .
- ↑ Vol. 4. hlm. 571.
- ↑ Laurence Knight. Sulphur surplus: Up to our necks in a diabolical element. BBC. 19 Juli 2014.
- ↑ Sulfur. Elements. BBC. 11 Oktober 2014.. Unduh di sini.
- ↑ S. J. Rettig. Refinement of the structure of orthorhombic sulfur, α-S8. Acta Crystallographica Section C. 15 December 1987. Vol. 43 (12). hlm. 2260–2262. doi:10.1107/S0108270187088152.
- ↑ Bau menyengat yang disebut "bau belerang" sebenarnya dikeluarkan oleh beberapa senyawa belerang, seperti senyawa hidrogen sulfida dan organobelerang.
- ↑ Greenwood, N. N.; & Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (edisi ke-2), Oxford:Butterworth-Heinemann. .
- ↑ Roy P. Tucker. Notes on the Sublimation of Sulfur between 25° and 50°C. Industrial & Engineering Chemistry. 1 Januari 1929. Vol. 21 (1). hlm. 44–47. doi:10.1021/ie50229a014.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ S. B. Maldonado-Zagal. Hydrolysis of Elemental Sulphur in Water and its Effect on the Corrosion of Mild Steel. British Corrosion Journal. 1 Januari 1982. Vol. 17 (3). hlm. 116–120. doi:10.1179/000705982798274336.
- ↑ The synthesis of iridium disulfide and nickel diarsenide having the pyrite structure. Inorganic Chemistry. Februari 1968. Vol. 7. hlm. 389–390. doi:10.1021/ic50060a047.
- ↑ Egon Wiberg. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. hlm. 513–. ISBN 978-0-12-352651-9.
- ↑ Ralf Steudel. Solid Sulfur Allotropes Sulfur Allotropes. 2003. Vol. 230. hlm. 1–80. doi:10.1007/b12110. ISBN 978-3-540-40191-9.
- ↑ R. Steudel. Inorganic Ring Systems. 1982. Vol. 102. hlm. 149–176. doi:10.1007/3-540-11345-2_10. ISBN 978-3-540-11345-4.
- ↑ Fred N. Tebbe. Composition of Elemental Sulfur in Solution: Equilibrium of , S 7 , and S 8 at Ambient Temperatures. Journal of the American Chemical Society. 1982. Vol. 104 (18). hlm. 4971–4972. doi:10.1021/ja00382a050.
- ↑ Beat Meyer. Solid Allotropes of Sulfur. Chemical Reviews. 1964. Vol. 64 (4). hlm. 429–451. doi:10.1021/cr60230a004.
- ↑ Beat Meyer. Elemental sulfur. Chemical Reviews. 1976. Vol. 76 (3). hlm. 367–388. doi:10.1021/cr60301a003.
- ↑ Sulfur. CIAAW
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Searching for the Origins of Presolar Grains. Energy.gov.
- ↑ Adina Paytan. Geologic Time Scale. 2020. hlm. 259–278. doi:10.1016/B978-0-12-824360-2.00009-7. ISBN 9780128243602.
- ↑ NASA Astrobiology. astrobiology.nasa.gov.
- ↑ Ik Soo Kim. Production of Sulfur-35 by the Cation Exchange Process. 1 Juli 2005.
- ↑ Sulfur-35 (35 S) safety information and specific handling precautions. Yale Environmental Health & Safety.
- ↑ A. G. W. Cameron. Stellar Evolution, Nuclear Astrophysics, and Nucleogenesis. CRL-41. 1957.
- ↑ B. Mason. Meteorites. John Wiley & Sons. 1962. hlm. 160. ISBN 978-0-908678-84-6.
- ↑ Rosaly M. C. Lopes. Io after Galileo. Reports on Progress in Physics. 2005. Vol. 68 (2). hlm. 303–340. doi:10.1088/0034-4885/68/2/R02.
- ↑ P. C. Rickwood. The largest crystals. American Mineralogist. 1981. Vol. 66. hlm. 885–907.
- ↑ Gerald Kutney. Sulfur: history, technology, applications & industry. ChemTec Publications. 2007. hlm. 43. ISBN 978-1-895198-37-9.
