Lompat ke isi

Sesium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29514966; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Sesium''' (ejaan [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]]: '''caesium'''; '''cesium''' dalam [[Bahasa Inggris Amerika]]) adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Cs''' dan [[nomor atom]] 55. Sesium adalah sebuah [[logam alkali]] lunak dengan warna keemasan-keperakan yang memiliki titik lebur  dan menjadikannya salah satu dari hanya lima unsur [[logam]] yang berwujud [[cairan|cair]] pada atau mendekati [[suhu kamar]]. Sesium memiliki sifat fisik dan kimia yang mirip dengan [[rubidium]] dan [[kalium]]. Ia bersifat [[piroforik]] dan akan bereaksi dengan [[air]] bahkan pada suhu . Ia adalah unsur yang paling tidak [[elektronegativitas|elektronegatif]], dengan nilai 0,79 pada [[Elektronegativitas#Elektronegativitas Pauling|skala Pauling]]. Sesium hanya memiliki satu [[isotop]] stabil, [[Isotop sesium#Sesium-133|sesium-133]]. Sesium ditambang sebagian besar dari mineral [[polusit]]. [[Sesium-137]], yang merupakan sebuah [[produk pembelahan atom|produk fisi]], diekstraksi dari limbah yang dihasilkan oleh [[reaktor nuklir]]. Ia memiliki [[jari-jari atom]] terbesar dari semua unsur yang jari-jarinya telah diukur atau dihitung, dengan jari-jari sekitar 260 [[pikometer]].
[[File:Cesium.jpg|thumb|right|280px|Cesium]]
 
'''Sesium''' (ejaan [[Persatuan Kimia Murni dan Terapan Internasional|IUPAC]]: '''caesium''';<ref>[https://iupac.org/what-we-do/periodic-table-of-elements/ Periodic Table of Elements]. ''IUPAC International Union of Pure and Applied Chemistry''.</ref> '''cesium''' dalam [[Bahasa Inggris Amerika]]) adalah sebuah [[unsur kimia]] dengan [[Lambang unsur|lambang]] '''Cs''' dan [[nomor atom]] 55. Sesium adalah sebuah [[logam alkali]] lunak dengan warna keemasan-keperakan yang memiliki titik lebur  dan menjadikannya salah satu dari hanya lima unsur [[logam]] yang berwujud [[cairan|cair]] pada atau mendekati [[suhu kamar]]. Sesium memiliki sifat fisik dan kimia yang mirip dengan [[rubidium]] dan [[kalium]]. Ia bersifat [[piroforik]] dan akan bereaksi dengan [[air]] bahkan pada suhu . Ia adalah unsur yang paling tidak [[elektronegativitas|elektronegatif]], dengan nilai 0,79 pada [[Elektronegativitas#Elektronegativitas Pauling|skala Pauling]]. Sesium hanya memiliki satu [[isotop]] stabil, [[Isotop sesium#Sesium-133|sesium-133]]. Sesium ditambang sebagian besar dari mineral [[polusit]]. [[Sesium-137]], yang merupakan sebuah [[produk pembelahan atom|produk fisi]], diekstraksi dari limbah yang dihasilkan oleh [[reaktor nuklir]]. Ia memiliki [[jari-jari atom]] terbesar dari semua unsur yang jari-jarinya telah diukur atau dihitung, dengan jari-jari sekitar 260 [[pikometer]].


Kimiawan Jerman [[Robert Bunsen]] dan fisikawan Jerman [[Gustav Robert Kirchhoff|Gustav R. Kirchhoff]] menemukan sesium pada tahun 1860 melalui metode [[Spektroskopi emisi atom#Spektroskopi emisi nyala|spektroskopi nyala]] yang pada saat itu baru dikembangkan. [[#Aplikasi|Penerapan]] skala kecil pertama untuk sesium adalah sebagai "[[penangkap]]" dalam [[tabung elektron|tabung vakum]] dan [[sel surya|sel fotolistrik]]. Pada tahun 1967, berdasarkan bukti yang dikemukakan oleh [[Albert Einstein|Einstein]] bahwa kecepatan cahaya adalah dimensi paling konstan di alam semesta, [[Sistem Satuan Internasional]] menggunakan dua hitungan gelombang spesifik dari [[spektrum pancar|spektrum emisi]] sesium-133 untuk menentukan [[detik]] dan [[meter]]. Sejak saat itu, sesium banyak digunakan dalam [[jam atom]] yang sangat akurat.
Kimiawan Jerman [[Robert Bunsen]] dan fisikawan Jerman [[Gustav Robert Kirchhoff|Gustav R. Kirchhoff]] menemukan sesium pada tahun 1860 melalui metode [[Spektroskopi emisi atom#Spektroskopi emisi nyala|spektroskopi nyala]] yang pada saat itu baru dikembangkan. [[#Aplikasi|Penerapan]] skala kecil pertama untuk sesium adalah sebagai "[[penangkap]]" dalam [[tabung elektron|tabung vakum]] dan [[sel surya|sel fotolistrik]]. Pada tahun 1967, berdasarkan bukti yang dikemukakan oleh [[Albert Einstein|Einstein]] bahwa kecepatan cahaya adalah dimensi paling konstan di alam semesta, [[Sistem Satuan Internasional]] menggunakan dua hitungan gelombang spesifik dari [[spektrum pancar|spektrum emisi]] sesium-133 untuk menentukan [[detik]] dan [[meter]]. Sejak saat itu, sesium banyak digunakan dalam [[jam atom]] yang sangat akurat.
Baris 6: Baris 8:
==Karakteristik==
==Karakteristik==
===Sifat fisik===
===Sifat fisik===
Dari semua unsur yang memiliki wujud padat pada suhu kamar, sesium adalah yang paling lunak: ia memiliki kekerasan 0,2&nbsp;[[Skala Mohs|Mohs]]. Ia adalah logam pucat yang sangat [[Keuletan (fisika)|ulet]], yang akan menjadi gelap dengan adanya [[oksigen]] bahkan dalam jumlah kecil.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref><ref>Heiserman, David L. [https://archive.org/details/exploringchemica00heis Exploring Chemical Elements and their Compounds]. McGraw-Hill. 1992. hlm. [https://archive.org/details/exploringchemica00heis/page/201 201]–203. ISBN 978-0-8306-3015-8.</ref><ref>C. C. Addison. [http://www.cs.rochester.edu/users/faculty/nelson/cesium/cesium_color.html The Chemistry of the Liquid Alkali Metals]. Wiley. 1984. ISBN 978-0-471-90508-0.</ref> Ketika berada di hadapan [[minyak mineral]] (tempat paling baik untuk menyimpannya selama pengangkutan), [[Kilau (mineralogi)|kilau]] metaliknya akan hilang dan ia terlihat lebih kusam dan semakin berwarna abu-abu. [[Titik lebur]]nya berada pada suhu , menjadikannya salah satu dari sedikit unsur logam yang berwujud cair di dekat [[suhu kamar]]. [[Raksa]] adalah satu-satunya unsur logam stabil dengan titik lebur yang diketahui lebih rendah dari sesium.<ref>Kaner, Richard. [http://pubs.acs.org/cen/80th/print/cesium.html C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium]. American Chemical Society. 2003.</ref> Selain itu, logam ini memiliki [[titik didih]] yang agak rendah, pada suhu , [[Daftar unsur menurut nomor atom#Daftar|terendah]] dari semua logam selain raksa.<ref>[http://www.rsc.org/periodic-table/element/55/caesium Chemical Data – Caesium – Cs]. Royal Society of Chemistry.</ref> Bila terbakar, senyawa sesium akan memiliki nyala api berwarna biru<ref>Charles T. Lynch. [https://books.google.com/books?id=QdU-lRMjOsgC&pg=PA13 CRC Handbook of Materials Science]. CRC Press. 1974. hlm. 13. ISBN 978-0-8493-2321-8.</ref><ref>Clark, Jim. [http://www.chemguide.co.uk/inorganic/group1/flametests.html Flame Tests]. ''chemguide''. 2005.</ref> atau ungu.<ref>Clark, Jim. [http://www.chemguide.co.uk/inorganic/group1/flametests.html Flame Tests]. ''chemguide''. 2005.</ref>


Dari semua unsur yang memiliki wujud padat pada suhu kamar, sesium adalah yang paling lunak: ia memiliki kekerasan 0,2&nbsp;[[Skala Mohs|Mohs]]. Ia adalah logam pucat yang sangat [[Keuletan (fisika)|ulet]], yang akan menjadi gelap dengan adanya [[oksigen]] bahkan dalam jumlah kecil. Ketika berada di hadapan [[minyak mineral]] (tempat paling baik untuk menyimpannya selama pengangkutan), [[Kilau (mineralogi)|kilau]] metaliknya akan hilang dan ia terlihat lebih kusam dan semakin berwarna abu-abu. [[Titik lebur]]nya berada pada suhu , menjadikannya salah satu dari sedikit unsur logam yang berwujud cair di dekat [[suhu kamar]]. [[Raksa]] adalah satu-satunya unsur logam stabil dengan titik lebur yang diketahui lebih rendah dari sesium. Selain itu, logam ini memiliki [[titik didih]] yang agak rendah, pada suhu , [[Daftar unsur menurut nomor atom#Daftar|terendah]] dari semua logam selain raksa. Bila terbakar, senyawa sesium akan memiliki nyala api berwarna biru atau ungu.
Sesium dapat membentuk [[logam paduan|paduan]] dengan logam alkali lainnya, [[emas]], dan raksa ([[amalgam (kimia)|amalgam]]). Pada suhu di bawah , sesium tidak dapat terpadu dengan [[kobalt]], [[besi]], [[molibdenum]], [[nikel]], [[platina]], [[tantalum]], atau [[wolfram]]. Ia membentuk [[Antarlogam|senyawa antarlogam]] dengan [[antimon]], [[galium]], [[indium]], dan [[torium]], yang bersifat [[fotosensitivitas|fotosensitif]].<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref> Ia dapat bercampur dengan semua logam alkali lainnya (kecuali litium); paduan dengan distribusi [[molaritas|molar]] sebesar 41% sesium, 47% [[kalium]], dan 12% [[natrium]] memiliki titik lebur terendah dari semua paduan logam yang diketahui, pada suhu .<ref>Kaner, Richard. [http://pubs.acs.org/cen/80th/print/cesium.html C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium]. American Chemical Society. 2003.</ref><ref>Taova, T. M. [http://symp15.nist.gov/pdf/p564.pdf Density of melts of alkali metals and their Na-K-Cs and Na-K-Rb ternary systems]. 22 Juni 2003.</ref> Beberapa amalgam sesium telah dipelajari:  memiliki warna hitam dengan [[Kilau (mineralogi)|kilau]] [[lembayung (warna)|lembayung]] metalik, sedangkan CsHg memiliki warna keemasan, juga dengan kilau metalik.<ref>H. J. Deiseroth. [https://archive.org/details/sim_progress-in-solid-state-chemistry_1997_25_1-2/page/73 Alkali metal amalgams, a group of unusual alloys]. ''Progress in Solid State Chemistry''. 1997. Vol. 25 (1–2). hlm. 73–123. doi:10.1016/S0079-6786(97)81004-7.</ref>
 
 
Sesium dapat membentuk [[logam paduan|paduan]] dengan logam alkali lainnya, [[emas]], dan raksa ([[amalgam (kimia)|amalgam]]). Pada suhu di bawah , sesium tidak dapat terpadu dengan [[kobalt]], [[besi]], [[molibdenum]], [[nikel]], [[platina]], [[tantalum]], atau [[wolfram]]. Ia membentuk [[Antarlogam|senyawa antarlogam]] dengan [[antimon]], [[galium]], [[indium]], dan [[torium]], yang bersifat [[fotosensitivitas|fotosensitif]]. Ia dapat bercampur dengan semua logam alkali lainnya (kecuali litium); paduan dengan distribusi [[molaritas|molar]] sebesar 41% sesium, 47% [[kalium]], dan 12% [[natrium]] memiliki titik lebur terendah dari semua paduan logam yang diketahui, pada suhu . Beberapa amalgam sesium telah dipelajari:  memiliki warna hitam dengan [[Kilau (mineralogi)|kilau]] [[lembayung (warna)|lembayung]] metalik, sedangkan CsHg memiliki warna keemasan, juga dengan kilau metalik.


Warna keemasan sesium berasal dari penurunan frekuensi cahaya yang diperlukan untuk mengeksitasi elektron logam alkali saat turun ke bawah [[logam alkali|golongan 1]]. Untuk litium hingga rubidium, frekuensi ini berada dalam ultraungu, tetapi untuk sesium frekuensinya memasuki ujung spektrum biru-ungu; dengan kata lain, [[osilasi plasma|frekuensi plasmonik]] dari logam alkali menjadi semakin rendah dari litium ke sesium. Jadi, sesium mentransmisikan dan menyerap sebagian cahaya ungu sementara warna lain (yang memiliki frekuensi lebih rendah) dipantulkan; oleh karena itu, ia tampak kekuningan.
Warna keemasan sesium berasal dari penurunan frekuensi cahaya yang diperlukan untuk mengeksitasi elektron logam alkali saat turun ke bawah [[logam alkali|golongan 1]]. Untuk litium hingga rubidium, frekuensi ini berada dalam ultraungu, tetapi untuk sesium frekuensinya memasuki ujung spektrum biru-ungu; dengan kata lain, [[osilasi plasma|frekuensi plasmonik]] dari logam alkali menjadi semakin rendah dari litium ke sesium. Jadi, sesium mentransmisikan dan menyerap sebagian cahaya ungu sementara warna lain (yang memiliki frekuensi lebih rendah) dipantulkan; oleh karena itu, ia tampak kekuningan.<ref>C. C. Addison. ''The chemistry of the liquid alkali metals''. Wiley. 1984. hlm. 7. ISBN 9780471905080.</ref>
===Alotrop===
===Alotrop===
Sesium eksis dalam beberapa bentuk alotrop yang berbeda, salah satunya adalah dimer yang disebut disesium.
Sesium eksis dalam beberapa bentuk alotrop yang berbeda, salah satunya adalah dimer yang disebut disesium.<ref>Onate C. A. [https://www.nature.com/articles/s41598-021-85761-x Ro-vibrational energies of cesium dimer and lithium dimer with molecular attractive potential]. 18 Maret 2021.</ref>
===Sifat kimia===
===Sifat kimia===
Logam sesium sangatlah reaktif dan bersifat [[piroforik]]. Ia dapat menyala secara spontan di udara, dan bereaksi secara eksplosif dengan air bahkan pada suhu rendah, lebih dari [[logam alkali]] lainnya.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref> Ia akan bereaksi dengan es pada suhu serendah .<ref>Kaner, Richard. [http://pubs.acs.org/cen/80th/print/cesium.html C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium]. American Chemical Society. 2003.</ref> Karena reaktivitasnya yang tinggi ini, logam sesium digolongkan sebagai [[Bahan berbahaya dan beracun|bahan berbahaya]]. Sesium disimpan dan dikirim dalam hidrokarbon jenuh yang kering seperti [[minyak mineral]]. Ia hanya dapat ditangani di bawah [[gas lengai]], seperti [[argon]]. Namun, ledakan sesium–air sering kali kurang kuat dibandingkan ledakan [[natrium]]–air dengan jumlah natrium yang sama. Hal ini dikarenakan sesium meledak seketika saat bersentuhan dengan air, menyisakan sedikit waktu untuk [[hidrogen]] dapat terakumulasi.<ref>Gray, Theodore (2012) ''The Elements'', Black Dog & Leventhal Publishers, hlm. 131, .</ref> Sesium dapat disimpan dalam [[ampoule|ampul]] [[kaca borosilikat]] yang tertutup rapat. Dalam jumlah lebih dari sekitar , sesium dikirim dalam wadah baja nirkarat yang tertutup rapat.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Logam sesium sangatlah reaktif dan bersifat [[piroforik]]. Ia dapat menyala secara spontan di udara, dan bereaksi secara eksplosif dengan air bahkan pada suhu rendah, lebih dari [[logam alkali]] lainnya. Ia akan bereaksi dengan es pada suhu serendah . Karena reaktivitasnya yang tinggi ini, logam sesium digolongkan sebagai [[Bahan berbahaya dan beracun|bahan berbahaya]]. Sesium disimpan dan dikirim dalam hidrokarbon jenuh yang kering seperti [[minyak mineral]]. Ia hanya dapat ditangani di bawah [[gas lengai]], seperti [[argon]]. Namun, ledakan sesium–air sering kali kurang kuat dibandingkan ledakan [[natrium]]–air dengan jumlah natrium yang sama. Hal ini dikarenakan sesium meledak seketika saat bersentuhan dengan air, menyisakan sedikit waktu untuk [[hidrogen]] dapat terakumulasi. Sesium dapat disimpan dalam [[ampoule|ampul]] [[kaca borosilikat]] yang tertutup rapat. Dalam jumlah lebih dari sekitar , sesium dikirim dalam wadah baja nirkarat yang tertutup rapat.
Sifat kimia sesium mirip dengan logam alkali lainnya, khususnya [[rubidium]], unsur di atas sesium dalam tabel periodik.<ref>N. N. Greenwood. [https://archive.org/details/chemistryofeleme0000gree Chemistry of the Elements]. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.</ref> Seperti yang diperkirakan untuk logam alkali, satu-satunya keadaan oksidasi yang umum adalah +1. Beberapa perbedaan kecil muncul dari fakta bahwa sesium memiliki [[massa atom]] yang lebih tinggi dan lebih [[Elektronegativitas#Elektropositivitas|elektropositif]] daripada logam alkali (nonradioaktif) lainnya.<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/953 953]–955. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Sesium adalah unsur kimia yang paling elektropositif.<ref>Kaner, Richard. [http://pubs.acs.org/cen/80th/print/cesium.html C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium]. American Chemical Society. 2003.</ref> Ion sesium juga lebih besar dan [[Teori asam–basa keras dan lunak|kurang "keras"]] dibandingkan dengan [[logam alkali]] yang lebih ringan.
 
Sifat kimia sesium mirip dengan logam alkali lainnya, khususnya [[rubidium]], unsur di atas sesium dalam tabel periodik. Seperti yang diperkirakan untuk logam alkali, satu-satunya keadaan oksidasi yang umum adalah +1. Beberapa perbedaan kecil muncul dari fakta bahwa sesium memiliki [[massa atom]] yang lebih tinggi dan lebih [[Elektronegativitas#Elektropositivitas|elektropositif]] daripada logam alkali (nonradioaktif) lainnya. Sesium adalah unsur kimia yang paling elektropositif. Ion sesium juga lebih besar dan [[Teori asam–basa keras dan lunak|kurang "keras"]] dibandingkan dengan [[logam alkali]] yang lebih ringan.
===Senyawa===
===Senyawa===
Sebagian besar senyawa sesium mengandung unsur ini sebagai [[Ion#Anion dan kation|kation]] , yang [[ikatan ionik|berikatan secara ionik]] dengan berbagai macam [[Ion#Anion dan kation|anion]]. Satu pengecualian yang penting adalah anion [[alkalida|sesida]] (),<ref>J. L. Dye. ''Compounds of Alkali Metal Anions''. ''Angewandte Chemie International Edition''. 1979. Vol. 18 (8). hlm. 587–598. doi:10.1002/anie.197905871.</ref> dan pengecualian lainnya adalah beberapa suboksida (lihat [[#Oksida|bagian mengenai oksida di bawah]]). Baru-baru ini, sesium diprediksi berperilaku sebagai unsur [[Blok tabel periodik#Blok-p|blok-p]] dan mampu membentuk fluorida yang lebih tinggi dengan [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] yang lebih tinggi (yaitu CsF<sub>n</sub> dengan n&nbsp;>&nbsp;1) di bawah tekanan tinggi.<ref>Mao-sheng Miao. [https://www.nature.com/articles/nchem.1754 Caesium in high oxidation states and as a p-block element]. ''Nature Chemistry''. 2013. Vol. 5 (10). hlm. 846–852. doi:10.1038/nchem.1754.</ref> Prediksi ini memerlukan validasi melalui percobaan lebih lanjut.<ref>D. Sneed. ''Forcing Cesium into Higher Oxidation States Using Useful hard x-ray Induced Chemistry under High Pressure''. ''Journal of Physics: Conference Series''. 1 Oktober 2017. Vol. 950 (11, 2017). hlm. 042055. doi:10.1088/1742-6596/950/4/042055.</ref>


Garam Cs<sup>+</sup> biasanya tidak berwarna kecuali bila anionnya sendiri yang memiliki warna. Banyak dari garam Cs<sup>+</sup> sederhana bersifat [[higroskopis]], tetapi kurang higroskopis daripada garam yang sesuai dari logam alkali yang lebih ringan. Garam [[Ortofosfat|fosfat]],<ref>Hogan, C. M. (2011).[http://www.eoearth.org/article/Phosphate?topic=49557 Phosphate]. dalam ''Encyclopedia of Earth''. Jorgensen, A. dan Cleveland, C.J. (eds.). National Council for Science and the Environment. Washington DC</ref> [[asetat]], [[karbonat]], [[halida]], [[oksida]], [[nitrat]], dan [[sulfat]] dari sesium dapat larut dalam air. [[Garam ganda]]nya sering kali kurang larut, dan kelarutan sesium aluminium sulfat yang rendah dimanfaatkan dalam pemurnian Cs dari beberapa bijih. Garam ganda dengan antimon (seperti ), [[bismut]], [[kadmium]], [[tembaga]], [[besi]], dan [[timbal]] juga kurang [[Solvasi|larut]].<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Sebagian besar senyawa sesium mengandung unsur ini sebagai [[Ion#Anion dan kation|kation]] , yang [[ikatan ionik|berikatan secara ionik]] dengan berbagai macam [[Ion#Anion dan kation|anion]]. Satu pengecualian yang penting adalah anion [[alkalida|sesida]] (), dan pengecualian lainnya adalah beberapa suboksida (lihat [[#Oksida|bagian mengenai oksida di bawah]]). Baru-baru ini, sesium diprediksi berperilaku sebagai unsur [[Blok tabel periodik#Blok-p|blok-p]] dan mampu membentuk fluorida yang lebih tinggi dengan [[Bilangan oksidasi|keadaan oksidasi]] yang lebih tinggi (yaitu CsF<sub>n</sub> dengan n&nbsp;>&nbsp;1) di bawah tekanan tinggi. Prediksi ini memerlukan validasi melalui percobaan lebih lanjut.
[[Sesium hidroksida]] (CsOH) bersifat higroskopis dan merupakan [[basa]] kuat.<ref>N. N. Greenwood. [https://archive.org/details/chemistryofeleme0000gree Chemistry of the Elements]. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.</ref> Ia akan meng[[etsa]] permukaan [[semikonduktor]] seperti [[silikon]] dengan cepat.<ref>Köhler, Michael J. [https://books.google.com/books?id=F-8SltAKSF8C&pg=PA90 Etching in microsystem technology]. Wiley-VCH. 1999. hlm. 90. ISBN 978-3-527-29561-6.</ref> Sebelumnya, para kimiawan mengganggap CsOH sebagai "basa terkuat", mencerminkan daya tarik yang relatif lemah antara ion Cs<sup>+</sup> yang besar dan OH<sup>−</sup>;<ref>Charles T. Lynch. [https://books.google.com/books?id=QdU-lRMjOsgC&pg=PA13 CRC Handbook of Materials Science]. CRC Press. 1974. hlm. 13. ISBN 978-0-8493-2321-8.</ref> CsOH memang merupakan [[Reaksi asam–basa#Definisi Arrhenius|basa Arrhenius]] terkuat; tetapi, sejumlah senyawa seperti [[n-Butillitium|''n''-butillitium]], [[natrium amida]], [[natrium hidrida]], [[sesium hidrida]], dan lain-lain, yang tidak dapat dilarutkan dalam air karena akan bereaksi keras dengannya dan hanya digunakan dalam beberapa [[pelarut aprotik polar]] [[anhidrat]], jauh lebih basa berdasarkan [[teori asam–basa Brønsted–Lowry]].<ref>N. N. Greenwood. [https://archive.org/details/chemistryofeleme0000gree Chemistry of the Elements]. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.</ref>
 
Garam Cs<sup>+</sup> biasanya tidak berwarna kecuali bila anionnya sendiri yang memiliki warna. Banyak dari garam Cs<sup>+</sup> sederhana bersifat [[higroskopis]], tetapi kurang higroskopis daripada garam yang sesuai dari logam alkali yang lebih ringan. Garam [[Ortofosfat|fosfat]], [[asetat]], [[karbonat]], [[halida]], [[oksida]], [[nitrat]], dan [[sulfat]] dari sesium dapat larut dalam air. [[Garam ganda]]nya sering kali kurang larut, dan kelarutan sesium aluminium sulfat yang rendah dimanfaatkan dalam pemurnian Cs dari beberapa bijih. Garam ganda dengan antimon (seperti ), [[bismut]], [[kadmium]], [[tembaga]], [[besi]], dan [[timbal]] juga kurang [[Solvasi|larut]].
 