- ↑ C. E. J. de Ronde, W. W. Chadwick Jr, R. G. Ditchburn, R. W. Embley, V. Tunnicliffe, E. T. Baker. S. L. Walker. V. L. Ferrini, dan S. M. Merle (2015): "Molten Sulfur Lakes of Intraoceanic Arc Volcanoes". Bab Volcanic Lakes (Springer), halaman 261-288.
- ↑ Klein, Cornelis dan Cornelius S. Hurlbut, Jr., Manual of Mineralogy, Wiley, 1985, edisi ke-20, hlm. 265-6
- ↑ Sulphur: Mineral information, data and localities. www.mindat.org.
- ↑ Wolfgang Nehb. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.
- ↑ Laurence Knight. Sulphur surplus: Up to our necks in a diabolical element. BBC. 19 Juli 2014.
- ↑ Shriver, Atkins. Inorganic Chemistry, Fifth Edition. W. H. Freeman dan Company, New York, 2010; hlm. 416
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, edisi ke-2. Disunting oleh G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 1. hlm. 421.
- ↑ Greenwood, N. N.; & Earnshaw, A. (1997). Chemistry of the Elements (edisi ke-2), Oxford:Butterworth-Heinemann. .
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Vaughan, D. J.; Craig, J. R. "Mineral Chemistry of Metal Sulfides" Cambridge University Press, Cambridge (1978)
- ↑ Cremlyn R. J. An Introduction to Organosulfur Chemistry. John Wiley and Sons. 1996. ISBN 0-471-95512-4.
- ↑ R. W. Wilson. Isotopic abundances in interstellar carbon monosulfide. Astrophysical Journal. 15 March 1976. Vol. 204. hlm. L135–L137. doi:10.1086/182072.
- ↑ Joseph Banoub. Detection of Biological Agents for the Prevention of Bioterrorism. Detection of Biological Agents for the Prevention of Bioterrorism. 2011. hlm. 183. doi:10.1007/978-90-481-9815-3. ISBN 978-90-481-9815-3.
- ↑ Sulfur in the Bible (14 instances). bible.knowing-jesus.com.
- ↑ George Robert Rapp. Archaeomineralogy. 4 Februari 2009. hlm. 242. ISBN 978-3-540-78593-4.
- ↑ Odyssey, buku 22, baris 480–495. www.perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 21 Maret 2023.
- ↑ Pliny the Elder on science and technology, John F. Healy, Oxford University Press, 1999, , pp. 247–249.
- ↑ Zhang, Yunming. The History of Science Society: Ancient Chinese Sulfur Manufacturing Processes. Isis. 1986. Vol. 77 (3). hlm. 487. doi:10.1086/354207.
- ↑ Zhang, Yunming. The History of Science Society: Ancient Chinese Sulfur Manufacturing Processes. Isis. 1986. Vol. 77 (3). hlm. 487. doi:10.1086/354207.
- ↑ Zhang, Yunming. The History of Science Society: Ancient Chinese Sulfur Manufacturing Processes. Isis. 1986. Vol. 77 (3). hlm. 487. doi:10.1086/354207.
- ↑ David Gordon White. The Alchemical Body — Siddha Traditions in Medieval India. University of Chicago Press. 1996. hlm. passim. ISBN 978-0-226-89499-7.
- ↑ A. N. Lin. Sulfur revisited. Journal of the American Academy of Dermatology. 1988. Vol. 18 (3). hlm. 553–558. doi:10.1016/S0190-9622(88)70079-1.
- ↑ H. I. Maibach. Sulfur revisited. Journal of the American Academy of Dermatology. 1990. Vol. 23 (1). hlm. 154–156. doi:10.1016/S0190-9622(08)81225-X.
- ↑ A. K. Gupta. The use of sulfur in dermatology. Journal of Drugs in Dermatology. 2004. Vol. 3 (4). hlm. 427–31.
- ↑ Arthur Donovan. Antoine Lavoisier: Science, Administration and Revolution. Cambridge University Press. 1996. hlm. 66. ISBN 978-0-521-56672-8.