[[Sesium hidroksida]] (CsOH) bersifat higroskopis dan merupakan [[basa]] kuat. Ia akan meng[[etsa]] permukaan [[semikonduktor]] seperti [[silikon]] dengan cepat. Sebelumnya, para kimiawan mengganggap CsOH sebagai "basa terkuat", mencerminkan daya tarik yang relatif lemah antara ion Cs<sup>+</sup> yang besar dan OH<sup>−</sup>; CsOH memang merupakan [[Reaksi asam–basa#Definisi Arrhenius|basa Arrhenius]] terkuat; tetapi, sejumlah senyawa seperti [[n-Butillitium|''n''-butillitium]], [[natrium amida]], [[natrium hidrida]], [[sesium hidrida]], dan lain-lain, yang tidak dapat dilarutkan dalam air karena akan bereaksi keras dengannya dan hanya digunakan dalam beberapa [[pelarut aprotik polar]] [[anhidrat]], jauh lebih basa berdasarkan [[teori asam–basa Brønsted–Lowry]].


Sebuah campuran [[stoikiometri]] antara sesium dan [[emas]] akan bereaksi membentuk [[sesium aurida]] (Cs<sup>+</sup>Au<sup>−</sup>) yang memiliki warna kuning saat dipanaskan. Pada senyawa ini, anion aurida berperilaku sebagai [[pseudohalogen]]. CsAu akan bereaksi hebat dengan air, menghasilkan [[sesium hidroksida]], emas metalik, dan gas hidrogen; dalam amonia cair, ia dapat direaksikan dengan resin penukar ion khusus-sesium untuk menghasilkan [[tetrametilamonium aurida]]. Senyawa [[platina]] analog, sesium platinida (Cs<sub>2</sub>Pt) yang berwarna merah, mengandung ion platinida yang berperilaku sebagai .
Sebuah campuran [[stoikiometri]] antara sesium dan [[emas]] akan bereaksi membentuk [[sesium aurida]] (Cs<sup>+</sup>Au<sup>−</sup>) yang memiliki warna kuning saat dipanaskan. Pada senyawa ini, anion aurida berperilaku sebagai [[pseudohalogen]]. CsAu akan bereaksi hebat dengan air, menghasilkan [[sesium hidroksida]], emas metalik, dan gas hidrogen; dalam amonia cair, ia dapat direaksikan dengan resin penukar ion khusus-sesium untuk menghasilkan [[tetrametilamonium aurida]]. Senyawa [[platina]] analog, sesium platinida (Cs<sub>2</sub>Pt) yang berwarna merah, mengandung ion platinida yang berperilaku sebagai .<ref>Martin Jansen. ''Effects of relativistic motion of electrons on the chemistry of gold and platinum''. ''Solid State Sciences''. 30 November 2005. Vol. 7 (12). hlm. 1464–1474. doi:10.1016/j.solidstatesciences.2005.06.015.</ref>
====Kompleks====
====Kompleks====
Seperti semua kation logam, Cs<sup>+</sup> dapat membentuk kompleks dengan [[Asam dan basa Lewis#Basa Lewis|basa Lewis]] dalam larutan. Karena ukurannya yang besar, Cs<sup>+</sup> biasanya mengadopsi [[bilangan koordinasi]] lebih besar dari 6, bilangan tipikal untuk kation logam alkali yang lebih kecil. Perbedaan ini tampak jelas pada CsCl dengan bilangan koordinasi 8. Bilangan koordinasi dan [[Teori asam–basa keras dan lunak|kelunakan]] (kecenderungan untuk membentuk ikatan kovalen) yang tinggi ini merupakan sifat yang dimanfaatkan dalam pemisahan Cs<sup>+</sup> dari kation lain dalam remediasi limbah nuklir, saat <sup>137</sup>Cs<sup>+</sup> harus dipisahkan dari sejumlah besar K<sup>+</sup> nonradioaktif.
Seperti semua kation logam, Cs<sup>+</sup> dapat membentuk kompleks dengan [[Asam dan basa Lewis#Basa Lewis|basa Lewis]] dalam larutan. Karena ukurannya yang besar, Cs<sup>+</sup> biasanya mengadopsi [[bilangan koordinasi]] lebih besar dari 6, bilangan tipikal untuk kation logam alkali yang lebih kecil. Perbedaan ini tampak jelas pada CsCl dengan bilangan koordinasi 8. Bilangan koordinasi dan [[Teori asam–basa keras dan lunak|kelunakan]] (kecenderungan untuk membentuk ikatan kovalen) yang tinggi ini merupakan sifat yang dimanfaatkan dalam pemisahan Cs<sup>+</sup> dari kation lain dalam remediasi limbah nuklir, saat <sup>137</sup>Cs<sup>+</sup> harus dipisahkan dari sejumlah besar K<sup>+</sup> nonradioaktif.<ref>Bruce A. Moyer. ''Use of Macrocycles in Nuclear-Waste Cleanup: A Realworld Application of a Calixcrown in Cesium Separation Technology''. ''Macrocyclic Chemistry''. 2005. hlm. 383–405. doi:10.1007/1-4020-3687-6_24. ISBN 978-1-4020-3364-3..</ref>
====Halida====
====Halida====
[[Sesium fluorida]] (CsF) adalah padatan putih [[higroskopi]]s yang banyak digunakan dalam [[kimia organofluorin]] sebagai sumber anion [[fluorida]].<ref>Evans, F. W. ''Reactions Catalyzed by Potassium Fluoride. 111. The Knoevenagel Reaction''. ''Journal of Organic Chemistry''. 1968. Vol. 33 (5). hlm. 1837–1839. doi:10.1021/jo01269a028.</ref> Sesium fluorida memiliki struktur halit, yang berarti bahwa Cs<sup>+</sup> dan F<sup>−</sup> terkemas dalam susunan [[Tetal-rapat sferis sama|kubus padat]] seperti halnya Na<sup>+</sup> dan Cl<sup>−</sup> dalam [[natrium klorida]].<ref>N. N. Greenwood. [https://archive.org/details/chemistryofeleme0000gree Chemistry of the Elements]. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.</ref> Dan juga, sesium dan fluorin masing-masing memiliki [[elektronegativitas]] terendah dan tertinggi, di antara semua unsur yang telah diketahui.


[[Sesium fluorida]] (CsF) adalah padatan putih [[higroskopi]]s yang banyak digunakan dalam [[kimia organofluorin]] sebagai sumber anion [[fluorida]]. Sesium fluorida memiliki struktur halit, yang berarti bahwa Cs<sup>+</sup> dan F<sup>−</sup> terkemas dalam susunan [[Tetal-rapat sferis sama|kubus padat]] seperti halnya Na<sup>+</sup> dan Cl<sup>−</sup> dalam [[natrium klorida]]. Dan juga, sesium dan fluorin masing-masing memiliki [[elektronegativitas]] terendah dan tertinggi, di antara semua unsur yang telah diketahui.
[[Sesium klorida]] (CsCl) mengkristal dalam [[sistem kristal kubik|sistem kristal kubus]]. sederhana. Motif struktural ini, yang juga disebut "struktur sesium klorida",<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/953 953]–955. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> terdiri dari kisi kubus [[Sel unit#Sel primitif|primitif]] dengan basis dua atom, masing-masing dengan [[bilangan koordinasi|koordinasi]] rangkap delapan; atom klorida terletak pada titik kisi di tepi kubus, sedangkan atom sesium terletak di lubang di tengah kubus. Struktur ini juga dimiliki oleh [[sesium bromida|CsBr]] dan [[sesium iodida|CsI]], dan banyak senyawa lain yang tidak mengandung Cs. Sebaliknya, sebagian besar alkali halida lainnya memiliki struktur [[natrium klorida]] (NaCl).<ref>Arnold F. Holleman. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho Lehrbuch der Anorganischen Chemie]. Walter de Gruyter. 1985. hlm. [https://archive.org/details/lehrbuchderanorg0000afho/page/953 953]–955. ISBN 978-3-11-007511-3.</ref> Struktur CsCl lebih diminati karena Cs<sup>+</sup> memiliki [[jari-jari ion]]ik sebesar 174&nbsp;[[pikometer|pm]] dan  sebesar 181&nbsp;pm.<ref>A. F. Wells. [https://archive.org/details/structuralinorga0000well_m8i1 Structural Inorganic Chemistry]. Oxford Science Publications. 1984. ISBN 978-0-19-855370-0.</ref>
 
[[Sesium klorida]] (CsCl) mengkristal dalam [[sistem kristal kubik|sistem kristal kubus]]. sederhana. Motif struktural ini, yang juga disebut "struktur sesium klorida", terdiri dari kisi kubus [[Sel unit#Sel primitif|primitif]] dengan basis dua atom, masing-masing dengan [[bilangan koordinasi|koordinasi]] rangkap delapan; atom klorida terletak pada titik kisi di tepi kubus, sedangkan atom sesium terletak di lubang di tengah kubus. Struktur ini juga dimiliki oleh [[sesium bromida|CsBr]] dan [[sesium iodida|CsI]], dan banyak senyawa lain yang tidak mengandung Cs. Sebaliknya, sebagian besar alkali halida lainnya memiliki struktur [[natrium klorida]] (NaCl). Struktur CsCl lebih diminati karena Cs<sup>+</sup> memiliki [[jari-jari ion]]ik sebesar 174&nbsp;[[pikometer|pm]] dan  sebesar 181&nbsp;pm.
====Oksida====
====Oksida====
 
Sesium membentuk banyak senyawa biner dengan [[oksigen]], lebih banyak dari logam alkali lainnya. Ketika sesium terbakar di udara, sesium [[superoksida]] () adalah produk utamanya.<ref>F. Albert Cotton. [https://archive.org/details/advancedinorgani0005cott Advanced Inorganic Chemistry]. John Wiley & Sons, Inc. 1962. hlm. [https://archive.org/details/advancedinorgani0005cott/page/318 318]. ISBN 978-0-471-84997-1.</ref> [[Sesium oksida]] "normal" () membentuk kristal [[keluarga kristal heksagon|heksagon]] berwarna kuning-oranye,<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sesium&oldid=29514966 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> dan merupakan satu-satunya oksida dari jenis anti-[[kadmium klorida|kadmium klorida]].<ref>Khi-Ruey Tsai. [http://www.dtic.mil/get-tr-doc/pdf?AD=AD0026963 The Crystal Structure of Cesium Monoxide]. ''Journal of Physical Chemistry''. 1956. Vol. 60 (3). hlm. 338–344. doi:10.1021/j150537a022.</ref> menguap pada suhu , dan akan terurai menjadi logam sesium dan sesium [[peroksida]] ([[sesium peroksida|sesium peroksida]]) pada suhu di atas . Selain sesium superoksida dan sesium [[ozonida]] ([[sesium ozonida|sesium ozonida]]),<ref>I. I. Vol'nov. ''Synthesis of cesium ozonide through cesium superoxide''. ''Bulletin of the Academy of Sciences, USSR Division of Chemical Science''. 1963. Vol. 12 (6). hlm. 1040–1043. doi:10.1007/BF00845494.</ref><ref>S. A. Tokareva. ''Alkali and Alkaline Earth Metal Ozonides''. ''Russian Chemical Reviews''. 1971. Vol. 40 (2). hlm. 165–174. doi:10.1070/RC1971v040n02ABEH001903.</ref> beberapa senyawa sesium [[suboksida]] berwarna cerah juga telah dipelajari.<ref>A. Simon. [https://archive.org/details/sim_coordination-chemistry-reviews_1997-07_163_0/page/n260 Group 1 and 2 Suboxides and Subnitrides — Metals with Atomic Size Holes and Tunnels]. ''Coordination Chemistry Reviews''. 1997. Vol. 163. hlm. 253–270. doi:10.1016/S0010-8545(97)00013-1.</ref> Senyawa sesium suboksida tersebut meliputi , , ,  (hijau tua<ref>Khi-Ruey Tsai. ''The Crystal Structure of Tricesium Monoxide''. ''Journal of Physical Chemistry''. 1956. Vol. 60 (3). hlm. 345–347. doi:10.1021/j150537a023.</ref>), CsO, ,<ref>H. Okamoto. ''Cs-O (Cesium-Oxygen)''. ''Journal of Phase Equilibria and Diffusion''. 2009. Vol. 31. hlm. 86–87. doi:10.1007/s11669-009-9636-5.</ref> serta .<ref>A. Band. ''Characterization of Oxides of Cesium''. ''The Journal of Physical Chemistry B''. 2004. Vol. 108 (33). hlm. 12360–12367. doi:10.1021/jp036432o.</ref><ref>G. Brauer. ''Untersuchungen ber das System Csium-Sauerstoff''. ''Zeitschrift für Anorganische Chemie''. 1947. Vol. 255 (1–3). hlm. 101–124. doi:10.1002/zaac.19472550110.</ref> dapat dipanaskan dalam [[vakum]] untuk menghasilkan .<ref>Khi-Ruey Tsai. [http://www.dtic.mil/get-tr-doc/pdf?AD=AD0026963 The Crystal Structure of Cesium Monoxide]. ''Journal of Physical Chemistry''. 1956. Vol. 60 (3). hlm. 338–344. doi:10.1021/j150537a022.</ref> Senyawa sesium biner dengan [[belerang]], [[selenium]], dan [[telurium]] juga eksis.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>
 
Sesium membentuk banyak senyawa biner dengan [[oksigen]], lebih banyak dari logam alkali lainnya. Ketika sesium terbakar di udara, sesium [[superoksida]] () adalah produk utamanya. [[Sesium oksida]] "normal" () membentuk kristal [[keluarga kristal heksagon|heksagon]] berwarna kuning-oranye, dan merupakan satu-satunya oksida dari jenis anti-[[kadmium klorida|kadmium klorida]].  menguap pada suhu , dan akan terurai menjadi logam sesium dan sesium [[peroksida]] ([[sesium peroksida|sesium peroksida]]) pada suhu di atas . Selain sesium superoksida dan sesium [[ozonida]] ([[sesium ozonida|sesium ozonida]]), beberapa senyawa sesium [[suboksida]] berwarna cerah juga telah dipelajari. Senyawa sesium suboksida tersebut meliputi , , ,  (hijau tua), CsO, , serta .  dapat dipanaskan dalam [[vakum]] untuk menghasilkan . Senyawa sesium biner dengan [[belerang]], [[selenium]], dan [[telurium]] juga eksis.
===Isotop===
===Isotop===
Sesium memiliki 40 [[isotop]] yang diketahui, mulai dari [[nomor massa]] (jumlah [[nukleon]] dalam inti) 112 hingga 151. Beberapa di antaranya disintesis dari unsur-unsur yang lebih ringan melalui proses penangkapan neutron lambat ([[Proses s|proses-s]]) di dalam bintang tua<ref>Busso, M. [http://authors.library.caltech.edu/1194/1/BUSaraa99.pdf Nucleosynthesis in Asymptotic Giant Branch Stars: Relevance for Galactic Enrichment and Solar System Formation]. ''Annual Review of Astronomy and Astrophysics''. 1999. Vol. 37. hlm. 239–309. doi:10.1146/annurev.astro.37.1.239.</ref> dan melalui [[Proses r|proses-r]] dalam ledakan [[supernova]].<ref>David Arnett. [https://archive.org/details/supernovaenucleo0000arne Supernovae and Nucleosynthesis: An Investigation of the History of Matter, from the Big Bang to the Present]. Princeton University Press. 1996. hlm. [https://archive.org/details/supernovaenucleo0000arne/page/n548 527]. ISBN 978-0-691-01147-9.</ref> Satu-satunya isotop sesium yang [[nuklida stabil|stabil]] adalah <sup>133</sup>Cs, dengan 78 [[neutron]]. Meskipun <sup>133</sup>Cs memiliki [[spin|spin inti]] yang besar (+), penelitian [[resonansi magnet inti]] dapat menggunakan isotop ini pada frekuensi resonansi 11,7&nbsp;M[[hertz|Hz]].<ref>C. Goff. [https://archive.org/details/sim_polyhedron_1996_15_21/page/n240 Complexation of caesium and rubidium cations with crown ethers in N,N-dimethylformamide]. ''Polyhedron''. 1996. Vol. 15 (21). hlm. 3897–3903. doi:10.1016/0277-5387(96)00018-6.</ref>


Sesium memiliki 40 [[isotop]] yang diketahui, mulai dari [[nomor massa]] (jumlah [[nukleon]] dalam inti) 112 hingga 151. Beberapa di antaranya disintesis dari unsur-unsur yang lebih ringan melalui proses penangkapan neutron lambat ([[Proses s|proses-s]]) di dalam bintang tua dan melalui [[Proses r|proses-r]] dalam ledakan [[supernova]]. Satu-satunya isotop sesium yang [[nuklida stabil|stabil]] adalah <sup>133</sup>Cs, dengan 78 [[neutron]]. Meskipun <sup>133</sup>Cs memiliki [[spin|spin inti]] yang besar (+), penelitian [[resonansi magnet inti]] dapat menggunakan isotop ini pada frekuensi resonansi 11,7&nbsp;M[[hertz|Hz]].
Isotop radioaktif [[Isotop sesium#Sesium-135|<sup>135</sup>Cs]] memiliki waktu paruh yang sangat panjang, yaitu sekitar 2,3&nbsp;juta tahun, terpanjang dari semua isotop radioaktif sesium. [[Sesium-137|<sup>137</sup>Cs]] dan [[Isotop sesium#Sesium-134|<sup>134</sup>Cs]] masing-masing memiliki waktu paruh 30 dan dua tahun. <sup>137</sup>Cs terurai menjadi [[Isotop barium#Daftar isotop|<sup>137m</sup>Ba]] yang memiliki waktu paruh pendek melalui [[peluruhan beta]], dan kemudian menjadi barium nonradioaktif, sementara <sup>134</sup>Cs berubah menjadi <sup>134</sup>Ba secara langsung. Isotop sesium dengan nomor massa 129, 131, 132 dan 136, memiliki waktu paruh antara satu hari hingga dua minggu, sedangkan sebagian besar isotop sesium lainnya memiliki waktu paruh mulai dari beberapa detik hingga sepersekian detik. Setidaknya, terdapat 21 [[isomer nuklir]] metastabil. Selain <sup>134m</sup>Cs (dengan waktu paruh kurang dari 3&nbsp;jam), semua isotop sesium sangatlah tidak stabil dan meluruh dengan waktu paruh beberapa menit atau kurang.<ref>F. Brown. ''The half-life of Cs137''. ''Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry''. 1955. Vol. 1 (4–5). hlm. 241–247. doi:10.1016/0022-1902(55)80027-9.</ref><ref>Sonzogni, Alejandro. [http://www.nndc.bnl.gov/chart/ Interactive Chart of Nuclides]. Laboratorium Nasional Brookhaven.</ref>
 
Isotop radioaktif [[Isotop sesium#Sesium-135|<sup>135</sup>Cs]] memiliki waktu paruh yang sangat panjang, yaitu sekitar 2,3&nbsp;juta tahun, terpanjang dari semua isotop radioaktif sesium. [[Sesium-137|<sup>137</sup>Cs]] dan [[Isotop sesium#Sesium-134|<sup>134</sup>Cs]] masing-masing memiliki waktu paruh 30 dan dua tahun. <sup>137</sup>Cs terurai menjadi [[Isotop barium#Daftar isotop|<sup>137m</sup>Ba]] yang memiliki waktu paruh pendek melalui [[peluruhan beta]], dan kemudian menjadi barium nonradioaktif, sementara <sup>134</sup>Cs berubah menjadi <sup>134</sup>Ba secara langsung. Isotop sesium dengan nomor massa 129, 131, 132 dan 136, memiliki waktu paruh antara satu hari hingga dua minggu, sedangkan sebagian besar isotop sesium lainnya memiliki waktu paruh mulai dari beberapa detik hingga sepersekian detik. Setidaknya, terdapat 21 [[isomer nuklir]] metastabil. Selain <sup>134m</sup>Cs (dengan waktu paruh kurang dari 3&nbsp;jam), semua isotop sesium sangatlah tidak stabil dan meluruh dengan waktu paruh beberapa menit atau kurang.


Isotop <sup>135</sup>Cs adalah salah satu [[produk pembelahan atom berumur panjang|produk fisi berumur panjang]] dari [[uranium]] yang diproduksi di dalam [[reaktor nuklir]]. Namun, [[hasil produk pembelahan atom|hasil produk fisi]] ini berkurang di sebagian besar reaktor karena pendahulunya, [[xenon-135|<sup>135</sup>Xe]], adalah [[racun neutron]] yang kuat dan sering berubah menjadi [[Isotop xenon#Xenon-136|<sup>136</sup>Xe]] yang stabil sebelum dapat meluruh menjadi <sup>135</sup>Cs.
Isotop <sup>135</sup>Cs adalah salah satu [[produk pembelahan atom berumur panjang|produk fisi berumur panjang]] dari [[uranium]] yang diproduksi di dalam [[reaktor nuklir]].<ref>Shigeo Ohki. [http://www.oecd-nea.org/pt/docs/iem/jeju02/session6/SessionVI-08.pdf Transmutation of Cesium-135 with Fast Reactors]. 14–16 Oktober 2002.</ref> Namun, [[hasil produk pembelahan atom|hasil produk fisi]] ini berkurang di sebagian besar reaktor karena pendahulunya, [[xenon-135|<sup>135</sup>Xe]], adalah [[racun neutron]] yang kuat dan sering berubah menjadi [[Isotop xenon#Xenon-136|<sup>136</sup>Xe]] yang stabil sebelum dapat meluruh menjadi <sup>135</sup>Cs.<ref>[http://canteach.candu.org/library/20040720.pdf CANDU Fundamentals]. CANDU Owners Group Inc.</ref><ref>V. F. Taylor. ''Preliminary evaluation of 135 Cs/ 137 Cs as a forensic tool for identifying source of radioactive contamination''. ''Journal of Environmental Radioactivity''. 2008. Vol. 99 (1). hlm. 109–118. doi:10.1016/j.jenvrad.2007.07.006.</ref>


[[Peluruhan beta]] dari <sup>137</sup>Cs menjadi <sup>137m</sup>Ba menghasilkan [[sinar gama|radiasi gama]] saat <sup>137m</sup>Ba berelaksasi ke keadaan dasar <sup>137</sup>Ba, dengan foton yang dipancarkan memiliki energi sebesar 0,6617&nbsp;MeV. <sup>137</sup>Cs dan [[stronsium-90|<sup>90</sup>Sr]] adalah produk [[fisi nuklir]] [[Produk pembelahan atom berumur panjang#Produk pembelahan atom berumur menengah|berumur menengah]] utama, dan sumber [[peluruhan radioaktif|radioaktivitas]] utama dari [[bahan bakar nuklir bekas]] setelah pendinginan beberapa tahun, berlangsung selama beberapa ratus tahun. Kedua isotop tersebut merupakan sumber sisa-sisa radioaktivitas terbesar di wilayah [[bencana Chernobyl]]. Karena laju penangkapan yang rendah, pembuangan <sup>137</sup>Cs melalui [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] tidak dapat dilakukan dan satu-satunya solusi saat ini adalah membiarkannya meluruh seiring waktu.
[[Peluruhan beta]] dari <sup>137</sup>Cs menjadi <sup>137m</sup>Ba menghasilkan [[sinar gama|radiasi gama]] saat <sup>137m</sup>Ba berelaksasi ke keadaan dasar <sup>137</sup>Ba, dengan foton yang dipancarkan memiliki energi sebesar 0,6617&nbsp;MeV.<ref>[http://www.epa.gov/rpdweb00/radionuclides/cesium.html Cesium Radiation Protection]. U.S. Environmental Protection Agency. 28 Juni 2006.</ref> <sup>137</sup>Cs dan [[stronsium-90|<sup>90</sup>Sr]] adalah produk [[fisi nuklir]] [[Produk pembelahan atom berumur panjang#Produk pembelahan atom berumur menengah|berumur menengah]] utama, dan sumber [[peluruhan radioaktif|radioaktivitas]] utama dari [[bahan bakar nuklir bekas]] setelah pendinginan beberapa tahun, berlangsung selama beberapa ratus tahun.<ref>Hisham Zerriffi. [http://www.ieer.org/reports/transm/hisham.html IEER Report: Transmutation – Nuclear Alchemy Gamble]. Institute for Energy and Environmental Research. 24 Mei 2000.</ref> Kedua isotop tersebut merupakan sumber sisa-sisa radioaktivitas terbesar di wilayah [[bencana Chernobyl]].<ref>[http://www.iaea.org/Publications/Booklets/Chernobyl/chernobyl.pdf Chernobyl's Legacy: Health, Environmental and Socia-Economic Impacts and Recommendations to the Governments of Belarus, Russian Federation and Ukraine]. International Atomic Energy Agency.</ref> Karena laju penangkapan yang rendah, pembuangan <sup>137</sup>Cs melalui [[tangkapan neutron|penangkapan neutron]] tidak dapat dilakukan dan satu-satunya solusi saat ini adalah membiarkannya meluruh seiring waktu.<ref>Takeshi Kase. ''Transmutation of Cesium-137 Using Proton Accelerator''. ''Journal of Nuclear Science and Technology''. 1993. Vol. 30 (9). hlm. 911–918. doi:10.3327/jnst.30.911.</ref>