- ↑ Jean-Pierre Poirier. Lavoisier: Chemist, Biologist, Economist. University of Pennsylvania Press. 1998. hlm. 107–8. ISBN 978-0-8122-1649-3.
- ↑ Riall, Lucy. Sicily and the Unification of Italy: Liberal Policy and Local Power, 1859–1866. Oxford University Press. 1998. ISBN 9780191542619.
- ↑ D. W. Thomson. Prelude to the Sulphur War of 1840: The Neapolitan Perspective. European History Quarterly. April 1995. Vol. 25 (2). hlm. 163–180. doi:10.1177/026569149502500201.
- ↑ Walter Botsch. Chemiker, Techniker, Unternehmer: Zum 150. Geburtstag von Hermann Frasch. Chemie in unserer Zeit. 2001. Vol. 35 (5). hlm. 324–331. doi:10.1002/1521-3781(200110)35:5 3.0.CO;2-9.
- ↑ Jennifer L Mass. Pennsylvania German sulfur-inlaid furniture: characterization, reproduction, and ageing phenomena of the inlays. Measurement Science and Technology. 2003. Vol. 14 (9). hlm. 1598. doi:10.1088/0957-0233/14/9/311.
- ↑ Wolfgang Nehb. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.
- ↑ Jessica Kogel. Industrial minerals & rocks: commodities, markets, and uses. Littleton. 2006. hlm. 935. ISBN 978-0-87335-233-8.
- ↑ Laurence Knight. Sulphur surplus: Up to our necks in a diabolical element. BBC. 19 Juli 2014.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ So long sulphur. Nature Chemistry. 4 Agustus 2009. Vol. 1 (5). hlm. 333. doi:10.1038/nchem.301.
- ↑ Alan McNaught. Journal style update. The Analyst. 1991. Vol. 116 (11). hlm. 1094. doi:10.1039/AN9911601094.
- ↑ sulphur – definition of sulphur in English. Oxford Dictionaries.
- ↑ Emil Riegel. Kent and Riegel's Handbook of Industrial Chemistry and Biotechnology. 2007. Vol. 1. hlm. 1171. ISBN 978-0-387-27842-1.
- ↑ Booker T. Washington. The Man Farthest Down: A Record of Observation and Study in Europe. Doubleday, Page. 1912. hlm. 214.
- ↑ Wolfgang Nehb. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.
- ↑ John S. Eow. Recovery of sulfur from sour acid gas: A review of the technology. Environmental Progress. 2002. Vol. 21 (3). hlm. 143–162. doi:10.1002/ep.670210312.
- ↑ Bernhard Schreiner. Der Claus-Prozess. Reich an Jahren und bedeutender denn je. Chemie in unserer Zeit. 2008. Vol. 42 (6). hlm. 378–392. doi:10.1002/ciuz.200800461.
- ↑ Laurence Knight. Sulphur surplus: Up to our necks in a diabolical element. BBC. 19 Juli 2014.
- ↑ John S. Eow. Recovery of sulfur from sour acid gas: A review of the technology. Environmental Progress. 2002. Vol. 21 (3). hlm. 143–162. doi:10.1002/ep.670210312.
- ↑ Bernhard Schreiner. Der Claus-Prozess. Reich an Jahren und bedeutender denn je. Chemie in unserer Zeit. 2008. Vol. 42 (6). hlm. 378–392. doi:10.1002/ciuz.200800461.
- ↑ John S. Eow. Recovery of sulfur from sour acid gas: A review of the technology. Environmental Progress. 2002. Vol. 21 (3). hlm. 143–162. doi:10.1002/ep.670210312.
- ↑ Bernhard Schreiner. Der Claus-Prozess. Reich an Jahren und bedeutender denn je. Chemie in unserer Zeit. 2008. Vol. 42 (6). hlm. 378–392. doi:10.1002/ciuz.200800461.
- ↑ A. W. Hyndman. Sulfur: New Sources and Uses. 1982. Vol. 183. hlm. 69–82. doi:10.1021/bk-1982-0183.ch005. ISBN 978-0-8412-0713-4.
- ↑ Abdel-Mohsen Onsy Mohamed. Sulfur concrete for the construction industry: a sustainable development approach. J. Ross Publishing. 2010. hlm. 104–105, 109. ISBN 978-1-60427-005-1.
- ↑ Kevin McElvaney. The Men Who Mine Volcanos. The Atlantic. 25 Februari 2015.
- ↑ Apodaca, Lori E. (2012) Sulfur. Mineral Commodity Summaries. USGS
- ↑ Apodaca, Lori E. Mineral Yearbook 2010: Sulfur. USGS.
- ↑ Apodaca, Lori E. Mineral Yearbook 2010: Sulfur. USGS.
- ↑ Wolfgang Nehb. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.
- ↑ Wolfgang Nehb. Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Wiley-VCH Verlag. 2006. doi:10.1002/14356007.a25_507.pub2. ISBN 978-3-527-30673-2.
- ↑ FAQ - The Sulphur Institute. sulphurinstitute.org. The Sulphur Institute. 2020.
- ↑ F. Zhao. Sulphur Assimilation and Effects on Yield and Quality of Wheat. Journal of Cereal Science. 1999. Vol. 30 (1). hlm. 1–17. doi:10.1006/jcrs.1998.0241.
- ↑ M. M. A. Blake-Kalff. Diagnosing sulfur deficiency in field-grown oilseed rape (Brassica napus L.) and wheat (Triticum aestivum L.). Plant and Soil. 2000. Vol. 225 (1/2). hlm. 95–107. doi:10.1023/A:1026503812267.
- ↑ S. P. Ceccotti. Plant nutrient sulphur-a review of nutrient balance, environmental impact and fertilizers. Fertilizer Research. 1996. Vol. 43 (1–3). hlm. 117–125. doi:10.1007/BF00747690.
- ↑ FAQ - The Sulphur Institute. sulphurinstitute.org. The Sulphur Institute. 2020.
- ↑ Glossary. NASA Earth Observatory.
- ↑ Abdel-Mohsen Onsy Mohamed. Sulfur concrete for the construction industry: a sustainable development approach. J. Ross Publishing. 2010. hlm. 104–105, 109. ISBN 978-1-60427-005-1.
- ↑ Every, Richard L. Method for Preparation of Wettable Sulfur. 20 Agustus 1968.
- ↑ Hagers Handbuch der Pharmazeutischen Praxis. Springer. 1978. Vol. 6B. hlm. 672–9. ISBN 978-3-540-07738-1.
- ↑ Arzneibuch-Kommentar. Wissenschaftliche Erläuterungen zum Europäischen Arzneibuch und zum Deutschen Arzneibuch. Wissenschaftliche Verlagsgesellschaft. 2004. ISBN 978-3-8047-2575-1.
- ↑ Kevin A. Scott. Analysis of US FDA-Approved Drugs Containing Sulfur Atoms. Sulfur Chemistry. Springer International Publishing. 2019. hlm. 1–34. doi:10.1007/978-3-030-25598-5_1. ISBN 978-3-030-25598-5.
- ↑ Cremlyn R. J. An Introduction to Organosulfur Chemistry. John Wiley and Sons. 1996. ISBN 0-471-95512-4.
- ↑ Rahul Pai. Stabilization of gamma sulfur at room temperature to enable the use of carbonate electrolyte in Li-S batteries. Communications Chemistry. 10 Februari 2022. Vol. 5 (1). hlm. 17. doi:10.1038/s42004-022-00626-2.
- ↑ Sulphur and the Human Body. The Sulfur Institute.
- ↑ What is the body made of?. New Scientist.
- ↑ Anne Helmenstine. Elemental Composition of the Human Body by Mass. ThoughtCo. 3 Februari 2019.
- ↑ Stephen Parcell. Sulfur in human nutrition and applications in medicine. Alternative Medicine Review. Februari 2002. Vol. 7 (1). hlm. 22–44.
- ↑ Yves Ingenbleek. Nutritional essentiality of sulfur in health and disease. Nutrition Reviews. Juli 2013. Vol. 71 (7). hlm. 413–432. doi:10.1111/nure.12050.