Hampir semua sesium yang dihasilkan dari fisi nuklir berasal dari [[peluruhan beta]] produk fisi yang awalnya lebih kaya neutron, melewati berbagai [[isotop iodin]] dan [[isotop xenon|xenon]]. Karena iodin dan xenon bersifat volatil dan dapat berdifusi melalui bahan bakar nuklir atau udara, sesium radioaktif sering dibuat jauh dari tempat asal fisi. Melalui [[uji coba nuklir|pengujian senjata nuklir]] pada tahun 1950-an hingga 1980-an, <sup>137</sup>Cs dilepaskan ke [[Atmosfer Bumi|atmosfer]] dan kembali ke permukaan bumi sebagai komponen [[luruhan nuklir|luruhan radioaktif]]. Isotop ini adalah penanda dari pergerakan tanah dan sedimen yang berasal dari masa itu.
Hampir semua sesium yang dihasilkan dari fisi nuklir berasal dari [[peluruhan beta]] produk fisi yang awalnya lebih kaya neutron, melewati berbagai [[isotop iodin]] dan [[isotop xenon|xenon]].<ref>Ronald Allen Knief. [https://books.google.com/books?id=EpuaUEQaeoUC&pg=PA43 Nuclear engineering: theory and technology of commercial nuclear power]. Taylor & Francis. 1992. hlm. 42. ISBN 978-1-56032-088-3.</ref> Karena iodin dan xenon bersifat volatil dan dapat berdifusi melalui bahan bakar nuklir atau udara, sesium radioaktif sering dibuat jauh dari tempat asal fisi.<ref>N. Ishiwatari. ''Release of xenon-137 and iodine-137 from UO2 pellet by pulse neutron irradiation at NSRR''. ''Nippon Genshiryoku Gakkaishi''. Vol. 23 (11). hlm. 843–850.</ref> Melalui [[uji coba nuklir|pengujian senjata nuklir]] pada tahun 1950-an hingga 1980-an, <sup>137</sup>Cs dilepaskan ke [[Atmosfer Bumi|atmosfer]] dan kembali ke permukaan bumi sebagai komponen [[luruhan nuklir|luruhan radioaktif]]. Isotop ini adalah penanda dari pergerakan tanah dan sedimen yang berasal dari masa itu.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>
==Keterjadian==
==Keterjadian==
Sesium adalah unsur yang relatif langka, diperkirakan memiliki rata-rata 3&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|bagian per juta]] di [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|kerak Bumi]].<ref>K. K. Turekian. [https://archive.org/details/sim_geological-society-of-america-bulletin_1961-02_72_2/page/175 Distribution of the elements in some major units of the Earth's crust]. ''Geological Society of America Bulletin''. 1961. Vol. 72 (2). hlm. 175–192. doi:10.1130/0016-7606(1961)72[175:DOTEIS]2.0.CO;2.</ref> Ia adalah unsur paling melimpah ke-45, dan ke-36 di antara seluruh logam. Namun demikian, ia lebih melimpah daripada beberapa unsur seperti [[antimon]], [[kadmium]], [[timah]], dan [[wolfram]], dan dua tingkat besaran lebih melimpah daripada raksa dan [[perak]]; ia memiliki kelimpahan 3,3% dari kelimpahan [[rubidium]], yang terkait erat dengannya secara kimiawi.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Karena [[jari-jari ion]]iknya yang besar, sesium adalah salah satu "[[Unsur inkompatibel|unsur yang tidak kompatibel]]".<ref>Simon Rowland. [http://www.asi.org/adb/02/13/02/cesium-occurrence-uses.html Cesium as a Raw Material: Occurrence and Uses]. Artemis Society International. 4 Juli 1998.</ref> Selama [[Kristalisasi fraksional (geologi)|kristalisasi magma]], sesium terkonsentrasi dalam fase cair dan kemudian mengkristal. Oleh karena itu, endapan sesium terbesar adalah badan bijih zona [[pegmatit]] yang dibentuk melalui proses pengayaan ini. Karena sesium tidak dapat menggantikan [[kalium]] semudah rubidium, mineral evaporit alkali [[silvit]] (KCl) dan [[karnalit]] () mungkin hanya mengandung 0,002% sesium. Akibatnya, sesium ditemukan dalam sedikit mineral. Kadar sesium yang lebih tinggi dapat ditemukan dalam mineral [[beril]] () dan [[avogadrit]] (), hingga 15% Cs<sub>2</sub>O dari total berat dalam mineral [[pezotait]] () yang terkait erat, hingga 8,4% Cs<sub>2</sub>O dari total berat dalam mineral [[Mineral borat|londonit]] () yang langka, dan lebih sedikit dalam [[Mineral borat|rodizit]] yang tersebar luas.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref> Satu-satunya bijih yang penting secara ekonomi untuk sesium adalah [[polusit]] , yang ditemukan di beberapa tempat di seluruh dunia dalam pegmatit terzonasi, berasosiasi dengan mineral [[litium]], [[lepidolit]] dan [[petalit]]. Di dalam pegmatit, ukuran butir yang besar dan pemisahan mineral yang kuat akan menghasilkan bijih bermutu tinggi untuk ditambang.<ref>Petr Černý. [http://rruff.geo.arizona.edu/doclib/cm/vol38/CM38_877.pdf The Tanco Pegmatite at Bernic Lake, Manitoba: X. Pollucite]. ''Canadian Mineralogist''. 1978. Vol. 16. hlm. 325–333.</ref>


Sesium adalah unsur yang relatif langka, diperkirakan memiliki rata-rata 3&nbsp;[[Notasi bagian per#Bagian per juta|bagian per juta]] di [[Kelimpahan unsur di kerak Bumi|kerak Bumi]]. Ia adalah unsur paling melimpah ke-45, dan ke-36 di antara seluruh logam. Namun demikian, ia lebih melimpah daripada beberapa unsur seperti [[antimon]], [[kadmium]], [[timah]], dan [[wolfram]], dan dua tingkat besaran lebih melimpah daripada raksa dan [[perak]]; ia memiliki kelimpahan 3,3% dari kelimpahan [[rubidium]], yang terkait erat dengannya secara kimiawi.
Sumber sesium paling signifikan dan terkaya di dunia adalah [[Tambang Tanco]] di [[Danau Bernic]] di [[Manitoba]], Kanada, yang diperkirakan mengandung 350.000&nbsp;[[ton metrik]] bijih polusit, mewakili lebih dari dua pertiga basis cadangan sesium dunia.<ref>Petr Černý. [http://rruff.geo.arizona.edu/doclib/cm/vol38/CM38_877.pdf The Tanco Pegmatite at Bernic Lake, Manitoba: X. Pollucite]. ''Canadian Mineralogist''. 1978. Vol. 16. hlm. 325–333.</ref><ref>Désirée E. Polyak. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cesium/mcs-2009-cesiu.pdf Cesium]. U.S. Geological Survey.</ref> Meskipun kandungan stoikiometri sesium dalam polusit adalah 42,6%, sampel polusit murni dari endapan ini hanya mengandung sekitar 34% sesium, sedangkan kandungan rata-ratanya adalah 24% dari total berat.<ref>Désirée E. Polyak. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cesium/mcs-2009-cesiu.pdf Cesium]. U.S. Geological Survey.</ref> Polusit komersial mengandung lebih dari 19% sesium.<ref>J. J. Norton. [https://pubs.er.usgs.gov/usgspubs/pp/pp820 United States mineral resources]. U.S. Geological Survey Professional. 1973. Vol. Paper 820. hlm. 365–378.</ref> Endapan pegmatit [[Distrik Bikita|Bikita]] di [[Zimbabwe]] ditambang untuk mineral petalitnya, tetapi cadangan ini juga mengandung polusit dalam jumlah yang signifikan. Sumber polusit terkenal lainnya adalah di [[Region Erongo|Gurun Karibib]], [[Namibia]].<ref>Désirée E. Polyak. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cesium/mcs-2009-cesiu.pdf Cesium]. U.S. Geological Survey.</ref> Pada laju produksi tambang dunia saat ini sebesar 5 hingga 10&nbsp;ton metrik per tahun, cadangan sesium akan bertahan selama ribuan tahun.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>
 
Karena [[jari-jari ion]]iknya yang besar, sesium adalah salah satu "[[Unsur inkompatibel|unsur yang tidak kompatibel]]". Selama [[Kristalisasi fraksional (geologi)|kristalisasi magma]], sesium terkonsentrasi dalam fase cair dan kemudian mengkristal. Oleh karena itu, endapan sesium terbesar adalah badan bijih zona [[pegmatit]] yang dibentuk melalui proses pengayaan ini. Karena sesium tidak dapat menggantikan [[kalium]] semudah rubidium, mineral evaporit alkali [[silvit]] (KCl) dan [[karnalit]] () mungkin hanya mengandung 0,002% sesium. Akibatnya, sesium ditemukan dalam sedikit mineral. Kadar sesium yang lebih tinggi dapat ditemukan dalam mineral [[beril]] () dan [[avogadrit]] (), hingga 15% Cs<sub>2</sub>O dari total berat dalam mineral [[pezotait]] () yang terkait erat, hingga 8,4% Cs<sub>2</sub>O dari total berat dalam mineral [[Mineral borat|londonit]] () yang langka, dan lebih sedikit dalam [[Mineral borat|rodizit]] yang tersebar luas. Satu-satunya bijih yang penting secara ekonomi untuk sesium adalah [[polusit]] , yang ditemukan di beberapa tempat di seluruh dunia dalam pegmatit terzonasi, berasosiasi dengan mineral [[litium]], [[lepidolit]] dan [[petalit]]. Di dalam pegmatit, ukuran butir yang besar dan pemisahan mineral yang kuat akan menghasilkan bijih bermutu tinggi untuk ditambang.
 
Sumber sesium paling signifikan dan terkaya di dunia adalah [[Tambang Tanco]] di [[Danau Bernic]] di [[Manitoba]], Kanada, yang diperkirakan mengandung 350.000&nbsp;[[ton metrik]] bijih polusit, mewakili lebih dari dua pertiga basis cadangan sesium dunia. Meskipun kandungan stoikiometri sesium dalam polusit adalah 42,6%, sampel polusit murni dari endapan ini hanya mengandung sekitar 34% sesium, sedangkan kandungan rata-ratanya adalah 24% dari total berat. Polusit komersial mengandung lebih dari 19% sesium. Endapan pegmatit [[Distrik Bikita|Bikita]] di [[Zimbabwe]] ditambang untuk mineral petalitnya, tetapi cadangan ini juga mengandung polusit dalam jumlah yang signifikan. Sumber polusit terkenal lainnya adalah di [[Region Erongo|Gurun Karibib]], [[Namibia]]. Pada laju produksi tambang dunia saat ini sebesar 5 hingga 10&nbsp;ton metrik per tahun, cadangan sesium akan bertahan selama ribuan tahun.
==Produksi==
==Produksi==
Penambangan dan pemurnian bijih polusit adalah proses selektif dan dilakukan dalam skala yang lebih kecil daripada kebanyakan logam lainnya. Bijih tersebut dihancurkan, disortir menggunakan tangan, tetapi biasanya tidak dipekatkan, lalu digiling. Sesium kemudian diekstraksi dari polusit melalui tiga metode utama: pencernaan asam, dekomposisi basa, dan reduksi langsung.
Penambangan dan pemurnian bijih polusit adalah proses selektif dan dilakukan dalam skala yang lebih kecil daripada kebanyakan logam lainnya. Bijih tersebut dihancurkan, disortir menggunakan tangan, tetapi biasanya tidak dipekatkan, lalu digiling. Sesium kemudian diekstraksi dari polusit melalui tiga metode utama: pencernaan asam, dekomposisi basa, dan reduksi langsung.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref><ref>R. O. Burt. ''Kirk-Othmer encyclopedia of chemical technology''. John Wiley & Sons, Inc. 1993. Vol. 5. hlm. 749–764. ISBN 978-0-471-48494-3.</ref>


Dalam pencernaan asam, batuan polusit [[silikat]] dilarutkan dengan asam kuat, seperti [[asam klorida]] (HCl), [[asam sulfat|sulfat]] (), [[asam bromida|bromida]] (HBr), atau [[asam fluorida|fluorida]] (HF). Dengan asam klorida, campuran klorida larut akan dihasilkan, dan [[garam ganda]] klorida yang tak larut dari sesium diendapkan sebagai sesium antimon klorida (), sesium iodin klorida (), atau sesium heksakloroserat (). Setelah pemisahan, garam ganda endapan murni tersebut didekomposisi, dan CsCl murni diendapkan dengan menguapkan air.
Dalam pencernaan asam, batuan polusit [[silikat]] dilarutkan dengan asam kuat, seperti [[asam klorida]] (HCl), [[asam sulfat|sulfat]] (), [[asam bromida|bromida]] (HBr), atau [[asam fluorida|fluorida]] (HF). Dengan asam klorida, campuran klorida larut akan dihasilkan, dan [[garam ganda]] klorida yang tak larut dari sesium diendapkan sebagai sesium antimon klorida (), sesium iodin klorida (), atau sesium heksakloroserat (). Setelah pemisahan, garam ganda endapan murni tersebut didekomposisi, dan CsCl murni diendapkan dengan menguapkan air.


Metode asam sulfat menghasilkan garam ganda yang tak larut secara langsung sebagai [[tawas|alum]] sesium (). Komponen [[aluminium sulfat]] diubah menjadi [[aluminium oksida]] yang tak larut dengan memanggang alum tersebut dengan [[karbon]], dan produk yang dihasilkan [[pelindian (metalurgi)|dilindi]] dengan air untuk menghasilkan larutan .
Metode asam sulfat menghasilkan garam ganda yang tak larut secara langsung sebagai [[tawas|alum]] sesium (). Komponen [[aluminium sulfat]] diubah menjadi [[aluminium oksida]] yang tak larut dengan memanggang alum tersebut dengan [[karbon]], dan produk yang dihasilkan [[pelindian (metalurgi)|dilindi]] dengan air untuk menghasilkan larutan .<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Pemanggangan polusit dengan [[kalsium karbonat]] dan [[kalsium klorida]] menghasilkan kalsium silikat yang tak larut dan sesium klorida yang larut. Pelindian dengan air atau [[amonia]] () encer menghasilkan larutan klorida (CsCl) encer. Larutan ini dapat diuapkan untuk menghasilkan sesium klorida atau diubah menjadi alum sesium atau sesium karbonat. Meskipun tidak layak secara komersial, bijih tersebut dapat langsung direduksi dengan natrium, kalium, atau kalsium dalam vakum untuk menghasilkan logam sesium secara langsung.
Pemanggangan polusit dengan [[kalsium karbonat]] dan [[kalsium klorida]] menghasilkan kalsium silikat yang tak larut dan sesium klorida yang larut. Pelindian dengan air atau [[amonia]] () encer menghasilkan larutan klorida (CsCl) encer. Larutan ini dapat diuapkan untuk menghasilkan sesium klorida atau diubah menjadi alum sesium atau sesium karbonat. Meskipun tidak layak secara komersial, bijih tersebut dapat langsung direduksi dengan natrium, kalium, atau kalsium dalam vakum untuk menghasilkan logam sesium secara langsung.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Sebagian besar sesium yang ditambang (sebagai garam) langsung diubah menjadi [[Format (kimia)|sesium format]] (HCOO<sup>−</sup>Cs<sup>+</sup>) untuk beberapa aplikasi seperti [[sumur minyak|pengeboran minyak]]. Untuk memasok pasar yang sedang berkembang, [[Cabot Corporation]] membangun sebuah pabrik produksi pada tahun 1997 di [[tambang Tanco]] dekat [[Danau Bernic]] di [[Manitoba]], dengan kapasitas  larutan sesium format per tahun. Senyawa sesium komersial skala kecil utama adalah [[sesium klorida]] dan [[sesium nitrat|nitrat]].
Sebagian besar sesium yang ditambang (sebagai garam) langsung diubah menjadi [[Format (kimia)|sesium format]] (HCOO<sup>−</sup>Cs<sup>+</sup>) untuk beberapa aplikasi seperti [[sumur minyak|pengeboran minyak]]. Untuk memasok pasar yang sedang berkembang, [[Cabot Corporation]] membangun sebuah pabrik produksi pada tahun 1997 di [[tambang Tanco]] dekat [[Danau Bernic]] di [[Manitoba]], dengan kapasitas  larutan sesium format per tahun.<ref>William Benton. [http://www.iadc.org/dcpi/dc-mayjun00/m-cabot.pdf Cesium formate fluid succeeds in North Sea HPHT field trials]. ''Drilling Contractor''. 2000. hlm. 38–41.</ref> Senyawa sesium komersial skala kecil utama adalah [[sesium klorida]] dan [[sesium nitrat|nitrat]].<ref>[https://books.google.com/books?id=Owuv-c9L_IMC&pg=PA198 Concise encyclopedia chemistry]. de Gruyter. 1994. hlm. 198. ISBN 978-3-11-011451-5.</ref>


Sebagai alternatif, logam sesium dapat diperoleh dari senyawa murni yang berasal dari bijih tersebut. [[Sesium klorida]] dan senyawa sesium halida lainnya dapat direduksi pada suhu  dengan kalsium atau [[barium]], dan logam sesium didistilasi dari hasilnya. Melalui cara yang sama, sesium aluminat, karbonat, atau hidroksida dapat direduksi dengan [[magnesium]].
Sebagai alternatif, logam sesium dapat diperoleh dari senyawa murni yang berasal dari bijih tersebut. [[Sesium klorida]] dan senyawa sesium halida lainnya dapat direduksi pada suhu  dengan kalsium atau [[barium]], dan logam sesium didistilasi dari hasilnya. Melalui cara yang sama, sesium aluminat, karbonat, atau hidroksida dapat direduksi dengan [[magnesium]].<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Logam ini juga dapat diisolasi melalui [[elektrolisis]] leburan sesium [[sianida]] (CsCN). Sesium yang sangat murni dan bebas gas dapat diproduksi melalui dekomposisi termal bersuhu  dari sesium [[azida]] (), yang dapat diproduksi dari [[sesium sulfat]] dan [[barium azida]] encer. Dalam aplikasi vakum, sesium [[Kromat dan dikromat|dikromat]] dapat direaksikan dengan [[zirkonium]] untuk menghasilkan logam sesium murni tanpa produk gas lainnya.
Logam ini juga dapat diisolasi melalui [[elektrolisis]] leburan sesium [[sianida]] (CsCN). Sesium yang sangat murni dan bebas gas dapat diproduksi melalui dekomposisi termal bersuhu  dari sesium [[azida]] (), yang dapat diproduksi dari [[sesium sulfat]] dan [[barium azida]] encer.<ref>R. O. Burt. ''Kirk-Othmer encyclopedia of chemical technology''. John Wiley & Sons, Inc. 1993. Vol. 5. hlm. 749–764. ISBN 978-0-471-48494-3.</ref> Dalam aplikasi vakum, sesium [[Kromat dan dikromat|dikromat]] dapat direaksikan dengan [[zirkonium]] untuk menghasilkan logam sesium murni tanpa produk gas lainnya.<ref>[https://books.google.com/books?id=Owuv-c9L_IMC&pg=PA198 Concise encyclopedia chemistry]. de Gruyter. 1994. hlm. 198. ISBN 978-3-11-011451-5.</ref>
: + 2  → 2  + 2 +
: + 2  → 2  + 2 +  


Harga sesium murni 99,8% (berbasis logam) pada tahun 2009 adalah sekitar , tetapi senyawanya secara signifikan lebih murah.
Harga sesium murni 99,8% (berbasis logam) pada tahun 2009 adalah sekitar , tetapi senyawanya secara signifikan lebih murah.<ref>Désirée E. Polyak. [http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/cesium/mcs-2009-cesiu.pdf Cesium]. U.S. Geological Survey.</ref>
==Sejarah==
==Sejarah==
Pada tahun 1860, [[Robert Bunsen]] dan [[Gustav Robert Kirchhoff|Gustav Kirchhoff]] menemukan sesium dalam [[air mineral]] dari [[Bad Dürkheim|Dürkheim]], Jerman. Karena garis-garis berwarna biru cerah dalam [[spektrum pancar|spektrum emisi]] sesium, mereka mengambil nama untuk unsur ini dari kata [[bahasa Latin]] ''caesius'', yang berarti 'abu-abu kebiruan'.<ref>Bunsen mengutip Aulus Gellius Noctes Atticae II, 26 oleh Nigidius Figulus: ''Nostris autem veteribus caesia dicts est quae Graecis, ut Nigidus ait, de colore coeli quasi coelia.''</ref><ref>Oxford English Dictionary, Edisi ke-2</ref><ref>G. Kirchhoff. [http://archiv.ub.uni-heidelberg.de/volltextserver/15657/1/spektral.pdf Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen]. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1861. Vol. 189 (7). hlm. 337–381. doi:10.1002/andp.18611890702.</ref><ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XIII. Some spectroscopic discoveries''. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1413–1434. doi:10.1021/ed009p1413.</ref> Sesium adalah unsur pertama yang ditemukan dengan [[spektroskopi|spektroskop]], yang ditemukan oleh Bunsen dan Kirchhoff setahun sebelumnya.<ref>Kaner, Richard. [http://pubs.acs.org/cen/80th/print/cesium.html C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium]. American Chemical Society. 2003.</ref>


Pada tahun 1860, [[Robert Bunsen]] dan [[Gustav Robert Kirchhoff|Gustav Kirchhoff]] menemukan sesium dalam [[air mineral]] dari [[Bad Dürkheim|Dürkheim]], Jerman. Karena garis-garis berwarna biru cerah dalam [[spektrum pancar|spektrum emisi]] sesium, mereka mengambil nama untuk unsur ini dari kata [[bahasa Latin]] ''caesius'', yang berarti 'abu-abu kebiruan'. Sesium adalah unsur pertama yang ditemukan dengan [[spektroskopi|spektroskop]], yang ditemukan oleh Bunsen dan Kirchhoff setahun sebelumnya.
Untuk mendapatkan sampel sesium murni,  air mineral harus diuapkan untuk menghasilkan  larutan garam pekat. Unsur [[logam alkali tanah]] diendapkan baik sebagai sulfat atau [[oksalat]], meninggalkan unsur logam alkali dalam larutan. Setelah konversi menjadi [[nitrat]] dan ekstraksi dengan [[etanol]], diperoleh sebuah campuran bebas natrium. Dari campuran ini, litium diendapkan oleh [[amonium karbonat]]. Kalium, rubidium, dan sesium membentuk beberapa garam yang tak larut dengan [[asam kloroplatinat]], tetapi garam-garam ini menunjukkan sedikit perbedaan dalam kelarutan dalam air panas, serta sesium dan rubidium heksakloroplatinat () yang kurang larut diperoleh melalui [[Kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]]. Setelah reduksi sesium dan rubidium heksakloroplatinat dengan hidrogen, sesium dan rubidium dapat dipisahkan karena perbedaan kelarutan karbonatnya dalam alkohol. Proses tersebut menghasilkan  [[rubidium klorida]] dan  sesium klorida dari 44.000&nbsp;liter air mineral awal.<ref>G. Kirchhoff. [http://archiv.ub.uni-heidelberg.de/volltextserver/15657/1/spektral.pdf Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen]. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1861. Vol. 189 (7). hlm. 337–381. doi:10.1002/andp.18611890702.</ref>
 
Untuk mendapatkan sampel sesium murni,  air mineral harus diuapkan untuk menghasilkan  larutan garam pekat. Unsur [[logam alkali tanah]] diendapkan baik sebagai sulfat atau [[oksalat]], meninggalkan unsur logam alkali dalam larutan. Setelah konversi menjadi [[nitrat]] dan ekstraksi dengan [[etanol]], diperoleh sebuah campuran bebas natrium. Dari campuran ini, litium diendapkan oleh [[amonium karbonat]]. Kalium, rubidium, dan sesium membentuk beberapa garam yang tak larut dengan [[asam kloroplatinat]], tetapi garam-garam ini menunjukkan sedikit perbedaan dalam kelarutan dalam air panas, serta sesium dan rubidium heksakloroplatinat () yang kurang larut diperoleh melalui [[Kristalisasi fraksional (kimia)|kristalisasi fraksional]]. Setelah reduksi sesium dan rubidium heksakloroplatinat dengan hidrogen, sesium dan rubidium dapat dipisahkan karena perbedaan kelarutan karbonatnya dalam alkohol. Proses tersebut menghasilkan  [[rubidium klorida]] dan  sesium klorida dari 44.000&nbsp;liter air mineral awal.


Dari sesium klorida, kedua ilmuwan tersebut memperkirakan [[massa atom relatif|berat atom]] unsur baru ini sebesar 123,35 (dibandingkan dengan yang diterima saat ini sebesar 132,9). Mereka mencoba untuk menghasilkan sesium elemental melalui elektrolisis sesium klorida cair, tetapi alih-alih logam, mereka memperoleh zat biru homogen yang "baik di bawah mata telanjang maupun di bawah mikroskop tidak menunjukkan sedikit pun zat logam"; sebagai hasilnya, mereka menganggapnya sebagai [[Senyawa non-stoikiometri|subklorida]] (). Pada kenyataannya, produk tersebut mungkin merupakan campuran [[sistem koloid|koloid]] dari logam sesium dan sesium klorida. Elektrolisis larutan berair klorida dengan sebuah katode raksa menghasilkan sebuah amalgam sesium yang mudah terurai di bawah kondisi berair. Logam sesium murni akhirnya diisolasi oleh kimiawan Swedia [[Carl Setterberg]] saat mengerjakan gelar doktornya dengan [[Friedrich August Kekulé von Stradonitz|Kekulé]] dan Bunsen. Pada tahun 1882, dia memproduksi logam sesium dengan mengelektrolisis [[sesium sianida]], untuk menghindari masalah dengan sesium klorida.
Dari sesium klorida, kedua ilmuwan tersebut memperkirakan [[massa atom relatif|berat atom]] unsur baru ini sebesar 123,35 (dibandingkan dengan yang diterima saat ini sebesar 132,9).<ref>G. Kirchhoff. [http://archiv.ub.uni-heidelberg.de/volltextserver/15657/1/spektral.pdf Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen]. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1861. Vol. 189 (7). hlm. 337–381. doi:10.1002/andp.18611890702.</ref> Mereka mencoba untuk menghasilkan sesium elemental melalui elektrolisis sesium klorida cair, tetapi alih-alih logam, mereka memperoleh zat biru homogen yang "baik di bawah mata telanjang maupun di bawah mikroskop tidak menunjukkan sedikit pun zat logam"; sebagai hasilnya, mereka menganggapnya sebagai [[Senyawa non-stoikiometri|subklorida]] (). Pada kenyataannya, produk tersebut mungkin merupakan campuran [[sistem koloid|koloid]] dari logam sesium dan sesium klorida.<ref>Richard Zsigmondy. [https://books.google.com/books?id=Ac2mGhqjgUkC&pg=PAPA69 Colloids and the Ultra Microscope]. Read books. 2007. hlm. 69. ISBN 978-1-4067-5938-9.</ref> Elektrolisis larutan berair klorida dengan sebuah katode raksa menghasilkan sebuah amalgam sesium yang mudah terurai di bawah kondisi berair.<ref>G. Kirchhoff. [http://archiv.ub.uni-heidelberg.de/volltextserver/15657/1/spektral.pdf Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen]. ''Annalen der Physik und Chemie''. 1861. Vol. 189 (7). hlm. 337–381. doi:10.1002/andp.18611890702.</ref> Logam sesium murni akhirnya diisolasi oleh kimiawan Swedia [[Carl Setterberg]] saat mengerjakan gelar doktornya dengan [[Friedrich August Kekulé von Stradonitz|Kekulé]] dan Bunsen.<ref>Mary Elvira Weeks. ''The discovery of the elements. XIII. Some spectroscopic discoveries''. ''Journal of Chemical Education''. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1413–1434. doi:10.1021/ed009p1413.</ref> Pada tahun 1882, dia memproduksi logam sesium dengan mengelektrolisis [[sesium sianida]], untuk menghindari masalah dengan sesium klorida.<ref>Carl Setterberg. [https://zenodo.org/record/1447367 Ueber die Darstellung von Rubidium- und Cäsiumverbindungen und über die Gewinnung der Metalle selbst]. ''Justus Liebig's Annalen der Chemie''. 1882. Vol. 211. hlm. 100–116. doi:10.1002/jlac.18822110105.</ref>


Secara historis, penggunaan sesium yang paling penting adalah dalam penelitian dan pengembangan, terutama di bidang kimia dan listrik. Sangat sedikit aplikasi yang ada untuk sesium hingga tahun 1920-an, ketika sesium digunakan dalam [[tabung elektron|tabung vakum]] radio, yang mana ia memiliki dua fungsi; sebagai [[penangkap]], ia menghilangkan oksigen berlebih setelah pembuatan, dan sebagai pelapis pada [[katode|katoda]] yang dipanaskan, ia meningkatkan [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|konduktivitas listrik]]nya. Sesium tidak dikenal sebagai logam industri dengan performa tinggi hingga tahun 1950-an. Aplikasi lain untuk sesium nonradioaktif meliputi [[sel surya|sel fotolistrik]], tabung [[fotopengganda]], komponen optik [[Spektroskopi inframerah|spektrofotometer inframerah]], katalis untuk beberapa reaksi organik, kristal untuk [[pencacah sintilasi]], dan [[Generator magnetohidrodinamika|generator listrik magnetohidrodinamika]]. Sesium juga digunakan sebagai sumber ion positif dalam [[spektrometri massa ion sekunder]] (SIMS).
Secara historis, penggunaan sesium yang paling penting adalah dalam penelitian dan pengembangan, terutama di bidang kimia dan listrik. Sangat sedikit aplikasi yang ada untuk sesium hingga tahun 1920-an, ketika sesium digunakan dalam [[tabung elektron|tabung vakum]] radio, yang mana ia memiliki dua fungsi; sebagai [[penangkap]], ia menghilangkan oksigen berlebih setelah pembuatan, dan sebagai pelapis pada [[katode|katoda]] yang dipanaskan, ia meningkatkan [[Resistivitas dan konduktivitas listrik|konduktivitas listrik]]nya. Sesium tidak dikenal sebagai logam industri dengan performa tinggi hingga tahun 1950-an.<ref>A. J. Strod. ''Cesium—A new industrial metal''. ''American Ceramic Bulletin''. 1957. Vol. 36 (6). hlm. 212–213.</ref> Aplikasi lain untuk sesium nonradioaktif meliputi [[sel surya|sel fotolistrik]], tabung [[fotopengganda]], komponen optik [[Spektroskopi inframerah|spektrofotometer inframerah]], katalis untuk beberapa reaksi organik, kristal untuk [[pencacah sintilasi]], dan [[Generator magnetohidrodinamika|generator listrik magnetohidrodinamika]].<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref> Sesium juga digunakan sebagai sumber ion positif dalam [[spektrometri massa ion sekunder]] (SIMS).


Sejak tahun 1967, [[Sistem Satuan Internasional|Sistem Pengukuran Internasional]] mendasarkan satuan waktu utama, detik, pada sifat-sifat sesium. Sistem Satuan Internasional (SI) mendefinisikan detik sebagai durasi 9.192.631.770 siklus pada [[frekuensi]] [[gelombang mikro]] dari [[garis spektrum]] yang sesuai dengan transisi antara dua [[tingkat energi]] [[struktur hiperhalus|hiperhalus]] dari [[keadaan dasar]] [[Isotop sesium#Sesium-133|sesium-133]]. [[Konferensi Umum untuk Ukuran dan Timbangan]] ke-13 tahun 1967 mendefinisikan detik sebagai: "durasi 9.192.631.770 siklus cahaya gelombang mikro yang diserap atau dipancarkan oleh transisi hiperhalus atom sesium-133 dalam keadaan dasarnya yang tidak terganggu oleh medan eksternal".
Sejak tahun 1967, [[Sistem Satuan Internasional|Sistem Pengukuran Internasional]] mendasarkan satuan waktu utama, detik, pada sifat-sifat sesium. Sistem Satuan Internasional (SI) mendefinisikan detik sebagai durasi 9.192.631.770 siklus pada [[frekuensi]] [[gelombang mikro]] dari [[garis spektrum]] yang sesuai dengan transisi antara dua [[tingkat energi]] [[struktur hiperhalus|hiperhalus]] dari [[keadaan dasar]] [[Isotop sesium#Sesium-133|sesium-133]].<ref>[http://tycho.usno.navy.mil/cesium.html Cesium Atoms at Work]. Time Service Department—U.S. Naval Observatory—Department of the Navy.</ref> [[Konferensi Umum untuk Ukuran dan Timbangan]] ke-13 tahun 1967 mendefinisikan detik sebagai: "durasi 9.192.631.770 siklus cahaya gelombang mikro yang diserap atau dipancarkan oleh transisi hiperhalus atom sesium-133 dalam keadaan dasarnya yang tidak terganggu oleh medan eksternal".
==Aplikasi==
==Aplikasi==
===Eksplorasi minyak bumi===
===Eksplorasi minyak bumi===
Penggunaan sesium nonradioaktif terbesar saat ini adalah dalam [[fluida pengeboran]] [[Format (kimia)|sesium format]] untuk [[industri perminyakan|industri minyak ekstraktif]]. Larutan sesium format (HCOO<sup>−</sup>Cs<sup>+</sup>) berair—dibuat dengan mereaksikan sesium hidroksida dengan [[asam format]]—dikembangkan pada pertengahan tahun 1990-an untuk digunakan sebagai fluida pengeboran dan [[Komplesi (sumur minyak dan gas)|komplesi]] sumur minyak. Fungsi fluida pengeboran adalah untuk melumasi mata bor, membawa potongan batuan ke permukaan, dan menjaga tekanan pada formasi selama pengeboran sumur. Fluida penyelesaian membantu penempatan perangkat keras kontrol setelah pengeboran tetapi sebelum produksi dengan mempertahankan tekanannya.
Penggunaan sesium nonradioaktif terbesar saat ini adalah dalam [[fluida pengeboran]] [[Format (kimia)|sesium format]] untuk [[industri perminyakan|industri minyak ekstraktif]].<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref> Larutan sesium format (HCOO<sup>−</sup>Cs<sup>+</sup>) berair—dibuat dengan mereaksikan sesium hidroksida dengan [[asam format]]—dikembangkan pada pertengahan tahun 1990-an untuk digunakan sebagai fluida pengeboran dan [[Komplesi (sumur minyak dan gas)|komplesi]] sumur minyak. Fungsi fluida pengeboran adalah untuk melumasi mata bor, membawa potongan batuan ke permukaan, dan menjaga tekanan pada formasi selama pengeboran sumur. Fluida penyelesaian membantu penempatan perangkat keras kontrol setelah pengeboran tetapi sebelum produksi dengan mempertahankan tekanannya.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Kerapatan air garam sesium format yang tinggi (hingga 2,3&nbsp;g/cm<sup>3</sup>, atau 19,2&nbsp;pon per galon), ditambah dengan sifat yang relatif tidak berbahaya dari sebagian besar senyawa sesium, mengurangi kebutuhan akan padatan tersuspensi dengan kerapatan tinggi yang beracun dalam fluida pengeboran—sebuah keuntungan teknologi, teknik, dan lingkungan yang signifikan. Berbeda dengan komponen dari banyak cairan berat lainnya, sesium format relatif ramah lingkungan. Air garam sesium format dapat dicampur dengan kalium dan natrium format untuk menurunkan kerapatan fluida tersebut menjadi kerapatan air (1,0&nbsp;g/cm<sup>3</sup>, atau 8,3&nbsp;pon per galon). Selain itu, ia dapat terurai secara hayati dan dapat didaur ulang, yang menjadi hal penting mengingat harganya yang tinggi (sekitar AS$4.000&nbsp;per [[Barel#Barel minyak|barel]] pada tahun 2001). Senyawa format alkali aman untuk ditangani dan tidak akan merusak formasi penghasil atau logam bawah-lubang seperti yang terkadang terjadi pada bahan korosif alternatif, misalnya air garam dengan kerapatan tinggi (seperti larutan [[seng bromida]] ); mereka juga membutuhkan lebih sedikit pembersihan dan mengurangi biaya pembuangan.
Kerapatan air garam sesium format yang tinggi (hingga 2,3&nbsp;g/cm<sup>3</sup>, atau 19,2&nbsp;pon per galon),<ref>J. D. Downs. [http://www.spe.org/elibinfo/eLibrary_Papers/spe/2006/06DC/SPE-99068-MS/SPE-99068-MS.htm Drilling and Completing Difficult HP/HT Wells With the Aid of Cesium Formate Brines-A Performance Review]. Februari 2006. doi:10.2118/99068-MS.</ref> ditambah dengan sifat yang relatif tidak berbahaya dari sebagian besar senyawa sesium, mengurangi kebutuhan akan padatan tersuspensi dengan kerapatan tinggi yang beracun dalam fluida pengeboran—sebuah keuntungan teknologi, teknik, dan lingkungan yang signifikan. Berbeda dengan komponen dari banyak cairan berat lainnya, sesium format relatif ramah lingkungan.<ref>J. D. Downs. [http://www.spe.org/elibinfo/eLibrary_Papers/spe/2006/06DC/SPE-99068-MS/SPE-99068-MS.htm Drilling and Completing Difficult HP/HT Wells With the Aid of Cesium Formate Brines-A Performance Review]. Februari 2006. doi:10.2118/99068-MS.</ref> Air garam sesium format dapat dicampur dengan kalium dan natrium format untuk menurunkan kerapatan fluida tersebut menjadi kerapatan air (1,0&nbsp;g/cm<sup>3</sup>, atau 8,3&nbsp;pon per galon). Selain itu, ia dapat terurai secara hayati dan dapat didaur ulang, yang menjadi hal penting mengingat harganya yang tinggi (sekitar AS$4.000&nbsp;per [[Barel#Barel minyak|barel]] pada tahun 2001).<ref>Rick Flatern. ''Keeping cool in the HPHT environment''. ''Offshore Engineer''. 2001. hlm. 33–37.</ref> Senyawa format alkali aman untuk ditangani dan tidak akan merusak formasi penghasil atau logam bawah-lubang seperti yang terkadang terjadi pada bahan korosif alternatif, misalnya air garam dengan kerapatan tinggi (seperti larutan [[seng bromida]] ); mereka juga membutuhkan lebih sedikit pembersihan dan mengurangi biaya pembuangan.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>
===Jam atom===
===Jam atom===
 
[[Jam atom]] berbasis sesium menggunakan [[radiasi elektromagnetik|transisi elektromagnetik]] dalam [[struktur hiperhalus]] atom sesium-133 sebagai titik referensi. Jam sesium akurat pertama dibuat oleh [[Louis Essen]] pada tahun 1955 di [[National Physical Laboratory]] di Britania Raya.<ref>L. Essen. [https://archive.org/details/sim_nature-uk_1955-08-13_176_4476/page/280 An Atomic Standard of Frequency and Time Interval: A Caesium Resonator]. ''Nature''. 1955. Vol. 176 (4476). hlm. 280–282. doi:10.1038/176280a0.</ref> Jam sesium telah mengalami peningkatan selama setengah abad terakhir dan dianggap sebagai "realisasi paling akurat dari sebuah satuan yang belum dicapai umat manusia."<ref>[http://tycho.usno.navy.mil/cesium.html Cesium Atoms at Work]. Time Service Department—U.S. Naval Observatory—Department of the Navy.</ref> Jam ini mengukur frekuensi dengan kesalahan 2 hingga 3&nbsp;bagian dalam 10<sup>14</sup>, yang sesuai dengan akurasi 2&nbsp;[[nanodetik]] per hari, atau satu detik dalam 1,4&nbsp;juta tahun. Versi terbaru dari jam ini lebih akurat dari 1 bagian dalam 10<sup>15</sup>, sekitar 1 detik dalam 20&nbsp;juta tahun.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref> [[Standar sesium]] adalah standar utama untuk pengukuran waktu dan frekuensi yang sesuai standar.<ref>W. Markowitz. [https://archive.org/details/sim_physical-review-letters_1958-08-01_1_3/page/n13 Frequency of Cesium in Terms of Ephemeris Time]. ''Physical Review Letters''. 1958. Vol. 1 (3). hlm. 105–107. doi:10.1103/PhysRevLett.1.105.</ref> Jam sesium mengatur waktu jaringan ponsel dan internet.<ref>Monte Reel. [http://www.highbeam.com/doc/1P2-284155.html Where timing truly is everything]. ''The Washington Post''. 22 Juli 2003. hlm. B1.</ref>
[[Jam atom]] berbasis sesium menggunakan [[radiasi elektromagnetik|transisi elektromagnetik]] dalam [[struktur hiperhalus]] atom sesium-133 sebagai titik referensi. Jam sesium akurat pertama dibuat oleh [[Louis Essen]] pada tahun 1955 di [[National Physical Laboratory]] di Britania Raya. Jam sesium telah mengalami peningkatan selama setengah abad terakhir dan dianggap sebagai "realisasi paling akurat dari sebuah satuan yang belum dicapai umat manusia." Jam ini mengukur frekuensi dengan kesalahan 2 hingga 3&nbsp;bagian dalam 10<sup>14</sup>, yang sesuai dengan akurasi 2&nbsp;[[nanodetik]] per hari, atau satu detik dalam 1,4&nbsp;juta tahun. Versi terbaru dari jam ini lebih akurat dari 1 bagian dalam 10<sup>15</sup>, sekitar 1 detik dalam 20&nbsp;juta tahun. [[Standar sesium]] adalah standar utama untuk pengukuran waktu dan frekuensi yang sesuai standar. Jam sesium mengatur waktu jaringan ponsel dan internet.
====Definisi detik====
====Definisi detik====
Detik, dengan lambang ''s'', adalah satuan SI untuk waktu. Detik didefinisikan dengan mengambil nilai numerik tetap dari frekuensi sesium , frekuensi transisi hiperhalus keadaan dasar yang tidak terganggu dari atom sesium-133, menjadi  jika dinyatakan dalam satuan [[Hertz|Hz]], yang sama dengan s<sup>−1</sup>.
Detik, dengan lambang ''s'', adalah satuan SI untuk waktu. Detik didefinisikan dengan mengambil nilai numerik tetap dari frekuensi sesium , frekuensi transisi hiperhalus keadaan dasar yang tidak terganggu dari atom sesium-133, menjadi  jika dinyatakan dalam satuan [[Hertz|Hz]], yang sama dengan s<sup>−1</sup>.<ref>[https://www.bipm.org/en/CGPM/db/26/1/ Resolution 1 of the 26th CGPM]. Bureau International des Poids et Mesures. 2018. hlm. 472 dari publikasi resmi Prancis.</ref>
===Tenaga listrik dan elektronika===
===Tenaga listrik dan elektronika===
[[Konverter termion|Generator termionik]] uap sesium adalah perangkat berdaya rendah yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik. Dalam konverter [[tabung elektron|tabung vakum]] dua elektrode, sesium akan menetralkan muatan ruang di dekat katode dan meningkatkan aliran arus.
[[Konverter termion|Generator termionik]] uap sesium adalah perangkat berdaya rendah yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik. Dalam konverter [[tabung elektron|tabung vakum]] dua elektrode, sesium akan menetralkan muatan ruang di dekat katode dan meningkatkan aliran arus.<ref>Ned S. Rasor. [https://archive.org/details/sim_journal-applied-physics_1964-09_35_9/page/2589 Correlation of Emission Processes for Adsorbed Alkali Films on Metal Surfaces]. ''Journal of Applied Physics''. September 1964. Vol. 35 (9). hlm. 2589–2600. doi:10.1063/1.1713806.</ref>


Sesium juga bernilai penting karena sifat [[Efek fotolistrik|fotoemisif]]nya, mengubah cahaya menjadi aliran elektron. Sesium digunakan dalam [[sel surya|sel fotolistrik]] karena katode berbasis sesium, seperti senyawa antarlogam , memiliki tegangan ambang yang rendah untuk emisi [[elektron]]. Kisaran perangkat fotoemisif yang menggunakan sesium meliputi perangkat [[pengenalan karakter optis]], [[Fotopengganda|tabung fotopengganda]], dan [[tabung kamera video]]. Namun demikian, [[germanium]], rubidium, selenium, silikon, telurium, dan beberapa unsur lainnya dapat menggantikan sesium dalam bahan fotosensitif.
Sesium juga bernilai penting karena sifat [[Efek fotolistrik|fotoemisif]]nya, mengubah cahaya menjadi aliran elektron. Sesium digunakan dalam [[sel surya|sel fotolistrik]] karena katode berbasis sesium, seperti senyawa antarlogam , memiliki tegangan ambang yang rendah untuk emisi [[elektron]].<ref>[https://www.americanelements.com/cs.html Cesium Supplier & Technical Information]. American Elements.</ref> Kisaran perangkat fotoemisif yang menggunakan sesium meliputi perangkat [[pengenalan karakter optis]], [[Fotopengganda|tabung fotopengganda]], dan [[tabung kamera video]].<ref>John Smedley. ''K 2 CsSb Cathode Development''. ''AIP Conference Proceedings''. 2009. Vol. 1149 (1). hlm. 1062–1066. doi:10.1063/1.3215593.</ref><ref>P. Görlich. ''Über zusammengesetzte, durchsichtige Photokathoden''. ''Zeitschrift für Physik''. 1936. Vol. 101 (5–6). hlm. 335–342. doi:10.1007/BF01342330.</ref> Namun demikian, [[germanium]], rubidium, selenium, silikon, telurium, dan beberapa unsur lainnya dapat menggantikan sesium dalam bahan fotosensitif.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Kristal [[sesium iodida]] (CsI), [[sesium bromida|bromida]] (CsBr) dan [[sesium fluorida|fluorida]] (CsF) digunakan untuk [[sintilator]] dalam [[pencacah sintilasi]] yang banyak digunakan dalam eksplorasi mineral dan penelitian fisika partikel untuk mendeteksi radiasi [[sinar gama|gama]] dan [[sinar-X]]. Karena merupakan unsur berat, sesium akan memberikan daya henti yang baik dengan deteksi yang lebih baik. Senyawa sesium dapat memberikan respon yang lebih cepat (CsF) dan kurang higroskopis (CsI).
Kristal [[sesium iodida]] (CsI), [[sesium bromida|bromida]] (CsBr) dan [[sesium fluorida|fluorida]] (CsF) digunakan untuk [[sintilator]] dalam [[pencacah sintilasi]] yang banyak digunakan dalam eksplorasi mineral dan penelitian fisika partikel untuk mendeteksi radiasi [[sinar gama|gama]] dan [[sinar-X]]. Karena merupakan unsur berat, sesium akan memberikan daya henti yang baik dengan deteksi yang lebih baik. Senyawa sesium dapat memberikan respon yang lebih cepat (CsF) dan kurang higroskopis (CsI).