- ↑ Martin Dworkin. Sergei Winogradsky: a founder of modern microbiology and the first microbial ecologist. FEMS Microbiology Reviews. Maret 2012. Vol. 36 (2). hlm. 364–379. doi:10.1111/j.1574-6976.2011.00299.x.
- ↑ S. A. Waksman. On the Growth and Respiration of Sulfur-Oxidizing Bacteria. The Journal of General Physiology. 20 Januari 1923. Vol. 5 (3). hlm. 285–310. doi:10.1085/jgp.5.3.285.
- ↑ Sulfur. Elements. BBC. 11 Oktober 2014.. Unduh di sini.
- ↑ Pronk JT. Oxidation of reduced inorganic sulphur compounds by acidophilic thiobacilli. FEMS Microbiology Letters. 1990. Vol. 75 (2–3). hlm. 293–306. doi:10.1111/j.1574-6968.1990.tb04103.x.
- ↑ Niels-Ulrik Frigaard. Sulfur Metabolism in Phototrophic Sulfur Bacteria. Academic Press. 1 Januari 2008. Vol. 54. hlm. 103–200. doi:10.1016/S0065-2911(08)00002-7. ISBN 9780123743237.
- ↑ Colleen M. Cavanaugh. Microbial Symbiosis: Patterns of Diversity in the Marine Environment. American Zoologist. 1994. Vol. 34. hlm. 79–89. doi:10.1093/icb/34.1.79.
- ↑ Galen E. Jones. Biological Origin of Native Sulfur in Salt Domes of Texas and Louisiana. Science. 22 Juni 1956. Vol. 123 (3208). hlm. 1124–1125. doi:10.1126/science.123.3208.1124.
- ↑ G. Philip. On the origin of native sulfur deposits in Gebel El Zeit, Gulf of Suez, Egypt. Carbonates and Evaporites. 1 September 1994. Vol. 9 (2). hlm. 223–232. doi:10.1007/BF03175232.
- ↑ Petrography and mineralogy of the crystalline limestone of Fatha Formation from Mishraq area, Iraq. ResearchGate.
- ↑ Hans-Walter Heldt. Pflanzenbiochemie. Spektrum Akademischer Verlag. 1996. hlm. 321–333. ISBN 978-3-8274-0103-8.
- ↑ J. G. Kuenen. Microbiology of thiobacilli and other sulphur-oxidizing autotrophs, mixotrophs and heterotrophs. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological Sciences. 13 September 1982. Vol. 298 (1093). hlm. 473–497. doi:10.1098/rstb.1982.0093.
- ↑ Kenneth Wasmund. The life sulfuric: microbial ecology of sulfur cycling in marine sediments: Microbial sulfur cycling in marine sediments. Environmental Microbiology Reports. August 2017. Vol. 9 (4). hlm. 323–344. doi:10.1111/1758-2229.12538.
- ↑ A. Gutiérrez-Preciado. An Evolutionary Perspective on Amino Acids. Nature Education. 2010. Vol. 3(9):29.
- ↑ Bruce Alberts. Molecular Biology of the Cell. 4th edition. Garland Science. 2002. ISBN 978-0-8153-3218-3.
- ↑ Elias S. J. Arnér. Physiological functions of thioredoxin and thioredoxin reductase: Thioredoxin and thioredoxin reductase. European Journal of Biochemistry. 25 Desember 2001. Vol. 267 (20). hlm. 6102–6109. doi:10.1046/j.1432-1327.2000.01701.x.
- ↑ Lysozyme. Drugs.com.
- ↑ D. L. Nelson. Lehninger, Principles of Biochemistry. Worth Publishing. 2000. ISBN 978-1-57259-153-0.
- ↑ J. Selhub. Homocysteine metabolism. Annual Review of Nutrition. 1 Juli 1999. Vol. 19 (1). hlm. 217–246. doi:10.1146/annurev.nutr.19.1.217.
- ↑ R. J. Huxtable. Physiological actions of taurine. Physiological Reviews. 1 Januari 1992. Vol. 72 (1). hlm. 101–163. doi:10.1152/physrev.1992.72.1.101.
- ↑ The Function of Biotin. www.chem.uwec.edu.
- ↑ Katie A. Edwards. Thiamine Biochemistry. thiamine.dnr.cornell.edu.