Uap sesium digunakan di banyak [[magnetometer]] umum.
Uap sesium digunakan di banyak [[magnetometer]] umum.<ref>S. Groeger. ''Comparison of discharge lamp and laser pumped cesium magnetometers''. ''Applied Physics B''. 2005. Vol. 80 (6). hlm. 645–654. doi:10.1007/s00340-005-1773-x.</ref>


Unsur ini digunakan sebagai [[standar internal]] dalam [[spektrofotometri]]. Seperti [[logam alkali]] lainnya, sesium memiliki afinitas yang besar terhadap [[oksigen]] dan digunakan sebagai "[[penangkap]]" dalam [[tabung elektron|tabung vakum]]. Kegunaan lain dari logam ini meliputi [[laser]] berenergi tinggi, [[lampu pendar|lampu pendar uap]], dan [[penyearah]] uap.
Unsur ini digunakan sebagai [[standar internal]] dalam [[spektrofotometri]].<ref>Mary C. Haven. [https://books.google.com/books?id=z9SzvsSCHv4C&pg=PA108 Laboratory instrumentation]. John Wiley and Sons. 1994. hlm. 108. ISBN 978-0-471-28572-4.</ref> Seperti [[logam alkali]] lainnya, sesium memiliki afinitas yang besar terhadap [[oksigen]] dan digunakan sebagai "[[penangkap]]" dalam [[tabung elektron|tabung vakum]].<ref>James D. McGee. [https://books.google.com/books?id=1o1WECNJkscC&pg=PA391 Photo-electronic image devices: proceedings of the fourth symposium held at Imperial College, London, 16–20 September 1968]. Academic Press. 1969. Vol. 1. hlm. 391. ISBN 978-0-12-014528-7.</ref> Kegunaan lain dari logam ini meliputi [[laser]] berenergi tinggi, [[lampu pendar|lampu pendar uap]], dan [[penyearah]] uap.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>
===Cairan sentrifugasi===
===Cairan sentrifugasi===
Kerapatan ion sesium yang tinggi membuat larutan sesium klorida, sesium sulfat, dan sesium [[Asam trifluoroasetat|trifluoroasetat]] () berguna dalam biologi molekuler untuk [[sentrifugasi diferensial|ultrasentrifugasi]] gradien kerapatan. Teknologi ini digunakan terutama dalam isolasi [[virus|partikel virus]], [[organel]] dan fraksi subseluler, serta [[asam nukleat]] dari sampel biologis.
Kerapatan ion sesium yang tinggi membuat larutan sesium klorida, sesium sulfat, dan sesium [[Asam trifluoroasetat|trifluoroasetat]] () berguna dalam biologi molekuler untuk [[sentrifugasi diferensial|ultrasentrifugasi]] gradien kerapatan.<ref>Manfred Bick, Horst Prinz, "Cesium and Cesium Compounds" dalam Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim. .</ref> Teknologi ini digunakan terutama dalam isolasi [[virus|partikel virus]], [[organel]] dan fraksi subseluler, serta [[asam nukleat]] dari sampel biologis.<ref>[https://books.google.com/books?id=1kn89nI2gUsC&pg=PA61 Downstream processing methods]. Humana Press. 2000. hlm. 61–62. ISBN 978-0-89603-564-5.</ref>
===Penggunaan kimia dan medis===
===Penggunaan kimia dan medis===
Aplikasi kimia yang menggunakan sesium relatif sedikit.<ref>R. O. Burt. ''Kirk-Othmer encyclopedia of chemical technology''. John Wiley & Sons. 1993. Vol. 5. hlm. 759. ISBN 978-0-471-15158-6.</ref> Doping dengan senyawa sesium dapat meningkatkan efektivitas beberapa katalis ion logam untuk sintesis kimia, seperti [[asam akrilat]], [[antrakuinon]], [[etilena oksida]], [[metanol]], [[ftalat anhidrida]], [[stirena]], monomer [[metil metakrilat]], dan berbagai [[alkena|olefin]]. Ia juga digunakan dalam konversi katalitik [[belerang dioksida]] menjadi [[belerang trioksida]] dalam produksi [[asam sulfat]].<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Aplikasi kimia yang menggunakan sesium relatif sedikit. Doping dengan senyawa sesium dapat meningkatkan efektivitas beberapa katalis ion logam untuk sintesis kimia, seperti [[asam akrilat]], [[antrakuinon]], [[etilena oksida]], [[metanol]], [[ftalat anhidrida]], [[stirena]], monomer [[metil metakrilat]], dan berbagai [[alkena|olefin]]. Ia juga digunakan dalam konversi katalitik [[belerang dioksida]] menjadi [[belerang trioksida]] dalam produksi [[asam sulfat]].
[[Sesium fluorida]] memiliki beberapa penggunaan dalam [[kimia organik]] sebagai [[basa]]<ref>N. N. Greenwood. [https://archive.org/details/chemistryofeleme0000gree Chemistry of the Elements]. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.</ref> dan sebagai sumber [[anhidrat]] untuk ion [[fluorida]].<ref>Friestad, Gregory K.; Branchaud, Bruce P.; Navarrini, Walter dan Sansotera, Maurizio (2007) "Cesium Fluoride" dalam ''Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis'', John Wiley & Sons.</ref> Garam sesium terkadang menggantikan garam kalium atau natrium dalam [[sintesis organik]], seperti [[senyawa siklik|siklisasi]], [[Ester (kimia)#Pembuatan|esterifikasi]], dan [[polimerisasi]]. Sesium juga telah digunakan dalam [[dosimetri]] radiasi termoluminesen (TLD): Ketika terpapar radiasi, ia memperoleh cacat kristal yang, ketika dipanaskan, kembali dengan emisi cahaya yang sebanding dengan dosis yang diterima. Dengan demikian, mengukur pulsa cahaya dengan sebuah [[tabung fotopengganda]] dapat memungkinkan akumulasi dosis radiasi untuk diukur.
 
[[Sesium fluorida]] memiliki beberapa penggunaan dalam [[kimia organik]] sebagai [[basa]] dan sebagai sumber [[anhidrat]] untuk ion [[fluorida]]. Garam sesium terkadang menggantikan garam kalium atau natrium dalam [[sintesis organik]], seperti [[senyawa siklik|siklisasi]], [[Ester (kimia)#Pembuatan|esterifikasi]], dan [[polimerisasi]]. Sesium juga telah digunakan dalam [[dosimetri]] radiasi termoluminesen (TLD): Ketika terpapar radiasi, ia memperoleh cacat kristal yang, ketika dipanaskan, kembali dengan emisi cahaya yang sebanding dengan dosis yang diterima. Dengan demikian, mengukur pulsa cahaya dengan sebuah [[tabung fotopengganda]] dapat memungkinkan akumulasi dosis radiasi untuk diukur.
===Aplikasi nuklir dan isotop===
===Aplikasi nuklir dan isotop===
[[Sesium-137]] adalah sebuah [[radionuklida|radioisotop]] yang biasa digunakan sebagai pemancar [[sinar gama|gama]] dalam aplikasi industri. Keuntungannya meliputi waktu paruh kira-kira 30&nbsp;tahun, ketersediaannya dari [[siklus bahan bakar nuklir]], dan memiliki [[Isotop barium#Daftar isotop|<sup>137</sup>Ba]] sebagai produk akhir yang stabil. Kelarutan airnya yang tinggi merupakan kerugian yang membuatnya tidak sesuai dengan iradiator kolam besar untuk persediaan makanan dan medis. Ia telah digunakan dalam pertanian, pengobatan kanker, serta  [[Sterilisasi (mikrobiologi)|sterilisasi]] makanan, lumpur limbah, dan peralatan bedah. [[Isotop sesium]] radioaktif dalam [[radioterapi|perangkat radiasi]] digunakan dalam bidang medis untuk mengobati jenis kanker tertentu, tetapi munculnya alternatif yang lebih baik dan penggunaan sesium klorida yang larut dalam air dalam sumbernya, yang dapat menciptakan kontaminasi yang luas, secara bertahap menyebabkan beberapa sumber sesium ini tidak lagi digunakan. Sesium-137 telah digunakan dalam berbagai alat ukur pengukuran industri, meliputi pengukur kelembapan, kerapatan, perataan, dan ketebalan. Ia juga telah digunakan dalam perangkat [[pencatatan sumur]] untuk mengukur [[kerapatan elektron]] dari formasi batuan, yang analog dengan kerapatan massal formasi tersebut.
[[Sesium-137]] adalah sebuah [[radionuklida|radioisotop]] yang biasa digunakan sebagai pemancar [[sinar gama|gama]] dalam aplikasi industri. Keuntungannya meliputi waktu paruh kira-kira 30&nbsp;tahun, ketersediaannya dari [[siklus bahan bakar nuklir]], dan memiliki [[Isotop barium#Daftar isotop|<sup>137</sup>Ba]] sebagai produk akhir yang stabil. Kelarutan airnya yang tinggi merupakan kerugian yang membuatnya tidak sesuai dengan iradiator kolam besar untuk persediaan makanan dan medis.<ref>Takeshi Okumura. [http://earth1.epa.gov/radiation/docs/source-management/csfinallongtakeshi.pdf The material flow of radioactive cesium-137 in the U.S. 2000]. United States Environmental Protection Agency. 21 Oktober 2003.</ref> Ia telah digunakan dalam pertanian, pengobatan kanker, serta  [[Sterilisasi (mikrobiologi)|sterilisasi]] makanan, lumpur limbah, dan peralatan bedah.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref><ref>N. L. Jensen. ''Mineral facts and problems''. U.S. Bureau of Mines. 1985. Vol. Bulletin 675. hlm. 133–138.</ref> [[Isotop sesium]] radioaktif dalam [[radioterapi|perangkat radiasi]] digunakan dalam bidang medis untuk mengobati jenis kanker tertentu,<ref>[http://www.medicalnewstoday.com/releases/91994.php IsoRay's Cesium-131 Medical Isotope Used In Milestone Procedure Treating Eye Cancers At Tufts-New England Medical Center]. ''Medical News Today''. 17 Desember 2007.</ref> tetapi munculnya alternatif yang lebih baik dan penggunaan sesium klorida yang larut dalam air dalam sumbernya, yang dapat menciptakan kontaminasi yang luas, secara bertahap menyebabkan beberapa sumber sesium ini tidak lagi digunakan.<ref>Gunilla Carleson Bentel. [https://books.google.com/books?id=bk0go_-FO5QC&pg=PA22 Radiation therapy planning]. McGraw-Hill Professional. 1996. hlm. 22–23. ISBN 978-0-07-005115-7.</ref><ref>National Research Council (U.S.). Committee on Radiation Source Use and Replacement. [https://books.google.com/books?id=3cT2REdXJ98C Radiation source use and replacement: abbreviated version]. National Academies Press. 2008. ISBN 978-0-309-11014-3.</ref> Sesium-137 telah digunakan dalam berbagai alat ukur pengukuran industri, meliputi pengukur kelembapan, kerapatan, perataan, dan ketebalan.<ref>[https://books.google.com/books?id=RwsoQbHYjvwC&pg=PA82 Instrumentation : A Reader]. Chapman & Hall. 1995. hlm. 82–85. ISBN 978-0-412-53400-3.</ref> Ia juga telah digunakan dalam perangkat [[pencatatan sumur]] untuk mengukur [[kerapatan elektron]] dari formasi batuan, yang analog dengan kerapatan massal formasi tersebut.<ref>A. Timur. ''Downhole Geophysical Logging''. ''Annual Review of Earth and Planetary Sciences''. 1985. Vol. 13. hlm. 315–344. doi:10.1146/annurev.ea.13.050185.001531.</ref>


Sesium-137 telah digunakan dalam penelitian [[hidrologi]] yang analog dengan [[tritium]]. Sebagai produk turunan dari pengujian bom fisi dari tahun 1950-an hingga pertengahan 1980-an, sesium-137 dilepaskan ke atmosfer, yang mana ia diserap dengan mudah ke dalam larutan. Variasi tahun-ke-tahun yang diketahui dalam periode itu memungkinkan korelasinya dengan lapisan tanah dan sedimen. Sesium-134, dan pada tingkat lebih rendah sesium-135, juga telah digunakan dalam hidrologi untuk mengukur output sesium oleh industri tenaga nuklir. Walaupun mereka kurang umum daripada sesium-133 atau sesium-137, kedua isotop ini diproduksi hanya dari sumber antropogenik.
Sesium-137 telah digunakan dalam penelitian [[hidrologi]] yang analog dengan [[tritium]]. Sebagai produk turunan dari pengujian bom fisi dari tahun 1950-an hingga pertengahan 1980-an, sesium-137 dilepaskan ke atmosfer, yang mana ia diserap dengan mudah ke dalam larutan. Variasi tahun-ke-tahun yang diketahui dalam periode itu memungkinkan korelasinya dengan lapisan tanah dan sedimen. Sesium-134, dan pada tingkat lebih rendah sesium-135, juga telah digunakan dalam hidrologi untuk mengukur output sesium oleh industri tenaga nuklir. Walaupun mereka kurang umum daripada sesium-133 atau sesium-137, kedua isotop ini diproduksi hanya dari sumber antropogenik.<ref>Carol Kendall. [http://wwwrcamnl.wr.usgs.gov/isoig/period/cs_iig.html Isotope Tracers Project – Resources on Isotopes – Cesium]. National Research Program – U.S. Geological Survey.</ref>
===Kegunaan lainnya===
===Kegunaan lainnya===
Sesium dan raksa digunakan sebagai bahan pendorong pada [[pendorong ion|mesin ion]] awal yang dirancang untuk [[propulsi wahana antariksa]] pada misi antarplanet atau ekstraplanet yang sangat lama. Bahan bakarnya terionisasi melalui kontak dengan elektrode [[wolfram]] bermuatan. Namun, korosi akibat sesium pada komponen wahana antariksa telah mendorong pengembangan ke arah bahan pendorong gas lengai, seperti [[xenon]], yang lebih mudah ditangani dalam pengujian berbasis darat dan mengurangi potensi kerusakan pada wahana antariksa.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref> Xenon digunakan dalam wahana antariksa eksperimental ''[[Deep Space 1]]'' yang diluncurkan pada tahun 1998.<ref>M. G. Marcucci. ''NSTAR Xenon Ion Thruster on Deep Space 1: Ground and flight tests (invited)''. ''Review of Scientific Instruments''. 2000. Vol. 71 (3). hlm. 1389–1400. doi:10.1063/1.1150468.</ref><ref>James S. Sovey. [http://gltrs.grc.nasa.gov/reports/1999/TM-1999-209439.pdf A Synopsis of Ion Propulsion Development Projects in the United States: SERT I to Deep Space I]. NASA.</ref> Namun demikian, [[propulsi listrik emisi medan]] yang mempercepat ion logam cair seperti sesium telah dibuat.<ref>Marrese, C. [http://trs-new.jpl.nasa.gov/dspace/handle/2014/11649 In-FEEP Thruster Ion Beam Neutralization with Thermionic and Field Emission Cathodes]. Oktober 2001. hlm. 1–15.</ref>


Sesium dan raksa digunakan sebagai bahan pendorong pada [[pendorong ion|mesin ion]] awal yang dirancang untuk [[propulsi wahana antariksa]] pada misi antarplanet atau ekstraplanet yang sangat lama. Bahan bakarnya terionisasi melalui kontak dengan elektrode [[wolfram]] bermuatan. Namun, korosi akibat sesium pada komponen wahana antariksa telah mendorong pengembangan ke arah bahan pendorong gas lengai, seperti [[xenon]], yang lebih mudah ditangani dalam pengujian berbasis darat dan mengurangi potensi kerusakan pada wahana antariksa. Xenon digunakan dalam wahana antariksa eksperimental ''[[Deep Space 1]]'' yang diluncurkan pada tahun 1998. Namun demikian, [[propulsi listrik emisi medan]] yang mempercepat ion logam cair seperti sesium telah dibuat.
[[Sesium nitrat]] digunakan sebagai [[oksidator]] dan [[pewarna piroteknik]] untuk membakar [[silikon]] dalam [[suar]] [[inframerah]],<ref>[http://www.freepatentsonline.com/6230628.html Infrared illumination compositions and articles containing the same]. ''United States Patent 6230628''. Freepatentsonline.com.</ref> seperti suar LUU-19,<ref>[https://fas.org/man/dod-101/sys/dumb/luu19.htm LUU-19 Flare]. Federation of American Scientists. 23 April 2000.</ref> karena ia memancarkan sebagian besar cahayanya dalam spektrum [[inframerah|inframerah dekat]].<ref>E. Charrier. ''Determination of the temperature and enthalpy of the solid–solid phase transition of caesium nitrate by differential scanning calorimetry''. ''Thermochimica Acta''. 2006. Vol. 445. hlm. 36–39. doi:10.1016/j.tca.2006.04.002.</ref> Beberapa senyawa sesium mungkin telah digunakan sebagai aditif bahan bakar untuk mengurangi [[penampang lintang radar|jejak radar]] dari [[Emisi gas buang|asap knalpot]] pada pesawat pengintai [[Lockheed A-12]] milik [[Badan Intelijen Pusat|CIA]].<ref>Paul F. Crickmore. [https://archive.org/details/lockheedsr71secr0000cric Lockheed SR-71: the secret missions exposed]. Osprey. 2000. hlm. [https://archive.org/details/lockheedsr71secr0000cric/page/n58 47]. ISBN 978-1-84176-098-8.</ref> Sesium dan rubidium telah ditambahkan sebagai [[karbonat]] pada kaca karena mereka dapat mengurangi konduktivitas listrik serta meningkatkan stabilitas dan daya tahan dari [[serat optik]] dan perangkat [[penglihatan malam]]. Sesium fluorida atau sesium aluminium fluorida digunakan dalam fluks yang diformulasikan untuk mematri paduan [[aluminium]] yang mengandung [[magnesium]].<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>
 
[[Sesium nitrat]] digunakan sebagai [[oksidator]] dan [[pewarna piroteknik]] untuk membakar [[silikon]] dalam [[suar]] [[inframerah]], seperti suar LUU-19, karena ia memancarkan sebagian besar cahayanya dalam spektrum [[inframerah|inframerah dekat]]. Beberapa senyawa sesium mungkin telah digunakan sebagai aditif bahan bakar untuk mengurangi [[penampang lintang radar|jejak radar]] dari [[Emisi gas buang|asap knalpot]] pada pesawat pengintai [[Lockheed A-12]] milik [[Badan Intelijen Pusat|CIA]]. Sesium dan rubidium telah ditambahkan sebagai [[karbonat]] pada kaca karena mereka dapat mengurangi konduktivitas listrik serta meningkatkan stabilitas dan daya tahan dari [[serat optik]] dan perangkat [[penglihatan malam]]. Sesium fluorida atau sesium aluminium fluorida digunakan dalam fluks yang diformulasikan untuk mematri paduan [[aluminium]] yang mengandung [[magnesium]].


Sistem pembangkit listrik [[Generator magnetohidrodinamika|magnetohidrodinamika]] (MHD) telah diteliti, tetapi gagal diterima secara luas. Logam sesium juga telah dianggap sebagai [[fluida kerja]] dalam generator turboelektrik [[siklus Rankine]] bersuhu tinggi.
Sistem pembangkit listrik [[Generator magnetohidrodinamika|magnetohidrodinamika]] (MHD) telah diteliti, tetapi gagal diterima secara luas.<ref>National Research Council (U.S.). [http://books.nap.edu/openbook.php?isbn=0309074487&page=52 Energy research at DOE—Was it worth it?]. National Academy Press. 2001. hlm. 190–194. doi:10.17226/10165. ISBN 978-0-309-07448-3.</ref> Logam sesium juga telah dianggap sebagai [[fluida kerja]] dalam generator turboelektrik [[siklus Rankine]] bersuhu tinggi.<ref>Roskill Information Services. ''Economics of Caesium and Rubidium (Reports on Metals & Minerals)''. Roskill Information Services. 1984. hlm. 51. ISBN 978-0-86214-250-6.</ref>


Garam sesium telah dievaluasi sebagai reagen antikejut setelah pemberian [[Keracunan arsen|obat arsen]]. Karena memilih efek pada irama jantung, mereka lebih jarang digunakan daripada garam kalium atau rubidium. Mereka juga telah digunakan untuk mengobati [[epilepsi]].
Garam sesium telah dievaluasi sebagai reagen antikejut setelah pemberian [[Keracunan arsen|obat arsen]]. Karena memilih efek pada irama jantung, mereka lebih jarang digunakan daripada garam kalium atau rubidium. Mereka juga telah digunakan untuk mengobati [[epilepsi]].<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>


Sesium-133 dapat [[pendinginan laser|didinginkan dengan laser]] dan digunakan untuk menyelidiki masalah mendasar dan [[Teknologi kuantum|teknologi]]s dalam [[mekanika kuantum|fisika kuantum]]. Ia memiliki spektrum [[Resonansi Feshbach|Feshbach]] yang sangat sesuai untuk memungkinkan penelitian [[atom ultradingin]] yang membutuhkan interaksi merdu.
Sesium-133 dapat [[pendinginan laser|didinginkan dengan laser]] dan digunakan untuk menyelidiki masalah mendasar dan [[Teknologi kuantum|teknologi]]s dalam [[mekanika kuantum|fisika kuantum]]. Ia memiliki spektrum [[Resonansi Feshbach|Feshbach]] yang sangat sesuai untuk memungkinkan penelitian [[atom ultradingin]] yang membutuhkan interaksi merdu.<ref>Cheng Chin. ''Feshbach resonances in ultracold gases''. ''Reviews of Modern Physics''. 29 April 2010. Vol. 82 (2). hlm. 1225–1286. doi:10.1103/RevModPhys.82.1225.</ref>
==Bahaya kesehatan dan keselamatan==
==Bahaya kesehatan dan keselamatan==
Senyawa sesium nonradioaktif hanya sedikit beracun, dan sesium nonradioaktif bukanlah bahaya lingkungan yang signifikan. Karena proses biokimia dapat membingungkan dan menggantikan sesium dengan [[kalium]], sesium berlebih dapat menyebabkan [[hipokalemia]], [[aritmia]], dan [[henti jantung]] akut, tetapi jumlah tersebut biasanya tidak akan ditemui di sumber alami.<ref>P. Melnikov. ''Clinical effects of cesium intake''. ''Biological Trace Element Research''. Juni 2010. Vol. 135 (1–3). hlm. 1–9. doi:10.1007/s12011-009-8486-7.</ref><ref>Carl Pinsky. ''Cesium in mammals: Acute toxicity, organ changes and tissue accumulation''. ''Journal of Environmental Science and Health, Part A''. 1981. Vol. 16 (5). hlm. 549–567. doi:10.1080/10934528109375003.</ref>


[[Median dosis letal]] (LD<sub>50</sub>) untuk [[sesium klorida]] pada tikus adalah 2,3&nbsp;gram per kilogram, yang sebanding dengan nilai LD<sub>50</sub> [[kalium klorida|kalium]] dan [[natrium klorida]].<ref>Garland T. Johnson. [https://archive.org/details/toxicology-and-applied-pharmacology_1975-05_32_2/page/239 Acute toxicity of cesium and rubidium compounds]. ''Toxicology and Applied Pharmacology''. 1975. Vol. 32 (2). hlm. 239–245. doi:10.1016/0041-008X(75)90216-1.</ref> Penggunaan utama sesium nonradioaktif adalah sebagai sesium format dalam [[fluida pengeboran]] minyak bumi karena ia jauh lebih tidak beracun daripada alternatifnya, meski lebih mahal.<ref>J. D. Downs. [http://www.spe.org/elibinfo/eLibrary_Papers/spe/2006/06DC/SPE-99068-MS/SPE-99068-MS.htm Drilling and Completing Difficult HP/HT Wells With the Aid of Cesium Formate Brines-A Performance Review]. Februari 2006. doi:10.2118/99068-MS.</ref>


Senyawa sesium nonradioaktif hanya sedikit beracun, dan sesium nonradioaktif bukanlah bahaya lingkungan yang signifikan. Karena proses biokimia dapat membingungkan dan menggantikan sesium dengan [[kalium]], sesium berlebih dapat menyebabkan [[hipokalemia]], [[aritmia]], dan [[henti jantung]] akut, tetapi jumlah tersebut biasanya tidak akan ditemui di sumber alami.
Logam sesium adalah salah satu unsur yang paling reaktif dan sangat mudah [[bahan peledak|meledak]] di hadapan air. Gas hidrogen yang dihasilkan oleh reaksi tersebut akan dipanaskan oleh energi panas yang dilepaskan pada saat yang sama, menyebabkan pengapian dan ledakan dahsyat. Hal ini dapat terjadi dengan logam alkali lainnya, tetapi sesium sangatlah kuat sehingga reaksi eksplosif ini dapat dipicu bahkan dengan air dingin.<ref>William C. Butterman. [http://pubs.usgs.gov/of/2004/1432/2004-1432.pdf Mineral Commodity Profile: Cesium]. United States Geological Survey. 2004.</ref>
 
[[Median dosis letal]] (LD<sub>50</sub>) untuk [[sesium klorida]] pada tikus adalah 2,3&nbsp;gram per kilogram, yang sebanding dengan nilai LD<sub>50</sub> [[kalium klorida|kalium]] dan [[natrium klorida]]. Penggunaan utama sesium nonradioaktif adalah sebagai sesium format dalam [[fluida pengeboran]] minyak bumi karena ia jauh lebih tidak beracun daripada alternatifnya, meski lebih mahal.
 
Logam sesium adalah salah satu unsur yang paling reaktif dan sangat mudah [[bahan peledak|meledak]] di hadapan air. Gas hidrogen yang dihasilkan oleh reaksi tersebut akan dipanaskan oleh energi panas yang dilepaskan pada saat yang sama, menyebabkan pengapian dan ledakan dahsyat. Hal ini dapat terjadi dengan logam alkali lainnya, tetapi sesium sangatlah kuat sehingga reaksi eksplosif ini dapat dipicu bahkan dengan air dingin.


Sesium sangat bersifat [[piroforik]]: [[suhu swasulut]]nya adalah , dan ia akan terbakar secara eksplosif di udara untuk membentuk [[sesium hidroksida]] dan berbagai senyawa sesium oksida. Sesium hidroksida adalah [[basa]] yang sangat kuat, dan dapat dengan cepat menimbulkan korosi pada kaca.
Sesium sangat bersifat [[piroforik]]: [[suhu swasulut]]nya adalah , dan ia akan terbakar secara eksplosif di udara untuk membentuk [[sesium hidroksida]] dan berbagai senyawa sesium oksida. Sesium hidroksida adalah [[basa]] yang sangat kuat, dan dapat dengan cepat menimbulkan korosi pada kaca.<ref>[http://www.rsc.org/periodic-table/element/55/caesium Chemical Data – Caesium – Cs]. Royal Society of Chemistry.</ref>


[[Isotop]] sesium [[Isotop sesium#Daftar isotop|sesium-134]] dan [[Sesium-137|-137]] hadir di [[biosfer]] dalam jumlah kecil dari aktivitas manusia, dengan jumlah yang berbeda pada tiap lokasi. Radiosesium tidak dapat menumpuk di dalam tubuh semudah produk fisi lainnya (seperti radioiodin dan radiostronsium). Sekitar 10% dari radiosesium yang diserap akan keluar dari tubuh relatif cepat melalui keringat dan urine. 90% sisanya memiliki [[waktu paruh biologis]] antara 50 dan 150&nbsp;hari. Radiosesium akan mengikuti kalium dan cenderung menumpuk di jaringan tumbuhan, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran. Tumbuhan sangat bervariasi dalam hal penyerapan sesium, terkadang menunjukkan ketahanan yang besar terhadapnya. Juga didokumentasikan dengan baik bahwa jamur dari hutan yang terkontaminasi akan mengakumulasi radiosesium (sesium-137) dalam [[sporokarp (fungi)|sporokarp]] jamur. Akumulasi sesium-137 di beberapa danau telah menjadi perhatian besar setelah [[bencana Chernobyl]]. Eksperimen pada anjing menunjukkan bahwa dosis tunggal sebesar 3,8 [[Curie (satuan)|milicurie]] (140&nbsp;M[[Becquerel|Bq]], 4,1&nbsp;μg sesium-137) per kilogram dapat mematikan dalam waktu tiga minggu; jumlah yang lebih kecil dapat menyebabkan kemandulan dan kanker. [[Badan Tenaga Atom Internasional]] dan beberapa sumber lain telah memperingatkan bahwa bahan radioaktif, seperti sesium-137, dapat digunakan dalam perangkat dispersi radiologis, atau "[[bom kotor]]".
[[Isotop]] sesium [[Isotop sesium#Daftar isotop|sesium-134]] dan [[Sesium-137|-137]] hadir di [[biosfer]] dalam jumlah kecil dari aktivitas manusia, dengan jumlah yang berbeda pada tiap lokasi. Radiosesium tidak dapat menumpuk di dalam tubuh semudah produk fisi lainnya (seperti radioiodin dan radiostronsium). Sekitar 10% dari radiosesium yang diserap akan keluar dari tubuh relatif cepat melalui keringat dan urine. 90% sisanya memiliki [[waktu paruh biologis]] antara 50 dan 150&nbsp;hari.<ref>J. Rundo. ''A Survey of the Metabolism of Caesium in Man''. ''British Journal of Radiology''. 1964. Vol. 37 (434). hlm. 108–114. doi:10.1259/0007-1285-37-434-108.</ref> Radiosesium akan mengikuti kalium dan cenderung menumpuk di jaringan tumbuhan, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran.<ref>H. Nishita. [https://archive.org/details/plant-and-soil_1962-10_17_2/page/221 Accumulation of Cs and K and growth of bean plants in nutrient solution and soils]. ''Plant and Soil''. 1962. Vol. 17 (2). hlm. 221–242. doi:10.1007/BF01376226.</ref><ref>S. Avery. ''Fate of caesium in the environment: Distribution between the abiotic and biotic components of aquatic and terrestrial ecosystems''. ''Journal of Environmental Radioactivity''. 1996. Vol. 30 (2). hlm. 139–171. doi:10.1016/0265-931X(96)89276-9.</ref><ref>Brit Salbu. ''Availability of caesium isotopes in vegetation estimated from incubation and extraction experiments''. ''Analyst''. 1992. Vol. 117 (3). hlm. 487–491. doi:10.1039/AN9921700487.</ref> Tumbuhan sangat bervariasi dalam hal penyerapan sesium, terkadang menunjukkan ketahanan yang besar terhadapnya. Juga didokumentasikan dengan baik bahwa jamur dari hutan yang terkontaminasi akan mengakumulasi radiosesium (sesium-137) dalam [[sporokarp (fungi)|sporokarp]] jamur.<ref>M. Vinichuk. [https://www.researchgate.net/publication/42541094 Accumulation of potassium, rubidium and caesium ( 133 Cs and 137 Cs) in various fractions of soil and fungi in a Swedish forest]. ''Science of the Total Environment''. 2010. Vol. 408 (12). hlm. 2543–2548. doi:10.1016/j.scitotenv.2010.02.024.</ref> Akumulasi sesium-137 di beberapa danau telah menjadi perhatian besar setelah [[bencana Chernobyl]].<ref>Jim T. Smith. [https://archive.org/details/chernobylcatastr0000smit Chernobyl: Catastrophe and Consequences]. Springer. 2005. ISBN 978-3-540-23866-9.</ref><ref>V. N. Eremeev. ''Radioactive isotopes of caesium in the waters and near-water atmospheric layer of the Black Sea''. ''Physical Oceanography''. 1991. Vol. 2 (1). hlm. 57–64. doi:10.1007/BF02197418.</ref> Eksperimen pada anjing menunjukkan bahwa dosis tunggal sebesar 3,8 [[Curie (satuan)|milicurie]] (140&nbsp;M[[Becquerel|Bq]], 4,1&nbsp;μg sesium-137) per kilogram dapat mematikan dalam waktu tiga minggu;<ref>H. C. Redman. ''Toxicity of 137-CsCl in the Beagle. Early Biological Effects''. ''Radiation Research''. 1972. Vol. 50 (3). hlm. 629–648. doi:10.2307/3573559.</ref> jumlah yang lebih kecil dapat menyebabkan kemandulan dan kanker.<ref>[http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/7967285.stm Chinese 'find' radioactive ball]. BBC News. 27 Maret 2009.</ref> [[Badan Tenaga Atom Internasional]] dan beberapa sumber lain telah memperingatkan bahwa bahan radioaktif, seperti sesium-137, dapat digunakan dalam perangkat dispersi radiologis, atau "[[bom kotor]]".<ref>Louis Charbonneau. [http://www.highbeam.com/doc/1P2-250680.html IAEA director warns of 'dirty bomb' risk]. ''The Washington Post''. 12 Maret 2003. hlm. A15.</ref>
==Lihat pula==
==Lihat pula==
*
*  
* [[Kecelakaan Acerinox]], sebuah kecelakaan kontaminasi <sup>137</sup>Cs pada tahun 1998
* [[Kecelakaan Acerinox]], sebuah kecelakaan kontaminasi <sup>137</sup>Cs pada tahun 1998
* [[Kecelakaan Goiânia]], insiden kontaminasi radioaktif besar pada tahun 1987 yang melibatkan <sup>137</sup>Cs
* [[Kecelakaan Goiânia]], insiden kontaminasi radioaktif besar pada tahun 1987 yang melibatkan <sup>137</sup>Cs
* [[Kecelakaan radiologis Kramatorsk]], insiden kehilangan sumber <sup>137</sup>Cs antara tahun 1980 dan 1989
* [[Kecelakaan radiologis Kramatorsk]], insiden kehilangan sumber <sup>137</sup>Cs antara tahun 1980 dan 1989


==Catatan==
==Catatan==
==Referensi==
==Pranala luar==
==Pranala luar==
*  [https://www.periodicvideos.com/videos/055.htm Caesium or Cesium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
*  [https://www.periodicvideos.com/videos/055.htm Caesium or Cesium] di ''[[The Periodic Table of Videos]]'' (Universitas Nottingham)
Baris 158: Baris 139:
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sesium&oldid=29514966 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29514966 (2026-08-02T07:07:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sesium&oldid=29514966 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29514966 (2026-08-02T07:07:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 26 Agustus 2026 18.34

Berkas:Cesium.jpg
Cesium

Sesium (ejaan IUPAC: caesium;[1] cesium dalam Bahasa Inggris Amerika) adalah sebuah unsur kimia dengan lambang Cs dan nomor atom 55. Sesium adalah sebuah logam alkali lunak dengan warna keemasan-keperakan yang memiliki titik lebur dan menjadikannya salah satu dari hanya lima unsur logam yang berwujud cair pada atau mendekati suhu kamar. Sesium memiliki sifat fisik dan kimia yang mirip dengan rubidium dan kalium. Ia bersifat piroforik dan akan bereaksi dengan air bahkan pada suhu . Ia adalah unsur yang paling tidak elektronegatif, dengan nilai 0,79 pada skala Pauling. Sesium hanya memiliki satu isotop stabil, sesium-133. Sesium ditambang sebagian besar dari mineral polusit. Sesium-137, yang merupakan sebuah produk fisi, diekstraksi dari limbah yang dihasilkan oleh reaktor nuklir. Ia memiliki jari-jari atom terbesar dari semua unsur yang jari-jarinya telah diukur atau dihitung, dengan jari-jari sekitar 260 pikometer.

Kimiawan Jerman Robert Bunsen dan fisikawan Jerman Gustav R. Kirchhoff menemukan sesium pada tahun 1860 melalui metode spektroskopi nyala yang pada saat itu baru dikembangkan. Penerapan skala kecil pertama untuk sesium adalah sebagai "penangkap" dalam tabung vakum dan sel fotolistrik. Pada tahun 1967, berdasarkan bukti yang dikemukakan oleh Einstein bahwa kecepatan cahaya adalah dimensi paling konstan di alam semesta, Sistem Satuan Internasional menggunakan dua hitungan gelombang spesifik dari spektrum emisi sesium-133 untuk menentukan detik dan meter. Sejak saat itu, sesium banyak digunakan dalam jam atom yang sangat akurat.

Sejak tahun 1990-an, penerapan skala besar dari sesium merupakan penggunanya sebagai sesium format untuk fluida pengeboran, tetapi sesium juga memiliki berbagai aplikasi dalam produksi listrik, serta dalam elektronika dan kimia. Isotop radioaktif sesium-137 memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun dan digunakan dalam aplikasi medis, pengukur industri, dan hidrologi. Senyawa sesium nonradioaktif hanya sedikit beracun, tetapi kecenderungan sesium murni untuk bereaksi secara eksplosif dengan air mengartikan bahwa sesium dianggap sebagai bahan berbahaya dan radioisotopnya memiliki risiko bagi kesehatan dan lingkungan yang signifikan.

Karakteristik

Sifat fisik

Dari semua unsur yang memiliki wujud padat pada suhu kamar, sesium adalah yang paling lunak: ia memiliki kekerasan 0,2 Mohs. Ia adalah logam pucat yang sangat ulet, yang akan menjadi gelap dengan adanya oksigen bahkan dalam jumlah kecil.[2][3][4] Ketika berada di hadapan minyak mineral (tempat paling baik untuk menyimpannya selama pengangkutan), kilau metaliknya akan hilang dan ia terlihat lebih kusam dan semakin berwarna abu-abu. Titik leburnya berada pada suhu , menjadikannya salah satu dari sedikit unsur logam yang berwujud cair di dekat suhu kamar. Raksa adalah satu-satunya unsur logam stabil dengan titik lebur yang diketahui lebih rendah dari sesium.[5] Selain itu, logam ini memiliki titik didih yang agak rendah, pada suhu , terendah dari semua logam selain raksa.[6] Bila terbakar, senyawa sesium akan memiliki nyala api berwarna biru[7][8] atau ungu.[9]

Sesium dapat membentuk paduan dengan logam alkali lainnya, emas, dan raksa (amalgam). Pada suhu di bawah , sesium tidak dapat terpadu dengan kobalt, besi, molibdenum, nikel, platina, tantalum, atau wolfram. Ia membentuk senyawa antarlogam dengan antimon, galium, indium, dan torium, yang bersifat fotosensitif.[10] Ia dapat bercampur dengan semua logam alkali lainnya (kecuali litium); paduan dengan distribusi molar sebesar 41% sesium, 47% kalium, dan 12% natrium memiliki titik lebur terendah dari semua paduan logam yang diketahui, pada suhu .[11][12] Beberapa amalgam sesium telah dipelajari: memiliki warna hitam dengan kilau lembayung metalik, sedangkan CsHg memiliki warna keemasan, juga dengan kilau metalik.[13]

Warna keemasan sesium berasal dari penurunan frekuensi cahaya yang diperlukan untuk mengeksitasi elektron logam alkali saat turun ke bawah golongan 1. Untuk litium hingga rubidium, frekuensi ini berada dalam ultraungu, tetapi untuk sesium frekuensinya memasuki ujung spektrum biru-ungu; dengan kata lain, frekuensi plasmonik dari logam alkali menjadi semakin rendah dari litium ke sesium. Jadi, sesium mentransmisikan dan menyerap sebagian cahaya ungu sementara warna lain (yang memiliki frekuensi lebih rendah) dipantulkan; oleh karena itu, ia tampak kekuningan.[14]

Alotrop

Sesium eksis dalam beberapa bentuk alotrop yang berbeda, salah satunya adalah dimer yang disebut disesium.[15]

Sifat kimia

Logam sesium sangatlah reaktif dan bersifat piroforik. Ia dapat menyala secara spontan di udara, dan bereaksi secara eksplosif dengan air bahkan pada suhu rendah, lebih dari logam alkali lainnya.[16] Ia akan bereaksi dengan es pada suhu serendah .[17] Karena reaktivitasnya yang tinggi ini, logam sesium digolongkan sebagai bahan berbahaya. Sesium disimpan dan dikirim dalam hidrokarbon jenuh yang kering seperti minyak mineral. Ia hanya dapat ditangani di bawah gas lengai, seperti argon. Namun, ledakan sesium–air sering kali kurang kuat dibandingkan ledakan natrium–air dengan jumlah natrium yang sama. Hal ini dikarenakan sesium meledak seketika saat bersentuhan dengan air, menyisakan sedikit waktu untuk hidrogen dapat terakumulasi.[18] Sesium dapat disimpan dalam ampul kaca borosilikat yang tertutup rapat. Dalam jumlah lebih dari sekitar , sesium dikirim dalam wadah baja nirkarat yang tertutup rapat.[19]

Sifat kimia sesium mirip dengan logam alkali lainnya, khususnya rubidium, unsur di atas sesium dalam tabel periodik.[20] Seperti yang diperkirakan untuk logam alkali, satu-satunya keadaan oksidasi yang umum adalah +1. Beberapa perbedaan kecil muncul dari fakta bahwa sesium memiliki massa atom yang lebih tinggi dan lebih elektropositif daripada logam alkali (nonradioaktif) lainnya.[21] Sesium adalah unsur kimia yang paling elektropositif.[22] Ion sesium juga lebih besar dan kurang "keras" dibandingkan dengan logam alkali yang lebih ringan.

Senyawa

Sebagian besar senyawa sesium mengandung unsur ini sebagai kation , yang berikatan secara ionik dengan berbagai macam anion. Satu pengecualian yang penting adalah anion sesida (),[23] dan pengecualian lainnya adalah beberapa suboksida (lihat bagian mengenai oksida di bawah). Baru-baru ini, sesium diprediksi berperilaku sebagai unsur blok-p dan mampu membentuk fluorida yang lebih tinggi dengan keadaan oksidasi yang lebih tinggi (yaitu CsFn dengan n > 1) di bawah tekanan tinggi.[24] Prediksi ini memerlukan validasi melalui percobaan lebih lanjut.[25]

Garam Cs+ biasanya tidak berwarna kecuali bila anionnya sendiri yang memiliki warna. Banyak dari garam Cs+ sederhana bersifat higroskopis, tetapi kurang higroskopis daripada garam yang sesuai dari logam alkali yang lebih ringan. Garam fosfat,[26] asetat, karbonat, halida, oksida, nitrat, dan sulfat dari sesium dapat larut dalam air. Garam gandanya sering kali kurang larut, dan kelarutan sesium aluminium sulfat yang rendah dimanfaatkan dalam pemurnian Cs dari beberapa bijih. Garam ganda dengan antimon (seperti ), bismut, kadmium, tembaga, besi, dan timbal juga kurang larut.[27]

Sesium hidroksida (CsOH) bersifat higroskopis dan merupakan basa kuat.[28] Ia akan mengetsa permukaan semikonduktor seperti silikon dengan cepat.[29] Sebelumnya, para kimiawan mengganggap CsOH sebagai "basa terkuat", mencerminkan daya tarik yang relatif lemah antara ion Cs+ yang besar dan OH;[30] CsOH memang merupakan basa Arrhenius terkuat; tetapi, sejumlah senyawa seperti n-butillitium, natrium amida, natrium hidrida, sesium hidrida, dan lain-lain, yang tidak dapat dilarutkan dalam air karena akan bereaksi keras dengannya dan hanya digunakan dalam beberapa pelarut aprotik polar anhidrat, jauh lebih basa berdasarkan teori asam–basa Brønsted–Lowry.[31]

Sebuah campuran stoikiometri antara sesium dan emas akan bereaksi membentuk sesium aurida (Cs+Au) yang memiliki warna kuning saat dipanaskan. Pada senyawa ini, anion aurida berperilaku sebagai pseudohalogen. CsAu akan bereaksi hebat dengan air, menghasilkan sesium hidroksida, emas metalik, dan gas hidrogen; dalam amonia cair, ia dapat direaksikan dengan resin penukar ion khusus-sesium untuk menghasilkan tetrametilamonium aurida. Senyawa platina analog, sesium platinida (Cs2Pt) yang berwarna merah, mengandung ion platinida yang berperilaku sebagai .[32]

Kompleks

Seperti semua kation logam, Cs+ dapat membentuk kompleks dengan basa Lewis dalam larutan. Karena ukurannya yang besar, Cs+ biasanya mengadopsi bilangan koordinasi lebih besar dari 6, bilangan tipikal untuk kation logam alkali yang lebih kecil. Perbedaan ini tampak jelas pada CsCl dengan bilangan koordinasi 8. Bilangan koordinasi dan kelunakan (kecenderungan untuk membentuk ikatan kovalen) yang tinggi ini merupakan sifat yang dimanfaatkan dalam pemisahan Cs+ dari kation lain dalam remediasi limbah nuklir, saat 137Cs+ harus dipisahkan dari sejumlah besar K+ nonradioaktif.[33]

Halida

Sesium fluorida (CsF) adalah padatan putih higroskopis yang banyak digunakan dalam kimia organofluorin sebagai sumber anion fluorida.[34] Sesium fluorida memiliki struktur halit, yang berarti bahwa Cs+ dan F terkemas dalam susunan kubus padat seperti halnya Na+ dan Cl dalam natrium klorida.[35] Dan juga, sesium dan fluorin masing-masing memiliki elektronegativitas terendah dan tertinggi, di antara semua unsur yang telah diketahui.

Sesium klorida (CsCl) mengkristal dalam sistem kristal kubus. sederhana. Motif struktural ini, yang juga disebut "struktur sesium klorida",[36] terdiri dari kisi kubus primitif dengan basis dua atom, masing-masing dengan koordinasi rangkap delapan; atom klorida terletak pada titik kisi di tepi kubus, sedangkan atom sesium terletak di lubang di tengah kubus. Struktur ini juga dimiliki oleh CsBr dan CsI, dan banyak senyawa lain yang tidak mengandung Cs. Sebaliknya, sebagian besar alkali halida lainnya memiliki struktur natrium klorida (NaCl).[37] Struktur CsCl lebih diminati karena Cs+ memiliki jari-jari ionik sebesar 174 pm dan sebesar 181 pm.[38]

Oksida

Sesium membentuk banyak senyawa biner dengan oksigen, lebih banyak dari logam alkali lainnya. Ketika sesium terbakar di udara, sesium superoksida () adalah produk utamanya.[39] Sesium oksida "normal" () membentuk kristal heksagon berwarna kuning-oranye,[40] dan merupakan satu-satunya oksida dari jenis anti-kadmium klorida.[41] menguap pada suhu , dan akan terurai menjadi logam sesium dan sesium peroksida (sesium peroksida) pada suhu di atas . Selain sesium superoksida dan sesium ozonida (sesium ozonida),[42][43] beberapa senyawa sesium suboksida berwarna cerah juga telah dipelajari.[44] Senyawa sesium suboksida tersebut meliputi , , , (hijau tua[45]), CsO, ,[46] serta .[47][48] dapat dipanaskan dalam vakum untuk menghasilkan .[49] Senyawa sesium biner dengan belerang, selenium, dan telurium juga eksis.[50]

Isotop

Sesium memiliki 40 isotop yang diketahui, mulai dari nomor massa (jumlah nukleon dalam inti) 112 hingga 151. Beberapa di antaranya disintesis dari unsur-unsur yang lebih ringan melalui proses penangkapan neutron lambat (proses-s) di dalam bintang tua[51] dan melalui proses-r dalam ledakan supernova.[52] Satu-satunya isotop sesium yang stabil adalah 133Cs, dengan 78 neutron. Meskipun 133Cs memiliki spin inti yang besar (+), penelitian resonansi magnet inti dapat menggunakan isotop ini pada frekuensi resonansi 11,7 MHz.[53]

Isotop radioaktif 135Cs memiliki waktu paruh yang sangat panjang, yaitu sekitar 2,3 juta tahun, terpanjang dari semua isotop radioaktif sesium. 137Cs dan 134Cs masing-masing memiliki waktu paruh 30 dan dua tahun. 137Cs terurai menjadi 137mBa yang memiliki waktu paruh pendek melalui peluruhan beta, dan kemudian menjadi barium nonradioaktif, sementara 134Cs berubah menjadi 134Ba secara langsung. Isotop sesium dengan nomor massa 129, 131, 132 dan 136, memiliki waktu paruh antara satu hari hingga dua minggu, sedangkan sebagian besar isotop sesium lainnya memiliki waktu paruh mulai dari beberapa detik hingga sepersekian detik. Setidaknya, terdapat 21 isomer nuklir metastabil. Selain 134mCs (dengan waktu paruh kurang dari 3 jam), semua isotop sesium sangatlah tidak stabil dan meluruh dengan waktu paruh beberapa menit atau kurang.[54][55]

Isotop 135Cs adalah salah satu produk fisi berumur panjang dari uranium yang diproduksi di dalam reaktor nuklir.[56] Namun, hasil produk fisi ini berkurang di sebagian besar reaktor karena pendahulunya, 135Xe, adalah racun neutron yang kuat dan sering berubah menjadi 136Xe yang stabil sebelum dapat meluruh menjadi 135Cs.[57][58]

Peluruhan beta dari 137Cs menjadi 137mBa menghasilkan radiasi gama saat 137mBa berelaksasi ke keadaan dasar 137Ba, dengan foton yang dipancarkan memiliki energi sebesar 0,6617 MeV.[59] 137Cs dan 90Sr adalah produk fisi nuklir berumur menengah utama, dan sumber radioaktivitas utama dari bahan bakar nuklir bekas setelah pendinginan beberapa tahun, berlangsung selama beberapa ratus tahun.[60] Kedua isotop tersebut merupakan sumber sisa-sisa radioaktivitas terbesar di wilayah bencana Chernobyl.[61] Karena laju penangkapan yang rendah, pembuangan 137Cs melalui penangkapan neutron tidak dapat dilakukan dan satu-satunya solusi saat ini adalah membiarkannya meluruh seiring waktu.[62]