- ↑ R. K. Thauer. Biochemistry of methanogenesis: a tribute to Marjory Stephenson:1998 Marjory Stephenson Prize Lecture. Microbiology. 1998. Vol. 144 (9). hlm. 2377–2406. doi:10.1099/00221287-144-9-2377.
- ↑ Nicholas J. Pace. Zinc-binding cysteines: diverse functions and structural motifs. Biomolecules. 17 April 2014. Vol. 4 (2). hlm. 419–434. doi:10.3390/biom4020419.
- ↑ Niroshini M Giles. Metal and Redox Modulation of Cysteine Protein Function. Chemistry & Biology. 1 Agustus 2008. Vol. 10 (8). hlm. 677–693. doi:10.1016/S1074-5521(03)00174-1.
- ↑ S. J. Lippard. Principles of Bioinorganic Chemistry. University Science Books. 1994. ISBN 978-0-935702-73-6.
- ↑ Dušan Mladenović. The effects of dietary methionine restriction on the function and metabolic reprogramming in the liver and brain - implications for longevity. Reviews in the Neurosciences. 26 Juli 2019. Vol. 30 (6). hlm. 581–593. doi:10.1515/revneuro-2018-0073.
- ↑ Regina L. Binz. Dietary Methionine Deficiency Enhances Genetic Instability in Murine Immune Cells. International Journal of Molecular Sciences. 27 Februari 2021. Vol. 22 (5). hlm. 2378. doi:10.3390/ijms22052378.
- ↑ Erkan Karakas. Structural analysis of missense mutations causing isolated sulfite oxidase deficiency. Dalton Transactions. 10 Oktober 2005. hlm. 3459–3463. doi:10.1039/B505789M.
- ↑ Sulfur General Fact Sheet. npic.orst.edu.
- ↑ Steven M. Schwartz. Sublimed (Inorganic) Sulfur Ingestion: A Cause of Life-Threatening Metabolic Acidosis With a High Anion Gap. Archives of Internal Medicine. 1 Juli 1986. Vol. 146 (7). hlm. 1437–1438. doi:10.1001/archinte.1986.00360190229034.
- ↑ J. Eric Blum. Metabolic Acidosis after Sulfur Ingestion. New England Journal of Medicine. 13 Januari 2010. Vol. 297 (16). hlm. 869–870. doi:10.1056/nejm197710202971606.
- ↑ Formal Toxicity Summary for SULFATE. rais.ornl.gov.
- ↑ Frequently asked questions about elemental sulfur. Florida Department of Agriculture and Consumer Services.
- ↑ James G. Speight. Handbook of Petrochemical Processes. CRC Press. 3 Juli 2019. hlm. 375. doi:10.1201/9780429155611. ISBN 978-0-429-15561-1.
- ↑ Global Health and Education Foundation. Conventional Coagulation-Flocculation-Sedimentation. Safe Drinking Water is Essential. National Academy of Sciences. 2007.
- ↑ Kvech S, Edwards M. Solubility controls on aluminum in drinking water at relatively low and high pH. Water Research. 2002. Vol. 36 (17). hlm. 4356–4368. doi:10.1016/S0043-1354(02)00137-9.
- ↑ Izabela Krupińska. Aluminium Drinking Water Treatment Residuals and Their Toxic Impact on Human Health. Molecules. 2 Februari 2020. Vol. 25 (3). hlm. 641. doi:10.3390/molecules25030641.
- ↑ Irene Brückle. The Role of Alum in Historical Papermaking. cool.culturalheritage.org. September 1993.
- ↑ Colin Baker. The dehydration of sucrose. Royal Society of Chemistry. 1 Maret 2007.
- ↑ Hydrogen Sulfide Toxicity: Practice Essentials, Pathophysiology, Etiology. Medscape. 30 Maret 2017.
- ↑ Vincent Summers. Hydrogen Sulfide or Hydrogen Cyanide: Which is More Dangerous?. Quirky Science. 8 April 2017.
- ↑ Hydrogen Sulfide - Hazards Occupational Safety and Health Administration. www.osha.gov.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29466728 (2026-07-16T19:00:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.