Hampir semua sesium yang dihasilkan dari fisi nuklir berasal dari peluruhan beta produk fisi yang awalnya lebih kaya neutron, melewati berbagai isotop iodin dan xenon.[63] Karena iodin dan xenon bersifat volatil dan dapat berdifusi melalui bahan bakar nuklir atau udara, sesium radioaktif sering dibuat jauh dari tempat asal fisi.[64] Melalui pengujian senjata nuklir pada tahun 1950-an hingga 1980-an, 137Cs dilepaskan ke atmosfer dan kembali ke permukaan bumi sebagai komponen luruhan radioaktif. Isotop ini adalah penanda dari pergerakan tanah dan sedimen yang berasal dari masa itu.[65]

Keterjadian

Sesium adalah unsur yang relatif langka, diperkirakan memiliki rata-rata 3 bagian per juta di kerak Bumi.[66] Ia adalah unsur paling melimpah ke-45, dan ke-36 di antara seluruh logam. Namun demikian, ia lebih melimpah daripada beberapa unsur seperti antimon, kadmium, timah, dan wolfram, dan dua tingkat besaran lebih melimpah daripada raksa dan perak; ia memiliki kelimpahan 3,3% dari kelimpahan rubidium, yang terkait erat dengannya secara kimiawi.[67]

Karena jari-jari ioniknya yang besar, sesium adalah salah satu "unsur yang tidak kompatibel".[68] Selama kristalisasi magma, sesium terkonsentrasi dalam fase cair dan kemudian mengkristal. Oleh karena itu, endapan sesium terbesar adalah badan bijih zona pegmatit yang dibentuk melalui proses pengayaan ini. Karena sesium tidak dapat menggantikan kalium semudah rubidium, mineral evaporit alkali silvit (KCl) dan karnalit () mungkin hanya mengandung 0,002% sesium. Akibatnya, sesium ditemukan dalam sedikit mineral. Kadar sesium yang lebih tinggi dapat ditemukan dalam mineral beril () dan avogadrit (), hingga 15% Cs2O dari total berat dalam mineral pezotait () yang terkait erat, hingga 8,4% Cs2O dari total berat dalam mineral londonit () yang langka, dan lebih sedikit dalam rodizit yang tersebar luas.[69] Satu-satunya bijih yang penting secara ekonomi untuk sesium adalah polusit , yang ditemukan di beberapa tempat di seluruh dunia dalam pegmatit terzonasi, berasosiasi dengan mineral litium, lepidolit dan petalit. Di dalam pegmatit, ukuran butir yang besar dan pemisahan mineral yang kuat akan menghasilkan bijih bermutu tinggi untuk ditambang.[70]

Sumber sesium paling signifikan dan terkaya di dunia adalah Tambang Tanco di Danau Bernic di Manitoba, Kanada, yang diperkirakan mengandung 350.000 ton metrik bijih polusit, mewakili lebih dari dua pertiga basis cadangan sesium dunia.[71][72] Meskipun kandungan stoikiometri sesium dalam polusit adalah 42,6%, sampel polusit murni dari endapan ini hanya mengandung sekitar 34% sesium, sedangkan kandungan rata-ratanya adalah 24% dari total berat.[73] Polusit komersial mengandung lebih dari 19% sesium.[74] Endapan pegmatit Bikita di Zimbabwe ditambang untuk mineral petalitnya, tetapi cadangan ini juga mengandung polusit dalam jumlah yang signifikan. Sumber polusit terkenal lainnya adalah di Gurun Karibib, Namibia.[75] Pada laju produksi tambang dunia saat ini sebesar 5 hingga 10 ton metrik per tahun, cadangan sesium akan bertahan selama ribuan tahun.[76]

Produksi

Penambangan dan pemurnian bijih polusit adalah proses selektif dan dilakukan dalam skala yang lebih kecil daripada kebanyakan logam lainnya. Bijih tersebut dihancurkan, disortir menggunakan tangan, tetapi biasanya tidak dipekatkan, lalu digiling. Sesium kemudian diekstraksi dari polusit melalui tiga metode utama: pencernaan asam, dekomposisi basa, dan reduksi langsung.[77][78]

Dalam pencernaan asam, batuan polusit silikat dilarutkan dengan asam kuat, seperti asam klorida (HCl), sulfat (), bromida (HBr), atau fluorida (HF). Dengan asam klorida, campuran klorida larut akan dihasilkan, dan garam ganda klorida yang tak larut dari sesium diendapkan sebagai sesium antimon klorida (), sesium iodin klorida (), atau sesium heksakloroserat (). Setelah pemisahan, garam ganda endapan murni tersebut didekomposisi, dan CsCl murni diendapkan dengan menguapkan air.

Metode asam sulfat menghasilkan garam ganda yang tak larut secara langsung sebagai alum sesium (). Komponen aluminium sulfat diubah menjadi aluminium oksida yang tak larut dengan memanggang alum tersebut dengan karbon, dan produk yang dihasilkan dilindi dengan air untuk menghasilkan larutan .[79]

Pemanggangan polusit dengan kalsium karbonat dan kalsium klorida menghasilkan kalsium silikat yang tak larut dan sesium klorida yang larut. Pelindian dengan air atau amonia () encer menghasilkan larutan klorida (CsCl) encer. Larutan ini dapat diuapkan untuk menghasilkan sesium klorida atau diubah menjadi alum sesium atau sesium karbonat. Meskipun tidak layak secara komersial, bijih tersebut dapat langsung direduksi dengan natrium, kalium, atau kalsium dalam vakum untuk menghasilkan logam sesium secara langsung.[80]

Sebagian besar sesium yang ditambang (sebagai garam) langsung diubah menjadi sesium format (HCOOCs+) untuk beberapa aplikasi seperti pengeboran minyak. Untuk memasok pasar yang sedang berkembang, Cabot Corporation membangun sebuah pabrik produksi pada tahun 1997 di tambang Tanco dekat Danau Bernic di Manitoba, dengan kapasitas larutan sesium format per tahun.[81] Senyawa sesium komersial skala kecil utama adalah sesium klorida dan nitrat.[82]

Sebagai alternatif, logam sesium dapat diperoleh dari senyawa murni yang berasal dari bijih tersebut. Sesium klorida dan senyawa sesium halida lainnya dapat direduksi pada suhu dengan kalsium atau barium, dan logam sesium didistilasi dari hasilnya. Melalui cara yang sama, sesium aluminat, karbonat, atau hidroksida dapat direduksi dengan magnesium.[83]

Logam ini juga dapat diisolasi melalui elektrolisis leburan sesium sianida (CsCN). Sesium yang sangat murni dan bebas gas dapat diproduksi melalui dekomposisi termal bersuhu dari sesium azida (), yang dapat diproduksi dari sesium sulfat dan barium azida encer.[84] Dalam aplikasi vakum, sesium dikromat dapat direaksikan dengan zirkonium untuk menghasilkan logam sesium murni tanpa produk gas lainnya.[85]

+ 2 → 2 + 2 +

Harga sesium murni 99,8% (berbasis logam) pada tahun 2009 adalah sekitar , tetapi senyawanya secara signifikan lebih murah.[86]

Sejarah

Pada tahun 1860, Robert Bunsen dan Gustav Kirchhoff menemukan sesium dalam air mineral dari Dürkheim, Jerman. Karena garis-garis berwarna biru cerah dalam spektrum emisi sesium, mereka mengambil nama untuk unsur ini dari kata bahasa Latin caesius, yang berarti 'abu-abu kebiruan'.[87][88][89][90] Sesium adalah unsur pertama yang ditemukan dengan spektroskop, yang ditemukan oleh Bunsen dan Kirchhoff setahun sebelumnya.[91]

Untuk mendapatkan sampel sesium murni, air mineral harus diuapkan untuk menghasilkan larutan garam pekat. Unsur logam alkali tanah diendapkan baik sebagai sulfat atau oksalat, meninggalkan unsur logam alkali dalam larutan. Setelah konversi menjadi nitrat dan ekstraksi dengan etanol, diperoleh sebuah campuran bebas natrium. Dari campuran ini, litium diendapkan oleh amonium karbonat. Kalium, rubidium, dan sesium membentuk beberapa garam yang tak larut dengan asam kloroplatinat, tetapi garam-garam ini menunjukkan sedikit perbedaan dalam kelarutan dalam air panas, serta sesium dan rubidium heksakloroplatinat () yang kurang larut diperoleh melalui kristalisasi fraksional. Setelah reduksi sesium dan rubidium heksakloroplatinat dengan hidrogen, sesium dan rubidium dapat dipisahkan karena perbedaan kelarutan karbonatnya dalam alkohol. Proses tersebut menghasilkan rubidium klorida dan sesium klorida dari 44.000 liter air mineral awal.[92]

Dari sesium klorida, kedua ilmuwan tersebut memperkirakan berat atom unsur baru ini sebesar 123,35 (dibandingkan dengan yang diterima saat ini sebesar 132,9).[93] Mereka mencoba untuk menghasilkan sesium elemental melalui elektrolisis sesium klorida cair, tetapi alih-alih logam, mereka memperoleh zat biru homogen yang "baik di bawah mata telanjang maupun di bawah mikroskop tidak menunjukkan sedikit pun zat logam"; sebagai hasilnya, mereka menganggapnya sebagai subklorida (). Pada kenyataannya, produk tersebut mungkin merupakan campuran koloid dari logam sesium dan sesium klorida.[94] Elektrolisis larutan berair klorida dengan sebuah katode raksa menghasilkan sebuah amalgam sesium yang mudah terurai di bawah kondisi berair.[95] Logam sesium murni akhirnya diisolasi oleh kimiawan Swedia Carl Setterberg saat mengerjakan gelar doktornya dengan Kekulé dan Bunsen.[96] Pada tahun 1882, dia memproduksi logam sesium dengan mengelektrolisis sesium sianida, untuk menghindari masalah dengan sesium klorida.[97]

Secara historis, penggunaan sesium yang paling penting adalah dalam penelitian dan pengembangan, terutama di bidang kimia dan listrik. Sangat sedikit aplikasi yang ada untuk sesium hingga tahun 1920-an, ketika sesium digunakan dalam tabung vakum radio, yang mana ia memiliki dua fungsi; sebagai penangkap, ia menghilangkan oksigen berlebih setelah pembuatan, dan sebagai pelapis pada katoda yang dipanaskan, ia meningkatkan konduktivitas listriknya. Sesium tidak dikenal sebagai logam industri dengan performa tinggi hingga tahun 1950-an.[98] Aplikasi lain untuk sesium nonradioaktif meliputi sel fotolistrik, tabung fotopengganda, komponen optik spektrofotometer inframerah, katalis untuk beberapa reaksi organik, kristal untuk pencacah sintilasi, dan generator listrik magnetohidrodinamika.[99] Sesium juga digunakan sebagai sumber ion positif dalam spektrometri massa ion sekunder (SIMS).

Sejak tahun 1967, Sistem Pengukuran Internasional mendasarkan satuan waktu utama, detik, pada sifat-sifat sesium. Sistem Satuan Internasional (SI) mendefinisikan detik sebagai durasi 9.192.631.770 siklus pada frekuensi gelombang mikro dari garis spektrum yang sesuai dengan transisi antara dua tingkat energi hiperhalus dari keadaan dasar sesium-133.[100] Konferensi Umum untuk Ukuran dan Timbangan ke-13 tahun 1967 mendefinisikan detik sebagai: "durasi 9.192.631.770 siklus cahaya gelombang mikro yang diserap atau dipancarkan oleh transisi hiperhalus atom sesium-133 dalam keadaan dasarnya yang tidak terganggu oleh medan eksternal".

Aplikasi

Eksplorasi minyak bumi

Penggunaan sesium nonradioaktif terbesar saat ini adalah dalam fluida pengeboran sesium format untuk industri minyak ekstraktif.[101] Larutan sesium format (HCOOCs+) berair—dibuat dengan mereaksikan sesium hidroksida dengan asam format—dikembangkan pada pertengahan tahun 1990-an untuk digunakan sebagai fluida pengeboran dan komplesi sumur minyak. Fungsi fluida pengeboran adalah untuk melumasi mata bor, membawa potongan batuan ke permukaan, dan menjaga tekanan pada formasi selama pengeboran sumur. Fluida penyelesaian membantu penempatan perangkat keras kontrol setelah pengeboran tetapi sebelum produksi dengan mempertahankan tekanannya.[102]

Kerapatan air garam sesium format yang tinggi (hingga 2,3 g/cm3, atau 19,2 pon per galon),[103] ditambah dengan sifat yang relatif tidak berbahaya dari sebagian besar senyawa sesium, mengurangi kebutuhan akan padatan tersuspensi dengan kerapatan tinggi yang beracun dalam fluida pengeboran—sebuah keuntungan teknologi, teknik, dan lingkungan yang signifikan. Berbeda dengan komponen dari banyak cairan berat lainnya, sesium format relatif ramah lingkungan.[104] Air garam sesium format dapat dicampur dengan kalium dan natrium format untuk menurunkan kerapatan fluida tersebut menjadi kerapatan air (1,0 g/cm3, atau 8,3 pon per galon). Selain itu, ia dapat terurai secara hayati dan dapat didaur ulang, yang menjadi hal penting mengingat harganya yang tinggi (sekitar AS$4.000 per barel pada tahun 2001).[105] Senyawa format alkali aman untuk ditangani dan tidak akan merusak formasi penghasil atau logam bawah-lubang seperti yang terkadang terjadi pada bahan korosif alternatif, misalnya air garam dengan kerapatan tinggi (seperti larutan seng bromida ); mereka juga membutuhkan lebih sedikit pembersihan dan mengurangi biaya pembuangan.[106]

Jam atom

Jam atom berbasis sesium menggunakan transisi elektromagnetik dalam struktur hiperhalus atom sesium-133 sebagai titik referensi. Jam sesium akurat pertama dibuat oleh Louis Essen pada tahun 1955 di National Physical Laboratory di Britania Raya.[107] Jam sesium telah mengalami peningkatan selama setengah abad terakhir dan dianggap sebagai "realisasi paling akurat dari sebuah satuan yang belum dicapai umat manusia."[108] Jam ini mengukur frekuensi dengan kesalahan 2 hingga 3 bagian dalam 1014, yang sesuai dengan akurasi 2 nanodetik per hari, atau satu detik dalam 1,4 juta tahun. Versi terbaru dari jam ini lebih akurat dari 1 bagian dalam 1015, sekitar 1 detik dalam 20 juta tahun.[109] Standar sesium adalah standar utama untuk pengukuran waktu dan frekuensi yang sesuai standar.[110] Jam sesium mengatur waktu jaringan ponsel dan internet.[111]

Definisi detik

Detik, dengan lambang s, adalah satuan SI untuk waktu. Detik didefinisikan dengan mengambil nilai numerik tetap dari frekuensi sesium , frekuensi transisi hiperhalus keadaan dasar yang tidak terganggu dari atom sesium-133, menjadi jika dinyatakan dalam satuan Hz, yang sama dengan s−1.[112]

Tenaga listrik dan elektronika

Generator termionik uap sesium adalah perangkat berdaya rendah yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik. Dalam konverter tabung vakum dua elektrode, sesium akan menetralkan muatan ruang di dekat katode dan meningkatkan aliran arus.[113]

Sesium juga bernilai penting karena sifat fotoemisifnya, mengubah cahaya menjadi aliran elektron. Sesium digunakan dalam sel fotolistrik karena katode berbasis sesium, seperti senyawa antarlogam , memiliki tegangan ambang yang rendah untuk emisi elektron.[114] Kisaran perangkat fotoemisif yang menggunakan sesium meliputi perangkat pengenalan karakter optis, tabung fotopengganda, dan tabung kamera video.[115][116] Namun demikian, germanium, rubidium, selenium, silikon, telurium, dan beberapa unsur lainnya dapat menggantikan sesium dalam bahan fotosensitif.[117]

Kristal sesium iodida (CsI), bromida (CsBr) dan fluorida (CsF) digunakan untuk sintilator dalam pencacah sintilasi yang banyak digunakan dalam eksplorasi mineral dan penelitian fisika partikel untuk mendeteksi radiasi gama dan sinar-X. Karena merupakan unsur berat, sesium akan memberikan daya henti yang baik dengan deteksi yang lebih baik. Senyawa sesium dapat memberikan respon yang lebih cepat (CsF) dan kurang higroskopis (CsI).

Uap sesium digunakan di banyak magnetometer umum.[118]

Unsur ini digunakan sebagai standar internal dalam spektrofotometri.[119] Seperti logam alkali lainnya, sesium memiliki afinitas yang besar terhadap oksigen dan digunakan sebagai "penangkap" dalam tabung vakum.[120] Kegunaan lain dari logam ini meliputi laser berenergi tinggi, lampu pendar uap, dan penyearah uap.[121]

Cairan sentrifugasi

Kerapatan ion sesium yang tinggi membuat larutan sesium klorida, sesium sulfat, dan sesium trifluoroasetat () berguna dalam biologi molekuler untuk ultrasentrifugasi gradien kerapatan.[122] Teknologi ini digunakan terutama dalam isolasi partikel virus, organel dan fraksi subseluler, serta asam nukleat dari sampel biologis.[123]

Penggunaan kimia dan medis

Aplikasi kimia yang menggunakan sesium relatif sedikit.[124] Doping dengan senyawa sesium dapat meningkatkan efektivitas beberapa katalis ion logam untuk sintesis kimia, seperti asam akrilat, antrakuinon, etilena oksida, metanol, ftalat anhidrida, stirena, monomer metil metakrilat, dan berbagai olefin. Ia juga digunakan dalam konversi katalitik belerang dioksida menjadi belerang trioksida dalam produksi asam sulfat.[125]

Sesium fluorida memiliki beberapa penggunaan dalam kimia organik sebagai basa[126] dan sebagai sumber anhidrat untuk ion fluorida.[127] Garam sesium terkadang menggantikan garam kalium atau natrium dalam sintesis organik, seperti siklisasi, esterifikasi, dan polimerisasi. Sesium juga telah digunakan dalam dosimetri radiasi termoluminesen (TLD): Ketika terpapar radiasi, ia memperoleh cacat kristal yang, ketika dipanaskan, kembali dengan emisi cahaya yang sebanding dengan dosis yang diterima. Dengan demikian, mengukur pulsa cahaya dengan sebuah tabung fotopengganda dapat memungkinkan akumulasi dosis radiasi untuk diukur.

Aplikasi nuklir dan isotop

Sesium-137 adalah sebuah radioisotop yang biasa digunakan sebagai pemancar gama dalam aplikasi industri. Keuntungannya meliputi waktu paruh kira-kira 30 tahun, ketersediaannya dari siklus bahan bakar nuklir, dan memiliki 137Ba sebagai produk akhir yang stabil. Kelarutan airnya yang tinggi merupakan kerugian yang membuatnya tidak sesuai dengan iradiator kolam besar untuk persediaan makanan dan medis.[128] Ia telah digunakan dalam pertanian, pengobatan kanker, serta sterilisasi makanan, lumpur limbah, dan peralatan bedah.[129][130] Isotop sesium radioaktif dalam perangkat radiasi digunakan dalam bidang medis untuk mengobati jenis kanker tertentu,[131] tetapi munculnya alternatif yang lebih baik dan penggunaan sesium klorida yang larut dalam air dalam sumbernya, yang dapat menciptakan kontaminasi yang luas, secara bertahap menyebabkan beberapa sumber sesium ini tidak lagi digunakan.[132][133] Sesium-137 telah digunakan dalam berbagai alat ukur pengukuran industri, meliputi pengukur kelembapan, kerapatan, perataan, dan ketebalan.[134] Ia juga telah digunakan dalam perangkat pencatatan sumur untuk mengukur kerapatan elektron dari formasi batuan, yang analog dengan kerapatan massal formasi tersebut.[135]

Sesium-137 telah digunakan dalam penelitian hidrologi yang analog dengan tritium. Sebagai produk turunan dari pengujian bom fisi dari tahun 1950-an hingga pertengahan 1980-an, sesium-137 dilepaskan ke atmosfer, yang mana ia diserap dengan mudah ke dalam larutan. Variasi tahun-ke-tahun yang diketahui dalam periode itu memungkinkan korelasinya dengan lapisan tanah dan sedimen. Sesium-134, dan pada tingkat lebih rendah sesium-135, juga telah digunakan dalam hidrologi untuk mengukur output sesium oleh industri tenaga nuklir. Walaupun mereka kurang umum daripada sesium-133 atau sesium-137, kedua isotop ini diproduksi hanya dari sumber antropogenik.[136]

Kegunaan lainnya

Sesium dan raksa digunakan sebagai bahan pendorong pada mesin ion awal yang dirancang untuk propulsi wahana antariksa pada misi antarplanet atau ekstraplanet yang sangat lama. Bahan bakarnya terionisasi melalui kontak dengan elektrode wolfram bermuatan. Namun, korosi akibat sesium pada komponen wahana antariksa telah mendorong pengembangan ke arah bahan pendorong gas lengai, seperti xenon, yang lebih mudah ditangani dalam pengujian berbasis darat dan mengurangi potensi kerusakan pada wahana antariksa.[137] Xenon digunakan dalam wahana antariksa eksperimental Deep Space 1 yang diluncurkan pada tahun 1998.[138][139] Namun demikian, propulsi listrik emisi medan yang mempercepat ion logam cair seperti sesium telah dibuat.[140]

Sesium nitrat digunakan sebagai oksidator dan pewarna piroteknik untuk membakar silikon dalam suar inframerah,[141] seperti suar LUU-19,[142] karena ia memancarkan sebagian besar cahayanya dalam spektrum inframerah dekat.[143] Beberapa senyawa sesium mungkin telah digunakan sebagai aditif bahan bakar untuk mengurangi jejak radar dari asap knalpot pada pesawat pengintai Lockheed A-12 milik CIA.[144] Sesium dan rubidium telah ditambahkan sebagai karbonat pada kaca karena mereka dapat mengurangi konduktivitas listrik serta meningkatkan stabilitas dan daya tahan dari serat optik dan perangkat penglihatan malam. Sesium fluorida atau sesium aluminium fluorida digunakan dalam fluks yang diformulasikan untuk mematri paduan aluminium yang mengandung magnesium.[145]

Sistem pembangkit listrik magnetohidrodinamika (MHD) telah diteliti, tetapi gagal diterima secara luas.[146] Logam sesium juga telah dianggap sebagai fluida kerja dalam generator turboelektrik siklus Rankine bersuhu tinggi.[147]

Garam sesium telah dievaluasi sebagai reagen antikejut setelah pemberian obat arsen. Karena memilih efek pada irama jantung, mereka lebih jarang digunakan daripada garam kalium atau rubidium. Mereka juga telah digunakan untuk mengobati epilepsi.[148]

Sesium-133 dapat didinginkan dengan laser dan digunakan untuk menyelidiki masalah mendasar dan teknologis dalam fisika kuantum. Ia memiliki spektrum Feshbach yang sangat sesuai untuk memungkinkan penelitian atom ultradingin yang membutuhkan interaksi merdu.[149]

Bahaya kesehatan dan keselamatan

Senyawa sesium nonradioaktif hanya sedikit beracun, dan sesium nonradioaktif bukanlah bahaya lingkungan yang signifikan. Karena proses biokimia dapat membingungkan dan menggantikan sesium dengan kalium, sesium berlebih dapat menyebabkan hipokalemia, aritmia, dan henti jantung akut, tetapi jumlah tersebut biasanya tidak akan ditemui di sumber alami.[150][151]

Median dosis letal (LD50) untuk sesium klorida pada tikus adalah 2,3 gram per kilogram, yang sebanding dengan nilai LD50 kalium dan natrium klorida.[152] Penggunaan utama sesium nonradioaktif adalah sebagai sesium format dalam fluida pengeboran minyak bumi karena ia jauh lebih tidak beracun daripada alternatifnya, meski lebih mahal.[153]

Logam sesium adalah salah satu unsur yang paling reaktif dan sangat mudah meledak di hadapan air. Gas hidrogen yang dihasilkan oleh reaksi tersebut akan dipanaskan oleh energi panas yang dilepaskan pada saat yang sama, menyebabkan pengapian dan ledakan dahsyat. Hal ini dapat terjadi dengan logam alkali lainnya, tetapi sesium sangatlah kuat sehingga reaksi eksplosif ini dapat dipicu bahkan dengan air dingin.[154]

Sesium sangat bersifat piroforik: suhu swasulutnya adalah , dan ia akan terbakar secara eksplosif di udara untuk membentuk sesium hidroksida dan berbagai senyawa sesium oksida. Sesium hidroksida adalah basa yang sangat kuat, dan dapat dengan cepat menimbulkan korosi pada kaca.[155]

Isotop sesium sesium-134 dan -137 hadir di biosfer dalam jumlah kecil dari aktivitas manusia, dengan jumlah yang berbeda pada tiap lokasi. Radiosesium tidak dapat menumpuk di dalam tubuh semudah produk fisi lainnya (seperti radioiodin dan radiostronsium). Sekitar 10% dari radiosesium yang diserap akan keluar dari tubuh relatif cepat melalui keringat dan urine. 90% sisanya memiliki waktu paruh biologis antara 50 dan 150 hari.[156] Radiosesium akan mengikuti kalium dan cenderung menumpuk di jaringan tumbuhan, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran.[157][158][159] Tumbuhan sangat bervariasi dalam hal penyerapan sesium, terkadang menunjukkan ketahanan yang besar terhadapnya. Juga didokumentasikan dengan baik bahwa jamur dari hutan yang terkontaminasi akan mengakumulasi radiosesium (sesium-137) dalam sporokarp jamur.[160] Akumulasi sesium-137 di beberapa danau telah menjadi perhatian besar setelah bencana Chernobyl.[161][162] Eksperimen pada anjing menunjukkan bahwa dosis tunggal sebesar 3,8 milicurie (140 MBq, 4,1 μg sesium-137) per kilogram dapat mematikan dalam waktu tiga minggu;[163] jumlah yang lebih kecil dapat menyebabkan kemandulan dan kanker.[164] Badan Tenaga Atom Internasional dan beberapa sumber lain telah memperingatkan bahwa bahan radioaktif, seperti sesium-137, dapat digunakan dalam perangkat dispersi radiologis, atau "bom kotor".[165]

Lihat pula

Catatan

Pranala luar

Referensi

  1. Periodic Table of Elements. IUPAC International Union of Pure and Applied Chemistry.
  2. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  3. Heiserman, David L. Exploring Chemical Elements and their Compounds. McGraw-Hill. 1992. hlm. 201–203. ISBN 978-0-8306-3015-8.
  4. C. C. Addison. The Chemistry of the Liquid Alkali Metals. Wiley. 1984. ISBN 978-0-471-90508-0.
  5. Kaner, Richard. C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium. American Chemical Society. 2003.
  6. Chemical Data – Caesium – Cs. Royal Society of Chemistry.
  7. Charles T. Lynch. CRC Handbook of Materials Science. CRC Press. 1974. hlm. 13. ISBN 978-0-8493-2321-8.
  8. Clark, Jim. Flame Tests. chemguide. 2005.
  9. Clark, Jim. Flame Tests. chemguide. 2005.
  10. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  11. Kaner, Richard. C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium. American Chemical Society. 2003.
  12. Taova, T. M. Density of melts of alkali metals and their Na-K-Cs and Na-K-Rb ternary systems. 22 Juni 2003.
  13. H. J. Deiseroth. Alkali metal amalgams, a group of unusual alloys. Progress in Solid State Chemistry. 1997. Vol. 25 (1–2). hlm. 73–123. doi:10.1016/S0079-6786(97)81004-7.
  14. C. C. Addison. The chemistry of the liquid alkali metals. Wiley. 1984. hlm. 7. ISBN 9780471905080.
  15. Onate C. A. Ro-vibrational energies of cesium dimer and lithium dimer with molecular attractive potential. 18 Maret 2021.
  16. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  17. Kaner, Richard. C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium. American Chemical Society. 2003.
  18. Gray, Theodore (2012) The Elements, Black Dog & Leventhal Publishers, hlm. 131, .
  19. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  20. N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.
  21. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 953–955. ISBN 978-3-11-007511-3.
  22. Kaner, Richard. C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium. American Chemical Society. 2003.
  23. J. L. Dye. Compounds of Alkali Metal Anions. Angewandte Chemie International Edition. 1979. Vol. 18 (8). hlm. 587–598. doi:10.1002/anie.197905871.
  24. Mao-sheng Miao. Caesium in high oxidation states and as a p-block element. Nature Chemistry. 2013. Vol. 5 (10). hlm. 846–852. doi:10.1038/nchem.1754.
  25. D. Sneed. Forcing Cesium into Higher Oxidation States Using Useful hard x-ray Induced Chemistry under High Pressure. Journal of Physics: Conference Series. 1 Oktober 2017. Vol. 950 (11, 2017). hlm. 042055. doi:10.1088/1742-6596/950/4/042055.
  26. Hogan, C. M. (2011).Phosphate. dalam Encyclopedia of Earth. Jorgensen, A. dan Cleveland, C.J. (eds.). National Council for Science and the Environment. Washington DC
  27. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  28. N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.
  29. Köhler, Michael J. Etching in microsystem technology. Wiley-VCH. 1999. hlm. 90. ISBN 978-3-527-29561-6.
  30. Charles T. Lynch. CRC Handbook of Materials Science. CRC Press. 1974. hlm. 13. ISBN 978-0-8493-2321-8.
  31. N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.
  32. Martin Jansen. Effects of relativistic motion of electrons on the chemistry of gold and platinum. Solid State Sciences. 30 November 2005. Vol. 7 (12). hlm. 1464–1474. doi:10.1016/j.solidstatesciences.2005.06.015.
  33. Bruce A. Moyer. Use of Macrocycles in Nuclear-Waste Cleanup: A Realworld Application of a Calixcrown in Cesium Separation Technology. Macrocyclic Chemistry. 2005. hlm. 383–405. doi:10.1007/1-4020-3687-6_24. ISBN 978-1-4020-3364-3..
  34. Evans, F. W. Reactions Catalyzed by Potassium Fluoride. 111. The Knoevenagel Reaction. Journal of Organic Chemistry. 1968. Vol. 33 (5). hlm. 1837–1839. doi:10.1021/jo01269a028.
  35. N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.
  36. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 953–955. ISBN 978-3-11-007511-3.
  37. Arnold F. Holleman. Lehrbuch der Anorganischen Chemie. Walter de Gruyter. 1985. hlm. 953–955. ISBN 978-3-11-007511-3.
  38. A. F. Wells. Structural Inorganic Chemistry. Oxford Science Publications. 1984. ISBN 978-0-19-855370-0.
  39. F. Albert Cotton. Advanced Inorganic Chemistry. John Wiley & Sons, Inc. 1962. hlm. 318. ISBN 978-0-471-84997-1.
  40. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  41. Khi-Ruey Tsai. The Crystal Structure of Cesium Monoxide. Journal of Physical Chemistry. 1956. Vol. 60 (3). hlm. 338–344. doi:10.1021/j150537a022.
  42. I. I. Vol'nov. Synthesis of cesium ozonide through cesium superoxide. Bulletin of the Academy of Sciences, USSR Division of Chemical Science. 1963. Vol. 12 (6). hlm. 1040–1043. doi:10.1007/BF00845494.
  43. S. A. Tokareva. Alkali and Alkaline Earth Metal Ozonides. Russian Chemical Reviews. 1971. Vol. 40 (2). hlm. 165–174. doi:10.1070/RC1971v040n02ABEH001903.
  44. A. Simon. Group 1 and 2 Suboxides and Subnitrides — Metals with Atomic Size Holes and Tunnels. Coordination Chemistry Reviews. 1997. Vol. 163. hlm. 253–270. doi:10.1016/S0010-8545(97)00013-1.
  45. Khi-Ruey Tsai. The Crystal Structure of Tricesium Monoxide. Journal of Physical Chemistry. 1956. Vol. 60 (3). hlm. 345–347. doi:10.1021/j150537a023.
  46. H. Okamoto. Cs-O (Cesium-Oxygen). Journal of Phase Equilibria and Diffusion. 2009. Vol. 31. hlm. 86–87. doi:10.1007/s11669-009-9636-5.
  47. A. Band. Characterization of Oxides of Cesium. The Journal of Physical Chemistry B. 2004. Vol. 108 (33). hlm. 12360–12367. doi:10.1021/jp036432o.
  48. G. Brauer. Untersuchungen ber das System Csium-Sauerstoff. Zeitschrift für Anorganische Chemie. 1947. Vol. 255 (1–3). hlm. 101–124. doi:10.1002/zaac.19472550110.
  49. Khi-Ruey Tsai. The Crystal Structure of Cesium Monoxide. Journal of Physical Chemistry. 1956. Vol. 60 (3). hlm. 338–344. doi:10.1021/j150537a022.
  50. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  51. Busso, M. Nucleosynthesis in Asymptotic Giant Branch Stars: Relevance for Galactic Enrichment and Solar System Formation. Annual Review of Astronomy and Astrophysics. 1999. Vol. 37. hlm. 239–309. doi:10.1146/annurev.astro.37.1.239.
  52. David Arnett. Supernovae and Nucleosynthesis: An Investigation of the History of Matter, from the Big Bang to the Present. Princeton University Press. 1996. hlm. 527. ISBN 978-0-691-01147-9.
  53. C. Goff. Complexation of caesium and rubidium cations with crown ethers in N,N-dimethylformamide. Polyhedron. 1996. Vol. 15 (21). hlm. 3897–3903. doi:10.1016/0277-5387(96)00018-6.
  54. F. Brown. The half-life of Cs137. Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry. 1955. Vol. 1 (4–5). hlm. 241–247. doi:10.1016/0022-1902(55)80027-9.
  55. Sonzogni, Alejandro. Interactive Chart of Nuclides. Laboratorium Nasional Brookhaven.
  56. Shigeo Ohki. Transmutation of Cesium-135 with Fast Reactors. 14–16 Oktober 2002.
  57. CANDU Fundamentals. CANDU Owners Group Inc.
  58. V. F. Taylor. Preliminary evaluation of 135 Cs/ 137 Cs as a forensic tool for identifying source of radioactive contamination. Journal of Environmental Radioactivity. 2008. Vol. 99 (1). hlm. 109–118. doi:10.1016/j.jenvrad.2007.07.006.
  59. Cesium Radiation Protection. U.S. Environmental Protection Agency. 28 Juni 2006.
  60. Hisham Zerriffi. IEER Report: Transmutation – Nuclear Alchemy Gamble. Institute for Energy and Environmental Research. 24 Mei 2000.
  61. Chernobyl's Legacy: Health, Environmental and Socia-Economic Impacts and Recommendations to the Governments of Belarus, Russian Federation and Ukraine. International Atomic Energy Agency.
  62. Takeshi Kase. Transmutation of Cesium-137 Using Proton Accelerator. Journal of Nuclear Science and Technology. 1993. Vol. 30 (9). hlm. 911–918. doi:10.3327/jnst.30.911.
  63. Ronald Allen Knief. Nuclear engineering: theory and technology of commercial nuclear power. Taylor & Francis. 1992. hlm. 42. ISBN 978-1-56032-088-3.
  64. N. Ishiwatari. Release of xenon-137 and iodine-137 from UO2 pellet by pulse neutron irradiation at NSRR. Nippon Genshiryoku Gakkaishi. Vol. 23 (11). hlm. 843–850.
  65. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  66. K. K. Turekian. Distribution of the elements in some major units of the Earth's crust. Geological Society of America Bulletin. 1961. Vol. 72 (2). hlm. 175–192. doi:10.1130/0016-7606(1961)72[175:DOTEIS]2.0.CO;2.
  67. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  68. Simon Rowland. Cesium as a Raw Material: Occurrence and Uses. Artemis Society International. 4 Juli 1998.
  69. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  70. Petr Černý. The Tanco Pegmatite at Bernic Lake, Manitoba: X. Pollucite. Canadian Mineralogist. 1978. Vol. 16. hlm. 325–333.
  71. Petr Černý. The Tanco Pegmatite at Bernic Lake, Manitoba: X. Pollucite. Canadian Mineralogist. 1978. Vol. 16. hlm. 325–333.
  72. Désirée E. Polyak. Cesium. U.S. Geological Survey.
  73. Désirée E. Polyak. Cesium. U.S. Geological Survey.
  74. J. J. Norton. United States mineral resources. U.S. Geological Survey Professional. 1973. Vol. Paper 820. hlm. 365–378.
  75. Désirée E. Polyak. Cesium. U.S. Geological Survey.
  76. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  77. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  78. R. O. Burt. Kirk-Othmer encyclopedia of chemical technology. John Wiley & Sons, Inc. 1993. Vol. 5. hlm. 749–764. ISBN 978-0-471-48494-3.
  79. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  80. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  81. William Benton. Cesium formate fluid succeeds in North Sea HPHT field trials. Drilling Contractor. 2000. hlm. 38–41.
  82. Concise encyclopedia chemistry. de Gruyter. 1994. hlm. 198. ISBN 978-3-11-011451-5.
  83. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  84. R. O. Burt. Kirk-Othmer encyclopedia of chemical technology. John Wiley & Sons, Inc. 1993. Vol. 5. hlm. 749–764. ISBN 978-0-471-48494-3.
  85. Concise encyclopedia chemistry. de Gruyter. 1994. hlm. 198. ISBN 978-3-11-011451-5.
  86. Désirée E. Polyak. Cesium. U.S. Geological Survey.
  87. Bunsen mengutip Aulus Gellius Noctes Atticae II, 26 oleh Nigidius Figulus: Nostris autem veteribus caesia dicts est quae Graecis, ut Nigidus ait, de colore coeli quasi coelia.
  88. Oxford English Dictionary, Edisi ke-2
  89. G. Kirchhoff. Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen. Annalen der Physik und Chemie. 1861. Vol. 189 (7). hlm. 337–381. doi:10.1002/andp.18611890702.
  90. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XIII. Some spectroscopic discoveries. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1413–1434. doi:10.1021/ed009p1413.
  91. Kaner, Richard. C&EN: It's Elemental: The Periodic Table – Cesium. American Chemical Society. 2003.
  92. G. Kirchhoff. Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen. Annalen der Physik und Chemie. 1861. Vol. 189 (7). hlm. 337–381. doi:10.1002/andp.18611890702.
  93. G. Kirchhoff. Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen. Annalen der Physik und Chemie. 1861. Vol. 189 (7). hlm. 337–381. doi:10.1002/andp.18611890702.
  94. Richard Zsigmondy. Colloids and the Ultra Microscope. Read books. 2007. hlm. 69. ISBN 978-1-4067-5938-9.
  95. G. Kirchhoff. Chemische Analyse durch Spectralbeobachtungen. Annalen der Physik und Chemie. 1861. Vol. 189 (7). hlm. 337–381. doi:10.1002/andp.18611890702.
  96. Mary Elvira Weeks. The discovery of the elements. XIII. Some spectroscopic discoveries. Journal of Chemical Education. 1932. Vol. 9 (8). hlm. 1413–1434. doi:10.1021/ed009p1413.
  97. Carl Setterberg. Ueber die Darstellung von Rubidium- und Cäsiumverbindungen und über die Gewinnung der Metalle selbst. Justus Liebig's Annalen der Chemie. 1882. Vol. 211. hlm. 100–116. doi:10.1002/jlac.18822110105.
  98. A. J. Strod. Cesium—A new industrial metal. American Ceramic Bulletin. 1957. Vol. 36 (6). hlm. 212–213.
  99. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  100. Cesium Atoms at Work. Time Service Department—U.S. Naval Observatory—Department of the Navy.
  101. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  102. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  103. J. D. Downs. Drilling and Completing Difficult HP/HT Wells With the Aid of Cesium Formate Brines-A Performance Review. Februari 2006. doi:10.2118/99068-MS.
  104. J. D. Downs. Drilling and Completing Difficult HP/HT Wells With the Aid of Cesium Formate Brines-A Performance Review. Februari 2006. doi:10.2118/99068-MS.
  105. Rick Flatern. Keeping cool in the HPHT environment. Offshore Engineer. 2001. hlm. 33–37.
  106. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  107. L. Essen. An Atomic Standard of Frequency and Time Interval: A Caesium Resonator. Nature. 1955. Vol. 176 (4476). hlm. 280–282. doi:10.1038/176280a0.
  108. Cesium Atoms at Work. Time Service Department—U.S. Naval Observatory—Department of the Navy.
  109. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  110. W. Markowitz. Frequency of Cesium in Terms of Ephemeris Time. Physical Review Letters. 1958. Vol. 1 (3). hlm. 105–107. doi:10.1103/PhysRevLett.1.105.
  111. Monte Reel. Where timing truly is everything. The Washington Post. 22 Juli 2003. hlm. B1.
  112. Resolution 1 of the 26th CGPM. Bureau International des Poids et Mesures. 2018. hlm. 472 dari publikasi resmi Prancis.
  113. Ned S. Rasor. Correlation of Emission Processes for Adsorbed Alkali Films on Metal Surfaces. Journal of Applied Physics. September 1964. Vol. 35 (9). hlm. 2589–2600. doi:10.1063/1.1713806.
  114. Cesium Supplier & Technical Information. American Elements.
  115. John Smedley. K 2 CsSb Cathode Development. AIP Conference Proceedings. 2009. Vol. 1149 (1). hlm. 1062–1066. doi:10.1063/1.3215593.
  116. P. Görlich. Über zusammengesetzte, durchsichtige Photokathoden. Zeitschrift für Physik. 1936. Vol. 101 (5–6). hlm. 335–342. doi:10.1007/BF01342330.
  117. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  118. S. Groeger. Comparison of discharge lamp and laser pumped cesium magnetometers. Applied Physics B. 2005. Vol. 80 (6). hlm. 645–654. doi:10.1007/s00340-005-1773-x.
  119. Mary C. Haven. Laboratory instrumentation. John Wiley and Sons. 1994. hlm. 108. ISBN 978-0-471-28572-4.
  120. James D. McGee. Photo-electronic image devices: proceedings of the fourth symposium held at Imperial College, London, 16–20 September 1968. Academic Press. 1969. Vol. 1. hlm. 391. ISBN 978-0-12-014528-7.
  121. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  122. Manfred Bick, Horst Prinz, "Cesium and Cesium Compounds" dalam Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2005, Wiley-VCH, Weinheim. .
  123. Downstream processing methods. Humana Press. 2000. hlm. 61–62. ISBN 978-0-89603-564-5.
  124. R. O. Burt. Kirk-Othmer encyclopedia of chemical technology. John Wiley & Sons. 1993. Vol. 5. hlm. 759. ISBN 978-0-471-15158-6.
  125. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  126. N. N. Greenwood. Chemistry of the Elements. Pergamon Press. 1984. ISBN 978-0-08-022057-4.
  127. Friestad, Gregory K.; Branchaud, Bruce P.; Navarrini, Walter dan Sansotera, Maurizio (2007) "Cesium Fluoride" dalam Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis, John Wiley & Sons.
  128. Takeshi Okumura. The material flow of radioactive cesium-137 in the U.S. 2000. United States Environmental Protection Agency. 21 Oktober 2003.
  129. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  130. N. L. Jensen. Mineral facts and problems. U.S. Bureau of Mines. 1985. Vol. Bulletin 675. hlm. 133–138.
  131. IsoRay's Cesium-131 Medical Isotope Used In Milestone Procedure Treating Eye Cancers At Tufts-New England Medical Center. Medical News Today. 17 Desember 2007.
  132. Gunilla Carleson Bentel. Radiation therapy planning. McGraw-Hill Professional. 1996. hlm. 22–23. ISBN 978-0-07-005115-7.
  133. National Research Council (U.S.). Committee on Radiation Source Use and Replacement. Radiation source use and replacement: abbreviated version. National Academies Press. 2008. ISBN 978-0-309-11014-3.
  134. Instrumentation : A Reader. Chapman & Hall. 1995. hlm. 82–85. ISBN 978-0-412-53400-3.
  135. A. Timur. Downhole Geophysical Logging. Annual Review of Earth and Planetary Sciences. 1985. Vol. 13. hlm. 315–344. doi:10.1146/annurev.ea.13.050185.001531.
  136. Carol Kendall. Isotope Tracers Project – Resources on Isotopes – Cesium. National Research Program – U.S. Geological Survey.
  137. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  138. M. G. Marcucci. NSTAR Xenon Ion Thruster on Deep Space 1: Ground and flight tests (invited). Review of Scientific Instruments. 2000. Vol. 71 (3). hlm. 1389–1400. doi:10.1063/1.1150468.
  139. James S. Sovey. A Synopsis of Ion Propulsion Development Projects in the United States: SERT I to Deep Space I. NASA.
  140. Marrese, C. In-FEEP Thruster Ion Beam Neutralization with Thermionic and Field Emission Cathodes. Oktober 2001. hlm. 1–15.
  141. Infrared illumination compositions and articles containing the same. United States Patent 6230628. Freepatentsonline.com.
  142. LUU-19 Flare. Federation of American Scientists. 23 April 2000.
  143. E. Charrier. Determination of the temperature and enthalpy of the solid–solid phase transition of caesium nitrate by differential scanning calorimetry. Thermochimica Acta. 2006. Vol. 445. hlm. 36–39. doi:10.1016/j.tca.2006.04.002.
  144. Paul F. Crickmore. Lockheed SR-71: the secret missions exposed. Osprey. 2000. hlm. 47. ISBN 978-1-84176-098-8.
  145. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  146. National Research Council (U.S.). Energy research at DOE—Was it worth it?. National Academy Press. 2001. hlm. 190–194. doi:10.17226/10165. ISBN 978-0-309-07448-3.
  147. Roskill Information Services. Economics of Caesium and Rubidium (Reports on Metals & Minerals). Roskill Information Services. 1984. hlm. 51. ISBN 978-0-86214-250-6.
  148. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  149. Cheng Chin. Feshbach resonances in ultracold gases. Reviews of Modern Physics. 29 April 2010. Vol. 82 (2). hlm. 1225–1286. doi:10.1103/RevModPhys.82.1225.
  150. P. Melnikov. Clinical effects of cesium intake. Biological Trace Element Research. Juni 2010. Vol. 135 (1–3). hlm. 1–9. doi:10.1007/s12011-009-8486-7.
  151. Carl Pinsky. Cesium in mammals: Acute toxicity, organ changes and tissue accumulation. Journal of Environmental Science and Health, Part A. 1981. Vol. 16 (5). hlm. 549–567. doi:10.1080/10934528109375003.
  152. Garland T. Johnson. Acute toxicity of cesium and rubidium compounds. Toxicology and Applied Pharmacology. 1975. Vol. 32 (2). hlm. 239–245. doi:10.1016/0041-008X(75)90216-1.
  153. J. D. Downs. Drilling and Completing Difficult HP/HT Wells With the Aid of Cesium Formate Brines-A Performance Review. Februari 2006. doi:10.2118/99068-MS.
  154. William C. Butterman. Mineral Commodity Profile: Cesium. United States Geological Survey. 2004.
  155. Chemical Data – Caesium – Cs. Royal Society of Chemistry.
  156. J. Rundo. A Survey of the Metabolism of Caesium in Man. British Journal of Radiology. 1964. Vol. 37 (434). hlm. 108–114. doi:10.1259/0007-1285-37-434-108.
  157. H. Nishita. Accumulation of Cs and K and growth of bean plants in nutrient solution and soils. Plant and Soil. 1962. Vol. 17 (2). hlm. 221–242. doi:10.1007/BF01376226.
  158. S. Avery. Fate of caesium in the environment: Distribution between the abiotic and biotic components of aquatic and terrestrial ecosystems. Journal of Environmental Radioactivity. 1996. Vol. 30 (2). hlm. 139–171. doi:10.1016/0265-931X(96)89276-9.
  159. Brit Salbu. Availability of caesium isotopes in vegetation estimated from incubation and extraction experiments. Analyst. 1992. Vol. 117 (3). hlm. 487–491. doi:10.1039/AN9921700487.
  160. M. Vinichuk. Accumulation of potassium, rubidium and caesium ( 133 Cs and 137 Cs) in various fractions of soil and fungi in a Swedish forest. Science of the Total Environment. 2010. Vol. 408 (12). hlm. 2543–2548. doi:10.1016/j.scitotenv.2010.02.024.
  161. Jim T. Smith. Chernobyl: Catastrophe and Consequences. Springer. 2005. ISBN 978-3-540-23866-9.
  162. V. N. Eremeev. Radioactive isotopes of caesium in the waters and near-water atmospheric layer of the Black Sea. Physical Oceanography. 1991. Vol. 2 (1). hlm. 57–64. doi:10.1007/BF02197418.
  163. H. C. Redman. Toxicity of 137-CsCl in the Beagle. Early Biological Effects. Radiation Research. 1972. Vol. 50 (3). hlm. 629–648. doi:10.2307/3573559.
  164. Chinese 'find' radioactive ball. BBC News. 27 Maret 2009.
  165. Louis Charbonneau. IAEA director warns of 'dirty bomb' risk. The Washington Post. 12 Maret 2003. hlm. A15.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29514966 (2026-08-02T07:07:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.